EIKON Technology

Microsoft Teams

Google Meet, Google Workspace, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365, Rapat online

Kelebihan Video Conference Google Meet dan Microsoft Teams

Apa software video conference terbaik? Anda mungkin menjawab Google Meet atau mungkin Microsoft Teams. Keduanya memang sudah lama dikenal sebagai software video conference. Namun jika harus memilih, mana yang paling tepat untuk Anda? Tren remote working atau kerja jarak jauh makin populer dekade belakangan ini. Mengutip data dari FlexJobs, jumlah pekerja remote di dunia meningkat hingga 159% selama 2005-2017. Jumlah tersebut terus bertambah dan semakin pesat saat dunia memasuki masa pandemi tahun 2020 lalu. Perubahan tren bekerja tersebut juga diikuti dengan kenaikan jumlah penggunaan software video conference.  Pilihan software yang beredar pun semakin beragam. Google dan Microsoft sebagai raksasa teknologi tentu tidak ingin ketinggalan dalam persaingan. Nah, di antara Google Meet dan Microsoft Teams, mana yang terbaik? Head to head Google Meet dan Microsoft Teams Photo Credit: Rawpixel (PxHere) Untuk menentukan mana yang terbaik di antara Google Meet dan Microsoft Teams, ada beberapa aspek yang bisa Anda pertimbangkan. EIKON telah merangkumkan beberapa poin perbandingan yang bisa menjadi pertimbangan. Mari simak bersama.     Dari segi harga Pada dasarnya, baik Meet maupun Teams menyediakan layanan gratis untuk pengguna pribadi. Namun fitur-fitur yang tersedia terbatas. Selain itu, layanan gratis tersebut seringkali dirasa kurang cocok untuk kebutuhan bisnis. Jika menginginkan lebih banyak fitur, Google Workspace dan Microsoft menawarkan beberapa paket berbayar yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan.      Dari segi fitur Photo Credit: Pxfuel Selain harga, hal lain yang bisa Anda pertimbangkan adalah fitur. Meski saat dilihat sekilas keduanya serupa, Meet dan Teams ternyata memiliki  beberapa fitur uniknya masing-masing. Misalnya, Anda hanya bisa menemukan fitur penyesuaian kualitas koneksi berbasis AI (Artificial Intelligence) di Meet. Namun di sisi lain, Teams menawarkan fitur easy guest access yang tidak dimiliki Meet. Perlu diingat, Teams dirancang untuk kebutuhan bisnis, terutama untuk perusahaan dengan kapasitas besar. Jadi tidak mengherankan jika ada banyak sekali fitur komunikasi dan kolaborasi di Teams. Di sisi lain, Meets menawarkan interface yang intuitif dan integrasi yang mudah dengan aplikasi lain di dalam Google Workspace. Bagi pemula, Meets juga relatif lebih mudah digunakan dibanding dengan Teams.     Dari segi user experience Mengapa Meets relatif lebih mudah digunakan pemula? Jawabannya secara garis besar terletak pada desain layout yang sederhana dan tampilan interface yang intuitif. Plus, sudah bukan rahasia lagi jika Google selalu terdepan dalam urusan user experience. Untuk video conference atau online meeting sederhana saja, Meets sudah dapat diintegrasikan dengan aplikasi Google lain seperti Calendar dan tentunya Gmail. Dengan integrasi tersebut, Anda bisa menjadwalkan meeting sekaligus memasang reminder bagi peserta meeting. Meski begitu, bukan berarti Teams kalah jauh. Tampilan Teams memang lebih kompleks dibandingkan dengan Meet. Namun kompleksitas tersebut justru menunjukkan kemampuan Teams. Ini karena desain yang kompleks tersebut menandakan adanya lebih banyak fitur untuk memudahkan pekerjaan Anda. The final verdict Photo Credit: Pxfuel Sekarang kembali pada pertanyaan utamanya, mana yang lebih tepat untuk Anda, Google Meet ataukah Microsoft Team? Jawabannya, tergantung pada kebutuhan Anda. Google Meet menawarkan tampilan interface yang intuitif dan layout yang simpel. Sementara itu, desain Teams memang lebih kompleks tapi fitur komunikasi dan kolaborasi yang ditawarkan lebih lengkap. Dari segi fungsi, Meet dirancang hanya sebagai software video conference. Di sisi lain, Teams adalah platform kolaborasi, yang tidak hanya bisa digunakan untuk video conferencing. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa menggunakan Meet untuk kolaborasi kerja. Optimalisasi Meet bisa dilakukan dengan melakukan integrasi ke Google Workspace. Dengan Workspace, Anda dapat menggunakan aplikasi kolaborasi Google seperti Drive, Sheets, dan Documents. Di sisi lain, optimalisasi Teams bisa dilakukan dengan aplikasi produktivitas Microsoft 365 Business. Semoga ulasan mengenai perbandingan antara Google Meet dan Microsoft Teams ini dapat membantu Anda ya. Jika memang tertarik untuk menggunakan software video conference, Anda bisa langsung menghubungi EIKON. EIKON Technology merupakan partner resmi Google dan Microsoft di Indonesia. Klik di sini untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology!  

Google Workspace, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter: Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis?

  Melalui Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter, Microsoft dan Google menawarkan rangkaian layanan penunjang produktivitas. Masing-masing memiliki sejumlah paket berlangganan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan bisnis, termasuk bisnis berskala kecil. Untuk kebutuhan tersebut, Microsoft telah menyediakan paket berlangganan Microsoft 365 Business Basic, sedangkan Google hadir dengan Google Workspace Business Starter. Keduanya sama-sama memberikan solusi atas kebutuhan dasar bisnis Anda, mulai dari email, aplikasi produktivitas, video meeting, hingga penyimpanan data. Walau secara garis besar layanan yang diberikan tak jauh berbeda, baik Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter memiliki detail masing-masing. Berikut perbedaan di antara keduanya yang bisa Anda pelajari sebagai pertimbangan sebelum memilih. Aplikasi kerja untuk permudah kolaborasi Photo Credit: Marvin Meyer (Unsplash) Anda tentu sudah tidak asing dengan aplikasi Office milik Microsoft seperti Word, Excel, dan PowerPoint. Jika berlangganan Microsoft 365 Business Basic, Anda akan mendapatkan akses versi web untuk aplikasi Office tersebut. Sementara itu, aplikasi serupa milik Google dikenal dengan nama Docs, Sheets, dan Slides. Ketiganya juga termasuk dalam paket Google Workspace Business Starter. Baik pada Microsoft 365 Business Basic maupun Google Workspace Business Starter, aplikasi-aplikasi tersebut telah menunjang kolaborasi. Artinya, satu file dapat dibuka, ditinjau, hingga diedit oleh banyak pengguna sekaligus. Nilai plus bagi Google Workspace karena mereka memiliki fitur bernama Smart Canvas yang mengintegrasikan berbagai aplikasi Google Workspace. Kini Anda bahkan bisa melakukan panggilan video langsung dari Docs, Sheets, atau Slides. Kapasitas penyimpanan cloud Photo Credit: freestocks (Unsplash) Sebagai pelaku bisnis, Anda pasti memiliki banyak data penting yang perlu disimpan secara aman. Menjawab kebutuhan ini, Microsoft 365 dan Google Workspace sama-sama menyediakan layanan penyimpanan berbasis cloud. Apabila Microsoft memiliki One Drive, maka Google mempunyai Google Drive. Untuk poin ini, Microsoft 365 lebih unggul daripada Google Workspace. Jika berlangganan Microsoft 365 Business Basic, Anda akan mendapatkan kapasitas penyimpanan cloud hingga 1 TB. Sementara itu, Google Workspace Business Starter hanya menawarkan kapasitas sebesar 30 GB. Kemampuan video meeting Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Kebutuhan video meeting atau online conference juga di-cover oleh Microsoft 365 dan Google Workspace melalui aplikasi Microsoft Teams dan Google Meet. Perbedaan keduanya terletak pada jumlah peserta yang dapat bergabung dalam panggilan video. Paket langganan Microsoft 365 Business Basic memungkinkan Anda untuk melakukan video meeting hingga maksimal 300 peserta. Sedangkan pada Google Workspace Business Starter, jumlah maksimal peserta video meeting adalah 100 orang. Layanan email dan tampilannya Photo Credit: Microsoft Outlook Photo Credit: Stephen Phillips (Unsplash) Umumnya, aktivitas bisnis tak bisa lepas dari penggunaan email. Tak perlu khawatir dengan hal tersebut karena Microsoft 365 Business Basic dan Google Workspace Business Starter menyediakan layanan email yang mumpuni melalui Outlook dan Gmail. Kabar baiknya, baik Outlook dan Gmail memungkinkan Anda untuk menggunakan nama domain kustom sendiri agar bisnis terlihat lebih profesional. Keduanya juga sama-sama terhubung dengan aplikasi kalender untuk memudahkan pencatatan jadwal rapat. Tak hanya dari segi fitur, aspek interface Outlook dan Gmail pun tak kalah menarik. Saat membuka Outlook, Anda akan menemukan fitur top bar bernama Ribbon yang menampilkan banyak opsi. Tersedia pula Ribbon berbeda untuk seluruh tampilan dalam Outlook, termasuk Mail, Contacts, dan Calendar. Sementara itu, Gmail memiliki tampilan yang lebih simpel. Untuk mulai menulis pesan baru, Anda hanya perlu menekan tombol khusus bertuliskan Compose. Gmail juga menyediakan fitur Filter dan Label untuk membantu Anda mengorganisasi pesan masuk secara praktis. Jadi, mana yang lebih baik untuk bisnis? Photo Credit: Vlada Karpovich (Pexels) Jawabannya tentu bergantung pada kebutuhan bisnis Anda. Baik Microsoft 365 dan Google Workspace sama-sama memiliki layanan berkualitas baik untuk menunjang produktivitas bisnis. Jika Anda dan tim memiliki frekuensi kolaborasi yang cukup tinggi, Google Workspace Business Starter dapat menjadi pilihan lebih tepat mengingat adanya fitur Smart Canvas yang mampu memaksimalkan pengalaman kolaborasi. Namun, apabila tim bisnis Anda memiliki anggota lebih dari 100, maka sebaiknya berlangganan Microsoft 365 Business Basic. Kapasitas video meeting hingga 300 peserta, berikut dengan penyimpanan mencapai 1 TB, tentu lebih mampu mengakomodasi kebutuhan bisnis. Jadi, mana yang akan Anda pilih? Microsoft 365 Business Basic atau Google Workspace Business Starter? Apa pun pilihannya, Anda bisa berlangganan keduanya melalui EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft dan Google di Indonesia. Baik berlangganan Microsoft 365 maupun Google Workspace, tim EIKON Technology akan membantu Anda menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis. Klik di sini untuk terhubung dengan EIKON Technology sekarang juga!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Membangun Hubungan di Lingkungan Edukasi dengan Microsoft Teams

Baik bertatap muka langsung atau secara online, membangun hubungan yang baik merupakan bagian penting dalam pengalaman belajar seorang murid. Agar hal tersebut dapat terwujud walau di tengah kondisi pandemi seperti saat ini, para guru dan murid pun mengandalkan teknologi modern seperti Microsoft Teams. Tentunya hal ini cukup menantang karena membutuhkan proses adaptasi, baik dari pihak guru maupun murid. Kabar baiknya, proses tersebut menjadi lebih mudah berkat fitur-fitur pendukung Microsoft Teams. Fitur-fitur ini tak hanya dirancang untuk mendukung aktivitas pembelajaran, tapi juga membangun hubungan positif antara murid dan guru. Penggunaan Microsoft Teams sebagai “ruang kelas” baru Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Microsoft Teams menyediakan “ruang kelas” di ranah virtual yang memungkinkan guru dan murid untuk berkomunikasi secara mudah. Jadi, walaupun masing-masing orang berada di lokasi berbeda, mereka tetap bisa melakukan kolaborasi. Melalui Teams, guru bisa mengunggah tugas beserta panduan pengerjaannya. Di sisi lain, murid juga dapat menggunakan Teams untuk menyelesaikan tugas tersebut. Lalu, bagaimana jika para murid harus berdiskusi dengan satu sama lain? Tak perlu khawatir, Microsoft Teams telah dilengkapi dengan fitur Breakout Rooms sebagai ruang berdiskusi. Sebagai contoh, guru bisa membagi kelas menjadi beberapa kelompok Breakout Rooms untuk mendiskusikan berbagai topik. Jadi, sambil berdiskusi, secara tidak langsung para murid juga bisa belajar untuk mengoperasikan teknologi. Penerapan teknologi inovatif untuk mendukung tumbuh kembang murid Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Walau mungkin awalnya membutuhkan adaptasi, pembelajaran virtual melalui Microsoft Teams dapat membawa hikmah tersendiri bagi pengalaman belajar para murid. Perlu diingat bahwa seluruh rekaman diskusi dan tugas akan tersimpan dalam Teams. Kapan pun dibutuhkan, para murid bisa mengaksesnya dengan mudah. Tak hanya itu, platform Teams juga sangat bagus untuk mendukung murid yang mengambil kelas bahasa tertentu atau sedang mendalami bahasa baru. Teams telah menyediakan fitur Immersive Reader yang dapat diakses murid secara private. Fitur ini akan membantu murid untuk lebih mudah memahami bahasa baru sehingga bisa menyelesaikan tugas secara lebih akurat. Didukung dengan pemberian perangkat Windows 10 Photo Credit: Microsoft Education Blog Fungsi platform ruang kelas virtual seperti Microsoft Teams akan semakin optimal apabila dibarengi dengan penggunaan perangkat yang powerful. Untuk membantu para murid mendapatkan akses perangkat secara adil dan merata, Microsoft menyediakan program penyediaan laptop maupun tablet dengan harga terjangkau untuk kebutuhan edukasi. Mulai dari harga 219 Dolar AS atau sekitar Rp3 jutaan, Anda sudah bisa mendapatkan perangkat Windows 10 yang sangat pas untuk kebutuhan pembelajaran virtual. Bagi sekolah yang langsung membeli 15-300 perangkat Windows 10 untuk para murid, maka Microsoft akan memberikan harga lebih spesial. Perangkat-perangkat ini dirancang dengan perpaduan fitur yang menunjang pengalaman belajar murid, mulai dari daya tahan baterai yang lama, kamera untuk online class, hingga aneka aplikasi dan platform pembelajaran, termasuk salah satunya Microsoft Teams.   Menghadirkan “ruang kelas” baru, Microsoft membantu para guru dan murid untuk saling terhubung selama pembelajaran virtual berlangsung. Agar bisa merasakan fungsi dan manfaatnya secara maksimal, sangat disarankan untuk berlangganan Microsoft Teams secara premium. Namun, ingat, pastikan Anda hanya berlangganan melalui partner resmi Microsoft di Indonesia seperti EIKON Technology. Tim EIKON Technology akan membantu Anda menentukan edisi berlangganan yang paling sesuai dengan kebutuhan edukasi. Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran virtual dengan Microsoft Teams!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Optimalkan Kerja Kolaborasi dengan Microsoft Collaborative Work Management

  Sistem kerja hybrid maupun remote bagaikan dua sisi mata koin. Di satu sisi, perusahaan bisa tetap aktif selama pandemi melalui fleksibilitas kerja. Namun, di sisi lain, sistem tersebut dapat memicu burnout atau kelelahan yang teramat sangat pada banyak pekerja. Ada lebih banyak informasi yang harus diproses para pekerja seiring dengan beralihnya sistem kerja ke model remote atau hybrid. Alhasil, mereka pun mengalami yang namanya digital overload. Kabar baiknya, kondisi seperti ini sebetulnya dapat diatasi dengan menggunakan perangkat manajemen kerja yang tepat dan efektif. Collaborative Work Management dari Microsoft 365. Tak hanya membantu menghemat waktu melalui manajemen kerja yang sederhana, Microsoft Collaborative Work Management juga dapat mengoptimalkan hasil kerja kolaborasi selama kerja remote maupun hybrid. Mari berkenalan lebih jauh dengan Collaborative Work Management dari Microsoft melalui ulasan berikut ini. Ragam aplikasi kerja dalam satu platform Photo Credit: Microsoft Microsoft Collaborative Work Management dirancang untuk menyederhanakan manajemen kerja melalui serangkaian aplikasi yang dibuat khusus. Aplikasi-aplikasi ini memberikan struktur pada bagian-bagian yang kerap dianggap sepele dalam bisnis, tapi sebetulnya berpengaruh cukup besar terhadap produktivitas kerja: daftar tugas, status update, file-sharing, dan sebagainya. Melalui pendekatan yang lebih efisien dengan Microsoft Collaborative Work Management, Anda dan tim pun jadi punya lebih banyak waktu untuk benar-benar berkolaborasi menyelesaikan kerja. Lantas, aplikasi seperti apa yang akan Anda temukan dalam Collaborative Work Management? Aplikasi tersebut dibagi berdasarkan fungsinya. Pada fungsi manajemen kerja, aplikasi yang tersedia adalah Microsoft Lists, Microsoft To Do, Microsoft Planner, dan Tasks in Teams. Di samping itu, ada pula aplikasi SharePoint, OneDrive, dan Office yang fokus pada fungsi kolaborasi kerja. Walau menawarkan fungsi berbeda, seluruh aplikasi tersebut disatukan oleh Microsoft Teams, yang memang berfungsi sebagai central hub untuk Collaborative Work Management. Jadi, berbagai aplikasi tersebut bisa Anda temukan dalam satu platform terpusat sehingga memudahkan Anda untuk menjalankan fungsi kerja yang dibutuhkan. Bantu pengguna mencatat daftar prioritas tugas Photo Credit: Microsoft Di dunia kerja, tugas atau pekerjaan bisa datang dari mana saja, mulai dari sesama anggota tim, atasan, hingga klien. Hal ini bisa membuat Anda kewalahan untuk mencatatnya secara rapi. Tidak mengherankan jika akhirnya Anda kebingungan untuk membuat daftar prioritas pekerjaan. Mulai sekarang, Anda bisa menghindari masalah tersebut dengan menggunakan Microsoft Collaborative Work Management. Berbagai aplikasi khusus di dalamnya memungkinkan Anda untuk mencatat daftar tugas secara efisien, lengkap dengan fitur notifikasi untuk membantu Anda memprioritaskan tugas-tugas tertentu. Berikut ini sejumlah aplikasinya:   Planner – Berfungsi mencatat tugas kelompok atau tim seperti peluncuran marketing campaign baru atau perancangan event. Anda dapat memantau pekerjaan untuk tim dan membagi tugas-tugas secara individual kepada setiap anggota.  To Do – Ditujukan untuk tugas individu yang memang harus Anda rampungkan sendiri. Contohnya adalah mengikuti online seminar atau tugas yang diberikan kepada Anda sebagai bagian dari tim. Aplikasi To Do juga telah terintegrasi dengan Planner, sehingga Anda bisa melihat tugas-tugas yang didelegasikan dari tim di samping tugas individu. Task in Teams – Aplikasi satu ini menampilkan seluruh daftar tugas dari Planner dan To Do. Jadi, jika Anda hanya ingin menggunakan satu aplikasi untuk setiap tugas, maka Task in Teams adalah solusinya. List – Berfungsi untuk memonitor tugas atau project yang sedang berlangsung dan memiliki banyak informasi. Contohnya seperti daftar onboarding untuk karyawan baru atau pengelolaan aset perusahaan.   Lebih mudah berbagi file dengan OneDrive dan SharePoint Photo Credit: Microsoft Agar kerja tim bisa berkualitas, maka dibutuhkan kolaborasi yang efisien dalam berkomunikasi, berdiskusi, mengedit kerjaan, dan sebagainya. Itulah kenapa penting bagi Anda dan tim untuk bisa bekerja bersama-sama secara real-time. Di sinilah aplikasi OneDrive dan SharePoint di dalam Microsoft Collaborative Work Management dapat membantu Anda. Kedua aplikasi tersebut menyediakan layanan berbagi file secara aman di seluruh platform Microsoft 365. Artinya, baik bekerja menggunakan Office Doc, List, atau aplikasi Microsoft lainnya, Anda dan tim bisa saling berbagi file tanpa harus berpindah platform. Lalu, jika Anda membuka file Word, Excel, atau PowerPoint dari dalam Teams, maka Anda dan tim bisa berkomunikasi via chat langsung di dalam file tersebut. Tidak ketinggalan fitur comments dan @mentions untuk mempermudah proses editing. Setiap anggota tim yang mendapat @mention, maka ia akan menerima notifikasi sehingga tak akan ada informasi penting yang terlewat. Demi keamanan dan kenyamanan, Anda juga bisa mengatur akses izin terhadap file yang dibagikan. Dengan begini, bisa dipastikan bahwa hanya orang-orang dengan izin sajalah yang bisa mengakses file Anda.   Kerja kolaborasi secara remote maupun hybrid memang memiliki tantangan tersendiri. Namun, Anda dan tim tetap bisa mendapatkan hasil optimal selama menggunakan Microsoft Collaborative Work Management sebagai perangkat manajemen kerja utama. Untuk mulai mengadaptasi Microsoft Collaborative Work Management dalam sistem kerja kolaborasi, Anda hanya perlu berlangganan Microsoft 365 edisi Business atau Enterprise melalui EIKON Technology. Sebagai partner resmi Microsoft yang tepercaya di Indonesia, EIKON Technology akan membantu Anda memulai perjalanan kolaborasi kerja yang lebih efisien dengan Collaborative Work Management. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Info

5 Inovasi Besar Diumumkan di Microsoft Inspire 2021

  Pada 14-15 Juli 2021 lalu, event Microsoft Inspire kembali digelar secara virtual. Acara berbentuk konferensi ini ditujukan bagi komunitas partner Microsoft. Melalui Microsoft Inspire 2021, Microsoft menyampaikan rencana mereka selama setahun ke depan sekaligus mengumumkan berbagai inovasi terbaru. Dari sekian banyak inovasi yang diumumkan, setidaknya ada lima inovasi yang paling menarik perhatian para partner. Mulai dari kehadiran Cloud PC hingga peningkatan performa pada Microsoft Viva, berikut sejumlah inovasi besar yang diumumkan di Microsoft Inspire 2021. Layanan Cloud PC Windows 365 Photo Credit: Microsoft Windows 365 menjadi salah satu inovasi terbesar yang mencuri perhatian di Microsoft Inspire 2021. Diperkenalkan sebagai layanan Cloud PC, Windows 365 memungkinkan Anda untuk mengakses sistem operasi Windows dari browser pada perangkat apa pun. Baik itu Apple Mac, iPad, hingga perangkat Android dan Linux. Pada Windows 365, sistem operasi Windows diletakkan pada cloud sehingga Anda bisa mengaksesnya secara stream lewat perangkat-perangkat tersebut. Sekilas, konsep ini mirip seperti Microsoft Azure Virtual Desktop. Namun, Microsoft menekankan bahwa Windows 365 menawarkan manajemen IT yang lebih sederhana dan tidak akan menggantikan Azure Virtual Desktop. Integrasi Microsoft Teams dan Dynamics 365 Photo Credit: Microsoft Untuk mendukung sistem kerja hybrid yang kini diterapkan banyak perusahaan, Microsoft melakukan integrasi antara Teams dan Dynamics 365. Berkat integrasi ini, pengguna Teams bisa mengakses data di Dynamics 365 secara gratis melalui aplikasi-aplikasi yang ada dalam Teams. Kabar baiknya lagi, Anda tak membutuhkan lisensi Dynamics 365 untuk melakukannya. Namun, pemilik lisensi 365 akan mendapatkan akses khusus terhadap sejumlah fitur dan analytics. Sebaliknya, pengguna Dynamics 365 dapat mengakses data pelanggan dari dalam Teams. Tak hanya itu, Anda juga bisa menyimpan catatan panggilan Teams secara otomatis ke Dynamics 365. Jika seandainya terjadi perubahan pengaturan atau aktivitas, secara otomatis pengguna akan mendapatkan notifikasi. Dengan begini, admin bisa segera melakukan konfigurasi ulang pada kebijakan izin dan akses untuk mengontrol siapa saja yang berhak mengakses data pada Teams serta Dynamics 365. Integrasi aplikasi kolaboratif dan workflow Photo Credit: Microsoft Bukan hanya Teams dan Dynamics 365 yang mengalami integrasi. Pada event Microsoft Inspire 2021, diumumkan pula bahwa berbagai aplikasi fungsi workflow dan kolaborasi akan terintegrasi dengan Teams.  Nantinya, akan hadir berbagai aplikasi vendor software independen (independent software vendor atau ISV) baru dari perusahaan-perusahaan seperti SAP Sales Cloud, ServiceNow, Atlassian Confluence, Workday, dan Salesforce. ISV tersebut akan mendapat opsi untuk menjual aplikasi-aplikasi mereka secara langsung di dalam Teams. Hal ini pun dapat memudahkan admin IT untuk membeli berbagai aplikasi langsung dari admin center Teams. Peningkatan performa pada Microsoft Viva Photo Credit: Microsoft Ditenagai oleh Microsoft 365, Microsoft Viva menerima sejumlah peningkatan performa. Salah satunya dalam bentuk Viva Partner Integrations, yang menghadirkan berbagai penyedia konten seperti Workday dan Qualtrics ke dalam Microsoft Viva. Di samping itu, Microsoft juga menyediakan sejumlah perangkat baru untuk membantu partner dan pengembang dalam membawa produk mereka ke Viva. Tahun ini, akan hadir Viva Connections APIs yang akan memudahkan partner dan pengembang untuk mengintegrasikan program mekrea ke dashboard Connections di Viva. Microsoft Cloud for Sustainability Photo Credit: Testalize.me (Unsplash) Event Microsoft Inspire 2021 juga menjadi kesempatan untuk mengumumkan inisiatif baru bernama Microsoft Cloud for Sustainability. Melalui inovasi ini, Microsoft menghadirkan sejumlah perangkat untuk membantu para pengguna di seluruh industri dalam mencatat, melaporkan, serta mengurangi emisi. Sistem cloud yang dipakai akan dirancang pada Azure, Dataverse, Power BI, Power Platform, dan berbagai produk Microsoft lainnya. Nantinya, Microsoft Cloud for Sustainability akan hadir dengan aplikasi-aplikasi pihak ketiga (third-party), sumber data, dan konektor data emisi. Sebagai contoh, perusahaan bisa menggunakan Microsoft Cloud for Sustainability untuk membuat peringatan apabila sistem HVAC dinilai akan melampaui target penggunaan emisi. Sistem Cloud akan memberi notifikasi pada manajer operasional agar segera melakukan perbaikan. Itulah kelima inovasi besar yang diumumkan pada event Microsoft Inspire 2021. Tentu masih ada banyak inovasi lain yang akan dihadirkan Microsoft sepanjang setahun ke depan. Agar tidak ketinggalan, segera mulai berlangganan Microsoft 365 for Business sekarang juga. Kini Anda bisa secara mudah berlangganan Microsoft 365 for Business dengan menghubungi EIKON Technology, partner resmi Microsoft yang tepercaya di Indonesia. Tim EIKON Technology akan menjawab segala pertanyaan Anda seputar inovasi terbaru Microsoft dan berbagai hal lain. Tunggu apa lagi? Langsung saja klik di sini untuk menghubungi EIKON Technology!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

5 Fitur Microsoft 365 untuk Menunjang Remote dan Hybrid Working

  Sejak rilis perdana pada 2011 lalu, Microsoft 365 berkomitmen untuk konsisten mengembangkan teknologi yang dapat membantu Anda terus maju, baik dalam lingkungan kerja remote maupun hybrid. Berbagai fitur pun diciptakan, tak ketinggalan update rutin untuk menyesuaikan Microsoft 365 dengan kebutuhan para pengguna. Mulai dari automasi workflow pada Microsoft Teams hingga peningkatan performa Whiteboard, berikut ini sejumlah fitur Microsoft 365 yang akan menunjang sistem kerja remote maupun hybrid di perusahaan Anda. Mengelola tasks tanpa harus keluar dari Teams Photo Credit: Microsoft Pada Juli 2020 lalu, Microsoft Teams kehadiran aplikasi baru  bernama Tasks. Fitur Microsoft 365 ini memungkinkan pengguna untuk mengelola pekerjaan (tasks) tanpa harus keluar dari Teams. Tasks akan menampilkan seluruh daftar pekerjaan Anda yang tersimpan di Microsoft To Do, Planner, dan Outlook.  Agar lebih mudah dalam mengatur pekerjaan, Tasks juga dibekali dengan tampilan List baru dengan kemampuan untuk mengedit beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Untuk menggunakan Tasks, langsung saja tambahkan aplikasi ini pada Teams atau munculkan sebagai tab di bagian atas channel Teams.   Desain aplikasi Microsoft Teams dirancang khusus untuk remote working Photo Credit: Microsoft Pada sistem kerja remote maupun hybrid, salah satu tantangan terbesar yang kerap dihadapi adalah memastikan setiap orang mendapatkan akses informasi merata dan memiliki tingkat keterlibatan yang sama. Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, Microsoft Teams kini dilengkapi dengan laman web baru berisi daftar aplikasi pilihan yang dapat meningkatkan produktivitas dan kolaborasi. Jenis aplikasi yang ditampilkan pun beragam, mulai dari aplikasi untuk mengelola marketing campaign hingga membuat proposal sales. Aplikasi-aplikasi ini akan membantu Anda dan tim tetap terhubung satu sama lain selama menjalankan sistem kerja remote maupun hybrid. Fitur baru Power Automate untuk menyederhanakan workflow Photo Credit: Microsoft Power Automate adalah program yang membantu pengguna mengautomasi workflow antara aplikasi-aplikasi favorit Anda untuk menyinkronkan file, mendapat notifikasi, mengumpulkan data, dan masih banyak lagi. Melalui fitur bernama Create a Team, kini Anda bisa dengan mudah membuat tim baru untuk berbagai proyek bisnis. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan fitur @mention untuk memastikan agar informasi penting diterima oleh anggota tim. Tak berhenti sampai situ, fitur Microsoft 365 ini juga memungkinkan Anda untuk melakukan tindakan bisnis tertentu langsung dari sebuah pesan. Salah satu contohnya adalah mengubah sebuah pesan chat menjadi suatu peluang penjualan pada aplikasi Dynamics. Kemudahan ini tentu dapat membantu menyederhanakan workflow Anda. Meeting lebih efisien dengan update terbaru pada Whiteboard Photo Credit: Microsoft Walau sedang kerja remote maupun hybrid, aktivitas meeting tetap harus berjalan. Alhasil, meeting pun beralih ke ranah virtual. Agar sesi meeting virtual berjalan lancar, Anda bisa menggunakan aplikasi Whiteboard yang telah disematkan dalam Teams. Fitur Microsoft 365 tersebut kini memungkinkan Anda untuk menambahkan sticky notes pada canvas, sehingga Anda akan lebih mudah mengemukakan ide walaupun tidak sedang menggunakan digital pen saat meeting. Kabar baiknya lagi, Whiteboard juga rutin mendapat update sehingga performanya pun terus meningkat. Peningkatan kemampuan pada Microsoft Edge Photo Credit: Microsoft Microsoft Edge adalah aplikasi web browser yang dikembangkan oleh Microsoft. Microsoft sadar bahwa saat seseorang menggunakan PC, 60% waktunya akan dihabiskan untuk mengakses web browser. Berdasarkan kebutuhan tersebut, Microsoft Edge pun dilengkapi dengan berbagai fitur untuk menunjang produktivitas secara aman. Salah satunya adalah fitur Collections yang kini kontennya dapat Anda export ke OneNote. Tenang saja, saat Anda mengirimkan konten ke OneNote, seluruh konten yang telah Anda kumpulkan tidak akan berubah formatnya. Artinya, Anda tetap akan mendapatkan konten yang telah Anda susun secara rapi sebelumnya pada Collections. Kerja dengan sistem remote maupun hybrid kini jadi lebih mudah dan efektif berkat fitur-fitur Microsoft 365 di atas. Buktikan sendiri dengan segera berlangganan Microsoft 365 for Business. Beruntung kini di Indonesia telah hadir partner resmi Microsoft yang tepercaya seperti EIKON Technology. Memiliki pengetahuan mendalam seputar produk dan layanan Microsoft, EIKON Technology akan menjawab segala pertanyaan Anda tentang Microsoft 365 for Business. Langsung saja klik di sini untuk mempelajari lebih jauh seputar Microsoft 365 atau segera hubungi tim EIKON Technology untuk berlangganan!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Potensi Terjadinya Krisis Turnover Karyawan: Apa yang Harus Dilakukan?

  Selama satu tahun belakangan, para karyawan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk bekerja di kantor. Walau demi kebaikan bersama selama masa pandemi, tak dapat dipungkiri bahwa keputusan tersebut membuat banyak karyawan jadi merasa “lepas” dari tim mereka (disconnected). Kondisi ini kerap membuat karyawan mempertanyakan masa depan karier mereka, hingga akhirnya berujung pada keputusan karyawan untuk mencari kesempatan kerja baru di tempat lain. Tak mengherankan jika riset dari Microsoft menunjukkan bahwa turnover karyawan (proses keluar-masuknya karyawan di perusahaan) jadi meningkat. Menurut data Work Trend Index dari Microsoft, sebanyak 41% tenaga kerja global tengah mempertimbangkan untuk pindah kerja tahun depan, dengan 46% di antaranya berencana melakukan transisi karier yang cukup besar. Lantas, dengan kondisi krisis turnover karyawan seperti ini, apa yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan? Utamakan fleksibilitas untuk karyawan Photo Credit: Olia Danilevich (Pexels) Dengan sistem kerja yang kini tak lagi mengharuskan karyawan untuk bekerja di kantor, hybrid working pun jadi diminati banyak karyawan. Itulah kenapa untuk menjaga mereka tetap senang bekerja di perusahaan Anda, sekaligus mengurangi turnover karyawan, kuncinya adalah dengan memperbolehkan mereka bekerja secara remote. Mengingat kondisi yang serba tidak pasti di tengah pandemi, banyak karyawan ingin memiliki kendali atas waktu kerja mereka. Tenang saja, bukan berarti Anda harus memberikan izin kerja remote setiap hari. Menurut berbagai studi, mayoritas karyawan ingin bekerja dari luar kantor selama tiga hari dalam seminggu. Namun, perlu diperhatikan bahwa seiring meningkatnya tuntutan akan hybrid working, peran manajer pun juga ikut meningkat. Untuk menghindari perasaan disconnected pada tim, manajer perlu memberikan waktu lebih untuk melakukan komunikasi one-on-one, terlebih pada karyawan baru yang lebih membutuhkan bantuan selama proses onboarding. Sediakan akses merata kepada seluruh karyawan Photo Credit: LinkedIn Sales Solutions (Unsplash) Banyak karyawan yang kini menginginkan sistem kerja hybrid. Namun, walaupun sudah menerapkannya, mengapa justru banyak juga dari mereka yang mempertimbangkan untuk pindah tempat kerja hingga akhirnya memicu krisis turnover karyawan? Hal tersebut biasanya disebabkan oleh akses yang kurang merata di kalangan karyawan. Untuk mengatasi hal ini, peran para pemimpin seperti ketua tim atau manajer sangatlah dibutuhkan. Misalnya, perusahaan bisa membekali setiap karyawan dengan perangkat kerja yang mendukung hybrid working secara optimal. Lalu, saat rapat online, pastikan setiap karyawan memiliki kesempatan sama untuk berbicara atau speak up. Karenanya, gunakan teknologi atau platform komunikasi yang memungkinkan Anda untuk menentukan protokol khusus saat peserta rapat hendak bersuara. Microsoft Teams dapat menjadi pilihan tepat karena dilengkapi beragam fitur yang untuk mendukung hybrid working. Cara lain juga bisa dilakukan dengan menyediakan penggantian biaya perjalanan (travel reimbursement) bagi karyawan yang tinggal jauh dari kantor. Hal ini akan mendorong mereka untuk datang ke kantor saat ada rapat penting atau membantu anggota tim lain yang kesulitan. Optimalkan pemanfaatan teknologi untuk rekrut karyawan baru Photo Credit: LinkedIn Sales Solutions (Unsplash) Budaya hybrid working tak hanya dijalani oleh para karyawan lama, tapi juga sudah dialami sejak proses rekrutmen karyawan baru. Bahkan sebetulnya proses ini kerap mengalami transisi yang relatif lebih sulit daripada penerapan remote working. Kini proses rekrutmen dapat dilakukan secara face-to-face tanpa harus bertemu langsung, yakni dengan memanfaatkan platform komunikasi seperti Microsoft Teams. Di satu sisi, hal ini memang memberikan kemudahan bagi para job seekers, terutama yang tinggal jauh dari lokasi perusahaan. Namun, kemudahan tersebut juga kerap membuat tim HR kewalahan. Menjawab tantangan tersebut, tim HR bisa memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk membantu memeriksa lamaran yang masuk. Sistem algoritma pada AI akan memilah resume yang dianggap paling memenuhi syarat. Terlebih, kini juga telah tersedia teknologi chatbots yang dapat membantu menyaring kandidat hingga menilai kepribadian mereka.   Kini telah diketahui bahwa kunci menekan turnover karyawan bukan hanya terletak pada penerapan sistem hybrid working, tapi juga memastikan tiap karyawan tetap merasa terhubung (connected) dengan tim serta memiliki akses kerja yang adil. Banyak cara yang bisa dilakukan perusahaan, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang menunjang hybrid working seperti Microsoft Teams. Anda bisa klik di sini untuk mengetahui lebih banyak tentang Microsoft Teams atau langsung menghubungi EIKON Technology. Sebagai partner resmi Microsoft di Indonesia, EIKON Technology tak hanya menyediakan layanan Microsoft Teams, tapi juga siap menjawab berbagai pertanyaan Anda sebelum mulai berlangganan.

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Pertumbuhan Inovasi Microsoft Teams Tak Terlepas dari Peran Partner

  Lebih dari sekadar perangkat untuk berkomunikasi via audio, chat, atau video call, Microsoft Teams telah menjadi sebuah platform yang menghubungkan alur kerja (workflow) Anda dengan beragam aplikasi. Bahkan sejak tujuh terakhir ini, terus terjadi peningkatan jumlah pengguna aplikasi pihak ketiga (third-party app) yang tersedia di Microsoft Teams. Agar bisa memenuhi kebutuhan pengguna secara optimal, Microsoft akan terus berinvestasi untuk mengembangkan platform yang dapat mendukung para partner dalam membangun solusi atau layanan inovatif. Berkat peran partner-partner tersebut, Microsoft Teams bisa membawa lebih banyak manfaat kepada para pengguna. Lebih dari 800 aplikasi tergabung dengan Microsoft Teams Photo Credit: Piero Nigro (Unsplash) Microsoft Teams memiliki ekosistem yang kuat dan terus berkembang dengan para partner. Mereka terus melampaui batas untuk menciptakan inovasi melalui solusi-solusi yang dibangun di Microsoft. Hingga Februari 2021, tercatat ada lebih dari 800 aplikasi Teams yang dirancang oleh vendor software independen (ISV). Tidak ketinggalan ribuan integrator sistem (SI) yang mengembangkan beragam solusi bersifat custom di Teams. Melalui program di Microsoft, para partner tak hanya bisa mengembangkan bisnis mereka, tapi juga menemukan value yang cukup besar. Terlebih, para pelanggan Microsoft Teams benar-benar merasakan manfaat dari aplikasi dan solusi lain yang dikembangkan oleh para partner. Bahkan menurut riset dari Forrester, sebanyak 95% responden menunjukkan bahwa aplikasi-aplikasi di Teams telah berhasil meningkatkan performa kerja tim mereka. Beberapa partner ISV Microsoft Teams Para partner ISV sukses merancang berbagai aplikasi yang memperkaya pengalaman kolaborasi para pengguna Microsoft. Berikut ini beberapa partner ISV yang menyediakan aplikasi-aplikasi tersebut.   Adobe   Photo Credit: Microsoft Kehadiran Adobe di Microsoft memberikan kemudahan kepada Anda dan tim untuk menghasilkan karya bersama. Adobe Sign for Microsoft Teams, misalnya, menyediakan teknologi tanda tangan elektronik untuk dokumen digital. Beda lagi dengan Adobe Acrobat for Microsoft Teams untuk membuat, mengedit, hingga berbagi dokumen PDF.   ServiceNow   Photo Credit: Microsoft Terintegrasi dengan Microsoft Teams, ServiceNow menyediakan aplikasi bernama Now Virtual Agent. Dengan aplikasi ini, Anda bisa menyederhanakan workflow melalui dashboard pusat yang menampilkan informasi penting seperti tasks, events, hingga announcements.   Moveworks   Photo Credit: Microsoft Moveworks menyediakan layanan dukungan teknologi secara langsung di Microsoft Teams. Jika menemui masalah IT, Anda bisa mendeskripsikannya kepada bot Moveworks. Menerapkan teknologi natural language understanding (NLU), Moveworks nantinya dapat memahami masalah Anda dan segera memberikan solusi. Beberapa partner SI Microsoft Teams Tiap perusahaan memiliki gaya kerja dan kebutuhan yang berbeda. Banyak dari Anda yang membutuhkan solusi secara lebih spesifik. Kustomisasi aplikasi pun harus dilakukan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Tak perlu khawatir, partner SI mampu memenuhinya. Ini dia beberapa partner SI yang akan Anda temui di Microsoft.   Cognizant   Photo Credit: Microsoft Saat terjadi masalah pada suatu perangkat kerja, biasanya perusahaan akan menghubungi teknisi lapangan untuk mengatasinya. Namun, terkadang teknisi tidak memiliki akses terhadap alat yang dibutuhkan. Di sisi lain, mereka juga kesulitan untuk terhubung dengan manajer atau anggota tim lain, sehingga koordinasi pun sulit pula dilakukan. Menjawab kebutuhan tersebut, Cognizant membangun aplikasi Damage Companion pada Microsoft Teams, Microsoft Power Platform, dan SharePoint. Melalui aplikasi ini, komunikasi real-time dengan manajer bisa dilakukan sehingga mempermudah teknisi untuk menentukan langkah selanjutnya.   Avanade   Photo Credit: Microsoft Melalui Nudge Platform, Avanade mengombinasikan Microsoft dengan Bot Framework dan teknologi artificial intelligence (AI) serta penerapan studi perilaku. Hasilnya, hadir sebuah platform yang dapat menyederhanakan tugas sehari-hari. Platform satu ini juga akan mengukur pengalaman kerja karyawan untuk menemukan momen-momen penting yang menjadi perhatian mereka. Dengan begini, Avanade tidak hanya mendukung sistem kerja remote atau hybrid, tapi juga menjaga produktivitas karyawan sambil tetap memperhatikan kesejahteraan mereka.   Tanpa kehadiran partner, Microsoft tidak akan dapat berkembang hingga sejauh ini. Buktikan sendiri kehebatan hasil rancangan solusi para partner tersebut dengan menggunakan Microsoft. Agar mendapatkan pengalaman optimal, sangat disarankan untuk berlangganan Microsoft 365 for Business terlebih dulu. Pastikan Anda hanya berlangganan melalui partner resmi Microsoft seperti EIKON Technology yang tepercaya di Indonesia. Langsung saja klik di sini untuk berkonsultasi seputar Microsoft dan Microsoft 365 for Business dengan tim dari EIKON Technology!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Peran Microsoft Teams dalam Mendukung Hybrid Working di Bidang Manufaktur

  Ekosistem manufaktur memegang peran yang begitu krusial dalam kehidupan sehari-hari. Mereka inilah yang bekerja keras memproduksi barang-barang untuk kebutuhan hidup kita. Saat pandemi COVID-19 melanda, para pekerja manufaktur pun harus melakukan adaptasi agar produksi tetap berjalan tanpa mengabaikan keamanan dan kesehatan. Sistem hybrid working pun diterapkan, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi Microsoft Teams. Bahkan ternyata selama setahun belakangan ini, pemakaian aktif harian Microsoft Teams mengalami peningkatan hingga 230%. Bagaimana Microsoft Teams membantu para pekerja di bidang manufaktur dalam menjalankan hybrid working? Lalu, bagaimana pula dengan para pekerja garda depan (frontline workers) yang kemungkinan besar tidak bisa bekerja secara remote? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini. Digitalisasi workflow manufaktur Photo Credit: Ivan Samkov (Pexels) Salah satu kunci kesuksesan penerapan hybrid working adalah digitalisasi secara efektif. Microsoft Teams dapat membantu para pekerja di bidang manufaktur untuk mencapai hal tersebut, termasuk bagi kalangan frontline workers. Melalui penggunaan Microsoft Teams, Anda dapat menghubungkan para frontline workers dengan informasi penting pada platform komunikasi yang sama. Hal ini akan membantu proses digitalisasi workflow di tempat kerja. Microsoft Teams paham betapa pentingnya proses persetujuan (approval) bagi frontline workers untuk segera menyelesaikan pekerjaan mereka. Untuk menyederhanakan proses tersebut, Anda bisa menggunakan new templates pada Microsoft Teams. Template tersebut hadir dengan struktur yang dapat diulang untuk mengajukan persetujuan umum seperti permintaan lembur. Tak hanya itu, Microsoft Teams juga bekerja sama dengan beberapa partner untuk mendukung digitalisasi pada hybrid working di bidang manufaktur. Contohnya seperti Adobe Sign dan DocuSign yang memungkinkan Anda untuk menggunakan tanda tangan elektronik pada dokumen kontrak atau persetujuan. Sudah ada sejumlah pelanggan Microsoft Teams dari bidang manufaktur yang berhasil menjalankan digitalisasi pada sistem hybrid working mereka. Salah satunya adalah Toyota yang menggunakan Microsoft Teams dan Power Platform untuk mengecek kualitas produksi pabrik. Tawarkan cara kerja baru kepada para pekerja garda depan Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Berbeda dari aktivitas seperti rapat atau menyusun laporan, frontline workers di bidang manufaktur tidak bisa melakukannya secara remote. Mereka tetap harus berada di pabrik untuk memastikan produksi tetap berjalan. Lalu, bagaimana caranya mereka menerapkan sistem hybrid working? Microsoft Teams menawarkan cara kerja baru untuk para frontline workers di bidang manufaktur, yakni dengan menghubungkan mereka pada Microsoft Cloud for Manufacturing. Berbasis cloud, layanan satu ini memang dirancang untuk mengoptimalkan performa kerja industri manufaktur, mulai dari pemanfaatan artificial intelligence hingga peningkatan supply chain. Microsoft Cloud for Manufacturing akan membantu menyederhanakan proses onboarding sekaligus mengembangkan skill tenaga kerja manufaktur. Dengan begini, proses digitalisasi manufaktur pun tidak hanya dirasakan mereka yang bisa kerja remote, tapi juga para frontline workers. Sebagai bentuk dukungan lain terhadap frontline workers di bidang manufaktur, Microsoft Teams juga telah bekerja sama dengan RealWear untuk memproduksi alat kelengkapan keamanan seperti topi. Menariknya, alat tersebut juga dirancang untuk memudahkan kolaborasi dan komunikasi dengan penambahan fitur microphone.   Dengan pemanfaatan teknologi secara tepat, industri manufaktur bisa menerapkan sistem hybrid working secara efisien, termasuk digitalisasi bagi para frontline workers di pabrik. Melalui fitur-fitur canggih dan kerja sama dengan sejumlah partner, Microsoft Teams mampu mendukung industri manufaktur dalam menjalani sistem tersebut. Lalu, bagaimana caranya Anda yang bekerja di bidang manufaktur bisa menggunakan Microsoft Teams? Langsung saja hubungi EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft di Indonesia. EIKON Technology akan membantu Anda bermigrasi ke Microsoft Teams secara optimal melalui Microsoft 365 for Business. Klik di sini untuk dapatkan akses ke Microsoft Teams sekarang juga!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

5 Tips Efisien Menjalankan Sistem Hybrid Working

  Budaya kerja mengalami perubahan cukup besar sejak 1,5 tahun belakangan ini. Dari yang semula tatap muka langsung setiap hari, kini perusahaan harus mengandalkan hybrid working. Walaupun mendukung fleksibilitas kerja, sayangnya sistem tersebut juga rentan memicu burnout karyawan karena mereka jadi bekerja lebih lama daripada jika bekerja di kantor. Apakah Anda dan tim juga mengalami kondisi serupa? Jika terus dibiarkan, kondisi tersebut bisa-bisa mengganggu kesejahteraan karyawan dan berpengaruh terhadap produktivitas. Maka dari itu, agar Anda dan tim bisa menjalankan hybrid working secara efisien, berikut beberapa tips untuk diterapkan.   Tentukan OKR yang detail dan jelas   Photo Credit: Ivan Samkov (Pexels) Kunci dari kesejahteraan diri adalah mampu memprioritaskan waktu dan energi secara efisien, baik saat bekerja di kantor maupun remote. Masalahnya, ketika sedang bekerja secara remote, karyawan jadi lebih sulit memahami ekspektasi dari rekan kerja maupun mengomunikasikan prioritas diri sendiri. Pada akhirnya, mereka jadi terbiasa merespons segala bentuk interupsi karena dianggap memiliki urgensi tinggi. Di sinilah pentingnya memiliki objectives and key results (OKR) yang jelas. Dengan begitu, karyawan bisa tahu pekerjaan mana yang perlu diprioritaskan dan mana yang bisa dikerjakan nanti. Hal ini dapat membantu karyawan untuk berkata “tidak” saat ia menerima interupsi dari rekan kerja tertentu, sehingga risiko burnout pun bisa diminimalisir.   Selalu tetapkan tujuan sebelum online meeting   Photo Credit: Kampus Production (Pexels) Hybrid working artinya Anda dan tim akan lebih sering melakukan meeting secara online dibandingkan tatap muka langsung. Walaupun online meeting bersifat praktis, terlalu banyak melakukannya bisa membuat karyawan mengalami keletihan akibat harus fokus menyimak obrolan melalui layar selama berjam-jam. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah video call fatigue. Untuk mengurangi risiko tersebut, tetapkan tujuan yang jelas sebelum online meeting. Sebaiknya, tunjuk juga moderator atau pemandu khusus untuk memastikan agar online meeting berjalan sesuai rencana. Dengan begini, meeting akan berjalan efisien tanpa membahas hal-hal di luar tujuan utama. Anda dan tim pun bisa menghemat waktu dan energi.   Berteman dengan ketidaksempurnaan   Photo Credit: LinkedIn Sales Solutions (Unsplash) Di tengah lingkungan kerja dengan dinamisme tinggi, wajar jika Anda dan karyawan berusaha untuk memberikan hasil kerja sebaik mungkin. Beberapa bahkan bertekad mencapai “kesempurnaan” dalam bekerja. Padahal, ekspektasi terhadap kesempurnaan inilah yang lambat laun dapat memicu burnout, terutama ketika hybrid working. Perlu diingat bahwa tiap orang memiliki definisi masing-masing tentang kesempurnaan bekerja. Sesuatu yang menurut Anda sempurna, belum tentu begitu pula di mata atasan atau klien Anda. Berusahalah saja semaksimal yang Anda bisa dan tentunya sesuai standar perusahaan. Selalu ada ruang untuk perbaikan, jadi janganlah menghukum diri sendiri.   Memimpin dengan empati   Photo Credit: Christina @ wocintechchat.com (Unsplash) Bagi yang saat ini menempati posisi atasan, manajer, pimpinan divisi, direktur, atau posisi serupa lainnya, kini saatnya Anda menunjukkan empati lebih kepada karyawan. Ingatlah bahwa pandemi merupakan kondisi yang berat bagi banyak karyawan Anda. Di tengah upaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan diri sendiri serta keluarga, kita semua masih harus tetap bekerja. Dalam hal ini, bukan berarti Anda diam saja jika seandainya ada karyawan yang melanggar aturan. Namun, bantulah mereka untuk sama-sama menjalani hybrid working di tengah situasi yang kurang ideal ini. Apabila ada karyawan yang menunjukkan tanda-tanda burnout, misalnya, berikan ia izin cuti untuk beristirahat. Atau jika ada karyawan yang performanya menurun, padahal sebelum ini ia termasuk salah satu top employee, ajaklah ia mengobrol dalam sesi one-on-one untuk mengetahui penyebabnya. Walau terkesan sederhana, langkah-langkah tersebut membantu terbentuknya budaya sehat di lingkungan hybrid working.   Tegaskan batasan antara pekerjaan dan kehidupan personal   Photo Credit: Jason Strull (Unsplash) Kesejahteraan diri sangat bergantung pada keseimbangan antara kehidupan kerja dan personal. Artinya, walaupun bekerja dari rumah, bukan berarti Anda harus bekerja seharian penuh. Justru Anda perlu menetapkan jam kerja harian, lalu komunikasikan kepada tim agar mereka tak menghubungi Anda untuk keperluan kerja di luar batas jam tersebut. Agar bisa komitmen menjalani batasan yang Anda tentukan sendiri, tak ada salahnya memanfaatkan teknologi seperti Microsoft Teams. Pada fitur message, Anda bisa memasang status khusus seperti “Prioritizing family time right now, thanks” atau “All work-related chats will be replied tomorrow”.    Itulah sejumlah tips yang bisa Anda terapkan untuk menjalankan hybrid working secara efisien dan mendukung kesejahteraan karyawan. Selain kelima tips tersebut, dibutuhkan pula dukungan teknologi yang mumpuni seperti Microsoft Teams dari Microsoft 365 for Business untuk menunjang aktivitas hybrid working. Bahkan tak hanya Microsoft Teams, Microsoft 365 for Business juga dilengkapi ragam layanan pendukung lain untuk bisnis seperti penyimpanan cloud 1 TB hingga program Office Online. Pilih sendiri edisi berlangganan yang paling sesuai kebutuhan hybrid working Anda. Jika bingung menentukan, Anda bisa menghubungi EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft di Indonesia. Tim EIKON Technology akan membantu Anda bermigrasi ke Microsoft 365 for Business. Klik di sini untuk info selengkapnya!

Scroll to Top