EIKON Technology

Google Cloud

Info

Mengoptimalkan Kinerja Gemini secara Aman dengan Fitur System Instructions Vertex AI

Saat perusahaan berlomba-lomba mengadopsi chatbot yang digerakkan oleh AI generatif, penting untuk mengurangi risiko terpapar pelaku ancaman yang memaksa model AI untuk membuat konten berbahaya. Google melalui  Vertex AI dapat membantu mengelola risiko tersebut. Lalu,  bagaimana cara menggunakannya? Model Gemini pada Vertex AI menggunakan dua jenis filter konten Filter keamanan yang tidak dapat dikonfigurasi secara otomatis memblokir keluaran yang berisi konten terlarang, seperti materi pelecehan seksual anak dan informasi identitas pribadi. Filter konten yang dapat dikonfigurasi memungkinkan Anda menentukan ambang batas pemblokiran dalam empat kategori bahaya (ujaran kebencian, pelecehan, konten seksual eksplisit, dan konten berbahaya) berdasarkan skor probabilitas dan tingkat keparahan. Filter ini dinonaktifkan secara default, tetapi Anda dapat mengonfigurasinya sesuai kebutuhan. Photo Credit: Google Cloud Blog Penting untuk dicatat bahwa, seperti sistem otomatis lainnya, filter ini terkadang dapat menghasilkan hasil positif palsu, yang secara keliru menandai konten yang tidak berbahaya. Hal ini dapat berdampak negatif pada pengalaman pengguna, terutama dalam pengaturan percakapan. System instructions: Pengarahan model proaktif untuk keamanan khusus Petunjuk sistem untuk model Gemini di Vertex AI memberikan panduan langsung kepada model tentang cara berperilaku dan jenis konten yang akan dibuat. Dengan memberikan petunjuk khusus, Anda dapat secara proaktif mengarahkan model agar tidak membuat konten yang tidak diinginkan untuk memenuhi kebutuhan unik perusahaan. Baca juga: Gemini Kini Menyediakan Perlindungan Data Tambahan untuk Akun Sekolah System instructions memiliki keuntungan berikut dibandingkan filter konten: Anda dapat menentukan bahaya dan topik tertentu yang ingin dihindari dan tidak terbatas pada sekumpulan kategori kecil. Lebih detail. Misalnya, alih-alih hanya mengatakan “hindari ketelanjangan”, Anda dapat menentukan apa yang dimaksud dengan ketelanjangan dalam konteks budaya dan menguraikan pengecualian yang diizinkan. Anda dapat mengulangi instruksi untuk memenuhi kebutuhan. Misalnya, jika Anda melihat bahwa instruksi “hindari konten berbahaya” menyebabkan model menjadi terlalu berhati-hati atau menghindari topik yang lebih luas dari yang dimaksudkan, Anda dapat membuat instruksi lebih spesifik, seperti “hindari diskusi tentang penggunaan narkoba ilegal”. Baca juga: Gemini Kini Tersedia di BigQuery, Bisa Apa Saja? Namun, system instructions memiliki batasan sebagai berikut: Lebih rentan terhadap zero-shot dan teknik jailbreak rumit lainnya. Menyebabkan model menjadi terlalu berhati-hati pada topik-topik yang tidak jelas. Dalam beberapa situasi, system instruction yang rumit untuk keselamatan dapat secara tidak sengaja memengaruhi kualitas keluaran secara keseluruhan. Evaluasi konfigurasi keamanan Anda Photo Credit: Freepik Anda dapat membuat set evaluasi dan menguji performa model dengan konfigurasi spesifik Anda sebelumnya. Disarankan untuk membuat set yang berbahaya dan tidak berbahaya secara terpisah, sehingga Anda dapat mengukur seberapa efektif konfigurasi Anda dalam menangkap konten yang berbahaya dan seberapa sering konfigurasi tersebut secara tidak tepat memblokir konten yang tidak berbahaya. Baca juga: Model Gemini 2.0 Kini Tersedia untuk Umum Fitur Vertex AI berperan dalam memastikan penggunaan Gemini yang aman dan bertanggung jawab. Pendekatan terbaik bergantung pada persyaratan khusus dan toleransi  risiko Anda. Untuk memulai, Anda bisa melihat dokumentasi tentang content filters dan system instructions ini. Kemudahan Vertex AI ini bisa Anda nikmati cukup dengan berlangganan Google Cloud yang kini telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Inovasi Terbaru Chrome Enterprise Premium untuk Meningkatkan Keamanan Endpoint Anda

Chrome Enterprise baru-baru ini memperkenalkan kemampuan baru yang canggih untuk edisi Premium yang dirancang lebih aman dengan deteksi ancaman.  Mari simak detailnya berikut ini! Pencegahan kehilangan data yang ditingkatkan dengan watermarking Watermarking dapat membantu mencegah kebocoran data dengan membubuhkan watermark semitransparan yang dapat disesuaikan pada halaman web sensitif. Saat pengguna mengunjungi halaman yang memicu aturan Data Loss Prevention (DLP), watermark akan muncul, yang dengan jelas mengidentifikasi konten tersebut sebagai konten rahasia. Baca juga: 4 Praktik Terbaik untuk Membangun Keamanan AI di Google Cloud dengan Aman Pengingat visual ini dapat membantu meningkatkan kewaspadaan keamanan. Misalnya, Anda dapat mengonfigurasi watermark agar muncul pada halaman web yang berisi data keuangan sensitif atau desain produk rahasia. Anda dapat mempelajari cara menggunakannya di sini. Tanda air menambahkan lapisan perlindungan ekstra, yang memperjelas kepada pengguna bahwa informasi yang mereka lihat dilindungi dan tidak boleh dibagikan secara bebas. Anda dapat mempelajari cara menyiapkan tanda air di sini. Deteksi ancaman tingkat lanjut dengan pemfilteran URL Chrome Enterprise Premium kini menawarkan mode audit-only opsional untuk pemfilteran URL, yang memungkinkan administrator memantau aktivitas di peramban perusahaan yang dikelola dan profil pengguna tanpa memblokir akses ke situs dalam filter. Mode ini memberikan wawasan berharga tentang perilaku pengguna yang berisiko dan ancaman keamanan. Baca juga: Membangun Pipeline Data Streaming di Google Cloud Manajemen keamanan yang disederhanakan dengan Chrome Security Insights Photo Credit: Google Cloud Blog Chrome Security Insights menyederhanakan pemantauan keamanan dan memberikan wawasan tentang potensi ancaman. Dengan beberapa klik, administrator dapat: Mengaktifkan Chrome Enterprise Connectors dan pencatatan peristiwa keamanan secara otomatis; Mengaktifkan 50 detektor DLP umum untuk memindai transfer data sensitif; dan Menghasilkan laporan yang mendalam tentang pengguna, domain, dan jenis data yang terlibat dalam aktivitas berisiko tinggi. Photo Credit: Google Cloud Blog Chrome Security Insights mengurangi upaya yang diperlukan untuk menyiapkan dan mengelola aturan DLP, yang dapat membantu administrator mengidentifikasi dan menangani potensi risiko internal dan kejadian pencurian data dengan lebih cepat. Dengan menyederhanakan manajemen keamanan, Chrome Security Insights membantu Anda untuk fokus pada tugas-tugas penting lainnya sambil mempertahankan tingkat perlindungan yang tinggi. Baca juga: Google Cloud Directory Sync Kini Menyediakan Setelan Pengelolaan Akun Anda dapat mengaktifkan Chrome Enterprise Premium sekarang dengan layanan mandiri melalui konsol Google Cloud. Belum berlangganan layanan komputasi awan Cloud? EIKON Technology sebagai partner resmi Google Indonesia, kini menyediakan paket berlangganan Cloud yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Mengenal Aplikasi Looker Studio Pro, Apa Keunggulannya?

Google baru saja menghadirkan Looker Studio Pro untuk perangkat seluler yang tersedia di Google Play (Android) dan App Store (iOS). Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk melihat laporan dan mendapatkan data real-time tentang bisnis Anda dari mana saja. Fitur-fitur aplikasi mobile Looker Studio Pro Photo Credit: Google Cloud Layout laporan yang dinamis Tak perlu lagi membuat layout baru untuk laporan Anda. Jika Anda memilih tampilan yang ramah seluler, laporan akan ditampilkan agar sesuai dengan layar seluler. Itu artinya, Anda dapat mengakses seluruh informasi yang sama dalam format yang dioptimalkan untuk tampilan seluler. Fitur ini memungkinkan Anda untuk: Memudahkan navigasi dan interaksi, bahkan di layar kecil; dan Meningkatkan keterbacaan laporan. Photo Credit: Google Cloud Selain itu, aplikasi Looker Studio Pro juga telah menyediakan dua opsi tampilan, yaitu tampilan asli (dioptimalkan untuk desktop) dan tampilan ramah seluler (dioptimalkan untuk tampilan seluler). Untuk beralih antar dua tampilan opsi tersebut, masuk ke menu “Options”. Baca juga: Looker Studio, Eksplorasi Data Canggih dengan Pemfilteran Ringkas Akses semua laporan Anda tanpa repot Photo Credit: Google Cloud Looker Studio Pro telah mengintegrasikan kategori untuk menyederhanakan dan mempercepat pencarian data. Di aplikasi ini, laporan Anda akan dikategorikan sebagai: My workspace: semua laporan yang Anda buat; Team workspaces: semua laporan untuk tim tempat Anda bergabung; Recents: opsi praktis untuk mengakses laporan yang baru-baru ini Anda lihat; dan Shared with me: mengakses laporan yang dibagikan kepada Anda. Lebih lanjut, Anda dapat mengurutkan laporan berdasarkan ‘Last opened by me’, ‘Last modified by me,’ dan ‘Last modified and Created’ untuk menemukan laporan yang Anda cari dengan mudah. Baca juga: Fitur Connected Sheets Looker: Jelajahi Data secara Interaktif Bagikan laporan dengan cepat Photo Credit: Google Cloud Pembaruan aplikasi Looker ini juga akan membantu Anda berkolaborasi melalui perangkat seluler. Cukup dengan satu klik saja, Anda sudah bisa membuat tautan ke laporan yang dapat diakses oleh orang lain. Selain itu, Anda juga dapat mengakses semua laporan yang dibagikan kepada Anda di folder ‘Team Workspaces’ dan ‘Shared with me’. Akses laporan dari mana saja Photo Credit: Google Cloud Looker Studio Pro Mobile memudahkan Anda mengakses laporan dari email dan obrolan terjadwal. Saat Anda menerima laporan terjadwal di email/obrolan, cukup ketuk tautan untuk melihat dan berinteraksi dengan data Anda secara langsung di aplikasi. Baca juga: Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Semua Instance Looker Lalu, bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan aplikasi Looker Studio Pro ini? Anda bisa menemukannya di Play Store (untuk Android) dan App Store (untuk iOS). Setelah aplikasi terpasang, masuk dengan kredensial perusahaan Anda untuk mulai menggunakannya. Looker Studio juga telah tersedia dalam  versi desktop yang dapat Anda akses melalui Google Cloud. Dapatkan sekarang juga melalui EIKON Technology, partner resmi Google Cloud Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Fitur Baru Looker Studio yang Akan Mudahkan Proses Analisis Data

Seperti yang sudah Anda ketahui, Looker Studio mendukung analitik mandiri untuk data ad hoc. Paling baru, Looker memperkenalkan cara baru dalam menganalisis dan mengeksplorasi data untuk dapat mengambil keputusan secara lebih cepat dan tepat. Mari simak  ulasannya berikut! Memperkenalkan tautan laporan pribadi Photo Credit: Google Cloud Blog Laporan pribadi Looker Studio dilengkapi dengan sandbox pribadi untuk eksplorasi sehingga pengguna dapat menjawab pertanyaan mereka sendiri dan menemukan wawasan lebih cepat—tanpa mengubah laporan asli yang dikurasi. Laporan pribadi Looker Studio dirancang agar bersifat sementara. Artinya, Anda tidak perlu khawatir membuat konten yang tidak diinginkan, tapi jika Anda menemukan wawasan berharga yang ingin disimpan, maka kapabilitas ini dapat menyimpan dan membagikan laporan tersebut dengan tautan baru, terpisah dari laporan asli. Pembaruan laporan otomatis Photo Credit: Google Cloud Blog Pengguna kini dapat mengaktifkan laporan mereka untuk memperbarui data secara otomatis pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga keputusan bisnis penting akan selalu didasarkan pada informasi terkini dan terbaru. Baca juga: Pembuat Google Slides Otomatis dan Formula AI Assistant dengan Dukungan AI Kini Hadir di Looker Pemfilteran yang lebih cepat Photo Credit: Google Cloud Blog Filter cepat memungkinkan eksplorasi yang canggih untuk mengiris data serta mengungkap pola dan wawasan tersembunyi dalam konteks laporan Anda. Menariknya, fitur ini tidak memengaruhi tampilan pengguna lain, jadi baik Anda menjelajah dalam laporan bersama atau pribadi, tampilan unik Anda hanya dibagikan setelah siap. Jeda pembaruan Mengonfigurasi beberapa filter dan bagan untuk eksplorasi dapat dengan cepat menambah volume kueri. Looker telah menambahkan kemampuan untuk menjeda pembaruan, memberi Anda fleksibilitas untuk mengonfigurasi sepenuhnya elemen bagan seperti kolom, filter, parameter, pengurutan, dan rumus terhitung sebelum menjalankan pembaruan data apa pun. Baca juga: Looker Studio, Eksplorasi Data Canggih dengan Pemfilteran Ringkas Melihat dasar data Photo Credit: Google Cloud Blog Saat analis mengonfigurasi bagan untuk membuat laporan dan merancang hierarki informasi, pratinjau data yang mendasarinya penting untuk memahami konteks dan melihat data apa yang tersedia serta strukturnya sehingga Anda dapat membuat keputusan terbaik tentang apa yang akan disertakan dalam analisis. Fitur ini juga berguna saat memecahkan masalah atau menyesuaikan laporan Anda. Baca juga: Fitur Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Umum, Apa Kegunaannya? Dengan pembaruan ini, pengguna Looker Studio bisa dengan mudah mengetahui apakah data yang mereka bagikan adalah data terkini, memeriksanya secara mendetail, membuat filter dengan cepat, dan membagikan tautan pribadi ke laporan. Seluruh fitur unggulan Looker Studio ini dapat Anda nikmati dengan berlangganan Google Cloud yang kini telah tersedia di EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Indonesia, kami menyediakan solusi resmi bergaransi. Silakan klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Google Cloud

Meningkatkan Interpretabilitas LLM dengan Evaluation Service Vertex AI

Developer yang memanfaatkan large language model (LLM) sering kali menghadapi dua rintangan besar: mengelola keacakan bawaan dari output dan mengatasi kecenderungan untuk menghasilkan informasi yang salah secara faktual. LLM memang memiliki sedikit ketidakpastian dan menghasilkan respons yang berbeda, bahkan saat diberi perintah yang sama. Tulisan kali ini akan dibahas cara mengatasi tantangan tersebut dengan memperkenalkan alur kerja baru yang bekerja dengan menghasilkan serangkaian respons LLM dan menggunakan Evaluation Service Vortex AI untuk mengotomatiskan proses pemilihan repsons terbaik. Mari simak bersama! Langkah 1: Hasilkan respons yang beragam Photo Credit: Freepik LLM berbasis dekoder kausal memiliki sedikit keacakan bawaan, yang berarti mengambil sampel setiap kata secara probabilistik. Dengan menghasilkan respons yang sedikit berbeda, maka peluang untuk menemukan kecocokan yang sempurna pun akan lebih besar. Untuk menerapkannya, biasanya lembaga keuangan menggunakan LLM untuk menghasilkan lima ringkasan berbeda untuk setiap transkrip. Mereka menyesuaikan “suhu” LLM, yang mengendalikan keacakan keluaran, ke kisaran 0,3 hingga 1,0, untuk mendorong jumlah keragaman yang tepat tanpa menyimpang terlalu jauh dari topik. Pendekatan ini akan meningkatkan kemungkinan menemukan ringkasan berkualitas tinggi. Baca juga: Membangun Aplikasi Gen AI untuk Perusahaan dengan LLM dari Database Google Cloud Langkah 2: Temukan respons terbaik Berikutnya muncul kebutuhan untuk menelusuri serangkaian respons yang beragam dan kemudian menentukan respons terbaik. Untuk melakukannya secara otomatis, lembaga keuangan menerapkan pendekatan evaluasi berpasangan yang tersedia di Evaluation Service Vortex AI. Layanan ini mengadu pasangan respons satu sama lain, menilainya berdasarkan instruksi dan konteks asli untuk mengidentifikasi respons yang paling sesuai dengan maksud pengguna. Baca juga: Google Cloud Directory Sync Kini Menyediakan Setelan Pengelolaan Akun Langkah 3: Nilai respons yang dihasilkan Alur kerja kemudian mengambil respons dengan kinerja terbaik dari langkah sebelumnya dan menggunakan layanan evaluasi poin demi poin untuk menilainya. Evaluasi ini menetapkan skor kualitas dan menghasilkan penjelasan yang dapat dibaca pengguna. Proses ini tidak hanya menyoroti respons terbaik tetapi juga memberikan wawasan tentang mengapa model menghasilkan respons tersebut, dan juga mengapa respons ini dianggap lebih unggul daripada respons lainnya, yang menumbuhkan kepercayaan dan transparansi dalam pengambilan keputusan sistem. Photo Credit: Freepik Dalam kasus lembaga keuangan, mereka sekarang menggunakan metrik terkait ringkasan dalam evaluasi poin demi poin pada respons yang unggul untuk memperoleh penjelasan tentang bagaimana jawaban ini beralasan, bermanfaat, dan berkualitas tinggi. Kita dapat memilih untuk hanya mengembalikan respons terbaik atau menyertakan metrik kualitas terkait dan penjelasannya untuk transparansi yang lebih baik. Baca juga: Perlindungan Kebijakan API untuk Menghadapi Era Generative AI Dengan merangkul variabilitas yang melekat pada LLM dan memanfaatkan Evaluation Service Vortex AI, tantangan dapat diubah menjadi peluang. Menghasilkan respons yang beragam, mengevaluasinya secara sistematis, dan memilih opsi terbaik dengan penjelasan yang jelas akan membantu Anda membuka potensi penuh LLM. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas dan keandalan keluaran LLM tetapi juga menumbuhkan kepercayaan dan transparansi. Kemudahan Evaluation Service Vortex AI ini bisa Anda nikmati cukup dengan berlangganan Google Cloud yang kini telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Google Cloud Directory Sync Kini Menyediakan Setelan Pengelolaan Akun

Saat Anda membuat akun pengguna baru di Google Cloud Directory Sync (GCDS), akan ada kemungkinan akun tersebut akan bentrok dengan akun yang tidak terkelola. Kini, GCDS telah memperbaiki setelan pengelolaan tersebut. Mari simak detail selengkapnya berikut ini! Setelan pengelolaan akun Google Cloud Directory Sync Sebagai solusi terkait permasalahan tersebut, Google Cloud Directory Sync (GCDS) menyediakan setelan pengelolaan akun yang bentrok melalui Konsol Admin. Pembaruan ini membantu mengurangi waktu yang dihabiskan untuk memigrasikan akun pengguna ke akun bisnis, sehingga mempercepat adopsi Google Workspace dan Google Cloud. Untuk mempelajari informasi spesifik tentang cara GCDS menangani akun yang bentrok berdasarkan setelan yang Anda konfigurasikan, silakan kunjungi halaman Help Center ini. Baca juga: 4 Praktik Terbaik untuk Membangun Keamanan AI di Google Cloud dengan Aman Mulai menggunakan layanan Photo Credit: Pexels Google Cloud Directory Sync akan secara otomatis mengikuti setelan Konsol Admin Anda yang ada untuk menangani akun yang tidak terkelola dan saling bertentangan. Tidak disarankan untuk menonaktifkan fitur ini di GCDS, namun Anda harus mengonfigurasi setelan ini sesuai keinginan di Konsol Admin. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang penanganan akun yang tidak terkelola dan saling bertentangan dengan GCDS, serta akun yang tidak terkelola secara umum di halaman Help Center berikut ini. Penggunaan layanan oleh end user akan bergantung pada konfigurasi yang ditentukan admin: Anda akan diundang untuk mentransfer akun—jika diterima, maka admin akan diberi kapabilitas untuk mengelola akun Anda. Namun jika Anda tidak menerima permintaan tersebut, maka admin dapat mengganti akun yang tidak dikelola dengan akun yang sudah dikelola. Dalam hal tersebut, Anda akan menerima Alamat @gmail.com baru dan mempertahankan konten Anda di akun Google pribadi yang tidak dikelola. Baca juga: Membangun Aplikasi Gen AI untuk Perusahaan dengan LLM dari Database Google Cloud Ketersediaan layanan GCDS Photo Credit: Pexels Perluasan layanan Google Cloud Directory Sync ini telah tersedia, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Layanan tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace. Baca juga: Google Cloud Meluncurkan Produk Baru untuk Pengembangan Aplikasi, Lengkap dengan Dukungan Generative AI Bangun keamanan lingkungan cloud Anda sekarang juga dengan perlindungan canggih Google Cloud. Caranya cukup dengan berlangganan melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi komputasi awan Google Cloud yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Mengenal Log Scopes Baru untuk Peningkatan Observabilitas Cloud Logging

Pernah merasa kesulitan menemukan data  yang tepat di antara semua data dalam alat observabilitas Anda? Hal ini tentu dapat menyulitkan Anda untuk fokus. Tidak perlu khawatir, Google baru saja meluncurkan log scopes baru untuk Cloud Logging. Ini merupakan kumpulan log penting dalam proyek yang sama maupun berbeda. Mari simak contoh penggunaannya berikut. Mengenal log scopes Log scopes terdiri dari kelompok log of interest yang mengontrol dan memberikan izin ke sebagian kecil log dalam log bucket. Katakanlah perusahaan Anda memiliki dua buah log buckets:  A dengan log of interest X, Y, dan Z; serta B dengan log of interest M dan N. Dengan log scopes, Anda dapat membuat log Q yang mencakup log of interest X dan Y dari bucket A beserta log of interest M dan N dari B. Baca juga: Mengenal Fitur Log Analytics dari Cloud Logging yang Telah Didukung oleh BigQuery Contoh penggunaan Berikut adalah beberapa contoh penggunaan log scopes. Contoh 1: Mengorelasikan metrik dengan log dari aplikasi yang sama dengan penyimpanan log terpusat Dalam penyimpanan log terpusat, Anda dapat merutekan semua log dari aplikasi ke proyek terpusat menggunakan bucket sink, untuk mengelola konfigurasi, kontrol akses, dan biaya dengan mudah. Dengan pengaturan ini, Anda mungkin ingin membuat tampilan observabilitas khusus untuk aplikasi dalam proyek. Metrics scopes dan log scopes memungkinkan Anda melakukan hal tersebut. Untuk ini, Anda akan membuat log scopes dalam proyek (Project App1) yang terhubung ke tampilan log App1 di Project Central. Photo Credit: Google Cloud Blog Baca juga: Update Google Voice, Makin Banyak Data Performa di Log Audit Contoh 2: Mengorelasikan metrik dengan log untuk lingkungan terisolasi Perusahaan Anda mungkin ingin memantau aplikasi berdasarkan lingkungan yang terisolasi, seperti produksi, staging, dan pengembangan.  Log untuk setiap lingkungan yang terisolasi kini dapat dikelompokkan dengan mudah sebagai log scopes seperti di bawah ini: Photo Credit: Google Cloud Blog Baca juga: Kini Log Audit Ekspor Workspace di BigQuery Dilengkapi dengan Label Metadata Drive, Apa Bedanya? Log scopes kini tersedia di konsol Google Cloud. Tersedia log scopes default untuk tiap proyek yang ada di konsol dan Anda pun dapat membuat log baru sesuai kebutuhan. Untuk membuat log scopes, navigasikan ke halaman Cloud Observability seperti Logging, Monitoring, Trace, atau Error Reporting, dan kemudian pilih opsi Settings di bilah navigasi sebelah kiri. Ikuti petunjuk di layar untuk membuat dan mengelola log scopes. Kemudahan log scopes ini dapat Anda nikmati cukup dengan berlangganan Google Cloud yang kini telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi terkait biaya berlangganan dan tahap penerapan, silakan hubungi kami di sini!

Info

Pembuat Google Slides Otomatis dan Formula AI Assistant dengan Dukungan AI Kini Hadir di Looker

Penawaran business intelligence (BI) masa kini didukung AI generative sehingga dapat berubah menjadi alat analisis data yang kuat lebih cepat. Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Google menghadirkan dua fitur utama Gemini di Looker, yaitu automated Google Slides generation dan an AI-powered formula assistant. Mari simak ulasannya berikut! Buat Google Slides dari laporan Anda hanya dalam hitungan detik Photo Credit: Google Cloud Blog Data menjadi berharga jika mudah dipahami dan dikomunikasikan kepada audiens. Dengan metrik tepercaya sebagai fondasinya, Looker telah lama menjadi pemimpin dalam visualisasi data, terlebih koneksinya ke Google Workspace yang dapat memindahkan temuan tim Anda ke tools yang mereka gunakan untuk belajar, berbagi, hingga membuat keputusan. Baca juga: Looker Studio Pro Kini Tersedia untuk Android dan iOS Dengan automated Google Slides generation, pengguna kini dapat membuat presentasi dari Looker Studio Pro dalam hitungan detik. Tool ini memanfaatkan AI Google untuk memudahkan Anda memulai dan mengubah laporan menjadi slide yang menarik secara visual. Untuk mengaktifkan fitur ini, cukup buka laporan Looker Studio Pro, buka panel samping Gemini, dan pilih tombol “Generate Slides”. AI Google akan secara otomatis menyusun slide untuk Anda. Baca juga: Looker Studio, Eksplorasi Data Canggih dengan Pemfilteran Ringkas Buat rumus tanpa pusing menghafal Photo Credit: Google Cloud Blog Fitur Formula Assistant akan memudahkan pembuatan kolom terhitung dengan memanfaatkan metrik serta dimensi berdasarkan dataset unik Anda—cukup dengan mengunakan perintah natural language. Untuk memulai, gunakan tombol “Add a field” di Looker Studio Pro dan pilih “Add calculated field”. Kemudian, pilih ikon “Help me write” di editor kolom. Gemini akan menanyakan apa yang ingin Anda buat. Selanjutnya AI akan membuatkan rumus untuk Anda. Jika Anda menyukainya, tinggal tambahkan ke kolom dan rumus siap diproses. Baca juga: Fitur Connected Sheets Looker: Jelajahi Data secara Interaktif Selama dekade terakhir ini, kompleksnya tools BI menyulitkan pengguna, sehingga membatasi potensi penuhnya dalam analisis data. Dengan hadirnya Gemini di Looker, pengguna dapat mengolah data mereka dalam natural language. Untuk menghadirkan Gemini di Looker ke Google Cloud Anda, silakan kunjungi halaman Help Center ini. Fitur-fitur di atas telah tersedia dalam pratinjau untuk seluruh pelanggan Google Cloud yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Workspace Indonesia, kamu menyediakan produk resmi berlisensi yang disertai dengan konsultasi penerapan menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Cloud

Looker Studio Pro Kini Tersedia untuk Android dan iOS

Alat konversi data Looker Studio baru saja meluncurkan versi Pro yang tersedia untuk Android dan iOS. Tool ini memungkinkan para penggunanya untuk melihat laporan dan data real-time dari mana saja dan kapan saja. Lalu, apa keunggulan yang ditawarkan versi Looker Studio Pro ini? Fitur unggulan Looker Studio Pro Looker Studio Pro yang kini telah tersedia di Google Play dan App Store ini menawarkan beberapa fitur unggulan seperti: Layout report yang dinamis Photo Credit: Google Cloud Blog Fitur ini menghadirkan layout laporan yang bisa Anda gunakan untuk menyusun laporan baru atau mengubah tampilan laporan lama. Menariknya lagi, fitur ini juga menyediakan opsi “mobile friendly view” yang akan menyesuaikan tampilan layout dengan layar ponsel. Selain mobile friendly view, Looker Studio Pro juga menyediakan original view yang optimal untuk desktop. Untuk mengubah tampilan, masuk ke menu “Options”. Baca juga: Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Semua Instance Looker Akses beberapa laporan sekaligus bebas repot Photo Credit: Google Cloud Blog Looker Studio Pro mengintegrasikan kategori laporan untuk mempercepat pencarian data. Laporan akan dikategorikan menjadi: My workspace: akses seluruh laporan yang Anda buat di aplikasi. Team workspaces: akses seluruh laporan tim Anda. Recents: pintasan untuk mengakses laporan yang baru-baru ini Anda lihat. Shared with me: melihat dan melakukan kolaborasi dalam laporan yang dibagikan kepada Anda. Bagikan laporan lebih cepat Photo Credit: Google Cloud Blog Di Looker Studio Pro, Anda dapat membagikan laporan secara cepat dengan satu klik saja. Aplikasi akan menampilkan tautan yang kemudian bisa Anda bagikan ke orang lain. Selain itu, Anda dapat mengakses semua laporan yang dibagikan di folder “Team Workspaces” dan “Shared with me”. Baca juga: Looker Studio, Eksplorasi Data Canggih Dengan Pemfilteran Ringkas Akses ke laporan interaktif lebih mudah Photo Credit: Google Cloud Blog Looker Studio Pro Mobile memudahkan Anda mengakses laporan dari email dan chat terjadwal. Saat Anda menerima laporan terjadwal di email atau chat, ketuk tautan untuk melihat dan berinteraksi dengan data langsung di aplikasi. Cara mendapatkan aplikasi Looker Studio Pro Anda bisa mendapatkan aplikasi ini melalui Play Store untuk Android atau App Store untuk iOS. Unduh aplikasi dengan kredensial perusahaan Anda. Penting untuk diingat, aplikasi seluler ini hanya tersedia untuk pelanggan Looker Studio Pro. Pelajari lebih lanjut tentang langganan aplikasi Looker Studio Pro di sini! Baca juga: Fitur Connected Sheets for Looker Kini Tersedia untuk Umum, Apa Kegunaannya Aplikasi Looker Studio Pro menawarkan berbagai fitur yang akan memudahkan Anda mengakses serta membaca laporan di mana pun dan kapan pun. Kini aplikasi telah tersedia di Play Store dan App Store. Untuk performa yang lebih optimal, integrasikan aplikasi dengan solusi komputasi Google Cloud. Dapatkan sekarang juga melalui EIKON Technology, partner resmi Google Cloud Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Looker Studio, Eksplorasi Data Canggih dengan Pemfilteran Ringkas

Looker Studio merupakan sebuah platform yang mendukung analisis layanan mandiri untuk data ad hoc. Dalam update terbarunya, platform ini menghadirkan opsi tambahan yang membantu pengguna untuk mengeksplorasi data dan mengambil keputusan bisnis. Berikut ulasan lengkapnya! Memperkenalkan tautan personal report Photo Credit: Google Cloud Looker Studio memiliki dashboard bersama yang berisi metrik dan KPI utama. Fitur ini biasanya menjadi titik awal untuk mengeksplorasi data lebih dari sekadar analisis yang dikurasi untuk mendapatkan insight lebih luas. Fitur personal report akan membantu Anda melakukan aktivitas tersebut, menghadirkan sandbox pribadi untuk eksplorasi sehingga pengguna dapat menjawab pertanyaan mereka sendiri tanpa mengubah laporan asli yang telah dikurasi. Update laporan otomatis Photo Credit: Google Cloud Analisis dan insight hanya akan berguna jika laporan Anda selalu diperbarui. Pengguna Looker Studio kini dapat mengaktifkan laporan mereka untuk memperbarui data secara otomatis dengan kecepatan yang telah ditentukan sebelumnya. Baca juga: Google Cloud Technical Guides for Startups: Panduan Lengkap Cloud untuk Perusahaan Startup Pemfilteran data yang lebih cepat Photo Credit: Google Cloud Pemfilteran yang cepat memungkinkan Anda membagi data dan mengungkap pola tersembunyi dalam laporan. Fitur ini dilengkapi dengan filter bar yang akan memberi gambaran lengkap apakah filter yang sedang diterapkan berasal dari pemfilteran cross-chart atau pemfilteran cepat. Baca juga: Membangun Aplikasi Gen AI untuk Perusahaan dengan LLM dari Database Google Cloud Memeriksa underlying data Photo Credit: Google Cloud Saat analis data mengonfigurasi bagan untuk membuat laporan dan merancang hierarki informasi, underlying data yang mendasarinya harus sesuai dengan konteks serta sesuai dengan data dan struktur yang tersedia sehingga Anda dapat membuat keputusan terbaik. Baca juga: Google Cloud Meluncurkan Produk Baru untuk Pengembangan Aplikasi, Lengkap dengan Dukungan Generative AI Dengan hadirnya beberapa fitur baru ini, pengguna Looker Studio kini bisa dengan mudah mengetahui bahwa data yang mereka bagikan merupakan data terbaru, kemudian memeriksanya secara detail, membuat filter dengan cepat, hingga membagikan tautan laporan pribadi. Anda dapat mengakses Looker Studio secara gratis cukup dengan berlangganan Google Cloud. Belum menemukan partner yang tepat untuk penerapan solusi komputasi awan ini? Tak perlu khawatir karena EIKON Technology hadir untuk Anda. Sebagai partner resmi Google Cloud Indonesia, kami menyediakan solusi resmi bergaransi, dengan proses yang menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Scroll to Top