Collaboration

Collaboration, Google Workspace

Keberhasilan Merger Gojek dan Tokopedia, Tak Lepas dari Peran Integrasi Google Workspace

Merger antara dua startup raksasa Indonesia, Gojek dan Tokopedia menjadi salah satu kabar bisnis terhangat pada tahun 2021 lalu. Kabar tersebut bahkan tidak hanya ramai diperbincangkan di Indonesia, tapi juga hingga mancanegara. Alasannya tak lain adalah karena performa Gojek sebagai perusahaan berbasis teknologi yang berkembang dengan pesat. Didirikan pada tanggal 5 Oktober 2009, pada tahun 2019 lalu, Gojek berhasil menjadi startup decacorn pertama Indonesia. Merger Gojek dan Tokopedia yang melahirkan Grup GoTo pun semakin membesarkan nama kedua startup tersebut. Tidak hanya sekadar populer, keduanya bahkan menawarkan lebih banyak layanan untuk memenuhi setiap kebutuhan masyarakat. Terlebih kini GoTo mulai merambah pasar Asia Tenggara dengan menghadirkan layanan di Vietnam, Singapura, Thailand, serta Singapura. Namun di balik semua itu, pada dasarnya merger bukanlah suatu mekanisme bisnis yang simpel, terlebih jika melibatkan dua perusahaan besar yang sama-sama bonafide. Masing-masing perusahaan tentu memiliki nilai, metode operasional. dan tentu saja cara kerja yang berbeda. Untuk mencapai merger cara kerja yang sukses, GoTo Group memiliki satu kunci rahasia: integrasi Google Workspace. Manfaatkan ekosistem kolaborasi Google Workspace Photo Credit: gotocompany.com Selain sama-sama identik dengan warna hijau, ternyata Gojek dan Tokopedia sama-sama menggunakan Google Workspace untuk mendukung sistem kerja mereka. Seluruh staf dari kedua raksasa startup Indonesia tersebut telah terbiasa untuk bekerja dalam ekosistem kerja Workspace. Pada dasarnya, Google telah mendesain Workspace sebagai sebuah ruang kerja yang kolaboratif dan intuitif. Pengguna bisa dengan mudah mengundang dan menambahkan anggota dalam ruang kerjanya untuk kemudian mengerjakan proyek kerja bersama. Jika satu-dua orang saja yang harus diundang, tentu tidak akan menjadi masalah besar, namun bagaimana jika harus menambahkan seluruh staf yang ada dalam satu perusahaan? Jelas akan menjadi suatu tantangan tersendiri. Tidak mungkin pengguna menambahkan satu per satu staf dari perusahaan merger, karena jelas akan memakan banyak waktu, tenaga, dan tentunya biaya. Operasional bisnis pun berisiko terganggu karena harus menunggu proses tersebut. Dukungan migrasi Google Workspace dari EIKON Technology Untuk memastikan agar merger ekosistem Google Workspace Gojek dan Tokopedia berjalan lancar, tentu dibutuhkan suatu solusi yang tidak sekadar berpengalaman, tapi juga mampu meminimalkan berbagai risiko yang mungkin timbul. Di sinilah EIKON Technology hadir sebagai solusi. EIKON Technology merupakan sebuah perusahaan konsultan teknologi informasi (TI), outsourcing, dan pengembangan yang didirikan pada tahun 2007. Memulai debutnya sebagai salah satu dari 10 Google Apps Partner pertama di dunia, EIKON Technology telah berpengalaman dalam mengembangkan solusi teknologi inovatif untuk berbagai tantangan bisnis, termasuk mekanisme merger antara dua perusahaan atau lebih. Photo Credit: DCStudio (Freepik) Dengan dukungan migrasi dari EIKON Technology, proses merger ekosistem Google Workspace antara Gojek dan Tokopedia pun berlangsung lancar tanpa hambatan berarti. Total, proses merger ini menghabiskan waktu selama 3 bulan, terhitung singkat jika mengingat skala bisnis Gojek dan Tokopedia yang memang sudah begitu luas. Boris Hadjuk, Chief Information Security Officer (CISO) bahkan memuji lancarnya proses merger ekosistem Google Workspace Grup GoTo. Hadjuk mengungkapkan bahwa EIKON Technology berhasil menghadirkan sebuah solusi yang mustahil dijalankan dalam proses merger Global Fashion Group pada tahun 2018. Global Fashion Group sendiri merupakan sebuah e-commerce raksasa Singapura, tempat Hadjuk sempat menjabat sebagai Group CISO.   Solusi yang dihadirkan oleh EIKON Technology dalam proses merger Grup GoTo sekali lagi membuktikan bahwa ekosistem Google Workspace merupakan sebuah ekosistem kerja yang kolaboratif. Namun tentu saja hal ini juga tak lepas dari komitmen EIKON Technology dalam menghadirkan solusi teknologi inovatif yang dapat menjawab berbagai tantangan bisnis yang tengah dihadapi oleh perusahaan. Informasi selengkapnya mengenai berbagai solusi teknologi yang ditawarkan EIKON Technology, tersedia dalam website resmi www.eikontechnology.com.

Collaboration, Google Workspace

Kontrol Preferensi Aksesibilitas yang Lebih Baik di Aplikasi Google Workspace

Selama bertahun-tahun, Google Workspace telah meluncurkan fitur untuk mendukung aksesibilitas yang berkelanjutan. Tujuannya tak lain adalah untuk memastikan bahwa setiap produk yang diluncurkan dapat dengan baik untuk semua orang, termasuk bagi pengguna dengan kebutuhan khusus. Beberapa fitur yang telah diluncurkan di antaranya adalah pembaca layar (screen readers), perangkat braille (braille devices), dan pembesar layar (screen magnifier). Baru-baru ini, Google Workspace meningkatkan kemampuan untuk menyesuaikan preferensi fitur aksesibilitas tersebut untuk aplikasi Docs, Sheets, Slides, dan Drawings secara terpisah. Itu artinya, setelan fitur aksesibilitas akan menyesuaikan masing-masing aplikasi, tak lagi satu setelan untuk semua (one for all) seperti sebelumnya. Preferensi fitur aksesibilitas Photo Credit: Google Workspace Updates Google Workspace memang telah membekali aplikasi produktivitasnya, seperti Docs, Sheets, Slides, dan Drawings dengan fitur aksesibilitas. Hanya saja, pengaturan preferensi fitur-fitur tersebut tidak bisa diatur untuk masing-masing aplikasi. Namun dengan adanya peningkatan ini, Anda bisa mengatur preferensi fitur di tiap aplikasi. Baca juga: Apa yang Baru dalam Aksesibilitas Microsoft 365? Menariknya lagi, pengaturan preferensi ini tidak memerlukan konfigurasi dari administrator. Anda bisa langsung menyesuaikan fitur sesuai kebutuhan saat menggunakan aplikasi. Caranya pun mudah. Pada aplikasi Docs, Sheets, Slides, atau Drawings, klik menu Tools > Accessibility > pilih pengaturan yang Anda inginkan. Peningkatan ini diluncurkan secara bertahap. Untuk domain rilis cepat, perilisan dimulai sejak tanggal 15 Agustus 2022 (visibilitas fitur hingga 15 hari ke depan). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 29 Agustus 2022 (visibilitas fitur hingga 15 hari ke depan). Tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk yang masih menggunakan paket G Suite Basic dan G Suite Business lama, serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Membaca Peluang AI dalam Mendorong Inovasi Perangkat Asisten Pribadi dan Bahasa Isyarat Mengatur fitur screen reader Aksesibilitas Google Workspace sendiri terdiri dari beberapa fitur, di antaranya screen readers, braille devices, dan screen magnifier. Untuk membantu Anda mendapat gambaran penggunaan fitur, mari ambil contoh screen readers. Sebelum menggunakan fitur ini, pastikan perangkat Anda sudah memiliki software untuk screen reader seperti ChromeVox, JAWS, NVDA, atau VoiceOver. Jika sudah, ikuti langkah-langkah berikut: Buka Google Docs Spreadsheet, atau Slide, dan buka file. Di menu Tools, pilih Accessibility settings. Pilih Turn on screen reader support.  Setelah itu, fitur screen reader akan otomatis aktif. Anda bisa langsung mulai bekerja. Untuk menggunakan fitur lainnya, cukup ubah opsi. Katakanlah Anda ingin menggunakan fitur screen magnifier karena tampilan di layar kurang jelas. Untuk fitur yang satu ini, terdapat perbedaan antara MacOS, Windows, dan Chrome OS. MacOS Di browser Chrome, buka Google Docus. Di bawah “Tools,” pilih Accessibility settings lalu Turn on screen magnifier support. Jika kaca pembesar tidak mengikuti posisi di layar, Anda mungkin perlu menyesuaikan pengaturan komputer. Berikut langkah-langkahnya: Di “System preferences”, pilih Accessibility, lalu Zoom, klik Advanced. Pilih Zoom follows the keyboard focus. Windows Photo Credit: Freepik Untuk mengetahui cara menggunakan kaca pembesar layar, kunjungi Anda bisa mengakses dokumentasi yang telah disediakan Google Workspace ini. ChromeOS Di browser Chrome, buka Google Docus. Di bawah “Tools,” pilih Accessibility setting lalu Turn on screen magnifier support. Untuk menyalakan kaca pembesar di komputer Anda: Di “Settings,” klik Advanced, lalu Accessibility dan pilih Manage accessibility features. Pilih Enable fullscreen magnifier atau Enable docked magnifier. Baca juga: Update Terbaru Chromebook Menunjang Pembelajaran Bersistem Hybrid Dengan hadirnya upgrade ini, pengguna bisa menyesuaikan preferensi pengaturan fitur aksesibilitas untuk masing-masing aplikasi. Bekerja pun menjadi lebih efisien dan mudah. Solusi produktivitas Google Workspace menawarkan beragam aplikasi, fitur, serta kapabilitas untuk menunjang performa kerja Anda, bahkan saat bekerja dalam tim. Dapatkan Google Workspace for Business untuk menunjang kinerja bisnis Anda hanya di EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, kami menyediakan produk dan solusi bergaransi, yang disertai dengan layanan konsultasi. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Collaboration, Productivity, Teamwork, Timkerja

Solusi Manajemen Tugas Asana Kini Tersedia di EIKON Technology

Per Juni 2022 lalu, EIKON Technology resmi tergabung sebagai Asana Partners. Program kerja sama ini memperluas jaringan global Asana Channel Partner yang menggandeng penyedia tepercaya dalam menawarkan layanan manajemen tugas profesional. Asana Partners membantu perusahaan dari berbagai skala dalam meningkatkan sekaligus memajukan upaya transformasi digital sehingga mereka dapat terus berkembang sembari terus mendapatkan akses ke berbagai solusi khusus. Program Asana Partner Tampilan Fitur Human Resources Tracking di Asana – Photo Credit: Asana Program Asana Partner telah bermitra dengan raksasa teknologi seperti Microsoft dan Dell. Jaringan global Asana menghubungkan pelanggan dengan para pakar teknologi, pengecer, dan bahkan system integrator terkemuka dari 75 negara untuk menghilangkan silo informasi dan membantu perusahaan dalam melakukan koordinasi pekerjaan mereka dengan jelas. Belasan ribu perusahaan telah membuktikan kemampuan Asana sebagai perangkat lunak untuk mendukung kinerja perusahaan sekaligus manajemen perubahan. Asana Partner menawarkan layanan profesional dan teknis untuk memastikan kesuksesan bagi pekerja secara terdistribusi. Ini mencakup proses penyusunan alur kerja hingga membangun solusi khusus. Menjalani program sertifikasi yang ketat, mitra menawarkan pelatihan dan sumber daya yang mencakup berbagai kebutuhan serta keterampilan lintas tim dan bahkan zona waktu. Mulai dari merencanakan dan memprioritaskan proyek, hingga menetapkan tujuan dan tetap selaras, Asana Channel Partner membantu perusahaan melacak dengan cepat upaya transformasi digital mereka. EIKON Technology sebagai Asana Partner EIKON Technology menyediakan layanan implementasi paket, integrasi, penyesuaian, dan pelatihan yang diperlukan untuk bergabung secara efisien dengan Asana. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam mengimplementasikan solusi cloud kolaborasi dan manajemen kerja, kami telah mengembangkan layanan yang memenuhi kebutuhan pelanggan untuk mengoptimalkan proses bisnis mereka dan mendapatkan hasil optimal dari platform manajemen kerja. Dari pengguna baru hingga tim yang sudah menggunakan Asana, kami siap memberikan dukungan terbaik guna memastikan pengalaman yang lancar. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi bagian dari jaringan global untuk berbagi pengetahuan, belajar, dan meningkatkan kapabilitas pelanggan. Bagi EIKON Technology, melihat perusahaan mitra tumbuh dan berkembang semakin baik merupakan kepuasan tersendiri. Lewat kerja sama dengan Asana ini, EIKON Technology ingin memberikan solusi yang lebih komprehensif guna meningkatkan produktivitas mitra, terutama dalam hal manajemen kerja. Photo Credit: DCStudio (Freepik) Asana sendiri telah membantu lebih dari 93.000 perusahaan dan jutaan organisasi nonprofit di 190 dalam mengelola pekerjaan mereka, baik itu proyek kecil maupun inisiatif strategis. Perusahaan terkemuka mengandalkan Asana untuk mengelola segalanya mulai dari tujuan perusahaan hingga transformasi digital, baik peluncuran produk maupun kampanye pemasaran. Tentang EIKON Technology EIKON Technology merupakan perusahaan konsultan teknologi informasi, outsourcing, dan pengembangan yang didirikan pada tahun 2007. Sejak saat itu, EIKON telah menjadi salah satu penyedia layanan komputasi awan terkemuka di Surabaya, Jakarta dan di seluruh Indonesia. EIKON Technology bekerja mengembangkan solusi teknologi inovatif untuk menjawab berbagai tantangan bisnis. Kami memfasilitasi perusahaan dan institusi pendidikan untuk menerapkan sistem komputasi awan dengan dukungan terbaik dari para ahli. EIKON Technology memulai debutnya sebagai salah satu dari 10 Google Apps Partner pertama di dunia dan tidak lama kemudian menjadi penyedia perusahaan cloud terkemuka di Indonesia. Untuk memperluas bisnis dan memenuhi kebutuhan unik lainnya dari para pelanggan, EIKON juga menyediakan berbagai Microsoft Service Solution, alat pemasaran, manajemen media sosial menggunakan Local Measure, keamanan tambahan untuk sistem komputasi awan, dan layanan pencadangan cloud to cloud. Paling baru, EIKON Technology menawarkan layanan manajemen tugas melalui Asana.

Chromebook, Collaboration, Security

Pencegahan Ransomware pada Bisnis dengan Chrome OS

  Sistem kerja hybrid, atau hybrid working, semakin banyak diterapkan oleh perusahaan di berbagai belahan dunia. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa sistem kerja yang terdistribusi seperti itu menciptakan celah bagi oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan serangan siber. Menurut Harvard Business Review, serangan ransomware mengalami peningkatan hingga 150% sepanjang 2020 lalu. Hal ini tentu sangat meresahkan mengingai ransomware dapat mengenkripsi data Anda, membuat Anda dan tim jadi tidak bisa mengaksesnya. Sudah banyak perusahaan yang menjadi korban ransomware dan harus membayar banyak uang untuk mendekripsi data mereka. Itulah kenapa dibutuhkan perlindungan lebih untuk pencegahan ransomware. Selama menggunakan Chrome OS, Anda tak perlu khawatir karena platform berbasis cloud satu ini secara default telah dibekali dengan proteksi khusus terhadap ransomware. Google Safe Browsing Photo Credit: Christian Wiediger (Unsplash) Pada perangkat Chrome OS, browser bawaan yang disematkan adalah Google Chrome. Melalui Google Chrome inilah biasanya para pengguna mengunjungi berbagai situs web untuk mencari informasi atau melakukan keperluan lain. Sebagai salah satu langkah pencegahan ransomware, Google Chrome telah dilengkapi dengan fitur Google Safe Browsing. Jika pengguna akan mengunjungi situs web atau mengunduh file yang dianggap berbahaya, maka Google Safe Browsing akan langsung memberi peringatan agar Anda terhindar dari risiko ransomware. Sistem update secara otomatis Photo Credit: Anna Auza (Unsplash) Sistem keamanan yang up-to-date menjadi salah satu kunci penting untuk pencegahan ransomware pada bisnis Anda. Lalu, apakah ini artinya Anda harus selalu melakukan update secara manual? Tenang saja, selama menggunakan perangkat Chrome OS, Anda tak perlu khawatir karena sistem operasi rutin melakukan update secara otomatis, termasuk update sistem keamanan. Kabar baiknya lagi, proses update ini selalu berjalan pada background sehingga tak akan mengganggu aktivitas. Data ter-back up secara otomatis ke cloud Photo Credit: Charles Deluvio (Unsplash) Chrome OS merupakan platform yang mengutamakan cloud. Artinya, hanya ada sedikit data pada perangkat yang rentan terhadap ancaman ransomware. Ini karena seluruh data pengguna Anda ter-back up secara otomatis pada sistem cloud. Sementara itu, data-data pekerjaan akan di-back up di layanan penyimpanan cloud seperti Google Drive. Jika seandainya sistem keamanan Chrome OS dijebol oleh ransomware, yang mana sangat jarang terjadi, data dan file Anda di cloud akan tetap aman dan Anda bisa segera mengambil tindakan pemulihan. Pemblokiran executable file Photo Credit: Crew (Unsplash) Executable file adalah file yang dapat dieksekusi (executable). Maksudnya, file tersebut berisi sebuah program yang dapat dijalankan sesuai perintah. Umumnya, executable file diakhiri dengan ekstensi .exe. Nah, ransomware kerap bersembunyi di dalam executable file sehingga ketika dijalankan, file tersebut akan merusak data Anda. Sebagai langkah pencegahan ransomware, Chrome OS memblokir aplikasi-aplikasi berbahaya agar tidak bisa dijalankan pada perangkat Anda. Chrome OS hanya akan menjalankan aplikasi dari Google Play Store yang telah dilengkapi dengan sistem Google Play Protect untuk memindai adanya ancaman malware. OS bersifat read-only, sulit untuk diintervensi Photo Credit: Deepanker Verma (Pexels) Kekhawatiran lain yang kerap muncul terkait ransomware adalah adanya intervensi terhadap sistem operasi pada perangkat itu sendiri; dalam hal ini, Chrome OS. Kabar baiknya, Chrome OS merupakan sistem operasi yang bersifat read-only. Artinya, file sistem pada Chrome OS disimpan di partisi terpisah. Tujuannya agar sistem operasi tidak bisa dimodifikasi oleh aplikasi atau extension apa pun sehingga akan cenderung lebih sulit untuk “disentuh” oleh ancaman ransomware.   Berkat berbagai teknologi pencegahan ransomware pada Chrome OS, hingga kini tidak ada satu pun laporan terkait serangan ransomware yang dialami oleh para pengguna perangkat Chrome OS. Maka dari itu, agar bisnis Anda lebih terlindungi dari ransomware, segera beralih ke perangkat Chrome OS seperti Chromebook. Chromebook tersedia dalam beragam produk dan spesifikasi sehingga dapat Anda pilih sesuai kebutuhan bisnis. Jika bingung menentukan pilihan, langsung saja hubungi EIKON Technology selaku partner resmi produk Google di Indonesia. Tim EIKON Technology akan menjawab segala pertanyaan Anda seputar Chromebooks!

Collaboration, Microsoft office 365, Productivity

Windows 11, Sistem Operasi Terbaik untuk Sistem Kerja Hybrid

  Hybrid work adalah sistem yang menggabungkan aktivitas bekerja di kantor dengan bekerja dari rumah atau lokasi lainnya. Agar sistem kerja hybrid bisa berjalan efektif, diperlukan bantuan teknologi pendukung. Windows 11 adalah solusi tepat untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dibekali dengan beragam bentuk update pada fitur-fiturnya, Windows 11 dirancang khusus sebagai sistem operasi untuk mendukung sistem kerja hybrid. Mulai dari peningkatan aktivitas multitasking hingga kemudahan proses upgrade, berikut ini sejumlah fitur terkini yang membuat Windows 11 menjadi sistem operasi terbaik untuk sistem kerja hybrid. Lebih mudah multitasking dengan Snap Layouts, Snap Groups, dan Desktops Photo Credit: Windows Sejak pertama kali diluncurkan pada 1985, sistem operasi Windows selalu berkomitmen untuk membantu Anda bekerja sesuai keinginan. Salah satu caranya dengan menawarkan fleksibilitas melalui fitur multiple windows dan kemampuan untuk menampilkan dua aplikasi secara berdampingan. Hal tersebut dapat Anda lakukan secara lebih mudah pada Windows 11. Kini telah hadir fitur Snap Layouts, Snap Groups, dan Desktops yang menawarkan cara lebih powerful dalam aktivitas multitasking. Melalui fitur-fitur ini, Anda bisa mengatur tampilan layar sesuai kebutuhan kerja dalam desain yang clean. Tak hanya itu, kini Anda juga dapat menciptakan Desktop berbeda untuk dikustomisasi sesuai aktivitas. Dengan begini, Anda bisa memisahkan Desktop untuk bekerja dari Desktop untuk gaming atau aktivitas lain. Integrasi Chat from Microsoft Teams dengan taskbar Photo Credit: Windows Sistem kerja hybrid sangat mengandalkan komunikasi online untuk menjalankan kolaborasi. Memahami kebutuhan ini, Windows 11 pun dilengkapi dengan fitur Chat from Microsoft Teams yang kini telah terintegrasi dengan taskbar. Jadi, kini Anda bisa secara instan terhubung melalui teks, panggilan suara, atau video dengan seluruh rekan kerja di mana pun mereka berada, bahkan jika mereka menggunakan perangkat atau platform berbeda sekalipun. Jika misalnya rekan kerja Anda belum mengunduh aplikasi Microsoft Teams, Anda tetap bisa terhubung dengannya melalui two-way SMS. Akses aplikasi Android pada sistem operasi Windows Photo Credit: Windows Produktivitas kerja sangat dipengaruhi oleh aplikasi penunjang yang Anda gunakan. Demi mengoptimalkan hal tersebut, beberapa pengguna Windows bahkan tak hanya menggunakan aplikasi Microsoft, tapi juga Android. Alhasil, beberapa dari Anda mungkin harus berulang kali berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain. Namun, dengan Windows 11, hal tersebut tak perlu Anda lakukan lagi. Kini aplikasi-aplikasi Android sudah bisa diakses secara resmi pada perangkat Windows. Anda dapat menemukan aplikasi Android ini pada Microsoft Store dan mengunduhnya melalui Amazon Appstore. Upgrade baru ini merupakan bentuk kerja sama Microsoft dengan Amazon dan Intel. Agar nantinya para pengguna bisa mengunduh dan menggunakan aplikasi-aplikasi Android secara lancar pada perangkat Windows, Microsoft memanfaatkan teknologi Intel Bridge milik Amazon dan Intel. Proses upgrade yang begitu mudah dan simpel Photo Credit: Windows Sistem operasi Windows 11 dirancang pada pondasi platform yang sama dengan Windows 10. Artinya, bukan hanya penggunaannya yang mudah, tapi juga proses upgrade-nya. Pengalaman yang begitu familiar—mulai dari Microsoft Endpoint Manager hingga konfigurasi cloud—akan tetap Anda terintegrasi pada Windows 11. Tak hanya itu, Windows 11 juga dirancang dengan tingkat keamanan tinggi. Berbagai teknologi keamanan baru bersifat built-in telah disematkan untuk melindungi setiap komponen, mulai dari chip hingga cloud. Dengan begini, data Anda akan terproteksi, akses terlindungi, dan produktivitas pun tetap bisa lancar selama menjalankan hybrid working.   Bagi yang selama ini mengadaptasi sistem kerja hybrid, maksimalkan produktivitas Anda dengan menggunakan Windows 11. Terlebih jika Anda menggabungkannya dengan pemakaian Microsoft 365 for Business, yang menyediakan beragam aplikasi penunjang kolaborasi kerja seperti email, penyimpanan One Drive hingga 1 TB, dan Skype for Business. Dengan begitu, aktivitas hybrid working pun bisa terus optimal, tak peduli dari mana pun Anda berada. Tak perlu tunggu lama lagi, setelah update Windows 11, segera hubungi EIKON Technology untuk mulai berlangganan Microsoft 365 for Business. Sebagai partner resmi produk Microsoft di Indonesia, EIKON Technology dapat membantu Anda memilih paket atau plan yang paling sesuai dengan kebutuhan hybrid working. Klik di sini untuk berlangganan Microsoft 365 for Business melalui EIKON Technology!

Chromebook, Collaboration, Productivity

Memahami Prioritas Kebijakan pada Browser Chrome

  Di era transformasi digital yang begitu pesat, tugas tim IT tak hanya berkutat pada proteksi sistem keamanan teknologi yang digunakan perusahaan, tapi juga sambil memastikan agar para karyawan tetap bisa produktif bekerja. Kabar baiknya, menjalankan kedua prioritas tersebut bukanlah hal sulit selama tim IT Anda menggunakan browser Chrome. Browser Chrome memiliki ratusan kebijakan enterprise yang tersedia di seluruh opsi cloud maupun on-prem. Bersifat fleksibel, kebijakan-kebijakan tersebut dapat Anda atur pada tingkat yang berbeda. Nah, metode yang Anda gunakan untuk menerapkan kebijakan-kebijakan ini akan menentukan tingkat prioritasnya. Jadi, seandainya suatu hari ada sejumlah kebijakan yang bertentangan, maka Anda bisa tahu mana yang harus diprioritaskan. Untuk memastikan agar seluruh kebijakan dapat berlaku sesuai yang ditetapkan admin IT, mari kenali dulu tingkatan prioritas pada browser Chrome dari yang tertinggi hingga paling rendah berikut ini.   Machine policy   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Ini dia jenis kebijakan dengan tingkat prioritas paling tinggi. Jika seandainya ditemui sejumlah kebijakan yang saling bertentangan, maka machine policy inilah yang akan selalu didahulukan. Pada perangkat Windows, tingkatan prioritas satu ini biasanya dapat diatur pada Group Policy. Sedangkan bagi pengguna perangkat Mac, Anda bisa mengaturnya pada menu Managed Preferences.   Cloud machine policy   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Jenis kebijakan satu ini telah diatur dalam Chrome Browser Cloud Management. Artinya, saat Anda menggunakan Chrome Browser Cloud Management, maka platform pengelolaan browser tersebut akan berjalan berdampingan dengan kebijakan-kebijakan yang sudah ada. Apabila terjadi pertentangan kebijakan, maka machine policy pada perangkat komputer yang akan diprioritaskan. Namun, penting untuk diingat bahwa ada pula kebijakan Google Policy Overrides (GPO) untuk mengubah urutan prioritas. Melalui adanya GPO ini, Anda dapat mengatur agar Cloud Policy ditetapkan sebagai prioritas utama, termasuk dengan tingkatan lebih tinggi dari machine policy lokal.   OS user policy   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Tidak semua pengguna mengakses browser Chrome dari perangkat OS seperti Chromebook. Banyak juga dari Anda yang melakukannya melalui perangkat Windows maupun Mac. Kebijakan OS user inilah yang akan berlaku jika Anda melakukan sign in melalui perangkat Windows atau Mac yang dikelola perusahaan.   Cloud user policy   Photo Credit: Caspar Camille Rubin (Unsplash) Cloud user policy disebut juga dengan kebijakan profil Chrome (Chrome profile policy). Bagi Anda para pengguna Google Workspace, cloud user policy diatur dalam Google Admin Console. Kebijakan tersebut baru akan berlaku saat para pengguna Anda melakukan sign in ke Google dan menerapkannya.   Users settings   Photo Credit: Sigmund (Unsplash) Pengaturan pengguna, atau users settings, merujuk pada default settings yang menjadi kebijakan standar pada browser Chrome atau settings yang diatur secara manual oleh pengguna. Users settings inilah yang memiliki tingkat prioritas paling rendah. Namun, walaupun pengguna bisa mengatur settings secara manual, idealnya pihak administrator tetap bisa membatasi kemampuan pengguna dalam melakukan perubahan settings pada lingkungan perusahaan. Sistem prioritas kebijakan pada browser Chrome memang dapat diterapkan pada berbagai jenis berangkat, mulai dari Windows hingga Mac. Namun, untuk performa lebih optimal, penggunaan perangkat Chrome OS seperti Chromebook sangatlah disarankan. Beruntung kini Chromebook bisa didapatkan dengan mudah dan aman melalui partner resmi produk Google di Indonesia, EIKON Technology. Bahkan Anda bisa berkonsultasi dengan tim EIKON Technology untuk memilih produk Chromebook yang benar-benar sesuai kebutuhan. Segera hubungi EIKON Technology dan dapatkan perangkat Chromebook untuk menunjang produktivitas!

Chromebook, Collaboration, Productivity

3 Alasan Mengapa Banyak Perusahaan Berlangganan Chrome Enterprise

  Demi kelancaran bisnis, peran departemen IT sangatlah dibutuhkan di perusahaan. Terutama di era pandemi seperti sekarang yang mengharuskan banyak karyawan bekerja secara remote dari tempat tinggal masing-masing. Melalui pemanfaatan teknologi secara tepat, tim IT menjaga stabilitas performa kerja para karyawan agar tetap produktif. Tidak mengherankan jika akhirnya banyak tim IT perusahaan yang beralih ke cloud untuk mendukung fleksibilitas kerja, menjaga sistem keamanan secara optimal, sekaligus mengurangi infrastruktur dengan pemeliharaan tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, mereka pun menggunakan Chrome Enterprise, seperangkat layanan Google yang fokus pada kebutuhan bisnis. Menyediakan aneka perangkat manajemen dan sumber daya berbasis cloud, Chrome Enterprise pun menjadi pilihan banyak perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari dengan fleksibilitas maksimal. Lantas, apa yang membuat Chrome Enterprise begitu diminati banyak perusahaan?   Menyediakan berbagai aplikasi dan sumber daya penunjang kerja   Photo Credit: fauxels (Pexel) Sebagai salah satu perangkat Chrome OS, Chromebook juga turut menjadi bagian dari Chrome Enterprise yang ditawarkan Google. Bukannya tanpa alasan, perangkat Chromebook mampu mengakomodasi kebutuhan kolaborasi kerja secara aman, baik ketika Anda mengakses situs web, membuka aplikasi, atau lainnya. Namun, dalam proses pemindahan workflow ke lingkungan cloud, kemungkinan besar Anda masih akan membutuhkan sejumlah aplikasi berfitur penuh agar tetap produktif. Masalahnya, sering kali aplikasi-aplikasi tersebut tidak bekerja pada sistem cloud. Memahami dilema tersebut, Google pun bekerja sama dengan Parallels Desktop untuk menyediakan solusi yang dapat menjembatani proses transisi perusahaan Anda ke penggunaan aplikasi berbasis cloud secara penuh. Parallels Desktop dijalankan secara “lokal” pada perangkat Chrome dalam edisi atau sesi pengguna Chrome US. Jadi, Anda pun tak membutuhkan koneksi internet. Terlebih, sejak awal Parallels Desktop untuk Chrome Enterprise memang dirancang khusus bagi para pelaku bisnis. Nantinya, para admin IT dapat mengaktifkan akses ke perangkat-perangkat yang terhubung dengan Chrome Enterprise Upgrade saja sehingga lebih aman.   Meningkatkan efisiensi operasional pada seluruh perangkat   Photo Credit: krakenimages (Unsplash) Masih dengan penggunaan Chromebook untuk Chrome Enterprise, admin IT perusahaan dapat menerapkan sistem keamanan berstandar tinggi, menjaga kestabilan produktivitas karyawan, hingga pengawasan IT. Semua hal ini bisa dilakukan dengan harga yang relatif lebih terjangkau jika dibandingkan dengan layanan dari kompetitor. Namun, penting untuk diingat bahwa ini bukan hanya tentang menghemat biaya, tapi juga meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Hal tersebut telah dibuktikan oleh para pelanggan Chrome Enterprise yang mengakui adanya siklus hidup yang cukup panjang pada perangkat Chromebook; mulai dari penggunaan untuk pertama kali, pengalihan penggunaan kepada karyawan baru, hingga akhirnya pencabutan akses saat perangkat tersebut sudah tak dapat dipakai lagi. Riset dari Enterprise Strategy Group (ESG) pun menunjukkan hasil serupa. Mereka meneliti tentang penghematan waktu pada siklus hidup Chromebook jika dibandingkan dengan PC biasa. Hasilnya, Chromebook terbukti mampu menghemat waktu hingga 76% selama proses deployment perangkat dan 96% saat proses peralihan perangkat ke pengguna baru.   Rutin meningkatkan keamanan dan pengalaman pengguna   Photo Credit: Mimi Thian (Unsplash) Sebagai penunjang Chrome Enterprise, Chromebook dilengkapi dengan fitur update OS otomatis yang berlangsung pada “di balik layar” (background). Idealnya, update ini berlangsung selama seminggu sekali. Dengan begitu, Anda pun akan selalu memiliki akses ke fitur-fitur edisi terbaru, termasuk sistem keamanan terkini. Sebagai contoh, update OS yang baru-baru ini dirilis adalah Chrome 84. Melalui update ini, Google memperkenalkan sejumlah fitur baru untuk menunjang produktivitas kerja dan pengawasan IT. Beberapa di antaranya adalah manajemen aplikasi dan extension yang lebih mudah dari Chrome Web Store pada Google Admin Console, overview mode yang kini mendukung pengaturan multimonitor, hingga peningkatan aksesibilitas pada konsol Google Admin melalui penambahan lima belas aturan baru. Jadi, bagi yang ingin tetap produktif menjalankan bisnis walaupun harus bekerja secara remote dengan tim, berlangganan Chrome Enterprise adalah solusinya. Terlebih dengan perangkat Chrome OS seperti Chromebook, berbagai keperluan pekerjaan pun bisa diselesaikan secara lebih efisien melalui fitur-fitur pendukungnya yang begitu canggih. Beruntung kini pembelian Chromebook sangat mudah dilakukan. Anda hanya perlu memastikan untuk menghubungi partner resmi produk Google di Indonesia seperti EIKON Technology. Menyediakan beragam pilihan Chromebook, Anda pun bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan. Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk dapatkan Chromebook Anda!  

Chromebook, Collaboration, Productivity, Technology

4 Upaya Chrome OS Membangun Masa Depan Ramah Lingkungan

  Google memiliki dedikasi tinggi dalam menjaga planet dan lingkungan. Berbagai langkah berhasil dicapai demi mewujudkan komitmen tersebut. Sejak 2007, Google telah menjadi perusahaan netral karbon (carbon-neutral). Lalu, pada 2017, Google menjadi perusahaan pertama yang berhasil menyesuaikan 100% konsumsi listrik tahunan dengan pemakaian energi terbarukan. Tak berhenti sampai situ, Google juga memiliki target agar seluruh data center dapat beroperasi menggunakan energi bebas karbon pada 2030 nanti. Sebagai salah satu produk unggulan Google, Chrome OS pun turut ambil bagian dalam mendukung misi tersebut. Tak hanya menyediakan software dan hardware computing yang sifatnya berkelanjutan (sustainable), Chrome OS juga melakukan berbagai langkah penting berikut ini demi membangun masa depan yang ramah lingkungan. Kurangi jejak karbon, optimalkan efisiensi energi Photo Credit: Kelly Lacy (Pexels) Sejak awal diperkenalkan, Chrome OS menawarkan kemampuan manajemen daya dengan sistem charging efisien dan optimalisasi performa perangkat. Salah satu klien Google yang berhasil membuktikan hal tersebut adalah Kingston dan Sutton, keduanya merupakan organisasi dewan untuk kerajaan di London. Setelah menggunakan lebih dari 3.800 perangkat Chrome OS, Kingston dan Sutton berhasil menurunkan gas rumah kaca dan konsumsi energi tahunan hingga 32%. Sebagai informasi, perangkat Chrome OS yang digunakan adalah Chromebook Acer dan Citrix sebagai aplikasi workspace-nya. Perangkat dirancang dengan bahan baku yang dapat didaur ulang Photo Credit: Sigmund (Pexels) Dalam merancang berbagai perangkatnya, Chrome OS selalu memastikan agar desain dan komponen-komponennya bersifat tahan lama. Tidak bekerja sendiri, berbagai partner Chrome OS seperti Acer dan HP pun turut mendukung misi tersebut. HP Elite c1030 Chromebook Enterprise, misalnya, berhasil menjadi perangkat Chromebook pertama yang diproduksi menggunakan plastik dari laut. Bahkan ternyata HP telah mengumpulkan lebih dari 780 ton plastik (setara 60 juta botol plastik) dari laut untuk didaur ulang menjadi bahan pembuatan produk-produk HP. Tak hanya HP, Acer juga telah melakukan langkah serupa. Lebih dari 7,6 juta perangkat Chrome OS dikirimkan menggunakan plastik ramah lingkungan (plastik PCR). Di samping itu, Acer juga telah mengurangi penggunaan plastik baru (virgin plastic) pada kemasan produk hingga 60%. Memperpanjang siklus hidup perangkat untuk minimalisir limbah elektronik Photo Credit: Sahand Babali (Unsplash) Cara lain yang dilakukan Chrome OS untuk membangun masa depan ramah lingkungan adalah dengan memperpanjang siklus hidup perangkat. Dengan begitu, limbah pemakaian elektronik pun dapat diminimalisir. Kini, perangkat-perangkat terbaru Chromebook mampu menerima pembaruan update OS hingga delapan tahun. Selama periode tersebut, performa perangkat tidak akan menurun sehingga mampu berfungsi optimal dalam waktu lama. Sistem supply chain yang lebih ramah lingkungan Photo Credit: Reproductive Health Supplies Coalition (Unsplash) Banyak partner Gogole yang menggunakan Chrome OS untuk meningkatkan efisiensi rantai pasokan (supply chain), logistik, dan operasional harian. Salah satunya adalah Insight Enterprise yang bergerak di bidang inovasi digital. Melalui penggunaan perangkat eco-friendly seperti Chromebook dari Google, Insight Enterprise dapat membantu para karyawannya untuk produktif bekerja secara mobile dengan penghematan sumber daya. Selain Insight Enterprise, partner lain yang juga merasakan dampak positif serupa adalah CDW. Menawarkan berbagai produk teknologi, CDW fokus meningkatkan efisiensi energi pada aktivitas operasional mereka sekaligus memaksimalkan dampak dari upaya daur ulang mereka. Hal ini memungkinkan CDW untuk menjalankan bisnis yang sustainable pada berbagai sektornya. Chrome OS tak hanya menyediakan solusi atas kebutuhan produktivitas Anda, tapi juga dibarengi dengan upaya konkret untuk menjaga planet dan lingkungan. Anda bisa ambil bagian dalam upaya positif tersebut dengan menggunakan perangkat Chrome OS seperti Chromebook untuk bekerja sehari-hari. Terlebih, kini pembelian Chromebook bisa dilakukan secara mudah. Kini di Indonesia telah hadir partner resmi produk Google seperti EIKON Technology. Sebelum membeli, Anda bisa berkonsultasi lebih dulu dengan tim EIKON Technology untuk memilih produk Chromebook yang paling sesuai kebutuhan produktivitas. Segera hubungi EIKON Technology untuk mendapatkan perangkat Chromebook Anda!

Chromebook, Collaboration, Productivity

Leaptakers, Platform Google untuk Mengapresiasi Para Pekerja IT

  Di balik kelancaran aplikasi yang kita gunakan, keamanan akses sistem cloud, hingga kemudahan pemakaian berbagai produk teknologi lain, terdapat tim IT yang telah berjasa besar. Mereka bekerja keras demi memastikan agar para pengguna bisa selalu menikmati teknologi dengan aman dan nyaman. Di Google, tim IT menjadi bagian penting dalam tulang punggung perusahaan. Begitu banyak kisah inspiratif yang menarik perhatian Google, mulai dari tim DevOps yang mengubah jaringan rumah sakit agar keluarga pasien bisa tetap konsultasi dengan dokter selama masa lockdown pandemi, hingga para inovator yang membantu pemerintah mengirimkan kebutuhan darurat dengan drone. Google yakin bahwa masih ada banyak sekali kisah inspiratif serupa dari para pekerja IT lain di seluruh dunia. Agar ada semakin banyak orang yang mengetahui kisah-kisah tersebut, Google pun menciptakan platform bernama Leaptakers. Melalui platform Google ini, para pekerja IT dapat berbagi cerita tentang berbagai project yang pernah mereka kerjakan. Bentuk apresiasi Google terhadap para pekerja IT Photo Credit: Annie Spratt (Unsplash) Kehadiran tim IT begitu penting di tengah era digital seperti sekarang. Berkat dedikasi dan kemampuan mumpuni mereka, tercipta begitu banyak sistem dan produk teknologi yang memudahkan kehidupan manusia. Sayangnya, masih banyak dari tim IT yang kurang mendapat apresiasi atas kerja keras mereka. Terlebih, tim IT kerap kali tidak memiliki waktu untuk meresapi betapa besar dampak hasil kerja mereka. Setelah menyelesaikan satu project, kemungkinan besar mereka akan langsung beralih mengerjakan project lainnya. Demi memberi sorotan lebih kepada para pekerja IT di seluruh dunia, Google baru-baru ini memperkenalkan program bernama Leaptakers. Melalui platform Google ini, para pekerja IT bisa berbagi cerita tentang project-project yang pernah mereka kerjakan, tantangan yang dihadapi, hingga dampak signifikan dari karya IT yang telah dihasilkan. Leaptakers menjadi salah satu cara Google untuk merayakan kerja keras tim IT. Di samping itu, para pekerja IT juga dapat memanfaatkan Leaptakers untuk meresapi betapa signifikan dampak yang telah mereka berikan terhadap kehidupan manusia melalui kerja keras mereka. Bisa juga menominasikan orang lain Photo Credit: Campaign Creators (Unsplash) Jadi, bagi para pekerja IT di mana pun Anda berada, jangan ragu untuk berbagi cerita tentang project yang pernah Anda kerjakan. Semua bisa Anda bagikan melalui platform Google bernama Leaptakers. Caranya pun sangat mudah. Anda hanya perlu klik di sini dan mengisi formulir berisi ragam pertanyaan yang telah disediakan Google. Jika semua telah terisi, klik tombol Submit Your Story dan cerita Anda telah terkirim ke Google! Lalu, jika Anda memiliki teman sesama pekerja IT yang menurut Anda pantas mendapat sorotan, Anda bisa menominasikannya. Bagikan saja link ini kepada mereka agar mereka bisa turut berbagi cerita tentang project-project IT menakjubkan lainnya. Google akan membuat project video kompilasi Photo Credit: Wahid Khene (Unsplash) Pengiriman cerita melalui platform Google Leaptakers akan ditutup pada 16 Juli 2021. Setelah itu, Google akan melakukan seleksi dan memilih sejumlah project utama untuk dikompilasi dalam sebuah video. Tentunya video ini juga akan dibagikan oleh Google secara online. Tenang saja, seluruh cerita lain yang masuk akan tetap ditampilkan pada platform khusus Leaptakers. Bahkan nantinya Anda dan para pekerja IT lain juga tetap bisa terus berbagi cerita melalui platform tersebut. Dengan begini, akan ada semakin banyak kisah inspiratif dari tim IT yang bisa diketahui orang lain.   Jika Anda termasuk salah satu anggota tim IT yang selama ini berkutat dengan banyak project berarti, jangan ragu membagikan cerita Anda melalui platform Google yang baru, Leaptakers. Pastikan Anda menggunakan perangkat yang powerful seperti Chromebook agar pengisian formulir berjalan lancar dan terhindar dari system crash. Anda bisa mendapatkan perangkat Chromebook terbaru dari berbagai produsen IT ternama melalui EIKON Technology, partner resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia! Langsung saja klik di sini atau hubungi tim EIKON Technology sekarang juga!  

Cloud Computing, Collaboration, Google Cloud, Productivity

Mengatur Workflow Data di Google Cloud dengan Google Composer

  Dalam proses pengambilan keputusan, para pelaku bisnis banyak bergantung pada data dan analitik yang berfungsi untuk menghasilkan insight. Demi bisa menghasilkan insight yang berkualitas, para ahli dan teknisi data kerap dituntut untuk membangun alur kerja (workflow) bersifat end-to-end yang dapat menyerap, mengolah, dan menganalisis data secara efektif. Umumnya, workflow tersebut melibatkan beberapa task sekaligus yang harus dirampungkan sesuai urutan tertentu. Seiring dengan beban kerja yang meningkat, akan semakin sulit pula untuk mengerjakan berbagai task tersebut. Namun, selama Anda menyimpan data di Google Cloud, tak ada yang perlu dikhawatirkan karena hal tersebut bisa diselesaikan dengan Google Composer. Pada dasarnya, Google Composer menawarkan fungsi orkestrasi (orchestration), yakni kombinasi antara pengelolaan, koordinasi, dan automasi workflow.  Google Composer, satu perangkat untuk ragam pengaturan data workload Photo Credit: Google Cloud Google Cloud Platform sebetulnya memiliki beberapa perangkat yang dapat menjalankan fungsi orchestration terhadap workflow. Namun, untuk orchestration terhadap beban kerja yang berbasis data, terutama ETL/ELT, Google Composer dapat menjadi solusi terbaiknya. Google Composer adalah perangkat orchestration yang digunakan untuk menulis, menjadwalkan, hingga memonitor workflows. Perangkat satu ini dirancang dengan menggunakan platform open-source yang cukup populer, Apache Airflow. Melalui Google Composer, Anda dapat menciptakan workflow dari banyak tasks. Nantinya, workflow tersebut dikonfigurasikan dengan cara membuat Directed Acyclic Graph (DAG) pada python. DAG adalah alur satu arah tanpa siklus dari sebuah task, sementara tiap task bertanggung jawab atas unit kerja terpisah. Mampu mengatasi berbagai tantangan selama mengatur workflow data Photo Credit: Markus Spiske (Unsplash) Mayoritas pengguna Google Composer pada Google Cloud adalah teknisi data. Mereka mengakui bahwa Google Composer dapat membantu mengatasi beberapa tantangan yang kerap muncul saat mengatur workflow data. Seiring dengan skala workflow yang semakin rumit, pengaturan task secara efisien pun jadi lebih penting. Untungnya, melalui Google Composer, Anda dapat membuat banyak cabang task maupun menjadikannya parallel berdasarkan status task sebelumnya. Perangkat orchestration pada Google Cloud ini juga dilengkapi sejumlah fitur pendukung seperti penjadwalan (scheduling). Dengan berbagai keunggulannya, Google Composer meningkatkan pengalaman para teknisi data dalam menggunakan Apache Airflow. Google Composer “menjaga” infrastruktur yang diperlukan untuk memastikan seluruh DAG berjalan baik. Karena tak perlu lagi fokus terhadap manajemen infrastruktur cloud, terlebih dengan adanya fungsi automasi dari Google Composer, maka para teknisi data pun bisa lebih fokus dalam membangun workflow dan pipeline data. Sistem kerja yang efisien tentunya akan berdampak pada hasil yang optimal pula. Namun, Google Composer bukanlah perangkat untuk memproses data Photo Credit: Markus Spiske (Pexels) Google Composer memang menjadi salah satu perangkat powerful yang dapat membantu Anda mengatur workflow data pada Google Cloud. Namun, penting diingat bahwa Google Composer bukanlah perangkat untuk memproses data. Anda juga tak sebaiknya menggunakan Google Composer untuk mengubah maupun menganalisis data dalam jumlah besar. Pasalnya, Google Composer memang tidak dirancang untuk meneruskan data dalam jumlah besar dari satu task ke task yang lain. Selain itu, perangkat satu ini juga tidak dibekali dengan teknologi khusus untuk memproses big data karena sejak awal hanya fokus ditujukan sebagai perangkat dengan fungsi orchestration data. Dengan menggunakan Google Composer, proses pengaturan workflow data pada Google Cloud jadi lebih mudah dan efisien. Untuk mencobanya sendiri, tentu saja Anda harus terlebih dulu berlangganan Google Cloud. Beruntung kini untuk berlangganan Google Cloud, Anda hanya perlu menghubungi EIKON Technology sebagai partner resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia. Sebelum berlangganan, Anda dapat berkonsultasi bersama tim EIKON Technology untuk menentukan infrastruktur cloud yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Langsung saja klik di sini untuk menghubungi EIKON Technology!

Scroll to Top