EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Info

Solusi Modernisasi Perangkat dengan ChromeOS Flex

Pada tahun yang baru ini, Google menghadirkan pengalaman instalasi ChromeOS Flex yang lebih mudah. Kini, cukup dengan sebuah stik USB, Anda sudah dapat memasang operating system canggih tersebut pada hardware yang sudah ada, mengubah laptop dan perangkat tua lainnya menjadi perangkat yang cepat, modern, dan aman. Mari simak ulasannya berikut ini! Meningkatkan keamanan, menyederhanakan penerapan Photo Credit: Freepik Perangkat yang menginstal ChromeOS Flex untuk pertama  kalinya dapat didaftarkan secara otomatis ke domain bisnis Anda. Dengan pendaftaran otomatis, admin bisa dengan cepat mengonfigurasi perangkat dengan kebijakan dan aplikasi yang diperlukan, menghemat waktu sekaligus membantu pengguna untuk memulai lebih cepat. Baca juga: CIS Benchmark 1.0, Panduan Keamanan Baru untuk ChromeOS Selain itu, admin juga bisa memilih untuk mengizinkan perangkat ChromeOS Flex menerima pembaruan firmware yang disediakan produsen. Dengan menjaga firmware tetap mutakhir, bisnis dapat memastikan perangkat mereka terlindungi dari ancaman terbaru dan mendapatkan manfaat dari pengoptimalan kinerja dan perbaikan bug. Jaga perangkat Anda tetap bekerja Photo Credit: Freepik Akhir tahun 2025 ini, diperkirakan ratusan juta PC Windows 10 akan kehilangan dukungan. Jika ini akan terjadi pada bisnis Anda, mengganti perangkat bukanlah solusi satu-satunya. Alih-alih membuang perangkat keras yang masih berfungsi dengan baik, ChromeOS Flex dapat menjadi solusi untuk memodernisasi tanpa perlu membeli perangkat baru. Ini memberi perangkat Anda masa pakai baru, dengan sebagian besar kecepatan, keamanan, dan keandalan yang disertakan dengan ChromeOS. Jadi, bukan hanya menghemat biaya perangkat yang besar, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi limbah elektronik. Baca juga: Menggapai Masa Depan Berkelanjutan dengan ChromeOS Dengan manajemen perangkat ChromeOS, mudah untuk mengelola kebijakan untuk seluruh perangkat, sementara fitur keamanan yang kuat melindungi Anda dari ancaman terbaru. Misalnya, pencegahan kehilangan data menjaga informasi sensitif tetap aman dan menghapus perangkat yang hilang atau dicuri dari jarak jauh semudah beberapa klik. Anda bahkan dapat mengelola perangkat ChromeOS Flex dan ChromeOS secara berdampingan dengan konsol Admin Google. Baca juga: Peningkatan Fitur untuk Pelanggan Google Workspace dengan Chrome Enterprise Core ChromeOS Flex hadir sebagai solusi untuk memodernkan perangkat lama Anda dengan biaya yang jauh lebih hemat. Menariknya lagi, kini pada tahun 2025,  penerapannya menjadi sangat mudah, cukup dengan menggunakan sebuah stik USB. Meski mudah, keamanan dan keandalannya tetap terjamin karena telah menggunakan sistem keamanan tingkat tinggi Google. Siap untuk memulai dengan ChromeOS Flex? Instal hanya dalam waktu 5 menit di sini. Anda bisa mengoptimalkannya dengan menggunakan perangkat Chromebook yang telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi terkait ketersediaan dan pembelian, silakan hubungi kami di sini!

Info

Model Gemini 2.0 Kini Tersedia untuk Umum

Desember 2024 lalu, Google merilis versi eksperimental Gemini 2.0 Flash. Kemudian awal tahun 2025 ini, Google memperbarui 2.0 Flash Thinking Experimental di AI Studio yang kemudian dilanjutkan dengan beberapa perluasan Gemini 2.0 Flash, seperti membuat Flash tersedia umum bagi para developer, serta memperkenalkan varian baru (Pro, untuk tugas rumit dan Flash-Lite, yang lebih hemat biaya). Semuanya dimulai dengan input/output teks, dengan dukungan multimoda yang akan segera hadir. Mari simak ulasannya berikut! 2.0 Flash Pertama kali diperkenalkan di I/O 2024, rangkaian model Flash populer di kalangan developer sebagai model andalan yang tangguh, optimal untuk tugas bervolume dan berfrekuensi tinggi dalam skala besar, serta sangat mampu melakukan penalaran multimoda. 2.0 Flash kini tersedia secara umum untuk seluruh produk AI Google, di samping peningkatan kinerja dalam tolok ukur utama, dengan pembuatan gambar dan text-to-speech yang akan segera hadir. Baca juga: Gemini (gemini.google.com) Kini Menampilkan Link Sumber dalam Responsnya 2.0 Pro Experimental Awal tahun 2025 Google juga meluncurkan versi eksperimental Google 2.0 Pro yang memiliki kinerja pengodean paling kuat dan kemampuan untuk menangani perintah rumit, dengan pemahaman dan penalaran yang lebih baik dibandingkan model mana pun yang telah dirilis Google. Versi ini dilengkapi dengan jendela konteks dengan 2 juta token, yang memungkinkannya untuk menganalisis dan memahami sejumlah besar informasi secara komprehensif, serta kemampuan untuk memanggil alat seperti Google Search dan eksekusi kode. Baca juga: Side Panel Gemini Google Workspace Hadir dengan Lebih Banyak Opsi Bahasa, Apa Saja? 2.0 Flash-Lite Bulan Februari 2025 ini Google memperkenalkan 2.0 Flash-Lite, model baru yang memiliki kualitas lebih baik dari 1.5 Flash, dengan kecepatan dan biaya yang sama. Sama seperti 2.0, model ini juga memiliki jendela konteks 1 juta token dan input multimoda. Misalnya, dapat menghasilkan teks satu baris yang relevan untuk sekitar 40.000 foto unik, dengan biaya kurang dari satu dolar. Baca juga: Aplikasi Gemini Kini Telah Hadir di Workspace for Education, Amankah untuk Pengguna Pelajar? Jajaran model Gemini 2.0 Google dibuat dengan teknik pembelajaran penguatan baru yang menggunakan Gemini itu sendiri untuk mengkritik responsnya. Hal ini menghasilkan umpan balik yang lebih akurat dan terarah serta meningkatkan kemampuan model untuk menangani perintah sensitif. Tertarik untuk mulai menggunakannya? Anda bisa mulai dengan berlangganan Google Workspace melalui EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut mengenai langganan, silakan hubungi kami di sini!

Info

Mengenal Aplikasi Looker Studio Pro, Apa Keunggulannya?

Google baru saja menghadirkan Looker Studio Pro untuk perangkat seluler yang tersedia di Google Play (Android) dan App Store (iOS). Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk melihat laporan dan mendapatkan data real-time tentang bisnis Anda dari mana saja. Fitur-fitur aplikasi mobile Looker Studio Pro Photo Credit: Google Cloud Layout laporan yang dinamis Tak perlu lagi membuat layout baru untuk laporan Anda. Jika Anda memilih tampilan yang ramah seluler, laporan akan ditampilkan agar sesuai dengan layar seluler. Itu artinya, Anda dapat mengakses seluruh informasi yang sama dalam format yang dioptimalkan untuk tampilan seluler. Fitur ini memungkinkan Anda untuk: Memudahkan navigasi dan interaksi, bahkan di layar kecil; dan Meningkatkan keterbacaan laporan. Photo Credit: Google Cloud Selain itu, aplikasi Looker Studio Pro juga telah menyediakan dua opsi tampilan, yaitu tampilan asli (dioptimalkan untuk desktop) dan tampilan ramah seluler (dioptimalkan untuk tampilan seluler). Untuk beralih antar dua tampilan opsi tersebut, masuk ke menu “Options”. Baca juga: Looker Studio, Eksplorasi Data Canggih dengan Pemfilteran Ringkas Akses semua laporan Anda tanpa repot Photo Credit: Google Cloud Looker Studio Pro telah mengintegrasikan kategori untuk menyederhanakan dan mempercepat pencarian data. Di aplikasi ini, laporan Anda akan dikategorikan sebagai: My workspace: semua laporan yang Anda buat; Team workspaces: semua laporan untuk tim tempat Anda bergabung; Recents: opsi praktis untuk mengakses laporan yang baru-baru ini Anda lihat; dan Shared with me: mengakses laporan yang dibagikan kepada Anda. Lebih lanjut, Anda dapat mengurutkan laporan berdasarkan ‘Last opened by me’, ‘Last modified by me,’ dan ‘Last modified and Created’ untuk menemukan laporan yang Anda cari dengan mudah. Baca juga: Fitur Connected Sheets Looker: Jelajahi Data secara Interaktif Bagikan laporan dengan cepat Photo Credit: Google Cloud Pembaruan aplikasi Looker ini juga akan membantu Anda berkolaborasi melalui perangkat seluler. Cukup dengan satu klik saja, Anda sudah bisa membuat tautan ke laporan yang dapat diakses oleh orang lain. Selain itu, Anda juga dapat mengakses semua laporan yang dibagikan kepada Anda di folder ‘Team Workspaces’ dan ‘Shared with me’. Akses laporan dari mana saja Photo Credit: Google Cloud Looker Studio Pro Mobile memudahkan Anda mengakses laporan dari email dan obrolan terjadwal. Saat Anda menerima laporan terjadwal di email/obrolan, cukup ketuk tautan untuk melihat dan berinteraksi dengan data Anda secara langsung di aplikasi. Baca juga: Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Semua Instance Looker Lalu, bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan aplikasi Looker Studio Pro ini? Anda bisa menemukannya di Play Store (untuk Android) dan App Store (untuk iOS). Setelah aplikasi terpasang, masuk dengan kredensial perusahaan Anda untuk mulai menggunakannya. Looker Studio juga telah tersedia dalam  versi desktop yang dapat Anda akses melalui Google Cloud. Dapatkan sekarang juga melalui EIKON Technology, partner resmi Google Cloud Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Fitur Baru Looker Studio yang Akan Mudahkan Proses Analisis Data

Seperti yang sudah Anda ketahui, Looker Studio mendukung analitik mandiri untuk data ad hoc. Paling baru, Looker memperkenalkan cara baru dalam menganalisis dan mengeksplorasi data untuk dapat mengambil keputusan secara lebih cepat dan tepat. Mari simak  ulasannya berikut! Memperkenalkan tautan laporan pribadi Photo Credit: Google Cloud Blog Laporan pribadi Looker Studio dilengkapi dengan sandbox pribadi untuk eksplorasi sehingga pengguna dapat menjawab pertanyaan mereka sendiri dan menemukan wawasan lebih cepat—tanpa mengubah laporan asli yang dikurasi. Laporan pribadi Looker Studio dirancang agar bersifat sementara. Artinya, Anda tidak perlu khawatir membuat konten yang tidak diinginkan, tapi jika Anda menemukan wawasan berharga yang ingin disimpan, maka kapabilitas ini dapat menyimpan dan membagikan laporan tersebut dengan tautan baru, terpisah dari laporan asli. Pembaruan laporan otomatis Photo Credit: Google Cloud Blog Pengguna kini dapat mengaktifkan laporan mereka untuk memperbarui data secara otomatis pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga keputusan bisnis penting akan selalu didasarkan pada informasi terkini dan terbaru. Baca juga: Pembuat Google Slides Otomatis dan Formula AI Assistant dengan Dukungan AI Kini Hadir di Looker Pemfilteran yang lebih cepat Photo Credit: Google Cloud Blog Filter cepat memungkinkan eksplorasi yang canggih untuk mengiris data serta mengungkap pola dan wawasan tersembunyi dalam konteks laporan Anda. Menariknya, fitur ini tidak memengaruhi tampilan pengguna lain, jadi baik Anda menjelajah dalam laporan bersama atau pribadi, tampilan unik Anda hanya dibagikan setelah siap. Jeda pembaruan Mengonfigurasi beberapa filter dan bagan untuk eksplorasi dapat dengan cepat menambah volume kueri. Looker telah menambahkan kemampuan untuk menjeda pembaruan, memberi Anda fleksibilitas untuk mengonfigurasi sepenuhnya elemen bagan seperti kolom, filter, parameter, pengurutan, dan rumus terhitung sebelum menjalankan pembaruan data apa pun. Baca juga: Looker Studio, Eksplorasi Data Canggih dengan Pemfilteran Ringkas Melihat dasar data Photo Credit: Google Cloud Blog Saat analis mengonfigurasi bagan untuk membuat laporan dan merancang hierarki informasi, pratinjau data yang mendasarinya penting untuk memahami konteks dan melihat data apa yang tersedia serta strukturnya sehingga Anda dapat membuat keputusan terbaik tentang apa yang akan disertakan dalam analisis. Fitur ini juga berguna saat memecahkan masalah atau menyesuaikan laporan Anda. Baca juga: Fitur Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Umum, Apa Kegunaannya? Dengan pembaruan ini, pengguna Looker Studio bisa dengan mudah mengetahui apakah data yang mereka bagikan adalah data terkini, memeriksanya secara mendetail, membuat filter dengan cepat, dan membagikan tautan pribadi ke laporan. Seluruh fitur unggulan Looker Studio ini dapat Anda nikmati dengan berlangganan Google Cloud yang kini telah tersedia di EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Indonesia, kami menyediakan solusi resmi bergaransi. Silakan klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Info

Zoho Calendar Kini Terintegrasi dengan MS Teams, Webex, dan Google Meet

Integrasi Zoho Calendar dengan MS Teams, Webex, konferensi Zoom, dan Google Meet memberi Anda fleksibilitas untuk menjadwalkan dan mengelola semua rapat dari satu tempat, apa pun alat konferensi yang digunakan. Mari kita lihat lebih dekat manfaat dari integrasi baru ini! MS Teams Photo Credit: Freepik Dengan integrasi MS Teams yang baru, Anda dapat melakukan penjadwalan sekali klik, membuat undangan dengan mudah, bergabung ke rapat dengan cepat, hingga menyimpan semua rapat di satu tempat sekaligus memanfaatkan fitur kolaborasi tangguh yang disediakan MS Teams. Baca juga: Mengenal 5 Tools Kolaborasi yang Telah Terintegrasi dengan Zoho CRM Webex Integrasi Zoho Calendar dengan Webex memungkinkan Anda untuk dapat menjadwalkan rapat secara instan, mengundang peserta dengan mudah, hingga bergabung dalam rapat cukup dengan satu klik. Cocok bagi tim yang mengandalkan Webex untuk kebutuhan konferensi mereka. Baca juga: AI Forms: Sederhanakan Proses Pembuatan Formulir di Zoho Forms Google Meet Photo Credit: Freepik Google Meet telah menjadi andalan bagi banyak bisnis.  Integrasi baru ini memungkinkan Anda untuk melakukan penjadwalan dan pengelolaan rapat secara mudah.  Anda bahkan dapat menyinkronkan Zoho dengan Google Calendar untuk memastikan semua orang tetap mendapat informasi dan jadwal yang sesuai. Untuk bergabung pun, Anda cukup mengeklik integrasi Meet di Zoho Calendar. Baca juga: Zoho ZeptoMail Kini Memiliki IP Khusus untuk Pengiriman Frekuensi Tinggi Integrasi baru dengan MS Teams, Webex, dan Google Meet dirancang untuk memudahkan para pengguna dengan menyediakan semua kebutuhan rapat di bawah satu atap. Baik Anda menjadwalkan rapat atau bergabung, Zoho Calendar memastikan bahwa prosesnya lancar, efisien, dan sesuai kebutuhan. Semua integrasi ini juga tersedia di aplikasi seluler, sehingga sangat mudah untuk menjadwalkan rapat saat Anda sedang bepergian! Mulai gunakan integrasi baru Zoho Calendar hari ini, dan ucapkan selamat tinggal pada kerepotan mengelola banyak platform. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan Zoho Workplace melalui EIKON Technology!

Google Cloud

Meningkatkan Interpretabilitas LLM dengan Evaluation Service Vertex AI

Developer yang memanfaatkan large language model (LLM) sering kali menghadapi dua rintangan besar: mengelola keacakan bawaan dari output dan mengatasi kecenderungan untuk menghasilkan informasi yang salah secara faktual. LLM memang memiliki sedikit ketidakpastian dan menghasilkan respons yang berbeda, bahkan saat diberi perintah yang sama. Tulisan kali ini akan dibahas cara mengatasi tantangan tersebut dengan memperkenalkan alur kerja baru yang bekerja dengan menghasilkan serangkaian respons LLM dan menggunakan Evaluation Service Vortex AI untuk mengotomatiskan proses pemilihan repsons terbaik. Mari simak bersama! Langkah 1: Hasilkan respons yang beragam Photo Credit: Freepik LLM berbasis dekoder kausal memiliki sedikit keacakan bawaan, yang berarti mengambil sampel setiap kata secara probabilistik. Dengan menghasilkan respons yang sedikit berbeda, maka peluang untuk menemukan kecocokan yang sempurna pun akan lebih besar. Untuk menerapkannya, biasanya lembaga keuangan menggunakan LLM untuk menghasilkan lima ringkasan berbeda untuk setiap transkrip. Mereka menyesuaikan “suhu” LLM, yang mengendalikan keacakan keluaran, ke kisaran 0,3 hingga 1,0, untuk mendorong jumlah keragaman yang tepat tanpa menyimpang terlalu jauh dari topik. Pendekatan ini akan meningkatkan kemungkinan menemukan ringkasan berkualitas tinggi. Baca juga: Membangun Aplikasi Gen AI untuk Perusahaan dengan LLM dari Database Google Cloud Langkah 2: Temukan respons terbaik Berikutnya muncul kebutuhan untuk menelusuri serangkaian respons yang beragam dan kemudian menentukan respons terbaik. Untuk melakukannya secara otomatis, lembaga keuangan menerapkan pendekatan evaluasi berpasangan yang tersedia di Evaluation Service Vortex AI. Layanan ini mengadu pasangan respons satu sama lain, menilainya berdasarkan instruksi dan konteks asli untuk mengidentifikasi respons yang paling sesuai dengan maksud pengguna. Baca juga: Google Cloud Directory Sync Kini Menyediakan Setelan Pengelolaan Akun Langkah 3: Nilai respons yang dihasilkan Alur kerja kemudian mengambil respons dengan kinerja terbaik dari langkah sebelumnya dan menggunakan layanan evaluasi poin demi poin untuk menilainya. Evaluasi ini menetapkan skor kualitas dan menghasilkan penjelasan yang dapat dibaca pengguna. Proses ini tidak hanya menyoroti respons terbaik tetapi juga memberikan wawasan tentang mengapa model menghasilkan respons tersebut, dan juga mengapa respons ini dianggap lebih unggul daripada respons lainnya, yang menumbuhkan kepercayaan dan transparansi dalam pengambilan keputusan sistem. Photo Credit: Freepik Dalam kasus lembaga keuangan, mereka sekarang menggunakan metrik terkait ringkasan dalam evaluasi poin demi poin pada respons yang unggul untuk memperoleh penjelasan tentang bagaimana jawaban ini beralasan, bermanfaat, dan berkualitas tinggi. Kita dapat memilih untuk hanya mengembalikan respons terbaik atau menyertakan metrik kualitas terkait dan penjelasannya untuk transparansi yang lebih baik. Baca juga: Perlindungan Kebijakan API untuk Menghadapi Era Generative AI Dengan merangkul variabilitas yang melekat pada LLM dan memanfaatkan Evaluation Service Vortex AI, tantangan dapat diubah menjadi peluang. Menghasilkan respons yang beragam, mengevaluasinya secara sistematis, dan memilih opsi terbaik dengan penjelasan yang jelas akan membantu Anda membuka potensi penuh LLM. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas dan keandalan keluaran LLM tetapi juga menumbuhkan kepercayaan dan transparansi. Kemudahan Evaluation Service Vortex AI ini bisa Anda nikmati cukup dengan berlangganan Google Cloud yang kini telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Apa Itu Three-Factor Authentication?

Two-factor authentication (2FA) menambahkan lapisan keamanan yang sangat dibutuhkan di luar sekadar kata sandi. Sayangnya, 2FA masih menyisakan ruang untuk kerentanan. Di sinilah three-factor authentication (3FA) berperan. 3FA menggabungkan tiga lapisan verifikasi identitas untuk membuat akses yang tidak sah hampir mustahil, Simak ulasan selengkapnya berikut! Tentang Three-Factor Authentication? Photo Credit: Freepik Di saat 2FA mengandalkan dua faktor identitas untuk memverifikasi akses, 3FA menambahkan lapisan jaminan lain dengan mengharuskan pengguna untuk mengautentikasi menggunakan data biometrik unik mereka juga. Lapisan tambahan ini memastikan bahwa meskipun dua faktor dikompromikan—misalnya, seseorang mencuri kata sandi dan kunci keamanan Anda—mereka tetap tidak dapat memperoleh akses tanpa informasi biometrik Anda. Baca juga: Mengatasi Ancaman Keamanan Siber dengan Cyber Signals Keuntungan 3FA Keamanan yang lebih kuat Dengan mewajibkan tiga lapisan verifikasi yang independen, 3FA membuat penyerang kesulitan untuk membobol sistem Anda. Compliance terhadap peraturan Banyak industri memiliki peraturan perlindungan data yang ketat, seperti GDPR, HIPAA, atau PCI DSS. Menerapkan 3FA dapat membantu perusahaan memenuhi persyaratan ini dan menghindari denda yang besar. Peningkatan kepercayaan Baik itu karyawan, pelanggan, atau mitra kerja Anda, semua ingin memastikan bahwa data mereka aman. Penggunaan 3FA menunjukkan komitmen terhadap keamanan, yang meningkatkan kepercayaan terhadap perusahaan Anda. Cara kerja 3FA Bayangkan seorang manajer TI sedang masuk ke sistem mereka yang berisi data pelanggan yang sensitif. Proses 3FA umumnya akan berjalan seperti ini: Manajer mengetikkan kata sandi mereka. Memasukkan kunci keamanan atau membuka aplikasi autentikator untuk membuat one-time code. Mereka menyelesaikan proses masuk dengan memindai sidik jari atau menggunakan pengenalan wajah. Baca juga: 5 Langkah Penting untuk Menjaga Keamanan Data bagi Google Apps Admin Hambatan 3FA Photo Credit: Freepik Kegunaan: Menambahkan langkah autentikasi ketiga mungkin terasa seperti pemborosan waktu bagi pengguna. Untuk mengatasinya, Anda dapat berinvestasi pada tool, seperti pengenalan wajah yang akan menyederhanakan proses tanpa mengorbankan keamanan. Biaya: Untuk tool seperti pemindai biometrik atau token hardware yang aman, penerapan 3FA memerlukan investasi finansial. Ini mungkin terasa menakutkan, tapi manfaat jangka panjang dari menghindari pelanggaran dan membangun kepercayaan sepadan dengan biaya yang dikeluarkan. Kompatibilitas: Tidak semua sistem dan perangkat saat ini mendukung 3FA secara langsung, perusahaan perlu menilai infrastruktur mereka dan melakukan peningkatan jika diperlukan. Baca juga: Mengenal Apa Itu System Management JumpCloud Dengan meningkatnya ancaman keamanan siber, tim TI perusahaan membutuhkan solusi dasar dan three-factor authentication adalah salah satu solusi canggih tersebut. Jika Anda ingin memperkuat keamanan TI dan mencegah pelanggaran, penerapan 3FA adalah keharusan. JumpCloud membuatnya lebih mudah dengan mengintegrasikan metode autentikasi canggih, termasuk 3FA, ke dalam alur kerja Anda yang sudah ada. Tertarik? Anda bisa mencobanya langsung melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi JumpCloud Indonesia, kami menyediakan solusi resmi bergaransi. Untuk free trial, silakan klik di sini!

Google Workspace

Peningkatan Fitur untuk Pelanggan Google Workspace dengan Chrome Enterprise Core

Bagi pelanggan Workspace dengan Chrome Enterprise Core, Google baru saja meluncurkan daftar profil browser Chrome baru dan fitur pelaporan bagi pengguna Workspace yang masuk. Mari simak penjelasan lengkapnya dalam ulasan berikut! Update terbaru untuk Chrome Enterprise Core Photo Credit: Google Workspace Updates Kemampuan baru ini memberikan administrator Anda lebih banyak insight mengenai profil pengguna Chrome di dalam domain mereka.  Laporan ini mencakup daftar profil terkelola baru dan halaman detail tempat administrator dapat menemukan informasi seperti detail profil, versi browser, kebijakan yang diterapkan, ekstensi yang dipasang, dan lainnya. Daftar ekstensi yang dipasang akan membantu administrator Anda untuk mengidentifikasi versi ekstensi yang berpotensi menjadi faktor risiko bagi end-user. Secara keseluruhan, pembaruan ini secara signifikan meningkatkan cara administrator dalam menganalisis cara pengguna berinteraksi dengan Chrome dan memungkinkan mereka mengambil tindakan untuk menjaga keamanan data mereka di Chrome. Baca juga: Menggapai Masa Depan Berkelanjutan dengan ChromeOS Mulai menggunakan fitur Administrator cukup masuk ke konsol Google Admin dan mengaktifkan kebijakan Managed profile reporting. Anda dapat menggunakan daftar di dalamnya untuk meninjau informasi seperti keterangan profil, versi browser, ekstensi yang dipasang, kebijakan yang diterapkan, dan lainnya. Photo Credit: Google Workspace Updates Managed profile Chrome dibuat untuk pengguna saat mereka masuk ke Chrome dengan Google Account terkelola (Google Workspace atau Cloud Identity). Akun terkelola dapat masuk di browser terkelola dan tidak terkelola. Khusus untuk browser terkelola, jika ingin membatasi akses masuk pengguna ke domain tertentu, Anda dapat menggunakan setelan Restrict sign-in ke pola di konsol Admin. Baca juga: 3 Fitur Baru Google Chrome untuk Memudahkan Hidup Anda Ketersediaan fitur Fitur baru untuk pelanggan Workspace dengan Chrome Enterprise Core ini telah tersedia per tanggal 14 Januari 2025 dan bisa langsung digunakan cukup dengan mengakses konsol Google Admin. Fitur ini tidak memerlukan pengaturan tambahan bagi end user. Baca juga: 7 Cara Mengamankan Browser Chrome bagi Pengguna Google Workspace Fitur baru dari Google untuk pelanggan Workspace dengan Chrome Enterprise Core ini akan memudahkan administrator dalam memastikan keamanan data end user, terutama saat mereka berinteraksi dengan browser Chrome. Google telah menyediakan tools dan kapabilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mengamankan data penting di lingkungan kerja Anda. Pastikan Workspace yang Anda gunakan merupakan produk resmi berlisensi, seperti paket Google Workspace yang ditawarkan oleh EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penerapan solusi, silakan hubungi kami di sini!

ZOHO

Tingkatkan Efisiensi Penjualan dengan Integrasi VoIP-CRM

 Efisiensi penjualan sangat penting untuk bisa unggul dalam persaingan bisnis yang kian kompetitif dari hari ke hari. Integrasi teknologi seperti CRM (customer relationship management) dengan VoIP (voice over internet protocol) dapat mengubah bagaimana tim penjualan Anda beroperasi. Berikut penjelasan bagaimana integrasi VoIP-CRM dapat mengefisienkan penjualan Anda! Apa itu VoIP? VoIP memungkinkan komunikasi suara melalui internet, bukan lagi melalui saluran telepon tradisional. Dengan tool seperti sistem VoIP CallHippo, Anda dapat menyederhanakan alur kerja komunikasi perusahaan. Baca juga: Kelola Dokumen Lebih Mudah dengan Ekstensi SharePoint for Zoho CRM Alasan mengapa Anda harus mengintegrasikan VoIP dengan CRM Photo Credit: Freepik Integrasi VoIP-CRM menciptakan suatu aliran bebas hambatan yang akan meningkatkan efisiensi penjualan. Dengan integrasi CallHippo CRM Zoho, Anda dapat: Langsung menelepon dari CRM: Melakukan panggilan langsung dari antarmuka CRM tanpa berpindah platform. Klik untuk menelepon dan pencatatan otomatis: Menyederhanakan penjangkauan dengan klik untuk menelepon dan hemat waktu dengan pencatatan panggilan otomatis. Akses catatan interaksi: Mendokumentasikan setiap panggilan, catatan, dan interaksi untuk mempertahankan riwayat keterlibatan pelanggan yang komprehensif. Integrasi ini meminimalkan entri data manual dan menyederhanakan alur kerja, yang memungkinkan tim penjualan untuk fokus pada keberhasilan transaksi penjualan. Manfaat integrasi VoIP-CRM Sinkronisasi Zoho CRM dengan sistem VoIP CallHippo menawarkan beberapa manfaat: Manajemen prospek yang efektif: Hubungkan data panggilan dengan CRM Anda untuk memprioritaskan dan memelihara prospek secara lebih efektif. Keterlibatan pelanggan yang lebih baik: Personalisasi percakapan menggunakan catatan interaksi yang komprehensif. Waktu respons yang lebih cepat: Aktifkan tindak lanjut instan untuk mengurangi waktu respons dan meningkatkan konversi. Analisis panggilan yang komprehensif: Analisis data panggilan untuk melacak kinerja, mengidentifikasi pola, dan menyempurnakan strategi penjualan. Baca juga: Tips Memilih Tanda Tangan Elektronik yang Tepat untuk CRM Bisnis Anda Fitur utama solusi integrasi VoIP-CRM yang perlu diperhatikan Saat mengevaluasi solusi VoIP-CRM, prioritaskan fitur berikut: Integrasi yang lancar: Pastikan platform VoIP terintegrasi dengan lancar dengan CRM Anda untuk adopsi yang cepat. Kemampuan otomatisasi: Otomatiskan tugas berulang seperti pencatatan panggilan dan penugasan prospek. Skalabilitas: Pilih solusi yang dapat menyesuaikan pertumbuhan bisnis Anda. Keamanan data: Pastikan kepatuhan terhadap peraturan perlindungan data dan enkripsi untuk data pelanggan. Tips integrasi VoIP dengan CRM untuk hasil yang maksimal Photo Credit: Freepik Untuk mengintegrasikan VoIP dengan CRM Anda dengan manfaat optimal: Pilih penyedia VoIP yang tepat: Pilih penyedia yang menawarkan fitur yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Pastikan kompatibilitas CRM: Verifikasi bahwa CRM Anda mendukung integrasi VoIP yang lancar. Siapkan fitur otomatisasi: Konfigurasikan alat seperti pencatatan panggilan otomatis dan tindak lanjut. Latih tim Anda: Berikan edukasi kepada tenaga penjualan tentang fitur-fitur baru dan praktik terbaik untuk memaksimalkan penerapan. Baca juga: Tips Menyusun Dashboard KPI Penjualan yang Optimal Sederhanakan alur penjualan bisnis Anda dengan integrasi CallHippo – Zoho CRM yang menawarkan komunikasi lancar dan peningkatan produktivitas! Kini telah tersedia di EIKON Technology. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Info

Mengenal 5 Tools Kolaborasi yang Telah Terintegrasi dengan Zoho CRM

Zoho CRM dirancang untuk membantu bisnis meningkatkan konversi pemasaran, mendorong penjualan, dan membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen. CRM (customer relationship management) ini dibuat dengan cermat dan dibekali fitur-fitur yang membantu Anda menangani tiap tahap siklus penjualan. Artikel kali ini akan membahas tentang tools kolaborasi yang telah terintegrasi dengan Zoho CRM. Zoho CRM untuk efektivitas perjalanan transaksi pelanggan Dengan Zoho CRM, tim marketing Anda dapat mengelola transaksi dengan melacak perjalanan transaksi pelanggan. Menggunakan tools kolaborasi yang terintegrasi dengan Zoom  CRM tidak hanya membantu tim marketing bekerja secara efektif, tapi juga membantu mereka lebih memahami pelanggan, menganalisis situasi, dan mencapai hasil penjualan terbaik, serta memastikan perjalanan transaksi pelanggan berjalan lancar. 5 Tools kolaborasi yang telah terintegrasi dengan Zoho CRM Berikut lima tools kolaborasi paling populer yang telah terintegrasi dengan Zoho CRM:     Slack  Slack telah populer sebagai tools kolaborasi yang andal untuk melacak perkembangan proyek. Integrasinya dengan Zoho CRM akan meningkatkan efisiensi kolaborasi tim Anda dengan pembaruan real-time.  Aktifkan fitur instant record sharing di seluruh tim, pemberitahuan SalesSignals, dan pencarian catatan yang mudah melalui slash commands yang telah tersedia di Zoho CRM. Baca juga: Kelola Dokumen Lebih Mudah dengan Ekstensi SharePoint for Zoho CRM     Asana Buat tugas atau penugasan dengan mudah menggunakan Asana dan delegasikan tugas tersebut kepada anggota tim. Saat mengelola transaksi Anda di Zoho CRM, gunakan templat yang telah ditentukan sebelumnya dan otomatisasi alur kerja untuk menangani tugas di seluruh modul secara efisien dengan Asana.     Zoom Jadwalkan rapat Zoom tim marketing Anda langsung dari Zoho CRM. Gunakan fitur seperti screen sharing dan automated invites untuk pengaturan yang lancar. Lacak riwayat rapat, bagikan rekaman, dan simpan detail dalam Events module Zoho CRM untuk penyelesaian transaksi yang efektif. Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Karyawan dengan UI Terpadu Zoho One     Dropbox Sederhanakan kolaborasi dokumen menggunakan Dropbox yang menyediakan kapabilitas untuk menyinkronkan file, berbagi tautan, dan mengatur folder langsung dalam Zoho CRM. Dengan integrasi Zoho CRM-Dropbox yang menyediakan pengelolaan konten penyimpanan cloud, Anda dapat menghilangkan pertukaran email bolak-balik.     Airtable Siapkan sinkronisasi data dua arah otomatis atau manual antara Zoho CRM dan Airtable. Lihat data kontekstual Airtable langsung dalam antarmuka Zoho CRM dan buat rekaman secara otomatis dalam satu platform berdasarkan tindakan di platform lainnya. Baca juga: Tips Menyusun Dashboard KPI Penjualan yang Optimal Maksimalkan performa tim marketing Anda dengan berkolaborasi secara efisien menggunakan aplikasi bisnis yang tepat, seperti plaform manajemen Zoho CRM yang telah terintegrasi dengan berbagai tool kolaborasi populer. Kini telah tersedia di EIKON Technology. Klik di sini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut!

Scroll to Top