EIKON Technology

pencarian

Google Cloud

Alasan Mengapa Perusahaan Retail Sebaiknya Beralih ke Google Cloud Retail Search

Anda tentu sudah mengenal Google Search. Hasil pencarian Search bagi tiap individu bisa dikatakan cukup relevan, sehingga mereka jarang menelusuri halaman hasil berikutnya. Google meluncurkan Retail Search yang ditujukan bagi retailer untuk memanfaatkan kapabilitas Google Search dalam mengelola produk mereka sendiri. Kini retailer punya banyak pilihan untuk membangun sistem pencarian yang mendukung situs mereka. Jadi mengapa harus menggunakan Retail Search? Criticality of search systems for ecommerce retailers Photo Credit: Google Cloud Blog Seberapa penting sistem pencarian untuk perusahaan retail? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus mengetahui halaman mana di website retail yang diberdayakan oleh sistem pencarian dan seberapa penting halaman tersebut untuk tingkat konversi. Saluran penjualan Biasanya retail mengklasifikasikan saluran penjualan menjadi tiga kategori: Top of the funnel (TOF): Beranda, halaman kategori, halaman pencarian, halaman detail produk Bottom of the funnel (BOF): Halaman keranjang, halaman checkout, halaman konfirmasi pesanan Post purchase: Manajemen pesanan, pembatalan pesanan Photo Credit: Google Cloud Blog Traffic pelanggan umumnya lebih tinggi di halaman TOF dan menurun saat mencapai halaman BOF. Terlihat, ada lebih banyak halaman TOF daripada halaman BOF. Bisa dibilang, halaman TOF mendorong pelanggan untuk akhirnya berkonversi. Pelanggan akhirnya menghabiskan lebih banyak waktu di halaman TOF daripada BOF, jadi jelas retail perlu memberi banyak penekanan pada halaman tersebut. Sama pentingnya dengan pengalaman pelanggan yang kohesif untuk keseluruhan perjalanan penjualan, halaman TOF memainkan peran yang sangat penting dalam perjalanan tersebut. Pelanggan biasanya membuka halaman TOF terlebih dahulu sebelum mereka dapat memulai proses pembelian. Baca juga: Cara Merencanakan Jaringan IPv6 dengan Google Cloud Contoh penerapan Retailer Search Berikut ini adalah proses umum penerapan pencarian yang diikuti oleh perusahaan retail: Integrasi data produk Photo Credit: Google Cloud Blog Retailer membangun beberapa jenis pipeline untuk memasukkan data produk sumber ke dalam search engine pilihan. Mereka mulai menguji search engine dengan mengimpor semua data produk secara massal terlebih dahulu. Setelah pengujian awal, retailer membuat pipeline streaming lain untuk menyerap pembaruan katalog produk secara bertahap. Menyempurnakan hasil pencarian secara manual Photo Credit: Google Cloud Blog Merchandiser mulai mengonfigurasi search engine secara manual agar sesuai dengan relevansi yang mereka inginkan. Dalam proses ini, mereka menambahkan aturan yang terkait dengan sinonim, pemeriksaan ejaan, hingga pengalihan. Penyerapan kinerja produk Photo Credit: Google Cloud Blog Untuk mengotomatisasi dan mengoptimalkan relevansi, retailer akan membangun pipeline lain untuk menambahkan atribut terkait performa produk ke dalam search engine. Atribut kinerja baru ini bervariasi dari tingkat konversi hingga tayangan di website. Retailer harus menyesuaikan skema dokumen produk di search engine untuk memberi ruang bagi atribut ini. Baca juga: Apa Itu Metrik Bidang Kontrol Kubernetes yang Baru Diluncurkan di GKE? Machine learning Photo Credit: Google Cloud Blog Pada tahap ini, kata kunci sederhana seperti jam tangan, pakaian berfungsi cukup baik untuk retailer. Namun, maksud pengguna dengan kata kunci multi-frasa seperti kemeja biru untuk pria, masih kurang. Mencocokkan kata kunci saja tidak akan memberi hasil yang optimal. Misalnya, menelusuri frasa “kemeja biru untuk pria” memberikan hasil yang berbeda dibanding saat Anda mencari kemeja dalam kategori pakaian jadi. Untuk mencapai hal ini, retailer harus membuat model machine learning untuk mengurai kueri dan menguraikan maksud pengguna, sekaligus membuat kueri penelusuran yang sesuai. Baca juga: Mengenal Supply Chain Twin, Layanan Terbaru dari Google Cloud Google Cloud Retail Search adalah solusi Google untuk mengimplementasikan pencarian retailer dengan kekuatan AI dan mengatasi sebagian besar kekurangan yang disebutkan di atas. Photo Credit: Google Cloud Blog Tidak seperti solusi pencarian lainnya, Retail Search berusaha untuk meningkatkan pengoptimalan pendapatan melalui revenue per visit (RPV) yang lebih tinggi dengan fokus tidak hanya pada relevansi, tapi juga pada daya beli dan personalisasi. Selain itu, layanan rekomendasi ditawarkan Retail Search menggunakan data yang sama sehingga retailer tidak perlu lagi mengelola dua sistem yang  terpisah.

Google Workspace

Sempurnakan Hasil Penelusuran di Google Chat Lebih Cepat dengan Search Chips

Pada tahun 2021 lalu, Google Chat meluncurkan sebuah fitur yang memudahkan pengguna untuk menemukan item yang mereka butuhkan secara akurat melalui kolom pencarian. Fitur ini berjalan untuk versi mobile maupun desktop. Photo Credit: Google Workspace Updates Anda dapat mencoba mencari kata kunci dari sebuah pesan atau menggunakan filter untuk melihat semua file dalam obrolan tertentu. Selain itu, antarmuka visual Chat juga telah diperbarui sehingga memberikan tampilan hasil penelusuran yang lebih seimbang, bahkan hasil pencarian kini juga menyertakan konten pesan, membuatnya lebih mudah untuk menemukan apa yang Anda cari. Per Desember 2022, fitur ini diperluas untuk versi desktop. Kini pengguna dapat menemukan apa yang mereka cari lebih cepat menggunakan search chips yang memfilter hasil pencarian. Search chips Google Chat desktop Photo Credit: Google Workspace Updates Search chips sebelumnya telah hadir di Google Chat versi mobile. Fitur ini dihadirkan untuk memudahkan pengguna dalam melakukan pencarian melalui filter yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan. Berikut adalah beberapa filter dari search chips Google Chat: From: Pesan yang dikirim dari orang tertentu. Said in: Pesan yang diucapkan dalam percakapan atau ruang tertentu. Date: Pesan yang dikirim selama rentang tanggal tertentu. Has file: Pesan yang menyertakan dokumen, spreadsheet, slide, dan lainnya. Has link: Pesan yang menyertakan tautan. Mentions me: Pesan yang menyebutkan Anda. Baca juga: Fitur Do Not Disturb Google Chat Kini Dapat Dijadwalkan, Bagaimana Caranya? Mulai menggunakan fitur Fitur search chips dari Google Chat ini tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Itu artinya, Anda bisa langsung menggunakannya mulai dari tanggal 21 Desember 2022. Untuk menemukan pesan tertentu dengan bantuan filter search chips: ketik kata kunci Anda di bilah pencarian di chat.google.com atau aplikasi mobile Chat > tekan enter. Pada hasil penelusuran, Anda dapat melihat chip filter di atas hasil > klik chip filter untuk menerapkan filter pada hasil penelusuran. Untuk Chat di Gmail, ketik kata kunci Anda di bilah penelusuran > arahkan ke tab “messages” di laman hasil penelusuran > Anda dapat melihat chip filter di atas hasil > klik chip filter untuk menerapkan filter pada hasil pencarian. Untuk detail lebih lanjut mengenai search chips dan penelusuran pesan Google Chat, Anda dapat mengunjungi halaman dokumentasi dari Google ini. Baca juga: Cara Membuat Percakapan Terpisah di Spaces Google Chat Dengan Untaian In-Line Ketersediaan fitur Peningkatan search chips Google Chat ini telah tersedia mulai dari tanggal 21 Desember 2022. Fitur ini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk bagi mereka yang masih berlangganan paket produktivitas G Suite Basic dan G Suite Business lama. Fitur ini pun tersedia bagi seluruh pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Upgrade Penelusuran Google Chat dan Gmail, Kini Dilengkapi dengan Saran Pencarian Dengan hadirnya peningkatan fitur penelusuran pada Google Chat dan Gmail ini, Anda bisa mendapatkan hasil pencarian yang akurat tanpa memerlukan waktu lama. Fitur ini juga sudah tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace. Belum berlangganan Workspace? Tingkatkan produktivitas lingkungan kerja Anda dengan Workspace yang tersedia di EIKON Technology, partner resmi Google. Untuk informasi mengenai pemasangan, silakan klik di sini!

Scroll to Top