EIKON Technology

VM Spot

Google Cloud

3 Contoh Penerapan Google Cloud Spot VMs

 Google Cloud VM Spot memungkinkan pelanggan kami memanfaatkan kapasitas idle Google secara maksimal di mana pun dan kapan pun tersedia. Bahkan kini Anda dapat mempertahankan elastisitas sekaligus memanfaatkan diskon terbaik yang ditawarkan Google dengan menerapkan beban kerja yang tepat pada VM Spot. Artikel kali ini membahas beberapa contoh penerapan VM Spot dan praktik terbaik dalam kasus penerapan tersebut. Dengan begitu, Anda dapat memaksimalkan penghematan Google Cloud Spot VM sambil tetap mencapai tujuan aplikasi dan beban kerja. Rendering media Photo Credit: drobotdean (Freepik) Beban kerja rendering (seperti rendering 2D atau 3D) membutuhkan sumber daya TI yang terampil untuk mengelola render farms. Manajemen pekerjaan menjadi lebih sulit ketika pemanfaatan render farms berada pada kapasitas 100%. Spot VM adalah sumber daya yang ideal untuk beban kerja rendering yang toleran terhadap kesalahan. Ketika dikombinasikan dengan sistem antrian, Anda dapat mengintegrasikan pemberitahuan pendahuluan untuk melacak pekerjaan yang ditunda. Ini memungkinkan Anda membangun render farms yang mendapat manfaat dari pengurangan TCO. Jika perender mendukung pengambilan snapshot dari render yang sedang berlangsung pada interval yang ditentukan, menyimpan snapshot ini ke data persisten (Cloud Storage) akan membatasi kehilangan pekerjaan jika VM Spot didahulukan. Ketika VM Spot berikutnya dibuat, Anda dapat melanjutkan dengan menggunakan snapshot di Cloud Storage. Bisa juga memanfaatkan fitur “tangguhkan dan lanjutkan VM” baru yang memungkinkan Anda menyimpan instance VM selama peristiwa preemption, tapi tidak dikenakan biaya apa pun saat VM tidak digunakan. Baca juga: Mengintip 6 Titik Pengembangan Utama Google Cloud untuk Transformasi Database Masa Depan Pemodelan keuangan Photo Credit: our-team (Freepik) Perusahaan pasar modal memiliki investasi yang signifikan dalam infrastruktur mereka untuk menciptakan jaringan komputasi kelas dunia yang canggih. Sejak komputasi grid dimulai, peneliti internal memanfaatkan grid besar ini di pusat data fisik untuk menguji hipotesis perdagangan mereka dan melakukan back-testing. Namun seiring pertumbuhan bisnis, apa yang terjadi jika semua peneliti memiliki ide cemerlang dan ingin mengujinya pada saat yang bersamaan? Peneliti kemudian harus bersaing satu sama lain untuk sumber daya yang sama. Ini bisa menyebabkan antrean pekerjaan dan peningkatan waktu tunggu untuk menguji ide-ide mereka. Perusahaan pasar modal dapat menggunakan Google Cloud sebagai perpanjangan jaringan lokal mereka dengan memutar sumber daya komputasi sementara. Mereka juga bisa menggunakan cloud dan membangun jaringan di Google Cloud. Dalam kedua skenario tersebut, VM Spot adalah kandidat ideal untuk beban kerja penelitian yang meningkat, mengingat sifat beban kerja yang sementara dan biaya VM yang sangat efisien. Baca juga: Preview Cloud SQL Insights for MySQL untuk Tingkatkan Observabilitas Database Penerapan umum Untuk memanfaatkan Spot VM, kasus penggunaan Anda tidak harus sama persis dengan yang dijelaskan di atas. Jika beban kerja tidak memiliki status, dapat diskalakan, dapat dihentikan dan diperiksa dalam waktu kurang dari 30 detik atau fleksibel terhadap lokasi dan perangkat keras, maka mereka mungkin cocok untuk VM Spot. Ada banyak beberapa tindakan yang dapat diambil untuk membantu memastikan beban kerja Anda berjalan semulus mungkin. Di bawah ini adalah praktik terbaik untuk melakukan deploy spot di belakang Regional Managed Instance Groups (RMIG): RMIG sangat cocok untuk beban kerja Spot mengingat kemampuannya dalam membuat ulang instances yang didahulukan. Menggunakan profil beban kerja Anda, tentukan bentuk distribusi target RMIG. Misalnya, dengan beban kerja penelitian batch, Anda dapat memilih bentuk distribusi target apa pun. Ini akan memungkinkan instances Spot untuk didistribusikan dengan cara apa pun di berbagai zona, sehingga memanfaatkan sumber daya yang kurang dimanfaatkan. Anda dapat menggunakan campuran RMIG sesuai permintaan dan RMIG Spot untuk mempertahankan aplikasi stateful sambil meningkatkan ketersediaan dengan cara yang hemat biaya. Baca juga: Tips Percepat Migrasi Data dengan Database Migration Program Baik beban kerja Anda adalah rendering grafis, pemodelan keuangan, atau kasus penggunaan stateless lainnya, VM Spot adalah cara terbaik dan termudah untuk mengurangi biaya pengoperasian hingga lebih dari 60%. Dengan mengikuti contoh di atas, Anda dapat memastikan bahwa VM Spot akan menghasilkan hasil yang tepat.. VM Spot menawarkan diskon signifikan dari harga jual untuk mendorong penghematan maksimum asalkan pelanggan memiliki beban kerja fleksibel dan stateless yang dapat menangani preemption. Mulailah hari ini dengan uji coba gratis Google Cloud. Jika sudah mantap untuk mulai menerapkan solusi VM Spot dari Google Cloud, EIKON Technology menyediakan paket berlangganan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk mulai konsultasi penerapan Google Cloud, silakan klik di sini.

Google Cloud

Menghemat Biaya Workload Proyek Google Cloud dengan Dukungan VM Spot

Menjelang akhir bulan Mei 2022 ini. Google mengumumkan ketersediaan umum untuk penerapan VM Spot pada proyek Google Cloud Anda. Lebih lengkap mengenai perilisan ini dapat Anda simak di sini. Aplikasi modern seperti layanan mikro, containerized workloads, dan aplikasi skalabel horizontal dirancang untuk tetap bertahan bahkan ketika mesin yang mendasarinya tidak. Arsitektur ini memungkinkan Anda memanfaatkan Spot VM untuk mengakses kapasitas dan menjalankan aplikasi dengan harga murah. Google Cloud memperkirakan, penghematan bisa mencapai 60 – 91% dari harga VM on-demand dengan VM Spot. Untuk semakin mempermudah penggunaan VM Spot, Google Cloud juga menyertakan dukungan Spot VM dalam berbagai alat. Apa saja? Mari simak penjelasannya berikut. Google Kubernetes Engine (GKE) Containerized workloads sering kali cocok untuk VM Spot karena umumnya tidak memiliki status dan toleran terhadap kesalahan. Google Kubernetes Engine (GKE) menyediakan orkestrasi container. Dengan dukungan untuk VM Spot, Anda bisa gunakan GKE untuk mengelola VM Spot agar lebih hemat biaya. Pada klaster yang menjalankan GKE versi 1.20 dan yang lebih baru, fitur kubelet graceful node shutdown diaktifkan secara default, memungkinkan kubelet untuk mengetahui pemberitahuan preemption, menghentikan Pod yang berjalan pada node dengan mulus, memulai ulang Spot VM, serta menjadwal ulang Pod.   Baca juga: Cost Estimator: Fitur Baru GKE untuk Perkiraan Biaya Yang Lebih Akurat Terraform Photo Credit: Rawpixel Terraform memudahkan pengelolaan infrastruktur sebagai kode. Dukungan Spot VM kini tersedia untuk Terraform di Google Cloud. Menggunakan template Terraform untuk menerapkan dukungn Spot VM di seluruh lingkungan Anda, termasuk jaringan, disk, dan akun layanan. Dukungan ini akan menghasilkan peningkatan penerapan yang berkelanjutan. Terraform bekerja lebih baik bersama GKE untuk mendefinisikan dan mengelola kumpulan node secara terpisah dari bidang kontrol klaster. Kombinasi ini akan meningkatkan sumber daya komputasi Anda sekaligus mengizinkan GKE menangani penskalaan dan pemulihan otomatis untuk agar VM memadai setelah preemption. Baca juga: 5 Alasan Mengapa Google Cloud VMware Engine Adalah Solusi VMware Terbaik Slurm Photo Credit: standret (Freepik) Slurm merupakan salah satu pengelola beban kerja HPC (high-performance computing) dengan format open-source terkemuka. Produknya bahkan diterapkan pada superkomputer TOP 500 di seluruh dunia. Selama lima tahun terakhir, Google telah bekerja dengan SchedMD, perusahaan di balik Slurm, untuk merilis versi Slurm yang terus ditingkatkan di Google Cloud. SchedMD baru-baru ini merilis skrip Slurm untuk Google Cloud terbaru. Skrip ini bisa Anda temukan di platform Google Cloud Marketplace serta repositori GitHub milik SchedMD. Versi terbaru Slurm untuk Google Cloud ini telah menyertakan dukungan untuk Spot VM melalui Bulk API. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang perilisan ini di blog Google Cloud. Baca juga: Cara Membangun Data Mesh di Google Cloud Dengan Dataplex Dukungan VM Spot pada proyek Google Cloud memungkinkan Anda untuk bsia menghemat lebih banyak biaya. Terlebih kini beberapa platform juga sudah menyediakan dukungan tersebut, misalnya GKE dan juga Terraform. Google Cloud menyediakan solusi yang menyeluruh dan tentunya efisien untuk berbagai proyek komputasi Anda, terutama untuk proyek skala besar. Jika Anda masih merasa ragu, kami dari EIKON Technology menyediakan konsultasi pra-instalasi Google Cloud. Kami akan mencarikan solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. EIKON Technology merupakan authorized reseller yang ditunjuk oleh Google untuk mendistribusikan produknya di Indonesia. Seluruh solusi yang kami tawarkan, termasuk Google Cloud, dipastikan memiliki lisensi resmi dan bergaransi. Untuk menanyakan informasi mengenai Google Cloud serta implementasinya, silakan hubungi kami di sini.

Scroll to Top