Office 365

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Membangun Hubungan di Lingkungan Edukasi dengan Microsoft Teams

Baik bertatap muka langsung atau secara online, membangun hubungan yang baik merupakan bagian penting dalam pengalaman belajar seorang murid. Agar hal tersebut dapat terwujud walau di tengah kondisi pandemi seperti saat ini, para guru dan murid pun mengandalkan teknologi modern seperti Microsoft Teams. Tentunya hal ini cukup menantang karena membutuhkan proses adaptasi, baik dari pihak guru maupun murid. Kabar baiknya, proses tersebut menjadi lebih mudah berkat fitur-fitur pendukung Microsoft Teams. Fitur-fitur ini tak hanya dirancang untuk mendukung aktivitas pembelajaran, tapi juga membangun hubungan positif antara murid dan guru. Penggunaan Microsoft Teams sebagai “ruang kelas” baru Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Microsoft Teams menyediakan “ruang kelas” di ranah virtual yang memungkinkan guru dan murid untuk berkomunikasi secara mudah. Jadi, walaupun masing-masing orang berada di lokasi berbeda, mereka tetap bisa melakukan kolaborasi. Melalui Teams, guru bisa mengunggah tugas beserta panduan pengerjaannya. Di sisi lain, murid juga dapat menggunakan Teams untuk menyelesaikan tugas tersebut. Lalu, bagaimana jika para murid harus berdiskusi dengan satu sama lain? Tak perlu khawatir, Microsoft Teams telah dilengkapi dengan fitur Breakout Rooms sebagai ruang berdiskusi. Sebagai contoh, guru bisa membagi kelas menjadi beberapa kelompok Breakout Rooms untuk mendiskusikan berbagai topik. Jadi, sambil berdiskusi, secara tidak langsung para murid juga bisa belajar untuk mengoperasikan teknologi. Penerapan teknologi inovatif untuk mendukung tumbuh kembang murid Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Walau mungkin awalnya membutuhkan adaptasi, pembelajaran virtual melalui Microsoft Teams dapat membawa hikmah tersendiri bagi pengalaman belajar para murid. Perlu diingat bahwa seluruh rekaman diskusi dan tugas akan tersimpan dalam Teams. Kapan pun dibutuhkan, para murid bisa mengaksesnya dengan mudah. Tak hanya itu, platform Teams juga sangat bagus untuk mendukung murid yang mengambil kelas bahasa tertentu atau sedang mendalami bahasa baru. Teams telah menyediakan fitur Immersive Reader yang dapat diakses murid secara private. Fitur ini akan membantu murid untuk lebih mudah memahami bahasa baru sehingga bisa menyelesaikan tugas secara lebih akurat. Didukung dengan pemberian perangkat Windows 10 Photo Credit: Microsoft Education Blog Fungsi platform ruang kelas virtual seperti Microsoft Teams akan semakin optimal apabila dibarengi dengan penggunaan perangkat yang powerful. Untuk membantu para murid mendapatkan akses perangkat secara adil dan merata, Microsoft menyediakan program penyediaan laptop maupun tablet dengan harga terjangkau untuk kebutuhan edukasi. Mulai dari harga 219 Dolar AS atau sekitar Rp3 jutaan, Anda sudah bisa mendapatkan perangkat Windows 10 yang sangat pas untuk kebutuhan pembelajaran virtual. Bagi sekolah yang langsung membeli 15-300 perangkat Windows 10 untuk para murid, maka Microsoft akan memberikan harga lebih spesial. Perangkat-perangkat ini dirancang dengan perpaduan fitur yang menunjang pengalaman belajar murid, mulai dari daya tahan baterai yang lama, kamera untuk online class, hingga aneka aplikasi dan platform pembelajaran, termasuk salah satunya Microsoft Teams.   Menghadirkan “ruang kelas” baru, Microsoft membantu para guru dan murid untuk saling terhubung selama pembelajaran virtual berlangsung. Agar bisa merasakan fungsi dan manfaatnya secara maksimal, sangat disarankan untuk berlangganan Microsoft Teams secara premium. Namun, ingat, pastikan Anda hanya berlangganan melalui partner resmi Microsoft di Indonesia seperti EIKON Technology. Tim EIKON Technology akan membantu Anda menentukan edisi berlangganan yang paling sesuai dengan kebutuhan edukasi. Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran virtual dengan Microsoft Teams!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Optimalkan Kerja Kolaborasi dengan Microsoft Collaborative Work Management

  Sistem kerja hybrid maupun remote bagaikan dua sisi mata koin. Di satu sisi, perusahaan bisa tetap aktif selama pandemi melalui fleksibilitas kerja. Namun, di sisi lain, sistem tersebut dapat memicu burnout atau kelelahan yang teramat sangat pada banyak pekerja. Ada lebih banyak informasi yang harus diproses para pekerja seiring dengan beralihnya sistem kerja ke model remote atau hybrid. Alhasil, mereka pun mengalami yang namanya digital overload. Kabar baiknya, kondisi seperti ini sebetulnya dapat diatasi dengan menggunakan perangkat manajemen kerja yang tepat dan efektif. Collaborative Work Management dari Microsoft 365. Tak hanya membantu menghemat waktu melalui manajemen kerja yang sederhana, Microsoft Collaborative Work Management juga dapat mengoptimalkan hasil kerja kolaborasi selama kerja remote maupun hybrid. Mari berkenalan lebih jauh dengan Collaborative Work Management dari Microsoft melalui ulasan berikut ini. Ragam aplikasi kerja dalam satu platform Photo Credit: Microsoft Microsoft Collaborative Work Management dirancang untuk menyederhanakan manajemen kerja melalui serangkaian aplikasi yang dibuat khusus. Aplikasi-aplikasi ini memberikan struktur pada bagian-bagian yang kerap dianggap sepele dalam bisnis, tapi sebetulnya berpengaruh cukup besar terhadap produktivitas kerja: daftar tugas, status update, file-sharing, dan sebagainya. Melalui pendekatan yang lebih efisien dengan Microsoft Collaborative Work Management, Anda dan tim pun jadi punya lebih banyak waktu untuk benar-benar berkolaborasi menyelesaikan kerja. Lantas, aplikasi seperti apa yang akan Anda temukan dalam Collaborative Work Management? Aplikasi tersebut dibagi berdasarkan fungsinya. Pada fungsi manajemen kerja, aplikasi yang tersedia adalah Microsoft Lists, Microsoft To Do, Microsoft Planner, dan Tasks in Teams. Di samping itu, ada pula aplikasi SharePoint, OneDrive, dan Office yang fokus pada fungsi kolaborasi kerja. Walau menawarkan fungsi berbeda, seluruh aplikasi tersebut disatukan oleh Microsoft Teams, yang memang berfungsi sebagai central hub untuk Collaborative Work Management. Jadi, berbagai aplikasi tersebut bisa Anda temukan dalam satu platform terpusat sehingga memudahkan Anda untuk menjalankan fungsi kerja yang dibutuhkan. Bantu pengguna mencatat daftar prioritas tugas Photo Credit: Microsoft Di dunia kerja, tugas atau pekerjaan bisa datang dari mana saja, mulai dari sesama anggota tim, atasan, hingga klien. Hal ini bisa membuat Anda kewalahan untuk mencatatnya secara rapi. Tidak mengherankan jika akhirnya Anda kebingungan untuk membuat daftar prioritas pekerjaan. Mulai sekarang, Anda bisa menghindari masalah tersebut dengan menggunakan Microsoft Collaborative Work Management. Berbagai aplikasi khusus di dalamnya memungkinkan Anda untuk mencatat daftar tugas secara efisien, lengkap dengan fitur notifikasi untuk membantu Anda memprioritaskan tugas-tugas tertentu. Berikut ini sejumlah aplikasinya:   Planner – Berfungsi mencatat tugas kelompok atau tim seperti peluncuran marketing campaign baru atau perancangan event. Anda dapat memantau pekerjaan untuk tim dan membagi tugas-tugas secara individual kepada setiap anggota.  To Do – Ditujukan untuk tugas individu yang memang harus Anda rampungkan sendiri. Contohnya adalah mengikuti online seminar atau tugas yang diberikan kepada Anda sebagai bagian dari tim. Aplikasi To Do juga telah terintegrasi dengan Planner, sehingga Anda bisa melihat tugas-tugas yang didelegasikan dari tim di samping tugas individu. Task in Teams – Aplikasi satu ini menampilkan seluruh daftar tugas dari Planner dan To Do. Jadi, jika Anda hanya ingin menggunakan satu aplikasi untuk setiap tugas, maka Task in Teams adalah solusinya. List – Berfungsi untuk memonitor tugas atau project yang sedang berlangsung dan memiliki banyak informasi. Contohnya seperti daftar onboarding untuk karyawan baru atau pengelolaan aset perusahaan.   Lebih mudah berbagi file dengan OneDrive dan SharePoint Photo Credit: Microsoft Agar kerja tim bisa berkualitas, maka dibutuhkan kolaborasi yang efisien dalam berkomunikasi, berdiskusi, mengedit kerjaan, dan sebagainya. Itulah kenapa penting bagi Anda dan tim untuk bisa bekerja bersama-sama secara real-time. Di sinilah aplikasi OneDrive dan SharePoint di dalam Microsoft Collaborative Work Management dapat membantu Anda. Kedua aplikasi tersebut menyediakan layanan berbagi file secara aman di seluruh platform Microsoft 365. Artinya, baik bekerja menggunakan Office Doc, List, atau aplikasi Microsoft lainnya, Anda dan tim bisa saling berbagi file tanpa harus berpindah platform. Lalu, jika Anda membuka file Word, Excel, atau PowerPoint dari dalam Teams, maka Anda dan tim bisa berkomunikasi via chat langsung di dalam file tersebut. Tidak ketinggalan fitur comments dan @mentions untuk mempermudah proses editing. Setiap anggota tim yang mendapat @mention, maka ia akan menerima notifikasi sehingga tak akan ada informasi penting yang terlewat. Demi keamanan dan kenyamanan, Anda juga bisa mengatur akses izin terhadap file yang dibagikan. Dengan begini, bisa dipastikan bahwa hanya orang-orang dengan izin sajalah yang bisa mengakses file Anda.   Kerja kolaborasi secara remote maupun hybrid memang memiliki tantangan tersendiri. Namun, Anda dan tim tetap bisa mendapatkan hasil optimal selama menggunakan Microsoft Collaborative Work Management sebagai perangkat manajemen kerja utama. Untuk mulai mengadaptasi Microsoft Collaborative Work Management dalam sistem kerja kolaborasi, Anda hanya perlu berlangganan Microsoft 365 edisi Business atau Enterprise melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Microsoft yang tepercaya di Indonesia, EIKON Technology akan membantu Anda memulai perjalanan kolaborasi kerja yang lebih efisien dengan Collaborative Work Management. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Windows 365, Layanan Streaming Sistem Operasi Berbasis Cloud

  Pada 14 Juli 2021 lalu, Microsoft secara resmi mengumumkan bahwa mereka menempatkan Windows pada cloud. Layanan baru ini diberi nama Windows 365, yang diperuntukkan bagi kalangan bisnis dan korporasi. Melalui Windows 365, Anda bisa mengakses sistem operasi Windows 10 atau Windows 11 yang berjalan di PC berbasis cloud (Cloud PC) secara streaming melalui web browser pada berbagai perangkat lain. Perangkat yang digunakan bisa berupa non-Windows seperti MacOS, iPad, Linux, hingga tablet Android. Lalu, apa saja hal-hal yang dapat Anda lakukan dengan Windows 365? Bagaimana cara untuk mendapatkannya? Mari berkenalan lebih jauh dengan Windows 365 melalui ulasan selengkapnya di bawah ini! Mengurangi kompleksitas sistem kerja remote maupun hybrid Photo Credit: Microsoft Karena pandemi COVID-19, banyak perusahaan yang kini mengubah sistem kerja menjadi hybrid working atau sepenuhnya remote. Walau kedua sistem kerja tersebut mendukung fleksibilitas di tengah kondisi serba tidak pasti seperti saat ini, tak dipungkiri bahwa tetap ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Contohnya seperti akses terhadap informasi yang kurang merata, delegasi tugas yang tidak optimal, hingga isu keamanan data. Melalui teknologi Cloud PC, kehadiran Windows 365 mampu mengurangi kompleksitas tersebut.  Bagi pekerja sistem hybrid yang masih harus mendatangi kantor, kini Anda tak perlu repot-repot membawa pulang komputer. Anda bisa mengakses Cloud PC dari perangkat apa pun dari dari mana pun. Begitu membuka akses Cloud PC, pekerjaan terakhir yang Anda kerjakan di kantor tadi akan langsung tersambung dan tampil pada perangkat. Sedangkan bagi yang kerja full remote, atasan bisa membuatkan Cloud PC untuk diberikan aksesnya kepada anggota tim yang kerja remote tersebut. Lalu, karena keseluruhan Cloud PC bersistem operasi Windows ini berada di cloud, maka Anda dan tim tidak membutuhkan VPN maupun khawatir soal data pada perangkat personal. Mengandalkan teknologi virtualisasi Azure Virtual Desktop Photo Credit: Microsoft Agar bisa memberikan performa optimal dalam layanan streaming sistem operasi Windows berbasis cloud, Microsoft menggunakan teknologi virtualisasi Azure Virtual Desktop atau yang dulu dikenal dengan nama Windows Virtual Desktop. Azure Virtual Desktop adalah sistem berbasis Microsoft Azure yang menawarkan layanan sistem operasi Windows secara virtual. Rencananya, Windows 365 akan hadir dalam dua edisi: Business dan Enterprise. Keduanya ditenagai oleh Azure Virtual Desktop. Microsoft juga menawarkan 12 pilihan konfigurasi Cloud PC untuk kedua edisi tersebut, mulai dari single CPU dengan RAM 2GB dan penyimpanan 64GB hingga delapan CPU dengan RAM 32GB dan penyimpanan 512GB. Menariknya lagi, konfigurasi tersebut bersifat scalable. Artinya, bisnis maupun korporasi bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Jika pada awal penggunaan hanya membutuhkan konfigurasi minimal, maka Anda bisa melakukan upgrade ke konfigurasi dengan level lebih tinggi seiring dengan kebutuhan bisnis yang meningkat. Dijadwalkan rilis pada awal Agustus 2021 Photo Credit: Microsoft Sudah tidak sabar untuk merasakan sendiri kemudahan yang ditawarkan Windows 365? Sayangnya, Anda masih harus menunggu karena Windows 365 baru akan dirilis secara publik oleh Microsoft pada 2 Agustus 2021 dalam bentuk langganan bulanan. Selain itu, pada perilisan untuk publik nanti, Microsoft juga akan sekaligus menginfokan detail harga langganan bulanan Windows 365. Tentunya harga yang ditawarkan juga beragam mengingat Windows 365 dirancang untuk skala bisnis satu orang hingga enterprise yang memiliki ribuan karyawan.   Windows 365 menjadi cara baru untuk mengakses segala kemudahan dan efisiensi yang ditawarkan sistem operasi Windows. Lalu, di mana Anda bisa mendapatkan akses berlangganan Windows? Tentunya melalui partner resmi Microsoft di Indonesia seperti EIKON Technology. Walaupun Windows 365 baru rilis pada awal Agustus 2021 nanti, Anda bisa menghubungi EIKON Technology mulai sekarang untuk mempelajari lebih dalam tentang layanan tersebut. Jadi, saat perilisan nanti, Anda bisa langsung memilih konfigurasi Cloud PC sesuai kebutuhan.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

5 Fitur Microsoft 365 untuk Menunjang Remote dan Hybrid Working

  Sejak rilis perdana pada 2011 lalu, Microsoft 365 berkomitmen untuk konsisten mengembangkan teknologi yang dapat membantu Anda terus maju, baik dalam lingkungan kerja remote maupun hybrid. Berbagai fitur pun diciptakan, tak ketinggalan update rutin untuk menyesuaikan Microsoft 365 dengan kebutuhan para pengguna. Mulai dari automasi workflow pada Microsoft Teams hingga peningkatan performa Whiteboard, berikut ini sejumlah fitur Microsoft 365 yang akan menunjang sistem kerja remote maupun hybrid di perusahaan Anda. Mengelola tasks tanpa harus keluar dari Teams Photo Credit: Microsoft Pada Juli 2020 lalu, Microsoft Teams kehadiran aplikasi baru  bernama Tasks. Fitur Microsoft 365 ini memungkinkan pengguna untuk mengelola pekerjaan (tasks) tanpa harus keluar dari Teams. Tasks akan menampilkan seluruh daftar pekerjaan Anda yang tersimpan di Microsoft To Do, Planner, dan Outlook.  Agar lebih mudah dalam mengatur pekerjaan, Tasks juga dibekali dengan tampilan List baru dengan kemampuan untuk mengedit beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Untuk menggunakan Tasks, langsung saja tambahkan aplikasi ini pada Teams atau munculkan sebagai tab di bagian atas channel Teams.   Desain aplikasi Microsoft Teams dirancang khusus untuk remote working Photo Credit: Microsoft Pada sistem kerja remote maupun hybrid, salah satu tantangan terbesar yang kerap dihadapi adalah memastikan setiap orang mendapatkan akses informasi merata dan memiliki tingkat keterlibatan yang sama. Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, Microsoft Teams kini dilengkapi dengan laman web baru berisi daftar aplikasi pilihan yang dapat meningkatkan produktivitas dan kolaborasi. Jenis aplikasi yang ditampilkan pun beragam, mulai dari aplikasi untuk mengelola marketing campaign hingga membuat proposal sales. Aplikasi-aplikasi ini akan membantu Anda dan tim tetap terhubung satu sama lain selama menjalankan sistem kerja remote maupun hybrid. Fitur baru Power Automate untuk menyederhanakan workflow Photo Credit: Microsoft Power Automate adalah program yang membantu pengguna mengautomasi workflow antara aplikasi-aplikasi favorit Anda untuk menyinkronkan file, mendapat notifikasi, mengumpulkan data, dan masih banyak lagi. Melalui fitur bernama Create a Team, kini Anda bisa dengan mudah membuat tim baru untuk berbagai proyek bisnis. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan fitur @mention untuk memastikan agar informasi penting diterima oleh anggota tim. Tak berhenti sampai situ, fitur Microsoft 365 ini juga memungkinkan Anda untuk melakukan tindakan bisnis tertentu langsung dari sebuah pesan. Salah satu contohnya adalah mengubah sebuah pesan chat menjadi suatu peluang penjualan pada aplikasi Dynamics. Kemudahan ini tentu dapat membantu menyederhanakan workflow Anda. Meeting lebih efisien dengan update terbaru pada Whiteboard Photo Credit: Microsoft Walau sedang kerja remote maupun hybrid, aktivitas meeting tetap harus berjalan. Alhasil, meeting pun beralih ke ranah virtual. Agar sesi meeting virtual berjalan lancar, Anda bisa menggunakan aplikasi Whiteboard yang telah disematkan dalam Teams. Fitur Microsoft 365 tersebut kini memungkinkan Anda untuk menambahkan sticky notes pada canvas, sehingga Anda akan lebih mudah mengemukakan ide walaupun tidak sedang menggunakan digital pen saat meeting. Kabar baiknya lagi, Whiteboard juga rutin mendapat update sehingga performanya pun terus meningkat. Peningkatan kemampuan pada Microsoft Edge Photo Credit: Microsoft Microsoft Edge adalah aplikasi web browser yang dikembangkan oleh Microsoft. Microsoft sadar bahwa saat seseorang menggunakan PC, 60% waktunya akan dihabiskan untuk mengakses web browser. Berdasarkan kebutuhan tersebut, Microsoft Edge pun dilengkapi dengan berbagai fitur untuk menunjang produktivitas secara aman. Salah satunya adalah fitur Collections yang kini kontennya dapat Anda export ke OneNote. Tenang saja, saat Anda mengirimkan konten ke OneNote, seluruh konten yang telah Anda kumpulkan tidak akan berubah formatnya. Artinya, Anda tetap akan mendapatkan konten yang telah Anda susun secara rapi sebelumnya pada Collections. Kerja dengan sistem remote maupun hybrid kini jadi lebih mudah dan efektif berkat fitur-fitur Microsoft 365 di atas. Buktikan sendiri dengan segera berlangganan Microsoft 365 for Business. Beruntung kini di Indonesia telah hadir partner resmi Microsoft yang tepercaya seperti EIKON Technology. Memiliki pengetahuan mendalam seputar produk dan layanan Microsoft, EIKON Technology akan menjawab segala pertanyaan Anda tentang Microsoft 365 for Business. Langsung saja klik di sini untuk mempelajari lebih jauh seputar Microsoft 365 atau segera hubungi tim EIKON Technology untuk berlangganan!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Potensi Terjadinya Krisis Turnover Karyawan: Apa yang Harus Dilakukan?

  Selama satu tahun belakangan, para karyawan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk bekerja di kantor. Walau demi kebaikan bersama selama masa pandemi, tak dapat dipungkiri bahwa keputusan tersebut membuat banyak karyawan jadi merasa “lepas” dari tim mereka (disconnected). Kondisi ini kerap membuat karyawan mempertanyakan masa depan karier mereka, hingga akhirnya berujung pada keputusan karyawan untuk mencari kesempatan kerja baru di tempat lain. Tak mengherankan jika riset dari Microsoft menunjukkan bahwa turnover karyawan (proses keluar-masuknya karyawan di perusahaan) jadi meningkat. Menurut data Work Trend Index dari Microsoft, sebanyak 41% tenaga kerja global tengah mempertimbangkan untuk pindah kerja tahun depan, dengan 46% di antaranya berencana melakukan transisi karier yang cukup besar. Lantas, dengan kondisi krisis turnover karyawan seperti ini, apa yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan? Utamakan fleksibilitas untuk karyawan Photo Credit: Olia Danilevich (Pexels) Dengan sistem kerja yang kini tak lagi mengharuskan karyawan untuk bekerja di kantor, hybrid working pun jadi diminati banyak karyawan. Itulah kenapa untuk menjaga mereka tetap senang bekerja di perusahaan Anda, sekaligus mengurangi turnover karyawan, kuncinya adalah dengan memperbolehkan mereka bekerja secara remote. Mengingat kondisi yang serba tidak pasti di tengah pandemi, banyak karyawan ingin memiliki kendali atas waktu kerja mereka. Tenang saja, bukan berarti Anda harus memberikan izin kerja remote setiap hari. Menurut berbagai studi, mayoritas karyawan ingin bekerja dari luar kantor selama tiga hari dalam seminggu. Namun, perlu diperhatikan bahwa seiring meningkatnya tuntutan akan hybrid working, peran manajer pun juga ikut meningkat. Untuk menghindari perasaan disconnected pada tim, manajer perlu memberikan waktu lebih untuk melakukan komunikasi one-on-one, terlebih pada karyawan baru yang lebih membutuhkan bantuan selama proses onboarding. Sediakan akses merata kepada seluruh karyawan Photo Credit: LinkedIn Sales Solutions (Unsplash) Banyak karyawan yang kini menginginkan sistem kerja hybrid. Namun, walaupun sudah menerapkannya, mengapa justru banyak juga dari mereka yang mempertimbangkan untuk pindah tempat kerja hingga akhirnya memicu krisis turnover karyawan? Hal tersebut biasanya disebabkan oleh akses yang kurang merata di kalangan karyawan. Untuk mengatasi hal ini, peran para pemimpin seperti ketua tim atau manajer sangatlah dibutuhkan. Misalnya, perusahaan bisa membekali setiap karyawan dengan perangkat kerja yang mendukung hybrid working secara optimal. Lalu, saat rapat online, pastikan setiap karyawan memiliki kesempatan sama untuk berbicara atau speak up. Karenanya, gunakan teknologi atau platform komunikasi yang memungkinkan Anda untuk menentukan protokol khusus saat peserta rapat hendak bersuara. Microsoft Teams dapat menjadi pilihan tepat karena dilengkapi beragam fitur yang untuk mendukung hybrid working. Cara lain juga bisa dilakukan dengan menyediakan penggantian biaya perjalanan (travel reimbursement) bagi karyawan yang tinggal jauh dari kantor. Hal ini akan mendorong mereka untuk datang ke kantor saat ada rapat penting atau membantu anggota tim lain yang kesulitan. Optimalkan pemanfaatan teknologi untuk rekrut karyawan baru Photo Credit: LinkedIn Sales Solutions (Unsplash) Budaya hybrid working tak hanya dijalani oleh para karyawan lama, tapi juga sudah dialami sejak proses rekrutmen karyawan baru. Bahkan sebetulnya proses ini kerap mengalami transisi yang relatif lebih sulit daripada penerapan remote working. Kini proses rekrutmen dapat dilakukan secara face-to-face tanpa harus bertemu langsung, yakni dengan memanfaatkan platform komunikasi seperti Microsoft Teams. Di satu sisi, hal ini memang memberikan kemudahan bagi para job seekers, terutama yang tinggal jauh dari lokasi perusahaan. Namun, kemudahan tersebut juga kerap membuat tim HR kewalahan. Menjawab tantangan tersebut, tim HR bisa memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk membantu memeriksa lamaran yang masuk. Sistem algoritma pada AI akan memilah resume yang dianggap paling memenuhi syarat. Terlebih, kini juga telah tersedia teknologi chatbots yang dapat membantu menyaring kandidat hingga menilai kepribadian mereka.   Kini telah diketahui bahwa kunci menekan turnover karyawan bukan hanya terletak pada penerapan sistem hybrid working, tapi juga memastikan tiap karyawan tetap merasa terhubung (connected) dengan tim serta memiliki akses kerja yang adil. Banyak cara yang bisa dilakukan perusahaan, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang menunjang hybrid working seperti Microsoft Teams. Anda bisa klik di sini untuk mengetahui lebih banyak tentang Microsoft Teams atau langsung menghubungi EIKON Technology. Sebagai partner resmi Microsoft di Indonesia, EIKON Technology tak hanya menyediakan layanan Microsoft Teams, tapi juga siap menjawab berbagai pertanyaan Anda sebelum mulai berlangganan.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Pertumbuhan Inovasi Microsoft Teams Tak Terlepas dari Peran Partner

  Lebih dari sekadar perangkat untuk berkomunikasi via audio, chat, atau video call, Microsoft Teams telah menjadi sebuah platform yang menghubungkan alur kerja (workflow) Anda dengan beragam aplikasi. Bahkan sejak tujuh terakhir ini, terus terjadi peningkatan jumlah pengguna aplikasi pihak ketiga (third-party app) yang tersedia di Microsoft Teams. Agar bisa memenuhi kebutuhan pengguna secara optimal, Microsoft akan terus berinvestasi untuk mengembangkan platform yang dapat mendukung para partner dalam membangun solusi atau layanan inovatif. Berkat peran partner-partner tersebut, Microsoft Teams bisa membawa lebih banyak manfaat kepada para pengguna. Lebih dari 800 aplikasi tergabung dengan Microsoft Teams Photo Credit: Piero Nigro (Unsplash) Microsoft Teams memiliki ekosistem yang kuat dan terus berkembang dengan para partner. Mereka terus melampaui batas untuk menciptakan inovasi melalui solusi-solusi yang dibangun di Microsoft. Hingga Februari 2021, tercatat ada lebih dari 800 aplikasi Teams yang dirancang oleh vendor software independen (ISV). Tidak ketinggalan ribuan integrator sistem (SI) yang mengembangkan beragam solusi bersifat custom di Teams. Melalui program di Microsoft, para partner tak hanya bisa mengembangkan bisnis mereka, tapi juga menemukan value yang cukup besar. Terlebih, para pelanggan Microsoft Teams benar-benar merasakan manfaat dari aplikasi dan solusi lain yang dikembangkan oleh para partner. Bahkan menurut riset dari Forrester, sebanyak 95% responden menunjukkan bahwa aplikasi-aplikasi di Teams telah berhasil meningkatkan performa kerja tim mereka. Beberapa partner ISV Microsoft Teams Para partner ISV sukses merancang berbagai aplikasi yang memperkaya pengalaman kolaborasi para pengguna Microsoft. Berikut ini beberapa partner ISV yang menyediakan aplikasi-aplikasi tersebut.   Adobe   Photo Credit: Microsoft Kehadiran Adobe di Microsoft memberikan kemudahan kepada Anda dan tim untuk menghasilkan karya bersama. Adobe Sign for Microsoft Teams, misalnya, menyediakan teknologi tanda tangan elektronik untuk dokumen digital. Beda lagi dengan Adobe Acrobat for Microsoft Teams untuk membuat, mengedit, hingga berbagi dokumen PDF.   ServiceNow   Photo Credit: Microsoft Terintegrasi dengan Microsoft Teams, ServiceNow menyediakan aplikasi bernama Now Virtual Agent. Dengan aplikasi ini, Anda bisa menyederhanakan workflow melalui dashboard pusat yang menampilkan informasi penting seperti tasks, events, hingga announcements.   Moveworks   Photo Credit: Microsoft Moveworks menyediakan layanan dukungan teknologi secara langsung di Microsoft Teams. Jika menemui masalah IT, Anda bisa mendeskripsikannya kepada bot Moveworks. Menerapkan teknologi natural language understanding (NLU), Moveworks nantinya dapat memahami masalah Anda dan segera memberikan solusi. Beberapa partner SI Microsoft Teams Tiap perusahaan memiliki gaya kerja dan kebutuhan yang berbeda. Banyak dari Anda yang membutuhkan solusi secara lebih spesifik. Kustomisasi aplikasi pun harus dilakukan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Tak perlu khawatir, partner SI mampu memenuhinya. Ini dia beberapa partner SI yang akan Anda temui di Microsoft.   Cognizant   Photo Credit: Microsoft Saat terjadi masalah pada suatu perangkat kerja, biasanya perusahaan akan menghubungi teknisi lapangan untuk mengatasinya. Namun, terkadang teknisi tidak memiliki akses terhadap alat yang dibutuhkan. Di sisi lain, mereka juga kesulitan untuk terhubung dengan manajer atau anggota tim lain, sehingga koordinasi pun sulit pula dilakukan. Menjawab kebutuhan tersebut, Cognizant membangun aplikasi Damage Companion pada Microsoft Teams, Microsoft Power Platform, dan SharePoint. Melalui aplikasi ini, komunikasi real-time dengan manajer bisa dilakukan sehingga mempermudah teknisi untuk menentukan langkah selanjutnya.   Avanade   Photo Credit: Microsoft Melalui Nudge Platform, Avanade mengombinasikan Microsoft dengan Bot Framework dan teknologi artificial intelligence (AI) serta penerapan studi perilaku. Hasilnya, hadir sebuah platform yang dapat menyederhanakan tugas sehari-hari. Platform satu ini juga akan mengukur pengalaman kerja karyawan untuk menemukan momen-momen penting yang menjadi perhatian mereka. Dengan begini, Avanade tidak hanya mendukung sistem kerja remote atau hybrid, tapi juga menjaga produktivitas karyawan sambil tetap memperhatikan kesejahteraan mereka.   Tanpa kehadiran partner, Microsoft tidak akan dapat berkembang hingga sejauh ini. Buktikan sendiri kehebatan hasil rancangan solusi para partner tersebut dengan menggunakan Microsoft. Agar mendapatkan pengalaman optimal, sangat disarankan untuk berlangganan Microsoft 365 for Business terlebih dulu. Pastikan Anda hanya berlangganan melalui partner resmi Microsoft seperti EIKON Technology yang tepercaya di Indonesia. Langsung saja klik di sini untuk berkonsultasi seputar Microsoft dan Microsoft 365 for Business dengan tim dari EIKON Technology!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Peran Microsoft Teams dalam Mendukung Hybrid Working di Bidang Manufaktur

  Ekosistem manufaktur memegang peran yang begitu krusial dalam kehidupan sehari-hari. Mereka inilah yang bekerja keras memproduksi barang-barang untuk kebutuhan hidup kita. Saat pandemi COVID-19 melanda, para pekerja manufaktur pun harus melakukan adaptasi agar produksi tetap berjalan tanpa mengabaikan keamanan dan kesehatan. Sistem hybrid working pun diterapkan, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi Microsoft Teams. Bahkan ternyata selama setahun belakangan ini, pemakaian aktif harian Microsoft Teams mengalami peningkatan hingga 230%. Bagaimana Microsoft Teams membantu para pekerja di bidang manufaktur dalam menjalankan hybrid working? Lalu, bagaimana pula dengan para pekerja garda depan (frontline workers) yang kemungkinan besar tidak bisa bekerja secara remote? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini. Digitalisasi workflow manufaktur Photo Credit: Ivan Samkov (Pexels) Salah satu kunci kesuksesan penerapan hybrid working adalah digitalisasi secara efektif. Microsoft Teams dapat membantu para pekerja di bidang manufaktur untuk mencapai hal tersebut, termasuk bagi kalangan frontline workers. Melalui penggunaan Microsoft Teams, Anda dapat menghubungkan para frontline workers dengan informasi penting pada platform komunikasi yang sama. Hal ini akan membantu proses digitalisasi workflow di tempat kerja. Microsoft Teams paham betapa pentingnya proses persetujuan (approval) bagi frontline workers untuk segera menyelesaikan pekerjaan mereka. Untuk menyederhanakan proses tersebut, Anda bisa menggunakan new templates pada Microsoft Teams. Template tersebut hadir dengan struktur yang dapat diulang untuk mengajukan persetujuan umum seperti permintaan lembur. Tak hanya itu, Microsoft Teams juga bekerja sama dengan beberapa partner untuk mendukung digitalisasi pada hybrid working di bidang manufaktur. Contohnya seperti Adobe Sign dan DocuSign yang memungkinkan Anda untuk menggunakan tanda tangan elektronik pada dokumen kontrak atau persetujuan. Sudah ada sejumlah pelanggan Microsoft Teams dari bidang manufaktur yang berhasil menjalankan digitalisasi pada sistem hybrid working mereka. Salah satunya adalah Toyota yang menggunakan Microsoft Teams dan Power Platform untuk mengecek kualitas produksi pabrik. Tawarkan cara kerja baru kepada para pekerja garda depan Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Berbeda dari aktivitas seperti rapat atau menyusun laporan, frontline workers di bidang manufaktur tidak bisa melakukannya secara remote. Mereka tetap harus berada di pabrik untuk memastikan produksi tetap berjalan. Lalu, bagaimana caranya mereka menerapkan sistem hybrid working? Microsoft Teams menawarkan cara kerja baru untuk para frontline workers di bidang manufaktur, yakni dengan menghubungkan mereka pada Microsoft Cloud for Manufacturing. Berbasis cloud, layanan satu ini memang dirancang untuk mengoptimalkan performa kerja industri manufaktur, mulai dari pemanfaatan artificial intelligence hingga peningkatan supply chain. Microsoft Cloud for Manufacturing akan membantu menyederhanakan proses onboarding sekaligus mengembangkan skill tenaga kerja manufaktur. Dengan begini, proses digitalisasi manufaktur pun tidak hanya dirasakan mereka yang bisa kerja remote, tapi juga para frontline workers. Sebagai bentuk dukungan lain terhadap frontline workers di bidang manufaktur, Microsoft Teams juga telah bekerja sama dengan RealWear untuk memproduksi alat kelengkapan keamanan seperti topi. Menariknya, alat tersebut juga dirancang untuk memudahkan kolaborasi dan komunikasi dengan penambahan fitur microphone.   Dengan pemanfaatan teknologi secara tepat, industri manufaktur bisa menerapkan sistem hybrid working secara efisien, termasuk digitalisasi bagi para frontline workers di pabrik. Melalui fitur-fitur canggih dan kerja sama dengan sejumlah partner, Microsoft Teams mampu mendukung industri manufaktur dalam menjalani sistem tersebut. Lalu, bagaimana caranya Anda yang bekerja di bidang manufaktur bisa menggunakan Microsoft Teams? Langsung saja hubungi EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft di Indonesia. EIKON Technology akan membantu Anda bermigrasi ke Microsoft Teams secara optimal melalui Microsoft 365 for Business. Klik di sini untuk dapatkan akses ke Microsoft Teams sekarang juga!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

5 Tips Efisien Menjalankan Sistem Hybrid Working

  Budaya kerja mengalami perubahan cukup besar sejak 1,5 tahun belakangan ini. Dari yang semula tatap muka langsung setiap hari, kini perusahaan harus mengandalkan hybrid working. Walaupun mendukung fleksibilitas kerja, sayangnya sistem tersebut juga rentan memicu burnout karyawan karena mereka jadi bekerja lebih lama daripada jika bekerja di kantor. Apakah Anda dan tim juga mengalami kondisi serupa? Jika terus dibiarkan, kondisi tersebut bisa-bisa mengganggu kesejahteraan karyawan dan berpengaruh terhadap produktivitas. Maka dari itu, agar Anda dan tim bisa menjalankan hybrid working secara efisien, berikut beberapa tips untuk diterapkan.   Tentukan OKR yang detail dan jelas   Photo Credit: Ivan Samkov (Pexels) Kunci dari kesejahteraan diri adalah mampu memprioritaskan waktu dan energi secara efisien, baik saat bekerja di kantor maupun remote. Masalahnya, ketika sedang bekerja secara remote, karyawan jadi lebih sulit memahami ekspektasi dari rekan kerja maupun mengomunikasikan prioritas diri sendiri. Pada akhirnya, mereka jadi terbiasa merespons segala bentuk interupsi karena dianggap memiliki urgensi tinggi. Di sinilah pentingnya memiliki objectives and key results (OKR) yang jelas. Dengan begitu, karyawan bisa tahu pekerjaan mana yang perlu diprioritaskan dan mana yang bisa dikerjakan nanti. Hal ini dapat membantu karyawan untuk berkata “tidak” saat ia menerima interupsi dari rekan kerja tertentu, sehingga risiko burnout pun bisa diminimalisir.   Selalu tetapkan tujuan sebelum online meeting   Photo Credit: Kampus Production (Pexels) Hybrid working artinya Anda dan tim akan lebih sering melakukan meeting secara online dibandingkan tatap muka langsung. Walaupun online meeting bersifat praktis, terlalu banyak melakukannya bisa membuat karyawan mengalami keletihan akibat harus fokus menyimak obrolan melalui layar selama berjam-jam. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah video call fatigue. Untuk mengurangi risiko tersebut, tetapkan tujuan yang jelas sebelum online meeting. Sebaiknya, tunjuk juga moderator atau pemandu khusus untuk memastikan agar online meeting berjalan sesuai rencana. Dengan begini, meeting akan berjalan efisien tanpa membahas hal-hal di luar tujuan utama. Anda dan tim pun bisa menghemat waktu dan energi.   Berteman dengan ketidaksempurnaan   Photo Credit: LinkedIn Sales Solutions (Unsplash) Di tengah lingkungan kerja dengan dinamisme tinggi, wajar jika Anda dan karyawan berusaha untuk memberikan hasil kerja sebaik mungkin. Beberapa bahkan bertekad mencapai “kesempurnaan” dalam bekerja. Padahal, ekspektasi terhadap kesempurnaan inilah yang lambat laun dapat memicu burnout, terutama ketika hybrid working. Perlu diingat bahwa tiap orang memiliki definisi masing-masing tentang kesempurnaan bekerja. Sesuatu yang menurut Anda sempurna, belum tentu begitu pula di mata atasan atau klien Anda. Berusahalah saja semaksimal yang Anda bisa dan tentunya sesuai standar perusahaan. Selalu ada ruang untuk perbaikan, jadi janganlah menghukum diri sendiri.   Memimpin dengan empati   Photo Credit: Christina @ wocintechchat.com (Unsplash) Bagi yang saat ini menempati posisi atasan, manajer, pimpinan divisi, direktur, atau posisi serupa lainnya, kini saatnya Anda menunjukkan empati lebih kepada karyawan. Ingatlah bahwa pandemi merupakan kondisi yang berat bagi banyak karyawan Anda. Di tengah upaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan diri sendiri serta keluarga, kita semua masih harus tetap bekerja. Dalam hal ini, bukan berarti Anda diam saja jika seandainya ada karyawan yang melanggar aturan. Namun, bantulah mereka untuk sama-sama menjalani hybrid working di tengah situasi yang kurang ideal ini. Apabila ada karyawan yang menunjukkan tanda-tanda burnout, misalnya, berikan ia izin cuti untuk beristirahat. Atau jika ada karyawan yang performanya menurun, padahal sebelum ini ia termasuk salah satu top employee, ajaklah ia mengobrol dalam sesi one-on-one untuk mengetahui penyebabnya. Walau terkesan sederhana, langkah-langkah tersebut membantu terbentuknya budaya sehat di lingkungan hybrid working.   Tegaskan batasan antara pekerjaan dan kehidupan personal   Photo Credit: Jason Strull (Unsplash) Kesejahteraan diri sangat bergantung pada keseimbangan antara kehidupan kerja dan personal. Artinya, walaupun bekerja dari rumah, bukan berarti Anda harus bekerja seharian penuh. Justru Anda perlu menetapkan jam kerja harian, lalu komunikasikan kepada tim agar mereka tak menghubungi Anda untuk keperluan kerja di luar batas jam tersebut. Agar bisa komitmen menjalani batasan yang Anda tentukan sendiri, tak ada salahnya memanfaatkan teknologi seperti Microsoft Teams. Pada fitur message, Anda bisa memasang status khusus seperti “Prioritizing family time right now, thanks” atau “All work-related chats will be replied tomorrow”.    Itulah sejumlah tips yang bisa Anda terapkan untuk menjalankan hybrid working secara efisien dan mendukung kesejahteraan karyawan. Selain kelima tips tersebut, dibutuhkan pula dukungan teknologi yang mumpuni seperti Microsoft Teams dari Microsoft 365 for Business untuk menunjang aktivitas hybrid working. Bahkan tak hanya Microsoft Teams, Microsoft 365 for Business juga dilengkapi ragam layanan pendukung lain untuk bisnis seperti penyimpanan cloud 1 TB hingga program Office Online. Pilih sendiri edisi berlangganan yang paling sesuai kebutuhan hybrid working Anda. Jika bingung menentukan, Anda bisa menghubungi EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft di Indonesia. Tim EIKON Technology akan membantu Anda bermigrasi ke Microsoft 365 for Business. Klik di sini untuk info selengkapnya!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Berkenalan dengan 5 Calon Font Default Baru Microsoft

  Sejak 2007, Microsoft menggunakan Calibri sebagai font default untuk menggantikan Times New Roman di seluruh aplikasi Microsoft Office. Setelah lebih dari satu dekade, kini saatnya Microsoft berkembang dengan ditemani font default yang baru. Setidaknya ada lima tipe font yang menjadi kandidat font default Microsoft. Masing-masing calon font Microsoft ini dirancang oleh orang yang berbeda. Namun, walaupun Calibri akan segera “turun jabatan”, Anda masih bisa menemukannya pada menu font di Microsoft Office. Mari berkenalan dengan kelima font baru berikut ini! Skeena – John Hudson & Paul Hanslow Photo Credit: Microsoft Bagi yang selama ini gemar menggunakan Sans Serif sebagai font Microsoft, kemungkinan besar Anda tidak akan terlalu asing dengan calon default font baru ini. Skeena dirancang berdasarkan bentuk tipografi dari Serif tradisional. Namun, goresan-goresannya mengalami modifikasi sehingga kontras antara tebal dan tipisnya jadi semakin terlihat. Bisa dikatakan bahwa Skeena merupakan versi modern dan lebih dramatis dari Sans Serif. Font Skeena sangat cocok digunakan untuk teks utama pada dokumen-dokumen panjang, konten presentasi, brosur, hingga laporan. Grandview – Aaron Bell Photo Credit: Microsoft Grandview merupakan font tipe Sans Serif yang diadaptasi dari rambu jalan dan kereta api di Jerman. Artinya, sejak awal tipe font tersebut memang telah dirancang agar bisa dibaca dengan jelas dari jarak jauh dan dalam kondisi kurang kondusif sekali pun. Itulah kenapa ketika sang perancang, Aaron Bell, diminta untuk menciptakan font Microsoft untuk penggunaan body text, tapi tetap mempertahankan kepribadian German Industrial Standard (DIN), ia sempat merasa ragu. Pasalnya, tipografi font untuk body text umumnya harus dapat membuat mata nyaman untuk terus membaca barisan kata secara horizontal. Namun, font DIN dirancang dengan tingkat keterbacaan tinggi untuk medium atau space terbatas. Setelah melakukan riset dan penyesuaian, Aaron Bell akhirnya berhasil menciptakan font Grandview yang tingkat keterbacaannya masih relatif tinggi, tapi telah dimodifikasi agar nyaman untuk dibaca sebagai body text panjang. Tenorite – Erin McLaughlin & Wei Huang Photo Credit: Microsoft Font Microsoft satu ini bisa dikatakan sebagai versi lebih “ramah” dari Sans Serif. Penggunaan tanda titik (dots) yang cukup besar hingga aksen-aksen khusus membuat Tenorite memiliki vibe yang cenderung “terbuka”, tapi tetap lebih tajam jika dibandingkan dengan Calibri yang terkenal akan sudut-sudut bersifat bundar (round corner). Kedua perancang Tenorite, Erin McLaughlin dan Wei Huang, sadar bahwa nantinya font mereka akan dibaca sebagai teks panjang pada aplikasi seperti Microsoft Word. Karenanya, mereka pun merancang Tenorite dengan spacing yang cukup lebar agar pengguna Microsoft merasa nyaman selama membaca. Seaford – Tobias Frere-Jones, Nina Stössinger, and Fred Shallcrass Photo Credit: Microsoft Mengacu pada tipografi teks Serif gaya lama, Seaford memiliki desain yang begitu familiar dan mengedepankan kenyamanan visual. Bentuknya yang cenderung asimetris dan organik mampu menekankan perbedaan antar huruf, sehingga nantinya menghasilkan bentuk kata yang lebih mudah dikenali. Demi menciptakan font Microsoft dengan tipografi yang “nyaman” dan familiar bagi pembaca, para perancangnya bahkan mengambil inspirasi dari gambar kursi tua. Inspirasi ini mereka aplikasikan pada pembuatan desain untuk font berformat italics. Jika Anda perhatikan, banyak font yang membuat format italics dengan tampilan visual cenderung lebih lembut atau agak mengabur. Namun, Seaford justru tetap membuat font berformat italics dengan visual cukup tajam—mirip seperti sandaran kursi tua yang kokoh. Bierstadt – Steve Matteson Photo Credit: Microsoft Bierstadt merupakan font yang desainnya terinspirasi dari tipografi Swiss pada pertengahan abad ke-20. Kesederhanaan dan rasionalitas menjadi dua hal utama yang coba diusung oleh Bierstadt agar dapat menghasilkan bentuk font yang mudah dibaca. Dalam perancangannya, Steve Matteson ingin membuat font yang terlihat kontras dari Arial. Pada setiap huruf, ujung terminal atau sambungannya mengalami pemotongan hingga 90 derajat,  sehingga dihasilkan font yang tampak modern dan cenderung clean-cut. Penyesuaian ini paling terlihat pada huruf-huruf melengkung seperti “a” dan “r”.    Tidak semua font tersebut akan menjadi font default yang menggantikan Calibri pada Microsoft. Rencananya, penggantian font Microsoft ini akan mulai dilakukan pada 2022 nanti. Namun, tenang saja, keempat font yang tidak terpilih sebagai default masih akan bisa Anda gunakan melalui menu font di Microsoft Office. Sambil menunggu, mari upgrade Microsoft 365 Anda ke versi premium! Ada begitu banyak layanan tambahan yang dapat Anda terima, mulai dari penyimpanan cloud 1 TB, Office Online, hingga layanan telepon 24/7 dari Microsoft. Klik di sini untuk mengetahui berbagai perbedaan edisi Microsoft 365 for Business atau langsung hubungi EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft di Indonesia!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Sentuhan Personal Baru pada Microsoft Teams

  Sejak pandemi COVID-19 terjadi pada 2020 lalu, budaya komunikasi mengalami perubahan yang cukup signifikan. Dari yang semula bisa leluasa bertatap muka secara langsung, kini komunikasi lebih banyak dilakukan melalui video call. Sebagai salah satu penyedia layanan video call unggulan, Microsoft Teams senantiasa melakukan pembaruan demi mengoptimalkan pengalaman Anda dan pengguna lain selama video call berlangsung. Pada Mei 2021 lalu, update terbaru Microsoft Teams fokus pada sentuhan personal agar Anda bisa merasa lebih dekat dengan teman atau keluarga yang dihubungi. Seperti apa bentuk update tersebut? Cek penjelasan selengkapnya di bawah ini! Together Mode, efek berada di satu tempat yang sama saat video call Photo Credit: Microsoft Walaupun video call menjadi cara ampuh mengatasi kerinduan di tengah situasi pandemi, tidak dapat dipungkiri bahwa terlalu sering melakukannya bisa membuat kita mengalami video call fatigue. Muncul keletihan akibat harus fokus berkonsentrasi selama berjam-jam menyimak obrolan melalui layar. Untuk membantu pengguna atas masalah tersebut, Microsoft Teams kini dibekali dengan Together Mode. Melalui fitur satu ini, Anda dapat mengubah video call biasa menjadi sebuah lingkungan virtual yang akan membuat Anda merasa sedang berada di tempat sama dengan teman atau keluarga. Microsoft Teams menyediakan beberapa opsi lingkungan virtual seperti kedai kopi, ruang keluarga, hingga resort. Fitur Together Mode membantu Anda dan orang-orang tersayang menjadi lebih terhubung. Risiko video call fatigue pun bisa berkurang karena otak Anda tak akan bekerja terlalu keras jika dibandingkan dengan video call biasa. Video call lebih berkesan dengan live emoji reaction dan GIF  Photo Credit: Microsoft Tidak selamanya sesi meeting harus berlangsung secara formal, terlebih saat menggunakan video call. Kini Anda bisa memberikan emoji dan GIF sebagai bentuk reaksi visual saat video call berlangsung. Tentunya hal ini akan membuat sesi video call jadi terasa lebih fun dan berkesan. Kabar baiknya lagi, jika Anda melewatkan video call yang diikuti kelompok teman atau keluarga Anda, Anda tetap bisa catch up dengan membaca utas percakapan yang ada. Lalu, apabila Anda menemukan percakapan yang menarik, Anda bisa memberi reaksi dengan mengunggah GIF karena fitur chat pada Microsoft Teams tidak akan hilang bahkan setelah video call berakhir. Kelola jadwal dan rencana kolektif langsung dari Microsoft Teams Photo Credit: Microsoft Menyusun suatu rencana bersama teman atau keluarga dapat menjadi sesuatu yang cukup rumit, bahkan jika rencana tersebut sebetulnya sesederhana rapat bulanan. Biasanya Anda harus berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain untuk menyesuaikan jadwal setiap orang, share dokumen yang dibutuhkan, dan sebagainya. Seluruh proses tersebut kini bisa lebih mudah dilakukan melalui Microsoft Teams tanpa harus meninggalkan fitur chats. Untuk mengumpulkan peserta dalam satu group chat, Anda hanya perlu menambahkan kontak mereka menggunakan email atau nomor telepon. Jika ada yang tidak menggunakan Microsoft Teams, mereka masih bisa merespons group chat melalui SMS. Begitu semua berkumpul dalam group chat, Anda bisa membuat daftar tugas bersama (shared to-do-list) dan mendelegasikan tugas pada peserta lain di group chat. Nantinya, mereka bisa melihat dan mengedit detail tugas tersebut atau memberikan tanda centang saat tugas selesai dikerjakan.   Berbagai update tersebut sudah tersedia pada platform Microsoft Teams. Untuk pengalaman terbaik video call menggunakan Microsoft Teams, tak ada salahnya berlangganan Microsoft 365 for Business terlebih dulu. Anda akan mendapatkan berbagai layanan tambahan yang tak tersedia pada Microsoft 365 edisi reguler. Beberapa di antaranya seperti cloud storage 1 TB dan layanan Office Online. Anda bisa mendapatkan itu semua hanya dengan menghubungi EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft di Indonesia. Berkonsultasilah dengan tim kami untuk mendapatkan paket langganan Microsoft 365 for Business yang paling sesuai kebutuhan Anda. Klik di sini untuk terhubung dengan EIKON Technology!

Scroll to Top