Office 365

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Upgrade Terbaru Microsoft 365 Menyambut Windows 11

Microsoft 365 resmi meluncurkan sistem operasi terbaru mereka, Windows 11 awal Oktober lalu. Dengan adanya upgrade sistem operasi ini, otomatis beberapa layanan Microsoft yang terhubung dengan Windows pun mengalami penyesuaian. Salah satunya bisa Anda temukan pada platform produktivitas Microsoft yaitu Microsoft 365. Transisi dari Windows 10 menuju Windows 11 sedikit banyak akan mempengaruhi Microsoft dan layanan yang ada di dalamnya seperti Microsoft Teams, Outlook, aplikasi Office,  Endpoint Manager, Yammer, dan Viva. Seperti apa upgrade terbaru yang ditawarkan Microsoft 365 untuk menyambut Windows 11? Layanan meetings yang lebih inklusif Upgrade pertama Microsoft 365 datang dari Teams. Microsoft Teams sendiri merupakan platform komunikasi dan kolaborasi. Selain untuk menyesuaikan transisi Windows, upgrade Teams juga dimaksudkan untuk menyesuaikan situasi dunia kerja saat ini. Seperti yang Anda ketahui, saat ini dunia kerja telah mengalami perubahan. Dari yang mulanya hanya dilakukan di kantor, kini beralih pada model remote atau hybrid. Perubahan ini otomatis membuat platform komunikasi seperti Teams makin banyak digunakan. Untuk memenuhi segala kebutuhan penggunanya, Teams pun terus meningkatkan layanan. Berikut adalah beberapa upgrade terbaru Teams: Pilihan bahasa yang lebih variatif untuk live caption dan transcript Kini, meeting menggunakan Teams dapat disematkan live caption serta live transcript. Pilihan bahasa yang tersedia pun lebih variatif. Total tersedia 27 bahasa, termasuk Indonesia, Jerman, Jepang, dan Hindi. User yang menggunakan smartphone dapat melihat caption dalam bahasa pilihan mereka. Sedangkan user dengan PC dapat mengganti bahasa lisan. Untuk mengaktifkan fitur ini klik opsi More Actions. Topics integration dengan Yammer dan Viva Photo Credit: Microsoft Sering kesulitan mencari materi untuk presentasi kerja? Anda bisa memanfaatkan fitur terbaru Microsoft Yammer yaitu Topics integration. Melalui fitur ini, Anda bisa mencari topik yang lebih relevan. Selain itu, integrasi dengan Viva juga memungkinkan Anda menemukan pengalaman yang sesuai dengan topik. Semua konten dari Yammer dan Viva pun dapat dihubungkan ke Teams. Dengan begitu, konten presentasi yang akan Anda tampilkan saat meeting pun lebih  inklusif. Opsi co-author untuk dokumen terenkripsi Microsoft 365 Upgrade Microsoft 365 berikutnya bisa Anda temukan pada platform pengolah dokumen mereka seperti Word, Excel, dan PowerPoint. Kini, aplikasi Microsoft 365, baik yang dipasang di desktop Windows maupun macOS sudah dilengkapi dengan fitur AutoSave atau penyimpanan otomatis. Upgrade terbaru Microsoft 365 ini juga membuka opsi co-author untuk dokumen yang telah terenkripsi. Artinya, Anda bisa membuka, menyunting, dan menyimpan dokumen Word, Excel, dan PowerPoint milik orang lain yang dibagikan kepada Anda. Palet warna yang lebih beragam di Visio web Photo Credit: Microsoft Sebelumnya, Visio hanya memiliki pilihan warna yang terbatas untuk objek mereka. Anda hanya bisa memilih Theme Colors, Standard Colors, serta opsi untuk mengubah transparansi objek diagram. Tersedia juga opsi untuk menyimpan warna yang Anda pilih sebelumnya. Jadi, Anda bisa lebih mudah mengakses warna yang sudah digunakan pada diagram sebelumnya. Endpoint analytics Photo Credit: Microsoft Bagi pengguna Microsoft 365 for Business, transisi dari Windows 10 ke Windows 11 tentu memerlukan waktu adaptasi, terlebih untuk pengguna berskala besar. Anda perlu menyiapkan para karyawan agar terbiasa dengan sistem operasi baru. Tidak perlu khawatir Anda bisa memanfaatkan layanan Endpoint analytics dari Microsoft Endpoint Manager. Layanan ini menawarkan metrik Windows yang akan membantu Anda menghitung jumlah perangkat dengan Windows versi sebelumnya.  Tidak hanya berhenti di situ, Endpoint juga menawarkan langkah-langkah perbaikan untuk memutakhirkan versi sistem operasi Windows Anda. Photo Credit: PxHere Perubahan dari Windows 10 menuju Windows 11 sedikit banyak akan mempengaruhi layanan Microsoft lainnya, termasuk untuk Microsoft 365. Dengan mempelajari gambaran upgrade seperti apa yang mereka tawarkan, Anda dan perusahaan bisa melakukan persiapan yang lebih matang. Belum menggunakan Microsoft 365 dan upgrade terbaru ini membuat Anda tertarik untuk mencobanya? Untuk berlangganan Microsoft 365 for Business sebenarnya tidak terlalu sulit, Anda cukup menghubungi Microsoft Partner seperti EIKON Technology. Melalui Microsoft Partner yang resmi seperti EIKON Technology, Anda bisa mendapatkan produk resmi yang aman digunakan. Klik di sini untuk free trials Microsoft 365!

Azure, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Mengenal Azure Healthcare APIs, Platform Layanan Kesehatan dari Microsoft Cloud

 Microsoft merupakan perusahaan pertama yang meluncurkan cloud untuk mengelola data dalam industri perawatan kesehatan, tepatnya di tahun 2019 lalu. Layanan bernama Microsoft Cloud for Healthcare tersebut merupakan cloud dengan layanan pihak pertama yang mengelola data layanan kesehatan secara terstruktur dalam format Fast Healthcare Interoperability Resources (FHIR) asli menggunakan Azure API for FHIR. Mengenal Azure Healthcare APIs Di tahun 2021 ini, Microsoft kembali melakukan inovasi dengan meluncurkan Azure Healthcare APIS. Azure Healthcare sendiri merupakan hasil perluasan layanan data kesehatan Microsoft yang memungkinkan adanya pertukaran beberapa tipe data dalam format FHIR. Platform ini dibuat khusus untuk memenuhi persyaratan dari Protected Health Information (PHI) yang memang dikenal unik. Dengan memanfaatkan Healthcare, Anda dapat menyerap, menyimpan, dan bahkan menyimpan data kesehatan di Microsoft Cloud. Healthcare juga dapat digunakan untuk menyatukan rangkaian PHI yang berbeda sehingga dapat dikembangkan sebagai alat pembelajaran, analitis, hingga Artificial Intelligence (AI). Membuka akses menuju real data Photo Credit: Microsoft Azure Bagi Anda yang bekerja di industri perawatan kesehatan seperti dokter atau peneliti klinis, tentu pernah memerlukan data kesehatan, entah itu data mengenai stok obat, dokumen CT scan atau riwayat diagnosa pasien. Meski terdengar sangat umum dan sering terjadi, kenyataannya, tidak semua pengelola data kesehatan bisa memberikan data tersebut dengan cepat, terlebih untuk database berskala besar. Penyebabnya bisa sangat variatif. Namun dalam kebanyakan kasus adalah karena beberapa penyimpanan data tidak memiliki format yang sama. Otomatis, pengelola data harus mengekstrak data terlebih dulu, dan kemudian data baru bisa disatukan dalam satu batch. Dengan Azure Healthcare APIs permasalahan tersebut dapat diatasi. Ini karena Healthcare memiliki fitur untuk menyesuaikan query sesuai dengan kebutuhan. Platform ini mampu menyerap sekaligus mengekstrak data dari sistem catatan Anda secara otomatis. Data baru pun dapat dikumpulkan dan disimpan secara real time. Berikut adalah beberapa jenis data yang dapat diproses dengan Azure Healthcare APIs: Data terstruktur seperti rekam medis dalam standar HL7 atau C-CD, data dari perangkat medis seperti HealthKit, dan database genomik. Data tidak terstruktur yang masih dapat dipetakan dengan algoritma pemrosesan natural language seperti Text Analytics for Health. Data pencitraan dalam format DICOM (Digital Imaging and Communications in Medicine). Data biometrik. Anda dapat memanfaatkan Azure IoT Connector untuk mengumpulkan data dari perangkat biometrik. Memudahkan pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan Photo Credit: Rawpixel Jika bicara masalah data kesehatan, searchability selalu menjadi topik utama. Banyak fitur, layanan, dan platform yang dibuat agar data kesehatan lebih mudah dicari dan lebih cepat temukan. Hal tersebut memang ada benarnya, namun sebaik-baiknya solusi adalah solusi yang menyelesaikan masalah dari akar. Azure Healthcare APIs tidak sekadar membantu Anda menemukan data lebih cepat, platform ini mampu menyerap dan mengelola data dan kemudian menyimpannya dalam cloud. Dengan begitu, dampak yang dirasakan bukan hanya untuk masa sekarang, tapi juga masa depat. Healthcare membantu Anda untuk membangun sebuah sistem penyimpanan yang tidak hanya “rapi” tapi juga berkelanjutan. Baca juga: 5 Inovasi Besar Diumumkan Di Microsoft Inspire 2021 Dengan adanya sistem penyimpanan data yang rapi dan mudah diakses, keputusan-keputusan bisa diambil lebih cepat. Studi observasional bisa langsung mengakses data yang tersimpan di cloud, uji klinis akan lebih mendalam dengan adanya data penelitian sebelumnya, dan keputusan lain yang berhubungan dengan perawatan kesehatan. Ekspor data lebih cepat Problem lain yang sering ditemukan dalam pengelolaan data perawatan kesehatan adalah masalah ekspor data. Sering kali, data yang diperlukan berada pada sistem penyimpanan yang berbeda. Hasilnya, Anda harus bolak-balik mengekspor data dan barulah kemudian semua data terkumpul dalam satu sistem. Healthcare memiliki connector yang telah disederhanakan sehingga Anda dapat mengekspor data lebih cepat. Data yang terkumpul kemudian dapat digunakan untuk keperluan deep learning dan AI Frameworks melalui virtual machines Azure Data Science atau Azure Synapse. Jika data diperlukan untuk keperluan lain, Microsoft menyediakan Tools for Anonymization untuk mengidentifikasi kumpulan data campuran dengan cepat. Photo Credit: Rawpixel Dari sini bisa disimpulkan bahwa Azure Healthcare APIs mendukung para pelaku industri layanan kesehatan untuk memanfaatkan dan mengelola data mereka dengan baik. Sebab, dengan pemanfaatan data yang baik, akan ada banyak manfaat yang akan didapat. Pasien akan puas dengan layanan yang Anda berikan, diagnosis bisa lebih akurat, dan studi yang berhubungan dengan kesehatan pun memiliki data yang berkualitas dan selalu update. Platform Healthcare merupakan bagian dari Microsoft Cloud. Tertarik untuk mengelola data kesehatan dengan Healthcare? Anda bisa mulai dengan menerapkan Microsoft Cloud sebagai sistem penyimpanan data. EIKON Technology sebagai partner resmi Microsoft, menyediakan layanan berlangganan Microsoft Cloud yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Klik di sini untuk terhubung dengan EIKON Technology!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365, School

5 Tips Gunakan Microsoft Education untuk Upgrade Skill Digital SDM

Tanpa disadari, masa pandemi sedikit banyak telah mengubah dunia kerja. Ada banyak aspek pekerjaan yang mengalami transformasi digital. Salah satunya adalah aspek SDM atau sumber daya manusia. Transformasi digital menuntut SDM untuk memiliki skill digital yang mumpuni. Contoh sederhananya adalah perkara meeting. Saat ini, hampir semua meeting tatap muka beralih pada meeting online. Mau tidak mau, tiap SDM harus memiliki skill untuk mengoperasikan aplikasi untuk meeting online. Maka tidak mengherankan jika IT training adalah bagian penting dalam transformasi digital. Dengan mempersiapkan SDM sebaik mungkin, maka perusahaan pun tidak akan tertinggal dalam transformasi digital yang dinamis. Begitu pula dengan para lulusan universitas yang akan terjun ke dunia kerja. Sebaiknya mulai mempersiapkan diri dengan skill digital seawal mungkin. Untuk menjawab situasi tersebut, Microsoft melalui Microsoft Education menawarkan beberapa layanan untuk membantu perusahaan dan juga institusi pendidikan tinggi dalam mengembangkan skill digital SDM. Artikel kali ini, akan membahas beberapa platform Microsoft Education yang bisa Anda manfaatkan untuk tingkatkan skill digital. Microsoft Learn untuk mempelajari skill baru Photo Credit: imperioame (PxHere) Platform pertama dari Microsoft Education yang bisa Anda manfaatkan adalah Microsoft Learn. Learn merupakan platform belajar yang menyediakan materi untuk meningkatkan skill digital dan pemahaman dasar mengenai teknologi. Model pembelajaran Learn pun dibuat interaktif dan dinamis. Pengguna dapat membuat akun di Learn untuk mengakses fitur tambahan seperti collections dari Microsoft. Selain itu, progres belajar dapat dilacak dengan mudah. Kesulitan mengatur materi belajar? Anda bisa mengaktifkan fitur rekomendasi yang disesuaikan dengan kebutuhan. Persiapkan sistem training dengan Microsoft Learn for Educators Dalam menghadapi transformasi digital yang sangat dinamis, ada baiknya perusahaan memiliki sistem training sendiri untuk melatih skill SDM. Dalam merancang sistem training perusahaan, Anda tentu memerlukan instruktur yang terlatih. Microsoft Learn menyediakan segmen khusus untuk keperluan tersebut, yaitu Educators. Melalui Educators, perusahaan dapat membantu calon instruktur training dengan menyediakan kurikulum belajar serta materi pengajaran yang terstruktur. Layanan ini telah terhubung dengan layanan Microsoft lainnya seperti Azure, Azure AI, Azure Data, dan bahkan Power Platform. Dapatkan penilaian skill resmi melalui Microsoft Certifications Setiap proses pembelajaran tentu memerlukan tahap penilaian atau assessment untuk mengukur pemahaman peserta didik. Melalui segmen Certifications dari Microsoft Education, karyawan yang telah menyelesaikan training bisa mengikuti assessment dan mendapat sertifikat resmi berisi hasil pencapaian mereka. Proses assessment yang dilakukan Microsoft Education juga di-update secara rutin menyesuaikan perkembangan teknologi terkini. Dengan begitu, penilaian dan sertifikat yang didapat karyawan pun akan selalu relevan. Azure for Students, persiapan skill digital untuk mahasiswa Photo Credit: PxHere Untuk meningkatkan skill digital tidak harus dimulai saat masuk ke dunia kerja. Para mahasiswa bisa mempersiapkan diri dengan memanfaatkan platform digital sebagai media belajar. Salah satunya adalah Azure for Students dari Microsoft. Azure for Students memungkinkan mahasiswa untuk dapat membuat aplikasi sendiri, mengembangkan AI (Artificial Intelligence), hingga memanfaatkan big data Microsoft yang memiliki akses menuju 25 layanan Azure secara gratis. Kembangkan potensi melalui Azure Lab Services Jika sebelumnya ada layanan yang ditujukan untuk mahasiswa, Microsoft juga menyediakan Azure Lab Services Azure yang dirancang khusus untuk tenaga pendidik. Layanan ini memungkinkan pendidik untuk menyiapkan serta menyediakan akses ke VM (virtual machines) untuk mendukung jalannya kegiatan belajar di kelas. Dengan kelas virtual ini, pengajar tidak hanya sekadar mengajar di ruangan kelas, tetapi juga bisa memberikan training pada profesional hingga menjalankan hackathon atau kolaborasi pengembangan proyek software. Photo Credit: Rawpixel Itulah beberapa platform dari Microsoft Education, segmen khusus dari Microsoft yang memang ditujukan untuk keperluan pembelajaran, terutama yang masih berhubungan dengan dunia IT. Perusahaan Anda sedang menjalankan transformasi digital atau justru Anda merupakan bagian dari institusi pendidikan tingkat akhir yang ingin mempersiapkan para mahasiswa dengan skill digital terkini? Microsoft Education dengan platform belajarnya yang selalu update adalah solusi terbaik. Di mana saya dapat terhubung dengan seluruh platform Microsoft Education ini? Untuk saat ini, Anda bisa mendapatkannya secara legal melalui partner resmi yang telah ditunjuk oleh Microsoft. EIKON Technology sebagai salah satu partner resmi Microsoft di Indonesia siap menyediakan akses menuju layanan Microsoft Education. Untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi produk, klik di sini.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

5 Fitur Baru Microsoft Teams untuk Kegiatan Belajar Daring

Di masa pandemi, kegiatan belajar dan mengajar berubah menjadi sistem daring dan pertemuan tatap muka dikurangi. Otomatis, sarana pembelajaran pun berubah. Papan tulis dan spidol berubah menjadi laptop dan aplikasi video meeting. Untuk kegiatan belajar dan mengajar, ada baiknya Anda menggunakan aplikasi video meeting yang memang dikhususkan untuk pendidikan, seperti Microsoft Teams. Platform kolaborasi dari Microsoft ini memiliki segmen Education yang memang dikhususkan untuk kegiatan belajar dan mengajar baik itu secara daring maupun hibrid (kombinasi daring dan luring). Microsoft Teams terus melakukan peningkatan fitur untuk memenuhi segala kebutuhan tenaga pendidik maupun siswa. Berikut adalah beberapa fitur terbaru dari Microsoft Teams for Education yang bisa Anda manfaatkan dalam kegiatan belajar daring. Reading Progress Photo Credit: Microsoft Tech Community Membaca adalah suatu aktivitas yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar mengajar. Biasanya, aktivitas membaca digunakan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Untuk membantu para guru dan tenaga pendidik dalam memandu aktivitas membaca para siswa, Microsoft Teams meluncurkan Reading Progress. Fitur terbaru dari Teams ini bisa digunakan untuk memantau perkembangan siswa dalam membaca materi. Selain itu, bagi Anda pengajar materi bahasa Inggris, Reading Progress juga bisa digunakan untuk menilai kemampuan siswa dalam membaca kalimat berbahasa Inggris. Sistem dapat menilai kemampuan baca siswa secara otomatis, bahkan mendeteksi kesalahan. Namun, Anda juga bisa melakukan penilaian manual dengan menonaktifkan menu “Auto-detect”. Navigasi class team yang lebih mudah Photo Credit: Microsoft Tech Community Dalam update terbaru Microsoft Teams, guru dapat mengakses fitur Assignments, Grades, Class Notebook, dan Insights dari channel mana pun yang ada di dalam class team. Pada halaman muka class team  Anda bisa langsung menemukan navigasi yang telah ditingkatkan dan lebih mudah digunakan. Update ini tersedia baik untuk pendidik maupun siswa yang menggunakan tampilan grid. Selain itu, administrator kini juga bisa menghapus navigasi yang telah disematkan sebelumnya. Jadi, pada navigasi siswa hanya akan ditampilkan Class Notebook, Assignments, serta Grades. Education Insights Photo Credit: Microsoft Tech Community Agar kegiatan belajar mengajar tetap lancar, pendidik sebaiknya memiliki gambaran mengenai kondisi siswa mereka. Namun pendidik bukanlah superhero yang memiliki kekuatan untuk membaca pikiran. Teams menawarkan solusi atas permasalahan tersebut dengan meluncurkan fitur Education Insights. Melalui Education Insight, pendidik bisa mengakses informasi yang berhubungan dengan kondisi siswa seperti data kehadiran, keterlibatan tugas, hingga aktivitas kelas. Informasi tersebut kemudian bisa diolah untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi siswa. Tersedia versi mobile Untuk memudahkan Anda mengakses informasi siswa, Microsoft juga meluncurkan Education Insights dalam versi mobile. Dalam versi mobile ini bahkan tersedia fitur chat. Dengan begitu, Anda bisa langsung berkomunikasi dengan siswa saat dirasa ada yang perlu dikonsultasikan. Photo Credit: Microsoft Tech Community Dynamic View Fitur berikutnya yang ditambahkan pada Microsoft Teams Education adalah Dynamic View. Dengan Dynamic View, seluruh konten di dalam class dapat ditampilkan. Video presentasi dapat ditampilkan berdampingan dengan video peserta class. Selain itu, komentar dari chat juga bisa langsung dimunculkan. Dynamic View sekarang tersedia dalam Teams versi desktop dan mobile. Lebih banyak bahasa dalam live captions Selain Dynamic View, untuk menunjang class, Teams juga meningkatkan kemampuan live captions mereka. Sekarang telah tersedia 27 bahasa dalam live captions Teams. Dengan mengaktifkan live captions ini, Anda akan langsung menemukan real-time caption saat kelas berlangsung. Firefly untuk kelas yang lebih interaktif Photo Credit: Rawpixel Salah satu tantangan dalam menjalankan kelas daring adalah mempertahankan atensi siswa. Di kelas daring, siswa akan cenderung mudah kehilangan fokus atau bahkan merasa jenuh. Sebagai solusi, pendidik biasanya merancang kelas yang dinamis dan interaktif. Sayangnya, merancang kelas interaktif bukanlah sebuah hal mudah. Teams menjawab tantangan tersebut dengan meluncurkan Firefly. Melalui Firefly, guru bisa mendapatkan akses menuju tools dan resources lain untuk merancang kelas interaktif. Semuanya tersedia dalam satu tempat, Firefly. Kegiatan belajar dan mengajar daring tentu menghadirkan tantangan-tantangan baru yang tidak Anda temukan dalam model belajar konvensional. Tidak ada salahnya untuk mulai memanfaatkan teknologi dalam merancang sistem belajar daring. Bagi Anda yang masih kesulitan dalam merancang kegiatan belajar yang interaktif, Microsoft Teams for Education bisa dijadikan pilihan. Teams for Education menawarkan beragam fitur yang memudahkan sistem belajar daring seperti Teams Class, Reading Process, dan juga Firefly yang baru saja dirilis. Seluruh fitur dan layanan dalam Microsoft Teams bisa Anda nikmati dengan berlangganan Microsoft 365. Tertarik untuk mencoba? EIKON Technology menawarkan paket Free Trials khusus untuk Anda! Klik di sini untuk terhubung langsung dengan EIKON Technology.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

7 Update Fitur Microsoft Teams yang Perlu Anda Ketahui

Microsoft terus melakukan update pada salah satu platform produktivitasnya, Microsoft Teams. Inovasi terus dilakukan untuk memudahkan urusan pekerjaan Anda. Selain itu, pada beberapa sektor Teams, Microsoft juga meningkatkan keamanan mereka agar Anda bisa tetap bekerja dengan aman dan nyaman. Nah, untuk mengetahui apa saja update dari Microsoft Teams, Anda bisa mempelajarinya dalam ulasan di bawah ini. Fitur terbaru Microsoft Teams Apa saja update fitur Microsoft Teams yang bisa Anda nikmati? Ada setidaknya tujuh fitur baru yang ditambahkan Microsoft untuk Teams, beberapa fitur bahkan terintegrasi dengan aplikasi produktivitas Microsoft lainnya seperti Outlook dan Cortana. Apa saja? Simak detail lengkapnya berikut ini. Buat Task baru dari Chat Seringkali Anda mendapat tugas baru dari pesan chat. Bahkan mungkin 100% tugas Anda diberikan melalui chat. Lalu, apa yang Anda lakukan saat menerima pesan berisi tugas baru? Kebanyakan orang akan menutup aplikasi chat mereka dan baru kemudian membuka aplikasi lain untuk mengerjakan tugas. Namun dengan update fitur Microsoft Teams, Anda tidak perlu repot mengikuti langkah-langkah tersebut. Microsoft meluncurkan sebuah fitur baru untuk Teams yang memungkinkan Anda untuk langsung membuat Task baru dari ruang chat tanpa harus pindah aplikasi. Caranya pun mudah, klik opsi (…) pada menu pop-out di jendela chat yang berisi tugas baru. Pilih More options kemudian klik Create Task. Otomatis, tugas baru tersebut akan langsung ditransfer ke aplikasi Tasks Microsoft Teams. Lebih banyak Spotlight Photo Credit: Blog (Microsoft Teams) Spotlight adalah fitur khusus pada Microsoft Teams Meeting. Dengan fitur ini, Anda dapat menyorot peserta meeting saat mereka sedang berbicara. Pada update terbaru Teams, fitur Spotlight mengalami peningkatan kemampuan. Jika sebelumnya Anda hanya dapat menyorot satu peserta, kini Spotlight dapat menyorot hingga tujuh peserta dalam waktu bersamaan. Jika ingin menambah peserta yang disorot, cukup klik pada menu context peserta meeting yang dikehendaki. Selanjutnya klik opsi Add Spotlight. Makin mudah temukan kontak baru Update dari Microsoft Teams kali ini juga terintegrasi dengan aplikasi e-mail mereka, Outlook. Dalam pengembangan terbaru, Anda bisa lebih mudah menemukan kontak baru melalui Organization Explorer yang merupakan fitur Outlook. Bukan hanya menemukan kontak baru, dengan Organization Explorer, Anda juga bisa mengakses informasi seperti pengalaman dan ketersediaan mereka. Manfaatkan fitur baru ini untuk membuka peluang kolaborasi Anda! Dapatkan informasi lebih cepat dengan Microsoft Graph Photo Credit: Blog (Microsoft Search) Teams memiliki sumber informasi yang memudahkan pekerjaan Anda. Itu jelas. Namun ada kalanya, keunggulan tersebut justru membuat Anda kesulitan untuk menemukan informasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa memanfaatkan connector dari Microsoft Graph saat menggunakan Microsoft Search. Dengan fitur ini, Anda bahkan dapat mengambil data dan informasi dari sistem seperti ServiceNow atau layanan Microsoft 365 lainnya semacam SharePoint atau Office,com. Profile cards yang lebih detail   Microsoft Teams dirancang untuk memudahkan segala urusan pekerjaan, termasuk dalam hal mengelola koneksi. Untuk menemukan dan mendapatkan koneksi baru, Teams menyediakan fitur Profile Cards. Dengan Profile Cards, informasi mengenai orang-orang yang ada di perusahaan Anda lebih mudah diakses. Dalam update terbaru, fitur ini bahkan sudah terhubung dengan aplikasi manajemen sumber daya manusia (SDM) Microsoft seperti Workday dan SAP SuccessFactors.   Pengingkatan keamanan Microsoft Bookings   Microsoft Bookings adalah aplikasi penjadwalan Microsoft Office. Dengan Bookings, Anda dapat menyusun jadwal janji temu dan waktu kunjungan. Aplikasi ini juga bisa Anda sambungkan dengan layanan pelanggan untuk mengatur janji temu dengan para pelanggan. Update terbaru dari Teams menambahkan fitur keamanan baru pada Bookings. Salah satunya adalah kontrol administrasi yang lebih ketat dengan pengaturan tingkat akses. Selain itu, opsi penyuntingan Bookings juga semakin beragam. Anda kini dapat menyesuaikan logo perusahaan, mengatur warna tema, serta menyunting teks. Cortana untuk Outlook seluler Kabar baik untuk Anda yang terbiasa menggunakan fitur virtual assistant Microsoft, Cortana. Dalam update terbaru Microsoft Teams, Cortana telah terintegrasi dengan Outlook seluler. Dengan penambahan fitur tersebut, Anda bisa memberikan perintah pada Cortana untuk mengirim e-mail, mengatur jadwal rapat, hingga membacakan seluruh jadwal janji temu yang tersimpan di Outlook. Fitur ini telah ditambahkan pada perangkat iOS dan Android. Selain update fitur Microsoft Teams di atas, Anda juga bisa menemukan beberapa layanan baru seperti ekstensi Outlook untuk Microsoft Edge hingga optimalisasi Excel web dengan Office Scripts. Semua dapat Anda nikmati hanya dengan berlangganan Microsoft 365. Belum berlangganan Microsoft 365 dan bingung bagaimana cara mendapatkannya? EIKON Technology sebagai partner resmi Microsoft di Indonesia menyediakan paket berlangganan Microsoft 365 lengkap dengan seluruh aplikasi produktivitas seperti Teams di dalamnya. Klik di sini untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology!

Google Slide, Google Workspace, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Keunggulan Aplikasi Presentasi Google Slides dan Microsoft PowerPoint

Apa aplikasi presentasi favorit Anda? Apakah PowerPoint dari Microsoft yang memang banyak penggunanya atau justru Anda lebih suka aplikasi berbasis cloud seperti Slides buatan Google? Sekarang sudah ada banyak sekali aplikasi presentasi yang bisa Anda pilih. Namun hingga saat ini, aplikasi buatan raksasa teknologi seperti Google dan Microsoft masih di atas angin. Selain karena kualitas yang sudah terbukti, aplikasi buatan Google dan Microsoft juga terus berinovasi untuk membantu pekerjaan Anda. Lalu, jika keduanya dibandingkan, mana yang akan keluar sebagai juaranya? The classic Microsoft PowerPoint atau justru aplikasi presentasi cloud based Google Slides? Cari tahu jawaban lengkapnya dalam ulasan berikut ini. Membandingkan Google Slides dan Microsoft PowerPoint Photo Credit: Airfocus (Unsplash) Baik Google maupun Microsoft memiliki keunggulannya masing-masing. Microsoft misalnya, telah terbukti mampu bertahan menjadi raksasa teknologi dan perangkat lunak sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1975. Kesuksesan Microsoft pun terus berlanjut saat mereka meluncurkan lini productivity software di tahun 1989. Meski sejarah Google belum sepanjang Microsoft, namun bukan berarti teknologi yang ditawarkan menjadi kalah saing. Sejak didirikan tahun 1998, Google mengalami perkembangan pesat. Salah satu temuannya, Google Search, menduduki peringkat pertama untuk kategori mesin pencari di internet. Di kategori productivity software, Google dan Microsoft pun terus bersaing. Artikel ini membahas salah satu aplikasi pada platform produktivitas mereka yaitu aplikasi presentasi, Google diwakili Slides dan Microsoft dengan PowerPoint. Dari kedua opsi tersebut, siapa juaranya? Dari segi fitur Saat membandingkan aplikasi, fitur selalu menjadi indikator penilaian. Melalui fitur, Anda bisa menilai kinerja aplikasi tersebut. Nah, bagaimana dengan Slides dan PowerPoint? Ciri khas dari Google Slides adalah model kerjanya. Aplikasi ini merupakan cloud based application. Artinya, semua data presentasi yang Anda buat di Slides tersimpan dalam server internet. Selain untuk membuat file presentasi standar, Slides juga memiliki fitur: Pilihan tema yang variatif. Hingga artikel ini dibuat, Google menyediakan 26 tema presentasi gratis. Embed video dan animasi. Simpan otomatis. Anda tidak perlu menekan tombol Save untuk menyimpan file. Revision History untuk melacak perubahan pada file. Dengan fitur ini juga Anda bisa mengembalikan file presentasi pada versi yang sebelumnya. Presentasi dapat dilakukan secara nirkabel dengan perangkat Chromecast, Airplay atau Hangouts. Photo Credit: Google Slides Sebagai aplikasi berbasis cloud, Google Slides juga sangat terbuka dengan sistem kerja kolaborasi real-time. Dengan Slides, Anda bisa mengerjakan file presentasi dengan beberapa orang sekaligus meski terpisah jarak yang jauh. Setelah membahas fitur-fitur Slides, mari mengupas fitur yang ditawarkan PowerPoint. Meski pada dasarnya PowerPoint bukan merupakan aplikasi berbasis cloud, namun Microsoft telah mengintegrasikan seluruh aplikasi produktivitas mereka melalui Microsoft 365. Ada pun fitur-fitur yang ditawarkan PowerPoint antara lain: Ratusan pilihan jenis font. Opsi transisi yang beragam hingga 8 jenis dan animasi hingga 37 jenis. Animasi PowerPoint juga dapat dimodifikasi sesuai keinginan. Tema yang dapat diutak-atik sesuai dengan kebutuhan. Chart yang terintegrasi dengan Microsoft Excel. Proofread otomatis. Transfer file presentasi ke halaman web atau blog. Photo Credit: Microsoft PowerPoint Selain itu, Microsoft juga menawarkan beberapa fitur premium seperti PowerPoint Designer untuk membuat cinematic transitions, Broadcast Live untuk “menyiarkan” presentasi secara real-time, dan Presenter View untuk menampilkan file Anda pada layar yang berbeda. Fitur premium ini dapat dinikmati dengan berlangganan Microsoft 365 terlebih dulu. Dari segi harga Selain fitur, harga juga sering dijadikan poin pertimbangan saat memilih aplikasi presentasi. Nah, bagaimana perbandingan harga antara Google Slides dengan Microsoft PowerPoint. Jika Anda melihat Slides sebagai sebuah aplikasi tunggal, maka perbandingan harganya dengan PowerPoint akan sangat tidak seimbang. Sebab, PowerPoint adalah bagian dari Microsoft 365 yang merupakan rangkaian software berbayar. Sementara Slides sebagai aplikasi tunggal dapat digunakan secara gratis. Namun jika Anda ingin menghasilkan sebuah presentasi yang berkualitas, tidak ada salahnya untuk melakukan optimalisasi. PowerPoint dapat terintegrasi dengan seluruh aplikasi produktivitas Microsoft 365. Sedangkan Slides dapat disambungkan dengan Google Workplace  dan beragam aplikasi produktivitas di dalamnya. Tertarik menggunakan Microsoft 365 atau Google Workplace? Sebagai mitra resmi dari Microsoft dan Google, EIKON Technology menyediakan beberapa paket langganan yang bisa Anda pilih. Konsultasikan dengan tim dari EIKON Technology untuk berlangganan paket yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Google Slides vs. Microsoft PowerPoint: Pilih yang mana? Lalu dari kedua pilihan aplikasi presentasi di atas, mana yang jadi juaranya? Untuk menentukan juaranya cukup sulit. Sebab, keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Misalnya Anda mencari aplikasi yang ekonomis, Slides adalah juaranya. Namun jika Anda perlu fitur dengan model transisi dan animasi yang lebih variatif, PowerPoint pilihan nomor satu. Optimalisasi aplikasi juga masih sangat terbuka. Pada Slides, Anda bisa menghubungkannya dengan Google Workplace. Sedangkan PowerPoint memiliki integrasi dengan aplikasi produktivitas Microsoft lainnya dalam Microsoft 365. Itu dia perbandingan antara Google Slides dan Microsoft PowerPoint. Jika Anda ingin mengulik lebih jauh tentang optimalisasi aplikasi presentasi lewat masing-masing productivity software, jangan ragu untuk menghubungi EIKON Technology. Terafiliasi dengan Google dan Microsoft, EIKON Technology juga siap membantu Anda untuk berlangganan Google Workplace maupun Microsoft 365. Tunggu apa lagi, klik di sini untuk terhubung dengan EIKON Technology!

Google Meet, Google Workspace, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365, Rapat online

Kelebihan Video Conference Google Meet dan Microsoft Teams

Apa software video conference terbaik? Anda mungkin menjawab Google Meet atau mungkin Microsoft Teams. Keduanya memang sudah lama dikenal sebagai software video conference. Namun jika harus memilih, mana yang paling tepat untuk Anda? Tren remote working atau kerja jarak jauh makin populer dekade belakangan ini. Mengutip data dari FlexJobs, jumlah pekerja remote di dunia meningkat hingga 159% selama 2005-2017. Jumlah tersebut terus bertambah dan semakin pesat saat dunia memasuki masa pandemi tahun 2020 lalu. Perubahan tren bekerja tersebut juga diikuti dengan kenaikan jumlah penggunaan software video conference.  Pilihan software yang beredar pun semakin beragam. Google dan Microsoft sebagai raksasa teknologi tentu tidak ingin ketinggalan dalam persaingan. Nah, di antara Google Meet dan Microsoft Teams, mana yang terbaik? Head to head Google Meet dan Microsoft Teams Photo Credit: Rawpixel (PxHere) Untuk menentukan mana yang terbaik di antara Google Meet dan Microsoft Teams, ada beberapa aspek yang bisa Anda pertimbangkan. EIKON telah merangkumkan beberapa poin perbandingan yang bisa menjadi pertimbangan. Mari simak bersama.     Dari segi harga Pada dasarnya, baik Meet maupun Teams menyediakan layanan gratis untuk pengguna pribadi. Namun fitur-fitur yang tersedia terbatas. Selain itu, layanan gratis tersebut seringkali dirasa kurang cocok untuk kebutuhan bisnis. Jika menginginkan lebih banyak fitur, Google Workspace dan Microsoft menawarkan beberapa paket berbayar yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan.      Dari segi fitur Photo Credit: Pxfuel Selain harga, hal lain yang bisa Anda pertimbangkan adalah fitur. Meski saat dilihat sekilas keduanya serupa, Meet dan Teams ternyata memiliki  beberapa fitur uniknya masing-masing. Misalnya, Anda hanya bisa menemukan fitur penyesuaian kualitas koneksi berbasis AI (Artificial Intelligence) di Meet. Namun di sisi lain, Teams menawarkan fitur easy guest access yang tidak dimiliki Meet. Perlu diingat, Teams dirancang untuk kebutuhan bisnis, terutama untuk perusahaan dengan kapasitas besar. Jadi tidak mengherankan jika ada banyak sekali fitur komunikasi dan kolaborasi di Teams. Di sisi lain, Meets menawarkan interface yang intuitif dan integrasi yang mudah dengan aplikasi lain di dalam Google Workspace. Bagi pemula, Meets juga relatif lebih mudah digunakan dibanding dengan Teams.     Dari segi user experience Mengapa Meets relatif lebih mudah digunakan pemula? Jawabannya secara garis besar terletak pada desain layout yang sederhana dan tampilan interface yang intuitif. Plus, sudah bukan rahasia lagi jika Google selalu terdepan dalam urusan user experience. Untuk video conference atau online meeting sederhana saja, Meets sudah dapat diintegrasikan dengan aplikasi Google lain seperti Calendar dan tentunya Gmail. Dengan integrasi tersebut, Anda bisa menjadwalkan meeting sekaligus memasang reminder bagi peserta meeting. Meski begitu, bukan berarti Teams kalah jauh. Tampilan Teams memang lebih kompleks dibandingkan dengan Meet. Namun kompleksitas tersebut justru menunjukkan kemampuan Teams. Ini karena desain yang kompleks tersebut menandakan adanya lebih banyak fitur untuk memudahkan pekerjaan Anda. The final verdict Photo Credit: Pxfuel Sekarang kembali pada pertanyaan utamanya, mana yang lebih tepat untuk Anda, Google Meet ataukah Microsoft Team? Jawabannya, tergantung pada kebutuhan Anda. Google Meet menawarkan tampilan interface yang intuitif dan layout yang simpel. Sementara itu, desain Teams memang lebih kompleks tapi fitur komunikasi dan kolaborasi yang ditawarkan lebih lengkap. Dari segi fungsi, Meet dirancang hanya sebagai software video conference. Di sisi lain, Teams adalah platform kolaborasi, yang tidak hanya bisa digunakan untuk video conferencing. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa menggunakan Meet untuk kolaborasi kerja. Optimalisasi Meet bisa dilakukan dengan melakukan integrasi ke Google Workspace. Dengan Workspace, Anda dapat menggunakan aplikasi kolaborasi Google seperti Drive, Sheets, dan Documents. Di sisi lain, optimalisasi Teams bisa dilakukan dengan aplikasi produktivitas Microsoft 365 Business. Semoga ulasan mengenai perbandingan antara Google Meet dan Microsoft Teams ini dapat membantu Anda ya. Jika memang tertarik untuk menggunakan software video conference, Anda bisa langsung menghubungi EIKON. EIKON Technology merupakan partner resmi Google dan Microsoft di Indonesia. Klik di sini untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology!  

Google Workspace, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Google Workspace vs. Microsoft 365, Mana Lebih Unggul?

  Google Workspace atau Microsoft 365? Sebagai raksasa teknologi, baik Google maupun Microsoft sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya dalam menghasilkan productivity software. Rilisan masing-masing perusahaan, Google Workspace (sebelumnya G Suite) dan Microsoft 365 menawarkan beragam fitur untuk mendukung produktivitas kerja, seperti: Sekilas, keduanya memang terlihat sama. Namun jika dibandingkan dengan saksama, Google dan Microsoft ternyata menerapkan pendekatan yang berbeda dalam merancang kedua productivity software tersebut, terutama dalam hal perancangan cloud serta desain app. Berikut perbandingan lebih lanjut antara Google Workspace dengan Microsoft 365. Layanan e-mail Photo Credit: Pxfuel Untuk layanan e-mail bisnis, Google menawarkan Gmail dengan optimasi Chrome web browser. Sedangkan Microsoft punya Exchange Online yang dikombinasikan dengan desktop client Outlook. Keduanya telah dilengkapi dengan fitur pengamanan standar seperti proteksi anti-malware, filter spam, hingga group alias. Perbedaan yang mencolok terlihat pada kapasitas penyimpanan kotak masuk (inbox). Kapasitas terkecil ada pada plan Business Starter milik Workspace, yaitu sebesar 30GB. Sedangkan kapasitas terkecil Microsoft 365 adalah 50GB (Business Basic). Baik Google maupun Microsoft menawarkan kapasitas unlimited untuk plan tertinggi mereka, Enterprise. Aplikasi produktivitas Salah satu highlight dari productivity software adalah aplikasi penunjang produktivitas. Aplikasi produktivitas Google seperti Docs, Sheets, dan Slides dirancang untuk penggunaan berbasis browser. Selain itu, aplikasi tersebut juga hadir dalam format mobile.   Format browser-based milik Google Workspace ini akan memudahkan Anda yang memerlukan kolaborasi kerja real-time. Satu file kerja dapat dikerjakan sekaligus oleh beberapa orang dalam satu waktu, meski terpisah jarak jauh. Di sisi lain, aplikasi produktivitas Microsoft 365 berbasis desktop. Word, Excel, dan PowerPoint yang merupakan aplikasi unggulan Microsoft dapat diakses baik melalui sistem operasi Windows maupun Mac. Fitur yang tersemat pada aplikasi Microsoft 365 sudah terbukti sejak lama kualitasnya. Aplikasi Word misalnya, memiliki fitur canggih dan detail untuk mengolah kata. Cocok untuk perusahaan yang memerlukan fitur detail dan tidak terlalu bergantung pada kolaborasi real time.   Penyimpanan berbasis cloud Tidak bisa dipungkiri, penyimpanan berbasis cloud (cloud storage) kini telah menjadi kebutuhan tersendiri bagi perusahaan. Baik Google maupun Microsoft berusaha menjawab tantangan tersebut. Google meluncurkan Google Drive, sedangkan Microsoft dengan OneDrive. Alokasi ruang penyimpanan terkecil Google Drive adalah 30GB. Perlu diingat, Drive membagi cloud storage mereka dengan penyimpanan Gmail. Sedangkan OneDrive menyediakan ruang penyimpanan 1TB. Sama seperti e-mail, kapasitas penyimpanan cloud ini juga dapat di-upgrade. Pada plan termahal (Enterprise),  Anda bisa mendapatkan ruang penyimpanan unlimited. Fitur komunikasi Photo Credit: McKinsey (Raw Pixel) Fitur lain yang perlu diperhatikan adalah layanan komunikasi. Produktivitas kerja perusahaan Anda akan terganggu tanpa adanya sistem komunikasi yang baik bukan?  Productivity software Google Workspace telah dilengkapi dengan fitur komunikasi Google Meet yang dapat digunakan untuk agenda meeting online, konferensi video, hingga video call. Tersedia pula Google Chat untuk mengirim pesan teks. Microsoft 365 tak mau kalah dengan menghadirkan Microsoft Teams. Aplikasi komunikasi ini merupakan pengembangan dari Skype for Business dan Lync milik Microsoft. Teams menyediakan fitur untuk video call, meeting, dan konferensi video.   Mana lebih unggul? Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, Anda harus tahu apa kebutuhan perusahaan. Jika perusahaan Anda menitikberatkan pada kolaborasi real-time dan kebanyakan pekerjaan berbasis online, maka Google Workspace adalah jawabannya. Namun jika perusahaan Anda memerlukan aplikasi produktivitas yang detail dan tidak harus terpaku pada progres real-time, Microsoft 365 bisa dijadikan pilihan. Sudah menetapkan pilihan Anda? Bagaimana ya, cara mendapatkan productivity software tersebut? Tidak perlu bingung, baik paket berlangganan Google Workspace maupun Microsoft 365 bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Masih ragu? Tim EIKON Technology menyediakan layanan konsultasi untuk membantu menentukan productivity software terbaik untuk Anda. Klik di sini untuk terhubung dengan EIKON Technology.  

Google Workspace, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter: Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis?

  Melalui Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter, Microsoft dan Google menawarkan rangkaian layanan penunjang produktivitas. Masing-masing memiliki sejumlah paket berlangganan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan bisnis, termasuk bisnis berskala kecil. Untuk kebutuhan tersebut, Microsoft telah menyediakan paket berlangganan Microsoft 365 Business Basic, sedangkan Google hadir dengan Google Workspace Business Starter. Keduanya sama-sama memberikan solusi atas kebutuhan dasar bisnis Anda, mulai dari email, aplikasi produktivitas, video meeting, hingga penyimpanan data. Walau secara garis besar layanan yang diberikan tak jauh berbeda, baik Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter memiliki detail masing-masing. Berikut perbedaan di antara keduanya yang bisa Anda pelajari sebagai pertimbangan sebelum memilih. Aplikasi kerja untuk permudah kolaborasi Photo Credit: Marvin Meyer (Unsplash) Anda tentu sudah tidak asing dengan aplikasi Office milik Microsoft seperti Word, Excel, dan PowerPoint. Jika berlangganan Microsoft 365 Business Basic, Anda akan mendapatkan akses versi web untuk aplikasi Office tersebut. Sementara itu, aplikasi serupa milik Google dikenal dengan nama Docs, Sheets, dan Slides. Ketiganya juga termasuk dalam paket Google Workspace Business Starter. Baik pada Microsoft 365 Business Basic maupun Google Workspace Business Starter, aplikasi-aplikasi tersebut telah menunjang kolaborasi. Artinya, satu file dapat dibuka, ditinjau, hingga diedit oleh banyak pengguna sekaligus. Nilai plus bagi Google Workspace karena mereka memiliki fitur bernama Smart Canvas yang mengintegrasikan berbagai aplikasi Google Workspace. Kini Anda bahkan bisa melakukan panggilan video langsung dari Docs, Sheets, atau Slides. Kapasitas penyimpanan cloud Photo Credit: freestocks (Unsplash) Sebagai pelaku bisnis, Anda pasti memiliki banyak data penting yang perlu disimpan secara aman. Menjawab kebutuhan ini, Microsoft 365 dan Google Workspace sama-sama menyediakan layanan penyimpanan berbasis cloud. Apabila Microsoft memiliki One Drive, maka Google mempunyai Google Drive. Untuk poin ini, Microsoft 365 lebih unggul daripada Google Workspace. Jika berlangganan Microsoft 365 Business Basic, Anda akan mendapatkan kapasitas penyimpanan cloud hingga 1 TB. Sementara itu, Google Workspace Business Starter hanya menawarkan kapasitas sebesar 30 GB. Kemampuan video meeting Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Kebutuhan video meeting atau online conference juga di-cover oleh Microsoft 365 dan Google Workspace melalui aplikasi Microsoft Teams dan Google Meet. Perbedaan keduanya terletak pada jumlah peserta yang dapat bergabung dalam panggilan video. Paket langganan Microsoft 365 Business Basic memungkinkan Anda untuk melakukan video meeting hingga maksimal 300 peserta. Sedangkan pada Google Workspace Business Starter, jumlah maksimal peserta video meeting adalah 100 orang. Layanan email dan tampilannya Photo Credit: Microsoft Outlook Photo Credit: Stephen Phillips (Unsplash) Umumnya, aktivitas bisnis tak bisa lepas dari penggunaan email. Tak perlu khawatir dengan hal tersebut karena Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter menyediakan layanan email yang mumpuni melalui Outlook dan Gmail. Kabar baiknya, baik Outlook dan Gmail memungkinkan Anda untuk menggunakan nama domain kustom sendiri agar bisnis terlihat lebih profesional. Keduanya juga sama-sama terhubung dengan aplikasi kalender untuk memudahkan pencatatan jadwal rapat. Tak hanya dari segi fitur, aspek interface Outlook dan Gmail pun tak kalah menarik. Saat membuka Outlook, Anda akan menemukan fitur top bar bernama Ribbon yang menampilkan banyak opsi. Tersedia pula Ribbon berbeda untuk seluruh tampilan dalam Outlook, termasuk Mail, Contacts, dan Calendar. Sementara itu, Gmail memiliki tampilan yang lebih simpel. Untuk mulai menulis pesan baru, Anda hanya perlu menekan tombol khusus bertuliskan Compose. Gmail juga menyediakan fitur Filter dan Label untuk membantu Anda mengorganisasi pesan masuk secara praktis. Jadi, mana yang lebih baik untuk bisnis? Photo Credit: Vlada Karpovich (Pexels) Jawabannya tentu bergantung pada kebutuhan bisnis Anda. Baik Microsoft 365 dan Google Workspace sama-sama memiliki layanan berkualitas baik untuk menunjang produktivitas bisnis. Jika Anda dan tim memiliki frekuensi kolaborasi yang cukup tinggi, Google Workspace Business Starter dapat menjadi pilihan lebih tepat mengingat adanya fitur Smart Canvas yang mampu memaksimalkan pengalaman kolaborasi. Namun, apabila tim bisnis Anda memiliki anggota lebih dari 100, maka sebaiknya berlangganan Microsoft 365 Business Basic. Kapasitas video meeting hingga 300 peserta, berikut dengan penyimpanan mencapai 1 TB, tentu lebih mampu mengakomodasi kebutuhan bisnis. Jadi, mana yang akan Anda pilih? Microsoft 365 Business Basic atau Google Workspace Business Starter? Apa pun pilihannya, Anda bisa berlangganan keduanya melalui EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft dan Google di Indonesia. Baik berlangganan Microsoft 365 maupun Google Workspace, tim EIKON Technology akan membantu Anda menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis. Klik di sini untuk terhubung dengan EIKON Technology sekarang juga!

Microsoft office 365, Office 365, Online recruitment

Terapkan Pembelajaran Fleksibel dengan Windows 11

  Terlepas dari disrupsi yang terjadi sejak 1,5 tahun belakangan ini, sekolah-sekolah di penjuru dunia harus tetap mengedukasi para murid mereka. Agar kegiatan pembelajaran bisa terus berlangsung, terutama pada situasi kurang ideal seperti sekarang, banyak guru yang akhirnya bertransisi ke metode pembelajaran fleksibel seperti remote atau hybrid learning. Dengan sistem remote atau hybrid learning, para murid bisa belajar dan saling berkomunikasi dari mana saja mereka berada. Sebagai bentuk dukungan untuk menyambut era baru dalam sistem pembelajaran, Microsoft merancang Windows 11 dengan pendekatan yang mengedapankan kebutuhan edukasi para guru dan murid. Dilengkapi fitur-fitur pendukung, Windows 11 dapat membantu guru dan murid di seluruh dunia untuk menjalankan sistem pembelajaran fleksibel yang mampu membuka potensi setiap murid secara maksimal. Peningkatan aksesibilitas untuk optimalkan produktivitas Photo Credit: Microsoft – Education Blog Menerapkan konsep design bersifat user-centered, Windows 11 hadir dengan interface yang lebih intuitif dan produktif. Tujuannya agar nantinya para guru dan murid bisa bebas fokus terhadap pembelajaran. Pada perangkat touchscreen, misalnya, Microsoft telah meningkatkan aspek aksesibilitas dan memberikan kontrol pengguna (user control) yang lebih adaptif. Peningkatan ini akan lebih memudahkan Anda untuk mengetik, memindahkan, hingga mengubah ukuran (resize) windows. Tak hanya itu, aspek interaktivitas gestur, suara, dan pen juga mengalami peningkatan cukup signifikan pada Windows 11. Kini Anda bisa mengetik menggunakan perintah suara dan menulis menggunakan digital pen di hampir seluruh aplikasi. Dengan begini, para murid jadi punya lebih banyak pilihan untuk mengakses materi pembelajaran sesuai preferensi mereka. Update fitur untuk meminimalisir distraksi Photo Credit: Annushka Ahuja (Pexels) Sistem pembelajaran fleksibel memang memudahkan murid untuk menerima materi tanpa memusingkan lokasi masing-masing. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa jika dibandingkan dengan pembelajaran di dalam kelas, sistem fleksibel tersebut relatif lebih banyak distraksi karena guru tidak bisa mengawasi murid secara langsung. Memahami tantangan tersebut, Windows 11 pun dibekali dengan sejumlah tools yang dapat membantu mengurangi gangguan selama pembelajaran berlangsung. Beberapa di antaranya seperti smart camera yang dapat mengaburkan gerakan pada background dan kontrol pengaturan untuk meminimalisir visual yang terlalu “ramai”.  Sistem keamanan dan privasi yang lebih kuat Photo Credit: August de Richelieu (Pexels) Bagi yang selama ini telah menggunakan Windows 10 untuk menunjang sistem pembelajaran fleksibel, Anda tak perlu khawatir karena Windows 11 juga dilengkapi dengan perangkat manajemen yang mudah digunakan, termasuk hands-free setup dan opsi untuk instalasi aplikasi pendidikan secara cepat. Namun, di samping itu, Windows 11 juga mendapat update pada sistem perlindungan privasi dan kontrol keamanan dari perangkat ke cloud. Termasuk pula di dalamnya adalah fitur penjadwalan update berbasis cloud secara bulanan tanpa mengganggu pembelajaran. Tentunya tidak ketinggalan perlindungan terhadap sistem operasi dan informasi yang selalu aktif bekerja. Berbagai fitur keamanan tersebut juga dirancang untuk mampu memblokir konten-konten berbahaya yang tidak pantas diakses oleh para murid. Dengan begitu, bukan hanya murid yang bisa belajar secara optimal di mana pun mereka berada, tapi orang tua juga akan merasa lebih tenang.   Saatnya update ke Windows 11 untuk menjalankan sistem pembelajaran fleksibel secara aman dan efektif. Tentunya Windows 11 juga menunjang Microsoft Teams yang dapat menjadi ruang kelas virtual bagi guru dan murid. Microsoft Teams masih menjadi bagian dari rangkaian program Microsoft 365 yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Microsoft yang tepercaya di Indonesia, EIKON Technology akan membantu Anda memilih edisi langganan Microsoft 365 yang paling sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Hubungi EIKON Technology sekarang juga agar bisa menjalankan Microsoft 365 pada Windows 11!

Scroll to Top