EIKON TECHNOLOGY BLOG

20

Sep


Tak tanggung-tanggung, saat ini Indonesia sedang gencar mengkampanyekan gerakan 1000 Startup pada tahun 2020. Membangun usaha rintisan atau startup, terutama di indonesia memang tak selalu berakhir manis. Banyak juga, lho, yang sudah menyerah. Hal ini cukup disayangkan karena sebenarnya banyak ide-ide cemerlang yang dihasilkan para pelaku startup lokal. Lalu apa yang jadi penyebab kegagalan usaha startup?

Andreas Senjaya, CEO iGrow, startup yang bergerak pada sebuah platform pengembangan sistem pertanian lokal, mengatakan banyak startup di Tanah Air yang tak memiliki mental baja. Dalam hal ini ia mencontohkan mental kuat yang dimiliki duo pendiri Google, Sergei Brin dan Larry Page.

"Ketika mereka buat Google di tahun pertama, tak ada pemasukan, yang ada nombok terus untuk riset. Tak ada penghargaan yang diberikan dan minim apresiasi," ujarnya seperti yang disadur dari Liputan 6 usai acara The NextDev di Bandung, Selasa (9/8/2016).

Memang banyak yang harus dikorbankan seperti drop out dari program doktoral yang tengah mereka ikuti untuk melanjutkan riset pada waktu itu, namun hal itu tak membuat dynamic duo tersebut menyerah.

Larry-Page-and-Sergey-Brin.jpg 

Usaha yang pantang menyerah dan mental baja dari para pendiri Google tersebut akhirnya berbuah manis. Lihat saja saat ini 80 persen pengguna internet memakai Google sebagai mesin pencarinya. Hal inilah yang membuat Google semakin meroket pada berbagai lini bisnis lainnya.

"Para pelaku startup harus ekstra sabar dalam meraih pencapaian baik, apalagi pendapatan signifikan. Secara simultan, jangan kelamaan mengendapkan ide yang bagus, karena yang lebih bagus adalah mengeksekusi ide tersebut secara teguh" lanjut Andreas sembari mengajak kita untuk berkaca pada cerita duo Google diatas.

"Kalau ide sudah dieksekusi dengan baik, direspon dengan baik, lihat saja. Startup tak butuh waktu lama untuk menyalip bisnis konvensional yang sudah puluhan tahun." katanya.

Selain memiliki mental baja, para pelaku startup perlu memiliki visi yang tajam. Lihat bagaimana aplikasi dapat berkembang sehingga bisa bermanfaat serta jadi solusi di masa depan. Usahakan agar tidak sekedar jadi follower, tapi jadilah leader agar bisa terus bertahan di berbagai situasi kompetitif yang akan dihadapi oleh para pelaku startup.

Startup3.jpg 

Para pelaku startup yang sering terjebak dalam menentukan produk terlebih dahulu, apa yang sedang tren, lalu menerapkan jurus Amati, Tiru, dan Modifikasi (metode ATM). Hal ini justru dinilai tidak efektif.

Yang tidak mereka sadari ketika meniru sebuah bisnis yang sudah berhasil adalah mereka hanya meniru lapisan luarnya, sehingga mereka melewatkan proses terpenting dalam startup: proses pembelajaran.

Mulailah dengan menentukan apa yang harus dicapai dan dapat menjadi solusi dan manfaat dalam beberapa tahun kedepan. Teknologi akan semakin berkembang setiap waktu. Agar tidak kaget terhadap berbagai perubahan yang ada, kita perlu menjadi lebih fleksibel dan adaptatif terhadap berbagai hal baru yang ada disekitar kita. 

Berbagai dukungan dari pemerintah juga sangat membantu para pelaku startup muda untuk berkembang dan bereksplorasi untuk terus melahirkan karya yang hebat. Saat ini sudah banyak ditemukan berbagai event untuk mendukung gerakan 1000 startup di Indonesia. Jadi, jangan kubur mimpimu, terus berusaha dengan ulet dan pantang menyerah. Kuatkan teamwork, satukan visi dan misi, teruslah berinovasi lalu eksekusi ide dengan teguh. Selamat berkarya :)

 

 

 

 New Call-to-action

Coba Gratis G Suite Selamanya

It's All About The Cloud

Welcome to EIKON Technology blog! We're excited to share our insights about the IT industry and the Cloud. Subscribe today to get the latest news.

  • Cloud News
  • Partner Updates
  • Product Releases
  • Company News

Subscribe To Updates

Popular Post

Recent Posts