EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Info

Kekuatan Data Pihak Pertama dan Integrasi Zoho CRM

Pada tahun 2025 ini, optimasi mesin pencari tetap krusial, namun mengoptimalkan konten untuk large language model (LLM) juga harus menjadi perhatian. Tanggung jawab terhadap data yang dikumpulkan semakin besar, menuntut Anda untuk memastikan perolehan lead berkualitas tinggi dan menjaga hubungan baik dengan mereka agar tim penjualan dapat menutup transaksi lebih cepat. Kunci untuk mencapai semua itu terletak pada data pihak pertama (first-party data). Data pihak pertama adalah data yang dikumpulkan langsung dari pelanggan, subscriber, pengunjung, atau pengikut dengan persetujuan mereka, mencakup riwayat browsing, entri survei, pembukaan email, atau pengiriman formulir. Data ini menjadi tambang emas karena memiliki akurasi tertinggi, membantu kepatuhan terhadap undang-undang privasi data global, dan meningkatkan hubungan serta kepercayaan dengan pelanggan. Mengatasi masalah silo data dengan CRM Photo Credit: Pexels Untuk pertumbuhan yang berkelanjutan, memanfaatkan data pihak pertama guna mempersonalisasi iklan adalah langkah yang wajib dilakukan. Namun, proses ini terhambat oleh masalah klasik: silo data. Data pihak pertama dikumpulkan dari berbagai saluran dan menyatukan potongan-potongan data ini untuk penargetan iklan yang dipersonalisasi seringkali sulit. Di sinilah peran penting Customer Relationship Management (CRM) yang akan membantu mengkonsolidasikan semua data yang dikumpulkan dari berbagai saluran ke dalam satu tempat. Data yang tersimpan rapi dan terpusat dalam CRM seperti Zoho CRM menghilangkan kebutuhan untuk mengobrak-abrik banyak aplikasi terpisah. Namun, CRM yang efektif harus mampu berkomunikasi dengan platform iklan secara efisien. Baca juga: Memperkenalkan Integrasi Zoho CRM, Bagaimana Cara Kerjanya? Koneksi langsung Zoho CRM dan Google Ads Photo Credit: Pexels Solusi untuk menjembatani data pelanggan dengan kampanye iklan terletak pada integrasi yang mulus, khususnya melalui Google Ads Data Manager. Pengguna kini dapat menggunakan data pihak pertama yang dikumpulkan di Zoho CRM untuk pemasaran mereka dengan mudah. Proses penyiapan menjadi sangat sederhana: tambahkan Zoho CRM sebagai sumber data menggunakan koneksi langsung, pilih modul, petakan field, dan koneksi dalam Google Ads pun tercipta. Baca juga: Mengenal 5 Tools Kolaborasi yang Telah Terintegrasi dengan Zoho CRM Konektor ini memberikan keuntungan besar dalam memanfaatkan data pihak pertama secara efisien. Misalnya, daftar lead di Zoho CRM yang mendaftar uji coba gratis tetapi belum melakukan konversi dapat dibawa ke Google Ads untuk ditampilkan iklan retargeting yang sangat tepat. Selain itu, tahap kesepakatan (deal stages) di Zoho CRM dapat digunakan untuk mengatur kampanye pemeliharaan lead yang dipersonalisasi. Baca juga: Kelola Dokumen Lebih Mudah dengan Ekstensi SharePoint for Zoho CRM Di dunia pemasaran yang didorong AI seperti saat ini, data pihak pertama adalah aset yang paling berharga. Cara pengguna memanfaatkannya akan sangat tercermin pada keberhasilan kampanye. Menghubungkan Zoho CRM ke Google Ads via Data Manager menciptakan jembatan antara data pelanggan dan kampanye iklan. Kini, pengguna dapat menargetkan lebih cerdas, memelihara lebih baik, dan meningkatkan pendapatan. Untuk mulai memanfaatkan kekuatan integrasi data dan mengelola hubungan pelanggan Anda secara profesional, dapatkan solusi Zoho CRM yang teruji melalui EIKON Technology, mitra resmi yang siap membantu transformasi digital bisnis Anda.

Info

GPT-5 Hadir di Microsoft 365 Copilot: Era Baru Produktivitas dengan Kecerdasan Ganda

 GPT-5, sistem AI dari OpenAI,  mulai diluncurkan awal  Agustus 2025 ini di Microsoft 365 Copilot dan Microsoft Copilot Studio secara global. GPT-5 adalah lompatan signifikan dalam kecerdasan, dan menjadi lebih kuat saat diterapkan pada pekerjaan. Peluncuran ini merupakan bagian dari komitmen Microsoft untuk menghadirkan model AI terbaru OpenAI kepada pelanggan Microsoft 365 Copilot dalam waktu 30 hari sejak perilisannya, lengkap dengan keamanan, kepatuhan, dan privasi yang diharapkan dari Microsoft. Pendekatan “dua otak” Copilot Photo Credit: Microsoft 365 Dengan hadirnya GPT-5, Copilot kini mengadopsi pendekatan yang disebut sebagai “dua otak”. Untuk pertama kalinya, Copilot dapat mengambil prompt pengguna, memahaminya, dan menggunakan perute real-time GPT-5 untuk memilih model terbaik dalam menanggapi permintaan tersebut. Fitur ini menciptakan pendekatan yang sangat tangguh: Untuk Pertanyaan Rutin: Copilot memprioritaskan kecepatan, menggunakan model high-throughput GPT-5 yang cerdas untuk memberikan respons cepat dan ringkas. Untuk Pertanyaan Kompleks: Copilot mendeteksi kebutuhan akan penalaran tingkat lanjut dan beralih ke model deeper reasoning GPT-5. Dalam kasus ini, Copilot akan meluangkan waktu untuk menyusun rencana, mengumpulkan, dan memahami semua konteks yang relevan sebelum memberikan jawaban yang mendalam. Pendekatan otomatis ini secara cermat meniru cara manusia memecahkan masalah—memberikan jawaban intuitif yang cepat untuk masalah sederhana, atau meluangkan waktu lebih banyak untuk penalaran mendalam pada masalah yang kompleks. Baca juga: Fitur Baru Microsoft 365, Hadirkan Kapabilitas Bahasa Isyarat Kecerdasan dalam tindakan Kemampuan penalaran ganda ini sangat transformatif. Bayangkan Anda adalah tim marketing yang meminta Copilot untuk meringkas tanggapan Request for Proposal (RFP) dari beberapa agensi, tapi, ketika meminta Copilot untuk mengevaluasi dan membuat peringkat RFP tersebut, sistem akan mengenalinya sebagai permintaan kompleks dan beralih ke model penalaran GPT-5. Dengan konteks penuh dari data kerja Anda, Copilot menerapkan konteks yang relevan ke proses yang sangat spesifik, memberikan rekomendasi yang terperinci dan berwawasan luas. Selain itu, GPT-5 juga tersedia di Copilot Studio, memungkinkan pengembang memilih GPT-5 sebagai model utama. Baca juga: Ciptakan Pengalaman Hybrid Learning Baru dengan Canvas dan Microsoft 365 Ketersediaan GPT-5 Photo Credit: Microsoft 365 GPT-5 di Copilot tersedia mulai tanggal 7 Agustus 2025 bagi pengguna berlisensi Microsoft 365 Copilot, yang memungkinkannya bernalar atas data web dan data kerja. Akan muncul tombol “Try GPT-5” baru di Copilot Chat dan mendapatkan akses prioritas. Sementara itu, untuk pengguna tanpa lisensi, GPT-5 mulai diluncurkan hari ini dan diharapkan akan tersedia untuk semua pengguna dalam beberapa minggu mendatang. Baca juga: Google Workspace vs. Microsoft 365, Mana Lebih Unggul? Sekaranglah waktunya untuk mulai mentransformasi pekerjaan Anda dengan kekuatan kecerdasan ganda GPT-5 di Copilot. Untuk memastikan Anda dapat mengakses semua fitur canggih ini, Anda bisa mendapatkan lisensi Microsoft 365 Anda melalui EIKON Technology, mitra tepercaya yang menyediakan solusi lengkap. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Info

Google Vids Kini Dukung Format Vertikal dan Persegi untuk Konten Media Sosial

Google Vids, alat pembuat video yang terintegrasi dalam Google Workspace, kini semakin fleksibel. Sebelumnya, Google Vids hanya mendukung format widescreen atau horizontal (16:9). Namun, kini pengguna dapat membuat dan mengedit video dalam format vertikal (9:16) dan persegi (1:1). Penambahan ukuran video ini memberikan fleksibilitas yang signifikan bagi para pembuat konten. Dengan adanya format vertikal dan persegi, pengguna dapat dengan mudah menyesuaikan hasil karya mereka untuk berbagai platform media sosial yang populer saat ini, seperti YouTube Shorts, Instagram Reels, dan TikTok. Ini menghilangkan kerumitan pengubahan ukuran secara manual menggunakan perangkat lunak pihak ketiga. Lebih banyak pilihan, lebih mudah berkreasi Photo Credit: Google Workspace Updates Fleksibilitas ukuran ini sangat krusial di era konten video pendek. Format 9:16 adalah standar yang ideal untuk video portrait di ponsel, memastikan bahwa video Anda mengisi seluruh layar penonton saat mereka menggulir umpan media sosial. Sementara itu, format 1:1 (persegi) tetap menjadi pilihan kuat untuk feed Instagram dan kebutuhan media sosial lainnya. Ke depannya, Google Vids juga akan semakin mempermudah proses pembuatan konten dengan segera menghadirkan template dalam format vertikal (9:16) dan persegi (1:1). Template ini akan menjadi panduan cepat bagi pengguna untuk menghasilkan konten yang menarik tanpa harus memulai dari awal. Baca juga: Google Vids Kini Tersedia untuk Workspace for Education, Apa Keunggulannya? Cara mengakses fitur Mengakses fitur perubahan ukuran ini sangatlah mudah. Tidak ada kontrol admin atau pengaturan pengguna akhir yang perlu diubah. Pengguna hanya perlu memilih opsi “Video Size” dari bilah menu atau menu File saat sedang mengedit video di Google Vids. Baca juga: Cara Menggunakan Gemini di Google Classroom untuk Membuat Pertanyaan Kuis Jadwal peluncuran dan ketersediaan Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur baru ini telah diluncurkan secara bertahap: Domain rilis cepat: Peluncuran bertahap dimulai pada 9 Oktober 2025. Domain rilis terjadwal: Peluncuran penuh dimulai pada 21 Oktober 2025. Kabar baiknya, fitur ini tersedia untuk semua pelanggan Google Workspace, Pelanggan Individu Workspace, dan bahkan pengguna dengan Akun Google pribadi. Ini berarti siapa pun yang menggunakan Google Vids dapat langsung memanfaatkan opsi ukuran video yang diperluas ini. Baca juga: 10 Fitur Baru Google for Education untuk Pembelajaran yang Lebih Personal Dengan pembaruan ini, Google Vids semakin menegaskan posisinya sebagai alat serbaguna untuk kebutuhan kreasi video modern, baik untuk komunikasi internal maupun konten media sosial yang menarik. Kini, telah tersedia untuk Workspace for Education Plus yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini.

Info

Fungsi AI Google Sheets Kini Lebih Cerdas dengan Hasil Google Search Real-Time

Awal tahun ini, Google memperkenalkan fungsi AI di Google Sheets, sebuah fitur revolusioner yang memungkinkan pengguna menghasilkan teks, meringkas informasi, mengategorikan data, dan menganalisis sentimen secara massal, langsung dari sel mana pun dalam spreadsheet mereka. Ketersediaan fitur ini juga telah diperluas untuk mendukung tujuh bahasa tambahan, menjadikannya alat yang semakin global. Kini, Google meningkatkan kemampuan fungsi AI tersebut. Fungsi AI di Sheets sekarang secara otomatis didasarkan pada hasil dari Google Search, memungkinkannya mengakses informasi terkini dari web untuk menjawab prompt Anda. Jawaban akurat dan up-to-date Photo Credit: Google Workspace Updates Peningkatan ini berarti fungsi AI di Google Sheets tidak lagi terbatas pada data statis. Ia dapat menyajikan jawaban real-time, memberikan nilai analitis dan data yang jauh lebih tinggi. Sebagai contoh, kini Anda dapat menggunakan fungsi AI untuk berbagai kebutuhan yang memerlukan data real-time, seperti: Jadwal film: Mengetahui jadwal box office harian untuk film yang baru dirilis. Sentimen pasar: Melacak sentimen pasar harian mengenai peluncuran produk baru. Informasi cuaca: Mendapatkan informasi cuaca terbaru saat Anda merencanakan liburan yang akan datang. Dengan mengintegrasikan Google Search, Sheets bertransformasi menjadi platform analisis data yang jauh lebih dinamis dan relevan, memungkinkan pengambilan keputusan berdasarkan data yang paling mutakhir. Baca juga: Cara Mengonversikan Google Sheets setelah Ekspor dari Vault atau Takeout Ketersediaan dan rollout Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur ini diluncurkan secara bertahap (membutuhkan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur) mulai tanggal 15 Oktober 2025 untuk domain rilis cepat dan terjadwal. Fitur ini tersedia secara default untuk pengguna yang memiliki akses Gemini di Sheets dan termasuk dalam berbagai paket Google Workspace: Google Workspace: Business Standard/Plus, Enterprise Standard/Plus, Google AI Ultra for Education. Tambahan: Google AI Pro dan Ultra, serta add-on Gemini Business dan Enterprise (bagi yang telah membelinya sebelumnya). Baca juga: Update Sheets: Menghitung Lebih Cepat Hingga Mudahkan Pengalaman Kelola Proyek Peningkatan ini menegaskan komitmen untuk membawa kecerdasan buatan terdepan langsung ke dalam alur kerja harian pengguna Google Sheets, membuat analisis data skala besar menjadi lebih mudah, cepat, dan selalu up-to-date. Optimalkan dengan berlangganan edisi Google Workspace sesuai kebutuhan Anda. EIKON Technology menyediakan edisi Workspace for Business (untuk perusahaan) dan Workspace for Education (untuk institusi pendidikan). Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan, silakan hubungi kami di sini!

Info

Jadwalkan Rapat Lebih Mudah dengan Fitur “Help Me Schedule” di Gmail

Menemukan waktu yang tepat untuk rapat, terutama dengan klien dan pelanggan eksternal, sering kali sulit dan membutuhkan banyak email bolak-balik. Untungnya, fitur baru bertenaga Gemini, “Help me schedule” di Gmail, hadir untuk mempermudah koordinasi waktu pertemuan. Fitur canggih ini dirancang untuk mengatasi kerumitan penjadwalan. Gmail yang didukung Gemini akan mendeteksi ketika Anda mencoba mengoordinasikan waktu dalam sebuah email, dan secara otomatis akan menampilkan tombol “Help me schedule” pada bilah tools. Penjadwalan cerdas berbasis Google Calendar Photo Credit: Google Workspace Updates Setelah mengeklik tombol tersebut, Gemini akan bekerja dengan cerdas. Ia akan secara otomatis menyarankan slot waktu ideal berdasarkan Google Calendar Anda dan konteks email. Sebagai contoh, jika seseorang meminta pertemuan 30 menit minggu depan, Gemini akan merekomendasikan slot waktu yang sesuai dengan ketersediaan Anda. Pengguna memiliki kontrol penuh untuk menyesuaikan saran waktu ini dengan menghapus atau menambahkan opsi tambahan sebelum memasukkannya langsung ke dalam pesan Gmail Anda. Baca juga: Gemini Q&A untuk Gmail: Cara Baru Menelusuri Kotak Masuk Anda dengan Cepat Proses otomatis setelah penerima memilih Kemudahannya tidak berhenti sampai di situ. Setelah penerima email memilih waktu yang cocok untuk mereka, undangan Calendar akan secara otomatis ditambahkan ke kalender kedua individu. Ini menghilangkan kebutuhan untuk membuat dan mengirim undangan secara manual setelah waktu disepakati.  Namun saat peluncuran, fitur ini hanya mendukung penjadwalan antara dua individu saja, belum untuk grup. Baca juga: Membalas Email di Aplikasi Seluler Gmail Kini Lebih Simpel di Perangkat Android Ketersediaan dan peluncuran Photo Credit: Google Workspace Updates “Help me schedule” di Gmail diaktifkan secara default untuk pengguna yang memenuhi syarat. Fitur ini telah diluncurkan secara bertahap pada bulan Oktober 2025: Domain rilis cepat: Peluncuran bertahap dimulai sekitar 13 Oktober 2025. Domain rilis terjadwal: Peluncuran bertahap dimulai sekitar 28 Oktober 2025. Fitur ini tersedia untuk berbagai edisi Google Workspace, termasuk Business Standard/Plus, Enterprise Starter/Standard/Plus, Google AI Pro for Education, dan Frontline Plus. Fitur ini juga tersedia untuk pengguna Google AI Pro/Ultra dan Gemini Business/Enterprise. Baca juga: Panel Samping Gmail Kini Dilengkapi Gemini, Apa Fungsinya? Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan Gemini, Gmail membantu mengubah proses penjadwalan yang tadinya memakan waktu menjadi lebih cepat dan mulus.  Gemini tersedia gratis bagi Anda pelanggan Google Workspace for Business. Belum berlangganan? Anda bisa langsung mendapatkannya di EIKON Technology. Kami merupakan official partner Workspace untuk distribusi Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!  

Info

Kini Bisa Ringkas File di Google Chat melalui Perangkat Mobile, Bagaimana Caranya?

Awal tahun 2025 ini, Google Chat memperkenalkan sebuah kapabilitas baru bagi para penggunanya untuk bisa dengan mudah melihat ringkasan file Docs, Slides, maupun Sheets yang dibagikan, beserta jenis file lainnya (seperti PDF, Office, dan CSV), langsung dalam percakapan Chat di desktop pengguna.  Kini, kapabilitas tersebut diperluas untuk Google Chat seluler. Seperti apa cara kerjanya? Ringkas file Google Chat versi mobile Photo Credit: Google Workspace Updates Cara kerja kapabilitas baru di Google Chat untuk perangkat seluler ini secara garis besar sama dengan versi desktop. Untuk meringkas file yang dibagikan kepada Anda melalui perangkat seluler pun sama mudahnya. Saat Anda menerima file (dalam bentuk Docs, Slides, Sheets, maupun dalam format PDF, Office, dan CSV), akan muncul tombol “Summarize” pada pratinjau file di Chat. Ketika tombol tersebut Anda klik, maka Gemini akan meringkas file sehingga Anda bisa mendapatkan gambaran singkat mengenai file tersebut tanpa harus meninggalkan aplikasi Chat. Baca juga: Aplikasi Google Chat Kini Dapat Berlangganan Notifikasi Event  Cara menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Bagi administrator: Untuk mengakses ringkasan file, pengguna perlu mengaktifkan smart features dan personalisasi. Admin dapat mengaktifkan pengaturan personalisasi default untuk pengguna mereka di konsol Admin. Bagi pengguna: Anda dapat mengaktifkan maupun menonaktifkan fitur dengan mengaktifkan atau menonaktifkan smart features & controls di Google products. Di perangkat seluler, untuk melihat ringkasan dari Gemini, Anda cukup menekan tombol “Summarize”.  Baca juga: Interoperabilitas antara Google Chat dan Platform Perpesanan Lain Kini Telah Tersedia untuk Umum Ketersediaan Rapid Release and Scheduled Release domains: Untuk domain rilis cepat dan rilis terjadwal: Akan dilakukan peluncuran extended (berpotensi lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur) mulai dari tanggal 14 Oktober 2025, dengan perkiraan penyelesaian pada pertengahan November 2025. Tersedia untuk Google Workspace edisi Business Standard dan Plus, Enterprise Standard dan Plus, Google AI Pro for Education, serta Frontline Plus. Di samping itu, fitur ini juga tersedia untuk Gemini Business dan Gemini Enterprise. Baca juga: Pesan Berbintang Kini Tersedia untuk Google Chat Mobile Fitur ringkasan file ini akan memudahkan Anda untuk mendapatkan informasi terkait file yang dibagikan di Google Chat tanpa perlu berpindah aplikasi. Selain ringkasan file, aplikasi perpesanan Chat masih memiliki berbagai fitur dan kapabilitas menarik yang akan mengoptimalkan performa Anda. Terlebih, Chat juga telah terintegrasi dengan berbagai aplikasi produktivitas lain dari Google Workspace. Belum berlangganan Workspace? Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology. Informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info

3 Hal Penting tentang Fitur Baru Gemini di Google Forms

Google terus menyempurnakan integrasi Gemini di Google Forms untuk membantu pengguna menganalisis feedback dengan lebih cepat. Sebelumnya, pengguna harus secara manual meminta ringkasan jawaban. Kini, Gemini secara proaktif akan menyajikan ringkasan secara otomatis. Fitur baru ini sangat bermanfaat saat Anda berhadapan dengan jawaban panjang berbentuk isian singkat (short-answer) atau paragraf. Menganalisis sentimen, umpan balik, atau mendapatkan wawasan dari ratusan respons panjang kini bisa dilakukan tanpa harus meninjau setiap teks secara detail. Berikut adalah tiga hal penting yang perlu Anda ketahui tentang pembaruan Gemini di Forms. Ringkasan dibuat secara proaktif Photo Credit: Google Workspace Updates Perubahan terbesar adalah fitur ini menjadi otomatis. Ketika Anda meninjau jawaban di tab ‘Responses’ Forms Gemini akan secara otomatis menyajikan ringkasan yang dihasilkan. Hal ini menghilangkan kebutuhan untuk meminta ringkasan secara manual, mempercepat proses analisis sentimen dan pengambilan keputusan. Ringkasan ini sangat berguna untuk pertanyaan yang membutuhkan tanggapan naratif panjang dari responden. Baca juga: Penambahan Opsi Kontrol Granular pada Google Forms, Begini Cara Menggunakannya Pengaturan dikelola di tingkat admin Bagi pengguna yang memenuhi syarat, fitur ini akan aktif secara default. Untuk end-user: Tidak ada tindakan yang diperlukan; ringkasan akan langsung muncul di tab ‘Responses’. Untuk admin: Meskipun fitur ini aktif secara default, admin dapat mengelola akses ke fitur Gemini di layanan Workspace. Hal ini memastikan kontrol penuh terhadap kapan dan siapa yang dapat menggunakan kemampuan AI canggih ini. Baca juga: Cara Menerapkan Rich Text Format pada Google Forms Ketersediaan dan jadwal peluncuran Photo Credit: Pexels Fitur ini akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa minggu mendatang, tergantung pada domain rilis Anda: Domain rilis cepat: Peluncuran bertahap (hingga 15 hari) dimulai pada 15 September 2025. Domain rilis terjadwal: Peluncuran bertahap (hingga 15 hari) dimulai pada 6 Oktober 2025. Fitur ini tersedia untuk sebagian besar edisi Google Workspace yang fokus pada bisnis dan pendidikan, termasuk Business Standard dan Plus, Enterprise Standard dan Plus, dan Google AI Pro for Education. Baca juga: Membuat Konten Branding Kini Lebih Mudah dengan Google Slides and Google Forms Ingin segera memanfaatkan analisis feedback otomatis dan membuat keputusan berbasis data lebih cepat? Tingkatkan kemampuan Google Forms Anda sekarang juga dengan mendapatkan lisensi Google Workspace yang tepat dari EIKON Technology, mitra tepercaya untuk solusi AI dan kolaborasi. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Info

3 Hal Penting tentang Penggabungan Activity Rules di Google Workspace, Apa Saja?

Google menyederhanakan pengalaman admin dalam membuat aturan dan memantau peringatan keamanan dengan menggabungkan Reporting Rules ke dalam Activity Rules. Perubahan ini bertujuan untuk menghadirkan alur kerja yang lebih efisien dan laporan yang lebih mendalam, memberikan admin kemampuan untuk mengontrol apa yang terjadi (activity rules) alih-alih hanya menginformasikan apa yang telah terjadi (reporting rules). Berikut adalah tiga hal utama yang perlu diketahui tentang pembaruan ini. Pengalaman Enterprise yang ditingkatkan dengan thresholds Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk pelanggan dengan edisi premium seperti Enterprise Plus, Enterprise Essentials Plus, dan Education Plus, semua fungsionalitas activity rules yang ada akan dipertahankan dan ditingkatkan. Pembuatan aturan tanpa thresholds: Kini admin dapat membuat aturan yang terpicu setiap kali suatu peristiwa terjadi, tanpa memerlukan batas ambang (threshold). Thresholds kumulatif baru: Jika menggunakan batas ambang, ambang tersebut akan diterapkan secara kumulatif di seluruh tindakan pengguna, bukan berdasarkan per-aktivitas. Mode threshold baru: Admin bisa memilih mode threshold yang memicu aturan setiap kali peristiwa yang dimaksud terjadi. Baca juga: 3 Cara Google for Education Lindungi Keamanan Siswa di Era AI Konversi otomatis dan peningkatan fitur untuk semua edisi Bagi pelanggan edisi Business Starter, Standard, Plus, dan Education Fundamentals, semua reporting rules yang sudah ada akan secara otomatis dikonversi menjadi activity rules. Peningkatan alur kerja: Admin akan mendapatkan akses ke peringatan yang lebih deskriptif. Pengaturan frekuensi notifikasi: Admin di semua tingkatan edisi kini dapat mengatur frekuensi notifikasi untuk membatasi jumlah peringatan atau email yang diterima, membantu mengurangi alert fatigue. Perhatian: Fitur penerapan thresholds dan tindakan lanjutan tidak tersedia untuk edisi Workspace di luar kategori Enterprise/Premium. Baca juga: 4 Praktik Terbaik untuk Membangun Keamanan AI di Google Cloud dengan Aman Penyederhanaan di konsol admin dan hak akses Photo Credit: Google Workspace Updates Perubahan ini membawa konsistensi terminologi di seluruh Konsol Admin. Istilah “Reporting rules” akan diganti menjadi “Activity rules” di berbagai lokasi. Perubahan hak istimewa: Admin yang memiliki hak istimewa “Reports” secara otomatis akan diberikan hak istimewa “Activity Rules View” dan “Activity Rules Manage.” Ini memastikan tidak ada gangguan pada kemampuan pemantauan admin. Akses mudah: Admin dapat mulai membuat dan mengelola Activity Rules melalui Security > Investigation tool > Create activity rule. Baca juga: Menyeimbangkan Produktivitas dan Keamanan Data Perubahan ini tersedia untuk hampir semua edisi Google Workspace dan Cloud Identity Premium. Dengan activity rules yang disederhanakan dan ditingkatkan, admin dapat mencapai konsistensi pelaporan dan keamanan yang lebih baik. angan biarkan keamanan data Anda menjadi pekerjaan sampingan. Bermitralah dengan EIKON Technology untuk implementasi dan konfigurasi Google Workspace secara optimal, memastikan keamanan diatur pada tingkat tertinggi!

Info

Gemini di Chrome: 5 Hal yang Perlu Diketahui Administrator Workspace

Google siap meluncurkan Gemini di Chrome untuk semua pengguna Google Workspace yang memiliki akses ke aplikasi Gemini. Asisten browsing AI ini dirancang untuk membantu pengguna Mac dan Windows menyelesaikan tugas lebih cepat dengan memanfaatkan konteks hingga 10 tab browser sekaligus dengan aplikasi Workspace. Berikut adalah hal-hal penting yang perlu diketahui administrator mengenai peluncuran dan manajemen Gemini di Chrome: Kemampuan kolaborasi AI dalam browser Photo Credit: Pexels Gemini di Chrome berfungsi sebagai asisten browsing yang memungkinkan pengguna mendapatkan jawaban mendalam, melakukan percakapan dua arah dengan Gemini Live, dan mendapatkan insight berdasarkan konten browser dan aplikasi Workspace mereka. Fitur ini akan mulai diluncurkan ke ketersediaan umum tidak lebih cepat dari 2 Oktober 2025. Baca juga: Makin Mudah Akses Gemini di Google Drive dengan Tautan Simpel Pengaturan akses ganda untuk administrator Administrator memiliki kontrol penuh atas akses fitur ini melalui dua pengaturan di Konsol Admin: Pengaturan Layanan Aplikasi Gemini: Secara default aktif. Mematikan pengaturan ini akan menonaktifkan akses ke Gemini di semua permukaan (web, seluler, dan Chrome). Pengaturan Gemini Chrome: Secara default “0 – Izinkan integrasi Gemini”. Mematikan pengaturan ini hanya menonaktifkan Gemini di Chrome, tanpa memengaruhi akses ke aplikasi Gemini di web atau seluler. Perlindungan data standar perusahaan Gemini di Chrome adalah fitur dari aplikasi Gemini, yang merupakan layanan inti Workspace. Akses pengguna dilindungi oleh perlindungan data tingkat perusahaan dan tunduk pada Persyaratan Layanan Google Workspace. Konten pengguna tidak akan ditinjau oleh manusia atau digunakan untuk meningkatkan model AI generatif di luar domain Anda tanpa izin. Baca juga: Membuat Kuis dengan Cepat Menggunakan Canvas di Aplikasi Gemini Ketersediaan awal yang terbatas Pada peluncuran awal, ketersediaan fitur ini dibatasi untuk: Perangkat Mac dan Windows. Pengguna berusia 18 tahun ke atas. Bahasa Inggris saja. Wilayah Amerika Serikat saja. Peringatan sertifikasi kepatuhan (compliance) Photo Credit: Pexels Penting untuk dicatat bahwa pada saat peluncuran, sertifikasi kepatuhan yang telah dicapai untuk aplikasi Gemini (seperti HIPAA, SOC, ISO, dan FedRAMP) tidak berlaku untuk Gemini di Chrome. Oleh karena itu, Gemini di Chrome akan diblokir untuk pelanggan yang telah menandatangani Amandemen Asosiasi Bisnis (BAA) HIPAA. Administrator dapat memantau penggunaan Gemini di Chrome melalui laporan penggunaan aplikasi Gemini di Konsol Admin. Baca juga: Gemini untuk Aplikasi Google Docs Kini Tersedia di iPhone Fitur ini tersedia untuk sebagian besar edisi Google Workspace, termasuk Business, Enterprise, Education, Frontline, Essentials, dan Nonprofits. Administrator dapat mulai mengelola pengaturan di Konsol Admin sekarang. Untuk memastikan implementasi yang mulus dan optimal serta memanfaatkan penuh kemampuan Gemini di Chrome, segera konsultasikan dan dapatkan lisensi Google Workspace yang sesuai dari mitra tepercaya, EIKON Technology.

Info

Cara Mengonversikan Google Sheets setelah Ekspor dari Vault atau Takeout

Enkripsi sisi klien mendukung eDiscovery dan portabilitas data bagi pelanggan. Setelah mengekspor data dengan Vault atau tool ekspor data (takeout), admin dapat mendekripsi konten yang sebelumnya dienkripsi sisi klien. Google Workspace baru saja meluncurkan fitur File Converter yang dapat mengonversi Google Sheets yang telah didekripsi menjadi berkas Microsoft Excel. Mari simak ulasannya berikut ini! Tool konversi baru di Data Export Google Workspace Photo Credit: Google Workspace Updates Tool konversi ini memungkinkan pelanggan enkripsi sisi klien untuk mempertahankan kepemilikan, akses, hingga melakukan analisis data sensitif. Untuk mulai menggunakan fitur ini, Anda dapat mengikuti panduan berikut: Administrator: Fitur ini akan tersedia secara default untuk perusahaan dengan enkripsi sisi klien yang telah diatur dan dikonfigurasi di tingkat organizational unit (OU). Kunjungi halaman Help Center ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara mengonversi file Google yang diekspor dan didekripsi ke file Microsoft Office. Help Center juga mencakup detail tentang tool Data Export atau Google Vault untuk mengekspor file Sheets terenkripsi dari Google Workspace dan tool dekripsi untuk mendekripsi file yang diekspor. End-user: Tidak perlu tindakan apa pun. Anda bisa mengunjungi halaman Help Center ini untuk mempelajari cara memulai dengan file terenkripsi di Drive, Docs, Sheets, dan Slides. Baca juga: Add-on Baru Workspace, Bantu Anda Bangun Aplikasi Lebih Cepat Ketersediaan Domain rilis cepat: Peluncuran bertahap (memerlukan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur) mulai dari tanggal 4 September 2025. Domain rilis terjadwal: Peluncuran bertahap (memerlukan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur) mulai dari tanggal 18 September 2025. Fitur baru ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace edisi Enterprise Plus, Education Standard dan Plus, serta Frontline Plus. Baca juga: Kapabilitas Konfigurasi Aplikasi Pihak Ketiga Google Workspace dengan Cakupan API Tertentu Kini Tersedia untuk Umum Inovasi fitur File Converter ini menunjukkan komitmen Workspace untuk terus menyempurnakan enkripsi sisi klien, memastikan bahwa keamanan tingkat tinggi tidak menghambat fungsionalitas bisnis. Dengan kemudahan konversi Google Sheets terenkripsi menjadi format Excel, organisasi dapat mengelola eDiscovery dan portabilitas data sensitif dengan lebih efisien dan terintegrasi. Fitur ini menegaskan bahwa keamanan dan fleksibilitas dapat berjalan beriringan. Segera maksimalkan efisiensi dan keamanan data Anda dengan mendapatkan solusi Google Workspace dari mitra terpercaya, EIKON Technology. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Scroll to Top