EIKON Technology

Cloud SQL

Google Cloud

Cara Memantau Cloud SQL dengan Audit Database SQL Server

Cloud SQL for SQL Server merupakan sebuah layanan database terkelola sepenuhnya yang berjalan di jaringan Google. Layanan ini memungkinkan Anda untuk dapat menjalankan SQL Server dalam jaringan cloud untuk kemudian ditangani oleh. Tahun 2021 lalu, Google telah meluncurkan fitur yang membantu pengguna untuk dapat memaksimalkan SQL Server; misalnya, dukungan untuk autentikasi Active Directory, SQL Server 2019, serta Cross Region Replicas. Fitur audit database Cloud SQL for SQL Server Di tahun 2022 ini, Google berencana untuk menambahkan fitur keamanan SQL Server lainnya, yakni audit database. Audit database ini memungkinkan Anda memantau perubahan pada database SQL Server, seperti pembuatan database baru, penyisipan data, hingga penghapusan tabel. Cloud SQL menulis log audit yang dihasilkan oleh SQL Server ke disk penyimpanan lokal, sekaligus ke Google Cloud Storage. Anda juga dapat menentukan berapa lama log harus disimpan pada instance (maksimal 7 hari) dan menggunakan fungsi SQL Server untuk memeriksa log. Cloud SQL juga akan secara otomatis menulis semua file audit ke penyimpanan Google Cloud Storage yang Anda kelola, Dengan adanya kapabilitas tersebut, Anda dapat memutuskan berapa lama durasi penyimpanan catatan ini jika dibutuhkan lebih dari tujuh hari atau menggabungkannya dengan file audit dari instance SQL Server lainnya. Baca juga: Tips Percepat Migrasi Data dengan Database Migration Program Cara mengaktifkan fitur audit database Untuk mengaktifkan fitur pengauditan database, buka Google Cloud Console, kemudian pilih instance Cloud SQL for SQL Server Anda. Setelah itu, pilih opsi Edit dari halaman Overview. Anda juga dapat mengaktifkan SQL Server Audit saat membuat instance Cloud SQL baru. Untuk langkah-langkahnya bisa Anda lihat pada gambar berikut: Photo Credit: Google Cloud Blog Prasyarat file yang akan diaudit Sebelum mengaktifkan fitur audit database, pastikan Anda telah memenuhi prasyarat berikut ini: Bucket Cloud Storage untuk file audit File audit (log audit) diunggah ke lokasi bucket Cloud Storage. Dengan demikian, Anda mungkin perlu membuat bucker dari akun Google Cloud pribadi. Alternatif lainnya adalah menggunakan lokasi bucket yang dimiliki oleh akun lain. Saat mengaktifkan pengauditan, jika Anda memiliki izin yang diperlukan, peran role/storage.objectAdmin diberikan secara otomatis untuk mengunggah file audit ke lokasi bucket dari akun layanan yang diberikan. Catatan: Anda perlu mengelola retensi log di bucket Cloud Storage. Untuk informasi tentang menambahkan kebijakan penyimpanan untuk menentukan periode penyimpanan, lihat halaman Retention policies and retention policy locks. Pengguna yang dapat mengaktifkan audit Untuk mengaktifkan audit dan membuat spesifikasi audit, pengguna sqlserver default harus tersedia. Saat Anda membuat instance Cloud SQL for SQL Server, pengguna sqlserver default telah dibuat. Baca juga: Preview Cloud SQL Insights For MySQL untuk Tingkatkan Observabilitas Database Kegunaan fitur audit database Photo Credit: DCStudio (Freepik) Setelah mengaktifkan fitur audit instance pada Cloud SQL for SQL Server, Anda dapat membuat audit SQL Server dan spesifikasi audit. Ini menentukan informasi apa yang akan dilacak pada database Anda. Selain itu, dengan fitur ini Anda juga dapat menangkap informasi terperinci mengenai berbagai operasi yang dijalankan pada database, termasuk, memantau tiap percobaan login yang berhasil atau gagal. Jika ingin menangkap informasi yang berbeda untuk setiap database, Anda dapat membuat spesifikasi audit yang berbeda untuk setiap database pada instances atau Anda juga bisa membuat spesifikasi audit tingkat server untuk melacak perubahan pada keseluruhan database yang ada. Baca juga: Mengintip 6 Titik Pengembangan Utama Google Cloud untuk Transformasi Database Masa Depan Fitur audit database SQL Server kini tersedia untuk semua instance Cloud SQL for SQL Server. Anda bisa mengunjungi halaman khusus untuk mempelajari fitur audit database di sini. Adanya fitur audit database ini menambahkan kapabilitas baru pada Cloud SQL for SQL Server, sekaligus memperluas dukungan Google untuk mengelola database Anda. Layanan ini pun telah terintegrasi dengan berbagai layanan dan aplikasi Google, termasuk Cloud. Bagi Anda yang tertarik untuk mulai memanfaatkan solusi komputasi awan dari Google, EIKON Technology menyediakan paket berlangganan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan skala besar, seperti untuk korporasi atau instansi pendidikan. Untuk mulai memilih paket sebagai solusi komputasi awan perusahaan Anda, silakan klik di sini!

Google Cloud

Preview Cloud SQL Insights for MySQL untuk Tingkatkan Observabilitas Database, Apa Kelebihannya?

 Tahun 2021 lalu, Google Cloud meluncurkan Cloud SQL Insights, sebuah tool untuk membantu developer memahami dan menyelesaikan masalah performa database di Cloud SQL for PostgreSQL. Insights dirancang dengan standar terbuka, visualisasi intuitif, dan arsitektur modern. Sejak saat itu, Insights telah menjadi salah satu kapabilitas baru yang paling cepat diadopsi di Cloud SQL. Maka tidak mengherankan jika pelanggan kemudian meminta fungsionalitas yang sama untuk MySQL. Pada awal bulan April 2022 lalu, Google Cloud memperkenalkan versi preview dukungan Cloud SQL for PostgreSQL. Seperti apa? Mengenal Cloud SQL Insights for MySQL Insights merupakan sebuah fitur Cloud SQL di Google Cloud untuk membantu para developer mendiagnosis dan menemukan resolusi atas masalah performa database MySQL. Fitur ini juga memungkinkan iterasi yang lebih cepat pada pengembangan aplikasi dan membebaskan DBA (database administrator) untuk mengerjakan tugas yang lebih strategis seperti pemodelan data, pengoptimalan kueri, dan analisis data. Observabilitas database yang terpusat pada aplikasi Alat pemantauan konvensional memberi tampilan kinerja yang terpusat pada kueri. Tanpa disadari, hal tersebut memutuskan hubungan antara kinerja dengan kode aplikasi, terutama pada arsitektur modern. Insights menawarkan pemantauan database melalui lensa aplikasi. Anda dapat menggunakan tag untuk mengaitkan kueri dengan fungsi bisnis tertentu, seperti pembayaran, inventaris, analisis bisnis, dan pengiriman. Misalnya, Anda dapat dengan cepat mengevaluasi beban database yang disumbangkan oleh alur pengguna tertentu. Berikut adalah tampilan beban basis data yang diurutkan berdasarkan tag: Photo Credit: Google Cloud Blog Pengalaman self-service untuk diagnostik kueri Pemecahan masalah kinerja database membawa beberapa tantangan penting. Misalnya, menentukan kueri mana yang menyebabkan masalah dan mengidentifikasi kode aplikasi tertentu yang menyebabkan masalah. Baca juga: Menyederhanakan Disaster Recovery dengan Cloud Spanner Saat ini, Anda mungkin harus mengandalkan beberapa alat untuk menghubungkan data dengan tugas. Belum lagi, hal ini jelas membutuhkan keahlian dan waktu. Di cloud, tantangan semakin meningkat karena tim pengembangan sering menggunakan beberapa mesin database untuk kasus penggunaan yang berbeda. Insights for MySQL memungkinkan Anda beralih dari deteksi ke diagnosis dengan mulus, hanya dengan satu antarmuka. Mirip dengan Cloud SQL Insights for PostgreSQL, Anda juga dapat mengidentifikasi masalah performa kueri lebih awal dengan dasbor bawaan. Berikut contohnya: Photo Credit: Google Cloud Blog Jejak aplikasi ujung ke ujung ini membantu menentukan sumber kueri bermasalah sesuai konteks, termasuk menurut model, tampilan, pengontrol, rute, pengguna, dan host. Berikut tampilannya: Photo Credit: Google Cloud Blog Photo Credit: Google Cloud Blog Observabilitas database dengan alat favorit Anda dan standar terbuka Agar DevOps bekerja secara efektif, database harus disertakan dalam siklus pengembangan perangkat lunak. Dengan begitu, para pemangku kepentingan seperti pengembang, SRE, insinyur platform, dan DBA dapat berkolaborasi dalam memecahkan masalah kinerja database. Hal ini tentu memerlukan akses ke telemetri database di berbagai alat pemantauan perusahaan. Misal, pengembang perlu akses ke pelacakan basis data di alat APM favorit mereka, tapi di waktu bersamaan, SRE ingin mengakses sinyal database penting di dasbor operasional mereka. Insights membantu meningkatkan observabilitas database dalam alat yang ada, sehingga pengembang dan tim operasi dapat mengatasi masalah lebih awal dan menghemat waktu dalam pemecahan masalah. Insights juga telah terintegrasi dengan Cloud Monitoring, memungkinkan Anda dengan cepat membuat dasbor dan peringatan khusus pada metrik atau tag kueri dan menerima pemberitahuan melalui email, SMS, Slack, PagerDuty, dan banyak lagi. Cloud Monitoring juga memungkinkan Anda membuat dasbor yang disesuaikan. Baca juga: Cara Membangun Data Mesh di Google Cloud dengan Dataplex Dalam menyelesaikan masalah terkait kinerja database, observabilitas sangatlah penting. Pemahaman yang baik terhadap kinerja database akan membantu Anda untuk lebih mudah menemukan penyebab masalah, yang artinya masalah pun lebih cepat selesai. Dukungan Cloud SQL Insights for MySQL yang baru saja diperkenalkan oleh Google Cloud memberikan Anda kemudahan tersebut. Apabila saat ini Anda masih belum menemukan solusi yang efisien terhadap permasalahan kinerja database, Google Cloud dengan Cloud SQL bisa dijadikan pilihan. Dapatkan solusi Google Cloud resmi berlisensi dan disesuaikan dengan kebutuhan Anda hanya di EIKON Technology. Untuk mulai berkonsultasi mengenai penerapan Google Cloud, silakan hubungi tim EIKON Technology di sini!   

Scroll to Top