EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Info

Dukung Percepatan Transformasi Pelayanan Kesehatan Indonesia, EIKON Technology Resmi Menjadi HIMSS Partner

Dalam komitmennya untuk memajukan pengembangan industri teknologi informasi Indonesia, EIKON Technology terus berupaya meningkatkan kinerjanya dalam berbagai aspek. Salah satunya melalui kolaborasi positif guna memperkuat dan menciptakan standarisasi mutu layanan teknologi informasi bertaraf internasional. Paling baru, EIKON Technology menjalin sinergi dengan HIMSS (Healthcare Information and Management System). HIMSS merupakan sebuah organisasi nirlaba global yang berkantor pusat di Amerika Serikat. Berusia lebih dari 60 tahun, HIMSS didedikasikan untuk meningkatkan mutu, keamanan, efektivitas biaya, dan akses pelayanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan sistem manajemen yang terbaik. Komunitas ini beranggotakan lebih dari 100.000 individu, 480 organisasi penyedia layanan, 470 mitra nirlaba, dan 650 organisasi pelayanan kesehatan di seluruh dunia. Melalui tujuan mulianya, HIMSS ingin memperkuat jaringannya di Asia untuk mewujudkan kesehatan yang lebih merata di dunia. Photo Credit: Freepik Kolaborasi ini bertujuan untuk memenuhi setiap kebutuhan klien dan memecahkan masalah dan kondisi nyata mereka dengan memberikan solusi unik dalam membawa transformasi dan inovasi positif bagi industri layanan kesehatan di setiap faktor. Ini juga akan membantu EIKON Technology melanjutkan misi untuk menghadirkan solusi teknologi inovatif bagi industri layanan kesehatan. “Menjadi Partner HIMSS memungkinkan kami untuk berbagi keahlian kami dalam solusi perawatan kesehatan digital dengan komunitas HIMSS. Dengan pengetahuan mendalam kami tentang cloud computing dan komitmen HIMSS untuk memajukan perawatan kesehatan melalui informasi dan teknologi, kami dapat menciptakan solusi yang ampuh untuk meningkatkan hasil perawatan pasien.” —EIKON  Technology Sebagai mitra, EIKON Technology ingin memperkuat teknologi dan kemampuan konsultasi kesehatan dengan menyediakan berbagai penawaran dan layanan unik yang berbeda dalam mewujudkan transformasi positif hingga inovasi bagi pelayanan kesehatan Indonesia, di tingkat internasional. Photo Credit: Freepik Mitra HIMSS memiliki akses menuju wawasan utama, praktik terbaik, dan edukasi untuk membuat layanan kesehatan menjadi lebih mudah diakses, terjangkau, dan efisien. Dengan kemitraan ini, EIKON Technology kini dapat memanfaatkan jaringan serta sumber daya HIMSS yang luas untuk mengembangkan solusi teknologi informasi—terutama yang berbasis komputasi awan (cloud computing) bagi para penyedia layanan kesehatan di tanah air. Tentang HIMSS HIMSS (Healthcare Information and Management Systems Society) memiliki komitmen untuk mereformasi ekosistem kesehatan global melalui kekuatan informasi dan teknologi. Sebagai lembaga nirlaba, HIMSS menawarkan keahlian yang mendalam dan luas dalam inovasi kesehatan, kebijakan publik, pengembangan tenaga kerja, penelitian, dan transformasi kesehatan digital untuk memberi nasihat kepada para pemimpin dan pemangku kepentingan di seluruh ekosistem kesehatan global tentang praktik terbaik. Tentang EIKON Technology EIKON Technology mengawali debutnya sebagai salah satu dari 10 Google Apps Partners pertama di dunia dan segera menjadi penyedia layanan cloud terkemuka di Indonesia. Untuk memperluas bisnis dan memenuhi kebutuhan unik pelanggan, EIKON menyediakan berbagai Microsoft Service Solutions, tools manajemen pemasaran dan media sosial menggunakan Local Measure, keamanan tambahan untuk sistem komputasi cloud, dan layanan pencadangan cloud to cloud.

Info

Perlindungan Kebijakan API untuk Menghadapi Era Generative AI

Tahun 2023 membuktikan bahwa teknologi dapat berkembang begitu pesat saat menjadi perhatian utama. Potensi transformatif generative AI dan large language model (LLM) terlihat jelas, dan pengembangan solusi baru yang canggih terus meningkat. Namun, laju inovasi tidak boleh menjadi alasan untuk melupakan perlindungan pengguna. Sebaliknya, penting untuk fokus pada penerapan generative AI secara bertanggung jawab, penuh perhatian, dan berprinsip. Mari simak bagaimana Google Workspace membantu pengguna menghadapi era generative AI dengan kebijakan API mereka. Perlindungan kebijakan API Google Photo Credit: Freepik Ada banyak aspek dari tanggung jawab ini, namun di Google, yang ditekankan adalah melindungi data tiap pengguna. Bulan Agustus 2023 lalu, Google menguraikan bagaimana prinsip privasi inti mereka melindungi pengguna di era generative AI. Sebagai kelanjutan dari upaya tersebut, Google mengklarifikasi bagaimana kebijakan penggunaan API mereka akan selalu memastikan data Workspace pengguna digunakan secara bertanggung jawab oleh pihak ketiga. Baca juga: Ini Dia Rencana Pengembangan AppSheet sebagai Platform Tanpa Kode Cara kerja kebijakan penggunaan API Google Ekosistem terbuka menjadikan Workspace solusi terkuat bagi pengguna. Namun, ekosistem tersebut hanya dapat berkembang dengan adanya pembatas. Kebijakan API Google dirancang untuk: Menjaga pengguna tetap memegang kendali atas penggunaan data Workspace mereka. Melindungi produk dari penyalahgunaan. Menumbuhkan ekosistem yang sehat bagi pengembang untuk membangun dan berinovasi di platform Workspace. Kebijakan dan perlindungan yang telah diterapkan oleh Google dalam hal ini sangat penting untuk mempertahankan tingkat kepercayaan dan partisipasi tertinggi dari pengguna. Baca juga: Berbagai Penawaran Training untuk Mempelajari Gemini Kebijakan API Google dalam konteks Generative AI Photo Credit: Freepik “Limitation on User Data Transfer” Google melarang penggunaan data pengguna Workspace untuk melatih model AI dan/atau machine learning (ML) yang tidak dipersonalisasi. Untuk memperjelas: transfer data untuk model ML atau AI yang digeneralisasi dilarang. Developer yang mengakses Workspace API akan diminta untuk berkomitmen melalui kebijakan privasi mereka bahwa mereka tidak menyimpan data pengguna yang diperoleh melalui Workspace API untuk mengembangkan, meningkatkan, atau melatih model AI dan/atau ML yang tidak dipersonalisasi. Kebijakan tersebut menghadirkan manfaat berupa: Perlindungan API ini menyediakan lapisan perlindungan data lain bagi pengguna, mencegah paparan data pengguna yang tidak sah dan/atau tidak dapat dibatalkan. Bagi developer, aturan baru ini memperkuat kepercayaan pengguna dengan memberikan kejelasan pada perlindungan data untuk data pengguna dalam konteks LLM. Ini karena saat pengguna memiliki kepercayaan yang lebih tinggi pada ekosistem, mereka lebih aktif terlibat di dalamnya. Baca juga: Gemini Makin Canggih dengan Dukungan Generative AI Secara keseluruhan, klarifikasi kebijakan API ini memainkan peran penting dalam menjaga keamanan dan perlindungan privasi kami tetap mutakhir bagi pengguna mempertahankan ekosistem yang berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi generative AI. Dapatkan perlindungan terbaik untuk data Anda di era generative AI ini dengan Google Workspace for Business yang telah tersedia di EIKON Technology. Kami menyediakan solusi penerapan menyeluruh dengan garansi resmi. Informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Workspace

Alasan Mengapa Google Workspace Adalah Pilihan Terbaik dalam Menghadapi Serangan Cyber via Email

Email adalah tempat sebagian besar serangan siber dimulai. Faktanya, 65% dari intrusi yang berhasil pada tahun 2023 dimulai dengan phishing atau kredensial yang dicuri. Setelah penyerang memperoleh akses ke jaringan, mereka biasanya mencuri data rahasia, menyebarkan ransomware yang melumpuhkan, dan bahkan dapat mengendalikan seluruh sistem. Berbeda dengan solusi email lama, Gmail dan Google Workspace dirancang dan dibangun dengan mempertimbangkan ancaman siber. Seperti apa cara kerjanya? Sistem keamanan Gmail dan Google Workspace Photo Credit: Google Workspace Blog Workspace menawarkan sistem keamanan dinamis yang dirancang dan dibangun dengan mempertimbangkan ancaman modern. Hal ini pun diterapkan pada Gmail: Gmail menggunakan pertahanan AI mutakhir dan sinyal ancaman dari miliaran end-point untuk secara otomatis melindungi pengguna dari sebagian besar email berbahaya. Gmail juga mendeteksi dua kali lebih banyak malware dibanding produk antivirus standar pihak ketiga. Tidak seperti solusi email lama, dengan Workspace, tidak ada aplikasi klien desktop atau instans perangkat lunak lama di tempat yang perlu ditambal dan diamankan. Ini berarti permukaan serangan yang lebih kecil dan lebih sedikit pekerjaan untuk tim TI Anda. Workspace menyimpan data Anda di cloud, sehingga lebih mudah dilindungi dengan kontrol perlindungan data perusahaan, tanpa menggunakan perangkat penyimpanan end user sama sekali. Sebagai lapisan privasi dan perlindungan data lainnya, pengguna dapat mencegah vendor mengakses data Gmail dan Workspace dengan enkripsi sisi klien. Baca juga: Client-Side Encryption untuk Gmail Kini Tersedia untuk Umum, Ini Kegunaannya Pilihan yang lebih aman bagi pelanggan Photo Credit: Freepik Untuk memperluas manfaat ini ke lebih banyak perusahaan, Google meluncurkan Secure Alternative Program dari Workspace, untuk membantu perusahaan yang saat ini menggunakan solusi email dan produktivitas lama bermigrasi ke cara kerja yang lebih aman. Baca juga: Meningkatkan Konsistensi Data Gmail di Security Investigation Tool dan BigQuery Program ini mencakup harga khusus untuk Workspace Enterprise Plus dengan add-on AI Security, ditambah pertahanan ancaman, perlindungan data, dan kontrol zero-trust. Program ini juga mencakup harga khusus untuk Mandiant Incident Response Retainer, yang dapat membantu tim Anda merespons insiden lebih cepat dengan mitra keamanan tepercaya. Terakhir, program ini akan menyediakan dukungan migrasi dan manajemen perubahan khusus untuk membantu perusahaan beralih ke Workspace dalam waktu yang lebih singkat. Baca juga: Penerjemah Otomatis Gmail Kini Tersedia untuk Perangkat Seluler Keamanan telah lama menjadi alasan utama perusahaan memilih Gmail dan Workspace. Ini bisa dibuktikan dengan fitur keamanan yang terus-menerus dihadirkan dan diperbarui, mulai dari filter spam hingga pertahanan AI otomatis. Nikmati sistem keamanan canggih Gmail dari serangan siber dengan berlangganan Workspace for Business yang telah tersedia di EIKON Technology. Sebagai Google Partner, kami menyediakan solusi resmi dengan proses penerapan menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info

Add-ons Google Classroom Kini Tersedia untuk Seluruh Developers Google Workspace

Tahun 2022 lalu, Google Workspace mempermudah akses ke berbagai tools Education Technology (EdTech) secara langsung di Classroom. Saat itu, Google bermitra dengan lebih dari 20 perusahaan EdTech, termasuk Kahoot!, Pear Deck, IXL, ReadWorks, dan Nearpod, untuk membuat add-on Google Classroom. Integrasi tersebut memungkinkan pengajar dan siswa dengan mudah menemukan dan menggunakan konten pendidikan di berbagai tools EdTech favorit mereka tanpa harus membuka situs web dan aplikasi eksternal. Kini, tahun 2024, Workspace membawa gebrakan baru untuk Classroom dengan membuka akses add-ons kepada seluruh developers yang menggunakan ekosistem Workspace. Simak detail selengkapnya dalam artikel berikut! Ketersediaan umum add-ons Google Classroom Photo Credit: Freepik Per 24 Juni 2024, add-ons Classroom tersedia untuk seluruh developers yang menggunakan ekosistem Workspace. Kini, para developers dapat mengembangkan add-on yang memungkinkan pengajar melakukan hal-hal berikut di Classroom: Menemukan dan melampirkan konten ke tugas sekolah; Preview konten dari sudut pandang siswa; Meninjau respons siswa terhadap aktivitas; Menghemat waktu dengan penilaian otomatis terhadap respons siswa. Add-on akan melengkapi fitur Classroom API lainnya, sehingga memungkinkan pengajar dan siswa menikmati konten tanpa harus meninggalkan Google Classroom. Baca juga: Perubahan Pemutar YouTube di Google Workspace for Education Mulai mengakses add-on Classroom Admins:  District admins harus mengaktifkan akses ke add-on agar pengajar bisa menggunakan fitur-fitur ini. Anda dapat mengunjungi halaman Help Center ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang petunjuk penginstalan fitur add-on dan add-on individual untuk domain, OU, atau grup. Setelah berhasil menyiapkan add-on, distrik Anda bisa langsung menggunakan perlengkapan pengembangan profesional ini—yang mencakup presentasi dan rencana pelajaran—untuk melatih para pengajar tentang cara menggunakan add-on. Baca juga: Update Transformation Reports Google for Education untuk Implementasi yang Lebih Optimal Developers: Seluruh developer kini dapat membuat add-on Classroom. Anda dapat mempelajari cara memulainya dengan menyimak Developer Documentation ini.  Pengajar:  Jelajahi Google Workspace Marketplace atau Google for Education App Hub untuk menemukan dan memasang add-on yang dapat Anda pasang sendiri. Setelah memasang add-on, Anda akan melihat modul “add-on” saat membuat Announcements, Assignments, atau Materials. Pilih salah satu penyedia yang tercantum untuk meluncurkan add-on mereka. Kunjungi halaman Help Center ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang penggunaan add-on di Classroom. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Akses menuju add-on Google Classroom, termasuk ruang pengembangannya kini telah tersedia untuk umum dan dapat digunakan oleh seluruh pengguna Google Workspace edisi Education Plus dan Teaching & Learning Upgrade. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online yang Aman dengan Google for Education Update ini memberikan kemudahan bagi para pengajar dan developer untuk mengakses sekaligus mengembangkan add-on Google Classroom. Akses pun bisa langsung Anda dapatkan secara mudah, cukup dengan berlangganan Workspace for Education yang telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan, hubungi kami di sini!

Google Workspace

Panel Samping Gmail Kini Dilengkapi Gemini, Apa Fungsinya?

Melengkapi update di Google Docs, Google Sheets, Google Slides, dan Drive, kini panel samping Gemini bisa Anda temukan di Gmail. Lalu, apa fungsinya? Gemini di panel samping Gmail Photo Credit: Google Workspace Updates Update terbaru Gmail ini dibuat untuk memanfaatkan model Google yang paling mumpuni, termasuk model Gemini 1.5 Pro dengan jendela konteks yang lebih panjang dan penalaran yang lebih canggih, kini Anda dapat menggunakan Gemini di Gmail di web untuk: Merangkum utas email; Menyarankan respons ke utas email; Mendapatkan bantuan dalam menyusun email; Mengajukan pertanyaan dan menemukan informasi tertentu dari email di kotak masuk atau dari file Google Drive Anda. Baca juga: Gemini for Workspace Makin Canggih dengan Dukungan Generative AI Sama dengan di Docs atau Sheets, Gemini di Gmail juga akan memberi petunjuk awal untuk membantu Anda memulai, tapi Anda juga bisa mengajukan pertanyaan bebas. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk membalas email lebih cepat, tanpa harus meninggalkan Gmail. Photo Credit: Google Workspace Updates Per 24 Juni 2024, Anda juga bisa menggunakan Gemini di aplikasi seluler Gmail untuk menganalisis thread dan melihat ringkasan email, seperti panel samping versi web. Ini akan membantu Anda saat sedang bepergian, karena membaca email yang panjang dapat memakan waktu dan bahkan sedikit menantang di layar yang lebih kecil. Ke depannya, Google juga akan merilis fitur tambahan untuk Gmail mobile, berupa Contextual Smart Reply dan Gmail Q&A. Mulai menggunakan panel samping Gemini di Gmail Admins: Untuk mengakses Gemini di panel samping Gmail, pengguna perlu mengaktifkan fitur cerdas dan personalisasi. Admin dapat mengaktifkan pengaturan personalisasi default untuk pengguna mereka di konsol Admin. End users:  Di web, Anda dapat mengakses Gemini di panel samping Gmail dengan mengeklik “Ask Gemini” di sudut kanan atas Gmail. Di ponsel, Anda dapat mengakses Gemini dengan mengetuk chip “summarize this email” di utas email. Baca juga: Berbagai Penawaran Training untuk Mempelajari Gemini for Workspace Ketersediaan Panel samping Gemini di Gmail tersedia bagi pelanggan Workspace dengan add-on Gemini Business and Enterprise, add-on Gemini Education and Education Premium, dan Google One AI Premium. Web Domain rilis cepat: Rollout penuh mulai 24 Juni 2024; Domain rilis terjadwal: Rollout bertahap (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas), mulai tanggal 8 Juli 2024. Mobile Domain rilis cepat dan terjadwal: Rollout bertahap (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas), mulai tanggal 24 Juni 2024. Baca juga: Gemini AI Resmi Hadir di Panel Samping Google Workspace Panel samping Gemini di Gmail ini akan memudahkan pengelolaan email, termasuk saat Anda harus mengaksesnya melalui ponsel. Gemini tersedia gratis bagi Anda pelanggan Google Workspace for Business. Belum berlangganan? Anda bisa langsung mendapatkannya di EIKON Technology. Kami merupakan official partner Workspace untuk distribusi Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Lebih Ringkas, Kini Seluruh Learning Tools Interoperability Ada dalam Satu Tempat: Google Workspace LTI™

Learning Tools Interoperability (LTI) adalah sebuah teknologi pendidikan yang memungkinkan sistem pembelajaran untuk berjalan di sistem eksternal. Misalnya, Learning Management System (LMS) dapat menggunakan LTI untuk hosting konten dan alat kursus yang disediakan oleh sistem pihak ketiga eksternal di situs web, tanpa mengharuskan pengguna untuk masuk secara terpisah. Google sendiri memiliki Google Workspace Learning Tools Interoperability™ (Google Workspace LTI™) untuk LMS. Interoperabilitas ini telah menggunakan standar LTI yang dikembangkan oleh 1EdTech (pelopor LTI). Lalu, bagaimana cara menggunakannya? Tentang Google Workspace LTI™ Google Workspace LTI™ mencakup Assignments LTI™, Google Drive LTI™, dan Google Meet LTI™. Dengan Assignments LTI™, Anda dapat: Mendistribusikan, menganalisis, dan menilai pekerjaan siswa dengan Google Workspace for Education; Menganalisis laporan keaslian penyerahan pekerjaan siswa untuk menghemat waktu dan memastikan keaslian. Sedangkan Google Meet LTI™, memungkinkan Anda untuk dapat menggunakan Meet langsung di LMS secara seamless tanpa perlu berpindah-pindah aplikasi. Baca juga: Google Assignments for Canvas: Lebih Banyak Opsi untuk Berikan Penilaian Integrasi Google Workspace LTI™ Photo Credit: Freepik Ke depannya, seluruh LTI, termasuk Assignments LTI™ dan Google Drive LTI™ akan digabungkan ke dalam satu kategori, yaitu Google Workspace LTI™. Tidak ada perubahan fungsi dengan pembaruan ini, namun Anda akan menemukan hal-hal berikut: Assignments akan berubah nama menjadi Google Workspace LTI™ di konsol Admin dan Google Workspace LTI™ di konsol Google Cloud. Seluruh tool LTI akan dikelola di konsol Admin dengan layanan Google Workspace LTI™. Google Assignments Help Center akan berganti nama menjadi Google Workspace LTI™, namun forum komunitasnya akan tetap sama. Baca juga: 5 Fitur Google Classroom Terbaru Penuhi Kebutuhan Belajar-Mengajar Masa Kini Mulai menggunakan LTI™ Perubahan ini tidak akan berpengaruh pada end user secara langsung. Sebagai end user, Anda juga tidak perlu melakukan pengaturan tambahan apa pun. Bagi Administrator, perubahan pada LTI™ akan langsung terjadi secara otomatis tanpa pengaturan tambahan apa pun. Anda dapat mengunjungi halaman Help Center ini untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Google Workspace LTI™. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Integrasi LTI Google Workspace ini telah tersedia dan bisa langsung digunakan. Administrator tidak perlu melakukan pengaturan tambahan apa pun untuk mengintegrasikan seluruh tools LTI yang ada dalam rangkaian produktivitas Workspace. Layanan ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace for Education edisi Fundamentals, Standard, Plus, serta Teaching & Learning Upgrade. Baca juga: 5 Cara Google Workspace for Education Membantu Pengajar dan Siswa Tetap Aman di Dunia Maya Integrasi terbaru Learning Tools Interoperability ini tersedia di Google Workspace for Education yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Sebagai authorized reseller Google untuk Indonesia, EIKON Technology menyediakan produk resmi berlisensi. Kami juga menyertakan layanan konsultasi untuk memastikan kelancaran proses implementasi produk. Informasi selengkapnya mengenai produk, silakan klik di sini!

Info

Kelola eSignature di Google Workspace Kini Jadi Makin Mudah, Begini Caranya

Akhir bulan Juni 2024 ini Google Workspace meluncurkan beberapa update. Salah satunya adalah update untuk pengelolaan eSignature. Simak detail selengkapnya berikut! Update eSignature Google Workspace Update terbaru eSignature Google Workspace akan membantu administrator dalam mengelola kemampuan pengguna saat mereka meminta eSignature. Untuk mengonfigurasi setelan ini, administrator cukup masuk ke menu Apps di konsol Admin. Selanjutnya, pilih opsi Google Workspace > Drive and Docs > eSignature. Admin dapat mengelola akses eSignature di tingkat organizational unit (OU) maupun grup, seperti tampak dalam gambar berikut: Photo Credit: Google Workspace Updates Melalui pemutakhiran ini, admin dapat mengelola akses ke eSignature sebelum fitur diluncurkan ke end user. Itu artinya, hanya kelompok yang sesuai yang akan diperbolehkan untuk meminta eSignature. Penting untuk diingat, kontrol admin tidak membatasi pengguna untuk memberikan eSignature melalui fitur tersebut. Baca juga: Tips Memilih Tanda Tangan Elektronik yang Tepat untuk CRM Bisnis Anda eSignature untuk Google Docs akan segera diluncurkan untuk end user Mengikuti update ini, Google Workspace akan meluncurkan eSignature untuk Google Docs kepada end user. Fitur tanda tangan elektronik ini menawarkan berbagai kapabilitas untuk membantu Anda menyederhanakan proses permintaan dan pengambilan tanda tangan elektronik. Secara khusus, dengan fitur ini Anda dapat: Meminta eSignature, termasuk tanda tangan elektronik tidak hanya dari satu pengguna saja, bahkan dari pengguna non-Gmail; Melihat status tanda tangan yang tertunda dan memastikan tanda tangan sudah dibubuhkan pada formulir atau kontrak yang Anda ajukan; Menyimpan templat kontrak untuk memulai beberapa permintaan eSignature; Melihat jejak audit kontrak yang telah selesai; Menggunakan kolom teks khusus untuk meminta informasi tambahan dari penanda tangan, seperti jabatan, alamat email, dan lainnya; Menandatangani kontrak dari PC maupun perangkat seluler. Baca juga: eSignature untuk Google Docs dan Drive, Apa Keunggulannya? Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Freepik Bagi administrator, fitur ini akan otomatis aktif (secara default) dan dapat dikonfigurasi, baik di tingkat OU, maupun grup. Anda dapat mengunjungi dokumentasi dari Google Workspace ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang eSignature Workspace. Ketersediaan Pengaturan administrator Untuk domain rilis cepat dan rilis terjadwal: Rollout penuh (1-3 hari untuk visibilitas fitur) pada tanggal 24 Juni 2024. Bagi end user Untuk domain rilis cepat dan rilis terjadwal: Rollout bertahap (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur) mulai tanggal 15 Juli 2024. Fitur eSignature ini tersedia bagi pelanggan Google Workspace edisi Business Standard dan Plus, Enterprise Starter, Standard, dan Plus, Enterprise Essentials dan Essentials Plus, serta Education Plus. Baca juga: eSignature Kini Tersedia bagi Pelanggan Google Workspace Individual Hadirnya fitur eSignature ini akan memudahkan Anda untuk menambahkan tanda tangan elektronik secara mudah tanpa berpindah dokumen dan aplikasi. Agar performa fitur baru ini lebih optimal, jangan lupa berlangganan edisi Workspace yang memenuhi syarat pengajuan eSignature, seperti Workspace for Business yang bisa Anda dapatkan di EIKON Technology, partner resmi Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info

Gemini for Workspace Makin Canggih dengan Dukungan Generative AI

Google baru saja merilis terobosan barunya yang dibekali dengan generative AI, yakni Gemini for Google Workspace. Artikel kali ini akan membahas kecanggihan apa saja yang dapat dilakukan fitur tersebut. Mari kita simak bersama! Side panel Gemini for Workspace 1.5 Pro Photo Credit: Google Workspace Blog Generative AI Gemini for Workspace hadir untuk membantu Anda meningkatkan produktivitas dengan mengubah cara kerja. Salah satu contohnya, Help me write di Docs dan Gmail yang akan membantu Anda mendapat ide untuk menulis. Baca juga: Berbagai Penawaran Training untuk Mempelajari Gemini for Workspace Kini kapabilitas tersebut dikembangkan hingga menjadi suatu side panel yang lebih mudah diakses. Side panel Gemini for Workspace telah tersedia bagi pengguna seluruh pengguna Labs, Gemini for Workspace, dan Google One AI Premium. Photo Credit: Google Workspace Blog Gemini di Gmail mobile   Photo Credit: Google Workspace Blog Saat Anda sedang bepergian, membaca rangkaian email yang panjang dapat memakan waktu. Sebagai Solusi, Gemini meluncurkan sebuah kapabilitas yang dapat menganalisis rangkaian email dan kemudian membuat ringkasan, Selain itu, Gemini for Workspace juga menghadirkan fitur Smart Reply yang memungkinkan Anda untuk segera menanggapi email hanya dengan satu ketukan. Fitur ini juga telah dibekali dengan generative AI sehingga balasan Anda akan tetap terdengar natural. Baca juga: Gemini AI Resmi Hadir di Panel Samping Google Workspace Sederhanakan alur kerja dengan Gemini Photo Credit: Google Workspace Blog Alur kerja yang repetitif terlihat sepele, namun jika sudah menumpuk, tentu akan menjadi beban. Dengan generative AI Gemini, tugas-tugas umum bisa lebih mudah dilakukan atau bahkan dijalankan secara otomatis. Dengan Gemini, Anda tak perlu repot lagi melakukan tugas umum seperti mengumpulkan invoice yang berserakan di email sebagai lampiran. Gemini akan membantu mengenali lampiran tersebut dan secara otomatis menatanya di Drive dan Sheets. Ini tidak hanya menghemat beban Anda untuk melakukannya secara manual saat lampiran masuk, tapi juga dapat mengotomatiskan proses tersebut di masa mendatang. Baca juga: Membangun Aplikasi Gen AI untuk Perusahaan Dengan LLM dari Database Google Cloud Anda dapat memulai Gemini for Workspace dengan uji coba Google One AI Premium tanpa biaya untuk konsumen atau dengan add-on Gemini for Workspace Business. Belum menggunakan Workspace? Tak perlu khawatir karena Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Workspace untuk Indonesia, kami menyediakan solusi menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan dan biaya, silakan hubungi kami di sini!

Info

Berbagai Penawaran Training untuk Mempelajari Gemini for Workspace

Google Workspace memberdayakan individu dan bisnis untuk terhubung, berkreasi, dan berkolaborasi dengan aman dari mana saja. Dengan rangkaian alat yang canggih, termasuk kemampuan generative AI, akan selalu ada kemungkinan pengguna kesulitan untuk memulai atau memanfaatkan rangkaian produktivitas ini. Berikut panduan untuk memulai pengalaman dengan Google Workspace dan Gemini for Workspace. Mulai menggunakan Google Workspace dan Gemini for Workspace Jika Anda baru menggunakan Google Workspace, Learning Center adalah titik awal yang tepat. Di sana Anda bisa menemukan panduan untuk memastikan pengguna siap menggunakan Workspace sejah hari pertama, dengan topik seperti cara menyiapkan Chrome, Gmail, dan Kalender di seluruh perangkat perusahaan. Untuk pengguna yang sudah berpengalaman, Google Workspace telah menambahkan fitur dengan dukungan AI untuk membantu meningkatkan produktivitas. Anda bisa menggunakan Gemini for Workspace untuk menulis draf pertama dokumen dengan cepat, meringkas rangkaian email, hingga mengilustrasikan presentasi. Training spesifik Photo Credit: Freepik Workspace juga menawarkan berbagai training dan panduan pelatihan untuk disesuaikan dengan tujuan pembelajaran serta kasus penggunaan yang berbeda. Anda bisa mulai dari Google AI Essentials, training mandiri yang dirancang untuk membantu pengguna dari berbagai peran dan industri mempelajari keterampilan AI yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas. Selanjutnya Anda dapat mencoba aplikasi dengan panduan yang spesifik, seperti panduan manajemen proyek ini atau panduan dalam sektor finansial. Baca juga: Gemini AI Resmi Hadir di Panel Samping Google Workspace Training lebih mendalam Photo Credit: Freepik Jika Anda tertarik untuk mengikuti pelatihan lebih lanjut, Google Workspace juga menawarkan sejumlah opsi pelatihan sesuai permintaan, mulai dari courses hingga hand-on labs, tersedia di Google Cloud Skills Boost. Gemini for Google Workspace: Jelajahi fitur generative AI di Google Workspace dengan rangkaian enam mini course. Calendar: Mempelajari cara membuat dan mengelola acara, berbagi kalender, dan membuat jadwal Anda dapat ditemukan orang lain. Chat: Mempelajari cara berkolaborasi dengan tim di satu tempat, menggunakan Direct Messages dan Spaces.  Docs: Meningkatkan kolaborasi kreatif dengan komentar dan action items, personalized preferences, dan tool Google Docs Explore. Baca juga: Closed Caption Google Meet Kini Diperluas Ke 31 Bahasa Tambahan, Apa Saja? Drive: Lakukan lebih banyak hal pada aset Anda dengan mengatur, melindungi, dan berbagi file. Gmail: Jelajahi tindakan, setelan, dan fitur yang akan membantu Anda mengatur kotak masuk dengan lebih baik dan menulis email yang lebih menarik. Meet: Bertemu langsung dengan tim Anda, di mana pun mereka berada, melalui video meeting. Sheets: Membuat, mengedit, dan berkolaborasi pada Sheets langsung di browser Anda tanpa memerlukan perangkat lunak tambahan. Sheets – Advanced Topics: Maksimalkan data Anda dengan rumus, fungsi, bagan, dan tabel. Slides: Bangun dan berkolaborasi dalam presentasi profesional untuk proposal, penjualan, pemasaran, dan pelatihan. Baca juga: Pengembangan Aplikasi Tanpa Coding di Bidang Energi Anda dapat melihat rangkaian lengkap referensi training Google Worskapce dan seri Beyond the prompt, yang menawarkan contoh dan tips ahli untuk membantu Anda meningkatkan penggunaan Gemini for Workspace. Belum menggunakan Workspace? EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Workspace for Business khusus untuk penggunaan skala besar dengan solusi penerapan menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Memahami Kebocoran Data yang Terjadi di Single-Page Applications

Heap adalah wilayah dalam memori komputer yang digunakan untuk alokasi memori dinamis, tempat data disimpan dan dikelola selama eksekusi program. Dalam konteks browser, heap penting untuk mengelola alokasi memori untuk dan Document Object Model (DOM). Di browser seperti Google Chrome, ukuran heap mengacu pada jumlah memori yang dialokasikan untuk eksekusi JavaScript dalam browser. Heap dikelola oleh mesin JavaScript V8 Chrome, yang mendukung browser. Ukuran heap sangat bervariasi, bergantung pada beberapa faktor, termasuk sumber daya sistem pengguna dan versi browser tertentu. Kebocoran memori Kebocoran memori terjadi saat memori yang dialokasikan untuk suatu objek dalam program komputer tidak dilepaskan dengan benar. Ini bisa terjadi karena kesalahan pemrograman atau ketidakefisienan dalam cara pengelolaan memori oleh program. Memori dalam program komputer ibarat air dalam ember. Saat membutuhkan air, maka Anda akan mengisi ember dan saat selesai, ember akan dikosongkan. Program akan mengalokasikan memori untuk objek, saat objek tersebut dibuat dan melepaskan memori saat objek tersebut tidak diperlukan lagi. Nah, saat terjadi kebocoran memori, ini ibarat ember tadi memiliki lubang. Sama seperti air yang keluar, memori yang seharusnya dilepaskan justru tertahan, menyebabkan penumpukan memori yang tidak terpakai hingga akhirnya dapat memperlambat atau membuat program terhenti. Baca juga: Tips Meningkatkan Performa Single-Page Application untuk Meningkatkan User-Experience dengan Freshchat Single-page applications: Rentan terhadap kebocoran memori Single-page applications (SPA) yang dibangun pada kerangka kerja seperti Ember, React, atau kerangka kerja JavaScript modern lainnya tidak lebih rentan terhadap kebocoran memori dibandingkan multi-page applications. Namun mereka lebih rentan terhadap masalah manajemen memori karena karakteristik dan kompleksitas spesifiknya. Berikut beberapa alasan mengapa SPA lebih rentan terhadap kebocoran memori: Umur halaman lebih lama; Pendengar acara; Siklus referensi; Penyimpanan data dalam cache. Mitigasi kebocoran memori Untuk mengurangi kebocoran memori di SPA, pengembang harus rajin mengelola memori dan sumber daya. Ini termasuk: Mengelola siklus hidup komponen, pendengar peristiwa, dan objek dengan benar. Mengidentifikasi dan memutus siklus referensi. Menggunakan alat dan pustaka bawaan untuk pembuatan profil memori dan debugging. Menguji dan membuat profil aplikasi secara menyeluruh untuk menangkap dan mengatasi kebocoran memori. Baca juga: 5 Tips untuk Merancang Manajemen IT dengan Penerapan AI Monitoring memory leaks Photo Credit: Freshworks Blog Anda bisa menggunakan alat pengembang browser (misalnya, Chrome DevTools, Firefox Developer Tools) untuk membuat profil penggunaan memori. Carilah peningkatan konsumsi memori secara konsisten. Cuplikan heap di alat pengembang dapat mengungkap objek yang disimpan dan membantu mengidentifikasi bagian mana dari kode Anda yang menyebabkan kebocoran memori. Baca juga: Cara Menata Ulang IT Self-Service untuk Meningkatkan Performa Karyawan Single-page application (SPA) tidak terlalu rentan terhadap risiko kebocoran memori, tapi lebih rentan terhadap masalah manajemen memori karena karakteristik dan kompleksitas spesifiknya. Sebagai solusi, Anda bisa memanfaatkan berbagai fitur yang ditawarkan Freshworks, EIKON Technology sebagai authorized reseller partner Freshworks, menyediakan single-page application Freshchat resmi dan bergaransi. Kami siap membantu Anda dalam seluruh proses penerapan solusi untuk mendapatkan hasil terbaik. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Scroll to Top