EIKON Technology

Info

Info

Add-ons Google Classroom Kini Tersedia untuk Seluruh Developers Google Workspace

Tahun 2022 lalu, Google Workspace mempermudah akses ke berbagai tools Education Technology (EdTech) secara langsung di Classroom. Saat itu, Google bermitra dengan lebih dari 20 perusahaan EdTech, termasuk Kahoot!, Pear Deck, IXL, ReadWorks, dan Nearpod, untuk membuat add-on Google Classroom. Integrasi tersebut memungkinkan pengajar dan siswa dengan mudah menemukan dan menggunakan konten pendidikan di berbagai tools EdTech favorit mereka tanpa harus membuka situs web dan aplikasi eksternal. Kini, tahun 2024, Workspace membawa gebrakan baru untuk Classroom dengan membuka akses add-ons kepada seluruh developers yang menggunakan ekosistem Workspace. Simak detail selengkapnya dalam artikel berikut! Ketersediaan umum add-ons Google Classroom Photo Credit: Freepik Per 24 Juni 2024, add-ons Classroom tersedia untuk seluruh developers yang menggunakan ekosistem Workspace. Kini, para developers dapat mengembangkan add-on yang memungkinkan pengajar melakukan hal-hal berikut di Classroom: Menemukan dan melampirkan konten ke tugas sekolah; Preview konten dari sudut pandang siswa; Meninjau respons siswa terhadap aktivitas; Menghemat waktu dengan penilaian otomatis terhadap respons siswa. Add-on akan melengkapi fitur Classroom API lainnya, sehingga memungkinkan pengajar dan siswa menikmati konten tanpa harus meninggalkan Google Classroom. Baca juga: Perubahan Pemutar YouTube di Google Workspace for Education Mulai mengakses add-on Classroom Admins:  District admins harus mengaktifkan akses ke add-on agar pengajar bisa menggunakan fitur-fitur ini. Anda dapat mengunjungi halaman Help Center ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang petunjuk penginstalan fitur add-on dan add-on individual untuk domain, OU, atau grup. Setelah berhasil menyiapkan add-on, distrik Anda bisa langsung menggunakan perlengkapan pengembangan profesional ini—yang mencakup presentasi dan rencana pelajaran—untuk melatih para pengajar tentang cara menggunakan add-on. Baca juga: Update Transformation Reports Google for Education untuk Implementasi yang Lebih Optimal Developers: Seluruh developer kini dapat membuat add-on Classroom. Anda dapat mempelajari cara memulainya dengan menyimak Developer Documentation ini.  Pengajar:  Jelajahi Google Workspace Marketplace atau Google for Education App Hub untuk menemukan dan memasang add-on yang dapat Anda pasang sendiri. Setelah memasang add-on, Anda akan melihat modul “add-on” saat membuat Announcements, Assignments, atau Materials. Pilih salah satu penyedia yang tercantum untuk meluncurkan add-on mereka. Kunjungi halaman Help Center ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang penggunaan add-on di Classroom. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Akses menuju add-on Google Classroom, termasuk ruang pengembangannya kini telah tersedia untuk umum dan dapat digunakan oleh seluruh pengguna Google Workspace edisi Education Plus dan Teaching & Learning Upgrade. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online yang Aman dengan Google for Education Update ini memberikan kemudahan bagi para pengajar dan developer untuk mengakses sekaligus mengembangkan add-on Google Classroom. Akses pun bisa langsung Anda dapatkan secara mudah, cukup dengan berlangganan Workspace for Education yang telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan, hubungi kami di sini!

Info

Lebih Ringkas, Kini Seluruh Learning Tools Interoperability Ada dalam Satu Tempat: Google Workspace LTI™

Learning Tools Interoperability (LTI) adalah sebuah teknologi pendidikan yang memungkinkan sistem pembelajaran untuk berjalan di sistem eksternal. Misalnya, Learning Management System (LMS) dapat menggunakan LTI untuk hosting konten dan alat kursus yang disediakan oleh sistem pihak ketiga eksternal di situs web, tanpa mengharuskan pengguna untuk masuk secara terpisah. Google sendiri memiliki Google Workspace Learning Tools Interoperability™ (Google Workspace LTI™) untuk LMS. Interoperabilitas ini telah menggunakan standar LTI yang dikembangkan oleh 1EdTech (pelopor LTI). Lalu, bagaimana cara menggunakannya? Tentang Google Workspace LTI™ Google Workspace LTI™ mencakup Assignments LTI™, Google Drive LTI™, dan Google Meet LTI™. Dengan Assignments LTI™, Anda dapat: Mendistribusikan, menganalisis, dan menilai pekerjaan siswa dengan Google Workspace for Education; Menganalisis laporan keaslian penyerahan pekerjaan siswa untuk menghemat waktu dan memastikan keaslian. Sedangkan Google Meet LTI™, memungkinkan Anda untuk dapat menggunakan Meet langsung di LMS secara seamless tanpa perlu berpindah-pindah aplikasi. Baca juga: Google Assignments for Canvas: Lebih Banyak Opsi untuk Berikan Penilaian Integrasi Google Workspace LTI™ Photo Credit: Freepik Ke depannya, seluruh LTI, termasuk Assignments LTI™ dan Google Drive LTI™ akan digabungkan ke dalam satu kategori, yaitu Google Workspace LTI™. Tidak ada perubahan fungsi dengan pembaruan ini, namun Anda akan menemukan hal-hal berikut: Assignments akan berubah nama menjadi Google Workspace LTI™ di konsol Admin dan Google Workspace LTI™ di konsol Google Cloud. Seluruh tool LTI akan dikelola di konsol Admin dengan layanan Google Workspace LTI™. Google Assignments Help Center akan berganti nama menjadi Google Workspace LTI™, namun forum komunitasnya akan tetap sama. Baca juga: 5 Fitur Google Classroom Terbaru Penuhi Kebutuhan Belajar-Mengajar Masa Kini Mulai menggunakan LTI™ Perubahan ini tidak akan berpengaruh pada end user secara langsung. Sebagai end user, Anda juga tidak perlu melakukan pengaturan tambahan apa pun. Bagi Administrator, perubahan pada LTI™ akan langsung terjadi secara otomatis tanpa pengaturan tambahan apa pun. Anda dapat mengunjungi halaman Help Center ini untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Google Workspace LTI™. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Integrasi LTI Google Workspace ini telah tersedia dan bisa langsung digunakan. Administrator tidak perlu melakukan pengaturan tambahan apa pun untuk mengintegrasikan seluruh tools LTI yang ada dalam rangkaian produktivitas Workspace. Layanan ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace for Education edisi Fundamentals, Standard, Plus, serta Teaching & Learning Upgrade. Baca juga: 5 Cara Google Workspace for Education Membantu Pengajar dan Siswa Tetap Aman di Dunia Maya Integrasi terbaru Learning Tools Interoperability ini tersedia di Google Workspace for Education yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Sebagai authorized reseller Google untuk Indonesia, EIKON Technology menyediakan produk resmi berlisensi. Kami juga menyertakan layanan konsultasi untuk memastikan kelancaran proses implementasi produk. Informasi selengkapnya mengenai produk, silakan klik di sini!

Info

Kelola eSignature di Google Workspace Kini Jadi Makin Mudah, Begini Caranya

Akhir bulan Juni 2024 ini Google Workspace meluncurkan beberapa update. Salah satunya adalah update untuk pengelolaan eSignature. Simak detail selengkapnya berikut! Update eSignature Google Workspace Update terbaru eSignature Google Workspace akan membantu administrator dalam mengelola kemampuan pengguna saat mereka meminta eSignature. Untuk mengonfigurasi setelan ini, administrator cukup masuk ke menu Apps di konsol Admin. Selanjutnya, pilih opsi Google Workspace > Drive and Docs > eSignature. Admin dapat mengelola akses eSignature di tingkat organizational unit (OU) maupun grup, seperti tampak dalam gambar berikut: Photo Credit: Google Workspace Updates Melalui pemutakhiran ini, admin dapat mengelola akses ke eSignature sebelum fitur diluncurkan ke end user. Itu artinya, hanya kelompok yang sesuai yang akan diperbolehkan untuk meminta eSignature. Penting untuk diingat, kontrol admin tidak membatasi pengguna untuk memberikan eSignature melalui fitur tersebut. Baca juga: Tips Memilih Tanda Tangan Elektronik yang Tepat untuk CRM Bisnis Anda eSignature untuk Google Docs akan segera diluncurkan untuk end user Mengikuti update ini, Google Workspace akan meluncurkan eSignature untuk Google Docs kepada end user. Fitur tanda tangan elektronik ini menawarkan berbagai kapabilitas untuk membantu Anda menyederhanakan proses permintaan dan pengambilan tanda tangan elektronik. Secara khusus, dengan fitur ini Anda dapat: Meminta eSignature, termasuk tanda tangan elektronik tidak hanya dari satu pengguna saja, bahkan dari pengguna non-Gmail; Melihat status tanda tangan yang tertunda dan memastikan tanda tangan sudah dibubuhkan pada formulir atau kontrak yang Anda ajukan; Menyimpan templat kontrak untuk memulai beberapa permintaan eSignature; Melihat jejak audit kontrak yang telah selesai; Menggunakan kolom teks khusus untuk meminta informasi tambahan dari penanda tangan, seperti jabatan, alamat email, dan lainnya; Menandatangani kontrak dari PC maupun perangkat seluler. Baca juga: eSignature untuk Google Docs dan Drive, Apa Keunggulannya? Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Freepik Bagi administrator, fitur ini akan otomatis aktif (secara default) dan dapat dikonfigurasi, baik di tingkat OU, maupun grup. Anda dapat mengunjungi dokumentasi dari Google Workspace ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang eSignature Workspace. Ketersediaan Pengaturan administrator Untuk domain rilis cepat dan rilis terjadwal: Rollout penuh (1-3 hari untuk visibilitas fitur) pada tanggal 24 Juni 2024. Bagi end user Untuk domain rilis cepat dan rilis terjadwal: Rollout bertahap (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur) mulai tanggal 15 Juli 2024. Fitur eSignature ini tersedia bagi pelanggan Google Workspace edisi Business Standard dan Plus, Enterprise Starter, Standard, dan Plus, Enterprise Essentials dan Essentials Plus, serta Education Plus. Baca juga: eSignature Kini Tersedia bagi Pelanggan Google Workspace Individual Hadirnya fitur eSignature ini akan memudahkan Anda untuk menambahkan tanda tangan elektronik secara mudah tanpa berpindah dokumen dan aplikasi. Agar performa fitur baru ini lebih optimal, jangan lupa berlangganan edisi Workspace yang memenuhi syarat pengajuan eSignature, seperti Workspace for Business yang bisa Anda dapatkan di EIKON Technology, partner resmi Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info

Gemini for Workspace Makin Canggih dengan Dukungan Generative AI

Google baru saja merilis terobosan barunya yang dibekali dengan generative AI, yakni Gemini for Google Workspace. Artikel kali ini akan membahas kecanggihan apa saja yang dapat dilakukan fitur tersebut. Mari kita simak bersama! Side panel Gemini for Workspace 1.5 Pro Photo Credit: Google Workspace Blog Generative AI Gemini for Workspace hadir untuk membantu Anda meningkatkan produktivitas dengan mengubah cara kerja. Salah satu contohnya, Help me write di Docs dan Gmail yang akan membantu Anda mendapat ide untuk menulis. Baca juga: Berbagai Penawaran Training untuk Mempelajari Gemini for Workspace Kini kapabilitas tersebut dikembangkan hingga menjadi suatu side panel yang lebih mudah diakses. Side panel Gemini for Workspace telah tersedia bagi pengguna seluruh pengguna Labs, Gemini for Workspace, dan Google One AI Premium. Photo Credit: Google Workspace Blog Gemini di Gmail mobile   Photo Credit: Google Workspace Blog Saat Anda sedang bepergian, membaca rangkaian email yang panjang dapat memakan waktu. Sebagai Solusi, Gemini meluncurkan sebuah kapabilitas yang dapat menganalisis rangkaian email dan kemudian membuat ringkasan, Selain itu, Gemini for Workspace juga menghadirkan fitur Smart Reply yang memungkinkan Anda untuk segera menanggapi email hanya dengan satu ketukan. Fitur ini juga telah dibekali dengan generative AI sehingga balasan Anda akan tetap terdengar natural. Baca juga: Gemini AI Resmi Hadir di Panel Samping Google Workspace Sederhanakan alur kerja dengan Gemini Photo Credit: Google Workspace Blog Alur kerja yang repetitif terlihat sepele, namun jika sudah menumpuk, tentu akan menjadi beban. Dengan generative AI Gemini, tugas-tugas umum bisa lebih mudah dilakukan atau bahkan dijalankan secara otomatis. Dengan Gemini, Anda tak perlu repot lagi melakukan tugas umum seperti mengumpulkan invoice yang berserakan di email sebagai lampiran. Gemini akan membantu mengenali lampiran tersebut dan secara otomatis menatanya di Drive dan Sheets. Ini tidak hanya menghemat beban Anda untuk melakukannya secara manual saat lampiran masuk, tapi juga dapat mengotomatiskan proses tersebut di masa mendatang. Baca juga: Membangun Aplikasi Gen AI untuk Perusahaan Dengan LLM dari Database Google Cloud Anda dapat memulai Gemini for Workspace dengan uji coba Google One AI Premium tanpa biaya untuk konsumen atau dengan add-on Gemini for Workspace Business. Belum menggunakan Workspace? Tak perlu khawatir karena Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Workspace untuk Indonesia, kami menyediakan solusi menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan dan biaya, silakan hubungi kami di sini!

Info

Berbagai Penawaran Training untuk Mempelajari Gemini for Workspace

Google Workspace memberdayakan individu dan bisnis untuk terhubung, berkreasi, dan berkolaborasi dengan aman dari mana saja. Dengan rangkaian alat yang canggih, termasuk kemampuan generative AI, akan selalu ada kemungkinan pengguna kesulitan untuk memulai atau memanfaatkan rangkaian produktivitas ini. Berikut panduan untuk memulai pengalaman dengan Google Workspace dan Gemini for Workspace. Mulai menggunakan Google Workspace dan Gemini for Workspace Jika Anda baru menggunakan Google Workspace, Learning Center adalah titik awal yang tepat. Di sana Anda bisa menemukan panduan untuk memastikan pengguna siap menggunakan Workspace sejah hari pertama, dengan topik seperti cara menyiapkan Chrome, Gmail, dan Kalender di seluruh perangkat perusahaan. Untuk pengguna yang sudah berpengalaman, Google Workspace telah menambahkan fitur dengan dukungan AI untuk membantu meningkatkan produktivitas. Anda bisa menggunakan Gemini for Workspace untuk menulis draf pertama dokumen dengan cepat, meringkas rangkaian email, hingga mengilustrasikan presentasi. Training spesifik Photo Credit: Freepik Workspace juga menawarkan berbagai training dan panduan pelatihan untuk disesuaikan dengan tujuan pembelajaran serta kasus penggunaan yang berbeda. Anda bisa mulai dari Google AI Essentials, training mandiri yang dirancang untuk membantu pengguna dari berbagai peran dan industri mempelajari keterampilan AI yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas. Selanjutnya Anda dapat mencoba aplikasi dengan panduan yang spesifik, seperti panduan manajemen proyek ini atau panduan dalam sektor finansial. Baca juga: Gemini AI Resmi Hadir di Panel Samping Google Workspace Training lebih mendalam Photo Credit: Freepik Jika Anda tertarik untuk mengikuti pelatihan lebih lanjut, Google Workspace juga menawarkan sejumlah opsi pelatihan sesuai permintaan, mulai dari courses hingga hand-on labs, tersedia di Google Cloud Skills Boost. Gemini for Google Workspace: Jelajahi fitur generative AI di Google Workspace dengan rangkaian enam mini course. Calendar: Mempelajari cara membuat dan mengelola acara, berbagi kalender, dan membuat jadwal Anda dapat ditemukan orang lain. Chat: Mempelajari cara berkolaborasi dengan tim di satu tempat, menggunakan Direct Messages dan Spaces.  Docs: Meningkatkan kolaborasi kreatif dengan komentar dan action items, personalized preferences, dan tool Google Docs Explore. Baca juga: Closed Caption Google Meet Kini Diperluas Ke 31 Bahasa Tambahan, Apa Saja? Drive: Lakukan lebih banyak hal pada aset Anda dengan mengatur, melindungi, dan berbagi file. Gmail: Jelajahi tindakan, setelan, dan fitur yang akan membantu Anda mengatur kotak masuk dengan lebih baik dan menulis email yang lebih menarik. Meet: Bertemu langsung dengan tim Anda, di mana pun mereka berada, melalui video meeting. Sheets: Membuat, mengedit, dan berkolaborasi pada Sheets langsung di browser Anda tanpa memerlukan perangkat lunak tambahan. Sheets – Advanced Topics: Maksimalkan data Anda dengan rumus, fungsi, bagan, dan tabel. Slides: Bangun dan berkolaborasi dalam presentasi profesional untuk proposal, penjualan, pemasaran, dan pelatihan. Baca juga: Pengembangan Aplikasi Tanpa Coding di Bidang Energi Anda dapat melihat rangkaian lengkap referensi training Google Worskapce dan seri Beyond the prompt, yang menawarkan contoh dan tips ahli untuk membantu Anda meningkatkan penggunaan Gemini for Workspace. Belum menggunakan Workspace? EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Workspace for Business khusus untuk penggunaan skala besar dengan solusi penerapan menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Memahami Kebocoran Data yang Terjadi di Single-Page Applications

Heap adalah wilayah dalam memori komputer yang digunakan untuk alokasi memori dinamis, tempat data disimpan dan dikelola selama eksekusi program. Dalam konteks browser, heap penting untuk mengelola alokasi memori untuk dan Document Object Model (DOM). Di browser seperti Google Chrome, ukuran heap mengacu pada jumlah memori yang dialokasikan untuk eksekusi JavaScript dalam browser. Heap dikelola oleh mesin JavaScript V8 Chrome, yang mendukung browser. Ukuran heap sangat bervariasi, bergantung pada beberapa faktor, termasuk sumber daya sistem pengguna dan versi browser tertentu. Kebocoran memori Kebocoran memori terjadi saat memori yang dialokasikan untuk suatu objek dalam program komputer tidak dilepaskan dengan benar. Ini bisa terjadi karena kesalahan pemrograman atau ketidakefisienan dalam cara pengelolaan memori oleh program. Memori dalam program komputer ibarat air dalam ember. Saat membutuhkan air, maka Anda akan mengisi ember dan saat selesai, ember akan dikosongkan. Program akan mengalokasikan memori untuk objek, saat objek tersebut dibuat dan melepaskan memori saat objek tersebut tidak diperlukan lagi. Nah, saat terjadi kebocoran memori, ini ibarat ember tadi memiliki lubang. Sama seperti air yang keluar, memori yang seharusnya dilepaskan justru tertahan, menyebabkan penumpukan memori yang tidak terpakai hingga akhirnya dapat memperlambat atau membuat program terhenti. Baca juga: Tips Meningkatkan Performa Single-Page Application untuk Meningkatkan User-Experience dengan Freshchat Single-page applications: Rentan terhadap kebocoran memori Single-page applications (SPA) yang dibangun pada kerangka kerja seperti Ember, React, atau kerangka kerja JavaScript modern lainnya tidak lebih rentan terhadap kebocoran memori dibandingkan multi-page applications. Namun mereka lebih rentan terhadap masalah manajemen memori karena karakteristik dan kompleksitas spesifiknya. Berikut beberapa alasan mengapa SPA lebih rentan terhadap kebocoran memori: Umur halaman lebih lama; Pendengar acara; Siklus referensi; Penyimpanan data dalam cache. Mitigasi kebocoran memori Untuk mengurangi kebocoran memori di SPA, pengembang harus rajin mengelola memori dan sumber daya. Ini termasuk: Mengelola siklus hidup komponen, pendengar peristiwa, dan objek dengan benar. Mengidentifikasi dan memutus siklus referensi. Menggunakan alat dan pustaka bawaan untuk pembuatan profil memori dan debugging. Menguji dan membuat profil aplikasi secara menyeluruh untuk menangkap dan mengatasi kebocoran memori. Baca juga: 5 Tips untuk Merancang Manajemen IT dengan Penerapan AI Monitoring memory leaks Photo Credit: Freshworks Blog Anda bisa menggunakan alat pengembang browser (misalnya, Chrome DevTools, Firefox Developer Tools) untuk membuat profil penggunaan memori. Carilah peningkatan konsumsi memori secara konsisten. Cuplikan heap di alat pengembang dapat mengungkap objek yang disimpan dan membantu mengidentifikasi bagian mana dari kode Anda yang menyebabkan kebocoran memori. Baca juga: Cara Menata Ulang IT Self-Service untuk Meningkatkan Performa Karyawan Single-page application (SPA) tidak terlalu rentan terhadap risiko kebocoran memori, tapi lebih rentan terhadap masalah manajemen memori karena karakteristik dan kompleksitas spesifiknya. Sebagai solusi, Anda bisa memanfaatkan berbagai fitur yang ditawarkan Freshworks, EIKON Technology sebagai authorized reseller partner Freshworks, menyediakan single-page application Freshchat resmi dan bergaransi. Kami siap membantu Anda dalam seluruh proses penerapan solusi untuk mendapatkan hasil terbaik. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Ini Dia Rencana Pengembangan AppSheet sebagai Platform Tanpa Kode Unggulan

AppSheet merupakan platform terintegrasi Google Workspace yang memungkinkan siapa pun untuk dapat mengembangkan aplikasi tanpa kode. Seiring dengan berubahnya model kerja, kebutuhan terhadap tool tanpa kode yang memungkinkan kerja hybrid semakin meningkat. Sebagai pemain utama dalam platform tanpa kode, AppSheet terus-menerus melahirkan inovasi dan membangun solusi baru untuk memecahkan tantangan yang dihadapi pengguna. Berikut beberapa “bocoran” pengembangan AppSheet pada semester kedua tahun 2024 ini! Bagaimana AppSheet mengubah dinamika kerja para pelanggannya Mempercepat transformasi digital skala besar AppSheet telah menjadi kunci keberhasilan strategi pengembangan aplikasi di Globe Telecom. Program mereka mencakup penerapan lebih dari 200 aplikasi yang dikembangkan oleh karyawan, menghasilkan pengurangan waktu pemrosesan sebesar 79.8% dan penghematan hingga US$6,7 juta pada tahun pertama penerapannya. Memberdayakan pengembang pemula Photo Credit: Freepik Perusahaan material asal Jepang, Lixil, memberdayakan karyawan mereka untuk menggunakan tool digital. Ini terbukti menjadi sebuah pendekatan yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Dalam setahun, karyawan dari berbagai divisi dapat menciptakan ~850 aplikasi untuk memecahkan masalah bisnis dan meningkatkan produktivitas dengan bantuan AppSheet. Baca juga: Kenalan dengan Apps Script Connector for AppSheet untuk Otomatisasi Alur Kerja Google Workspace Rencana AppSheet Photo Credit: Freepik Berikut adalah beberapa fokus utama AppSheet untuk waktu mendatang: Pengembangan aplikasi yang mudah dengan AppSheet Database Kunci keberhasilan strategi transformasi digital adalah memastikan semua orang memiliki pemberdayaan yang sama. Tahun lalu, Asana meluncurkan preview AppSheet Database untuk menyederhanakan pembuatan aplikasi dan mengintegrasikannya dengan platform lain. Tingkatkan kolaborasi dan pengalaman pengguna AppSheet memperkenalkan aplikasi Chat untuk membantu mendigitalkan proses komunikasi Anda. Buat Chat Apps (chatbots) dan terapkan dalam perusahaan Anda, tentunya tanpa menulis satu baris kode pun. Selain itu, AppSheet juga akan memudahkan proses pembuatan aplikasi desktop dengan membangun Desktop User Experience. Baca juga: Kini, Buat Aplikasi untuk Google Chat Jadi Makin Mudah dengan AppSheet Tata kelola dan kepatuhan AppSheet menyederhanakan tata kelola dalam skala besar. Pada tahun 2022 lalu, AppSheet memperkenalkan kebijakan tata kelola yang diperluas untuk mengontrol perilaku dan batasan platform. Selain itu, administrator AppSheet kini dapat memiliki kontrol hierarki atas manajemen tim dalam akun mereka untuk memungkinkan pengawasan terpusat. Kemitraan Pada tahun 2022 lalu, AppSheet mengumumkan investasi mereka pada budaya pengembangan masyarakat. Kemudian pada awal tahun 2023, AppSheet telah berhasil mencapai silver tier level dari Project Management Institute (PMI) Citizen Developer™  Partner Program. Baca juga: Mengintip Rencana Pengembangan AppSheet untuk 2023, Seperti Apa? AppSheet telah terintegrasi dengan Google Workspace sehingga akan menyederhanakan alur kerja Anda. Kapabilitas pembuatan aplikasi ini telah tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace yang memiliki AppSheet edisi Starter, Core, maupun Enterprise. Belum berlangganan Workspace? EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Workspace for Education dan Workspace for Business untuk Anda dengan implementasi yang menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info

Tools Baru dari Asana untuk Membantu Anda Mencapai Kepemimpinan yang Optimal

Perkembangan teknologi yang pesat seperti sekarang ini memudahkan para pemimpin untuk dapat membekali tim mereka dengan tools yang akan mendukung fokus dan produktivitas. Asana baru saja memperkenalkan serangkaian penyempurnaan baru yang dirancang untuk membantu Anda melakukan hal tersebut. Bantu karyawan dapatkan gambaran besar Asana Goals memungkinkan Anda menghubungkan misi perusahaan dengan pekerjaan sehari-hari dalam satu tempat bersama. Kemudian dengan fitur My Goals, anggota tim bisa melihat bagaimana proyek mereka dapat mencapai tujuan yang lebih besar. Fitur Automatic progress roll-up memungkinkan Anda melacak kemajuan tujuan tim dan mengidentifikasi hambatan secara real-time—mengurangi manajemen mikro dan rapat yang memakan waktu. Selain itu, dengan Comment-only Goals, Anda dapat membagikan tujuan ke seluruh organisasi sekaligus mencegah pengeditan yang tidak diinginkan. Baca juga: Solusi Manajemen Tugas Asana Kini Tersedia di EIKON Technology Mode fokus Saat Anda fokus, pekerjaan akan lebih mudah terselesaikan. Namun, akan sulit untuk tetap berada fokus saat Anda terus-menerus menerima notifikasi. Untungnya, Asana kini menyediakan cara untuk membatasi gangguan tersebut. Photo Credit: Freepik Dengan mengaktifkan Do Not Disturb, Anda dapat menetapkan batasan dan mengambil kendali penuh kapan notifikasi dikirimkan. Selain itu, ke depan, Asana juga akan meluncurkan fitur desktop yang memberikan kemampuan untuk mencadangkan waktu dan menjeda pemberitahuan untuk tugas tertentu, sehingga Anda dapat menggunakan jam kerja ke prioritas utama—tanpa gangguan. Integrasi untuk mengurangi distraksi Ketergantungan yang besar pada terlalu banyak aplikasi menyebabkan gangguan yang kemudian berakibat pada terlewatnya deadline dan jam kerja lebih lama. Untuk meningkatkan efisiensi, Anda dapat menambahkan aplikasi utama —seperti Zoom, Salesforce, Clockwise, dan lainnya—langsung di Asana. Tersedia pula integrasi di My Task, sehingga Anda dapat meningkatkan produktivitas tim. Misalnya, dengan integrasi Slack, Anda bisa dengan mudah mengubah pesan Slack menjadi tugas yang bisa segera ditindaklanjuti di My Task, jadi tugas bisa segera dikerjakan tanpa berpindah aplikasi. Baca juga: Memberdayakan Inovasi agar Dapat Membangun Bisnis yang Adaptif Mendengarkan masukan Pemimpin terbaik menciptakan ruang aman di mana para pekerja didengarkan. Pertemuan 1:1 penting bagi manajer dan karyawan untuk mendorong keselarasan, membangun hubungan baik, dan mendorong komunikasi terbuka. Asana memperbarui fitur 1:1 project template yang memungkinkan Anda merencanakan rapat dan melakukan percakapan yang bisa ditindaklanjuti. Photo Credit: Freepik Tersedia pula fitur Forms yang dapat digunakan untuk mengumpulkan, mengatur, dan melacak masukan karyawan dalam skala besar. Nantinya Forms dapat disematkan langsung ke situs internal Anda, sehingga menciptakan pengalaman yang lebih efisien untuk memberikan masukan. Baca juga: Tantangan Bisnis Modern yang Dialami Para CEO Asana telah membantu lebih dari 93.000 perusahaan dalam mengelola pekerjaan mereka, baik itu proyek kecil maupun inisiatif strategis. Perusahaan terkemuka mengandalkan Asana untuk mengelola segalanya mulai dari tujuan perusahaan hingga transformasi digital, baik peluncuran produk maupun kampanye pemasaran. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam mengimplementasikan solusi cloud kolaborasi dan manajemen kerja, EIKON Technology telah mengembangkan layanan yang memenuhi kebutuhan pelanggan untuk mendapatkan hasil optimal dari platform manajemen kerja Asana. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info

5 Pembaruan dari AppSheet dengan Dukungan AI yang Akan Mudahkan Pembuatan Aplikasi

Agar tetap kompetitif, perusahaan perlu membangun aplikasi yang dapat mengotomatiskan alur kerja, meningkatkan produktivitas, dan terhubung dengan pelanggan. Inovasi terbaru dalam AI semakin memudahkan pengembangan aplikasi tanpa kode. Artikel ini akan membahas bagaimana AppSheet memudahkan Anda membuat aplikasi dan otomatisasi alur kerja dengan tools intuitif tanpa perlu kode apa pun. 1. Pembuatan aplikasi dengan dukungan AI Photo Credit: Google Workspace Blog AppSheet baru saja meluncurkan pengembangan aplikasi bertenaga AI melalui Duet AI, tool canggih yang mengubah deskripsi natural language dari solusi yang Anda perlukan menjadi aplikasi fungsional. Duet AI menghadirkan kemampuan AI generatif ke AppSheet, memungkinkan siapa pun, apa pun keahlian teknisnya, membuat aplikasi transformatif yang mengotomatiskan alur kerja, menyederhanakan proses, dan meningkatkan produktivitas. 2. Manfaatkan AI untuk dukung proses bisnis Photo Credit: Google Workspace Blog AppSheet telah memperkenalkan beberapa fitur yang didukung AI. Salah satunya adalah fitur untuk mengotomatiskan input suara dan data sehingga tak perlu lagi melakukan entri data manual. Input suara dan data yang didukung AI secara signifikan mengurangi risiko kesalahan manusia, memastikan keakuratan dan konsistensi data. 3. Smart chips untuk tingkatkan produktivitas tim Photo Credit: Google Workspace Blog Smart chips adalah konektor data transformatif, yang dirancang untuk memudahkan proses pengambilan keputusan. Tool ini secara intuitif mengintegrasikan informasi real-time dari aplikasi AppSheet Anda ke Google Docs. 4. Menyusun built-in database yang aman AppSheet kini menawarkan built-in database yang dapat diskalakan untuk membantu mendukung aplikasi yang Anda buat. Antarmukanya yang ramah pengguna memudahkan untuk berbagi dan mengelola data secara aman dengan kontrol akses untuk manajer dan tim TI. Database AppSheet menyederhanakan proses pembuatan aplikasi dengan integrasi mendalam dengan platform AppSheet. Setiap aplikasi yang dibuat oleh Duet AI di AppSheet menggunakan database AppSheet, menjadikannya sumber data pilihan untuk pengembangan yang didukung AI di AppSheet. 5. Mengontrol dan menjaga data Anda AppSheet telah membuat kemajuan signifikan dalam tata kelola data, menawarkan berbagai fitur baru kepada pelanggan untuk mengelola data secara aman. Pengguna dapat memilih untuk menyimpan dan memproses data AppSheet mereka di UE, untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan regional. AppSheet juga memungkinkan domain Workspace sekunder disertakan sebagai pengguna internal, sehingga menyederhanakan kolaborasi dan kontrol akses. Baca juga: Kini, Buat Aplikasi untuk Google Chat Jadi Makin Mudah dengan AppSheet Dengan pembaruan di atas, perusahaan Anda bisa mendapat lebih banyak manfaat dibanding sebelumnya. Ini akan membukan peluang untuk merombak sistem lama, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, hingga mendorong pertumbuhan bisnis. Seluruh kemudahan AppSheet dapat Anda nikmati dengan berlangganan Google Workspace for Business melalui EIKON Technology. Kami menyediakan paket implementasi yang menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info

Menyeimbangkan Produktivitas dan Keamanan Data

Memberikan akses istimewa kepada pengguna adalah sebuah praktik umum. Administrator melakukannya agar pengguna memiliki akses untuk mengelola tugas administratif di perangkat mereka. Hal ini memang bisa dilakukan secara manual, tapi dapat menimbulkan risiko keamanan. Namun di sisi lain, pengelolaan akses yang terlalu ketat dapat menimbulkan hambatan bagi pengguna ketika mereka mencoba menyelesaikan pekerjaan. Lalu, apa yang harus dilakukan? Tantangan yang dihadapi administrator Photo Credit: Freepik Managed service provider (MSP) adalah garda terdepan dalam melawan ancaman siber. Mereka selalu aktif fokus dalam memberikan solusi untuk meningkatkan keamanan klien, tanpa mengorbankan efisiensi dan pengalaman pengguna. Membatasi atau menghapus hak istimewa yang lebih tinggi pada perangkat pengguna dapat mengatasi kedua area masalah tersebut dengan menyeimbangkan produktivitas dan keamanan secara aman. Sering kali, meningkatkan hak istimewa bisa menjadi proses manual yang melelahkan. Admin TI dan MSP harus menyiapkan, memelihara, dan menghapus izin pengguna akhir. Kesalahan bisa terjadi kapan saja dan dapat merugikan keamanan data perusahaan. Baca juga: Cara Mengintegrasikan Active Directory dengan JumpCloud JumpCloud Temporary Elevated Device Privileges menjadikan pengelolaan akses sebagai peluang, bukan hambatan bagi pengguna. Layanan ini akan membantu admin TI meningkatkan dan menghapus izin pengguna pada perangkat dalam jangka waktu tertentu secara otomatis. Iini juga meningkatkan efisiensi perusahaan sekaligus mengoptimalkan postur keamanan. Layanan utama JumpCloud Temporary Elevated Device Privileges Mengelola hak istimewa pengguna: Kemampuan untuk mengatur hak istimewa pengguna individu pada perangkat dalam jangka waktu tertentu. Mengotomatiskan masa berlaku hak istimewa pengguna: Hak istimewa yang ditingkatkan pada perangkat akan otomatis kedaluwarsa dan kembali ke pengaturan sebelumnya secara otomatis. Wawasan data: Data atau peristiwa dihasilkan ketika hak istimewa ditingkatkan, digunakan, kedaluwarsa secara otomatis, dan dikembalikan ke keadaan sebelumnya. Baca juga: Mengintegrasikan Active Directory dengan Perangkat Linux Kelebihan JumpCloud Temporary Elevated Device Privileges Photo Credit: Freepik Mengurangi administrasi TI: Mengelola dan mengotomatiskan peningkatan hak istimewa pada perangkat pengguna dengan mudah, menghemat waktu dan mengoptimalkan sumber daya. Peningkatan efisiensi TI: Administrator dapat beralih ke tugas lain tanpa harus khawatir menghapus atau menyetel ulang hak istimewa pengguna di perangkat mereka secara manual. Mengurangi risiko keamanan: Hak istimewa pengguna secara otomatis dihapus ketika tidak lagi diperlukan untuk mengoptimalkan postur keamanan perusahaan. Pelaporan kepatuhan yang mudah: Admin memiliki semua log yang relevan untuk dapat mengaudit, memecahkan masalah, dan memenuhi persyaratan kepatuhan seputar peningkatan hak istimewa pada perangkat pengguna. Baca juga: Remote User Access dan Remote Access, Apa Bedanya? JumpCloud Temporary Elevated Device Privileges akan membantu Anda menyeimbangkan antara keamanan dan produktivitas perusahan dengan fitur identitas terpadu dan manajemen perangkat lintas-OS dari platform open directory. Daftar uji coba gratis sekarang juga melalui EIKON Technology dan lihat bagaimana sistem TI perusahaan Anda menjadi lebih aman dan responsif. Open directory bahkan memungkinkan Anda untuk memanfaatkan pengelolaan perangkat dan/atau Identitas Provier (IdP) yang ada. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut!

Scroll to Top