EIKON Technology

fleksibilitas kerja

Google Workspace, Pendaftaran g suite, Produktivitas

Kiat Meningkatkan Kecakapan Digital di Lingkungan Kerja Anda

Tidak ada yang bisa menebak apa yang akan terjadi di masa mendatang. Meski begitu, Anda bisa selalu melakukan persiapan. Kultur kerja yang fleksibel dan dinamis adalah salah satu cara agar perusahaan bisa tetap stabil. Salah satu cara untuk mencapai fleksibilitas tersebut adalah melalui praktik composable business. Composable business adalah suatu praktik bisnis yang disusun dengan menggabungkan teknologi digital yang mudah diakses dan digunakan dalam kultur kerja yang fleksibel dan melek teknologi. Cara kerjanya mirip mainan bongkar-pasang. Ketika perusahaan menghadapi suatu masalah, susunan awalnya bisa dibongkar untuk kemudian ditata kembali agar dapat menyelesaikan masalah tersebut secara optimal. Kunci utama dari penerapan composable business adalah kecakapan digital atau kemampuan perusahaan dan karyawannya untuk mengoperasikan berbagai alat digital sehingga perpindahan bisa dilakukan dengan cepat. Berikut adalah dua pendekatan paling efektif untuk meningkatkan kecakapan digital di perusahaan Anda. Jadikan sebagai sebuah perjalanan Composable business memerlukan dua komponen utama: lingkungan yang aktif secara digital dan kultur kerja fleksibel yang secara konsisten beradaptasi dengan perubahan. Kecakapan digital menciptakan ketangkasan dari dalam ke luar, memberdayakan setiap karyawan untuk memanfaatkan teknologi secara cerdas guna memecahkan masalah yang berdampak langsung pada mereka dalam melayani tujuan organisasi yang lebih besar. Baca juga: Tips Tingkatkan Keterlibatan Karyawan dalam Lingkungan Kerja Hybrid Kecakapan digital juga mendorong terjadinya inovasi. Pada awal masa pandemi, jutaan bisnis harus mengadopsi teknologi dan solusi baru untuk mengatasi tantangan yang dihadapi. Selain contoh orientasi di atas, beberapa retail mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan beralih ke layanan penjemputan dan pengiriman. Photo Credit: tirachardz (Freepik) Menciptakan kultur kerja yang fleksibel memang membutuhkan waktu. Saat menyampaikan manfaat kecakapan digital di perusahaan Anda, penting untuk menekankan bahwa ini adalah sebuah perjalanan, bukan sebuah pelatihan tunggal. Bahkan dengan alat dan pola pikir yang tepat, ini adalah proses berkelanjutan yang melibatkan pendidikan, penjangkauan, eksperimen, dan dialog terbuka di seluruh perusahaan Anda. Baca juga: 5 Langkah Ciptakan Lingkungan Kerja Hybrid Inklusif yang Unggul Hilangkan gesekan digital Mengurangi gesekan digital bisa dimulai dengan beragam langkah simpel, mulai dari memberi karyawan akses login satu kali yang aman ke semua aplikasi dan alur kerja yang mereka butuhkan untuk menjadi produktif, hingga mengurangi pergeseran konteks untuk tim yang sudah berkolaborasi bersama. Photo Credit: tirachardz (Freepik) Teknologi yang tidak fleksibel atau ketinggalan zaman sering menghalangi pengembangan lebih lanjut. Seorang karyawan baru mungkin mahir dalam menavigasi berbagai alat digital dalam kehidupan pribadi mereka sendiri, namun kemampuan tersebut seolah hilang ketika tempat kerja barunya penuh dengan gesekan digital. Tanpa disadari, gesekan digital dapat menguras produktivitas dan menghambat kolaborasi. Solusinya bisa dengan memanfaatkan alat intuitif berbasis cloud yang dapat diakses dari mana saja. Bisa juga dengan memberikan akses ke file template dan alur kerja otomatis yang akan menyederhanakan pekerjaan karyawan. Di Google Calendar misalnya, penyelenggara rapat dapat dengan cepat menambahkan template catatan rapat langsung ke undangan rapat, sehingga menghemat waktu saat tiba waktunya untuk mengumpulkan semua orang. Baca juga: 4 Fitur Google Workspace untuk Mudahkan Kolaborasi Kerja Dengan berbagai aplikasi serta fitur yang ditawarkan, Google Workspace akan membantu Anda menyederhanakan berbagai proses kerja. Hadirkan solusi produktivitas Workspace di lingkungan kerja Anda bersama EIKON Technology. Selain menawarkan produk resmi berlisensi, EIKON Technology juga menyediakan layanan konsultasi yang mencakup tahap perencanaan awal hingga tahap penerapan. Untuk mulai berkonsultasi mengenai implementasi Google Workspace, silakan klik di sini!

Info

Tips Meningkatkan Fleksibilitas Kerja dengan AppSheet

Setelah memasuki masa new normal, banyak perusahaan yang menerapkan sistem kerja hybrid, alias kombinasi antara bekerja di kantor dan rumah. Beberapa bahkan masih menerapkan model work from home (WFH). Transisi model kerja seperti ini tentu menuntut adanya fleksibilitas yang tinggi. Tanpa adanya fleksibilitas, akan sulit mengontrol sekaligus memantau perkembangan workflow. Salah satu solusi yang kini mulai banyak dilirik adalah dengan mengaplikasikan tool produktivitas dan kolaborasi seperti Google Workspace. Kabar baiknya lagi, kini Google Workspace telah dilengkapi dengan kemampuan untuk merancang custom apps serta otomatisasi melalui AppSheet. AppSheet sendiri merupakan platform pengembangan aplikasi tanpa kode dari Google Cloud. Platform tersebut dibuat untuk mudah dioperasikan, bahkan oleh mereka yang tidak memiliki pengalaman dalam bidang programming. Bagaimana AppSheet dapat membantu meningkatkan fleksibilitas kerja di masa new normal seperti sekarang ini? Mari pelajari bersama dalam ulasan berikut. Menyederhanakan proses kerja Fleksibilitas kerja bisa ditingkatkan dengan bantuan aplikasi yang tepat. Belum menemukan aplikasi yang sesuai untuk perusahaan Anda sendiri? AppSheet bisa menjadi solusi untuk merancang aplikasi yang menjawab kebutuhan perusahaan. Katakanlah Anda ingin menyederhanakan proses inventarisasi kantor, AppSheet menyediakan beberapa fitur yang dapat digunakan untuk melakukan inspeksi, pelacakan inventaris, hingga pemusatan informasi yang lebih terstruktur. Google Sheet bisa dimanfaatkan untuk menyimpan backend data Anda, terlebih jika data yang tersimpan tidak akan bertambah secara eksponensial. Pengalihan data dapat dilakukan dengan mudah melalui Google Cloud SQL. Photo Credit: Google Cloud Blog Untuk memulainya, Anda bisa langsung membuka AppSheet melalui Google Sheet dengan cara klik Tools > AppSheet > Create an App. Data yang saling terkait Setelah berhasil membuat aplikasi, Anda bisa melihat data mana saja yang saling terkait, bagaimana potongan data saling berhubungan, tampilan seperti apa yang disajikan kepada pengguna, serta pratinjau interaktif langsung dari aplikasi sehingga Anda bisa menyempurnakan aplikasi secara intuitif. Aplikasi manajemen kantor yang dibuat melalui AppSheet akan menawarkan pengaturan gedung serta fitur administrasi untuk mengelola peralatan, informasi pemeliharaan, bahkan Anda juga bisa menyesuaikan dengan kondisi terkini, misalnya penjadwalan desinfeksi ruangan. Photo Credit: Google Cloud Blog Pengguna kemudian dapat memesan ruang dan peralatan melalui aplikasi, tanpa harus mencari formulir atau bahkan masuk ke komputer kerja mereka. Reservasi merupakan salah satu fitur otomatisasi di AppSheet, bisa melakukan tindakan yang telah dikonfigurasi sebelumnya saat dipicu. Photo Credit: Google Cloud Blog Seperti terlihat pada screenshot di atas, saat sebuah tindakan dipicu—baik dengan menekan tombol, memindai kode QR atau mengetuk tag RFC—Anda cukup menyetelnya melalui kolom “Reserved by” dan “Reserved at”. Proses yang lebih ringkas dengan otomatisasi Photo Credit: Google Cloud Blog Melalui fitur AppSheet Automation, Anda bisa mengurangi tugas berulang sekaligus meringkas proses lebih jauh. Salah satu contoh penerapannya adalah saat pengguna sering lupa mematikan sumber daya setelah selesai bekerja. Dengan AppSheet Automation, aplikasi akan memeriksa semua sumber daya yang telah dicadangkan selama lebih dari empat jam secara berkala. Jika tidak terdapat respon maka otomatisasi akan langsung membersihkan sumber daya dan melepaskannya. Optimalkan untuk beberapa peran Photo Credit: Google Cloud Blog Memanfaatkan AppSheet, Anda bisa merancang satu aplikasi dengan banyak peran sekaligus. Untuk sebuah aplikasi manajemen kantor misalnya, pengelola kantor akan memiliki tampilan sekaligus dashboard khusus yang berbeda dengan pekerja kantor lainnya. Dengan begitu, proses otomatisasi pun bisa langsung disesuaikan dengan masing-masing peran. AppSheet juga mendukung fitur-fitur canggih seperti kode QR, NFC, dan integrasi sensor Bluetooth. Hal ini dapat membantu pengguna memeriksa lokasi atau ruang kerja, meringkas beberapa tugas sekaligus, membantu pengguna melakukan navigasi, sekaligus berkolaborasi dengan aman di dalam kantor. Baca juga: Formula dan Expressions, Kunci Utama Membuat Aplikasi Tanpa Coding AppSheet adalah sebuah platform pengembangan aplikasi tanpa kode. Dengan memanfaatkan platform tersebut, Anda bisa merancang sebuah aplikasi meski tidak memiliki dasar terkait programming. Sifatnya yang dinamis membuat AppSheet dapat diakses melalui browser hingga smartphone. AppSheet Core akan otomatis didapatkan jika perusahaan Anda telah berlangganan Google Workspace Enterprise Plus. Belum berlangganan atau ingin meningkatkan subscription Anda? EIKON Technology siap membantu Anda. Sebagai reseller dengan lisensi resmi dari Google, EIKON Technology menyediakan berbagai produk dari Google termasuk Google Workspace dan segala fitur di dalamnya, termasuk AppSheet. Dapatkan segera di sini!

Scroll to Top