EIKON Technology

Cloud Logging

Info

Mengenal Log Scopes Baru untuk Peningkatan Observabilitas Cloud Logging

Pernah merasa kesulitan menemukan data  yang tepat di antara semua data dalam alat observabilitas Anda? Hal ini tentu dapat menyulitkan Anda untuk fokus. Tidak perlu khawatir, Google baru saja meluncurkan log scopes baru untuk Cloud Logging. Ini merupakan kumpulan log penting dalam proyek yang sama maupun berbeda. Mari simak contoh penggunaannya berikut. Mengenal log scopes Log scopes terdiri dari kelompok log of interest yang mengontrol dan memberikan izin ke sebagian kecil log dalam log bucket. Katakanlah perusahaan Anda memiliki dua buah log buckets:  A dengan log of interest X, Y, dan Z; serta B dengan log of interest M dan N. Dengan log scopes, Anda dapat membuat log Q yang mencakup log of interest X dan Y dari bucket A beserta log of interest M dan N dari B. Baca juga: Mengenal Fitur Log Analytics dari Cloud Logging yang Telah Didukung oleh BigQuery Contoh penggunaan Berikut adalah beberapa contoh penggunaan log scopes. Contoh 1: Mengorelasikan metrik dengan log dari aplikasi yang sama dengan penyimpanan log terpusat Dalam penyimpanan log terpusat, Anda dapat merutekan semua log dari aplikasi ke proyek terpusat menggunakan bucket sink, untuk mengelola konfigurasi, kontrol akses, dan biaya dengan mudah. Dengan pengaturan ini, Anda mungkin ingin membuat tampilan observabilitas khusus untuk aplikasi dalam proyek. Metrics scopes dan log scopes memungkinkan Anda melakukan hal tersebut. Untuk ini, Anda akan membuat log scopes dalam proyek (Project App1) yang terhubung ke tampilan log App1 di Project Central. Photo Credit: Google Cloud Blog Baca juga: Update Google Voice, Makin Banyak Data Performa di Log Audit Contoh 2: Mengorelasikan metrik dengan log untuk lingkungan terisolasi Perusahaan Anda mungkin ingin memantau aplikasi berdasarkan lingkungan yang terisolasi, seperti produksi, staging, dan pengembangan.  Log untuk setiap lingkungan yang terisolasi kini dapat dikelompokkan dengan mudah sebagai log scopes seperti di bawah ini: Photo Credit: Google Cloud Blog Baca juga: Kini Log Audit Ekspor Workspace di BigQuery Dilengkapi dengan Label Metadata Drive, Apa Bedanya? Log scopes kini tersedia di konsol Google Cloud. Tersedia log scopes default untuk tiap proyek yang ada di konsol dan Anda pun dapat membuat log baru sesuai kebutuhan. Untuk membuat log scopes, navigasikan ke halaman Cloud Observability seperti Logging, Monitoring, Trace, atau Error Reporting, dan kemudian pilih opsi Settings di bilah navigasi sebelah kiri. Ikuti petunjuk di layar untuk membuat dan mengelola log scopes. Kemudahan log scopes ini dapat Anda nikmati cukup dengan berlangganan Google Cloud yang kini telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi terkait biaya berlangganan dan tahap penerapan, silakan hubungi kami di sini!

Google Cloud

Mengenal Fitur Log Analytics dari Cloud Logging yang Telah Didukung oleh BigQuery

Logging adalah bagian penting dari siklus pengembangan software yang memungkinkan developer untuk men-debug aplikasi mereka, tim DevOps/SRE untuk memecahkan masalah, dan admin keamanan untuk menganalisis akses. Cloud Logging menyediakan saluran yang kuat untuk menyerap log secara andal dalam skala besar dan menemukan log Anda dengan cepat. Baru-baru ini, Google Cloud meluncurkan Log Analytics, serangkaian fitur baru di Cloud Logging yang telah memiliki dukungan BigQuery sehingga memungkinkan Anda mendapatkan lebih banyak wawasan dan nilai dari log Anda. Apa itu Log Analytics Log Analytics menghadirkan kemampuan baru untuk menelusuri, menggabungkan, atau mengubah log pada waktu kueri langsung ke Cloud Logging dengan pengalaman pengguna baru yang dioptimalkan untuk menganalisis data log melalui kecanggihan BigQuery. Nah, BigQuery sendiri merupakan data warehouse multi cloud yang hemat biaya, tanpa server, untuk mendukung inovasi berbasis data. Photo Credit: Google Cloud Blog Dengan Log Analytics, kini Anda dapat memanfaatkan SQL dan kemampuan BigQuery lainnya untuk menganalisis log. Sekarang, Cloud Logging menawarkan fungsionalitas yang Anda miliki di masa lalu dan kemampuan analitis melalui fitur Log Analytics. Berikut adalah beberapa kapabilitas yang mampu dijalankan oleh Log Analytics: Pipeline penyerapan logging yang aman, patuh, dan skalabel melalui Logs Router. Solusi logging-as-a-service terkelola dengan antarmuka pengguna khusus untuk analisis log. Dukungan untuk logging terpusat di seluruh Google Cloud, cloud lain, dan penyimpanan di lokasi. Wawasan dan saran otomatis seperti Error Reporting. Metrik dan peringatan berbasis log untuk agregasi, visualisasi, dan peringatan log secara real-time. Pembayaran fleksibel sesuai harga. BARU – Mesin BigQuery andal dan opsi SQL untuk pemrosesan ad hoc log. BARU – Akses read only otomatis ke semua log analisis log di BigQuery. BARU – Visualisasi data log yang kaya (dalam pratinjau). Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud sebagai Pengamanan Tambahan bagi Developer Keunggulan Log Analytics Photo Credit: Google Cloud Blog Log Analytics memanfaatkan kekuatan BigQuery untuk memungkinkan pengguna Cloud Logging melakukan analisis pada data log. Logging terpusat: Dengan mengumpulkan dan menyimpan data log secara terpusat di Log Bucket khusus, ini memungkinkan banyak pemangku kepentingan untuk memanipulasi data mereka dari sumber data yang sama. Anda pun tidak perlu lagi membuat duplikat salinan data. Mengurangi biaya dan kompleksitas: Log Analytics memungkinkan penggunaan kembali data di seluruh perusahaan, sehingga menghemat biaya dan mengurangi kerumitan secara efektif. Analisis log ad hoc: Memungkinkan analisis log waktu kueri ad-hoc tanpa memerlukan pra-pemrosesan yang rumit. Platform yang dapat diskalakan: Log Analytics dapat disesuaikan untuk meningkatkan observabilitas dengan memanfaatkan platform BQ tanpa server dan melakukan agregasi pada skala petabyte secara efisien. Log Analytics juga dirancang untuk beberapa pengguna dalam satu perusahaan dan bertujuan untuk memecah silo. Berikut adalah beberapa kategori yang dapat memanfaatkan fitur ini: Developer & DevOps: Menggunakannya untuk pemecahan masalah Infrastruktur dan Aplikasi Tim Keamanan: Menggunakannya untuk Audit Log Analysis. Profesional jaringan: Menggunakannya untuk melakukan analisis log jaringan. Tim Operasi Bisnis: Menggunakannya untuk keperluan manipulasi data, membuat KPI, dan membuat dasbor (setelah pengembangan fitur). Baca juga: Melindungi Jaringan Cloud Anda di Masa Mendatang dengan Keamanan Data Otonom Harga Log Analytics termasuk dalam paket Cloud Logging standar. Kueri yang dikirimkan melalui antarmuka pengguna Log Analytics tidak dikenakan biaya tambahan apa pun. Mengaktifkan analisis di BigQuery bersifat opsional dan, jika diaktifkan, kueri yang dikirimkan terhadap kumpulan data tertaut BigQuery termasuk Data Studio, Looker, dan via BigQuery API, dikenakan biaya kueri BigQuery standar. Baca juga: Google Cloud Backup and DR, Apa Keunggulannya? Untuk mencoba fitur baru ini, kunjungi halaman Log Analytics di Cloud Console dan tingkatkan Log Bucket yang ada atau buat Log Bucket baru. Anda juga bisa melihat contoh kueri dari Google Cloud ini untuk memulai. Bagan di Log Analytics sekarang tersedia sebagai Private Preview (daftar di sini). Cloud Logging merupakan salah satu layanan andalan dari Google Cloud yang akan membantu Anda dalam manajemen dan analisis log. Layanan ini tentu saja sudah menerapkan ekosistem cloud yang fleksibel dan efisien. Untuk mulai berlangganan Google Cloud, Anda dapat menghubungi EIKON Technology. Kami akan membantu Anda memilih paket solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini.

Google Cloud

Percepat Produktivitas Pengembang Anda dengan Query Library

Beberapa waktu lalu, Google Cloud memperkenalkan Cloud Logging. Layanan tersebut hadir untuk membantu meningkatkan produktivitas developer program. Pendekatannya adalah dengan menyederhanakan proses pemecahan masalah. Jika diperhatikan, waktu yang dihabiskan untuk menulis dan menganalisis kueri, kemudian mendeteksi letak kesalahannya bisa sangat memengaruhi produktivitas developer. Padahal, baik memecahkan masalah, menganalisis log, ketepatan dan kecepatan sangatlah penting. Berangkat dari pengalaman tersebut, Google Cloud baru-baru ini memperkenalkan Query Library dan beberapa fitur tambahan lainnya untuk membuat kueri log Anda menjadi lebih mudah. Layanan yang hadir di Cloud Logging ini akan mempermudah pencarian log lebih cepat meski hanya dengan menggunakan kueri umum. Buat kueri lebih cepat dengan template yang tersedia Fitur pencarian teks dan drop-down yang baru diperkenalkan dirancang untuk membuat kueri dengan sangat mudah, hanya dengan beberapa klik mouse saja. Fitur-fitur ini secara otomatis menghasilkan bahasa kueri Logging yang Anda butuhkan. Query Library memperluas proses yang simpel ini dengan template untuk kueri GCP umum. Photo Credit: Google Cloud Blog Perlu diingat, Query Library terletak di bilah pembuat kueri di sebelah Suggested queries. Untuk membantu menemukan kueri yang paling relevan, Anda bisa mengikuti petunjuk berikut: Query categories: Setiap kueri dipecah menjadi kategori yang dapat digunakan untuk mempersempit pencarian kueri yang relevan dengan mudah. Query occurrences: Untuk membantu Anda memilih kueri yang memiliki hasil paling optimal. Grafik mini akan ditampilkan untuk kueri yang memiliki log di proyek Anda. Query details: Setiap kueri memiliki deskripsi bersama dengan Logging query. Photo Credit: Google Cloud Blog Run/Stream: Jalankan kueri atau mulai streaming log langsung dari library. Save: Simpan kueri dalam daftar kueri tersimpan Anda. Baca juga: Mengenal Keamanan Jaringan dan Aplikasi di Ekosistem Google Cloud Beberapa fitur pendukung lainnya Selain fitur yang telah disebutkan di atas, Cloud Logging juga memperkenalkan beberapa fitur lainnya. Salah satu fitur unggulan adalah pembaruan Logs Explorer yang akan memudahkan Anda dalam membuat kueri. Pembaruan ini menghadirkan beberapa kemudahan seperti: Simple text search: Kotak pencarian teks sederhana baru untuk pencarian teks global. Advanced query: Sebuah toggle baru untuk menampilkan atau menyembunyikan bahasa kueri Logging untuk kueri. Date/time picker: Pemilih rentang waktu, kini menjadi bagian dari query builder. Date/time preferences: Tampilan tanggal/waktu sekarang mengikuti preferensi tanggal/waktu yang ditetapkan di pengaturan Cloud Console. Baca juga: 3 Fitur Rahasia BigQuery untuk Kelola Data Lebih Baik Dropdown selectors: Menampilkan dengan jelas resource, logName, serta tingkat keparahan. Untuk melihat informasi yang dibutuhkan, cukup klik menu dropdown yang tersedia. Dropdown selector state: Mempertahankan status di kotak pencarian resources, logName, tingkat keparahan, dan teks bebas, baik untuk membuat kueri melalui menu dropdown atau dengan menyunting bahasa kueri Logging. Default summary fields: Opsi baru yang disediakan untuk menonaktifkan bidang ringkasan default. Dengan begitu, Anda bisa mendapat tampilan log yang lebih mendasar. Hadirnya layanan baru Query Library ini akan memudahkan Anda dalam membuat kueri baru. Terlebih, telah disediakan template yang berbasis kebutuhan pengguna. Jadi, Anda hanya perlu melakukan sedikit modifikasi untuk membangung kueri baru. Baca juga: Tips Gunakan Google Cloud Search Query API untuk Menyempurnakan Hasil Cloud Search Google Cloud memang terus berinovasi untuk menghadirkan layanan terbaik yang memudahkan penggunanya, termasuk dalam hal pengembangan program. Apakah Anda juga bergerak dalam bidang pengembangan program dan sedang membutuhkan solusi komputasi awan yang komprehensif? Google Cloud adalah jawabannya. Anda bisa mendapatkan Google Cloud untuk penggunaan skala besar di perusahaan melalui EIKON Technology, authorized partner Google untuk Indonesia. Kami menjamin semua produk yang ditawarkan adalah produk resmi dan berlisensi. Tertarik? Hubungi kami di sini!

Google Cloud

3 Fitur Security and Compliance di Google Cloud Logging yang Wajib Anda Ketahui

Adopsi cloud oleh perusahaan dan sektor publik terus berakselerasi. Di tengah situasi tersebut, mendapat gambaran akurat tentang siapa yang melakukan apa di lingkungan cloud Anda penting untuk tujuan keamanan dan kepatuhan (security and compliance). Log sangat penting saat Anda mencoba mendeteksi pelanggaran, menyelidiki masalah keamanan yang sedang berlangsung, atau melakukan penyelidikan. Berikut tiga fitur security and compliance Google Cloud Logging yang dapat membantu Anda membuat log untuk melakukan audit keamanan terbaik: Cloud Logging adalah bagian dari Assured Workloads Assured Workloads Google Cloud membantu pelanggan memenuhi persyaratan kepatuhan dengan software-defined cloud komunitas. Cloud Logging dan data log eksternal mencakup banyak peraturan, itulah sebabnya Cloud Logging sekarang menjadi bagian dari Assured Workloads. Cloud Logging dengan Assured Workloads makin memudahkan pelanggan untuk memenuhi retensi log dan persyaratan audit NIST 800-53 dan kerangka kerja lain yang didukung. Baca juga: Memahami Keamanan Infrastruktur Google Cloud Cloud Logging sekarang bersertifikat FedRAMP High Photo Credit: DCStudio (Freepik) FedRAMP adalah program pemerintah Amerika Serikat yang mempromosikan adopsi layanan cloud yang aman dengan menyediakan pendekatan standar untuk penilaian keamanan dan risiko untuk lembaga federal yang mengadopsi teknologi cloud. Tim Google Cloud Logging telah menerima sertifikasi untuk menerapkan kontrol yang diperlukan untuk mematuhi FedRAMP di tingkat High Baseline Level. Sertifikasi ini memungkinkan pelanggan untuk menyimpan data sensitif di cloud log dan menggunakan Cloud Logging untuk memenuhi persyaratan kontrol kepatuhan mereka sendiri. Di bawah ini adalah kontrol yang telah diterapkan oleh Cloud Logging sebagaimana diwajibkan oleh NIST untuk sertifikasi FedRAMP: Event Logging (AU-2) – Berbagai macam peristiwa ditangkap di cloud. Contoh peristiwa yang ditentukan termasuk perubahan kata sandi, akses gagal terkait sistem, perubahan atribut keamanan atau privasi, penggunaan hak istimewa administratif, penggunaan kredensial Personal Identity Verification (PIV), perubahan tindakan data, parameter kueri, atau penggunaan kredensial eksternal. Making Audits Easy (AU-3) – Untuk menyediakan semua informasi yang dibutuhkan pengguna dalam audit, Cloud Logging menangkap jenis peristiwa, waktu terjadinya, lokasi peristiwa, sumber peristiwa, hasil peristiwa, dan informasi identitas. Extended Log Retention (AU-4) – Cloud Logging mendukung kebijakan yang diuraikan untuk kapasitas dan retensi penyimpanan log guna memberikan dukungan untuk investigasi insiden setelah kejadian. Dengan begitu pelanggan dapat memenuhi persyaratan penyimpanan informasi dengan mengizinkan mereka untuk mengonfigurasi periode penyimpanan. Alerts for Log Failures (AU-5) – Pelanggan dapat membuat peringatan saat terjadi kegagalan log. Create Evidence (AU-16) – Jejak audit seluruh sistem (logis atau fisik) yang terdiri dari catatan audit dalam format standar ditangkap. Kemampuan audit lintas organisasi dapat diaktifkan. Baca juga: Menerapkan Keamanan Chrome pada Google Cloud dan Workspace Manage your own Keys Photo Credit: Rawpixel Manage your own Keys atau juga dikenal sebagai customer managed encryption keys (CMEK), dapat mengenkripsi keranjang log Google Cloud Logging. Untuk pelanggan dengan persyaratan enkripsi khusus, Cloud Logging kini mendukung CMEK melalui Cloud KMS. CMEK dapat diterapkan ke bucket logging individual dan dapat digunakan dengan log router. Cloud Logging dapat dikonfigurasi untuk memusatkan semua log untuk organisasi ke dalam satu bucket dan router jika diinginkan, yang membuat penerapan CMEK ke penyimpanan log perusahaan menjadi sederhana. Baca juga: Memanfaatkan Google Cloud Contact Center AI untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan Dengan adanya fitur dan kapabilitas ini, diharapkan proses adopsi dan penggunaan Cloud Logging menjadi jauh lebih mudah, lebih aman, dan lebih sesuai. Tertarik untuk menerapkan fitur security and compliance yang ditawarkan Cloud Logging? Semuanya bisa dinikmati dengan menerapkan solusi Google Cloud untuk mendukung ekosistem komputasi perusahaan Anda. EIKON Technology menyediakan solusi Google Cloud menyeluruh mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Anda bahkan dapat menyesuaikan solusi sesuai dengan kebutuhan. Untuk mulai konsultasi mengenai penerapan produk, silakan klik di sini!

Google Cloud

Bagaimana Cara Kerja Google Cloud Operations Suite?

Google Cloud Operations merupakan suite yang digunakan untuk mengelola infrastruktur, software, dan bahkan performa aplikasi Cloud. Dulunya, Operations bernama Stackdriver sebelum diakuisisi oleh Google pada tahun 2014. Stackdriver sendiri merupakan layanan manajemen sistem komputasi awan (cloud computing). Google Cloud Operations menyediakan data yang mendalam tentang system metrics dan application logs. Salah satu layanan Operations, Cloud Monitoring mengumpulkan system-level metrics seperti CPU, disk space, dan memori. Sedangkan layanan Operations lainnya, Cloud Logging mengambil log data dari aplikasi seperti server web Nginx. Artikel ini akan membahas tentang bagaimana cara kerja dua layanan Google Cloud Operations tersebut. Mari pelajari bersama. Cloud Monitoring Layanan Cloud Monitoring mengumpulkan system metrics serta log data. Data yang didapat kemudian digabungkan dan divisualisasikan hingga menghasilkan informasi pada  dashboard. Di samping itu, Monitoring juga memiliki fitur peringatan agar admin cloud dapat merespons masalah lebih cepat. Cloud Logging Photo Credit: Rawpixel Logging digunakan untuk menangkap log aplikasi di lokasi yang terpusat, sehingga memudahkan manajemen log dan menyediakan data dari kondisi aplikasi. Pada sebuah virtual machine (VM), pemantauan log sebenarnya merupakan tugas sepele, bisa dilakukan hanya dengan menghubungkan VM ke mesin dan memeriksa aplikasi atau log sistem. Meski begitu, ada kalanya, pemantauan log menjadi tugas yang sulit, terutama saat beberapa VM dioperasikan bersamaan, Cloud Logging memungkinkan admin cloud untuk bisa melacak down system, bahkan di beberapa VM sekaligus. Selain itu, admin juga dapat menyempurnakan filter untuk menemukan masalah yang sebenarnya. Cara kerja Google Cloud Operations Untuk mengetahui cara kerja Google Cloud Operations, mari kita ambil contoh dari infrastruktur yang terdiri dari server web Nginx yang berjalan di sebuah VM. Operations bekerja dengan memanfaatkan dua agent (Monitoring dan Logging) untuk menghasilkan gambaran sistem beserta aplikasi yang ada di dalamnya. Agent pertama, Monitoring, memberikan data terkait memori pada VM. Logging bekerja dengan memanfaatkan collectd dan berinteraksi dengan Google API untuk melaporkan memori. Agent kedua, Logging, mengumpulkan informasi yang berkaita dengan status aplikasi dari log aplikasi dan sistem. Agent ini berbasis fluentd. Setelah Monitoring dan Logging terpasang, Anda bisa melanjutkan ke server web Nginx. Untuk melakukan instalasi, jalankan perintah berikut: sudo apt install Nginx –y Setelah setup selesai, agent akan langsung mengirim data ke Google Cloud Console. Untuk mengolah data tersebut, Anda bisa mengikuti langkah berikut: Memantau query Ada kalanya data yang dikirim ke Console sangat banyak jumlahnya, sehingga proses penyaringan menjadi sulit. Sebagai solusi, Anda bisa memanfaatkan Monitoring Query Language allows untuk menyaring noise (gangguan) dan melacak masalah. Dengan fitur ini, Anda bisa langsung menemukan error atau data point yang berhubungan. Memantau dashboards Photo Credit: Rawpixel Cloud menawarkan dashboard standar dan khusus untuk pengumpulan data yang dilakukan Cloud Operations.User bahkan dapat membangun dashboard khusus untuk query sehingga informasi bisa langsung tersedia. Dashboard menyediakan gambaran fokus atas data point dalam proses deployment cloud. Untuk melakukan set up dashboard, Anda harus membuat beberapa jenis widgets dan melakukan verifikasi terhadap data yang ditampilkan. Anda bisa memanfaatkan fitur automation untuk memudahkan proses tersebut. Baca juga: 4 Fitur Terbaru Google Cloud yang Bisa Anda Coba Google Cloud memungkinkan user untuk dapat berinteraksi dengan dashboard API. Cukup dengan mengirim permintaan POST ke sebuah endpoint HTTP atau bisa juga ke interface gcloud command-line interface, yang merupakan CLI tool utama dari Google Cloud. Untuk membuat dashboard dengan API, jalankan perintah berikut: gcloud monitoring dashboards create –config-from-file=your-dash.json Bagian “file=your-dash.json” menjelaskan widget apa yang dibuat dalam dashboard Anda dan menggunakan format JSON. Log query Untuk membiasakan diri dengan Logging, Anda bisa menyiapkan pemantauan terhadap akses menuju Nginx dan error logs. Cukup dengan menambahkan konfigurasi berikut pada setelan /etc/google-fluentd/google-fluentd.conf dalam VM. Setup ini akan memastikan entri access.log dan error.log dapat masuk dalam konsol Google Cloud Logging. <source> @type tail format apache2 path /var/log/Nginx/access.log,/var/log/Nginx/error.log pos_file /var/lib/google-fluentd/pos/Nginx-access-log.pos read_from_head true tag Nginx-access-error </source> Setelah menambahkan konfigurasi di atas, lakukan restart pada agent google-fluentd. Dalam beberapa saat, Cloud Logging akan mulai mengirim data ke Google Cloud Console. Selain itu, Anda juga bisa melakukan query data dari Logs Explorer, yang merupakan user interface Cloud Logging untuk dianalisis. Gunakan query berikut untuk menampilkan log data apa pun dari akses Nginx serta error logs: resource.type=”gce_instance” log_name=”projects/<PROJECT_ID>/logs/Nginx-access-error” Dengan memanfaatkan Google Cloud Operations, Anda dapat mengelola cloud dan seluruh elemen di dalamnya, Dengan tambahan Monitoring dan Logging agent, Anda bahkan bisa menemukan solusi atas permasalahan yang muncul di dalam Cloud. Belum bisa menemukan layanan penyedia cloud yang dapat memenuhi semua kebutuhan Anda? Atau Anda memerlukan komputasi awan berskala besar? Cloud dengan fitur dan layanan yang lengkap seperti Google Cloud adalah solusinya. Untuk mulai berlangganan Google Cloud, EIKON Technology siap membantu Anda. EIKON Technology merupakan authorized partner dari Google. Klik di sini untuk langsung terhubung dengan EIKON Technology.

Scroll to Top