EIKON Technology

Info

Info

Zoho ZeptoMail Kini Memiliki IP Khusus untuk Pengiriman Frekuensi Tinggi

Layanan email transaksional dari Zoho yang dirancang untuk mengirim email otomatis, ZeptoMail baru saja meluncurkan fitur baru, yakni layanan IP khusus. Bagaimana cara mendapatkannya? Mari simak ulasannya berikut ini! Tentang IP khusus Zoho ZeptoMail Photo Credit: Freepik Zoho ZeptoMail mengirimkan email dari IP bersama yang dikelola dengan baik. Pengguna email akan dikelompokkan dengan tiap kelompok berbagi IP yang sama untuk mengirimkan email. IP dikelola dengan cermat ZeptoMail untuk memastikan pengiriman yang efektif bagi pengguna. Setiap akun baru melalui proses pemeriksaan dan bahkan setelah disetujui, aktivitas pengiriman email pengguna dipantau untuk memastikan bahwa IP tersebut tidak disalahgunakan. Dengan cara ini, pengguna dapat membangun reputasi di mata penerima email mereka tanpa perlu khawatir tentang pemeliharaan dan biaya IP. Terdapat dua manfaat utama dari IP khusus ZeptoMail ini: Memungkinkan Anda untuk tetap memegang kendali penuh atas reputasi IP Anda; dan Mudah untuk memecahkan masalah pengiriman. Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Karyawan dengan UI Terpadu Zoho One Siapa saja yang cocok menggunakan IP khusus? IP khusus difungsikan bagi pengirim tertentu. Bahkan, jika Anda adalah pengirim dengan volume rendah atau pengirim yang tidak konsisten, menggunakan IP khusus justru akan lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. Berikut adalah beberapa kasus di mana IP khusus akan membantu pengiriman Anda: Anda adalah pengirim dengan volume tinggi dengan frekuensi yang konsisten. (Lebih dari 10.000 email dalam sehari); Anda yakin dengan kebiasaan mengirim email Anda (terdapat rutinitas target pengiriman tertentu); Anda memiliki reputasi yang terbukti serta mampu membangunnya dengan IP khusus; dan Anda menghadapi masalah pengiriman dengan IP bersama dari penyedia lain. Baca juga: Tips Menyusun Dashboard KPI Penjualan yang Optimal Cara mendapatkan IP khusus Zoho Photo Credit: Freepik IP khusus dapat dibeli di ZeptoMail dengan biaya tambahan per tahun. Anda dapat mengajukan permintaan untuk IP khusus di ZeptoMail menggunakan langkah-langkah berikut: Login ke akun Zoho ZeptoMail Anda. Dari panel kiri, navigasikan ke halaman Dedicated IP. Klik Request Dedicated IP. Pilih jumlah IP yang Anda inginkan. Baca syarat dan ketentuan dan pilih kotak centang di sebelahnya untuk menyetujuinya. Klik Request untuk mengirimkan permintaan. Setelah permintaan diajukan, akun Anda dan aktivitas pengiriman email akan dievaluasi berdasarkan metrik utama seperti volume, frekuensi pengiriman, konsistensi, rasio pentalan, dan lainnya. Jika permintaan lolos evaluasi, pembayaran untuk IP khusus akan dimulai. Setelah pembayaran tuntas, proses perilisan IP akan dimulai. Baca juga: Kelola Dokumen Lebih Mudah dengan Ekstensi SharePoint for Zoho CRM Zoho ZeptoMail memastikan pengiriman email Anda terlaksana dengan baik, termasuk saat menggunakan IP khusus. Fitur IP khusus dari ZeptoMail memberikan kebebasan kepada pengirim bervolume tinggi untuk memilih jenis IP untuk pengiriman email mereka. Dapatkan solusi email transaksional ini dengan berlangganan solusi email hosting Zoho Mail melalui EIKON Technology. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Info

Cara Mengoptimalkan Manajemen Software Anda dengan JumpCloud Application Catalog & Application Patch Management

Perusahaan bisa dengan mudah mengizinkan karyawannya menggunakan lusinan aplikasi untuk bekerja. Namun, mengelola berbagai aplikasi tersebut bukanlah hal yang mudah dan dapat membuka celah kerentanan. Penyerang siber sering kali memanfaatkan kerentanan tersebut untuk menyerang sistem. Untuk membantu mengatasi kesulitan dalam mengelola aplikasi secara efektif, JumpCloud kini menawarkan dua tambahan penting pada solusi manajemen software mereka. Seperti apa? Tentang JumpCloud Application Catalog Photo Credit: JumpCloud Blog JumpCloud Application Catalog adalah daftar aplikasi pihak ketiga yang dikurasi yang dapat diinstal, diperbarui, dan dikelola melalui Admin Console JumpCloud. Berikut adalah aplikasi awal yang didukung: Slack, Chrome, Zoom, Google Drive, OneDrive, Firefox, 1Password, OpenVPN, Webex, dan Adobe Acrobat Reader. Baca juga: Mengenal Apa Itu System Management JumpCloud Fitur utama Application Catalog Photo Credit: JumpCloud Blog Aplikasi yang dikurasi: Aplikasi divalidasi dari biner instalasi, signature, dan checksum, langsung dari sumbernya. Aplikasi yang diperbarui: Aplikasi diperbarui dengan versi dan/atau patch terbaru (biasanya dalam 1 hari kerja) setelah dirilis dari vendor software pihak ketiga. Katalog aplikasi: Aplikasi dapat diinstal, dikelola, dan diperbarui pada satu, beberapa, atau beberapa perangkat yang dikelola JumpCloud. Apa itu Application Patch Management? JumpCloud Application Patch Management memungkinkan Anda menyederhanakan dan mengotomatiskan manajemen patch aplikasi dan kontrol versi untuk aplikasi Windows pihak ketiga dari satu konsol. Hal ini tidak hanya memberikan visibilitas dan pelaporan yang lebih baik, tapi juga memfasilitasi pengiriman informasi kepada end-user. Hal ini membantu memperkuat postur keamanan perangkat dan memenuhi kebutuhan compliance. Baca juga: Cara Mengintegrasikan Active Directory dengan JumpCloud Fitur utama Application Patch Management Dasbor visibilitas patch pada semua aplikasi Windows. Kebijakan pembaruan aplikasi Windows dengan kontrol baru untuk menginstal dan memberlakukan pembaruan aplikasi Windows secara otomatis dengan pemberitahuan kepada end-user. Tampilan terpusat dari konfigurasi kebijakan dan pengaturan yang direkomendasikan. Dengan kapabilitas ini, Anda dapat: Mengelola aplikasi pihak ketiga: Menginstal dan mengelola aplikasi pihak ketiga dengan mudah. Menawarkan berbagai aplikasi Windows: Menginstal, mengelola, dan menambal aplikasi pelanggan populer dari konsol JumpCloud Anda. Ini memungkinkan tim TI untuk menggabungkan tools sekaligus menyederhanakan stacks TI. Mengoptimalkan aplikasi: Memungkinkan karyawan Anda dengan aplikasi yang diperlukan untuk tetap produktif sekaligus memastikan keamanan untuk akses, kontrol, dan mitigasi kerentanan. Meningkatkan postur keamanan Anda setiap saat: Meningkatkan keamanan perangkat dengan aplikasi Windows terbaru yang diperbarui secara otomatis setiap saat. Dengan memastikan semua aplikasi Windows mutakhir untuk mengurangi potensi serangan permukaan. Baca juga: Memanfaatkan ADI untuk Integrasi JumpCloud ke Active Directory Kedua kapabilitas canggih di atas bisa Anda dapatkan cukup dengan berlangganan JumpCloud sebagai platform direktori. JumpCloud memungkinkan operasional teknologi di seluruh identitas, akses, dan manajemen perangkat, dengan efisiensi biaya yang tidak mengorbankan keamanan atau fungsionalitas. Coba gratis sekarang di sini!

Info

Mengenal JumpCloud Device Monitoring & Alerting

Masalah produktivitas akibat downtime menjadi perhatian utama bagi Managed Service Provider (MSP). Gangguan sistem akan menimbulkan kelelahan, mempertaruhkan efisiensi operasional, dan dapat menimbulkan kerugian finansial. Riset terbaru dari Forbes mengklaim bahwa rata-rata biaya yang dikeluarkan perusahaan bisnis untuk downtime adalah sekitar US$9,000 per menit. Salah satu penyebabnya adalah karena kurangnya pemantauan perangkat secara real-time. Pemantauan berkala akan mendeteksi penyimpangan sebelum membesar menjadi masalah yang lebih signifikan dan menjadi downtime. JumpCloud menawarkan solusi untuk hambatan tersebut melalui Device Monitoring & Alerting. Bagaimana cara kerjanya? JumpCloud Device Monitoring & Alerting Tahun 2023 lalu, JumpCloud memperkenalkan Remote Access dengan kemampuan bantuan jarak jauh dan kapabilitas background tools untuk membantu MSP memecahkan kesalahan sistem dengan cepat guna mencegah downtime. Photo Credit: JumpCloud Blog Langkah utama berikutnya untuk selalu mengetahui kesehatan dan keselamatan armada perangkat, JumpCloud memperkenalkan Device Monitoring & Alerting. Kapabilitas ini memungkinkan Anda  untuk terus memantau seluruh armada perangkat guna meningkatkan efisiensi operasional dan mengatasi risiko keamanan. Baca juga: Mengenal Apa Itu System Management JumpCloud Photo Credit: JumpCloud Blog Dengan pemantauan real-time dan visibilitas berkelanjutan atas perangkat, Anda bisa dengan cepat menemukan serta mengatasi masalah sebelum memengaruhi operasi, mengurangi downtime, dan meningkatkan kesehatan sistem secara keseluruhan. Tim TI juga dapat memastikan perangkat mematuhi kebijakan keamanan dan persyaratan compliance dengan pemantauan berkelanjutan. Fitur utama Device Monitoring and Alerting  Fleet Wide Monitoring: Mendeteksi masalah penyimpanan, kesalahan ketersediaan sistem, dan potensi risiko keamanan sebelumnya dengan peringatan bawaan untuk memantau penggunaan disk, status offline dan uptime sistem, pembaruan peningkatan izin pengguna, dan metrik penting; Software Monitoring: Menjaga software compliance dan mengidentifikasi aplikasi tidak sah dan tidak diinginkan yang diinstal pada perangkat end-user; Agent Activity Monitoring: Memastikan konfigurasi sistem yang tepat dan memverifikasi tindakan manajemen yang berhasil dengan memantau hasil penerapan kebijakan JumpCloud, eksekusi perintah, dan instalasi software; Configurable Alert Rules: Memanfaatkan aturan peringatan yang dapat disesuaikan yang dapat dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan khusus perusahaan. Menetapkan aturan peringatan dengan prioritas dan ambang batas khusus untuk memantau metrik perangkat; Baca juga: Menyeimbangkan Produktivitas dan Keamanan Data Custom Script Based Monitoring: Sesuaikan script Anda untuk memantau dan menilai karakteristik perangkat guna menghasilkan peringatan; Centralized View to Manage Alerts: Menampilkan visibilitas peringatan terpusat di konsol admin JumpCloud Anda. Melihat detail peringatan yang komprehensif dan mengatasi kesalahan secara instan;  Alert Prioritization: Menampilkan peringatan berdasarkan tingkat prioritas yang ditetapkan admin. Bertindak pada masalah yang paling kritis terlebih dahulu dan meminimalkan kelelahan peringatan. Auto Resolution of Alerts: Menutup peringatan secara otomatis ketika kondisi pemicu tidak lagi terpenuhi dan meminimalkan upaya manual. Baca juga: Memanfaatkan ADI untuk Integrasi JumpCloud ke Active Directory Device Monitoring and Alerting tersedia sebagai bagian dari paket JumpCloud Platform, Platform Prime, dan Device Management tanpa biaya tambahan. Jika Anda bukan pelanggan JumpCloud atau mitra MSP saat ini, Anda dapat mendaftar untuk uji coba gratis hari ini untuk merasakan manfaat Device Monitoring and Alerting melalui EIKON Technology. Daftar sekarang juga di sini, gratis!

Info

Tentang PCI DSS 4.01 2025 dan Apa Saja yang Harus Diketahui MSP?

PCI DSS (Payment Card Industry Data Security Standard) 4.0.1 baru saja dirilis, managed service provider (MSP) dan profesional TI berada di garis terdepan dalam memastikan compliance. Ketidakpatuhan dapat menyebabkan pelanggaran, denda, dan akhirnya kehilangan kepercayaan. Artikel ini menguraikan apa yang perlu diketahui sebagai antisipasi. Tentang update PCI DSS 4.0.1 2025 Photo Credit: Freepik Dalam upaya memperkuat keamanan data kartu pembayaran dan menyelaraskannya dengan standar global, PCI Security Standards Council memperkenalkan PCI DSS 4.0.1. Pembaruan ini bukan perombakan total, melainkan penyempurnaan PCI DSS 4.0. Penyempurnaan tersebut di antaranya meliputi persyaratan keamanan sisi klien serta header dan scripts HTTP. Baca juga: Menyeimbangkan Produktivitas dan Keamanan Data Risiko tinggi ketidakpatuhan Gagal memenuhi pedoman dalam jangka waktu yang telah ditetapkan (31 Maret 2025) akan membuat klien Anda terpapar risiko ketidakpatuhan—seperti pelanggaran data dan denda yang besar. Ini bukan sekadar mengambil pilihan, tapi tentang melindungi data dan kepercayaan klien. Tantangan yang paling mendesak adalah memastikan bahwa klien Anda memahami tanggung jawab mereka dan potensi akibat ketidakpatuhan. Ini termasuk menavigasi kompleksitas seputar manajemen skrip dan persyaratan DMARC baru, langkah penting untuk mengautentikasi email dan mencegah serangan phishing. Bagaimana MSP dapat menavigasi lanskap compliance Mengedukasi klien Anda Photo Credit: Freepik Mulailah dengan memberi edukasi kepada klien Anda tentang implikasi PCI DSS 4.0.1. Uraikan persyaratan menjadi langkah-langkah yang dapat ditindaklanjuti dan pastikan mereka memahami tanggung jawab mereka, khususnya dalam mengelola script dan header HTTP. Dengan memberi mereka pengetahuan, Anda memperkuat pertahanan mereka terhadap potensi ancaman. Manfaatkan JumpCloud untuk compliance yang efisien JumpCloud menawarkan cara yang mulus untuk menyelaraskan dengan banyak persyaratan PCI DSS. Fitur-fiturnya, seperti keamanan Zero Trust, menyediakan dasar yang kuat untuk kepatuhan, sehingga kepatuhan terhadap standar PCI tidak terlalu membebani. Baca juga: Mengenal Apa Itu System Management JumpCloud Memantau secara proaktif Mulailah dengan mengaudit lingkungan klien Anda sekarang. Pantau compliance mereka terhadap persyaratan yang diperbarui dan tawarkan solusi untuk mengatasi potensi kesenjangan. Menjadi proaktif menempatkan Anda sebagai penasihat tepercaya, bukan sekadar teknisi yang reaktif. PCI DSS 4.01 sebagai peluang Update PCI 4.0.1 2025 sebaiknya tidak dipandang sebagai hambatan regulasi, melainkan kesempatan bagi MSP untuk menunjukkan kepemimpinan. Dengan membimbing klien melalui perubahan compliance, Anda tidak hanya melindungi bisnis mereka, tapi juga memosisikan Anda sebagai pemain kunci dalam kesuksesan mereka. Baca juga: Cara Mengintegrasikan Active Directory dengan JumpCloud JumpCloud menawarkan solusi yang dapat diintegrasikan dengan strategi compliance Anda. Dengan tool canggih yang terus dikembangkan sesuai kebutuhan saat ini, JumpCloud akan membantu peran Anda sebagai MSP. Kini, platform direktori berbasis cloud ini telah tersedia di EIKON Technology. Daftar sekarang juga di sini, gratis!

Info

AI bagi MSP: Kesempatan atau Hambatan?

Artificial intelligence (AI) telah mengubah industri, menawarkan peluang menarik sekaligus tantangan signifikan bagi Managed Service Provider (MSP). Ini karena kecerdasan buatan menjadi bagian integral dari operasi bisnis, MSP perlu mempertimbangkan apakah mereka siap menangani risiko baru yang terkait dengan adopsi AI pada tahun 2025 ini. Mari simak ulasannya berikut! Keamanan data sensitif Platform AI menjadi tool penting bagi bisnis dan sering kali diadopsi tanpa pemahaman menyeluruh tentang cara data disimpan dan diproses. Kurangnya kesadaran ini dapat menyebabkan klien secara tidak sengaja mengungkap informasi sensitif atau hak milik, yang membuat mereka berisiko mengalami pelanggaran data dan ketidakpatuhan terhadap peraturan seperti GDPR atau CCPA. MSP perlu meningkatkan dan mendidik klien mereka tentang penggunaan AI yang aman. Menerapkan kebijakan yang mencegah pengunggahan data sensitif sangat penting untuk menjaga keamanan informasi klien. Baca juga: 4 Praktik Terbaik untuk Membangun Keamanan AI Polemik “shadow IT” Photo Credit: Freepik Munculnya “shadow IT” merupakan masalah mendesak lainnya. Karyawan dapat menggunakan perangkat AI yang tidak sah untuk meningkatkan produktivitas, tetapi hal ini menimbulkan risiko serius, seperti menggunakan aplikasi yang keamanannya buruk sehingga data yang diunggah dapat tersebar ke sumber yang tidak tepercaya. Untuk mengatasi hal ini, MSP harus melakukan audit TI secara berkala dan menggunakan perangkat identifikasi aplikasi untuk mengelola aplikasi yang tidak sah dalam perusahaan klien. Phishing dengan dukungan AI Penyalahgunaan AI dapat dimanfaatkan sebagai senjata oleh penjahat siber. Serangan phishing canggih yang didukung AI menggunakan audio dan video deepfake untuk menyamar sebagai eksekutif perusahaan, sehingga mereka lebih sulit dideteksi dan lebih mudah menipu karyawan yang tidak menaruh curiga. MSP dapat memerangi ancaman ini dengan menawarkan pelatihan kesadaran keamanan untuk membantu klien mengenali dan menanggapi ancaman yang digerakkan oleh AI secara efektif Baca juga: Perlindungan Kebijakan API untuk Menghadapi Era Generative AI Keamanan proaktif sebagai solusi Photo Credit: Freepik Kunci untuk mengatasi tantangan ini terletak pada penerapan sikap keamanan proaktif. Dengan memanfaatkan JumpCloud untuk MSP, Anda dapat menemukan, mengelola, dan mengamankan akses ke setiap tool SaaS dalam perusahaan klien Anda. JumpCloud menerapkan aristektur single source of truth (SSOT), yang memungkinkan pengguna mengakses tool SaaS resmi dengan aman dan mudah, sekaligus menawarkan alternatif yang aman sebagai pengganti aplikasi yang tidak disetujui. Baca juga: Mengenal Apa Itu System Management JumpCloud AI merupakan inovasi yang hebat, tetapi memiliki risiko tersendiri. MSP yang membekali diri dengan strategi yang tepat dapat mengubah tantangan ini menjadi peluang, menjaga klien mereka tetap aman sambil tetap menikmati manfaat AI. Dengan solusi seperti JumpCloud, MSP Anda dapat muncul sebagai pemimpin industri, yang siap menangani kompleksitas AI secara langsung. Platform direktori berbasis cloud ini telah tersedia di EIKON Technology. Daftar sekarang juga di sini, gratis!

Info

4 Tips Pemasaran MSP yang Mudah dan Terjangkau

Penjualan dan pemasaran merupakan tantangan umum bagi Managed Service Provider (MSP). Salah satu tantangan yang kerap dihadapi adalah “menonjolkan citra” karena masih banyak calon klien yang menganggap bahwa semua MSP sama saja. Sebagian besar MSP memulai dengan pemasaran dari mulut ke mulut. Sayangnya, metode ini punya cakupan yang terbatas. Ulasan kali ini akan membahas beberapa hal mendasar yang dapat Anda lakukan untuk memasarkan MSP. Trik pemasaran MSP mudah yang dapat dicoba Photo Credit: Freepik Berikut beberapa langkah yang dapat membantu Anda membangun fondasi pemasaran yang kuat: Manfaatkan content marketing Content marketing membangun kepercayaan dengan menyediakan informasi yang berharga dan relevan bagi audiens. Saat mereka berinteraksi dengan konten tersebut, mereka akan mengenal perusahaan Anda. Saat tiba saatnya bagi anggota audiens ini untuk mempertimbangkan bekerja sama atau beralih MSP, perusahaan Anda akan menjadi yang teratas dalam pilihan mereka. Baca juga: Menyeimbangkan Produktivitas dan Keamanan Data Cobalah media sosial Membangun kehadiran perusahaan Anda di media sosial sangat penting untuk memberikan kesan yang baik pada calon pembeli. Ini akan membantu memosisikan perusahaan Anda sebagai perusahaan yang tepercaya dan menarik. Media sosial juga membantu calon pembeli untuk lebih mengenal layanan yang Anda tawarkan. Beriklan di media sosial Sebagian besar platform media sosial memungkinkan Anda untuk menetapkan anggaran beriklan. Menariknya, Anda bahkan memiliki kendali penuh atas apa yang akan dibelanjakan, menetapkan jangka waktu untuk anggaran tersebut, hingga menyesuaikannya berdasarkan performa iklan. Anda pun dapat memperluas audiens dan menjangkau prospek baru. Baca juga: Tips Menyusun Dashboard KPI Penjualan yang Optimal Memulai campaign pemasaran Photo Credit: Freepik Campaign merupakan upaya penjualan dan pemasaran terpadu. Teknik ini akan membantu menyusun strategi dan angka di balik suatu upaya pemasaran. Campaign bertindak sebagai sebuah struktur tempat Anda menentukan target audiens dan pesan yang sesuai untuk mereka, menguraikan keseluruhan “daftar bahan”, merencanakan urutan kejadian dalam hal publikasi, pengiriman email, dan prosedur tindak lanjut, serta melacak kemajuan strategi pemasaran Anda. Ini akan memberi metrik yang lebih nyata untuk mengukur return on investment (ROI) dan menyempurnakannya untuk campaign mendatang. Baca juga: Cara Mengintegrasikan Active Directory dengan JumpCloud JumpCloud menawarkan layanan manajemen identitas dan akses yang mudah digunakan bagi MSP. Platform ini memungkinkan Anda mengelola identitas klien, perangkat, dan lainnnya dari satu platform direktori berbasis cloud. Dengan JumpCloud, Anda dapat memperluas pemasaran, sambil tetap meningkatkan pendapatan, dan menjaga keamanan. Tingkatkan kualitas layanan MSP Anda dengan JumpCloud. Kini telah tersedia di EIKON Technology. Daftar sekarang juga di sini, gratis!

Info

5 Prediksi Pengembangan Chatbot Tahun 2025, Apa Saja?

Meski penggunaannya semakin meluas, chatbot dukungan pelanggan masih sering dianggap kurang membantu. Contoh sederhananya, chatbot yang tidak bisa memberi jawaban gamblang saat pelanggan menghadapi masalah. Tahun 2025 ini, diprediksi akan muncul beberapa pengembangan chatbot yang akan memberi pengalaman pelanggan lebih baik dan empatik. Berikut adalah beberapa di antaranya. Chatbots sebagai pembicara Seiring dengan semakin canggihnya natural language processing (NLP), chatbot akan menjadi pembicara yang lebih efektif. Dengan memahami konteks di hampir setiap chat,  teknologi ini akan menjawab pertanyaan rumit secara akurat dan cepat. Baca juga: Manfaat Penggunaan Chatbot AI untuk E-commerce EQ yang lebih baik Dengan makin matangnnya emotional intelligence (EQ) chatbot, cara mereka berinteraksi pun akan berubah—baik itu menggunakan nuansa bahasa yang lebih formal saat menghadapi pelanggan yang menyampaikan keluhan, maupun menggunakan kalimat yang lebih santai saat ada calon pelanggan yang ingin mengetahui produk lebih dalam. Melalui analisis pola bahasa, bot dapat mendeteksi kapan pelanggan perlu dialihkan ke customer support manusia dengan cepat. Peningkatan ini akan membuat layanan pelanggan tak lagi bersifat transaksional dan lebih fokus pada hubungan dengan konsumen. Dukungan pelanggan yang prediktif Photo Credit: Freepik Diprediksi, pada tahun 2025 ini, chatbot tidak hanya akan menanggapi masalah—tapi juga memprediksinya. Dengan menganalisis perilaku pelanggan, bot dapat menyarankan solusi bahkan sebelum pelanggan bertanya. Chatbot akan mulai memberi rekomendasi yang lebih akurat mengenai pembelian berikutnya. Layanan otonom Chatbot juga belajar bekerja dengan perangkat Internet of Things (IoT), mulai dari mesin cuci pintar hingga robot penyedot debu. Bot akan menawarkan dukungan dan pemecahan masalah secara langsung, yang akan memudahkan pelanggan. Baca juga: AI Generatif, Teknologi Kecerdasan Buatan Masa Depan untuk Developer Keamanan yang lebih baik Photo Credit: Freepik Banyak yang menganggap chatbot dengan personalisasi berbahaya karena dapat mengakses informasi dan data pelanggan. Maka tidak mengherankan jika kemudian pelanggan menuntut keamanan data mereka. Enkripsi dan deteksi penipuan terbaik yang tertanam di seluruh jaringan akan menjadi prioritas utama bagi bisnis yang ingin membangun dan menjaga kepercayaan. Itu artinya, perusahaan perlu mempertimbangkan nilai personalisasi dengan risiko informasi terbuka. Keamanan data sangat penting untuk memastikan kepercayaan pelanggan. Baca juga: Tips Meningkatkan Performa Single-page Application untuk Meningkatkan User Experience dengan Freshchat Seiring dengan terus berkembangnya dan semakin baiknya teknologi ini, diprediksikan pada tahun 2025, pelanggan akan mulai mempercayai chatbot untuk memecahkan masalah mereka. Seiring berjalannya waktu, mereka bahkan mungkin lebih menyukainya dibanding solusi konvensional. Curi start dengan menerapkan solusi chatbot pada bisnis Anda sekarang! Anda dapat mempertimbangkan Freshchat dan Freshworks untuk mencapai keunggulan dalam solusi dukungan pelanggan otomatis. EIKON Technology sebagai authorized reseller partner Freshworks, menyediakan Freshchat resmi dan bergaransi. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Info

5 Keuntungan Personalisasi bagi Perusahaan Jasa Keuangan dan Asuransi

Meningkatnya ekspektasi pelanggan dan persaingan bisnis yang makin ketat membuat perusahaan jasa keuangan mulai melirik solusi digital, seperti AI dan analitik. Di era digital, konsumen mengharapkan lebih dari sekadar interaksi transaksional, tapi juga pengalaman yang disesuaikan dengan preferensi mereka. Artikel kali ini akan membahas tentang keunggulan penerapan personalisasi dalam solusi digital bagi perusahaan jasa keuangan dan asuransi. Memenuhi ekspektasi pelanggan Photo Credit: Freepik Konsumen masa kini cenderung berharap penyedia jasa dapat mengenali dan memahami preferensi  mereka. Pergeseran ini pun terjadi di sektor  jasa keuangan. Nasabah kini tak lagi ingin lagi datang ke kantor cabang untuk melakukan transaksi. Sebaliknya, mereka mencari layanan keuangan yang dipersonalisasi yang sesuai dengan kebutuhan, preferensi, dan perilaku mereka—baik melalui platform daring maupun aplikasi seluler. Baca juga: Yuk, Kenalan Apa itu Freshdesk dan Manfaat untuk Customer Support Sebagai poin plus dalam persaingan jasa keuangan digital Dengan maraknya fintech startup dan bank berbasis digital, lanskap persaingan industri jasa keuangan telah berubah. Para pemain baru ini memanfaatkan teknologi untuk memberikan pengalaman personal berkualitas tinggi. Dalam menghadapi ekspektasi yang meningkat dan persaingan yang ketat, personalisasi bukan lagi sesuatu yang sekadar “menjadi alternatif”, melainkan “wajib dimiliki” bagi penyedia jasa keuangan. Menangani problem dengan efisien Tanpa disadari, AI dan analisis prediktif tengah merevolusi industri keuangan. Melalui AI, lembaga keuangan dapat menganalisis sejumlah besar data nasabah untuk memperoleh wawasan berharga tentang preferensi mereka. Misalnya, chatbot bertenaga AI dapat membalas pertanyaan yang sering ditanyakan, sehingga customer service (CS) manusia dapat menangani masalah nasabah yang lebih kompleks. Begitu pula, analisis prediktif dapat membantu CS mengantisipasi perubahan dalam situasi keuangan nasabah, sehingga memungkinkan mereka untuk menawarkan saran proaktif. Baca juga: Cara Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Hingga 75% dengan Freshdesk Mengelola interaksi nasabah dengan cepat Photo Credit: Freepik Untuk memberikan pengalaman yang dipersonalisasi, lembaga keuangan harus mengelola interaksi nasabah secara efisien dan efektif. Contoh sederhananya, menetapkan protokol yang jelas untuk menangani keluhan nasabah, serta memastikan bahwa nasabah dapat memilih alternatif yang sesuai kebutuhan mereka. Kemudahan dalam menganalisis data pelanggan Strategi omnichannel dapat meningkatkan personalisasi penyedia jasa keuangan. Mengintegrasikan infrastruktur komputasi awan yang tangguh seperti Amazon Web Services (AWS) dengan software pelanggan seperti Freshdesk akan membantu perusahaan mengelola dan menganalisis sejumlah besar data pelanggan secara efisien. Hasilnya adalah pengalaman pelanggan yang lancar dan personal di semua saluran, baik online maupun offline, yang memastikan bahwa pelanggan merasa dihargai dan dipahami. Baca juga: 7 Alasan Mengapa Anda Membutuhkan Solusi Alert Management Nasabah jasa keuangan mengharapkan perlindungan privasi data yang tinggi, serta layanan yang cepat dan andal. Berikan dukungan yang cepat dan personal dengan Freshdesk, software layanan pelanggan yang mudah digunakan dan tentunya aman. EIKON Technology sebagai partner resmi menyediakan solusi produktivitas customer support Freshdesk dengan garansi. Silakan klik di sini untuk Trial Freshdesk gratis!

Info

Penambahan Opsi Kontrol Granular pada Google Forms, Begini Cara Menggunakannya

Tahun 2023 lalu, Google memperkenalkan opsi kontrol granular untuk berbagi di Google Forms. Hanya saja, opsi tersebut diluncurkan dalam versi beta sehingga penggunaannya masih terbatas. Kini, opsi tersebut tersedia untuk umum. Bagaimana cara menggunakannya? Opsi kontrol granular untuk respons Google Forms Sebelumnya, pembuat form di Google Forms memiliki dua opsi berbagi, yaitu membatasi respons kepada pengguna dalam domain mereka (dan domain tepercaya) atau membuat form dapat diakses publik (artinya, siapa pun yang memiliki URL dapat merespons). Dengan hadirnya opsi baru yang tersedia bagi publik ini, pembuat form dapat membatasi akses respons ke pengguna, grup, atau audiens target tertentu—mirip dengan cara pemilik file dapat membatasi pembagian file Google Docs, Sheets, Slides, atau Sites di Drive. Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur ini berguna dalam kondisi apa pun saat Anda ingin mengontrol siapa saja yang dapat menanggapi form. Misalnya, pemilik bisnis dapat mengumpulkan feedback dari divisi tertentu di perusahaannya dengan lebih baik, sekaligus mencegah form tersebut ditanggapi oleh divisi atau tim lain. Demikian pula, pengajar dapat menggunakan fitur ini untuk memastikan suatu materi pelajaran hanya dapat diakses oleh siswa tertentu yang menerima tautan. Baca juga: Mengenal Data Loss Prevention (DLP), Kebijakan untuk Melindungi Data Sensitif di Google Forms Mulai menggunakan fitur Untuk mulai menggunakan fitur baru ini, tidak diperlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Pembuat form harus menerbitkan form mereka sebelum responden dapat melihat atau memberikan respons. Tidak hanya menentukan siapa saja yang bisa mengakses form, pembuat form juga dapat membagikan akses respons kepada pengguna, grup, atau audiens tertentu sesuai kebutuhan. Baca juga: Membuat Konten Branding Kini Lebih Mudah dengan Google Slides and Google Forms Ketersediaan Photo Credit: Freepik Peningkatan kapabilitas Google Forms ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 3 Desember 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), sedangkan untuk domain rilis terjadwal akan dimulai pada tanggal 6 Januari 2025 (1-3 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Kapabilitas baru ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk Workspace Individual dan pengguna dengan akun Google pribadi. Penting untuk diingat kapabilitas untuk membagikan akses respons kepada audiens tertentu hanya tersedia untuk layanan Google Drive, Docs, dan Chat. Edisi Workspace yang mendukung kapabilitas ini di Drive, Docs, dan Chat, di antaranya adalah Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Standard, Education Plus, Enterprise Essentials, dan Enterprise Essentials Plus. Sementara pada edisi Business Standard, Nonprofits, dan G Suite Business, kapabilitas hanya berlaku pada Drive dan Docs. Baca juga: Cara Menerapkan Rich Text Format pada Google Forms Peningkatan kapabilitas Google Forms ini akan membantu Anda dalam membatasi akses respons sebuah form. Dengan begitu, respons yang didapat akan lebih terfilter dan sesuai kebutuhan Anda. Untuk mengoptimalkan penggunaan Forms dan berbagai aplikasi Workspace lain, terutama jika Anda menggunakannya dalam skala besar, jangan lupa berlangganan Workspace for Business. Kini telah tersedia di EIKON Technology. Kami menyediakan solusi penerapan menyeluruh dengan garansi resmi. Informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info

Kapabilitas Konfigurasi Aplikasi Pihak Ketiga Google Workspace dengan Cakupan API tertentu Kini Tersedia untuk Umum

Awal tahun 2024 ini, Google Workspace meluncurkan kapabilitas untuk mengonfigurasi aplikasi pihak ketiga dengan cakupan API tertentu untuk open beta. Mulai Desember ini, kapabilitas tersebut sekarang tersedia untuk umum. Berikut ulasan selengkapnya! Kapabilitas untuk konfigurasi aplikasi pihak ketiga Google API Photo Credit: Google Workspace Updates Pembaruan ini memberikan kontrol yang lebih detail bagi administrator. Kini administrator dapat membatasi akses aplikasi pihak ketiga ke cakupan OAuth 2.0 tertentu untuk Google API, seperti Drive dan Gmail. Kapabilitas ini akan mencegah aplikasi memperoleh akses tambahan tanpa persetujuan administrator, meski mereka meminta cakupan API baru di masa mendatang. Dengan demikian, administrator dapat membantu administrator membatasi akses data. Baca juga: Perlindungan Kebijakan API untuk Menghadapi Era Generative AI Mulai menggunakan kapabilitas Untuk mulai mengelola akses app, buka konsol Admin dan klik menu Security > API Controls > App Access Controls. Selanjutnya, pilih opsi Manage Third-Party App Access Ini akan menampilkan daftar aplikasi yang dikonfigurasi. Untuk melihat aplikasi yang diakses, di bagian Accessed apps, klik View list. Dari daftar Configured apps atau Accessed apps, klik aplikasi yang ingin diberi akses. Untuk mengunduh informasi aplikasi dalam format file CSV, di bagian atas daftar Configured apps atau Accessed apps, klik Download list. Seluruh data dalam tabel dapat diunduh (termasuk data yang tidak Anda tampilkan). Untuk configured apps, file CSV menyertakan kolom tambahan berikut: Verification status, Number of users, Organizational unit, Requested services, dan API scopes yang terkait dengan setiap layanan. Jika aplikasi yang dikonfigurasi belum diakses, jumlah penggunanya adalah nol (0), dan 2 kolom lainnya kosong. Untuk accessed apps, file CSV memiliki kolom tambahan berikut: Verification status, Organizational unit, dan API scopes. Baca juga: Alasan Mengapa Google Workspace Adalah Pilihan Terbaik dalam Menghadapi Serangan Siber via Email Ketersediaan kapabilitas Photo Credit: Freepik Kapabilitas ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal (membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), mulai dari tanggal 3 Desember 2024. Kapabilitas ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, Cloud Identity Free, dan Cloud Identity Premium. Baca juga: Mengatur Masa Kedaluwarsa Akses File dengan Google Drive API Verifikasi aplikasi adalah program Google untuk memastikan bahwa aplikasi pihak ketiga yang mengakses data sensitif pelanggan lolos pemeriksaan privasi dan keamanan. Pengguna mungkin diblokir sehingga tidak dapat mengaktifkan aplikasi yang belum diverifikasi dan tidak dipercaya. Untuk menggunakan aplikasi ini, Anda cukup berlangganan Google Workspace yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai Google Partner Indonesia, kami menyediakan solusi resmi bergaransi. Informasi lebih lanjut terkait berlangganan, silakan hubungi kami di sini!

Scroll to Top