EIKON Technology

Cloud Bigtable

Google Cloud

Lebih Jauh Mengenai Autoscaling pada Bigtable dan Analisis Penghematan Biayanya

Cloud Bigtable merupakan sebuah layanan terkelola sepenuhnya yang dapat menskalakan data dengan cepat dan hanya lewat satu tombol saja. Sedang menggunakan layanan ini? Anda dapat melakukan konfigurasi ukuran klaster untuk menghasilkan throughput puncak atau menskalakan data secara terprogram agar sesuai dengan workload. Bigtable kini juga telah mendukung Autoscaling  untuk skala otomatis, memungkinkan Anda mencapai pengelolaan yang lebih baik. Dalam sebuah eksperimennya, Google Cloud menemukan bahwa Autoscaling mampu mengurangi biaya workload diurnal umum (yang dijalankan siang hari) lebih dari 40%. Bayar sesuai kebutuhan Saat menggunakan Bigtable, Anda hanya perlu membayar sesuai kebutuhan saat Autoscaling diaktifkan. Layanan ini secara otomatis menambah atau mengurangi kapasitas sebagai respons terhadap perubahan tuntutan workload Anda. Autoscaling mengklaim penggunanya akan memiliki lebih banyak waktu untuk mengurus hal lain yang lebih penting dan mendesak karena masalah pengelolaan infrastruktur. Penerapan Autoscaling mereduksi kemungkinan terjadinya overhead karena manajemen penyediaan kapasitas telah dikelola sedemikian rupa. Autoscaling untuk saat ini telah berfungsi pada klaster HDD sekaligus SDD dan tersedia di seluruh wilayah Bigtable. Mulai menerapkan Bigtable Autoscaling pada Bigtable dikonfigurasi pada tingkat klaster dan dapat diaktifkan menggunakan Cloud Console, fitur command line, gcloud, Cloud Bigtable Admin API, dan library klien Bigtable. Dengan mengaktifkan Autoscaling, Bigtable secara otomatis akan menskalakan jumlah node dalam setiap klaster sebagai respons terhadap perubahan pemanfaatan kapasitas. Bahkan, risiko yang terkait dengan perkiraan kapasitas yang salah pun dapat diturunkan secara signifikan. Hal tersebut mencakup: penyediaan berlebihan (biaya tak perlu) dan kekurangan penyediaan (kehilangan peluang bisnis). Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud untuk Menyusun Proyek Data Science Autoscaling dapat diaktifkan untuk klaster yang ada atau telah dikonfigurasikan dengan klaster baru. Anda akan memerlukan dua informasi: penggunaan sebuah CPU target dan sebuah lingkup untuk menjaga jumlah node Anda tetap ada di dalam. Layanan ini tidak memerlukan perhitungan, pemrograman atau pemeliharaan yang rumit. Hanya saja, Anda harus selalu memperhatikan jumlah node maksimum. Dalam satu lingkup, tidak boleh lebih dari 10 kali jumlah node minimum. Pemanfaatan penyimpanan merupakan salah satu faktor dalam Autoscaling, tapi target penggunaan penyimpanan ditetapkan oleh Bigtable dan tidak dapat dikonfigurasi. Berikut adalah contoh yang menunjukkan cara mengaktifkan Autoscaling dengan Cloud Console dan command line. Dua cara ini diklaim sebagai cara tercepat untuk memulai. Menggunakan Cloud Console Saat membuat atau melakukan pembaruan pada sebuah instance melalui Cloud Console, Anda dapat memilih antara alokasi node manual (Manual node allocation) atau Autoscaling. Jika Anda memilih Autoscaling, bisa langsung mulai melakukan konfigurasi lingkup node dan target penggunaan CPU. Photo Credit: Google Cloud Blog Menggunakan command line Untuk mulai melakukan konfigurasi Autoscaling melalui tool command line yang ada pada gcloud, Anda cukup mengubah parameter Autoscaling saat membuat atau memperbarui klaster. Berikut langkah-langkahnya: Memperbarui klaster yang sudah ada 01  gcloud bigtable clusters update –instance my-instance my-cluster-c1 –autoscaling-min-nodes 1 –autoscaling-max-nodes 10 –autoscaling-cpu-target 60 Membuat klaster baru 01  gcloud bigtable clusters create –instance my-instance my-cluster-c1 –zone=asia-east1-c –autoscaling-min-nodes=1 –autoscaling-max-nodes=10 –autoscaling-cpu-target=60 Photo Credit: Google Cloud Blog Kapan waktu yang tepat untuk menerapkan Bigtable pada workload Bigtable merupakan cara yang fleksibel untuk berbagai kasus penggunaan dengan profil traffic dinamis. Autoscaling pada Bigtable mungkin tidak selalu menjadi konfigurasi yang tepat untuk perusahaan Anda, jadi berikut adalah beberapa panduan kapan penerapan Autoscaling yang ideal. Kapan menggunakan Autoscaling Anda adalah pengguna lama Bigtable yang ingin mengoptimalkan biaya sambil mempertahankan kinerja klaster. Misalnya: pola traffic yang ada pada ritel online. Anda pengguna Bigtable baru atau memiliki workload baru. Menyediakan kapasitas yang cukup untuk memenuhi kasus penggunaan yang tidak diketahui jelas sulit. Bisnis sedang berkembang, namun Anda tidak yakin sejauh mana perkembangannya di masa depan nanti. Anda ingin mengambil langkah antisipasi terhadap kemungkinan apa pun. Evaluasi penghematan biaya Google Cloud melakukan sebuah eksperimen sebuah workload yang dijalankan selama 12 jam. Eksperimen tersebut membandingkan biaya yang dikeluarkan saat menggunakan dan tidak menggunakan Autoscaling. Katakanlah biaya satu node Bigtable adalah US$0.65/jam per node. Maka akan terlihat perhitungan biaya seperti di bawah ini: Photo Credit: Google Cloud Blog Pada tabel di atas terlihat bahwa penggunaan Autoscaling dapat menghemat biaya hingga US$87.05 atau dalam persentase berarti sekitar 70%. Baca juga: Tips Membangun Sistem Rekomendasi dengan Google Cloud Dengan memanfaatkan fungsi Autoscaling pada Cloud Bigtable Anda akan punya lebih banyak waktu untuk mengurus keperluan bisnis lainnya. Dari segi ekonomi, Autoscaling juga terbukti lebih hemat dibanding dengan penerapan skala manual. Penggunaan komputasi awan secara umum memang telah terbukti mampu menyederhanakan berbagai proses bisnis. Ingin memigrasikan proses bisnis Anda pada cloud? Google melalui Google Cloud menawarkan solusi untuk Anda. Platform ini bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology, authorized reseller Google untuk Indonesia. Informasi selengkapnya klik di sini!

Google Cloud

Apa Itu Fungsi Autoscaling yang Baru Diluncurkan di Cloud Bigtable?

Cloud Bigtable merupakan sebuah layanan database NoSQL yang skalabel yang dirancang khusus untuk mengelola beban kerja operasional dan analitis besar. Layanan ini telah digunakan oleh banyak perusahaan besar seperti Twitter dan The Home Depot. Bigtable memiliki lebih dari 10 Exabytes data terkelola dan mampu memproses lebih dari 5 miliar permintaan per detik secara optimal. Sejak pertama kali diperkenalkan, Bigtable terus dikembangkan. Dalam update terbarunya, layanan ini menyediakan sebuah kemampuan baru yakni Autoscaling. Secara garis besar, Autoscaling digunakan untuk menambah atau mengurangi kapasitas sebagai respons atas perubahan permintaan pada aplikasi Anda. Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai fungsi Autoscaling pada Cloud Bigtable berikut. Berfungsi optimalkan biaya Kecepatan digitalisasi yang terus meningkat di sebagian besar aspek kehidupan pada akhirnya mendorong konsumsi pengalaman digital. Bagi pemilik aplikasi, fenomena tersebut jelas akan meningkatkan permintaan pelanggan. Oleh karenanya, kemampuan untuk meningkatkan dan menurunkan skala aplikasi agar bisa merespon perubahan permintaan pelanggan dengan cepat menjadi sangat penting bagi pemilik bisnis. Autoscaling pada Cloud Bigtable secara otomatis akan mengelompokkan jumlah node dalam klaster ke atas atau bawah sesuai tuntutan penggunaan yang berubah. Secara signifikan, hal tersebut akan menurunkan risiko penyediaan yang berlebihan dan menimbulkan biaya yang sebenarnya tidak diperlukan. Baca juga: 5 Tips Mempelajari Ekosistem Multicloud dan Peluang Kariernya Bantu tingkatkan pengelolaan Photo Credit: Google Cloud Blog Tidak hanya itu, fungsi Autoscaling yang ada di Cloud Bigtable juga memiliki akses langsung menuju server Bigtable. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan solusi scaling otomatis yang sangat responsif. Pelanggan dapat menentukan konfigurasi Autoscaling untuk klaster Bigtable mereka dengan Cloud Console, gcloud, Bigtable admin API, bahkan library mereka. Solusi ini berfungsi pada klaster SSD maupun HDD dan tersedia di semua sektor Bigtable. Siapkan 2x batas penyimpanan  Sekarang ini data dihasilkan dengan kecepatan yang luar biasa. Di saat yang bersamaan, banyak aplikasi membutuhkan akses menuju data tersebut untuk memberikan pengalaman pelanggan yang unggul. Namun sayangnya, saluran data yang mendukung kemampuan tersebut perlu throughput tinggi dan akses latensi yang rendah untuk menuju data dalam jumlah besar. Nah, untuk memenuhi kebutuhan workload yang disokong penyimpanan, Bigtable telah menggandakan kapasitas penyimpanan per node hingga dua kali lipat. Jadi, Anda bisa menyimpan lebih banyak data dan tidak perlu lagi menekan kebutuhan data.  Pengelolaan dengan grup klaster Photo Credit: Piqsels Kebanyakan perusahaan yang ada saat ini harus melayani pengguna dari berbagai wilayah sambil terus memberikan pengalaman terbaik untuk mereka. Guna mendukung fungsi Autoscaling, Bigtable juga meluncurkan sebuah kemampuan untuk menerapkan instance Bigtable di lebih dari 8 wilayah sekaligus. Jadi, Anda bisa menempatkan data sedekat mungkin dengan para end users. Jumlah wilayah yang lebih banyak akan membantu memastikan aplikasi Anda punya performa optimal untuk memberikan pengalaman pelanggan yan konsisten, di mana pun pelanggan Anda berada. Update lain dari Bigtable Selain fungsi Autoscaling, pada update baru Bigtable Anda juga bisa menemukan fungsi yang akan membantu Anda mengurangi biaya dan overhead manajemen, yaitu: Batas penyimpanan 2X Memungkinkan Anda untuk menyimpan lebih banyak data dengan harga lebih murah, terutama berharga untuk beban kerja penyimpanan yang telah dioptimalkan. Grup klaster Memberikan fleksibilitas untuk menentukan bagaimana Anda mengarahkan lalu lintas aplikasi untuk memastikan pengalaman yang luar biasa bagi para pelanggan. Metrik pemanfaatan yang lebih terperinci Meningkatkan kemampuan pengamatan, pemecahan masalah yang lebih cepat, dan manajemen beban kerja yang lebih baik. Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud untuk Menyusun Proyek Data Science Cloud Bigtable merupakan sebuah layanan database NoSQL untuk mengelola beban kerja operasional dan analitis besar. Bagi Anda pemilik aplikasi yang memiliki pengguna yang tersebar di berbagai wilayah, Bigtable adalah sebuah solusi efisien. Terlebih dengan adanya fungsi baru Autoscaling. Layanan komputasi awan belakangan ini memang berkembang dengan pesat. Semakin hari perkembangan cloud pun semakin bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Belum menggunakan cloud di perusahaan Anda? Dapatkan solusi Google Cloud yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda hanya di EIKON Technology, authorized reseller untuk produk-produk Google di Indonesia. Informasi selengkapnya, klik di sini!

Scroll to Top