EIKON Technology

AI

Info

3 Cara Google for Education Lindungi Keamanan Siswa di Era AI

Google for Education tidak hanya menghadirkan ekosistem pembelajaran yang canggih, tapi juga memperhatikan aspek keamanan. Berikut tiga cara bagaimana rangkaian produktivitas ini melindungi siswa dan tenaga pengajar dari ancaman kejahatan siber.     Generative AI Generative AI dengan cepat menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru dalam dunia pendidikan.  Penting untuk memastikan bahwa AI tidak sekadar bermanfaat bagi siswa, tapi juga aman bagi mereka. Khusus untuk edisi Education, Google membuat aplikasi Gemini yang ramah untuk remaja. Transparansi dan kontrol: Perangkat generative AI Google memiliki akses yang dikontrol oleh admin dan tidak ada ada Google for Education yang digunakan untuk melatih model AI. Resources untuk literasi AI: Google menyediakan dokumentasi dan panduan untuk membantu siswa memahami cara menggunakan AI secara bertanggung jawab. Baca juga: Aplikasi Gemini Kini Telah Hadir di Workspace for Education     Dukung literasi media Photo Credit: Freepik Dalam era informasi yang begitu cepat menyebar seperti sekarang, penting untuk membekali siswa dengan keterampilan untuk membedakan antara fakta dan fiksi. Berikut beberapa pendekatan Google untuk mendukung literasi media. Konten tepercaya: Setelan default Google Search dan YouTube membatasi konten yang mungkin tidak pantas bagi siswa di bawah usia 18 tahun. Verifikasi sumber: Google tengah mengembangkan beberapa tools keamanan, seperti fitur pemeriksaan Gemini, yang akan mengevaluasi apakah respons  yang dimunculkan memiliki data-data pendukung. Konten pendidikan: Google bermitra dengan ConnectSafely untuk menyediakan resources yang membantu siswa mengidentifikasi misinformasi. Baca juga: 5 Cara Google Workspace for Education Membantu Pengajar dan Siswa Tetap Aman     Mempromosikan wellbeing di sekolah dan rumah Wellbeing siswa sangat penting untuk keberhasilan akademis dan perkembangan mereka. Google for Education mendukung hal tersebut dengan: Konten tentang digital wellbeing: Google menyediakan tools untuk membantu siswa mengembangkan kebiasaan digital yang sehat, seperti fitur Focus di Chromebook atau admin yang dapat menetapkan batasan time screen saat perangkat dibawa pulang. Photo Credit: Freepik Lingkungan belajar digital yang lebih aman: Layanan inti Google for Education bebas iklan  dan menyediakan fitur seperti pemfilteran serta pemantauan konten untuk membantu memastikan bahwa siswa tidak terpapar konten yang berbahaya. Aksesibilitas: Google membangun fitur aksesibilitas ke dalam Workspace dan Chromebook, seperti text-to-speech, live captions, dan noise cancellation, sehingga setiap siswa memiliki kesempatan untuk belajar dan mengakses informasi dengan cara yang sesuai untuk mereka. Baca juga: Perubahan Pemutar YouTube di Google Workspace for Education Menciptakan internet yang lebih aman merupakan tanggung jawab bersama, dan kami akan terus berfokus pada cara-cara untuk membuat teknologi meningkatkan proses pembelajaran. Kerja sama dengan pendidik, orang tua, dan siswa, kita dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih aman. Google for Education selalu memastikan keamanan para penggunanya, terutama anak-anak dan remaja. Lindungi keamanan digital instansi pendidikan Anda dengan Workspace for Education yang telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

AI bagi MSP: Kesempatan atau Hambatan?

Artificial intelligence (AI) telah mengubah industri, menawarkan peluang menarik sekaligus tantangan signifikan bagi Managed Service Provider (MSP). Ini karena kecerdasan buatan menjadi bagian integral dari operasi bisnis, MSP perlu mempertimbangkan apakah mereka siap menangani risiko baru yang terkait dengan adopsi AI pada tahun 2025 ini. Mari simak ulasannya berikut! Keamanan data sensitif Platform AI menjadi tool penting bagi bisnis dan sering kali diadopsi tanpa pemahaman menyeluruh tentang cara data disimpan dan diproses. Kurangnya kesadaran ini dapat menyebabkan klien secara tidak sengaja mengungkap informasi sensitif atau hak milik, yang membuat mereka berisiko mengalami pelanggaran data dan ketidakpatuhan terhadap peraturan seperti GDPR atau CCPA. MSP perlu meningkatkan dan mendidik klien mereka tentang penggunaan AI yang aman. Menerapkan kebijakan yang mencegah pengunggahan data sensitif sangat penting untuk menjaga keamanan informasi klien. Baca juga: 4 Praktik Terbaik untuk Membangun Keamanan AI Polemik “shadow IT” Photo Credit: Freepik Munculnya “shadow IT” merupakan masalah mendesak lainnya. Karyawan dapat menggunakan perangkat AI yang tidak sah untuk meningkatkan produktivitas, tetapi hal ini menimbulkan risiko serius, seperti menggunakan aplikasi yang keamanannya buruk sehingga data yang diunggah dapat tersebar ke sumber yang tidak tepercaya. Untuk mengatasi hal ini, MSP harus melakukan audit TI secara berkala dan menggunakan perangkat identifikasi aplikasi untuk mengelola aplikasi yang tidak sah dalam perusahaan klien. Phishing dengan dukungan AI Penyalahgunaan AI dapat dimanfaatkan sebagai senjata oleh penjahat siber. Serangan phishing canggih yang didukung AI menggunakan audio dan video deepfake untuk menyamar sebagai eksekutif perusahaan, sehingga mereka lebih sulit dideteksi dan lebih mudah menipu karyawan yang tidak menaruh curiga. MSP dapat memerangi ancaman ini dengan menawarkan pelatihan kesadaran keamanan untuk membantu klien mengenali dan menanggapi ancaman yang digerakkan oleh AI secara efektif Baca juga: Perlindungan Kebijakan API untuk Menghadapi Era Generative AI Keamanan proaktif sebagai solusi Photo Credit: Freepik Kunci untuk mengatasi tantangan ini terletak pada penerapan sikap keamanan proaktif. Dengan memanfaatkan JumpCloud untuk MSP, Anda dapat menemukan, mengelola, dan mengamankan akses ke setiap tool SaaS dalam perusahaan klien Anda. JumpCloud menerapkan aristektur single source of truth (SSOT), yang memungkinkan pengguna mengakses tool SaaS resmi dengan aman dan mudah, sekaligus menawarkan alternatif yang aman sebagai pengganti aplikasi yang tidak disetujui. Baca juga: Mengenal Apa Itu System Management JumpCloud AI merupakan inovasi yang hebat, tetapi memiliki risiko tersendiri. MSP yang membekali diri dengan strategi yang tepat dapat mengubah tantangan ini menjadi peluang, menjaga klien mereka tetap aman sambil tetap menikmati manfaat AI. Dengan solusi seperti JumpCloud, MSP Anda dapat muncul sebagai pemimpin industri, yang siap menangani kompleksitas AI secara langsung. Platform direktori berbasis cloud ini telah tersedia di EIKON Technology. Daftar sekarang juga di sini, gratis!

Info

5 Keuntungan Personalisasi bagi Perusahaan Jasa Keuangan dan Asuransi

Meningkatnya ekspektasi pelanggan dan persaingan bisnis yang makin ketat membuat perusahaan jasa keuangan mulai melirik solusi digital, seperti AI dan analitik. Di era digital, konsumen mengharapkan lebih dari sekadar interaksi transaksional, tapi juga pengalaman yang disesuaikan dengan preferensi mereka. Artikel kali ini akan membahas tentang keunggulan penerapan personalisasi dalam solusi digital bagi perusahaan jasa keuangan dan asuransi. Memenuhi ekspektasi pelanggan Photo Credit: Freepik Konsumen masa kini cenderung berharap penyedia jasa dapat mengenali dan memahami preferensi  mereka. Pergeseran ini pun terjadi di sektor  jasa keuangan. Nasabah kini tak lagi ingin lagi datang ke kantor cabang untuk melakukan transaksi. Sebaliknya, mereka mencari layanan keuangan yang dipersonalisasi yang sesuai dengan kebutuhan, preferensi, dan perilaku mereka—baik melalui platform daring maupun aplikasi seluler. Baca juga: Yuk, Kenalan Apa itu Freshdesk dan Manfaat untuk Customer Support Sebagai poin plus dalam persaingan jasa keuangan digital Dengan maraknya fintech startup dan bank berbasis digital, lanskap persaingan industri jasa keuangan telah berubah. Para pemain baru ini memanfaatkan teknologi untuk memberikan pengalaman personal berkualitas tinggi. Dalam menghadapi ekspektasi yang meningkat dan persaingan yang ketat, personalisasi bukan lagi sesuatu yang sekadar “menjadi alternatif”, melainkan “wajib dimiliki” bagi penyedia jasa keuangan. Menangani problem dengan efisien Tanpa disadari, AI dan analisis prediktif tengah merevolusi industri keuangan. Melalui AI, lembaga keuangan dapat menganalisis sejumlah besar data nasabah untuk memperoleh wawasan berharga tentang preferensi mereka. Misalnya, chatbot bertenaga AI dapat membalas pertanyaan yang sering ditanyakan, sehingga customer service (CS) manusia dapat menangani masalah nasabah yang lebih kompleks. Begitu pula, analisis prediktif dapat membantu CS mengantisipasi perubahan dalam situasi keuangan nasabah, sehingga memungkinkan mereka untuk menawarkan saran proaktif. Baca juga: Cara Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Hingga 75% dengan Freshdesk Mengelola interaksi nasabah dengan cepat Photo Credit: Freepik Untuk memberikan pengalaman yang dipersonalisasi, lembaga keuangan harus mengelola interaksi nasabah secara efisien dan efektif. Contoh sederhananya, menetapkan protokol yang jelas untuk menangani keluhan nasabah, serta memastikan bahwa nasabah dapat memilih alternatif yang sesuai kebutuhan mereka. Kemudahan dalam menganalisis data pelanggan Strategi omnichannel dapat meningkatkan personalisasi penyedia jasa keuangan. Mengintegrasikan infrastruktur komputasi awan yang tangguh seperti Amazon Web Services (AWS) dengan software pelanggan seperti Freshdesk akan membantu perusahaan mengelola dan menganalisis sejumlah besar data pelanggan secara efisien. Hasilnya adalah pengalaman pelanggan yang lancar dan personal di semua saluran, baik online maupun offline, yang memastikan bahwa pelanggan merasa dihargai dan dipahami. Baca juga: 7 Alasan Mengapa Anda Membutuhkan Solusi Alert Management Nasabah jasa keuangan mengharapkan perlindungan privasi data yang tinggi, serta layanan yang cepat dan andal. Berikan dukungan yang cepat dan personal dengan Freshdesk, software layanan pelanggan yang mudah digunakan dan tentunya aman. EIKON Technology sebagai partner resmi menyediakan solusi produktivitas customer support Freshdesk dengan garansi. Silakan klik di sini untuk Trial Freshdesk gratis!

Info

5 Pembaruan dari AppSheet dengan Dukungan AI yang Akan Mudahkan Pembuatan Aplikasi

Agar tetap kompetitif, perusahaan perlu membangun aplikasi yang dapat mengotomatiskan alur kerja, meningkatkan produktivitas, dan terhubung dengan pelanggan. Inovasi terbaru dalam AI semakin memudahkan pengembangan aplikasi tanpa kode. Artikel ini akan membahas bagaimana AppSheet memudahkan Anda membuat aplikasi dan otomatisasi alur kerja dengan tools intuitif tanpa perlu kode apa pun. 1. Pembuatan aplikasi dengan dukungan AI Photo Credit: Google Workspace Blog AppSheet baru saja meluncurkan pengembangan aplikasi bertenaga AI melalui Duet AI, tool canggih yang mengubah deskripsi natural language dari solusi yang Anda perlukan menjadi aplikasi fungsional. Duet AI menghadirkan kemampuan AI generatif ke AppSheet, memungkinkan siapa pun, apa pun keahlian teknisnya, membuat aplikasi transformatif yang mengotomatiskan alur kerja, menyederhanakan proses, dan meningkatkan produktivitas. 2. Manfaatkan AI untuk dukung proses bisnis Photo Credit: Google Workspace Blog AppSheet telah memperkenalkan beberapa fitur yang didukung AI. Salah satunya adalah fitur untuk mengotomatiskan input suara dan data sehingga tak perlu lagi melakukan entri data manual. Input suara dan data yang didukung AI secara signifikan mengurangi risiko kesalahan manusia, memastikan keakuratan dan konsistensi data. 3. Smart chips untuk tingkatkan produktivitas tim Photo Credit: Google Workspace Blog Smart chips adalah konektor data transformatif, yang dirancang untuk memudahkan proses pengambilan keputusan. Tool ini secara intuitif mengintegrasikan informasi real-time dari aplikasi AppSheet Anda ke Google Docs. 4. Menyusun built-in database yang aman AppSheet kini menawarkan built-in database yang dapat diskalakan untuk membantu mendukung aplikasi yang Anda buat. Antarmukanya yang ramah pengguna memudahkan untuk berbagi dan mengelola data secara aman dengan kontrol akses untuk manajer dan tim TI. Database AppSheet menyederhanakan proses pembuatan aplikasi dengan integrasi mendalam dengan platform AppSheet. Setiap aplikasi yang dibuat oleh Duet AI di AppSheet menggunakan database AppSheet, menjadikannya sumber data pilihan untuk pengembangan yang didukung AI di AppSheet. 5. Mengontrol dan menjaga data Anda AppSheet telah membuat kemajuan signifikan dalam tata kelola data, menawarkan berbagai fitur baru kepada pelanggan untuk mengelola data secara aman. Pengguna dapat memilih untuk menyimpan dan memproses data AppSheet mereka di UE, untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan regional. AppSheet juga memungkinkan domain Workspace sekunder disertakan sebagai pengguna internal, sehingga menyederhanakan kolaborasi dan kontrol akses. Baca juga: Kini, Buat Aplikasi untuk Google Chat Jadi Makin Mudah dengan AppSheet Dengan pembaruan di atas, perusahaan Anda bisa mendapat lebih banyak manfaat dibanding sebelumnya. Ini akan membukan peluang untuk merombak sistem lama, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, hingga mendorong pertumbuhan bisnis. Seluruh kemudahan AppSheet dapat Anda nikmati dengan berlangganan Google Workspace for Business melalui EIKON Technology. Kami menyediakan paket implementasi yang menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info

Kiat agar Aplikasi Berbasis Kecerdasan Buatan Tidak Hanya Sekadar Menjadi Model

Seiring dengan meluasnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI, perusahaan mulai mempertimbangkannya sebagai solusi atas tantangan bisnis mereka. Dengan penerapan yang tepat, AI memang bisa menjadi solusi. Namun, penerapan AI memerlukan lebih dari sekadar model. Artikel kali ini akan membahas tentang bagaimana penerapan kecerdasan buatan yang tepat, mulai dari ide, identifikasi kasus penggunaan, hingga pembuatan prototipe model AI yang sukses. Memulai dengan tepat Photo Credit: Google Cloud Blog Secara ringkas, berikut komponen utama dalam merancang produk berbasis AI end-to-end: Tentukan strategi yang berfokus pada pengguna. Pahami kebutuhan pengguna agar dapat merancang produk yang tepat untuk mereka. Rencanakan design sprint yang fokus pada Customer User Journey, user experience (UX), dan desain. Definisikan kasus penggunaan yang dapat dipecahkan dengan AI dari design sprint tersebut. Rancang prototipe software yang menunjukkan representasi visual user interface (UI). Rancang kembali prototipe model AI yang disesuaikan dengan kasus penggunaan, tunjukkan dengan rinci proses model menyelesaikan kasus tersebut. Integrasikan prototipe model AI dengan kasus penggunaan dan desain UX sebagai solusi berbasis AI. Baca juga: Tingkatkan Interoperabilitas Google Chat Ddan Platform Perpesanan Lain Lalu, tim seperti apa yang dibutuhkan? Photo Credit: Google Cloud Blog Secara garis besar, tim yang ideal untuk merancang solusi berbasis kecerdasan buatan terdiri dari desainer UX, manajer program, insinyur teknis, dan konsultan AI. Komposisi ini akan memudahkan Anda dalam proses pengembangan dan memberi keuntungan berupa: Keahlian bisnis: Hadirnya manajer program akan menawarkan panduan operasional dan keuangan yang strategis. Mereka juga dapat membantu memastikan kebutuhan bisnis terpenuhi. Baca juga: Manfaat Penggunaan Chatbot AI untuk E-Commerce UX yang ditingkatkan: Desainer UX ahli dalam memahami kebutuhan dan perilaku pengguna, memastikan bahwa aplikasi tersebut intuitif, ramah pengguna, dan mudah digunakan. Manajemen proyek yang efektif: Manajer program dapat membantu Anda menyiapkan struktur dan menjadi pengawas selama proses pengembangan agar tetap mengikuti jadwal serta bujet. Keahlian teknis: Insinyur memiliki keterampilan dan pengetahuan teknis untuk menerjemahkan konsep desain ke dalam program atau aplikasi yang fungsional. Baca juga: Membandingkan ManageEngine Dan Kaseya Sebagai Platform Mobile Device Management, Mana yang Lebih Baik? Membangun aplikasi solusi bisnis berbasis kecerdasan buatan atau AI adalah suatu proses yang kompleks, namun hasilnya sangat bermanfaat bagi bisnis. Google dapat membantu Anda memulai merancang strategi pengembangan aplikasi dan tren terkini terkait AI. Dengan mengikuti kiat yang sudah disebutkan dalam artikel ini, Anda dapat meningkatkan Jangan lupa juga untuk menggunakan solusi komputasi awan Google Cloud untuk memudahkan seluruh proses perancangan aplikasi berbasis kecerdasan buatan. Dapatkan sekarang juga melalui EIKON Technology, hubungi kami di sini

Google Workspace

Duet AI for Google Workspace, Optimalkan Alur Kerja Anda dengan Kecerdasan Buatan

 Google Workspace dibuat dan dikembangkan untuk memungkinkan Anda berkolaborasi secara real-time dengan orang lain. Tahun 2023 ini, Workspace semakin berkembang dengan dukungan artificial intelligence (AI). Kini, kekuatan generative AI telah ditanamkan di semua aplikasi Workspace. Dengan generative AI, aplikasi Workspace akan bekerja lebih optimal dalam membantu Anda menulis, mengatur waktu, memvisualisasikan data, hingga mempercepat alur kerja. Pengembangan terbaru dengan dukungan kecerdasan buatan tersebut bernama Duet AI for Google Workspace. Google dan generative AI Akhir-akhir ini, AI tengah menjadi pembicaraan hangat. Selama satu dekade terakhir, AI telah berevolusi dari yang awalnya hanya berupa prototipe eksperimental, kini penggunaannya semakin meluas. Pengembangan terkini seperti generative AI bahkan mulai mengubah cara manusia berkreasi, saling terhubung, dan berkolaborasi. Bulan Maret 2023 lalu, Google mengumumkan dukungan generative AI dalam Google Cloud, untuk membantu developer dalam mengembangkan aplikasi secara bertanggung jawab. Beberapa contohnya adalah Gen App Builder yang memungkinkan developer merancang aplikasi percakapan generatif dan Vertex AI yang memperluas platform pengembangan aplikasi dengan akses ke model pembelajaran mesin dasar Google. Kini, melalui Duet AI for Google Workspace, Google menghadirkan dukungan kecerdasan buatan untuk mengoptimalkan alur kerja Anda selama menggunakan Workspace. Baca juga: AI Generatif, Teknologi Kecerdasan Buatan Masa Depan untuk Developer dan Google Workspace Bantu kembangkan ide Photo Credit: Google Workspace Duet AI sudah bekerja di belakang layar untuk membantu Anda menulis, baik itu saat menulis email di Gmail maupun saat menuangkan ide di Docs. Paling baru, Google menghadirkan dukungan AI ke Gmail versi mobile. Nantinya, Anda dapat menyusun respons lengkap saat menulis email hanya dengan beberapa kata sebagai perintah. Mengolah data menjadi insight baru Photo Credit: Google Workspace Duet AI hadir untuk membantu Anda menganalisis dan menindaklanjuti data Sheet lebih cepat dengan klasifikasi data otomatis. Kapabilitas “help me organize” di Sheets secara otomatis membuat perencanaan untuk tugas, proyek, atau aktivitas apa pun yang ingin Anda lacak atau kelola. Cukup jelaskan tujuan Anda dan Sheet kemudian akan menyusun perencanaan untuk bisa mencapai tujuan tersebut. Duet AI membantu Anda membuat perencanaan yang rapi dengan tool yang mudah digunakan. Baca juga: Bard: Teknologi Chatbot AI Google, Bakal Saingi ChatGPT? Menjalin koneksi yang lebih bermakna Photo Credit: Google Workspace Google juga telah memadukan Duet AI dengan Meet dan memperkenalkan kemampuan untuk membuat background unik pada panggilan video Anda. Kapabilitas baru ini membantu pengguna mengekspresikan diri dan memperdalam koneksi selama panggilan video berlangsung, sambil tetap melindungi privasi mereka. Semuanya bisa dilakukan hanya dengan beberapa klik saja. Tetap terkendali Meski perkembangannya begitu pesat, AI bukanlah pengganti kreativitas dan kecerdasan alami manusia. Google telah merancang produknya sesuai dengan AI Principles yang membuat pengguna tetap memegang kendali, memberikan saran yang bisa Anda ubah dan sesuaikan dengan kebutuhan. Google juga telah menyediakan kontrol administratif yang sesuai sehingga Anda dapat menetapkan kebijakan yang tepat bagi lingkungan kerja Anda. Baca juga: Google Cloud Meluncurkan Produk Baru untuk Pengembangan Aplikasi, Lengkap dengan Generative AI Perkembangan AI, terutama generative AI semakin pesat akhir-akhir ini. Penggunaanya pun semakin meluas, bahkan hingga mencapai masyarakat awam. Namun memang tidak dapat dimungkiri bahwa AI memang dapat membantu dan bahkan mengoptimalkan produktivitas. Google menjawab itu semua dengan mengembangkan generative AI yang telah disesuaikan dengan produk dan aplikasi mereka. Untuk Google Workspace misalnya, kecerdasan buatan telah ditanamkan untuk dapat menyederhanakan dan mengotomatisasikan tugas, seperti menyusun draf dan mengambil sumber data. Tertarik untuk mulai mencoba kepintaran generative AI? Anda bisa langsung menikmatinya melalui teknologi Duet AI for Google Workspace. Dapatkan segera rangkaian produktivitas Google Workspace untuk mendukung alur kerja perusahaan atau instansi Anda melalui EIKON Technology. Kami menyediakan produk resmi beserta proses implementasi yang aman dan menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Cloud

Google Cloud Meluncurkan Produk Baru untuk Pengembangan Aplikasi, Lengkap dengan Dukungan Generative AI

Hingga saat ini, masih sulit bagi perusahaan untuk mengakses generative AI, apalagi menyesuaikannya, dan terkadang teknologi tersebut cenderung menghasilkan informasi yang tidak akurat yang dapat merusak kepercayaan. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Google Cloud meluncurkan rangkaian produk dengan generative AI, yang memberdayakan developer untuk mengembangkan aplikasi dengan keamanan dan privasi tingkat tinggi. Gebrakan baru ini dimulai dengan memperkenalkan dua teknologi baru: Generative AI support di Vertex AI memberi akses ke model dasar dari Google dan lainnya, memungkinkan mereka membuat dan menyesuaikan di atas model ini pada platform yang sama yang mereka gunakan untuk model ML dan MLOps lokal. Generative AI App Builder memungkinkan developer untuk mengirimkan pengalaman baru dengan cepat termasuk bot, chat interfaces, custom search engines, digital assistants, dan banyak lagi. Memberikan akses API ke model dasar Google dan template bawaan untuk memulai pembuatan gen apps dalam hitungan menit atau jam. Buat, sesuaikan, dan terapkan model dasar dengan Vertex AI Photo Credit: Google Cloud Blog Vertex AI, platform pembelajaran mesin Google Cloud untuk melatih dan menerapkan model ML dan aplikasi AI, kini hadir dengan peningkatan besar-besaran. Generative AI support di Vertex AI menawarkan cara paling sederhana untuk memanfaatkan model dasar seperti PaLM, dengan beragam pilihan, termasuk kemampuan untuk: Memilih kasus penggunaan yang ingin Anda selesaikan. Memilih model dasar terbaru Google. Memilih dari berbagai model. Memilih cara menyetel, menyesuaikan, dan mengoptimalkan perintah. Memilih cara berinteraksi dengan model. Bangun aplikasi dalam sekejap dengan Generative AI App Builder Generative AI App Builder menghadirkan cara tercepat untuk memulai pembuatan gen apps dengan keahlian teknis yang diperlukan. Ini memungkinkan developer untuk: Membangun aplikasi dalam hitungan menit atau jam. Menggabungkan data perusahaan dan teknik pengambilan informasi untuk memberikan jawaban yang relevan. Menelusuri dan menanggapi dengan lebih dari sekadar teks. Menggabungkan percakapan alami dan aliran terstruktur. Baca juga: Bard: Teknologi Chatbot AI Google, Bakal Saingi ChatGPT? Memanfaatkan generative AI building blocks untuk meningkatkan nilai perusahaan Mari kita lihat beberapa contoh bagaimana perusahaan mengoptimalkan generative AI dengan Google Cloud: Pembuatan konten otomatis Generative AI dapat memfasilitasi brainstorming, menyusun copywriting, hingga menghasilkan aset media dalam hitungan detik. Akan membantu tim pemasaran dan kreatif perusahaan dalam meningkatkan alur kerja dan menghasilkan produk yang unggul. AI Assistant untuk semua tugas Generative AI memungkinkan bisnis dan instansi mengubah volume data yang besar dan kompleks menjadi lebih ringkas, memungkinkan Anda untuk mengoptimalkan pengalaman pelanggan, seperti Q&A hingga berbagai skenario data science lain yang jauh lebih kompleks. Mencari dan memahami kumpulan data internal yang besar Perusahaan perbankan dapat memanfaatkan generative AI untuk menganalisis berbagai sumber data internal dan eksternal untuk mendapatkan gambaran pasar yang komprehensif. Baca juga: Cara Manfaatkan Google Document AI dan Google Workspace untuk Menjalankan SAP Build Protection Automation Melindungi data dan membentuk alur percakapan dengan Responsible AI Photo Credit: pressfoto (Freepik) Penambahan generative AI oleh Google Cloud memberikan kemampuan transformatif, tanpa perlu mengorbankan perlindungan keamanan. Sebagai dukungan, Google Cloud juga memperbarui AI Principles mereka yang ditetapkan pada tahun 2017 lalu. Di samping AI Principles, Google Cloud juga mengumumkan kemitraan dan program AI baru yang mempermudah perusahaan startup, developer, dan perusahaan untuk mempercepat alur kerja proyek pengembangan AI mereka. Baca juga: Alasan Mengapa Perusahaan Retail Sebaiknya Beralih ke Google Cloud Retail Search Dengan penambahan generative AI ini, diharapkan perusahaan dapat menyederhanakan alur kerja mereka saat mengembangkan aplikasi. Untuk bisa memanfaatkan kecanggihan terbaru Cloud dalam pengembangan aplikasi, Anda bisa langsung memilih paket berlangganan melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi komputasi awan Google Cloud yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau instansi Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Bard: Teknologi Chatbot AI Google, Bakal Saingi ChatGPT?

Layanan chatbot berbasis AI ChatGPT, kini tengah menjadi perbincangan hangat. Hadir dalam format interaktif, layanan ini mampu memberikan jawaban, mengoreksi kesalahan, hingga menolak permintaan yang tidak pantas. Tanggal 6 Februari 2023 lalu, Sundar Pichai, CEO Google mengumumkan akan segera memulai public testing untuk teknologi chatbot AI mereka yang bernama Bard. Pengumuman tersebut berhasil membuat publik berekspektasi, akankah teknologi baru Google ini dapat menyaingi ChatGPT? Bard, teknologi chatbot AI Google Mengembangkan teknologi berbasis AI (kecerdasan buatan) bukanlah sebuah hal baru bagi Google. Tahun 2021 lalu, Google meluncurkan sebuah kemampuan bahasa dan percakapan yang didukung oleh Language Model for Dialogue Applications (LaMDA). Dari situ, Google kemudian menggarap sebuah layanan percakapan AI dengan dukungan LaMDA, yang diberi nama Bard. Layanan tersebut resmi diperkenalkan pada 6 Februari kemarin dan membuka kesempatan public testing. Bard berupaya menggabungkan luasnya pengetahuan dunia dengan kecerdasan, kekuatan, dan kreativitas model bahasa Google. Teknologi ini didukung oleh data yang diambil dari web untuk memberikan respons berkualitas, dan tentunya, sesuai ekspektasi penggunanya. Baca juga: Perlindungan Spam Google Voice yang Ditingkatkan dengan Label Otomatis Public testing dengan versi ringan LaMDA Photo Credit: jcomp (Freepik) Untuk kebutuhan public testing, Bard hadir dalam versi model ringan LaMDA Google. Model ringan ini hanya membutuhkan daya komputasi yang juga ringan, sehingga dapat diskalakan ke lebih banyak pengguna. Harapannya, feedback yang didapatkan nantinya pun akan lebih banyak. Selanjutnya, feedback dari tester akan digabungkan dengan pengujian internal untuk memastikan respons Bard dapat memenuhi standar kualitas, keamanan, dan landasan yang tinggi dalam penyajian informasi dunia nyata. Menghadirkan manfaat AI ke dalam kehidupan sehari-hari Google memiliki sejarah panjang dalam menggunakan AI. Salah satunya adalah untuk menyempurnakan Google Search. Teknologi AI mereka, seperti BERT, MUM, hingga LaMDA telah menjadi tonggak dalam pengembangan kecerdasan buatan, terutama yang berkaitan dengan bahasa dan juga percakapan. Penggunaan AI diyakini dapat memperdalam pemahaman tentang informasi untuk kemudian mengubahnya menjadi pengetahuan yang bermanfaat, sehingga memudahkan orang memahami inti dari apa yang mereka cari secara efisien. Baca juga: Cara Manfaatkan Google Document AI Dan Google Workspace Untuk Menjalankan SAP Build Process Automation Membantu developer berinovasi dengan AI Photo Credit: DCStudio (Freepik) Bulan Maret 2023 nanti, Google mengundang developer, creator, dan juga perusahaan untuk mencoba Generative Language API mereka. API tersebut didukung oleh LaMDA dan dikembangkan dengan berbagai model lainnya. Nantinya, Google berencana membuat rangkaian alat dan API yang memudahkan developer untuk membuat aplikasi yang lebih inovatif dengan AI. Google pun membuka kesempatan bagi perusahaan startup untuk membangun sistem AI yang andal dan tepercaya melalui program kemitraan Google Cloud dengan Cohere, C3.ai, dan Anthropic, yang baru saja diumumkan awal Februari ini. Baca juga: Otomatisasi Pemrosesan Dokumen Identitas dengan Document AI Pemanfaatan AI dalam pengembangan chatbot kini tengah menjadi perbincangan hangat. Layanan chatbot AI seperti ChatGPT pun makin populer. Sebagai rakasasa teknologi yang telah bertahun-tahun mengembangkan teknologi AI bahasa dan percakapan, Google siap menghadirkan “tandingan” ChatGPT, yakni Bard yang dibekali dengan kapabilitas mumpuni LaMDA. Akankah teknologi terbaru dari Google ini mampu menyaingi ChatGPT? Jika melihat track record Google, tentu saja hal tersebut mungkin saja terjadi. Sambil menanti rilis resmi Bard, Anda bisa meningkatkan pengalaman kerja kolaboratif di tengah maraknya penerapan ekosistem hybrid seperti sekarang dengan Google Workspace. Penerapan Workspace di perusahaan atau institusi Anda akan membuat kolaborasi kerja, meski dilakukan di tempat dan waktu terpisah, akan terasa lebih mulus dan aman. Tertarik? Anda bisa mulai berlangganan Workspace melalui EIKON Technology, partner resmi Google Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi kami di sini!

Scroll to Top