EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Google Workspace

Peningkatan Tampilan Google Chat dengan Material Design 3

Tahun 2022 lalu, Google resmi luncurkan Material Design 3, sistem desain open-source terbaru mereka yang dapat Anda manfaatkan dalam mendesain dan membangun aplikasi. Pengembangan terbaru ini memperkenalkan teknologi dynamic color dan berbagai tools baru yang akan membuat aplikasi Anda semakin hidup. Tidak hanya untuk pengembangan aplikasi, Material Design 3 pun telah diterapkan pada tampilan aplikasi milik Google, seperti Gmail, Drive, Docs, Sheets, dan Slides. Pembaruan ini juga berlaku pada aplikasi Google Chat. Google Chat dengan Material Design 3 Photo Credit: Google Workspace Updates Pembaruan Google Chat ini didasarkan pada Material Design 3 dan mencakup pembaruan font, warna, tata letak (layouts), ukuran panel, dan lainnya. Secara khusus, Anda akan melihat perubahan pada bilah bagian atas aplikasi, navigasi kiri, tampilan pesan utama, pengaturan penulisan, tombol topik baru, dan panel utas dalam direct message dan space. Peningkatan tampilan Google Chat dengan Material Design 3 ini diharapkan dapat memudahkan Anda berkolaborasi dan menyelesaikan tugas lebih cepat dalam alur kerja sehari-hari. Mulai menggunakan Google Chat baru Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk mulai menggunakan Google Chat dengan tampilan baru ini tidak dibutuhkan pengaturan tambahan apa pun. Tampilan Chat akan langsung berubah secara otomatis setelah tanggal update. Baca juga: Peningkatan Kapabilitas Space Manager Google Chat Ketersediaan Perilisan tampilan baru Google Chat dilakukan secara bertahap (gradual rollout), baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Sedangkan untuk tanggal perilisannya sendiri dimulai pada tanggal 13 April 2023 (kemungkinan akan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan). Tampilan baru ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi Anda yang masih menggunakan rangkaian produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business (pendahulu Google Workspace). Bukan hanya itu, tampilan baru Chat juga tersedia bagi pemilik Google Account pribadi. Baca juga: Pengaturan Ruang di Google Chat Menjadi In-Line Thread, Bagaimana Cara Kerjanya? Update lain dari Google Workspace Tidak hanya menghadirkan tampilan baru dengan Material Design 3, Workspace kini juga sudah ditunjang oleh smart canvas yang akan menyederhanakan alur kerja Anda. Photo Credit: Google Workspace Menariknya lagi, smart canvas ini sudah dapat ditemukan pada berbagai aplikasi Google Workspace. Salah satunya, aplikasi Docs. Di Docs, Anda bisa menemukan kapabilitas custom building blocks sebagai bagian dari smart canvas. Kapabilitas tersebut memungkinkan Anda untuk membuat komponen yang dapat digunakan kembali untuk tugas umum dan mengaksesnya kembali secara mudah lewat @-menu. Photo Credit: Google Workspace Misalnya, Anda dapat menyusun template permulaan proyek untuk melacak progres tugas, checklist untuk produk yang baru dirilis, atau bahkan kode yang sering digunakan di lingkungan kerja Anda. Custom building blocks ini sudah tersedia di Docs dan bisa langsung Anda gunakan. Photo Credit: Google Workspace Selain itu, Docs juga menghadirkan calendar invite template yang akan memudahkan Anda berkolaborasi dengan tim saat menyelenggarakan kegiatan. Kini Anda dapat menyusun draf undangan di Docs, cukup dengan mengeklik opsi “calendar draft” yang ada dalam menu building blocks. Kapabilitas ini pun sudah tersedia di Docs. Baca juga: Bard: Teknologi Chatbot AI Google, Bakal Saingi ChatGPT? Dengan hadirnya peningkatan tampilan Google Chat yang didukung oleh Material Design 3 ini, Anda bisa lebih mudah mengelola alur kerja. Peningkatan ini sudah tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace. Belum berlangganan Workspace? Tingkatkan produktivitas lingkungan kerja Anda dengan Workspace yang tersedia di EIKON Technology, partner resmi Google. Untuk informasi mengenai pemasangan, silakan klik di sini!

Google Workspace

Migrasi Reminders Calendar dan Assistant ke Google Tasks, Apa yang Harus Dilakukan

Google baru saja mengumumkan bahwa fitur Reminders di Calendar dan Assistant dimigrasikan ke Google Tasks untuk memudahkan pengelolaan tugas di seluruh ekosistem Workspace. Setelah migrasi ini pengguna dapat menyusun tugas langsung dari Calendar dan mengombinasikannya dengan kemampuan hands-free dari Assistant. Untuk detail selengkapnya mengenai migrasi ini, mari simak ulasan berikut. Migrasi Reminders ke Google Task Setelah migrasi ini, pengguna bisa membuat tugas langsung dari Calendar dan menggunakan kemampuan hands-free Assistant, serupa dengan cara mereka membuat Reminders sebelumnya. Selain itu, tidak seperti Reminders, mereka dapat membuat tugas dari aplikasi Google Workspace lain seperti Gmail, Docs, dan Chat, maupun langsung dari aplikasi Tasks. Jika tempat Anda bekerja mengaktifkan layanan Tasks, end-user bisa mulai melakukan migrasi sejak tanggal 12 April 2023. Sistem akan mengirimkan notifikasi migrasi kepada end-user. Sedangkan untuk pengguna dengan akun pribadi, notifikasi migrasi akan muncul pada tanggal 6 Maret 2023. Photo Credit: Google Workspace Updates Setelah migrasi selesai, Anda akan dapat melihat dan mengelola semua tugas di satu tempat, yakni Google Tasks. Anda kemudian dapat memanfaatkan fitur di Tasks seperti mengatur tugas dengan beberapa daftar dan menambahkan deskripsi untuk pengaturan tambahan. Tasks dapat diakses di aplikasi Google Workspace seperti Gmail, Calendar, Docs, dan Chat, sehingga Anda tak perlu lagi berpindah-pindah tab atau aplikasi. Jika menggunakan Assistant, Anda juga dapat mengakses Tasks langsung dari sana. Sedikit informasi tambahan, Reminders yang sudah dibuat di Keep tidak akan dimigrasikan ke Tasks. Reminders akan tetap tersedia di Keep, namun tidak akan ditampilkan lagi di Calendar setelah proses migrasi selesai. Baca juga: Kategorisasi Warna Baru di Calendar, Mudahkan Anda dalam Melacak Jadwal Memulai migrasi Photo Credit: biancoblue (Freepik) Reminders akan bermigrasi secara otomatis ke Google Tasks mulai dari tanggal 22 Mei 2023. Untuk membantu memastikan transisi ini, sebaiknya Anda mengikuti langkah-langkah berikut: Bagi administrator Verifikasi bahwa layanan Tasks telah aktif. Jika layanan Tasks nonaktif, semua data Reminders tidak akan bisa dimigrasikan ke Tasks. Data Reminders akan terhapus secara otomatis mulai 22 Juni 2023. Izinkan penggunaan Google Takeout, jika end-user ingin mengekspor data Reminders dari Calendar dan Assistant mereka. Jika end-user ingin menggunakan Assistant untuk mengelola tugas setelah migrasi, sesuaikan setelan pengguna Search dan Assistant terlebih dahulu. Bagi pengguna akun Google untuk kantor atau sekolah Anda akan melihat notifikasi di Assistant dan Calendar untuk memindahkan pengingat yang telah dibuat ke Tasks mulai 12 April 2023. Jika Anda menginginkan salinan data Reminders dan Takeout diaktifkan, ekspor data Reminders Anda sebelum 22 Juni 2023. Bagi pengguna Google dengan akun pribadi Anda akan melihat notifikasi di Assistant dan Calendar untuk memindahkan pengingat yang telah dibuat ke Tasks mulai 6 Maret 2023. Jika Anda belum bermigrasi, Reminders dari Calendar dan Assistant akan mulai bermigrasi secara otomatis mulai bulan Mei 2023. Baca juga: Enkripsi Client-Side untuk Google Calendar Kini Telah Tersedia, Apa Fungsinya? Ketersediaan Bagi pengguna Google Workspace Migrasi sukarela: Extended rollout mulai dari tanggal 12 April 2023 (berpotensi lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Migrasi otomatis: Extended rollout mulai dari tanggal 22 Mei 2023 (berpotensi lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Bagi pengguna dengan Google Account pribadi Extended rollout mulai dari tanggal 6 Maret 2023 (berpotensi lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Migrasi Reminders Calendar dan Assistant ke Google Tasks ini berlaku kepada seluruh pengguna Google Workspace, G Suite Basic dan G Suite Business, serta pengguna dengan akun pribadi. Baca juga: Hemat Waktu dengan Opsi Lokasi Kerja yang Disarankan di Google Calendar Dengan migrasi ini, Anda dapat melihat dan mengelola semua tugas kerja di satu tempat, yaitu Google Tasks. Anda juga dapat memanfaatkan fitur di Tasks, seperti mengatur tugas dengan beberapa daftar dan menambahkan deskripsi untuk pengaturan tambahan. Produktivitas di lingkungan kerja Anda akan semakin meningkat dengan dukungan Google Workspace. Rangkaian produktivitas Google Workspace bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology yang juga menyediakan layanan konsultasi mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Menetapkan Nilai Default Label File Google Drive

 Sebelumnya, administrator Workspace dapat membuat, memublikasikan, dan menggunakan label Google Drive untuk menerapkan klasifikasi tingkat file. Fitur ini membantu pengguna mengatur, menemukan, dan mematuhi kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan item Drive. Per 12 April 2023, Google memperluas kemampuan klasifikasi otomatis label Drive untuk mendukung penyetelan nilai label default di samping kemampuan yang sudah ada saat ini untuk menerapkan label secara default. Dengan klasifikasi otomatis ini, admin dapat membuat aturan penambahan label saat file dibuat atau saat kepemilikan file ditransfer. Label default Google Drive Pembaruan ini dapat membantu perusahaan Anda memastikan label penting diterapkan ke file saat pembuatan file. Selain itu, administrator juga dapat menjadikan pemberian label sebagai syarat untuk menegakkan kebijakan tertentu, seperti Data Loss Prevention (Pencegahan Kebocoran Data). Dengan nilai default, konfigurasi label administrator akan lebih spesifik. Fitur ini juga memberikan lebih banyak fleksibilitas kontrol kebijakan saat menetapkan standar kebijakan default perusahaan sehingga administrator tidak perlu kesulitan dalam menetapkan dan mengubah kebijakan. Baca juga: Pembaruan Setelan Google Drive, Apa yang Berubah? Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Freepik Untuk mulai menerapkan label saat pemuatan file, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini: Masuk ke konsol Google Admin. Di konsol Admin, masuk ke Menu > Security > Access and data control > Data classification. Jika Anda belum memiliki label apa pun di label manager, maka: Klik opsi Create labels. Buat label baru sesuai kebutuhan Anda. Apabila dibutuhkan, klik Turn on labels untuk mengaktifkan label di dalam label manager. Di bawah opsi Default classification, tepat di sebelah Drive and Docs, klik Manage. Untuk menerapkan pengaturan ini ke semua orang, centang organizational unit (OU) teratas. Namun jika Anda ingin menerapkan pengaturan pada beberapa orang saja, pilih OU turunan atau configuration group. Katakanlah administrator memilih configuration group “Keuangan”, maka pengaturan ini hanya akan berlaku pada file yang dibuat oleh divisi Keuangan perusahaan Anda. Penting untuk diingat, jika ada end-user yang merupakan anggota dari OU dan grup yang menerapkan kebijakan klasifikasi data, maka yang berlaku adalah label grup (hingga limit 20 label). Klik Select labels > Add Label. Pilih label yang ingin Anda gunakan. Perlu diingat, Anda tidak dapat menerapkan kebijakan klasifikasi data dengan label yang dinonaktifkan, label yang diubah tanpa pemberitahuan, atau label yang tidak memiliki daftar bidang dengan daftar pilihan. Opsional, Anda juga dapat menentukan nilai default untuk bidang daftar pilihan. Tentukan nilai dari opsi yang tersedia dan kemudian klik Save. Untuk bidang dengan pilihan ganda, Anda dapat memilih lebih dari satu opsi default. Catatan: Nilai bidang default yang ditetapkan pada grup end-user lebih diutamakan dibanding nilai kolom default yang ditetapkan untuk OU pengguna. Jika end-user tergabung lebih dari satu grup maka nilai bidang default akan diterapkan sesuai urutan prioritas grup. Klik Continue. Jangan lupa untuk mengecek kembali label yang sudah dipilih. Klik Save. Halaman Apply labels akan menampilkan label yang diterapkan di bawah Configuration yang sudah Anda tetapkan sebelumnya. Baca juga: Peningkatan Kapabilitas Pemindahan Folder di Google Drive, Seperti Apa? Ketersediaan fitur Photo Credit: Freepik Fitur terbaru Drive untuk Workspace ini diluncurkan secara bertahap, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal mulai dari tanggal 12 April 2023 (kemungkinan akan memakan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Fitur ini tersedia bagi seluruh pelanggan Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard. Namun fitur ini tidak tersedia bagi pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Education Fundamentals, the Teaching and Learning Upgrade, Nonprofits, Frontline, serta rangkaian G Suite Basic dan G Suite Business. Fitur juga tidak tersedia untuk Google Account pribadi. Baca juga: Berbagi File di Google Drive Kini Makin Mudah dengan Sharing Suggestion Fitur nilai label default ini akan membantu Anda dalam memastikan penerapan kebijakan Data Loss Prevention. Itu artinya, dengan menerapkan fitur baru ini, Anda dapat mencegah terjadinya kehilangan data yang tersimpan dalam Drive perusahaan. Fitur baru ini bisa Anda nikmati dengan berlangganan Google Workspace for Business yang telah tersedia di EIKON Technology. Sebagai official reseller untuk produk Workspace, kami menyediakan solusi implementasi resmi yang menyeluruh. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini.

Google Cloud

Tingkatkan Hasil Pencarian Cloud Search API dengan Personalization Boost dan Click Boost

Cloud Search API Google menyediakan kemampuan penelusuran berbasis cloud dengan data Google Workspace. Ini memungkinkan pengindeksan data non-Google Workspace ke Cloud Search. Dengan dukungan API dan SDK, Cloud Search memiliki jangkauan yang lebih luas ke data yang disimpan di repositori pihak ketiga. Di Cloud Search API, developer dapat menggunakan library klien yang disediakan oleh Google maupun library mereka sendiri untuk menggunakan layanan. Semua dokumentasi dan informasi penggunaan dapat ditemukan di GitHub. Ini merupakan REST API paling cocok untuk developer yang tidak melakukan pemrograman di Java. Peningkatan kemampuan pencarian Cloud Search API Pada update terbarunya, Cloud Search API meningkatkan kemampuan pencarian. Untuk membantu developer menemukan dokumen yang dibutuhkan lebih cepat, Cloud Search memperkenalkan kapabilitas personalization boost dan click boost. Kedua boost tersebut akan menyesuaikan hasil pencarian berdasarkan cara pengguna berinteraksi dengan hasil pencarian. Misalnya, dokumen yang pernah diklik oleh pengguna sebelumnya atau diklik oleh pengguna lain untuk kueri serupa, akan memiliki peringkat hasil pencarian yang lebih tinggi. Baca juga: Sempurnakan Hasil Penelusuran di Google Chat Lebih Cepat dengan Search Chips Mulai menggunakan boost Photo Credit: luis_molinero (Freepik) Kapabilitas personalization boost dan click boost akan muncul secara default di Cloud Search API setelah pembaruan. Administrator cukup melakukan konfigurasi bagi end-user untuk memulai penggunaan. Setelah konfigurasi dari administrator selesai, end user bisa langsung melakukan pencarian dengan hasil yang lebih terpersonalisasi dan relevan. Personalization boost Cloud Search API bekerja dengan mengumpulkan data mengenai jumlah klik pada hasil pencarian saat ini dan menggunakannya untuk meningkatkan peringkat pencarian pada masa mendatang dengan meningkatkan item yang diklik sebelumnya oleh pengguna yang sama. Agar personalization boost dapat bekerja optimal, jangan ubah URL yang dikembalikan dalam hasil pencarian. Sebab, data tersebut akan digunakan untuk mengumpulkan klik yang berperan penting dalam meningkatkan peringkat melalui klik pengguna. Baca juga: Penyempurnaan Facet Google Cloud Search, Seperti Apa? Sementara itu, click boost bekerja dengan mengumpulkan klik pada hasil pencarian saat ini dan menggunakannya untuk meningkatkan peringkat pencarian di masa mendatang dengan meningkatkan item populer untuk permintaan pencarian tertentu. Agar click boost dapat bekerja optimal, jangan ubah URL yang dikembalikan dalam hasil pencarian. Sebab, data tersebut akan digunakan untuk mengumpulkan klik yang berperan penting dalam menentukan popularitas item. Setelan peningkatan kualitas penelusuran lain yang disarankan Photo Credit: Freepik Selain menggunakan personalization boost dan click boost, Cloud Search API juga menyediakan pengaturan kualitas pencarian lain untuk membantu Anda mendapatkan manfaat maksimal dari model pemeringkatan Cloud Search. Berikut adalah semua pengaturan kualitas pencarian yang direkomendasikan dan opsional: Setting Location Recommended/optional Schema settings ItemContent field ItemContent Recommended RetrievalImportance field RetrievalImportance Recommended FreshnessOptions FreshnessOptions Optional Indexing settings createTime/updateTime ItemMetadata Recommended contentLanguage ItemMetadata Recommended owners field ItemAcl() Recommended Custom synonyms _dictionaryEntry schema Recommended quality field SearchQualityMetadata Optional item-level interaction data interaction Optional integer/enum properties OrderedRanking Optional Search application settings Personalization=false ScoringConfig or using CloudSearch admin UI Recommended SourceImportance field SourceCrowdingConfig Optional numResults field SourceCrowdingConfig Optional   Ketersediaan Baik kapabilitas personalization boost maupun click boost tersedia bagi seluruh pelanggan Google Cloud Search. Kapabilitas baru ini akan muncul secara otomatis setelah update Cloud Search API pada tanggal 10 April 2023. Baca juga: Alasan Mengapa Perusahaan Retail Sebaiknya Beralih ke Google Cloud Retail Search Peningkatan kapabilitas Cloud Search API Google ini memungkinkan Anda untuk lebih cepat menemukan hasil pencarian yang akurat dan relevan. Tanpa pengaturan tambahan, kapabilitas tersedia secara otomatis setelah update selesai. Untuk bisa menggunakan Cloud Search API, Anda hanya perlu berlangganan Google Cloud melalui mitra resmi Google seperti EIKON Technology. Tidak hanya menyediakan solusi komputasi awan Google Cloud, kami juga siap membantu Anda dalam implementasi solusi sesuai dengan kebutuhan. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Google Chat Luncurkan Konfigurasi Announcement-only untuk Space Manager, Apa Fungsinya

Google Chat memiliki fitur Space yang memungkinkan Anda untuk dapat berkomunikasi dengan satu atau banyak orang sekaligus. Di Space, Anda dapat membagikan file dan bahkan menetapkan tugas kepada rekan kerja. Baru-baru ini, Google Chat mengumumkan kapabilitas baru di Space. Nantinya, Space Manager atau pihak yang ditunjuk untuk mengelola Space, diberi kapabilitas konfigurasi Space untuk berbagi pengumuman organisasi. Bagaimana cara kerjanya? Update konfigurasi Space Manager Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates April 2023 ini, Google Chat secara resmi mengumumkan kapabilitas baru bagi Space Maanger untuk memastikan percakapan yang efektif dalam Google Chat. Untuk mengembangkan fitur tersebut, Google Chat menghadirkan konfigurasi announcement-only. Dengan konfigurasi baru ini, opsi pengiriman pesan dan kapabilitas lain akan dibatasi sesuai pengaturan Space Manager. Ini termasuk kapabilitas untuk: Membuat Space dengan pengaturan posting terbatas; Membuat postingan baru; Membalas utasan pesan; Menambahkan file; Menunjuk anggota lain sebagai Space Manager; Mengubah pengaturan Space. Untuk mengaktifkan konfigurasi announcement-only ini, Anda cukup mengeklik opsi “Only Space Managers can post” yang tersedia di halaman pengaturan. Namun, Space Manager yang sudah ditunjuk dapat menugaskan peran Space Manager kepada anggota lainnya setiap saat. Dengan begitu, anggota Space bisa tetap aktif memosting pesan dan melakukan tugas lain meski Space Manager awal sedang tidak terlibat dalam percakapan. Konfigurasi baru ini akan membantu Space Manager mengelola Space secara efektif. Dengan mengaktifkan konfigurasi announcement-only, maka isi Space akan tetap terkurasi secara rapi dan tidak sekadar menjadi ruang percakapan tanpa arah. Baca juga: Peningkatan Kapabilitas Space Manager Google Chat Cara mengaktifkan konfigurasi announcement-only Photo Credit: Google Workspace Updates Konfigurasi announcement-only ini bisa langsung digunakan oleh Space Manager tanpa harus menunggu kontrol dari administrator terlebih dahulu. Saat membuat Space baru, Anda cukup memilih opsi “Only Space Manager can post” untuk mengaktifkan konfigurasi tersebut. Agar penggunaan Space tetap efektif, Anda bisa mengikuti rekomendasi pengaturan berikut ini: Aktifkan history secara default agar anggota Space dapat merujuk pada diskusi yang sudah terjadi. Saat history dinonaktifkan, percakapan kemungkinan akan hilang sebelum semua orang yang terlibat dapat melihatnya. Jika edisi Workspace Anda mengizinkannya, pertimbangkan untuk selalu mengaktifkan history. Komunikasikan pedoman penggunaan kepada semua anggota sebelum bergabung ke Space. Dengan begitu, isi alur percakapan di dalam Space akan tetap terjaga. Anda dapat mengimpor percakapan grup ke Space, namun ini hanya terbatas untuk grup dengan anggota yang kurang dari 100. Jika Anda ingin mengimpor grup dengan lebih dari 100 anggota, buatlah Space (aktifkan opsi discoverable agar Space dapat ditemukan), lalu kirimkan pesan kepada anggota grup dengan tautan untuk bergabung. Baca juga: Pengaturan Ruang di Google Chat Menjadi In-Line Thread, Bagaimana Cara Kerjanya? Ketersediaan Konfigurasi terbaru Google Chat ini dirilis menyesuaikan versi, berikut detail lengkapnya: Versi web Untuk domain rilis cepat dilakukan perilisan bertahap mulai dari tanggal 17 April 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Domain rilis terjadwal juga melalui perilisan bertahap yang dimulai dari tanggal 5 Mei 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Versi mobile Domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal melalui perilisan bertahap yang dimulai pada tanggal 1 Mei 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Konfigurasi ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi mereka yang masih menggunakan rangkaian produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business. Namun konfigurasi ini tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Sempurnakan Hasil Penelusuran di Google Chat Lebih Cepat dengan Search Chips Konfigurasi announcement-only ini akan membantu Space Manager dalam mengelola Space Google Chat agar percakapan tetap berjalan dengan efektif. Anda bisa mulai menggunakannya dengan berlangganan Google Workspace yang telah tersedia di EIKON Technology. Sebagai official reseller Google Workspace, kami menyediakan produk resmi bergaransi serta implementasi yang menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Kini Admin Dapat Menginstal Google Chat untuk Direct Message Workspace, Bagaimana Caranya

Aplikasi percakapan Google Chat dapat diintegrasikan dengan tools produktivitas Workspace, memungkinkan Anda berkolaborasi dengan orang lain sekaligus otomatisasi pekerjaan. Google Chat hadir untuk mempermudah kolaborasi Anda dengan tim secara terorganisasi. Dalam update terbarunya, Chat menghadirkan kemudahan yang akan memudahkan Anda saat melakukan instalasi. Mari simak ulasan lengkapnya berikut. Update Google Chat, instalasi jadi makin simpel Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelumnya, untuk mulai menggunakan aplikasi di Chat, pengguna harus menginstal aplikasi satu per satu. Namun mulai akhir Maret 2023 ini, administrator bisa langsung menginstal aplikasi Chat untuk direct message pengguna dalam domain mereka di Workspace Marketplace. Pengguna nantinya bisa langsung mengetahui saat aplikasi telah diaktifkan. Ini akan menghilangkan kebutuhan untuk menginstal sendiri aplikasi secara manual. Administrator kemudian dapat menerapkan aplikasi Chat sesuai keinginan mereka, baik itu ke seluruh domain, OU (organizational unit) tertentu, atau grup pengguna melalui kontrol manajemen aplikasi Workspace Marketplace. Baca juga: Pengaturan Ruang Di Google Chat Menjadi In-Line Thread, Bagaimana Cara Kerjanya? Cara install langsung Google Chat untuk pengguna Photo Credit: Google Workspace Updates Administrator dapat menginstal aplikasi Google Chat untuk pengguna di dalam domain Workspace yang sama. Selain itu, administrator juga dapat menentukan siapa saja yang dapat menggunakan aplikasi tersebut. Sebelum menginstal Chat, Anda harus memverifikasi kepemilikan domain. Anda juga harus mengevaluasi keamanan aplikasi terlebih dahulu untuk memastikan keamanan data. Jika ingin mengatur agar aplikasi hanya tersedia bagi pengguna tertentu, tempatkan akun mereka terlebih dahulu di OU atau di grup akses. Selanjutnya Anda dapat mendistribusikan aplikasi hanya ke OU atau grup tersebut. Adapun cara instalasi aplikasi Google Chat untuk pengguna di dalam domain Workspace Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini: Masuk ke konsol Google Admin. Di konsol Admin, buka Menu > Apps > Google Workspace Marketplace apps > Apps list. Klik “Add app to Admin Install list”. Jelajahi Google Workspace Marketplace dan klik aplikasi Google Chat. Klik Admin install > Continue. Periksa persyaratan akses data, persyaratan, dan kebijakan aplikasi. Berikan akses data hanya jika Anda memercayai aplikasi tersebut. Memberikan akses ke aplikasi berbahaya dapat membahayakan data domain Anda. Tentukan tujuan instalasi aplikasi: Untuk menginstal aplikasi bagi semua orang di dalam domain Workspace Anda, pilih opsi “Everyone at your organization”. Untuk menginstal aplikasi hanya untuk pengguna tertentu, pilih opsi “Certain groups or organizational units” > Next. Kemudian pilih OU atau grup tempat Anda ingin menginstal aplikasi. Klik Finish. Setelah instalasi berhasil, sistem secara otomatis akan mengirimkan notifikasi kepada pengguna. Selanjutnya, pengguna bisa langsung menggunakan aplikasi Chat. Namun perlu diingat, pengguna tidak bisa menghapus aplikasi yang diinstal oleh administrator. Untuk saat ini, belum tersedia opsi untuk instalasi langsung dari Workspace Marketplace bagi pengguna. Baca juga: Upgrade Pengelolaan Membership Spaces Google Chat, Apa yang Berubah? Ketersediaan Administrator bisa mulai menginstal Google Chat untuk pengguna mulai tanggal 29 Maret 2023 (kemungkinan akan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Perilisan dilakukan secara bersamaan, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Opsi instalasi aplikasi Chat langsung tersedia untuk Google Workspace edisi Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, Frontline, serta G Suite Basic dan G Suite Business. Namun tidak tersedia untuk edisi Nonprofits dan pengguna dengan Google Account pribadi.  Baca juga: Peningkatan Kapabilitas Space Manager Google Chat Dengan pembaruan ini maka administrator bisa lebih leluasa dalam mengunduh dan menginstal aplikasi Google Chat untuk domain Workspace mereka. Cara ini pun memastikan keamanan penggunaan Chat di dalam lingkungan kerja Anda. Nah, untuk terus menikmati berbagai peningkatan kapabilitas Google Chat, jangan lupa untuk berlangganan Google Workspace melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi menyeluruh untuk pemasangan Google Workspace, baik itu untuk perusahaan maupun institusi pendidikan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Cara Menemukan File Lebih Cepat dengan Search Chips di Google Drive

Bulan Februari 2023 lalu, Google mengumumkan beberapa fitur tambahan yang menawarkan pengalaman baru melalui kapabilitas smart canvas, termasuk penyempurnaan Google Drive yang akan membantu Anda menyelesaikan tugas yang paling sering dilakukan dengan lebih cepat. Pada tanggal 30 Maret 2023 lalu, Google memperkenalkan search chips yang memungkinkan Anda memfilter pencarian menurut kriteria tertentu, seperti jenis file, pemilik file, dan tanggal terakhir diubahnya file. Pemfilteran berdasarkan kriteria ini akan membantu Anda mempersempit dan menemukan file yang relevan dengan lebih cepat dalam tampilan apa pun di seluruh Drive. Tentang search chips Google Drive Photo Credit: Google Workspace Updates Sebagai bagian dari smart canvas, search chips di Google Drive hadir untuk memudahkan Anda dalam menyederhanakan dan mendelegasikan tugas yang dikerjakan di Workspace. Dengan smart chips, Anda bisa menerapkan filter dalam melakukan pencarian di Drive. Katakanlah Anda ingin mencari sebuah file dengan format .PDF. Untuk mempersingkat waktu, klik tab search chips (ada di bagian sebelah kanan bilah pencarian Drive). Secara otomatis, akan terbuka dropdown menu yang menampilkan opsi pemfilteran. Klik opsi PDF untuk mempersempit pencarian Anda dengan Drive. Jadi, proses pencarian file pun akan menjadi lebih singkat. Baca juga: Memperkenalkan Fitur Baru Smart Canvas Google Sheets dan Docs Pengaturan smart chips Photo Credit: rawpixel Untuk menggunakan smart chips di Drive tidak diperlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Setelah tanggal perilisan fitur, smart chips akan muncul secara otomatis di halaman Drive Anda. Administrator dapat mengunjungi halaman ini untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pencarian file di Google Drive. Baca juga: Smart Canvas, Kolaborasi Terbaru Milik Google Workspace Ketersediaan fitur Kapabilitas search chips Google Drive dirilis dalam extended rollout mulai dari tanggal 30 Maret 2023 untuk domain rilis cepat (kemungkinan memerlukan waktu lebih dari 15 hari ke depan). Kemudian untuk domain rilis terjadwal, dilakukan perilisan bertahap mulai dari kuartal kedua tahun 2023 ini. Smart chips tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi mereka yang masih menggunakan rangkaian produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business lama. Kapabilitas ini juga tersedia bagi pemilik Google Account pribadi. Cara menemukan file di Google Drive Anda dapat mencari file di Google Drive menggunakan file yang direkomendasikan, search chip, maupun pencarian manual. Drive telah menyediakan opsi pemfilteran untuk memudahkan Anda dalam menemukan file. Pencarian dengan search chips memungkinkan Anda untuk melakukan pencarian dengan filter: Jenis file; Pemilik file (termasuk untuk file yang dibagikan kepada Anda); Tanggal sunting file terakhir. Search chips bisa ditemukan pada bagian bawah bilah pencarian dan akan langsung melakukan pencarian pada file, folder, dan subfolder pada halaman Drive yang sedang Anda buka (misalnya, My Drive, Recent, atau Trash). Untuk menghapus search chips, klik ikon “x” di sebelah kanan chip. Sedangkan untuk menghapus seluruh search chips yang ada, klik ikon “x” di bagian akhir chips. Baca juga: Interaksi File Lebih Mudah di GSheets dengan Fitur Smart Chips, Apa Itu? Agar tidak tertinggal fitur baru dari smart canvas, pastikan Anda telah berlangganan Google Workspace. Telah tersedia beberapa edisi Workspace yang khusus ditujukan untuk penggunaan skala besar seperti Business dan Education. Tingkatkan produktivitas di lingkungan kerja Anda dengan Google Workspace. Kini telah tersedia di EIKON Technology, Untuk mulai memilih paket berlangganan, silakan klik di sini.

Google Workspace

7 Cara Mengamankan Browser Chrome bagi Pengguna Google Workspace

Browser merupakan gerbang utama yang menghubungkan Anda dengan dunia luar melalui internet. Namun pada waktu yang bersamaan, browser juga bisa menjadi potensi risiko yang membahayakan keamanan data pribadi Anda. Bagi Anda pengguna Google Workspace, dapat mengikuti 7 langkah berikut untuk menjaga keamanan data selama berselancar dengan browser Chrome. Kelola Chrome dengan Cloud Management Cloud Management Google merupakan satu platform tunggal untuk menerapkan kebijakan browser Chrome sekaligus kontrol keamanan di Windows, Mac, Linux, iOS, dan Android. Tanpa biaya tambahan, Anda akan mendapat visibilitas mendalam terhadap browser fleet, termasuk mengetahui browser mana yang sudah usang, ekstensi mana yang sedang digunakan end-user, dan memberikan wawasan tentang potensi risiko keamanan di perusahaan Anda. Photo Credit: Google Security Blog Terapkan perlindungan bawaan terhadap phishing, ransomware & malware Chrome menggunakan teknologi Safe Browsing Google melindungi miliaran perangkat setiap hari dengan menampilkan peringatan kepada pengguna saat mereka mencoba membuka situs berbahaya atau mengunduh file berbahaya. Safe Browsing diaktifkan secara default untuk semua pengguna saat mengunduh Chrome. Administrator dapat mencegah pengguna menonaktifkan Safe Browsing dengan menerapkan kebijakan SafeBrowsingProtectionLevel. Photo Credit: Google Security Blog Aktifkan Enterprise Credential Protections di Chrome Penggunaan ulang kata sandi perusahaan menimbulkan risiko keamanan yang signifikan. Cukup sering, karyawan menggunakan kembali kredensial perusahaan sebagai login pribadi dan sebaliknya. Kadang-kadang, karyawan bahkan memasukkan kata sandi perusahaan mereka ke situs web phishing. Login karyawan yang digunakan kembali memberi jalan mudah bagi penjahat untuk mengakses data perusahaan. Deteksi Chrome Enterprise Password Reuse membantu perusahaan menghindari pencurian identitas dan pelanggaran data dengan mendeteksi saat karyawan memasukkan kredensial perusahaan mereka ke situs web lain mana pun. Google Password Manager di Chrome juga memiliki fitur Password Checkup bawaan yang memberitahu pengguna jika username dan kata sandi telah terekspos. Lansiran kata sandi ditampilkan di Audit Log Audit dan Security Investigation Tool akan membantu admin membuat aturan otomatis atau mengambil langkah yang tepat untuk menguranginya dengan meminta pengguna menyetel ulang kata sandi mereka. Baca juga: Melindungi Keamanan Siswa dengan Kesadaran terhadap Keamanan Siber Manfaatkan Log Audit, Google Security Center, atau SIEM untuk meninjau peristiwa kritis Tim IT dapat memperoleh insight berguna mengenai potensi ancaman keamanan dan peristiwa yang dialami pengguna Google Workspace saat menjelajahi web menggunakan Chrome. Tim TI dapat mengambil tindakan pencegahan terhadap ancaman melalui Security Reporting. Photo Credit: Google Security Blog Lakukan pembaruan keamanan browser Browser modern, seperti software lainnya, dapat memiliki kerentanan “zero day” (kelemahan dalam software yang dapat dieksploitasi oleh penyerang hingga diidentifikasi dan diselesaikan). Untungnya, di antara semua browser, Chrome dikenal dapat menambal kerentanan zero day dengan cepat. Namun, untuk memanfaatkan ini, tim TI harus memastikan bahwa semua browser yang digunakan adalah versi terbaru. Proses pembaruan Chrome dirancang untuk mudah dijalankan dan lancar tanpa menghambat produktivitas pengguna sekaligus menjaga keamanan yang optimal. Baca juga: Menimbang Kembali Open-Source dan Keamanan Multicloud Pastikan karyawan hanya menggunakan ekstensi yang diperiksa Ekstensi dapat menimbulkan risiko keamanan yang besar. Banyak ekstensi meminta izin yang jika disalahgunakan, dapat menyebabkan pelanggaran keamanan atau kehilangan data. Manfaatkan kapabilitas bawaan Chrome seperti Apps & Extensions Usage Report dan Extension Workflow untuk memastikan keamanan ekstensi yang digunakan end-user. Pastikan resource Google Workspace Anda hanya diakses dari Managed Chrome Browser Context-Aware Access memastikan hanya orang yang tepat, dalam kondisi yang tepat, yang dapat mengakses informasi rahasia. Dengan menggunakan Context-Aware Access, Anda dapat membuat kebijakan kontrol akses terperinci untuk aplikasi yang mengakses data Workspace berdasarkan atribut, seperti identitas pengguna, lokasi, status keamanan perangkat, dan alamat IP. Untuk memastikan bahwa resource Google Workspace Anda hanya diakses dari browser Chrome terkelola dengan perlindungan diaktifkan, atur tingkat akses dalam mode Advanced menggunakan Common Expressions Language (CEL). Baca juga: Melindungi Jaringan Cloud Anda di Masa Mendatang dengan Keamanan Data Otonom Google telah menyediakan tools dan kapabilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mengamankan data penting di lingkungan kerja Anda. Terapkan langkah-langkah di atas agar keamanan data tetap terjaga. Pastikan juga Workspace yang Anda gunakan merupakan produk resmi berlisensi, seperti paket Google Workspace yang ditawarkan oleh EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penerapan solusi, silakan hubungi kami di sini!

Info

Google Trust Services Kini Tawarkan Sertifikat TLS untuk Pelanggan Google Domains

Google baru saja mengumumkan perubahan yang akan mempermudah pelanggan Google Domains mendapatkan sertifikat Google Trust Services TLS. Dengan integrasi ini, semua pelanggan Google Domains dapat memperoleh sertifikat publik untuk situs web mereka tanpa biaya tambahan, baik untuk situs yang berjalan di layanan Google maupun penyedia layanan. Selain itu, Google Domains kini juga menyediakan API untuk memungkinkan tantangan DNS-01 dengan server DNS Google Domains untuk menerbitkan dan memperpanjang sertifikat secara otomatis. Mari simak ulasannya berikut ini. Cara menggunakan Google Trust Services terbaru Menggunakan Automatic Certificate Management Environment (ACME) memastikan sertifikat Anda diperbarui secara otomatis, terlebih kini sudah banyak layanan hosting yang mendukung ACME. Jika menjalankan server Anda sendiri, tersedia klien ACME yang terintegrasi dengan server umum secara mudah. Untuk menggunakan fitur ini, Anda memerlukan kunci API yang disebut kunci External Account Binding (EAB). Baca juga: Tips Memilih Domain Website untuk Bisnis Fitur ini memungkinkan permintaan sertifikat Anda dikaitkan dengan akun Google Domains. Anda bisa mendapatkan kunci API dengan mengunjungi Google Domains dan membuka halaman Security. Di halaman tersebut telah tersedia Google Trust Services yang dapat Anda manfaatkan untuk memperoleh kunci EAB. Photo Credit: Google Security Blog Sebagai contoh, dengan klien Certbot ACME yang populer, konfigurasi untuk mendaftarkan akun akan terlihat seperti berikut: EAB_KEY_ID dan EAB_HMAC_KEY tersedia di halaman Security Google Domains Anda. Setelah akun berhasil dibuat, Anda bisa langsung menerbitkan sertifikat dengan menjalankan perintah: Google Domains dan ACME DNS-01 ACME menggunakan tantangan untuk memvalidasi kontrol domain sebelum mengeluarkan sertifikat. Tantangan ACME DNS-01 dapat menjadi cara yang efisien bagi pengguna untuk mengotomatiskan proses validasi dan mengintegrasikan dengan situs web dan layanan hosting web yang ada. Google Domains kini menyediakan API untuk tantangan ACME DNS-01 yang membantu menyederhanakan proses bagi pengguna untuk mengautentikasi kontrol domain dengan cepat dan aman. Layanan ini sekarang ditawarkan di beberapa klien ACME populer seperti Certbot melalui this plugin, Caddy, Certify The Web, dan Posh-ACME. Baca juga: 3 Langkah Mudah Validasi Domain di Google Cloud Platform Photo Credit: Google Security Blog Untuk menyetel penyediaan sertifikat otomatis dengan ACME dan DNS-01, ikuti langkah-langkah berikut: Masuk ke Google Domains. Pilih domain yang ingin Anda gunakan. Di bagian kiri atas, klik “Menu” dan pilih “Security”. Di bagian “ACME DNS API”, klik “Create token”. Sebuah kotak dialog akan muncul dengan “API Token”. Ini adalah API Token yang harus Anda masukkan ke klien ACME. Anda harus menyalin nilai ini (cukup dengan mengeklik tombol salin di sebelah API Token). Namun perlu diingat, nilai ini hanya ditampilkan sekali. Setelah kotak dialog ditutup, Anda tidak akan bisa melihat API Token ini lagi. Simpan token ini di tempat yang aman, karena siapa pun yang memilikinya dapat mengubah beberapa data TXT DNS domain Anda. Jika tidak menyimpan nilai ini sebelum menutup kotak dialog, Anda dapat dengan mudah menghapus dan membuat token baru. Penting untuk diingat, Anda hanya dapat mengajukan 10 token API per domain dalam satu waktu. Setelah kotak dialog ditutup, sistem akan menampilkan informasi bahwa token telah dibuat. Anda dapat menghapus token ini kapan saja untuk mencabut aksesnya. Token API sekarang dapat digunakan di klien ACME yang mendukung API DNS ACME Google Domains. Setiap klien ACME sedikit berbeda tentang cara menentukan Token API ini sehingga Anda perlu membaca dokumentasi pada klien ACME yang Anda inginkan. Baca juga: Register Domain Lebih Mudah dengan GA Cloud Domain Apa pun klien ACME yang Anda gunakan, Google Domains dan Google Trust Services dengan senang hati menawarkan opsi yang andal untuk sertifikat TLS gratis. Ini melanjutkan misi membantu membangun internet yang lebih aman dengan menyediakan Certificate Authority yang transparan, tepercaya, dan andal. Dukung keandalan Domains dengan menerapkan rangkaian produktivitas Google Workspace dalam lingkungan kerja Anda. EIKON Technology menyediakan layanan implementasi Workspace dengan proses yang seamless dan tentunya aman. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penerapan Google Workspace, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Chrome Cleanup Tool Dinonaktifkan, Apa yang Harus Dilakukan

Terhitung mulai pembaruan Chrome 111, Google akan mulai menonaktifkan Chrome Cleanup Tool, aplikasi yang didistribusikan ke pengguna Chrome di Windows untuk membantu menemukan dan menghapus software yang tidak diinginkan (unwanted software, UwS). Lalu, apa yang harus dilakukan pengguna dalam menghadapi perubahan ini? Mengenal Chrome Cleanup Tool Chrome Cleanup Tool mulanya diperkenalkan Google pada tahun 2015 untuk membantu pengguna memulihkan setelan perangkat mereka dari perubahan yang tidak terduga, sekaligus untuk mendeteksi dan menghapus software yang tidak diinginkan. Hingga tahun 2023 ini, Chrome Cleanup Tool telah melakukan lebih dari 80 juta pembersihan, membantu membuka jalan bagi pengguna dalam mengunduh aplikasi secara aman dan bersih. Baca juga: Menerapkan Keamanan Chrome pada Google Cloud dan Workspace Perubahan lanskap cleanup tool Photo Credit: jannoon028 (Freepik) Dalam beberapa tahun terakhir, muncul beberapa hal yang membuat kebutuhan aplikasi Chrome Cleanup Tool perlu dievaluasi kembali. Pertama, telah terjadi perubahan perspektif pengguna. Keluhan pengguna Chrome terhadap UwS terus mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir (rata-rata turun sekitar 3% tiap tahunnya). Misalnya, pada bulan Februari 2023 lalu, hanya terjadi 0,06% pemindaian Chrome Cleanup Tool oleh pengguna yang mendeteksi UwS. Kedua, muncul beberapa perubahan positif dalam ekosistem platform. Hal ini kemudian berkontribusi pada kebiasaan pengguna yang cenderung lebih proaktif dibanding reaktif. Contohnya, mengaktifkan Google Safe Browsing dan menggunakan software antivirus yang dapat memblokir UwS berbasis file dengan lebih efektif (yang mana ini adalah tujuan awal dari Chrome Cleanup Tool). Saat UwS berbasis file kemudian bermigrasi ke ekstensi, Google melakukan peninjauan Chrome Web Store yang kemudian membantu menangkap ekstensi berbahaya yang melanggar kebijakan. Terakhir, telah terjadi perubahan tren dalam ruang malware dengan teknik semacam Cookie Theft yang kini tengah meningkat. Oleh karenanya, Chrome menggandakan pertahanan terhadap malware tersebut melalui berbagai peningkatan, termasuk alur kerja autentikasi yang ditingkatkan dan heuristic canggih untuk memblokir phising dan social engineering emails, malware landing pages, dan juga unduhan dari internet. Baca juga: Langkah Chrome untuk Memastikan Keamanan Data Anda Lalu, apa yang berubah? Photo Credit: Freepik Mulai dari update Chrome 111, pengguna tidak lagi dapat meminta pemindaian Chrome Cleanup Tool melalui Safety Check atau memanfaatkan opsi “Reset settings and cleanup” yang ditawarkan melalui chrome://settings di Windows. Selain itu, Chrome juga akan menghapus komponen yang memindai perangkat Windows secara berkala dan meminta pengguna melakukan pembersihan jika menemukan sesuatu yang mencurigakan. Kini bahkan tanpa Chrome Cleanup Tool, pengguna secara otomatis dilindungi oleh Safe Browsing di Chrome. Pengguna juga memiliki opsi untuk mengaktifkan Enhanced protection (Perlindungan yang ditingkatkan) dengan membuka chrome://settings/security. Mode ini secara substansial meningkatkan perlindungan dari situs web berbahaya dan unduhan dengan berbagi data real-time menggunakan Safe Browsing. Meski sekarang Chrome Cleanup Tool telah dinonaktifkan, pengguna bisa tetap memberikan masukan dan saran selama pemakaian aplikasi dalam memerangi UwS selama 8 tahun terakhir. Anda dapat mengirimkan feedback melalui halaman ini atau dengan mention akun Twitter @googlechrome. Baca juga: Bagaimana Tim IT Membantu User Memaksimalkan Penggunaan Chrome Menghilangnya Chrome Cleanup Tool bukan berarti pengguna akan kehilangan proteksi terhadap ancaman keamanan siber yang mengancam mereka selama melakukan unduhan di internet. Chrome terus melakukan peningkatan sehingga browser memiliki sistem pengamanan yang lebih ketat untuk mencegah munculnya UwS. Perlindungan tersebut akan semakin optimal jika dikombinasikan dengan rangkaian produktivitas Google Workspace. Dengan Workspace, tidak hanya alur unduhan Anda saja yang terlindungi, tapi juga seluruh bagian alur kerja. Dapatkan rangkaian produktivitas Workspace melalui partner resmi Google seperti EIKON Technology. Kami menyediakan Google Workspace resmi beserta penerapan menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!  

Scroll to Top