API

Info

Kapabilitas Konfigurasi Aplikasi Pihak Ketiga Google Workspace dengan Cakupan API tertentu Kini Tersedia untuk Umum

Awal tahun 2024 ini, Google Workspace meluncurkan kapabilitas untuk mengonfigurasi aplikasi pihak ketiga dengan cakupan API tertentu untuk open beta. Mulai Desember ini, kapabilitas tersebut sekarang tersedia untuk umum. Berikut ulasan selengkapnya! Kapabilitas untuk konfigurasi aplikasi pihak ketiga Google API Photo Credit: Google Workspace Updates Pembaruan ini memberikan kontrol yang lebih detail bagi administrator. Kini administrator dapat membatasi akses aplikasi pihak ketiga ke cakupan OAuth 2.0 tertentu untuk Google API, seperti Drive dan Gmail. Kapabilitas ini akan mencegah aplikasi memperoleh akses tambahan tanpa persetujuan administrator, meski mereka meminta cakupan API baru di masa mendatang. Dengan demikian, administrator dapat membantu administrator membatasi akses data. Baca juga: Perlindungan Kebijakan API untuk Menghadapi Era Generative AI Mulai menggunakan kapabilitas Untuk mulai mengelola akses app, buka konsol Admin dan klik menu Security > API Controls > App Access Controls. Selanjutnya, pilih opsi Manage Third-Party App Access Ini akan menampilkan daftar aplikasi yang dikonfigurasi. Untuk melihat aplikasi yang diakses, di bagian Accessed apps, klik View list. Dari daftar Configured apps atau Accessed apps, klik aplikasi yang ingin diberi akses. Untuk mengunduh informasi aplikasi dalam format file CSV, di bagian atas daftar Configured apps atau Accessed apps, klik Download list. Seluruh data dalam tabel dapat diunduh (termasuk data yang tidak Anda tampilkan). Untuk configured apps, file CSV menyertakan kolom tambahan berikut: Verification status, Number of users, Organizational unit, Requested services, dan API scopes yang terkait dengan setiap layanan. Jika aplikasi yang dikonfigurasi belum diakses, jumlah penggunanya adalah nol (0), dan 2 kolom lainnya kosong. Untuk accessed apps, file CSV memiliki kolom tambahan berikut: Verification status, Organizational unit, dan API scopes. Baca juga: Alasan Mengapa Google Workspace Adalah Pilihan Terbaik dalam Menghadapi Serangan Siber via Email Ketersediaan kapabilitas Photo Credit: Freepik Kapabilitas ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal (membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), mulai dari tanggal 3 Desember 2024. Kapabilitas ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, Cloud Identity Free, dan Cloud Identity Premium. Baca juga: Mengatur Masa Kedaluwarsa Akses File dengan Google Drive API Verifikasi aplikasi adalah program Google untuk memastikan bahwa aplikasi pihak ketiga yang mengakses data sensitif pelanggan lolos pemeriksaan privasi dan keamanan. Pengguna mungkin diblokir sehingga tidak dapat mengaktifkan aplikasi yang belum diverifikasi dan tidak dipercaya. Untuk menggunakan aplikasi ini, Anda cukup berlangganan Google Workspace yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai Google Partner Indonesia, kami menyediakan solusi resmi bergaransi. Informasi lebih lanjut terkait berlangganan, silakan hubungi kami di sini!

Google Cloud

4 Contoh Pemanfaatan API Management Sepanjang Tahun 2022

API menciptakan cara terstandarisasi, dapat digunakan kembali, dan aman untuk bertukar informasi. Teknologi dimulai sebagai jaringan ikat yang diturunkan ke konteks teknis dan dengan cepat berkembang menjadi pintu gerbang ke model bisnis baru. Pada tahun 2017, McKinsey memperkirakan bahwa total laba yang dapat diperoleh ekonomi API adalah sebesar US$1 triliun. Tahun 2022, GGV Capital membuat indeks startup pertama API, mendorong terjadinya perubahan di dunia API management. Dengan lebih dari 15 tahun pengalaman mengelola API, Google memiliki perspektif sendiri dalam menyikapi perubahan tersebut. Artikel kali ini akan memaparkan beberapa contoh kasus penggunaan API management yang makin menonjol dan bagaimana Anda dapat memanfaatkannya untuk memperkuat arsitektur API masa depan. tren ini untuk membuktikan arsitektur Anda di masa depan. Pergeseran keamanan API Sebagai pintu gerbang ke banyak informasi, API bisa menjadi vektor serangan utama dalam insiden keamanan. Menambah besarnya serangan, ditemukan pula peningkatan jumlah vektor untuk potensi insiden keamanan API seperti kesalahan konfigurasi, API/data/komponen yang sudah usang, dan bot/spam/penyalahgunaan. Photo Credit: 2022 API Security Research Report Masalah keamanan ini tidak hanya di API produksi, tapi juga di setiap tahap dalam siklus hidup API, khususnya, pada proses manajemen rilis. Tren ini mendorong perusahaan untuk “shifting left”, memindahkan kontrol lebih awal ke alur kerja produksi. Caranya dengan mendekatkan tim keamanan dan tim API. Agar tetap terdepan dalam ancaman keamanan, banyak perusahaan secara aktif mencari solusi yang memungkinkan mereka bersikap proaktif sambil meminimalkan beban tim keamanan mereka.  Kebutuhan mendesak terhadap kontrol “omni”. API telah mengambil peran yang sangat penting dalam aplikasi modern sehingga perlahan-lahan menjadi penghubung saraf di seluruh arsitektur perusahaan—menjembatani aplikasi lama dan modern, mengubah arsitektur menuju layanan mikro, dan memungkinkan operasi di lingkungan yang heterogen. Untuk mendukung semua itu tanpa mengorbankan kecepatan, perusahaan mengadopsi beberapa API gateway dan solusi API management yang terfragmentasi. Namun, hal ini menyebabkan kurangnya visibilitas universal, tata kelola yang konsisten, keamanan komprehensif, dan analitik. Dengan evolusi ini, kebutuhan akan bidang kontrol omni pun meningkat. Baca juga: Penyempurnaan Facet Google Cloud Search, Seperti Apa? Evolusi pola desain dengan rangkaian API gateway Adopsi gaya arsitektur API baru dan layanan mikro meningkatkan kompleksitas tumpukan aplikasi modern. Secara paralel, ada adopsi luas dari protokol baru seperti GraphQL atau AsyncAPI, melampaui inovasi di API management. Misalnya, dalam survei terbaru dari DZone menemukan bahwa GraphQL menyumbang 22,7% dari integrasi aplikasi. Photo Credit: Google Cloud Blog Menanggapi tantangan ini, tim TI mengadopsi beberapa API gateway yang menciptakan kebutuhan akan pola komunikasi yang rumit untuk skalabilitas di masa mendatang. Namun pola desain yang ada sebagian besar cukup ketika aplikasi klien menggunakan protokol API homogen. Meski pola seperti Backend For FrontEnd (BFF) dimaksudkan untuk menyediakan interaksi API spesifik yang relevan berdasarkan basis per klien, pola tersebut tetap tidak memperhitungkan kompleksitas dari beberapa gateway dan protokol. Baca juga: Cara Memigrasikan Pengguna Active Directory Lokal ke Google Cloud Managed Microsoft AD Komersialisasi akses ke produk data Meningkatnya penggunaan layanan kaya data (seperti IoT, model ML, dan layanan akses jarak jauh) ditambah dengan penyerapan data secara besar-besaran setiap hari, telah menciptakan pertumbuhan dalam paradigma pengiriman data seperti data lakehouses, data marketplaces, dan data streaming systems. Sayangnya, sebagian besar sistem ini terfragmentasi dengan hampir tidak ada interoperabilitas. Photo Credit: Google Cloud Blog API mengisi celah kritis ini untuk organisasi dengan dua cara kritis. Pertama, API menyediakan akses standar dan mudah ke sistem seperti data lakehouses atau hub analitik. Kedua, API adalah pendukung utama produk data, komponen inti dari sistem berbagi data apa pun. API menyediakan cara standar untuk berbagai aplikasi untuk berinteraksi dengan produk data. Misalnya, API dapat digunakan agar aplikasi seluler dapat mengakses data dari ramalan cuaca atau produk data mesin rekomendasi. Di luar produk data, API juga menyediakan akses yang mudah dan terstandarisasi ke berbagai platform manajemen data Baca juga: Migrasi Cloud dengan Cerdas Menggunakan Google Cloud Migration Center API terus memainkan peran penting dalam setiap aplikasi, pengalaman, dan ekosistem. Strategi API yang tangguh membantu organisasi beradaptasi dengan arsitektur, model bisnis, atau lingkungan apa pun dalam menghadapi perubahan lanskap teknologi. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam API management, Google Cloud dengan dukungan Apigee mendorong inovasi dan membantu perusahaan membangun arsitektur mereka di masa depan agar tetap terdepan dalam tren API teratas. Mulai gunakan solusi Google Cloud untuk dukungan API perusahaan Anda dengan penerapan dari EIKON Technology. Kami akan membantu Anda menemukan solusi Cloud terbaik untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Calender, Google Workspace

Calendar User Availability API Meluncurkan Versi Beta, Bagaimana Cara Mendapatkan Aksesnya?

Calendar User Availability API akan segera hadir dalam versi beta. Nantinya, dukungan ini dapat digunakan untuk mengakses fitur lokasi kerja yang ada di Google Calendar secara terprogram. Untuk akses versi beta bisa Anda peroleh melalui Google Workspace Developer Preview Program. Sebelum mengajukan akses, ada baiknya Anda menyimak dokumentasi API terlebih dahulu sebagai persiapan. Langkah ini juga akan memudahkan Anda untuk memberikan feedback pengembangan API.  Cara kerja Calendar User Availability API Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur working location yang ada di Google Calendar merupakan cara yang mudah bagi pengguna untuk berbagi tempat mereka akan bekerja pada hari atau periode waktu tertentu. Hingga saat ini, hanya end-user yang dapat membuat entri kalender ini. Sekarang, informasi tersebut dapat dibaca dan ditulis menggunakan API untuk mengelola dan mengakomodasi kebutuhan karyawan Anda. Pelanggan mengandalkan aplikasi lain untuk mengatur konteks lokasi mereka, seperti memesan meja dengan alat pemesanan hot desk atau meminta dan mengatur hari untuk WFHdi alat manajemen SDM. Prosedur ini membuat end-user harus melakukan langkah-langkah yang sama secara berulang. Dengan API, lokasi kerja pengguna dapat diatur secara terprogram atau diakses langsung dari kalender pengguna ke aplikasi pihak ketiga lainnya. Baca juga: Tips Gunakan Google Cloud Search Query API untuk Menyempurnakan Hasil Cloud Search Selain itu, dengan memunculkan konteks lokasi kerja ke dalam sistem dan alat lain seperti direktori tim internal, pelanggan dapat mengoptimalkan arus karyawan yang datang ke lokasi fisik kantor mereka. Anda juga dapat menggunakan API untuk mempersiapkan permintaan layanan makan, ruang konferensi, dan lainnya, berdasarkan data tersebut. Mulai menggunakan API Perlu diingat, Calendar User Availability API hanya dapat digunakan oleh administrator Workspace dan juga developer program, end-user tidak diperkenankan untuk mendapat aksesnya. Namun end-user bisa melakukan pengaturan pada fitur working location pada akun Google Workspace miliknya. Nah, sekarang mari simak panduan memulai Calendar User Availability API bagi administrator dan developer program. Untuk mulai menggunakan Working Location API, developer dapat mengajukan permohonan akses melalui Google Workspace Developer Preview Program. Nantinya Anda dapat menggunakan Calendar User Availability API untuk membaca dan menulis lokasi kerja pengguna. Penting untuk diingat, meski semua developer dapat menggunakan API, aplikasi yang dibuat menggunakan API hanya dapat diakses oleh mereka yang memiliki edisi Workspace yang memenuhi syarat. Di samping itu, Google juga telah menyediakan Help Center yang dapat diakses oleh para administrators jika mengalami kesulitan selama melakukan pengaturan working location bagi perusahaan mereka. End-user juga dapat mengakses Help Center untuk informasi lebih lanjut mengenai fitur working location di Google Calendar. Baca juga: Mengenal Fungsionalitas API “UserInvitation” dari Google Workspace Ketersediaan API  Photo Credit: DCStudio (Freepik) Meski semua pengembang dapat menggunakan API, aplikasi yang dibuat menggunakan API hanya dapat diakses oleh mereka yang memiliki edisi Workspace yang memenuhi syarat, yakni: Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, the Teaching and Learning Upgrade dan Nonprofits, termasuk rangkaian produktivitas G Suite Business.  Adapun edisi Workspace yang tidak dapat mengakses aplikasi dari API adalah Google Workspace Essentials, Business Starter, Enterprise Essentials, Frontline, serta rangkaian produktivitas lama G Suite Basic. Baca juga: Text-To-Speech API Google Cloud Kini Mendukung Custom Voice Calendar User Availability API versi beta ini membuktikan bahwa Google Workspace merupakan solusi produktivitas yang lengkap dan bisa terus dikembangkan. Tertarik untuk mulai menggunakan Google Workspace dalam ekosistem pengembangan program dan aplikasi Anda? EIKON Technology siap mendampingi Anda mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Sebagai authorized reseller Google, EIKON Technology menyediakan solusi produktivitas Workspace yang resmi dan berlisensi. Untuk mulai konsultasi mengenai implementasi Google Workspace, silakan klik di sini!

Scroll to Top