EIKON Technology

Info

Info

Era Baru Google Chat, Apa Saja yang Berubah?

Tahun 2023 ini, Google memperkenalkan Duet AI for Workspace, dukungan baru untuk Workspace yang ditenagai oleh AI atau kecerdasan buatan. Dukungan baru ini akan membantu pengguna menulis, memvisualisasikan, meningkatkan inklusivitas meeting, dan tentunya menyederhanakan alur kerja mereka. Duet AI hadir di berbagai aplikasi Workspace, termasuk Google Chat, menghadirkan sebuah pengalaman baru dalam berkomunikasi. Lalu, apa saja perubahan yang dihadirkan Chat dengan adanya Duet AI?  Aplikasi perpesanan dengan dukungan AI Photo Credit: Google Workspace Blog Dengan Duet AI, kolaborasi real-time di Chat akan semakin mulus. Anda bisa mendapatkan info terbaru, analisis, dan saran proaktif. Selain itu, Google juga menghadirkan pengalaman pengguna yang disederhanakan, dengan palet warna, tipografi, dan gaya visual yang diperbarui berdasarkan Material 3 Google. Untuk membantu Anda menemukan percakapan yang tepat, Chat menyatukan direct message dan space dalam satu daftar percakapan terpadu. Selain itu, tersedia shortcuts untuk akses yang lebih cepat, tampilan kronologis untuk beranda Anda, @mention, dan starred conversation.  Google Chat juga menghadirkan kemudahan smart canvas melalui smart chips untuk berbagi file dengan cepat langsung dari compose bar. Baca juga: Kembangkan Kolaborasi di Google Chat dengan Smart Chip Mudahkan kolaborasi Chat hadir untuk memudahkan Anda berkolaborasi. Dalam update terbarunya, jangkauan Chat untuk tim dari berbagai ukuran menjadi makin luas. Awal tahun ini, batas keanggotaan dari semula 8.000 menjadi 50.000. Kini, batas tersebut telah ditingkatkan menjadi 10x lipat. Spaces nantinya dapat diisi hingga 500.000 peserta. Photo Credit: Google Workspace Blog Chat juga memperkenalkan sebuah fitur baru, huddles untuk membantu Anda berkomunikasi secara real-time menggunakan audio dan video. Huddles telah terintegrasi dengan Chat dan aplikasi Workspace lain sehingga mudah diakses. Fitur ini akan tersedia akhir tahun 2023 nanti. Kolaborasi yang lebih aman Char terintegrasi dengan ekosistem Workspace. Itu artinya, pengguna dapat menikmati perlindungan bawaan Google yang mencegah lebih dari 99,9% spam, phishing, dan malware. Sealin itu, Chat juga selalu memberi peringatan pencegahan kehilangan data secara real-time untuk mencegah pembagian data rahasia secara tidak sengaja. Baca juga: Quick Reaction Google Chat, Kirim Reaksi Kini Jadi Lebih Cepat Konsol admin Workspace mengelola data pengguna sehingga data tersebut tetap berada di satu lokasi yang aman dan tidak terfragmentasi di beberapa point solutions. Untuk membantu admin mengelola privasi dan keamanan di Chat, akhir tahun 2023 ini, Google Chat akan meluncurkan content moderation di konsol admin, yang memberi administrator tool terpusan untuk meninjau insiden. Terintegrasi dengan cermat Photo Credit: Google Workspace Blog Tidak hanya peningkatan privasi, keamanan, dan perlindungan data, Chat juga telah terintegrasi dengan aplikasi Workspace lainnya untuk menyederhanakan tugas umum. Kapabilitas seperti berbagi file Drive dan mendelegasikan Tasks langsung di space Chat, mematikan notifikasi secara otomatis selama waktu fokus, dan menggunakan Chat di Gmail akan membantu mengurangi hambatan bagi pengguna Workspace. Chat juga telah terintegrasi dengan Google Groups. Akhir tahun 2023 ini, admin Workspace dapat menyinkronkan keanggotaan space saat mereka mengarahkan pengguna baru dan menyederhanakan berbagai tugas penting, seperti menentukan aplikasi untuk frontline, melakukan orientasi karyawan, atau bahkan mengonfigurasi pengumuman di space Chat. Baca juga: Cara Mudah Rapikan Percakapan di Google Chat Dengan hadirnya inovasi dan integrasi Duet AI for Workspace, Google Chat menjadi aplikasi perpesanan yang andal untuk berkolaborasi kapan saja, baik sekarang maupun di masa depan. Tak sabar ingin mencoba keandalan Chat dengan dukungan Duet AI? Anda bisa mencobanya sekarang dengan berlangganan Workspace for Business yang tersedia di EIKON Technology. Workspace for Business dirancang khusus untuk mendukung kolaborasi kerja skala besar perusahaan. Dengan rangkaian produktivitas ini, Anda dapat mengoptimalkan penggunaan Google Chat untuk berkolaborasi dengan hambatan minim. Untuk informasi mengenai berlangganan Workspace for Business, silakan hubungi kami di sini!

Info

Tingkatkan Interoperabilitas Google Chat dan Platform Perpesanan Lain

Apabila perusahaan Anda menggunakan beberapa aplikasi perpesanan sekaligus, kini telah tersedia Mio. Ini merupakan sebuah interoperabilitas yang akan menjadi “jembatan” untuk menghubungkan Google Chat dengan berbagai platform perpesanan seperti Slack dan Teams. Seperti apa cara kerjanya? Mari simak ulasannya berikut. Memperkenalkan Google Chat generasi terbaru Tahun 2023 ini Google Workspace mengumumkan dukungan kecerdasan buatan Duet AI yang akan menyederhanakan berbagai tugas kerja Anda, mulai dari menyusun dokumen, membuat visualisasi, hingga memperkaya jalannya virtual meeting. Dukungan kecerdasan buatan Duet AI for Google Workspace pun dapat Anda nikmati di aplikasi perpesanan Google Chat. Dengan dukungan kecerdasan buatan, kini Anda dapat berkomunikasi dan berkolaborasi bebas hambatan. Selain dukungan kecerdasan buatan, Google Chat generasi terbaru pun telah didukung oleh interoperabilitas Mio yang akan memudahkan Anda berkomunikasi lintas platform perpesanan. Kolaborasi Google Workspace dengan Mio Saat ini, komunikasi dan kolaborasi terjadi melalui berbagai saluran dan alat. Hal ini dapat menyebabkan pesan tidak terjawab, terjadinya silo komunikasi, dan pengalaman frustasi saat harus memantau beberapa platform perpesanan sekaligus. Berangkat dari pengalaman tersebut, Google Workspace bermitra dengan Mio, sebuah penyedia solusi interoperabilitas kolaboratif terkemuka yang membantu pelanggan meningkatkan produktivitas mereka dengan menyederhanakan komunikasi di berbagai saluran. Anda dapat memanfaatkan Mio untuk menciptakan pengalaman yang lancar antara Google Chat dengan berbagai platform perpesanan lain yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Baca juga: Fungsionalitas Baru Administrator untuk Google Chat, Pengguna Kini Bisa Laporkan Pesan yang Menunggu Meningkatkan interoperabilitas Google Chat dengan Mio Photo Credit: Google Workspace Updates Ada kalanya perusahaan menggunakan beberapa platform perpesanan sekaligus untuk berkomunikasi. Misalnya, divisi A menggunakan Google Chat, kemudian divisi B menggunakan Slack, dan divisi C menggunakan Teams meski semuanya ada di satu perusahaan. Perpindahan data antar platform perpesanan ini terkadang dapat menghambat alur kerja. Katakanlah Anda ingin mengirim gambar yang diterima di Google Chat ke rekan kerja yang menggunakan Teams. Nah, dengan kolaborasi Workspace dan Mio, pertukaran data ini bisa dilakukan dengan mudah dan cepat, bahkan Anda tak perlu mengunduh gambar terlebih dahulu. Baca juga: Google Chat Luncurkan Konfigurasi Announcement-Only untuk Space Manager, Apa Fungsinya Mulai menggunakan Mio di Google Workspace Untuk mengakses interoperabilitas Mio dan menerapkannya di ekosistem kerja Anda, administrator data mengajukan akses beta atau mendiskusikan biaya langganan untuk perusahaan, silakan hubungi Mio dengan mengisi formulir berikut ini. Penting untuk diingat, jika Anda ingin memanfaatkan seluruh kapabilitas interoperabilitas Mio, diperlukan lisensi resmi Mio. Lisensi resmi Mio bisa didapatkan melalui kontak Mio. Ketersediaan Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Untuk saat ini, kolaborasi Google Workspace dengan Mio menawarkan dua macam ketersediaan, yakni ketersediaan beta dan ketersediaan umum. Jika Anda ingin mengajukan akses beta, silakan mengisi formulir pengajuan akses di halaman ini. Kemudian untuk ketersediaan umum Google Workspace x Mio hanya tersedia bagi pelanggan Google Workspace edisi Business Starter, Business Standard, Business Plus, Essentials Starter, Enterprise Essentials, Enterprise Essentials Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Frontline Starter, Frontline Standard, dan Nonprofits. Baca juga: Kini Admin Dapat Menginstal Google Chat untuk Direct Message Workspace, Bagaimana Caranya Hadirnya kolaborasi Google Workspace dengan Mio akan memudahkan Anda berkomunikasi dengan rekan kerja apa pun platform perpesanan yang digunakan, tak hanya terbatas pada Google Chat saja. Ingin segera menikmati berbagai kemudahannya? Anda bisa menikmatinya dengan berlangganan Workspace for Business yang telah tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut mengenai langganan, silakan hubungi kami di sini!

Info

Mengunci File di Google Drive Kini Jadi Makin Mudah, Bagaimana Caranya?

Untuk menjaga kerahasiaan data Anda, Google Drive telah menggunakan protokol enkripsi yang ditingkatkan. Protokol ini bekerja baik saat Anda mengunggah, mengakses, maupun mengunduh file yang tersimpan di Google Drive. Selain itu. Drive juga menghadirkan beberapa fitur yang dapat Anda manfaatkan untuk mengamankan data, seperti fitur Lock. Dalam update Drive paling baru, Google menghadirkan fitur tersebut dengan kemudahan akses bagi para end-user, Jadi tidak hanya memiliki tingkat pengamanan tinggi, tapi juga mudah untuk diakses. Seperti apa cara kerjanya? Mari simak ulasannya berikut ini. Mengunci file di Google Drive kini jadi makin mudah Photo Credit: Google Workspace Updates Dalam update terbaru Google Drive, Anda dapat menemukan tambahan opsi untuk mengunci file Drive dengan klik kanan pada file tersebut. Selanjutnya, pilih opsi File information dan klik pada pilihan Lock. Hanya dengan tiga langkah sederhana tersebut, Anda sudah bisa mengunci file. Apa yang akan terjadi saat file Drive dikunci (locked)? Saat Anda mengunci file, maka pihak yang menjadi reviewer di Drive tidak akan bisa mengubah file (termasuk memindahkan dan menghapus file). Selain itu, penyuntingan serta penambahan komentar maupun saran tidak akan bisa dilakukan ke file yang berada dalam status dikunci. Sebelumnya, pembatasan akses file di Drive hanya tersedia melalui Google Drive API atau melalui persetujuan file. Prosesnya tentu tidak sesederhana fitur Lock karena membutuhkan pengaturan tambahan dari pihak administrator Workspace. Baca juga: ESignature untuk Google Docs dan Drive, Apa Keunggulannya? Mulai menggunakan fitur Lock di Drive Seperti yang telah disebutkan di atas, Anda tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator untuk bisa mengakses fitur Lock di Drive. End-user bisa langsung mengunci file yang tersimpan di Drive mereka dengan mengikuti langkah-langkah berikut: Sebelum mengunci file di Drive, pastikan Anda sudah memiliki edit-access (akses untuk menyunting) ke file. Arahkan kursor Anda ke file Drive, dan kemudian klik kanan untuk memunculkan menu. Selanjutnya, pilih opsi File information, klik pilihan Lock. Sistem Drive secara otomatis akan menampilkan pesan konfirmasi yang memastikan persetujuan Anda untuk mengunci file. Setujui pesan konfirmasi tersebut dengan mengeklik tombol Lock. Setelah file terkunci, tidak akan ada yang bisa melakukan penyuntingan pada file hingga status berubah menjadi Unlocked. Untuk membuka kunci, Anda bisa mengulangi langkah-langkah di atas. Baca juga: Cara Menemukan File Lebih Cepat dengan Search Chips di Google Drive Ketersediaan Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Fitur Lock di Google Drive dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat, maupun domain rilis terjadwal. Untuk domain rilis cepat dimulai pada tanggal 5 September 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), sedangkan untuk domain rilis terjadwal dimulai pada tanggal 20 September 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur Lock Google Drive ini tersedia bagi seluruh pengguna Google Workspace. Baca juga: Cara Mengunduh File Terenkripsi Client-Side dengan Google Drive Android dan IOS Dengan hadirnya fitur Lock di Google Drive ini, Anda dapat memastikan keamanan file. Ini juga akan menyederhanakan alur kerja, karena Anda tak perlu lagi mengajukan penguncian file ke administrator atau menggunakan Google Drive API untuk mengunci file. Selain Drive dan fitur Lock di dalamnya, Google Workspace memiliki berbagai fitur dan kapabilitas yang siap menyederhanakan alur kerja Anda. Penggunaan Workspace pun akan makin optimal jika Anda berlangganan edisi yang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, Workspace for Business untuk menjalankan operasional bisnis atau Workspace for Education untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di institusi pendidikan. Keduanya tersedia di EIKON Technology dan bisa Anda dapatkan dengan menghubungi kami di sini!

Info

Live Stream Latensi Super Rendah di Google Meet, Benarkah Bebas Lag?

Dalam update terbarunya. Google Meet memperkenalkan pengalaman video streaming dengan tingkat latensi sangat rendah. Ini akan membantu Anda menyelenggarakan live stream yang lebih mulus bagi seluruh peserta. Untuk detail selengkapnya, mari simak pembahasannya berikut! Live stream latensi rendah di Google Meet Photo Credit: Google Workspace Updates Pada update terbaru Google Workspace yang diumumkan di blog mereka, disebutkan bahwa Meet kini telah dibekali dengan tingkat latensi sangat rendah untuk live stream. Pembaruan ini menghadirkan sebuah pengalaman video streaming dalam satu lingkungan kerja yang jauh lebih lancar dan mulus. Pengalaman live stream dengan tingkat latensi super rendah ini nantinya akan tersedia untuk 10.000 penonton pertama (seluruh penonton tambahan akan mendapatkan pengalaman live streaming dengan tingkat latensi standar). Baca juga: Update Terbaru untuk Google Meet di Perangkat Poly Studio Pembaruan ini untuk sementara hanya tersedia di Google Meet versi web, pengguna seluler akan diarahkan ke tautan web, tempat mereka akan mendapatkan pengalaman live streaming dengan tingkat latensi sangat rendah. Dengan dirilisnya penyempurnaan ini, Anda dapat menemukan beberapa peningkatan fungsi dan kualitas video streaming Google Meet, seperti: Pengalaman video streaming yang hampir bebas lag (tidak tersendat). Resolusi video pembicara rapat meningkat secara signifikan (hingga 720p untuk tiap pembicara). Konten dan presentasi yang dibagikan ditampilkan hingga 2880×1800. Penyelenggara dapat menampilkan dua feed video pembicara secara berdampingan bersama dengan materi yang disajikan. Layout engine baru yang mendukung aspek jendela tampilan video apa pun dengan manajemen resolusi video dinamis. Peningkatan pemotongan kamera otomatis yang dapat difokuskan pada pembicara dan konten paling relevan. Interaksi penonton melalui reaksi emoji, polling, dan Q&A. Dukungan untuk teks dan teks terjemahan akan hadir pada pembaruan Google Meet selanjutnya. Baca juga: Tampilan Gallery untuk Interoperabilitas Aplikasi Zoom di Google Meet Hardware Memulai live stream dengan latensi rendah Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk mengaktifkan live stream Google Meet diperlukan pengaturan dari administrator dengan langkah-langkah berikut: Masuk ke konsol Google Admin. Klik Menu > Apps > Google Workspace > Google Meet. Pilih Meet video settings. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan unit organisasi teratas dipilih. Jika tidak, pilih unit turunan atau grup konfigurasi sesuai kebutuhan. Klik Stream dan centang (atau hapus centang) pada kotak Let people stream their meetings. Klik Save. Jika Anda mengonfigurasi unit organisasi atau grup, akan tersedia opsi Inherit atau Override setelan dari unit organisasi induk. Selain itu, Meet juga menyediakan opsi Unset grup. Perubahan bisa memakan waktu maksimal 24 jam, namun biasanya dapat terjadi lebih cepat. Setelah diaktifkan oleh administrator, pengguna bisa langsung memulai live stream. Tidak ada perubahan pada cara memulai atau menjadwalkan live stream. Reactions, polls, serta live Q&A dapat Anda kelola seperti biasa. Ketersediaan Pembaruan kapabilitas live stream ini tersedia untuk Google Meet web. Versi mobile akan mendapatkan pembaruan ini pada akhir tahun 2023, yang akan memperkenalkan pengalaman live streaming layar penuh imersif untuk perangkat iOS dan Android. Pembaruan dirilis secara bertahap untuk domain rilis cepat dan rilis terjadwal, dimulai pada tanggal 4 September 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Khusus untuk domain rilis terjadwal juga terdapat perilisan yang diperpanjang mulai tanggal 18 September 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Untuk beberapa pelanggan, pembaruan ini mungkin akan muncul lebih lambat. Itu artinya, beberapa pelanggan mungkin tidak akan menerima pembaruan ini hingga Q4 2023 (paling lambat bulan Desember 2023). Baca juga: Fitur Label External Google Meet, Apa Kegunaannya? Live streaming Google Meet tersedia bagi pelanggan Google Workspace Enterprise Standard, Enterprise Plus, Enterprise Essentials Plus, the Teaching and Learning Upgrade, dan Education Plus customers. Kemudian, video live streaming bisa disaksikan oleh pengguna Google Workspace Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Starter, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, the Teaching and Learning. Upgrade, Education Plus, Essentials Starter, dan Essentials. Untuk menikmati pengalaman live stream Google Meet dengan tingkat latensi super rendah ini, Anda dapat berlangganan Workspace for Business atau Workspace for Education. Keduanya telah tersedia di EIKON Technology, official reseller Google Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan Workspace, silakan hubungi kami di sini.

Info

Membandingkan ManageEngine dan Kaseya sebagai Platform Mobile Device Management, Mana yang Lebih Baik?

Mobile device management (MDM) merupakan layanan integrasi software yang memberikan visibilitas keamanan pada endpoint portabel, seperti laptop dan ponsel. ManageEngine dan Kaseya menawarkan solusi MDM untuk perusahaan dan penyedia layanan. Artikel kali ini akan membahas kelebihan dan kekurangan dari kedua platform tersebut. Mari simak bersama. Perbandingan harga ManageEngine memiliki beberapa penawaran harga, termasuk edisi gratis, sementara Kaseya menerapkan satu paket standar dengan manajemen endpoint terpadu. Kemudahan penggunaan Masalah penerapan dan kemudahan penggunaan bergantung pada kebutuhan spesifik Anda. ManageEngine lebih fokus pada fitur MDM, menawarkan pengalaman yang lebih efisien. Di sisi lain, Kaseya memiliki banyak fitur, kemungkinan bisa membuat tugas tertentu menjadi lebih membingungkan. Beberapa pengguna merasa produk ini lebih intuitif, namun beberapa lainnya menganggap Kaseya butuh waktu lebih lama untuk dipelajari. Baca juga: Konfigurasi Setting Keamanan Google di Device Google Workspace Kemampuan manajemen perangkat Photo Kredit: Freepik Baik ManageEngine dan Kaseya menawarkan beragam kapabilitas untuk mengelola perangkat dan opsi pengelolaan di luar perangkat seluler. Kaseya VSA lebih unggul di sini karena dapat mengelompokkan server, mesin virtual, dan aset lainnya ke dalam grup. Namun jika Anda hanya ingin mengelola perangkat seluler, ManageEngine MDM Plus bisa menjadi pilihan. Remote Monitoring and Management (RMM) Kapabilitas RMM memungkinkan Anda untuk memperluas kemampuan perangkat seluler perusahaan. Kaseya memiliki unggul dalam otomatisasi, kendali jarak jauh, dan dukungan plugin. Keamanan Visibilitas endpoint, deteksi malware, dan manajemen patch otomatis merupakan elemen utama MDM yang aman. ManageEngine dan Kaseya menawarkan fitur-fitur ini, namun masing-masing platform mengimplementasikannya dengan cara yang sedikit berbeda. Baca juga: Cara Sinkronisasi Server Apple DEP dan Google Mobile Device Management JumpCloud sebagai alternatif Photo Kredit: pressfoto (Freepik) Tidak semua perusahaan harus memilih antara ManageEngine yang kuat namun tertutup dan Kaseya yang punya banyak modul. Anda bisa mempertimbangkan JumpCloud, penyedia MDM alternatif dengan serangkaian fitur yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan memiliki prioritas keamanan yang ketat. Sebagai solusi yang 100% berbasis cloud dengan sistem dukungan yang kuat, JumpCloud dapat memberikan pendekatan manajemen TI yang komprehensif dan efisien untuk mengurangi total cost of ownership (TCO) Anda dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh ManageEngine dan Kaseya. Perbandingan ManageEngine vs. Kaseya vs. JumpCloud Baca juga: Pemutakhiran Google Apps Device Policy Menjadi Apps Device Policy, Apa yang Harus Dilakukan? Memilih penyedia MDM bukanlah tugas yang mudah. Ada banyak hal yang harus Anda pertimbangkan, termasuk kemampuan teknologi yang ada dan kebijakan perangkat seluler yang digunakan saat ini. Para profesional dan penyedia layanan harus memperhatikan dengan cermat fitur yang ditawarkan dan membandingkan layanan, transparansi, dan fleksibilitas yang diberikan. Tertarik untuk menjadikan JumpCloud sebagai platform mobile device management? Anda bisa daftar di sini melalui EIKON Technology dan coba langsung platformnya!

Info

Perubahan Terminologi pada Aplikasi Google Meet Hardware, Apa Saja yang Berubah?

Per 29 Januari 2024, Google Meet melakukan perubahan pada beberapa terminology yang mereka gunakan. Perubahan tersebut berlaku pada perangkat keras mereka, Google Meet Hardware. Apa saja perubahan yang dilakukan? Anda bisa simak detailnya di sini. Perubahan terminologi Google Meet Hardware Google Meet melakukan perubahan pada terminologi yang mereka gunakan untuk mengumumkan dukungan perangkat. Berikut detail lengkapnya: Auto-Update Expiration (AUE) kini berubah menjadi End of Meet support date di Meet hardware Help Center. Photo Credit: Google Workspace Updates End of life (EOL) berubah menjadi end of Meet support di Konsol Admin. Ini berlaku pada halaman informasi perangkat dan ringkasan fleet. Photo Credit: Google Workspace Updates Nama kolom untuk end of life di halaman download CSV Konsol Admin berubah dari eolDate menjadi endOfMeetSupportDate. Detail tambahan Tanggal akhir dukungan Google Meet untuk perangkat Intel generasi ke-10 telah diperpanjang dari Juni 2028 menjadi Juni 2029. Perubahan durasi ini mencerminkan ketersediaan dukungan yang berkelanjutan untuk perangkat tersebut. Baca juga: Tampilan Gallery untuk Interoperabilitas Aplikasi Zoom di Google Meet Hardware Perubahan ini tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Tidak ada dampak langsung bagi para pengguna akhir (end-user). Dengan kata lain, end-user tidak perlu mengambil tindakan tambahan apa pun. Terminologi akan otomatis berubah setelah tanggal 29 Januari 2024. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai perubahan pada Google Meet Hardware, Anda bisa mengunjungi halaman Help Center ini. Baca juga: Peningkatan Fitur Aksesibilitas Perangkat Google Meet Hardware Ketersediaan Perubahan akan terjadi secara otomatis setelah tanggal 24 Januari 2024. Namun Google menggunakan perilisan bertahap sehingga perubahan kemungkinan akan berjalan hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur pada keseluruhan pengguna. Perubahan ini berlaku pada seluruh pelanggan Google Workspace dengan perangkat Meet Hardware. Baca juga: Update Google Meet Hardware: Lebih Banyak Opsi untuk Framing di Konsol Admin Penting untuk diingat kembali, perubahan terminologi ini berlaku untuk perangkat Google Meet Hardware. Perubahan mulai berjalan pada tanggal 24 Januari 2024 dan tidak diperlukan pengaturan tambahan apa pun. Google Meet Hardware menghadirkan pengalaman virtual meeting yang lebih seamless dan inklusif untuk seluruh peserta rapat, baik dalam skala kecil maupun besar. Tertarik untuk mulai menggunakan perangkat meeting canggih ini? Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini.

Info

Kini Fitur Berbagi Classwork di Google Classroom Tersedia bagi Umum, Berikut Cara Menggunakannya

Tahun 2023 lalu, Google mengumumkan Classroom versi beta yang menyederhanakan perencanaan pembelajaran dengan templat kelas dan Classwork (tugas kelas) yang dapat dibagikan. Kini, fitur tersebut telah tersedia untuk umum bagi pelanggan Google Workspace for Education Plus dalam bahasa Inggris, Spanyol, Portugis, dan Jepang. Mari simak detailnya berikut. Fitur berbagi templat kelas dan Classwork Pengajar yang telah terverifikasi (verified teacher) kini dapat berbagi link ke kelas. Dengan begitu, pengajar lain dapat melihat pratinjau dan mengimpor Classwork ke kelas yang sudah ada atau ke kelas baru. Ini akan membantu Anda mengakses materi berkualitas untuk kemudian digunakan saat menyusun desain pembelajaran. Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur ini memungkinkan pengajar mendistribusikan kurikulum standar atau konten pembelajaran kepada orang lain dalam institusi mereka secara mudah. Hasilnya, sesama pengajar dapat dengan mudah melihat pratinjau, memilih, dan mengimpor Classwork berkualitas untuk kemudian diaplikasikan pada kelas mereka masing-masing. Baca juga: Update Transformation Reports Google for Education Photo Credit: Google Workspace Updates Penggunaan Untuk menjaga kerahasiaan informasi, data siswa, seperti penyerahan tugas, komentar, dan nilai, tidak akan ditampilkan pada pratinjau kelas bersama. Selain itu, bahan ajar dari kelas yang diimpor akan disimpan dalam draft mode untuk kelas tertentu. Baca juga: Belajar Lebih Aman dengan Google for Education Mulai menggunakan fitur Fitur baru dari Google Classroom ini tidak membutuhkan kontrol apa pun dari administrator. Namun sebelum penggunaan, administrator harus memastikan bahwa pengaturan berikut telah aktif bagi seluruh end-user: Untuk berbagi kelas, pengajar harus memiliki lisensi Google Workspace for Education Plus. Untuk dapat melihat pratinjau dan mengimpor tugas kelas dari kelas bersama, pengajar harus sudah menjadi pengajar terverifikasi. Selanjutnya, bagi end-user yang ingin mulai membagikan kelas, bisa mengikuti langkah-langkah berikut: Untuk berbagi kelas, klik tombol “Share classwork” di halaman Classwork. Setelah menerima link kelas, buka di browser Anda. Saat membuka pratinjau kelas bersama, pilih item dari Classwork yang ingin Anda ekspor ke kelas. Kunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut tentang berbagi templat kelas dan Classwork. Ketersediaan Fitur ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai pada tanggal 31 Januari 2024 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur pada pengguna). Fitur tersedia bagi pelanggan Education Plus. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online yang Aman dengan Google for Education Hadirnya fitur baru ini memungkinkan pengajar mendistribusikan konten pembelajaran kepada orang lain dalam institusi mereka dengan lebih mudah. Pengajar pun dapat dengan mudah melihat pratinjau, memilih, dan mengimpor bahan ajar berkualitas untuk kemudian diaplikasikan pada kelas mereka masing-masing. Fitur ini tersedia gratis bagi pelanggan Google Workspace for Education Plus. Belum berlangganan Education Plus? Anda bisa mendapatkannya melalui EIKON Technology. Kami menyediakan paket berlangganan Workspace resmi dan bergaransi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Tips Menyusun Dashboard KPI Penjualan yang Optimal

Statistik telah menunjukkan bahwa perusahaan berbasis data lebih sukses dibanding perusahaan yang hanya mengandalkan intuisi. Berbasis data di sini berarti mengumpulkan, menyebarkan, dan menggunakan data untuk mengambil keputusan bisnis. Tidak sekadar menjadi dasar strategi pemasaran, data kemudian juga digunakan untuk menyusun dashboard KPI penjualan. Meski didukung data, menyusun dashboard KPI penjualan bisa menjadi hal yang membingungkan, terutama jika Anda belum pernah melakukannya. Artikel ini akan membahas enam langkah mudah untuk membantu Anda. Mari simak bersama! Rumuskan tujuan utama Rumuskan tujuan utama yang ingin Anda capai secara spesifik. Misalnya, meningkatkan penjualan hingga 20% pada kuartal III tahun 2024. Ini akan membuat KPI Anda lebih fokus. Tentukan metrik KPI penjualan Anda Photo Credit: Freepik Setelah menentukan tujuan, Anda dapat mengira-ngira apa saja yang harus dilakukan untuk dapat mencapainya. Jika merasa tidak yakin, Anda bisa mencari inspirasi dari tim penjualan perusahaan terkemuka dunia di sini. Tak ada salahnya juga memulai dengan mengevaluasi KPI lama Anda. Tentukan sumber data Tidak semua data yang Anda miliki relevan dengan KPI penjualan, Untuk itu, pilah mana saja data yang ingin disertakan dalam dashboard KPI penjualan. Mulailah dengan menentukan data mana yang penting untuk dirumuskan menjadi KPI. Jika Anda bekerja dengan data kompleks dari berbagai sumber, ada baiknya untuk mulai menggunakan software yang dapat menyimpan semua data, mulai dari data sistem telepon, penjualan, hingga pemasaran Anda. Baca juga: Cara Membuat Sales Funnel Sederhana dengan Mudah dan Cepat Putuskan bagaimana Anda menampilkan data Ini merupakan langkah penting yang akan menentukan keberhasilan atau kegagalan dashboard KPI Anda. Berikut adalah 3 jenis visual dashboard yang paling umum dan petunjuk untuk menggunakannya secara efektif: Leaderboard Leaderboard ideal untuk memotivasi tenaga penjualan. Di sini, Anda dapat menampilkan KPI penjualan dan kemajuan tiap orang dalam mencapai tujuan mereka. Untuk tim yang tersebar di beberapa lokasi, Anda dapat menampilkan KPI penjualan per lokasi untuk memantik “kompetisi” antar tim. Speedometer Speedometer cocok untuk menunjukkan performa real-time sekaligus memotivasi tim Anda untuk meningkatkan metrik utama penjualan. Visualisasi ini menampilkan target dan sejauh mana pergerakan tim Anda dalam mencapainya. Diagram batang Visualisasi ini mungkin terlihat kurang menarik, namun tetap optimal untuk dashboard KPI penjualan. Diagram KPI cocok untuk membandingkan data KPI kualitatif. Misalnya membandingkan Monthly Recurring Revenue (MRR) perusahaan Anda dari bulan ke bulan. Baca juga: Cara Meningkatkan Strategi Marketing Bisnis dengan Google Workspace Pilih data dinamis atau statis Photo Credit: our-team (Freepik) Data dinamis akan memudahkan Anda mengambil keputusan secara real-time sehingga koreksi dapat dilakukan langsung saat gangguan kecil muncul. Opsi lainnya adalah menggunakan data statis yang diperbarui secara manual. Data statis cocok jika Anda hanya perlu melihat data historis, namun bisa sangat menghabiskan waktu karena Anda harus melakukan update secara berkala. Sebarkan dashboard KPI penjualan ke berbagai platform Setelah Anda menginvestasikan waktu, tenaga, dan uang untuk membuat dashboard KPI, pastikan karyawan Anda benar-benar menggunakannya. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan membuatnya mudah diakses melalui perangkat mobile dan desktop. Anda juga dapat memilih untuk menampilkannya di layar TV di area umum untuk membuat semua orang termotivasi. Transparansi adalah kunci untuk mencapai hasil berdasarkan data, jadi pastikan semua orang mengetahui kinerja mereka. Baca juga: Alasan Mengapa Perusahaan Retail Sebaiknya Beralih ke Google Cloud Retail Search Anda bisa mulai menyusun dashboard KPI penjualan dengan mengumpulkan data yang tersimpan di sistem Zoho CRM. Pilih metrik yang paling relevan dan penting bagi bisnis Anda, kemudian visualisasikan metrik di dashboard penjualan. Anda tidak akan sekadar mendapatkan dashboard dengan penampilan menarik, namun juga memiliki dampak besar bagi penjualan. Belum menggunakan solusi terintegrasi Zoho? Tak perlu khawatir, EIKON Technology menyediakan free trial yang bisa Anda akses cukup dengan melakukan pendaftaran di sini. Dengan solusi Zoho, menyusun dashboard KPI penjualan pun terasa lebih mudah. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi EIKON Technology, Zoho Partner Indonesia!

Info

Tips Memilih Tanda Tangan Elektronik yang Tepat untuk CRM Bisnis Anda

Apabila target utama bisnis Anda tahun ini adalah untuk mencapai lebih banyak deal, baik itu dengan pelanggan maupun vendor, salah satu cara terbaik untuk mencapainya adalah dengan menggunakan rangkaian tool yang tepat. Software CRM (Customer Relationship Management) yang kuat dan solusi tanda tangan elektronik yang tangguh adalah dua komponen penting di era industri digital seperti sekarang ini. Artikel kali ini akan membahas tentang manfaat penerapan integrasi keduanya serta tips memilih solusi tanda tangan elektronik yang tepat untuk CRM Anda. Mari simak ulasannya berikut ini! Manfaat penerapan software tanda tangan digital pada CRM Photo Credit: pressfoto (Freepik) Menghubungkan CRM ke aplikasi manajemen kontrak yang kuat akan mengoptimalkan performanya. Integrasi ini akan menyederhanakan alur kerja tim marketing sehingga mereka bisa lebih fokus pada tugas utama mereka, yakni melakukan pemasaran. Berikut beberapa manfaat penerapan software tanda tangan digital pada CRM: Otomatisasi proses: Dengan software tanda tangan digital, Anda dapat mengotomatisasi 30% proses penjualan. Terutama jika Anda sudah menggunakan CRM terintegrasi seperti Zoho CRM yang mengumpulkan seluruh data di satu lokasi. Capai kesepakatan lebih cepat: Optimalisasi CRM dengan software tanda tangan digital meningkatkan efisiensi bisnis Anda. Jadi, pelanggan tidak butuh waktu berhari-hari untuk memperbarui dan mengetahui perkembangan kontrak mereka. Baca juga: ESignature Kini Tersedia bagi Pelanggan Google Workspace Individual, Bagaimana Cara Kerjanya? Mudahkan pelacakan berkas: Dengan software yang tepat, Anda bisa melacak progres tiap berkas langsung dari CRM. Di Zoho, Anda bahkan bisa mendapatkan notifikasi real-time untuk setiap perubahan pada berkas. Beri dampak lebih besar kepada pelanggan: Dokumen strategis yang Anda kirimkan kepada pelanggan akan lebih berdampak jika dipersonalisasi sedemikian rupa mengikuti kebutuhan spesifik mereka. Memanfaatkan integrasi CRM dan tanda tangan elektronik, Anda akan lebih mudah melakukan personalisasi tersebut. Memilih software tanda tangan elektronik yang tepat Lalu, software seperti apa yang tepat untuk CRM Anda? Berikut beberapa hal yang dapat dipertimbangkan saat memilih: Integrasi yang seamless Hal paling penting saat memilih solusi tanda tangan adalah proses integrasinya. Pilihlah platform yang sudah memiliki integrasi untuk CRM Anda. Selain itu, integrasi juga harus memilik fungsi yang tepat, seperti transfer data dari CRM secara otomatis hingga notifikasi real-time. Baca juga: ESignature untuk Google Docs Dan Drive, Apa Keunggulannya? Pembuatan dokumen otomatis Memiliki library templat yang besar untuk berbagai keperluan dapat menyederhanakan siklus penjualan dan memungkinkan Anda mengirim proposal lebih cepat dari sebelumnya. Pilihlah software yang dapat menerapkan templat tersebut sehingga proses pembuatan dokumen tidak memerlukan waktu lama. Kemampuan kolaborasi Kapabilitas untuk berkolaborasi sangat penting dalam pemasaran. Dengan kolaborasi, tugas besar dapat didelegasikan kepada beberapa tim sekaligus untuk mempersingkat waktu. Pastikan software pilihan Anda harus cukup kuat untuk mengakomodasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk para pemangku kepentingan (stakeholder) agar mereka dapat berkolaborasi dengan lancar. Aplikasi mobile Photo Credit: katemangostar (Freepik) Solusi manajemen kontrak yang memiliki aplikasi seluler memungkinkan Anda untuk dapat mengumpulkan tanda tangan dengan mudah, kapan saja, di mana saja, dan dari perangkat apa pun. Jadi, mengumpulkan tanda tangan pun bisa dilakukan lebih cepat. Baca juga: Alasan Mengapa Perusahaan Retail Sebaiknya Beralih ke Google Cloud Retail Search Saat ini, banyak perusahaan yang menggunakan lebih dari 100 aplikasi bisnis untuk menjalankan operasional mereka, sehingga sangat penting untuk memilih teknologi yang tepat dan memastikan sistem Anda saling terintegrasi dengan baik. Pastikan untuk memilih sistem CRM yang dapat membantu mengutamakan pelanggan dan memberi mereka pengalaman terpadu saat berinteraksi dengan bisnis Anda. Gunakan sistem yang telah terintegrasi dengan solusi tanda tangan elektronik sesuai kriteria di atas seperti Zoho CRM. Zoho menyediakan solusi komprehensif untuk bisnis Anda. Dengan ragam pilihan tools, Zoho membantu Anda menyederhanakan proses bisnis yang kompleks, membangun hubungan kuat dengan pelanggan, sekaligus mendorong pertumbuhan dalam skala besar. Daftar sekarang juga melalui EIKON Technology untuk menikmati kemudahan yang ditawarkan Zoho. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Info

Meningkatkan Produktivitas Karyawan dengan UI Terpadu Zoho One

Untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan, ada banyak cara yang bisa ditempuh. Salah satunya adalah dengan menyediakan tool cerdas terintegrasi yang membantu mereka agar dapat bekerja secara efisien. Simak ulasan berikut untuk mengetahui bagaimana tool cerdas dapat membantu meningkatkan produktivitas kerja! Dampak penggunaan tool yang tidak terintegrasi Jika karyawan bekerja dengan aplikasi yang berbeda-beda, dikhawatirkan akan timbul beberapa tantangan yang dapat menghambat produktivitas, seperti: Karyawan harus mempelajari cara menggunakan banyak aplikasi. Ini akan meningkatkan biaya pelatihan dan menghabiskan waktu. Sumber daya dari satu aplikasi biasanya akan sulit diakses dari aplikasi lain. Agar data bisa tetap diakses, perlu adanya integrasi manual di backend. Ini akan menambah beban kerja admin TI. Baca juga: 4 Fitur Baru Chrome untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja Zoho One sebagai solusi terintegrasi Di sinilah Zoho One dapat menjadi solusi. Zoho One merupakan rangkaian software terpadu dengan lebih dari 45 aplikasi yang memungkinkan Anda mengakses tool yang dibutuhkan untuk bekerja secara efisien. Jadi, Anda dapat mengelola beragam jenis pekerjaan dari satu platform. Platform terpadu Zoho One menghemat waktu dan memiliki navigasi yang efisien, karena seluruh aplikasi dalam ekosistemnya memiliki antarmuka pengguna yang serupa. Selain itu, karyawan Anda dapat melakukan semua tugas mereka dari satu jendela tanpa perlu terus-menerus berpindah di antara beberapa tab browser. Dasbor terpadu Photo Credit: Zoho Blog Dasbor terpadu Zoho One memungkinkan Anda memantau metrik utama dari satu jendela secara real-time. Fitur ini akan membantu Anda melacak informasi penting secara sekilas dan memantau cara karyawan bekerja. Fitur ini juga menyediakan kontrol akses berbasis peran, yang memungkinkan Anda memberikan hak akses sesuai kebutuhan. Navigasi terpadu Photo Credit: Zoho Blog Bilah navigasi terpadu memungkinkan pengguna bernavigasi ke beberapa aplikasi sekaligus dengan mulus tanpa berpindah tab browser. Berpindah-pindah tab dapat menyebabkan penurunan produktivitas karena akan merusak konsentrasi. Bilah navigasi terpadu Zoho One terletak di sisi kiri layar Anda, membuatnya lebih mudah untuk menemukan berbagai aplikasi. Saat berpindah aplikasi, Anda bisa langsung melanjutkan pekerjaan dari bagian terakhir yang ditinggalkan. Kolaborasi jarak jauh Zoho One memfasilitasi kolaborasi jarak jauh, memungkinkan banyak pengguna dari berbagai belahan dunia untuk mengerjakan dokumen yang sama secara real-time. Di Zoho One, Anda bisa menemukan aplikasi seperti Notebook dan Writer yang memfasilitasi kolaborasi jarak jauh antar karyawan dari berbagai wilayah. Baca juga: Bagaimana Google Workspace Dapat Meningkatkan Produktivitas Perusahaan ​Manajemen proyek Photo Credit: Zoho Blog Sistem manajemen proyek Zoho Projects, membantu karyawan melacak tugas dan mengambil tindak lanjut. Mereka juga dapat memprioritaskan tugas dan menandainya sebagai prioritas rendah, sedang, atau tinggi. Hal ini membantu karyawan tetap terorganisir dan memastikan bahwa mereka tidak melewatkan tugas. Kustomisasi dan sematan aplikasi Photo Credit: Zoho Blog Zoho One memungkinkan pengguna untuk menyematkan aplikasi penting di bagian atas bilah navigasi, sehingga memudahkan akses. Pengguna juga dapat menggunakan One Launcher untuk membuat grup aplikasi, memfasilitasi akses cepat dan identifikasi mudah. Zia search Photo Credit: Zoho Blog Asisten AI Zoho, Zia, membantu pengguna menemukan dan mengambil informasi yang diperlukan dalam ekosistem Zoho One melalui fitur pencariannya. Dengan begitu, Anda dapat mengakses dokumen penting secara cepat. Baca juga: Percepat Produktivitas Pengembang Anda dengan Query Library Zoho One memastikan karyawan Anda tetap produktif dan memberikan yang terbaik untuk tugas apa pun yang mereka kerjakan. Menyediakan lebih dari 45 aplikasi dengan antarmuka pengguna yang serupa, navigasi platform menjadi mudah, sehingga mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk melatih karyawan baru. Zoho One juga memungkinkan pengguna untuk melakukan pengaturan sesuai kebutuhan dan selera mereka. Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan Anda dengan Zoho One. Daftar sekarang melalui EIKON Technology dan rasakan bagaimana Zoho dapat membantu karyawan Anda bekerja lebih efisien. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!

Scroll to Top