EIKON Technology

Info

Gmail, Google Workspace, Info

Cara Mengatur Visibilitas Warning Banner Gmail Email Melalui Kontrol Admin Baru

Google baru saja meluncurkan pengaturan tambahan bagi admin Workspace untuk mengontrol warning banner email Gmail yang masuk. Dengan pengaturan tambahan ini, admin dapat menentukan apakah warning banner akan dimunculkan atau tidak pada Workspace end-user. Bagaimana caranya? Mari simak penjelasan berikut! Pengaturan warning banner Gmail email melalui kontrol admin Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelumnya, warning banner akan muncul secara otomatis setiap pesan spam atau pesan yang terindikasi sebagai phishing masuk ke inbox Gmail. Namun kini administrator dapat mengatur untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur tersebut sesuai kebutuhan. Pengaturan baru tersebut tersedia di Admin console dapat diakses melalui langkah-langkah berikut:  Apps > Google Workspace > Settings for Gmail > Spam, Phishing, and Malware > Add Another Rule  Sebagai administrator, Anda dapat mempertimbangkan untuk menonaktifkan peringatan ini saat melakukan pelatihan anti-phishing dengan end-user. Opsi baru ini memberikan lebih banyak fleksibilitas seputar visibilitas peringatan ini, bagaimanapun pilihan konfigurasi yang Anda pilih. Baca juga: Client-Side Encryption untuk Gmail Kini Telah Hadir dalam Versi Beta Pengaturan filter spam di Gmail Secara default, Gmail memindai semua email untuk mencari spam. Saat Gmail mendeteksi adanya spam, maka pesan akan langsung dikirim ke folder spam penerima. Administrator tidak dapat menonaktifkan pemindaian spam Gmail. Namun, administrator dapat menggunakan Spam setting untuk membuat filter spam guna menyesuaikan perilaku pemindaian spam Gmail. Dengan menyesuaikan filter spam Gmail, maka Anda dapat mengatur: Pesan dari pengirim pada daftar pengirim yang disetujui tidak ditandai sebagai spam. Pesan dari pengirim di domain Anda tidak ditandai sebagai spam. Pesan spam dikarantina, sehingga Anda dapat meninjaunya sebelum dikirim ke penerima. Pesan dari pengirim massal dipindai lebih dalam untuk mencari spam. Cara menambahkan filter spam di Gmail Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Masuk ke konsol Google Admin. Di konsol Admin, buka Menu > Apps > Google Workspace > Gmail > Spam, Phishing and Malware. Di sebelah kiri, pilih organizational unit (OU). Gulir ke Spam dan klik Configure atau Add another rule. Di kotak Add setting dan masukkan nama unik untuk setelan tersebut. Pilih opsi pemfilteran spam. Gmail menyediakan enam opsi yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Di bagian bawah kotak Add setting, klik Save. Verifikasi bahwa setelan baru telah tercantum di tabel Spam setting. Perubahan kemungkinan akan memerlukan waktu hingga 24 jam, tapi biasanya terjadi lebih cepat. Anda juga dapat melacak perubahan di log audit konsol Admin. Baca juga: Perubahan Tampilan Antarmuka Gmail Versi Web, Makin Terintegrasi Mulai menggunakan fitur Warning banner Gmail kini dapat diaktifkan atau dinonaktifkan pada level domain atau OU. Anda cukup mengikuti langkah-langkah yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya untuk mengaktifkan atau menonaktifkan warning banner di Gmail end-user. Pengaturan baru ini dirilis secara bertahap di mulai pada tanggal 17 Februari 2023, baik untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Ketersediaan fitur Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace yang dikelola oleh administrator. Itu artinya, fitur tidak berlaku bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Pengaturan tambahan ini juga tidak tersedia bagi pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business (pendahulu Google Workspace). Baca juga: Kapabilitas Baru Gmail: Lebih Mudah Temukan Ruang Chat dan Spaces Pengaturan tambahan ini memungkinkan administrator untuk mengelola warning banner di setiap akun Gmail end-user mereka. Ini akan sangat memudahkan jika Anda ingin melakukan pelatihan anti-phishing atau untuk sekadar menunjukkan contoh pesan phishing dan malware untuk menjaga keamanan end-user. Seperti yang telah disebutkan, fitur baru ini hadir untuk penggunaan Workspace yang dikelola oleh administrator. Bagi Anda yang membutuhkan Workspace untuk penggunaan skala besar, EIKON Technology menyediakan paket langganan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Kami menyediakan solusi menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk mulai konsultasi pemasangan, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace, Info

7 Inovasi Google Workspace : Ciptakan Transformasi Model Kerja

 Tahun 2022 lalu, Workspace telah meluncurkan lebih dari 300 fitur untuk memudahkan pelanggan dalam bekerja. Tidak sekadar menyederhanakan proses kerja, Workspace juga terus berusaha untuk menciptakan konektivitas yang lebih seamless dan bermakna. Berikut 7 inovasi dari Google Workspace yang telah berhasil menciptakan transformasi kerja. Meningkatkan kapabilitas smart canvas Tahun lalu, Google mengumumkan perluasan kapabilitas smart canvas ke aplikasi pihak ketiga, yaitu Asana, Atlassian, Figma, Salesforce, dan mitra lainnya tanpa meninggalkan Workspace. Selain itu, hadir fitur baru smart chip dan tampilan timeline ke Sheets, mengubah spreadsheet sederhana menjadi dasbor yang canggih untuk pelacakan proyek. Menjaga komunikasi hybrid working Photo Credit: Freepik Setelah pandemi, jutaan organisasi di seluruh dunia telah menerapkan sistem kerja hybrid, tapi mereka menemukan kesenjangan yang signifikan antara karyawan di kantor dan kolega jarak jauh mereka. Akibatnya, banyak pekerja merasa kesulitan berkomunikasi, Untuk mendorong ekspresi dan koneksi dalam rapat video, Workspace meluncurkan speaker spotlight di Slide. Ada juga companion mode untuk smartphone untuk memastikan bahwa setiap orang dapat berpartisipasi penuh dalam rapat hybrid. Baca juga: Peningkatan Fitur Suara Google Workspace untuk Docs Dan Slides Memastikan tiap orang terlihat dan terdengar Dalam model kerja hybrid, ada kalanya situasi seseorang tidak seragam seperti saat mereka bekerja di kantor. Misalnya, saat video meeting, ada yang bergabung dari bandara yang bising atau kedai kopi dengan koneksi internet yang tidak stabil. Untuk memastikan konsistensi pengalaman pengguna di Meet, Workspace meluncurkan portrait restore, portrait light, dan automatic de-reverbation untuk membantu mereka yang sedang dalam perjalanan, bergabung dengan webcam biasa, atau koneksi Wi-Fi terbatas, Jadi, mereka tetap dapat dilihat dan didengar selama panggilan video Meet. Menindaklanjuti informasi penting dengan cepat Photo Credit: DCStudio (Freepik) Untuk bisa memilah mana dokumen yang penting dan tidak, butuh waktu yang tidak sebentar. Workspace menawarkan solusi dengan meluncurkan kapabilitas auto-generated summaries di Docs yang akan menyediakan ringkasan tentang poin-poin utama dalam dokumen. Jadi, Anda dapat mengurai informasi yang penting dengan cepat dan memprioritaskan poin yang perlu difokuskan. Baca juga: Pembaruan Google Workspace untuk Peningkatan Pengalaman Data Ekspor Menyelesaikan lebih banyak hal dengan tampilan terpadu Google Workspace Karyawan menghabiskan sebagian besar waktunya berpindah-pindah antara email, aplikasi perpesanan, dan rapat virtual. Perpindahan tersebut dapat menyebabkan hilangnya fokus. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Google menyatukan Gmail, Chat, Docs, dan Meet ke dalam satu tampilan terpadu (dengan opsi untuk menyesuaikan berdasarkan gaya kerja pribadi Anda). Menciptakan ruang kerja yang lebih aman Photo Credit: onlyyouqj (Freepik) Saat dunia kerja terus berkembang, keamanan dan privasi menjadi sangat penting. Sebab keduanya adalah dasar untuk semua kolaborasi. Google melindungi pengguna Gmail dari hampir 15 miliar pesan yang tidak diinginkan setiap hari, memblokir lebih dari 99,9% spam, phishing, dan malware. Google juga telah meluncurkan Access Approvals agar perusahaan dapat membuat aturan terperinci untuk akses ke data yang tercakup. Selain itu, tersedia enkripsi client-side untuk Gmail dan Calendar, menambah kemampuan maximum transmission unit (MTU) yang sudah tersedia di Drive, Docs, Sheets, Slides, dan Meet. Menghadirkan aplikasi lain ke Workspace Saat bekerja, sering kali Anda perlu berpindah-pindah aplikasi. Perusahaan dan karyawannya tentu menginginkan akses yang mudah dan aman ke email, obrolan, konferensi video, dan mereka mengharapkan alat tersebut bekerja dengan mulus bersama aplikasi penting lainnya yang mereka gunakan untuk tetap berhubungan dengan pelanggan, memvisualisasikan data, mengelola proyek, dan membuat desain kreatif . Workspace terus berusaha untuk menjadi platform produktivitas yang terbuka dan dapat diperluas untuk pengguna di seluruh dunia. Google membuka ekosistem mereka dengan API untuk Meet dan Chat serta Meet add-on SDK, memungkinkan developer untuk memperkaya pengalaman Meet dengan menghubungkannya secara aman dengan aplikasi pihak ketiga. Baca juga: Inovasi Google Workspace untuk Bantu Optimalkan Ekosistem Kerja Hybrid Anda Inovasi yang diluncurkan Google Workspace pada tahun 2022 telah membantu banyak perusahaan menyelesaikan lebih banyak hal dan mencapai tujuan mereka, sekaligus menjaga agar seluruh karyawan mereka bisa tetap terhubung sehingga mereka dapat lebih mudah berkreasi. Untuk memudahkan karyawan dalam bekerja dan berkolaborasi, paket berlangganan Google Workspace kini telah tersedia di EIKON Technology. Dengan Workspace, perusahaan dapat menghadirkan kolaborasi modern yang lebih seamless. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penerapan solusi, silakan hubungi kami di sini!

Google Cloud, Info

Mengoptimalkan Penggunaan BigQuery BI Engine

BigQuery BI Engine adalah sebuah sistem analisis in-memory untuk BigQuery yang saat ini memproses lebih dari 2 miliar kueri per bulan dan akan terus bertambah. Penggunaan BI Engine sangatlah mudah, Anda cukup membuat reservasi memori pada project yang menjalankan BigQuery, dan itu akan meng-cache data serta menggunakan optimalisasi. Artikel kali ini akan membahas bagaimana BI Engine memberikan performa yang sangat cepat untuk kueri BigQuery Anda dan apa yang dapat dilakukan pengguna untuk memanfaatkan potensinya. Optimalisasi BI Engine Dua pilar utama BI Engine adalah in-memory data caching dan pemrosesan vektor. Optimalisasi lainnya termasuk pemangkasan metadata CMETA, pemrosesan simpul tunggal, dan optimalisasi gabungan untuk tabel yang lebih kecil. Baca juga: Penyempurnaan Facet Google Cloud Search, Seperti Apa? Bantu BigQuery dalam pengelolaan data BI Engine menggunakan filter kueri untuk mempersempit sekumpulan blok yang akan dibaca. Oleh karenanya, mempartisi dan mengelompokkan data Anda akan mengurangi jumlah data yang akan dibaca, latensi, dan penggunaan slot. Kedalaman kueri BI Engine saat ini mempercepat tahapan kueri yang membaca data dari tabel, yang biasanya merupakan bagian dari eksekusi kueri. Artinya, hampir setiap kueri akan menggunakan beberapa slot BigQuery. Untuk memitigasi hal ini, BI Engine mencoba mendorong komputasi sebanyak mungkin ke tahap pertama. Misalnya, Query1 dari benchmark TPCH 10G relatif sederhana. Kedalamannya 3 tahap dengan filter dan agregasi efisien yang memproses 30 juta baris, namun hanya menghasilkan 1. Photo Credit: Google Cloud Blog Menjalankan kueri ini di BI Engine, Anda dapat melihat bahwa kueri lengkap membutuhkan waktu 215 ms dengan tahap “S00: Input” yang dipercepat oleh BI Engine hingga menjadi 26 ms saja. Photo Credit: Google Cloud Blog Menjalankan kueri yang sama di BigQuery menghasilkan 583 md, dengan “S00: Input” membutuhkan waktu 229 md saja. Photo Credit: Google Cloud Blog Itu artinya, waktu proses tahap “S00: Input” turun hingga 8x, tapi kueri keseluruhan tidak menjadi 8x lebih cepat. Sebab, dua tahap lainnya tidak dipercepat dan waktu prosesnya tetap kurang lebih sama. Berikut gambaran perincian antar tahapannya: Photo Credit: Google Cloud Blog Joins BI mempercepat tahapan “leaf” kueri. Namun, ada satu pola yang sangat umum digunakan dalam alat BI yang dioptimalkan oleh BI Engine. Saat itulah, satu tabel “fact” besar digabungkan dengan satu atau lebih tabel “dimension” yang lebih kecil. Kemudian BI Engine dapat melakukan banyak gabungan, semuanya dalam satu tahap “leaf”, menggunakan apa yang disebut sebagai strategi eksekusi gabungan “broadcast”. Baca juga: Storage Transfer Service Google Cloud Kini Mendukung Kapabilitas Replikasi Real- Time Selama broadcast join, tabel fakta dipecah untuk dieksekusi secara paralel pada beberapa node, sedangkan tabel dimensi dibaca pada setiap node secara keseluruhan. Misalnya, Anda menjalankan Query 3 dari benchmark TPC-DS 1G. Tabel faktanya adalah store_sales dan tabel dimensinya adalah date_dim dan item. Di BigQuery, tabel dimensi akan dimuat ke pengacakan terlebih dahulu, lalu ke tahap “S03: Join+”. Untuk setiap bagian paralel store_sales, akan membaca semua kolom yang diperlukan dari tabel dua dimensi untuk digabungkan. Photo Credit: Google Cloud Blog Dengan BI Engine, katakanlah dua node akan memproses kueri karena tabel store_sales terlalu besar untuk pemrosesan satu node. Pada gambar di bawah, Anda dapat melihat bahwa kedua node akan memiliki operasi yang serupa—membaca data, memfilter, membuat tabel pencarian, dan kemudian melakukan penggabungan. Meski hanya sebagian data untuk tabel store_sales, yang diproses pada masing-masing tabel, semua operasi pada tabel dimensi akan diulang. Photo Credit: Google Cloud Blog Baca juga: Melihat Contoh Penerapan Google Distributed Cloud Edge Appliance Bisa disimpulkan bahwa untuk mengoptimalkan penggunaan BI Engine, pastikan untuk memfilter dan mengagregasi data sebanyak mungkin di awal kueri. Dorong filter dan komputasi ke dalam BI Engine. Kueri dengan jumlah tahapan yang sedikit akan mendapat akselerasi terbaik. Penggunaan join terkadang mahal, namun BI Engine mungkin akan sangat efisien dalam mengoptimalkan kueri skema biasa. Mempartisi dan/atau mengelompokkan tabel bermanfaat untuk membatasi jumlah data yang akan dibaca. BigQuery BI Engine merupakan mesin analitik data untuk menjalankan data yang disimpan di BigQuery. Mesin ini berjalan di ekosistem Google Cloud, menawarkan pengalaman yang lebih seamless, cepat, dan tentunya aman. Dapatkan layanan komputasi awan Google Cloud melalui EIKON Technology. Kami merupakan partner resmi Google Cloud Indonesia, yang menghadirkan produk berlisensi dengan layanan konsultasi penerapan komprehensif. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Google Cloud, Info

Fitur Connected Sheets Looker: Jelajahi Data secara Interaktif

Google Cloud baru saja meluncurkan peningkatan kapabilitas untuk Looker, platform business intelligence (BI) modern mereka. Upgrade yang diperkenalkan pada 1 Februari 2023 tersebut menghadirkan sebuah fitur baru yakni Connected Sheets. Bagaimana cara kerjanya? Fitur Connected Sheets di Looker Photo Credit: Google Workspace Updates Looker yang merupakan platform business intelligence (BI) andalan Google Cloud baru saja meluncurkan sebuah fitur baru bernama Connected Sheets. Fitur baru ini menghadirkan konektivitas antara interface Google Sheets dengan 50 lebih sumber data yang tersedia dalam ekosistem terbuka Looker (ini termasuk BigQuery, Cloud SQL, Snowflake, dan juga Redshift). Dengan fitur baru ini Anda akan mendapatkan satu source of truth, yang dapat digunakan untuk menganalisis data menggunakan tabel pivot, charts, formula, dan sumber data terintegrasi lainnya. Selain itu, dengan koneksi langsung ini, lini akses menjadi lebih aman dan data akan tetap diperbarui. Connected Sheets memungkinkan eksplorasi data yang bersifat intuitif, menghadirkan tampilan model yang terorganisasi dengan bidang dan ukuran seperti yang ditentukan di Looker. Data Looker melalui Connected Sheets dapat digunakan dalam konstruksi Sheets standar, seperti tabel pivot dan rumus, memungkinkan fleksibilitas analisis melalui konstruksi yang sudah dikenal. Baca juga: Memahami Cara Kerja Cloud Load Balancing di Lingkungan Hybrid dan Multicloud Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk bisa menggunakan fitur Connected Sheets di Looker, administrator harus lebih dulu mengaktifkan opsi Looker BI Connectors atau toggle Connected Sheets pada panel BI Connectors di pilihan “Platform” yang ada di menu Looker’s Admin. Anda juga harus memastikan bahwa Instance Looker sudah di-hosting oleh Looker di Google Cloud. Pastikan instance yang Anda gunakan adalah versi 22.20 atau lebih baru. Penting untuk diingat, setiap pengguna yang ingin terhubung ke instance Looker dari Google Spreadsheet harus menggunakan alamat email yang sama di akun pengguna Looker (alamat email yang digunakan untuk akun Google Workspace). Jika alamat email akun Workspace dan Looker berbeda, sistem akan menampilkan pesan error saat mencoba terhubung ke Looker dari Sheets. Baca juga: Memanfaatkan Confidential Space untuk Kolaborasi Data yang Lebih Aman di Google Setelah aktivasi oleh administrator, pengguna bisa langsung menjelajah data Looker menggunakan Connected Sheets dengan langkah-langkah berikut: Di Google Sheets, navigasikan kursor ke Data > Data connectors > Connect to Looker > masukkan URL instance Looker, misalnya https://example.looker.com. Selanjutnya, Anda harus mengotorisasi Sheets untuk mengakses data Looker Anda. Setelah terhubung ke Explore, Anda dapat melihat data yang tersedia dan melanjutkan analisis di Google Sheets. Ketersediaan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur Connected Sheets ini dirilis secara bertahap, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perilisan dimulai pada tanggal 1 Februari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur baru dari Looker ini dapat dinikmati oleh seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching and Learning Upgrade, Frontline, serta Nonprofits. Fitur tidak tersedia untuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business (rangkaian produktivitas Google pendahulu Workspace). Connected Sheets tersedia untuk pemilik Google Account pribadi. Baca juga: Melihat Contoh Penerapan Google Distributed Cloud Edge Appliance Looker merupakan sebuah platform BI yang diluncurkan Google Cloud untuk membantu Anda dalam mengelola data bisnis hingga membuatnya lebih mudah untuk digunakan dalam membangun workflows maupun aplikasi. Looker dengan fitur Connected Sheets kini telah tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace for Business dan Education yang tersedia di EIKON Technology. Sebagai partner resmi Google Workspace Indonesia, kamu menyediakan produk resmi berlisensi yang disertai dengan konsultasi penerapan menyeluruh. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini!

Info, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365

Peningkatan Metrik Azure Postgres Flexible Server, Seperti Apa?

PostgreSQL adalah database terpopuler di dunia dan telah mendukung data untuk beberapa perusahaan besar dunia. Baru-baru ini, Microsoft mengumumkan peningkatan untuk teknologi andalan tersebut bersamaan dengan Azure, menghasilkan peningkatan metrik Azure Postgres Flexible Server. Seperti apa? Anda bisa simak detail selengkapnya di sini! Metrik yang disempurnakan Azure Postgres Flexible Server memudahkan pelanggan untuk menyiapkan, menjalankan, menskalakan, dan memantau beban kerja Postgres mereka. Teknologi ini pun tidak dibebani biaya operasional (sama seperti desain Azure lainnya yang berpusat pada pelanggan), memberi keleluasaan bagi pelanggan untuk lebih fokus membangun logika bisnis mereka. Salah satu fitur utama yang ditawarkan layanan ini adalah kemampuan untuk mengoptimalkan kinerja menggunakan metrik. Azure telah menyediakan lebih dari 20 metrik database seperti CPU, IOPS, dan Memory. Kini, Azure Postgres Flexible Server meluncurkan public preview Enhanced Metrics yang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Baca juga: 5 Tips Gunakan Microsoft Education untuk Upgrade Skill Digital SDM Metrik monitor Azure memberikan visibilitas real-time ke dalam performa database PostgreSQL. Anda dapat menggunakan metrik ini untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, dan meningkatkan keseluruhan performa database. Setelah mengaktifkan metrik yang ditingkatkan, pelanggan bisa mendapatkan akses ke lebih dari 27 database baru, replikasi, sesi, dan metrik terkait disk I/O. Anda dapat mengonfigurasi lansiran pada seluruh metrik tersebut dan juga dapat mengakses dimensi metrik baru, memungkinkan Anda memisahkan dan memfilter data metrik dengan menggunakan dimensi yang tersedia seperti nama basis data, hingga status. Baca juga: Google Workspace Vs. Microsoft 365, Mana Lebih Unggul? Pelanggan dapat memanfaatkan metrik yang disempurnakan ini untuk memvisualisasikan dengan lebih baik kesehatan database dan menghubungkan performa Database Azure Anda untuk PostgreSQL, database Flexible Server dengan aplikasinya. Di bawah ini adalah contoh dasbor metrik yang disempurnakan untuk salah satu database instance. Untuk daftar lengkap metrik yang disempurnakan, Anda bisa mengunjungi dokumentasi Monitoring Azure Postgres berikut ini. Photo Credit: Microsoft Blog Anda dapat mengaktifkan metrik yang disempurnakan untuk database instance yang ada dengan mengaktifkan parameter server metrics.collector_database_activity. Parameter ini dinamis dan tidak memerlukan instance restart. Photo Credit: Microsoft Blog Menerapkan filter dan pemisahan pada metrik yang disempurnakan Sebagian besar metrik yang disempurnakan kini hadir dengan dimensi seperti nama database dan status. Filtering dan Splitting tersedia untuk metrik yang memiliki dimensi. Anda dapat menggunakannya untuk mengidentifikasi outlier. Filtering memungkinkan Anda memilih nilai dimensi mana yang disertakan dalam diagram. Misalnya, saat Anda ingin menampilkan koneksi yang menganggur saat memetakan metrik Sessions-by-State. Anda dapat menerapkan filter pada dimensi siaga status. Splitting mengontrol apakah diagram menampilkan garis terpisah untuk setiap nilai dimensi atau menggabungkan nilai menjadi satu garis. Misalnya, Anda dapat melihat satu baris untuk metrik Sessions-by-State di semua sesi. Anda juga dapat melihat baris terpisah untuk setiap sesi yang dikelompokkan berdasarkan statusnya. Terapkan pemisahan pada dimensi status untuk melihat baris terpisah. Pada contoh di bawah ini, Anda dapat melihat contoh pemisahan berdasarkan State dimension. Photo Credit: Microsoft Blog Secara keseluruhan, metrik yang ditingkatkan di server fleksibel Azure Database for Postgres memberikan wawasan berharga tentang performa dan kesehatan database, membantu Anda mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan meningkatkan kinerja keseluruhan database. Untuk mulai menggunakan metrik yang disempurnakan, silakan lihat kunjungi Monitoring Azure Postgres Flexible Server. Baca juga: Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Sistem Operasi Terbaru dari Microsoft Peningkatan metrik Azure Database for Postgres ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pemantauan database Anda, sehingga dapat bekerja lebih baik, lebih cepat, dan lebih produktif. Anda bisa memulai langkah peningkatan ini dengan berlangganan solusi cloud computing Microsoft Azure melalui EIKON Technology. EIKON Technology merupakan Microsoft Partner yang selalu menyediakan berbagai solusi resmi dari Microsoft. Kami menawarkan penerapan menyeluruh, yang juga mencakup perencanaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Google Workspace FedRAMP High, Bantu Instansi Pemerintah Berkolaborasi secara Efektif

Kolaborasi bisa sangat memengaruhi tingkat retensi karyawan. Google Workspace diciptakan untuk dapat menghubungkan orang-orang sehingga mereka dapat berkreasi dan berkembang bersama. Riset yang dilakukan  International Data Corporation menemukan bahwa Workspace membantu karyawan meningkatkan fokus dan produktivitas mereka hingga 14%. Manfaat ini pun telah dirasakan oleh instansi pemerintah. Laporan dari Nextgov menemukan bahwa alat kolaborasi seperti Workspace dapat membantu instansi dalam mempertahankan talenta terbaik dan mendorong kesuksesan kerja. Google Workspace FedRAMP High Photo Credit: Google Cloud Blog Google Workspace FedRAMP High telah membantu lembaga sektor publik dan dan industri teregulasi memenuhi kebutuhan compliance mereka, sekaligus memberikan pengalaman kerja yang lebih bagi para karyawan. Workspace dapat mendorong kolaborasi dengan membantu dalam aspek: Dorong kolaborasi internal Sangat mudah bagi grup dengan berbagai ukuran untuk berkolaborasi di satu Doc, Slide, atau Sheet, dan melihat kontribusi semua orang. Dengan fitur terbaru Workspace, pengguna dapat mengerjakan tugas bersama tanpa beralih perangkat, misalnya dengan bergabung ke Google Meet langsung dari Doc atau menggunakan smart chip untuk melibatkan orang dan data yang direkomendasikan. Photo Credit: Google Cloud Blog Workspace juga menyediakan transkrip di Meet, memudahkan mereka yang melewatkan rapat. Sesi brainstorming pun menjadi lebih interaktif dengan Jamboard papan tulis virtual Google atau aplikasi pihak ketiga seperti Miro. Integrasi Workspace telah menyederhanakan pengalaman pengguna. Baca juga: Miro X Google Meet: Hadirkan Pengalaman Kolaborasi yang Lebih Interaktif Merampingkan birokrasi Banyak instansi berusaha untuk mengurangi birokrasi dan kemacetan yang dapat ditimbulkannya. Proses yang kompleks mengurangi keefektifan manajemen dan menghambat layanan. Photo Credit: Google Cloud Blog Google Workspace memungkinkan eksekutif untuk mendelegasikan pekerjaan non-sensitif mereka menggunakan Gmail dan Calendar. Untuk proses persetujuan, eksekutif dapat menggunakan Drive Workflows untuk mengizinkan beberapa peninjau atau membatasi akses edit setelah penyelesaian dokumen. Rekaman Meet memudahkan mereka mengetahui konten yang terlewatkan dan Meet Transcription memungkinkan mereka membaca transkrip rapat untuk menyoroti topik penting dalam diskusi dan perilaku pertemuan inklusif yang selaras dengan kebutuhan aksesibilitas. Baca juga: Memanfaatkan Confidential Space untuk Kolaborasi Data yang Lebih Aman Tingkatkan keamanan Mendukung kolaborasi bukan berarti harus mengorbankan keamanan. Google Workspace memberikan lapisan keamanan ekstra untuk membantu karyawan membangun koneksi virtual melalui interoperabilitas sambil memastikan perlindungan dan pengamanan internal tidak disusupi. Melalui Cloud Identity, kontrol domain juga dapat diterapkan untuk menonaktifkan download bagi pengguna eksternal, membatasi penerusan email yang diberi tag ‘confidential‘ untuk mencegah kebocoran data yang tidak disengaja atau disengaja, dan mengonfigurasi kebijakan pencegahan kehilangan data tambahan untuk memastikan data sensitif tidak dibagikan keluar. Pendekatan zero-trust adalah dasar Workspace. Saat menjadi sasaran serangan keamanan siber lebih dari satu dekade lalu, Google mengembangkan alat untuk menangani risiko keamanan yang kompleks. Google Workspace memungkinkan penggunaan alat seperti Security Center, Chronicle untuk deteksi dan respons proaktif terhadap insiden keamanan, dan BeyondCorp Enterprise (BCE) untuk membantu mengamankan titik akhir organisasi. Alat-alat ini membantu memastikan perlindungan DDoS, koneksi latensi rendah, dan akses context-aware sehingga risiko kebocoran data dapat diminimalkan. Baca juga: Cara Lain untuk Berkolaborasi dengan Visitor Sharing di Google Drive Instansi yang berinvestasi pada budaya kolaborasi akan memiliki segalanya, mulai dari produktivitas, keamanan, interoperabilitas, alat yang mendukung kerja hybrid, dan perjalanan transformasi digital yang mempromosikan tenaga kerja adil dan inovatif. Google Workspace akan membantu Anda dalam meningkatkan kolaborasi kerja tanpa harus mengorbankan keamanan. Solusi digital ini kini telah tersedia di EIKON Technology. Kami menerapkan penerapan solusi Workspace secara menyeluruh yang akan membantu Anda melakukan transformasi digital secara mulus. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini! 

Info

Cara Membuat Percakapan Terpisah di Spaces Google Chat dengan Untaian In-line

Baru-baru ini Google Chat meningkatkan jumlah anggota yang dapat Anda tambahkan ke Spaces, dari yang semula 400 menjadi 8.000. Selain itu, kini Anda dapat membuat utas in-line terpisah di mana sekelompok kecil orang dapat melanjutkan percakapan tentang topik tertentu. Anda dapat menemukan dan menavigasi ke utas yang Anda ikuti atau tempat nama Anda disebut dengan panel utas baru di sisi kanan percakapan. Indikator visual, seperti lencana untuk jumlah balasan, @mentions langsung, dan saat pesan dihapus dalam utas, akan membantu Anda tetap mengikuti aktivitas terbaru di utas mana pun. Untaian in-line Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Dengan untaian in-line, Anda dapat membalas pesan tertentu di ruang. Ini dapat berguna dalam skenario seperti: Menjawab pertanyaan dengan balasan, tanpa mengganggu alur ruang utama. Memulai diskusi untuk topik-topik yang mungkin tidak menarik bagi semua orang. Secara default, membalas in-line akan memberi tahu pengirim asli dan mereka yang telah disebutkan atau dibalas di utas. Pengguna lain dapat mengikuti utas dengan membuka balasan in-line dan mengeklik “Follow”. Membalas pesan lama saat diskusi utama beralih ke topik lain. Hadirnya fitur in-line threading ke dalam Spaces ini diharapkan akan memudahkan pengguna untuk memindai Spaces dan mengetahui apa yang sedang terjadi. Ini juga akan membantu mengurangi kebisingan bagi banyak pengguna, karena mereka hanya akan diberi tahu untuk membalas utas yang mereka ikuti atau mereka pilih untuk diikuti. Di samping itu, Google juga melakukan peningkatan untuk menavigasi Spaces. Dengan panel navigasi utas baru, Anda dapat menelusuri semua utas di Spaces, sekaligus memfilter utas yang Anda ikuti atau di mana Anda disebutkan secara spesifik. Baca juga: Space Managers Kini Dapat Ubah Akses di Google Chat, Bagaimana Caranya? Informasi tambahan Photo Credit: Google Workspace Updates Fungsi threading in-line akan bergantung pada jenis Spaces yang Anda gunakan: Utas in-line akan tersedia di Spaces dengan aliran pesan yang tak berangkai atau “unthreaded spaces”. Spaces dengan pesan dan balasan yang dikelompokkan bersama untuk semua orang di jendela obrolan utama atau “threaded spaces” dan sekarang akan disebut sebagai “spaces organized by conversation topic“. Spaces ini tidak akan memiliki threading in-line dan tidak dapat dikonfigurasi ulang. Anda dapat mengidentifikasi jenis Spaces tempat Anda berada berdasarkan lokasi kotak penulisan. Spaces dengan threading in-line memiliki satu kotak penulisan di bagian bawah layar. Spaces yang disusun berdasarkan topik memiliki tombol (+ New topic) di bagian bawah Spaces, sedangkan setiap topik memiliki kotak penulisannya sendiri. Dimulai dengan peluncuran ini, Spaces akan menampilkan threading in-line secara default. Hingga awal tahun 2023, Anda dapat mengubahnya menjadi Spaces yang diatur berdasarkan topik percakapan dari menu pembuatan di bagian “Advanced Settings”. Setelah ruang dikonfigurasi, itu tidak dapat diubah. Mulai menggunakan threading in-line Fitur threading in-line pada Spaces ini tidak memerlukan kontrol dari administrator. End user dapat membalas pesan apa pun yang ada di Spaces dan membuat threading in-line. Anda bisa mengunjungi Help Center untuk mempelajari lebih lanjut mengenai penggunan Spaces di sini. Baca juga: Mencoba Update Baru Google Chat Versi Web: Temukan Orang Lebih Mudah! Ketersediaan fitur Fitur ini dirilis secara bertahap mulai dari tanggal 17 Oktober 2022, baik untuk domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Perilisan akan membutuhkan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur. Fitur baru dari Google Chat ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk yang masih berlangganan rangkaian G Suite Basic dan G Suite Business. Fitur ini pun tersedia untuk pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Kapabilitas Baru Gmail: Lebih Mudah Temukan Ruang Chat dan Spaces Dengan threading in-line ini Anda bisa membantu mengurangi kebisingan bagi banyak pengguna yang tidak terlibat dalam percakapan. Google Chat terus mengembangkan fitur dan kapabilitasnya untuk memudahkan pengguna dalam melakukan percakapan. Untuk penggunaan yang lebih optimal dan integrasi dengan aplikasi Google lainnya, gunakan rangkaian produktivitas Workspace yang tersedia di EIKON Technology. Kami menyediakan solusi menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Info

Ringkasan Percakapan Google Chat, Bantu Anda Pantau Pesan di Spaces

 Pada bulan Mei 2022 lalu, Google telah mengumumkan rencana peluncuran ringkasan percakapan Google Chat versi web. Sebagai update dari kabar tersebut, pada tanggal 19 Oktober 2022 kemarin, Google menyediakan ringkasan percakapan di Chat yang memungkinkan Anda untuk mengikuti percakapan dari pesan yang belum terbaca sekaligus melakukan navigasi ke utas yang paling relevan. Tentang Spaces di Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Google Chat telah menghadirkan kapabilitas yang akan membantu Anda tetap terhubung dengan rekan kerja. Kapabilitas tersebut bernama Spaces. Lewat Spaces, Anda dapat berbagi file, menetapkan tugas, dan tetap terhubung. Selain itu, Google Chat juga menyediakan Group conversation yang memungkinkan Anda untuk melakukan percakapan dengan grup, misalnya untuk mendiskusikan hasil rapat. Baik Spaces maupun Group conversation dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan satu atau beberapa orang sekaligus yang masih ada dalam satu lingkup kerja. Baca juga: Fitur Pencegahan Data Google Chat Sekarang Tersedia dalam Versi Open Beta Ringkasan percakapan Google Chat Photo Credit: Google Workspace Updates Saat bekerja, Anda pasti pernah mengalami yang namanya berpindah dari rapat virtual, membuka dan membalas email, hingga tergabung dalam percakapan. Dengan Google Workspace, semua kegiatan tersebut dapat dilakukan dalam satu ekosistem, bahkan satu aplikasi. Namun terkadang perpindahan tersebut bisa membuat Anda merasa kebingungan atau tertinggal. Untuk membantu Anda dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, Google Chat menghadirkan ringkasan percakapan. Melalui ringkasan percakapan ini Anda dapat dengan mudah memahami percakapan yang sudah lewat dan mengikuti percakapan terbaru. Mulai menggunakan fitur Untuk mendapatkan fitur ringkasan di Google Chat ini tidak diperlukan pengaturan dari administrator domain kerja Anda. Fitur ini akan tersedia secara otomatis di akun tiap pengguna. Penting untuk diingat, fitur ringkasan ini akan aktif secara default. Anda bisa menonaktifkannya melalui menu Conversation Summary dengan langkah-langkah sebagai berikut. Baca juga: Kapabilitas Data Loss Prevention Google Chat Kini Tersedia untuk Umum Untuk mengaktifkan & menonaktifkan ringkasan percakapan di Google Chat Di komputer Anda, buka Google Chat. Klik Settings > Conversation summary. Centang atau hapus centang pada kotak di samping “Show summaries in spaces that have many unread messages”. Untuk mengaktifkan & menonaktifkan ringkasan percakapan di Gmail Di komputer Anda, buka Gmail. Klik Settings > See all settings > Chat and Meet. Klik Manage chat settings > Conversation summary. Centang atau hapus centang pada kotak di samping “Show summaries in spaces that have many unread messages”. Ketersediaan fitur Ringkasan Chat dirilis untuk domain rilis cepat mulai tanggal 19 Oktober 2022 (kemungkinan membutuhkan waktu lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur) dan domain rilis terjadwal mulai dari tanggal 2 November 2022 (kemungkinan membutuhkan waktu lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur). Keduanya dirilis dalam format extended rollout. Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace Essentials, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Plus, Education Standard, the Teaching and Learning Upgrade, Frontline, dan Nonprofits. Namun masih belum tersedia untuk pelanggan Google Workspace Business Starter, Education Fundamentals, serta G Suite Basic dan G Suite Business yang merupakan rangkaian produktivitas pendahulu Google Workspace. Fitur ini juga belum tersedia untuk pemilik Google Account pribadi. Baca juga: Google Chat Update: Lebih Banyak Opsi Bahasa di Smart Replies Fitur ringkasan di Google Chat ini memastikan Anda untuk bisa tetap terhubung dengan diskusi dan percakapan yang sudah lewat. Kapabilitas ini akan lebih optimal dengan integrasi aplikasi yang ditawarkan oleh ekosistem produktivitas Google Workspace. EIKON Technology menghadirkan rangkaian produktivitas Google Workspace yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Info

Cara Menggunakan Google Slide di Meet, Ternyata Mudah!

Bagaimana cara menggunakan Google Slide saat melakukan rapat virtual melalui Meet? Saat sedang melakukan rapat virtual, Anda mungkin perlu menampilkan file atau dokumen sebagai data penunjang. Akan sangat memakan waktu jika Anda harus berpindah-pindah aplikasi untuk menampilkan file tersebut dalam rapat virtual. Sebagai solusi, Google Meet versi web menghadirkan sebuah kapabilitas baru. Melalui kapabilitas baru ini Anda bisa langsung menampilkan file Google Slide di Meet tanpa harus berpindah aplikasi atau bahkan berpindah tab. Untuk mengetahui cara menggunakan Google Slide di Meet secara seamless, mari simak ulasan berikut ini. Integrasi aplikasi Google Workspace Untuk mendukung produktivitas penggunanya, Google Workspace terus menghadirkan kapabilitas baru dan peningkatan fitur. Hal ini bahkan tidak hanya berlaku untuk satu-dua aplikasi saja, tapi keseluruhan aplikasi yang ada dalam jaringan Workspace. Itu artinya, integrasi antar aplikasi selalu menjadi komitmen Workspace bagi para penggunanya. Baca juga: Inovasi Google Workspace untuk Bantu Optimalkan Ekosistem Kerja Hybrid Anda Cara menggunakan Google Slide di Meet Photo Credit: Google Workspace Updates Banyak pengguna Google Meet yang membagikan konten di layar mereka selama rapat. Di waktu yang bersamaan, mereka juga harus tetap menjaga interaksi dengan para peserta rapat lainnya. Sekarang Anda dapat mengontrol Slide dan berinteraksi dengan audiens di satu layar dengan menampilkan Slide dari Meet. Pengalaman yang diperbarui ini dapat membantu Anda melakukan presentasi dengan lebih percaya diri dan pada akhirnya membuat interaksi digital terasa lebih nyata, sama seperti saat Anda bersama secara fisik. Dengan kata lain, fitur baru ini akan memupuk kolaborasi aktif dengan memungkinkan Anda melihat dan mengontrol konten, sekaligus tetap berinteraksi dengan peserta rapat lainnya di satu tempat. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Google Workspace Updates Cara menggunakan Google Slide di Meet ini tidak memerlukan pengaturan dari administrator sama sekali. End user bisa langsung menggunakannya setelah perilisan fitur. Untuk mulai menampilkan Slide di rapat virtual Meet, masuk ke menu “Present a Tab’ in Meet” > pilih presentasi Google Slide yang ingin ditampilkan. Presentasi Slide ini dapat Anda atur melalui fitur kontrol yang ada di bagian sudut bawah presentasi. Google Meet telah menyusun sebuah halaman khusus mengenai cara menggunakan Google Slide di Meet dan dapat Anda akses di sini. Baca juga: Kini Join Google Meet Bisa Lewat Docs, Sheets, dan Slides! Ketersediaan fitur Fitur baru yang mengintegrasikan Google Slide dengan Google Meet ini dirilis melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Google menerapkan extended rollout yang dimulai pada tanggal 20 Oktober 2022 (kemungkinan akan menghabiskan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas keseluruhan fitur). Fitur ini tersedia untuk seluruh pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Education Standard, Enterprise Plus, Education Plus, the Teaching and Learning Upgrade, serta Nonprofits. Namun untuk saat ini, fitur belum tersedia bagi pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Education Fundamentals, Frontline, dan juga pelanggan G Suite Basic serta G Suite Business lama (rangkaian produktivitas pendahulu Google Workspace). Fitur juga tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi.  Baca juga: Laporan Work Insights Untuk Google Chat Dan Google Meet, Bagaimana Cara Kerjanya? Demikian ulasan mengenai cara menggunakan Google Slide di rapat virtual melalui Meet. Integrasi akan lebih optimal jika Anda menerapkan ekosistem Google Workspace di tempat kerja Anda. Sebagai authorized reseller Google, EIKON Technology menyediakan paket berlangganan Workspace yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Kami juga menawarkan implementasi solusi yang menyeluruh hingga Anda dapat memanfaatkannya tanpa hambatan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai solusi Google Workspace dari EIKON Technology, hubungi kami di sini!

Info

Miro x Google Meet: Hadirkan Pengalaman Kolaborasi yang Lebih Interaktif

Miro, platform papan tulis kolaboratif online kini tersedia di dalam aplikasi Google Meet. Itu artinya, Anda sebagai pengguna dapat memanfaatkannya untuk pembuatan ide dan pemecahan masalah saat menggunakan Meet untuk berkomunikasi dengan tim. Dengan integrasi ini, Anda dapat berkolaborasi dengan lancar menggunakan papan Miro selama panggilan dengan alat dan template canggih, seperti brainstorming dengan sticky notes digital dan merencanakan workflow yang gesit, untuk kerja tim yang lebih selaras dan inovatif. Integrasi Miro x Google Meet Photo Credit: Google Workspace Updates Miro adalah platform papan tulis kolaboratif online yang memungkinkan tim untuk bekerja bersama secara efektif, mulai dari bertukar pikiran dengan catatan digital hingga merencanakan dan mengelola alur kerja yang tangkas. Dengan Miro, pengguna dapat memanfaatkan serangkaian kemampuan kolaborasi yang lengkap, membuat kerja tim lintas fungsi menjadi mudah, dan mengatur rapat dan workshop. Kini semua fitur canggih tersebut telah tersedia di Google Meet PC. Alat menggambar, template, komentar, dan fitur bermanfaat lainnya dari Miro kini dapat diakses langsung dari Google Meet. Integrasi ini akan mendorong kolaborasi dan partisipasi dari semua peserta rapat, di mana pun lokasinya, secara real-time atau asinkron (tidak serentak). Baca juga: Mulai Meeting Lebih Cepat dengan Daftar Tamu di Google Meet PC Mulai menggunakan Miro di Google Meet Fitur ini akan nonaktif secara default untuk pelanggan Google Workspace for Education dan aktif secara default untuk semua edisi Google Workspace lainnya. Google juga menjelaskan bahwa Miro add-on ini tersedia untuk seluruh pengguna Meet, kecuali pengguna di bawah usia 18 tahun dan pengguna dengan akun Google Family Link. Saat ini, integrasi Miro x Google Meet tersedia saat Anda menggunakan Meet di browser Chrome atau Microsoft Edge (Google Meet versi PC). Baca juga: Fitur De-Reverberation Kini Tersedia di Google Meet PC dan Aplikasi Cara menggunakan Miro dari Google Meet Photo Credit: Google Workspace Updates Miro dapat diakses baik oleh pemilik akun Miro maupun guest (tidak masuk ke akun Miro). Namun jika Anda lebih suka menyimpan semua arsip papan Miro atau ingin lebih cepat mengakses papan yang sudah dibuat sebelumnya, pastikan untuk masuk ke akun Miro terlebih dulu. Sekarang, mari membahas cara meluncurkan Miro dari Google Meet. Berikut langkah-langkahnya: Dalam rapat Google Meet, di kanan bawah, klik Activities. Di bawah “Add-on”, klik Miro . Jika Anda baru pertama kali menggunakan Miro, klik Get Started. Pilih opsi: Buat papan tanpa registrasi . Masuk untuk memilih papan Miro . Jika Anda mengklik Create board without registration, tab Miro baru akan terbuka secara otomatis. Namun jika memutuskan untuk masuk, Anda harus terlebih dahulu memilih antara papan baru atau yang sudah ada, lalu pilih salah satu pengaturan akses: Anyone can edit: Tamu tidak perlu masuk ke akun Miro mereka untuk mengedit papan. Namun tamu tetap harus masuk ke Akun Google mereka. Anyone can comment: Tamu tidak perlu masuk ke akun Miro mereka untuk menambahkan komentar ke papan. Namun tamu tetap harus masuk ke Akun Google mereka. Anyone can vier: Tamu tidak perlu masuk ke akun Miro mereka untuk melihat papan. Namun tamu tetap harus masuk ke Akun Google mereka. Private: Peserta rapat harus masuk atau membuat akun Miro untuk bisa mengakses papan. Setelah Anda memilih salah satu pengaturan akses, tab Miro baru akan terbuka secara otomatis. Di tab Miro, akan tersedia panel Google Meet picture-in-picture. Di bagian bawah panel Meet, klik Invite to collaborate. Ini akan menghasilkan tautan undangan dalam obrolan dalam panel Meet yang kemudian dapat Anda kirim ke orang lain dalam rapat. Untuk melihat dan berkolaborasi di papan Miro, peserta dapat mengklik link yang Anda kirim. Baca juga: Bagaimana Cara Menghapus Peserta dari Panggilan Google Meet PC? Integrasi Miro x Google Meet membantu Anda untuk melakukan kolaborasi dengan tim. Miro menyediakan berbagai fitur menarik seperti sticky notes digital dan perencanaan workflow yang akan memudahkan kolaborasi kerja. Add-on Miro kini tersedia untuk seluruh pengguna Google Workspace, termasuk untuk edisi Education dan Enterprise. Keduanya bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Untuk informasi selengkapnya mengenai pemasangan, silakan klik di sini.

Scroll to Top