Microsoft

Microsoft, Microsoft office 365

Ciptakan Pengalaman Hybrid Learning Baru dengan Canvas dan Microsoft 365

 Tuntutan pengajaran dan pembelajaran terus berubah akhir-akhir ini. Hal tersebut mau tak mau mendorong para pendidik untuk terus menyesuaikan solusi teknologi yang mereka gunakan, terlebih jika melihat model hybrid learning yang semakin sering digunakan. Berangkat dari permasalahan tersebut, Microsoft meluncurkan sebuah solusi yang menggabungkan Canvas and Microsoft 365 untuk memudahkan Anda dalam menyiapkan materi. Canvas + Microsoft Teams Kini tenaga pendidik dapat menggunakan Learning Management System (LMS) yang kaya fitur dari Canvas di Microsoft Teams. Menggabungkan kolaborasi dan alat produktivitas terbaik di kelasnya, Canvas + Microsoft Teams menghadirkan pengalaman belajar yang tak tertandingi. Photo Credit: Microsoft Education Blog Ratusan ribu perusahaan dan institusi pendidikan telah menggunakan Microsoft Teams untuk menyediakan panggilan video, fungsionalitas obrolan yang kompleks, dan kolaborasi berbasis grup. Fitur Microsoft Teams seperti Education Insights juga mendukung kesuksesan siswa. Alat tim seperti Viva Learning membantu staf berkoordinasi dan berkembang secara profesional. Dengan mengintegrasikan Teams dengan Canvas, Anda dapat mengakses pengalaman kolaborasi kelas dunia dan memberi siswa Anda keterampilan teknologi yang akan mereka butuhkan dalam karier mereka. Baca juga: Reading Coach, Tool Baru dari Microsoft Education untuk Tingkatkan Literasi Fitur LTI baru dilengkapi Canvas Microsoft telah menambahkan Canvas ke Learning Tools Interoperability (LTI). Ini juga telah mencakup Teams Classes LTI baru, Teams Meetings LTI baru, dan OneDrive LTI with Canvas baru. Teams Classes LTI memungkinkan guru dan siswa berpindah dengan mulus dari kelas mereka di Canvas ke tim kelas yang sesuai di Microsoft Teams. Dengan Teams Meetings LTI, pengguna dapat membuat, melihat, mengatur, dan bergabung dengan rapat Teams dari dalam Canvas. OneDrive LTI memungkinkan guru membuat tugas, menambahkan konten menggunakan Rich Content Editor (RCE) dan modul, serta membuat dokumen kolaboratif di Canvas. Baca juga: Menciptakan Lingkungan Kerja Inklusif dengan Microsoft Learn Akses situs Teams dan file bersama dari OneDrive LTI Pendidik dan siswa sekarang dapat mengakses file bersama dan file Teams mereka secara langsung dalam LTI OneDrive di Canvas. Ini membuatnya lebih mudah untuk membawa pekerjaan kolaboratif Anda ke dalam Canvas. Dengan menggunakan OneDrive LTI, Anda dapat membuat tugas, memulai kolaborasi, atau menambahkan file cloud ke kerangka dan halaman kursus di Canvas. Photo Credit: Microsoft Education Blog Dukungan untuk Channel Meetings di Microsoft Teams Meetings LTI Fitur baru lainnya memungkinkan Anda membuat channel meeting dari dalam Canvas di Teams Meetings LTI. Hal ini memungkinkan rapat berlangsung dalam Class Team, yang otomatis memberikan akses s ke semua fitur kolaborasi Teams dalam satu saluran. Photo Credit: Microsoft Education Blog Lihat pemberitahuan Teams Anda di Canvas Pendidik dan siswa kini dapat melihat pemberitahuan Teams secara langsung di dalam Canvas sehingga mereka dapat mengikuti obrolan atau diskusi penting tanpa harus berpindah aplikasi. Photo Credit: Microsoft Education Blog Buat postingan Teams langsung di Canvas Photo Credit: Microsoft Education Blog Aplikasi Teams Classes LTI di dalam Canvas membantu memfasilitasi kolaborasi pengajar dan siswa. Untuk menciptakan pengalaman yang lebih lancar, Microsoft kini mendukung kemampuan pembuatan konten dalam Canvas menggunakan aplikasi Teams Classes LTI, semuanya dengan cara yang intuitif dan tanpa harus meninggalkan Canvas untuk membuat konten. Baca juga: 3 Cara untuk Meningkatkan Pengalaman Cloud di Microsoft Azure Hybrid learning memunculkan beragam tantangan baru, bukan hanya bagi institusi pendidikan, tapi juga bagi pengajar dan siswa. Solusi baru yang dihadirkan Microsoft memudahkan para pengajar dan siswa untuk berkolaborasi. Tertarik untuk menggunakan berbagai solusi dari Microsoft untuk institusi pendidikan Anda? EIKON Technology siap membantu Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Microsoft, Microsoft office 365

5 Hal Penting yang Harus Diperhatikan dalam Compliance Risk Management

Compliance risk management adalah sebuah proses yang kompleks. Proses ini bahkan akan semakin rumit seiring dengan pertumbuhan perusahaan. Brian Armstrong, General Manager Risk and Compliance Microsoft menyebutkan bahwa compliance management akan jauh lebih mulus dengan pola pikir inklusif dan alat digital. Compliance risk management berarti merencanakan cara menghadapi kejadian tak terduga. Hal ini sama artinya dengan berarti menyelaraskan orang, proses, dan teknologi yang ada. Armstrong membagikan 5 hal yang ia dapat di Microsoft terkait manajemen kepatuhan. Mari simak bersama. Nilai postur kepatuhan Anda Mempertahankan postur kepatuhan yang baik dapat membantu Anda menghindari hukuman, reputasi yang negatif, denda, dan kerugian finansial. Mengingat betapa cepatnya peraturan berubah, ini bisa menjadi tantangan besar. Terlebih kini melacak masalah kepatuhan secara manual di spreadsheet sering kali tidak cukup. Sebagai langkah pertama, evaluasi kembali status kepatuhan saat ini dengan alat visual yang membantu mengukur posisi Anda saat ini sekaligus melacak kemajuan kolektif Anda dari waktu ke waktu. Baca juga: 3 Cara untuk Meningkatkan Pengalaman Cloud di Microsoft Azure Libatkan semua orang Melibatkan banyak orang sangat masuk akal jika mengingat bagaimana seluruh orang di perusahaan akan mendapat manfaat dari apa yang dimungkinkan oleh manajemen kepatuhan yang kuat. Pemerintah Kota Marion, Australia menggunakan Microsoft Purview Records Management untuk mengelola data dari 90 layanan yang disediakannya dengan lebih baik. Langkah tersebut kemudian mendorong para staf untuk lebih terlibat dalam proses pembuatan dan penanganan informasi. Mereka dapat mengatur diri mereka sendiri dan alur kerja mereka di Microsoft Teams, menyiapkan situs SharePoint, membuat dan menautkan informasi, menyusun laporan Power BI mereka sendiri, mengonfigurasi alur kerja, hingga menghubungkan berbagai informasi dengan lebih mudah. Perluas pemahaman Anda mengenai kepatuhan Photo Credit: Rawpixel Ketika orang mendengar istilah “compliance”, banyak yang langsung berpikir tentang kepatuhan terhadap peraturan. Tidak mengherankan jika mengingat beberapa jenis peraturan seperti California Consumer Protection Act (CCPA) dan General Data Protection Regulation (GDPR) yang memang begitu menarik perhatian. Namun compliance risk management lebih dari sekadar peraturan. Compliance management bahkan dapat mengarah pada inovasi. Visionary Wealth Advisors, sebuah perusahaan manajemen keuangan di Amerika Serikat, mengembangkan compliance management mereka agar pelanggan dapat berkomunikasi dengan perusahaan melalui pesan teks dengan pengelolaan data yang aman. Visionary Wealth Advisors mampu memaksimalkan keamanan dan kepatuhan mereka dengan Microsoft Purview Data Lifecycle Management dan CellTrust SL2. Baca juga: Menciptakan Lingkungan Kerja Inklusif dengan Microsoft Learn Lacak data dan lakukan identifikasi risiko Jika perusahaan Anda mengalami merger atau akuisisi, audit internal atau eksternal, dan berbagai tindakan hukum lainnya, solusi teknologi dapat membantu menemukan data relevan yang dibutuhkan secara lebih efisien. Terlebih kini data mengalami proliferasi dengan cepat. Padahal, terlalu banyak data bisa menimbulkan sebuah tantangan baru. Solusi teknologi seperti Microsoft Purview eDiscovery dapat membantu Anda menghemat waktu dan biaya saat melacak data. Melalui solusi seperti Kepatuhan Komunikasi Microsoft Purview, perusahaan dapat mengurangi risiko yang terkait dengan kewajiban kepatuhan terhadap peraturan. Sederhanakan dan otomatisasi compliance Photo Credit: Rawpixel Solusi teknologi yang efektif memiliki cara yang luar biasa untuk menyederhanakan proses yang kompleks. Beberapa penyedia solusi dapat membuat rumit proses kepatuhan yang sudah menantang dan menghasilkan pendekatan yang terfragmentasi dan tidak efisien. Memilih solusi yang komprehensif, seperti Microsoft Purview, dapat membantu Anda dalam memantau perubahan kepatuhan dan mengotomatiskan proses pembaruan. Frost Bank Texas harus mengikuti berbagai peraturan perbankan dan karyawan menyadari betapa pentingnya mematuhi aturan tersebut. Mengikuti semua peraturan tersebut terbukti menantang sebelum mengadopsi Microsoft Purview Compliance Manager, yang diperbarui setiap hari, menambahkan setidaknya 200 pembaruan dari lebih dari 1.000 badan pengatur dan memungkinkan bank untuk membuat laporan terperinci untuk regulator dan auditor. Mengenal Microsoft Purview Microsoft Purview adalah serangkaian solusi compliance risk management komprehensif yang membantu organisasi mengatur, melindungi, dan mengelola data, serta meningkatkan risiko dan postur kepatuhan perusahaan Anda. Solusi ini mencakup eDiscovery, yang membantu Anda menemukan, melestarikan, mengumpulkan, memproses, memisahkan, dan menganalisis data Anda di satu tempat; Compliance Manager, yang membantu Anda menyederhanakan kepatuhan dan mengurangi risiko; serta Communication Compliance, yang membantu mendorong komunikasi yang sesuai di seluruh media perusahaan. Kami ingin menawarkan dukungan dalam perjalanan Anda. Baca juga: Reading Coach, Tool Baru dari Microsoft Education untuk Tingkatkan Literasi Dengan Microsoft Purview Anda dapat menjalankan strategi compliance risk management dengan mudah dan efisien. Keamanan data perusahaan Anda pun terjamin, Nah, agar performa rangkaian solusi ini dapat bekerja dengan optimal, Anda bisa memanfaatkan solusi lain dari Microsoft seperti Azure dan Microsoft 365. Cara ini akan membantu Anda menciptakan suatu ekosistem keamanan yang lebih stabil. Implementasi solusi dari Microsoft ini bisa Anda lakukan melalui EIKON Technology, Microsoft Partner yang telah berpengalaman mendampingi penerapan berbagai produk original Microsoft. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Microsoft, Microsoft office 365

Apa yang Baru dalam Aksesibilitas Microsoft 365?

Sebagai sebuah platform produktivitas, Microsoft 365 terus menghadirkan aplikasi dengan kapabilitas yang inklusif. Salah satunya adalah Office dengan fitur-fitur aksesibilitasnya. Anda bisa menemukan fitur seperti Editor, Immersive Reader, hingga Thesaurus, untuk bisa bekerja tanpa harus mengandalkan aplikasi pihak ketiga. Microsoft 365 bahkan terus melakukan pengembangan dan pembaruan yang akan meningkatkan fokus serta produktivitas pengguna. Berikut adalah beberapa di antaranya: Meningkatkan fokus pengguna Photo Credit: Microsoft Blog Notifikasi yang datang terus-menerus adalah salah satu sumber gangguan terbesar di lingkungan kerja hybrid. Ini juga merupakan salah satu hal yang menjadi sorotan pengguna Microsoft Teams. Beberapa bulan yang lalu, Microsoft meluncurkan opsi untuk melakukan konfigurasi notifikasi feed aktivitas dengan klik kanan item individual di feed. Sebelum ini, Microsoft 365 juga menambahkan opsi untuk menonaktifkan notifikasi selama rapat berlangsung. Baca juga: Menciptakan Lingkungan Kerja Inklusif dengan Microsoft Learn Dukungan untuk tingkatkan pekerjaan baca-tulis Photo Credit: Microsoft Blog Prediksi teks dan tanggapan yang disarankan (Text prediction and suggested responses) dapat membantu menghindari kesalahan dan menyederhanakan proses penulisan. Microsoft terus-menerus melakukan integrasi alat tersebut di lebih banyak tempat. Baru-baru ini, prediksi teks telah diluncurkan ke Outlook untuk perangkat iOS dan Android. Telah tersedia pula, dukungan untuk balasan yang disarankan di Outlook dalam bahasa Jepang, Thailand, dan Turki (beberapa bahasa tambahan sedang dalam proses pengembangan). Di Excel, Microsoft telah menambahkan kapabilitas AutoComplete untuk menu dropdown. Anda dapat memanfaatkannya untuk membuat entri data dan validasi lebih cepat. Microsoft telah menyediakan halaman bantuan untuk menggunakan kapabilitas tersebut di sini. Baca juga: 3 Cara untuk Meningkatkan Pengalaman Cloud di Microsoft Azure Pengembangan fitur aksesibilitas pada Microsoft 365 Sejauh ini, memanfaatkan perangkat suara dan audio terbukti dapat membantu pengguna untuk bekerja lebih efektif daripada mengandalkan teks tertulis. Bagi mereka yang menderita GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas), input suara dapat membantu menangkap gagasan dari orang lain dan membantu mereka tetap dalam pembahasan. Perangkat tersebut juga meningkatkan akses bagi penyandang disabilitas penglihatan dan motorik, serta mereka yang menghadapi keterbatasan sementara seperti mencoba bekerja sambil menggendong anak. Aplikasi Office telah lama menyertakan sejumlah fitur pendikte. Di pertengahan tahun 2022 ini, Microsoft 365 menambahkan kemampuan untuk mencari dengan suara di Microsoft Word untuk Windows. Cukup katakan apa yang Anda cari dan sistem akan menemukannya. Di samping itu, Microsoft juga menawarkan beberapa alat text-to-speech seperti Read Aloud, yang dapat digunakan sendiri atau sebagai bagian dari Immersive Reader untuk “mendengarkan” kesalahan dokumen Anda. Pengembangan lainnya berupa perluasan fitur text-to-speech ke Word untuk iOS dan Android. Selengkapnya bisa Anda simak di sini. Baca juga: Reading Coach, Tool Baru dari Microsoft Education untuk Tingkatkan Literasi Bagi para penyandang disabilitas yang memerlukan bantuan dalam penggunaan produk-produk Microsoft, bisa menghubungi Disability Answer Desk (DAD) untuk mendapatkan dukungan. Sejauh ini, Microsoft juga telah menyediakan opsi dukungan melalui aplikasi Be My Eyes. Pelanggan perusahaan juga dapat menghubungi Enterprise Disability Answer Desk (eDAD) dengan pertanyaan tentang fitur aksesibilitas, kepatuhan produk, dan teknologi bantuan. Dari sini bisa dilihat bahwa inklusivitas memang menjadi salah satu perhatian utama Microsoft 365 dalam mengembangkan produk, aplikasi, hingga fitur untuk pengguna. Ke depannya, diharapkan Microsoft dapat menghadirkan berbagai inovasi yang dapat mendukung penggunaan aplikasi secara inklusif. Bagi Anda yang tertarik untuk menggunakan produk Microsoft 365, EIKON Technology menyediakan produk berlisensi resmi yang implementasinya dapat menyesuaikan kebutuhan Anda. EIKON Technology sendiri merupakan Microsoft Partner yang telah berpengalaman mendampingi penerapan berbagai produk original Microsoft seperti Microsoft 365 dan Azure. Kami juga menyediakan konsultasi menyeluruh mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Membaca Peluang AI dalam Mendorong Inovasi Perangkat Asisten Pribadi dan Bahasa Isyarat

Salah satu fokus utama Program AI for Accesibility dari Microsoft adalah untuk memajukan inovasi teknologi AI dan mengurangi hambatan data yang berkaitan dengan bahasa isyarat. Oleh karenanya, di tahun 2019 lalu, Microsoft menyelenggarakan sebuah workshop bahasa isyarat. Dari acara tersebut, Abraham Glasser, Ph.D., seorang mahasiswa Ilmu Komputer dan Informasi, serta penutur asli ASL (American Sign Language) berhak atas hibah penelitan 3 tahun. Karya Glasser fokus pada kebutuhan dan peluang yang amat pragmatis: mendorong inklusi dengan berkonsentrasi pada interaksi umum dengan asisten pintar rumahan untuk orang-orang yang menggunakan bahasa isyarat sebagai bentuk komunikasi utama. Segera bentuk tim peneliti Tindak lanjut dari proposal yang diajukan Glasser adalah sebuah penelitian intensif yang diselenggarakan di CAIR (Center for Accesibility and Inclusion Research) oleh para peneliti dari ces at Rochester Institute of Technology (RIT). CAIR menerbitkan penelitian tentang aksesibilitas komputasi siswa Tuli dan Sulit Mendengar yang menggunakan dua bahasa, Inggris sekaligus ASL.  Untuk memulai penelitian ini, tim menyelidiki bagaimana siswa Tuli dan Sulit Mendengar lebih senang berinteraksi dengan perangkat asisten pribadi mereka, baik itu speaker pintar maupun perangkat lain di rumah yang dapat merespons perintah lisan. Baca juga: Reading Coach, Tool Baru dari Microsoft Education untuk Tingkatkan Literasi Ruang pengembangan teknologi AI dengan bahasa isyarat Sayangnya, saat ini, belum ada perangkat yang memahami perintah dalam ASL atau bahasa isyarat lain; sehingga memperkenalkan kemampuan tersebut merupakan pengembangan teknologi masa depan yang penting untuk mendorong inklusi. Glasser mengeksplorasi skenario simulasi di mana, melalui kamera pada perangkat, teknologi akan dapat melihat penutur, memproses permintaan mereka, dan menampilkan hasil di layar perangkat. Beberapa penelitian sebelumnya fokus pada fase interaksi dengan perangkat asisten pribadi, tapi masih sedikit yang menyertakan pengguna Tuli dan Sulit Mendengar. Tampak bahwa penerapan dan bahkan pengumpulan data yang relevan, masih menjadi hambatan utama dalam pengembangan teknologi AI berbahasa isyarat. Wizard-of-Oz Untuk membuka jalan ke depan bagi kemajuan teknologi, sangat penting untuk memahami kebutuhan pengguna. Glasser menyiapkan pengaturan konferensi video “Wizard-of-Oz.”, seorang “penyihir” juru bahasa isyarat dalam perangkat asisten pribadi pengguna yangbergabung dengan panggilan tanpa terlihat di kamera. Layar dan output perangkat akan muncul di jendela panggilan dan setiap peserta dipandu oleh moderator. Photo Credit: Microsoft Blog Abraham mampu mengidentifikasi cara-cara baru pengguna akan berinteraksi dengan perangkat, seperti perintah “bangun” yang tidak ditangkap dalam penelitian sebelumnya. Tangkapan layar dari berbagai tanda “bangun” yang dihasilkan oleh peserta selama penelitian yang dilakukan dari jarak jauh oleh para peneliti dari RIT. Peserta berinteraksi dengan perangkat asisten pribadi, menggunakan perintah ASL yang diterjemahkan oleh juru bahasa dan mereka secara spontan menggunakan ASL untuk mengaktifkan perangkat asisten pribadi sebelum memberi perintah. Baca juga: What’s Next In Security: Update Keamanan Microsoft untuk Ancaman Kompleks  Kategori yang paling banyak dibutuhkan Photo Credit: Microsoft Blog Selain itu, ringkasan frekuensi perintah menunjukkan kategori yang paling populer adalah “perintah dan kontrol” di mana pengguna menyesuaikan pengaturan perangkat, menavigasi hasil, dan menjawab gaya pertanyaan ya/tidak. Kategori populer berikutnya terkait pertanyaan hiburan, diikuti gaya hidup dan belanja. Pengamatan lain adalah penggunaan tanda tanya di awal pertanyaan ya atau tidak, untuk menarik perhatian perangkat, karena biasanya lebih sering digunakan di akhir pertanyaan. Ketika muncul kesalahan, kebanyakan pengguna hanya akan mengabaikannya dan melanjutkan dengan perintah berbeda. Metode kedua adalah mengulangi perintah dengan kata-kata dan gaya yang sama persis, diikuti dengan menulis ulang perintah. Misalnya, beberapa menyusun ulang pertanyaan mereka atau mengeja untuk menunjukkan penekanan. Hasil penelitian Photo Credit: Microsoft Blog Makalah dengan rincian lengkap penelitian telah dipresentasikan dan diterbitkan dalam Prosiding Konferensi CHI 2022 tentang Faktor SDM dalam Sistem Komputasi, berjudul “Analyzing Deaf and Hard-of-Hearing Users’ Behavior, Usage, and Interaction with a Personal Assistant Device that Understands Sign-Language Input”. Pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian ini kemudian menjadi dasar untuk membangun dataset video rekaman penyandang Tuli dan Sulit Mendengar yang membuat perintah ASL dan berinteraksi dengan perangkat asisten pribadi mereka. Nantinya, kumpulan data tersebut dapat dimanfaatkan lebih lanjut oleh komunitas riset untuk melatih teknologi pengenalan ASL. Bisa juga dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi asisten pribadi dan teknologi bahasa isyarat. Baca juga: Mengenal Resources dan Tools Baru Microsoft Azure untuk Implementasi AI yang Lebih Aman Penelitian yang dilakukan oleh Glasser dan tim menunjukkan bahwa masih ada ruang yang begitu luas untuk pengembangan teknologi AI dengan dukungan bahasa isyarat. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa Microsoft terus berupaya untuk bisa menghadirkan teknologi, terutama AI yang lebih inklusif. Untuk mengikuti perkembangan teknologi maupun update dari Microsoft, Anda bisa mengikuti blog EIKON Technology. Kami juga menyediakan berbagai solusi dari Microsoft seperti Microsoft 365 dan Azure. Menariknya lagi, Anda pun dapat memilih paket berlangganan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau instansi. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Tips Mengadakan Meeting Virtual Skala Besar dengan Microsoft Teams

Kebutuhan akan meeting virtual meroket karena adanya pandemi COVID-19. Untuk bisa tetap memenuhi kebutuhan pelanggan, aplikasi video conference seperti Microsoft Teams pun terus mengalami pengembangan. Salah satu pengembangan tersebut adalah kapabilitas untuk melakukan meeting skala besar dengan puluhan (bahkan ribuan) peserta. Saat akan menggelar meeting berskala besar, Anda tentu ingin menyiapkan yang terbaik. Sebisa mungkin, seluruh peserta mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan bisa terlibat aktif dalam rapat. Di Teams sendiri, saat ini sudah mendukung video conference dengan 10.000 peserta dan 1.000 peserta dapat berinteraksi melalui chat, audio, dan video. Microsoft Teams menawarkan pengalaman kolaboratif sekaligus interaktif dengan menghadirkan opsi untuk menambahkan struktur dalam rapat besar. Di sini Anda dapat mengetahui tips mengoptimalkan layanan tersebut untuk mendukung jalannya meeting virtual berskala besar. Mari simak penjelasannya berikut. Tips mengadakan meeting virtual skala besar dengan Microsoft Teams Untuk menjalankan meeting virtual yang sukses, Microsoft merekomendasikan penggunanya untuk mengikuti cara yang diuraikan pada poin-poin berikut: Penyelenggara dan Presenter Photo Credit: DCStudio (Freepik) Untuk kelancaran meeting, penyelenggara harus sudah menentukan penyaji acara. Langkah ini akan menciptakan struktur rapat yang terorganisir. Setelah rapat dimulai, penyaji dapat menunjuk peserta lain untuk menjadi penyaji. Tentukan co-organizer melalui opsi meeting yang tersedia. Lakukan pra-konfigurasi pengaturan video dan mikrofon untuk mengontrol aktivitas peserta. Nonaktifkan mikrofon peserta untuk menghindari gangguan. Anda bisa menggunakan fitur “raise hand” untuk mempersilakan peserta berbicara. Nonaktifkan video peserta untuk menghindari gangguan visual. Anda bisa mengizinkan penggunaan video untuk peserta pada waktu yang sudah ditentukan. Tentukan fitur tambahan yang akan digunakan selama pertemuan (misalnya polling atau Q&A). Penyelenggara dan penyaji acara harus mematuhi hal-hal berikut agar meeting berjalan optimal: Jalankan tes konektivitas jaringan Microsoft 365 untuk memverifikasi kesesuaian jaringan beberapa hari sebelum acara. Jika melakukan presentasi dari rumah, pastikan perangkat lain menggunakan jumlah bandwidth yang proporsional (layanan streaming, online game, unduhan berukuran besar). Pastikan pengguna menggunakan aplikasi Teams terbaru di desktop atau perangkat seluler. Saat menggunakan laptop, pastikan konektivitas jaringan yang tinggi dan daya yang cukup. Jadwalkan uji coba sebelum acara untuk mengidentifikasi masalah perangkat, pencahayaan atau jaringan, dan memastikan penyelenggara/penyaji memahami fitur yang akan mereka gunakan. Gunakan lobby controls untuk mengontrol entri rapat atau ruang tunggu lobi. Manfaatkan fitur seperti highlight, PowerPoint Live, rekaman rapat, captions, dan transkripsi untuk meningkatkan keterlibatan dan efektivitas. Peserta harus mematikan notifikasi obrolan selama meeting virtual untuk menghindari gangguan. Baca juga: 4 Update Terbaru dari Microsoft Teams Administrator TI dan staf dukungan TI Photo Credit: ArthurHidden (Freepik) Jika dirasa perlu, gunakan pemantauan dan dukungan tambahan oleh administrator TI untuk rapat penting berskala besar. Pastikan bahwa semua Network Connectivity Principles dari Microsoft telah diikuti, baik di kantor maupun di lokasi pekerja remote. Admin TI dapat memeriksa telemetri data real-time untuk memantau tiap kejadian dan mengidentifikasi kemungkinan masalah dan sumbernya. Analisis telemetri secara real-time ini akan memudahkan admin untuk berinteraksi secara real-time dengan pengguna yang memiliki kendala dalam meeting karena metrik melebihi ambang batas yang dapat ditoleransi. Pemantau rapat harus disetel sebagai penyaji sehingga mereka dapat menonaktifkan aliran video jahat, menonaktifkan mikrofon langsung yang tidak disengaja, dan dalam skenario terburuk, menghapus peserta. Penjadwalan rapat dan pembuatan meeting virtual Photo Credit: Rawpixel Saat membuat undangan rapat untuk webinar atau rapat berskala besar, Microsoft merekomendasikan Anda untuk menentukan penyaji terlebih dahulu sehingga mikrofon dan kamera peserta akan dinonaktifkan saat bergabung. Dengan mengikuti metodologi rapat terstruktur ini, Anda dapat menghindari gangguan selama acara berlangsung sambil tetap mengizinkan partisipasi peserta menurut penilaian penyaji selama periode interaktif. Di awal acara, Presenter atau Moderator harus menginformasikan adanya periode tersebut. Jadi, peserta dapat memanfaatkan fitur “raise hand” saat ingin berpartisipasi pada periode waktu tersebut. Baca juga: Peran Microsoft Teams dalam Mendukung Hybrid Working di Bidang Manufaktur Untuk saat ini, Microsoft Teams sudah bisa digunakan untuk menyelenggarakan meeting virtual dengan 10.000 peserta. Aplikasi tersebut dapat ditemukan di rangkaian produktivitas Office 365 dan telah terintegrasi dengan berbagai aplikasi serta layanan lain seperti Word, Excel, PowerPoint, Outlook, hingga penyimpanan cloud OneDrive. Office 365 cocok digunakan untuk kolaborasi kerja dalam skala besar, misalnya di perusahaan atau institusi pendidikan. Sebagai authorized reseller yang ditunjuk langsung oleh Microsoft, EIKON Technology menyediakan berbagai jenis paket berlangganan 365 legal dan bergaransi resmi. Anda bahkan bisa menyesuaikan paket dengan kebutuhan perusahaan. Optimalkan jalannya meeting virtual Anda dengan dukungan Office 365 yang bisa Anda dapatkan di EIKON Technology. Klik di sini untuk informasi selengkapnya!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Reading Coach, Tool Baru dari Microsoft Education untuk Tingkatkan Literasi

Tanpa disadari, pandemi telah memperlebar kesenjangan literasi siswa. Kelompok siswa yang paling rentan pun semakin sulit untuk mengejar ketertinggalan mereka. Pemanfaatan teknologi bisa menjadi solusi yang tepat untuk situasi ini. Penggunaan perangkat seperti alat pembaca digital dapat membantu siswa mengeksplorasi potensi mereka. Microsoft Education meluncurkan Literacy Solutions untuk menangani beragam kebutuhan siswa. Sebab, semua siswa pada dasarnya berhak mendapatkan kesempatan yang adil untuk mengembangkan keterampilan mereka, terutama dalam hal literasi. Dengan begitu, mereka pun dapat mencapai kesuksesan, baik di dalam maupun di luar kelas. Sebagai gebrakan baru, melalui Literacy Solutions, Microsoft Education meluncurkan Reading Coach, sebuah tool untuk meningkatkan pengalaman literasi siswa. Seperti apa cara kerjanya? Mengenal Reading Coach dari Microsoft Education Photo Credit: Microsoft Education Blog Reading Coach merupakan sebuah alat latihan membaca untuk siswa yang secara otomatis menghasilkan latihan individu berdasarkan kebutuhan spesifik mereka. Tool ini akan mendukung siswa dalam mengembangkan keterampilan literasi kritis yang telah terintegrasi dengan layanan Microsoft lain seperti Reading Progress, Education Insights, dan Immersive Reader. Setelah siswa mengunggah tugas Reading Progress, Reading Coach secara otomatis mengidentifikasi kata-kata yang sulit dipahami oleh siswa dan menciptakan peluang tambahan untuk latihan. Fitur baru ini memberikan panduan tentang pengucapan dan suku kata yang benar, berbagi visual untuk membantu mengingat kosakata, dan membantu membangun kepercayaan diri mereka. Reading Coach dan Reading Progress bekerja secara integral untuk membantu guru memberikan dukungan terhadap perkembangan setiap siswa secara akademis dan emosional. Baca juga: 5 Fitur Baru Microsoft Teams untuk Kegiatan Belajar Daring Kini, Reading Coach pun hadir dalam Immersive Reading, alat membaca gratis yang mendukung pendidikan merata. Siswa di setiap level dapat mengakses pelatihan kelancaran membaca individu yang berkualitas di seluruh aplikasi Microsoft 365. Itu artinya, Reading Coach juga akan terintegrasi dengan layanan Microsoft Translator yang menawarkan bantuan penerjemahan real-time. Pembaruan Reading Progress Photo Credit: Rawpixel Berbicara soal Reading Progress, Microsoft Education juga baru saja mengumumkan sebuah pembaruan. Sekarang, para tenaga pendidik dapat memanfaatkan alat ini untuk membuat tugas kelancaran membaca individual secara otomatis. Artinya, mereka bisa lebih menghemat waktu dan fokus pada hal lain seperti pengembangan minat siswa. Selain mengukur dan mengidentifikasi kata-kata yang benar per menit, tingkat akurasi, dan kata-kata yang menantang, Reading Progress versi baru juga dapat melacak ketiga komponen kelancaran membaca dengan tambahan pendeteksian prosodi secara otomatis. Prosodi sendiri adalah komponen kunci dari kelancaran membaca dan terkait dengan pemahaman bacaan (misalnya, pola ekspresi dan intonasi dalam suatu bahasa). Di samping itu, update tersebut pun telah mencakup dukungan untuk lebih dari 100 bahasa dan wawasan yang lebih dapat ditindaklanjuti. Alat dari Microsoft Education ini memberdayakan semua kelompok pelajar untuk bekerja dengan kecepatan mereka sendiri, dalam lingkungan yang aman, serta membantu guru memberikan dukungan. Ke depannya, Reading Progress juga akan dilengkapi dengan fitur yang memungkinkan pengajar melihat aturan fonetik yang sedang dihadapi siswa. Baca juga: Kelola Kelas Online Lebih Mudah dengan Fitur Assignments Microsoft Teams Setiap siswa berhak mendapatkan akses menuju teknologi yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan mereka sebagai pelajar. Saat ini, semua sekolah dengan lisensi Office 365 atau Microsoft 365 dapat mengakses seluruh fitur dan layanan yang tersedia di Reading Progress secara gratis menggunakan Teams Assignments. Pertengahan tahun 2022 ini, Reading Coach juga akan dilengkapi dengan aturan prosodi dan fonik. Photo Credit: Freepik Untuk Anda yang tertarik dengan Reading Coach serta berbagai tool pendidikan dari Microsoft bisa mulai berlangganan lisensi Office 365 atau Microsoft 365. Seluruh tool, fitur, dan layanan Microsoft Education dapat diakses melalui lisensi tersebut. Kami dari EIKON Technology siap mendampingi dalam proses pemasangan dan penerapannya pada instansi Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai paket langganan lisensi Microsoft, silakan klik di sini.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Yuk, Intip Bagaimana Ekosistem Partner Microsoft Menskalakan Solusi Cloud!

Dengan terjadinya percepatan transformasi digital di berbagai sektor kehidupan, kebutuhan pelanggan akan solusi cloud terus meningkat secara eksponensial. Hal ini menyebabkan keberadaan perusahaan penyedia solusi cloud (seperti independent software vendor atau ISV, penyedia SaaS, hingga pengembang aplikasi) menjadi sangat penting. Ekosistem partner Microsoft Cloud melihat hal ini sebagai peluang yang besar. Bagi ISV misalnya, transformasi digital akan memudahkan mereka untuk terhubung dengan mitra dan pelanggan yang ada di jaringan Microsoft Cloud dan pasar komersial. Ulasan kali ini akan membahas bagaimana strategi yang dilakukan oleh Microsoft untuk membantu ekosistem partner dalam memanfaatkan peluang tersebut. Mari simak bersama. Penawaran khusus untuk ISV Untuk mendukung seluruh elemen yang ada dalam ekosistem partner mereka, Microsoft menerapkan beberapa strategi, di antaranya: Memberikan penawaran pribadi dengan pembagian margin untuk memotivasi lebih dari 90.000 mitra cloud Penawaran ini kini tersedia untuk publik. Dengan demikian, ISV dapat menggunakannya untuk membuat dan membagikan margin kepada mitra dalam program Cloud Solution Provider. Mereka pun memiliki kesempatan untuk membuat saluran penjualan baru secara instan. Peningkatan kelincahan dengan penawaran pribadi untuk pelanggan Dengan penyempurnaan penawaran pribadi di pasar komersial, ISV dapat membuat penawaran pribadi yang unik per pelanggan dalam waktu kurang dari 15 menit. Ini membantu ISV membuka penawaran tujuh digit dan menjual langsung ke pelanggan dengan komitmen konsumsi cloud (jika solusi ISV memenuhi syarat untuk penjualan bersama Azure IP). Baca juga: What’s Next In Security: Update Keamanan Microsoft untuk Ancaman Kompleks Mempercepat penjualan tujuh digit Photo Credit: jcomp (Freepik) Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan kelincahan, ISV sering menggunakan penawaran pribadi. Penawaran pribadi adalah kunci untuk pembuatan kesepakatan perusahaan di pasar yang memberikan fleksibilitas. Microsoft baru-baru ini membuat peningkatan substansial pada fungsi tersebut. Kini, ISV dapat membuat penawaran unik per pelanggan dalam waktu kurang dari 15 menit. Sedangkan perbaikan tambahan meliputi: Buat penawaran pribadi dalam jumlah tak terbatas. Kemampuan untuk mengikat waktu penawaran pribadi. Tawarkan syarat dan ketentuan khusus. Bundle beberapa produk dalam penawaran pribadi yang sama. Salah satu motivator utama bagi pelanggan untuk membeli melalui pasar B2B adalah dengan mengurangi pengeluaran cloud yang telah ditentukan sebelumnya. Microsoft menawarkan 100% penjualan melalui Azure Marketplace for Azure IP co-sell. Peningkatan terbaru dalam penawaran pribadi akan membantu ISV terhubung dengan pelanggan yang memenuhi syarat Microsoft Azure Consumption Commitment (MACC). Menurut laporan tahunan State of Cloud Marketplaces, 82% ISV mendaftarkan pembelanjaan cloud pra-komitmen untuk membuka kunci sebagai alasan utama mereka untuk menjual melalui pasar komersial. Photo Credit: Freepik Untuk kelincahan dan kecepatan, partner Microsoft dapat memanfaatkan API untuk membuat penawaran pribadi serta melihat semua penawaran pribadi di dasbor terpusat dengan fleksibilitas untuk menyalin, menarik, dan meningkatkan penawaran yang sesuai. Saat pelanggan menerima penawaran pribadi, atau saat penawaran pribadi ditetapkan kedaluwarsa, ISV akan diberitahukan di Microsoft Partner Center. Di sisi lain, pelanggan dapat melihat semua penawaran pribadi yang terkait. Ketika melakukan pembelian, mereka cukup menerima penawaran dengan sekali klik. Tidak perlu menerapkan ulang virtual machine mereka. Solusi ini diterapkan langsung dari portal Azure dan dikonfigurasi untuk bekerja di layanan pelanggan. Microsoft Cloud Partner: Merangkul pasar komersial sebagai saluran penjualan Photo Credit: yanalya (Freepik) Dengan pertumbuhan pesat solusi cloud, pasar komersial menyederhanakan penjualan, menawarkan kenyamanan pelanggan, menyediakan lingkungan tepercaya untuk membeli, dan menerapkan solusi untuk menjalankan bisnis mereka. ISV dapat mempercepat pertumbuhan mereka dengan merangkul pasar pihak ketiga sebagai saluran penjualan utama. Penyempurnaan pada penawaran pribadi memberi ISV kelincahan yang mereka butuhkan baik menjual kepada pelanggan dengan komitmen konsumsi cloud atau menskalakan melalui lebih dari 90.000 partner Microsoft Cloud. Baca juga: Memanfaatkan Microsoft Security Insider Untuk Mencegah Ancaman Keamanan Siber Ekosistem partner Microsoft Cloud merupakan wadah yang diciptakan untuk menghubungkan lebih dari 30.000 solusi dari mitra ke 1 miliar pelanggan yang menggunakan produk Microsoft. Segera aktifkan saluran ini dengan menjadi partner Microsoft. Jika Anda masih belum menemukan paket subscription Microsoft yang cocok, EIKON Technology punya penawaran menarik. Sebagai partner resmi yang ditunjuk oleh Microsoft untuk memasarkan produknya, EIKON Technology menghadirkan produk resmi, legal, dan bergaransi. Selain itu, Anda juga bisa memilih paket yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Untuk informasi selengkapnya, klik di sini.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Memanfaatkan Microsoft Security Insider untuk Mencegah Ancaman Keamanan Siber

Data dari Microsoft menemukan bahwa terdapat peningkatan hingga 1.070 persen serangan ransomware antara bulan Juli 2020 hingga Juni 2021. Untuk bisa mengatasinya, alat deteksi saja tidak cukup karena ancaman tersebut terus berubah. Microsoft Security Insider sendiri merupakan sebuah situs yang dapat dimanfaatkan oleh para pemilik bisnis untuk mendapatkan berita terbaru, wawasan, serta perspektif mengenai topik-topik paling populer di dunia keamanan siber. Layanan ini hadir setelah Microsoft menemukan bahwa para pengguna menerima setidaknya 24 triliun sinyal ancaman setiap harinya. Dalam artikel kali ini EIKON Technology akan membagikan beberapa insight terbaru mengenai ancaman keamanan siber dalam Microsoft Insider. Mari pelajari bersama. Mempersiapkan serangan Photo Credit: standret (Freepik) Meski tidak semua siap menghadapinya, perubahan selalu menawarkan peluang. Kemajuan teknologi yang sangat pesat memungkinkan manusia untuk dapat bekerja dari jarak jauh dan membantu perusahaan untuk bisa tetap produktif dalam lingkungan kerja yang terus berubah. Sayangnya, lingkungan digital yang semakin kompleks telah memunculkan celah bagi penjahat siber untuk mengeksploitasi keamanan Anda. Laporan terbaru Microsoft Security Insider menemukan bahwa upaya untuk mengelabui pekerja agar mengungkapkan informasi sensitif melalui phishing terkait pekerjaan mereka sedang meningkat. Bahkan, 88% pemilik bisnis mengatakan bahwa serangan phishing telah memengaruhi alur kerja mereka. Seringkali, hal tersebut justru disebabkan oleh kesalahan sederhana dalam dasar-dasar keamanan, seperti tidak mengaktifkan sertifikat (yang kemudian mengarah pada pelanggaran keamanan). Dalam laporan CISO Insider, terdapat tujuh dasar strategi keamanan, termasuk mendapatkan visibilitas, mendidik pengguna, dan mengelola kerentanan. Baca juga: What’s Next in Security: Update Keamanan Microsoft untuk Ancaman Kompleks Mempertahankan rantai pasokan Rantai pasokan yang saling terhubung dan kompleks adalah target yang sangat menarik bagi para penjahat dunia siber. Diketahui, serangan rantai pasokan open-source naik hingga 650% dari tahun ke tahun (mulai tahun 2020). Dalam Microsoft Security Insider, Anda bisa menemukan detail mengenai jumlah rata-rata vendor dalam rantai pasokan perusahaan. Menerapkan sistem keamanan Zero Trust juga akan sangat membantu. Beberapa klien Microsoft mengungkapkan bahwa sistem tersebut telah memberikan “angin segar” bagi keamanan rantai pasokan mereka. Mengatasi kekurangan SDM Masih dari laporan Microsoft Security Insider, diketahui pada November 2021, sekitar 4,5 juta orang di Amerika Serikat berhenti dari pekerjaan mereka. Ini merupakan sebuah rekor baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lebih lanjut, sekitar 40% karyawan di seluruh dunia sedang mempertimbangkan untuk berhenti dari pekerjaan mereka pada 2022. Hal ini secara tidak langsung menjelaskan bahwa dunia saat ini sedang memasuki tren kekurangan tenaga kerja (seringkali disebut dengan istilah Great Resignation). Bahkan sebelum pandemi, divisi keamanan siber perusahaan berjuang dengan kekurangan tenaga kerja. Itu artinya, para pemilik bisnis harus inovatif dalam mengatasi tantangan tersebut. Beberapa sudah menunjukkan “pergerakan” dengan mengeksplorasi konsep “keamanan adalah pekerjaan semua orang” (security is everyone’s job). Dalam konsep ini, perusahaan harus memastikan tim pengembangan, administrator sistem, dan pengguna telah memahami kebijakan dan risiko keamanan. Di Microsoft Security Insider, Anda akan menemukan berbagai insight mengenai berbagai perusahaan dan divisi TI mereka dalam menghadapi ancaman keamanan. Baca juga: Mencapai Observabilitas yang Lebih Baik dengan Azure Monitor Pelajari Microsoft Security Insider lebih lanjut Photo Credit: Freepik Selain temuan yang telah dipaparkan dalam artikel ini, Microsoft Security Insider juga menyajikan berbagai informasi dan update mengenai dunia keamanan siber. Anda bahkan bisa menemukan penjelasan serta perspektif dari para ahli yang berhubungan langsung dengan masalah ancaman keamanan siber terkini. Microsoft Security Insider pada dasarnya dapat diakses melalui browser. Namun alur kerjanya akan lebih optimal jika Anda juga menggunakan layanan Microsoft seperti Azure dan 365. Sebab, langkah mitigasi akan menjadi jauh lebih cepat dan praktis. Anda tak perlu lagi berpindah-pindah perangkat atau membuka banyak aplikasi. Kini Anda dapat berlangganan layanan dan aplikasi produktivitas untuk perusahaan dari Microsoft. Semuanya telah dibekali dengan teknologi keamanan terbaru. Layanan tersebut juga telah terintegrasi dengan Microsoft Security. Dapatkan segera layanan Microsoft untuk perusahaan Anda melalui EIKON Technology. Klik di sini untuk informasi selengkapnya!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

What’s Next in Security: Update Keamanan Microsoft untuk Ancaman Kompleks

 Dalam update keamanan Microsoft terbaru, kompleksitas ancaman menjadi sorotan utama. Akhir-akhir ini, tidak hanya jumlah ancaman yang terus bertambah, tapi pengguna juga belum bisa menemukan solusi menyeluruh. Akibatnya, mereka cenderung menerapkan solusi tambal-sulam yang tidak bekerja sama dengan baik. Jika diamati, pendekatan sedikit demi sedikit ini cenderung lebih mahal, kurang aman, dan menghambat pertumbuhan. Inovasi keamanan terbaru Microsoft Photo Credit: DCStudio (Freepik) Pada 24 Februari 2022, di acara digital What’s Next in Security, Microsoft memaparkan rencana keamanan terbaru mereka. Disebutkan, inovasi keamanan tersebut akan memberi kepercayaan diri kepada pelanggan dalam menghadapi risiko keamanan. Bagi pelanggan yang menggunakan Microsoft dalam skala besar seperti perusahaan dan instansi, diharapkan solusi baru ini juga akan membantu pertumbuhan. Dalam acara tersebut, Vasu Jakkal, Wakil Presiden Perusahaan Microsoft untuk Keamanan, Kepatuhan, dan Identitas, bersama pakar keamanan lainnya juga berbagi berbagai inovasi menarik yang membantu mengurangi risiko dari ancaman terbaru pada keamanan data perusahaan. Baca juga: Harga Microsoft 365 Akan Berubah Maret 2022? Berikut Penjelasannya! Dapatkan informasi tentang tren keamanan terbaru Lanskap keamanan terus berkembang—baik dari perubahan besar seperti adopsi cepat kerja jarak jauh di tahun 2020 atau dari penyebar ancaman keamanan yang mengubah taktik. Untuk membangun strategi keamanan yang kuat, Anda perlu mengetahui tentang risiko yang muncul dan teknologi terbaru. Dalam What’s Next in Security, pengguna dapat mendengar tentang tren keamanan, termasuk apa yang terjadi di pasar saat ini dan proyeksi untuk masa depan. Jeff Pollard, Wakil Presiden dan Analis Utama di Forrester, membahas tentang cara menggabungkan kekuatan pengetahuan manusia dengan teknologi, dan kecerdasan cloud untuk menciptakan solusi keamanan yang inovatif. Perluas perlindungan ke seluruh jaringan cloud Photo Credit: Racool_studio (Freepik) Keamanan yang komprehensif dimulai dengan cakupan. Perusahaan saat ini memindahkan lebih banyak resources dan layanan ke cloud. Perpindahan ini bahkan tidak hanya terjadi pada satu cloud—kebanyakan perusahaan kini menggunakan banyak cloud sekaligus untuk menjalankan bisnis mereka. Untuk bertahan melawan ancaman canggih yang bergerak secara lateral di seluruh sistem dan platform, Anda memerlukan pandangan menyeluruh tentang lingkungan multicloud tersebut. Kelola akses di lingkungan multicloud Akibat adanya pandemi, tempat kerja menjadi lebih fleksibel. Itu artinya, ada lebih banyak orang bekerja dari jarak jauh atau membagi waktu kerjanya antara kantor dan rumah. Di mana pun karyawan Anda berada, mereka perlu dengan mudah mengakses sumber daya dan aplikasi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan. Melalui What’s Next in Security, Microsoft juga memperkenalkan beberapa teknologi keamanan baru yang membantu pengguna dalam mengelola dan melindungi identitas di lingkungan multicloud. Atasi tantangan keamanan terbesar saat ini Selain kegiatan yang telah disebutkan pada poin-poin sebelumnya, update keamanan Microsoft ini juga menghadirkan informasi mengenai: Pembaruan strategi keamanan yang disesuaikan dengan tren pasar terbaru. Perlindungan identitas, aplikasi, awan, dan end point dengan solusi komprehensif. Cara menghilangkan titik buta (blind spot) dengan pelacakan ancaman proaktif dan deteksi serta extended detection and response (XDR). Penerapan akses hak istimewa paling rendah di seluruh lingkungan cloud. Identifikasi celah keamanan dan cara melindungi lingkungan multicloud dari berbagai ancaman keamanan. Baca juga: Microsoft Viva Kini Tersedia untuk Menunjang Pekerjaan Hybrid Anda Acara What’s Next in Security membuktikan bahwa Microsoft terus memperhatikan perkembangan ancaman keamanan pelanggan. Dalam update keamanan terbarunya, kompleksitas menjadi sorotan utama. Sebab, kini ancaman keamanan bukanlah sekadar serangan yang merugikan suatu aspek saja, tapi juga berpotensi melumpuhkan keseluruhan operasional perusahaan. Produk-produk Microsoft seperti Microsoft 365 dan Azure terus dikembangkan untuk bisa mencegah dan mengatasi ancaman tersebut. Dengan begitu, keamanan pengguna pun tetap terjamin. Tertarik untuk mulai berlangganan produk Microsoft di perusahaan Anda? EIKON Technology menyediakan paket langganan Microsoft yang dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan perusahaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Azure, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Mencapai Observabilitas yang Lebih Baik dengan Azure Monitor

Transformasi digital kini semakin terasa. Semakin banyak perusahaan yang memigrasikan beban kerja mereka ke layanan cloud seperti Azure atau bahkan membangun aplikasi cloud-native sendiri. Namun ketika mengadopsi cloud, mereka juga harus tetap mempertahankan lingkungan kerja yang sudah ada sebelumnya. Pada tahap ini, penting untuk dapat memantau kesehatan, keamanan, dan kinerja sistem mission-critical mereka. Observabilitas adalah praktik terbaik untuk mewujudkan manajemen yang tertata dengan baik dan efisien. Microsoft memiliki Azure Monitor, sebuah pendekatan terhadap observabilitas yang menekankan pada proses simpel. Seperti apa cara kerjanya? Mengenal Azure Monitor Photo Credit: Microsoft Azure Blog Dalam proses migrasi ke cloud, monitoring adalah proses penting yang tidak boleh dilewatkan. Tujuannya tak lain adalah untuk memastikan bahwa seluruh beban kerja yang dipindahkan benar-benar telah berada dalam jaringan cloud. Akan lebih baik lagi jika monitoring dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Azure Monitor menghadirkan kapabilitas monitoring dengan dukungan teknologi canggih. Pemantauan bisa dilakukan langsung dengan adanya sampel dan rekomendasi. Pengguna juga bisa menemukan peringatan yang efektif, kueri yang optimal, serta laporan yang dapat disesuaikan. Azure Monitor juga telah terintegrasi dengan platform data yang dirancang mampu menangani ribuan terabyte data per hari dengan andal. Tersedia juga opsi perluasan melalui Azure Arc sehingga Anda dapat memiliki fleksibilitas untuk menjalankan aplikasi mereka di mana saja dan memantau atau mengelolanya secara efektif. Baca juga: 4 Update Terbaru dari Microsoft Teams Kemampuan observasi di seluruh level Insight yang kaya: Anda dapat memanfaatkan visualisasi, laporan, dan alat diagnostik yang dikurasi untuk resources tertentu menggunakan insight dari Azure Monitor melalui fitur Application Insights. Pelacakan terdistribusi: Pelacakan adalah pilar utama observabilitas. Dengan Azure Monitor, Anda dapat dengan mudah menghubungkan transaksi end-to-end dari aplikasi hingga dependensi ke infrastruktur. Ada beberapa tampilan topologi bawaan seperti Application Map, VM Map, dan Network Map untuk visualisasi arsitektur atau menelusuri transaksi. Analisis log: Inti dari Azure Monitor adalah platform log terpusat yang menyimpan semua log di seluruh pemantauan, keamanan, dan manajemen Azure. Anda bahkan dapat mengirim log kustom, menentukan skema dan transformasi, dan memanfaatkan kekuatan penuh analitik log. Platform yang terbuka dan dapat diperluas Photo Credit: pressfoto (Freepik) Mitra dan integrasi: Meski Azure Monitor menyediakan kemampuan pengamatan dan analitik yang kaya, pelanggan dapat memilih untuk menggunakan solusi pemantauan atau analitik apa pun yang sesuai dengan kebutuhan. Seluruh resources yang didapat dari Azure dapat diintegrasikan dengan solusi mitra seperti Datadog dan Elastic. Solusi open-source: Jika Anda perlu menggunakan metrik open-source atau solusi logging bersama Azure Monitor, tersedia dukungan untuk beberapa proyek CNCF (Cloud Native Computing Foundation). Anda dapat dengan mulus mengikis metrik Prometheus untuk klaster Kubernetes dengan insight dari Container atau mengirim kustom log ke Azure Monitor. Dasbor operasional: Di luar kemampuan dasbor dan pelaporan yang tersedia di Azure, Grafana menyediakan solusi visualisasi single-pane-of-glass yang sangat kaya untuk lingkungan multi-cloud. Khusus dirancang untuk skenario mission-critical Photo Credit: yanalya (Freepik) Privasi: Azure Monitor sepenuhnya mematuhi GDPR dan tidak mengumpulkan PII secara langsung. Azure juga mendukung pembersihan data berdasarkan permintaan. Keamanan: Untuk semua log di Azure Monitor, tersedia enkripsi data dengan customer-managed keys (CMK) di Azure Key Vaults. Ada lebih banyak keamanan di tingkat infrastruktur dengan enkripsi AES 256-bit. Anda dapat memanfaatkan dukungan tautan pribadi untuk terhubung dengan aman ke salah satu endpoint jaringan pribadi Anda. Kepatuhan: Azure Monitor menyediakan kapabilitas untuk membantu Anda memenuhi persyaratan kepatuhan apa pun di perusahaan, industri atau geografi Anda. Anda dapat memanfaatkan log aktivitas dan log audit untuk kepatuhan keamanan dan menyimpan atau mengarsipkan data tertentu untuk jangka waktu yang lama (hingga 7 tahun) sesuai kebutuhan, dengan dukungan tambahan untuk kekekalan data (di Azure Storage). Baca juga: Mengenal Resources dan Tools Baru Microsoft Azure untuk Implementasi AI Tertarik untuk mulai memanfaatkan berbagai fitur dan kapabilitas yang ditawarkan Azure Monitor? Solusi ini bekerja dengan optimal pada infrastruktur cloud milik Microsoft, yakni Azure. EIKON Technology menyediakan beberapa opsi berlangganan Azure yang bisa Anda pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Anda juga bisa melakukan coba gratis Microsoft Azure terlebih dulu di sini!

Scroll to Top