EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Education

Dashboard Analisis Fonik Kini Hadir di Read Along Google Classroom, Apa Fungsinya?

 Tahun 2024 lalu, Google Classroom memperkenalkan Read Along, sebuah fitur yang membantu siswa membangun keterampilan membaca mereka. Fitur ini dibekali beberapa kapabilitas yang memudahkan pengajar menetapkan konten bacaan mengikuti pengukuran Lexile®, tingkat kelas, maupun keterampilan fonik siswa. Tahun 2025 ini, Google meluncurkan pembaruan untuk menyempurnakannya. Seperti apa? Tentang Read Along Google Classroom Photo Credit: Google Workspace Updates Read Along juga memiliki akses ke pustaka buku yang dapat dikodekan dari Heggerty. Pustaka ini akan terus bertambah dan dapat dikelola oleh pengajar untuk melatih keterampilan decoding tertentu. Untuk meningkatkan pengalaman dashboard analitik yang sudah ada sekarang dan untuk memberi pengajar wawasan kinerja berbasis fonik untuk buku yang dapat dikodekan, Classroom menambah bagan analisis baru. Denggan pembaruan ini, pengajar dapat melihat detail tentang kinerja siswa atau kelas pada keterampilan fonik individual yang tercantum dalam buku yang dapat dikodekan dan kata-kata yang perlu dilatih. Baca juga: Add-ons Google Classroom Kini Tersedia untuk Seluruh Developers Google Workspace Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Admins Pelanggan lama Workspace (mereka yang berlangganan Workspace for Education sebelum 7 Juli 2024): Read Along di Classroom akan tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace for Education sebagai layanan yang akan tercakup dalam Workspace for Education Terms of Service. Anda dapat mengaktifkan Read Along di Admin Console agar pengguna dalam domain dapat mengakses layanan ini. Untuk pelanggan baru Workspace (mereka yang berlangganan Workspace for Education pada atau setelah 7 Juli 2024): Read Along akan otomatis diaktifkan di konsol, dan semua pengguna yang memenuhi syarat akan memiliki akses langsung ke fitur ini. Baca juga: 5 Tips Simpel untuk Mengoptimalkan Penggunaan Google Classroom End users Dashboard analisis fonik hanya akan muncul untuk tugas buku yang baru saja dibuat dan untuk buku yang dapat dikode. Kapabilitas ini dapat diakses dengan mengeklik nama tugas di bagian “Grades” di Google Classroom. Tugas yang sudah ada akan tetap menampilkan data seperti sebelumnya. Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang Read Along di Google Classroom. Ketersediaan Kapabilitas dashboard analisis fonik Read Along ini telah tersedia, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Fitur Read Along tersedia untuk Google Workspace edisi Education Plus dan pengguna dengan add-on Teaching and Learning. Baca juga: Kini Fitur Berbagi Classwork di Google Classroom Tersedia bagi Umum, Berikut Cara Menggunakannya? Dengan hadirnya peningkatan ini, pengajar akan lebih mudah menilai performa siswa dalam tugas membaca. Untuk menggunakannya pun tidak diperlukan aplikasi tambahan karena fitur ini telah tersedia di Workspace for Education Plus yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Tertarik? Hubungi kami di sini untuk info lebih lanjut!

Google Meet

Cara Mengonfigurasikan Google Meet Hardware untuk Memercayai Certificate Authority Pribadi

Google Meet Hardware kini dapat memercayai sertifikat HTTPS yang ditandatangani oleh certificate authority (CA) pribadi. Ini akan menyederhanakan proses penyiapan dan pengelolaan user control interfaces (UCIs) pihak ketiga, khususnya di ruang rapat berdampak tinggi dengan sistem seperti Q-SYS. Penyederhanaan proses verifikasi CA Sebelumnya, Anda harus mendapatkan sertifikat yang ditandatangani oleh certificate authority (CA) publik agar pengontrol sentuh Google Meet Hardware dapat memuat UCI pihak ketiga. Proses ini sering kali memakan waktu dan mahal, serta memerlukan pembaruan terus-menerus. Sekarang, Google Meet Hardware bisa langsung memercayai sertifikat yang ditandatangani oleh CA pribadi, sehingga UCI sistem kontrol ruang pihak ketiga bisa dimuat dengan aman. Hal ini memberi Anda kontrol lebih besar atas keamanan jaringan dan menghilangkan biaya serta kerumitan yang terkait dengan penandatanganan sertifikat publik. Baca juga: Perubahan Terminologi pada Aplikasi Google Meet Hardware, Apa Saja yang Berubah? Menyiapkan otoritas sertifikat HTTPS Photo Credit: Google Workspace Updates Anda perlu menyiapkan CA untuk mengelola jaringan dan memantau traffic perangkat ChromeOS. CA harus disiapkan untuk memastikan pengguna dapat mengakses situs web yang memiliki sertifikat digital yang dapat divalidasi oleh CA tertentu. Hal ini harus dilakukan sejak awal selama penerapan untuk memastikan agar pengguna dapat mengakses situs web tanpa masalah. Langkah 1: Siapkan CA di konsol Admin Masuk ke konsol Google Admin. Di konsol Admin, buka Menu > Devices > Networks. Buka Certificates. Untuk menerapkan pengaturan ke semua perangkat, biarkan unit organisasi teratas dipilih. Jika tidak, pilih unit organisasi turunan. Klik Create certificates dan masukkan nama sertifikat. Klik Upload. Pilih file PEN, CRT, atau CER. Catatan: Hanya satu sertifikat yang dapat disertakan dalam file. File akan ditolak jika tidak berisi sertifikat atau memiliki lebih dari satu sertifikat. Sertifikat yang dikodekan DER tidak didukung. Klik Open. Untuk Certificate Authority, pilih platform tempat sertifikat tersebut menjadi CA. Klik Add. Baca juga: Peningkatan Fitur Aksesibilitas Perangkat Google Meet Hardware Langkah 2: Verifikasi CA pada perangkat ChromeOS yang dikelola Buka chrome://settings. Di sebelah kiri, klik Privacy and security. Klik Security. Gulir ke Advanced. Klik Manage certificates. Di dalam daftar, temukan CA yang baru Anda tambahkan. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Peningkatan kapabilitas Google Meet Hardware ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal, mulai dari tanggal 23 Januari 2025 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Kapabilitas baru ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace dengan perangkah Google Meet Hardware. Namun perlu diketahui bahwa perangkat Android untuk saat ini masih belum didukung. Baca juga: Live Stream Latensi Super Rendah di Google Meet, Benarkah Bebas Lag? Peningkatan Google Meet Hardware ini akan menyederhanakan proses penyiapan dan pengelolaan user control interfaces (UCIs) pihak ketiga sehingga alur kerja Anda pun menjadi lebih simpel. Nikmati berbagai kemudahan perangkat Google Meet resmi yang kini telah tersedia di EIKON Technology. Kami menyediakan solusi resmi bergaransi untuk Anda. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Workspace

Google AI Kini Disertakan dalam Paket Workspace Business dan Enterprise, Apa Keunggulannya?

Saat ini kita memasuki era kerja yang didukung oleh artificial intelligence (AI). Dukungan AI membantu mengurangi beban tugas, sekaligus berperan sebagai partner berpikir untuk mewujudkan ide-ide dan memecahkan masalah. Hari ini, Workspace menyertakan Google AI dalam paket Workspace Business dan Enterprise tanpa perlu add-on. Mari simak ulasan selengkapnya berikut ini! Google AI, melindungi interaksi Anda dengan AI Photo Credit: Freepik Keamanan data, kerahasiaan, dan kepatuhan merupakan prioritas utama bagi perusahaan saat mengadopsi AI, dan Google terus berkomitmen menjaga keamanan data pengguna. Data Anda adalah milik Anda: Google AI tidak menggunakan data, perintah, atau respons yang Anda buat untuk melatih Gemini di luar domain tanpa izin. Anda yang memegang kendali: Gemini dibangun dengan kontrol tingkat perusahaan untuk membantu tanpa mengorbankan data sensitif Anda. Keamanan komprehensif: Gemini for Workspace dan aplikasi Gemini merupakan salah satu solusi produktivitas AI generatif pertama yang memperoleh serangkaian sertifikasi keselamatan, privasi, dan keamanan yang komprehensif, termasuk SOC 1/2/3. Baca juga: AI bagi MSP: Kesempatan atau Hambatan? Mulai menggunakan Google AI Admins Ada berbagai kontrol yang terkait dengan fitur AI tambahan ini, termasuk kemampuan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan akses ke Gemini App dan Notebook LM sebagai layanan tambahan serta untuk mengontrol Google AI. Anda juga dapat memanfaatkan kontrol perlindungan data Workspace bawaan, seperti AI Classification, data loss prevention (DLP), information rights management (IRM), dan client-side encryption (CSE) untuk membantu mengidentifikasi data sensitif, menerapkan label klasifikasi, sekaligus membatasi akses. End users Bergantung pada edisi Workspace dan konfigurasi admin, pengguna akan memiliki akses ke fitur AI tambahan. Anda juga dapat mengaktifkan atau menonaktifkan fitur cerdas Google Workspace. Baca juga: Google Meet Kini Sediakan Email Terkonsolidasi untuk Seluruh Berkas Rapat Ketersediaan Photo Credit: Freepik Perubahan ini memengaruhi Google Workspace edisi: Business Starter, Standard, dan Plus serta Enterprise Starter, Standard, dan Plus. Selain itu, perubahan ini juga memengaruhi paket langganan add-on Gemini for Workspace yang sudah ada, yakni Gemini Business, Gemini Enterprise, AI Meetings & Messaging, serta AI Security. Peluncuran fitur Google AI akan dimulai pada tanggal 15 Januari 2025 untuk Workspace edisi Business Starter, Standard, dan Plus. Kemudian untuk edisi Enterprise Starter, Standard, dan Plus akan dilakukan segera setelah tanggal 29 Januari 2025. Baca juga: 4 Praktik Terbaik untuk Membangun Keamanan AI di Google Cloud dengan Aman Perubahan ini akan semakin memudahkan Anda mengakses Google AI. Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir dengan keamanannya karena Workspace terus berkomitmen dalam melindungi data sensitif Anda. Tak sabar untuk menikmati berbagai kemudahan Google AI? Anda bisa mendapatkannya cukup dengan berlangganan Workspace for Business yang telah tersedia di EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Indonesia, kami menyediakan solusi resmi bergaransi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

ZOHO

AI Forms: Sederhanakan Proses Pembuatan Formulir di Zoho Forms

Membuka tahun 2025 ini, Zoho Forms menghadirkan gebrakan baru dengan AI Forms yang menyederhanakan proses pembuatan formulir dengan dukungan artificial intelligence (AI). Lalu, bagaimana cara kerjanya? Cara kerja AI Forms Bagi perusahaan yang memerlukan banyak formulir, proses ini bisa sangat memakan waktu. Dengan AI Forms dari Zoho, Anda dapat mengubah ide menjadi formulir yang fungsional hanya dalam hitungan detik, cukup dengan memasukkan perintah dalam beberapa kata saja.     Tulis prompt perintah sesuai kebutuhan Anda. Photo Credit: Zoho Blog     AI generatif akan memproses perintah tersebut untuk membuat formulir baru. Photo Credit: Zoho Blog     Dalam hitungan detik, sistem akan menampilkan formulir yang Anda butuhkan. Proses pembuatan formulir yang sebelumnya bisa memakan waktu, kini bisa selesai dalam waktu kurang dari 30 detik. Selain meningkatkan produktivitas, tapi juga akan membantu Anda mengambil tindakan yang lebih cepat dalam pengumpulan data dan pemenuhan kebutuhan operasional. Baca juga: Kelola Dokumen Lebih Mudah dengan Ekstensi SharePoint for Zoho CRM Keuntungan menggunakan AI Forms Alih-alih memulai dari awal, AI menghilangkan prosedur manual dengan memprediksi dan menambahkan kolom formulir yang relevan secara otomatis berdasarkan deskripsi sederhana yang Anda berikan Bahkan jika tidak memiliki pengetahuan tentang AI, yang perlu Anda lakukan hanyalah menjelaskan kebutuhan dalam bahasa yang mudah dipahami, dan AI akan mengurus sisanya, menjadikan pembuatan formulir bisa dilakukan semua orang, terlepas dari keahlian teknis mereka. Formulir yang dibuat oleh AI memastikan format dan struktur kolom yang konsisten, yang membantu Anda menghindari kesalahan dan ketidakkonsistenan yang muncul dari proses manual. Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Karyawan dengan UI Terpadu Zoho One Pembuatan formulir yang fleksibel Penggunaan AI dalam pembuatan formulir sering kali dianggap akan membatasi fleksibilitas. Namun sebenarnya, Anda tetap memegang kendali penuh untuk menyempurnakan dan menyesuaikan setiap detail-detail kecil seperti: Menambah atau menghapus kolom; Menerapkan branding atau tema tertentu; dan Mengonfigurasi logika kondisional dan alur kerja formulir. Keseimbangan antara otomatisasi dan kontrol ini memastikan bahwa formulir yang Anda buat dengan AI Forms akan efisien sebagai alat pengumpul data. Katakanlah Anda adalah pemilik usaha kecil dan memutuskan untuk meluncurkan penjualan kilat. Diperlukan formulir pesanan baru untuk mencatat pilihan produk, jumlah, dan detail pengiriman. Dengan metode tradisional, pembuatan formulir ini dapat menunda dimulainya penjualan. Menggunakan AI Forms, Anda dapat membuat formulir secara instan, menyematkannya di website, dan menjalankan marketing campaign. Baca juga: Tips Menyusun Dashboard KPI Penjualan yang Optimal Apakah Anda seorang pemilik bisnis yang harus memprioritaskan banyak hal, seorang profesional SDM yang mengelola proses internal yang rumit, atau seorang marketer yang ingin menyederhanakan keterlibatan pelanggan, AI Forms dirancang untuk menghemat waktu, menyederhanakan proses, dan memberikan hasil terbaik. AI Forms kini telah tersedia sebagai bagian dari Zoho. Tertarik untuk mulai menggunakan Zoho sebagai solusi produktivitas perusahaan Anda? Daftar langsung melalui EIKON Technology untuk mendapatkan aplikasi Zoho Workplace resmi. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Info

Zoho ZeptoMail Kini Memiliki IP Khusus untuk Pengiriman Frekuensi Tinggi

Layanan email transaksional dari Zoho yang dirancang untuk mengirim email otomatis, ZeptoMail baru saja meluncurkan fitur baru, yakni layanan IP khusus. Bagaimana cara mendapatkannya? Mari simak ulasannya berikut ini! Tentang IP khusus Zoho ZeptoMail Photo Credit: Freepik Zoho ZeptoMail mengirimkan email dari IP bersama yang dikelola dengan baik. Pengguna email akan dikelompokkan dengan tiap kelompok berbagi IP yang sama untuk mengirimkan email. IP dikelola dengan cermat ZeptoMail untuk memastikan pengiriman yang efektif bagi pengguna. Setiap akun baru melalui proses pemeriksaan dan bahkan setelah disetujui, aktivitas pengiriman email pengguna dipantau untuk memastikan bahwa IP tersebut tidak disalahgunakan. Dengan cara ini, pengguna dapat membangun reputasi di mata penerima email mereka tanpa perlu khawatir tentang pemeliharaan dan biaya IP. Terdapat dua manfaat utama dari IP khusus ZeptoMail ini: Memungkinkan Anda untuk tetap memegang kendali penuh atas reputasi IP Anda; dan Mudah untuk memecahkan masalah pengiriman. Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Karyawan dengan UI Terpadu Zoho One Siapa saja yang cocok menggunakan IP khusus? IP khusus difungsikan bagi pengirim tertentu. Bahkan, jika Anda adalah pengirim dengan volume rendah atau pengirim yang tidak konsisten, menggunakan IP khusus justru akan lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. Berikut adalah beberapa kasus di mana IP khusus akan membantu pengiriman Anda: Anda adalah pengirim dengan volume tinggi dengan frekuensi yang konsisten. (Lebih dari 10.000 email dalam sehari); Anda yakin dengan kebiasaan mengirim email Anda (terdapat rutinitas target pengiriman tertentu); Anda memiliki reputasi yang terbukti serta mampu membangunnya dengan IP khusus; dan Anda menghadapi masalah pengiriman dengan IP bersama dari penyedia lain. Baca juga: Tips Menyusun Dashboard KPI Penjualan yang Optimal Cara mendapatkan IP khusus Zoho Photo Credit: Freepik IP khusus dapat dibeli di ZeptoMail dengan biaya tambahan per tahun. Anda dapat mengajukan permintaan untuk IP khusus di ZeptoMail menggunakan langkah-langkah berikut: Login ke akun Zoho ZeptoMail Anda. Dari panel kiri, navigasikan ke halaman Dedicated IP. Klik Request Dedicated IP. Pilih jumlah IP yang Anda inginkan. Baca syarat dan ketentuan dan pilih kotak centang di sebelahnya untuk menyetujuinya. Klik Request untuk mengirimkan permintaan. Setelah permintaan diajukan, akun Anda dan aktivitas pengiriman email akan dievaluasi berdasarkan metrik utama seperti volume, frekuensi pengiriman, konsistensi, rasio pentalan, dan lainnya. Jika permintaan lolos evaluasi, pembayaran untuk IP khusus akan dimulai. Setelah pembayaran tuntas, proses perilisan IP akan dimulai. Baca juga: Kelola Dokumen Lebih Mudah dengan Ekstensi SharePoint for Zoho CRM Zoho ZeptoMail memastikan pengiriman email Anda terlaksana dengan baik, termasuk saat menggunakan IP khusus. Fitur IP khusus dari ZeptoMail memberikan kebebasan kepada pengirim bervolume tinggi untuk memilih jenis IP untuk pengiriman email mereka. Dapatkan solusi email transaksional ini dengan berlangganan solusi email hosting Zoho Mail melalui EIKON Technology. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Info

Cara Mengoptimalkan Manajemen Software Anda dengan JumpCloud Application Catalog & Application Patch Management

Perusahaan bisa dengan mudah mengizinkan karyawannya menggunakan lusinan aplikasi untuk bekerja. Namun, mengelola berbagai aplikasi tersebut bukanlah hal yang mudah dan dapat membuka celah kerentanan. Penyerang siber sering kali memanfaatkan kerentanan tersebut untuk menyerang sistem. Untuk membantu mengatasi kesulitan dalam mengelola aplikasi secara efektif, JumpCloud kini menawarkan dua tambahan penting pada solusi manajemen software mereka. Seperti apa? Tentang JumpCloud Application Catalog Photo Credit: JumpCloud Blog JumpCloud Application Catalog adalah daftar aplikasi pihak ketiga yang dikurasi yang dapat diinstal, diperbarui, dan dikelola melalui Admin Console JumpCloud. Berikut adalah aplikasi awal yang didukung: Slack, Chrome, Zoom, Google Drive, OneDrive, Firefox, 1Password, OpenVPN, Webex, dan Adobe Acrobat Reader. Baca juga: Mengenal Apa Itu System Management JumpCloud Fitur utama Application Catalog Photo Credit: JumpCloud Blog Aplikasi yang dikurasi: Aplikasi divalidasi dari biner instalasi, signature, dan checksum, langsung dari sumbernya. Aplikasi yang diperbarui: Aplikasi diperbarui dengan versi dan/atau patch terbaru (biasanya dalam 1 hari kerja) setelah dirilis dari vendor software pihak ketiga. Katalog aplikasi: Aplikasi dapat diinstal, dikelola, dan diperbarui pada satu, beberapa, atau beberapa perangkat yang dikelola JumpCloud. Apa itu Application Patch Management? JumpCloud Application Patch Management memungkinkan Anda menyederhanakan dan mengotomatiskan manajemen patch aplikasi dan kontrol versi untuk aplikasi Windows pihak ketiga dari satu konsol. Hal ini tidak hanya memberikan visibilitas dan pelaporan yang lebih baik, tapi juga memfasilitasi pengiriman informasi kepada end-user. Hal ini membantu memperkuat postur keamanan perangkat dan memenuhi kebutuhan compliance. Baca juga: Cara Mengintegrasikan Active Directory dengan JumpCloud Fitur utama Application Patch Management Dasbor visibilitas patch pada semua aplikasi Windows. Kebijakan pembaruan aplikasi Windows dengan kontrol baru untuk menginstal dan memberlakukan pembaruan aplikasi Windows secara otomatis dengan pemberitahuan kepada end-user. Tampilan terpusat dari konfigurasi kebijakan dan pengaturan yang direkomendasikan. Dengan kapabilitas ini, Anda dapat: Mengelola aplikasi pihak ketiga: Menginstal dan mengelola aplikasi pihak ketiga dengan mudah. Menawarkan berbagai aplikasi Windows: Menginstal, mengelola, dan menambal aplikasi pelanggan populer dari konsol JumpCloud Anda. Ini memungkinkan tim TI untuk menggabungkan tools sekaligus menyederhanakan stacks TI. Mengoptimalkan aplikasi: Memungkinkan karyawan Anda dengan aplikasi yang diperlukan untuk tetap produktif sekaligus memastikan keamanan untuk akses, kontrol, dan mitigasi kerentanan. Meningkatkan postur keamanan Anda setiap saat: Meningkatkan keamanan perangkat dengan aplikasi Windows terbaru yang diperbarui secara otomatis setiap saat. Dengan memastikan semua aplikasi Windows mutakhir untuk mengurangi potensi serangan permukaan. Baca juga: Memanfaatkan ADI untuk Integrasi JumpCloud ke Active Directory Kedua kapabilitas canggih di atas bisa Anda dapatkan cukup dengan berlangganan JumpCloud sebagai platform direktori. JumpCloud memungkinkan operasional teknologi di seluruh identitas, akses, dan manajemen perangkat, dengan efisiensi biaya yang tidak mengorbankan keamanan atau fungsionalitas. Coba gratis sekarang di sini!

Info

Mengenal JumpCloud Device Monitoring & Alerting

Masalah produktivitas akibat downtime menjadi perhatian utama bagi Managed Service Provider (MSP). Gangguan sistem akan menimbulkan kelelahan, mempertaruhkan efisiensi operasional, dan dapat menimbulkan kerugian finansial. Riset terbaru dari Forbes mengklaim bahwa rata-rata biaya yang dikeluarkan perusahaan bisnis untuk downtime adalah sekitar US$9,000 per menit. Salah satu penyebabnya adalah karena kurangnya pemantauan perangkat secara real-time. Pemantauan berkala akan mendeteksi penyimpangan sebelum membesar menjadi masalah yang lebih signifikan dan menjadi downtime. JumpCloud menawarkan solusi untuk hambatan tersebut melalui Device Monitoring & Alerting. Bagaimana cara kerjanya? JumpCloud Device Monitoring & Alerting Tahun 2023 lalu, JumpCloud memperkenalkan Remote Access dengan kemampuan bantuan jarak jauh dan kapabilitas background tools untuk membantu MSP memecahkan kesalahan sistem dengan cepat guna mencegah downtime. Photo Credit: JumpCloud Blog Langkah utama berikutnya untuk selalu mengetahui kesehatan dan keselamatan armada perangkat, JumpCloud memperkenalkan Device Monitoring & Alerting. Kapabilitas ini memungkinkan Anda  untuk terus memantau seluruh armada perangkat guna meningkatkan efisiensi operasional dan mengatasi risiko keamanan. Baca juga: Mengenal Apa Itu System Management JumpCloud Photo Credit: JumpCloud Blog Dengan pemantauan real-time dan visibilitas berkelanjutan atas perangkat, Anda bisa dengan cepat menemukan serta mengatasi masalah sebelum memengaruhi operasi, mengurangi downtime, dan meningkatkan kesehatan sistem secara keseluruhan. Tim TI juga dapat memastikan perangkat mematuhi kebijakan keamanan dan persyaratan compliance dengan pemantauan berkelanjutan. Fitur utama Device Monitoring and Alerting  Fleet Wide Monitoring: Mendeteksi masalah penyimpanan, kesalahan ketersediaan sistem, dan potensi risiko keamanan sebelumnya dengan peringatan bawaan untuk memantau penggunaan disk, status offline dan uptime sistem, pembaruan peningkatan izin pengguna, dan metrik penting; Software Monitoring: Menjaga software compliance dan mengidentifikasi aplikasi tidak sah dan tidak diinginkan yang diinstal pada perangkat end-user; Agent Activity Monitoring: Memastikan konfigurasi sistem yang tepat dan memverifikasi tindakan manajemen yang berhasil dengan memantau hasil penerapan kebijakan JumpCloud, eksekusi perintah, dan instalasi software; Configurable Alert Rules: Memanfaatkan aturan peringatan yang dapat disesuaikan yang dapat dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan khusus perusahaan. Menetapkan aturan peringatan dengan prioritas dan ambang batas khusus untuk memantau metrik perangkat; Baca juga: Menyeimbangkan Produktivitas dan Keamanan Data Custom Script Based Monitoring: Sesuaikan script Anda untuk memantau dan menilai karakteristik perangkat guna menghasilkan peringatan; Centralized View to Manage Alerts: Menampilkan visibilitas peringatan terpusat di konsol admin JumpCloud Anda. Melihat detail peringatan yang komprehensif dan mengatasi kesalahan secara instan;  Alert Prioritization: Menampilkan peringatan berdasarkan tingkat prioritas yang ditetapkan admin. Bertindak pada masalah yang paling kritis terlebih dahulu dan meminimalkan kelelahan peringatan. Auto Resolution of Alerts: Menutup peringatan secara otomatis ketika kondisi pemicu tidak lagi terpenuhi dan meminimalkan upaya manual. Baca juga: Memanfaatkan ADI untuk Integrasi JumpCloud ke Active Directory Device Monitoring and Alerting tersedia sebagai bagian dari paket JumpCloud Platform, Platform Prime, dan Device Management tanpa biaya tambahan. Jika Anda bukan pelanggan JumpCloud atau mitra MSP saat ini, Anda dapat mendaftar untuk uji coba gratis hari ini untuk merasakan manfaat Device Monitoring and Alerting melalui EIKON Technology. Daftar sekarang juga di sini, gratis!

Info

Tentang PCI DSS 4.01 2025 dan Apa Saja yang Harus Diketahui MSP?

PCI DSS (Payment Card Industry Data Security Standard) 4.0.1 baru saja dirilis, managed service provider (MSP) dan profesional TI berada di garis terdepan dalam memastikan compliance. Ketidakpatuhan dapat menyebabkan pelanggaran, denda, dan akhirnya kehilangan kepercayaan. Artikel ini menguraikan apa yang perlu diketahui sebagai antisipasi. Tentang update PCI DSS 4.0.1 2025 Photo Credit: Freepik Dalam upaya memperkuat keamanan data kartu pembayaran dan menyelaraskannya dengan standar global, PCI Security Standards Council memperkenalkan PCI DSS 4.0.1. Pembaruan ini bukan perombakan total, melainkan penyempurnaan PCI DSS 4.0. Penyempurnaan tersebut di antaranya meliputi persyaratan keamanan sisi klien serta header dan scripts HTTP. Baca juga: Menyeimbangkan Produktivitas dan Keamanan Data Risiko tinggi ketidakpatuhan Gagal memenuhi pedoman dalam jangka waktu yang telah ditetapkan (31 Maret 2025) akan membuat klien Anda terpapar risiko ketidakpatuhan—seperti pelanggaran data dan denda yang besar. Ini bukan sekadar mengambil pilihan, tapi tentang melindungi data dan kepercayaan klien. Tantangan yang paling mendesak adalah memastikan bahwa klien Anda memahami tanggung jawab mereka dan potensi akibat ketidakpatuhan. Ini termasuk menavigasi kompleksitas seputar manajemen skrip dan persyaratan DMARC baru, langkah penting untuk mengautentikasi email dan mencegah serangan phishing. Bagaimana MSP dapat menavigasi lanskap compliance Mengedukasi klien Anda Photo Credit: Freepik Mulailah dengan memberi edukasi kepada klien Anda tentang implikasi PCI DSS 4.0.1. Uraikan persyaratan menjadi langkah-langkah yang dapat ditindaklanjuti dan pastikan mereka memahami tanggung jawab mereka, khususnya dalam mengelola script dan header HTTP. Dengan memberi mereka pengetahuan, Anda memperkuat pertahanan mereka terhadap potensi ancaman. Manfaatkan JumpCloud untuk compliance yang efisien JumpCloud menawarkan cara yang mulus untuk menyelaraskan dengan banyak persyaratan PCI DSS. Fitur-fiturnya, seperti keamanan Zero Trust, menyediakan dasar yang kuat untuk kepatuhan, sehingga kepatuhan terhadap standar PCI tidak terlalu membebani. Baca juga: Mengenal Apa Itu System Management JumpCloud Memantau secara proaktif Mulailah dengan mengaudit lingkungan klien Anda sekarang. Pantau compliance mereka terhadap persyaratan yang diperbarui dan tawarkan solusi untuk mengatasi potensi kesenjangan. Menjadi proaktif menempatkan Anda sebagai penasihat tepercaya, bukan sekadar teknisi yang reaktif. PCI DSS 4.01 sebagai peluang Update PCI 4.0.1 2025 sebaiknya tidak dipandang sebagai hambatan regulasi, melainkan kesempatan bagi MSP untuk menunjukkan kepemimpinan. Dengan membimbing klien melalui perubahan compliance, Anda tidak hanya melindungi bisnis mereka, tapi juga memosisikan Anda sebagai pemain kunci dalam kesuksesan mereka. Baca juga: Cara Mengintegrasikan Active Directory dengan JumpCloud JumpCloud menawarkan solusi yang dapat diintegrasikan dengan strategi compliance Anda. Dengan tool canggih yang terus dikembangkan sesuai kebutuhan saat ini, JumpCloud akan membantu peran Anda sebagai MSP. Kini, platform direktori berbasis cloud ini telah tersedia di EIKON Technology. Daftar sekarang juga di sini, gratis!

Info

AI bagi MSP: Kesempatan atau Hambatan?

Artificial intelligence (AI) telah mengubah industri, menawarkan peluang menarik sekaligus tantangan signifikan bagi Managed Service Provider (MSP). Ini karena kecerdasan buatan menjadi bagian integral dari operasi bisnis, MSP perlu mempertimbangkan apakah mereka siap menangani risiko baru yang terkait dengan adopsi AI pada tahun 2025 ini. Mari simak ulasannya berikut! Keamanan data sensitif Platform AI menjadi tool penting bagi bisnis dan sering kali diadopsi tanpa pemahaman menyeluruh tentang cara data disimpan dan diproses. Kurangnya kesadaran ini dapat menyebabkan klien secara tidak sengaja mengungkap informasi sensitif atau hak milik, yang membuat mereka berisiko mengalami pelanggaran data dan ketidakpatuhan terhadap peraturan seperti GDPR atau CCPA. MSP perlu meningkatkan dan mendidik klien mereka tentang penggunaan AI yang aman. Menerapkan kebijakan yang mencegah pengunggahan data sensitif sangat penting untuk menjaga keamanan informasi klien. Baca juga: 4 Praktik Terbaik untuk Membangun Keamanan AI Polemik “shadow IT” Photo Credit: Freepik Munculnya “shadow IT” merupakan masalah mendesak lainnya. Karyawan dapat menggunakan perangkat AI yang tidak sah untuk meningkatkan produktivitas, tetapi hal ini menimbulkan risiko serius, seperti menggunakan aplikasi yang keamanannya buruk sehingga data yang diunggah dapat tersebar ke sumber yang tidak tepercaya. Untuk mengatasi hal ini, MSP harus melakukan audit TI secara berkala dan menggunakan perangkat identifikasi aplikasi untuk mengelola aplikasi yang tidak sah dalam perusahaan klien. Phishing dengan dukungan AI Penyalahgunaan AI dapat dimanfaatkan sebagai senjata oleh penjahat siber. Serangan phishing canggih yang didukung AI menggunakan audio dan video deepfake untuk menyamar sebagai eksekutif perusahaan, sehingga mereka lebih sulit dideteksi dan lebih mudah menipu karyawan yang tidak menaruh curiga. MSP dapat memerangi ancaman ini dengan menawarkan pelatihan kesadaran keamanan untuk membantu klien mengenali dan menanggapi ancaman yang digerakkan oleh AI secara efektif Baca juga: Perlindungan Kebijakan API untuk Menghadapi Era Generative AI Keamanan proaktif sebagai solusi Photo Credit: Freepik Kunci untuk mengatasi tantangan ini terletak pada penerapan sikap keamanan proaktif. Dengan memanfaatkan JumpCloud untuk MSP, Anda dapat menemukan, mengelola, dan mengamankan akses ke setiap tool SaaS dalam perusahaan klien Anda. JumpCloud menerapkan aristektur single source of truth (SSOT), yang memungkinkan pengguna mengakses tool SaaS resmi dengan aman dan mudah, sekaligus menawarkan alternatif yang aman sebagai pengganti aplikasi yang tidak disetujui. Baca juga: Mengenal Apa Itu System Management JumpCloud AI merupakan inovasi yang hebat, tetapi memiliki risiko tersendiri. MSP yang membekali diri dengan strategi yang tepat dapat mengubah tantangan ini menjadi peluang, menjaga klien mereka tetap aman sambil tetap menikmati manfaat AI. Dengan solusi seperti JumpCloud, MSP Anda dapat muncul sebagai pemimpin industri, yang siap menangani kompleksitas AI secara langsung. Platform direktori berbasis cloud ini telah tersedia di EIKON Technology. Daftar sekarang juga di sini, gratis!

Info

4 Tips Pemasaran MSP yang Mudah dan Terjangkau

Penjualan dan pemasaran merupakan tantangan umum bagi Managed Service Provider (MSP). Salah satu tantangan yang kerap dihadapi adalah “menonjolkan citra” karena masih banyak calon klien yang menganggap bahwa semua MSP sama saja. Sebagian besar MSP memulai dengan pemasaran dari mulut ke mulut. Sayangnya, metode ini punya cakupan yang terbatas. Ulasan kali ini akan membahas beberapa hal mendasar yang dapat Anda lakukan untuk memasarkan MSP. Trik pemasaran MSP mudah yang dapat dicoba Photo Credit: Freepik Berikut beberapa langkah yang dapat membantu Anda membangun fondasi pemasaran yang kuat: Manfaatkan content marketing Content marketing membangun kepercayaan dengan menyediakan informasi yang berharga dan relevan bagi audiens. Saat mereka berinteraksi dengan konten tersebut, mereka akan mengenal perusahaan Anda. Saat tiba saatnya bagi anggota audiens ini untuk mempertimbangkan bekerja sama atau beralih MSP, perusahaan Anda akan menjadi yang teratas dalam pilihan mereka. Baca juga: Menyeimbangkan Produktivitas dan Keamanan Data Cobalah media sosial Membangun kehadiran perusahaan Anda di media sosial sangat penting untuk memberikan kesan yang baik pada calon pembeli. Ini akan membantu memosisikan perusahaan Anda sebagai perusahaan yang tepercaya dan menarik. Media sosial juga membantu calon pembeli untuk lebih mengenal layanan yang Anda tawarkan. Beriklan di media sosial Sebagian besar platform media sosial memungkinkan Anda untuk menetapkan anggaran beriklan. Menariknya, Anda bahkan memiliki kendali penuh atas apa yang akan dibelanjakan, menetapkan jangka waktu untuk anggaran tersebut, hingga menyesuaikannya berdasarkan performa iklan. Anda pun dapat memperluas audiens dan menjangkau prospek baru. Baca juga: Tips Menyusun Dashboard KPI Penjualan yang Optimal Memulai campaign pemasaran Photo Credit: Freepik Campaign merupakan upaya penjualan dan pemasaran terpadu. Teknik ini akan membantu menyusun strategi dan angka di balik suatu upaya pemasaran. Campaign bertindak sebagai sebuah struktur tempat Anda menentukan target audiens dan pesan yang sesuai untuk mereka, menguraikan keseluruhan “daftar bahan”, merencanakan urutan kejadian dalam hal publikasi, pengiriman email, dan prosedur tindak lanjut, serta melacak kemajuan strategi pemasaran Anda. Ini akan memberi metrik yang lebih nyata untuk mengukur return on investment (ROI) dan menyempurnakannya untuk campaign mendatang. Baca juga: Cara Mengintegrasikan Active Directory dengan JumpCloud JumpCloud menawarkan layanan manajemen identitas dan akses yang mudah digunakan bagi MSP. Platform ini memungkinkan Anda mengelola identitas klien, perangkat, dan lainnnya dari satu platform direktori berbasis cloud. Dengan JumpCloud, Anda dapat memperluas pemasaran, sambil tetap meningkatkan pendapatan, dan menjaga keamanan. Tingkatkan kualitas layanan MSP Anda dengan JumpCloud. Kini telah tersedia di EIKON Technology. Daftar sekarang juga di sini, gratis!

Scroll to Top