EIKON Technology

identitas digital

Info

Mengenal Wajah Ketiga Identitas dan Tantangan Keamanan Siber Tahun 2026

Tahukah Anda bahwa pada akhir tahun 2025, jumlah identitas mesin telah melampaui identitas manusia dengan rasio rata-rata 82 banding 1? Selama satu dekade terakhir, pemimpin IT terbiasa membagi identitas ke dalam dua kotak sederhana: Manusia (memiliki penilaian tinggi, namun lambat) dan Service Accounts (nol penilaian, namun berkecepatan tinggi). Namun, memasuki tahun 2026, kerangka biner ini telah runtuh. Munculnya AI otonom menciptakan variabel ketiga yang tidak cocok di kedua kotak tersebut. Entitas AI ini memiliki penilaian layaknya manusia namun bekerja dengan kecepatan mesin. Jika Anda salah mengelola identitas ini, risikonya sangat fatal. Mari simak ulasannya berikut ini! Jebakan klasifikasi Photo Credit: Pexels Banyak tim IT terjebak dalam dua opsi salah saat mengelola AI: Menganggap AI sebagai Service Accounts: Akun layanan bersifat deterministik, namun, AI bersifat probabilistik. Anda memberi tujuan dan AI akan menentukan rutenya sendiri. Mengamankan AI dengan aturan akun layanan biasa ibarat mengatur mobil off-road dengan lampu sinyal kereta api; akan muncul risiko tabrakan Baca juga: Meminimalkan Risiko Keamanan AI, Apa yang Bisa Anda Lakukan Sekarang? Menganggap AI sebagai manusia: Karena AI berbicara dalam bahasa natural, kita cenderung memberinya kepercayaan seperti rekan kerja. Namun, AI tidak memiliki moral, ia hanya memiliki simulasi penilaian yang bisa berhalusinasi. Dalam sebuah insiden di Replit, sebuah agen AI yang panik menciptakan 4.000 data palsu hanya dalam hitungan detik. Strategi Digital Intern Photo Credit: Pixabay Solusinya adalah memperlakukan AI sebagai kategori identitas ketiga: Digital Intern. Anda memberinya akses, namun tidak pernah memberinya otonomi penuh. Gunakan prinsip Human-in-the-loop dan akses Just-in-Time untuk memastikan agen AI tidak melakukan tindakan destruktif di luar kendali. Baca juga: 40% Email Phishing Kini Dihasilkan AI, Siapkah Keamanan Anda? Anda tidak bisa mengelola apa yang tak terlihat. Ancaman terbesar saat ini adalah Shadow AI, agen AI tidak resmi yang berjalan tanpa sepengetahuan departemen IT. Anda membutuhkan direktori terpusat yang mampu memberikan visibilitas total terhadap manusia, akun layanan, dan agen AI. JumpCloud menyediakan Open Directory Platform yang memungkinkan Anda mengonsolidasi manajemen identitas secara menyeluruh. Melalui EIKON Technology, mitra resmi JumpCloud di Indonesia, Anda dapat mengimplementasikan kerangka kerja keamanan identitas yang tangguh. Lindungi keamanan siber perusahaan Anda dari risiko identitas non-manusia yang tidak terkendali. Hubungi EIKON Technology sekarang untuk konsultasi dan pembelian lisensi JumpCloud. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Benarkah Desentralisasi Adalah Masa Depan Identitas Digital?

Tanpa disadari, identitas digital perlahan-lahan menjadi identitas utama kita. Makin hari, makin banyak identitas fisik yang berubah menjadi format digital. Kegunaannya pun makin luas, dipakai untuk bekerja, belajar, berbelanja, bahkan bersosialisasi. Transformasi besar ini tidak begitu terasa karena berbagai kemudahan yang ditawarkan. Anda tak perlu lagi khawatir lupa membawa kartu identitas. Sebab semuanya telah tersedia dalam genggaman dan begitu mudah diakses. Namun kini identitas digital disinyalir akan mengalami perubahan. Transisi ini dianggap akan memberikan keamanan, kerahasiaan, dan kepraktisan yang lebih baik lagi. Seperti apa format baru identitas digital ini? Transformasi identitas digital Identitas digital kini tengah berada di ambang transformasi menuju identitas suatu identitas baru yang lebih aman, mementingkan privasi, dan portabel. Sebelumnya, identitas dibangun berdasarkan hubungan tunggal antara perusahaan penyedia layanan dengan masing-masing pengguna. Pengembangan terpisah ini kemudian disimpan dalam sebuah database yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Tanpa banyak disadari, hal ini berpotensi meningkatkan risiko pelanggaran keamanan dan privasi. Di sisi lain, digitalisasi proses bisnis atau identitas fisik tidak mampu meminimalisir risiko tersebut. Pengguna sebenarnya lebih membutuhkan sistem yang dapat menyatukan identitas. Suatu sistem yang dimiliki dan dikelola oleh pengguna sendiri. Baca juga: Mengenal Resources dan Tools Baru Microsoft Azure untuk Implementasi AI  Perbedaan antara digitalisasi dengan desentralisasi identitas Photo Credit: Microsoft Security Ada beberapa hal yang membuat digitalisasi dan desentralisasi identitas lebih mudah dibedakan. Berikut adalah beberapa di antaranya: Tingkat keamanan Secara sederhana, digitalisasi adalah bentuk digital dari identitas. Meski begitu, bukan berarti tingkat keamanan yang ditawarkan sama. Katakanlah Anda memindai KTP dan kemudian menyimpan file jpg dari dokumen tersebut. Apakah lantas file tersebut bisa menggantikan KTP asli? Tentu tidak. Begitu pula saat file KTP tersebut kemudian Anda unggah ke sebuah aplikasi, maka data identitas pun akan berpindah ke perusahaan pemilik aplikasi. Namun pada desentralisasi, identitas memiliki tingkat keamanan yang sama. Sebab, identitas tersebut dilindungi oleh kredensial digital pemiliknya. Pengguna dapat menggunakan dompet terenkripsi untuk menyimpan dan mengelola identitas tersebut. Jauh dari risiko pencurian data oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Privasi dan perlindungan data Photo Credit: Freepik Dengan meningkatnya digitalisasi, privasi menjadi prioritas utama. Orang-orang semakin sadar akan keberadaan perusahaan yang mengumpulkan data pengguna dan mengambil untung darinya. Beberapa kemudian beralih ke VPN (virtual private network) atau menggunakan informasi samaran. Di beberapa negara juga muncul kebijakan yang mengatur masalah data pribadi pengguna. Salah satunya adalah General Data Protection Regulation (GDPR) yang berlaku di Eropa. Namun sayangnya kebijakan tersebut belum bisa menyelesaikan masalah tersebut sepenuhnya. Konsep identitas baru menerapkan teknologi zero-knowledge proofs. Teknologi ini memungkinkan satu pihak membuktikan kepada pihak lain bahwa pernyataan yang diberikan benar atau salah. Hal ini akan membatasi data yang dibagikan sesuai dengan kehendak pengguna. Bagi perusahaan, teknologi ini akan mengurangi beban pengelolaan personally identifiable information (PII). Sebab, pengguna memiliki kontrol penuh hal-hal yang mereka bagikan. Portabilitas dan visibilitas Photo Credit: Rawpixel Sebelum penyimpanan cloud sepopuler sekarang, pengguna internet biasanya menyimpan back-up data melalui email. Hal ini memang dapat mencegah risiko kehilangan data. Namun bagaimana jika Anda membuat banyak salinan data sehingga sulit mengetahui mana file yang paling baru? Pada konsep desentralisasi, pengguna dapat menyimpan bagian asli dari data identitas sebagai kredensial di perangkat mereka sendiri. Bahkan nantinya kredensial tersebut dapat ditandatangani secara kriptografis menggunakan kunci pribadi. Kemudian perusahaan dapat memverifikasi bahwa data tersebut berasal dari sumber otoritatif. Pengguna dapat mempertahankan visibilitas mengenai penggunaan data dan durasi akses bagi perusahaan. Penggunaan spesifikasi standar terbuka, seperti kredensial yang dapat diverifikasi dari World Wide Web Consortium (W3C), memudahkan pengguna individu dan perusahaan untuk menerima dan menyajikan kredensial di seluruh platform dan layanan. Hal ini memungkinkan orang untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan perusahaan. Baca juga:  Mengatasi Ancaman Keamanan Siber dengan Cyber Signals Anda dapat menemukan solusi identitas digital melalui Microsoft Security, platform keamanan yang memberikan perlindungan kepada pengguna terhadap serangan siber. Untuk perlindungan komprehensif, Microsoft Security akan berjalan optimal pada ekosistem Microsoft. Sebagai dukungan, Anda bisa menerapkan Microsoft Azure sebagai penyimpanan berbasis awan. EIKON Technology menyediakan solusi penerapan cloud service Azure yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai solusi komputasi awan dari Microsoft, silakan klik di sini.

Scroll to Top