EIKON Technology

Author name: EIKON Technology

Info

Ini Dia Rencana Pengembangan AppSheet sebagai Platform Tanpa Kode Unggulan

AppSheet merupakan platform terintegrasi Google Workspace yang memungkinkan siapa pun untuk dapat mengembangkan aplikasi tanpa kode. Seiring dengan berubahnya model kerja, kebutuhan terhadap tool tanpa kode yang memungkinkan kerja hybrid semakin meningkat. Sebagai pemain utama dalam platform tanpa kode, AppSheet terus-menerus melahirkan inovasi dan membangun solusi baru untuk memecahkan tantangan yang dihadapi pengguna. Berikut beberapa “bocoran” pengembangan AppSheet pada semester kedua tahun 2024 ini! Bagaimana AppSheet mengubah dinamika kerja para pelanggannya Mempercepat transformasi digital skala besar AppSheet telah menjadi kunci keberhasilan strategi pengembangan aplikasi di Globe Telecom. Program mereka mencakup penerapan lebih dari 200 aplikasi yang dikembangkan oleh karyawan, menghasilkan pengurangan waktu pemrosesan sebesar 79.8% dan penghematan hingga US$6,7 juta pada tahun pertama penerapannya. Memberdayakan pengembang pemula Photo Credit: Freepik Perusahaan material asal Jepang, Lixil, memberdayakan karyawan mereka untuk menggunakan tool digital. Ini terbukti menjadi sebuah pendekatan yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Dalam setahun, karyawan dari berbagai divisi dapat menciptakan ~850 aplikasi untuk memecahkan masalah bisnis dan meningkatkan produktivitas dengan bantuan AppSheet. Baca juga: Kenalan dengan Apps Script Connector for AppSheet untuk Otomatisasi Alur Kerja Google Workspace Rencana AppSheet Photo Credit: Freepik Berikut adalah beberapa fokus utama AppSheet untuk waktu mendatang: Pengembangan aplikasi yang mudah dengan AppSheet Database Kunci keberhasilan strategi transformasi digital adalah memastikan semua orang memiliki pemberdayaan yang sama. Tahun lalu, Asana meluncurkan preview AppSheet Database untuk menyederhanakan pembuatan aplikasi dan mengintegrasikannya dengan platform lain. Tingkatkan kolaborasi dan pengalaman pengguna AppSheet memperkenalkan aplikasi Chat untuk membantu mendigitalkan proses komunikasi Anda. Buat Chat Apps (chatbots) dan terapkan dalam perusahaan Anda, tentunya tanpa menulis satu baris kode pun. Selain itu, AppSheet juga akan memudahkan proses pembuatan aplikasi desktop dengan membangun Desktop User Experience. Baca juga: Kini, Buat Aplikasi untuk Google Chat Jadi Makin Mudah dengan AppSheet Tata kelola dan kepatuhan AppSheet menyederhanakan tata kelola dalam skala besar. Pada tahun 2022 lalu, AppSheet memperkenalkan kebijakan tata kelola yang diperluas untuk mengontrol perilaku dan batasan platform. Selain itu, administrator AppSheet kini dapat memiliki kontrol hierarki atas manajemen tim dalam akun mereka untuk memungkinkan pengawasan terpusat. Kemitraan Pada tahun 2022 lalu, AppSheet mengumumkan investasi mereka pada budaya pengembangan masyarakat. Kemudian pada awal tahun 2023, AppSheet telah berhasil mencapai silver tier level dari Project Management Institute (PMI) Citizen Developer™  Partner Program. Baca juga: Mengintip Rencana Pengembangan AppSheet untuk 2023, Seperti Apa? AppSheet telah terintegrasi dengan Google Workspace sehingga akan menyederhanakan alur kerja Anda. Kapabilitas pembuatan aplikasi ini telah tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace yang memiliki AppSheet edisi Starter, Core, maupun Enterprise. Belum berlangganan Workspace? EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Workspace for Education dan Workspace for Business untuk Anda dengan implementasi yang menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info

Tools Baru dari Asana untuk Membantu Anda Mencapai Kepemimpinan yang Optimal

Perkembangan teknologi yang pesat seperti sekarang ini memudahkan para pemimpin untuk dapat membekali tim mereka dengan tools yang akan mendukung fokus dan produktivitas. Asana baru saja memperkenalkan serangkaian penyempurnaan baru yang dirancang untuk membantu Anda melakukan hal tersebut. Bantu karyawan dapatkan gambaran besar Asana Goals memungkinkan Anda menghubungkan misi perusahaan dengan pekerjaan sehari-hari dalam satu tempat bersama. Kemudian dengan fitur My Goals, anggota tim bisa melihat bagaimana proyek mereka dapat mencapai tujuan yang lebih besar. Fitur Automatic progress roll-up memungkinkan Anda melacak kemajuan tujuan tim dan mengidentifikasi hambatan secara real-time—mengurangi manajemen mikro dan rapat yang memakan waktu. Selain itu, dengan Comment-only Goals, Anda dapat membagikan tujuan ke seluruh organisasi sekaligus mencegah pengeditan yang tidak diinginkan. Baca juga: Solusi Manajemen Tugas Asana Kini Tersedia di EIKON Technology Mode fokus Saat Anda fokus, pekerjaan akan lebih mudah terselesaikan. Namun, akan sulit untuk tetap berada fokus saat Anda terus-menerus menerima notifikasi. Untungnya, Asana kini menyediakan cara untuk membatasi gangguan tersebut. Photo Credit: Freepik Dengan mengaktifkan Do Not Disturb, Anda dapat menetapkan batasan dan mengambil kendali penuh kapan notifikasi dikirimkan. Selain itu, ke depan, Asana juga akan meluncurkan fitur desktop yang memberikan kemampuan untuk mencadangkan waktu dan menjeda pemberitahuan untuk tugas tertentu, sehingga Anda dapat menggunakan jam kerja ke prioritas utama—tanpa gangguan. Integrasi untuk mengurangi distraksi Ketergantungan yang besar pada terlalu banyak aplikasi menyebabkan gangguan yang kemudian berakibat pada terlewatnya deadline dan jam kerja lebih lama. Untuk meningkatkan efisiensi, Anda dapat menambahkan aplikasi utama —seperti Zoom, Salesforce, Clockwise, dan lainnya—langsung di Asana. Tersedia pula integrasi di My Task, sehingga Anda dapat meningkatkan produktivitas tim. Misalnya, dengan integrasi Slack, Anda bisa dengan mudah mengubah pesan Slack menjadi tugas yang bisa segera ditindaklanjuti di My Task, jadi tugas bisa segera dikerjakan tanpa berpindah aplikasi. Baca juga: Memberdayakan Inovasi agar Dapat Membangun Bisnis yang Adaptif Mendengarkan masukan Pemimpin terbaik menciptakan ruang aman di mana para pekerja didengarkan. Pertemuan 1:1 penting bagi manajer dan karyawan untuk mendorong keselarasan, membangun hubungan baik, dan mendorong komunikasi terbuka. Asana memperbarui fitur 1:1 project template yang memungkinkan Anda merencanakan rapat dan melakukan percakapan yang bisa ditindaklanjuti. Photo Credit: Freepik Tersedia pula fitur Forms yang dapat digunakan untuk mengumpulkan, mengatur, dan melacak masukan karyawan dalam skala besar. Nantinya Forms dapat disematkan langsung ke situs internal Anda, sehingga menciptakan pengalaman yang lebih efisien untuk memberikan masukan. Baca juga: Tantangan Bisnis Modern yang Dialami Para CEO Asana telah membantu lebih dari 93.000 perusahaan dalam mengelola pekerjaan mereka, baik itu proyek kecil maupun inisiatif strategis. Perusahaan terkemuka mengandalkan Asana untuk mengelola segalanya mulai dari tujuan perusahaan hingga transformasi digital, baik peluncuran produk maupun kampanye pemasaran. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam mengimplementasikan solusi cloud kolaborasi dan manajemen kerja, EIKON Technology telah mengembangkan layanan yang memenuhi kebutuhan pelanggan untuk mendapatkan hasil optimal dari platform manajemen kerja Asana. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info

5 Pembaruan dari AppSheet dengan Dukungan AI yang Akan Mudahkan Pembuatan Aplikasi

Agar tetap kompetitif, perusahaan perlu membangun aplikasi yang dapat mengotomatiskan alur kerja, meningkatkan produktivitas, dan terhubung dengan pelanggan. Inovasi terbaru dalam AI semakin memudahkan pengembangan aplikasi tanpa kode. Artikel ini akan membahas bagaimana AppSheet memudahkan Anda membuat aplikasi dan otomatisasi alur kerja dengan tools intuitif tanpa perlu kode apa pun. 1. Pembuatan aplikasi dengan dukungan AI Photo Credit: Google Workspace Blog AppSheet baru saja meluncurkan pengembangan aplikasi bertenaga AI melalui Duet AI, tool canggih yang mengubah deskripsi natural language dari solusi yang Anda perlukan menjadi aplikasi fungsional. Duet AI menghadirkan kemampuan AI generatif ke AppSheet, memungkinkan siapa pun, apa pun keahlian teknisnya, membuat aplikasi transformatif yang mengotomatiskan alur kerja, menyederhanakan proses, dan meningkatkan produktivitas. 2. Manfaatkan AI untuk dukung proses bisnis Photo Credit: Google Workspace Blog AppSheet telah memperkenalkan beberapa fitur yang didukung AI. Salah satunya adalah fitur untuk mengotomatiskan input suara dan data sehingga tak perlu lagi melakukan entri data manual. Input suara dan data yang didukung AI secara signifikan mengurangi risiko kesalahan manusia, memastikan keakuratan dan konsistensi data. 3. Smart chips untuk tingkatkan produktivitas tim Photo Credit: Google Workspace Blog Smart chips adalah konektor data transformatif, yang dirancang untuk memudahkan proses pengambilan keputusan. Tool ini secara intuitif mengintegrasikan informasi real-time dari aplikasi AppSheet Anda ke Google Docs. 4. Menyusun built-in database yang aman AppSheet kini menawarkan built-in database yang dapat diskalakan untuk membantu mendukung aplikasi yang Anda buat. Antarmukanya yang ramah pengguna memudahkan untuk berbagi dan mengelola data secara aman dengan kontrol akses untuk manajer dan tim TI. Database AppSheet menyederhanakan proses pembuatan aplikasi dengan integrasi mendalam dengan platform AppSheet. Setiap aplikasi yang dibuat oleh Duet AI di AppSheet menggunakan database AppSheet, menjadikannya sumber data pilihan untuk pengembangan yang didukung AI di AppSheet. 5. Mengontrol dan menjaga data Anda AppSheet telah membuat kemajuan signifikan dalam tata kelola data, menawarkan berbagai fitur baru kepada pelanggan untuk mengelola data secara aman. Pengguna dapat memilih untuk menyimpan dan memproses data AppSheet mereka di UE, untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan regional. AppSheet juga memungkinkan domain Workspace sekunder disertakan sebagai pengguna internal, sehingga menyederhanakan kolaborasi dan kontrol akses. Baca juga: Kini, Buat Aplikasi untuk Google Chat Jadi Makin Mudah dengan AppSheet Dengan pembaruan di atas, perusahaan Anda bisa mendapat lebih banyak manfaat dibanding sebelumnya. Ini akan membukan peluang untuk merombak sistem lama, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, hingga mendorong pertumbuhan bisnis. Seluruh kemudahan AppSheet dapat Anda nikmati dengan berlangganan Google Workspace for Business melalui EIKON Technology. Kami menyediakan paket implementasi yang menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info

Menyeimbangkan Produktivitas dan Keamanan Data

Memberikan akses istimewa kepada pengguna adalah sebuah praktik umum. Administrator melakukannya agar pengguna memiliki akses untuk mengelola tugas administratif di perangkat mereka. Hal ini memang bisa dilakukan secara manual, tapi dapat menimbulkan risiko keamanan. Namun di sisi lain, pengelolaan akses yang terlalu ketat dapat menimbulkan hambatan bagi pengguna ketika mereka mencoba menyelesaikan pekerjaan. Lalu, apa yang harus dilakukan? Tantangan yang dihadapi administrator Photo Credit: Freepik Managed service provider (MSP) adalah garda terdepan dalam melawan ancaman siber. Mereka selalu aktif fokus dalam memberikan solusi untuk meningkatkan keamanan klien, tanpa mengorbankan efisiensi dan pengalaman pengguna. Membatasi atau menghapus hak istimewa yang lebih tinggi pada perangkat pengguna dapat mengatasi kedua area masalah tersebut dengan menyeimbangkan produktivitas dan keamanan secara aman. Sering kali, meningkatkan hak istimewa bisa menjadi proses manual yang melelahkan. Admin TI dan MSP harus menyiapkan, memelihara, dan menghapus izin pengguna akhir. Kesalahan bisa terjadi kapan saja dan dapat merugikan keamanan data perusahaan. Baca juga: Cara Mengintegrasikan Active Directory dengan JumpCloud JumpCloud Temporary Elevated Device Privileges menjadikan pengelolaan akses sebagai peluang, bukan hambatan bagi pengguna. Layanan ini akan membantu admin TI meningkatkan dan menghapus izin pengguna pada perangkat dalam jangka waktu tertentu secara otomatis. Iini juga meningkatkan efisiensi perusahaan sekaligus mengoptimalkan postur keamanan. Layanan utama JumpCloud Temporary Elevated Device Privileges Mengelola hak istimewa pengguna: Kemampuan untuk mengatur hak istimewa pengguna individu pada perangkat dalam jangka waktu tertentu. Mengotomatiskan masa berlaku hak istimewa pengguna: Hak istimewa yang ditingkatkan pada perangkat akan otomatis kedaluwarsa dan kembali ke pengaturan sebelumnya secara otomatis. Wawasan data: Data atau peristiwa dihasilkan ketika hak istimewa ditingkatkan, digunakan, kedaluwarsa secara otomatis, dan dikembalikan ke keadaan sebelumnya. Baca juga: Mengintegrasikan Active Directory dengan Perangkat Linux Kelebihan JumpCloud Temporary Elevated Device Privileges Photo Credit: Freepik Mengurangi administrasi TI: Mengelola dan mengotomatiskan peningkatan hak istimewa pada perangkat pengguna dengan mudah, menghemat waktu dan mengoptimalkan sumber daya. Peningkatan efisiensi TI: Administrator dapat beralih ke tugas lain tanpa harus khawatir menghapus atau menyetel ulang hak istimewa pengguna di perangkat mereka secara manual. Mengurangi risiko keamanan: Hak istimewa pengguna secara otomatis dihapus ketika tidak lagi diperlukan untuk mengoptimalkan postur keamanan perusahaan. Pelaporan kepatuhan yang mudah: Admin memiliki semua log yang relevan untuk dapat mengaudit, memecahkan masalah, dan memenuhi persyaratan kepatuhan seputar peningkatan hak istimewa pada perangkat pengguna. Baca juga: Remote User Access dan Remote Access, Apa Bedanya? JumpCloud Temporary Elevated Device Privileges akan membantu Anda menyeimbangkan antara keamanan dan produktivitas perusahan dengan fitur identitas terpadu dan manajemen perangkat lintas-OS dari platform open directory. Daftar uji coba gratis sekarang juga melalui EIKON Technology dan lihat bagaimana sistem TI perusahaan Anda menjadi lebih aman dan responsif. Open directory bahkan memungkinkan Anda untuk memanfaatkan pengelolaan perangkat dan/atau Identitas Provier (IdP) yang ada. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut!

Info

Apa Itu Identity Provider (IdP)?

Salah satu celah keamanan siber yang kerap dilupakan adalah identity management yang buruk. Namun sebenarnya, seperti apa identity management yang baik? Mari simak ulasannya berikut ini! Apa itu Identity? Di dunia TI, digital identity mewakili pengguna, termasuk sistem, aplikasi, file, dan server yang dapat mereka akses. Menetapkan dan memperbarui identity dari waktu ke waktu sangatlah penting. Identity management yang terkelola dengan baik akan menjaga data perusahaan tetap aman. Baca juga: Tips Menentukan Skala Prioritas untuk Proyek IT 2024 Anda Mengenal apa itu Identity Provider (IdP) Photo Credit: Freepik Identity system dan kontrol akses umumnya merupakan sebuah rangkaian, namun semuanya dimulai dengan layanan direktori yang sering disebut sebagai Identity Provider (IdP). Layanan ini menyimpan dan mengelola identitas yang digunakan pengguna untuk masuk ke perangkat, aplikasi, file, server, software, atau hardware selama mereka bekerja. IdP dan Single Sign-On (SSO) Jika IdP ibarat otak identity management, maka Single Sign-On (SSO) adalah “kurir” yang mengirimkan pesan dari pengguna ke otak dan kemudian dari otak ke berbagai penyedia layanan. Untuk mentransfer informasi autentikasi dan otorisasi antara IdP dan aplikasi berbasis web, penyedia SSO menggunakan protokol standar seperti SAML dengan alur seperti ini: Pengguna masuk ke platform SSO dengan nama pengguna dan kata sandi. Platform SSO mengirimkan informasi tersebut ke IdP. IdP mengonfirmasi: Kredensial login pengguna; Digital identity pengguna; Aplikasi, file, server, dan jaringan yang dapat diakses oleh pengguna. Izin pengguna dalam setiap sumber daya tersebut. SSO selanjutnya akan meneruskan informasi tersebut ke setiap aplikasi yang coba dibuka oleh pengguna, mengautentikasi pengguna, dan memberi otorisasi akses yang tepat. Namun ada cara yang lebih sederhana, yaitu alat dengan direktori pengguna bawaan dan SSO bawaan. Misalnya, JumpCloud, IdP berbasis cloud dan platform SSO, yang menggunakan protokol inti seperti LDAP, SAML, RADIUS, SSH, dan REST untuk menghubungkan pengguna ke sumber daya lokal atau di cloud, apa pun perangkat yang mereka gunakan. Baca juga: Remote User Access dan Remote Access, Apa Bedanya? Keuntungan menggunakan JumpCloud sebagai IdP Photo Credit: Freepik Bagi pengguna, JumpCloud membantu Anda mendapatkan akses langsung ke tool yang tepat. JumpCloud membekali pengguna dengan informasi yang diperlukan sejak pertama kali masuk. Kemudian bagi perusahaan, JumpCloud akan meningkatkan keamanan data. Dengan SSO, semua autentikasi dilakukan di satu platform, sehingga dapat membatasi titik kerentanan dan meminimalkan kemungkinan serangan siber. Baca juga: Mengintegrasikan Active Directory dengan Perangkat Linux Platform Direktori JumpCloud, dengan direktori cloud dan kapabilitas single sign-on membuatnya menjadi identity management yang komprehensif, mulai dari platform, lokasi, dan protokol. Ini merupakan syarat penting bagi perusahaan modern yang ingin meningkatkan skala, mencoba struktur kerja hybrid atau jarak jauh, dan memodernisasi teknologi mereka. Tak perlu repot mengejar ketertinggalan dengan identity management usang yang Anda miliki saat ini. Berinvestasi pada platform komprehensif yang juga menyediakan Identity Provider, seperti JumpCloud akan memberi Anda dasar untuk membangun fondasi TI yang kuat. Daftar melalui EIKON Technology sekarang juga untuk penerapan JumpCloud yang tepercaya. Hubungi kami di sini!

Info

Mengenal Apa Itu System Management JumpCloud

Tiap perusahaan bergantung pada sistem teknologi untuk mencapai tujuan mereka. Sistem ini bekerja sesuai kebijakan perusahaan yang menentukan penggunaannya. Solusi system management memungkinkan Anda untuk menegakkan kebijakan tersebut secara konsisten. Mari simak penjelasannya berikut ini! Apa itu system management? Photo Credit: Freepik System management adalah proses memastikan sistem TI perusahaan memenuhi kebutuhan bisnis. Ini melibatkan pengelolaan workstations individu, lingkungan cloud, dan aset jaringan seiring dengan penerapan kebijakan yang kuat. Sistem yang efektif akan meningkatkan keamanan dan produktivitas, sekaligus membuat alur kerja menjadi lebih efisien. Baca juga: Mengintegrasikan Active Directory dengan Perangkat Linux Mengapa system management penting? System management memainkan peran penting dalam membantu admin TI dan Managed Service Providers (MSP) memastikan tools dan layanan mereka beroperasi secara efisien. Ini akan membantu Anda memastikan operasional perusahaan berjalan lancar bagi pelanggan, karyawan, dan mitra. Tantangan umum Untuk bisa merasakan manfaat optimal system management, Anda harus bisa mengatasi kendala-kendala yang mungkin terjadi—terutama saat perusahaan menjadi lebih kompleks. Berikut adalah beberapa di antaranya: 1. Kurangnya kendali dan visibilitas terpusat; 2. Kesulitan dalam mengelola lingkungan TI yang beragam; 3. Memastikan kinerja dan keandalan sistem. Praktik terbaik Photo Credit: Freepik Agar system management berjalan efektif, perlu pengetahuan mendalam tentang alur kerja perusahaan berikut teknologi pendukungnya. Anda bisa mulai dengan menerapkan hal-hal berikut: 1. Menerapkan strategi pemantauan yang komprehensif; 2. Pembaruan sistem rutin dan patch management; 3. Pemeliharaan dan pemecahan masalah sistem secara proaktif. Baca juga: Cara Mengintegrasikan Active Directory dengan JumpCloud Penerapan dengan JumpCloud JumpCloud memberikan data yang jelas dan komprehensif mengenai aset dan perangkat yang membentuk ekosistem TI. JumpCloud Directory Platform memberikan visibilitas ke setiap perangkat (di Windows, macOS, Linux, iOS, dan Android) di lingkungan TI dan memungkinkan otomatisasi beberapa tugas yang paling memakan waktu. Keuntungan menggunakan JumpCloud Armada endpoint modern bergantung pada berbagai sistem operasi, produsen hardware, dan aplikasi software. JumpCloud memungkinkan manajemen perangkat lintas OS untuk organisasi dan MSP dengan infrastruktur TI yang besar dan kompleks. Menyatukan keamanan TI dan system management dengan alur kerja yang dirancang dengan baik untuk patch management, pembaruan keamanan, dan konfigurasi kebijakan akan membantu perusahaan berjalan lebih efisien dan aman. JumpCloud memastikan pengguna dapat mengakses sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Baca juga: Memanfaatkan ADI untuk Integrasi JumpCloud ke Active Directory Tertarik untuk mengaplikasikan JumpCloud sebagai system management Anda? JumpCloud memungkinkan operasional teknologi Anda di seluruh identitas, akses, dan manajemen perangkat, dengan efisiensi biaya yang tidak mengorbankan keamanan atau fungsionalitas. Kini, platform direktori berbasis cloud ini telah tersedia di EIKON Technology. Daftar sekarang juga di sini, gratis!

Google Workspace

5 Tips Simpel untuk Mengoptimalkan Penggunaan Google Classroom

Ada beberapa cara mudah yang bisa Anda gunakan untuk memaksimalkan Google Classroom. Berikut adalah beberapa contohnya. Mari simak bersama! 1. Sesuaikan materi dengan siswa Anda Photo Credit: Google The Keyword Dalam pembelajaran, tiap siswa pasti memiliki preferensi dan tingkat kemampuan yang berbeda. Classroom dapat membantu Anda memberikan materi yang tepat kepada tiap siswa. Di bawah tab “Classwork”, klik “Create” untuk membuat tugas bagi siswa. Untuk memilih siswa tertentu saja, batalkan opsi “All students” dan pilih nama siswa yang diinginkan. Tersedia untuk edisi Education Plus dan Teaching & Learning Upgrade. Baca juga: Cara Mengakses Tools Teknologi Pendidikan Populer Langsung di Google Classroom 2. Dorong feedback dengan rubrik Saat membuat tugas, Anda dapat membuat, menggunakan kembali, atau mengimpor rubrik sehingga siswa dapat memahami nilai mereka. Anda bahkan dapat berbagi rubrik dengan pengajar lain untuk menghemat lebih banyak waktu. Cukup pilih opsi “Create rubric” saat membuat tugas berikutnya. 3. Mendapatkan wawasan awal tentang pembelajaran siswa Photo Credit: Google The Keyword Dengan Classroom analytics, Anda bisa mendapatkan gambaran menyeluruh tentang performa siswa, dalam hal nilai, tingkat penyelesaian tugas, jumlah tugas yang belum diselesaikan, atau seberapa sering mereka mengakses Classroom. Untuk melihat analitik kelas Anda, klik ikon “Analytics” pada class card di halaman beranda atau di header kelas. Tersedia untuk edisi Education Plus dan Teaching & Learning Upgrade. Baca juga: Aplikasi Google Classroom Kini Bisa Jadwalkan Beberapa Kelas Sekaligus 4. Manfaatkan Practice sets Practice sets membantu pengajar memberi siswa cara untuk lebih terlibat dalam suatu mata pelajaran. Berbeda dengan pengalaman menggunakan lembar kerja statis atau PDF, siswa dapat melihat secara real-time apakah jawaban mereka benar. Practice sets juga menyediakan dasbor Insight yang menunjukkan performa siswa pada setiap tugas Practice sets, dengan detail dan wawasan berguna seperti jawaban yang benar atau berapa banyak siswa yang kesulitan dengan pertanyaan tertentu. Tersedia untuk edisi Education Plus dan Teaching & Learning Upgrade. 5. Bantu siswa belajar sesuai kecepatan mereka dengan pertanyaan interaktif Photo Credit: Google The Keyword YouTube adalah alat pembelajaran umum di Classroom saat ini dan telah dilengkapi dengan pertanyaan interaktif untuk video YouTube. Anda bisa menambahkan pertanyaan kapan saja dan video dapat dijeda untuk memberi waktu siswa menjawab. Dalam waktu dekat, pengajar akan dapat menguji pertanyaan-pertanyaan yang disarankan oleh AI, sehingga membuat vieo interaktif menjadi lebih mudah. Tersedia untuk edisi Education Plus dan Teaching & Learning Upgrade. Baca juga: Meeting Semakin Mudah dengan Fitur Baru Google Classroom Seperti yang telah disebutkan, Google Classroom telah terintegrasi dengan berbagai aplikasi lain yang ada dalam jaringan Google for Education. Nikmati kelas online berbasis cloud yang lebih optimal dan seamless dengan G Suite for Education. Dapatkan paket G Suite for Education yang terbaik untuk institusi pendidikan Anda hanya di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

5 Cara Google Workspace for Education Membantu Pengajar dan Siswa Tetap Aman di Dunia Maya

Hari Selasa pekan kedua bulan Februari diperingati sebagai Hari Internet Aman Sedunia. Ini merupakan sebuah inisiatif yang mempromosikan pengalaman online yang lebih aman bagi semua orang, terutama anak-anak. Untuk merayakan kesempatan ini, berikut 5 cara Google for Education mendukung keamanan online bagi para pengajar dan siswa. Perlindungan data akun Photo Credit: Freepik Akun Google yang dikeluarkan sekolah dan akun pribadi benar-benar terpisah. Faktanya, dengan akun Google Workspace for Education, semua data pengguna dimiliki dan dikelola oleh sekolah. Administrator memiliki tanggung jawab untuk mengelola apa yang bisa dilihat dan dilakukan siswa saat online, termasuk memblokir konten dan aplikasi yang tidak pantas. Kolaborasi aman dengan Google Workspace for Education dan Chromebook Siswa menggunakan akun yang dikeluarkan sekolah untuk mengakses Google for Education, yang mengintegrasikan layanan inti, seperti Google Classroom, Docs, Slides, dan Gmail. Produk serta layanan Google for Education terus melindungi pengguna, perangkat, dan data dari ancaman kompleks seperti serangan ransomware. Workspace juga memberi admin tools, seperti pusat peringatan dan keamanan, manajemen identitas dan akses, serta pencegahan kehilangan data. Baca juga: Perubahan Pemutar YouTube di Google Workspace for Education Keamanan bawaan Chromebook Dengan boot terverifikasi, pembaruan otomatis, dan enkripsi AES 256-bit (standar yang direkomendasikan National Institute Standards & Technology), Chromebook memiliki keamanan bawaan. Chromebook dirancang untuk menciptakan lingkungan pembelajaran digital yang lebih aman, semuanya dikelola dalam skala besar oleh administrator pendidikan dan mematuhi standar peraturan lokal dan nasional. Dengan Chrome Education Upgrade dan konsol Admin, administrator dapat menetapkan kebijakan untuk memfilter konten yang tidak pantas, membatasi pemasangan aplikasi, dan menerapkan praktik penjelajahan aman. Lebih banyak lapisan keamanan Pengajar dapat menggunakan tools seperti Lightspeed atau GoGuardian untuk membuat pembatas digital, untuk mendorong pengalaman belajar yang lebih aman. Anda dapat menemukan aplikasi lainnya yang terintegrasi dengan Google for Education di Google for Education App Hub. Baca juga: Google for Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Tools untuk digital wellbeing dan keamanan online Photo Credit: Freepik Bagian penting dari keamanan online adalah mengajari siswa cara aman saat berselancar di dunia maya. Ini akan menjadi lebih mudah dengan program Be Internet Awesome dari Google. Untuk Hari Internet Aman, Google juga telah merilis edisi special Highlights Magazine. Anda dapat mengunduhnya gratis di Highlights.com/InternetSafety. Baca juga: 5 Tips Gunakan Microsoft Education untuk Upgrade Skill Digital SDM Selain panduan di atas, Anda dapat mengunjungi website Google Workspace for Education untuk mendapatkan lebih banyak konten seputar keamanan digital. Ini mencakup K-12 Cybersecurity Guidebook, yang menguraikan praktik terbaik untuk mendukung penggunaan teknologi yang aman dan efektif di sekolah. Workspace for Education selalu memastikan keamanan para penggunanya, terutama anak-anak dan remaja. Lindungi keamanan digital instansi Pendidikan Anda dengan Workspace for Education yang telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Chromebook

6 Trik Sederhana untuk Meningkatkan Produktivitas Chromebook Anda

Tahukah Anda, Chromebook memiliki beberapa “trik” yang akan membantu Anda meningkatkan produktivitas? Mari simak beberapa contohnya berikut ini! Ketuk untuk mengeklik dengan papan sentuh Photo Credit: Freepik Lupa membawa mouse? Tak masalah. Cukup dengan mengaktifkan “Tap to click” di pengaturan touchpad Chromebook. Setelah diaktfikan, Anda dapat mengeklik kanan atau kiri dengan mengetuk trackpad menggunakan dua jari. Gulir sesuai keinginan Chromebook telah menerapkan pengguliran dua arah sehingga untuk menggulir ke atas, Anda cukup menggeser jari ke bawah pada trackpad dan untuk menggulir ke bawah, cukup geserkan jari ke arah atas pada trackpad. Selain itu, Anda juga bisa mengaktifkan “Reverse scrolling” untuk mengaktifkan gestur sebaliknya. Baca juga: Fitur Baru Chromebook Menyambut Update ke-100 Sesuaikan mouse Anda Anda dapat menyesuaikan mouse untuk fitur yang digunakan tiap hari. Mengambil tangkapan layar, menonaktifkan atau mengaktifkan mikrofon, hingga mengaktifkan “dictation”, semuanya dapat dilakukan hanya dengan sekali klik. Untuk memulai, buka “Customize mouse buttons” di bawah tab Devices. Temukan dan sesuaikan pintasan favorit Anda Photo Credit: Freepik Pintasan dapat menghemat banyak waktu dan Anda bisa menemukannya di Chromebook. Untuk menemukan semua pintasan yang tersedia, tekan “Launcher+Ctrl+S”, cari aksi yang ingin Anda lakukan, seperti membuka tab baru atau menelusuri semua tab yang terbuka, dan temukan pintasan yang sesuai. Anda juga dapat mengedit kombinasi tombol apa pun untuk tindakan tertentu menjadi apa pun yang diinginkan. Cukup buka aplikasi Key Shortcuts menggunakan “Launcher + Ctrl + S” dan klik pena di sebelah tindakan yang ingin diubah. Dari sana Anda dapat mengubah kombinasi tombol untuk tindakan tersebut. Baca juga: Cara Baru Explore dan Share di Chrome OS pada Chromebook Mengetik huruf dengan aksen dengan mudah Jika Anda menulis atau bekerja dalam berbagai bahasa, Anda mungkin sering kali perlu mengetikkan huruf dengan aksen (seperti é, ö, û). Untuk mempermudahnya, aktifkan opsi “Tampilkan tanda aksen dan karakter khusus” di Keyboard Settings. Lalu, saat menekan lama sebuah huruf, akan muncul opsi aksen. Pilih simbol yang Anda inginkan, maka simbol tersebut akan langsung muncul. Ubah tampilan layar Perlu bekerja lembur? Pertimbangkan untuk mengaktifkan “Night Light and Dark Theme” untuk pengalaman yang lebih nyaman. Night Light mengurangi cahaya biru pada layar dan menampilkan warna yang lebih hangat, lebih selaras dengan jadwal tidur alami, sedangkan Dark Theme membantu mengurangi silau layar, yang dapat membantu mengurangi kelelahan mata sehingga Anda dapat bekerja dalam segala jenis cahaya. Baca juga: Mengenal Tote, Fitur Baru Chromebook untuk Menyimpan File Penting Perangkat Chromebook merupakan komputer baru dari Google yang dirancang untuk menyelesaikan berbagai hal dengan bantuan Chrome OS. Dapatkan segera perangkat Chromebook Anda melalui EIKON Technology yang merupakan partner resmi Google di Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Info

6 Kesalahan Cybersecurity yang Masih Sering Dilakukan

Kehidupan kita saat ini sebagian besar dilakukan secara online. Setiap klik dan login membangun jejak digital yang memerlukan perlindungan terus-menerus dari ancaman online seperti penipuan dan malware. Berikut beberapa kesalahan cybersecurity yang masih kerap terjadi dan tindakan yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Satu password untuk semua Photo Credit: Pexels Salah satu kebiasaan buruk yang mengancam cybersecurity adalah menggunakan satu password berulang kali. Kebiasaan yang terlihat sederhana ini bisa menimbulkan efek domino yang berbahaya. Misalnya, Anda menggunakan sandi Gmail di platform lain dan platform tersebut mengalami serangan— maka, akun Google Anda pun menjadi rentan. Yang harus dilakukan: Jangan pernah menggunakan kembali kata sandi dan gunakan Google Password Manager untuk mempermudah pembuatan dan pelacakan kredensial unique sign-in. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan passkeys ke akun Google Anda. Baca juga: 7 Cara Mengamankan Browser Chrome bagi Pengguna Google Workspace Mengabaikan pembaruan Photo Credit: Pexels Pembaruan software sering kali berisi patch keamanan penting yang memperbaiki kerentanan yang dieksploitasi penyerang. Menundanya akan membahayakan perangkat, data, dan privasi. Yang harus dilakukan: Perbarui perangkat lunak perangkat Anda secara berkala untuk mendapat patch dan perlindungan keamanan terbaru. Mengabaikan Verifikasi 2 Langkah Kesalahan keamanan online penting lainnya adalah lalai mengaktifkan Verifikasi 2 Langkah, yaitu fitur keamanan yang menambahkan langkah saat masuk untuk membantu mencegah seseorang mengakses akun Anda. Yang harus dilakukan: Pastikan untuk mengaktifkan Verifikasi 2 Langkah. Setelah aktif, Verifikasi 2 Langkah akan menambah lapisan perlindungan ekstra, mempersulit akses serangan yang membahayakan keamanan Anda. Baca juga: Chrome Cleanup Tool Dinonaktifkan, Apa yang Harus Dilakukan Tidak memasang PIN kunci layar Langkah sederhana ini melindungi informasi Anda dari akses tidak sah dan pemicu yang tidak disengaja. Namun usahakan untuk menggunakan PIN yang lemah dengan pola yang mudah dikenali, seperti “1234”. Yang harus dilakukan: Pilih kunci layar yang kuat, seperti sandi rumit atau autentikasi biometrik, yang menggunakan sidik jari atau pengenalan wajah. Mengeklik link mencurigakan Kejahatan siber sering menyamarkan link berbahaya dengan link sah, sehingga sulit mengenali link penipuan. Yang harus dilakukan: Tetap waspada; berhati-hatilah terhadap tautan apa pun yang Anda klik, bahkan tautan yang terlihat sah. Untuk lapisan perlindungan ekstra, pastikan untuk mengaktifkan Google Enhanced Safe Browsing. Tidak memiliki rencana pemulihan kata sandi Lupa password dapat terjadi pada siapa saja. Namun jika Anda belum menyiapkan rencana pemulihan sebelum hal itu terjadi, Anda bisa terjebak tanpa akses ke akun Anda untuk waktu yang lama. Yang harus dilakukan: Buat rencana pemulihan sebelum Anda membutuhkannya, sehingga ketika saatnya tiba, akun tidak akan terkunci. Pastikan untuk menyiapkan akun Anda dengan informasi verifikasi yang memadai agar proses pemulihan lebih lancar. Baca juga: Langkah Chrome untuk Memastikan Keamanan Data Anda Google telah menyediakan tools dan kapabilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung cybersecurity di lingkungan kerja Anda. Terapkan langkah-langkah di atas agar keamanan data tetap terjaga. Pastikan juga Workspace yang Anda gunakan merupakan produk resmi berlisensi, seperti paket Google Workspace yang ditawarkan oleh EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penerapan solusi, silakan hubungi kami di sini!

Scroll to Top