Melindungi Data Institusi dengan Sistem Keamanan Gmail dan Google Drive

Melindungi Data Institusi dengan Sistem Keamanan Gmail dan Google Drive – Berbagai institusi pendidikan telah menggunakan Google Workspace for Education untuk menunjang aktivitas belajar dan mengajar secara online. Dari sekian banyak aplikasi yang tersedia dalam Google Workspace for Education, Gmail dan Google Drive menjadi yang sering digunakan.

Melalui Gmail, pengajar dan murid bisa saling berkomunikasi dan mengirimkan email. Sementara itu, Google Drive digunakan untuk menyimpan berbagai data institusi. Mengingat fungsi Gmail dan Google Drive yang begitu krusial, wajar apabila Anda mempertanyakan keamanan datanya.

Namun, Anda tak perlu khawatir karena Google berkomitmen melindungi data para penggunanya secara optimal. Tentunya melalui berbagai teknologi dan infrastruktur yang disematkan pada Gmail dan Google Drive, khususnya untuk keperluan Google Workspace for Education.

Berbasis cloud dan menerapkan teknologi enkripsi

Photo Credit: Jay Wennington (Unsplash)

Gmail dan Google Drive menerapkan sistem berbasis cloud yang memungkinkan para pengguna untuk mengakses kedua aplikasi tersebut dari mana saja dan kapan saja. Di satu sisi, hal ini menawarkan suatu kepraktisan. Namun, di sisi lain, beberapa dari Anda mungkin khawatir tentang keamanan data di dalamnya.

Sistem cloud memang memudahkan Anda mengakses data yang tersimpan pada Gmail dan Google Drive. Namun, bukan berarti semua orang bisa melakukannya begitu saja. Google telah mengaplikasikan berbagai sistem keamanan untuk melindungi data Anda.

Dalam setiap produk dan layanannya, Google selalu menerapkan enkripsi HTTPS. Protokol satu ini telah aktif secara otomatis untuk seluruh pengguna. Dengan adanya enkripsi tersebut, hanya pemilik data yang bisa mengakses dan membaca data mereka.

Hal tersebut tidak hanya berlaku pada penyimpanan data di Google Drive, tapi juga akses email di Gmail. Dengan kata lain, sangat aman bagi Anda untuk mengakses data di Gmail dan Google Drive melalui koneksi internet.

Google tidak berhak atas data yang disimpan institusi

Photo Credit: Solen Feyissa (Unsplash)

Lalu, bagaimana dengan Google sendiri? Apakah data-data yang Anda simpan dalam produk mereka akan bisa diakses oleh Google?

Tentu saja tidak. Sebagai pemilik data, Anda memiliki kontrol penuh atas data yang diunggah atau disimpan di Gmail dan Google Drive. Apa pun jenis data yang Anda letakkan dalam sistem Google, baik itu berupa informasi personal, tugas sekolah, maupun kekayaan intelektual, Google tidak berhak mengaksesnya.

Agar bisa mengontrol data-data tersebut, Anda sebagai pemilik data dibekali dengan perangkat dari Google untuk menghapus atau memindahkan data. Bahkan jika seandainya suatu hari Anda memutuskan berhenti menyimpan data di Gmail atau Google Drive, Google tidak akan menghalangi Anda dan tetap melindungi data Anda.

Fitur Data Loss Prevention untuk mencegah data hilang

Melindungi Data Institusi dengan Sistem Keamanan Gmail dan Google Drive3

Photo Credit: Campaign Creators (Unsplash)

Demi bisa melindungi data pengguna secara optimal, Google juga menyertakan fitur Data Loss Prevention (DLP) dalam sistem keamanan mereka. DLP memungkinkan Anda mengatur konten atau data mana saja di dalam Google Drive yang bersifat sensitif dan tidak bisa dibagikan ke orang di luar organisasi.

Setelah itu, DLP akan melakukan pemindaian terhadap konten di dalam Google Drive untuk mencari adanya pelanggaran. Jika memang ditemukan pelanggaran, DLP akan segera mengambil tindakan atau memberi “hukuman” sesuai yang telah Anda tentukan sebelumnya

Tidak hanya itu, DLP juga akan memberikan peringatan kepada Anda sebagai pemilik data di Google Drive. Dengan adanya DLP ini, kasus kebocoran data pun dapat diminimalisir.

Google selalu memberikan update terhadap sistem keamanan produk-produk mereka, tidak terkecuali Gmail dan Google Drive yang digunakan untuk keperluan Google Workspace for Education. Adanya sistem keamanan canggih memungkinkan Google untuk melindungi data Anda secara optimal.

Jadi, mulai sekarang tak perlu khawatir menggunakan Google Workspace for Education untuk menunjang aktivitas belajar dan mengajar secara online. Buktikan sendiri dengan mendaftar Google Workspace for Education melalui EIKON Technology, reseller resmi G Suite di Indonesia. Dapatkan segera di sini!

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of