EIKON Technology

Info

Info

Peningkatan Kapabilitas Ekspor Data di Google Workspace

Integrasi Google Workspace dan Google Cloud Storage memungkinkan Anda untuk mengekspor semua atau sebagian data perusahaan ke arsip digital dengan tingkat keamanan tinggi. Data yang telah disimpan ke dalam arsip pun nantinya dapat diunduh. Cloud Storage memiliki tool Data Export yang dirancang khusus untuk mengekspor seluruh data. Kini, kapabilitas tersebut mengalami peningkatan seputar ekspor data pengguna untuk pelanggan Google Workspace. Peningkatan kapabilitas ekspor data Per awal Agustus 2023, Google Workspace meluncurkan peningkatan dalam hal ekspor data pengguna. Workspace menghadirkan beberapa peningkatan berupa: Photo Credit: Google Workspace Updates Seluruh pelanggan Google Workspace kini dapat memilih untuk mengekspor data pengguna tertentu, bukan keseluruhan data mereka (data yang berupa user generated content). Photo Credit: Google Workspace Updates Perubahan antarmuka tool Data Export, yang memberikan informasi lebih detail mengenai ekspor, mencatat riwayat ekspor yang lebih panjang, sekaligus menawarkan lebih banyak fitur (seperti takeout yang telah difilter). Baca juga: Storage Transfer Service Google Cloud Kini Mendukung Kapabilitas Replikasi Real-Time Pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Standard, Education Plus, dan Teaching and Learning Upgrade kini memiliki opsi tambahan untuk mengekspor data. Jika menggunakan salah satu edisi tersebut, maka Anda dapat mengekspor konten untuk sekumpulan pengguna individual. Misalnya, Anda dapat memilih untuk mengekspor seluruh data yang ditujukan khusus bagi beberapa pengguna tertentu (bukan untuk seluruh pengguna dalam satu domain). Dengan hadirnya opsi ini, Anda bisa memiliki lebih banyak pilihan saat harus melakukan ekspor data, sekaligus melengkapi opsi yang telah dirilis tahun 2022 lalu, yaitu: Mengekspor user generated content menurut organizational unit (OU). Mengekspor user generated content berdasarkan grup. Secara historis, ekspor data terbatas pada kumpulan lengkap user generated content milik pelanggan. Namun, saat mengekspor, banyak pelanggan yang menemukan bahwa dari keseluruhan user generated content, hanya beberapa saja yang relevan. Dengan hadirnya peningkatan ini maka pelanggan memiliki kontrol yang lebih besar dan terperinci, terutama seiring dengan berkembangnya kebutuhan bisnis dan compliance mereka. Adanya lebih banyak opsi ekspor, memungkinkan pelanggan untuk bisa mengambil data spesifik yang diperlukan, kapan pun mereka membutuhkannya. Baca juga: Pembaruan Alat Storage Management di Konsol Admin, Apa yang Berubah? Mulai menggunakan kapabilitas Google Cloud Storage Kapabilitas baru ini dikelola sepenuhnya oleh Super Admins. Untuk bisa menggunakan kapabilitas ini pastikan Workspace Anda sudah: Memiliki akun Super Admins atau Cloud Identity yang berusia setidaknya 30 hari. Mengaktifkan 2-Step Verification (2SV) untuk akun Anda. Memastikan bahwa ekspor data terakhir yang berhasil diselesaikan bertanggal lebih dari 30 hari. Namun, jika ekspor terakhir tidak berhasil, Anda bisa segera memulai ekspor baru atau menjalankan ekspor remediasi untuk mendapatkan data yang hilang. Memastikan tidak ada aktivitas ekspor data lain yang sedang berlangsung. Hanya satu ekspor yang dapat dijalankan dalam satu waktu. Ketersediaan Peluncuran penuh kapabilitas baru ini dimulai tanggal 7 Agustus 2023 (membutuhkan waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur), baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Starter, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Standard, Education Plus, Teaching and Learning Upgrade, dan Assured Controls. Baca juga: Penambahan Aturan Lifecycle Conditions Baru untuk Google Cloud Storage Dengan hadirnya peningkatan kapabilitas ekspor data ini maka pelangan memiliki kontrol yang lebih besar dan terperinci, terutama seiring dengan berkembangnya kebutuhan bisnis dan compliance mereka. Tertarik dengan kapabilitas terbaru Google Cloud Storage ini? Anda bisa mendapatkannya secara otomatis saat berlangganan Google Workspace edisi Business atau Education. Keduanya telah tersedia di EIKON Technology official partner Workspace Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai berlangganan, silakan hubungi kami di sini!

Info

eSignature untuk Google Docs dan Drive, Apa Keunggulannya

Sejak bulan Juni 2022 lalu, Google memulai alpha testing kemampuan untuk meminta dan menyimpan eSignature di Google Docs. Dari pengetesan tersebut, Google melakukan beberapa peningkatan. Pada bulan Agustus 2023 ini, Google secara resmi meluncurkan eSignature di ekosistem Workspace mereka. Bagaimana cara kerjanya? Mengenal eSignature Google Workspace eSignature di Google Drive – Photo Credit: Google Workspace Updates Memantau kontrak dan perjanjian pelanggan bisa menjadi sebuah tantangan tersendiri karena Anda harus terus-menerus berpindah dokumen dan aplikasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Berangkat dari situ, Google kemudian mengintegrasikan tanda tangan elektronik (eSignature) di Docs, sehingga Anda bisa dengan cepat mengerjakan dokumen perjanjian langsung dari Docs tanpa harus berpindah tab atau aplikasi. eSignature di Docs memanfaatkan infrastruktur yang didesain dengan perlindungan bawaan Google untuk membantu mengamankan informasi sekaligus melindungi privasi data Anda. Baca juga: Pentingnya Menggunakan Signature untuk Email Perusahaan Kini eSignature telah tersedia dalam format open beta untuk pelanggan Google Workspace Individual (tidak dibutuhkan pendaftaran ulang untuk bisa menggunakan fitur baru ini). Nantinya, eSignature akan tersedia dalam format beta untuk pelanggan Google Workspace edisi tertentu. eSignature di Google Docs – Photo Credit: Google Workspace Updates Bagi pemilik usaha skala kecil atau UMKM, menelusuri kontrak, perjanjian dengan pelanggan, dan dokumen penting lainnya bisa sangat menantang. Untuk memperlancar arus kerja pengelolaan dokumen, Google meluncurkan fitur eSignature di Docs. Fitur ini memungkinkan Anda untuk meminta dan menambahkan tanda tangan elektronik di dokumen resmi langsung di Google Docs. Fitur eSignature ini akan memudahkan Anda untuk: Meminta tanda tangan elektronik, memantau status tanda tangan yang masih tertunda, hingga menemukan kontrak yang sudah berhasil ditandatangani. Menandatangani kontrak resmi langsung dari Google Drive tanpa perlu berpindah aplikasi atau bahkan tab. Membuat salinan baru kontrak untuk tiap permintaan. Dengan begitu, Anda bisa menggunakan dokumen tertentu sebagai sebuah templat sekaligus membuat beberapa eSignature sekaligus. Baca juga: Collapsible Heading, Fitur Baru Google Docs untuk Rapikan Tampilan Dokumen Akhir tahun 2023 ini, Google akan memperkenalkan beberapa dukungan tambahan untuk eSignature yang berupa: Audit trail: Semua dokumen kontrak yang telah selesai secara otomatis akan memiliki laporan jejak audit untuk memudahkan Anda melakukan pemantauan. Multi-signer: Kemampuan untuk meminta eSignature kepada lebih dari satu pengguna. Non-Gmail users: Kemampuan untuk meminta eSignature dari non-pengguna Gmail. Initiating eSignature on PDF: Kemampuan untuk memulai eSignature pada file PDF yang telah tersimpan di Drive, Ketersediaan eSignature versi beta untuk pelanggan Google Workspace Edisi Google Workspace tertentu dapat mengajukan permohonan untuk uji beta eSignature menggunakan formulir ini. Fitur eSignature akan tersedia sebagai bagian dari versi beta yang lebih besar, yang akan mencakup akses ke layout email khusus di Gmail. Layout baru tersebut memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan templat yang ada, menggunakan kembali layout khusus untuk email campaign, atau membuat layout baru dari awal. Setelah mendaftar ke versi beta, Anda akan melihat eSignature dan beberapa fitur baru Gmail dalam beberapa minggu mendatang. eSignature tersedia bagi pelanggan Google Workspace individu. Fitur dirilis secara bertahap mulai dari tanggal 8 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk edisi Google Workspace yang dapat mengajukan permohonan uji beta eSignature ialah Business Standard, Business Plus, Enterprise Starter, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Essentials Plus, Education Plus, dan Nonprofits. Permohonan akan mulai diproses pada minggu kedua bulan Agustus 2023. Baca juga: Cara Membuat Custom Building Block di Google Docs Hadirnya fitur eSignature di Google Docs dan Drive ini akan memudahkan Anda untuk menambahkan tanda tangan elektronik secara mudah tanpa berpindah dokumen dan aplikasi. Agar performa fitur baru ini lebih optimal, jangan lupa berlangganan edisi Workspace yang memenuhi syarat pengajuan eSignature versi beta, seperti Workspace for Business dan Workspace for Education. Keduanya bisa Anda dapatkan di EIKON Technology, partner resmi Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace, Info

Buat Dokumen Khusus Lebih Mudah dengan Variable Chips Google Docs

Awal tahun 2023 ini, Google meluncurkan kapabilitas smart canvas untuk aplikasi Docs yang membantu Anda menyederhanakan alur kerja dan menyelesaikan tugas umum dengan perintah sederhana. Kini, kapabilitas tersebut diperluas dengan hadirnya fitur variable chips. Seperti apa cara kerjanya? Mari simak ulasannya berikut. Fitur variable chips smart canvas Google Docs Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk menyederhanakan alur kerja Anda selama menggunakan Docs, Google memperkenalkan smart canvas. Kapabilitas ini akan membantu Anda menyelesaikan tugas umum dengan perintah yang lebih sederhana. Selain Docs, kapabilitas ini juga berjalan di aplikasi Google lainnya, seperti Slides dan Sheets. Google baru saja meluncurkan fitur baru untuk smart canvas Docs, yakni variable chips. Ini merupakan sebuah fitur baru yang akan menyederhanakan proses pembuatan dokumen, seperti faktur dan kontrak, sekaligus membuat proses komunikasi yang luas menjadi lebih mudah. Baca juga: Peningkatan Fitur Pengaturan Konten Google Docs Untuk menggunakannya pun mudah, Anda cukup menentukan terlebih dahulu dan masukkan placeholder seperti nama klien, nomor kontrak, atau Alamat, lalu perbarui di seluruh dokumen dengan mengedit nilainya di satu tempat. Menggunakan variabel sebagai placeholder dinamis akan menyederhanakan proses pembuatan templat, baik melalui custom building blocks atau menggunakan dokumen yang sudah disimpan sebagai templat. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur variable chips smart canvas Google Docs ini tidak memerlukan pengaturan apa pun dari administrator, pengguna bisa langsung menggunakannya setelah perilisan. Untuk mulai menggunakan fitur, ikuti langkah-langkah berikut ini: Di komputer Anda, buka dokumen dengan Google Docs. Untuk mengakses variable chips Anda dapat: Masuk ke menu Insert > Variables. Ketik “@” dan pilih Variable. Anda dapat mengubah nama chip di panel sebelah kanan Docs. Cukup arahkan kursor ke variable chip dan klik Edit name. Menetapkan nilai ke variable chip Temukan variable chip yang ingin Anda tetapkan nilainya. Jika variable chip belum memiliki nilai yang ditetapkan, chip tersebut akan memiliki garis hitam di sekitar teks. Klik variable chip tersebut dan masukkan nilainya. Baca juga: Cara Mengaktifkan dan Menonaktifkan Client-Side Encryption Google Docs Ketersediaan Fitur variable chips smart canvas Google Docs ini dirilis secara bertahap. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 23 Mei 2023 (membutuhkan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur), sedangkan untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 5 Juni 2023 membutuhkan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Fitur tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, dan Nonprofits. Namun sayangnya, fitur ini belum tersedia bagi pelanggan Google Workspace edisi Essentials Starter, Business Starter, Enterprise Essentials, Enterprise Essentials Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, Frontline Starter, dan Frontline Standard. Fitur juga masih belum tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi.  Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs Dan Slides Hadirnya fitur variable chips sebagai perluasan smart canvas di Google Docs ini akan meringkas lebih banyak waktu dan tenaga Anda saat menyusun dokumen khusus, seperti faktur dan juga kontrak. Cukup dengan beberapa perintah sederhana saja, maka Anda bisa menghasilkan dokumen yang dibutuhkan dengan tampilan yang lebih rapi. Fitur variable chips ini telah tersedia di Google Docs Workspace for Business yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Kami menyediakan Google Workspace resmi bergaransi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Informasi lebih lanjut mengenai implementasi, silakan hubungi kami di sini.

Info

Update Google Voice, Makin Banyak Data Performa di Log Audit

 Sebelumnya, log audit Google Voice merekam informasi seperti tanggal, sumber panggilan, dan tujuan panggilan. Per Mei 2023 ini, Voice melakukan peningkatan pada data performa log audit sehingga informasi yang diperoleh pun semakin kaya. Untuk detail selengkapnya mengenai peningkatan ini, mari simak ulasan berikut ini. Peningkatan data performa log audit Google Voice Selain informasi yang sudah direkam dalam log audit Voice, seperti tanggal, sumber panggilan, dan tujuan panggilan, setelah update Google Voice Anda akan melihat informasi performa spesifik per panggilan, termasuk: Round Trip Time; Packet Loss per 1000; Jitter. Data tambahan ini dapat membantu administrator dalam mengidentifikasi dan memecahkan potensi masalah jaringan yang memengaruhi kualitas panggilan di seluruh perusahaan Anda. Baca juga: Update Google Voice: Lebih Banyak Opsi Status Ketersediaan Panggilan Mulai menggunakan log audit Google Voice Photo Credit: Freepik Administrator dapat menemukan log audit Google Voice melalui konsol Admin. Masuk ke menu Reporting dan kemudian pilih opsi Audit and investigation, lalu klik Voice log events. Administrator Google Workspace dapat menggunakan halaman Audit and investigation untuk menjalankan penelusuran terkait peristiwa yang terekam di log Voice. Di sana, administrator dapat meninjau aktivitas Voice di seluruh perusahaan. Misalnya, untuk meninjau detail SMS dan panggilan, termasuk biaya dan durasinya. Selain itu, administrator juga dapat meninjau waktu serta biaya panggilan yang tepat untuk Google Meet Global Dialing. Untuk daftar lengkap layanan dan aktivitas yang dapat ditelusuri melalui log audit Google Voice (seperti Google Drive atau aktivitas pengguna) ini, Anda bisa membaca sumber data untuk halaman audit and investigation di sini. Menyaring data Buka log peristiwa dengan mengeklik menu Access Voice log event data. Klik Add a filter, kemudian pilih atribut yang diinginkan. Di jendela pop-up, pilih operator, lalu pilih nilai, lalu klik Apply. Untuk menerapkan beberapa filter sekaligus dalam satu penelusuran, silakan klik Add a filter dan ulangi langkah nomor 3. Untuk menambahkan operator penelusuran, di atas Add a filter, pilih AND atau OR. Selanjutnya, klik Search. Penting untuk diingat, dengan menggunakan tab Filter, Anda dapat menyertakan parameter sederhana dan pasangan nilai untuk memfilter hasil pencarian. Anda juga bisa menggunakan tab Condition builder tab, tempat filter menjadi ketentuan dengan operator AND/OR. Baca juga: Perlindungan Spam Google Voice yang Ditingkatkan dengan Label Otomatis Ketersediaan fitur Photo Credit: KamranAydinov (Freepik) Update terbaru Google Voice yang menghadirkan perluasan informasi yang ditampilkan log audit ini dirilis dalam peluncuran yang diperpanjang (berpotensi lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur) mulai dari tanggal 30 Mei 2023. Tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace yang dapat menggunakan tool investigasi keamanan (security investigation): Tool investigasi keamanan tersedia untuk Google Workspace Enterprise Plus, Education Standard, dan Education Plus. Administrator dengan Cloud Identity Premium, Enterprise Standard, Education Standard juga dapat menggunakan fitur investigasi untuk subset sumber data log audit Google Voice. Baca juga: Pelanggan Google Voice Standard Kini Dapat Menetapkan Nomor Telepon di Negara Lain Update Google Voice ini memungkinkan administrator Workspace yang sudah ditunjuk untuk bisa mengakses lebih banyak informasi terkait log audit Voice. Informasi tersebut bisa langsung diakses setelah update resmi dirilis, tanpa perlu pengaturan tambahan apa pun. Untuk mengoptimalkan berbagai fitur dan kapabilitas yang disediakan Google Voice, jangan lupa berlangganan Google Workspace. Pilih edisi yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda untuk hasil yang maksimal. Masih bingung menentukan mana edisi Google Workspace yang harus dipilih? EIKON Technology siap membantu Anda memilih edisi Workspace yang paling tepat. Tunggu apalagi? Langsung hubungi kami di sini!

Info

Google Trust Services Kini Tawarkan Sertifikat TLS untuk Pelanggan Google Domains

Google baru saja mengumumkan perubahan yang akan mempermudah pelanggan Google Domains mendapatkan sertifikat Google Trust Services TLS. Dengan integrasi ini, semua pelanggan Google Domains dapat memperoleh sertifikat publik untuk situs web mereka tanpa biaya tambahan, baik untuk situs yang berjalan di layanan Google maupun penyedia layanan. Selain itu, Google Domains kini juga menyediakan API untuk memungkinkan tantangan DNS-01 dengan server DNS Google Domains untuk menerbitkan dan memperpanjang sertifikat secara otomatis. Mari simak ulasannya berikut ini. Cara menggunakan Google Trust Services terbaru Menggunakan Automatic Certificate Management Environment (ACME) memastikan sertifikat Anda diperbarui secara otomatis, terlebih kini sudah banyak layanan hosting yang mendukung ACME. Jika menjalankan server Anda sendiri, tersedia klien ACME yang terintegrasi dengan server umum secara mudah. Untuk menggunakan fitur ini, Anda memerlukan kunci API yang disebut kunci External Account Binding (EAB). Baca juga: Tips Memilih Domain Website untuk Bisnis Fitur ini memungkinkan permintaan sertifikat Anda dikaitkan dengan akun Google Domains. Anda bisa mendapatkan kunci API dengan mengunjungi Google Domains dan membuka halaman Security. Di halaman tersebut telah tersedia Google Trust Services yang dapat Anda manfaatkan untuk memperoleh kunci EAB. Photo Credit: Google Security Blog Sebagai contoh, dengan klien Certbot ACME yang populer, konfigurasi untuk mendaftarkan akun akan terlihat seperti berikut: EAB_KEY_ID dan EAB_HMAC_KEY tersedia di halaman Security Google Domains Anda. Setelah akun berhasil dibuat, Anda bisa langsung menerbitkan sertifikat dengan menjalankan perintah: Google Domains dan ACME DNS-01 ACME menggunakan tantangan untuk memvalidasi kontrol domain sebelum mengeluarkan sertifikat. Tantangan ACME DNS-01 dapat menjadi cara yang efisien bagi pengguna untuk mengotomatiskan proses validasi dan mengintegrasikan dengan situs web dan layanan hosting web yang ada. Google Domains kini menyediakan API untuk tantangan ACME DNS-01 yang membantu menyederhanakan proses bagi pengguna untuk mengautentikasi kontrol domain dengan cepat dan aman. Layanan ini sekarang ditawarkan di beberapa klien ACME populer seperti Certbot melalui this plugin, Caddy, Certify The Web, dan Posh-ACME. Baca juga: 3 Langkah Mudah Validasi Domain di Google Cloud Platform Photo Credit: Google Security Blog Untuk menyetel penyediaan sertifikat otomatis dengan ACME dan DNS-01, ikuti langkah-langkah berikut: Masuk ke Google Domains. Pilih domain yang ingin Anda gunakan. Di bagian kiri atas, klik “Menu” dan pilih “Security”. Di bagian “ACME DNS API”, klik “Create token”. Sebuah kotak dialog akan muncul dengan “API Token”. Ini adalah API Token yang harus Anda masukkan ke klien ACME. Anda harus menyalin nilai ini (cukup dengan mengeklik tombol salin di sebelah API Token). Namun perlu diingat, nilai ini hanya ditampilkan sekali. Setelah kotak dialog ditutup, Anda tidak akan bisa melihat API Token ini lagi. Simpan token ini di tempat yang aman, karena siapa pun yang memilikinya dapat mengubah beberapa data TXT DNS domain Anda. Jika tidak menyimpan nilai ini sebelum menutup kotak dialog, Anda dapat dengan mudah menghapus dan membuat token baru. Penting untuk diingat, Anda hanya dapat mengajukan 10 token API per domain dalam satu waktu. Setelah kotak dialog ditutup, sistem akan menampilkan informasi bahwa token telah dibuat. Anda dapat menghapus token ini kapan saja untuk mencabut aksesnya. Token API sekarang dapat digunakan di klien ACME yang mendukung API DNS ACME Google Domains. Setiap klien ACME sedikit berbeda tentang cara menentukan Token API ini sehingga Anda perlu membaca dokumentasi pada klien ACME yang Anda inginkan. Baca juga: Register Domain Lebih Mudah dengan GA Cloud Domain Apa pun klien ACME yang Anda gunakan, Google Domains dan Google Trust Services dengan senang hati menawarkan opsi yang andal untuk sertifikat TLS gratis. Ini melanjutkan misi membantu membangun internet yang lebih aman dengan menyediakan Certificate Authority yang transparan, tepercaya, dan andal. Dukung keandalan Domains dengan menerapkan rangkaian produktivitas Google Workspace dalam lingkungan kerja Anda. EIKON Technology menyediakan layanan implementasi Workspace dengan proses yang seamless dan tentunya aman. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penerapan Google Workspace, silakan hubungi kami di sini!

Gmail, Google Workspace, Info

Cara Mengatur Visibilitas Warning Banner Gmail Email Melalui Kontrol Admin Baru

Google baru saja meluncurkan pengaturan tambahan bagi admin Workspace untuk mengontrol warning banner email Gmail yang masuk. Dengan pengaturan tambahan ini, admin dapat menentukan apakah warning banner akan dimunculkan atau tidak pada Workspace end-user. Bagaimana caranya? Mari simak penjelasan berikut! Pengaturan warning banner Gmail email melalui kontrol admin Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelumnya, warning banner akan muncul secara otomatis setiap pesan spam atau pesan yang terindikasi sebagai phishing masuk ke inbox Gmail. Namun kini administrator dapat mengatur untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur tersebut sesuai kebutuhan. Pengaturan baru tersebut tersedia di Admin console dapat diakses melalui langkah-langkah berikut:  Apps > Google Workspace > Settings for Gmail > Spam, Phishing, and Malware > Add Another Rule  Sebagai administrator, Anda dapat mempertimbangkan untuk menonaktifkan peringatan ini saat melakukan pelatihan anti-phishing dengan end-user. Opsi baru ini memberikan lebih banyak fleksibilitas seputar visibilitas peringatan ini, bagaimanapun pilihan konfigurasi yang Anda pilih. Baca juga: Client-Side Encryption untuk Gmail Kini Telah Hadir dalam Versi Beta Pengaturan filter spam di Gmail Secara default, Gmail memindai semua email untuk mencari spam. Saat Gmail mendeteksi adanya spam, maka pesan akan langsung dikirim ke folder spam penerima. Administrator tidak dapat menonaktifkan pemindaian spam Gmail. Namun, administrator dapat menggunakan Spam setting untuk membuat filter spam guna menyesuaikan perilaku pemindaian spam Gmail. Dengan menyesuaikan filter spam Gmail, maka Anda dapat mengatur: Pesan dari pengirim pada daftar pengirim yang disetujui tidak ditandai sebagai spam. Pesan dari pengirim di domain Anda tidak ditandai sebagai spam. Pesan spam dikarantina, sehingga Anda dapat meninjaunya sebelum dikirim ke penerima. Pesan dari pengirim massal dipindai lebih dalam untuk mencari spam. Cara menambahkan filter spam di Gmail Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Masuk ke konsol Google Admin. Di konsol Admin, buka Menu > Apps > Google Workspace > Gmail > Spam, Phishing and Malware. Di sebelah kiri, pilih organizational unit (OU). Gulir ke Spam dan klik Configure atau Add another rule. Di kotak Add setting dan masukkan nama unik untuk setelan tersebut. Pilih opsi pemfilteran spam. Gmail menyediakan enam opsi yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Di bagian bawah kotak Add setting, klik Save. Verifikasi bahwa setelan baru telah tercantum di tabel Spam setting. Perubahan kemungkinan akan memerlukan waktu hingga 24 jam, tapi biasanya terjadi lebih cepat. Anda juga dapat melacak perubahan di log audit konsol Admin. Baca juga: Perubahan Tampilan Antarmuka Gmail Versi Web, Makin Terintegrasi Mulai menggunakan fitur Warning banner Gmail kini dapat diaktifkan atau dinonaktifkan pada level domain atau OU. Anda cukup mengikuti langkah-langkah yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya untuk mengaktifkan atau menonaktifkan warning banner di Gmail end-user. Pengaturan baru ini dirilis secara bertahap di mulai pada tanggal 17 Februari 2023, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Ketersediaan fitur Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace yang dikelola oleh administrator. Itu artinya, fitur tidak berlaku bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Pengaturan tambahan ini juga tidak tersedia bagi pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business (pendahulu Google Workspace). Baca juga: Kapabilitas Baru Gmail: Lebih Mudah Temukan Ruang Chat dan Spaces Pengaturan tambahan ini memungkinkan administrator untuk mengelola warning banner di setiap akun Gmail end-user mereka. Ini akan sangat memudahkan jika Anda ingin melakukan pelatihan anti-phishing atau untuk sekadar menunjukkan contoh pesan phishing dan malware untuk menjaga keamanan end-user. Seperti yang telah disebutkan, fitur baru ini hadir untuk penggunaan Workspace yang dikelola oleh administrator. Bagi Anda yang membutuhkan Workspace untuk penggunaan skala besar, EIKON Technology menyediakan paket langganan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Kami menyediakan solusi menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk mulai konsultasi pemasangan, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace, Info

7 Inovasi Google Workspace : Ciptakan Transformasi Model Kerja

 Tahun 2022 lalu, Workspace telah meluncurkan lebih dari 300 fitur untuk memudahkan pelanggan dalam bekerja. Tidak sekadar menyederhanakan proses kerja, Workspace juga terus berusaha untuk menciptakan konektivitas yang lebih seamless dan bermakna. Berikut 7 inovasi dari Google Workspace yang telah berhasil menciptakan transformasi kerja. Meningkatkan kapabilitas smart canvas Tahun lalu, Google mengumumkan perluasan kapabilitas smart canvas ke aplikasi pihak ketiga, yaitu Asana, Atlassian, Figma, Salesforce, dan mitra lainnya tanpa meninggalkan Workspace. Selain itu, hadir fitur baru smart chip dan tampilan timeline ke Sheets, mengubah spreadsheet sederhana menjadi dasbor yang canggih untuk pelacakan proyek. Menjaga komunikasi hybrid working Photo Credit: Freepik Setelah pandemi, jutaan organisasi di seluruh dunia telah menerapkan sistem kerja hybrid, tapi mereka menemukan kesenjangan yang signifikan antara karyawan di kantor dan kolega jarak jauh mereka. Akibatnya, banyak pekerja merasa kesulitan berkomunikasi, Untuk mendorong ekspresi dan koneksi dalam rapat video, Workspace meluncurkan speaker spotlight di Slide. Ada juga companion mode untuk smartphone untuk memastikan bahwa setiap orang dapat berpartisipasi penuh dalam rapat hybrid. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs Dan Slides Memastikan tiap orang terlihat dan terdengar Dalam model kerja hybrid, ada kalanya situasi seseorang tidak seragam seperti saat mereka bekerja di kantor. Misalnya, saat video meeting, ada yang bergabung dari bandara yang bising atau kedai kopi dengan koneksi internet yang tidak stabil. Untuk memastikan konsistensi pengalaman pengguna di Meet, Workspace meluncurkan portrait restore, portrait light, dan automatic de-reverbation untuk membantu mereka yang sedang dalam perjalanan, bergabung dengan webcam biasa, atau koneksi Wi-Fi terbatas, Jadi, mereka tetap dapat dilihat dan didengar selama panggilan video Meet. Menindaklanjuti informasi penting dengan cepat Photo Credit: DCStudio (Freepik) Untuk bisa memilah mana dokumen yang penting dan tidak, butuh waktu yang tidak sebentar. Workspace menawarkan solusi dengan meluncurkan kapabilitas auto-generated summaries di Docs yang akan menyediakan ringkasan tentang poin-poin utama dalam dokumen. Jadi, Anda dapat mengurai informasi yang penting dengan cepat dan memprioritaskan poin yang perlu difokuskan. Baca juga: Pembaruan Google Workspace untuk Peningkatan Pengalaman Data Ekspor Menyelesaikan lebih banyak hal dengan tampilan terpadu Google Workspace Karyawan menghabiskan sebagian besar waktunya berpindah-pindah antara email, aplikasi perpesanan, dan rapat virtual. Perpindahan tersebut dapat menyebabkan hilangnya fokus. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Google menyatukan Gmail, Chat, Docs, dan Meet ke dalam satu tampilan terpadu (dengan opsi untuk menyesuaikan berdasarkan gaya kerja pribadi Anda). Menciptakan ruang kerja yang lebih aman Photo Credit: onlyyouqj (Freepik) Saat dunia kerja terus berkembang, keamanan dan privasi menjadi sangat penting. Sebab keduanya adalah dasar untuk semua kolaborasi. Google melindungi pengguna Gmail dari hampir 15 miliar pesan yang tidak diinginkan setiap hari, memblokir lebih dari 99,9% spam, phishing, dan malware. Google juga telah meluncurkan Access Approvals agar perusahaan dapat membuat aturan terperinci untuk akses ke data yang tercakup. Selain itu, tersedia enkripsi client-side untuk Gmail dan Calendar, menambah kemampuan maximum transmission unit (MTU) yang sudah tersedia di Drive, Docs, Sheets, Slides, dan Meet. Menghadirkan aplikasi lain ke Workspace Saat bekerja, sering kali Anda perlu berpindah-pindah aplikasi. Perusahaan dan karyawannya tentu menginginkan akses yang mudah dan aman ke email, obrolan, konferensi video, dan mereka mengharapkan alat tersebut bekerja dengan mulus bersama aplikasi penting lainnya yang mereka gunakan untuk tetap berhubungan dengan pelanggan, memvisualisasikan data, mengelola proyek, dan membuat desain kreatif . Workspace terus berusaha untuk menjadi platform produktivitas yang terbuka dan dapat diperluas untuk pengguna di seluruh dunia. Google membuka ekosistem mereka dengan API untuk Meet dan Chat serta Meet add-on SDK, memungkinkan developer untuk memperkaya pengalaman Meet dengan menghubungkannya secara aman dengan aplikasi pihak ketiga. Baca juga: Inovasi Google Workspace untuk Bantu Optimalkan Ekosistem Kerja Hybrid Anda Inovasi yang diluncurkan Google Workspace pada tahun 2022 telah membantu banyak perusahaan menyelesaikan lebih banyak hal dan mencapai tujuan mereka, sekaligus menjaga agar seluruh karyawan mereka bisa tetap terhubung sehingga mereka dapat lebih mudah berkreasi. Untuk memudahkan karyawan dalam bekerja dan berkolaborasi, paket berlangganan Google Workspace kini telah tersedia di EIKON Technology. Dengan Workspace, perusahaan dapat menghadirkan kolaborasi modern yang lebih seamless. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penerapan solusi, silakan hubungi kami di sini!

Google Cloud, Info

Mengoptimalkan Penggunaan BigQuery BI Engine

BigQuery BI Engine adalah sebuah sistem analisis in-memory untuk BigQuery yang saat ini memproses lebih dari 2 miliar kueri per bulan dan akan terus bertambah. Penggunaan BI Engine sangatlah mudah, Anda cukup membuat reservasi memori pada project yang menjalankan BigQuery, dan itu akan meng-cache data serta menggunakan optimalisasi. Artikel kali ini akan membahas bagaimana BI Engine memberikan performa yang sangat cepat untuk kueri BigQuery Anda dan apa yang dapat dilakukan pengguna untuk memanfaatkan potensinya. Optimalisasi BI Engine Dua pilar utama BI Engine adalah in-memory data caching dan pemrosesan vektor. Optimalisasi lainnya termasuk pemangkasan metadata CMETA, pemrosesan simpul tunggal, dan optimalisasi gabungan untuk tabel yang lebih kecil. Baca juga: Penyempurnaan Facet Google Cloud Search, Seperti Apa? Bantu BigQuery dalam pengelolaan data BI Engine menggunakan filter kueri untuk mempersempit sekumpulan blok yang akan dibaca. Oleh karenanya, mempartisi dan mengelompokkan data Anda akan mengurangi jumlah data yang akan dibaca, latensi, dan penggunaan slot. Kedalaman kueri BI Engine saat ini mempercepat tahapan kueri yang membaca data dari tabel, yang biasanya merupakan bagian dari eksekusi kueri. Artinya, hampir setiap kueri akan menggunakan beberapa slot BigQuery. Untuk memitigasi hal ini, BI Engine mencoba mendorong komputasi sebanyak mungkin ke tahap pertama. Misalnya, Query1 dari benchmark TPCH 10G relatif sederhana. Kedalamannya 3 tahap dengan filter dan agregasi efisien yang memproses 30 juta baris, namun hanya menghasilkan 1. Photo Credit: Google Cloud Blog Menjalankan kueri ini di BI Engine, Anda dapat melihat bahwa kueri lengkap membutuhkan waktu 215 ms dengan tahap “S00: Input” yang dipercepat oleh BI Engine hingga menjadi 26 ms saja. Photo Credit: Google Cloud Blog Menjalankan kueri yang sama di BigQuery menghasilkan 583 md, dengan “S00: Input” membutuhkan waktu 229 md saja. Photo Credit: Google Cloud Blog Itu artinya, waktu proses tahap “S00: Input” turun hingga 8x, tapi kueri keseluruhan tidak menjadi 8x lebih cepat. Sebab, dua tahap lainnya tidak dipercepat dan waktu prosesnya tetap kurang lebih sama. Berikut gambaran perincian antar tahapannya: Photo Credit: Google Cloud Blog Joins BI mempercepat tahapan “leaf” kueri. Namun, ada satu pola yang sangat umum digunakan dalam alat BI yang dioptimalkan oleh BI Engine. Saat itulah, satu tabel “fact” besar digabungkan dengan satu atau lebih tabel “dimension” yang lebih kecil. Kemudian BI Engine dapat melakukan banyak gabungan, semuanya dalam satu tahap “leaf”, menggunakan apa yang disebut sebagai strategi eksekusi gabungan “broadcast”. Baca juga: Storage Transfer Service Google Cloud Kini Mendukung Kapabilitas Replikasi Real- Time Selama broadcast join, tabel fakta dipecah untuk dieksekusi secara paralel pada beberapa node, sedangkan tabel dimensi dibaca pada setiap node secara keseluruhan. Misalnya, Anda menjalankan Query 3 dari benchmark TPC-DS 1G. Tabel faktanya adalah store_sales dan tabel dimensinya adalah date_dim dan item. Di BigQuery, tabel dimensi akan dimuat ke pengacakan terlebih dahulu, lalu ke tahap “S03: Join+”. Untuk setiap bagian paralel store_sales, akan membaca semua kolom yang diperlukan dari tabel dua dimensi untuk digabungkan. Photo Credit: Google Cloud Blog Dengan BI Engine, katakanlah dua node akan memproses kueri karena tabel store_sales terlalu besar untuk pemrosesan satu node. Pada gambar di bawah, Anda dapat melihat bahwa kedua node akan memiliki operasi yang serupa—membaca data, memfilter, membuat tabel pencarian, dan kemudian melakukan penggabungan. Meski hanya sebagian data untuk tabel store_sales, yang diproses pada masing-masing tabel, semua operasi pada tabel dimensi akan diulang. Photo Credit: Google Cloud Blog Baca juga: Melihat Contoh Penerapan Google Distributed Cloud Edge Appliance Bisa disimpulkan bahwa untuk mengoptimalkan penggunaan BI Engine, pastikan untuk memfilter dan mengagregasi data sebanyak mungkin di awal kueri. Dorong filter dan komputasi ke dalam BI Engine. Kueri dengan jumlah tahapan yang sedikit akan mendapat akselerasi terbaik. Penggunaan join terkadang mahal, namun BI Engine mungkin akan sangat efisien dalam mengoptimalkan kueri skema biasa. Mempartisi dan/atau mengelompokkan tabel bermanfaat untuk membatasi jumlah data yang akan dibaca. BigQuery BI Engine merupakan mesin analitik data untuk menjalankan data yang disimpan di BigQuery. Mesin ini berjalan di ekosistem Google Cloud, menawarkan pengalaman yang lebih seamless, cepat, dan tentunya aman. Dapatkan layanan komputasi awan Google Cloud melalui EIKON Technology. Kami merupakan partner resmi Google Cloud Indonesia, yang menghadirkan produk berlisensi dengan layanan konsultasi penerapan komprehensif. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Cloud, Info

Fitur Connected Sheets Looker: Jelajahi Data secara Interaktif

Google Cloud baru saja meluncurkan peningkatan kapabilitas untuk Looker, platform business intelligence (BI) modern mereka. Upgrade yang diperkenalkan pada 1 Februari 2023 tersebut menghadirkan sebuah fitur baru yakni Connected Sheets. Bagaimana cara kerjanya? Fitur Connected Sheets di Looker Photo Credit: Google Workspace Updates Looker yang merupakan platform business intelligence (BI) andalan Google Cloud baru saja meluncurkan sebuah fitur baru bernama Connected Sheets. Fitur baru ini menghadirkan konektivitas antara interface Google Sheets dengan 50 lebih sumber data yang tersedia dalam ekosistem terbuka Looker (ini termasuk BigQuery, Cloud SQL, Snowflake, dan juga Redshift). Dengan fitur baru ini Anda akan mendapatkan satu source of truth, yang dapat digunakan untuk menganalisis data menggunakan tabel pivot, charts, formula, dan sumber data terintegrasi lainnya. Selain itu, dengan koneksi langsung ini, lini akses menjadi lebih aman dan data akan tetap diperbarui. Connected Sheets memungkinkan eksplorasi data yang bersifat intuitif, menghadirkan tampilan model yang terorganisasi dengan bidang dan ukuran seperti yang ditentukan di Looker. Data Looker melalui Connected Sheets dapat digunakan dalam konstruksi Sheets standar, seperti tabel pivot dan rumus, memungkinkan fleksibilitas analisis melalui konstruksi yang sudah dikenal. Baca juga: Memahami Cara Kerja Cloud Load Balancing di Lingkungan Hybrid dan Multicloud Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk bisa menggunakan fitur Connected Sheets di Looker, administrator harus lebih dulu mengaktifkan opsi Looker BI Connectors atau toggle Connected Sheets pada panel BI Connectors di pilihan “Platform” yang ada di menu Looker’s Admin. Anda juga harus memastikan bahwa Instance Looker sudah di-hosting oleh Looker di Google Cloud. Pastikan instance yang Anda gunakan adalah versi 22.20 atau lebih baru. Penting untuk diingat, setiap pengguna yang ingin terhubung ke instance Looker dari Google Spreadsheet harus menggunakan alamat email yang sama di akun pengguna Looker (alamat email yang digunakan untuk akun Google Workspace). Jika alamat email akun Workspace dan Looker berbeda, sistem akan menampilkan pesan error saat mencoba terhubung ke Looker dari Sheets. Baca juga: Memanfaatkan Confidential Space untuk Kolaborasi Data yang Lebih Aman di Google Setelah aktivasi oleh administrator, pengguna bisa langsung menjelajah data Looker menggunakan Connected Sheets dengan langkah-langkah berikut: Di Google Sheets, navigasikan kursor ke Data > Data connectors > Connect to Looker > masukkan URL instance Looker, misalnya https://example.looker.com. Selanjutnya, Anda harus mengotorisasi Sheets untuk mengakses data Looker Anda. Setelah terhubung ke Explore, Anda dapat melihat data yang tersedia dan melanjutkan analisis di Google Sheets. Ketersediaan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur Connected Sheets ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai pada tanggal 1 Februari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur baru dari Looker ini dapat dinikmati oleh seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, Frontline, serta Nonprofits. Fitur tidak tersedia untuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business (rangkaian produktivitas Google pendahulu Workspace). Connected Sheets tersedia untuk pemilik Google Account pribadi. Baca juga: Melihat Contoh Penerapan Google Distributed Cloud Edge Appliance Looker merupakan sebuah platform BI yang diluncurkan Google Cloud untuk membantu Anda dalam mengelola data bisnis hingga membuatnya lebih mudah untuk digunakan dalam membangun workflows maupun aplikasi. Looker dengan fitur Connected Sheets kini telah tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace for Business dan Education yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Workspace Indonesia, kamu menyediakan produk resmi berlisensi yang disertai dengan konsultasi penerapan menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Peningkatan Metrik Azure Postgres Flexible Server, Seperti Apa?

PostgreSQL adalah database terpopuler di dunia dan telah mendukung data untuk beberapa perusahaan besar dunia. Baru-baru ini, Microsoft mengumumkan peningkatan untuk teknologi andalan tersebut bersamaan dengan Azure, menghasilkan peningkatan metrik Azure Postgres Flexible Server. Seperti apa? Anda bisa simak detail selengkapnya di sini! Metrik yang disempurnakan Azure Postgres Flexible Server memudahkan pelanggan untuk menyiapkan, menjalankan, menskalakan, dan memantau beban kerja Postgres mereka. Teknologi ini pun tidak dibebani biaya operasional (sama seperti desain Azure lainnya yang berpusat pada pelanggan), memberi keleluasaan bagi pelanggan untuk lebih fokus membangun logika bisnis mereka. Salah satu fitur utama yang ditawarkan layanan ini adalah kemampuan untuk mengoptimalkan kinerja menggunakan metrik. Azure telah menyediakan lebih dari 20 metrik database seperti CPU, IOPS, dan Memory. Kini, Azure Postgres Flexible Server meluncurkan public preview Enhanced Metrics yang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Baca juga: 5 Tips Gunakan Microsoft Education untuk Upgrade Skill Digital SDM Metrik monitor Azure memberikan visibilitas real-time ke dalam performa database PostgreSQL. Anda dapat menggunakan metrik ini untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, dan meningkatkan keseluruhan performa database. Setelah mengaktifkan metrik yang ditingkatkan, pelanggan bisa mendapatkan akses ke lebih dari 27 database baru, replikasi, sesi, dan metrik terkait disk I/O. Anda dapat mengonfigurasi lansiran pada seluruh metrik tersebut dan juga dapat mengakses dimensi metrik baru, memungkinkan Anda memisahkan dan memfilter data metrik dengan menggunakan dimensi yang tersedia seperti nama basis data, hingga status. Baca juga: Google Workspace Vs. Microsoft 365, Mana Lebih Unggul? Pelanggan dapat memanfaatkan metrik yang disempurnakan ini untuk memvisualisasikan dengan lebih baik kesehatan database dan menghubungkan performa Database Azure Anda untuk PostgreSQL, database Flexible Server dengan aplikasinya. Di bawah ini adalah contoh dasbor metrik yang disempurnakan untuk salah satu database instance. Untuk daftar lengkap metrik yang disempurnakan, Anda bisa mengunjungi dokumentasi Monitoring Azure Postgres berikut ini. Photo Credit: Microsoft Blog Anda dapat mengaktifkan metrik yang disempurnakan untuk database instance yang ada dengan mengaktifkan parameter server metrics.collector_database_activity. Parameter ini dinamis dan tidak memerlukan instance restart. Photo Credit: Microsoft Blog Menerapkan filter dan pemisahan pada metrik yang disempurnakan Sebagian besar metrik yang disempurnakan kini hadir dengan dimensi seperti nama database dan status. Filtering dan Splitting tersedia untuk metrik yang memiliki dimensi. Anda dapat menggunakannya untuk mengidentifikasi outlier. Filtering memungkinkan Anda memilih nilai dimensi mana yang disertakan dalam diagram. Misalnya, saat Anda ingin menampilkan koneksi yang menganggur saat memetakan metrik Sessions-by-State. Anda dapat menerapkan filter pada dimensi siaga status. Splitting mengontrol apakah diagram menampilkan garis terpisah untuk setiap nilai dimensi atau menggabungkan nilai menjadi satu garis. Misalnya, Anda dapat melihat satu baris untuk metrik Sessions-by-State di semua sesi. Anda juga dapat melihat baris terpisah untuk setiap sesi yang dikelompokkan berdasarkan statusnya. Terapkan pemisahan pada dimensi status untuk melihat baris terpisah. Pada contoh di bawah ini, Anda dapat melihat contoh pemisahan berdasarkan State dimension. Photo Credit: Microsoft Blog Secara keseluruhan, metrik yang ditingkatkan di server fleksibel Azure Database for Postgres memberikan wawasan berharga tentang performa dan kesehatan database, membantu Anda mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan meningkatkan kinerja keseluruhan database. Untuk mulai menggunakan metrik yang disempurnakan, silakan lihat kunjungi Monitoring Azure Postgres Flexible Server. Baca juga: Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Sistem Operasi Terbaru dari Microsoft Peningkatan metrik Azure Database for Postgres ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pemantauan database Anda, sehingga dapat bekerja lebih baik, lebih cepat, dan lebih produktif. Anda bisa memulai langkah peningkatan ini dengan berlangganan solusi cloud computing Microsoft Azure melalui EIKON Technology. EIKON Technology merupakan Microsoft Partner yang selalu menyediakan berbagai solusi resmi dari Microsoft. Kami menawarkan penerapan menyeluruh, yang juga mencakup perencanaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Scroll to Top