EIKON Technology

Technology

Teamwork, Technology

Umumkan Partnership dengan JumpCloud, EIKON Technology Tingkatkan Efisiensi dan Keamanan bagi Klien

Pada tahun 2023 ini, EIKON Technology resmi bergabung dengan program partnership JumpCloud untuk membantu pemanfaatan JumpCloud Directory Platform, sebuah platform cloud yang menyatukan identitas, akses, dan manajemen perangkat di berbagai jenis sumber daya teknologi informasi atau TI. Dengan pesatnya perkembangan model kerja jarak jauh dan hybrid, program partnership ini menghadirkan kapabilitas manajemen identitas terpusat dari cloud bagi EIKON Technology yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk membantu klien dan calon klien untuk beralih ke cloud, mencapai efisiensi dalam transformasi digital, sekaligus meningkatkan jaringan dan keamanan siber secara efektif. Pertumbuhan pesat MSP Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Managed service provider (MSP) akan terus tumbuh di pasar TI selama beberapa tahun mendatang. Pasar Managed Security Services secara khusus diperkirakan telah mengumpulkan setidaknya US$40,97 miliar pada tahun 2022, dan saat ini, lebih dari 100.000 MSP di seluruh dunia melayani jutaan klien. Klien-klien ini—kebanyakan adalah perusahaan kecil hingga menengah tanpa sumber daya TI yang memadai—mempercayakan MSP untuk memandu mereka dengan praktik, pendekatan, dan solusi komputasi cloud terbaik. Dengan infrastruktur dan teknologi TI yang menjadi bagian integral dari setiap bisnis, MSP memiliki banyak beban di pundak mereka. Klien mengandalkan MSP agar dapat bersaing di pasar dengan alat dan sumber daya TI yang lebih baik, karyawan yang lebih produktif, dan ketangkasan untuk menangkap peluang baru yang inovatif. Dukungan JumpCloud bagi MSP Mengusung misi Make (Remote) Work Happen®, JumpCloud memberikan akses aman ke sumber daya yang diperlukan klien untuk melakukan pekerjaan mereka. Partnership JumpCloud menghadirkan tools, sumber daya, dan solusi direktori cloud yang mudah dikelola MSP untuk mengembangkan bisnis mereka secara efektif. JumpCloud Directory Platform menempatkan manajemen pengguna yang sederhana, aman, dan hemat biaya dalam jangkauan dengan mengkonsolidasikan identitas di setiap dan semua sumber daya TI tanpa kompleksitas. Platform Directory-as-a-Service JumpCloud akan menjadi sumber daya siap pakai di toolbelt EIKON Technology sebagai MSP, membuka peluang untuk memberi dukungan kepada klien dengan infrastruktur cloud generasi mendatang sebagai fondasi TI mereka. Kemudahan integrasi dengan Google Workspace Photo Credit: Freepik Pada 24 April 2023 lalu, JumpCloud mengumumkan kemitraan dengan Google Cloud. Kolaborasi ini memungkinkan klien MSP untuk menggabungkan Google Workspace dengan platform direktori terbuka yang disediakan JumpCloud. Dengan begitu, mereka dapat memperkuat keamanan dan mengoptimalkan cara mereka dalam mengelola tenaga kerja hybrid. Ini juga memberikan sebuah alternatif yang terbuka, cloud-forward, dan lebih aman dibanding vendor tunggal maupun solusi lama yang sudah usang. Klien juga dapat memiliki kebebasan dan fleksibilitas untuk beralih pada solusi modern berbasis cloud untuk mendukung kerja hybrid dan lingkungan platform campuran dengan lebih aman. “Saat bisnis terus beralih ke model kerja hybrid, tim TI harus mengevaluasi alat mana yang memungkinkan mereka mengoptimalkan produktivitas tenaga kerja dengan aman dalam skala besar. Perusahaan global kini dapat menggabungkan kemampuan komunikasi inovatif Google Workspace dengan manajemen perangkat dan layanan direktori JumpCloud, memberi tim TI solusi kolaborasi modern yang fleksibel dan dapat berkembang sesuai kebutuhan bisnis mereka.” Kevin Ichhpurani, Corporate Vice President, Global Partner Ecosystem & Channels Google Cloud   Tentang JumpCloud JumpCloud Directory Platform membantu tim TI mencapai Make (Remote) Work Happen® dengan memusatkan pengelolaan identitas dan perangkat pengguna, memungkinkan perusahaan kecil dan menengah untuk mengadopsi model keamanan Zero Trust. JumpCloud memiliki basis pengguna global lebih dari 150.000 perusahaan, dengan lebih dari 5.000 pelanggan berbayar termasuk GoFundMe, Grab, ClassPass, Uplight, Beyond Finance, dan Foursquare. JumpCloud telah mengumpulkan lebih dari US$400 juta dari investor kelas dunia termasuk Sapphire Ventures, General Atlantic, Sands Capital, Atlassian, hingga CrowdStrike. Tentang EIKON Technology EIKON Technology bermitra dengan JumpCloud untuk menghubungkan klien pada workstation, server, jaringan, aplikasi, dan file mereka dengan lebih aman dan efisien. JumpCloud akan mengelola dan mengamankan identitas pengguna di seluruh pengaturan TI secara otomatis dengan sistem single secure login yang lebih aman. JumpCloud Directory Platform menyediakan solusi berbasis cloud untuk mengontrol dan mengelola identitas karyawan, perangkat mereka, dengan menerapkan prinsip Zero–trust. JumpCloud dapat mengintegrasikan Google Workspace ke layanan direktori berbasis cloud, memperluas identitas Workspace ke perangkat, aplikasi, jaringan—baik untuk on premises maupun cloud. Sebagai Premier Partner Google Workspace, integrasi ini akan makin memudahkan EIKON Technology sebagai MSP dalam menyediakan solusi berbasis cloud yang lebih aman, terpercaya, dan bebas hambatan bagi klien.

Google Workspace, Gsuite, Gsuite enterprise, Technology

Data Regions Fundamental Kini Tersedia untuk Lebih Banyak Pelanggan Google Workspace

Kabar baik bagi para pelanggan Google Workspace yang selama ini ingin menggunakan layanan data regions, tapi belum bisa melakukannya karena alasan keterbatasan akses. Mulai 21 Juli 2021 lalu, layanan data regions fundamental dapat dinikmati oleh lebih banyak pelanggan Google Workspace.  Siapa sajakah pelanggan Google Workspace yang dimaksud? Apa bedanya data regions fundamental dari layanan data regions lain? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini. Membantu Anda mengontrol lokasi penyimpanan data Photo Credit: Christine Morillo (Pexels) Infrastruktur cloud Google Workspace, yang didistribusikan secara global, mampu melindungi data sekaligus mengurangi latensi berkat adanya teknologi geo redundancy. Itulah kenapa mayoritas perusahaan memilih untuk tidak membatasi penyimpanan data mereka secara geografis. Namun, jika Anda ingin mengontrol lokasi penyimpanan data, maka dapat membantu Anda. Pada dasarnya, memungkinkan Anda untuk memilih lokasi penyimpanan data Google Workspace. Data yang dimaksud adalah data yang sedang dalam keadaan nonaktif (at rest) serta data backup pada Gmail, Drive, Calendar, Docs, Sheets, Slides, Chat, Sites, Vault, Forms, dan Keep. Fitur penuh tersebut tersedia untuk pelanggan Google Workspace yang berlangganan edisi Enterprise Plus dan Education Plus. Kini, Google juga menyediakan versi terbatas (limited) dari yang dikenal dengan nama data regions fundamental. Berbeda dari data regions enterprise Photo Credit: Markus Spiske (Unsplash) Istilah yang populer di kalangan para pelanggan adalah data regions enterprise. Nah, data regions fundamental bisa dikatakan sebagai versi yang lebih terbatas dari edisi enterprise tersebut. Karena lebih terbatas, maka layanannya pun juga berbeda. Jika menggunakan versi enterprise, maka Anda bisa mengatur kebijakan untuk beberapa lokasi (region) sekaligus. Anda juga bisa mengustomisasi untuk kelompok atau unit organisasi berbeda di dalam perusahaan Anda. Sementara itu, versi fundamental hanya menawarkan satu opsi region. Karena hal ini pula, edisi fundamental hanya memperbolehkan Anda untuk mengatur satu kebijakan region pada level unit organisasi. Tersedia untuk beberapa edisi langganan Google Workspace Photo Credit: Daniel Romero (Unsplash) Perbedaan antara versi enterprise dan fundamental tak hanya terletak pada kebijakannya, tapi juga ketersediaan untuk para pelanggan. Dalam hal ini, data fundamental bisa dibilang lebih unggul karena cakupannya yang cenderung lebih luas. Versi fundamental tersedia untuk pelanggan Google Workspace yang berlangganan edisi Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, dan Frontline. Sementara itu, versi enterprise hanya tersedia untuk pelanggan Google Workspace yang berlangganan edisi Enterprise Plus dan Education Plus. Dengan kata lain, layanan ini tidak tersedia untuk para pelanggan Google Workspace yang berlangganan edisi Enterprise Essentials, Education Fundamentals, Nonprofits, Business, dan G Suite Basic.   Melalui layanan data regions fundamental, Anda dapat mengatur kebijakan lokasi penyimpanan data pada Google Workspace. Untuk mulai menggunakannya, Anda harus terlebih dulu berlangganan Google Workspace edisi Frontline, Business Standard, Business Plus, atau Enterprise Standard. Caranya sangat mudah, Anda hanya perlu menghubungi partner premium resmi Google yang tepercaya di Indonesia, EIKON Technology. Tim dari EIKON Technology akan membantu Anda memahami perbedaan tiap edisi langganan Google Workspace. Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk mendapatkan layanan data regions fundamental Google Workspace!

Chromebook, Collaboration, Productivity, Technology

4 Upaya Chrome OS Membangun Masa Depan Ramah Lingkungan

  Google memiliki dedikasi tinggi dalam menjaga planet dan lingkungan. Berbagai langkah berhasil dicapai demi mewujudkan komitmen tersebut. Sejak 2007, Google telah menjadi perusahaan netral karbon (carbon-neutral). Lalu, pada 2017, Google menjadi perusahaan pertama yang berhasil menyesuaikan 100% konsumsi listrik tahunan dengan pemakaian energi terbarukan. Tak berhenti sampai situ, Google juga memiliki target agar seluruh data center dapat beroperasi menggunakan energi bebas karbon pada 2030 nanti. Sebagai salah satu produk unggulan Google, Chrome OS pun turut ambil bagian dalam mendukung misi tersebut. Tak hanya menyediakan software dan hardware computing yang sifatnya berkelanjutan (sustainable), Chrome OS juga melakukan berbagai langkah penting berikut ini demi membangun masa depan yang ramah lingkungan. Kurangi jejak karbon, optimalkan efisiensi energi Photo Credit: Kelly Lacy (Pexels) Sejak awal diperkenalkan, Chrome OS menawarkan kemampuan manajemen daya dengan sistem charging efisien dan optimalisasi performa perangkat. Salah satu klien Google yang berhasil membuktikan hal tersebut adalah Kingston dan Sutton, keduanya merupakan organisasi dewan untuk kerajaan di London. Setelah menggunakan lebih dari 3.800 perangkat Chrome OS, Kingston dan Sutton berhasil menurunkan gas rumah kaca dan konsumsi energi tahunan hingga 32%. Sebagai informasi, perangkat Chrome OS yang digunakan adalah Chromebook Acer dan Citrix sebagai aplikasi workspace-nya. Perangkat dirancang dengan bahan baku yang dapat didaur ulang Photo Credit: Sigmund (Pexels) Dalam merancang berbagai perangkatnya, Chrome OS selalu memastikan agar desain dan komponen-komponennya bersifat tahan lama. Tidak bekerja sendiri, berbagai partner Chrome OS seperti Acer dan HP pun turut mendukung misi tersebut. HP Elite c1030 Chromebook Enterprise, misalnya, berhasil menjadi perangkat Chromebook pertama yang diproduksi menggunakan plastik dari laut. Bahkan ternyata HP telah mengumpulkan lebih dari 780 ton plastik (setara 60 juta botol plastik) dari laut untuk didaur ulang menjadi bahan pembuatan produk-produk HP. Tak hanya HP, Acer juga telah melakukan langkah serupa. Lebih dari 7,6 juta perangkat Chrome OS dikirimkan menggunakan plastik ramah lingkungan (plastik PCR). Di samping itu, Acer juga telah mengurangi penggunaan plastik baru (virgin plastic) pada kemasan produk hingga 60%. Memperpanjang siklus hidup perangkat untuk minimalisir limbah elektronik Photo Credit: Sahand Babali (Unsplash) Cara lain yang dilakukan Chrome OS untuk membangun masa depan ramah lingkungan adalah dengan memperpanjang siklus hidup perangkat. Dengan begitu, limbah pemakaian elektronik pun dapat diminimalisir. Kini, perangkat-perangkat terbaru Chromebook mampu menerima pembaruan update OS hingga delapan tahun. Selama periode tersebut, performa perangkat tidak akan menurun sehingga mampu berfungsi optimal dalam waktu lama. Sistem supply chain yang lebih ramah lingkungan Photo Credit: Reproductive Health Supplies Coalition (Unsplash) Banyak partner Gogole yang menggunakan Chrome OS untuk meningkatkan efisiensi rantai pasokan (supply chain), logistik, dan operasional harian. Salah satunya adalah Insight Enterprise yang bergerak di bidang inovasi digital. Melalui penggunaan perangkat eco-friendly seperti Chromebook dari Google, Insight Enterprise dapat membantu para karyawannya untuk produktif bekerja secara mobile dengan penghematan sumber daya. Selain Insight Enterprise, partner lain yang juga merasakan dampak positif serupa adalah CDW. Menawarkan berbagai produk teknologi, CDW fokus meningkatkan efisiensi energi pada aktivitas operasional mereka sekaligus memaksimalkan dampak dari upaya daur ulang mereka. Hal ini memungkinkan CDW untuk menjalankan bisnis yang sustainable pada berbagai sektornya. Chrome OS tak hanya menyediakan solusi atas kebutuhan produktivitas Anda, tapi juga dibarengi dengan upaya konkret untuk menjaga planet dan lingkungan. Anda bisa ambil bagian dalam upaya positif tersebut dengan menggunakan perangkat Chrome OS seperti Chromebook untuk bekerja sehari-hari. Terlebih, kini pembelian Chromebook bisa dilakukan secara mudah. Kini di Indonesia telah hadir partner resmi produk Google seperti EIKON Technology. Sebelum membeli, Anda bisa berkonsultasi lebih dulu dengan tim EIKON Technology untuk memilih produk Chromebook yang paling sesuai kebutuhan produktivitas. Segera hubungi EIKON Technology untuk mendapatkan perangkat Chromebook Anda!

Collaboration, Technology

Google Docking Station Baru untuk Perangkat Chrome OS

  Docking station, disebut juga sebagai universal port replicator, merupakan sebuah aksesori yang menghubungkan laptop dengan perangkat eksternal yang mampu menambah fungsi laptop tersebut. Pemasangan docking station dapat menambah kenyamanan pengguna. Bahkan Anda akan merasa seperti sedang menggunakan komputer desktop, bukan laptop. Kini, pengguna Chromebook juga dapat merasakan pengalaman serupa. Baru-baru ini, Google meluncurkan produk docking station untuk perangkat Chrome OS. Bagaimana bentuk dari Google Docking Station ini? Apa saja fungsinya? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini! Merupakan bagian dari program Works with Chromebook Photo Credit: Nathan Dumlao (Unsplash) Pada Maret 2020, Google meluncurkan program bernama ‘Works with Chromebook’ untuk menyediakan berbagai aksesoris penunjang perangkat Chrome OS. Melalui program ini, dipastikan bahwa aksesoris-aksesoris tersebut telah resmi diuji dan divalidasi untuk bekerja dengan baik pada perangkat Chrome OS. Beberapa contohnya seperti keyboard, mouse, dan charger. Google Docking Station menjadi aksesori terbaru yang tergabung dalam program ‘Works with Chromebook’ per Mei 2021 lalu. Rencananya, Google Docking Station akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa bulan kedepan. Dalam mewujudkan rencana tersebut, Google menggandeng sejumlah partner dari bidang teknologi. Beberapa di antaranya adalah Acer, Hyper, Targus, StarTech.com, dan Belkin. Dengan adanya kerja sama ini, akan tersedia banyak pilihan Google Docking Station yang nantinya bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Hadir dalam dua jenis docking station, dengan fitur update otomatis Photo Credit: Andrew Neel (Unsplash) Secara umum, setidaknya ada dua tipe docking station yang disediakan oleh Google. Tipe pertama adalah dock berukuran lebih besar yang dapat menunjang tiga display eksternal via HDMI, DP, dan USB-C. Sementara itu, tipe kedua adalah dock berukuran lebih kecil dengan satu HDMI eksternal sehingga cocok bagi Anda yang membutuhkan docking station bersifat ringkas untuk kebutuhan perjalanan atau kerja remote. Walaupun memiliki fitur berbeda, kedua tipe Google Docking Station tersebut sama-sama dibekali dengan kemampuan update firmware dan software Chrome OS secara otomatis. Dengan begini, Anda pun akan selalu mendapatkan versi OS terkini dengan fitur-fitur terbaru. Kompatibel juga untuk Windows dan Mac Photo Credit: Solen Feyissa (Unsplash) Demi menunjang aktivitas kerja, banyak perusahaan yang menggunakan perangkat campuran dari berbagai produsen atau platform. Google memahami benar kebutuhan tersebut. Walaupun sebetulnya Google Docking Station dirancang untuk penggunaan Chrome OS, aksesori satu ini juga kompatibel dengan perangkat berbasis Windows maupun MacOS. Jadi, bagi yang sehari-hari bekerja menggunakan perangkat Windows atau MacOS di samping Chrome OS, Anda dapat memakai Google Docking Station untuk meningkatkan fungsi perangkat-perangkat tersebut.   Dengan kata lain, apa pun perangkat yang Anda gunakan untuk bekerja, Google Docking Station tetap dapat kompatibel dengannya. Namun, untuk mendapatkan fungsi optimal, penggunaan perangkat Chrome OS tetaplah disarankan. Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology selaku partner resmi produk Google di Indonesia. Tersedia beragam pilihan perangkat Chrome OS yang dapat menunjang produktivitas kerja sehari-hari Anda. Ditambah dengan Google Docking Station, fungsi perangkat pun akan semakin meningkat sehingga memaksimalkan pekerjaan. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!  

Collaboration, Google Workspace, Security, Technology

Konfigurasi Setting Keamanan Google di Device Google Workspace

  Demi memudahkan perusahaan dalam mengelola penggunaan Google Workspace, Google telah menyediakan platform khusus bernama Admin. Sesuai namanya, platform tersebut hanya bisa diakses oleh orang atau karyawan yang ditunjuk sebagai administrator untuk mengatur sistem keamanan google di device.  Admin telah dilengkapi dengan beragam fitur penunjang keamanan Google Workspace, salah satunya Endpoint Management. Melalui Endpoint Management inilah seorang administrator bisa melakukan konfigurasi setting keamanan pada perangkat-perangkat yang mengakses Google Workspace. Namun, jenis perangkat yang berbeda biasanya membutuhkan setting sistem keamanan Google Workspace yang berbeda pula. Simak penjelasan berikut ini untuk mengetahuinya. Pada perangkat mobile Photo Credit: NordWood Themes (Unsplash) Setidaknya ada dua konfigurasi utama yang bisa dilakukan pada perangkat mobile untuk menjaga keamanan Google Workspace beserta data di dalamnya. Kedua bentuk konfigurasi tersebut adalah password dan lock down. Berikut penjelasannya.   Akses menggunakan password   Photo Credit: NeONBRAND (Unsplash) Lindungi data Google Workspace di dalam perangkat mobile dengan mewajibkan pengguna mengaktifkan screen lock atau password pada perangkat tersebut. Apabila memungkinkan, sebaiknya tentukan juga komposisi password tersebut untuk meningkatkan keamanan. Anda bisa menentukan tipe password, standar tingkat keamanannya, hingga minimal jumlah karakter yang harus disertakan dalam password.   Lock down atau menghapus data pada perangkat yang hilang   Photo Credit: Kevin Ku (Pexels) Tidak ada orang yang ingin kehilangan smartphone mereka, tapi kejadian seperti ini tidak dapat diprediksi. Jika benar terjadi, tentu dapat membahayakan keamanan data di dalamnya. Pun ketika ada karyawan yang resign dari perusahaan, Anda harus memastikan bahwa ia tak lagi memiliki akses terhadap data-data yang tersimpan dalam Google Workspace pada perangkat mobile miliknya. Tak perlu khawatir, sistem keamanan Google Workspace memiliki fitur Lock Down yang memungkinkan Anda untuk menghapus akun kerja karyawan melalui platform Endpoint Management. Saat hal itu dilakukan, seluruh data pekerjaan di dalamnya juga akan ikut terhapus. Dengan begini, risiko data bocor pun bisa diminimalisir. Pada perangkat komputer atau desktop Photo Credit: Surface (Unsplash) Konfigurasi setting keamanan untuk perangkat Google Workspace tak hanya berlaku pada mobile, tapi juga perangkat komputer atau desktop. Bahkan jumlah fitur konfigurasi keamanan Google Workspace pada perangkat komputer relatif lebih banyak dari mobile. Apa saja? Aktifkan verifikasi endpoint Photo Credit: FLY:D (Unsplash) Dengan mengaktifkan sistem verifikasi endpoint pada perangkat komputer, Anda bisa menggunakan akses kontekstual (context-aware) untuk melindungi data perusahaan. Pada saat bersamaan, Anda juga akan mendapatkan informasi lebih tentang perangkat komputer yang mengakses data tersebut.   Batasi sinkronisasi Drive File Stream pada perangkat milik perusahaan   Photo Credit: Ivan Samkov (Pexels) Tahukah bahwa sebenarnya Anda bisa mengerjakan file Drive pada perangkat Windows atau MacOS tanpa harus menggunakan browser? Caranya adalah dengan memanfaatkan Drive File Stream. Namun, untuk menjaga keamanan Google Workspace dan seluruh data perusahaan Anda di dalamnya, batasi pengaturan sinkronisasinya. Sebaiknya, pastikan Drive File Stream hanya bisa dijalankan pada perangkat milik perusahaan yang telah terdaftar dalam inventory.   Gunakan Google Credential Provider for Windows (GCPW)   Photo Credit: Johny vino (Unsplash) Konfigurasi setting keamanan Google satu ini berlaku bagi Anda yang menggunakan perangkat komputer bersistem operasi Windows 10. Setelah sign in pada perangkat mereka menggunakan akun Google, pengguna harus melakukan 2-step verification dan sign-in challenges. Baru setelah itu pengguna bisa mengakses berbagai Google Workspace. Apabila mau, mereka juga bisa mengaktifkan fitur single sign-on (SSO) yang memungkinkan mereka untuk menggunakan aplikasi-aplikasi Google Workspace tanpa harus mengetik ulang username dan password akun Google.   Pada dasarnya, sistem keamanan Google Workspace telah dirancang secara optimal, baik untuk pengguna maupun data-data yang tersimpan di dalamnya. Walau begitu, mengingat ada banyak perangkat yang digunakan untuk mengakses Google Workspace, konfigurasi setting keamanan melalui Endpoint Management tetap perlu dilakukan. Tenang saja, platform Endpoint Management sudah termasuk bagian dari Google Workspace. Artinya, selama Anda berlangganan Google Workspace, maka Anda bisa menggunakan Endpoint Management tanpa biaya tambahan. Untuk mengetahui lebih jauh tentang edisi langganan Google Workspace, langsung saja klik di sini atau hubungi EIKON Technology selaku re-seller resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia!  

Bisnis, Collaboration, Google Workspace, Productivity, Technology

Cara Meningkatkan Strategi Marketing Bisnis dengan Google Workspace

  Dalam menyusun strategi marketing bisnis, ada begitu banyak hal yang harus diurus. Contohnya seperti foto dan video untuk konten, jadwal marketing campaign, pemasangan iklan, dan masih banyak lagi. Belum lagi jika Anda dan tim marketing tersebar di banyak kota atau lokasi, menyusun strategi pun jadi terasa lebih menantang. Di sinilah Google Workspace dapat membantu Anda. Menawarkan serangkaian program dan aplikasi penunjang produktivitas, Google Workspace akan menjadi tools terbaik bagi Anda  dalam merancang strategi marketing bisnis. Selain itu, mengingat bahwa Google Workspace berbasis Cloud, maka kolaborasi tim pun tidak mustahil dilakukan walau dari banyak tempat berbeda. Cek poin-poin di bawah ini untuk mengetahui cara mengoptimalkan strategi marketing dengan menggunakan Google Workspace! Buat diri Anda lebih mudah dikenali pada email Photo Credit: Stephen Phillips (Unsplash) Salah satu bagian terpenting dalam penyusunan strategi marketing adalah membangun reputasi bisnis yang positif. Tunjukkan bahwa Anda merupakan bisnis yang kredibel dan dapat dipercaya. Saat mengirim email, misalnya, pastikan agar diri Anda lebih mudah dikenali. Untungnya, hal ini bisa mudah dilakukan melalui layanan email Google Workspace, Gmail. Pada kolom “From” dalam Gmail, selalu cantumkan nama alamat email Anda. Lalu, tuliskan pula kesimpulan isi email secara singkat pada kolom “Subject”. Usahakan agar subject tersebut tidak lebih dari sepuluh kata. Kredibilitas bisnis juga akan lebih terjaga apabila Anda memasang foto pada profil Gmail Anda, bisa berupa foto diri yang sesuai atau logo bisnis. Manfaatkan Google Forms untuk riset pasar Photo Credit: Campaign Creators (Unsplash) Sebagus apa pun strategi marketing bisnis yang Anda lakukan, hal tersebut akan percuma apabila tidak tepat sasaran. Karenanya, penting untuk melakukan riset pasar sebelum meluncurkan marketing campaign. Anda bisa menyebarkan survei kepada target konsumen menggunakan Google Forms. Tak perlu capek-capek keliling, Anda hanya perlu membagikan tautan Google Forms kepada target konsumen bisnis Anda. Lalu, setelah mendapatkan respons atau feedback dari hasil survei tersebut, Anda bisa menyortir dan menganalisis data menggunakan Google Sheets. Mengelola marketing campaign dengan Google Calendar Photo Credit: Omar Al-Ghosson (Unsplash) Agar strategi marketing sukses meninggalkan kesan positif yang bersifat jangka panjang, maka sebaiknya ada campaign yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Penjadwalan pun penting dilakukan agar strategi marketing bisnis dapat berjalan tepat waktu dan sasaran. Tahap penjadwalan inilah yang biasanya cukup menguras waktu karena Anda harus memastikan segalanya sesuai. Terlebih, Anda juga harus menyesuaikan timeline dengan jadwal anggota tim agar  tidak ada strategi marketing yang terbengkalai. Tak perlu bingung, pengelolaan strategi marketing bisa Anda lakukan secara lebih praktis menggunakan Google Calendar. Melalui aplikasi Google Workspace satu ini, Anda bisa mengundang para anggota tim dan assign tugas mereka pada tanggal yang dikehendaki. Bahkan jika ada materi yang perlu dipelajari, Anda dapat langsung melampirkannya di dalam Google Calendar. Tingkatkan online presence melalui Google My Business Photo Credit: henry perks (Unsplash) Era digital telah menuntut segala sesuatunya untuk go online, termasuk bisnis. Karenanya, agar bisnis Anda juga dikenal secara online, tingkatkan presence Anda dengan memanfaatkan Google My Business. Namun, pastikan Anda membangun website terlebih dulu agar target konsumen nantinya bisa mengenal lebih jauh bisnis Anda. Tenang saja, Google Workspace juga menyediakan layanan pembuatan website bernama Sites. Buatlah website yang relevan dengan bisnis dan di-update secara rutin untuk meningkatkan search engine optimization (SEO). Semakin baik SEO-nya, maka website Anda punya peluang lebih tinggi untuk muncul pada peringkat atas hasil pencarian Google. Jika website sudah rampung, daftarkan secara gratis pada Google My Business. Jangan lupa cantumkan nomor telepon aktif dan lokasi bisnis untuk memudahkan target konsumen dalam menemukan dan menjangkau bisnis Anda. Perluas jangkauan audiens dengan Google Ads Photo Credit: Launchpresso (Unsplash) Selain daftar Google My Business, ada cara lain yang juga dapat membantu Anda memperluas jangkauan bisnis, yaitu beriklan melalui Google Ads. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya mengiklankan website menggunakan strategi keywords. Jadi, jika seseorang mengetikkan keyword tertentu, website Anda bisa muncul pada peringkat teratas hasil pencarian Google. Cara lain adalah membuat video iklan untuk kemudian dipasang di produk-produk Google lain. Saat ini, ada banyak bisnis atau brand yang memasang video iklan produk mereka pada YouTube. Mengingat audiens kerap skip iklan di YouTube, pastikan Anda menunjukkan produk Anda pada detik-detik pertama video.   Menyusun strategi marketing bisnis memang bukan hal yang mudah, tapi hal tersebut bisa dioptimalkan dengan menggunakan Google Workspace. Ragam aplikasinya akan mempermudah Anda dalam menyusun strategi marketing secara tepat sasaran. Agar tak lagi menunda-nunda perancangan strategi marketing bisnis, segera berlangganan Google Workspace sekarang juga. Dengan begitu, Anda bisa langsung mengaplikasikan cara-cara di atas dan mendapatkan hasil strategi marketing yang maksimal. Tunggu apa lagi? Segera hubungi EIKON Technology selaku reseller resmi Google Workspace di Indonesia!  

Google hangout, Google Meet, Info, Productivity, Rapat online, Teamwork, Technology

Meet Hardware Dapat Membantu Produktivitas Kerja Saat Work From Home

    Work from home, atau bekerja dari rumah, telah menjadi gaya kerja baru yang kini diadaptasi oleh banyak pekerja. Walaupun mungkin pada awalnya terasa agak kagok, kini aktivitas work from home bisa semakin lancar dilakukan berkat kecanggihan teknologi. Salah satunya yaitu Meet Hardware yang dapat membantu meningkatkan produktivitas kerja saat work from home. Kelancaran saat meeting tentunya tetap bergantung pada perangkat atau hardware yang Anda gunakan selama work from home. Jika menggunakan Meet Hardware, tak ada yang perlu Anda khawatirkan karena perangkat satu ini dapat membantu menjaga produktivitas Anda saat work from home. Tidak percaya? Buktikan sendiri melalui ulasan di bawah ini! Kolaborasi tetap berjalan dari mana pun Anda berada Photo Credit: Surface (Unsplash) Meskipun harus bekerja dari rumah masing-masing, bukan berarti Anda tidak bisa berkolaborasi dengan para rekan kerja lainnya. Di sinilah Google Meet Hardware dapat membantu Anda dalam mewujudkan kebutuhan tersebut. Meet Hardware adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan online video meeting atau video conference. Beberapa contohnya seperti webcam dan mikrofon. Dengan menggunakan perangkat tersebut selama work from home, komunikasi dengan rekan kerja di tempat lain pun sangat mungkin dilakukan. Kehadiran Meet Hardware membantu melancarkan jalannya komunikasi tersebut sehingga kolaborasi kerja bisa tetap jalan. Namun, dengan catatan, harus tersedia koneksi internet yang mumpuni karena bagaimanapun juga, Anda masih membutuhkannya untuk mengakses aplikasi Google Meet.  Kualitas gambar dan suara yang jelas sehingga lebih kondusif Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Google Meet memang dapat diakses dari berbagai perangkat, mulai dari desktop, laptop, smartphone, hingga tablet. Namun, terkadang tidak semua perangkat tersebut dibekali dengan kamera dan mikrofon yang andal. Alhasil, saat Anda menggunakannya untuk video meeting selama work from home, kualitas gambar dan suara yang muncul pun kurang maksimal. Akibatnya, ketika video meeting berlangsung, baik Anda dan peserta lain jadi kesulitan mendengarkan dan merespons satu sama lain. Hal ini tentu berdampak kurang baik pada produktivitas kolaborasi kerja. Nah, Meet Hardware hadir sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Bekerja sama dengan produsen ternama seperti Logitech dan Asus, Google memproduksi hardware yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan online video meeting. Mulai dari camera, speaker mic, hingga touchscreen, Meet Hardware mampu menghasilkan gambar dan suara dalam kualitas jernih. Dengan begini, Anda dan peserta meeting lainnya bisa saling menyimak secara jelas. Komunikasi berlangsung kondusif sehingga kolaborasi kerja pun tidak terganggu.   Lalu, di mana Anda bisa mendapatkan Meet Hardware? Photo Credit: Vanessa Garcia (Pexels) Perlu diingat kembali bahwa Meet Hardware bukan terdiri dari satu perangkat saja, melainkan berupa serangkaian perangkat yang juga bisa Anda beli dalam satuan. Lalu, di mana Anda bisa membelinya? Umumnya, toko-toko gadget menjual produk Meet Hardware. Namun, jika ingin yang telah terbukti keaslian dan kualitasnya, Anda bisa membeli perangkat video meeting  Meet melalui reseller resmi produk Google seperti EIKON Technology. EIKON Technology menyediakan beragam produk  Meet Hardware untuk berbagai kebutuhan. Tak hanya bagi Anda yang harus video meeting sambil work from home, tapi juga bagi Anda yang sering melakukan video conference di ruangan khusus meeting bersama banyak orang.    Work from home bukan menjadi alasan untuk tidak produktif bekerja, terutama yang bersifat kolaborasi. Sebaliknya, produktivitas kerja saat work from home tetap bisa terjaga dengan bantuan Meet Hardware. Segera hubungi EIKON Technology untuk mendapatkan perangkat video meeting yang paling sesuai kebutuhan work from home Anda!       

Collaboration, Google Workspace, Produktivitas, Security, Technology

Keunggulan Google Workspace untuk Membantu Bisnis

    Menjalankan bisnis bukanlah hal yang mudah dilakukan, terlebih jika Anda merupakan pemilik bisnis berskala kecil. Biasanya tanggung jawab Anda jadi berlipat ganda, mulai dari menjadwalkan meeting, mengirimkan email kepada pelanggan, hingga menyusun laporan keuangan.  Namun, walaupun terdengar menantang, hal tersebut tak mustahil dilakukan selama Anda menggunakan tools atau perangkat yang tepat. Google Workspace hadir sebagai solusi untuk membantu Anda dalam menjalankan bisnis tersebut. Aksesibilitas tinggi, kapan pun dan dari mana pun Photo Credit: cottonbro (Pexels) Merupakan platform berbasis cloud, Google Workspace dapat Anda akses selama 24 jam penuh dari mana saja. Kabar baiknya lagi, berbagai aplikasi Google Workspace sudah kompatibel dengan seluruh browser. Anda bisa menggunakan perangkat apa pun untuk mengakses konten dan fitur yang ditawarkan Google Workspace, baik itu dari smartphone Android, PC atau Mac, hingga iPhone. Aksesibilitas tinggi tentunya akan sangat memudahkan pekerjaan, terutama jika anggota tim Anda tersebar di berbagai kota. Terlebih, Google Workspace juga sangat mendukung kolaborasi kerja. Aplikasi seperti Google Docs, Sheets, dan Slides memungkinkan Anda untuk melakukan editing dalam waktu bersamaan pada satu file. Selain itu, melalui fitur Offline, Anda dan tim bisa tetap mengakses data atau bekerja menggunakan Google Workspace tanpa harus terhubung dengan internet. Dengan begini, produktivitas kerja pun bisa terus terjaga. Tingkatkan kredibilitas dengan kustomisasi alamat email Photo Credit: Stephen Phillips (Unsplash) Salah satu aplikasi unggulan dari Google Workspace adalah Gmail. Layanan email ini bisa Anda gunakan secara gratis untuk keperluan bisnis, tapi tentunya dengan berbagai batasan. Anda tidak bisa mengubah domain Gmail menjadi nama bisnis Anda. Namun, dengan upgrade ke Google Workspace versi premium, Anda dapat melakukan hal tersebut. Misalnya, dari yang semula menggunakan alamat ade@gmail.com, Anda bisa mengubahnya jadi ade@bisniscuan.com. Mungkin memang terkesan sederhana, tapi dengan mengubah domain email, bisnis Anda akan terlihat lebih kredibel di mata pelanggan. Tak hanya itu, branding bisnis pun juga jadi lebih kuat. Saat pelanggan menerima email dari alamat yang mencantumkan nama bisnis Anda, lambat laun bisnis Anda akan terpatri dalam benak mereka. Data bisnis lebih aman di dalam Vault Photo Credit: Lukas Blazek (Unsplash) Selama ini, Anda mungkin telah mengenal Google Drive sebagai platform penyimpanan data berbasis cloud yang dikembangkan Google. Di samping itu, ada pula Vault yang bisa dikatakan sebagai versi lebih canggih dari Drive. Vault merupakan layanan pengarsipan buatan Google. Fungsinya pun serupa, yakni menyimpan dan melindungi data, termasuk data bisnis. Hanya saja, Vault dilengkapi dengan sistem teknologi keamanan yang lebih advanced. Pada Vault, Anda bisa menentukan berapa lama data akan disimpan dan siapa saja yang berhak mengaksesnya. Mengingat banyaknya data penting bisnis yang harus dilindungi, Vault dapat menjadi perangkat terbaik untuk memenuhi kebutuhan Anda. Namun, untuk bisa menggunakan Vault, Anda harus terlebih dulu berlangganan Google Workspace edisi Business Plus atau Enterprise. Mengetahui efektivitas kerja melalui Work Insights Photo Credit: Carlos Muza (Unsplash) Produktivitas menjadi salah satu kunci penting kesuksesan suatu bisnis. Memahami betul hal tersebut, Google Workspace pun hadir dengan fitur Work Insights. Melalui fitur ini, Anda bisa mendapatkan insight atau data terkait penggunaan Google Workspace oleh para anggota tim. Tak hanya menyediakan informasi tentang intensitas pemakaian Google Workspace, Work Insights bahkan menyajikannya secara detail berdasarkan level produktivitas, kolaborasi, dan adopsi. Dengan begini, akan mudah bagi Anda untuk mengetahui preferensi tim. Misalnya, data dari Work Insights menunjukkan bahwa hanya ada 58% anggota tim yang menggunakan Sheets. Sementara itu, pemakaian Gmail justru mencapai 96%. Hal ini menunjukkan bahwa tim bisnis Anda nyaman menggunakan Gmail untuk keperluan kerja sehari-hari.   Melalui berbagai aplikasi dan fitur-fitur pendukungnya, Google Workspace hadir untuk membantu para pelaku bisnis dalam mempermudah pekerjaan. Agar bisa menggunakannya secara optimal tanpa batasan, Anda bisa upgrade langganan Google Workspace ke versi premium. Google Workspace menawarkan beberapa edisi premium yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan bisnis. Untuk mengetahui perbedaan masing-masing edisi tersebut, langsung saja hubungi EIKON Technology selaku reseller resmi produk Google di Indonesia. Sebagai alternatif, Anda juga bisa klik di sini untuk mempelajari lebih jauh tentang Google Workspace for Business!    

Info, Technology

Presentasi Bisnis dengan Fitur Google Slides yang Menarik

Presentasi tidak bisa dilepaskan dari aktivitas bisnis. Entah untuk pitching di hadapan klien, menjabarkan strategi marketing baru kepada anggota tim, atau menjelaskan tentang laporan keuangan kepada stakeholder, presentasi bisnis penting dilakukan demi mencapai tujuan perusahaan. Agar tujuan presentasi bisa tercapai, konten yang disajikan pun harus menarik dan tepat sasaran. Anda membutuhkan perangkat seperti Google Slides untuk menyusun konten presentasi secara optimal. Dibekali berbagai fitur, Google Slides akan membantu Anda menyajikan presentasi bisnis sesuai kebutuhan dan tujuan. Co-editing bersama anggota tim dari tempat masing-masing Photo Credit: Marvin Meyer (Unsplash) Membuat materi presentasi bisnis di Google Slides begitu mudah dilakukan berkat adanya template beraneka tema. Namun, di tengah prosesnya, wajar apabila Anda merasa bingung harus menyertakan materi yang mana saja. Anda pun membutuhkan masukan dari sesama rekan kerja atau atasan. Tak perlu khawatir, Anda dan anggota tim bisa melakukan co-editing bersama melalui Google Slides. Artinya, beberapa orang bisa mengerjakan materi presentasi pada satu file Google Slides yang sama dalam satu waktu. Saat salah satu rekan kerja Anda melakukan editing, akan muncul kursor dalam warna tertentu yang bergerak mengikuti perubahan atau aktivitas editing tersebut. Tidak hanya itu, Google Slides juga telah dibekali dengan fitur chat dan comment. Jadi, dalam file presentasi yang sedang dikerjakan, Anda dan tim dapat saling berkomunikasi melalui teks berbentuk chat. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan komentar pada bagian tertentu dengan mengetikkan alamat email anggota tim. Nantinya, mereka akan menerima notifikasi melalui email. Kontrol pengaturan sharing secara mudah Photo Credit: Ono Kosuki (Pexels) Lalu, bagaimana caranya agar anggota tim bisa melakukan co-editing bersama Anda pada satu file Google Slides yang sama? Apakah lantas semua orang bisa mengakses file presentasi bisnis tersebut? Tenang saja, kontrol akses terhadap file tersebut sepenuhnya berada di tangan Anda. Sebagai pemilik file, Anda bisa menentukan siapa saja yang dapat mengakses file presentasi melalui fitur Share. Tak hanya itu, bahkan Anda juga bisa mengontrol jenis aksesnya. Misalnya, anggota X dapat mengedit file, sedangkan anggota Y hanya bisa mengecek (view). File presentasi dapat diakses dari perangkat apa pun Photo Credit: Canva Studio (Pexels) Kemudahan akses materi presentasi bisnis di Google Slides tidak hanya hadir melalui fitur Share, tapi juga penggunaan pada perangkat. Anda dapat membuka, mengedit, dan bahkan mempresentasikan file Google Slides buatan Anda melalui perangkat desktop, tablet, maupun smartphone. Alhasil, Anda pun bisa tetap mempelajari materi presentasi hingga menit-menit terakhir secara praktis. Kabar baiknya lagi, file presentasi di Google Slides juga dapat di-convert atau diubah menjadi file berformat PowerPoint. Begitu juga sebaliknya, Anda bisa mengubah file PowerPoint dalam bentuk Google Slides melalui aplikasi atau extension Chrome. Cek riwayat revisi file dengan mudah Photo Credit: Canva Studio (Pexels) Dalam mengerjakan suatu dokumen, salah satu kekhawatiran yang kerap muncul adalah perangkat tiba-tiba mati dan progress kerja tidak tersimpan. Alhasil, Anda pun terpaksa harus mengulangnya dari awal. Kabar baiknya, hal seperti itu bisa Anda hindari jika menggunakan Google Slides untuk mengerjakan materi presentasi bisnis. Selama perangkat terhubung dengan koneksi internet yang stabil, Google Slides akan secara otomatis menyimpan progress kerja Anda. Penyimpanan tersebut dilakukan pada akun Google Drive Anda. Menariknya lagi, Google Slides tidak menghapus riwayat revisi file presentasi Anda. Artinya, Anda dan tim masih bisa mengakses berbagai versi lama dari file tersebut. Riwayat revisi ini telah disusun berdasarkan tanggal dan pengguna yang melakukan editing atau perubahan. Optimalkan konten presentasi bisnis Anda dengan menyusunnya menggunakan Google Slides. Agar bisa mengakses seluruh fitur Google Slides secara lebih leluasa, saatnya berlangganan Google Workspace premium melalui EIKON Technology. Tak hanya Google Slides, Google Workspace juga menyediakan berbagai produk Google lain untuk menunjang bisnis Anda, mulai dari Docs, Sheets, Drive, Calendar, Meet, hingga Gmail. Tersedia dalam tiga paket langganan, Anda bisa memilih yang paling sesuai kebutuhan. Tim EIKON Technology akan membantu Anda dalam menentukan pilihan. Segera daftar Google Workspace sekarang juga melalui EIKON Technology, reseller resmi produk Google di Indonesia!

Productivity, Technology

Bagaimana Google Workspace Dapat Meningkatkan Produktivitas Perusahaan

Meningkatkan Produktivitas Perusahaan – Kesuksesan suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh produktivitas kerja para anggota tim. Idealnya, semakin tinggi tingkat produktivitas, maka peluang mencapai kesuksesan juga semakin besar. Di sinilah Google Workspace dapat membantu Anda dan tim mewujudkan hal tersebut. Pertama diluncurkan pada 2006, Google Workspace menyediakan berbagai produk, perangkat, dan software untuk menunjang pekerjaan. Seluruh produk tersebut berbasis teknologi cloud-computing sehingga juga memudahkan kolaborasi antar anggota tim. Lantas, bagaimana Google Workspace ambil bagian dalam cara meningkatkan produktivitas perusahaan? Kolaborasi secara real-time dalam satu dokumen Photo Credit: Tiger Lily (Pexels) Aktivitas bisnis tidak terlepas dari pembuatan berbagai dokumen, mulai dari kontrak kerja, laporan keuangan, hingga deck untuk presentasi. Google Workspace memfasilitasi kebutuhan tersebut melalui Google Docs, Sheets, dan Slides yang memungkinkan kolaborasi secara real-time. Yes, bahkan kolaborasi dalam satu dokumen yang sama! Sebagai contoh, katakanlah Anda baru saja membuat laporan proyek di Google Docs. Setelahnya, Anda bisa mengundang atasan dan rekan kerja lain untuk mengakses file tersebut. Nantinya, mereka tidak hanya bisa memeriksa file, tapi juga meninggalkan komentar atau langsung melakukan editing. Menariknya lagi, Google Docs—begitu juga Sheets dan Slides—akan tetap menyimpan versi-versi terdahulu dari file Anda. Jadi, jika sewaktu-waktu Anda masih harus mengakses file versi orisinal, Anda bisa menemukannya dengan mudah. Kepraktisan yang ditawarkan Google Workspace pun bisa menjadi cara meningkatkan produktivitas perusahaan secara efektif. Akses data lebih cepat melalui Google Drive dan Vault Photo Credit: Nathana Reboucas (Unsplash) Jangan sampai produktivitas terganggu karena Anda menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mencari suatu dokumen atau data. Sebagai solusinya, simpan seluruh data Anda secara digital di Google Drive dan Google Vault. Adanya fitur Search akan memudahkan Anda dalam mengakses data yang diinginkan sehingga lebih hemat waktu. Lalu, apa perbedaan antara Drive dan Vault? File yang disimpan di Google Drive masih dapat Anda edit, cocok untuk data yang masih harus dikerjakan secara kolaborasi. Sementara itu, Google Vault digunakan untuk menyimpan file yang sudah dalam versi final, biasanya untuk dokumen yang sifatnya cukup sensitif atau tingkat kerahasiaannya tinggi. Google Calendar mempermudah penjadwalan meeting Photo Credit: Nadeena Granville (Unsplash) Tahukah Anda bahwa tiap bulannya, rata-rata seorang pekerja kantoran menghabiskan lebih dari 31 jam mengikuti meeting yang sifatnya kurang produktif? Bukan hanya meeting tersebut yang membuang waktu, tapi juga proses penjadwalannya, apalagi jika Anda menggunakan aplikasi yang tidak tepat. Untungnya, hal tersebut bisa Anda hindari dengan menggunakan Google Calendar. Melalui aplikasi Google Workspace satu ini, Anda dan tim bisa saling share Calendar dan melihat jadwal satu sama lain. Dengan begitu, penjadwalan meeting pun jadi lebih mudah. Namun, lebih dari itu, Google Calendar juga dapat digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas produktif lainnya. Beberapa di antaranya adalah mengaktifkan reminder untuk event mendatang, mengirimkan undangan meeting ke email peserta, dan memindahkan data dari aplikasi Calendar eksternal seperti Exchange atau Outlook. Komunikasi lancar dengan Google Meet Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Dengan berlangganan Google Workspace, Anda juga memiliki akses untuk menggunakan Google Meet, sebuah aplikasi online video conference. Bagi Anda yang memiliki anggota tim tersebar di banyak tempat, Google Meet dapat menjadi cara meningkatkan produktivitas perusahaan secara hemat dan efektif. Pengeluaran bisa ditekan karena Anda tidak perlu membayar akomodasi penginapan dan transportasi untuk bertemu langsung. Aktivitas meeting dan diskusi tetap bisa dilakukan secara virtual melalui Google Meet. Melalui berbagai aplikasi yang dilengkapi beragam fitur, Google Workspace dapat menjadi cara meningkatkan produktivitas perusahaan secara efektif. Kini berlangganan Google Workspace bisa dilakukan secara lebih mudah melalui EIKON Technology. Tersedia dalam tiga tipe paket langganan, Anda bisa memilih salah satu yang paling memenuhi kebutuhan. EIKON Technology akan membantu Anda dalam mengambil keputusan, tentunya dengan ditemani tim profesional dan berpengalaman. Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk mendapatkan Google Workspace bagi perusahaan Anda!

Scroll to Top