EIKON Technology

Info

Info

Tips Meningkatkan Performa Single-page Application untuk Meningkatkan User Experience dengan Freshchat

Freshworks mengembangkan aplikasi Freshchat sebagai sebuah SPA atau single-page application. SPA mulanya dirancang untuk mengambil dokumen dan mengunduh aset yang berhubungan secara berurutan. Desain ini dapat menyebabkan kinerja aplikasi menjadi kurang optimal, karena kecepatan rendering bergantung pada banyak faktor, mulai dari CPU, GPU, hingga jaringan. Ada beberapa solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Salah satunya adalah dengan meminimalkan jumlah kode yang dikirim ke browser. Bisa juga dengan melakukan code splitting atau memanfaatkan API web asli browser. Pendekatan tersebut telah diterapkan di Freshchat untuk meningkatkan performa dan responsnya. Mari simak ulasannya berikut. Cara mengurangi ukuran bundle atau aset aplikasi Code splitting Dalam SPA, aset dikelompokkan menjadi dua: kode aplikasi dan kode vendor. Biasanya, dua aset tersebut diunduh dan dijalankan secara berurutan, menyebabkan rendering terblokir. Hal ini kemudian menyebabkan peningkatan first contentful paint (FCP) dan time to first byte (TTFB). Baca juga: Aplikasi Live Chat Modern Bernama Freshchat Untuk mengurangi ukuran aset, Freshchat memanfaatkan code splitting. Pendekatan ini akan mengirim kode yang diperlukan untuk rendering awal halaman saja. Untuk perubahan rute selanjutnya, potongan kode tambahan diambil dari server. Hasilnya, FCB dan TTFB pun dapat meningkat secara signifikan. Berikut adalah hasil penerapan code splitting dengan bantuan Embroider dari framework Ember: Sebelum code splitting Photo Credit: Freshworks Blog Setelah code splitting Photo Credit: Freshworks Blog Impor dinamis Impor dinamis merupakan sebuah fitur ECMA Stage 4 yang memungkinkan pemuatan skrip sesuai permintaan. Sistem Freshchat memuat libraries pihak ketiga selama rendering awal. Ini tidak hanya menghabiskan sejumlah besar bandwidth, tapi juga memperpanjang waktu rendering. Dengan menerapkan add-on impor otomatis dari Ember, Freshchat memanfaatkan kapabilitas impor dinamis yang dapat meningkatkan kecepatan rendering dengan memuat aset pihak ketiga saat diperlukan saja. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mengurangi ukuran aset, baik dalam agent portal maupun komponen widget. Hasil impor dinamis: Menggunakan libraries pihak ketiga dengan ukuran ringan Aplikasi Freshworks menggunakan libraries dengan ukuran cukup besar dan ini tentu memerlukan substitusi agar proses rendering tidak terlalu panjang, Berikut contoh library yang dapat Anda pertimbangkan sebagai substitusi: Day JS Sebuah library berbasis tanggal-waktu yang telah digunakan Freshworks selama satu dekade. Sayangnya, Moment JS memiliki ukuran yang cukup besar (70 KB). Untuk mengatasi hal tersebut, Freshchat melakukan transisi dari Moment ke Day JS, sebuah alternatif yang jauh lebih ringan (2KB). Selain itu, Freshchat juga memasukkan API web asli INTL yang dapat digunakan kapan pun untuk tugas manipulasi tanggal tertentu. Jika Anda ingin memformat tanggal dengan locale spesifik, dapat mengikuti skrip berikut: JavaScript: JavaScript: Baca juga: Cara Menata Ulang IT Self-Service untuk Meningkatkan Performa Karyawan Menggunakan konfigurasi build tools Dalam aplikasi web Freshworks, Ember CLI digunakan sebagai kompilasi aplikasi, yang menawarkan fleksibilitas untuk menargetkan browser modern, maupun browser lama yang masih berjalan. Dengan memilih target yang sesuai, Freshchat dapat mengirimkan kode ES6 terkini ke browser. Hal ini akan memberi beberapa manfaat seperti: Pengiriman kode berkurang: Penghilangan dukungan polyfill untuk browser lama akan menghasilkan basis kode yang lebih ringkas. Peningkatan efisiensi penguraian: Konstruksi kode penting yang lebih sedikit akan mempercepat waktu penguraian dalam browser. Salah satu contohnya adalah penggunaan async/await. Dalam kasus di mana dukungan untuk browser lama diperlukan, Babel biasanya menggunakan regenerator-runtime untuk menangani generator dan async/await, yang menyebabkan code bloat dan waktu penguraian yang lebih lambat. Peningkatan developer experience: Freshchat menghilangkan kebutuhan akan pernyataan jump dan loop yang dihasilkan oleh runtime-regenerator sehingga kode yang dihasilkan lebih mudah dibaca dan juga intuitif. Photo Credit: Freshworks Blog Memperbarui caniuse package Meski dianggap sebagai upaya pengoptimalan yang sederhana, namun hal ini sering kali masih dibayangi oleh tantangan lain yang berhubungan dengan performa aplikasi. Dengan memastikan pembaruan rutin pada database caniuse, build tool Freshchat dapat dapat mengakses statistik terkini tentang penggunaan browser dan menyesuaikan kompilasi aset. Pendekatan proaktif ini memberikan manfaat yang signifikan, sehingga mengurangi ukuran caniuse package dari 10 menjadi 100 KB. Frekuensi penghematan ini ditentukan oleh seberapa sering pembaruan dilakukan. Baca juga: Yuk Kenalan dengan Freshservice! Dari sini dapat disimpulkan bahwa Freshchat sejauh ini telah menunjukkan komitmen dalam menyediakan single-page application atau SPA yang lebih responsif dan efisien. Dengan berbagai pembaruan yang terus dihadirkan, Anda dapat mempertimbangkan Freshchat dan Freshworks untuk mencapai keunggulan dalam pengembangan aplikasi web. EIKON Technology sebagai authorized reseller partner Freshworks, menyediakan single-page application Freshchat resmi dan bergaransi. Kami siap membantu Anda dalam seluruh proses penerapan solusi untuk mendapatkan hasil terbaik. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Tips Menentukan Skala Prioritas untuk Proyek IT 2024 Anda

Bekerja di bidang TI terkadang terasa seperti mengerjakan tugas yang tiada akhirnya. Saat Anda mengira sudah menyelesaikan tugas, muncul tugas lain. Ibaratnya, mati satu tumbuh seribu. Menentukan skala prioritas saat mengerjakan tugas-tugas tersebut pun bukan perkara mudah. Anda harus bisa menilai dengan tegas tingkat urgensinya, mulai dari aspek keamanan hingga kapabilitas sumber daya perusahaan dalam mendukung pengerjaan tugas. Apabila Anda berada dalam situasi serupa dan ingin segera berbenah pada tahun 2024, maka artikel ini cocok untuk disimak. Tulisan ini akan mendalami cara memprioritaskan tugas yang terus bermunculan dan memastikan sumber daya TI dimanfaatkan secara efektif. Mengenal IT project prioritization Photo Credit: Freepik IT project prioritization atau pemrioritasan proyek TI merupakan proses mengidentifikasi tugas paling krusial yang diperlukan agar dapat mencapai suatu tujuan tertentu. Penetapan prioritas yang efektif akan meningkatkan manajemen waktu, keamanan perusahaan, profitabilitas, produktivitas karyawan, hingga kepuasan pelanggan. Maka tak heran jika kemudian tiap departemen TI perusahaan memberi peringkat pada tugas mereka berdasarkan faktor uniknya. Misalnya, departemen TI Perusahaan ABC memprioritaskan proyek X karena proyek tersebut dapat memaksimalkan laba mereka yang sedang turun; atau Perusahaan ONM memprioritaskan proyek Y karena tugas tersebut tidak memerlukan terlalu banyak SDM. Sebagian besar usaha kecil dan menengah (UKM) beroperasi dengan anggaran terbatas dan tim kecil. Bagi bisnis semacam ini, tim TI harus benar-benar cermat dalam menyusun pemrioritasan proyek agar tidak terjadi pemborosan, bukan hanya dari segi biaya saja, tapi juga waktu dan tenaga, Baca juga: Tips Menggunakan Google Workspace DLP untuk Mencegah Kehilangan Data Cara menentukan skala prioritas proyek TI Seperti semua tugas manajemen lainnya, menentukan skala prioritas proyek juga harus berdasarkan data agar efektif. Data yang sudah dapat pun tidak hanya dibiarkan saja, tapi juga harus ditindaklanjuti dengan melakukan analisis. Salah satu metode yang bisa diterapkan di sini adalah dengan membuat kerangka prioritas. Pada dasarnya, kerangka prioritas membagi tingkat urgensi proyek ke dalam beberapa kategori. Tiap proyek kemudian menerima peringkat di setiap kategori. Hasilnya adalah suatu sistem terukur untuk menentukan urgensi setiap proyek secara keseluruhan. Ini memungkinkan Anda untuk dapat membandingkan, dan mengatur tiap proyek sehingga tersusun skala prioritas yang sesuai. Misalnya, dampak suatu proyek dapat dikelompokkan menjadi lima kategori: Potensi dampak terhadap bisnis. Apakah ini proyek yang sangat penting dan dapat berdampak negatif terhadap laba jika tidak segera diselesaikan? Waktu penyelesaian. Apakah proyek ini perlu segera diselesaikan atau justru bisa ditunda? Posisi pemohon proyek. Siapa yang mengajukan proyek tersebut? Jika pengusul proyek adalah seorang eksekutif atau C-level, kemungkinan permintaan tersebut akan memiliki bobot yang lebih besar dibandingkan dengan permintaan individu atau eksternal perusahaan. Sumber daya yang digunakan. Apakah proyek ini bisa dikerjakan dengan mudah menggunakan sumber daya yang ada saat ini atau justru memerlukan sumber daya tambahan yang sulit didapat? Biaya. Berapa perkiraan biaya untuk proyek ini? Sering kali, memperkirakan biaya per pengguna akan lebih membantu daripada mencoba menghitung total biaya yang diperlukan. Baca juga: Tips Meningkatkan Fokus Kerja Hybrid dengan Google Workspace Kerangka kerja ini akan memiliki sistem peringkat yang memungkinkan Anda menetapkan nilai numerik untuk setiap kategori di atas untuk setiap proyek. Anda bisa mencontoh skala prioritas TI dari JumpCloud yang menggunakan skala 5 poin berikut: Photo Credit: JumpCloud Pembukuan biaya proyek TI Penting untuk mempertimbangkan cakupan berbagai proyek saat Anda memprioritaskannya, terutama dalam hal biaya. Di bawah ini adalah pengeluaran paling umum yang akan Anda temui: Biaya untuk mendapatkan teknologi baru Solusi teknologi modern bisa jadi mahal. Beberapa penyedia SaaS bahkan mungkin memasukkan fitur paling canggih dari tool tertentu ke dalam paket termahalnya. Misalnya, beberapa alat keamanan Zero Trust hanya menyertakan integrasi sistem masuk tunggal (SSO) dengan lisensi mahal. Biaya untuk mempekerjakan dan melatih karyawan Saat menerapkan teknologi baru, Anda harus melatih tim TI dan, dalam beberapa kasus, pengguna non-admin lainnya. Kurangnya keterampilan dapat menciptakan hambatan dalam adopsi. Biaya pemeliharaan dan pengelolaan teknologi baru Setelah membeli dan menerapkan teknologi baru, maka perlu pengelolaan. Anggarkan biaya untuk pemeliharaan rutin dan perbaikan sistem. Baca juga: Tips Percepat Migrasi Data dengan Database Migration Program Demikian ulasan mengenai tips menentukan skala prioritas untuk proyek TI Anda. Semoga di tahun yang baru ini, Anda dapat mengelola berbagai proyek dan tugas TI dengan lebih efisien. Manfaatkan platform cloud directory JumpCloud untuk operasional teknologi yang efisien tanpa perlu mengorbankan keamanan dan fungsionalitas. Daftar dan dapatkan free trial dari EIKON Technology dengan klik di sini!

Info

Mengintegrasikan Active Directory dengan Perangkat Linux

Dalam menjalankan protokol autentikasi untuk mesin Windows, Active Directory (AD) memanfaatkan Lightweight Directory Access Protocol (LDAP), tapi sebagian besar menggunakan Kerberos. Inilah yang kemudian menyebabkan AD kesulitan berintegrasi dengan perangkat Linux. Apabila bisnis Anda menggunakan sistem Windows, AD dapat menjalankan tiga fungsi utama kontrol akses: autentikasi, otorisasi, dan manajemen. Namun, saat Anda menggunakan sistem di luar Windows, seperti Linux, maka AD tidak akan berjalan optimal. Meski begitu, Anda tidak perlu mengganti AD untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Melakukan modernisasi AD bisa menjadi solusi efisien bagi Anda pengguna sistem Linux. Bagaimana bisnis mengelola direktori saat Active Directory tidak berjalan optimal? Sebenarnya, ada beberapa cara untuk mengintegrasikan AD dengan perangkat Linux. Cara termudah adalah dengan LDAP melalui modul PAM yang ada di Linux. Anda juga bisa menggunakan Kerberos. Namun, keduanya butuh proses panjang dan dapat menambah masalah keamanan. Berikut adalah beberapa opsi lain yang tersedia: Open-source Metode lain yang dapat Anda coba adalah Samba dan Winbind. Pendekatan Samba bergantung pada VPN, yang dapat memperlebar celah serangan dan merupakan titik masuk ke dalam jaringan Anda. Sementara Winbind digunakan untuk menyelesaikan informasi pengguna dan grup dari Windows Server. PAM akan menyediakan layanan autentikasi. Baca juga: Memahami Jaringan Dasar Google Kubernetes Engine Azure Active Directory dan Intune Microsoft baru-baru ini menambahkan dukungan untuk Linux ke layanan manajemen endpoint Intune. Menggunakan Intune akan mewajibkan Anda mengonfigurasi infrastruktur server hibrid yang menyinkronkan AD dengan Entra ID (sebelumnya Azure AD, atau AAD). Ini mungkin mengharuskan Anda untuk menggunakan rangkaian tool Microsoft yang terintegrasi secara vertikal. Penyiapan Intune bisa jadi rumit dan dukungan Microsoft untuk Linux saat ini masih terbatas. Pendekatan ini hanya menyediakan Microsoft Edge sebagai satu-satunya pilihan untuk mengakses sumber daya Anda. Pendekatan terbaik untuk modernisasi AD dengan sistem Linux JumpCloud merupakan platform open directory yang menyatukan identitas, akses, dan kapabilitas manajemen perangkat, terlepas dari metode autentikasi atau ekosistem perangkat yang mendasarinya. Platform ini menghadirkan pendekatan alternatif untuk menghubungkan perangkat Android, Linux, atau Mac ke AD yang memiliki manajemen endpoint terpadu. Platform direktori cloud ini bertindak sebagai “ekstensi” ke AD. Ekstensi ini dapat mengautentikasi, mengotorisasi, dan mengelola semua perangkat Android, Linux, Mac, dan Windows. Baca juga: Umumkan Partnership dengan JumpCloud, EIKON Technology Tingkatkan Efisiensi  Cara kerja integrasi dan modernisasi AD Photo Credit: JumpCloud Perangkat Linux terhubung ke JumpCloud melalui mekanisme autentikasi aslinya (dan melalui agen atau manajemen perangkat seluler). Selanjutnya, pengguna ditambahkan ke penyedia identitas virtual JumpCloud baik melalui Active Directory Integration atau secara manual. Jika AD terhubung melalui fitur JumpCloud AD Integration, maka setiap pembaruan di AD secara otomatis direplikasi ke JumpCloud dan juga ke semua perangkat Linux di direktori tersebut. Perangkat Linux dapat dengan mudah dihubungkan ke Microsoft AD melalui layanan direktori yang di-host oleh JumpCloud. Ini akan menghilangkan kerumitan yang terkait dengan manajemen manual atau solusi penyelesaian masalah dengan Chef atau Puppet. Kepatuhan dan keamanan JumpCloud menyediakan kumpulan kebijakan bawaan untuk Linux. Kebijakan ini membantu Anda untuk mengelola dan mengamankan endpoint Linux dengan efisien dan aman secara keseluruhan. Kebijakan tambahan JumpCloud meliputi: Periksa opsi partisi dan pemasangan: Direktori yang digunakan untuk fungsi seluruh sistem dapat dilindungi lebih lanjut dengan menempatkannya pada partisi terpisah. Periksa enkripsi disk: Kebijakan ini akan memeriksa mesin Linux untuk enkripsi disk penuh atau direktori lokal dan melaporkan statusnya. Nonaktifkan penyimpanan USB: Kebijakan ini mencegah perangkat penyimpanan massal USB, seperti flash drive dan USB hard drive digunakan pada sistem. Kebijakan penguncian layar: Screen saver pengguna akan terkunci selama beberapa waktu. Kepemilikan dan izin file: Mengamankan file sistem Linux. Parameter jaringan: Meningkatkan keamanan jaringan sistem dengan mengatur parameter kernel untuk penerusan IP, perutean package, permintaan Internet Control Message Protocol (ICMP), pemfilteran jalur, dan cookie Transmission Control Protocol Sync (TCP SYN). Nonaktifkan sistem file yang tidak digunakan: Mencegah pengguna yang tidak berwenang memasukkan data ke dalam atau mengekstrak data dari sistem. ​Baca juga: Menerapkan Keamanan Chrome pada Google Cloud dan Workspace Platform open directory JumpCloud juga merupakan pilihan direktori yang tepat bagi perusahaan yang tidak menggunakan AD, tetapi ingin mengelola perangkat Linux mereka dengan cara serupa. Pemanfaatan JumpCloud akan mengurangi biaya administratif, sekaligus meningkatkan pengalaman end-user. Tertarik untuk mencoba? EIKON Technology menyediakan free trial JumpCloud cukup dengan melakukan pendaftaran di sini

Info

Sambut Tahun Baru dengan Modernisasi Active Directory Anda

Memasuki usia ke-25 tahun, Active Directory® (AD) dari Microsoft tetap bertahan menjadi komponen inti usaha kecil dan menengah (UKM). Namun sayangnya, AD belum optimal dalam melakukan modernisasi untuk memenuhi kebutuhan bisnis masa kini. Jika situasi tersebut terus dibiarkan, tentu penggunaan AD bisa menjadi beban. Sebab, pengelolaan teknologi lama membutuhkan biaya besar dan tidak memiliki teknologi keamanan modern berbasis cloud. Oleh karenanya, bisnis UKM tidak boleh mengabaikannya. Untungnya, modernisasi AD tidak sesulit kelihatannya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperbarui AD secara efisien dan mudah. Mari simak ulasan lengkapnya berikut! Alasan mengapa harus melakukan modernisasi AD Keandalan AD membuat penggunanya sering kali tidak menyadari betapa besar pengaruh setelan yang ketinggalan zaman terhadap bisnis mereka, mulai dari keamanan hingga biaya. Fleksibilitas dan produktivitas AD dalam beberapa kasus bisa menjadi sulit untuk dinavigasi. Ini karena AD dirancang untuk melayani penggunaan skala besar. Bagi UKM, ini bisa membuat pengelolaan AD menjadi sulit. Selain itu, AD juga bersifat kompleks dan formal. Pengguna-lah yang harus menyesuaikan diri dengan platform ini, bukan sebaliknya. AD memiliki struktur penggunaan yang kaku dan sulit untuk dioperasikan di luar spesifikasi tersebut. Seluruh hambatan tersebut dapat memperlambat kerja tim secara signifikan dan menghambat pengoptimalan sumber daya. Namun jika Anda melakukan modernisasi AD dengan direktori berbasis cloud, akan tersedia lebih banyak fleksibilitas untuk bekerja sesuai keinginan. Baca juga: Tips Menggunakan Google Workspace DLP untuk Mencegah Kehilangan Data Keamanan Photo Credit: Freepik AD menerapkan keamanan yang berpusat pada domain fisik. Dalam ekosistem kerja yang serba hybrid seperti sekarang, hal tersebut tentu tak lagi relevan. Teknologi keamanan kini telah beralih pada keamanan berbasis identitas atau Zero Trust. Teknologi baru ini memerlukan verifikasi identitas sebelum mengakses tiap sumber daya. Ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya pelanggaran (terutama bagi UKM dengan ekosistem kerja hybrid maupun mobile). AD cenderung meninggalkan jejak yang tercecer, tool yang ketinggalan zaman, dan server yang tidak terlindungi. Semuanya merupakan celah sempurna untuk pelanggaran yang dapat merusak jaringan pusat Anda. Direktori berbasis cloud akan membantu UKM beralih dari risiko yang dimiliki AD dengan mengadopsi Zero Trust, sebuah pendekatan yang lebih andalan dalam ekosistem berbasis cloud. Biaya Photo Credit: cookie_studia (Freepik) Memelihara domain lokal tidaklah murah. Selain biaya kepemilikan dan pemeliharaan, lisensi Microsoft yang sangat membingungkan dapat menyebabkan perusahaan membayar lebih. Modernisasi AD dapat membantu Anda mengoptimalkan sumber daya dengan menawarkan lebih banyak fleksibilitas dan kapabilitas sekaligus mengurangi biaya kepemilikan serta pengelolaan. Anda nantinya dapat menikmat fungsionalitas yang lebih canggih, tapi dengan biaya lebih rendah. Baca juga: Aplikasi Sistem Zero Trust Terpadu dengan BeyondCorp dan BeyondProd Modernisasi AD dengan JumpCloud JumpCloud merupakan platform open directory berbasis cloud yang menyediakan opsi untuk memperluas, menggabungkan, atau bahkan mengganti AD. Platform ini dirancang untuk bekerja dengan atau tanpa AD. Jadi, jika Anda ingin mengganti AD, JumpCloud juga menawarkan alat migrasi yang dirancang khusus untuk transisi. Begitu pula jika Anda tidak melakukan transisi penuh, JumpCloud dapat berintegrasi dengan AD secara lancar. Anda dapat mempertahankan AD sebagai identity provider (IdP) inti atau mengalihkan tugas tersebut ke JumpCloud. JumpCloud dapat mendukung hampir semua sumber daya yang Anda perlukan, apa pun sistem operasi atau vendornya. Penetapan harganya pun jelas dan transparan, sehingga tidak diragukan lagi apa yang diperlukan untuk mendukung ekosistem kerja Anda. Baca juga: Umumkan Partnership dengan JumpCloud, EIKON Technology Tingkatkan Efisiensi JumpCloud menyatukan manajemen pengguna dan perangkat serta menawarkan rangkaian alat lengkap yang memungkinkan Anda melakukan pekerjaan dengan aman dan dari mana saja. Ini telah termasuk sistem masuk tunggal, autentikasi multi-faktor, manajemen patch, dan banyak lagi. Coba JumpCloud sekarang juga untuk modernisasi Active Directory Anda melalui EIKON Technology. Silakan klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Info

Cara Mengintegrasikan Active Directory dengan JumpCloud

November 2023 lalu, Microsoft menetapkan Active Directory® (AD) sebagai produk legacy yang harus segera dimodernisasi agar bisa memperkuat kontrol akses dan mengelola setiap endpoint. Microsoft memang telah menentukan jalur kontrolnya, namun alat dan layanan yang terintegrasi secara vertikal dapat menimbulkan ketidakcocokan. JumpCloud menjadi opsi lain yang dapat dipertimbangkan, khususnya bagi pelanggan dengan infrastruktur TI skala kecil dan menengah (misalnya, UKM). Penerapan JumpCloud akan memberi UKM efisiensi dan keamanan akses ke setiap sumber daya manajemen perangkat lintas OS, manajemen patch, dan banyak lagi. Artikel kali ini akan membahas bagaimana kedua platform tersebut bekerja sama sebagai solusi pemutakhiran AD. AD + JumpCloud Photo Credit: JumpCloud Active Directory telah menjadi solusi layanan direktori lokal selama beberapa dekade untuk ekosistem berbasis Windows®. Layanan ini menawarkan solusi kontrol dengan satu konsol saja sehingga dapat membantu efisiensi kerja. Keunggulan tersebut sangat cocok dengan ekosistem kerja saat ini yang terdiri dari kumpulan aset di beberapa lokasi, menerapkan layanan komputasi awan, dan memelihara beragam jenis perangkat. Layanan AD mandiri tidak dapat menangani tantangan-tantangan baru tersebut dan arsitekturnya pun tidak bisa memberi kontrol keamanan Zero Trust. Baca juga: Umumkan Partnership dengan JumpCloud, EIKON Technology Tingkatkan Efisiensi Microsoft menyambut tantangan tersebut dengan mengganti akses AD menjadi konfigurasi hybrid cloud yang mengandalkan layanan komputasi awan tambal sulam untuk memperkuat AD. Pendekatan ini cocok untuk perusahaan besar dengan sumber daya mumpuni, namun pada waktu yang bersamaan, pendekatan tersebut juga membatasi kebebasan memilih karena memiliki kompleksitas yang dapat mengganggu keseluruhan beban kerja Anda. Untungnya, pendekatan tersebut bukanlah satu-satunya solusi untuk modernisasi AD dan mengamankan sumber daya. JumpCloud tidak sekadar memodernisasi AD, tapi juga memperluas identitas AD ke cloud. Platform identity and access management (IAM) JumpCloud dilengkapi kontrol Zero Trust, seperti akses bersyarat, autentikasi multi-faktor, dan kredensial anti-phishing. Mengintegrasikan AD dengan JumpCloud pun kini jauh lebih mudah dan fleksibel dari sebelumnya. Poin selanjutnya akan memberikan gambaran umum tentang bagaimana kedua sistem dapat dipasangkan untuk memodernisasi domain AD. Baca juga: Tips Menggunakan Google Workspace DLP untuk Mencegah Kehilangan Data Cara mengintegrasikan Active Directory and JumpCloud Photo Credit: JumpCloud Active Directory Integration atau ADI merupakan sebuah tool gratis yang menghubungkan AD dengan JumpCloud, memungkinkan Anda untuk dapat membangun kembali kontrol akses yang kuat untuk pengguna dan juga perangkat. Hal ini memungkinkan pelanggan untuk memperluas AD sambil tetap mempertahankan performanya dengan baik. Perlu diketahui, ADI dapat mendukung lingkungan multi-domain dan menyinkronkan pengguna, grup, dan kata sandi ke atau dari JumpCloud secara terus-menerus. Photo Credit: JumpCloud Model ADI menyediakan beberapa opsi untuk alur autentikasi, termasuk sinkronisasi dua arah dan sinkronisasi satu arah (di kedua arah). Autentikasi pass-through tersedia untuk menyimpan AD sebagai sistem pencatatan saat compliance mengharuskan autentikasi dan otorisasi disimpan dalam penyimpanan lokal. ADI dapat diinstal di server anggota untuk mengimpor dan menyinkronkan identitas per domain. Ini juga menyediakan jalur untuk mendepresiasi AD ketika digunakan bersama dengan Active Directory Migration Utility (ADMU) gratis dari JumpCloud, yang membantu migrasi massal endpoint. Integrasi AD membantu admin memiliki kontrol yang lebih padu dan aman terhadap infrastruktur TI mereka, terlepas dari apakah infrastruktur tersebut di-host melalui Active Directory atau di cloud. Faktanya, admin dapat sepenuhnya mengelola penyediaan identitas AD dari cloud menggunakan konsol JumpCloud. Sebab, JumpCloud adalah platform direktori terbuka, yang memungkinkan Anda mendatangkan pengguna dari Google Workspace dan penyedia identitas eksternal (IdP). Baca juga: Aplikasi Sistem Zero Trust Terpadu dengan BeyondCorp dan BeyondProd JumpCloud dapat menjadi solusi efisien yang tidak hanya untuk modernisasi Active Directory (AD), tapi juga memperluas identitas AD ke cloud. Terlebih, platform identity and access management (IAM) JumpCloud sudah dilengkapi dengan kontrol Zero Trust, seperti akses bersyarat, autentikasi multi-faktor, dan kredensial anti-phishing. JumpCloud memungkinkan operasional TI Anda di seluruh manajemen perangkat dengan efisiensi biaya tanpa mengorbankan keamanan dan fungsionalitas. Tertarik untuk mencoba platform open directory ini? Silakan coba gratis dengan mendaftar melalui EIKON Technology. Silakan klik di sini!

Info

Notifikasi Khusus Data Loss Prevention Google Chat Kini Telah Tersedia, Begini Cara Kerjanya

Pada bulan Juli 2023 lalu, Google memperkenalkan kapabilitas untuk menampilkan notifikasi khusus ketika pesan Google Chat diblokir atau disadap sesuai aturan data loss prevention (pencegahan kehilangan data). Kapabilitas tersebut diluncurkan dalam versi beta untuk administrator. Per 7 Desember 2023, kapabilitas tersebut tersedia secara umum di Chat web maupun seluler. Lalu, bagaimana cara kerjanya? Notifikasi khusus data loss prevention Google Chat Notifikasi khusus atau custom notifications akan membantu administrator untuk memberikan lebih banyak konteks kepada para pengguna mengenai alasan mereka diblokir dari tindakan tertentu, apa yang dapat mereka lakukan untuk membuka blokir secara mandiri, hingga menyertakan tautan ke konteks lain yang lebih lengkap agar dapat membantu pengguna, seperti pedoman perlindungan data sensitif milik perusahaan atau dokumentasi dari Google Chat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai notifikasi khusus data loss prevention ini, silakan kunjungi halaman pengumuman Google ini. Baca juga: Kapabilitas Data Loss Prevention Google Chat Kini Tersedia untuk Umum Mulai menggunakan kapabilitas Photo Credit: Google Workspace Updates Kapabilitas notifikasi khusus data loss prevention Google Chat akan langsung tersedia di konsol Admin secara otomatis setelah perilisan. Notifikasi khusus dapat diatur menyesuaikan aturan data loss prevention di tiap tingkat domain, organizational unit (OU), maupun grup. Baca juga: Kembangkan Kolaborasi di Google Chat Dengan Smart Chip Saat menyusun aturan baru, tepat di Step 4: Actions under “User Message”, pilih “customize message”. Notifikasi khusus juga dapat diterapkan pada aturan data loss prevention yang ada. Jika administrator tidak menyesuaikan notifikasi, yang akan ditampilkan kepada pengguna adalah notifikasi umum Google Chat. Photo Credit: Google Workspace Updates Kapabilitas ini tidak memerlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Menyesuaikan setelan dari administrator, pengguna nantinya dapat menemukan informasi yang lebih terperinci saat mengirim pesan Chat yang sesuai dengan ketentuan dari aturan data loss prevention. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai kapabilitas ini, kunjungi halaman Help Center ini. Ketersediaan kapabilitas Kapabilitas notifikasi khusus Google Chat ini dirilis penuh mulai tanggal 7 Desember 2023 (memerlukan 1-3 hari untuk visibilitas fitur ke seluruh pengguna). Rilis penuh berlaku bagi domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Kapabilitas tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, the Teaching and Learning Upgrade, Education Plus, dan juga Frontline Standard. Data loss prevention untuk Google Chat juga tersedia bagi pengguna Cloud Identity Premium yang juga memiliki lisensi untuk edisi Workspace yang mencakup Google Chat serta Audit and investigation. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan bagi pengguna Cloud Identity Premium, Anda dapat mengunjungi halaman Help Center ini. Baca juga: Melindungi Jaringan Cloud Anda di Masa Mendatang dengan Keamanan Data Otonom Dengan hadirnya kapabilitas baru yang memungkinkan administrator untuk menyusun notifikasi khusus sesuai aturan data loss prevention ini, pengguna bisa langsung mengetahui konteks mengapa mereka mendapatkan peringatan dari administrator. Ini akan mempersingkat waktu penanganan saat muncul risiko kehilangan data di perusahaan Anda. Ingin menikmati berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh rangkaian produktivitas Google Workspace? Anda bisa mulai berlangganan melalui EIKON Technology. Kami menyediakan Workspace edisi Business untuk perusahaan dan Education untuk institusi pendidikan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berlangganan Google Workspace, silakan hubungi kami di sini

Info

Proofread: Fitur Baru dari Google Docs yang Telah Didukung Teknologi AI

Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2010, Google Docs terus berkembang dengan berbagai fitur dan kapabilitas untuk membantu Anda menulis lebih cepat dan lebih percaya diri, seperti grammar suggestions, smart compose, dan smart reply. Kini, tahun 2023, Google Docs kembali dengan gebrakan baru, yakni fitur writing suggestion yang didukung oleh AI: Proofread. Proofread, fitur saran penulisan dengan dukungan kecerdasan buatan Setelah sebelumnya hadir dengan fitur penulisan canggih seperti grammar suggestions, smart compose, dan smart reply, kini Google Docs memperkenalkan fitur saran penulisan yang tak kalah canggih, yakni Proofread. Fitur baru ini telah didukung oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) yang akan menyederhanakan alur kerja Anda selama menggunakan Docs. Photo Credit: Google Workspace Updates Tidak hanya membantu dalam masalah ejaan dan tata bahasa, Proofread juga memberikan daftar saran yang dapat Anda tinjau dan gunakan, termasuk: Conciseness: Saran agar tulisan Anda lebih ringkas dan padat.  Active voice: Saran agar tulisan Anda lebih mudah dipahami dan jelas bagi pembaca. Wording: Saran untuk membuat kata terdengar lebih dinamis atau formal dalam konteksnya. Sentence Split: Saran untuk memisahkan kalimat-kalimat rumit agar tulisan Anda lebih mudah dibaca. Proofread merupakan inovasi terbaru Google yang akan membantu Anda membuat konten berkualitas tinggi dengan lebih mudah dan cepat di Google Docs. Fitur ini dapat membantu meningkatkan keringkasan serta membuat dokumen Anda lebih jelas dan mudah dibaca. Baca juga: Cara Mengaktifkan dan Menonaktifkan Client-Side Encryption Google Docs Saran yang dihasilkan oleh Proofread tidak mengganggu dan tidak akan mengacaukan dokumen saat Anda menulis maupun berkolaborasi—Anda bisa dengan mudah meninjau semua saran langsung dari sidebar Proofread kapan pun Anda siap dan memutuskan saran mana yang paling tepat untuk diterima. Selain itu, Anda dapat menyesuaikan jenis saran yang akan muncul melalui opsi filter, membantu memastikan AI memberikan saran yang paling relevan. Mulai menggunakan fitur Untuk bisa menggunakan fitur Proofread di Google Docs tidak diperlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Fitur akan AKTIF secara default setelah peluncuran dan bisa dinonaktifkan di Docs dengan masuk ke menu Tools > Proofread. Untuk mulai menggunakan fitur Proofread, Anda bisa membukanya dengan mengeklik ikon berikut: Saat AI mendeteksi adanya saran penulisan untuk dokumen Anda, ikon tersebut akan memiliki titik biru di bagian kanan atas: ​Baca juga: Cara Membuat Custom Building Block di Google Docs Ketersediaan Fitur Proofread Google Docs dirilis penuh baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal mulai dari tanggal 29 Agustus 2023 (memerlukan waktu 1-3 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur ini merupakan bagian dari add-on Duet AI for Google Workspace Enterprise. Informasi tambahan Photo Credit: drobotdean (Freepik) Jika saat ini Anda berpartisipasi dalam alpha testing untuk fitur Proofread ini, maka Anda harus membeli add-on Duet AI for Google Workspace Enterprise agar bisa terus menggunakannya. Jika tidak, maka Anda tidak dapat lagi mengakses fitur Proofread mulai tanggal 29 Agustus 2023. Baca juga: Collapsible Heading, Fitur Baru Google Docs Untuk Rapikan Tampilan Dokumen Hadirnya fitur Proofread yang telah didukung oleh kecerdasan buatan (AI) ini akan menyederhanakan alur kerja Anda selama merancang dokumen dengan Google Docs. Untuk mengoptimalkan Proofread dan berbagai fitur serta kapabilitas Docs, Anda dapat berlangganan Google Workspace for Business yang tersedia di EIKON Technology. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi kami di sini!

Info

Pembaruan Fitur Practice Set Google Classroom, Lebih Leluasa Kontrol Materi Pendukung Tugas

Awal tahun 2023 ini, Google Classroom mengumumkan ketersediaan practice set untuk umum. Fitur tersebut memungkinkan pendidik mengubah konten, baik itu yang sudah ada maupun yang baru dibuat, menjadi tampil lebih menarik dan interaktif. Untuk meningkatkan pengalaman tersebut, Classroom baru saja meluncurkan pembaruan. Seperti apa? Mari simak pembahasannya berikut. Peningkatan fitur practice set Google Classroom Fitur practice set dari Google Classroom memungkinkan Anda, para tenaga pendidik untuk membuat materi pengajaran maupun mengubah materi yang sudah ada hingga menjadi lebih menarik dan interaktif. Selain itu, fitur practice set juga telah dibekali dengan kapabilitas autograding (penilaian otomatis) yang membantu pendidik untuk mendapat gambaran mengenai performa serta kemajuan siswa, dan siswa pun bisa menerima masukan secara real-time setelah mereka menyelesaikan latihan. Photo Credit: katemangostar (Freepik) Saat ini dalam practice set, ketika pendidik memilih keterampilan untuk suatu tugas, maka sistem secara otomatis akan membuka akses menuju materi bagi siswa. Mereka akan melihat ikon bola lampu di sebelah tugas tersebut dan “bantuan tambahan” untuk menyelesaikan soal pun akan langsung dimunculkan. Untuk meningkatkan pengalaman ini, Google Classroom mengumumkan pembaruan yang memberi pendidik kontrol lebih besar atas resources untuk siswa saat menggunakan practice set. Secara khusus, pendidik kini dapat: Lebih mudah meninjau materi tugas sebelum ditugaskan kepada siswanya. Tambahkan dukungan bawaan untuk siswa dengan menghapus atau menambahkan materi mereka sendiri Menyertakan petunjuk berbasis teks dan video YouTube yang disesuaikan dengan kebutuhan para siswa. Mengontrol urutan pemberian materi kepada siswa (yang muncul pertama, kedua, dan ketiga). Secara keseluruhan, pembaruan ini memberikan pendidik kontrol yang lebih besar terhadap pemberian materi dan penugasan kepada siswa. Selain itu, pendidik juga bisa lebih leluasa dalam mengatur materi apa saja yang dapat mendukung pemberian tugas melalui fitur practice sets. Baca juga: Aplikasi Google Classroom Kini Bisa Jadwalkan Beberapa Kelas Sekaligus Mulai menggunakan fitur Fitur practice set di Google Classroom aktif secara default oleh sistem, namun administrator perlu menambahkan tenaga pendidik ke verified teacher group agar mereka dapat menerima practice set yang dibagikan oleh tenaga pendidik lain yang masih ada dalam satu ekosistem Google Workspace. Untuk mengakses fitur practice set, pendidik cukup masuk ke aplikasi Google Classroom > Practice sets > Create (atau ketikkan practicesets.classroom.google.com di browser). Kemudian untuk menambahkan ikon bola lampu di practice set bagi siswa, arahkan kursor Anda ke bagian bawah soal > masukkan keterampilan yang dikehendaki atau pilih keterampilan yang disarankan > klik tombol drop-down yang ada di bagian kanan > klik tanda “+” dan pilih opsi “hint” > simpan “hint” tersebut. Nantinya, “hint” ini akan menjadi bantuan tambahan bagi siswa. Baca juga: Practice Sets: Fitur Baru Google Classroom untuk Pembelajaran yang Lebih Personal Untuk menyusun urutan materi pendukung tugas, Anda cukup menggeser kotak tiap materi. Jika ingin menghapus materi, klik tanda “X” yang ada di bagian kanan atas kotak materi. Apabila ingin mengelola materi pendukung tugas siswa dalam practice sets, navigasikan kursor ke sudut kanan atas halaman > klik extra help > klik simbol “+” untuk menambahkan, mengatur urutan, atau menghapus materi pendukung tugas yang telah ditambahkan berdasarkan keterampilan yang sudah Anda pilih sebelumnya. Penting untuk diingat, siswa hanya dapat mengakses practice set saat mereka diberi tugas oleh pendidik menggunakan fitur practice set Google Classroom. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai practice set, silakan kunjungi halaman berikut. Ketersediaan fitur Photo Credit: zinkevych (Freepik) Pembaruan fitur practice Google Classroom diluncurkan dalam rilisan penuh, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dilakukan pada tanggal 7 Agustus 2023 (memerlukan waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur). Fitur ini tersedia untuk Google Workspace edisi Education Plus dan Google Workspace edisi Education Teaching and Learning Upgrade. Baca juga: Cara Mengakses Tools Teknologi Pendidikan Populer Langsung di Google Classroom Mudahkan kegiatan belajar-mengajar Anda dengan practice set dan berbagai fitur andal Google Classroom lainnya. EIKON Technology, sebagai official partner Google Workspace Indonesia, menyediakan Workspace for Education resmi bergaransi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan institusi pendidikan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Peningkatan Kapabilitas Ekspor Data di Google Workspace

Integrasi Google Workspace dan Google Cloud Storage memungkinkan Anda untuk mengekspor semua atau sebagian data perusahaan ke arsip digital dengan tingkat keamanan tinggi. Data yang telah disimpan ke dalam arsip pun nantinya dapat diunduh. Cloud Storage memiliki tool Data Export yang dirancang khusus untuk mengekspor seluruh data. Kini, kapabilitas tersebut mengalami peningkatan seputar ekspor data pengguna untuk pelanggan Google Workspace. Peningkatan kapabilitas ekspor data Per awal Agustus 2023, Google Workspace meluncurkan peningkatan dalam hal ekspor data pengguna. Workspace menghadirkan beberapa peningkatan berupa: Photo Credit: Google Workspace Updates Seluruh pelanggan Google Workspace kini dapat memilih untuk mengekspor data pengguna tertentu, bukan keseluruhan data mereka (data yang berupa user generated content). Photo Credit: Google Workspace Updates Perubahan antarmuka tool Data Export, yang memberikan informasi lebih detail mengenai ekspor, mencatat riwayat ekspor yang lebih panjang, sekaligus menawarkan lebih banyak fitur (seperti takeout yang telah difilter). Baca juga: Storage Transfer Service Google Cloud Kini Mendukung Kapabilitas Replikasi Real-Time Pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Standard, Education Plus, dan Teaching and Learning Upgrade kini memiliki opsi tambahan untuk mengekspor data. Jika menggunakan salah satu edisi tersebut, maka Anda dapat mengekspor konten untuk sekumpulan pengguna individual. Misalnya, Anda dapat memilih untuk mengekspor seluruh data yang ditujukan khusus bagi beberapa pengguna tertentu (bukan untuk seluruh pengguna dalam satu domain). Dengan hadirnya opsi ini, Anda bisa memiliki lebih banyak pilihan saat harus melakukan ekspor data, sekaligus melengkapi opsi yang telah dirilis tahun 2022 lalu, yaitu: Mengekspor user generated content menurut organizational unit (OU). Mengekspor user generated content berdasarkan grup. Secara historis, ekspor data terbatas pada kumpulan lengkap user generated content milik pelanggan. Namun, saat mengekspor, banyak pelanggan yang menemukan bahwa dari keseluruhan user generated content, hanya beberapa saja yang relevan. Dengan hadirnya peningkatan ini maka pelanggan memiliki kontrol yang lebih besar dan terperinci, terutama seiring dengan berkembangnya kebutuhan bisnis dan compliance mereka. Adanya lebih banyak opsi ekspor, memungkinkan pelanggan untuk bisa mengambil data spesifik yang diperlukan, kapan pun mereka membutuhkannya. Baca juga: Pembaruan Alat Storage Management di Konsol Admin, Apa yang Berubah? Mulai menggunakan kapabilitas Google Cloud Storage Kapabilitas baru ini dikelola sepenuhnya oleh Super Admins. Untuk bisa menggunakan kapabilitas ini pastikan Workspace Anda sudah: Memiliki akun Super Admins atau Cloud Identity yang berusia setidaknya 30 hari. Mengaktifkan 2-Step Verification (2SV) untuk akun Anda. Memastikan bahwa ekspor data terakhir yang berhasil diselesaikan bertanggal lebih dari 30 hari. Namun, jika ekspor terakhir tidak berhasil, Anda bisa segera memulai ekspor baru atau menjalankan ekspor remediasi untuk mendapatkan data yang hilang. Memastikan tidak ada aktivitas ekspor data lain yang sedang berlangsung. Hanya satu ekspor yang dapat dijalankan dalam satu waktu. Ketersediaan Peluncuran penuh kapabilitas baru ini dimulai tanggal 7 Agustus 2023 (membutuhkan waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur), baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Starter, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Standard, Education Plus, Teaching and Learning Upgrade, dan Assured Controls. Baca juga: Penambahan Aturan Lifecycle Conditions Baru untuk Google Cloud Storage Dengan hadirnya peningkatan kapabilitas ekspor data ini maka pelangan memiliki kontrol yang lebih besar dan terperinci, terutama seiring dengan berkembangnya kebutuhan bisnis dan compliance mereka. Tertarik dengan kapabilitas terbaru Google Cloud Storage ini? Anda bisa mendapatkannya secara otomatis saat berlangganan Google Workspace edisi Business atau Education. Keduanya telah tersedia di EIKON Technology official partner Workspace Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai berlangganan, silakan hubungi kami di sini!

Info

eSignature untuk Google Docs dan Drive, Apa Keunggulannya

Sejak bulan Juni 2022 lalu, Google memulai alpha testing kemampuan untuk meminta dan menyimpan eSignature di Google Docs. Dari pengetesan tersebut, Google melakukan beberapa peningkatan. Pada bulan Agustus 2023 ini, Google secara resmi meluncurkan eSignature di ekosistem Workspace mereka. Bagaimana cara kerjanya? Mengenal eSignature Google Workspace eSignature di Google Drive – Photo Credit: Google Workspace Updates Memantau kontrak dan perjanjian pelanggan bisa menjadi sebuah tantangan tersendiri karena Anda harus terus-menerus berpindah dokumen dan aplikasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Berangkat dari situ, Google kemudian mengintegrasikan tanda tangan elektronik (eSignature) di Docs, sehingga Anda bisa dengan cepat mengerjakan dokumen perjanjian langsung dari Docs tanpa harus berpindah tab atau aplikasi. eSignature di Docs memanfaatkan infrastruktur yang didesain dengan perlindungan bawaan Google untuk membantu mengamankan informasi sekaligus melindungi privasi data Anda. Baca juga: Pentingnya Menggunakan Signature untuk Email Perusahaan Kini eSignature telah tersedia dalam format open beta untuk pelanggan Google Workspace Individual (tidak dibutuhkan pendaftaran ulang untuk bisa menggunakan fitur baru ini). Nantinya, eSignature akan tersedia dalam format beta untuk pelanggan Google Workspace edisi tertentu. eSignature di Google Docs – Photo Credit: Google Workspace Updates Bagi pemilik usaha skala kecil atau UMKM, menelusuri kontrak, perjanjian dengan pelanggan, dan dokumen penting lainnya bisa sangat menantang. Untuk memperlancar arus kerja pengelolaan dokumen, Google meluncurkan fitur eSignature di Docs. Fitur ini memungkinkan Anda untuk meminta dan menambahkan tanda tangan elektronik di dokumen resmi langsung di Google Docs. Fitur eSignature ini akan memudahkan Anda untuk: Meminta tanda tangan elektronik, memantau status tanda tangan yang masih tertunda, hingga menemukan kontrak yang sudah berhasil ditandatangani. Menandatangani kontrak resmi langsung dari Google Drive tanpa perlu berpindah aplikasi atau bahkan tab. Membuat salinan baru kontrak untuk tiap permintaan. Dengan begitu, Anda bisa menggunakan dokumen tertentu sebagai sebuah templat sekaligus membuat beberapa eSignature sekaligus. Baca juga: Collapsible Heading, Fitur Baru Google Docs untuk Rapikan Tampilan Dokumen Akhir tahun 2023 ini, Google akan memperkenalkan beberapa dukungan tambahan untuk eSignature yang berupa: Audit trail: Semua dokumen kontrak yang telah selesai secara otomatis akan memiliki laporan jejak audit untuk memudahkan Anda melakukan pemantauan. Multi-signer: Kemampuan untuk meminta eSignature kepada lebih dari satu pengguna. Non-Gmail users: Kemampuan untuk meminta eSignature dari non-pengguna Gmail. Initiating eSignature on PDF: Kemampuan untuk memulai eSignature pada file PDF yang telah tersimpan di Drive, Ketersediaan eSignature versi beta untuk pelanggan Google Workspace Edisi Google Workspace tertentu dapat mengajukan permohonan untuk uji beta eSignature menggunakan formulir ini. Fitur eSignature akan tersedia sebagai bagian dari versi beta yang lebih besar, yang akan mencakup akses ke layout email khusus di Gmail. Layout baru tersebut memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan templat yang ada, menggunakan kembali layout khusus untuk email campaign, atau membuat layout baru dari awal. Setelah mendaftar ke versi beta, Anda akan melihat eSignature dan beberapa fitur baru Gmail dalam beberapa minggu mendatang. eSignature tersedia bagi pelanggan Google Workspace individu. Fitur dirilis secara bertahap mulai dari tanggal 8 Agustus 2023 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk edisi Google Workspace yang dapat mengajukan permohonan uji beta eSignature ialah Business Standard, Business Plus, Enterprise Starter, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Essentials Plus, Education Plus, dan Nonprofits. Permohonan akan mulai diproses pada minggu kedua bulan Agustus 2023. Baca juga: Cara Membuat Custom Building Block di Google Docs Hadirnya fitur eSignature di Google Docs dan Drive ini akan memudahkan Anda untuk menambahkan tanda tangan elektronik secara mudah tanpa berpindah dokumen dan aplikasi. Agar performa fitur baru ini lebih optimal, jangan lupa berlangganan edisi Workspace yang memenuhi syarat pengajuan eSignature versi beta, seperti Workspace for Business dan Workspace for Education. Keduanya bisa Anda dapatkan di EIKON Technology, partner resmi Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Scroll to Top