EIKON Technology

chatbot

Info

5 Prediksi Pengembangan Chatbot Tahun 2025, Apa Saja?

Meski penggunaannya semakin meluas, chatbot dukungan pelanggan masih sering dianggap kurang membantu. Contoh sederhananya, chatbot yang tidak bisa memberi jawaban gamblang saat pelanggan menghadapi masalah. Tahun 2025 ini, diprediksi akan muncul beberapa pengembangan chatbot yang akan memberi pengalaman pelanggan lebih baik dan empatik. Berikut adalah beberapa di antaranya. Chatbots sebagai pembicara Seiring dengan semakin canggihnya natural language processing (NLP), chatbot akan menjadi pembicara yang lebih efektif. Dengan memahami konteks di hampir setiap chat,  teknologi ini akan menjawab pertanyaan rumit secara akurat dan cepat. Baca juga: Manfaat Penggunaan Chatbot AI untuk E-commerce EQ yang lebih baik Dengan makin matangnnya emotional intelligence (EQ) chatbot, cara mereka berinteraksi pun akan berubah—baik itu menggunakan nuansa bahasa yang lebih formal saat menghadapi pelanggan yang menyampaikan keluhan, maupun menggunakan kalimat yang lebih santai saat ada calon pelanggan yang ingin mengetahui produk lebih dalam. Melalui analisis pola bahasa, bot dapat mendeteksi kapan pelanggan perlu dialihkan ke customer support manusia dengan cepat. Peningkatan ini akan membuat layanan pelanggan tak lagi bersifat transaksional dan lebih fokus pada hubungan dengan konsumen. Dukungan pelanggan yang prediktif Photo Credit: Freepik Diprediksi, pada tahun 2025 ini, chatbot tidak hanya akan menanggapi masalah—tapi juga memprediksinya. Dengan menganalisis perilaku pelanggan, bot dapat menyarankan solusi bahkan sebelum pelanggan bertanya. Chatbot akan mulai memberi rekomendasi yang lebih akurat mengenai pembelian berikutnya. Layanan otonom Chatbot juga belajar bekerja dengan perangkat Internet of Things (IoT), mulai dari mesin cuci pintar hingga robot penyedot debu. Bot akan menawarkan dukungan dan pemecahan masalah secara langsung, yang akan memudahkan pelanggan. Baca juga: AI Generatif, Teknologi Kecerdasan Buatan Masa Depan untuk Developer Keamanan yang lebih baik Photo Credit: Freepik Banyak yang menganggap chatbot dengan personalisasi berbahaya karena dapat mengakses informasi dan data pelanggan. Maka tidak mengherankan jika kemudian pelanggan menuntut keamanan data mereka. Enkripsi dan deteksi penipuan terbaik yang tertanam di seluruh jaringan akan menjadi prioritas utama bagi bisnis yang ingin membangun dan menjaga kepercayaan. Itu artinya, perusahaan perlu mempertimbangkan nilai personalisasi dengan risiko informasi terbuka. Keamanan data sangat penting untuk memastikan kepercayaan pelanggan. Baca juga: Tips Meningkatkan Performa Single-page Application untuk Meningkatkan User Experience dengan Freshchat Seiring dengan terus berkembangnya dan semakin baiknya teknologi ini, diprediksikan pada tahun 2025, pelanggan akan mulai mempercayai chatbot untuk memecahkan masalah mereka. Seiring berjalannya waktu, mereka bahkan mungkin lebih menyukainya dibanding solusi konvensional. Curi start dengan menerapkan solusi chatbot pada bisnis Anda sekarang! Anda dapat mempertimbangkan Freshchat dan Freshworks untuk mencapai keunggulan dalam solusi dukungan pelanggan otomatis. EIKON Technology sebagai authorized reseller partner Freshworks, menyediakan Freshchat resmi dan bergaransi. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Google Workspace

Bard: Teknologi Chatbot AI Google, Bakal Saingi ChatGPT?

Layanan chatbot berbasis AI ChatGPT, kini tengah menjadi perbincangan hangat. Hadir dalam format interaktif, layanan ini mampu memberikan jawaban, mengoreksi kesalahan, hingga menolak permintaan yang tidak pantas. Tanggal 6 Februari 2023 lalu, Sundar Pichai, CEO Google mengumumkan akan segera memulai public testing untuk teknologi chatbot AI mereka yang bernama Bard. Pengumuman tersebut berhasil membuat publik berekspektasi, akankah teknologi baru Google ini dapat menyaingi ChatGPT? Bard, teknologi chatbot AI Google Mengembangkan teknologi berbasis AI (kecerdasan buatan) bukanlah sebuah hal baru bagi Google. Tahun 2021 lalu, Google meluncurkan sebuah kemampuan bahasa dan percakapan yang didukung oleh Language Model for Dialogue Applications (LaMDA). Dari situ, Google kemudian menggarap sebuah layanan percakapan AI dengan dukungan LaMDA, yang diberi nama Bard. Layanan tersebut resmi diperkenalkan pada 6 Februari kemarin dan membuka kesempatan public testing. Bard berupaya menggabungkan luasnya pengetahuan dunia dengan kecerdasan, kekuatan, dan kreativitas model bahasa Google. Teknologi ini didukung oleh data yang diambil dari web untuk memberikan respons berkualitas, dan tentunya, sesuai ekspektasi penggunanya. Baca juga: Perlindungan Spam Google Voice yang Ditingkatkan dengan Label Otomatis Public testing dengan versi ringan LaMDA Photo Credit: jcomp (Freepik) Untuk kebutuhan public testing, Bard hadir dalam versi model ringan LaMDA Google. Model ringan ini hanya membutuhkan daya komputasi yang juga ringan, sehingga dapat diskalakan ke lebih banyak pengguna. Harapannya, feedback yang didapatkan nantinya pun akan lebih banyak. Selanjutnya, feedback dari tester akan digabungkan dengan pengujian internal untuk memastikan respons Bard dapat memenuhi standar kualitas, keamanan, dan landasan yang tinggi dalam penyajian informasi dunia nyata. Menghadirkan manfaat AI ke dalam kehidupan sehari-hari Google memiliki sejarah panjang dalam menggunakan AI. Salah satunya adalah untuk menyempurnakan Google Search. Teknologi AI mereka, seperti BERT, MUM, hingga LaMDA telah menjadi tonggak dalam pengembangan kecerdasan buatan, terutama yang berkaitan dengan bahasa dan juga percakapan. Penggunaan AI diyakini dapat memperdalam pemahaman tentang informasi untuk kemudian mengubahnya menjadi pengetahuan yang bermanfaat, sehingga memudahkan orang memahami inti dari apa yang mereka cari secara efisien. Baca juga: Cara Manfaatkan Google Document AI Dan Google Workspace Untuk Menjalankan SAP Build Process Automation Membantu developer berinovasi dengan AI Photo Credit: DCStudio (Freepik) Bulan Maret 2023 nanti, Google mengundang developer, creator, dan juga perusahaan untuk mencoba Generative Language API mereka. API tersebut didukung oleh LaMDA dan dikembangkan dengan berbagai model lainnya. Nantinya, Google berencana membuat rangkaian alat dan API yang memudahkan developer untuk membuat aplikasi yang lebih inovatif dengan AI. Google pun membuka kesempatan bagi perusahaan startup untuk membangun sistem AI yang andal dan tepercaya melalui program kemitraan Google Cloud dengan Cohere, C3.ai, dan Anthropic, yang baru saja diumumkan awal Februari ini. Baca juga: Otomatisasi Pemrosesan Dokumen Identitas dengan Document AI Pemanfaatan AI dalam pengembangan chatbot kini tengah menjadi perbincangan hangat. Layanan chatbot AI seperti ChatGPT pun makin populer. Sebagai rakasasa teknologi yang telah bertahun-tahun mengembangkan teknologi AI bahasa dan percakapan, Google siap menghadirkan “tandingan” ChatGPT, yakni Bard yang dibekali dengan kapabilitas mumpuni LaMDA. Akankah teknologi terbaru dari Google ini mampu menyaingi ChatGPT? Jika melihat track record Google, tentu saja hal tersebut mungkin saja terjadi. Sambil menanti rilis resmi Bard, Anda bisa meningkatkan pengalaman kerja kolaboratif di tengah maraknya penerapan ekosistem hybrid seperti sekarang dengan Google Workspace. Penerapan Workspace di perusahaan atau institusi Anda akan membuat kolaborasi kerja, meski dilakukan di tempat dan waktu terpisah, akan terasa lebih mulus dan aman. Tertarik? Anda bisa mulai berlangganan Workspace melalui EIKON Technology, partner resmi Google Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi kami di sini!

Scroll to Top