EIKON Technology

Productivity

Collaboration, Productivity, Teamwork, Timkerja

Solusi Manajemen Tugas Asana Kini Tersedia di EIKON Technology

Per Juni 2022 lalu, EIKON Technology resmi tergabung sebagai Asana Partners. Program kerja sama ini memperluas jaringan global Asana Channel Partner yang menggandeng penyedia tepercaya dalam menawarkan layanan manajemen tugas profesional. Asana Partners membantu perusahaan dari berbagai skala dalam meningkatkan sekaligus memajukan upaya transformasi digital sehingga mereka dapat terus berkembang sembari terus mendapatkan akses ke berbagai solusi khusus. Program Asana Partner Tampilan Fitur Human Resources Tracking di Asana – Photo Credit: Asana Program Asana Partner telah bermitra dengan raksasa teknologi seperti Microsoft dan Dell. Jaringan global Asana menghubungkan pelanggan dengan para pakar teknologi, pengecer, dan bahkan system integrator terkemuka dari 75 negara untuk menghilangkan silo informasi dan membantu perusahaan dalam melakukan koordinasi pekerjaan mereka dengan jelas. Belasan ribu perusahaan telah membuktikan kemampuan Asana sebagai perangkat lunak untuk mendukung kinerja perusahaan sekaligus manajemen perubahan. Asana Partner menawarkan layanan profesional dan teknis untuk memastikan kesuksesan bagi pekerja secara terdistribusi. Ini mencakup proses penyusunan alur kerja hingga membangun solusi khusus. Menjalani program sertifikasi yang ketat, mitra menawarkan pelatihan dan sumber daya yang mencakup berbagai kebutuhan serta keterampilan lintas tim dan bahkan zona waktu. Mulai dari merencanakan dan memprioritaskan proyek, hingga menetapkan tujuan dan tetap selaras, Asana Channel Partner membantu perusahaan melacak dengan cepat upaya transformasi digital mereka. EIKON Technology sebagai Asana Partner EIKON Technology menyediakan layanan implementasi paket, integrasi, penyesuaian, dan pelatihan yang diperlukan untuk bergabung secara efisien dengan Asana. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam mengimplementasikan solusi cloud kolaborasi dan manajemen kerja, kami telah mengembangkan layanan yang memenuhi kebutuhan pelanggan untuk mengoptimalkan proses bisnis mereka dan mendapatkan hasil optimal dari platform manajemen kerja. Dari pengguna baru hingga tim yang sudah menggunakan Asana, kami siap memberikan dukungan terbaik guna memastikan pengalaman yang lancar. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi bagian dari jaringan global untuk berbagi pengetahuan, belajar, dan meningkatkan kapabilitas pelanggan. Bagi EIKON Technology, melihat perusahaan mitra tumbuh dan berkembang semakin baik merupakan kepuasan tersendiri. Lewat kerja sama dengan Asana ini, EIKON Technology ingin memberikan solusi yang lebih komprehensif guna meningkatkan produktivitas mitra, terutama dalam hal manajemen kerja. Photo Credit: DCStudio (Freepik) Asana sendiri telah membantu lebih dari 93.000 perusahaan dan jutaan organisasi nonprofit di 190 dalam mengelola pekerjaan mereka, baik itu proyek kecil maupun inisiatif strategis. Perusahaan terkemuka mengandalkan Asana untuk mengelola segalanya mulai dari tujuan perusahaan hingga transformasi digital, baik peluncuran produk maupun kampanye pemasaran. Tentang EIKON Technology EIKON Technology merupakan perusahaan konsultan teknologi informasi, outsourcing, dan pengembangan yang didirikan pada tahun 2007. Sejak saat itu, EIKON telah menjadi salah satu penyedia layanan komputasi awan terkemuka di Surabaya, Jakarta dan di seluruh Indonesia. EIKON Technology bekerja mengembangkan solusi teknologi inovatif untuk menjawab berbagai tantangan bisnis. Kami memfasilitasi perusahaan dan institusi pendidikan untuk menerapkan sistem komputasi awan dengan dukungan terbaik dari para ahli. EIKON Technology memulai debutnya sebagai salah satu dari 10 Google Apps Partner pertama di dunia dan tidak lama kemudian menjadi penyedia perusahaan cloud terkemuka di Indonesia. Untuk memperluas bisnis dan memenuhi kebutuhan unik lainnya dari para pelanggan, EIKON juga menyediakan berbagai Microsoft Service Solution, alat pemasaran, manajemen media sosial menggunakan Local Measure, keamanan tambahan untuk sistem komputasi awan, dan layanan pencadangan cloud to cloud. Paling baru, EIKON Technology menawarkan layanan manajemen tugas melalui Asana.

Google Workspace, Productivity, School

Meeting Semakin Mudah dengan Fitur Baru Google Classroom

Google Classroom mengalami peningkatan pesat dari segi penggunaan saat pandemi COVID-19. Terlebih lagi ketika pemerintah di berbagai negara mulai menerapkan kebijakan untuk memulai kegiatan belajar para siswa dan guru melalui daring atau online. Pada awalnya, Google Classroom yang merupakan bagian dari Google Workspace for Education memiliki fitur terbatas. Namun, seiring banyaknya permintaan dan kemudahan yang diharapkan Google pun menambahkan fitur unggulan. Salah satunya adalah meeting online semakin mudah dan nyaman. Seperti apa fitur baru ini? Simak ulasan berikut. Fitur Baru Google Classroom untuk Meeting Photo: Zee News Fitur baru Google Classroom ini disebut dengan “Ask to Join”. Di mana para peserta di luar kelas secara otomatis tidak akan bisa mengikuti sesi bila tidak menyetujui pesan yang diberikan. Hal ini akan menambah kenyamanan bagi para peserta yang terlibat. Bagi guru, akan mudah untuk melakukan hosting sesi pembelajaran dan mengirimkan link kepada siswa. Layanan ini pun nantinya akan terintegrasi dengan berbagai layanan dari Google lainnya seperti Google Meet.  Manfaat yang Didapatkan Photo: PPLWARE Keberadaan fitur baru Google Classroom ini memiliki banyak manfaat yang bisa didapatkan. Baik itu bagi para staf pengajar, siswa, hingga partisipan lainnya. Setidaknya, ada beberapa hal yang bisa didapat dari keberadaan Google Classroom untuk meeting ini: Memudahkan guru dan murid untuk mengelola link yang akan digunakan dalam streaming pembelajaran online. Dengan begitu, aksesnya pun tidak sulit. Siswa akan diarahkan di ‘ruang tunggu’ hingga guru sebagai admin disini bergabung untuk memulai sesi. Peserta di luar kelas dapat memiliki pilihan untuk bergabung. Di sini, guru sebagai admin bisa memberikan pesan ‘ask to join’, apabila setuju maka peserta bisa masuk ke dalam sesi meeting atau pembelajaran tersebut. Bagaimana Memulainya? Photo: Google for Education Untuk bisa menggunakan layanan ini, sebenarnya sangat mudah. Anda pun bisa memilih posisi Anda. Baik itu sebagai admin untuk memulai sesi meeting  atau sebagai pengguna (end user). Semua tergantung kebutuhan Anda, namun ada hal penting yang perlu untuk Anda lakukan yakni: Jika Admin sebenarnya tidak ada admin yang mengontrol fitur ini. Namun, Google Meet harus terhubung agar Anda bisa menikmati layanan meeting online dengan nyaman menggunakan Google Classroom. Bila posisi Anda sebagai pengguna atau partisipan (end user) juga tak kalah mudahnya. Fitur tersebut akan otomatis ‘ON’ saat Anda membuat pertemuan online di Google Classroom ini. Pengguna dapat mengakses meeting melalui tautan yang dikirimkan oleh admin. Setelah itu, tunggulah beberapa saat sampai program berjalan dan Anda bisa memulai meeting dengan lancar. Kesimpulan Photo: Washington University of Virginia Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan fitur baru Google Classroom ini memiliki peran penting dalam pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19. Jika dahulu keberadaannya sebagai bagian dari Google Workspace for Education sangat terbatas, saat ini pengembangan fiturnya pun beragam. Dengan adanya fitur ini akan semakin memudahkan berbagai pihak yang terlibat dalam pembelajaran daring. Tak hanya itu saja, fitur tersebut juga mampu menjembatani para guru maupun staf pengajar untuk mendapatkan pengalaman yang lebih baik dalam menggunakannya di mana saja dan kapan saja. Dengan begitu, koordinasi pun menjadi semakin mudah dilakukan. Kini, Anda bisa menggunakan Google Classroom dengan berbagai ragam fitur unggulan yang ditawarkan melalui vendor penyedia layanan Google yang resmi di Indonesia yakni EIKON Technology. Di sini tersedia bisa disesuaikan berdasarkan kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan dari kami, Anda bisa klik di sini.

Google Workspace, Productivity, School

Belajar Lebih Aman dengan Google for Education

Dalam merancang setiap produk, tim Google for Education selalu mengutamakan privasi dan keamanan para penggunanya. Fitur-fitur keamanan pun rutin ditingkatkan agar bisa memberikan proteksi terhadap data yang tersimpan di aplikasi-aplikasi Google for Education. Hal ini merupakan salah satu komitmen Google untuk menyediakan lingkungan pembelajaran online yang aman dan terlindungi tanpa mengorbankan privasi para pengguna. Dengan begitu, mereka pun bisa benar-benar fokus dalam aktivitas belajar dan mengajar. Tiga prinsip utama pengembangan Google for Education Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Demi mewujudkan komitmen tersebut, Google for Education selalu menerapkan tiga prinsip utama dalam proses pengembangan setiap produk. Berikut ini penjelasan lebih lanjut tentang masing-masing prinsip tersebut:   Secure by default – Google for Education dilengkapi dengan sistem keamanan bersifat built-in yang akan secara otomatis melindungi Anda dari berbagai ancaman siber seperti ransomware. Private by design – Menjunjung tinggi privasi para pengguna, Google tidak menggunakan data dari Google Workspace for Education Core Services untuk kepentingan iklan apa pun. Tak hanya itu, Google juga sama sekali tidak menjual data personal para pengguna ke pihak mana pun. Kontrol di tangan pengguna – Pengguna memegang hak kekayaan intelektual penuh atas data mereka sendiri. Sebagai pengguna, Anda juga berhak mengontrol siapa yang bisa mengunduh data tersebut dan kapan bisa diunduh. Jika terjadi hal tak diinginkan, Anda akan mendapat peringatan bersifat real-time. Tidak ketinggalan dashboard khusus untuk mendapatkan laporan terkait status keamanan Anda.   Kebijakan default baru untuk pengguna Chrome dari kalangan K-12 Photo Credit: Tima Miroshnichenko (Pexels) Berdasarkan ketiga prinsip tersebut, Google for Education pun dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan seperti SafeSites, SafeSearch, Incognito Mode, dan Guest Mode. Sudah banyak sekolah yang mengaktifkan fitur-fitur tersebut untuk meningkatkan keamanan penggunaan Google for Education. Kini, Google telah menerapkan kebijakan default baru pada aktivitas web browsing untuk institusi K-12 atau setara jenjang pendidikan kelas 1 SD hingga 12 SMA. Melalui kebijakan baru ini, fitur SafeSites dan SafeSearch akan aktif secara default, sedangkan Incognito Mode dan Guest Mode akan nonaktif secara default. Namun, tenang saja, admin tetap dapat mengubah kebijakan tersebut pada Chrome OS untuk unit organisasi individual. Misalnya, memberikan akses penggunaan Guest Mode untuk para pengguna pada domain mereka. Penyesuaian akses berdasarkan usia pengguna Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Baru-baru ini, Google meluncurkan kebijakan baru yang memudahkan admin untuk mengatur akses penggunaan aplikasi berdasarkan usia pengguna. Seluruh admin dari institusi pendidikan dasar dan menengah wajib memberi informasi siapa saja pengguna Google for Education yang telah berusia di atas delapan belas tahun dan berada dalam jaringan unit organisasi.  Perubahan tersebut akan berlaku setelah 1 September 2021. Sebagai contoh, nantinya murid berusia di bawah delapan belas tahun yang termasuk dalam domain K-12 tetap bisa menonton video YouTube yang ditugaskan guru, tapi mereka tidak dapat mengunggah video, memberikan komentar, maupun melakukan live stream menggunakan akun Google dari sekolah. Jika admin tidak menyesuaikan pengaturan hingga 1 September 2021, maka seluruh pengguna dari institusi pendidikan dasar dan menengah secara default akan tercatat berusia di bawah delapan belas tahun. Sedangkan institusi pendidikan dengan jenjang lebih tinggi akan tercatat berusia di atas delapan belas tahun. Namun, kebijakan terkait usia ini tidak bersifat mutlak. Artinya, admin dapat kembali melakukan penyesuaian berdasarkan usia asli tiap pengguna di institusi pendidikan masing-masing. Dilengkapi sistem keamanan optimal, Google for Education menawarkan pengalaman belajar online yang melindungi privasi para penggunanya. Buktikan sendiri dengan berlangganan Google for Education melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google di Indonesia, EIKON Technology siap membantu menjawab segala pertanyaan Anda seputar Google for Education. Klik di sini untuk terhubung dengan tim EIKON Technology!

Google Meet, Google Workspace, Productivity, Produktivitas, School

4 Update Penting Google for Education dari Event The Anywhere School 2021

  Tahun ini, event tahunan The Anywhere School telah sukses diselenggarakan pada Juni 2021 lalu. The Anywhere School merupakan online event gratis dari Google yang ditujukan kepada guru, admin IT, dan para petinggi di bidang edukasi. Melalui event ini, Google for Education membagikan update seputar produk dan perangkat yang mereka kembangkan untuk memenuhi kebutuhan edukasi. Ada empat produk unggulan yang menjadi fokus utama Google pada event The Anywhere School 2021. Keempat produk ini tergabung dalam program Google for Education, yaitu Google Classroom, Google Meet, Google Workspace for Education, dan Chrome OS. Apa saja update yang diberikan? Cari tahu selengkapnya di bawah ini! Peningkatan keamanan dan kolaborasi pada Google Workspace for Education Photo Credit: Google Pada Mei 2021 lalu, Google meluncurkan fitur Smart Canvas untuk Google Workspace for Business. Fitur ini membuat aplikasi seperti Docs, Slides, dan Sheets menjadi lebih interaktif sehingga memperkuat kolaborasi di antara penggunanya. Ternyata Smart Canvas tak hanya ada pada Google Workspace for Business, tapi juga bisa diakses oleh para pengguna Google Workspace for Education. Hal ini tentunya akan memudahkan para guru dan murid untuk berkolaborasi walaupun tidak bertemu langsung. Tak hanya itu, Google Workspace for Education juga mendapatkan peningkatan sistem keamanan, khususnya bagi Anda yang berlangganan edisi Education, Education Plus, atau Education Standard. Ragam fitur terbaru untuk Google Classroom Photo Credit: Google Produk lain dari Google for Education yang juga mendapat update adalah Google Classroom. Sebagai learning management system (LMS), Classroom telah membantu banyak guru dan murid dalam melangsungkan kegiatan belajar dan mengajar yang efektif secara online. Berikut ini sejumlah fitur terbaru yang akan Anda temukan pada Google Classroom: Fitur impor daftar nama (roster) akan memudahkan pihak admin untuk menyiapkan kelas dalam skala besar sehingga lebih menghemat waktu. Guru atau pengajar kini bisa menambahkan konten atau aktivitas pembelajaran favorit ke dalam Classroom melalui fitur add-ons. Dashboard baru yang menampilkan aktivitas murid di Classroom, memungkinkan guru untuk memantau partisipasi murid. Kini guru bisa memberikan tugas kepada beberapa kelas sekaligus dalam waktu bersamaan. Google Meet jadi lebih mudah dan aman digunakan ​​ Photo Credit: Google Demi meningkatkan pengalaman kelas online, Google Meet sebagai salah satu produk Google for Education juga mendapatkan update. Berbagai fitur ditambahkan agar bisa terus mendukung kebutuhan para guru dan murid secara berkelanjutan. Berkat update tersebut, Google Meet jadi lebih mudah digunakan karena kini mampu mengaktifkan fungsi pin terhadap beberapa pembicara sekaligus dalam waktu bersamaan. Tak hanya itu, layanan panggilan video atau video conference juga mendapat peningkatan kualitas. Kini video conference di Google Meet dapat terintegrasi dengan fitur live streaming secara publik di YouTube. Tidak ketinggalan peningkatan performa pada fitur hand-raising dan teks terjemahan langsung (live translated captions) yang akan memudahkan para peserta untuk berpartisipasi. Personalisasi pada perangkat Chromebook Photo Credit: Google Google for Education memang pada dasarnya dapat diakses melalui beragam perangkat, mulai dari Windows hingga MacOS. Namun, tidak sedikit sekolah yang membagikan perangkat Chromebook agar dapat menjalankan program-program Google for Education secara optimal. Dibekali sistem Chrome OS, Chromebook memang dirancang untuk menjalankan program atau software buatan Google dengan performa maksimal, termasuk Google for Education. Agar para pengguna bisa lebih mudah menggunakan Chromebook, kini sistem login diubah lebih sederhana dengan adanya fitur PIN. Hadir pula fitur Chrome Insights Reports yang memudahkan admin untuk mengecek batas tanggal maksimal dari update otomatis pada Chromebook. Hal ini disebut juga dengan Automatic Update Expiration (AUE). Dengan begini, admin bisa tahu Chromebook mana saja yang AUE-nya akan berakhir sehingga dapat mempertimbangan untuk membeli perangkat baru. Dengan adanya update terbaru, produk-produk Google for Education pun dapat lebih maksimal dalam membantu Anda melakukan berbagai aktivitas pendidikan. Imbangi pula dengan pemakaian perangkat yang punya performa kuat seperti Chromebook. Tenang saja, kini Anda bisa membeli Chromebook dengan mudah dan aman melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google di Indonesia, EIKON Technology menyediakan berbagai perangkat Chromebook dalam berbagai merek dan spesifikasi. Dibantu tim berpengalaman dan profesional, Anda dapat memilih yang paling sesuai kebutuhan. Klik di sini untuk dapatkan perangkat Chromebook Anda agar bisa segera menggunakan Google for Education!

Google Workspace, Productivity, Produktivitas, School

5 Fitur Google Classroom Terbaru Penuhi Kebutuhan Belajar-Mengajar Masa Kini

Sejak 1,5 tahun belakangan ini, penggunaan teknologi di bidang edukasi (ed-tech) mengalami peningkatan. Seiring dengan sejumlah sekolah yang mulai kembali melangsungkan pertemuan tatap muka dan sebagian lainnya masih belajar online, Google optimis bahwa teknologi mampu membantu para guru dan murid dalam melaksanakan aktivitas tersebut. Google Classroom menjadi salah satu produk teknologi yang telah membantu jutaan guru dan murid dalam melangsungkan pembelajaran. Berfungsi sebagai learning management system (LMS), Google Classroom senantiasa memberikan update terhadap fitur-fiturnya agar bisa terus memenuhi kebutuhan pendidikan. Update versi terbaru telah dirilis pada Juni 2021 lalu. Berikut ini sejumlah fitur Google Classroom yang akan semakin menunjang kebutuhan aktivitas belajar-mengajar masa kini. Penjadwalan tugas pada banyak kelas   Photo Credit: Google Agar dapat terus memenuhi kebutuhan pendidikan seiring dengan berkembangnya zaman, Google Classroom sangat terbuka terhadap segala kritik dan masukan. Dari sekian banyak saran yang masuk, salah satu fitur yang paling dinantikan adalah penjadwalan tugas untuk banyak kelas. Tahun ini, fitur Google Classroom tersebut akan segera diluncurkan. Melalui fitur ini, nantinya para guru bisa menjadwalkan berbagai tugas untuk beberapa kelas sekaligus dalam waktu bersamaan. Tentunya hal ini akan sangat menghemat waktu dan meningkatkan efisiensi. Kemampuan add-ons pada Google Classroom Photo Credit: Google Bagi yang berlangganan Google Classroom edisi Teaching and Learning Upgrade atau Education Plus, sebentar lagi Anda bisa menambahkan konten atau aktivitas favorit dari perangkat ed-tech lain ke dalam Classroom. Dengan kata lain, Anda tak perlu keluar Classroom untuk menggunakan konten atau add-ons tersebut. Sebagai permulaan, Google Classroom bekerja sama dengan sembilan partner. Beberapa di antaranya adalah BookWidgets, Edpuzzle, Kahoot!, dan Adobe Spark for Education. Secara perlahan, Google akan menambahkan konten dari lebih banyak partner.   Peningkatan performa Google Meet di Classroom   Photo Credit: Maria Thalassinou (Unsplash) Integrasi Google Meet pada Classroom telah terbukti memudahkan murid dan guru dalam pembelajaran tatap muka walau tak secara langsung. Mengingat pentingnya hal tersebut, fitur Google Classroom ini pun akan mengalami peningkatan performa dalam beberapa bulan ke depan. Melalui update ini, para guru yang menggunakan Meet pada Classroom akan secara otomatis menjadi co-host saat kelas online atau online meeting. Lalu, hanya murid yang tercantum dalam daftar nama (roster) Classroom yang bisa bergabung dengan Meet. Murid lainnya harus menunggu untuk bergabung hingga ada guru yang memberikan akses link kepada mereka. Sementara itu, pihak di luar roster harus “ask to join” sehingga tidak akan ada partisipan asing yang bisa bergabung sekenanya ke dalam Google Meet.   Dashboard untuk memantau keterlibatan murid   Photo Credit: Google Partisipasi murid berperan sangat penting dalam efektivitas kegiatan belajar-mengajar, terutama jika dilakukan secara online. Fitur Google Classroom satu ini akan membantu para guru dalam memantau tingkat partisipasi atau keterlibatan murid. Google Classroom akan kedatangan dashboard khusus yang dapat memudahkan guru untuk memontior aktivitas keterlibatan murid. Melalui dashboard ini, guru bisa melihat kapan murid terakhir kali aktif menggunakan Google Classroom, kapan mereka terakhir mengumpulkan tugas, hingga seberapa sering mereka berpartisipasi di kelas melalui fitur komentar.   Mode offline pada perangkat Android   Photo Credit: Daniel Romero (Unsplash) Tidak semua murid dan guru mengakses Google Classroom melalui perangkat laptop atau komputer. Ada pula beberapa dari mereka yang menggunakan perangkat Android. Walaupun memang praktis, pemakaian perangkat Android untuk mengakses aplikasi Classroom kerap disertai keluhan akibat pengguna harus selalu online. Kabar baiknya, dalam beberapa bulan mendatang, aplikasi Classroom di Android dapat segera diakses dalam mode offline. Para murid pun bisa mengecek dan mengerjakan tugas di Google Docs tanpa harus terhubung dengan internet.   Kebutuhan pada sektor edukasi akan terus berubah mengikuti perkembangan zaman, khususnya untuk aktivitas belajar dan mengajar. Google mampu memenuhi beragam kebutuhan tersebut dengan rutin memberikan update pada fitur-fitur Google Classroom. Terlebih jika Anda berlangganan Google Classroom versi premium, pembelajaran online pun jadi lebih optimal mengingat ada fitur-fitur khusus yang tidak akan Anda dapatkan pada versi gratis. Kabar baiknya lagi, Classroom dapat diakses dari perangkat mana pun, baik MacOS, Windows, hingga Linux. Namun, untuk performa optimal, Chromebook merupakan pilihan perangkat yang tepat karena dibekali dengan sistem Chrome OS yang memang dirancang untuk menjalankan program-program Google seperti Classroom. Perangkat Chromebook bisa didapatkan dengan mudah melalui EIKON Technology, partner resmi Google di Indonesia.

Collaboration, Microsoft office 365, Productivity

Windows 11, Sistem Operasi Terbaik untuk Sistem Kerja Hybrid

  Hybrid work adalah sistem yang menggabungkan aktivitas bekerja di kantor dengan bekerja dari rumah atau lokasi lainnya. Agar sistem kerja hybrid bisa berjalan efektif, diperlukan bantuan teknologi pendukung. Windows 11 adalah solusi tepat untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dibekali dengan beragam bentuk update pada fitur-fiturnya, Windows 11 dirancang khusus sebagai sistem operasi untuk mendukung sistem kerja hybrid. Mulai dari peningkatan aktivitas multitasking hingga kemudahan proses upgrade, berikut ini sejumlah fitur terkini yang membuat Windows 11 menjadi sistem operasi terbaik untuk sistem kerja hybrid. Lebih mudah multitasking dengan Snap Layouts, Snap Groups, dan Desktops Photo Credit: Windows Sejak pertama kali diluncurkan pada 1985, sistem operasi Windows selalu berkomitmen untuk membantu Anda bekerja sesuai keinginan. Salah satu caranya dengan menawarkan fleksibilitas melalui fitur multiple windows dan kemampuan untuk menampilkan dua aplikasi secara berdampingan. Hal tersebut dapat Anda lakukan secara lebih mudah pada Windows 11. Kini telah hadir fitur Snap Layouts, Snap Groups, dan Desktops yang menawarkan cara lebih powerful dalam aktivitas multitasking. Melalui fitur-fitur ini, Anda bisa mengatur tampilan layar sesuai kebutuhan kerja dalam desain yang clean. Tak hanya itu, kini Anda juga dapat menciptakan Desktop berbeda untuk dikustomisasi sesuai aktivitas. Dengan begini, Anda bisa memisahkan Desktop untuk bekerja dari Desktop untuk gaming atau aktivitas lain. Integrasi Chat from Microsoft Teams dengan taskbar Photo Credit: Windows Sistem kerja hybrid sangat mengandalkan komunikasi online untuk menjalankan kolaborasi. Memahami kebutuhan ini, Windows 11 pun dilengkapi dengan fitur Chat from Microsoft Teams yang kini telah terintegrasi dengan taskbar. Jadi, kini Anda bisa secara instan terhubung melalui teks, panggilan suara, atau video dengan seluruh rekan kerja di mana pun mereka berada, bahkan jika mereka menggunakan perangkat atau platform berbeda sekalipun. Jika misalnya rekan kerja Anda belum mengunduh aplikasi Microsoft Teams, Anda tetap bisa terhubung dengannya melalui two-way SMS. Akses aplikasi Android pada sistem operasi Windows Photo Credit: Windows Produktivitas kerja sangat dipengaruhi oleh aplikasi penunjang yang Anda gunakan. Demi mengoptimalkan hal tersebut, beberapa pengguna Windows bahkan tak hanya menggunakan aplikasi Microsoft, tapi juga Android. Alhasil, beberapa dari Anda mungkin harus berulang kali berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain. Namun, dengan Windows 11, hal tersebut tak perlu Anda lakukan lagi. Kini aplikasi-aplikasi Android sudah bisa diakses secara resmi pada perangkat Windows. Anda dapat menemukan aplikasi Android ini pada Microsoft Store dan mengunduhnya melalui Amazon Appstore. Upgrade baru ini merupakan bentuk kerja sama Microsoft dengan Amazon dan Intel. Agar nantinya para pengguna bisa mengunduh dan menggunakan aplikasi-aplikasi Android secara lancar pada perangkat Windows, Microsoft memanfaatkan teknologi Intel Bridge milik Amazon dan Intel. Proses upgrade yang begitu mudah dan simpel Photo Credit: Windows Sistem operasi Windows 11 dirancang pada pondasi platform yang sama dengan Windows 10. Artinya, bukan hanya penggunaannya yang mudah, tapi juga proses upgrade-nya. Pengalaman yang begitu familiar—mulai dari Microsoft Endpoint Manager hingga konfigurasi cloud—akan tetap Anda terintegrasi pada Windows 11. Tak hanya itu, Windows 11 juga dirancang dengan tingkat keamanan tinggi. Berbagai teknologi keamanan baru bersifat built-in telah disematkan untuk melindungi setiap komponen, mulai dari chip hingga cloud. Dengan begini, data Anda akan terproteksi, akses terlindungi, dan produktivitas pun tetap bisa lancar selama menjalankan hybrid working.   Bagi yang selama ini mengadaptasi sistem kerja hybrid, maksimalkan produktivitas Anda dengan menggunakan Windows 11. Terlebih jika Anda menggabungkannya dengan pemakaian Microsoft 365 for Business, yang menyediakan beragam aplikasi penunjang kolaborasi kerja seperti email, penyimpanan One Drive hingga 1 TB, dan Skype for Business. Dengan begitu, aktivitas hybrid working pun bisa terus optimal, tak peduli dari mana pun Anda berada. Tak perlu tunggu lama lagi, setelah update Windows 11, segera hubungi EIKON Technology untuk mulai berlangganan Microsoft 365 for Business. Sebagai partner resmi produk Microsoft di Indonesia, EIKON Technology dapat membantu Anda memilih paket atau plan yang paling sesuai dengan kebutuhan hybrid working. Klik di sini untuk berlangganan Microsoft 365 for Business melalui EIKON Technology!

Chromebook, Collaboration, Productivity

Memahami Prioritas Kebijakan pada Browser Chrome

  Di era transformasi digital yang begitu pesat, tugas tim IT tak hanya berkutat pada proteksi sistem keamanan teknologi yang digunakan perusahaan, tapi juga sambil memastikan agar para karyawan tetap bisa produktif bekerja. Kabar baiknya, menjalankan kedua prioritas tersebut bukanlah hal sulit selama tim IT Anda menggunakan browser Chrome. Browser Chrome memiliki ratusan kebijakan enterprise yang tersedia di seluruh opsi cloud maupun on-prem. Bersifat fleksibel, kebijakan-kebijakan tersebut dapat Anda atur pada tingkat yang berbeda. Nah, metode yang Anda gunakan untuk menerapkan kebijakan-kebijakan ini akan menentukan tingkat prioritasnya. Jadi, seandainya suatu hari ada sejumlah kebijakan yang bertentangan, maka Anda bisa tahu mana yang harus diprioritaskan. Untuk memastikan agar seluruh kebijakan dapat berlaku sesuai yang ditetapkan admin IT, mari kenali dulu tingkatan prioritas pada browser Chrome dari yang tertinggi hingga paling rendah berikut ini.   Machine policy   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Ini dia jenis kebijakan dengan tingkat prioritas paling tinggi. Jika seandainya ditemui sejumlah kebijakan yang saling bertentangan, maka machine policy inilah yang akan selalu didahulukan. Pada perangkat Windows, tingkatan prioritas satu ini biasanya dapat diatur pada Group Policy. Sedangkan bagi pengguna perangkat Mac, Anda bisa mengaturnya pada menu Managed Preferences.   Cloud machine policy   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Jenis kebijakan satu ini telah diatur dalam Chrome Browser Cloud Management. Artinya, saat Anda menggunakan Chrome Browser Cloud Management, maka platform pengelolaan browser tersebut akan berjalan berdampingan dengan kebijakan-kebijakan yang sudah ada. Apabila terjadi pertentangan kebijakan, maka machine policy pada perangkat komputer yang akan diprioritaskan. Namun, penting untuk diingat bahwa ada pula kebijakan Google Policy Overrides (GPO) untuk mengubah urutan prioritas. Melalui adanya GPO ini, Anda dapat mengatur agar Cloud Policy ditetapkan sebagai prioritas utama, termasuk dengan tingkatan lebih tinggi dari machine policy lokal.   OS user policy   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Tidak semua pengguna mengakses browser Chrome dari perangkat OS seperti Chromebook. Banyak juga dari Anda yang melakukannya melalui perangkat Windows maupun Mac. Kebijakan OS user inilah yang akan berlaku jika Anda melakukan sign in melalui perangkat Windows atau Mac yang dikelola perusahaan.   Cloud user policy   Photo Credit: Caspar Camille Rubin (Unsplash) Cloud user policy disebut juga dengan kebijakan profil Chrome (Chrome profile policy). Bagi Anda para pengguna Google Workspace, cloud user policy diatur dalam Google Admin Console. Kebijakan tersebut baru akan berlaku saat para pengguna Anda melakukan sign in ke Google dan menerapkannya.   Users settings   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Pengaturan pengguna, atau users settings, merujuk pada default settings yang menjadi kebijakan standar pada browser Chrome atau settings yang diatur secara manual oleh pengguna. Users settings inilah yang memiliki tingkat prioritas paling rendah. Namun, walaupun pengguna bisa mengatur settings secara manual, idealnya pihak administrator tetap bisa membatasi kemampuan pengguna dalam melakukan perubahan settings pada lingkungan perusahaan. Sistem prioritas kebijakan pada browser Chrome memang dapat diterapkan pada berbagai jenis berangkat, mulai dari Windows hingga Mac. Namun, untuk performa lebih optimal, penggunaan perangkat Chrome OS seperti Chromebook sangatlah disarankan. Beruntung kini Chromebook bisa didapatkan dengan mudah dan aman melalui partner resmi produk Google di Indonesia, EIKON Technology. Bahkan Anda bisa berkonsultasi dengan tim EIKON Technology untuk memilih produk Chromebook yang benar-benar sesuai kebutuhan. Segera hubungi EIKON Technology dan dapatkan perangkat Chromebook untuk menunjang produktivitas!

Chromebook, Collaboration, Productivity

3 Alasan Mengapa Banyak Perusahaan Berlangganan Chrome Enterprise

  Demi kelancaran bisnis, peran departemen IT sangatlah dibutuhkan di perusahaan. Terutama di era pandemi seperti sekarang yang mengharuskan banyak karyawan bekerja secara remote dari tempat tinggal masing-masing. Melalui pemanfaatan teknologi secara tepat, tim IT menjaga stabilitas performa kerja para karyawan agar tetap produktif. Tidak mengherankan jika akhirnya banyak tim IT perusahaan yang beralih ke cloud untuk mendukung fleksibilitas kerja, menjaga sistem keamanan secara optimal, sekaligus mengurangi infrastruktur dengan pemeliharaan tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, mereka pun menggunakan Chrome Enterprise, seperangkat layanan Google yang fokus pada kebutuhan bisnis. Menyediakan aneka perangkat manajemen dan sumber daya berbasis cloud, Chrome Enterprise pun menjadi pilihan banyak perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari dengan fleksibilitas maksimal. Lantas, apa yang membuat Chrome Enterprise begitu diminati banyak perusahaan?   Menyediakan berbagai aplikasi dan sumber daya penunjang kerja   Photo Credit: fauxels (Pexel) Sebagai salah satu perangkat Chrome OS, Chromebook juga turut menjadi bagian dari Chrome Enterprise yang ditawarkan Google. Bukannya tanpa alasan, perangkat Chromebook mampu mengakomodasi kebutuhan kolaborasi kerja secara aman, baik ketika Anda mengakses situs web, membuka aplikasi, atau lainnya. Namun, dalam proses pemindahan workflow ke lingkungan cloud, kemungkinan besar Anda masih akan membutuhkan sejumlah aplikasi berfitur penuh agar tetap produktif. Masalahnya, sering kali aplikasi-aplikasi tersebut tidak bekerja pada sistem cloud. Memahami dilema tersebut, Google pun bekerja sama dengan Parallels Desktop untuk menyediakan solusi yang dapat menjembatani proses transisi perusahaan Anda ke penggunaan aplikasi berbasis cloud secara penuh. Parallels Desktop dijalankan secara “lokal” pada perangkat Chrome dalam edisi atau sesi pengguna Chrome US. Jadi, Anda pun tak membutuhkan koneksi internet. Terlebih, sejak awal Parallels Desktop untuk Chrome Enterprise memang dirancang khusus bagi para pelaku bisnis. Nantinya, para admin IT dapat mengaktifkan akses ke perangkat-perangkat yang terhubung dengan Chrome Enterprise Upgrade saja sehingga lebih aman.   Meningkatkan efisiensi operasional pada seluruh perangkat   Photo Credit: krakenimages (Unsplash) Masih dengan penggunaan Chromebook untuk Chrome Enterprise, admin IT perusahaan dapat menerapkan sistem keamanan berstandar tinggi, menjaga kestabilan produktivitas karyawan, hingga pengawasan IT. Semua hal ini bisa dilakukan dengan harga yang relatif lebih terjangkau jika dibandingkan dengan layanan dari kompetitor. Namun, penting untuk diingat bahwa ini bukan hanya tentang menghemat biaya, tapi juga meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Hal tersebut telah dibuktikan oleh para pelanggan Chrome Enterprise yang mengakui adanya siklus hidup yang cukup panjang pada perangkat Chromebook; mulai dari penggunaan untuk pertama kali, pengalihan penggunaan kepada karyawan baru, hingga akhirnya pencabutan akses saat perangkat tersebut sudah tak dapat dipakai lagi. Riset dari Enterprise Strategy Group (ESG) pun menunjukkan hasil serupa. Mereka meneliti tentang penghematan waktu pada siklus hidup Chromebook jika dibandingkan dengan PC biasa. Hasilnya, Chromebook terbukti mampu menghemat waktu hingga 76% selama proses deployment perangkat dan 96% saat proses peralihan perangkat ke pengguna baru.   Rutin meningkatkan keamanan dan pengalaman pengguna   Photo Credit: Mimi Thian (Unsplash) Sebagai penunjang Chrome Enterprise, Chromebook dilengkapi dengan fitur update OS otomatis yang berlangsung pada “di balik layar” (background). Idealnya, update ini berlangsung selama seminggu sekali. Dengan begitu, Anda pun akan selalu memiliki akses ke fitur-fitur edisi terbaru, termasuk sistem keamanan terkini. Sebagai contoh, update OS yang baru-baru ini dirilis adalah Chrome 84. Melalui update ini, Google memperkenalkan sejumlah fitur baru untuk menunjang produktivitas kerja dan pengawasan IT. Beberapa di antaranya adalah manajemen aplikasi dan extension yang lebih mudah dari Chrome Web Store pada Google Admin Console, overview mode yang kini mendukung pengaturan multimonitor, hingga peningkatan aksesibilitas pada konsol Google Admin melalui penambahan lima belas aturan baru. Jadi, bagi yang ingin tetap produktif menjalankan bisnis walaupun harus bekerja secara remote dengan tim, berlangganan Chrome Enterprise adalah solusinya. Terlebih dengan perangkat Chrome OS seperti Chromebook, berbagai keperluan pekerjaan pun bisa diselesaikan secara lebih efisien melalui fitur-fitur pendukungnya yang begitu canggih. Beruntung kini pembelian Chromebook sangat mudah dilakukan. Anda hanya perlu memastikan untuk menghubungi partner resmi produk Google di Indonesia seperti EIKON Technology. Menyediakan beragam pilihan Chromebook, Anda pun bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan. Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk dapatkan Chromebook Anda!  

Chromebook, Collaboration, Productivity, Technology

4 Upaya Chrome OS Membangun Masa Depan Ramah Lingkungan

  Google memiliki dedikasi tinggi dalam menjaga planet dan lingkungan. Berbagai langkah berhasil dicapai demi mewujudkan komitmen tersebut. Sejak 2007, Google telah menjadi perusahaan netral karbon (carbon-neutral). Lalu, pada 2017, Google menjadi perusahaan pertama yang berhasil menyesuaikan 100% konsumsi listrik tahunan dengan pemakaian energi terbarukan. Tak berhenti sampai situ, Google juga memiliki target agar seluruh data center dapat beroperasi menggunakan energi bebas karbon pada 2030 nanti. Sebagai salah satu produk unggulan Google, Chrome OS pun turut ambil bagian dalam mendukung misi tersebut. Tak hanya menyediakan software dan hardware computing yang sifatnya berkelanjutan (sustainable), Chrome OS juga melakukan berbagai langkah penting berikut ini demi membangun masa depan yang ramah lingkungan. Kurangi jejak karbon, optimalkan efisiensi energi Photo Credit: Kelly Lacy (Pexels) Sejak awal diperkenalkan, Chrome OS menawarkan kemampuan manajemen daya dengan sistem charging efisien dan optimalisasi performa perangkat. Salah satu klien Google yang berhasil membuktikan hal tersebut adalah Kingston dan Sutton, keduanya merupakan organisasi dewan untuk kerajaan di London. Setelah menggunakan lebih dari 3.800 perangkat Chrome OS, Kingston dan Sutton berhasil menurunkan gas rumah kaca dan konsumsi energi tahunan hingga 32%. Sebagai informasi, perangkat Chrome OS yang digunakan adalah Chromebook Acer dan Citrix sebagai aplikasi workspace-nya. Perangkat dirancang dengan bahan baku yang dapat didaur ulang Photo Credit: Sigmund (Pexels) Dalam merancang berbagai perangkatnya, Chrome OS selalu memastikan agar desain dan komponen-komponennya bersifat tahan lama. Tidak bekerja sendiri, berbagai partner Chrome OS seperti Acer dan HP pun turut mendukung misi tersebut. HP Elite c1030 Chromebook Enterprise, misalnya, berhasil menjadi perangkat Chromebook pertama yang diproduksi menggunakan plastik dari laut. Bahkan ternyata HP telah mengumpulkan lebih dari 780 ton plastik (setara 60 juta botol plastik) dari laut untuk didaur ulang menjadi bahan pembuatan produk-produk HP. Tak hanya HP, Acer juga telah melakukan langkah serupa. Lebih dari 7,6 juta perangkat Chrome OS dikirimkan menggunakan plastik ramah lingkungan (plastik PCR). Di samping itu, Acer juga telah mengurangi penggunaan plastik baru (virgin plastic) pada kemasan produk hingga 60%. Memperpanjang siklus hidup perangkat untuk minimalisir limbah elektronik Photo Credit: Sahand Babali (Unsplash) Cara lain yang dilakukan Chrome OS untuk membangun masa depan ramah lingkungan adalah dengan memperpanjang siklus hidup perangkat. Dengan begitu, limbah pemakaian elektronik pun dapat diminimalisir. Kini, perangkat-perangkat terbaru Chromebook mampu menerima pembaruan update OS hingga delapan tahun. Selama periode tersebut, performa perangkat tidak akan menurun sehingga mampu berfungsi optimal dalam waktu lama. Sistem supply chain yang lebih ramah lingkungan Photo Credit: Reproductive Health Supplies Coalition (Unsplash) Banyak partner Gogole yang menggunakan Chrome OS untuk meningkatkan efisiensi rantai pasokan (supply chain), logistik, dan operasional harian. Salah satunya adalah Insight Enterprise yang bergerak di bidang inovasi digital. Melalui penggunaan perangkat eco-friendly seperti Chromebook dari Google, Insight Enterprise dapat membantu para karyawannya untuk produktif bekerja secara mobile dengan penghematan sumber daya. Selain Insight Enterprise, partner lain yang juga merasakan dampak positif serupa adalah CDW. Menawarkan berbagai produk teknologi, CDW fokus meningkatkan efisiensi energi pada aktivitas operasional mereka sekaligus memaksimalkan dampak dari upaya daur ulang mereka. Hal ini memungkinkan CDW untuk menjalankan bisnis yang sustainable pada berbagai sektornya. Chrome OS tak hanya menyediakan solusi atas kebutuhan produktivitas Anda, tapi juga dibarengi dengan upaya konkret untuk menjaga planet dan lingkungan. Anda bisa ambil bagian dalam upaya positif tersebut dengan menggunakan perangkat Chrome OS seperti Chromebook untuk bekerja sehari-hari. Terlebih, kini pembelian Chromebook bisa dilakukan secara mudah. Kini di Indonesia telah hadir partner resmi produk Google seperti EIKON Technology. Sebelum membeli, Anda bisa berkonsultasi lebih dulu dengan tim EIKON Technology untuk memilih produk Chromebook yang paling sesuai kebutuhan produktivitas. Segera hubungi EIKON Technology untuk mendapatkan perangkat Chromebook Anda!

Chromebook, Collaboration, Productivity

Leaptakers, Platform Google untuk Mengapresiasi Para Pekerja IT

  Di balik kelancaran aplikasi yang kita gunakan, keamanan akses sistem cloud, hingga kemudahan pemakaian berbagai produk teknologi lain, terdapat tim IT yang telah berjasa besar. Mereka bekerja keras demi memastikan agar para pengguna bisa selalu menikmati teknologi dengan aman dan nyaman. Di Google, tim IT menjadi bagian penting dalam tulang punggung perusahaan. Begitu banyak kisah inspiratif yang menarik perhatian Google, mulai dari tim DevOps yang mengubah jaringan rumah sakit agar keluarga pasien bisa tetap konsultasi dengan dokter selama masa lockdown pandemi, hingga para inovator yang membantu pemerintah mengirimkan kebutuhan darurat dengan drone. Google yakin bahwa masih ada banyak sekali kisah inspiratif serupa dari para pekerja IT lain di seluruh dunia. Agar ada semakin banyak orang yang mengetahui kisah-kisah tersebut, Google pun menciptakan platform bernama Leaptakers. Melalui platform Google ini, para pekerja IT dapat berbagi cerita tentang berbagai project yang pernah mereka kerjakan. Bentuk apresiasi Google terhadap para pekerja IT Photo Credit: Annie Spratt (Unsplash) Kehadiran tim IT begitu penting di tengah era digital seperti sekarang. Berkat dedikasi dan kemampuan mumpuni mereka, tercipta begitu banyak sistem dan produk teknologi yang memudahkan kehidupan manusia. Sayangnya, masih banyak dari tim IT yang kurang mendapat apresiasi atas kerja keras mereka. Terlebih, tim IT kerap kali tidak memiliki waktu untuk meresapi betapa besar dampak hasil kerja mereka. Setelah menyelesaikan satu project, kemungkinan besar mereka akan langsung beralih mengerjakan project lainnya. Demi memberi sorotan lebih kepada para pekerja IT di seluruh dunia, Google baru-baru ini memperkenalkan program bernama Leaptakers. Melalui platform Google ini, para pekerja IT bisa berbagi cerita tentang project-project yang pernah mereka kerjakan, tantangan yang dihadapi, hingga dampak signifikan dari karya IT yang telah dihasilkan. Leaptakers menjadi salah satu cara Google untuk merayakan kerja keras tim IT. Di samping itu, para pekerja IT juga dapat memanfaatkan Leaptakers untuk meresapi betapa signifikan dampak yang telah mereka berikan terhadap kehidupan manusia melalui kerja keras mereka. Bisa juga menominasikan orang lain Photo Credit: Campaign Creators (Unsplash) Jadi, bagi para pekerja IT di mana pun Anda berada, jangan ragu untuk berbagi cerita tentang project yang pernah Anda kerjakan. Semua bisa Anda bagikan melalui platform Google bernama Leaptakers. Caranya pun sangat mudah. Anda hanya perlu klik di sini dan mengisi formulir berisi ragam pertanyaan yang telah disediakan Google. Jika semua telah terisi, klik tombol Submit Your Story dan cerita Anda telah terkirim ke Google! Lalu, jika Anda memiliki teman sesama pekerja IT yang menurut Anda pantas mendapat sorotan, Anda bisa menominasikannya. Bagikan saja link ini kepada mereka agar mereka bisa turut berbagi cerita tentang project-project IT menakjubkan lainnya. Google akan membuat project video kompilasi Photo Credit: Wahid Khene (Unsplash) Pengiriman cerita melalui platform Google Leaptakers akan ditutup pada 16 Juli 2021. Setelah itu, Google akan melakukan seleksi dan memilih sejumlah project utama untuk dikompilasi dalam sebuah video. Tentunya video ini juga akan dibagikan oleh Google secara online. Tenang saja, seluruh cerita lain yang masuk akan tetap ditampilkan pada platform khusus Leaptakers. Bahkan nantinya Anda dan para pekerja IT lain juga tetap bisa terus berbagi cerita melalui platform tersebut. Dengan begini, akan ada semakin banyak kisah inspiratif dari tim IT yang bisa diketahui orang lain.   Jika Anda termasuk salah satu anggota tim IT yang selama ini berkutat dengan banyak project berarti, jangan ragu membagikan cerita Anda melalui platform Google yang baru, Leaptakers. Pastikan Anda menggunakan perangkat yang powerful seperti Chromebook agar pengisian formulir berjalan lancar dan terhindar dari system crash. Anda bisa mendapatkan perangkat Chromebook terbaru dari berbagai produsen IT ternama melalui EIKON Technology, partner resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia! Langsung saja klik di sini atau hubungi tim EIKON Technology sekarang juga!  

Scroll to Top