Migrasi cloud

Google Cloud

Migrasi Cloud dengan Cerdas Menggunakan Google Cloud Migration Center

Pada tahun 2022 ini, semakin banyak perusahaan yang mengadopsi cloud publik guna mendapatkan hasil bisnis dan lingkungan TI yang lebih baik. Namun, migrasi ke cloud adalah tantangan kompleks yang melibatkan pemahaman keadaan infrastruktur dan aplikasi saat ini untuk menentukan seperti apa keadaan masa depan dan apa yang diperlukan untuk mencapainya. Belum lagi, proses migrasi cloud melibatkan banyak pemangku kepentingan, alat, proses, dan mitra implementasi. Google Cloud menghadirkan Migration Center, sebuah platform yang menyatukan semua alat perencanaan, migrasi, dan modernisasi mereka. Dibangun di atas fondasi data baru yang skalabel dan dapat diperluas, Migration Center menyediakan jaringan penghubung antara antarmuka pengguna dan API untuk Google Cloud atau alat penemuan, analisis, perencanaan, dan migrasi yang disediakan oleh mitra. Hadirkan pengalaman migrasi yang lebih cepat Dengan hadirnya Migration Center, Anda kini dapat melakukan migrasi dengan cepat, bahkan untuk lingkungan yang kompleks. Google Cloud pun telah menyediakan kapabilitas penemuan dan penilaian melalui layanan Rapid Assessment & Migration Program (RAMP), sehingga Anda bisa mendapatkan inventaris lengkap mengenai rencana migrasi cloud. Layanan ni bahkan mampu mengidentifikasi lokasi dan redundansi yang dapat dipotong. Baca juga: Kolaborasi Google Cloud dan RAMP untuk Percepatan Migrasi Cloud Dilengkapi hasil kolaborasi dengan mitra desain Photo Credit: DilokaStudio (Freepik) Google Cloud Migration Center juga menghadirkan layanan hasil kolaborasi dengan mitra global dan regional seperti Accenture, HCL, Maven Wave, SADA, Thoughtworks, dan Tata Consultancy Services. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat proses adopsi Google Cloud sekaligus mempermudah end-user untuk melakukan migrasi beban kerja berat ke penyimpanan awan. Beberapa layanan unggulan Google Cloud Migration Center Untuk saat ini (Oktober 2022), Migration Center masih dalam tahap Preview. Meski begitu, Anda sudah bisa menikmati beberapa layanan unggulannya seperti: Portal satu atap yang terintegrasi dengan konsol untuk semua kebutuhan migrasi dan modernisasi. Prediksi cepat untuk menjalankan beban kerja Anda di Google Cloud dengan masukan pengguna yang minimal. Prediksi ini akan mencakup ukuran yang akurat dan campuran yang tepat dari infrastruktur Google Cloud dan dibuat berdasarkan asumsi yang dapat diedit dari migrasi pelanggan yang sebenarnya. Inisiasi penemuan dan penilaian yang lebih mudah dengan laporan dalam konsol untuk inventaris aset, memberikan wawasan dan rekomendasi jalur terbaik untuk bermigrasi ke VM, container, database, hardware khusus, dan layanan terkelola. Dokumentasi panduan preskriptif berdasarkan praktik terbaik untuk perencanaan dan pelaksanaan migrasi, yang disaring dari prosedur migrasi yang telah dilakukan oleh Google Professional Services. Launchpad eksekusi migrasi untuk memulai migrasi Anda yang sebenarnya dengan alat yang telah terbukti, seperti Migrate to Containers, Database Migration Service, dan Migrate to Virtual Machines. Permukaan API umum bagi pelanggan dan mitra untuk memungkinkan integrasi ekosistem. Baca juga: Alur Sederhana untuk Merencanakan Migrasi Cloud Proses migrasi ke VM yang aman dan mulus Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Migration Center memungkinkan Anda untuk melakukan migrasi ke VM (Virtual Machines) dengan andal dan dapat diskalakan. Layanan ini juga memiliki kapabilitas untuk memigrasikan aplikasi besar sambil memenuhi persyaratan downtime yang ketat. Kapabilitas ini berjalan di ekosistem Google Cloud sehingga keamanannya pun terjamin. Pembaruan RAMP Baru-baru ini Google Cloud juga menghadirkan pembaruan untuk RAMP, kerangka kerja holistik yang didasarkan pada analisis TCO (Total Cost of Ownership) dan ROI (Return on Investment) pelanggan. Layanan ini sekarang dilengkapi dengan paket penilaian dan konsumsi baru yang dikirimkan melalui ekosistem mitra Cloud yang telah menyelesaikan spesialisasi migrasi mereka. Selain itu, Cloud juga meluncurkan Customer Onboarding Program untuk membantu Anda dalam melakukan migrasi beban kerja yang memenuhi syarat dari Technical Onboarding Center. Program ini bisa Anda ikuti secara gratis. Baca juga: Tips Optimalkan Penggunaan Active Assist untuk Migrasi ke Google Cloud Hadirnya Migration Center diharapkan dapat membantu pelanggan dalam melakukan migrasi dan modernisasi komputasi awan. Dengan begitu, Anda pun dapat mengurangi biaya, waktu, dan energi saat menjalankan proyek migrasi. Awali perjalanan Anda dengan komputasi awan bersama EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology menyediakan produk Google Cloud resmi berlisensi. Kami juga memberikan layanan komprehensif mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan solusi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Cloud

Update Google Cloud VMware Engine: Hadirkan Peningkatan Fleksibilitas Komersial

Google Cloud VMware Engine baru saja menghadirkan beberapa pembaruan Artikel ini akan menampilkan ringkasan pencapaian terbaru Google Cloud VMware Engine agar Anda dapat menentukan solusi yang paling hemat biaya dan sesuai dengan kebutuhan, baik itu untuk migrasi maupun menjalankan beban kerja vSphere di lingkungan VMware tingkat cloud-native yang tersedia di Google Cloud. Pada bulan Januari 2022 lalu, Google Cloud VMware Engine mengumumkan cloud-native node tunggal, region tambahan, PCI-DSS, dan lainnya. Mari simak detail lengkap untuk pembaruan hingga bulan Oktober 2022 ini. Pembaruan utama kali ini meliputi: Penyertaan Google Cloud VMware Engine dalam program langganan VMware Cloud Universal untuk meningkatkan fleksibilitas komersial Pratinjau otomatisasi dengan dukungan Google Cloud API/CLI Custom core counts untuk mengoptimalkan biaya lisensi aplikasi Kemampuan migrasi tingkat lanjut dengan penyertaan fitur HCX enterprise, tanpa biaya tambahan Integrasi Traffic Director dan Google Cloud VMware Engine untuk menskalakan layanan web dan menautkan load balancer GCP native dan backend GCVE Dell PowerScale for GCVE kini telah tersedia. Hal ini memungkinkan in-guest NFS, SMB, dan HDFS diakses oleh VM GCVE. Baca juga: Tips Optimalkan Penggunaan Active Assist untuk Migrasi ke Google Cloud Penyertaan Google Cloud VMware Engine dalam program langganan VMware Cloud Universal: Anda sekarang dapat membeli penawaran Google Cloud VMware Engine sebagai bagian dari VMware Cloud Universal. Program ini memungkinkan Anda memanfaatkan penghematan melalui VMware Cloud Acceleration Benefit dan kredit VMware Cloud Universal yang tidak digunakan. Ini juga memungkinkan konsumsi yang lebih hemat. Pratinjau dukungan Google Cloud API/CLI untuk otomatisasi: Pengguna kini dapat mengaktifkan otomatisasi dalam skala besar untuk operasi infrastruktur VMware Engine menggunakan Google Cloud API/CLI. Ini juga memungkinkan Anda untuk mengelola lingkungan tersebut menggunakan seperangkat toolchain standar yang konsisten dengan Google Cloud lainnya. Photo Credit: DCStudio (Freepik) Custom core counts untuk mengoptimalkan biaya lisensi aplikasi: Untuk membantu pelanggan mengelola dan mengoptimalkan biaya lisensi aplikasi mereka di Google Cloud VMware Engine, hadir kapabilitas Custom core counts yang memberikan fleksibilitas untuk mengonfigurasi cluster guna membantu memenuhi lisensi khusus aplikasi Anda sekaligus mengurangi biaya. Baca juga: Penambahan Aturan Lifecycle Conditions Baru untuk Google Cloud Storage Kemampuan migrasi tingkat lanjut dengan penyertaan fitur HCX enterprise, tanpa biaya tambahan: Pembuatan cloud pribadi kini menggunakan tingkat lisensi VMware HCX Enterprise secara default, sehingga memungkinkan kemampuan migrasi premium. Ini juga telah termasuk HCX Replication Assisted vMotion yang memungkinkan migrasi massal tanpa waktu henti dari lokal ke Google Cloud VMware Engine dan Mobility Optimized Networking yang menyediakan perutean lalu lintas optimal dalam skenario tertentu untuk mencegah terjadinya tromboning jaringan. Integrasi Traffic Director dan Google Cloud VMware Engine: Traffic Director, bidang kontrol yang terkelola sepenuhnya untuk Service Mesh, kini dapat digabungkan dengan portofolio penyeimbang beban Google Cloud VMware Engine dan dengan grup endpoint jaringan hybrid (hybrid NEG) untuk menyediakan front-end berkinerja tinggi untuk layanan web yang di-hosting di VMware Engine. Traffic Director juga dapat berfungsi sebagai perekat yang menghubungkan load balancer GCP asli dan backend VMware Engine, yang memungkinkan layanan baru seperti Cloud CDN, Cloud Armor, dan lainnya. Photo Credit: DCStudio (Freepik) Dell PowerScale untuk Google Cloud VMware Engine: Dell PowerScale sekarang menyediakan akses tamu untuk VM VMware Engine. Hal ini memungkinkan migrasi tanpa hambatan dari lingkungan lokal dan memberi pelanggan lebih banyak pilihan dalam penyimpanan skala besar untuk VMware Engine. PowerScale untuk akses tamu Google Cloud mencakup akses multiprotokol dengan NFS, SMB, dan HDFS, snapshot, replikasi asli, integrasi AD, dan penyimpanan bersama antara instance VMware Engine dan Compute Engine. Baca juga: 3 Fitur Security and Compliance di Google Cloud Logging yang Wajib Anda Ketahui Untuk mendengar lebih lanjut mengenai pengalaman pengguna Google Cloud VMware Engine, Anda dapat mengikuti event Google Next ’22. Event ini juga akan menghadirkan VMware yang berjalan secara native di Google Cloud tanpa memerlukan perubahan pada aplikasi yang ada, untuk mengurangi jadwal migrasi, menurunkan risiko, dan mengubah bisnis mereka. Anda juga dapat memulai dengan mempelajari tentang Google Cloud VMware Engine di sini. Anda juga bisa memulai perjalanan bersama Google Cloud VMware Engine dengan berlangganan solusi komputasi awan Google Cloud melalui EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google, EIKON Technology menyediakan produk resmi dan berlisensi. Di samping itu, kami juga memberikan layanan konsultasi komprehensif. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Cloud

Tips Optimalkan Penggunaan Active Assist untuk Migrasi ke Google Cloud

Salah satu alasan yang sering disebutkan ketika terjadi migrasi ke Google Cloud adalah pengurangan biaya. Elastisitas layanan cloud memungkinkan Anda untuk membayar sesuai dengan pemakaian saja. Dengan kata lain, Anda hanya perlu membayar untuk layanan yang digunakan. Alasan lainnya adalah karena keamanan. Ini karena pengembangan di cloud memungkinkan visibilitas dan tata kelola yang lebih baik atas resources dan data penerapan Anda. Namun, dalam perjalanan mewujudkan penghematan biaya, skalabilitas, peningkatan keamanan, kinerja, keandalan, dan pengelolaan cloud ini, ada kalanya Anda merasa kebingungan. Ini karena Google Cloud sangat rumit. Setidaknya terdapat ratusan produk dalam Google Cloud sehingga terkadang dapat menyulitkan Anda untuk memanfaatkan berbagai peluang yang disediakan. Berangkat dari situasi tersebut, Google Cloud memperkenalkan Active Assist. Mengenal Active Assist Photo Credit: Google Cloud Blog Active Assist Google Cloud menyatukan informasi dari penggunaan beban kerja Anda, log, dan konfigurasi resources, lalu menggunakan machine learning serta business logic untuk membantu mengoptimalkan penerapan secara proaktif dari segi biaya, keamanan, kinerja, keandalan, pengelolaan, dan bahkan keberlanjutan. Baca juga: 3 Fitur Security and Compliance di Google Cloud Logging yang Wajib Anda Ketahui Solusi terbaik dari Active Assist Berikut adalah beberapa rekomendasi tools untuk optimalisasi biaya, yang merupakan salah satu bagian dari portofolio luas Active Assist: Cost Optimization Recommenders Photo Credit: pressfoto (Freepik) Google Cloud memudahkan pengguna menjalankan virtual machine (VM) dan hanya membayar selama resources berjalan. Namun, ada kasus ketika prototipe membuat mesin hanya memerlukan lebih sedikit CPU dan memori virtual daripada yang dialokasikan. Active Assist dapat membantu dalam kedua situasi tersebut dengan menghadirkan visibilitas ke peluang pengoptimalan biaya. Idle VM Recommender Idle VM Recommender mengidentifikasi VM yang belum digunakan dalam 14 hari terakhir dan menyampaikan notifikasi sehingga Anda dapat mematikannya atau menghapusnya dari proyek. Active Assist menggunakan metrik sistem untuk mengklasifikasikan VM sebagai idle saat memenuhi kriteria berikut: VM memiliki pemanfaatan CPU kurang dari 0,03 selama 97% dari waktu selama jendela observasi; VM telah menerima kurang dari 2.600 byte per detik untuk 95% waktu proses VM; VM telah mengirim kurang dari 1.000 byte per detik 95% dari waktu. Active Assist juga dapat membantu Anda mengidentifikasi resource idle lainnya, termasuk instance Cloud SQL dan resource idle yang terkait dengan VM, seperti IP dan persistent disk. VM Machine Type Recommender  VM Machine Type Recommender dapat membantu Anda mengoptimalkan pemanfaatan resources dari instance VM dengan menyarankan konfigurasi jenis mesin yang lebih efisien untuk beban kerja yang berjalan di dalamnya. Misalnya, jika mengidentifikasi aplikasi yang berjalan di VM ternyata menggunakan memori rendah, tool ini akan merekomendasikan Anda untuk beralih ke jenis mesin yang alokasi memorinya lebih rendah. Baca juga: Menjadwalkan Perintah di Google Cloud dengan Cloud Run dan Cloud Scheduler Predictive Autoscaler Solusi lain, Google Cloud menyediakan Predictive Autoscaler yang menggunakan kemampuan machine learning untuk menanggapi kebutuhan kapasitas sekaligus memperkirakannya. Ini menciptakan VM lebih cepat dari permintaan yang meningkat, memungkinkan cukup waktu bagi aplikasi Anda untuk melakukan inisialisasi. Model perkiraannya terus belajar dan beradaptasi dengan pola mingguan dan harian menggunakan riwayat CPU grup instance Anda. Unattended Project Recommender Photo Credit: Google Cloud Blog Unattended Project Recommender memberikan rekomendasi yang membantu Anda menemukan, mengklaim kembali, dan menghapus proyek tanpa pengawasan. Ini membantu mengoptimalkan biaya, keamanan, dan keberlanjutan dalam satu waktu. Menariknya lagi, tool ini juga memberi dampak pengurangan emisi karbon untuk setiap “proyek yang tidak dijaga”, menunjukkan emisi yang dihemat jika Anda menghapus proyek dan melepaskan semua sumber dayanya. Baca juga: 3 Contoh Penerapan Google Cloud Spot VMs Dengan memanfaatkan Active Assist dari Google Cloud, Anda dapat mengoptimalkan biaya migrasi lebih baik lagi. Anda bahkan bisa menyesuaikan tagihan biaya sesuai dengan kebutuhan. Tertarik untuk bermigrasi ke cloud? Google Cloud menawarkan solusi komputasi awan terlengkap yang telah didukung dengan beragam pilihan tools untuk memudahkan Anda baik dari segi pemakaian maupun efisiensi biaya. EIKON Technology menyediakan Google Cloud resmi dan berlisensi. Kami juga menyediakan solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produktivitas Anda. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Cloud

Kolaborasi Google Cloud dan RAMP untuk Percepatan Migrasi Cloud

Ketika perusahaan perlu mempercepat proses migrasi ke cloud, kebanyakan dari mereka mengalami tantangan migrasi fase tengah dan akhir. Data dari Google Cloud menemukan bahwa 41% dari perusahaan pengguna  menghadapi tantangan tersebut saat mengoptimalkan aplikasi di cloud setelah migrasi. Sedangkan 38% masih harus berjuang dengan masalah kinerja pada workload yang dipindahkan ke cloud. Lebih lanjut, proses migrasi juga membuat perusahaan meningkatkan ketergantungan terhadap konsultan dan penyedia layanan pihak ketiga, terutama pada tahap awal. Beberapa juga masih bergantung pada pihak ketiga hingga manajemen pasca-implementasi. Untuk membantu pelanggan menyelesaikan tantangan tersebut dengan simpel dan cepat, Google Cloud merancang sebuah solusi komprehensif RAMP atau Rapid Assessment & Migration Program (RAMP). Untuk mengetahui bagaimana Google Cloud dan RAMP menyederhanakan proses migrasi ke cloud, mari simak ulasan berikut ini. Perluasan fokus pada TCO/ROI pasca-migrasi Photo Credit: ArthurHidden (Freepik) Sebagai salah satu penyedia komputasi awan, Google Cloud terus berinovasi dalam mengembangkan teknologi migrasi. Sebisa mungkin, pengguna mendapatkan pengalaman migrasi yang mudah dan minim hambatan. Tidak hanya pada proses migrasi, tapi Google Cloud juga memperhatikan tahapan-tahapan pasca-migrasi. Tujuannya tak lain adalah untuk memastikan perusahaan pengguna dapat mengimplementasikan cloud dengang optimal. RAMP sendiri merupakan kerangka kerja holistik berdasarkan analisis TCO dan ROI pelanggan. Teknologi ini diproyeksikan untuk mendukung perjalanan pelanggan dalam mengimplementasikan solusi cloud sepenuhnya, mulai dari menilai lanskap digital mereka di berbagai sumber (termasuk cloud lokal), mengidentifikasi workload target yang diprioritaskan, membangun rencana migrasi yang komprehensif, hingga modernisasi sistem. Baca juga: Mengintip 6 Titik Pengembangan Utama Google Cloud untuk Transformasi Database Percepat migrasi dengan mitra ahli Google Cloud Pelanggan kini juga dapat menikmati pengalaman migrasi yang lebih efisien melalui ekosistem mitra ahli Google Cloud. Pada bulan April 2022 lalu, Google telah mengumumkan pembaruan untuk program pendanaan mitra dengan paket penilaian dan konsumsi baru. Langkah ini diharapkan dapat menyederhanakan sekaligus mempercepat proses migrasi pelanggan dengan sedikit biaya. Paket-paket tersebut menawarkan jalur preskriptif untuk menunjukkan inisiatif infrastruktur dan modernisasi aplikasi. Dengan begitu, perusahaan mitra pun akan lebih berdaya dalam mendukung pelanggan di setiap tahapan, mulai dari penemuan dan perencanaan hingga migrasi dan modernisasi. Melalui ekosistem mitra ini, nantinya pelanggan Google berkesempatan untuk menerima: Paket pendanaan yang berbeda untuk penilaian, perencanaan, dan migrasi Proses persetujuan yang lebih cepat untuk penerapan yang dipercepat Lebih banyak mitra yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam RAMP dan mengakses paket pendanaan baru ini Mencapai keberlanjutan melalui migrasi Photo Credit: senivpetro (Freepik) Area fokus utama RAMP lainnya adalah untuk membantu perusahaan mengoptimalkan perencanaan migrasi dan memaksimalkan ROI mereka dengan memasukkan pertimbangan bisnis dan teknis mereka di awal proses. Ini juga termasuk tujuan keberlanjutan yang mereka miliki. Untuk membantu upaya keberlanjutan perusahaan pelanggan, Google Cloud menyediakan Digital Sustainability Report yang disertai dengan penilaian IT. Itu artinya, pelanggan dapat menambahkan aspek keberlanjutan pada strategi migrasi mereka. Laporan tersebut akan memberikan insight yang dapat dimanfaatkan untuk mengukur dan mengurangi dampak lingkungan, Menariknya, laporan ini juga telah mengikuti beberapa praktik terbaik Google Cloud yang telah mencapai carbon neutral selama beberapa dekade terakhir. Baca juga: Membangun Data Warehouse yang Aman dengan Blueprint Keamanan Baru Google Cloud Sebagai salah satu raksasa penyedia layanan komputasi awan, Google Cloud terus meluncurkan inovasi baru yang dirancang untuk memudahkan pengalaman pelanggan. Begitu pula dengan teknologi RAMP ini yang diharapkan dapat mempercepat proses migrasi ke cloud. Untuk masalah komputasi awan, Google Cloud memang menyediakan berbagai solusi yang komprehensif. Bahkan solusi yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh perusahaan yang baru memulai transformasi digital mereka. Apakah Anda juga sedang mempertimbangkan migrasi ke cloud. EIKON Technology sebagai partner resmi yang ditunjuk oleh Google menyediakan paket berlangganan Google Cloud resmi dan bergaransi. Kami juga siap mendampingi Anda mulai dari perencanaan hingga proses implementasi. Untuk mulai memilih paket Google Cloud Anda, silakan hubungi kami di sini.

Google Cloud, Info

Alur Sederhana Untuk Merencanakan Migrasi Cloud

Migrasi cloud bagi sebuah bisnis terkadang tak dapat dihindari. Terutama bila ingin mendapatkan efisiensi dan pelayanan yang lebih baik. Apalagi saat ini Anda dapat memilih penyedia layanan migrasi cloud menggunakan Google Cloud yang terbaik. Meski begitu, ada beberapa alur sederhana yang perlu diperhatikan saat merencanakan migrasi cloud. Apa sajakah? Simak ulasannya berikut ini. Persiapan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia Source: Unsplash.com Sebagai langkah awal dalam merencanakan migrasi cloud, yang harus diperhatikan adalah mengenai kesiapan infrastruktur yang dimiliki oleh bisnis maupun perusahaan Anda. Pastikan semua infrastruktur perangkat IT berjalan dengan baik dengan fitur maupun teknologi yang mendukung proses migrasi. Berikutnya persiapkan pula mengenai personil atau sumber daya yang akan mengurusi migrasi cloud ini. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan bagi personil ini untuk melakukan migrasi secara baik. Misalnya saja mengenai pengelolaan, kontrol akses, maupun aset.  Tentukan Strategi Migrasi Cloud yang Tepat Menentukan strategi penting dilakukan agar migrasi cloud yang menggunakan fitur Google Cloud dapat berjalan lancar. Di sini, Anda bisa memilih antara single cloud atau multiple cloud. Hal itu tergantung skala sistem yang dimigrasi nantinya. Perhitungkan prioritas dan pilotingnya. Strategi tersebut juga perlu mempertimbangkan dan memperhitungkan berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi nantinya. Misalnya saja gangguan pada saat operasional dan besaran biaya ketika proses migrasi. Begitu pula dengan berapa lama waktu yang diperlukan, waktu downtime maksimal dan kemungkinan risiko kegagalan saat proses migrasi ini. Jangan Lupa Hapus Legacy yang Sudah Tak Dipakai Source: Pexels.com Ketika melakukan migrasi, Anda masih memiliki legacy pada sistem sebelumnya. Legacy ini sebaiknya Anda pilah terlebih dahulu. Mana yang masih digunakan dan mana yang sudah tak digunakan. Di sini memang diperlukan kejelian dan kerjasama tim agar sistem dapat berjalan dengan baik. Maka dari itu, penting sekiranya bagi Anda menghapus legacy yang tak dipakai maupun tak digunakan. Mengapa demikian? Sebab, jika sistem itu tidak dihapus bisa saja dimanfaatkan dan menjadi celah bagi penyerang untuk masuk dalam sistem. Terlebih lagi jika itu terdapat sistem yang sifatnya sensitif. Termasuk sistem data yang bisa diakses oleh pihak internal maupun yang sifatnya publik. Buat Aturan Manajemen Sistem Baru Google Cloud Anda Hal yang tidak kalah penting lainnya ketika Anda akan menjalankan migrasi cloud ialah dengan menetapkan aturan dan manajemen sistem yang baru, Biasanya, sistem operasional ini tidaklah jauh berbeda dengan sistem sebelumnya. Misalnya saja mengenai pembagian kontrol pemberian akses kepada pihak-pihak bertanggung jawab. Kemudian, memastikan sistem konfigurasi keamanan yang digunakan berjalan dengan baik. Khususnya bagi cloud yang dapat diakses oleh publik dan itu sangat rentan terhadap penyerangan. Termasuk pula mengenai maintenance yang harus dilakukan secara berkala. Memilih Layanan Cloud Terpercaya Source: Pexels.com Alur migrasi cloud yang terakhir adalah dengan memilih layanan Google Cloud yang terpercaya. Untuk hal ini, sebaiknya Anda perlu pertimbangkan layanan apa saja yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, biaya operasional harus diperhitungkan dengan matang. Memang, layanan ini memiliki harga beragam dan semua itu tergantung pada fitur dan teknologi yang ditawarkan. Tak hanya itu saja, penyedia layanan Google Cloud juga harus memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi pada regulasi yang ditentukan pemerintah. Di Indonesia sendiri, mengenai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) mengacu pada aturan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (KOMINFO) serta perundang-undangan yang berlaku. Lalu, vendor penyedia layanan migrasi cloud setidaknya juga memiliki sertifikasi PCI DSS. Untuk layanan di Indonesia yang memiliki persyaratan tersebut antara lain adalah EIKON Technology. Dengan adanya sertifikasi dan tingkat kepatuhan tersebut, setidaknya membuat perusahaan dan bisnis Anda menjadi lebih aman dan nyaman. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan ini di EIKON Technology, Anda bisa klik di sini. Bagaimana, cukup mudah bukan untuk merencanakan alur migrasi cloud bisnis Anda menggunakan fitur dari Google Cloud. Kini, saatnya Anda mempraktikkannya.

Scroll to Top