EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Info

Keunggulan Fitur NotebookLM Baru di Google Classroom untuk Mahasiswa

 Google menghadirkan inovasi besar di bidang edukasi dengan mengizinkan mahasiswa (usia 18 tahun ke atas) membuat catatan kelas pribadi (personal class notebooks) menggunakan NotebookLM langsung di Google Classroom. Fitur yang dirilis mulai 27 April 2026 ini membantu mahasiswa mengubah materi kuliah menjadi alat bantu belajar yang interaktif. 4 Keunggulan utama fitur NotebookLM di Google Classroom Photo Credit: Google Workspace Updates Membuat alat bantu belajar kustom: Melalui panel “Studio”, mahasiswa dapat mengonversi materi kuliah menjadi rangkuman bergaya siniar (Audio Overviews), ringkasan video, panduan belajar, kartu kilat (flashcards), hingga diagram visual interaktif. Dukungan langsung melalui tab Gemini: Cukup melalui tab Gemini di Classroom, mahasiswa bisa mengajukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban yang akurat karena bersumber mutlak dari materi yang diberikan oleh dosen. Baca juga: Tips Penggunaan Google Classroom, Belajar Semakin Mudah Merangkum hingga 50 dokumen sekaligus: Mahasiswa dapat dengan cepat menyintesis informasi dari hingga 50 dokumen sumber per catatan. Fitur ini sangat mempermudah persiapan ujian atau mengejar materi perkuliahan yang tertinggal. Photo Credit: Google Workspace Updates Meningkatkan kreativitas visual: Tidak terbatas pada teks saja, mahasiswa juga bisa membuat infografis, salindia presentasi (slide decks), dan alat bantu visual lainnya untuk mendalami sekaligus mempresentasikan materi yang dipelajari. Baca juga: 5 Fitur Google Classroom Terbaru Penuhi Kebutuhan Belajar-Mengajar Masa Kini Tutorial cara membuat catatan kelas pribadi dengan NotebookLM Photo Credit: Google Workspace Updates Bagi mahasiswa yang memenuhi syarat, berikut adalah panduan singkat untuk mulai memanfaatkan fitur ini: Pastikan izin admin aktif: Administrator sekolah harus memastikan akses Gemini, NotebookLM, dan Gemini in Classroom sudah diatur ke posisi aktif (ON) pada unit organisasi (OU) mahasiswa. Buka Google Classroom: Masuk ke akun Classroom Anda melalui peramban web. Akses tab Gemini: Pada bilah navigasi di dalam Google Classroom, klik menu atau tab Gemini. Buat catatan baru: Pilih opsi Personal class notebooks, lalu klik Create class notebook. Mulai belajar interaktif: Sistem akan membuka tab baru di NotebookLM. Di sini, mahasiswa bisa mengedit catatan serta mengelola dokumen sumber yang diberikan oleh dosen sebagai basis materi belajar. Baca juga: Aplikasi Google Classroom Kini Bisa Jadwalkan Beberapa Kelas Sekaligus Fitur mutakhir ini tersedia untuk edisi Google Workspace for Education Fundamentals, Standard, hingga Plus. Jika institusi pendidikan Anda ingin mengadopsi ekosistem belajar berbasis AI yang cerdas dan aman ini, EIKON Technology hadir sebagai partner teknologi bereputasi di Indonesia. Kami siap mendampingi Anda mulai dari verifikasi domain, migrasi data yang aman, hingga penyediaan lisensi resmi dan dukungan teknis pasca-penjualan. Hubungi EIKON Technology sekarang untuk transisi digital dunia pendidikan yang lancar tanpa kendala!

Info

3 Pembaruan Audit Log Google Workspace untuk Investigasi Keamanan yang Lebih Mendalam

Google baru saja mengumumkan peningkatan signifikan pada Workspace audit log di Admin Console. Mulai diluncurkan secara bertahap sejak April 2026, pembaruan ini memperluas cakupan kolom data guna memperkuat kemampuan investigasi keamanan perusahaan. Berikut adalah 3 fitur baru pada audit log Google Workspace yang wajib diketahui: 1. Detail pemilik resource Photo Credit: Google Workspace Updates Kini tersedia kolom baru untuk mengidentifikasi pemilik suatu aset atau sumber daya secara lebih mudah saat investigasi keamanan berlangsung. Fitur ini menampilkan Owner Type (apakah milik individu/User, organisasi/Customer, atau Group) beserta Owner Identity yang berisi ID atau alamat email spesifik. Kolom ini mencakup hampir seluruh sumber data utama seperti Gmail, Drive, Calendar, Meet, hingga Chat. Baca juga: Data Audit Tugas Kini Tersedia di Google Admin Console 2. Perluasan Atribut Resource dan Actor Application Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk memberikan visibilitas yang lebih utuh, Google memperluas dua atribut penting ini ke lebih banyak log aktivitas. Atribut Resources kini mencakup log peristiwa untuk Chrome, Voice, Vault, dan Assignment. Sementara itu, atribut Actor application info diperluas ke log aktivitas Chrome, Voice, Group, Meet, Assignments, dan Admin. Baca juga: Kini Log Audit Ekspor Workspace di BigQuery Dilengkapi dengan Label Metadata Drive, Apa Bedanya? 3. Informasi perangkat pengguna yang lebih komprehensif Photo Credit: Google Workspace Updates Administrator sekarang dapat melihat konteks mendalam mengenai perangkat yang digunakan untuk melakukan suatu tindakan. Atribut User device info yang baru ini menyediakan detail sensitif seperti ID perangkat, versi OS perangkat, hingga tipe perangkat (misalnya, DESKTOP_MAC atau DESKTOP_WINDOWS). Informasi ini terintegrasi di berbagai sumber log, termasuk Gemini Workspace, Chat, Drive, dan Meet. Baca juga: 3 Fitur Security and Compliance di Google Cloud Logging yang Wajib Anda Ketahui Pembaruan fitur audit log ini sangat krusial bagi perusahaan dengan lisensi Google Workspace yang mendukung fitur Audit Log guna menjaga integritas data dari ancaman siber. Agar perusahaan Anda dapat menerapkan sistem keamanan canggih ini dengan optimal, pastikan Anda membeli produk Google Workspace melalui EIKON Technology. Sebagai partner Google Workspace Indonesia, EIKON Technology menyediakan lisensi resmi, panduan konfigurasi keamanan Admin Console, hingga dukungan teknis penuh untuk memastikan seluruh operasional bisnis Anda berjalan aman dan efisien. Hubungi EIKON Technology sekarang!

Info

3 Pembaruan Fitur Take Notes for Me di Google Meet, Rapat Makin Efektif!

Google Meet kembali memanjakan para profesional dengan memperbarui fitur notulensi otomatis berbasis AI mereka, yaitu Take notes for me. Mulai diluncurkan secara bertahap pada 30 April 2026, pembaruan ini memberikan kendali penuh bagi pengguna untuk mengatur format catatan rapat agar lebih ringkas dan mudah dipahami. Berikut adalah 3 pembaruan utama yang akan membuat jalannya rapat Anda jauh lebih produktif: Pilihan bagian catatan yang fleksibel Photo Credit: Google Workspace Updates Kini Anda tidak perlu lagi menerima hasil notulensi yang terlalu panjang. Pengguna bisa memilih dan mengaktifkan (toggle on/off) bagian tertentu saja selama panggilan berlangsung, seperti Summary, Decisions, Next steps, hingga Details. Pengaturan ini hanya berlaku untuk rapat yang sedang berjalan tanpa mengubah preferensi bawaan Anda. Baca juga: Google Meet Gratis Kini Dibatasi Satu Jam, Adakah Cara Mengatasinya? Hadirnya bagian Decisions yang lebih jelas Fitur ini memperkenalkan bagian Decisions baru untuk melacak status dari setiap keputusan rapat secara spesifik. Status tersebut meliputi Aligned, Needs further discussion, Disagreed, hingga Shelved. Untuk tahap awal, bagian Decisions ini baru tersedia dalam bahasa Inggris. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! 2. Ringkasan (Summary) yang Lebih Ringkas Photo Credit: Pexels Format bagian Summary telah ditingkatkan agar menjadi jauh lebih padat dan mudah dipindai. Hal ini memudahkan siapa pun yang terlambat atau berhalangan hadir untuk menangkap poin-poin penting rapat dalam sekejap tanpa repot merapikan dokumen secara manual pasca-panggilan. Baca juga: Pengalaman Baru Akses Google Meet dari Glass Enterprise Fitur cerdas ini tersedia bagi pengguna Google Workspace paket Business (Standard & Plus), Enterprise, hingga beberapa edisi pendidikan. Agar bisnis Anda tidak tertinggal dalam memanfaatkan efisiensi AI mutakhir ini, pastikan Anda mendapatkan lisensi resmi Google Workspace melalui EIKON Technology. Sebagai mitra resmi tepercaya di Indonesia, EIKON Technology siap membantu proses migrasi, setup, hingga memberikan dukungan teknis terbaik demi kelancaran operasional perusahaan Anda. Hubungi EIKON Technology sekarang dan rasakan kemudahan kerja digital masa kini!

Info

Jangan Biarkan Kenangan Sekolah Hilang! Ini 3 Fitur Baru Google Takeout Transfer untuk Alumni

Google baru saja mengumumkan peningkatan penting pada layanan Takeout Transfer khusus bagi pengguna Google Workspace for Education. Layanan yang biasanya digunakan oleh siswa atau staf yang lulus dan meninggalkan sekolah untuk memindahkan data Drive serta Gmail ini, kini diperluas untuk mendukung migrasi Google Photos. Berikut adalah 3 pembaruan utama dari perluasan fitur Google Takeout Transfer yang perlu Anda ketahui: Migrasi Google Photos yang lancar ke akun pribadi Photo Credit: Google Workspace Updates Para alumni kini bisa dengan mudah menyalin dan memindahkan seluruh konten Google Photos mereka (termasuk foto, video, hingga album) dari akun sekolah langsung ke akun Google pribadi. Hal ini memastikan karya kreatif dan kenangan akademis mereka tetap terjaga setelah lulus. Baca juga: Trik Restore Items di 5 Aplikasi Google Akses mudah melalui satu tautan resmi Untuk menggunakan fitur ini, pengguna cukup mengakses situs resmi di [takeout.google.com/transfer] (https://takeout.google.com/transfer). Di sana akan muncul opsi baru untuk menyertakan konten Google Photos, dengan catatan akun Google pribadi tujuan memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup untuk menampung data tersebut. Baca juga: Halaman Kontrol Terkonsolidasi Baru untuk Google Takeout Alat kelola dan hapus massal untuk admin Photo Credit: Pexels Di akhir tahun ini, Google juga akan meluncurkan fitur manajemen baru di Admin Console. Alat ini memberikan visibilitas bagi admin sekolah untuk melihat siapa saja yang telah bermigrasi, sekaligus memungkinkan penghapusan konten Photos secara massal guna membebaskan kapasitas penyimpanan bersama (pooled storage) instansi. Fitur ini non-aktif secara bawaan (OFF by default) dan dapat diaktifkan oleh pihak sekolah melalui tingkatan OU (Organizational Unit) di Admin Console. Baca juga: 5 Fitur Aksesibilitas Chromebook untuk Pembelajaran yang Lebih Inklusif Fitur transisi data yang luar biasa ini tersedia untuk edisi Google Workspace for Education Fundamentals, Standard, hingga Plus. Jika institusi pendidikan Anda ingin mengadopsi ekosistem digital yang aman dan mudah dikelola ini, EIKON Technology siap menjadi mitra strategis Anda. Optimalkan pengelolaan platform digital sekolah Anda bersama EIKON Technology. Kami tidak hanya menyediakan lisensi resmi Google Workspace for Education, tetapi juga mengawal verifikasi domain dan migrasi data institusi Anda secara aman dan profesional. Hubungi EIKON Technology sekarang untuk memulai transformasi digital pendidikan yang praktis tanpa kendala!

Info

4 Pembaruan Google Workspace Developer untuk Masa Depan Agen AI

Pada ajang Cloud Next ‘26, Google mengumumkan suite agent tools dan pembaruan keamanan baru untuk ekosistem Google Workspace. Inovasi ini dirancang agar teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat bekerja lebih cerdas dan aman di lingkungan kerja. Berikut adalah 4 poin penting dari pembaruan Google Workspace yang perlu Anda ketahui: Server Workspace MCP kini hadir dalam pratinjau untuk publik Google kini membuka akses server Model Context Protocol (MCP) Workspace untuk pratinjau publik. Fitur ini menjadi jembatan standar bagi agen AI agar dapat mengakses data konteks kerja secara aman dan efisien di dalam Workspace. Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud Contact Center AI untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan Integrasi alat yang komprehensif Photo Credit: Pexels Melalui MCP server, developer kini bisa memberikan instruksi kepada agen AI untuk berinteraksi langsung dengan data pengguna, seperti mengelola draf di Gmail, mengunggah file di Drive, menjadwalkan acara di Calendar, hingga mengelola kontak di People dictionary. Baca juga: AI Generatif, Teknologi Kecerdasan Buatan Masa Depan untuk Developer dan Google Workspace Sistem keamanan dan model tiering baru Untuk mengantisipasi risiko penyalahgunaan API dan kebocoran data (data egress) skala besar, Google memperkenalkan model tingkatan tiering kuota penggunaan. Menariknya, sistem ini dirancang fleksibel sehingga hanya kurang dari 1% pengembang aktif yang perlu beralih ke tingkat di atas standar. Kontrol penuh bagi Administrator Meskipun pembaruan kuota API dan MCP ini telah digulirkan secara bertahap sejak 1 Mei 2026, para admin IT perusahaan tidak perlu khawatir. Akses kontrol tetap berada di tangan Anda dan dapat dikelola dengan mudah melalui Admin console di menu Security > API Controls. Baca juga: Membangun Aplikasi Gen AI untuk Perusahaan dengan LLM dari Database Google Cloud Teknologi AI dan sistem keamanan terintegrasi di atas menunjukkan bagaimana Google Workspace terus berevolusi menjadi platform kerja masa depan yang tak tergantikan. Agar perusahaan Anda dapat mengadopsi seluruh fitur canggih ini dengan lancar, EIKON Technology siap menjadi mitra strategis Anda. Sebagai partner resmi Google Workspace di Indonesia, EIKON Technology tidak hanya menyediakan lisensi resmi, tetapi juga layanan migrasi yang aman, pelatihan, serta dukungan teknis premium yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Hubungi EIKON Technology sekarang dan transformasikan cara kerja tim Anda menjadi lebih cerdas dan aman!

Info

Bitwarden dan 1Password Makin Mahal? Beralih ke Zoho Vault untuk Keamanan Terpadu

Di tengah meningkatnya ancaman siber, kata sandi tetap menjadi garis pertahanan pertama bagi keamanan pribadi maupun perusahaan. Namun, perubahan kebijakan harga terbaru dari penyedia populer seperti Bitwarden dan 1Password mulai memicu kekhawatiran. Bagi banyak pengguna, biaya berlangganan yang terus merangkak naik membuat mereka berpikir ulang untuk mencari alternatif yang lebih terjangkau namun tetap tangguh. Simak bagaimana Zoho Vault hadir sebagai solusi bagi tantangan tersebut! Mengapa memilih Zoho Vault? Photo Credit: Zoho Blog Diluncurkan sejak 2013, Zoho Vault telah bertransformasi dari sekadar brankas kata sandi tim menjadi solusi manajemen kredensial yang dipercaya oleh ribuan pengguna global. Salah satu keunggulan utamanya terletak pada paket gratis yang menawarkan penyimpanan tak terbatas dan akses dari perangkat yang tak terbatas. Pada tahun 2026 ini, membayar lebih hanya untuk penyimpanan kredensial terasa kurang relevan ketika Zoho menawarkan ekosistem keamanan terintegrasi yang mencakup: Baca juga: Membangun Visibilitas Keuangan Masa Depan dengan Integrasi Zoho Books Solusi untuk semua kalangan Photo Credit: Zoho Blog Zoho Vault dirancang untuk siapa saja. Individu dapat menikmati paket gratis tanpa syarat tersembunyi, sementara keluarga mendapatkan fleksibilitas dalam batasan pengguna. Bagi sektor bisnis, Zoho menawarkan fitur canggih dengan harga kompetitif, lengkap dengan paket MFA dan akses browser yang aman. Baca juga: Memperkenalkan Integrasi Zoho CRM, Bagaimana Cara Kerjanya? Langkah mudah migrasi Beralih dari Bitwarden atau 1Password ke Zoho Vault sangatlah sederhana. Anda hanya perlu mengekspor data kata sandi dari layanan lama, mendaftar akun Zoho Vault, dan mengimpor data tersebut melalui opsi yang tersedia. Zoho bahkan menyediakan bantuan migrasi dan proses onboarding secara gratis untuk memastikan transisi berjalan mulus. Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Karyawan dengan UI Terpadu Zoho One Dengan berbagai keunggulan integrasi dan efisiensi biaya yang ditawarkan, Zoho Vault menjadi solusi cerdas bagi Anda yang menginginkan keamanan digital tanpa kompromi. Sebagai mitra resmi di Indonesia, EIKON Technology siap mendampingi proses transisi dan pengelolaan keamanan data organisasi Anda agar lebih optimal dan terstruktur. Jangan biarkan kenaikan biaya langganan menghambat perlindungan data Anda; hubungi tim kami sekarang untuk mendapatkan paket berlangganan Zoho Vault terbaik melalui EIKON Technology. Informasi selengkapnya di sini

Info

Keamanan Cerdas dan Deteksi AI: Standar Baru Google Workspace for Education 2026

Di era transformasi digital yang pesat, institusi pendidikan menghadapi tantangan ganda: memfasilitasi inovasi AI sekaligus menjaga integritas data. Menjawab kebutuhan ini, Google Workspace for Education meluncurkan rangkaian fitur keamanan terbaru yang dirancang khusus untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, tepercaya, dan bebas dari ancaman siber. Memastikan penggunaan AI yang bertanggung jawab Photo Credit: Pexels Salah satu tantangan terbesar saat ini adalah maraknya konten buatan AI. Google memperkenalkan teknologi SynthID, sebuah watermark digital tak kasat mata yang memungkinkan komunitas pendidikan memverifikasi keaslian media. Kini, pengajar dan siswa dapat mengunggah gambar atau video ke aplikasi Gemini dan bertanya, “Apakah ini buatan AI?” Langkah ini sangat krusial untuk menjaga kejujuran akademik dan membantu siswa membedakan antara realitas dan konten sintetis. Baca juga: 3 Cara Google for Education Lindungi Keamanan Siswa di Era AI Perlindungan proaktif dan kontrol admin yang lebih kuat Photo Credit: Pexels Keamanan infrastruktur sekolah kini semakin diperketat melalui fitur-fitur canggih: Deteksi ransomware dan pemulihan Drive: Jika ransomware terdeteksi pada perangkat yang menggunakan Drive for Desktop, proses sinkronisasi akan berhenti secara otomatis untuk mencegah penyebaran infeksi ke cloud. Admin dapat memulihkan file ke versi sebelum terinfeksi dengan mudah, menghindari kehilangan data dan pembayaran tebusan. Baca juga: 10 Fitur Baru Google for Education untuk Pembelajaran yang Lebih Personal Integrasi SecOps: Bagi pengguna edisi Education Plus dan Standard, log aktivitas dari Gmail hingga Drive dapat dihubungkan ke platform Google SecOps. Ini mempercepat deteksi ancaman kompleks dan mempermudah proses audit kepatuhan. Kontrol akses Google Meet: Host kini memiliki kendali granular atas siapa yang dapat melihat live stream, termasuk membatasi akses hanya untuk grup tertentu atau peserta eksternal tertentu, bukan seluruh domain. Baca juga: 5 Cara Google Workspace for Education Membantu Pengajar dan Siswa Tetap Aman Di Dunia Maya Mengelola keamanan digital di lingkungan pendidikan memerlukan mitra yang berpengalaman. EIKON Technology, sebagai mitra resmi Google Cloud di Indonesia, siap membantu sekolah Anda mengimplementasikan Google Workspace for Education dengan konfigurasi keamanan terbaik. Kami tidak hanya menyediakan lisensi, tetapi juga dukungan teknis untuk memastikan fitur deteksi AI dan perlindungan ransomware Anda berjalan optimal. Lindungi data siswa dan integritas akademik sekolah Anda sekarang juga. Siap mengamankan masa depan digital sekolah Anda? Hubungi EIKON Technology hari ini untuk konsultasi gratis mengenai solusi Google Workspace for Education yang paling tepat bagi institusi Anda. Kunjungi kami di eikontechnology.com untuk informasi lebih lanjut.

Info

Era Baru Personal Intelligence: Update Fitur AI Tercanggih di Chrome

Google baru saja merilis rangkaian inovasi AI terbaru yang menandai transisi besar menuju era Personal Intelligence. Melalui pembaruan di bulan Januari ini, Google tidak lagi sekadar menjadi mesin pencari, melainkan mitra produktivitas yang proaktif, memahami konteks, dan mampu mengantisipasi kebutuhan penggunanya. Gebrakan Gemini 3 dan Personal Intelligence Photo Credit: Pexels Inovasi paling mencolok hadir pada Gemini 3 yang kini menjadi model standar untuk AI Overviews secara global. Berikut adalah poin-poin kunci dari pembaruan Januari: Integrasi aplikasi personal: Pengguna kini dapat menghubungkan Gemini secara aman dengan Gmail, Google Photos, dan Drive. Hasilnya? Gemini bisa memberikan rekomendasi perjalanan atau belanja yang sangat personal berdasarkan data Anda. Chrome sebagai asisten aktif: Dengan fitur auto browse, Chrome kini bisa melakukan tugas kompleks seperti memesan tiket perjalanan atau mengatur jadwal pertemuan secara otomatis atas nama Anda. Baca juga: Gemini di Chrome: 5 Hal yang Perlu Diketahui Administrator Workspace Revolusi Gmail: Fitur Help me write dan AI Overviews kini tersedia untuk membantu Anda memilah email penting di tengah tumpukan kotak masuk melalui fitur AI Inbox. Agentic Vision pada Gemini 3 Flash: Berbeda dengan AI biasa yang hanya melihat gambar secara statis, fitur ini membuat AI bertindak sebagai “investigator” aktif untuk meminimalkan halusinasi dan meningkatkan akurasi analisis visual. Baca juga: Tingkatkan Efisiensi Alur Kerja Anda dengan Asisten AI Google, Gemini AI untuk pendidikan dan kreativitas Photo Credit: Pexels Google juga memperluas akses Gemini di Google Workspace for Education tanpa biaya tambahan bagi institusi pendidikan. Selain itu, hadirnya Veo 3.1 memungkinkan pembuatan video vertikal berkualitas 4K yang lebih konsisten, sangat cocok bagi para konten kreator di platform seperti YouTube Shorts. Baca juga: Gemini Kini Menyediakan Perlindungan Data Tambahan untuk Akun Sekolah Pembaruan AI yang masif ini membuktikan bahwa Google Workspace adalah investasi terbaik untuk masa depan bisnis Anda. Namun, implementasi fitur canggih seperti Gemini Enterprise membutuhkan strategi yang tepat agar memberikan dampak maksimal bagi tim Anda. Jangan biarkan bisnis Anda tertinggal di era AI! EIKON Technology menyediakan solusi Google Workspace sesuai kebutuhan Anda. Hubungi kami di sini untuk memulai konsultasi!

Info

Mengenal Wajah Ketiga Identitas dan Tantangan Keamanan Siber Tahun 2026

Tahukah Anda bahwa pada akhir tahun 2025, jumlah identitas mesin telah melampaui identitas manusia dengan rasio rata-rata 82 banding 1? Selama satu dekade terakhir, pemimpin IT terbiasa membagi identitas ke dalam dua kotak sederhana: Manusia (memiliki penilaian tinggi, namun lambat) dan Service Accounts (nol penilaian, namun berkecepatan tinggi). Namun, memasuki tahun 2026, kerangka biner ini telah runtuh. Munculnya AI otonom menciptakan variabel ketiga yang tidak cocok di kedua kotak tersebut. Entitas AI ini memiliki penilaian layaknya manusia namun bekerja dengan kecepatan mesin. Jika Anda salah mengelola identitas ini, risikonya sangat fatal. Mari simak ulasannya berikut ini! Jebakan klasifikasi Photo Credit: Pexels Banyak tim IT terjebak dalam dua opsi salah saat mengelola AI: Menganggap AI sebagai Service Accounts: Akun layanan bersifat deterministik, namun, AI bersifat probabilistik. Anda memberi tujuan dan AI akan menentukan rutenya sendiri. Mengamankan AI dengan aturan akun layanan biasa ibarat mengatur mobil off-road dengan lampu sinyal kereta api; akan muncul risiko tabrakan Baca juga: Meminimalkan Risiko Keamanan AI, Apa yang Bisa Anda Lakukan Sekarang? Menganggap AI sebagai manusia: Karena AI berbicara dalam bahasa natural, kita cenderung memberinya kepercayaan seperti rekan kerja. Namun, AI tidak memiliki moral, ia hanya memiliki simulasi penilaian yang bisa berhalusinasi. Dalam sebuah insiden di Replit, sebuah agen AI yang panik menciptakan 4.000 data palsu hanya dalam hitungan detik. Strategi Digital Intern Photo Credit: Pixabay Solusinya adalah memperlakukan AI sebagai kategori identitas ketiga: Digital Intern. Anda memberinya akses, namun tidak pernah memberinya otonomi penuh. Gunakan prinsip Human-in-the-loop dan akses Just-in-Time untuk memastikan agen AI tidak melakukan tindakan destruktif di luar kendali. Baca juga: 40% Email Phishing Kini Dihasilkan AI, Siapkah Keamanan Anda? Anda tidak bisa mengelola apa yang tak terlihat. Ancaman terbesar saat ini adalah Shadow AI, agen AI tidak resmi yang berjalan tanpa sepengetahuan departemen IT. Anda membutuhkan direktori terpusat yang mampu memberikan visibilitas total terhadap manusia, akun layanan, dan agen AI. JumpCloud menyediakan Open Directory Platform yang memungkinkan Anda mengonsolidasi manajemen identitas secara menyeluruh. Melalui EIKON Technology, mitra resmi JumpCloud di Indonesia, Anda dapat mengimplementasikan kerangka kerja keamanan identitas yang tangguh. Lindungi keamanan siber perusahaan Anda dari risiko identitas non-manusia yang tidak terkendali. Hubungi EIKON Technology sekarang untuk konsultasi dan pembelian lisensi JumpCloud. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut!

Info

11 Statistik Shadow AI 2026 dan Cara Mengamankan Data Perusahaan Anda

Memasuki tahun 2026, penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara tidak resmi atau Shadow AI telah menjadi tantangan nyata bagi tim IT di seluruh dunia. Karyawan mengadopsi teknologi ini demi produktivitas, seringkali tanpa memikirkan risiko keamanan. Berikut adalah 11 statistik penting mengenai Shadow AI yang merubah lanskap keamanan digital saat ini: 8 dari 10 pekerja menggunakan AI publik: Mayoritas karyawan kantor kini menggunakan alat AI publik tanpa sepengetahuan atau persetujuan departemen IT mereka. Photo Credit: Pexels 70% Interaksi AI terintegrasi di SaaS: Pada tahun 2026, sebagian besar penggunaan AI terjadi melalui fitur yang tertanam di aplikasi SaaS resmi, sehingga makin sulit bagi IT untuk membedakan akses yang disetujui dan yang tidak. Lonjakan trafik AI hingga 595%: Lalu lintas perusahaan ke aplikasi AI meningkat hampir 600% dalam waktu kurang dari satu tahun, menandakan adopsi yang masif di skala korporasi. Baca juga: Apa Itu System Management JumpCloud 60% Perusahaan mengalami kebocoran data: Enam dari sepuluh organisasi melaporkan setidaknya satu insiden eksposur data yang terkait dengan penggunaan Generative AI publik oleh karyawan. Hanya 15% perusahaan memiliki kebijakan AI: Meskipun penggunaan AI melonjak, sangat sedikit organisasi yang telah memperbarui kebijakan penggunaan (Acceptable Use Policies) mereka untuk mencakup pedoman AI. Photo Credit: Pexels Penanganan insiden AI 26% lebih lama: Kompleksitas pelacakan aliran data ke model AI pihak ketiga membuat identifikasi insiden keamanan AI memakan waktu jauh lebih lama. Audit kepatuhan menjadi lebih ketat: Diprediksi 1 dari 4 audit kepatuhan di tahun 2026 akan memeriksa secara spesifik bagaimana perusahaan mengelola tata kelola data pada alat AI. Baca juga: Meminimalkan Risiko Keamanan AI, Apa yang Bisa Anda Lakukan Sekarang? Halusinasi AI picu kesalahan bisnis: Dengan tingkat kesalahan data antara 3% hingga 25%, penggunaan konten buatan AI tanpa pengawasan manusia berisiko merugikan operasional perusahaan. Pemborosan anggaran 5 kali lipat: Tanpa tata kelola terpusat, perusahaan cenderung memiliki langganan alat AI yang tumpang tindih dan mubazir. 45% Developer gunakan asisten kode ilegal: Hal ini berisiko membuat algoritma rahasia perusahaan terserap ke dalam basis data pelatihan model AI pihak ketiga. Shadow AI adalah indikator kebutuhan bisnis: Meskipun berisiko, tren ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak karyawan terhadap inovasi yang belum terpenuhi oleh fasilitas IT kantor. Baca juga: Mengenal JumpCloud Device Monitoring & Alerting Untuk menjinakkan risiko Shadow AI, perusahaan Anda membutuhkan kendali penuh atas identitas dan perangkat. JumpCloud menawarkan solusi Open Directory Platform yang memungkinkan Anda memantau siapa saja yang mengakses aplikasi AI dan dari perangkat mana mereka masuk. Siap mengamankan masa depan AI perusahaan Anda? Hubungi EIKON Technology untuk konsultasi dan pembelian lisensi JumpCloud. Kunjungi kami di eikontechnology.com sekarang!

Scroll to Top