Education

Education

10 Fitur Baru Google for Education untuk Pembelajaran yang Lebih Personal

Banyak siswa memerlukan cara yang lebih personal untuk belajar secara efektif. Google Workspace for Education memperkenalkan beberapa fitur yang dirancang untuk membantu memenuhi berbagai kebutuhan siswa. Apa saja?     Google Vids untuk kreasi video Photo Credit: Google The Keyword Google Vids, aplikasi pembuatan video dari Google, kini tersedia untuk Education Plus dan Gemini Education. Aplikasi ini akan membantu para pendidik dan siswa membuat video dengan mudah.     Google AI di Learning Management System (LMS) Anda Gemini Learning Tools Interoperability (LTI) menggabungkan produk berbasis AI langsung ke dalam software LMS pihak ketiga, dimulai dari Canvas by Instructure dan Powerschool Schoology Learning.     Latih keterampilan fonik dengan Read Along Read Along akan segera memperluas kontennya untuk mencakup seluruh pustaka decodable Heggerty, dengan buku untuk taman kanak-kanak hingga kelas tiga. Baca juga: Google Vids Kini Tersedia untuk Workspace for Education, Apa Keunggulannya?     Integrasi lebih banyak tools di Classroom Ada empat add-on baru yang dapat diakses langsung dari Classroom: FigJam, Education Perfect, Discovery Education, dan Autodesk Tinkercad.     Playwrite Guides untuk berlatih menulis Photo Credit: Freepik Google Workspace for Education menghadirkan Playwrite Guides yang menyediakan bantuan visual bagi siswa sekolah dasar dalam memahami proporsi bentuk hurf.     Membuat presentasi makin mudah dengan templat Google Slides Slides baru saja meluncurkan library baru yang berisi templat presentasi profesional untuk menyusun rencana belajar, laporan perkemmbangan siswa, dan banyak lagi. Baca juga: Aplikasi Gemini Kini Telah Hadir di Workspace for Education, Amankah untuk Siswa?     Fitur aksesibilitas baru Chromebooks Chromebook akan segera meluncurkan Face control, sebuah fitur aksesibilitas yang memungkinkan pengguna mengontrol  kursor dengan menggerakkan kepala saja.     Aplikasi baru untuk meningkatkan fokus Chromebook memiliki fitur fokus yang menawarkan opsi “Do Not Disturb”. Saat mode ini aktif,  Anda dapat memilih tugas, durasi waktu untuk menonaktifkan notifikasi, dan bahkan musik untuk membantu fokus.     Lebih dari 20 perangkat Chromebook baru Tahun 2025 ini Google meluncurkan lebih dari 20 perangkat baru, baik untuk siswa maupun pendidik. Perangkat-perangkat baru tersebut bahkan telah dibekali dengan aplikasi generative AI Google, Gemini. Ubah layar biasa Anda menjadi ChromeOS Ruang kelas memiliki layar panel namun kegunaanya belum optimal? Dengan perangkat plug-in Chromebox OPS yang simpel, layar panel atau smart board di ruang kelas akan berubah menjadi perangkat ChromeOS dalam sekejap. Baca juga: Solusi Modernisasi Perangkat dengan ChromeOS Flex Berbagai fitur canggih di atas dapat Anda nikmati cukup dengan berlangganan layanan Workspace for Education. EIKON Technology sebagai reseller resmi produk Google menyediakan layanan berlangganan Google for Education yang aman dan tepercaya untuk Anda. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Education

Dashboard Analisis Fonik Kini Hadir di Read Along Google Classroom, Apa Fungsinya?

 Tahun 2024 lalu, Google Classroom memperkenalkan Read Along, sebuah fitur yang membantu siswa membangun keterampilan membaca mereka. Fitur ini dibekali beberapa kapabilitas yang memudahkan pengajar menetapkan konten bacaan mengikuti pengukuran Lexile®, tingkat kelas, maupun keterampilan fonik siswa. Tahun 2025 ini, Google meluncurkan pembaruan untuk menyempurnakannya. Seperti apa? Tentang Read Along Google Classroom Photo Credit: Google Workspace Updates Read Along juga memiliki akses ke pustaka buku yang dapat dikodekan dari Heggerty. Pustaka ini akan terus bertambah dan dapat dikelola oleh pengajar untuk melatih keterampilan decoding tertentu. Untuk meningkatkan pengalaman dashboard analitik yang sudah ada sekarang dan untuk memberi pengajar wawasan kinerja berbasis fonik untuk buku yang dapat dikodekan, Classroom menambah bagan analisis baru. Denggan pembaruan ini, pengajar dapat melihat detail tentang kinerja siswa atau kelas pada keterampilan fonik individual yang tercantum dalam buku yang dapat dikodekan dan kata-kata yang perlu dilatih. Baca juga: Add-ons Google Classroom Kini Tersedia untuk Seluruh Developers Google Workspace Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Admins Pelanggan lama Workspace (mereka yang berlangganan Workspace for Education sebelum 7 Juli 2024): Read Along di Classroom akan tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace for Education sebagai layanan yang akan tercakup dalam Workspace for Education Terms of Service. Anda dapat mengaktifkan Read Along di Admin Console agar pengguna dalam domain dapat mengakses layanan ini. Untuk pelanggan baru Workspace (mereka yang berlangganan Workspace for Education pada atau setelah 7 Juli 2024): Read Along akan otomatis diaktifkan di konsol, dan semua pengguna yang memenuhi syarat akan memiliki akses langsung ke fitur ini. Baca juga: 5 Tips Simpel untuk Mengoptimalkan Penggunaan Google Classroom End users Dashboard analisis fonik hanya akan muncul untuk tugas buku yang baru saja dibuat dan untuk buku yang dapat dikode. Kapabilitas ini dapat diakses dengan mengeklik nama tugas di bagian “Grades” di Google Classroom. Tugas yang sudah ada akan tetap menampilkan data seperti sebelumnya. Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang Read Along di Google Classroom. Ketersediaan Kapabilitas dashboard analisis fonik Read Along ini telah tersedia, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Fitur Read Along tersedia untuk Google Workspace edisi Education Plus dan pengguna dengan add-on Teaching and Learning. Baca juga: Kini Fitur Berbagi Classwork di Google Classroom Tersedia bagi Umum, Berikut Cara Menggunakannya? Dengan hadirnya peningkatan ini, pengajar akan lebih mudah menilai performa siswa dalam tugas membaca. Untuk menggunakannya pun tidak diperlukan aplikasi tambahan karena fitur ini telah tersedia di Workspace for Education Plus yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Tertarik? Hubungi kami di sini untuk info lebih lanjut!

Education, Google Workspace

Update Transformation Reports Google for Education untuk Implementasi yang Lebih Optimal

Pada bulan November 2022 ini, Google merilis transformation reports terbaru untuk Google for Education. Laporan ini tersedia untuk pelanggan K-12 Google Workspace for Education di seluruh dunia dan dapat diakses secara gratis. Perlu diingat, laporan ini baru tersedia dalam bahasa Inggris untuk saat ini. Apa saja yang bisa didapat dari transformation reports ini? Transformation reports Google for Education Tepat pada tanggal 2 November 2022 lalu, Google meluncurkan Google for Education transformation reports yang tersedia untuk pengguna K-12 di seluruh dunia. Laporan ini tersedia untuk publik mulai dari tanggal 2 November hingga 31 Desember 2022. Administrator Workspace dapat mengakses laporan ini dengan cara: Akses langsung: Super admins Google Workspace for Education dapat langsung log in di halaman ini dan melihat laporan kustom mereka. Realtime customization: Anda dapat menyesuaikan setelan secara real-time, termasuk dua periode pelaporan data produk 12 minggu, serta jumlah guru dan siswa yang ada dalam jaringan instansi pendidikan Anda. Namun penting untuk diingat, laporan ini akan dikunci untuk penyuntingan setelah tanggal 31 Desember 2022 nanti. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online yang Aman dengan Google for Education Informasi yang tersedia Photo Credit: Freepik Pada dasarnya, transformation reports dari Google ini merupakan sebuah tool gratis yang dirancang untuk dapat mengukur performa implementasi Google for Education di instansi pendidikan Anda. Tool ini menghadirkan laporan per semester serta tren penggunaan dari waktu ke waktu yang akan memudahkan Anda memahami bagaimana instansi Anda menggunakan Google Workspace for Education, Chromebook, dan kemajuan SDM setelah mendapat program sertifikasi pendidik. Untuk informasi lebih lanjut mengenai transformation reports dari Google for Education ini, Anda bisa mengakses halaman ini atau dokumentasi pertanyaan yang sering ditanyakan berikut. Mulai menggunakan laporan Super admin bisa mengakses transformation reports tool Google for Education mulai dari tanggal 2 November 2022. Setelah melakukan log in, administrator sebaiknya langsung: Memperbarui pendaftaran siswa dan jumlah jurusan yang tersedia. Menyesuaikan jendela pelaporan produk. Administrator dapat memilih dua periode waktu 12 minggu (baik untuk saat ini maupun sebelumnya) yang paling cocok untuk instansi pendidikan Anda. Grafik dalam laporan akan menampilkan data yang membandingkan penggunaan di kedua opsi tersebut. Semua ini bisa dilakukan cukup dengan mengeklik tombol “View Report” yang ada di bagian bawah halaman utama report. Laporan transformasi ini tersedia untuk semua pengguna dan akan dibatasi aksesnya pada tanggal 31 Desember 2022 nanti. Baca juga: Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran Ketersediaan laporan Photo Credit: tirachardz (Freepik) Laporan ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace for Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, serta Teaching and Learning Upgrade K-12. Laporan tidak tersedia untuk pengguna Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Frontline, Nonprofits, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business lama. Baca juga: Google for Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Dengan hadirnya transformation reports ini, Anda dapat mengoptimalkan implementasi Google for Education. Laporan pun telah dirancang agar mudah dibaca dan langsung diterapkan karena seluruh pengaturannya telah terintegrasi. Tertarik untuk mulai mengimplementasikan solusi dari Google for Education di instansi pendidikan Anda? Kini paket berlangganan Google for Education telah tersedia di EIKON Technology. Kami menyediakan implementasi yang menyeluruh mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Education, Google Workspace, School

Read Along: Bantu Siswa Belajar Membaca Lebih Cepat

Di tahun 2019, Google India meluncurkan Bolo, sebuah aplikasi yang dirancang untuk membantu siswa sekolah dasar (SD) belajar membaca. Aplikasi tersebut berhasil membantu lebih dari 30 juta anak di India dan menyediakan lebih dari 120 juta cerita. Pada bulan Agustus 2022 ini, aplikasi tersebut diluncurkan untuk global di 180 negara dan berganti nama menjadi Read Along. Apa saja fitur yang ditawarkan aplikasi belajar ini? Mengenal aplikasi belajar Read Along Aplikasi Read Along pada dasarnya merupakan aplikasi Bolo yang telah dikembangkan dan didukung oleh teknologi canggih seperti text-to-speech dan pengenalan suara (speech recognition) milik Google. Selain itu, Read Along juga sudah mendukung 9 bahasa dunia, yaitu Inggris, Spanyol, Portugis, Hindi, Bengali, Marathi, Tamil, Telugu, dan Gujarat. Seperti pendahulunya, Bolo, Read Along juga diluncurkan dalam versi aplikasi mobile (Android app). Namun kini Google sedang mengembangkan versi web dan Anda bisa mencoba versi public beta di readalong.google.com. Sedikit tambahan informasi, baik Read Along versi aplikasi maupun web dapat diakses dan diunduh secara gratis. Baca juga: Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran Teman belajar Diya Photo Credit: senivpetro (Freepik) Untuk mendorong siswa agar dapat belajar membaca secara mandiri, Read Along telah dilengkapi dengan “seorang” asisten virtual bernama Diya. Ketika siswa membaca cerita, Diya akan mendengarkan. Setelah siswa selesai membaca, Diya akan memberikan penilaian dan mengoreksi jika ada kata-kata yang salah pelafalannya. Bukan cuma itu, Diya juga sudah dibekali kapabiltas untuk memberikan dukungan pada siswa agar mereka tetap semangat belajar membaca. Diya bisa ditemukan pada versi aplikasi maupun website. Selain itu, seluruh cerita yang tersedia di Read Along juga telah disertai dengan ilustrasi menarik yang akan memudahkan siswa membayangkan isi cerita. Baca juga: Google For Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Bantu tenaga pengajar Photo Credit: Freepik Read Along versi web juga membuka peluang baru bagi guru dan pimpinan sekolah di seluruh dunia, untuk memanfaatkan Read Along sebagai alat latihan membaca bagi siswa. Aplikasi ini dapat diakses melalui beberapa browser populer seperti Chrome, Firefox, dan Edge, dengan dukungan untuk iOS dan lebih banyak browser seperti Safari akan segera hadir. Di samping itu, tenaga pengajar juga bisa masuk dari akun unik untuk setiap anak di perangkat yang sama. Sebaiknya gunakan akun Google Workspace for Education di sekolah serta akun Google dengan Family Link di rumah agar penggunaan Read Along tetap aman dan terkontrol. Selain peluncuran situs web, Google juga telah menambahkan beberapa cerita baru di Read Along. Cerita-cerita baru ini merupakan hasil kolaborasi Google dengan content creator YouTube seperti ChuChu TV dan USP Studios. Kolaborasi tersebut mengadaptasi beberapa video populer mereka ke dalam format buku cerita. Google juga melanjutkan kolaborasi dengan Kutuki untuk mengadaptasi koleksi buku alfabet dan fonetik bahasa Inggris serta Hindi yang sangat baik untuk pembaca pemula. Buku-buku tersebut akan tersedia akhir tahun ini. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online yang Aman dengan Google for Education Membaca adalah keterampilan penting untuk dikembangkan pada usia muda. Dengan aplikasi Read Along, anak-anak bisa belajar membaca secara terarah namun tetap menyenangkan. Konten yang ditampilkan pun telah dikurasi dengan ketat sehingga aman untuk anak-anak. Seperti yang telah disebutkan, aplikasi Read Along akan bekerja lebih optimal jika di sekolah siswa juga belajar dengan dukungan Google Workspace for Education. Integrasi antara Read Along dengan Workspace akan memudahkan tenaga pengajar dalam melacak perkembangan belajar siswa. Dapatkan solusi Google Workspace for Education melalui EIKON Technology. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, kami siap memberikan layanan menyeluruh mulai dari konsultasi perencanaan hingga penerapan solusi. Informasi lebih lanjut, silakan klik di sini

Education, Google Workspace

Google Assignments for Canvas: Lebih Banyak Opsi untuk Berikan Penilaian

Mulai tanggal 4 Agustus 2022, menyediakan opsi untuk memberi penilaian dengan Canvas SpeedGrader di samping opsi penilaian Google Assignments. Nah, Google Assignments for Canvas sendiri merupakan layanan yang memungkinkan Google Docs Editors dan Google Drive agar kompatibel dengan Canvas untuk pengiriman file. Bagaimana tool baru ini bekerja? Opsi penilaian Canvas SpeedGrader Photo Credit: Google Workspace Updates Tool baru ini memungkinkan pengajar untuk terus menggunakan fitur yang telah mereka nikmati dengan Google Assignments, seperti memberikan file yang dipersonalisasi kepada siswa, melihat tugas siswa yang sedang berlangsung, dan mendeteksi plagiarisme. Jika pengajar memilih untuk menilai dengan Canvas SpeedGrader, mereka juga dapat menggunakan anotasi serta komentar audio dan video saat mereka melakukan penilaian. Untuk memberikan penilaian, pengajar cukup memilih opsi “Canvas SpeedGrader” pada menu “Create a Google assignment”. Namun perlu diingat, jika tugas yang dikumpulkan siswa berupa file Google Docs, opsi ini akan mengubahnya ke format PDF view-only. Baca juga: Mengapa Belajar Menjadi Mudah dengan Google for Education? Ketersediaan Opsi penilaian Canvas SpeedGrader di Google Assignments dirilis secara bertahap mulai dari tanggal 4 Agustus 2022, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan akan memakan waktu kurang lebih 15 hari ke depan hingga seluruh pengguna bisa menikmatinya. Opsi ini tersedia untuk pengguna Google Workspace Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, serta Teaching and Learning Upgrade. Namun tidak tersedia untuk Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Frontline, Nonprofits, dan pengguna G Suite Basic dan G Suite Business lama. Tidak tersedia pula untuk pengguna dengan Google Accounts pribadi. Baca juga: Data Audit Tugas Kini Tersedia di Google Admin Console Mulai menggunakan fitur Fitur baru ini memerlukan konfigurasi dari administrator Google Workspace Anda sebelum bisa mulai digunakan. Administrator juga sudah harus mengaktifkan Google Assignments LT 1.3 agar pengajar bisa menggunakan Canvas SpeedGrader. Setelah itu, administrator bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini: Aktifkan Google Assignments sebagai alat eksternal resmi. Tambahkan Google Assignments sebagai aplikasi ke Canvas. Langkah-langkah ini mungkin memerlukan bantuan dari administrator learning management system (LMS) di tempat Anda. Langkah 1: Aktifkan Google Tugas sebagai alat eksternal resmi Di Canvas, masuk sebagai administrator. Klik Admin > Developer Keys.   Photo Credit: Assignments Help Catatan: Jika tidak memiliki opsi Developer Keys, Anda mungkin tidak memiliki hak istimewa admin yang diperlukan untuk mengaktifkan alat tersebut. Untuk mencoba menyelesaikan instalasi, lewati ke langkah kedua di bawah ini. Jika langkah kedua gagal dan muncul pesan bahwa kunci dinonaktifkan, Anda memerlukan admin akun root Canvas. Di Developer Keys, klik Inherited. Photo Credit: Assignments Help Pada opsi Inherited, tepat di samping Google Assignments, klik On. Photo Credit: Assignments Help Catatan: Untuk melihat Google Assignments pada daftar, Anda mungkin perlu menggulir ke bawah atau klik opsi Show All Keys. Salin 170000000000573 ke clipboard. Anda akan membutuhkannya di pada Langkah 2.  Langkah 2: Tambahkan Google Assignments sebagai aplikasi ke Canvas Dengan menyiapkan Assignments di Canvas, pengguna Workspace dapat memilih untuk mengirimkan Docs dan nilai siswa ke Canvas. Persyaratan dan Kebijakan Privasi Canvas akan berlaku setelah data ditransfer. Baca juga: Cara Mengakses Tools Teknologi Pendidikan Populer Langsung Di Google Classroom Google Assignment adalah sebuah layanan dari Google yang memudahkan pengajar dalam proses penugasan siswa, mulai dari penugasan hingga penilaian tugas. Dalam update terbarunya, layanan ini berkolaborasi dengan Canvas sehingga memungkinkan pengajar untuk bisa memberikan penilaian melalui Canvas SpeedGrader. Layanan ini tersedia di Google Workspace for Education yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Sebagai authorized reseller Google untuk Indonesia, EIKON Technology menyediakan produk resmi berlisensi. Kami juga menyertakan layanan konsultasi untuk memastikan kelancaran proses implementasi produk. Informasi selengkapnya mengenai produk, silakan klik di sini!

Education, Google Workspace, School

Cara Mengakses Tools Teknologi Pendidikan Populer Langsung di Google Classroom

Sekarang ini ada banyak sekali tools teknologi pendidikan (EdTech) yang bisa dimanfaatkan tenaga pendidik dalam kegiatan belajar mengajar. Namun sayangnya, terkadang tools tersebut sulit untuk diakses. Sering kali, guru harus melakukan pendaftaran berulang kali saat ingin mendapatkan tools yang berbeda. Begitu pula ketika mereka menggunakannya. Mau tak mau, harus berulang kali pindah platform. Ini tentu akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Sebagai solusi, Google Classroom meluncurkan integrasi dengan beberapa tools teknologi pendidikan yang banyak digunakan oleh tenaga pendidik. Menariknya, guru hanya perlu sign-on ke akun Classroom mereka untuk bisa mengakses tools. Untuk mengenal integrasi ini lebih jauh, mari simak penjelasannya berikut ini. Integrasi tools teknologi pendidikan Dengan integrasi baru yang mulus dan sistem masuk tunggal, kini para tenaga pendidik yang menggunakan Google Classroom bisa langsung mengakses tools EdTech populer yang paling sesuai untuk kelas mereka langsung. Tidak perlu lagi berpindah-pindah platform untuk menggunakan tools karena semua telah tersedia di satu tempat. Fitur baru ini memungkinkan pendidik untuk menelusuri, menetapkan, dan menilai konten yang menarik untuk kelas mereka sekaligus membantu pendidik dan siswa untuk mengakses tools EdTech mereka tanpa harus melalui berbagai langkah login, seperti mengingat banyak nama pengguna dan sandi, atau harus menavigasi ke situs web dan aplikasi eksternal. Selain menghemat waktu pendidik dan siswa, ini memberikan pengalaman yang lebih efisien saat menggunakan teknologi untuk memberi dampak pada pembelajaran. Baca juga: Google for Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Daftar tools yang telah terintegrasi Photo Credit: Google Blog Google Classroom menyebutkan bahwa mereka telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 15 perusahaan teknologi pendidikan untuk membuat add-on khusus. Ada pun perusahaan yang dimaksud adalah Adobe Express for Education, BookWidgets, CK-12, Edpuzzle, Formative, Genially, Google Arts & Culture, Google Play Books, IXL, Kahoot!, Nearpod, Newsela, PBS LearningMedia, Pear Deck, SAFARI Montage, Sora from OverDrive Education, WeVideo, dan juga Wordwall. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Blog Untuk bisa menghadirkan integrasi tools ini, diperlukan konfigurasi dari administrator terlebih dulu. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyetel konfigurasi: Administrator: Admin distrik harus mengaktifkan akses ke add-on agar pendidik dapat menggunakan fitur ini. Kunjungi Help Centerr untuk mempelajari lebih lanjut tentang petunjuk pemasangan, cara menyiapkan fitur add-on, dan masing-masing add-on untuk domain, OU (organizational unit), atau grup. Setelah menyiapkan add-on, distrik Anda dapat menggunakan kit pengembangan profesional ini, yang mencakup presentasi dan rencana pelajaran. Untuk melatih pendidik tentang cara memulai add-on. Mitra add-on Classrom, Genially, juga telah membuat versi interaktif pelatihan pengembangan profesional. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online yang Aman dengan Google for Education Tenaga pendidik: Setelah diaktifkan oleh admin, Anda akan melihat modul “add-on” di dalam layar Assignment and Stream. Dari sana, Anda akan menemukan daftar add-on yang tersedia. Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang menggunakan add-on di Classroom. Perusahaan EdTech dan developer: Jika Anda tertarik untuk membuat add-on Classroom, Google telah menyediakan ruang untuk menyampaikan minat Anda di sini. Ketersediaan integrasi Integrasi dengan tools teknologi pendidikan ini telah tersedia di Google Classroom. Silakan hubungi administrator untuk mulai menggunakannya. Perlu diingat, add-on ini hanya akan muncul pada Workspace edisi Teaching and Learning Upgrade serta Google Workspace for Education Plus. Integrasi tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Education Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Frontline, and Nonprofits, termasuk G Suite Basic dan G Suite Business. Serta tidak tersedia untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran Dengan hadirnya integrasi ini, tenaga pendidik bisa langsung mengakses tools teknologi pendidikan populer tanpa harus keluar dari aplikasi Google Classroom. Sebagai raksasa teknologi, Google memang terus mengembangkan berbagai fitur, kapabilitas, hingga tools untuk memudahkan para tenaga pendidik dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Ingin mulai menerapkan ekosistem pendidikan dengan dukungan Google. Anda bisa berlangganan Google Workspace for Education melalui EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, kami menawarkan paket berlangganan dengan layanan menyeluruh mulai dari konsultasi pra-implementasi hingga pemantauan pasca-implementasi. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Education, Google Workspace

Data Audit Tugas Kini Tersedia di Google Admin Console

Google Admin console merupakan panel kontrol untuk mengelola penggunaan Google Workspace dalam skala besar (misalnya di perusahaan atau instansi pendidikan seperti sekolah. Perusahaan cukup menunjuk satu orang sebagai administrator untuk kemudian menyetel konfigurasi dan pengaturan melalui Google Admin console. Baru-baru ini, Google Workspace for Education mengumumkan bahwa administrator sekarang dapat memantau data Assignments siswa melalui audit logs. Dengan adanya data tersebut, administrator dapat menemukan dan menindaklanjuti seluruh peristiwa yang berhubungan dengan Assignments seperti mengecek siapa yang mengeluarkan siswa dari kelas daring, mengetahui kapan file tugas dibuat atau dikirimkan, dan banyak lagi. Mulai mengaktifkan audit log Photo Credit: jcomp (Freepik) Fitur audit logs ini bisa ditemukan di halaman Google Admin console. Letaknya ada di pada menu Reporting > Audit > Investigation > Admin log events. Fitur akan muncul secara otomatis setelah tanggal perilisan. Google sendiri menyebutkan bahwa fitur audit logs untuk administrator Google Workspace for Education dirilis pada tanggal 27 Juli 2022, baik itu untuk domain rilis cepat maupun rilis terjadwal. Fitur dirilis secara serentak pada tanggal tersebut. Perlu diingat, fitur ini hanya tersedia untuk Google Workspace Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, serta Teaching and Learning upgrade. Fitur tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Frontline, and Nonprofits, termasuk mereka yang masih menggunakan G Suite Basic and G Suite Business.  Baca juga: Google for Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Admin log events Pihak sekolah dapat menggunakan halaman audit and investigation untuk menjalankan penelusuran yang terkait dengan Admin logs events. Di sana Anda dapat melihat catatan tindakan yang dilakukan di Google Admin console, misalnya ketika administrator menambahkan pengguna atau mengaktifkan layanan Google Workspace. Untuk daftar lengkap layanan dan aktivitas yang dapat Anda selidiki, seperti Google Drive atau aktivitas pengguna, silakan kunjungi halaman sumber data untuk halaman audit dan investigasi yang telah disediakan oleh pihak Google. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online yang Aman dengan Google for Education Cara meneruskan data log event ke Google Cloud Photo Credit: jcomp (Freepik) Anda dapat ikut serta untuk membagikan data log event dengan Google Cloud. Jika Anda mengaktifkan kapabilitas untuk berbagi, data dapat diteruskan ke Cloud Logging, tempat Anda dapat membuat kueri dan melihat log, serta mengontrol cara mengelola dan menyimpan log. Membuka halaman audit and investigation Akses data log event Admin Masuk ke Google Admin console. Di sebelah kiri, klik Reporting > Audit and investigation > Admin log events. Menyaring data Akses data log event Admin. Klik Add a filter, lalu pilih atribut. Di jendela pop-up, pilih operator > pilih nilai > klik Apply. Untuk menambahkan beberapa filter pada pencarian: Klik Add filter dan ulangi langkah 3. Untuk menambahkan operator penelusuran, di atas Add a filter, pilih AND atau OR. Klik Search. Menggunakan opsi Filter, Anda dapat menyertakan pasangan parameter dan nilai sederhana untuk memfilter hasil pencarian. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan opsi Condition builder, agar filter direpresentasikan sebagai suatu kondisi dengan operator AND/OR. Baca juga: Perangkat Google Workspace for Education untuk Kembali Memulai Pembelajaran Dengan adanya Google Admin console, administrator yang sudah ditunjuk pihak sekolah dapat mengelola dan mengatur semua konfigurasi terkait penggunaan Google Workspace for Education. Di samping itu, pihak sekolah pun diberi keleluasaan untuk bisa memantau kinerja administrator melalui panel khusus yang sudah disediakan. Tertarik untuk mulai menerapkan Google Workspace for Education untuk menunjang kegiatan belajar dan mengajar di tempat Anda? EIKON Technology menyediakan paket berlangganan resmi dan berlisensi yang disertai dengan konsultasi pemasangan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa klik di sini.

Collaboration, Education, Google Workspace, Produktivitas, School

Tips Penggunaan Google Classroom, Belajar Semakin Mudah

  Sejak setahun belakangan ini, mayoritas aktivitas belajar berpindah ke ranah online akibat pandemi COVID-19. Demi kemudahan dan kelancaran aktivitas, platform pembelajaran online Google Classroom pun digunakan oleh banyak guru dan murid. Namun, walaupun sebetulnya Google Classroom telah diluncurkan sejak 2014, kemungkinan masih ada beberapa murid yang belum terbiasa menggunakannya. Nah, agar murid bisa semakin mudah belajar, berikut sejumlah tips penggunaan Google Classroom yang bisa coba diterapkan. Kustomisasi notifikasi Google Classroom Photo Credit: August de Richelieu (Pexels) Google Classroom memiliki fitur notifikasi yang akan muncul saat terjadi aktivitas tertentu, contohnya sesama murid yang memberikan komentar pada suatu diskusi online, postingan dari guru, hingga reminder atau pengingat deadline tugas.  Dengan banyaknya notifikasi yang muncul, kemungkinan murid pun akan merasa terdistraksi, terlebih jika ia bergabung dengan banyak kelas sekaligus. Sebagai solusinya, murid bisa melakukan kustomisasi notifikasi untuk meminimalisir notifikasi yang muncul. Caranya adalah dengan masuk ke menu Classroom Settings, buka Notifications, dan langsung aktifkan notifikasi sesuai kebutuhan saja. Murid juga bisa mengatur notifikasi kelas satu per satu melalui tab bernama Class Notification di bagian bawah kanan. Cek daftar tugas di tab Classwork Photo Credit: Avel Chuklanov (Unsplash) Salah satu tujuan penggunaan Google Classroom adalah agar murid bisa mengerjakan tugas secara tepat waktu. Agar hal ini bisa tercapai, Google telah menyematkan fitur Classwork pada Classroom. Fitur ini bisa murid temukan di setiap kelas online yang mereka ikuti. Buka menu Classwork, pilih opsi View Your Work, dan murid akan menemukan seluruh tugas yang harus dikerjakan, berikut dengan deadline-nya. Jika seandainya murid mengunggah file tugas yang salah, mereka bisa membatalkan unggahan dengan klik tombol Unsubmit. Manfaatkan Google Calendar agar tak ada jadwal tertinggal Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Tahukah Anda bahwa Google Classroom telah terintegrasi dengan berbagai produk Google lain? Salah satunya adalah Google Calendar, yang dapat membuat penggunaan Google Classroom jadi semakin efektif bagi murid untuk belajar. Dengan Google Calendar, seluruh hal penting dapat tercatat berdasarkan hari dan tanggal, baik itu deadline tugas, jadwal kelas online, jadwal diskusi kelompok, dan sebagainya. Pastikan saja akun Classroom dan Calendar menggunakan alamat Gmail yang sama agar datanya dapat saling terhubung. Edit warna folder pada Google Drive Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Tak hanya Calendar, Drive juga termasuk produk Google yang dapat terintegrasi dengan penggunaan Google Classroom. Seluruh file tugas yang murid kumpulkan akan tersimpan dalam Drive ini. Begitu juga saat guru membagikan materi, mereka akan mengunggahnya ke Drive agar bisa diakses secara mudah oleh para murid. Dengan begitu banyaknya file yang tersimpan dalam Drive, bukan tidak mungkin murid jadi kebingungan saat harus menemukan file yang dibutuhkan. Sebagai tipsnya, murid bisa mengubah warna folder pada Drive untuk membedakan folder satu dari yang lain. Caranya, klik kanan pada suatu folder, klik Change Color, lalu tinggal pilih warna yang diinginkan. Sebaiknya hindari menggunakan warna yang sama pada lebih dari satu folder agar nantinya tidak bingung. Gunakan fitur Private Comments untuk diskusi personal Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Google Classroom tak hanya bisa digunakan oleh guru untuk memeriksa dan menilai tugas murid, tapi juga memberikan feedback. Dengan begini, murid bisa belajar dari kesalahan dan terus melakukan perbaikan. Menariknya, feedback tersebut tidak bersifat satu arah. Di Google Classroom, murid juga bisa memberi komentar terhadap feedback yang diberikan guru. Secara default, fitur komentar tersebut bersifat publik. Namun, jika murid tidak ingin diskusinya dengan guru diketahui teman-teman lain, mereka bisa mengaktifkan fitur Private Comment. Sedangkan komentar lain yang bersifat publik akan ditandai dengan tag bernama Class Comments.   Dengan berbagai tips di atas, penggunaan Google Classroom untuk belajar pun jadi semakin mudah. Terlebih jika Anda juga ikut berlangganan Google Workspace for Education, yang menyediakan aneka layanan produktivitas Google dalam versi premium. Mulai dari kapasitas penyimpanan Drive yang besar hingga jumlah peserta Meet yang banyak, semua akan mendukung aktivitas pembelajaran Anda bersama Google Classroom. Cari tahu lebih banyak tentang Google Workspace for Education dengan menghubungi EIKON Technology, reseller resmi produk Google di Indonesia.      

Collaboration, Education, Google Meet, Google Workspace, Productivity, Produktivitas, Rapat online, School

5 Kelebihan Google Classroom untuk Belajar

  Diluncurkan pada 2014, Google Classroom adalah sebuah layanan berbasis web yang dikembangkan Google untuk pengajaran jarak jauh. Berbagai kelebihan yang dimiliki oleh Google Classroom untuk belajar. Melalui Google Classroom, pengajar bisa membagikan tugas kepada murid, melakukan penilaian (grading), memberikan feedback, hingga saling bertukar file dengan murid. Tentunya masih ada banyak kelebihan Google Classroom lain yang membuat platform satu ini mampu mempermudah proses pembelajaran secara online. Beberapa di antaranya bisa Anda buktikan di bawah ini. Terintegrasi dengan layanan Google for Education lainnya Photo Credit: Elle Cartier (Unsplash) Google Classroom merupakan salah satu layanan unggulan dari Google for Education, serangkaian produk dan program yang dikembangkan Google untuk kebutuhan edukasi. Layanan lain dalam Google for Education adalah Google Workspace for Education, yang mencakup banyak aplikasi produktivitas Google seperti Docs, Gmail, Calendar, Drive, Meet, dan masih banyak lagi. Nah, berbagai aplikasi tersebut telah terintegrasi dengan Google Classroom sehingga proses pembelajaran jadi lebih praktis dan efisien. Contohnya, saat Anda membuat tugas dengan deadline baru di Google Classroom, deadline tersebut akan secara otomatis tercatat pada Google Calendar. Sebagai contoh lain, file tugas yang dikumpulkan murid bisa langsung tersimpan di Google Drive. Mengingat bahwa Google Drive berbasis cloud, Anda tak perlu repot mengunduh file satu per satu untuk menilainya karena semua dapat diakses secara online. Seluruh pembelajaran terpusat pada satu tempat Photo Credit: Vlada Karpovich (Pexels) Berkat adanya integrasi dengan berbagai aplikasi Google lain, Google Classroom pun hadir sebagai platform terpusat untuk seluruh pembelajaran. Inilah kelebihan Google Classroom yang dapat memberikan kemudahan kepada pengajar dan murid. Pengajar bisa menilai tugas murid, menyimpan bahan ajar, hingga membagikan tugas dalam satu aplikasi saja. Di sisi lain, murid juga bisa melihat semua tugas dalam folder tertentu dan mendapatkan feedback tugas dari pengajar. Baik pengajar dan murid tak perlu khawatir ada file yang hilang karena semua tersimpan aman dalam Google Classroom. Mendukung kolaborasi secara efisien Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Sejak awal, Google Classroom dirancang untuk mampu memenuhi kebutuhan komunikasi dua arah antara pengajar dan murid. Hanya dengan begitulah kolaborasi dapat dilakukan dengan efektif dan efisien walaupun secara online. Kelebihan Google Classroom satu ini dapat dirasakan melalui banyak cara. Bagi para pengajar, Anda bisa mengirimkan pemberitahuan kepada murid tentang jadwal kelas online atau diskusi online. Nantinya, murid juga punya kesempatan untuk memberikan feedback kepada teman-teman mereka dengan mengunggahnya ke forum diskusi di Google Classroom. Bantu menghemat waktu, tenaga, dan penggunaan kertas Photo Credit: RF._.studio (Pexels) Sebagai platform pembelajaran yang terpusat, Google Classroom memungkinkan Anda untuk melakukan banyak hal secara praktis. Salah satu kelebihan Google Classroom yang paling terasa adalah Anda tak perlu mencetak tugas untuk dibagikan kepada para murid. Cukup unggah soft file ke Google Classroom dan murid bisa langsung mengaksesnya. Setelah murid selesai mengerjakan tugas, pengajar bisa langsung memberikan nilai sekaligus feedback. Ya, semua masih tetap dilakukan melalui platform Google Classroom. Dengan begini, Anda tak perlu berpindah-pindah aplikasi sehingga lebih hemat waktu dan tenaga. Di samping itu, karena semua dilakukan secara paperless, pengajar dan murid juga dapat menghemat penggunaan kertas. Artinya, sambil belajar dengan menggunakan Google Classroom, Anda juga bisa sekaligus mengurangi risiko dampak buruk terhadap lingkungan. Murid bisa lebih cepat mendapatkan feedback dari pengajar Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Salah satu sumber pembelajaran murid tak hanya dari materi yang disampaikan pengajar, tapi juga feedback yang diberikan melalui penilaian tugas. Melalui Google Classroom, hal ini bisa dengan mudah dilakukan berkat adanya fitur Grading atau Penilaian. Pada fitur Grading, terdapat opsi bagi pengajar untuk memantau progress tugas setiap murid. Pengajar bisa memberikan feedback atau mengedit tugas tersebut. Nantinya, tugas yang telah diedit atau mendapat feedback dapat dikembalikan kepada murid sehingga murid bisa belajar dari komentar tersebut.   Berbagai kelebihan Google Classroom tersebut dirancang untuk mempermudah aktivitas pembelajaran. Akan lebih efisien lagi jika Anda berlangganan Google Workspace for Education yang memungkinkan Anda untuk menggunakan berbagai layanan Google secara maksimal. Dengan Google Workspace for Education, Anda bisa mendapatkan kapasitas penyimpanan Drive yang lebih besar, mengadakan kelas online di Google Meet dengan lebih banyak partisipan, dan masih banyak privilege lain yang akan Anda rasakan. Segera hubungi EIKON Technology untuk berlangganan Google Workspace for Education atau mengajukan trial terlebih dulu!        

Collaboration, Education, Gmail, Google Cloud, Google Workspace, Produktivitas, School

Mengapa Belajar Menjadi Mudah dengan Google for Education?

Google for Education adalah seperangkat layanan cloud computing dan software produktivitas yang dikembangkan Google untuk mendukung aktivitas pendidikan. Hal ini membuat belajar menjadi mudah dengan Google for Education. Terdapat banyak fitur unggulan di dalam Google for Education. Beberapa di antaranya mencakup Google Assignments, Google Classroom, dan Google Workspace for Education. Setiap produk dibekali beragam fitur yang akan menunjang para pengguna dalam melangsungkan aktivitas belajar online. Dengan kata lain, belajar pun jadi lebih mudah berkat kehadiran Google for Education. Tak harus tatap muka langsung, bisa diakses dari mana saja Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Belajar jadi mudah dengan Google for Education berkat adanya akses tak terbatas. Berbasis cloud, berbagai layanan Google for Education dapat Anda akses dari mana saja selama perangkat terhubung dengan internet. Terlebih, Google for Education juga telah mencakup layanan video conference Google Meet. Melalui aplikasi ini, para pengajar dan pelajar pun tetap bisa “bertemu” walaupun tidak secara langsung. Bahkan jika berlangganan Google Meet versi premium melalui Google Workspace for Education, Anda akan mendapatkan fitur-fitur tambahan untuk menunjang aktivitas belajar online. Mulai dari fitur untuk angkat tangan, noise cancellation, hingga perekaman video selama kelas berlangsung. Tak berhenti sampai situ, masih ada banyak produk lain dari Google for Education yang membuat belajar jadi lebih mudah. Sebut saja Google Assignments untuk mengumpulkan dan menilai tugas, Google Classroom untuk membantu pengajar mengelola kelas, dan tentunya Google Workspace for Education yang menawarkan banyak produk Google versi premium. Para pelajar tetap dapat berkolaborasi Photo Credit: Tima Miroshnichenko (Pexels) Karena dapat diakses dari mana saja, maka Google for Education memungkinkan para pelajar untuk tetap bisa berkolaborasi walaupun sedang tidak berada di satu tempat yang sama. Kerja kelompok pun tak mustahil dilakukan walaupun di tengah pandemi seperti sekarang. Sebagai contoh, katakanlah para pelajar dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan suatu makalah. Mereka bisa menggunakan Google Docs yang dapat diakses dalam waktu bersamaan oleh banyak orang sekaligus. Setiap orang bisa melakukan editing pada dokumen yang sama dan saling memberikan komentar di dalamnya. Dengan begini, tugas kolaborasi pun tetap bisa selesai. Dilengkapi banyak resource dari beragam bidang Photo Credit: stem.T4L (Unsplash) Tak hanya menyediakan sederet aplikasi atau program berbasis cloud, Google for Education juga memiliki segudang resource untuk menunjang materi belajar online. Menariknya lagi, resource tersebut tersedia untuk beragam bidang, mulai dari ilmu komputer, seni, budaya, hingga matematika dan engineering. Berbagai resource ini hadir dalam bentuk aplikasi atau online platform yang akan membantu para pelajar menekuni bidang kesukaannya secara mudah. Bagi yang menyukai seni, misalnya, mereka bisa mengakses Google Arts & Culture yang menampilkan karya seni dari lebih 1.200 museum, galeri, dan institusi di penjuru dunia. Resource dari Google for Education juga mencakup panduan bagi para orang tua dalam mengoperasikan perangkat atau platform belajar online yang tersedia. Dengan begini, diharapkan para orang tua bisa lebih proaktif terhadap aktivitas belajar anak dan membantu mereka memaksimalkan penggunaan Google for Education. Pelajar hanya perlu log in di satu platform Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Lalu, dengan banyaknya aplikasi dan online resource yang bisa digunakan untuk belajar online melalui Google for Education, bagaimana cara mengaksesnya? Tak perlu bingung karena para pelajar dan pengajar hanya perlu log in menggunakan akun Google atau alamat Gmail mereka.  Hanya dengan log in di satu tempat, para pelajar bisa mengikuti berbagai sesi kelas online. Tak hanya itu, pelajar juga tak perlu repot-repot mengunduh dan mengunggah dokumen karena semua file dapat disimpan di Google Drive. Bahkan tak hanya menyimpan, pelajar juga bisa mengedit dokumen tersebut. Di sisi lain, pengajar dapat mengakses dokumen yang sama mengingat bahwa Google Drive juga berbasis cloud.   Kini terbukti bahwa Google for Education memang dapat membantu aktivitas belajar jadi lebih mudah, khususnya untuk belajar online. Apalagi jika Anda berlangganan Google Workspace for Education yang menawarkan banyak privilege untuk mengoptimalkan aktivitas belajar, mulai dari kapasitas Gmail mencapai 30 GB hingga fitur khusus pada Google Meet. Semua itu bisa Anda dapatkan dengan langsung menghubungi EIKON Technology selaku reseller resmi produk Google di Indonesia. Sebelum berlangganan, Anda bahkan bisa mengajukan trial terlebih dulu dan rasakan sendiri berbagai kemudahan yang ditawarkan Google for Education!    

Scroll to Top