EIKON Technology

API Management

Google Cloud

4 Contoh Pemanfaatan API Management Sepanjang Tahun 2022

API menciptakan cara terstandarisasi, dapat digunakan kembali, dan aman untuk bertukar informasi. Teknologi dimulai sebagai jaringan ikat yang diturunkan ke konteks teknis dan dengan cepat berkembang menjadi pintu gerbang ke model bisnis baru. Pada tahun 2017, McKinsey memperkirakan bahwa total laba yang dapat diperoleh ekonomi API adalah sebesar US$1 triliun. Tahun 2022, GGV Capital membuat indeks startup pertama API, mendorong terjadinya perubahan di dunia API management. Dengan lebih dari 15 tahun pengalaman mengelola API, Google memiliki perspektif sendiri dalam menyikapi perubahan tersebut. Artikel kali ini akan memaparkan beberapa contoh kasus penggunaan API management yang makin menonjol dan bagaimana Anda dapat memanfaatkannya untuk memperkuat arsitektur API masa depan. tren ini untuk membuktikan arsitektur Anda di masa depan. Pergeseran keamanan API Sebagai pintu gerbang ke banyak informasi, API bisa menjadi vektor serangan utama dalam insiden keamanan. Menambah besarnya serangan, ditemukan pula peningkatan jumlah vektor untuk potensi insiden keamanan API seperti kesalahan konfigurasi, API/data/komponen yang sudah usang, dan bot/spam/penyalahgunaan. Photo Credit: 2022 API Security Research Report Masalah keamanan ini tidak hanya di API produksi, tapi juga di setiap tahap dalam siklus hidup API, khususnya, pada proses manajemen rilis. Tren ini mendorong perusahaan untuk “shifting left”, memindahkan kontrol lebih awal ke alur kerja produksi. Caranya dengan mendekatkan tim keamanan dan tim API. Agar tetap terdepan dalam ancaman keamanan, banyak perusahaan secara aktif mencari solusi yang memungkinkan mereka bersikap proaktif sambil meminimalkan beban tim keamanan mereka.  Kebutuhan mendesak terhadap kontrol “omni”. API telah mengambil peran yang sangat penting dalam aplikasi modern sehingga perlahan-lahan menjadi penghubung saraf di seluruh arsitektur perusahaan—menjembatani aplikasi lama dan modern, mengubah arsitektur menuju layanan mikro, dan memungkinkan operasi di lingkungan yang heterogen. Untuk mendukung semua itu tanpa mengorbankan kecepatan, perusahaan mengadopsi beberapa API gateway dan solusi API management yang terfragmentasi. Namun, hal ini menyebabkan kurangnya visibilitas universal, tata kelola yang konsisten, keamanan komprehensif, dan analitik. Dengan evolusi ini, kebutuhan akan bidang kontrol omni pun meningkat. Baca juga: Penyempurnaan Facet Google Cloud Search, Seperti Apa? Evolusi pola desain dengan rangkaian API gateway Adopsi gaya arsitektur API baru dan layanan mikro meningkatkan kompleksitas tumpukan aplikasi modern. Secara paralel, ada adopsi luas dari protokol baru seperti GraphQL atau AsyncAPI, melampaui inovasi di API management. Misalnya, dalam survei terbaru dari DZone menemukan bahwa GraphQL menyumbang 22,7% dari integrasi aplikasi. Photo Credit: Google Cloud Blog Menanggapi tantangan ini, tim TI mengadopsi beberapa API gateway yang menciptakan kebutuhan akan pola komunikasi yang rumit untuk skalabilitas di masa mendatang. Namun pola desain yang ada sebagian besar cukup ketika aplikasi klien menggunakan protokol API homogen. Meski pola seperti Backend For FrontEnd (BFF) dimaksudkan untuk menyediakan interaksi API spesifik yang relevan berdasarkan basis per klien, pola tersebut tetap tidak memperhitungkan kompleksitas dari beberapa gateway dan protokol. Baca juga: Cara Memigrasikan Pengguna Active Directory Lokal ke Google Cloud Managed Microsoft AD Komersialisasi akses ke produk data Meningkatnya penggunaan layanan kaya data (seperti IoT, model ML, dan layanan akses jarak jauh) ditambah dengan penyerapan data secara besar-besaran setiap hari, telah menciptakan pertumbuhan dalam paradigma pengiriman data seperti data lakehouses, data marketplaces, dan data streaming systems. Sayangnya, sebagian besar sistem ini terfragmentasi dengan hampir tidak ada interoperabilitas. Photo Credit: Google Cloud Blog API mengisi celah kritis ini untuk organisasi dengan dua cara kritis. Pertama, API menyediakan akses standar dan mudah ke sistem seperti data lakehouses atau hub analitik. Kedua, API adalah pendukung utama produk data, komponen inti dari sistem berbagi data apa pun. API menyediakan cara standar untuk berbagai aplikasi untuk berinteraksi dengan produk data. Misalnya, API dapat digunakan agar aplikasi seluler dapat mengakses data dari ramalan cuaca atau produk data mesin rekomendasi. Di luar produk data, API juga menyediakan akses yang mudah dan terstandarisasi ke berbagai platform manajemen data Baca juga: Migrasi Cloud dengan Cerdas Menggunakan Google Cloud Migration Center API terus memainkan peran penting dalam setiap aplikasi, pengalaman, dan ekosistem. Strategi API yang tangguh membantu organisasi beradaptasi dengan arsitektur, model bisnis, atau lingkungan apa pun dalam menghadapi perubahan lanskap teknologi. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam API management, Google Cloud dengan dukungan Apigee mendorong inovasi dan membantu perusahaan membangun arsitektur mereka di masa depan agar tetap terdepan dalam tren API teratas. Mulai gunakan solusi Google Cloud untuk dukungan API perusahaan Anda dengan penerapan dari EIKON Technology. Kami akan membantu Anda menemukan solusi Cloud terbaik untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Cloud

API Management yang Lebih Efisien dengan Apigee dari Google Cloud

APIs merupakan standar untuk membangun sekaligus berbagi aplikasi modern yang mendukung banyak perusahaan saat ini. Semua bisnis modern yang ada sekarang menggunakan API untuk bergerak cepat namun tetap bisa menjaga sisi kompetitifnya. Meski begitu, seiring dengan berjalannya waktu, penyampaian, pengelolaan, serta analisis terhadap API, data, dan services yang aman menjadi semakin kompleks dan menantang. Sebab, ekosistem perusahaan kini terus berkembang dan bahkan mampu melampaui pusat data lokal mereka dalam menyertakan cloud (baik itu pribadi maupun publik), SaaS, dan berbagai titik akhir TI lainnya. Di sinilah API Management hadir sebagai sebuah solusi praktis. Apa itu API Management Photo Credit: Google Cloud Blog Coba bayangkan Anda punya beberapa backend services seperti REST/SOAP, beberapa microservices, sebuah service bus dan sedikit tambahan services dari pihak ketiga. Dari rangkaian tersebut, Anda mendapatkan beberapa pengguna layanan: partner bisnis, karyawan, hingga para pelanggan. Mereka menggunakan aplikasi Anda yang memerlukan backend services atau memulai tindakan dengan sebuah API. Para pengembang membuat aplikasi baru menggunakan API untuk berpartisipasi dalam ekosistem. Semua hal yang dibutuhkan untuk memproduksi API, mulai dai portal pengembang, pengemasan API, opsi keamanan yang fleksiber, hingga mengubah metric operasional menjadi analitis bisnis. Itulah yang dimaksud dengan API Management. Apa itu Apigee Google Cloud menawarkan Apigee untuk membantu Anda mendapatkan API Management yang lebih baik. Apigee sendiri merupakan sebuah API Management yang berfungsi sebagai alat modernisasi aplikasi dan monetisasi saluran bisnis. Dengan menggunakan Apigee, Anda bisa memiliki control akses aplikasi ke data dan backend services lebih mudah. Apigee juga menawarkan pengembangan aplikasi dengan alat untuk mengakses, mengelola, dan menyediakan API seperti: API Services Alat yang digunakan untuk mengarahkan traffic dari aplikasi ke backend services. API Services juga bertugas sebagai gateway perusahaan yang mengatur dan mencegah penyalahgunaan backend services. Dengan API Services, Anda dapat menerapkan pembatasan dan menentukan kuota pada services untuk melindungi backend. Developer Portal Apigee menawarkan portal pengembang untuk melayani pengguna API dan juga pengembang aplikasi. Mereka bisa mendaftar untuk menggunakan API, mendapatkan kredensial akses layanan, serta dokumentasi untuk mempelajari cara menggunakan API. API Monetization Memanfaatkan API Monetization Anda bisa membuat berbagai paket monetisasi yang membebankan biaya kepada pengembang (bisa juga dengan membayar mereka melalui sistem bagi hasil) untuk penggunaan API Anda. API Analytics Tool yang satu ini membantu tim API Anda untuk mengukur segala hal, mulai dari metrik keterlibatan pengembang hingga metric bisnis dan operasional. Analitis ini akan membantu tim API meningkatkan aplikasi. Bukan hanya itu, API Analytics juga mampau menjawab pertanyaan mengenai pola traffic, pengembang teratas, hingga mengenali metode API yang sedang populer. Baca juga: Kelebihan Service Directory Google Cloud Apigee memberi Anda kebebasan untuk memilih antara konfigurasi atau pengkodean. Ada sejumlah kebijakan yang melakukan hal-hal dasar dan Anda bisa memasukkan beberapa di antaranya untuk meminta token atau sekadar menambahkan response caching jika ingin melakukan pengembangan berbasis kode. Anda juga bisa membuat kebijakan sendiri, memasukkan atau kemudian menggabungkannya dengan kebijakan yang sudah ada. Langkah ini bisa dilakukan dengan JavaScript Java atau Python. Perbedaan Apigee API Management dengan API Gateway Photo Credit: PxHere API Gateway sendiri merupakan bagian kecil dari platform API Management. Ini memungkinkan untuk memberikan akses yang aman dan mendapatkan sorotan terhadap layanan Anda di Google Cloud (App Engine, Cloud Functions, Cloud Run, Compute Engine, hingga GKE) melalui REST API yang telah terdefinisi dengan baik sehingga mampu bekerja secara konsisten di semua layanan, terlepas dari implementasi layanan yang digunakan. Dengan API yang konsisten maka: Layanan Anda akan lebih mudah digunakan bagi para pengembang aplikasi. Implementasi backend services dapat diubah tanpa harus mempengaruhi API publik. Memudahkan akses untuk menggunakan fitur skala, pemantauan, dan keamanan yang ada dalam Google Cloud Platform (GCP), Apigee, di sisi lain, dilengkapi dengan sebuah gateway. Namun Apigee dapat membantu mendorong konsumsi API karena telah mencakup portal pengembang, pemantauan, monetisasi, operasi API lanjutan, dan kemungkinan ekstensi lainnya. Dengan adanya kebijakan bawaan, gateway Apigee memiliki kemampuan yang lebih baik. Apigee juga bisa dihubungkan dengan arbitrary backends. Photo Credit: Max Pixel Dengan memanfaatkan API Management Apigee, Anda bisa mendapatkan navigasi yang lebih baik saat mengembangkan aplikasi, terutama untuk urusan backend services. Segala kemudahan yang ditawarkan Apigee bisa Anda dapatkan dengan berlangganan Google Cloud secara legal. Dapatkan Google Cloud yang resmi dan memiliki sertifikat keaslian hanya di EIKON Technology. EIKON Technology sendiri merupakan partner resmi yang ditunjuk langsung oleh Google sebagai reseller produk mereka untuk wilayah Indonesia. Klik di sini untuk konsultasi lebih lanjut mengenai Google Cloud dengan tim EIKON Technology.

Scroll to Top