Education

Collaboration, Education, G Suite, Google form, Google Workspace, Productivity, Produktivitas, School

Kelebihan Google Form untuk Mengumpulkan Data di Bidang Edukasi

  Google Form adalah aplikasi berbasis web buatan Google untuk mengumpulkan data dalam bentuk formulir. Tidak hanya untuk keperluan bisnis, Google Form juga bisa dimanfaatkan oleh para pelaku pendidikan. Google Form memiliki kelebihan untuk mengumpulkan data di bidang edukasi. Sebagai guru, misalnya, Anda bisa menggunakan Google Form untuk memberikan kuis kepada murid, registrasi event sekolah, atau melakukan survei tertentu.  Dibekali berbagai fitur penunjang, Google Form menawarkan banyak kelebihan yang akan memudahkan Anda dalam mengumpulkan data. Apa saja kelebihan Google Form dalam menunjang aktivitas pengumpulan data di bidang pendidikan? Simak penjelasannya di bawah ini! Bisa mengajukan berbagai jenis pertanyaan Demi membantu Anda mendapatkan data yang benar-benar sesuai kebutuhan pendidikan, Google Form menyediakan banyak jenis pertanyaan, mulai dari yang bersifat tertutup hingga terbuka. Anda bisa menggunakan pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda, checklist, pemberian rating, hingga teks berbentuk paragraf. Berikut ini ragam jenis pertanyaan yang akan Anda temukan di Google Form: Pilihan ganda Teks Teks paragraf   Checkbox Dropdown Date Time Scale Grid   Dapat digunakan untuk ragam keperluan survei pendidikan Mengingat ada begitu banyak jenis pertanyaan yang tersedia di Google Form, maka Anda pun bisa menggunakannya untuk beragam keperluan pula. Inilah kelebihan Google Form yang juga akan Anda rasakan, terutama jika Anda adalah seorang guru.  Sebagai salah satu bagian dari G Suite for Education, Google Form menawarkan cara mudah dan praktis bagi para edukator untuk mengumpulkan data dan mengelolanya secara rapi. Anda bisa menggunakan Google Form untuk memberikan kuis kepada murid, menilai hasil pekerjaan murid, hingga memonitor absensi kelas. Mudah membuat formulir dengan berbagai tema Kelebihan Google Form juga mencakup kemudahannya dalam membuat formulir untuk mengumpulkan data. Google Form telah menyediakan beragam tema formulir yang bersifat profesional. Setidaknya ada lebih dari dua puluh desain tema formulir yang bisa Anda pilih. Menariknya lagi, setiap tema tersebut juga dibekali dengan fitur custom sehingga Anda bisa mengubah atau menyesuaikan kembali bagian header, teks, hingga background sesuai kebutuhan. Tenang saja, Google Form menyediakan database gambar untuk header formulir Anda. Beberapa di antaranya bahkan berformat animasi sehingga bisa menarik perhatian murid. Melalui fitur tersebut, Google Form membuktikan bahwa formulir untuk mengumpulkan data tidak harus hadir dalam tampilan kaku dan membosankan. Hal ini tentunya dapat menjadi opsi yang menyegarkan, terutama untuk keperluan pengumpulan data di bidang pendidikan. Adanya opsi validasi untuk mengontrol data entry Dalam pengumpulan data, dibutuhkan validasi data untuk memastikan bahwa informasi yang masuk memang sudah benar atau tepat sasaran. Jika menggunakan Google Form, Anda tak perlu khawatir akan hal tersebut. Tersedia sejumlah opsi untuk membantu Anda mengontrol jawaban yang diberikan murid atau responden.  Salah satunya adalah fitur Required yang bisa diaktifkan pada pertanyaan sehingga responden wajib menjawab pertanyaan tersebut. Ada pula pertanyaan berbentuk checklist yang jumlah opsi jawabannya dapat Anda batasi. Tentu masih ada banyak pilihan validasi lain yang disediakan Google Form untuk membantu Anda meningkatkan kualitas data yang dikumpulkan.   Kini telah terbukti bahwa kelebihan Google Form tidak hanya untuk kepentingan bisnis atau personal, tapi juga pendidikan. Terlebih jika Anda menggunakan Google Form dengan berlangganan Google Workspace for Education, Anda juga akan mendapatkan akses premium ke berbagai produk Google for Education lainnya seperti Docs, Sheets, Slides, Drive, hingga Classroom. Untuk berlangganan Google Workspace for Education, Anda hanya perlu menghubungi EIKON Technology selaku reseller resmi produk Google di Indonesia. EIKON Technology juga menyediakan program trial bagi Anda yang ingin mencoba Google Workspace for Education terlebih dulu sebelum menggunakannya secara penuh. Segera langganan Google Workspace for Education sekarang juga!  

Education

Tips Memilih Edisi Google for Education Yang Baik dan Benar

Tips Memilih Edisi Google for Education – Google for Education merupakan serangkaian produk, program, dan layanan yang dikembangkan Google untuk menunjang aktivitas pendidikan, terutama bagi kalangan pengajar dan pelajar. Salah satu produk unggulan tersebut adalah Google Workspace for Education. Melalui Google Workspace for Education, Anda bisa mengakses berbagai produk Google secara gratis untuk keperluan belajar dan mengajar. Mulai dari Gmail, Calendar, Meet, Docs, Sheets, Slides, Forms, Classrooms, Assignments, Sites, Group, Drive, dan Admin. Namun, versi gratis tersebut memiliki batasan pemakaian. Jika ingin lebih leluasa mengakses seluruh fitur secara optimal, Anda bisa upgrade ke edisi premium Google for Education. Setidaknya ada tiga edisi premium yang dapat Anda pilih. Namun, bagaimana cara menentukan edisi yang paling tepat untuk kebutuhan Anda? Hitung dulu jumlah murid atau peserta Photo Credit: lucas law (Unsplash) Jumlah murid yang Anda ajar dapat memengaruhi pemilihan edisi Google for Education, terutama jika Anda cukup sering mengadakan pembelajaran online melalui video conference. Pasalnya, tiap edisi menawarkan kapasitas peserta video conference dalam jumlah berbeda. Misalnya, jika jumlah murid Anda kurang dari seratus, maka Google for Education edisi Education Standard bisa menjadi pilihan tepat karena kapasitas maksimal pesertanya adalah seratus. Namun, jika jumlah murid melebihi itu, maka lebih baik Anda memilih edisi Teaching and Learning Upgrade atau Education Plus yang mampu menampung peserta video conference hingga 250 murid. Pertimbangkan kebutuhan akan video conference Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Sejak “ruang kelas” pindah ke ranah online akibat pandemi, kebutuhan akan video conference sebagai perangkat belajar dan mengajar jadi meningkat pesat. Google memenuhi kebutuhan Anda tersebut melalui aplikasi Google Meet, yang juga termasuk dalam rangkaian Google for Education. Coba pertimbangkan hal apa saja yang Anda butuhkan saat mengajar melalui video conference. Kalau memang ingin mendapatkan fitur yang lengkap, pilihlah edisi Teaching and Learning Upgrade atau Education Plus. Kedua edisi tersebut telah dilengkapi fitur attendance tracking, noise cancellation, breakout rooms, bahkan hingga polling and QA. Fitur-fitur ini tidak akan Anda dapatkan dalam edisi Education Standard. Perhatikan tingkat kecepatan respons tim support Photo Credit: Jeswin Thomas (Unsplash) Pada dasarnya, seluruh edisi Google for Education memiliki akses terhadap layanan support melalui telepon, email, maupun online. Ya, bahkan pengguna edisi gratis (Education Fundamentals) juga berhak mengakses layanan tersebut. Namun, bagi yang membutuhkan layanan support Google for Education dalam waktu lebih cepat, maka sebaiknya Anda memilih edisi Education Plus. Hanya pengguna edisi inilah yang berhak mendapatkan respons lebih cepat dari tim spesialis support Google. Prioritaskan sistem keamanan Photo Credit: FLY:D (Unsplash) Kelancaran aktivitas belajar dan mengajar online juga ditentukan dari sistem keamanan perangkat yang digunakan. Seluruh edisi Google for Education tentunya telah dibekali dengan sistem kontrol dan keamanan yang mumpuni. Namun, memang, ada fasilitas keamanan khusus yang hanya terdapat pada edisi tertentu. Beberapa fitur keamanan yang terdapat di seluruh edisi, termasuk edisi gratis, adalah data loss prevention untuk Gmail dan Drive; eDiscovery untuk chat, email, dan data; serta advanced protection program. Namun, jika memilih edisi Education Standard atau Education Plus, Anda juga akan mendapatkan fitur keamanan tambahan berupa pencegahan spam dan phishing, pencegahan ancaman serangan, automate monitoring, dan masih banyak lagi. Peningkatan sistem keamanan ini tidak akan Anda dapatkan pada edisi Education Fundamentals ataupun Teaching and Learning Upgrade. Jadi, Google for Education mana yang akan Anda pilih untuk menunjang kegiatan belajar dan mengajar secara online? Apa pun itu, Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology selaku reseller resmi produk Google di Indonesia. Klik di sini untuk tahu lebih banyak tentang Google for Education! Apabila sudah membaca tips memilih edisi Google for Education dan berminat untuk menggunakannya, atau jika ingin bertanya lebih lanjut, langsung saja hubungi EIKON Technology. Tim spesialis kami siap memberikan layanan terbaik untuk Anda.

Chromebook, Education

Bagaimana Google Chromebooks Menjangkau 40 Juta Pengajar dan Pelajar di Dunia?

Sejak diluncurkan pertama kali pada 2011 lalu, hingga kini Google Chromebooks telah berhasil menjangkau lebih dari 40 juta pengajar dan pelajar di seluruh dunia. Bahkan di beberapa negara seperti Australia, Jepang, dan Kanada, Google Chromebooks sudah menjadi perangkat penting dalam kegiatan pendidikan sehari-hari mereka. Selama sepuluh tahun hadir membantu bidang pendidikan, tentu perjalanan yang ditempuh Google Chromebooks sangatlah panjang. Berbagai tantangan diatasi, beragam milestones berhasil dicapai. Bagaimana Google Chromebooks melakukan itu semua? Utamakan tiga prinsip utama: simpel, cepat, dan aman Photo Credit: KOBU Agency (Unsplash) Walaupun pertama kali diluncurkan ke publik pada 2011, sebetulnya Chromebooks sudah lebih dulu melalui program pilot pada 2010. Beberapa sekolah di Amerika Serikat mendapat kesempatan menggunakan Google Chromebooks untuk pertama kalinya. Tim Google pun mencatat bahwa para pengajar dan pelajar begitu menyukai Chromebooks karena pemakaiannya begitu sederhana, cepat, dan aman. Ketiga hal tersebut memang menjadi prinsip utama Google dalam menciptakan Chromebooks, yang terus dibawa hingga hari ini. Terlebih, selama satu dekade belakangan ini, Google juga rutin melakukan upgrade terhadap Chromebooks. Melalui Google Admin Console, misalnya, kini para administrator sekolah bisa mengelola perangkat Chromebooks secara remote karena sifatnya yang berbasis cloud. Lagi-lagi begitu simpel, cepat, dan aman. Terus meningkatkan akses untuk para pengajar dan pelajar Photo Credit: Brooke Cagle (Unsplash) Sejak awal, Chromebooks dirancang agar bisa menjadi salah satu pondasi penting dalam aktivitas belajar dan mengajar, tak peduli di mana pun Anda berada. Itulah kenapa kemudahan akses menjadi salah satu fokus utama Google dalam mengembangkan Chromebooks. Demi mewujudkan hal tersebut, Google bekerja sama dengan sejumlah produsen seperti Samsung, Acer, Lenovo, HP, Dell, dan ASUS untuk melakukan ekspansi Chromebooks secara global. Bahkan baru-baru ini, Sharp dan NEC juga bergabung dan sudah mulai mengembangkan Chromebooks untuk pasar pendidikan Jepang. Di samping itu, akses koneksi pada Chromebooks juga terus ditingkatkan dengan adanya opsi untuk terhubung pada Wi-Fi dan mobile data. Dengan begini, para pengajar dan pelajar bisa lebih mudah mengakses berbagai fitur dalam Chromebooks, termasuk Chromebook App Hub. Chromebook App Hub adalah online resource untuk membantu para pengajar menemukan ide, perangkat, dan aplikasi yang bisa digunakan secara tepat dalam kegiatan belajar dan mengajar. Nantinya, pihak pengajar juga bisa memberikan feedback serta masukan kepada tim Google terkait aplikasi atau perangkat yang dibutuhkan. Sediakan fitur yang benar-benar dibutuhkan Photo Credit: Anete Lusina (Unsplash) Keberhasilan Chromebooks dalam menjangkau 40 juta pengajar dan pelajar di dunia juga tak terlepas dari fitur-fitur yang disematkan. Fitur-fitur ini tak hanya modern, tapi juga selalu mengikuti kebutuhan pengajar, pelajar, dan para pelaku pendidikan lainnya. Salah satu contohnya adalah Screen Capture. Sejak 2020 lalu, kegiatan belajar-mengajar beralih ke ranah online akibat pandemi COVID-19. Google Meet pun banyak digunakan untuk pembelajaran melalui video conference. Dengan adanya Screen Capture, Anda bisa melakukan screenshot dan screen recording secara mudah selama kegiatan belajar-mengajar online berlangsung. Nantinya, setiap hasil screenshot maupun screen recording akan muncul secara otomatis pada Tote, fitur space baru untuk menyimpan berbagai dokumen penting secara mudah. Cocok untuk menambahkan foto atau video pada file presentasi atau proyek kelompok. Masih dengan mengutamakan tiga prinsip utamanya—simpel, cepat, dan aman—Google Chromebooks masih akan terus menjangkau jutaan pengajar dan pelajar lain di dunia. Ambil bagian dari perubahan besar ini dengan menggunakan Chromebooks dalam kegiatan belajar dan mengajar Anda. Tak perlu bingung, Anda bisa mendapatkan Chromebooks melalui EIKON Technology, reseller resmi perangkat asli Google yang tepercaya di Indonesia. Di EIKON Technology, Anda tak hanya akan mendapatkan perangkat Chromebooks dengan harga relatif terjangkau, tapi juga layanan terbaik dari tim staf kami. Segera dapatkan sekarang juga di sini!

Education

Tips Memaksimalkan Fitur Tugas di Google Workspace for Education

Tips Memaksimalkan Fitur Tugas di Google Workspace for Education – Google Workspace for Education digunakan oleh banyak pengajar di dunia untuk melaksanakan aktivitas belajar dan mengajar secara online, terutama di era pandemi COVID-19 seperti sekarang. Hal tersebut tidak terlepas dari berbagai fitur yang canggih, menarik, dan sesuai kebutuhan pengajar. Salah satunya adalah fitur Tugas atau Assignments. Sebagai pengajar, kemungkinan pihak sekolah atau lembaga pendidikan telah membekali Anda dengan learning management system (LMS) sendiri. Namun, Anda bisa menambahkan fitur Assignments pada LMS tersebut untuk mempermudah berbagai aktivitas terkait tugas murid. Agar bisa merasakan manfaatnya secara maksimal, berikut sejumlah tips yang dapat Anda terapkan. Berikan nomor pada tugas yang diberikan Photo Credit: Sam Lion (Pexels) Untuk memastikan bahwa murid telah memahami materi yang Anda ajarkan, biasanya Anda akan memberikan tugas. Mengingat bahwa materi tersebut bisa berbeda tiap minggunya, maka tugas yang diberikan pun bisa beragam pula. Terlebih jika Anda mengajar banyak kelas, jumlah tugas pun akan semakin banyak. Oleh sebab itu, usahakan untuk selalu memberi nomor pada tugas yang Anda berikan. Hal ini akan mempermudah Anda dalam mengorganisasi file secara rapi. Jadi, ketika Anda hendak mencari tugas yang dimaksud untuk mengeceknya, Anda bisa langsung mencarinya berdasarkan nomor tersebut. Gunakan direct link pada tugas Photo Credit: Glenn Carstens-Peters (Unsplash) Google Workspace for Education juga memiliki fitur direct link yang dapat mempermudah Anda dalam pemberian tugas kepada murid. Jadi, seandainya ada tugas yang harus dikembalikan atau direvisi oleh murid tersebut, mereka bisa dengan cepat melakukannya. Caranya mudah, Anda hanya perlu mencari tugas yang dimaksud, klik gambar tiga titik di sebelah kanan tugas, lalu copy link tugas tersebut. Baru setelah itu kirimkan link kepada murid agar mereka bisa langsung mengakses tugasnya. Manfaatkan fitur “assign to multiple classes” Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Beberapa pengajar biasanya bertanggung jawab memberikan tugas ke banyak kelas sekali pun. Hal ini bisa lebih mudah dilakukan berkat adanya fitur “assign to multiple classes” pada Google Workspace for Education. Anda dapat melakukannya melalui opsi “For” yang merupakan menu drop-down, lalu pilih kepada siapa saja tugas akan diberikan. Penting untuk diingat bahwa setelah Anda menekan tombol “Assign”, setiap tugas hanya bisa diedit sendiri-sendiri. Karenanya, pastikan bahwa tugas tersebut sudah memiliki detail atau brief yang benar. Jangan sampai terjadi kesalahan dan Anda harus membetulkan tugas tersebut satu per satu. Gunakan fitur komentar secara publik dan private Photo Credit: Chris Montgomery (Unsplash) Tanggung jawab pengajar juga mencakup memberikan feedback terhadap tugas yang telah dikerjakan para murid. Fitur komentar hadir untuk membantu Anda melakukan hal tersebut secara mudah. Bahkan Anda bisa memberikan feedback secara publik maupun private. Komentar atau feedback yang diberikan secara publik nantinya dapat dilihat oleh seluruh kelas. Sebaliknya, fitur private dapat Anda manfaatkan untuk memberikan feedback yang sifatnya lebih personal dan mendalam. Dengan begitu, murid pun tidak akan merasa malu sehingga terus terpacu untuk memperbaiki diri. Aplikasikan berbagai tips tersebut saat menggunakan fitur tugas atau Assignments di Google Workspace for Education. Selain Assignments, tentunya masih ada banyak fitur lain yang dapat menunjang aktivitas belajar dan mengajar secara online. Segera berlangganan Google Workspace for Education melalui EIKON Technology, reseller resmi G Suite di Indonesia. Tim EIKON Technology akan membantu proses transisi dan penggunaannya. Bahkan jika ada fitur tambahan Google yang ingin Anda gunakan, EIKON Technology juga bisa menyediakannya. Dapatkan segera Google Workspace for Education di sini!

Education

Fitur Baru Google for Education untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran

Fitur Baru Google for Education untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran – Google for Education dirancang untuk mempermudah aktivitas belajar dan mengajar secara online. Manfaatnya semakin terasa di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang, yang belum memungkinkan para pengajar dan murid bertatap muka langsung. Melalui pemakaian Google for Education, peningkatan mutu pembelajaran sangat mungkin dilakukan walau seluruh aktivitas bersifat online. Terlebih, Google for Education telah dibekali berbagai fitur baru yang akan semakin memaksimalkan kolaborasi pendidikan antara pengajar dan para murid. Fitur untuk pengajar dan pelaku pendidikan Photo Credit: Vanessa Garcia (Pexels) Sejak awal, Google berkomitmen menciptakan teknologi yang mampu membantu para pengajar dan pelaku pendidikan dalam peningkatan mutu pembelajaran. Tentunya melalui fitur-fitur yang simpel, tepat sasaran, dan mampu membantu murid mereka memenuhi potensialnya. Analytics pada Google Classroom Tahun ini, akan ada banyak fitur baru yang disematkan pada Google Classroom. Salah satu yang paling diantisipasi adalah versi update dari analytics. Melalui fitur ini, para pengajar akan mengetahui data penggunaan murid sehingga bisa lebih cepat menyiapkan kelas online. Add-ons untuk Google Classroom Dengan adanya add-ons, para pengajar dapat menghubungkan perangkat third-party favorit mereka pada Google Classroom. Tidak hanya itu, mereka juga akan mendapatkan akses lebih mudah untuk memonitor interaksi para murid di Google Classroom. Dari sini, pengajar bisa mengetahui murid mana yang masih tertinggal. Kontrol lebih pada Google Meet Peningkatan mutu pembelajaran juga diberikan Google melalui fitur baru pada Google Meet. Nantinya, pengajar akan memiliki kontrol lebih saat menggunakan Google Meet untuk kepentingan kelas online. Mereka berhak mengatur siapa saja yang bisa bergabung video call di Google Meet, mengaktifkan mute pada semua peserta, hingga mengakhiri panggilan pada semua peserta. Screen recording Sebagai sistem operasi yang menjadi tenaga utama di balik Google for Education, Chrome OS akan mendapat fitur baru berupa screen recording. Dengan fitur ini, pengajar dan murid dapat merekam video instruksi pembelajaran secara real-time. Fitur untuk para murid Photo Credit: August de Richelieu (Pexels) Berbagai fitur baru Google for Education tidak hanya bisa dirasakan oleh pengajar, tapi juga para murid. Terlebih, bagaimanapun juga, peningkatan mutu pembelajaran hanya bisa dilakukan dengan partisipasi dari para murid. Ini dia beberapa fitur baru tersebut. Fitur offline pada Google Classroom Kini aplikasi Google Classroom untuk perangkat Android dapat diakses secara offline. Dengan begitu, para murid bisa mengunduh tugas-tugas mereka dan menyelesaikannya tanpa perlu bergantung pada koneksi internet. Upload tugas Fitur baru lain yang juga akan disematkan pada Google Classroom adalah upload gambar untuk tugas essay atau tugas-tugas bersifat paper-based. Para murid pun bisa mengumpulkan tugas mereka dengan lebih mudah. Ragam fitur aksesibilitas Sejumlah fitur baru terkait fungsi aksesibilitas juga akan ditambahkan pada Google for Education demi peningkatan mutu pembelajaran. Contohnya kursor berwarna pada Chromebooks dan akses Switch yang memungkinkan murid untuk belajar dengan perangkat sesuai kebutuhan mereka. Emoji pada Google Meet Tahun ini, murid bisa menggunakan reaksi Emoji pada Google Meet. Fitur ini memudahkan murid untuk meningkatkan keterlibatan mereka selama kelas, tentunya dengan cara menyenangkan. Selain itu, nantinya Google Meet juga akan bisa diakses walau dengan low bandwidth sekali pun. Dengan begitu, murid dengan koneksi internet lemah tetap bisa mengikuti kelas secara efektif. Itulah sejumlah fitur baru yang tahun ini akan disematkan pada Google for Education. Melalui fitur-fitur tersebut, para pengajar dan murid dapat menjalani aktivitas belajar dan mengajar secara lebih mudah dan menyenangkan. Alhasil, peningkatan mutu pembelajaran pun tidak mustahil dilakukan walau di tengah pandemi sekali pun. Segera daftar menjadi pengguna Google for Education melalui EIKON Technology, reseller resmi G Suite di Indonesia. Tim EIKON Technology akan membantu melakukan transisi sehingga nantinya Anda bisa menggunakan fitur-fitur tersebut secara maksimal. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Scroll to Top