EIKON Technology

online meeting

Google Workspace

Meeting Online saat Bepergian dengan Google Meet Kini Makin Mudah dengan Peningkatan Fitur On-the-Go

Ada kalanya Anda harus melakukan online meeting saat bepergian. Melakukan online meeting di perjalanan tentu berbeda saat Anda melakukannya di situasi yang lebih representatif. Anda perlu user interface yang lebih simpel sehingga lebih mudah diakses. Nah, sebagai solusinya, Google Meet menyediakan fitur On-the-Go. Saat fitur On-the-Go ini aktif, Anda bisa mengakses aplikasi Google Meet mobile lebih cepat dan lebih mudah. Tampilan user interface Meet pun akan berubah menjadi lebih sederhana. Pada awal November 2023, Google Meet meluncurkan update untuk fitur tersebut. Seperti apa perubahannya? Peningkatan fitur On-the-Go Google Meet Photo Credit: Google Workspace Updates Seiring dengan semakin banyaknya orang yang melakukan online meeting sambil bepergian, baik saat berjalan kaki atau saat menggunakan transportasi umum, maka kebutuhan akan aplikasi online meeting mobile yang mudah diakses pun semakin meningkat. Oleh karenanya, Google Meet meluncurkan peningkatan untuk fitur On-the-Go mereka. Google Meet memperkenalkan sebuah pengalaman baru bagi pengguna aplikasi mobile mereka melalui peningkatan fitur On-the-Go. Peningkatan ini membuat panggilan meeting selama Anda bepergian menjadi lebih mudah dan tidak mengganggu. Baca juga: Tampilan Gallery untuk Interoperabilitas Aplikasi Zoom di Google Meet Hardware Setelah peningkatan ini, saat Anda bergabung ke meeting dari perangkat seluler, maka Meet akan mendeteksi posisi Anda yang sedang berada dalam perjalanan secara otomatis. Jika memang terdeteksi Anda sedang dalam perjalanan, maka sistem akan menampilkan pesan untuk berpindah ke mode On-the-Go. Selanjutnya, tampilan meeting akan disederhanakan untuk menampilkan fitur penting Meet saja agar Anda tetap fokus dan bisa menghemat bandwidth menjadi seperti: User interface yang disederhanakan dengan akses ke fitur paling penting seperti mute & unmute, hand raise, dan audio device selection. Hanya informasi penting yang akan ditampilkan, seperti siapa saja active speaker dan jumlah orang yang berada dalam meeting. Video Anda akan dinonaktifkan secara otomatis. Anda akan diberi opsi untuk melihat konten yang ingin ditampilkan (melalui fitur Show Presentation yang dapat diaktifkan dan dinonaktifkan). Memungkinkan Anda bergabung ke breakout room dan tetap berada di dalamnya. Baca juga: Update Terbaru untuk Google Meet di Perangkat Poly Studio Mulai menggunakan fitur Untuk mulai menggunakan fitur On-the-Go di Meet tidak dibutuhkan pengaturan apa pun dari administrator Workspace Anda. Fitur akan tersedia secara default di aplikasi Meet versi mobile. Fitur ini akan aktif dengan sendirinya saat aplikasi mendeteksi Anda sedang bergerak. Untuk masuk ke mode On-the-Go, klik Go pada pop-up yang muncul saat Anda membuka aplikasi. Jika ingin menonaktifkan pop-up On-the-Go, ikuti langkah-langkah berikut: Saat sedang tidak berada dalam meeting, ketuk Menu > Settings > Meeting settings. Geser tombol pada opsi Automatically use On the go ke pilihan nonaktif. Bagi pelanggan Workspace Business dan Education Saat sedang tidak berada dalam meeting, ketuk Menu > Settings > General. Geser tombol pada opsi Automatically use On the go sesuai kebutuhan. Ketersediaan fitur Photo Credit: benzoix (Freepik) Peningkatan fitur On-the-Go Google Meet ini tersedia untuk Android maupun iOS, serta dapat diakses oleh seluruh pelanggan Google Workspace dan pengguna dengan Google Account pribadi. Berikut adalah rincian untuk tanggal perilisannya: Android Domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal: Perilisan penuh (membutuhkan waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur) mulai tanggal 1 November 2023. iOS Domain rilis cepat: perilisan bertahap (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur) mulai tanggal 1 November 2023. Domain rilis terjadwal: perilisan bertahap (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur) mulai tanggal 15 November 2023. Baca juga: Fitur Label External Google Meet, Apa Kegunaannya? Dengan peningkatan fitur On-the-Go ini, Anda bisa bergabung ke online meeting di Google Meet lebih mudah dan cepat selama bepergian. Cukup dengan mengaktifkan fitur ini, maka tampilan Meet akan menjadi lebih sederhana sehingga lebih mudah diakses. Untuk mengoptimalkan On-the-Go dan berbagai fitur Google Meet lainnya, jangan lupa berlangganan Google Workspace dengan edisi yang sesuai kebutuhan Anda. EIKON Technology menyediakan edisi Business yang cocok untuk kebutuhan bisnis skala besar. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan, silakan hubungi kami di sini!

Info

Update Google Meet, Kini Anda Bisa Tambah Hingga 25 Co-host

  Lebih dari sekadar platform video call, Google Meet telah menjadi alat penunjang kolaborasi dan produktivitas kerja melalui aktivitas online meeting. Agar aktivitas tersebut berlangsung produktif dan aman, berbagai update Google Meet pun senantiasa diberikan dari waktu ke waktu. Pada update terbaru ini, yang dirilis pada 11 Agustus 2021 lalu, kini online meeting di Google Meet memungkinkan Anda untuk menambahkan hingga 25 co-host. Tak hanya itu, para co-host yang telah ditunjuk juga akan memiliki kontrol lebih dalam menjalankan online meeting di Google Meet.  Apa saja bentuk kontrol yang dimaksud? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini. Co-host memiliki kontrol lebih terhadap online meeting Photo Credit: Blog Google Workspace Melalui update Google Meet terbaru, mulai sekarang Anda bisa menunjuk hingga 25 co-host saat online meeting. Sebagai co-host, mereka berhak melakukan sejumlah kontrol terhadap online meeting di Google Meet. Namun, sebelumnya pastikan dulu untuk mengaktifkan opsi Host Management. Anda bisa menemukannya pada menu Settings > Host Controls. Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan oleh co-host saat online meeting berlangsung di Google Meet: Membatasi siapa saja yang bisa mengirim pesan atau chat Membatasi siapa saja yang bisa berbagi layar (share screen) Mengakhiri online meeting untuk semua peserta Mengaktifkan mode mute untuk semua peserta hanya dalam satu klik Berbagai kontrol untuk co-host tersebut tersedia bagi pelanggan Google Workspace Essentials, Business Standard, Business Starter, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Enterprise Essentials, Education Standard, Education Plus, Education Fundamentals, Teaching and Learning Upgrade, Nonprofits, Frontline, serta seluruh pelanggan G Suite Basic dan Business. Fitur Quick Access mempermudah peserta untuk bergabung Photo Credit: Blog Google Workspace Selain penambahan hingga 25 co-host, update Google Meet juga mencakup perluasan kontrol pada fitur Quick Access. Saat online meeting di Google Meet, kontrol Quick Access akan diaktifkan (ON) secara default. Ketika fitur ini aktif, maka peserta meeting dari domain Anda bisa secara otomatis bergabung mengikuti meeting lewat perangkat desktop, mobile, atau melalui panggilan masuk. Lalu, apa yang terjadi jika fitur Quick Access dalam keadaan nonaktif? Host harus terlebih dulu bergabung dengan meeting. Hanya peserta yang telah diundang saja yang dapat mengikuti meeting tanpa harus mengajukan izin lagi. Artinya, tidak ada peserta anonim yang bisa bergabung dengan online meeting di Google Meet. Update pada fitur Quick Access ini dapat diakses seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi yang berlangganan G Suite Basic dan Business. Namun, aksesnya tidak akan tersedia bagi pelanggan Google Workspace Individual yang menggunakan Google Accounts personal. Panel People juga mendapatkan update Photo Credit: Blog Google Workspace Saat mengadakan online meeting di Google Meet, kemungkinan besar Anda akan menemukan panel bernama People yang biasa muncul di sebalah kanan layar. Update Google Meet terbaru ternyata juga diberikan pada panel People ini. Tak hanya tersedia pada versi web, update dari panel People ini juga akan dapat Anda temukan pada Google Meet versi mobile. Berkat adanya update terhadap panel People, kini Anda bisa dengan mudah dan cepat bernavigasi ke peserta tertentu untuk melakukan mute, menghapus mereka dari panggilan online meeting, atau memberikan kontrol sebagai host. Bagi peserta yang ditunjuk sebagai co-host, maka akan muncul ikon atau simbol bergambar perisai keamanan pada nama mereka.   Secara perlahan, berbagai update Google Meet tersebut mulai diluncurkan untuk publik pada 16 Agustus 2021. Namun, mengingat ada update yang hanya bisa diakses oleh pelanggan Google Workspace edisi tertentu, sekarang adalah saat yang tepat untuk berlangganan Google Workspace edisi premium. Cukup hubungi EIKON Technology selaku partner produk Google resmi di Indonesia dan Anda akan mendapat bantuan untuk memilih edisi Google Workspace yang paling sesuai kebutuhan. Segera berlangganan Google Workspace sekarang juga agar bisa menikmati berbagai update Google Meet di atas!

Info

Pengalaman Baru Akses Google Meet dari Glass Enterprise

Siapa bilang Google Meet hanya bisa diakses melalui perangkat seperti laptop, tablet, atau smartphone? Padahal, para pekerja lapangan seperti teknisi juga butuh berkolaborasi dengan anggota tim lain. Namun, dengan pekerjaan mereka di lapangan yang begitu menyita perhatian, penggunaan laptop atau tablet untuk mengakses Google Meet tentunya akan kurang praktis. Menjawab keresahan tersebut, Google telah membuka akses Google Meet untuk perangkat Google Glass Enterprise Edition 2 (Meet on Glass). Dengan Meet on Glass, kini para peserta rapat online dapat merasakan langsung sudut pandang dari perspektif pengguna Glass Enterprise. Di sisi lain, pengguna Glass Enterprise juga dapat mengikuti video meeting secara real-time. Apa itu Glass Enterprise? Photo Credit: Google Glass Google Glass Enterprise adalah perangkat head-mounted display AR berbentuk kacamata. Dirancang sebagai perangkat komputasi (cloud) yang bisa dipakai (wearable), pengoperasian Glass Enterprise didukung oleh internet sehingga memungkinkan pengguna untuk mengakses fungsi-fungsinya melalui perintah suara. Pada 2019 lalu, versi terbaru dari Glass Enterprise yang diberi nama Glass Enterprise Edition 2 resmi diluncurkan. Setahun setelahnya, tepatnya pada Oktober 2020, Google mengumumkan integrasi Google Meet pada Glass Enterprise Edition 2. Namun, saat itu, akses Google Meet on Glass masih sangat terbatas dalam program open beta untuk beberapa pengguna saja. Integrasi Google Meet dengan Glass Enterprise tingkatkan kolaborasi Photo Credit: Google Cloud Kabar baiknya, sejak pertengahan Juli 2021 lalu, program open beta tersebut telah diperluas sehingga kini seluruh pelanggan Google Workspace dapat mengakses Google Meet melalui perangkat Glass Enterprise. Melalui Meet on Glass, Google membawa pengalaman video conference ke level yang lebih tinggi. Dengan begitu, akan ada lebih banyak pelanggan di seluruh dunia yang bisa mengakses Google Meet, tak peduli perangkat apa pun yang digunakan. Kolaborasi dengan anggota tim di lapangan atau pekerja garda depan (frontliner) pun tetap mustahil dijalankan. Di samping itu, akses Google Meet pada perangkat Glass Enterprise juga merupakan salah satu bentuk komitmen Google untuk menciptakan pengalaman meeting yang inovatif dan mendalam. Pengalaman ini diharapkan mampu membantu Anda dan pelanggan lain untuk bekerja bersama (kolaborasi), bukan hanya meeting bersama. Bantu menyelesaikan berbagai tantangan kerja Photo Credit: Google Cloud Pengalaman Meet on Glass terbukti telah membantu banyak pekerja dalam menyelesaikan tantangan di lapangan. Hal ini dirasakan langsung oleh sejumlah pelanggan yang telah lebih dulu mendapat kesempatan untuk mengimplementasikan Meet on Glass. Di Amerika Serikat, misalnya, perusahaan layanan real estate bernama CBRE menggunakan Meet on Glass untuk menghubungkan pekerja di lapangan dengan project manager dan tim HQ. Dengan seluruh tim yang saling terhubung melalui live video dari pekerja di lapangan, bukan hanya komunikasi jadi lebih jelas, tapi proses pengambilan keputusan juga jadi lebih cepat. Hal tersebut juga didukung dengan kemudahan penggunaan Glass Enterprise sehingga tidak membuat bingung para pemakainya. Kabar baiknya lagi, akses Google Meet pada Glass juga terintegrasi dengan Google Workspace. Hanya dengan beberapa klik, Anda bisa bergabung dengan event di Google Calendar langsung melalui Glass Enterprise. Bagi perusahaan yang memiliki tim di lapangan, bekali mereka dengan perangkat Google Glass Enterprise Edition 2. Dilengkapi akses Google Meet untuk panggilan video, komunikasi dan kolaborasi pun bisa berjalan optimal. Merupakan perangkat komputasi, Google Glass Enterprise Edition 2 pun masih menjadi bagian dari produk Google Cloud. Karenanya, selain membeli perangkat Glass Enterprise, lengkapi pula dengan berlangganan Google Cloud agar bisa mengakses Google Meet dan program-program produktivitas lain seperti Calendar dan Gmail. Pastikan Anda membeli perangkat Google Glass Enterprise Edition 2 dan berlangganan Google Cloud hanya di partner resmi Google seperti EIKON Technology!

Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

5 Tips Efisien Menjalankan Sistem Hybrid Working

  Budaya kerja mengalami perubahan cukup besar sejak 1,5 tahun belakangan ini. Dari yang semula tatap muka langsung setiap hari, kini perusahaan harus mengandalkan hybrid working. Walaupun mendukung fleksibilitas kerja, sayangnya sistem tersebut juga rentan memicu burnout karyawan karena mereka jadi bekerja lebih lama daripada jika bekerja di kantor. Apakah Anda dan tim juga mengalami kondisi serupa? Jika terus dibiarkan, kondisi tersebut bisa-bisa mengganggu kesejahteraan karyawan dan berpengaruh terhadap produktivitas. Maka dari itu, agar Anda dan tim bisa menjalankan hybrid working secara efisien, berikut beberapa tips untuk diterapkan.   Tentukan OKR yang detail dan jelas   Photo Credit: Ivan Samkov (Pexels) Kunci dari kesejahteraan diri adalah mampu memprioritaskan waktu dan energi secara efisien, baik saat bekerja di kantor maupun remote. Masalahnya, ketika sedang bekerja secara remote, karyawan jadi lebih sulit memahami ekspektasi dari rekan kerja maupun mengomunikasikan prioritas diri sendiri. Pada akhirnya, mereka jadi terbiasa merespons segala bentuk interupsi karena dianggap memiliki urgensi tinggi. Di sinilah pentingnya memiliki objectives and key results (OKR) yang jelas. Dengan begitu, karyawan bisa tahu pekerjaan mana yang perlu diprioritaskan dan mana yang bisa dikerjakan nanti. Hal ini dapat membantu karyawan untuk berkata “tidak” saat ia menerima interupsi dari rekan kerja tertentu, sehingga risiko burnout pun bisa diminimalisir.   Selalu tetapkan tujuan sebelum online meeting   Photo Credit: Kampus Production (Pexels) Hybrid working artinya Anda dan tim akan lebih sering melakukan meeting secara online dibandingkan tatap muka langsung. Walaupun online meeting bersifat praktis, terlalu banyak melakukannya bisa membuat karyawan mengalami keletihan akibat harus fokus menyimak obrolan melalui layar selama berjam-jam. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah video call fatigue. Untuk mengurangi risiko tersebut, tetapkan tujuan yang jelas sebelum online meeting. Sebaiknya, tunjuk juga moderator atau pemandu khusus untuk memastikan agar online meeting berjalan sesuai rencana. Dengan begini, meeting akan berjalan efisien tanpa membahas hal-hal di luar tujuan utama. Anda dan tim pun bisa menghemat waktu dan energi.   Berteman dengan ketidaksempurnaan   Photo Credit: LinkedIn Sales Solutions (Unsplash) Di tengah lingkungan kerja dengan dinamisme tinggi, wajar jika Anda dan karyawan berusaha untuk memberikan hasil kerja sebaik mungkin. Beberapa bahkan bertekad mencapai “kesempurnaan” dalam bekerja. Padahal, ekspektasi terhadap kesempurnaan inilah yang lambat laun dapat memicu burnout, terutama ketika hybrid working. Perlu diingat bahwa tiap orang memiliki definisi masing-masing tentang kesempurnaan bekerja. Sesuatu yang menurut Anda sempurna, belum tentu begitu pula di mata atasan atau klien Anda. Berusahalah saja semaksimal yang Anda bisa dan tentunya sesuai standar perusahaan. Selalu ada ruang untuk perbaikan, jadi janganlah menghukum diri sendiri.   Memimpin dengan empati   Photo Credit: Christina @ wocintechchat.com (Unsplash) Bagi yang saat ini menempati posisi atasan, manajer, pimpinan divisi, direktur, atau posisi serupa lainnya, kini saatnya Anda menunjukkan empati lebih kepada karyawan. Ingatlah bahwa pandemi merupakan kondisi yang berat bagi banyak karyawan Anda. Di tengah upaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan diri sendiri serta keluarga, kita semua masih harus tetap bekerja. Dalam hal ini, bukan berarti Anda diam saja jika seandainya ada karyawan yang melanggar aturan. Namun, bantulah mereka untuk sama-sama menjalani hybrid working di tengah situasi yang kurang ideal ini. Apabila ada karyawan yang menunjukkan tanda-tanda burnout, misalnya, berikan ia izin cuti untuk beristirahat. Atau jika ada karyawan yang performanya menurun, padahal sebelum ini ia termasuk salah satu top employee, ajaklah ia mengobrol dalam sesi one-on-one untuk mengetahui penyebabnya. Walau terkesan sederhana, langkah-langkah tersebut membantu terbentuknya budaya sehat di lingkungan hybrid working.   Tegaskan batasan antara pekerjaan dan kehidupan personal   Photo Credit: Jason Strull (Unsplash) Kesejahteraan diri sangat bergantung pada keseimbangan antara kehidupan kerja dan personal. Artinya, walaupun bekerja dari rumah, bukan berarti Anda harus bekerja seharian penuh. Justru Anda perlu menetapkan jam kerja harian, lalu komunikasikan kepada tim agar mereka tak menghubungi Anda untuk keperluan kerja di luar batas jam tersebut. Agar bisa komitmen menjalani batasan yang Anda tentukan sendiri, tak ada salahnya memanfaatkan teknologi seperti Microsoft Teams. Pada fitur message, Anda bisa memasang status khusus seperti “Prioritizing family time right now, thanks” atau “All work-related chats will be replied tomorrow”.    Itulah sejumlah tips yang bisa Anda terapkan untuk menjalankan hybrid working secara efisien dan mendukung kesejahteraan karyawan. Selain kelima tips tersebut, dibutuhkan pula dukungan teknologi yang mumpuni seperti Microsoft Teams dari Microsoft 365 for Business untuk menunjang aktivitas hybrid working. Bahkan tak hanya Microsoft Teams, Microsoft 365 for Business juga dilengkapi ragam layanan pendukung lain untuk bisnis seperti penyimpanan cloud 1 TB hingga program Office Online. Pilih sendiri edisi berlangganan yang paling sesuai kebutuhan hybrid working Anda. Jika bingung menentukan, Anda bisa menghubungi EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft di Indonesia. Tim EIKON Technology akan membantu Anda bermigrasi ke Microsoft 365 for Business. Klik di sini untuk info selengkapnya!

Google Meet, Google Workspace, Productivity, Rapat online

6 Fitur Baru Google Meet Tingkatkan Pengalaman Panggilan Video

  Tahun lalu, Google mengumumkan bahwa mereka menyediakan layanan Google Meet secara gratis. Sejak saat itu, Google Meet telah membantu jutaan penggunanya untuk tetap terhubung dengan satu sama lain selama pandemi. Pengembangan terhadap Google Meet terus dilakukan demi meningkatkan pengalaman pengguna dalam melakukan panggilan video. Berbagai fitur baru Google Meet pun rutin diluncurkan. Kali ini, fitur-fitur Google Meet tersebut tak hanya akan semakin memudahkan aktivitas panggilan video, tapi juga memberikan sedikit keseruan! Apa saja-fitur-fitur tersebut? Cari tahu selengkapnya di bawah ini! Memindahkan atau sembunyikan feed video sendiri Photo Credit: Google Melalui feedback yang diberikan, banyak pengguna Google menyampaikan bahwa mereka bisa berkonsentrasi lebih baik selama panggilan video jika tidak melihat diri sendiri. Berdasarkan feedback tersebut, Google Meet pun memberi kendali kepada Anda untuk mengatur ulang posisi dan ukuran feed video Anda sendiri. Bahkan Anda juga bisa menyembunyikan feed video Anda jika memang itu membuat Anda lebih nyaman. Lebih banyak space untuk melihat konten dan feed video peserta lain Photo Credit: Google Dengan feed video diri sendiri yang berkurang ukurannya, atau bahkan disembunyikan, kini Anda punya lebih banyak space untuk melihat feed video para peserta lain dalam panggilan video. Hal ini didukung dengan adanya tampilan baru yang lebih fresh. Tak hanya itu, dalam beberapa bulan mendatang, fitur baru Google Meet juga akan hadir dalam bentuk pin dan unpin konten. Melalui fitur Google Meet ini, nantinya Anda bisa pin beberapa tiles sekaligus pada layar panggilan video. Misalnya, saat online meeting, Anda dapat men-highlight kotak presentasi dan pembicara agar lebih fokus menyimak. Data Saver untuk menghemat pemakaian data Photo Credit: Ono Kosuki (Pexels) Pada situasi tertentu, terkadang panggilan video tetap harus dilakukan saat Anda dalam perjalanan. Masalahnya, tidak semua tempat menyediakan koneksi Wi-Fi yang memadai sehingga Anda pun harus mengandalkan paket data agar tetap bisa terhubung dengan internet. Memahami kebutuhan tersebut, Data Saver hadir sebagai fitur baru Google Meet untuk membantu membatasi penggunaan data pada jaringan mobile. Dengan begini, Anda pun bisa menghemat biaya pembelian paket data pula. Penyesuaian brightness secara otomatis Photo Credit: Google Salah satu tantangan melakukan panggilan video adalah wajah masing-masing peserta yang kurang terlihat, biasanya disebabkan kurangnya cahaya di tempat mereka berada. Bisa juga karena seseorang tengah duduk membelakangi jendela sehingga terjadi backlight. Menjawab tantangan tersebut, Google Meet versi web kini telah dibekali dengan kemampuan baru. Jika seorang pengguna tampak kurang terang, secara otomatis Google Meet akan mendeteksinya dan langsung meningkatkan brightness sehingga bisa dilihat lebih jelas oleh peserta lainnya. Autozoom untuk melihat peserta lain dengan lebih jelas Photo Credit: Matilda Wormwood (Pexels) Fitur baru Google Meet lainnya adalah Autozoom. Ditenagai oleh artificial intelligence (AI), Autozoom berfungsi membantu para peserta lain dalam panggilan video agar bisa melihat Anda secara lebih jelas. Melalui fitur Autozoom, mereka bisa memperbesar (zoom in) tampilan Anda sekaligus memposisikan Anda tepat di depan kamera. Namun, fitur Google Meet satu ini hanya bisa diakses oleh pengguna yang telah berlangganan Google Workspace berbayar. Ubah background dengan tampilan video Photo Credit: Google Melakukan panggilan video dengan Google Meet akan semakin seru dengan kehadiran fitur baru satu ini. Dalam update terbaru Google Meet, kini Anda bisa mengubah background dengan tampilan video. Penggunaan background video memungkinkan Anda untuk menjaga privasi sekaligus membuat sesi panggilan video jadi lebih seru dan menyenangkan. Saat ini, ada tiga opsi video yang bisa Anda pilih untuk dijadikan background, yaitu tema ruang kelas, pesta, dan hutan. Secara bertahap, Google akan terus melakukan penambahan.   Itulah keenam fitur baru Google Meet yang sudah bisa mulai Anda gunakan sejak akhir April 2021 lalu. Namun, mengingat tidak semua fitur tersebut dapat dipakai gratis, sebaiknya jangan tunggu lama untuk berlangganan Google Workspace berbayar. Tenang saja, Google Workspace menyediakan beberapa edisi langganan dengan harga berbeda yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Langsung saja pelajari perbedaannya di sini atau segera hubungi re-seller remi produk Google seperti EIKON Technology. Dengan berlangganan Google Workspace, Anda pun bisa meningkatkan pengalaman panggilan video dengan menggunakan Google Meet!   Meta desc: Berbagai fitur baru Google Meet diluncurkan untuk tingkatkan pengalaman pengguna dalam melangsungkan panggilan video.  

Google hangout, Google Meet, Info, Productivity, Rapat online, Teamwork, Technology

Meet Hardware Dapat Membantu Produktivitas Kerja Saat Work From Home

    Work from home, atau bekerja dari rumah, telah menjadi gaya kerja baru yang kini diadaptasi oleh banyak pekerja. Walaupun mungkin pada awalnya terasa agak kagok, kini aktivitas work from home bisa semakin lancar dilakukan berkat kecanggihan teknologi. Salah satunya yaitu Meet Hardware yang dapat membantu meningkatkan produktivitas kerja saat work from home. Kelancaran saat meeting tentunya tetap bergantung pada perangkat atau hardware yang Anda gunakan selama work from home. Jika menggunakan Meet Hardware, tak ada yang perlu Anda khawatirkan karena perangkat satu ini dapat membantu menjaga produktivitas Anda saat work from home. Tidak percaya? Buktikan sendiri melalui ulasan di bawah ini! Kolaborasi tetap berjalan dari mana pun Anda berada Photo Credit: Surface (Unsplash) Meskipun harus bekerja dari rumah masing-masing, bukan berarti Anda tidak bisa berkolaborasi dengan para rekan kerja lainnya. Di sinilah Google Meet Hardware dapat membantu Anda dalam mewujudkan kebutuhan tersebut. Meet Hardware adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan online video meeting atau video conference. Beberapa contohnya seperti webcam dan mikrofon. Dengan menggunakan perangkat tersebut selama work from home, komunikasi dengan rekan kerja di tempat lain pun sangat mungkin dilakukan. Kehadiran Meet Hardware membantu melancarkan jalannya komunikasi tersebut sehingga kolaborasi kerja bisa tetap jalan. Namun, dengan catatan, harus tersedia koneksi internet yang mumpuni karena bagaimanapun juga, Anda masih membutuhkannya untuk mengakses aplikasi Google Meet.  Kualitas gambar dan suara yang jelas sehingga lebih kondusif Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Google Meet memang dapat diakses dari berbagai perangkat, mulai dari desktop, laptop, smartphone, hingga tablet. Namun, terkadang tidak semua perangkat tersebut dibekali dengan kamera dan mikrofon yang andal. Alhasil, saat Anda menggunakannya untuk video meeting selama work from home, kualitas gambar dan suara yang muncul pun kurang maksimal. Akibatnya, ketika video meeting berlangsung, baik Anda dan peserta lain jadi kesulitan mendengarkan dan merespons satu sama lain. Hal ini tentu berdampak kurang baik pada produktivitas kolaborasi kerja. Nah, Meet Hardware hadir sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Bekerja sama dengan produsen ternama seperti Logitech dan Asus, Google memproduksi hardware yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan online video meeting. Mulai dari camera, speaker mic, hingga touchscreen, Meet Hardware mampu menghasilkan gambar dan suara dalam kualitas jernih. Dengan begini, Anda dan peserta meeting lainnya bisa saling menyimak secara jelas. Komunikasi berlangsung kondusif sehingga kolaborasi kerja pun tidak terganggu.   Lalu, di mana Anda bisa mendapatkan Meet Hardware? Photo Credit: Vanessa Garcia (Pexels) Perlu diingat kembali bahwa Meet Hardware bukan terdiri dari satu perangkat saja, melainkan berupa serangkaian perangkat yang juga bisa Anda beli dalam satuan. Lalu, di mana Anda bisa membelinya? Umumnya, toko-toko gadget menjual produk Meet Hardware. Namun, jika ingin yang telah terbukti keaslian dan kualitasnya, Anda bisa membeli perangkat video meeting  Meet melalui reseller resmi produk Google seperti EIKON Technology. EIKON Technology menyediakan beragam produk  Meet Hardware untuk berbagai kebutuhan. Tak hanya bagi Anda yang harus video meeting sambil work from home, tapi juga bagi Anda yang sering melakukan video conference di ruangan khusus meeting bersama banyak orang.    Work from home bukan menjadi alasan untuk tidak produktif bekerja, terutama yang bersifat kolaborasi. Sebaliknya, produktivitas kerja saat work from home tetap bisa terjaga dengan bantuan Meet Hardware. Segera hubungi EIKON Technology untuk mendapatkan perangkat video meeting yang paling sesuai kebutuhan work from home Anda!       

Collaboration, Gmail, Google Meet, Google Workspace, Info, Rapat online

Mengatur Jadwal Meeting dengan Google Kalender

  Rapat atau meeting menjadi salah satu bagian yang tidak pernah lepas dari bisnis. Melalui aktivitas satu ini, para pelaku bisnis atau anggota tim bisa berkolaborasi untuk menghasilkan banyak hal positif. Namun, dengan begitu banyaknya hal yang harus dibahas, jumlah meeting yang harus Anda hadiri pun tak kalah padat. Karenanya, dibutuhkan bantuan tool yang dapat membantu Anda mengatur jadwal meeting secara terperinci. Di sinilah Google Kalender bisa memberikan solusi atas kebutuhan tersebut. Baik untuk jadwal meeting offline maupun online, Google Kalender akan mengatur jadwalnya untuk Anda! Pastikan Anda sudah punya akun Google Photo Credit: Solen Feyissa (Unsplash) Google Kalender termasuk salah satu bagian dari rangkaian program Google Workspace. Oleh sebab itu, untuk bisa menggunakannya, Anda diwajibkan memiliki akun Google terlebih dulu. Dengan menggunakan akun Google inilah Anda bisa sign in untuk mengakses Google Kalender. Jika memang belum punya akun Google, Anda dapat membuatnya melalui Gmail di alamat mail.google.com. Hanya dengan satu akun Google tersebut, nantinya Anda tak hanya bisa mengakses Google Kalender, tapi juga produk-produk Google lain seperti Drive, Docs, Sheets, Slides, dan Meet.   Cara mengatur jadwal meeting offline Photo Credit: fauxels (Pexels) Mengatur jadwal meeting offline pada Google Kalender sangatlah mudah. Ketikkan alamat calendar.google.com pada browser Anda, lalu lakukan login menggunakan akun Google yang telah Anda buat sebelumnya. Jika sudah, halaman akan menampilkan kalender dalam format hari yang dibagi berdasarkan jam. Apabila ingin mengubah format tampilan menjadi mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan, Anda bisa klik opsi Day di bagian kanan atas, lalu pilihlah format sesuai preferensi. Sedangkan untuk cara mengatur jadwal meeting offline melalui Google Kalender, berikut langkah-langkahnya: Klik pada hari, tanggal, dan jam yang dipilih untuk meeting offline. Klik Create di bagian kiri atas halaman. Google Kalender akan memunculkan kotak khusus yang bisa Anda isi dengan detail jadwal meeting, mulai dari waktu, peserta, hingga lokasi. Jika seandainya ada dokumen atau materi yang harus dipelajari peserta meeting, Anda bisa melampirkannya pada kotak yang sama tersebut. Nantinya, begitu Anda membagikan jadwal meeting ke peserta lain melalui Google Kalender, peserta tersebut dapat langsung mengunduh dokumen terlampir. Cara mengatur jadwal meeting online di Google Meet Photo Credit: Surface (Unsplash) Aktivitas meeting tak hanya bisa dilakukan secara offline atau bertemu langsung, melainkan juga bisa melalui online conference. Mengatur jadwal online meeting pada Google Kalender akan lebih praktis jika Anda menggunakan Google Meet sebagai perangkat video meeting. Caranya pun sama dengan pengaturan jadwal untuk offline meeting: Klik pada hari, tanggal, dan jam yang dipilih untuk meeting offline. Klik Create di bagian kiri atas halaman. Pada kotak yang muncul, klik opsi Add Google Meet video conferencing.  Pada jadwal meeting yang telah ditentukan, peserta bisa langsung klik opsi Join with Google Meet untuk bergabung dengan video meeting. Bagi yang mengatur jadwal online meeting di Google Meet versi gratis, penting diketahui bahwa jumlah maksimal pesertanya adalah seratus dengan durasi maksimal enam puluh menit. Namun, dengan upgrade ke Google Meet premium melalui langganan Google Workspace for Business, kapasitas jumlah peserta bisa bertambah hingga 250 dan durasi video meeting mencapai 24 jam.   Mengatur jadwal meeting, baik yang bersifat offline maupun online, kini bisa mudah dan praktis dilakukan melalui Google Kalender. Agar bisa memanfaatkan seluruh fiturnya secara optimal, ada baiknya untuk segera upgrade ke versi premium dengan berlangganan Google Workspace for Business. Tak hanya Google Kalender, dengan Google Workspace for Business Anda juga mendapatkan akses maksimal untuk produk-produk unggulan Google lain seperti Drive, Gmail, Meet, Docs, Sheets, dan Slides. Jadi, tunggu apa lagi? Segera daftar langganan Google Workspace for Business melalui reseller resmi Google di Indonesia, EIKON Technology!   Meta desc: Dengan jadwal meeting yang begitu padat, gunakan Google Kalender untuk mengatur jadwal agar tak ada meeting yang terlewat.

Collaboration, Google Meet, Rapat online

Device Google Meet Hardware yang Sesuai untuk Bisnis Anda

Berkat kehadiran Google Meet, kini aktivitas meeting bisnis tak harus selalu dilakukan secara tatap muka langsung. Terlebih, Google Meet telah dilengkapi berbagai fitur penunjang untuk memaksimalkan pengalaman online meeting Anda. Contohnya fitur digital whiteboarding, hand raising, bahkan hingga Q&A. Terdapat berbagai device Google Meet Hardware yang sesuai untuk bisnis Anda.  Pada dasarnya, Google Meet dapat diakses dari banyak perangkat, baik desktop, laptop, maupun mobile. Namun, bagi Anda yang sehari-hari menggunakan Google Meet untuk keperluan meeting bisnis, sangat dianjurkan untuk upgrade menggunakan perangkat khusus Google Meet hardware. Dirancang khusus untuk Google Meet, perangkat tersebut mampu memberikan kualitas video conference yang sangat baik. Lantas, perangkat Google Meet hardware apa saja yang sebaiknya Anda gunakan? Berikut rekomendasinya. Google Hangouts Meet Hardware Kit (Chromebox 3) Photo Credit: EIKON Technology Sebagai pengembang aplikasi Meet, tentunya Google juga turut memproduksi hardware sendiri untuk menunjang aktivitas video conference. Versi terbaru yang bisa Anda temukan di pasaran adalah Google Hangouts Meet Hardware Kit (Chromebox 3). Sesuai namanya, Google Meet hardware satu ini ditenagai Chromebox 3 dengan prosesor Intel Core i7 yang performanya begitu cepat dan lancar. Didukung fitur update otomatis, Anda pun tak perlu repot melakukan update system secara manual. Hardware lain yang juga termasuk dalam Google Hangouts Meet Hardware Kit (Chromebox 3) adalah 4K UHD camera dengan fitur auto zoom dan tampilan lebar 120 derajat, touchscreen control panel untuk memudahkan akses masuk ke online meeting, serta speaker mic yang mampu menekan kebisingan sehingga suara yang terkirim pun dapat terdengar jelas. Series One Google Meet Hardware Kit Photo Credit: meetingdevices.withgoogle.com Selain merancang Google Meet hardware sendiri, Google juga bekerja sama dengan sejumlah produsen ternama dunia untuk memproduksi perangkat lainnya. Salah satu produsen tersebut adalah Lenovo, yang menghadirkan Series One Google Meet. Mereka menyediakan tiga jenis paket, yakni untuk kebutuhan ruangan meeting kecil, sedang, dan besar. Berikut perbedaan isi perangkatnya:   Small Room (maksimal 6 partisipan): sistem computing Series One Meet (RAM 4 GB, 128GB SSD), Smart Camera, Smart Audio Bar, dan remote control. Medium Room (6-10 partisipan): sistem computing Series One Meet (RAM 4 GB, 128GB SSD), Smart Camera, Smart Audio Bar, touch controller, mic pod. Large Room (lebih dari 10 partisipan): sistem computing Series One Meet (RAM 4 GB, 128GB SSD), Smart XL Camera, Dual Smart Audio Bar, touch controller, 2 mic pods.   Logitech Tap Photo Credit: meetingdevices.withgoogle.com Google juga bekerja sama dengan Logitech dalam memproduksi Google Meet hardware. Bernama Logitech Tap, perangkat satu ini tersedia pula dalam tiga paket yang terbagi berdasarkan kebutuhan ruangan meeting kecil, sedang, dan besar. Perbedaan masing-masing isi perangkat dapat Anda lihat di bawah ini:   Small Room: sistem computing khusus Meet dengan Chrome OS, kamera Logitech MeetUp, Logitech Tap, mounting plate dan metal stand, serta dokumentasi.   Medium Room: sistem computing khusus Meet dengan Chrome OS, Logitech Tap, Logitech Rally (1 mic pod, 1 speaker), mounting plate dan metal stand, Rally Mounting Kit, serta dokumentasi. Large Room: sistem computing khusus Meet dengan Chrome OS, Logitech Tap Touch Controller, Logitech Rally Plus (1 kamera, 2 mic pods, 2 speakers, kabel), mounting plate dan metal stand, Rally Mounting Kit, Rally Mic Pod Hub, serta dokumentasi.   Dengan menggunakan Google Meet hardware, kualitas tampilan kamera dan audio akan lebih optimal sehingga online meeting pun berjalan lancar. Tak ada lagi kendala gambar buram atau suara kurang jelas karena berbagai perangkat di atas telah dirancang khusus untuk kebutuhan online meeting melalui Google Meet. Pastikan Anda membeli Google Meet hardware hanya di reseller resmi produk Google di Indonesia seperti EIKON Technology. Tim dari EIKON Technology akan membantu Anda memilih perangkat Google Meet yang sesuai kebutuhan bisnis. Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi EIKON Technology sekarang juga untuk mendapatkan Google Meet hardware berkualitas terbaik!  

Scroll to Top