EIKON Technology

Looker

Info

Maksimalkan Potensi Data Anda dengan Fitur Self-Service Terbaru dari Looker

Dalam era transformasi digital, tim data sering kali menghadapi dilema antara menjaga tata kelola data (governance) yang ketat dan memenuhi kebutuhan bisnis akan analisis yang cepat serta lincah. Memahami tantangan ini, Google Cloud baru saja memperkenalkan serangkaian fitur inovatif pada Looker untuk menjembatani celah antara pelaporan terstruktur dan eksplorasi data mandiri. Eksplorasi data ad-hoc dengan Self-Service Explores Photo Credit: Google Cloud Blog Sering kali, data berharga justru tersimpan di luar database utama, seperti dalam file spreadsheet anggaran atau riset pasar. Melalui fitur Self-Service Explores (kini dalam tahap Preview), pengguna dapat mengunggah file CSV secara langsung ke Looker dengan antarmuka drag-and-drop. Menariknya, data lokal ini dapat dikombinasikan dengan model data utama untuk menguji teori baru dan memperkaya wawasan. Administrator tetap memegang kendali penuh atas izin unggahan, ditambah sistem sertifikasi konten baru yang memastikan pengguna dapat membedakan antara eksperimen ad-hoc dan sumber data resmi (truth source). Baca juga: Alasan Mengapa Perusahaan Retail Sebaiknya Beralih ke Google Cloud Retail Search Visualisasi lebih rapi dengan Tabbed Dashboards Kini, menyampaikan cerita melalui data menjadi lebih mudah dengan fitur Tabbed Dashboards. Editor dapat mengatur informasi yang kompleks ke dalam tab-tab logis, sehingga tampilan tidak lagi padat dan membingungkan. Filter akan bekerja secara otomatis di seluruh tab, namun hanya menampilkan filter yang relevan pada tampilan yang sedang dibuka. Selain itu, pengguna dapat membagikan URL khusus untuk tab tertentu atau mengunduh seluruh dashboard multi-tab menjadi satu dokumen PDF yang komprehensif. Baca juga: Membangun Pipeline Data Streaming di Google Cloud Personalisasi melalui Custom Themes Photo Credit: Google Cloud Blog Untuk meningkatkan keterlibatan pengguna, Looker kini menghadirkan Internal Dashboard Theming. Perusahaan dapat menyesuaikan gaya visual dashboard—mulai dari warna, font, hingga format ubin—agar selaras dengan identitas merek korporat. Konsistensi visual ini menciptakan pengalaman analitik yang lebih akrab dan profesional bagi seluruh anggota organisasi. Baca juga: Google Cloud Directory Sync Kini Menyediakan Setelan Pengelolaan Akun Fitur-fitur terbaru Looker ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas tanpa mengorbankan keamanan. Ingin mulai menerapkan kecanggihan Looker dan infrastruktur Google Cloud di organisasi Anda? EIKON Technology, sebagai mitra resmi Google Cloud di Indonesia, siap membantu Anda melakukan implementasi, migrasi, hingga optimasi biaya layanan cloud secara profesional. Dapatkan dukungan teknis terbaik dan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Hubungi kami di sini!

Info

Percepat Pengembangan Data dengan Continuous Integration Looker

Para developer mengandalkan model Looker yang mengutamakan cloud dan sumber data luas untuk menciptakan pengalaman data yang mendalam. Hari ini, Looker memperkenalkan Continuous Integration (CI), yang mengadopsi prinsip-prinsip rekayasa software modern untuk mempercepat pengembangan secara signifikan dan meningkatkan keandalan data. Para pengembang membutuhkan koneksi yang stabil, data yang akurat, dan eksekusi kode yang konsisten. CI untuk Looker mengatasi permasalahan umum dengan menyederhanakan pengembangan kode, meningkatkan pengalaman end-user, dan mengoptimalkan penerapan. Saat Anda menulis kode LookML, CI memastikan dasbor tetap utuh dan konten terlindungi dari perubahan basis data, mendeteksi inkonsistensi sebelum memengaruhi pengguna. Keunggulan Continuous Integration Looker Photo Credit: Google Cloud Blog Deteksi Kesalahan Dini & Peningkatan Kualitas Data: CI membantu developer LookML mendeteksi masalah sebelum kode baru diterapkan ke produksi. Hal ini meminimalkan kesalahan tak terduga dan memastikan kualitas data yang lebih tinggi. Validator yang andal menandai perubahan SQL yang mungkin merusak definisi Looker, mengidentifikasi referensi yang kedaluwarsa, dan memvalidasi LookML untuk menemukan kesalahan. Baca juga: Fitur Baru Looker Studio yang Akan Mudahkan Proses Analisis Data Peningkatan Efisiensi Developer: CI menyederhanakan alur kerja dengan memeriksa kualitas dan dependensi kode secara otomatis. Hal ini memungkinkan developer untuk fokus menciptakan pengalaman data yang berdampak, alih-alih melakukan debug. Kestabilan dalam Penerapan: Penerapan akan jauh lebih stabil, karena kode LookML, kueri SQL, dan dasbor Anda telah diuji secara menyeluruh dan andal. Baca juga: Pembuat Google Slides Otomatis dan Formula AI Assistant dengan Dukungan AI Kini Hadir di Looker Manajemen yang seamless dalam Looker Photo Credit: Google Cloud Blog Looker kini memungkinkan Anda mengelola rangkaian pengujian, eksekusi, dan konfigurasi CI secara langsung dalam satu antarmuka pengguna terintegrasi. Hal ini memungkinkan pemantauan status eksekusi CI yang mudah, memanfaatkan validator canggih untuk akurasi, dan memicu eksekusi CI secara manual atau otomatis melalui pull requests maupun penjadwalan. Baca juga: Mengenal Aplikasi Looker Studio Pro, Apa Keunggulannya? Dalam lingkungan data yang serba cepat saat ini, kecepatan, akurasi, dan kepercayaan adalah hal terpenting. Integrasi Berkelanjutan dalam Looker memberdayakan tim data untuk mengadopsi praktik terbaik, mengurangi risiko kesalahan, dan meningkatkan kepercayaan organisasi terhadap data mereka. Hasilnya adalah pengalaman Looker yang selalu dapat diandalkan bagi semua pengguna. Continuous Integration Looker kini tersedia dalam versi pratinjau. Jelajahi kemampuannya untuk mentransformasi alur kerja pengembangan Looker dan meningkatkan strategi data Anda. Layanan pratinjau ini tersedia gratis dengan berlangganan Google Cloud melalui EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Info

Mengenal Aplikasi Looker Studio Pro, Apa Keunggulannya?

Google baru saja menghadirkan Looker Studio Pro untuk perangkat seluler yang tersedia di Google Play (Android) dan App Store (iOS). Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk melihat laporan dan mendapatkan data real-time tentang bisnis Anda dari mana saja. Fitur-fitur aplikasi mobile Looker Studio Pro Photo Credit: Google Cloud Layout laporan yang dinamis Tak perlu lagi membuat layout baru untuk laporan Anda. Jika Anda memilih tampilan yang ramah seluler, laporan akan ditampilkan agar sesuai dengan layar seluler. Itu artinya, Anda dapat mengakses seluruh informasi yang sama dalam format yang dioptimalkan untuk tampilan seluler. Fitur ini memungkinkan Anda untuk: Memudahkan navigasi dan interaksi, bahkan di layar kecil; dan Meningkatkan keterbacaan laporan. Photo Credit: Google Cloud Selain itu, aplikasi Looker Studio Pro juga telah menyediakan dua opsi tampilan, yaitu tampilan asli (dioptimalkan untuk desktop) dan tampilan ramah seluler (dioptimalkan untuk tampilan seluler). Untuk beralih antar dua tampilan opsi tersebut, masuk ke menu “Options”. Baca juga: Looker Studio, Eksplorasi Data Canggih dengan Pemfilteran Ringkas Akses semua laporan Anda tanpa repot Photo Credit: Google Cloud Looker Studio Pro telah mengintegrasikan kategori untuk menyederhanakan dan mempercepat pencarian data. Di aplikasi ini, laporan Anda akan dikategorikan sebagai: My workspace: semua laporan yang Anda buat; Team workspaces: semua laporan untuk tim tempat Anda bergabung; Recents: opsi praktis untuk mengakses laporan yang baru-baru ini Anda lihat; dan Shared with me: mengakses laporan yang dibagikan kepada Anda. Lebih lanjut, Anda dapat mengurutkan laporan berdasarkan ‘Last opened by me’, ‘Last modified by me,’ dan ‘Last modified and Created’ untuk menemukan laporan yang Anda cari dengan mudah. Baca juga: Fitur Connected Sheets Looker: Jelajahi Data secara Interaktif Bagikan laporan dengan cepat Photo Credit: Google Cloud Pembaruan aplikasi Looker ini juga akan membantu Anda berkolaborasi melalui perangkat seluler. Cukup dengan satu klik saja, Anda sudah bisa membuat tautan ke laporan yang dapat diakses oleh orang lain. Selain itu, Anda juga dapat mengakses semua laporan yang dibagikan kepada Anda di folder ‘Team Workspaces’ dan ‘Shared with me’. Akses laporan dari mana saja Photo Credit: Google Cloud Looker Studio Pro Mobile memudahkan Anda mengakses laporan dari email dan obrolan terjadwal. Saat Anda menerima laporan terjadwal di email/obrolan, cukup ketuk tautan untuk melihat dan berinteraksi dengan data Anda secara langsung di aplikasi. Baca juga: Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Semua Instance Looker Lalu, bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan aplikasi Looker Studio Pro ini? Anda bisa menemukannya di Play Store (untuk Android) dan App Store (untuk iOS). Setelah aplikasi terpasang, masuk dengan kredensial perusahaan Anda untuk mulai menggunakannya. Looker Studio juga telah tersedia dalam  versi desktop yang dapat Anda akses melalui Google Cloud. Dapatkan sekarang juga melalui EIKON Technology, partner resmi Google Cloud Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Fitur Baru Looker Studio yang Akan Mudahkan Proses Analisis Data

Seperti yang sudah Anda ketahui, Looker Studio mendukung analitik mandiri untuk data ad hoc. Paling baru, Looker memperkenalkan cara baru dalam menganalisis dan mengeksplorasi data untuk dapat mengambil keputusan secara lebih cepat dan tepat. Mari simak  ulasannya berikut! Memperkenalkan tautan laporan pribadi Photo Credit: Google Cloud Blog Laporan pribadi Looker Studio dilengkapi dengan sandbox pribadi untuk eksplorasi sehingga pengguna dapat menjawab pertanyaan mereka sendiri dan menemukan wawasan lebih cepat—tanpa mengubah laporan asli yang dikurasi. Laporan pribadi Looker Studio dirancang agar bersifat sementara. Artinya, Anda tidak perlu khawatir membuat konten yang tidak diinginkan, tapi jika Anda menemukan wawasan berharga yang ingin disimpan, maka kapabilitas ini dapat menyimpan dan membagikan laporan tersebut dengan tautan baru, terpisah dari laporan asli. Pembaruan laporan otomatis Photo Credit: Google Cloud Blog Pengguna kini dapat mengaktifkan laporan mereka untuk memperbarui data secara otomatis pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga keputusan bisnis penting akan selalu didasarkan pada informasi terkini dan terbaru. Baca juga: Pembuat Google Slides Otomatis dan Formula AI Assistant dengan Dukungan AI Kini Hadir di Looker Pemfilteran yang lebih cepat Photo Credit: Google Cloud Blog Filter cepat memungkinkan eksplorasi yang canggih untuk mengiris data serta mengungkap pola dan wawasan tersembunyi dalam konteks laporan Anda. Menariknya, fitur ini tidak memengaruhi tampilan pengguna lain, jadi baik Anda menjelajah dalam laporan bersama atau pribadi, tampilan unik Anda hanya dibagikan setelah siap. Jeda pembaruan Mengonfigurasi beberapa filter dan bagan untuk eksplorasi dapat dengan cepat menambah volume kueri. Looker telah menambahkan kemampuan untuk menjeda pembaruan, memberi Anda fleksibilitas untuk mengonfigurasi sepenuhnya elemen bagan seperti kolom, filter, parameter, pengurutan, dan rumus terhitung sebelum menjalankan pembaruan data apa pun. Baca juga: Looker Studio, Eksplorasi Data Canggih dengan Pemfilteran Ringkas Melihat dasar data Photo Credit: Google Cloud Blog Saat analis mengonfigurasi bagan untuk membuat laporan dan merancang hierarki informasi, pratinjau data yang mendasarinya penting untuk memahami konteks dan melihat data apa yang tersedia serta strukturnya sehingga Anda dapat membuat keputusan terbaik tentang apa yang akan disertakan dalam analisis. Fitur ini juga berguna saat memecahkan masalah atau menyesuaikan laporan Anda. Baca juga: Fitur Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Umum, Apa Kegunaannya? Dengan pembaruan ini, pengguna Looker Studio bisa dengan mudah mengetahui apakah data yang mereka bagikan adalah data terkini, memeriksanya secara mendetail, membuat filter dengan cepat, dan membagikan tautan pribadi ke laporan. Seluruh fitur unggulan Looker Studio ini dapat Anda nikmati dengan berlangganan Google Cloud yang kini telah tersedia di EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Indonesia, kami menyediakan solusi resmi bergaransi. Silakan klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Info

Pembuat Google Slides Otomatis dan Formula AI Assistant dengan Dukungan AI Kini Hadir di Looker

Penawaran business intelligence (BI) masa kini didukung AI generative sehingga dapat berubah menjadi alat analisis data yang kuat lebih cepat. Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Google menghadirkan dua fitur utama Gemini di Looker, yaitu automated Google Slides generation dan an AI-powered formula assistant. Mari simak ulasannya berikut! Buat Google Slides dari laporan Anda hanya dalam hitungan detik Photo Credit: Google Cloud Blog Data menjadi berharga jika mudah dipahami dan dikomunikasikan kepada audiens. Dengan metrik tepercaya sebagai fondasinya, Looker telah lama menjadi pemimpin dalam visualisasi data, terlebih koneksinya ke Google Workspace yang dapat memindahkan temuan tim Anda ke tools yang mereka gunakan untuk belajar, berbagi, hingga membuat keputusan. Baca juga: Looker Studio Pro Kini Tersedia untuk Android dan iOS Dengan automated Google Slides generation, pengguna kini dapat membuat presentasi dari Looker Studio Pro dalam hitungan detik. Tool ini memanfaatkan AI Google untuk memudahkan Anda memulai dan mengubah laporan menjadi slide yang menarik secara visual. Untuk mengaktifkan fitur ini, cukup buka laporan Looker Studio Pro, buka panel samping Gemini, dan pilih tombol “Generate Slides”. AI Google akan secara otomatis menyusun slide untuk Anda. Baca juga: Looker Studio, Eksplorasi Data Canggih dengan Pemfilteran Ringkas Buat rumus tanpa pusing menghafal Photo Credit: Google Cloud Blog Fitur Formula Assistant akan memudahkan pembuatan kolom terhitung dengan memanfaatkan metrik serta dimensi berdasarkan dataset unik Anda—cukup dengan mengunakan perintah natural language. Untuk memulai, gunakan tombol “Add a field” di Looker Studio Pro dan pilih “Add calculated field”. Kemudian, pilih ikon “Help me write” di editor kolom. Gemini akan menanyakan apa yang ingin Anda buat. Selanjutnya AI akan membuatkan rumus untuk Anda. Jika Anda menyukainya, tinggal tambahkan ke kolom dan rumus siap diproses. Baca juga: Fitur Connected Sheets Looker: Jelajahi Data secara Interaktif Selama dekade terakhir ini, kompleksnya tools BI menyulitkan pengguna, sehingga membatasi potensi penuhnya dalam analisis data. Dengan hadirnya Gemini di Looker, pengguna dapat mengolah data mereka dalam natural language. Untuk menghadirkan Gemini di Looker ke Google Cloud Anda, silakan kunjungi halaman Help Center ini. Fitur-fitur di atas telah tersedia dalam pratinjau untuk seluruh pelanggan Google Cloud yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Workspace Indonesia, kamu menyediakan produk resmi berlisensi yang disertai dengan konsultasi penerapan menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info

Looker Studio, Eksplorasi Data Canggih dengan Pemfilteran Ringkas

Looker Studio merupakan sebuah platform yang mendukung analisis layanan mandiri untuk data ad hoc. Dalam update terbarunya, platform ini menghadirkan opsi tambahan yang membantu pengguna untuk mengeksplorasi data dan mengambil keputusan bisnis. Berikut ulasan lengkapnya! Memperkenalkan tautan personal report Photo Credit: Google Cloud Looker Studio memiliki dashboard bersama yang berisi metrik dan KPI utama. Fitur ini biasanya menjadi titik awal untuk mengeksplorasi data lebih dari sekadar analisis yang dikurasi untuk mendapatkan insight lebih luas. Fitur personal report akan membantu Anda melakukan aktivitas tersebut, menghadirkan sandbox pribadi untuk eksplorasi sehingga pengguna dapat menjawab pertanyaan mereka sendiri tanpa mengubah laporan asli yang telah dikurasi. Update laporan otomatis Photo Credit: Google Cloud Analisis dan insight hanya akan berguna jika laporan Anda selalu diperbarui. Pengguna Looker Studio kini dapat mengaktifkan laporan mereka untuk memperbarui data secara otomatis dengan kecepatan yang telah ditentukan sebelumnya. Baca juga: Google Cloud Technical Guides for Startups: Panduan Lengkap Cloud untuk Perusahaan Startup Pemfilteran data yang lebih cepat Photo Credit: Google Cloud Pemfilteran yang cepat memungkinkan Anda membagi data dan mengungkap pola tersembunyi dalam laporan. Fitur ini dilengkapi dengan filter bar yang akan memberi gambaran lengkap apakah filter yang sedang diterapkan berasal dari pemfilteran cross-chart atau pemfilteran cepat. Baca juga: Membangun Aplikasi Gen AI untuk Perusahaan dengan LLM dari Database Google Cloud Memeriksa underlying data Photo Credit: Google Cloud Saat analis data mengonfigurasi bagan untuk membuat laporan dan merancang hierarki informasi, underlying data yang mendasarinya harus sesuai dengan konteks serta sesuai dengan data dan struktur yang tersedia sehingga Anda dapat membuat keputusan terbaik. Baca juga: Google Cloud Meluncurkan Produk Baru untuk Pengembangan Aplikasi, Lengkap dengan Dukungan Generative AI Dengan hadirnya beberapa fitur baru ini, pengguna Looker Studio kini bisa dengan mudah mengetahui bahwa data yang mereka bagikan merupakan data terbaru, kemudian memeriksanya secara detail, membuat filter dengan cepat, hingga membagikan tautan laporan pribadi. Anda dapat mengakses Looker Studio secara gratis cukup dengan berlangganan Google Cloud. Belum menemukan partner yang tepat untuk penerapan solusi komputasi awan ini? Tak perlu khawatir karena EIKON Technology hadir untuk Anda. Sebagai partner resmi Google Cloud Indonesia, kami menyediakan solusi resmi bergaransi, dengan proses yang menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Semua Instance Looker

Tahun 2020 lalu, Google memperkenalkan fitur Connected Sheets untuk aplikasi Sheets. Fitur tersebut hadir untuk membantu Anda menganalisis, memvisualisasikan, dan membagikan miliaran baris data dari spreadsheet. Setelah diperkenalkan kepada publik, fitur Connected Sheets terus mengalami pengembangan dan penyempurnaan. Belum lama ini, Google mengumumkan bahwa Anda kini dapat menjelajahi instance Looker yang di-hosting Google Cloud menggunakan Connected Sheets. Akhir Maret 2023 lalu, Google mengembangkan kapabilitas tersebut dengan menyediakan akses Connected Sheets untuk instance Looker yang di-hosting oleh penyedia di luar Google Cloud, seperti AWS (Amazon Web Service) dan juga Azure. Connected Sheets untuk penyedia di luar Google Cloud Photo Credit: Google Workspace Updates Perluasan akses Connected Sheet untuk instance Looker yang di-hosting oleh penyedia non-Google Cloud ini memberikan kemudahan bagi Anda. Tak perlu lagi menggunakan alat atau aplikasi pihak ketiga untuk bisa menghubungkan Connected Sheet dari Looker dari penyedia di luar Google Cloud, seperti Azure maupun AWS. Perluasan fitur ini telah tersedia untuk seluruh pengguna Google Cloud yang berlangganan Workspace, termasuk pengguna dengan Google Account pribadi (tidak termasuk pengguna yang menggunakan paket produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business). Baca juga: Fitur Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Umum, Apa Kegunaannya? Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Agar end-user bisa menggunakan perluasan fitur ini, administrator harus sudah mengaktifkan Connected Sheets for Looker di menu Looker Admin. Google juga telah menyediakan dokumentasi yang bisa Anda kunjung kapan saja mengenai penggunaan Connected Sheets di sini. Setelah Connected Sheets for Looker sudah diaktifkan oleh administrator, maka end-user cukup mengikuti langkah-langkah berikut untuk menjelajahi data Looker dengan Connected Sheets: Di Google Sheets, buka menu Data > Data connectors > Connect to Looker > masukkan URL instance Looker yang ingin Anda jelajahi, misalnya: https://example.looker.com. Selanjutnya, Anda perlu memberikan otorisasi Sheets untuk bisa mengakses data Looker. Setelah terhubung ke Explore, Anda bisa langsung melihat data yang tersedia dan melanjutkan analisis di Sheets. Baca juga: Fitur Connected Sheets Looker: Jelajahi Data secara Interaktif Menggunakan Connected Sheets untuk perusahaan Anda Anda dapat mengakses, menganalisis, memvisualisasikan, dan membagikan miliaran baris data dari spreadsheet dengan Connected Sheets. Selain itu, Anda juga dapat menggunakannya untuk: Melakukan kolaborasi dengan mitra, analis, atau pemangku kepentingan lainnya dalam antarmuka spreadsheet yang sudah dikenal. Mengizinkan pengguna mendelegasikan akses ke kolaborator. Memastikan satu sumber data yang tepercaya untuk analisis tanpa ekspor .csv tambahan. Anda dapat menjalankan kueri dari Connected Sheets di BigQuery atau Looker secara manual atau sesuai jadwal yang ditentukan. Sheets menyimpan hasil kueri ini di spreadsheet sehingga Anda dapat menganalisis dan membagikannya. Untuk melihat query events Connected Sheets buka Drive log events. Tutorial selengkapnya mengenai penggunaan Connected Sheets bisa Anda akses di sini. Menggunakan Connected Sheets dengan VPC Service Controls VPC Service Controls tidak mendukung Google Sheets untuk BigQuery. Oleh karenanya, Anda mungkin tidak bisa mengakses data BigQuery yang dilindungi oleh VPC Service Controls. Namun, jika Anda memiliki izin yang diperlukan dan memenuhi batasan akses, bisa dilakukan konfigurasi perimeter VPC Service Controls untuk mengizinkan kueri yang dikeluarkan Connected Sheets. Baca juga: Akses Analisis Data di Connected Sheets untuk Kolaborator dengan Delegated Access Looker merupakan sebuah platform BI yang diluncurkan Google Cloud untuk membantu Anda dalam mengelola data bisnis agar lebih mudah dalam penyusunan workflows maupun aplikasi. Fitur Connected Sheets yang terhubung dengan Connected Sheets kini telah tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace for Business dan Education yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Workspace Indonesia, kami menyediakan produk resmi berlisensi yang. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Workspace

Fitur Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Umum, Apa Kegunaannya

Keberadaan data yang tepercaya dapat membantu perusahaan dalam membuat keputusan dan mengambil tindakan. Namun untuk sepenuhnya memberdayakan pengguna data, tidak cukup jika hanya mengandalkan data saja. Perusahaan harus menyediakan akses bagi pengguna melalui alat yang mereka gunakan setiap hari, seperti spreadsheet. Pada tanggal 15 Februari 2023 lalu, Google mengumumkan ketersediaan umum fitur Connected Sheets for Looker. Fitur ini akan memungkinkan pengguna untuk mengakses metrik yang ditentukan secara terpusat serta hubungan data dari lapisan semantik Looker melalui antarmuka Google Sheets yang sudah familier bagi pengguna Workspace. Dukungan terbaik Looker dan Google Sheets Dengan lapisan semantik terpadu Looker, pengguna data dapat menyederhanakan data kompleks untuk end-user dengan menyusun logika dan metrik bisnis dalam model data terpusat. Untuk membangun organisasi berbasis data, kapabilitas untuk membuat keputusan berbasis data harus dapat diakses oleh seluruh karyawan dan dapat diterapkan pada keputusan sehari-hari dengan mudah. Connected Sheets for Looker menghadirkan pengalaman tersebut bagi para penggunanya. Photo Credit: Google Cloud Blog Salah satu penerapannya adalah pada sektor kesehatan. Connected Sheets for Looker dimanfaatkan untuk meningkatkan akses perawatan kesehatan dengan menggabungkan perawatan virtual terbaik, kunjungan langsung, dan teknologi untuk mendukung pasien. Connected Sheets for Looker menyediakan pelaporan yang mudah diakses—yang telah mendorong transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar di seputar metrik utama—sehingga menghasilkan hasil operasi yang lebih baik. Dengan begitu, pengguna dapat memenuhi kebutuhan data seluruh pemangku kepentingan mereka. Baca juga: Kini Kelola Proyek dan Tugas Jadi Lebih Mudah dengan Tampilan Timeline GSheets Data yang terus diperbarui Photo Credit: Google Cloud Blog Melalui Connected Sheets for Looker, pengguna Google Sheets dapat mengakses dan menjelajahi data tepercaya dari 50+ database berbeda yang didukung oleh Looker. Tampilan Looker, dimensi, dan ukuran disajikan melalui tabel pivot, memungkinkan pengguna menjelajahi kumpulan data secara fleksibel dengan membuat pivot, membuat bagan, dan menambahkan formula baru. Dengan adanya koneksi langsung antara Looker dan Google Sheets, maka data selalu terbarui dan akses pengguna pun diamankan berdasarkan izin Looker. Baca juga: Interaksi File Lebih Mudah di GSheets dengan Fitur Smart Chips, Apa Itu? Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Cloud Blog Untuk memanfaatkan Connected Sheets for Looker, satu-satunya hal yang perlu dilakukan admin adalah mengaktifkan Looker BI Connectors atau toggle Connected Sheets dalam panel BI Connectors di bagian Platform menu Admin Looker. Pastikan juga Anda sudah mengaktifkan instance Looker versi 22.20 atau lebih baru dan di-hosting di Google Cloud. Setelah Connected Sheets for Looker diaktifkan, pengguna dapat mulai mempelajari data Looker di Google Sheets dengan mengikuti langkah-langkah berikut: Buka Google Sheets dan arahkan ke menu Data. Di dalam menu Data, arahkan kursor ke Data connectors, lalu klik Connect to Looker. Masukkan URL instance Looker (misalnya: https://contoh.looker.com) Izinkan Google Sheets untuk mengakses data Looker Anda. Pilih model Looker dan jelajahi model yang ingin Anda sambungkan. Buat tabel pivot dan mulai jelajahi data Anda. Baca juga: Perluasan Smart Chips di GSheets, Kini Anda Bisa Menambahkan Events Dengan hadirnya fitur Connected Sheets for Looker ini Anda dapat mengelola akses data dengan mudah dan aman. Fitur ini tersedia bagi pelanggan Google Cloud dengan aktivasi oleh administrator. Belum menggunakan Cloud sebagai solusi komputasi awan Anda? Kini paket berlangganan Google Cloud bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Sebagai official partner Google Workspace Indonesia, EIKON Technology memastikan Anda menerima produk resmi dan berlisensi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Cloud, Info

Fitur Connected Sheets Looker: Jelajahi Data secara Interaktif

Google Cloud baru saja meluncurkan peningkatan kapabilitas untuk Looker, platform business intelligence (BI) modern mereka. Upgrade yang diperkenalkan pada 1 Februari 2023 tersebut menghadirkan sebuah fitur baru yakni Connected Sheets. Bagaimana cara kerjanya? Fitur Connected Sheets di Looker Photo Credit: Google Workspace Updates Looker yang merupakan platform business intelligence (BI) andalan Google Cloud baru saja meluncurkan sebuah fitur baru bernama Connected Sheets. Fitur baru ini menghadirkan konektivitas antara interface Google Sheets dengan 50 lebih sumber data yang tersedia dalam ekosistem terbuka Looker (ini termasuk BigQuery, Cloud SQL, Snowflake, dan juga Redshift). Dengan fitur baru ini Anda akan mendapatkan satu source of truth, yang dapat digunakan untuk menganalisis data menggunakan tabel pivot, charts, formula, dan sumber data terintegrasi lainnya. Selain itu, dengan koneksi langsung ini, lini akses menjadi lebih aman dan data akan tetap diperbarui. Connected Sheets memungkinkan eksplorasi data yang bersifat intuitif, menghadirkan tampilan model yang terorganisasi dengan bidang dan ukuran seperti yang ditentukan di Looker. Data Looker melalui Connected Sheets dapat digunakan dalam konstruksi Sheets standar, seperti tabel pivot dan rumus, memungkinkan fleksibilitas analisis melalui konstruksi yang sudah dikenal. Baca juga: Memahami Cara Kerja Cloud Load Balancing di Lingkungan Hybrid dan Multicloud Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk bisa menggunakan fitur Connected Sheets di Looker, administrator harus lebih dulu mengaktifkan opsi Looker BI Connectors atau toggle Connected Sheets pada panel BI Connectors di pilihan “Platform” yang ada di menu Looker’s Admin. Anda juga harus memastikan bahwa Instance Looker sudah di-hosting oleh Looker di Google Cloud. Pastikan instance yang Anda gunakan adalah versi 22.20 atau lebih baru. Penting untuk diingat, setiap pengguna yang ingin terhubung ke instance Looker dari Google Spreadsheet harus menggunakan alamat email yang sama di akun pengguna Looker (alamat email yang digunakan untuk akun Google Workspace). Jika alamat email akun Workspace dan Looker berbeda, sistem akan menampilkan pesan error saat mencoba terhubung ke Looker dari Sheets. Baca juga: Memanfaatkan Confidential Space untuk Kolaborasi Data yang Lebih Aman di Google Setelah aktivasi oleh administrator, pengguna bisa langsung menjelajah data Looker menggunakan Connected Sheets dengan langkah-langkah berikut: Di Google Sheets, navigasikan kursor ke Data > Data connectors > Connect to Looker > masukkan URL instance Looker, misalnya https://example.looker.com. Selanjutnya, Anda harus mengotorisasi Sheets untuk mengakses data Looker Anda. Setelah terhubung ke Explore, Anda dapat melihat data yang tersedia dan melanjutkan analisis di Google Sheets. Ketersediaan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur Connected Sheets ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai pada tanggal 1 Februari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur baru dari Looker ini dapat dinikmati oleh seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, Frontline, serta Nonprofits. Fitur tidak tersedia untuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business (rangkaian produktivitas Google pendahulu Workspace). Connected Sheets tersedia untuk pemilik Google Account pribadi. Baca juga: Melihat Contoh Penerapan Google Distributed Cloud Edge Appliance Looker merupakan sebuah platform BI yang diluncurkan Google Cloud untuk membantu Anda dalam mengelola data bisnis hingga membuatnya lebih mudah untuk digunakan dalam membangun workflows maupun aplikasi. Looker dengan fitur Connected Sheets kini telah tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace for Business dan Education yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Workspace Indonesia, kamu menyediakan produk resmi berlisensi yang disertai dengan konsultasi penerapan menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Scroll to Top