EIKON Technology

SAP

Google Workspace

Cara Manfaatkan Google Document AI dan Google Workspace untuk Menjalankan SAP Build Process Automation

SAP Build Process Automation dirancang untuk mengoptimalkan proses bisnis dan meningkatkan efisiensi. Platform ini membantu pengembang untuk mendigitalkan alur kerja inti dan menerapkan kecerdasan buatan (AI) pada tugas manual yang memakan waktu dan rawan kesalahan. Google Cloud dan SAP merespons hal ini dengan menyediakan alat terintegrasi yang secara mendasar dapat mengubah cara bisnis beroperasi sekaligus menciptakan nilai bagi pelanggan mereka. Dengan fokus untuk membawa otomatisasi proses ke tingkat yang lebih maju dan menghilangkan inefisiensi dari alur kerja, SAP meluncurkan integrasi dengan Google Cloud Document AI, dan Google Workspace untuk pelanggan SAP Build Process Automation. Integrasi ini dapat mengurangi atau menghilangkan banyak tugas yang berulang dan rawan kesalahan, sehingga perusahaan dapat membantu menghemat uang dan beroperasi lebih produktif. Inovasi dengan pemanfaatan AI Photo Credit: Rawpixel.com (Freepik) Kemajuan berkelanjutan dalam sistem digital dan teknologi canggih memperkenalkan peluang baru untuk memikirkan kembali alur kerja. SAP menyadari peran yang dapat dimainkan oleh otomatisasi bertenaga AI dalam mengubah alur kerja, dan bahwa manfaat dari melakukannya melampaui penghematan waktu dasar dan pemotongan biaya. Dengan memasukkan Google Cloud Document AI ke dalam aplikasi, SAP Build Process Automation membantu pelanggannya di lini bisnis dan mengintegrasikan beberapa aplikasi sambil membuka akses ke machine learning yang diatur. Baca juga: Pedoman Google Cloud untuk Mengembangkan Solusi Machine Learning Berkualitas Machine learning dan otomatisasi proses dapat mendorong efisiensi dengan SAP S/4HANA Pelanggan yang menggunakan SAP S/4HANA dapat membangun peningkatan alur kerja ke dalam semua proses inti utama, seperti entri pesanan, pembuatan faktur, posting aset, dan banyak lainnya, membantu mereka menjadi lebih cepat dan lebih efisien dalam prosesnya. Google Cloud Document AI mengekstrak elemen kunci — termasuk alamat, nomor artikel, harga, kuantitas, dan banyak. Otomatisasi terintegrasi dapat mendorong hasil untuk pemrosesan faktur dan pesanan pembelian Photo Credit: Google Workspace Updates Contoh peningkatan yang telah dilakukan integrasi ini pada SAP Build Process Automation adalah penggunaan AI, alat produktivitas, dan otomatisasi untuk memproses pesanan pembelian. Di masa lalu, pekerja harus memilih pesanan yang relevan di akun Gmail mereka secara manual dan mengekstrak data kunci dari file PDF besar, termasuk tanggal pesanan, detail pemasok, nomor artikel, jumlah, harga satuan, dan jumlah total. Kemudian, pekerja harus memasukkan semua item baris satu per satu ke dalam sistem SAP S/4HANA. Kini, pelanggan dapat mengekstrak dan mengatur data secara otomatis oleh Google Workspace dan Document AI. Ini bekerja dengan mengekstrak data yang ada dalam lampiran Gmail, mengunduhnya ke Google Drive, dan mengekstrak bidang menggunakan model pra-latihan Document AI. Alat tersebut kemudian memasukkan informasi pesanan gabungan dari Google Sheets ke dalam SAP S/4HANA. Otomatisasi ini akan menghindari masalah audit dan kepatuhan. Baca juga: Mengenal BigQuery Explainable AI, Alat Interpretasi Model Machine Learning SAP dan Google Cloud menjalankan otomatisasi Pencapaian proses bisnis yang paling akurat dan efisien dimungkinkan dengan kerangka kerja otomatisasi yang menyematkan aplikasi kolaborasi dan produktivitas sambil memberikan akses ke machine learning kepada pengguna. SAP Build Process Automation dikombinasikan dengan Google Cloud Document AI, dan Google Workspace telah terbukti menjadi katalis dalam mendorong inovasi dan transformasi bisnis bagi pelanggan di berbagai industri, yang menghasilkan rata-rata 22-30% waktu pemasaran lebih cepat dan keuangan yang signifikan. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana Google Cloud dan SAP membangun solusi mempercepat nilai bisnis, kunjungi halaman ini. Anda juga dapat menemukan informasi lebih lanjut tentang SAP Build Process Automation di sini. Baca juga: Menghubungkan Data SAP Lewat Cloud Data Fusion dengan Google Cloud Cortex Framework Untuk memulai transformasi Anda hari ini, pilih wilayah Platform Teknologi Bisnis SAP terbaik untuk Anda. Jika Anda belum menggunakan rangkaian produktivitas Google Workspace, EIKON Technology menyediakan Workspace for Business dan Workspace for Education, dengan prosedur implementasi menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Membangun Industri Manufaktur Berbasis Digital dengan SAP Google Cloud

  Pesatnya perkembangan digital membuat industri manufaktur harus menghadapi banyak tantangan, mulai dari besarnya biaya operasional hingga meningkatnya ekspektasi pelanggan. Kabar baiknya, berbagai tantangan tersebut tidak mustahil untuk diatasi selama ada data bisnis. Terlebih, kini umumnya perusahaan manufaktur telah menerapkan System Application and Product in Data Process (SAP) yang memang fokus pada pengolahan data. Namun, analisis data saja belumlah cukup untuk membangun industri manufaktur berbasis digital yang mampu meningkatkan produksi, meminimalisir masalah, dan jeli menemukan peluang. Agar bisa menghasilkan data yang lebih mendalam, perusahaan manufaktur perlu menggabungkan data SAP dengan data dari machine learning (ML). Caranya adalah melalui integrasi antara aplikasi SAP perusahaan dengan kemampuan ML, artificial intelligence (AI), dan analitik data dari Google Cloud. Kombinasi SAP Google Cloud mendukung percepatan digitalisasi perusahaan manufaktur. Migrasi ke sistem cloud dengan risiko minim Photo Credit: Science in HD (Unsplash) Bagi perusahaan manufaktur yang telah mengadaptasi SAP, Anda pasti paham betapa rumit prosesnya. Karenanya, wajar jika Anda merasa khawatir untuk melakukan integrasi SAP dengan Google Cloud. Bagaimana jika prosesnya lebih rumit dan memakan banyak waktu? Tenang saja, layanan Google Cloud dirancang dengan proses yang sederhana dan dilengkapi sistem keamanan mumpuni. Jika ingin mempercepat proses integrasi, Anda bisa menggunakan template otomatis SAP Google Cloud yang telah disediakan dan mengonsolidasi data SAP dalam cloud. Semua hal tersebut telah tergabung dalam Cloud Acceleration Program untuk para pengguna SAP. Menyediakan solusi migrasi bersifat pre-built, proses integrasi SAP Google Cloud pun bisa berjalan secara lebih efisien dan minim risiko. Manajemen dan integrasi data secara lebih efisien Photo Credit: Christino Morillo (Pexels) Dengan menjalankan SAP pada Google Cloud, Anda dan tim di perusahaan manufaktur dapat memanfaatkan layanan penyimpanan data yang fleksibel tanpa harus mengeluarkan biaya untuk perawatan infrastrukturnya. Nantinya, Anda tak hanya bisa mendapatkan insight berdasarkan riwayat data, tapi juga dari data-data yang bersifat real-time. Jika ingin mendapatkan hasil yang lebih optimal, gabungkan pula data-data tersebut dengan sinyal data dari perangkat Google Cloud, misalnya maps, shopping, dan weather. Dengan begini, perusahaan manufaktur dapat memperoleh insight mendalam atas berbagai faktor penting dalam proses bisnis, mulai dari perencanaan hingga kebutuhan konsumen. Analitik data dilengkapi teknologi machine learning Photo Credit: Brett Sayles (Pexels) Dalam menyimpan dan mengolah data, Google juga memanfaatkan BigQuery, warehouse analisis data tanpa server yang dirancang dengan sistem scalable. Artinya, Anda bisa terus menyesuaikan pemakaian Google BigQuery sesuai kebutuhan sehingga membantu efisiensi biaya pengeluaran. Google BigQuery mampu menganalisis data dalam jumlah besar dari berbagai sumber, termasuk sistem SAP Google Cloud, untuk menghasilkan insight yang mendalam. Bahkan Anda juga bisa mendapatkan prediksi tren dengan memanfaatkan Cloud AutoML yang dilengkapi dengan teknologi machine-learning. Dengan prediksi tren, perusahaan manufaktur dapat mengambil keputusan yang tepat dan berdampak positif terhadap masa depan bisnis. Contohnya untuk membantu meningkatkan hasil produksi, mengurangi keterlambatan produksi, dan sebagainya. Sudah saatnya industri manufaktur meningkatkan intensitas digitalisasi dalam pekerjaan sehari-hari. Menerapkan integrasi SAP Google Cloud merupakan solusi yang tepat. Sebagai langkah awal, pastikan Anda lebih dulu berlangganan Google Cloud melalui partner resmi produk Google seperti EIKON Technology. Untuk mempermudah migrasi ke Google Cloud, Anda bisa berkonsultasi dengan tim EIKON Technology. Klik di sini untuk mempelajari lebih jauh tentang Google Cloud atau langsung saja hubungi EIKON Technology! 

Collaboration, Google Cloud, Productivity

Transformasi Industri FMCG dengan Sistem SAP Google Cloud

  Sejak beberapa tahun belakangan ini, industri fast-moving consumer goods (FMCG)—atau disebut juga dengan consumer packaged goods (CPG)—sedang bergelut dengan perubahan. Konsumen mulai menginginkan pengalaman yang lebih personal dengan brand FMCG. Tak hanya itu, mereka pun memiliki standar yang meningkat terkait tanggung jawab sosial dan transparansi brand. Tuntutan perubahan pada industri FMCG juga ditujukan pada model bisnis yang dijalankan. Jika sebelumnya mayoritas konsumen mendapatkan produk FMCG dengan mendatangi supermarket, kini mulai banyak dari mereka yang mengandalkan layanan berlangganan (subscription) atau pengantaran langsung (direct-to-consumer). Menjawab berbagai tantangan tersebut, banyak perusahaan CPG mulai mengarahkan model bisnis ke arah digital. Alhasil, dibutuhkan pemanfaatan teknologi cloud yang dikenal memiliki keamanan dan fleksibilitas tinggi. Mengingat bahwa banyak perusahaan CPG yang menggunakan SAP, Anda bisa mengintegrasikannya dengan Google Cloud untuk mencapai target digitalisasi perusahaan. Sediakan data maksimal untuk analisis lebih mendalam Photo Credit: Fatos Bytyqi (Unsplash) SAP merupakan singkatan dari System Application and Product in Data Processing, yang diterapkan untuk mendukung aktivitas kerja di perusahaan atau organisasi agar bisa berjalan secara otomatis. Dengan begitu, efisiensi dan produktivitas kerja pun dapat meningkat. Idealnya, sistem SAP terdiri dari bermacam-macam modul dengan tugas masing-masing sesuai perintah. Seluruh modul tersebut akan saling terintegrasi untuk menyajikan data akurat kepada Anda. Nah, melalui kombinasi SAP Google Cloud, Anda bisa mendapatkan data atau insight secara lebih optimal. Beberapa perangkat analitik Google, contohnya Looker dan BigQuery, dapat membantu perusahaan menghubungkan data pelanggan, operasional, dan bisnis sekaligus. Caranya adalah melalui penyatuan sistem SAP dengan sinyal data Google seperti Maps, Ads, atau Shopping. Data tersebut mampu menjalankan tugas-tugas kompleks secara cepat, sehingga perusahaan dapat melakukan analisis secara mendalam dan mendapatkan insight baru seputar pelanggan dan bisnis mereka. Relatif lebih efisien, lebih hemat biaya Photo Credit: Scott Graham (Unsplash) Salah satu kelebihan sistem SAP Google Cloud adalah sifatnya yang scalable. Artinya, Anda bisa terus menyesuaikan pemakaian sistem berdasarkan perkembangan bisnis dan pasar, termasuk di industri FMCG. Hal ini memungkinkan Anda untuk melakukan efisiensi biaya. Anda hanya perlu mengeluarkan biaya untuk hal-hal yang memang diperlukan. Berdasarkan sebuah riset yang dilakukan oleh IDC, penggunaan sistem SAP pada Google Cloud mampu mengurangi biaya operasional tiga tahun hingga 46%, dengan potensi downtime yang menurun hingga 83% dan peningkatan efisiensi tim IT hingga 56%. Dengan begini, Anda dan tim di perusahaan FMCG pun bisa mengalokasikan biaya lebih untuk hal-hal krusial lain seperti eksekusi strategi marketing, riset pasar, hingga aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Membangun built-in intelligence dengan teknologi AI dan machine learning Google Photo Credit: Sai Kiran Anagani (Unsplash) Mengikuti tren pasar memang baik untuk dilakukan, terutama bagi perusahaan FMCG yang produk-produknya begitu dekat dengan konsumen. Namun, akan lebih baik jika Anda memiliki kemampuan untuk memprediksi tren tersebut dan menjadi brand yang inovatif. Dibekali teknologi machine learning dan artificial intelligence (AI), sistem SAP Google Cloud mampu memprediksi tren secara akurat. Hal ini dapat membantu banyak divisi di perusahaan FMCG dalam menjalankan tugas masing-masing. Bagi tim marketing, misalnya, kemampuan prediksi tren dari SAP Google Cloud bisa membantu mengevaluasi hasil promosi dan efektivitas biaya pengeluaran. Lalu, bagi tim supply chain, mereka dapat menggunakan hasil prediksi untuk memonitor inventaris sehingga meminimalisir terjadinya kehabisan stok.   Bagi perusahaan FMCG yang selama ini telah menggunakan sistem SAP, tingkatkan performanya melalui integrasi dengan Google Cloud. Berbagai kemudahan di atas akan Anda dapatkan dan digitalisasi perusahaan pun tak lagi mustahil dilakukan. Jadi, jangan buang-buang waktu lagi. Namun, pastikan Anda hanya berlangganan SAP Google Cloud dari partner resmi produk Google yang tepercaya seperti EIKON Technology. Anda bahkan bisa berkonsultasi dengan tim EIKON Technology untuk menentukan infrastruktur cloud paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan FMCG Anda. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!    

Scroll to Top