EIKON Technology

sistem keamanan

Google Cloud

Mengenal Cloud IDS, Sistem Deteksi Ancaman Keamanan Jaringan dari Google

Cloud IDS (Intrusion Detection System) merupakan sebuah solusi keamanan siber yang dikembangkan oleh Google. Sistem keamanan berfungsi sebagai pendeteksi ancaman terhadap jaringan. Memanfaatkan layanan keamanan ini, segala risiko yang membahayakan keamanan data di dalam cloud pun dapat diminimalisir. Cloud IDS dirancang untuk mudah disiapkan sekaligus diterapkan. Tanpa perlu melalui proses panjang, hanya dengan beberapa klik saja, Anda sudah bisa memanfaatkan layanan keamanan ini. Dalam satu sistem saja, Anda sudah dapat menikmati pengalaman terintegrasi dari Google Cloud sekaligus teknologi deteksi ancaman tercanggih milik Palo Alto Networks. Untuk mengenal lebih jauh mengenai Cloud IDS, Anda bisa membaca ulasannya berikut ini. Deteksi ancaman jaringan pada cloud-native Cloud IDS pertama kali diperkenalkan pada publik di bulan Juli 2021 lalu. Sistem keamanan tersebut diciptakan sebagai jawaban atas masalah keamanan jaringan, terutama yang muncul pada cloud-native. Cloud-native merupakan sebuah pendekatan dalam pengembangan software yang memanfaatkan komputasi awan (cloud computing) untuk membangun aplikasi. Karakteristik aplikasi yang lahir dari cloud-native adalah modern dan dapat dijalankan dalam lingkungan yang dinamis, baik itu private, public, maupun hybrid clouds. Photo Credit: PxHere Mengingat sifat cloud-native yang dinamis, akan ada banyak sekali celah keamanan yang bisa dimasuki penyusup. Nah, Cloud IDS mampu mengatasi permasalahan tersebut dengan menawarkan sistem keamanan dengan visibilitas yang luas terhadap traffic yang masuk ke dalam lingkungan cloud. Bukan hanya itu, sistem keamanan ini juga merupakan sebuah solusi end-to-end. Sistem keamanan terus diperbarui mengikuti update dari Palo Alto Neteworks. Dengan begitu, Anda bisa segera tahu saat ada model ancaman baru atau muncul anomali yang mengindikasikan adanya ancaman. Baca juga: “3 Fitur Baru BeyondCorp Enterprise Untuk Tingkatkan Keamanan Akses Resources Perusahaan Anda” Dibangun dengan teknologi deteksi terbaik Photo Credit: Google Cloudo Seperti yang telah disebutkan, Cloud IDS adalah produk kerja sama antara Google dengan Palo Alto Networks. Artinya, saat menggunakan sistem Clouds ID, Anda otomatis menikmati dua layanan sekaligus, infrastrukur cloud tepercaya dari Google sekaligus teknologi deteksi ancaman terbaik dari Palo Alto Networks. Palo Alto Networks sendiri tidak perlu diragukan untuk masalah keamanan siber. Perusahaan yang bermarkas di Santa Clara, California, Amerika Serikat ini memiliki mesin analisis ancaman serta tim riset ekstensif yang terus-menerus memperbarui threat database mereka. Bukan hanya itu, Palo Alto Networks juga memiliki mekanisme deteksi ancaman yang variatif guna mengatasi segala macam ancaman keamanan yang bisa muncul pada jaringan. Mampu mendeteksi ancaman jaringan paling kritis Keunggulan utama dari Clouds IDS adalah visibilitas luas menuju semua traffic yang masuk ke lingkungan cloud Anda. Selain itu, sistem ini juga dapat memantau workloads di Kubernetes Engine (GKE), workloads di Compute Engine (GCE) atau bahkan workloads di kedua infrastruktur tersebut. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah mendeteksi ancaman seperti malware, spyware, serangan C2 (command and control), dan ancaman berbasis lainnya. Bukan hanya itu, Anda juga bisa mendeteksi adanya upaya eksploitasi dan evasi terhadap jaringan serta layers pada aplikasi. Fitur lain yang sangat memudahkan adalah prioritized list. Dengan memanfaatkan fitur tersebut, ancaman yang masuk akan diurutkan berdasar tingkat keparahannya. Jadi, Anda bisa segera mencari solusi terbaik untuk mengatasi ancaman jaringan yang paling berbahaya. Photo Credit: Raw Pixel Saat ini, Cloud IDS memang masih dalam status preview. Namun bukan berarti Anda tidak bisa menjajal sistem keamanannya yang canggih sekarang. Untuk mencoba layanan keamanan ini, Anda cukup mengakses webpage Clouds IDS dan klik opsi “Get started for free”. Sambil menunggu rilis lengkap Clouds IDS, Anda bisa mulai mengaplikasikan infrastruktur cloud milik Google yaitu Google Cloud untuk proses produksi yang lebih dinamis dan praktis. Google Cloud sendiri bisa Anda dapatkan dengan berlangganan melalui authorized partner yang sudah ditunjuk oleh Google. Untuk Anda yang berada di Indonesia bisa mulai berlangganan melalui EIKON Technology. Melalui EIKON Technology yang merupakan partner resmi Google di Indonesia, Anda dapat berlangganan Google Cloud secara legal dan cepat. Hubungi EIKON Technology sekarang juga di sini!

Info

Melindungi Data Institusi dengan Sistem Keamanan Gmail dan Google Drive

Melindungi Data Institusi dengan Sistem Keamanan Gmail dan Google Drive – Berbagai institusi pendidikan telah menggunakan Google Workspace for Education untuk menunjang aktivitas belajar dan mengajar secara online. Dari sekian banyak aplikasi yang tersedia dalam Google Workspace for Education, Gmail dan Google Drive menjadi yang sering digunakan. Melalui Gmail, pengajar dan murid bisa saling berkomunikasi dan mengirimkan email. Sementara itu, Google Drive digunakan untuk menyimpan berbagai data institusi. Mengingat fungsi Gmail dan Google Drive yang begitu krusial, wajar apabila Anda mempertanyakan keamanan datanya. Namun, Anda tak perlu khawatir karena Google berkomitmen melindungi data para penggunanya secara optimal. Tentunya melalui berbagai teknologi dan infrastruktur yang disematkan pada Gmail dan Google Drive, khususnya untuk keperluan Google Workspace for Education. Berbasis cloud dan menerapkan teknologi enkripsi Photo Credit: Jay Wennington (Unsplash) Gmail dan Google Drive menerapkan sistem berbasis cloud yang memungkinkan para pengguna untuk mengakses kedua aplikasi tersebut dari mana saja dan kapan saja. Di satu sisi, hal ini menawarkan suatu kepraktisan. Namun, di sisi lain, beberapa dari Anda mungkin khawatir tentang keamanan data di dalamnya. Sistem cloud memang memudahkan Anda mengakses data yang tersimpan pada Gmail dan Google Drive. Namun, bukan berarti semua orang bisa melakukannya begitu saja. Google telah mengaplikasikan berbagai sistem keamanan untuk melindungi data Anda. Dalam setiap produk dan layanannya, Google selalu menerapkan enkripsi HTTPS. Protokol satu ini telah aktif secara otomatis untuk seluruh pengguna. Dengan adanya enkripsi tersebut, hanya pemilik data yang bisa mengakses dan membaca data mereka. Hal tersebut tidak hanya berlaku pada penyimpanan data di Google Drive, tapi juga akses email di Gmail. Dengan kata lain, sangat aman bagi Anda untuk mengakses data di Gmail dan Google Drive melalui koneksi internet. Google tidak berhak atas data yang disimpan institusi Photo Credit: Solen Feyissa (Unsplash) Lalu, bagaimana dengan Google sendiri? Apakah data-data yang Anda simpan dalam produk mereka akan bisa diakses oleh Google? Tentu saja tidak. Sebagai pemilik data, Anda memiliki kontrol penuh atas data yang diunggah atau disimpan di Gmail dan Google Drive. Apa pun jenis data yang Anda letakkan dalam sistem Google, baik itu berupa informasi personal, tugas sekolah, maupun kekayaan intelektual, Google tidak berhak mengaksesnya. Agar bisa mengontrol data-data tersebut, Anda sebagai pemilik data dibekali dengan perangkat dari Google untuk menghapus atau memindahkan data. Bahkan jika seandainya suatu hari Anda memutuskan berhenti menyimpan data di Gmail atau Google Drive, Google tidak akan menghalangi Anda dan tetap melindungi data Anda. Fitur Data Loss Prevention untuk mencegah data hilang Photo Credit: Campaign Creators (Unsplash) Demi bisa melindungi data pengguna secara optimal, Google juga menyertakan fitur Data Loss Prevention (DLP) dalam sistem keamanan mereka. DLP memungkinkan Anda mengatur konten atau data mana saja di dalam Google Drive yang bersifat sensitif dan tidak bisa dibagikan ke orang di luar organisasi. Setelah itu, DLP akan melakukan pemindaian terhadap konten di dalam Google Drive untuk mencari adanya pelanggaran. Jika memang ditemukan pelanggaran, DLP akan segera mengambil tindakan atau memberi “hukuman” sesuai yang telah Anda tentukan sebelumnya.  Tidak hanya itu, DLP juga akan memberikan peringatan kepada Anda sebagai pemilik data di Google Drive. Dengan adanya DLP ini, kasus kebocoran data pun dapat diminimalisir. Google selalu memberikan update terhadap sistem keamanan produk-produk mereka, tidak terkecuali Gmail dan Google Drive yang digunakan untuk keperluan Google Workspace for Education. Adanya sistem keamanan canggih memungkinkan Google untuk melindungi data Anda secara optimal. Jadi, mulai sekarang tak perlu khawatir menggunakan Google Workspace for Education untuk menunjang aktivitas belajar dan mengajar secara online. Buktikan sendiri dengan mendaftar Google Workspace for Education melalui EIKON Technology, reseller resmi G Suite di Indonesia. Dapatkan segera di sini!

Scroll to Top