EIKON Technology

Kubernetes

Google Cloud

Menyederhanakan Penerapan Fungsi Jaringan Cloud-native dengan Jaringan Native Kubernetes dan Network Function Optimizer

Communication Service Provider (CSP) melakukan modernisasi pada jaringan mereka, dengan memanfaatkan model operasi cloud dan komponen software yang disampaikan sebagai cloud-native network functions (CNF). Pergerakan menuju prinsip cloud-native dalam industri telekomunikasi telah tertanam kuat dalam standar industri seluler 5G. Sebagai sistem orkestrasi container yang paling banyak digunakan, Kubernetes telah menjadi platform de-facto untuk membuat software menggunakan prinsip-prinsip cloud-native, dan industri telekomunikasi merangkulnya untuk pengembangan, distribusi, dan manajemen fungsi jaringan cloud-native. Awalnya, komunitas Kubernetes mengambil pendekatan yang mengutamakan pengembang dengan menyediakan objek asli Kubernetes seperti Ingress. Kini, agar vendor fungsi jaringan dapat memenuhi persyaratan jaringan yang ketat dan kinerja CNF, mereka perlu memanfaatkan solusi jaringan eksternal untuk Kubernetes. Tantangan operasional CNF dengan pendekatan baru Kubernetes Pendekatan ini menimbulkan beberapa tantangan saat mengoperasionalkan CNF. Pertama, penggunaan rangkaian plugin berarti kebijakan jaringan dan keamanan tidak dapat diterapkan atau diterapkan secara statis khusus untuk antarmuka jaringan. Kedua, kebutuhan akan driver khusus perangkat atau modul kernel menurunkan keamanan workload dan menciptakan hubungan erat antara hardware dan software, mengikat workload ke platform akselerasi berbasis hardware tertentu yang sulit untuk dimigrasikan. Baca juga: Memahami Cara Kerja Cloud Load Balancing Di Lingkungan Hybrid Dan Multicloud Peningkatan kebutuhan Kubernetes Pods Photo Credit: pressfoto (Freepik) Riset Google menemukan adanya kebutuhan yang jelas terhadap Kubernetes Pods dengan beberapa antarmuka jaringan untuk menambahkan pemisahan traffic yang ketat serta kontrol kinerja dan latensi. Ini menunjukkan bahwa Kubernetes dibutuhkan untuk mendukung pendekatan jaringan lebih holistik lagi. Kontribusi multi-networking Kubernetes Sebagai solusi, hadir kontribusi multi-networking mereka ke Cloud Native Computing Foundation (CNCF) Kubernetes Networking Special Interest Group (SIG). Tidak hanya berhenti di situ, Kubernetes juga meluncurkan Network Function, sebuah layanan jaringan baru yang tersedia untuk Google Distributed Cloud Edge dan Google Kubernetes Engine (GKE) yang memberikan dukungan multi-networking dan dataplane asli Kubernetes berperforma tinggi. Baca juga: Memanfaatkan Confidential Space untuk Kolaborasi Data Yang Lebih Aman di Google Kapabilitas Network Function Optimizer di GKE Network Function Optimizer di GKE menawarkan tiga kapabilitas, yaitu: Modernisasi jaringan cloud dengan multi-networking Kubernetes-native; Akselerasi bidang data berbasis software berkinerja tinggi; Kemampuan mengarahkan traffic. Menuju CNF cloud-native Photo Credit: Freepik Bukan hanya itu, pendekatan Kubernetes-native untuk jaringan ini juga dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam kebijakan, IPAM, penjadwalan, dan bahkan skenario ketersediaan tinggi Anda. Saat CSP mulai mengadopsi Network Function Optimizer, diharapkan pendekatan ini dapat mengaktifkan lebih banyak fungsi jaringan untuk GKE dan GDC Edge. Untuk kasus penggunaan seperti akses roaming seluler, panggilan darurat, peningkatan kapasitas, atau upgrade dan pemulihan bencana. Network Function Optimizer menghadirkan tingkat kebebasan dan penyederhanaan baru untuk CSP dan CNF. Kubernetes pun akan terus mengembangkan solusi ini untuk memudahkan Anda. Baca juga: Opsi Isolasi Dan Konektivitas Bidang Kontrol Baru untuk Klaster Google Kubernetes Engine Google Kubernetes Engine atau GKE merupakan platform unggulan yang dimiliki oleh Google Cloud. Dapatkan solusi Google Cloud yang telah disesuaikan dengan penggunaan skala besar hanya di EIKON Technology. Kami merupakan authorized reseller resmi yang dipilih langsung oleh Google untuk melakukan distribusi di Indonesia. Untuk mulai berlangganan, hubungi kami di sini!

Google Cloud

Apa Itu Metrik Bidang Kontrol Kubernetes yang Baru Diluncurkan di GKE?

Salah satu aspek penting dalam pengoperasian aplikasi apa pun adalah kapabilitas untuk mengamati kinerja aplikasi tersebut serta infrastruktur yang mendasarinya dalam menyelesaikan masalah dengan cepat. Google Kubernetes Engine (GKE) telah menyediakan log audit, log operasional, metrik, serta pelaporan kesalahan otomatis untuk menjalankan aplikasi andal dalam skala besar. Selain resources yang sudah ada ini, GKE memperkenalkan metrik bidang kontrol Kubernetes, yang kini tersedia untuk umum. Metrik ini akan membantu Anda ketika memecahkan masalah dengan memberikan akses ke metrik tertentu yang ditampilkan oleh bidang kontrol Kubernetes. Apa itu metrik bidang kontrol Kubernetes? Metrik bidang kontrol ini terintegrasi langsung dengan Cloud Monitoring, sehingga Anda tidak perlu mengelola pengumpulan metrik atau konfigurasi scrape. Misalnya, untuk memahami kesehatan server API, Anda dapat menggunakan metrik seperti apiserver_request_total dan apiserver_request_duration_seconds untuk melacak beban yang dialami server API, fraksi permintaan server API yang mengembalikan kesalahan, dan latensi respons untuk permintaan yang diterima oleh server API. Baca juga: Memahami Jaringan Dasar Google Kubernetes Engine Ditampilkan dengan konteks GKE juga mengumumkan bahwa metrik baru ini ditampilkan di bagian Kubernetes Engine di Cloud Console untuk memudahkan Anda dalam mengidentifikasi dan menyelidiki masalah dengan konteks saat sedang mengelola klaster GKE. Untuk melihat metrik bidang kontrol ini, buka bagian klaster Kubernetes di Cloud Console, klik tab “Observability” dan pilih “Control plane”. Photo Credit: Google Cloud Blog semua metrik bidang kontrol Kubernetes telah terintegrasi dengan Cloud Monitoring. Dengan begitu, Anda dapat membuat alerting policies di Cloud Alerting. Anda akan segera menerima notifikasi jika terdapat suatu hal yang tak biasa. Kompatibel dengan PromQL Saat Anda mengaktifkan metrik bidang kontrol Kubernetes pada klaster GKE, semua metrik dikumpulkan menggunakan Google Cloud Managed Service for Prometheus. Itu berarti metrik dikirim ke Cloud Monitoring dalam project GCP yang sama dengan klaster Kubernetes Anda dan dapat dikueri menggunakan PromQL melalui Cloud Monitoring API dan Metrics explorer. Misalnya, Anda dapat memantau lonjakan apa pun dalam latensi respons server API persentil ke-99 menggunakan kueri PromQL ini:   sum by (instance, verb) (histogram_quantile(0.99, rate(apiserver_request_duration_seconds_bucket{cluster=”cluster-name”}[5m]))) Dukungan pihak ketiga Jika Anda memantau klaster GKE menggunakan alat observabilitas pihak ketiga yang populer, alat observabilitas pihak ketiga mana pun dapat menyerap metrik bidang kontrol Kubernetes ini menggunakan Cloud Monitoring API. Misalnya, jika Anda adalah pelanggan Datadog dan telah mengaktifkan metrik bidang kontrol Kubernetes untuk klaster GKE, maka Datadog dapat memberikan visualisasi yang menyertakan metrik bidang kontrol Kubernetes dari server API, penjadwal, dan controller manager. Harga Semua metrik bidang kontrol Kubernetes dikenakan harga standar untuk metrik yang diserap dari Google Cloud Managed Service for Prometheus. Baca juga: Cost Estimator: Fitur Baru GKE Untuk Perkiraan Biaya yang Lebih Akurat Mulai menggunakan metrik bidang kontrol Kubernetes Klaster GKE yang menjalankan metrik bidang kontrol versi 1.23.6 atau yang lebih baru kini dapat mengakses metrik dari server Kubernetes API, Scheduler, dan Controller Manager. Metrik bidang kontrol Kubernetes tidak tersedia untuk cluster GKE Autopilot. Perintah gcloud berikut akan memperbarui klaster untuk mengaktifkan pengumpulan metrik dari server API, Scheduler, dan Controller Manager:   gcloud container clusters update [CLUSTER_ID] \   –zone=[ZONE] \   –project=[PROJECT_ID] \   –monitoring=SYSTEM,API_SERVER,SCHEDULER,CONTROLLER_MANAGER Baca juga: Update Fitur Google Cloud Deploy: Pemanfaatan di Lingkungan GKE Makin Mudah? Google Kubernetes Engine menyediakan lingkungan terkelola untuk menerapkan, mengelola, dan menskalakan aplikasi dalam container menggunakan infrastruktur Google. Pembaruan metrik ini memungkinkan Anda untuk melakukan pengaturan yang lebih kompleks, namun tetap dengan besaran biaya yang sama. Agar layanan ini dapat bekerja dengan optimal, manfaatkan solusi komputasi awan Google Cloud yang menawarkan fasilitas lengkap, infrastruktur aman, dan tentunya dapat diterapkan pada penggunaan skala besar. Dapatkan solusi Google Cloud melalui EIKON Technology, distributor resmi produk-produk Google untuk Indonesia. Informasi selengkapnya mengenai implementasi, bisa Anda simak di sini!

Scroll to Top