Info

Cara Menggunakan NotebookLM dalam Alur Kerja Google Workspace Studio

Google telah mengintegrasikan NotebookLM ke dalam Google Workspace Studio. Fitur ini memungkinkan Anda mengubah catatan, ringkasan, dan hasil riset yang ada di NotebookLM menjadi sumber pengetahuan berbasis AI untuk menjalankan otomatisasi kerja secara otomatis. Bagi Anda yang ingin memangkas waktu kerja dan mengotomatiskan tugas harian, berikut adalah tutorial langkah demi langkah untuk mulai menggunakannya: Langkah 1: Pastikan akses fitur telah aktif Sebelum pengguna dapat mencoba fitur ini, pastikan administrator IT perusahaan Anda telah mengaktifkannya. Fitur ini tersedia secara bawaan (default) jika organisasi Anda sudah mengizinkan langkah-langkah Gemini for Google Workspace di dalam Admin Console. Baca juga: Era Baru Personal Intelligence: Update Fitur AI Tercanggih di Chrome Langkah 2: Masuk ke Google Workspace Studio Photo Credit: Google Worskpace Updates Buka platform Google Workspace Studio melalui akun bisnis Anda. Di sinilah tempat Anda dapat merancang alur kerja otomatisasi (automations) tanpa perlu keahlian coding yang rumit. Langkah 3: Tambahkan langkah “Ask NotebookLM” Saat merancang alur kerja (flow) baru atau mengedit yang sudah ada, tambahkan instruksi baru dengan memilih opsi Ask NotebookLM. Langkah ini berfungsi memanggil AI untuk menganalisis data Anda. Baca juga: Gemini Hadirkan Fitur Personal Intelligence untuk Asisten Digital yang Lebih Cerdas Langkah 4: Hubungkan dengan Notebook Pilih dokumen atau catatan (notebook) yang ingin Anda jadikan sebagai basis pengetahuan sumber AI. Nantinya, AI akan menggunakan wawasan, ringkasan dokumen, maupun dokumen riset di dalamnya untuk memberikan jawaban yang akurat (grounded responses). Langkah 5: Jalankan otomatisasi Photo Credit: Pexels Setelah semua terhubung, alur kerja Anda kini siap mengeksekusi tugas otomatis secara cerdas. Mulai tanggal 1 Juni 2026, pengguna dengan lisensi AI Expanded Access bahkan dapat menikmati batas kuota penggunaan yang lebih tinggi untuk menjalankan otomatisasi ini. Baca juga: Gemini 3 Flash: AI dengan Kecepatan Kilat dan Kecerdasan Tinggi untuk Efisiensi Bisnis Anda Integrasi cerdas ini tersedia bagi pengguna Google Workspace edisi Business, Enterprise, hingga Education. Sebagai mitra resmi tepercaya di Indonesia, EIKON Technology siap mendampingi Anda mulai dari verifikasi domain, migrasi data yang aman, hingga penyediaan lisensi resmi dan dukungan teknis pasca-penjualan. Jangan lewatkan peluang untuk mentransformasi operasional bisnis Anda dengan kecerdasan AI yang lebih terarah. Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan solusi Google Workspace terbaik yang lancar tanpa kendala!

Info

Memahami 4 Tahapan Siklus Hidup Agen AI untuk Keamanan IT Perusahaan

Perkembangan teknologi kini mulai beralih dari sekadar chatbot menuju penerapan agen AI otonom yang mampu mengeksekusi alur kerja kompleks. Namun, hal ini memicu krisis baru berupa shadow AI, di mana agen AI sering beroperasi tanpa pengawasan dengan hak akses tingkat tinggi. Untuk mengubah risiko tersebut menjadi keunggulan kompetitif yang aman, perusahaan perlu menerapkan kerangka kerja Agentic AI Lifecycle melalui fitur Agentic IAM dari JumpCloud. Kerangka kerja ini terdiri dari 4 tahapan utama: Discover (Penemuan) Photo Credit: Pexels Tahap pertama adalah membangun visibilitas dengan mendata seluruh inventaris agen AI yang aktif di berbagai perangkat, peramban, maupun lingkungan on-premise. Langkah ini penting untuk mengeliminasi titik buta (blind spots) akibat maraknya shadow AI. Baca juga: Cara Mengoptimalkan Manajemen Software Anda dengan JumpCloud Application Catalog & Application Patch Management Register (Registrasi) Berbeda dengan karyawan manusia, agen AI membutuhkan proses masuk (onboarding) digital berupa pendaftaran identitas ke dalam direktori terpusat. Tahap ini mencatat tujuan spesifik agen, ruang lingkup kerja, serta menentukan siapa manusia yang bertanggung jawab atas hasil kerjanya. Baca juga: Mengenal JumpCloud Device Monitoring & Alerting Manage (Pengelolaan) Photo Credit: Pexels Setelah terdaftar, agen AI membutuhkan hak akses yang tepat untuk bekerja. Manajemen ini meliputi penyediaan akses cepat, pengaturan izin khusus yang presisi, dan pembatasan waktu (time-boxing) agar jika terjadi kegagalan sistem, dampaknya tidak meluas. Baca juga: Tips Memperkuat Keamanan IT untuk Perusahaan Anda Govern (Tata Kelola) Tahap akhir ini melibatkan pengawasan berkesinambungan melalui audit konstan dan pos pemeriksaan Human-in-the-Loop (HITL) untuk tindakan yang berdampak besar. Hal ini memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan mencegah munculnya zombie agents atau agen yang terbengkalai setelah proyek selesai. Amankan identitas AI perusahaan Anda bersama EIKON Technology Mengadopsi agen AI otonom adalah peluang produktivitas terbesar saat ini, namun penerapannya harus berdiri di atas fondasi sistem keamanan IT yang kokoh. Melalui produk JumpCloud, Anda dapat mengelola identitas manusia, perangkat, hingga agen AI dalam satu dasbor terpusat. EIKON Technology sebagai penyedia solusi teknologi tepercaya dan andal di Indonesia, siap mendampingi perusahaan Anda mulai dari konsultasi, migrasi data yang aman, hingga dukungan teknis penuh pasca-penjualan. Hubungi EIKON Technology sekarang untuk melindungi keamanan IT perusahaan Anda!

Info

Kemudahan Migrasi Data Pengguna Microsoft ke Google Workspace untuk UMKM

Google Workspace resmi meluncurkan versi beta dari fitur penyederhanaan migrasi data yang dirancang khusus bagi pelaku UMKM serta lembaga pendidikan. Mulai dirilis secara bertahap sejak 28 April 2026, fitur ini mempermudah pengguna baru Workspace untuk memindahkan data mereka dari Microsoft dengan jauh lebih instan. Ini dia beberapa kemudahan utama yang ditawarkan oleh fitur impor data terbaru Workspace. Mari simak bersama! Identifikasi pengguna secara otomatis Photo Credit: Google Workspace Updates Begitu Anda menghubungkan akun bisnis Microsoft, sistem cerdas Google akan langsung mendeteksi seluruh daftar pengguna yang ada. Pengembang sistem telah menyiapkan semuanya agar siap ditambahkan ke akun Google Workspace baru Anda tanpa perlu input manual. Baca juga: Tips Percepat Migrasi Data dengan Database Migration Program Kapasitas pengguna yang pas untuk UMKM Fitur bawaan ini memfasilitasi migrasi otomatis hingga 10 pengguna Microsoft sekaligus. Batasan ini sangat ideal bagi pelaku UMKM yang ingin bermigrasi dengan efisien tanpa prosedur yang rumit. Proses impor instan dalam satu klik Photo Credit: Google Workspace Updates Setelah akun Microsoft terhubung dan domain Anda terverifikasi, proses penambahan pengguna baru dapat diselesaikan dengan sangat cepat. Cukup dengan satu klik saja, seluruh pengguna yang teridentifikasi akan langsung disalin. Baca juga: Alur Sederhana Untuk Merencanakan Migrasi Cloud  Migrasi data penting yang menyeluruh Photo Credit: Google Workspace Updates Kemudahan tidak berhenti pada nama akun saja. Melalui alat bantu impor data di Admin Console, Anda juga bisa memindahkan seluruh aset digital penting milik pengguna, mulai dari pesan email, kalender, hingga daftar kontak. Pemindahan file OneDrive yang aman Selain data komunikasi, dokumen kerja yang tersimpan di dalam penyimpanan cloud OneDrive milik Microsoft juga dapat ikut dimigrasikan secara langsung ke Google Workspace. Hal ini memastikan tidak ada data atau dokumen penting yang tertinggal selama proses transisi. Baca juga: Dampak Perkembangan Teknologi Di Indonesia Terhadap Sektor UKM Fitur baru ini tersedia untuk berbagai edisi Google Workspace, mulai dari paket Business Starter hingga Enterprise Plus. Jika perusahaan Anda berencana beralih dari Microsoft ke ekosistem Google Workspace yang lebih kolaboratif, serahkan prosesnya kepada EIKON Technology. EIKON Technology, sebagai official partner Google Workspace, berkomitmen memfasilitasi kebutuhan lisensi resmi sekaligus mengawal seluruh proses verifikasi domain dan migrasi data Anda secara aman. Percayakan transisi digital perusahaan Anda kepada EIKON Technology sekarang untuk kelancaran operasional tanpa kendala. Hubungi kami sekarang juga!

Info

3 Manfaat Integrasi Google Chat dengan ServiceNow, Now Assist Virtual Agent

Google baru saja mengumumkan bahwa pengguna kini dapat menerapkan integrasi Now Assist Virtual Agent dari ServiceNow langsung melalui Google Workspace Marketplace. Pembaruan ini menyederhanakan proses penerapan bagi para administrator untuk menghadirkan pusat dukungan dan otomatisasi alur kerja langsung di dalam aplikasi komunikasi harian karyawan. Berikut adalah 3 manfaat utama yang bisa Anda dapatkan melalui integrasi cerdas ini: Akses layanan mandiri tanpa keluar dari Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Karyawan kini dapat melakukan berbagai tugas rutin ServiceNow tanpa perlu beralih aplikasi. Cukup melalui ruang obrolan Google Chat, pengguna bisa mencari jawaban berbasis pengetahuan (knowledge base), membuat tiket dukungan teknis, memeriksa status pengajuan yang ada, hingga memesan inventaris baru. Baca juga: Aplikasi Google Chat Kini Dapat Berlangganan Notifikasi Event Pengalaman percakapan berbasis AI yang kontekstual Photo Credit: Google Workspace Updates Didukung oleh teknologi Now Assist, integrasi ini menyajikan pengalaman obrolan yang kontekstual dan interaktif. Fitur ini mampu menginisiasi AI Agents untuk mengotomatiskan alur kerja yang kompleks dan mempercepat penyelesaian permintaan bantuan secara mandiri. Baca juga: Era Baru Google Chat, Apa Saja yang Berubah?  Penerapan instan dan skalabel Proses instalasi kini jauh lebih mudah. Administrator Workspace dapat langsung memasang aplikasi ini secara massal dari Google Workspace Marketplace untuk seluruh pengguna. Fitur ini telah tersedia global untuk seluruh pelanggan Workspace yang memiliki lisensi aktif dari ServiceNow. Baca juga: Kembangkan Kolaborasi di Google Chat dengan Smart Chip Kolaborasi antara Google Chat dan ServiceNow membuktikan bahwa ruang kerja digital modern kini semakin terintegrasi dan efisien. Jangan biarkan tim Anda kehilangan waktu berharga karena harus terus-menerus berganti aplikasi. Maksimalkan potensi penuh dari fitur-fitur premium Workspace ini dengan memercayakan kebutuhan lisensi perusahaan Anda kepada EIKON Technology. Kami siap mendampingi bisnis Anda mulai dari proses konsultasi paket, migrasi data yang aman, hingga dukungan teknis pasca-penjualan. Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk mendapatkan solusi digital terbaik bagi perusahaan Anda!

Info

3 Keunggulan Fitur Default Context-Aware Access untuk Semua Aplikasi SAML

Google Workspace baru saja meluncurkan pembaruan keamanan yang memungkinkan administrator IT menerapkan kebijakan Context-Aware Access (CAA) secara global untuk seluruh aplikasi SAML di perusahaan mereka. Fitur ini berfungsi sebagai basis keamanan universal untuk melindungi semua aplikasi berbasis SAML yang belum memiliki kebijakan khusus. Berikut adalah 3 keunggulan utama dari fitur default CAA ini untuk meningkatkan keamanan siber perusahaan: Perlindungan otomatis secara menyeluruh Photo Credit: Google Workspace Updates Kebijakan global ini bertindak sebagai jaring pengaman yang otomatis melindungi data internal serta alat SaaS pihak ketiga begitu aplikasi baru diintegrasikan ke dalam ekosistem perusahaan. Baca juga: Fitur Context-Aware Access di Google Workspace untuk Penolakan Akses dengan Konteks Mengurangi beban kerja Alih-alih mengonfigurasi aturan secara manual satu per satu untuk setiap aplikasi SAML, administrator kini cukup mengatur satu kebijakan global untuk mencakup seluruh lingkungan kerja. Kendali granular tetap terjaga karena kebijakan spesifik di tingkat aplikasi akan tetap diprioritaskan. Baca juga: Menetapkan Kebijakan Akses Kontekstual saat Mengakses Workspace Applications Mendukung mode fleksibel dan Audit Log mendalam Photo Credit: Pexels Kebijakan bawaan ini mendukung Monitor mode maupun Active mode untuk memberikan fleksibilitas saat peluncuran aturan keamanan. Selain itu, log audit yang detail akan merekam setiap peristiwa penegakan akses, lengkap dengan pesan remedi untuk membantu pengguna menyelesaikan masalah akses secara mandiri. Fitur ini dinonaktifkan secara bawaan (OFF by default) dan dapat diaktifkan oleh admin melalui Admin Console di menu Security > Context-aware Access > General settings. Baca juga: Meningkatkan Keamanan Konsol Admin Google Workspace dengan Akses Kontekstual  Pembaruan CAA global ini tersedia bagi pengguna Google Workspace edisi Enterprise (Standard/Plus), Education (Standard/Plus), Frontline (Standard/Plus), hingga Enterprise Essentials Plus. Untuk memastikan perusahaan Anda dapat mengonfigurasi sistem keamanan canggih ini tanpa hambatan, EIKON Technology hadir sebagai solusi terbaik Anda. Kami tidak hanya menyediakan lisensi resmi, tetapi juga tim ahli yang siap mendampingi proses implementasi, migrasi, dan pengelolaan keamanan TI perusahaan Anda. Hubungi EIKON Technology sekarang demi proteksi bisnis yang lebih solid!

Info

Keunggulan Fitur NotebookLM Baru di Google Classroom untuk Mahasiswa

 Google menghadirkan inovasi besar di bidang edukasi dengan mengizinkan mahasiswa (usia 18 tahun ke atas) membuat catatan kelas pribadi (personal class notebooks) menggunakan NotebookLM langsung di Google Classroom. Fitur yang dirilis mulai 27 April 2026 ini membantu mahasiswa mengubah materi kuliah menjadi alat bantu belajar yang interaktif. 4 Keunggulan utama fitur NotebookLM di Google Classroom Photo Credit: Google Workspace Updates Membuat alat bantu belajar kustom: Melalui panel “Studio”, mahasiswa dapat mengonversi materi kuliah menjadi rangkuman bergaya siniar (Audio Overviews), ringkasan video, panduan belajar, kartu kilat (flashcards), hingga diagram visual interaktif. Dukungan langsung melalui tab Gemini: Cukup melalui tab Gemini di Classroom, mahasiswa bisa mengajukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban yang akurat karena bersumber mutlak dari materi yang diberikan oleh dosen. Baca juga: Tips Penggunaan Google Classroom, Belajar Semakin Mudah Merangkum hingga 50 dokumen sekaligus: Mahasiswa dapat dengan cepat menyintesis informasi dari hingga 50 dokumen sumber per catatan. Fitur ini sangat mempermudah persiapan ujian atau mengejar materi perkuliahan yang tertinggal. Photo Credit: Google Workspace Updates Meningkatkan kreativitas visual: Tidak terbatas pada teks saja, mahasiswa juga bisa membuat infografis, salindia presentasi (slide decks), dan alat bantu visual lainnya untuk mendalami sekaligus mempresentasikan materi yang dipelajari. Baca juga: 5 Fitur Google Classroom Terbaru Penuhi Kebutuhan Belajar-Mengajar Masa Kini Tutorial cara membuat catatan kelas pribadi dengan NotebookLM Photo Credit: Google Workspace Updates Bagi mahasiswa yang memenuhi syarat, berikut adalah panduan singkat untuk mulai memanfaatkan fitur ini: Pastikan izin admin aktif: Administrator sekolah harus memastikan akses Gemini, NotebookLM, dan Gemini in Classroom sudah diatur ke posisi aktif (ON) pada unit organisasi (OU) mahasiswa. Buka Google Classroom: Masuk ke akun Classroom Anda melalui peramban web. Akses tab Gemini: Pada bilah navigasi di dalam Google Classroom, klik menu atau tab Gemini. Buat catatan baru: Pilih opsi Personal class notebooks, lalu klik Create class notebook. Mulai belajar interaktif: Sistem akan membuka tab baru di NotebookLM. Di sini, mahasiswa bisa mengedit catatan serta mengelola dokumen sumber yang diberikan oleh dosen sebagai basis materi belajar. Baca juga: Aplikasi Google Classroom Kini Bisa Jadwalkan Beberapa Kelas Sekaligus Fitur mutakhir ini tersedia untuk edisi Google Workspace for Education Fundamentals, Standard, hingga Plus. Jika institusi pendidikan Anda ingin mengadopsi ekosistem belajar berbasis AI yang cerdas dan aman ini, EIKON Technology hadir sebagai partner teknologi bereputasi di Indonesia. Kami siap mendampingi Anda mulai dari verifikasi domain, migrasi data yang aman, hingga penyediaan lisensi resmi dan dukungan teknis pasca-penjualan. Hubungi EIKON Technology sekarang untuk transisi digital dunia pendidikan yang lancar tanpa kendala!

Info

3 Pembaruan Audit Log Google Workspace untuk Investigasi Keamanan yang Lebih Mendalam

Google baru saja mengumumkan peningkatan signifikan pada Workspace audit log di Admin Console. Mulai diluncurkan secara bertahap pada 29 April 2026, pembaruan ini memperluas cakupan kolom data guna memperkuat kemampuan investigasi keamanan perusahaan. Berikut adalah 3 fitur baru pada audit log Google Workspace yang wajib diketahui: Detail pemilik resource Photo Credit: Google Workspace Updates Kini tersedia kolom baru untuk mengidentifikasi pemilik suatu aset atau sumber daya secara lebih mudah saat investigasi keamanan berlangsung. Fitur ini menampilkan Owner Type (apakah milik individu/User, organisasi/Customer, atau Group) beserta Owner Identity yang berisi ID atau alamat email spesifik. Kolom ini mencakup hampir seluruh sumber data utama seperti Gmail, Drive, Calendar, Meet, hingga Chat. Baca juga: Data Audit Tugas Kini Tersedia di Google Admin Console Perluasan Atribut Resource dan Actor Application Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk memberikan visibilitas yang lebih utuh, Google memperluas dua atribut penting ini ke lebih banyak log aktivitas. Atribut Resources kini mencakup log peristiwa untuk Chrome, Voice, Vault, dan Assignment. Sementara itu, atribut Actor application info diperluas ke log aktivitas Chrome, Voice, Group, Meet, Assignments, dan Admin. Baca juga: Kini Log Audit Ekspor Workspace di BigQuery Dilengkapi dengan Label Metadata Drive, Apa Bedanya? Informasi perangkat pengguna yang lebih komprehensif Photo Credit: Google Workspace Updates Administrator sekarang dapat melihat konteks mendalam mengenai perangkat yang digunakan untuk melakukan suatu tindakan. Atribut User device info yang baru ini menyediakan detail sensitif seperti ID perangkat, versi OS perangkat, hingga tipe perangkat (misalnya, DESKTOP_MAC atau DESKTOP_WINDOWS). Informasi ini terintegrasi di berbagai sumber log, termasuk Gemini Workspace, Chat, Drive, dan Meet. Baca juga: 3 Fitur Security and Compliance di Google Cloud Logging yang Wajib Anda Ketahui Pembaruan fitur audit log ini sangat krusial bagi perusahaan dengan lisensi Google Workspace yang mendukung fitur Audit Log guna menjaga integritas data dari ancaman siber. Agar perusahaan Anda dapat menerapkan sistem keamanan canggih ini dengan optimal, pastikan Anda membeli produk Google Workspace melalui EIKON Technology. Sebagai partner Google Workspace Indonesia, EIKON Technology menyediakan lisensi resmi, panduan konfigurasi keamanan Admin Console, hingga dukungan teknis penuh untuk memastikan seluruh operasional bisnis Anda berjalan aman dan efisien. Hubungi EIKON Technology sekarang!

Info

3 Pembaruan Fitur Take Notes for Me di Google Meet, Rapat Makin Efektif!

Google Meet kembali memanjakan para profesional dengan memperbarui fitur notulensi otomatis berbasis AI mereka, yaitu Take notes for me. Mulai diluncurkan secara bertahap pada 30 April 2026, pembaruan ini memberikan kendali penuh bagi pengguna untuk mengatur format catatan rapat agar lebih ringkas dan mudah dipahami. Berikut adalah 3 pembaruan utama yang akan membuat jalannya rapat Anda jauh lebih produktif: Pilihan bagian catatan yang fleksibel Photo Credit: Google Workspace Updates Kini Anda tidak perlu lagi menerima hasil notulensi yang terlalu panjang. Pengguna bisa memilih dan mengaktifkan (toggle on/off) bagian tertentu saja selama panggilan berlangsung, seperti Summary, Decisions, Next steps, hingga Details. Pengaturan ini hanya berlaku untuk rapat yang sedang berjalan tanpa mengubah preferensi bawaan Anda. Baca juga: Google Meet Gratis Kini Dibatasi Satu Jam, Adakah Cara Mengatasinya? Hadirnya bagian Decisions yang lebih jelas Fitur ini memperkenalkan bagian Decisions baru untuk melacak status dari setiap keputusan rapat secara spesifik. Status tersebut meliputi Aligned, Needs further discussion, Disagreed, hingga Shelved. Untuk tahap awal, bagian Decisions ini baru tersedia dalam bahasa Inggris. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! 2. Ringkasan (Summary) yang Lebih Ringkas Photo Credit: Pexels Format bagian Summary telah ditingkatkan agar menjadi jauh lebih padat dan mudah dipindai. Hal ini memudahkan siapa pun yang terlambat atau berhalangan hadir untuk menangkap poin-poin penting rapat dalam sekejap tanpa repot merapikan dokumen secara manual pasca-panggilan. Baca juga: Pengalaman Baru Akses Google Meet dari Glass Enterprise Fitur cerdas ini tersedia bagi pengguna Google Workspace paket Business (Standard & Plus), Enterprise, hingga beberapa edisi pendidikan. Agar bisnis Anda tidak tertinggal dalam memanfaatkan efisiensi AI mutakhir ini, pastikan Anda mendapatkan lisensi resmi Google Workspace melalui EIKON Technology. Sebagai mitra resmi tepercaya di Indonesia, EIKON Technology siap membantu proses migrasi, setup, hingga memberikan dukungan teknis terbaik demi kelancaran operasional perusahaan Anda. Hubungi EIKON Technology sekarang dan rasakan kemudahan kerja digital masa kini!

Info

Jangan Biarkan Kenangan Sekolah Hilang! Ini 3 Fitur Baru Google Takeout Transfer untuk Alumni

Google baru saja mengumumkan peningkatan penting pada layanan Takeout Transfer khusus bagi pengguna Google Workspace for Education. Layanan yang biasanya digunakan oleh siswa atau staf yang lulus dan meninggalkan sekolah untuk memindahkan data Drive serta Gmail ini, kini diperluas untuk mendukung migrasi Google Photos. Berikut adalah 3 pembaruan utama dari perluasan fitur Google Takeout Transfer yang perlu Anda ketahui: Migrasi Google Photos yang lancar ke akun pribadi Photo Credit: Google Workspace Updates Para alumni kini bisa dengan mudah menyalin dan memindahkan seluruh konten Google Photos mereka (termasuk foto, video, hingga album) dari akun sekolah langsung ke akun Google pribadi. Hal ini memastikan karya kreatif dan kenangan akademis mereka tetap terjaga setelah lulus. Baca juga: Trik Restore Items di 5 Aplikasi Google Akses mudah melalui satu tautan resmi Untuk menggunakan fitur ini, pengguna cukup mengakses situs resmi di [takeout.google.com/transfer] (https://takeout.google.com/transfer). Di sana akan muncul opsi baru untuk menyertakan konten Google Photos, dengan catatan akun Google pribadi tujuan memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup untuk menampung data tersebut. Baca juga: Halaman Kontrol Terkonsolidasi Baru untuk Google Takeout Alat kelola dan hapus massal untuk admin Photo Credit: Pexels Di akhir tahun ini, Google juga akan meluncurkan fitur manajemen baru di Admin Console. Alat ini memberikan visibilitas bagi admin sekolah untuk melihat siapa saja yang telah bermigrasi, sekaligus memungkinkan penghapusan konten Photos secara massal guna membebaskan kapasitas penyimpanan bersama (pooled storage) instansi. Fitur ini non-aktif secara bawaan (OFF by default) dan dapat diaktifkan oleh pihak sekolah melalui tingkatan OU (Organizational Unit) di Admin Console. Baca juga: 5 Fitur Aksesibilitas Chromebook untuk Pembelajaran yang Lebih Inklusif Fitur transisi data yang luar biasa ini tersedia untuk edisi Google Workspace for Education Fundamentals, Standard, hingga Plus. Jika institusi pendidikan Anda ingin mengadopsi ekosistem digital yang aman dan mudah dikelola ini, EIKON Technology siap menjadi mitra strategis Anda. Optimalkan pengelolaan platform digital sekolah Anda bersama EIKON Technology. Kami tidak hanya menyediakan lisensi resmi Google Workspace for Education, tetapi juga mengawal verifikasi domain dan migrasi data institusi Anda secara aman dan profesional. Hubungi EIKON Technology sekarang untuk memulai transformasi digital pendidikan yang praktis tanpa kendala!

Info

4 Pembaruan Google Workspace Developer untuk Masa Depan Agen AI

Pada ajang Cloud Next ‘26, Google mengumumkan suite agent tools dan pembaruan keamanan baru untuk ekosistem Google Workspace. Inovasi ini dirancang agar teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat bekerja lebih cerdas dan aman di lingkungan kerja. Berikut adalah 4 poin penting dari pembaruan Google Workspace yang perlu Anda ketahui: Server Workspace MCP kini hadir dalam pratinjau untuk publik Google kini membuka akses server Model Context Protocol (MCP) Workspace untuk pratinjau publik. Fitur ini menjadi jembatan standar bagi agen AI agar dapat mengakses data konteks kerja secara aman dan efisien di dalam Workspace. Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud Contact Center AI untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan Integrasi alat yang komprehensif Photo Credit: Pexels Melalui MCP server, developer kini bisa memberikan instruksi kepada agen AI untuk berinteraksi langsung dengan data pengguna, seperti mengelola draf di Gmail, mengunggah file di Drive, menjadwalkan acara di Calendar, hingga mengelola kontak di People dictionary. Baca juga: AI Generatif, Teknologi Kecerdasan Buatan Masa Depan untuk Developer dan Google Workspace Sistem keamanan dan model tiering baru Untuk mengantisipasi risiko penyalahgunaan API dan kebocoran data (data egress) skala besar, Google memperkenalkan model tingkatan tiering kuota penggunaan. Menariknya, sistem ini dirancang fleksibel sehingga hanya kurang dari 1% pengembang aktif yang perlu beralih ke tingkat di atas standar. Kontrol penuh bagi Administrator Meskipun pembaruan kuota API dan MCP ini telah digulirkan secara bertahap sejak 1 Mei 2026, para admin IT perusahaan tidak perlu khawatir. Akses kontrol tetap berada di tangan Anda dan dapat dikelola dengan mudah melalui Admin console di menu Security > API Controls. Baca juga: Membangun Aplikasi Gen AI untuk Perusahaan dengan LLM dari Database Google Cloud Teknologi AI dan sistem keamanan terintegrasi di atas menunjukkan bagaimana Google Workspace terus berevolusi menjadi platform kerja masa depan yang tak tergantikan. Agar perusahaan Anda dapat mengadopsi seluruh fitur canggih ini dengan lancar, EIKON Technology siap menjadi mitra strategis Anda. Sebagai partner resmi Google Workspace di Indonesia, EIKON Technology tidak hanya menyediakan lisensi resmi, tetapi juga layanan migrasi yang aman, pelatihan, serta dukungan teknis premium yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Hubungi EIKON Technology sekarang dan transformasikan cara kerja tim Anda menjadi lebih cerdas dan aman!

Scroll to Top