EIKON Technology

migrasi data

Google Cloud

Percepat Migrasi Data BigQuery dengan Penerjemah SQL Otomatis

Teknologi komputasi awan memungkinkan Anda untuk dapat melahirkan inovasi tanpa batas dan menemukan kapabilitas yang tidak disadari sebelumnya. Google menawarkan teknologi ini dalam satu antarmuka terpadu. Memigrasikan ekosistem data ke Google Cloud akan membantu Anda untuk memecah silo data sekaligus memanfaatkan potensi data secara optimal. Sayangnya, memindahkan ekosistem data, terutama data warehouse bukanlah suatu hal yang mudah. Salah satu faktor penghambat terbesarnya adalah proses modernisasi logika bisnis sebelumnya, seperti kueri SQL dan prosedur yang sudah tersimpan sebelumnya. Proses ini biasanya akan melibatkan penulisan ulang dan verifikasi kueri manual yang substansial. Selain sangat memakan waktu, proses ini pun rawan kesalahan. Baru-baru ini, Google Cloud menghadirkan sebuah inovasi yang mampu menyederhanakan proses migrasi data warehouse dengan penerjemah SQL otomatis sebagai bagian dari BigQuery Migration Service (BQMS). Pelanggan kini bisa mendapat terjemahan yang benar secara semantik dan dapat dibaca manusia dari kueri SQL lama mereka, di berbagai data warehouse, hanya dengan menekan satu tombol saja. BQMS tersedia secara gratis dan secara signifikan mengurangi waktu, biaya, dan risiko migrasi gudang data ke BigQuery. Penerjemah SQL otomatis Photo Credit: Google Cloud Blog BigQuery Migration Service (BQMS) telah dimanfaatkan oleh perusahaan besar dunia seperti PayPal dalam migrasi data mereka. Kini, BQMS sudah meluncurkan ketersediaan umum sehingga diharapkan ada lebih banyak perusahaan yang bisa memanfaatkannya, termasuk untuk kapabilitas terjemahan SQL otomatis. BQMS telah mendukung kapabilitas untuk menerjemahkan SQL per batch untuk lebih dari 10 dialek ke BigQuery, di antaranya: Amazon Redshift SQL dan Teradata SQL di GA Apa Apache HiveQL, Apache Spark SQL, Azure Synapse T-SQL, Basic Teradata Query (BTEQ), Teradata SPL, IBM Netezza SQL/NZPLSQL, Oracle SQL / Exadata, PL/SQL, Snowflake SQL, dan Vertica SQL (dalam preview) Baca juga: Memantau dan Menganalisis Performa BigQuery dengan Information Schema Penerjemah interaktif Photo Credit: Google Cloud Blog Selain itu, Google Cloud telah mendesain agar kapabilitas terjemahan ini memberikan pengalaman yang mirip dengan Google Translate. Kemampuan ini disebut terjemah SQL interaktif yang menyediakan alat terjemahan SQL real-time dan langsung kepada pengguna sehingga memungkinkan terjemahan self-service. Hal ini tidak hanya akan mengurangi waktu dan upaya analis data dalam memigrasikan kueri mereka, tapi juga mampu meningkatkan seberapa cepat mereka belajar memanfaatkan kemampuan modern BigQuery. Baca juga: BigQuery BI Engine Kini Tersedia untuk Publik, Apa Saja Fitur yang Tersedia? Dilengkapi dengan tool pendukung Untuk membuat penggunaan terjemahan SQL lebih mudah dan akurat dalam migrasi data Anda, Google Cloud telah menyertakan rangkaian tools untuk pelanggan yang terbuka dan fleksibel. Rangkaian tools ini bisa Anda gunakan untuk membantu tugas-tugas umum seperti mengekstrak SQL dan skema dari warehouse sumber serta memetakan ulang penamaan skema sumber ke skema tujuan BigQuery. Alat-alat ini juga dapat membantu Anda melakukan otomatisasi pengalaman terjemahan end-to-end, mengurangi intervensi manual dan juga refactoring pasca-terjemahan. Ketika intervensi manual diperlukan, BQMS dengan jelas menggambarkan bagian mana yang perlu ditinjau untuk akurasi serta mana yang tidak dapat diterjemahkan secara otomatis dan harus ditangani di luar BQMS. Mulai menerapkan terjemahan SQL otomatis BQMS Photo Credit: Google Cloud Blog BigQuery Migration Service mempercepat sebagian besar proses migrasi data menyeluruh dengan alat yang terbuka dan canggih. Sekali lagi, kapabilitas terjemahan SQL otomatis BQMS kini telah tersedia untuk publik dan bisa digunakan secara gratis. Dengan memanfaatkan kapabilitas ini, Anda dapat mempercepat sekaligus menurunkan biaya migrasi data ke BigQuery. Jika Anda ingin memanfaatkan BQMS untuk bukti konsep atau migrasi data yang akan datang, Google Cloud telah menyediakan panduan gratis. Di samping itu, Anda juga bisa menghubungi partner resmi yang telah ditunjuk oleh Google Cloud seperti EIKON Technology untuk implementasi platform. Baca juga: Kelola Administrasi BigQuery Lebih Mudah dengan Fitur Resource Charts dan Slot Google Cloud telah terbukti kemampuannya dalam menyediakan solusi migrasi data, yang bukan hanya lengkap, tapi juga efisien. Kapabilitas terjemahan otomatis SQL dalam BigQuery Migration Service adalah salah satu dari beragam layanan yang dihadirkan Google Cloud untuk membantu Anda menguraikan problem umum dalam migrasi data. Dapatkan segera Google Cloud untuk mendukung transformasi data perusahaan Anda. EIKON Technology siap mendampingi Anda mulai dari tahap perencanaan hingga pasca-implementasi nanti. Untuk terhubung dengan EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Cloud

Menggunakan Network Connectivity dari Google Cloud untuk Kelola Beragam Jaringan

Sekarang ini, banyak perusahaan yang menerapkan campuran jaringan sangat luas, mulai dari SD-WAN, WAN khusus seperti MPLS, interkoneksi cloud, hingga VPN. Di saat mereka memindahkan WAN tersebut ke cloud untuk memanfaatkan turn-up yang lebih cepat, biaya yang lebih rendah, dan kecepatan fitur pun otomatis akan meningkat. Saat workload berpindah ke lingkungan cloud dan multi-cloud seperti ini, menyederhanakan model jaringan perusahaan menjadi sangat penting. Setiap penyedia cloud utama menggunakan model abstraksi yang berbeda untuk melakukan konfigurasi jaringan atau koneksi antar resources. Beberapa menggunakan gateway, beberapa menggunakan koneksi atau tautan. Tahun 2021 lalu Google Cloud memperkenalkan Network Connectivity Center yang menyediakan solusi manajemen sederhana untuk koneksi jaringan Anda. Bagaimana cara penggunaanya? Memahami konektivitas jaringan cloud Jaringan cloud mengacu pada kemampuan untuk menghubungkan dua resources sekaligus di dalam sebuah cloud, lintas cloud atau dengan pusat data lokal. Penyedia cloud perlu menyediakan tiga jenis konektivitas utama, yakni: Site-to-cloud: Antara resources cloud dengan pusat data lokal Site-to-site: Menghubungkan resources lokal sekaligus VPC-to-VPC – Konektivitas antar resources cloud Berikut penjelasan untuk masing-masing konektivitas; Site-to-cloud Photo Credit: Google Cloud Blog Konektivitas site-to-cloud dilakukan melalui interkoneksi cloud atau VPN cloud. Pertukaran rute otomatis antara resources lokal dan beberapa VPC dapat dilakukan menggunakan VPC transit. Dalam pendekatan baru, konektivitas ini menambahkan penyedia cloud ke mesh SD-WAN menggunakan virtual router di Google Cloud. Network Connectivity Center menghadirkan kapasitas untuk sinkronisasi rute alat secara dinamis melalui BGP ke Cloud Router. Ini memungkinkan terjadinya konektivitas antara pusat data lokal dan kantor cabang, beserta beban kerja cloud mereka melalui konektivitas yang mendukung SD-WAN. Kapabilitas ini tersedia secara global di seluruh 29+ region Google Cloud. Baca juga: Mendapatkan Insights Baru untuk Mengelola Multicloud dengan Hybrid Cloud Logs Site-to-site Photo Credit: Google Cloud Blog Konektivitas site-to-site memungkinkan konektivitas jaringan secara langsung antara dua atau lebih titik koneksi hybrid (VPN, Interkoneksi atau SD-WAN). Network Connectivity Center menyederhanakan model ini dengan otomatisasi pengumuman perutean di lingkungan ini, sehingga semua situs yang terhubung ke Network Connectivity Center global dapat berkomunikasi secara bebas dengan cara apa pun. VPC-to-VPC Photo Credit: Google Cloud Blog Anda dapat membuat jaringan penuh atau sebagian dari koneksi VPC menggunakan beberapa teknologi. Salah satu teknologi yang banyak digunakan adalah peering VPC Teknologi tersebut memberikan konektivitas pribadi berperforma tinggi dan latensi rendah untuk jaringan pelanggan yang terhubung melalui konektivitas hybrid dan Network Connectivity Center ke beberapa VPC yang berisi beban kerja. Kemampuan ini juga dapat disegmentasikan melalui kebijakan firewall granular sesuai kebutuhan. Anda pun bisa menggunakan model VPC transit untuk menghubungkan beberapa VPC secara bersamaan dalam topologi hub dan spoke. Baca juga: Tips Percepat Migrasi Data dengan Database Migration Program Dengan integrasi yang erat dengan router pihak ketiga seperti yang disebutkan sebelumnya, Anda juga dapat memanfaatkan solusi yang didukung pihak ketiga seperti firewall generasi berikutnya untuk menghubungkan VPC bersama-sama guna memenuhi persyaratan kepatuhan dan segmentasi tertentu. Network Connectivity Center memungkinkan Anda untuk melakukan sinkronisasi tabel perutean peralatan ini dengan tabel perutean VPC. Itu berarti, proses pengaturan konfigurasi yang berlebihan pun menjadi jauh lebih sederhana. Baca juga: Memilih Jaringan Konektivitas di Jaringan Google Cloud Dengan situasi sekarang yang mendorong perusahaan untuk terus memigrasikan berbagai jenis beban kerja ke penyedia cloud publik, topologi jaringan pun menjadi lebih kompleks. Melalui Network Connectivity Center, Google Cloud menghadirkan sebuah solusi yang mampu menjaga model jaringan dengan metode sederhana. Layanan Network Connectivity Center tersedia dalam ekosistem Google Cloud. Solusi komputasi awan Google Cloud hadir untuk memudahkan Anda dalam mengelola jaringan konektivitas perusahaan yang kompleks dengan mudah dan efisien. Dapatkan segera solusi Google Cloud hanya di EIKON Technology, distributor resmi Google untuk Indonesia. Untuk informasi selengkapnya, Anda bisa klik di sini.

Google Cloud

Tips Percepat Migrasi Data dengan Database Migration Program

Baru-baru ini, Google memperkenalkan sebuah layanan migrasi data bernama Database Migration Program. Layanan ini menawarkan sebuah pendekatan baru untuk memigrasikan database open source maupun kepemilikan yang ada ke layanan database terkelola Google Cloud. Dengan Database Migration Program, Anda akan mendapatkan akses menuju penilaian, peralatan, praktik terbaik, dan sumber daya dari jaringan mitra teknologi basis data khusus dari Google. Program ini juga menawarkan pendanaan insentif khusus untuk mengimbangi biaya migrasi, membantu Anda memigrasikan database ke Google Cloud dengan cepat dan hemat biaya. Kemudahan yang ditawarkan penyimpanan cloud Selama beberapa tahun terakhir, sudah banyak perusahaan yang menyadari manfaat cloud dalam perjalanan modernisasi aplikasi mereka. Cloud membantu mereka menjadi lebih efisien, terukur, gesit, dan inovatif. Selain itu, database cloud terkelola biasanya menghasilkan biaya kepemilikan yang lebih rendah secara keseluruhan. Namun, banyak perusahaan terus mengelola database sendiri di cloud instances atau membiarkan database on premise, bahkan saat aplikasi berjalan di cloud. Alasan utamanya adalah kompleksitas migrasi database. Database adalah inti dari operasi sehari-hari setiap perusahaan, membuatnya lebih sulit untuk dipindahkan. Selain itu, migrasi bisa mahal, memakan waktu, dan berisiko. Baca juga: 3 Alasan Mengapa Anda Harus Menambahkan Cloud sebagai Data Strategy Database Migration Program sebagai solusi migrasi data Photo Credit: jcomp (Freepik) Database Migration Program dari Google Cloud ini berupaya mengatasi kerumitan proses tersebut dengan memberikan panduan dan dukungan komprehensif. Penilaian dari Google akan membantu Anda memahami jejak armada database, dependensi dan arsitekturnya. Google Cloud juga terhubung dengan mitra khusus yang dapat membantu lewat keahlian mereka mengenai tools dan resource untuk memindahkan data tanpa mengganggu bisnis Anda. Selain itu, Google Cloud menawarkan pendanaan insentif khusus untuk mengimbangi biaya migrasi, membantu Anda memigrasikan database dengan cepat dan hemat biaya. Tiga langkah untuk migrasi data yang sukses Database Migration Program memandu Anda mulai dari tahap penilaian dan perencanaan awal hingga proses migrasi itu sendiri. Tentunya dengan bantuan ahli dari mitra database yang telah memenuhi persyaratan. Berikut cara Google Cloud membantu di setiap tahap perjalanan migrasi database melalui Database Migration Program: Menilai: Pada tahap ini dilakukan penilaian database untuk menemukan dan menganalisis database dan aplikasi yang Anda miliki. Agar proses berjalan lancar, manfaatkan tool dan resources khusus yang telah disediakan. Jangan lupa, Google juga telah terhubung dengan pakar database yang siap memberikan panduan berdasarkan kebutuhan dan persyaratan khusus Anda. Rencanakan: Database Migration Program terhubung dengan mitra database khusus Google Cloud yang dapat membantu Anda membuat rencana migrasi, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan resources dan perkiraan biaya.  Layanan ini juga dapat membantu mengidentifikasi beban kerja yang tepat untuk memulai migrasi Anda. Jalankan: Database Migration Program menyediakan pendanaan insentif khusus untuk mengimbangi sebagian biaya migrasi Anda dengan membantu membayar mitra teknologi spesialis yang melakukan migrasi database. Tidak perlu memindahkan semuanya sekaligus, Anda bisa mulai dengan memindahkan satu departemen atau database pada satu waktu dan menggunakan program lagi sebanyak yang Anda butuhkan. Photo Credit: tirachardz (Freepik) Baca juga: Alur Sederhana untuk Merencanakan Migrasi Cloud Google Cloud terus berupaya untuk menghadirkan solusi dan layanan yang memudahkan Anda dalam mengoptimalkan penggunaan cloud. Hadirnya Database Migration Program dapat dimanfaatkan untuk menyederhanakan migrasi data, suatu proses yang selama ini dianggap sangat kompleks dan membutuhkan waktu lama. Agar tidak ketinggalan berbagai kemudahan tersebut, segera gunakan Google Cloud sebagai solusi penyimpanan database Anda. Kami dari EIKON Technology siap membantu Anda menyediakan produk Google Cloud resmi yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini.

Scroll to Top