EIKON Technology

Info

Info

Jaga Keamanan Data dengan Fitur Apple Intelligence Writing Tools di Google Workspace

Kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI) membawa kemudahan besar, namun bagi perusahaan dengan standar keamanan data yang ketat, hal ini juga menghadirkan tantangan baru. Dengan peluncuran Apple Intelligence pada iOS 18.1 ke atas, pengguna kini memiliki akses ke Writing Tools untuk melakukan proofread, menulis ulang, hingga merangkum teks secara otomatis. Untuk memastikan data perusahaan tetap terlindungi, Google menghadirkan kontrol administratif baru yang memungkinkan Admin untuk mengelola penggunaan fitur AI pihak ketiga ini di dalam aplikasi Google Workspace pada perangkat iOS. Berikut ulasannya! Perlindungan data yang lebih granular Photo Credit: Google Workspace Updates Google menyadari bahwa pengelolaan data sensitif memerlukan ketelitian tinggi. Melalui pengaturan baru di Admin Console, administrator kini dapat memitigasi risiko kebocoran data yang mungkin terjadi akibat pemrosesan teks oleh sistem eksternal. Baca juga: Gems Kini Hadir di Panel Samping Aplikasi Google Workspace, Apa Fungsinya? Ketika pengaturan “Allow Writing Tools for work data” dinonaktifkan oleh Administrator, opsi Writing Tools milik Apple tidak akan muncul saat pengguna memilih teks di dalam aplikasi Google Workspace yang terpasang di perangkat iOS (termasuk iPadOS). Fitur ini memperkuat postur keamanan perusahaan dan mencegah potensi konflik dengan kebijakan Data Loss Prevention (DLP) yang telah ditetapkan sebelumnya. Detail penting untuk Administrator Photo Credit: Google Workspace Updates Cakupan luas: Pengaturan ini berlaku untuk perangkat di bawah manajemen seluler dasar maupun lanjutan (basic and advanced mobile management). Aplikasi terintegrasi: Kontrol ini mencakup aplikasi utama seperti Gmail, Drive, Docs, Sheets, Slides, Meet, dan Chat. Status default: Secara standar, pengaturan ini dalam posisi aktif (ON by default). Admin harus menonaktifkannya secara manual jika ingin membatasi akses. Waktu propagasi: Perubahan pengaturan biasanya berlangsung cepat, namun dapat memakan waktu hingga 24 jam untuk tersebar ke seluruh perangkat. Baca juga: Cara Sinkronisasi Server Apple DEP dan Google Mobile Device Management Optimalkan keamanan Google Workspace Anda bersama EIKON Technology Mengelola ekosistem perangkat seluler di tengah pesatnya perkembangan AI memerlukan strategi yang tepat. Sebagai Partner Google Cloud Indonesia, EIKON Technology siap mendampingi Anda dalam mengonfigurasi keamanan Google Workspace tingkat lanjut. Baca juga: Meminimalkan Risiko Keamanan AI, Apa yang Bisa Anda Lakukan Sekarang? Fitur kendali Apple Intelligence ini tersedia bagi pengguna lisensi Enterprise, Education Standard/Plus, Frontline Standard, hingga Enterprise Essentials Plus. Tim ahli kami dapat membantu Anda memilih lisensi yang tepat dan memastikan kebijakan keamanan data terimplementasi dengan sempurna. Ingin tingkatkan keamanan data di perangkat iOS perusahaan Anda? Hubungi EIKON Technology sekarang untuk mendapatkan panduan lengkap mengenai fitur keamanan terbaru Google Workspace dan konsultasi lisensi yang sesuai dengan skala bisnis Anda. Amankan data sensitif Anda bersama pakarnya. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Info

Revolusi Pembelajaran: Hadirkan Materi Podcast Interaktif di Google Classroom dengan Gemini

Metode pembelajaran konvensional kini mendapatkan sentuhan inovasi futuristik. Google baru saja memperkenalkan fitur terbaru pada Gemini di Google Classroom yang memungkinkan para pendidik untuk menghasilkan materi pelajaran berbasis audio layaknya sebuah podcast. Inovasi ini dirancang untuk membantu siswa terlibat lebih dalam dengan konten instruksional melalui berbagai modalitas pembelajaran yang lebih segar dan modern. Personalisasi tanpa batas bagi pendidik Photo Credit: Pexels Mulai 6 Januari 2026, fitur ini sudah tersedia secara penuh bagi pengguna Google Workspace for Education. Keunggulan utama dari fitur ini adalah fleksibilitasnya. Guru dapat menyesuaikan target jenjang kelas, topik, hingga tujuan pembelajaran spesifik agar konten audio yang dihasilkan selaras dengan kurikulum yang sedang diajarkan. Baca juga: Google Classroom Hadirkan Kapabilitas untuk Menilai dan Menetapkan Label Penilaian Pendidik memiliki kendali kreatif penuh, mulai dari menentukan jenis diskusi audio, jumlah pembicara, hingga gaya percakapan, baik itu berupa wawancara formal maupun diskusi santai yang interaktif. Hal ini menjadikan materi pelajaran tidak hanya informatif, tetapi juga menyenangkan untuk didengarkan oleh siswa kapan saja dan di mana saja. Baca juga: Cara Menggunakan Gemini di Google Classroom untuk Membuat Pertanyaan Kuis Kontrol keamanan dan penggunaan Photo Credit: Pexels Bagi Admin IT, kontrol fitur ini berada sepenuhnya di tangan Anda melalui Admin Console. Sesuai kebijakan keamanan Google, fitur Gemini di Classroom ini hanya tersedia bagi pengguna yang telah ditetapkan berusia 18 tahun ke atas. Bagi para guru, fitur ini dapat diakses langsung melalui tab Gemini di navigasi Google Classroom. Meskipun AI memberikan kemudahan luar biasa, pendidik disarankan untuk selalu meninjau ulang (review) setiap output audio yang dihasilkan guna memastikan akurasi dan kesesuaian dengan kebijakan sekolah sebelum dibagikan kepada siswa. Baca juga: 5 Tips Simpel untuk Mengoptimalkan Penggunaan Google Classroom Menerapkan teknologi AI di lingkungan sekolah memerlukan mitra yang memahami ekosistem pendidikan digital secara mendalam. EIKON Technology, sebagai Premier Partner Google Cloud di Indonesia, siap membantu Anda mengadopsi Google Workspace for Education secara optimal. Kami menyediakan paket Education Fundamentals, Standard, hingga Plus yang dilengkapi dengan dukungan teknis profesional untuk memastikan sekolah Anda siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan. Jadikan ruang kelas Anda lebih interaktif dan canggih sekarang juga! Hubungi EIKON Technology untuk konsultasi mengenai lisensi Google Workspace for Education dan dapatkan panduan lengkap cara memaksimalkan fitur Gemini di institusi Anda.

Info

Atasi Hambatan Bahasa: Fitur Speech Translation Kini Hadir di Google Meet

Dalam era kolaborasi global, bahasa tidak lagi boleh menjadi penghalang produktivitas. Google baru saja mengumumkan inovasi terbaru melalui Gemini for Google Meet, yaitu fitur Speech Translation. Fitur ini memungkinkan terjemahan percakapan secara near-real time, memudahkan komunikasi antar pengguna dari berbagai negara dan latar belakang bahasa. Kendali penuh bagi Adminstrator Photo Credit: Google Workspace Updates Mulai 7 Januari 2026, para Administrator Google Workspace sudah dapat melihat pengaturan fitur ini di Admin Console. Terletak di bawah Meet service settings > Gemini settings, fitur ini akan aktif secara otomatis (ON by default). Namun, Administrator memiliki fleksibilitas penuh untuk menonaktifkannya di tingkat Organizational Unit (OU) jika diperlukan. Baca juga: Revolusi Meeting Online: Pesan Google Meet Kini Tersimpan Otomatis di Google Chat Penting untuk dicatat bahwa fitur ini hanya tersedia jika pengaturan untuk “Gemini for Meet” telah diaktifkan. Selain itu, saat seorang peserta mengaktifkan terjemahan, maka seluruh peserta dalam rapat akan menerima notifikasi bahwa fitur tersebut sedang digunakan. Jadwal peluncuran dan ketersediaan Photo Credit: Google Workspace Updates Google menerapkan fase peluncuran bertahap agar transisi berjalan mulus: Admin Setting: Mulai diluncurkan 7 Januari 2026; End User (Rapid Release): Mulai tersedia pada 27 Januari 2026; dan End User (Scheduled Release): Peluncuran penuh mulai 18 Februari 2026. Baca juga: Fitur “Take notes for me” Kini Tersedia di Google Meet Fitur canggih ini tersedia bagi pengguna dengan lisensi: Google Workspace Business Plus, Enterprise Plus, dan Frontline Plus. Add-on Gemini (AI Pro/Ultra) untuk segmen Bisnis dan Edukasi. Baca juga: Fitur Label External Google Meet, Apa Kegunaannya? Implementasi teknologi AI seperti Speech Translation membutuhkan perencanaan lisensi yang tepat agar investasi Anda efisien. Sebagai Premier Partner Google Cloud di Indonesia, EIKON Technology siap membantu perusahaan Anda bertransisi ke Google Workspace dengan lancar. Kami tidak hanya menyediakan lisensi, tetapi juga dukungan teknis dan konsultasi strategis untuk memastikan fitur Gemini AI benar-benar meningkatkan performa tim Anda. Siap membawa kolaborasi tim Anda ke level global tanpa batas bahasa? Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk konsultasi dan pembelian lisensi Google Workspace terbaik bagi bisnis Anda!

Info

Meminimalkan Risiko Keamanan AI, Apa yang Bisa Anda Lakukan Sekarang?

Kecerdasan Buatan (AI) kini telah menjadi bagian inti dari strategi TI. Sebagian besar perusahaan kini telah menggunakan AI. Pergeseran ini membentuk kembali cara tim TI mengelola infrastruktur, mengamankan identitas, dan melindungi data. Namun, adopsi yang cepat membawa risiko baru. Sistem AI tidak beroperasi secara terisolasi. Teknologi ini terhubung ke infrastruktur penting, memproses data sensitif, dan terkadang membuat keputusan sendiri. Tanpa pengawasan, mereka dapat menciptakan celah keamanan dan masalah kepatuhan (compliance). Keputusan yang diambil saat ini akan menentukan apakah AI menjadi keuntungan kompetitif atau liabilitas bagi organisasi. Kabar baiknya, dengan kebijakan tata kelola (governance) yang jelas, adopsi AI dapat dipimpin dengan percaya diri, aman, dan dalam skala besar. Pentingnya tata kelola AI Photo Credit: Pexels Banyak yang khawatir adopsi AI akan menjadi tidak terkontrol. Tata kelola yang baik adalah cara untuk mencegah risiko tersebut. Kebijakan yang jelas merinci di mana AI dapat digunakan, siapa yang perlu menyetujui alat baru, dan bagaimana penggunaannya akan dilacak. Ini membantu mencegah “AI Bayangan” (shadow AI), di mana tim secara mandiri menggunakan alat tanpa pengawasan, yang berpotensi membuka pintu bagi masalah keamanan. Hal ini berarti lebih sedikit kejutan, perlindungan yang lebih baik untuk sistem penting, dan jalur yang lebih mudah untuk menjaga AI selaras dengan tujuan bisnis. Baca juga: Memanfaatkan ADI untuk Integrasi JumpCloud ke Active Directory Dua pilar kebijakan tata kelola AI esensial Membangun tata kelola AI dimulai dengan mendefinisikan aturan keterlibatan. Dua pilar kebijakan yang paling penting adalah terkait identitas dan integrasi. Manajemen Identitas dan Akses (IAM): Alat AI membutuhkan akun, izin, dan kredensial, sama seperti pengguna manusia. Kebijakan IAM yang kuat harus membatasi izin untuk bot dan akun layanan hanya pada apa yang mereka butuhkan, mengharuskan rotasi reguler kunci API, dan meninjau aktivitas mesin ke mesin. Tinjauan dan persetujuan integrasi: Setiap integrasi AI harus melalui proses peninjauan formal. Kebijakan harus menentukan siapa yang menandatangani integrasi baru (biasanya keamanan TI), pemeriksaan wajib seperti pemindaian keamanan dan tinjauan aliran data, serta pemantauan pasca-persetujuan. Ini mencegah penerapan AI yang ad hoc. Baca juga: Menyeimbangkan Produktivitas dan Keamanan Data Mengamankan masa depan dengan kontrol yang jelas Photo Credit: Pexels AI kini merupakan bagian inti dari operasi TI. Pertanyaannya bukan apakah perusahaan akan menggunakan AI, tetapi bagaimana melakukannya dengan aman, terukur, dan selaras dengan tujuan bisnis. Menetapkan kebijakan tata kelola yang jelas sekarang adalah cara terbaik untuk tetap unggul. Ambil tindakan lebih awal agar dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk memperbaiki masalah keamanan atau kepatuhan di kemudian hari. Baca juga: Mengenal Apa Itu System Management JumpCloud Untuk memastikan Anda memiliki fondasi keamanan IAM dan MFA yang kuat, pertimbangkan solusi manajemen identitas cloud yang komprehensif seperti JumpCloud. Dapatkan lisensi JumpCloud yang aman dan fleksibel melalui EIKON Technology, mitra terpercaya yang membantu Anda mengelola akses dan mencegah risiko keamanan AI yang tidak terduga. Daftar sekarang juga di sini, gratis!

Info

Kolaborasi Lebih Aman, Google Drive Kini Izinkan Pengaturan Masa Kedaluwarsa Shared Drives

Keamanan data dan kontrol akses adalah prioritas utama dalam lingkungan kerja modern. Google Workspace baru-baru ini meluncurkan pembaruan yang sangat dinantikan, yaitu kemampuan untuk mengatur kedaluwarsa akses berbagi (sharing expirations) pada file dan folder di Shared Drives langsung dari jendela dialog berbagi. Kontrol akses yang fleksibel dan tepat sasaran Fitur ini membawa kemudahan dan keamanan kontrol akses yang sebelumnya hanya tersedia di My Drive ke dalam Shared Drives yang digunakan untuk kolaborasi tim. Tujuannya sederhana: memastikan akses sensitif dicabut secara otomatis setelah jangka waktu tertentu, tanpa perlu pembersihan manual yang sering terlewat. Pengaturan masa kedaluwarsa akses file Photo Credit: Google Workspace Updates Ketika berbagi file dalam Shared Drives dengan kolaborator sementara, kini Anda dapat menambahkan tanggal kedaluwarsa akses di jendela dialog berbagi. Setelah tanggal tersebut terlampaui, akses kolaborator akan dicabut secara otomatis. Hal ini sangat ideal untuk proyek jangka pendek atau reviewer eksternal. Pengaturan masa kedaluwarsa akses folder untuk peran Viewer Untuk folder di Shared Drives, Anda dapat menerapkan tanggal kedaluwarsa akses khusus untuk peran Viewer. Pengaturan ini memastikan bahwa ketika masa kebutuhan sementara seorang kolaborator selesai, akses read-only mereka akan otomatis dihapus. Baca juga: Makin Mudah Akses Gemini di Google Drive dengan Tautan Simpel Standarisasi Shared Drives Photo Credit: Pexels Google juga menstandardisasi perilaku kedaluwarsa akses di My Drive agar konsisten dengan Shared Drives. Sebagai contoh: Jika Anda memberikan akses Editor sementara kepada seseorang pada file di dalam folder yang mereka hanya punya akses Viewer, ketika izin Editor kedaluwarsa, izin mereka akan kembali ke tingkat akses yang dimiliki pada folder induk (Viewer) dan mereka tidak kehilangan keseluruhan akses. Ini menjamin alur kerja yang lebih aman. Fitur ini diluncurkan secara bertahap mulai 4 November 2025 (domain rilis cepat) dan 18 November 2025 (domain rilis terjadwal) dan tersedia bagi pelanggan Google Workspace. Baca juga: Mengunci File di Google Drive Kini Jadi Makin Mudah, Bagaimana Caranya? Kontrol akses yang cermat adalah tulang punggung keamanan dan kepatuhan perusahaan Anda, terutama dalam lingkungan kolaborasi yang dinamis seperti Google Workspace. Dengan fitur pengaturan masa kedaluwarsa akses berbagi, tim Anda dapat bekerja dengan efisien dan aman tanpa khawatir tentang izin akses yang terlupakan. Siap mengintegrasikan fitur keamanan canggih ini ke dalam operasional bisnis Anda? EIKON Technology adalah mitra resmi Google Workspace yang siap membantu Anda dalam implementasi dan konfigurasi Google Workspace terbaik. Hubungi kami segera untuk memastikan data bersama Anda diatur dengan tingkat keamanan tertinggi!

Info

40% Email Phishing Kini Dihasilkan AI, Siapkah Keamanan Anda?

Dunia keamanan TI berubah dengan cepat. Jika tim masih dilatih untuk mengidentifikasi email phishing berdasarkan tata bahasa yang buruk atau salam yang generik, pelatihan itu harus dihentikan. Sebab, para pelaku kejahatan siber tidak lagi membuat kesalahan sepele tersebut. Fakta yang sederhana dan menakutkan adalah: 40% dari semua email phishing yang menargetkan bisnis kini dihasilkan oleh Kecerdasan Buatan (AI). Angka yang mengejutkan ini berarti hampir separuh serangan yang masuk ke kotak masuk telah disesuaikan dengan sempurna, tata bahasanya tanpa cela, dan dirancang agar terlihat persis seperti komunikasi resmi. Ini adalah era baru ancaman siber yang menuntut strategi pertahanan baru. Keuntungan AI bagi penyerang Photo Credit: Pexels AI telah menghilangkan hambatan bagi para pelaku kejahatan siber. Penyerang tidak lagi perlu merekrut penulis terampil; mereka hanya perlu menggunakan Large Language Model (LLM) untuk mengeksekusi kampanye yang masif dan sangat personal secara instan. Pergeseran ini menciptakan ancaman ganda: Skala dan kecepatan masif: AI menghemat biaya kampanye hingga 95% bagi para spammer, mendorong volume serangan secara eksponensial. Personalisasi canggih: AI menganalisis data publik dari LinkedIn, situs web perusahaan, dan media sosial untuk menyusun pesan yang dengan sempurna meniru rekan kerja, manajemen, atau vendor tepercaya. Serangan tersebut bukan lagi berupa permintaan faktur umum, tapi juga permintaan mendesak yang waktunya tepat dari orang yang dikenal. Hasilnya adalah gelombang phishing, vishing (suara), dan smishing (teks) yang berkali-kali lipat lebih berbahaya. Baca juga: Mengenal JumpCloud Device Monitoring & Alerting Dua pilar pertahanan AI Photo Credit: Pexels Melawan ancaman yang ditingkatkan AI membutuhkan pendekatan berlapis, yaitu meningkatkan pertahanan manusia dan teknologi secara simultan. Melatih karyawan untuk mengenali tautan berbahaya tidak lagi cukup; mereka perlu dilatih untuk mempertanyakan konteks dan legitimasi permintaan. Fokus harus bergeser dari memeriksa kualitas email menjadi memeriksa keabsahan permintaan. Hal ini melibatkan simulasi phishing yang berevolusi untuk menguji karyawan dengan peniruan AI yang canggih terhadap kepemimpinan. Baca juga: Mengenal Apa Itu System Management JumpCloud Ketika email yang dihasilkan AI yang canggih berhasil lolos, stack teknologi harus menjadi jaring pengaman. Tiga solusi yang harus ada adalah: Multi-Factor Authentication (MFA)—kontrol teknis tunggal yang paling efektif, Advanced Threat Protection (ATP) & SEG—untuk menyaring solusi yang menggunakan AI/ML untuk mencari perilaku dan niat berbahaya, serta DNS Filtering—lapisan penting yang mencegah pengguna mencapai situs curang yang diketahui. Baca juga: Cara Mengintegrasikan Active Directory dengan JumpCloud Menghentikan AI yang membangun serangan yang lebih baik daripada pertahanan adalah prioritas. Untuk mulai mengamankan stack teknologi dan mengimplementasikan MFA sebagai jaring pengaman utama, pertimbangkan solusi manajemen identitas terpadu seperti JumpCloud. Dapatkan lisensi JumpCloud yang aman melalui EIKON Technology, mitra tepercaya yang membantu Anda menghentikan serangan canggih sebelum terjadi. Daftar sekarang juga di sini, gratis!

Info

Direct Message Google Chat Kini Lebih Terstruktur dengan Fitur Inline Threading

Google Chat terus membuktikan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman kolaborasi yang lebih terorganisir dan efisien. Kabar terbaru, fitur inline threading, kini resmi dihadirkan untuk pesan langsung (Direct Messages atau DM) dan pesan grup langsung (Group Direct Messages atau gDM) di Google Chat. Sebelumnya, fitur balasan berantai ini hanya tersedia di Spaces. Dengan adanya pembaruan ini, kini Anda bisa membalas pesan secara spesifik dalam sebuah utas di DM maupun gDM, sama seperti saat Anda melakukannya di Spaces. Mengapa fitur ini penting Photo Credit: Pexels Fitur inline threading adalah kunci untuk menjaga konsistensi dan keteraturan dalam setiap percakapan. Sering kali, dalam obrolan grup yang ramai, topik pembicaraan bisa bercampur aduk, membuat informasi penting mudah tenggelam. Dengan adanya inline threading pada pesan langsung, Anda dan rekan kerja dapat: Mengikuti topik spesifik tanpa mengacaukan aliran obrolan utama. Menanggapi poin tertentu dalam sebuah percakapan dengan jelas. Mengelola diskusi agar lebih mudah ditinjau kembali di kemudian hari. Pembaruan ini secara otomatis diaktifkan (ON by default) dan tidak memerlukan pengaturan dari admin maupun end-user. Baca juga: Era Baru Google Chat, Apa Saja yang Berubah? Jadwal ketersediaan Photo Credit: Pexels Fitur inline threading ini telah mulai diluncurkan secara bertahap: Domain rilis cepat. Peluncuran bertahap (hingga 15 hari) dimulai sejak 5 November 2025. Domain rilis terjadwal. Peluncuran bertahap (hingga 15 hari) dimulai sejak 19 November 2025. Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace, Workspace Individual Subscribers, dan bahkan pengguna dengan akun Google pribadi. Baca juga: Notifikasi Khusus Data Loss Prevention Google Chat Kini Telah Tersedia, Begini Cara Kerjanya! Pembaruan pada Google Chat hanyalah salah satu dari sekian banyak inovasi yang ditawarkan oleh Google Workspace untuk memaksimalkan produktivitas bisnis Anda. Dari komunikasi real-time hingga penyimpanan file terpusat, Google Workspace adalah fondasi digital yang Anda butuhkan untuk sukses di era modern. Jangan biarkan tim Anda tertinggal! Dapatkan pengalaman Google Workspace yang lengkap dan andal sekarang juga. EIKON Technology siap menjadi partner strategis Anda dalam memilih, mengimplementasikan, dan mengelola paket berlangganan Google Workspace terbaik yang sesuai dengan skala dan kebutuhan unik perusahaan Anda. Hubungi tim kami hari ini untuk mulai membangun lingkungan kerja digital yang lebih cerdas dan kolaboratif!

Info

Revolusi Meeting Online: Pesan Google Meet Kini Tersimpan Otomatis di Google Chat

Google kembali meluncurkan pembaruan yang mempererat integrasi antar aplikasinya, kali ini menggabungkan kekuatan Google Meet dan Google Chat. Mulai 10 November 2025, semua pesan selama rapat Meet akan secara otomatis tersedia di Google Chat. Pembaruan ini secara signifikan meningkatkan efektivitas tindak lanjut (follow-up) pasca-rapat. Umpan balik penting, sumber daya utama, atau tautan yang dibagikan selama rapat kini dapat diakses dengan mudah oleh semua peserta dalam percakapan Google Chat bersama. Anda tidak perlu lagi khawatir kehilangan catatan penting yang hanya muncul sesaat di jendela chat rapat. Pengalaman berbalas pesan yang terpadu Photo Credit: Google Workspace Updates Integrasi ini membawa kemampuan Google Chat langsung ke Meet, menciptakan pengalaman messaging yang jauh lebih kaya: Reaksi dan ekspresi: Peserta rapat kini dapat merespons pesan dengan emoji, membuat interaksi menjadi lebih ekspresif. Berbagi media: Anda dapat langsung berbagi gambar dan file di dalam Google Meet. Persiapan pra-rapat: Peserta dapat mengirim materi pra-bacaan di Google Chat sebelum rapat dimulai, dan sumber daya tersebut akan tetap tersedia di Meet sepanjang panggilan berlangsung. Baca juga: Quick Reaction Google Chat, Kirim Reaksi Kini Jadi Lebih Cepat Seluruh perubahan ini menyatukan semua komunikasi dan percakapan Anda ke dalam satu hub terpusat, Google Chat, sehingga pesan atau file yang dibagikan dapat ditemukan di satu tempat dengan mudah. Hal ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas tim dan memudahkan proses tindak lanjut. Baca juga: Kembangkan Kolaborasi di Google Chat dengan Smart Chip Kontrol dan ketersediaan Photo Credit: Google Workspace Updates Pesan yang kini disimpan di Chat ini akan mengikuti kebijakan retensi data (data retention) dan aturan DLP (Data Loss Prevention) yang telah dikonfigurasi untuk Google Chat. Fitur ini berlaku untuk rapat yang dijadwalkan melalui Google Calendar. Host rapat tetap memiliki kontrol penuh untuk menonaktifkan fitur obrolan berkelanjutan (continuous meeting chat) ini melalui opsi panggilan video di Google Calendar sebelum rapat dimulai. Untuk keamanan, peserta eksternal hanya memiliki akses ke obrolan selama mereka berada di dalam rapat, tidak dapat mengakses riwayat percakapan sebelum atau sesudah rapat. Baca juga: Cara Mudah Rapikan Percakapan di Google Chat Transformasi kolaborasi digital Anda adalah sebuah perjalanan, dan Google Workspace adalah kendaraan terbaiknya. Dengan fitur-fitur yang terus diperbarui dan terintegrasi seperti Meet dan Chat ini, Anda mendapatkan ekosistem yang bekerja untuk tim Anda, bukan sebaliknya. Jika Anda ingin memastikan perusahaan Anda mendapatkan fitur-fitur terbaru Google Workspace ini secara optimal dan memiliki solusi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis, EIKON Technology siap membantu. Sebagai mitra resmi Google Workspace, kami akan memandu Anda mulai dari memilih paket berlangganan yang tepat hingga implementasi dan dukungan teknis. Segera hubungi EIKON Technology dan tingkatkan efisiensi kerja tim Anda hari ini!

Info

Update Terbaru Google Chat, Lebih Mudah Berbagi File dan Kelola Space

 Awal bulan November 2025, ini Google memperbarui tampilan Chat. Pembaruan ini menyederhanakan alur penggunaan Chat. Seperti apa perubahannya? Simak ulasannya berikut! Pembaruan Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Dalam update terbarunya, Google Chat menghadirkan tampilan baru header percakapan mereka. Header baru ini menawarkan layout yang lebih simpel dan konsisten, sehingga pengguna bisa dengan mudah menemukan tools penting. Pembaruan ini juga menyertakan bilah samping yang akan memudahkan Anda mengakses konten-konten yang dibagikan dan mengelola tugas tanpa perlu meninggalkan halaman percakapan. Bahkan, bilah samping ini juga dapat disesuaikan ukurannya mengikuti kebutuhan. Header percakapan baru dari Chat ini menyediakan beberapa ikon yang dapat digunakan untuk: “Shared” untuk mengakses file, tautan, dan media yang dibagikan kepada Anda; “Tasks” untuk membuat dan mengelola tugas di Space; “Threads” untuk melihat dan merespons utas aktif; dan “Board” untuk melihat pesan, file, dan tautan yang disematkan. Baca juga: Kini Bisa Ringkas File di Google Chat melalui Perangkat Mobile, Bagaimana Caranya? Mendapatkan update Photo Credit: Google Workspace Updates Update terbaru Google Chat ini dihadirkan secara otomatis untuk versi website. Tidak diperlukan pengaturan tambahan dari administrator untuk bisa mendapatkan pembaruan. Bagi end-user, untuk mulai menggunakan fitur-fitur dari pembaruan ini, cukup klik ikon di bagian kanan atas jendela Chat. Anda juga bisa mengunjungi halaman Help Center ini untuk mempelajari panduan lengkap menavigasi Google Chat versi web. Baca juga: Aplikasi Google Chat Kini Dapat Berlangganan Notifikasi Event Ketersediaan Google Chat versi baru ini dirilis mulai tanggal 4 November 2025 untuk domain rilis cepat (membutuhkan 1-3 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Perilisan untuk domain rilis cepat ini dilakukan secara penuh. Sementara itu, untuk domain rilis terjadwal, perilisan dimulai pada tanggal 11 November 2025 secara bertahap (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Tampilan header baru Chat ini tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace, pelanggan Workspace pribadi, dan juga pengguna dengan akun Google pribadi. Baca juga: Cara Mengelola Konten yang Dilaporkan di Google Chat dari Konsol Admin Dengan berbagai pembaruan yang terus-menerus seperti pada Google Chat ini, Google Workspace memastikan kolaborasi tim Anda berjalan lebih mulus, efisien, dan terorganisir. Bayangkan kemudahan mengakses file, mengelola tugas, dan menelusuri percakapan tanpa perlu berpindah aplikasi, semua terintegrasi dalam satu platform yang intuitif. Apakah Anda siap merasakan produktivitas tanpa batas dengan seluruh fitur canggih dan terintegrasi dari Google Workspace? EIKON Technology siap menjadi partner terpercaya Anda dalam mengimplementasikan dan mengoptimalkan solusi Google Workspace di perusahaan Anda. Hubungi kami untuk konsultasi lebih lanjut!

Info

Kekuatan Data Pihak Pertama dan Integrasi Zoho CRM

Pada tahun 2025 ini, optimasi mesin pencari tetap krusial, namun mengoptimalkan konten untuk large language model (LLM) juga harus menjadi perhatian. Tanggung jawab terhadap data yang dikumpulkan semakin besar, menuntut Anda untuk memastikan perolehan lead berkualitas tinggi dan menjaga hubungan baik dengan mereka agar tim penjualan dapat menutup transaksi lebih cepat. Kunci untuk mencapai semua itu terletak pada data pihak pertama (first-party data). Data pihak pertama adalah data yang dikumpulkan langsung dari pelanggan, subscriber, pengunjung, atau pengikut dengan persetujuan mereka, mencakup riwayat browsing, entri survei, pembukaan email, atau pengiriman formulir. Data ini menjadi tambang emas karena memiliki akurasi tertinggi, membantu kepatuhan terhadap undang-undang privasi data global, dan meningkatkan hubungan serta kepercayaan dengan pelanggan. Mengatasi masalah silo data dengan CRM Photo Credit: Pexels Untuk pertumbuhan yang berkelanjutan, memanfaatkan data pihak pertama guna mempersonalisasi iklan adalah langkah yang wajib dilakukan. Namun, proses ini terhambat oleh masalah klasik: silo data. Data pihak pertama dikumpulkan dari berbagai saluran dan menyatukan potongan-potongan data ini untuk penargetan iklan yang dipersonalisasi seringkali sulit. Di sinilah peran penting Customer Relationship Management (CRM) yang akan membantu mengkonsolidasikan semua data yang dikumpulkan dari berbagai saluran ke dalam satu tempat. Data yang tersimpan rapi dan terpusat dalam CRM seperti Zoho CRM menghilangkan kebutuhan untuk mengobrak-abrik banyak aplikasi terpisah. Namun, CRM yang efektif harus mampu berkomunikasi dengan platform iklan secara efisien. Baca juga: Memperkenalkan Integrasi Zoho CRM, Bagaimana Cara Kerjanya? Koneksi langsung Zoho CRM dan Google Ads Photo Credit: Pexels Solusi untuk menjembatani data pelanggan dengan kampanye iklan terletak pada integrasi yang mulus, khususnya melalui Google Ads Data Manager. Pengguna kini dapat menggunakan data pihak pertama yang dikumpulkan di Zoho CRM untuk pemasaran mereka dengan mudah. Proses penyiapan menjadi sangat sederhana: tambahkan Zoho CRM sebagai sumber data menggunakan koneksi langsung, pilih modul, petakan field, dan koneksi dalam Google Ads pun tercipta. Baca juga: Mengenal 5 Tools Kolaborasi yang Telah Terintegrasi dengan Zoho CRM Konektor ini memberikan keuntungan besar dalam memanfaatkan data pihak pertama secara efisien. Misalnya, daftar lead di Zoho CRM yang mendaftar uji coba gratis tetapi belum melakukan konversi dapat dibawa ke Google Ads untuk ditampilkan iklan retargeting yang sangat tepat. Selain itu, tahap kesepakatan (deal stages) di Zoho CRM dapat digunakan untuk mengatur kampanye pemeliharaan lead yang dipersonalisasi. Baca juga: Kelola Dokumen Lebih Mudah dengan Ekstensi SharePoint for Zoho CRM Di dunia pemasaran yang didorong AI seperti saat ini, data pihak pertama adalah aset yang paling berharga. Cara pengguna memanfaatkannya akan sangat tercermin pada keberhasilan kampanye. Menghubungkan Zoho CRM ke Google Ads via Data Manager menciptakan jembatan antara data pelanggan dan kampanye iklan. Kini, pengguna dapat menargetkan lebih cerdas, memelihara lebih baik, dan meningkatkan pendapatan. Untuk mulai memanfaatkan kekuatan integrasi data dan mengelola hubungan pelanggan Anda secara profesional, dapatkan solusi Zoho CRM yang teruji melalui EIKON Technology, mitra resmi yang siap membantu transformasi digital bisnis Anda.

Scroll to Top