EIKON Technology

Info

Info

Pengalaman Baru Akses Google Meet dari Glass Enterprise

Siapa bilang Google Meet hanya bisa diakses melalui perangkat seperti laptop, tablet, atau smartphone? Padahal, para pekerja lapangan seperti teknisi juga butuh berkolaborasi dengan anggota tim lain. Namun, dengan pekerjaan mereka di lapangan yang begitu menyita perhatian, penggunaan laptop atau tablet untuk mengakses Google Meet tentunya akan kurang praktis. Menjawab keresahan tersebut, Google telah membuka akses Google Meet untuk perangkat Google Glass Enterprise Edition 2 (Meet on Glass). Dengan Meet on Glass, kini para peserta rapat online dapat merasakan langsung sudut pandang dari perspektif pengguna Glass Enterprise. Di sisi lain, pengguna Glass Enterprise juga dapat mengikuti video meeting secara real-time. Apa itu Glass Enterprise? Photo Credit: Google Glass Google Glass Enterprise adalah perangkat head-mounted display AR berbentuk kacamata. Dirancang sebagai perangkat komputasi (cloud) yang bisa dipakai (wearable), pengoperasian Glass Enterprise didukung oleh internet sehingga memungkinkan pengguna untuk mengakses fungsi-fungsinya melalui perintah suara. Pada 2019 lalu, versi terbaru dari Glass Enterprise yang diberi nama Glass Enterprise Edition 2 resmi diluncurkan. Setahun setelahnya, tepatnya pada Oktober 2020, Google mengumumkan integrasi Google Meet pada Glass Enterprise Edition 2. Namun, saat itu, akses Google Meet on Glass masih sangat terbatas dalam program open beta untuk beberapa pengguna saja. Integrasi Google Meet dengan Glass Enterprise tingkatkan kolaborasi Photo Credit: Google Cloud Kabar baiknya, sejak pertengahan Juli 2021 lalu, program open beta tersebut telah diperluas sehingga kini seluruh pelanggan Google Workspace dapat mengakses Google Meet melalui perangkat Glass Enterprise. Melalui Meet on Glass, Google membawa pengalaman video conference ke level yang lebih tinggi. Dengan begitu, akan ada lebih banyak pelanggan di seluruh dunia yang bisa mengakses Google Meet, tak peduli perangkat apa pun yang digunakan. Kolaborasi dengan anggota tim di lapangan atau pekerja garda depan (frontliner) pun tetap mustahil dijalankan. Di samping itu, akses Google Meet pada perangkat Glass Enterprise juga merupakan salah satu bentuk komitmen Google untuk menciptakan pengalaman meeting yang inovatif dan mendalam. Pengalaman ini diharapkan mampu membantu Anda dan pelanggan lain untuk bekerja bersama (kolaborasi), bukan hanya meeting bersama. Bantu menyelesaikan berbagai tantangan kerja Photo Credit: Google Cloud Pengalaman Meet on Glass terbukti telah membantu banyak pekerja dalam menyelesaikan tantangan di lapangan. Hal ini dirasakan langsung oleh sejumlah pelanggan yang telah lebih dulu mendapat kesempatan untuk mengimplementasikan Meet on Glass. Di Amerika Serikat, misalnya, perusahaan layanan real estate bernama CBRE menggunakan Meet on Glass untuk menghubungkan pekerja di lapangan dengan project manager dan tim HQ. Dengan seluruh tim yang saling terhubung melalui live video dari pekerja di lapangan, bukan hanya komunikasi jadi lebih jelas, tapi proses pengambilan keputusan juga jadi lebih cepat. Hal tersebut juga didukung dengan kemudahan penggunaan Glass Enterprise sehingga tidak membuat bingung para pemakainya. Kabar baiknya lagi, akses Google Meet pada Glass juga terintegrasi dengan Google Workspace. Hanya dengan beberapa klik, Anda bisa bergabung dengan event di Google Calendar langsung melalui Glass Enterprise. Bagi perusahaan yang memiliki tim di lapangan, bekali mereka dengan perangkat Google Glass Enterprise Edition 2. Dilengkapi akses Google Meet untuk panggilan video, komunikasi dan kolaborasi pun bisa berjalan optimal. Merupakan perangkat komputasi, Google Glass Enterprise Edition 2 pun masih menjadi bagian dari produk Google Cloud. Karenanya, selain membeli perangkat Glass Enterprise, lengkapi pula dengan berlangganan Google Cloud agar bisa mengakses Google Meet dan program-program produktivitas lain seperti Calendar dan Gmail. Pastikan Anda membeli perangkat Google Glass Enterprise Edition 2 dan berlangganan Google Cloud hanya di partner resmi Google seperti EIKON Technology!

Info

Meningkatkan Efisiensi Kerja di Bidang Retail dengan Teknologi No-code Automation

  Bisnis retail dituntut melakukan adaptasi besar-besaran selama pandemi COVID-19. Dari yang semula menawarkan pengalaman belanja di toko, kini bisnis retail harus beralih ke model penjualan digital demi alasan keamanan. Perubahan ini tentunya membawa tantangan tersendiri, tapi untungnya dapat dipermudah dengan mengautomasi aktivitas kerja. Tak dapat dipungkiri bahwa transformasi digital dapat terkesan berat, terlebih jika tidak didampingi oleh tim teknisi IT yang kuat. Namun, tidak begitu halnya jika Anda menggunakan teknologi no-code automation seperti yang disediakan AppSheet dari Google Cloud. AppSheet adalah platform pengembangan aplikasi tanpa coding untuk mengautomasi proses kerja (workflow), yang dapat berlaku pula di bidang retail. Menggabungkan kekuatan artificial intelligence (AI) dan teknologi no-code automation, AppSheet akan membantu meningkatkan efisiensi kerja di bidang retail melalui berbagai cara. Mempercepat pengecekan barang di gudang Photo Credit: Nana Smirnova (Unsplash) Saat tidak bisa menemukan barang yang dicari, umumnya konsumen akan bertanya apakah Anda masih memiliki persediaan barang tersebut di gudang. Untuk memastikannya, Anda perlu mengecek gudang terlebih dulu sehingga tak jarang konsumen harus menunggu cukup lama demi mendapatkan jawaban. Proses tersebut dapat dipersingkat dengan menggunakan aplikasi khusus stok barang yang dikembangan pada platform no-code automation seperti AppSheet. Melalui aplikasi tersebut, Anda bisa memeriksa persediaan barang di gudang langsung dari perangkat mobile sehingga tak perlu langsung mendatangi gudang. Jika stok barang yang dimaksud ternyata telah habis, Anda bisa menggunakan aplikasi yang sama untuk mencari stok di cabang toko atau gudang terdekat. Dengan proses yang lebih singkat, Anda bisa berpeluang menghasilkan lebih banyak penjualan. Berikan pengalaman berkesan kepada konsumen Photo Credit: Arturo Rey (Unsplash) Retail dikenal sebagai bidang bisnis yang sangat kompetitif. Agar bisa unggul, melakukan penjualan saja tidaklah cukup. Anda juga perlu memenangkan hati konsumen. Untungnya, hal ini juga bisa dilakukan melalui teknologi no-code automation. Melalui platform yang dikembangkan di AppSheet, Anda dapat membentuk sistem reward untuk konsumen agar mereka punya motivasi untuk kembali berbelanja di tempat Anda. Beberapa contohnya adalah memberikan loyalty point untuk dikumpulkan, membagikan kode diskon, dan memberikan hadiah khusus saat mereka ulang tahun. Lebih akurat dalam melakukan merchandise planning Photo Credit: Ksenia Chernaya (Pexels) Merchandise planning adalah metode untuk memilih, mengelola, membeli, menampilkan dan menetapkan harga produk agar bisa memberikan returns on investment (ROI) optimal serta menambah value pada brand produk tersebut. Mengingat tujuannya yang begitu penting, tak mengherankan jika umumnya retailer menghabiskan 20% waktu mereka untuk merchandise planning. Teknologi no-code automation dapat membantu melakukan hal tersebut secara optimal. Anda dan tim bisa mengembangkan aplikasi yang mampu menjalankan analisis prediktif untuk mempelajari tren pada masa lalu, saat ini, dan masa depan. Berdasarkan hasil yang didapat, Anda pun dapat mengambil keputusan yang relatif lebih akurat untuk kebutuhan merchandise planning. Peluang untuk mendapatkan ROI yang maksimal pun akan semakin tinggi. Automasi berbagai kegiatan akuntansi Photo Credit: Christina Hawkins (Unsplash) Accounting, atau akuntansi, merupakan salah satu area paling penting dalam kesuksesan suatu bisnis. Melalui praktik akuntansi yang baik, Anda dapat memanfaatkan hasil data untuk mengambil keputusan terkait pengeluaran, payroll, hingga utang dan piutang. Agar lebih mudah dalam melakukan berbagai kegiatan akuntansi, terapkan automasi workflow menggunakan teknologi no-code automation. Automasi workflow akan mempercepat proses berbagai aktivitas akuntansi. Terlebih, jika menggunakan AppSheet, telah tersedia sampel aplikasi Expensing and Procurement yang dapat Anda salin dan modifikasi sesuai kebutuhan bisnis. Penerapan teknologi no-code automation dapat meningkatkan efisiensi bisnis retail melalui berbagai area di atas. Kabar baiknya lagi, untuk melakukan hal tersebut, Anda tidak membutuhkan kemampuan coding karena bisa memanfaatkan platform AppSheet dari Google Cloud. Jadi, tunggu apa lagi? Buktikan sendiri manfaat teknologi no-code automation dengan berlangganan AppSheet melalui partner premium Google di Indonesia, EIKON Technology. Cukup klik di sini untuk terhubung dengan tim EIKON Technology yang akan membantu Anda berlangganan AppSheet dan mulai menggunakannya!

Info

Pengembangan Aplikasi Tanpa Coding di Bidang Energi

Industri energi memiliki peran signifikan dalam menggerakkan dunia modern. Demi membantu perusahan energi dalam memenuhi kebutuhan, berbagai teknologi automasi pun bermunculan. Tak hanya meningkatkan produktivitas pada sektor energi, teknologi automasi juga mampu menghemat biaya hingga 800 miliar Dolar. Sayangnya, para ahli memprediksi bahwa baru ada 18% organisasi di bidang energi yang memanfaatkan teknologi automasi pada skala enterprise. Salah satu alasan utamanya adalah kurangnya sumber daya manusia yang memiliki keahlian secara teknis di bidang tersebut. Kabar baiknya, kini telah hadir solusi bagi pelaku bisnis energi untuk menerapkan teknologi automasi. Jawabannya adalah dengan AppSheet, platform yang memungkinkan Anda untuk mengembangkan suatu aplikasi tanpa perlu melakukan coding. AppSheet masih merupakan bagian dari Google Cloud Photo Credit: Mitchell Luo (Unsplash) Menggabungkan teknologi artificial intelligence (AI) dan pengembangan aplikasi tanpa coding, AppSheet memberikan peluang kepada perusahaan energi untuk mengautomasi proses kerja (workflow) tanpa harus menulis coding sedikit pun. Artinya, Anda yang tidak memiliki ilmu coding pun bisa turut menggunakan AppSheet. Dalam membantu para penggunanya, AppSheet akan memanfaatkan sumber daya milik Google, khususnya Google Cloud. Sejak Januari 2020 lalu, AppSheet telah resmi diakuisisi oleh Google dan bergabung dengan tim Google Cloud. Beragam hal yang bisa dilakukan dengan AppSheet di bidang energi Melalui layanan pengembangan aplikasi tanpa coding, AppSheet dirancang agar bisa bisa membantu perusahaan energi untuk meningkatkan efisiensi di berbagai lingkup kerja, mulai dari pemeliharaan perangkat, pengangkutan material, hingga pelaporan terjadinya insiden. Berikut penjelasannya.   Pemeliharaan perangkat Photo Credit: Science in HD (Unsplash) Dalam menyediakan energi kepada para konsumen, perusahaan sangat bergantung pada penggunaan banyak perangkat atau peralatan. Mayoritas perangkat ini tak hanya berukuran besar, tapi juga mahal. Dibutuhkan investasi yang tidak sedikit, baik dalam hal pembelian, pengoperasian, hingga pemeliharaan. Itulah kenapa para pekerja di bidang energi dituntut untuk memahami prosedur pemakaian alat-alat tersebut secara tepat dan aman. Tak hanya itu, mereka juga perlu melakukan inspeksi dan melakukan pemeliharaan secara rutin untuk memastikan alat-alat tersebut selalu bekerja optimal. Di sinilah AppSheet dapat membantu Anda. Melalui pengembangan aplikasi tanpa coding, Anda bisa menciptakan proses inspeksi dan pemeliharaan alat secara mulus. Berkat adanya alat-alat yang ditenagai teknologi Internet of Things (IoT), AppSheet akan memberi tahu Anda jadwal pemeliharaan suatu alat, termasuk jika alat tersebut membutuhkan perbaikan dalam waktu dekat.   Pengangkutan dan pelacakan material Photo Credit: ThisisEngineering RAEng (Unsplash) Sektor energi memiliki supply chain yang cukup rumit, terlebih dengan banyaknya material yang memiliki spesifikasi beragam, baik dari segi kualitas hingga keamanan. Perusahaan energi perlu mengadaptasi sistem yang teratur untuk mengelola dan melacak setiap sumber daya yang terlibat dalam proses supply chain. Dengan begini, Anda bisa memastikan bahwa setiap material benar-benar sampai di tempat yang seharusnya secara tepat waktu. AppSheet dapat membantu Anda melakukan hal tersebut melalui teknologi automasi tanpa coding sehingga efisiensi dan transparansi dalam pengangkutan material pun akan meningkat. AppSheet memungkinkan Anda untuk menciptakan aplikasi tanpa coding bersifat custom yang dilengkapi fitur pelacakan GPS dan pemindaian QR code untuk meningkatkan akurasi pengangkutan material energi. AppSheet bahkan menyediakan sampel aplikasi Barcode Scanner dan Location Tracker yang bisa Anda salin dan kustomisasi untuk kebutuhan di bidang energi.   Penanganan bencana Photo Credit: Pixabay (Pexels) Jika terjadi suatu bencana, perusahaan energi memiliki peran penting dalam memulihkan layanan di area-area terdampak. Untuk melakukan, dibutuhkan pengelolaan efektif dalam pengiriman kru sekaligus memastikan keselamatan mereka. AppSheet bisa membantu Anda mempercepat waktu respons dan menjamin keselamatan kru melalui pembuatan aplikasi tanpa coding secara cepat. Bekali kru pengemudi Anda dengan integrasi Google Maps yang akan secara otomatis menunjukkan rute tercepat mencapai lokasi. Tak hanya itu, aplikasi juga kan mengirimkan informasi real-time di lokasi kepada headquarter. Tidak ketinggalan aplikasi untuk mengidentifikasi kebutuhan akan perlengkapan darurat seperti alat pelindung diri (APD) dan mencocokkannya dengan ketersediaan. AppSheet menyediakan sampel aplikasi Driver Dispatch dan Emergency Management yang bisa Anda salin dan kustomisasi sesuai kebutuhan pelaporan bencana di bidang energi.   Dengan AppSheet dari Google Cloud, para pekerja di bidang energi dapat mengautomasi workflow melalui pengembangan aplikasi tanpa coding. Untuk memudahkan pengguna dalam memanfaatkan AppSheet, Google telah menyediakan beberapa edisi langganan, mulai dari Starter, Core, Enterprise Standard, hingga Enterprise Plus. Lalu, ke mana Anda harus melakukan panggilan untuk mulai berlangganan AppSheet? Tentunya partner Google Workspace resmi yang tepercaya di Indonesia, EIKON Technology. Tim EIKON Technology akan memberikan konsultasi seputar produk-produk Google, termasuk AppSheet. Hubungi sekarang juga!

Info

Bisakah Layanan Kesehatan Memanfaatkan Teknologi No-code Automation?

Tahukah Anda bahwa layanan kesehatan termasuk salah satu industri yang cukup lambat dalam mengadopsi teknologi digital? Padahal, transformasi digital sangat penting dalam automasi proses kerja (workflow), yang dapat membantu organisasi kesehatan dalam meningkatkan efisiensi. Tak mengherankan jika menurut Gartner, sebanyak 63% penyedia layanan kesehatan terpaksa menghadapi gangguan yang cukup berat terkait perubahan organisasi internal, pendanaan, hingga pergeseran permintaan konsumen. Sebagai solusinya, secara perlahan mereka pun mulai mengadaptasi teknologi no-code automation seperti AppSheet. Merupakan bagian dari Google Cloud, AppSheet menyediakan platform bagi para pekerja layanan kesehatan untuk mengembangkan aplikasi yang akan membantu mempercepat workflow. Kabar baiknya, pengembangan aplikasi melalui AppSheet bisa dilakukan tanpa bantuan departemen IT karena sama sekali tak membutuhkan coding. Lantas, hal apa saja yang dapat dilakukan oleh teknologi no-code automation di bidang layanan kesehatan? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini. Penjadwalan konsultasi dokter Photo Credit: Gustavo Fring (Pexels) Melalui automasi penjadwalan konsultasi dokter, Anda tak hanya akan mengurangi risiko human error, tapi juga meningkatkan efisiensi staff, mengisi jadwal secara efektif, hingga akhirnya meningkatkan kepuasan pasien. Di Amerika Serikat, praktik automasi ini mulai marak dilakukan.  Industri layanan kesehatan di Amerika Serikat (AS) telah membuktikan hal tersebut. Berdasarkan analisis dari Accenture Health, hampir 40% dari 100 sistem kesehatan terbaik di AS telah menawarkan metode penjadwalan digital secara mandiri oleh pasien. Angka tersebut diprediksi akan terus meningkat hingga beberapa tahun ke depan. Pemesanan resep obat Photo Credit: Christina Victoria Craft (Unsplash) Geografi tak seharusnya menjadi halangan bagi pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan sesegera mungkin. Sebagai salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut, banyak penyedia layanan kesehatan yang menerapkan automasi pada permintaan pembaruan resep dari pasien. Dengan begitu, para pasien bisa dengan mudah meminta isi ulang obat (refill) kapan pun mereka butuhkan tanpa harus menghubungi rumah sakit atau kantor layanan kesehatan terlebih dulu. Hal ini pun dapat membantu menghemat waktu pasien dan tenaga layanan kesehatan. Pemrosesan klaim asuransi Photo Credit: Andrea Piacquadio (Pexels) Seiring dengan berjalannya waktu, layanan kesehatan dihadapkan dengan permintaan konsumen dan kompetisi yang semakin tinggi. Sayangnya, hal tersebut kerap tidak diimbangi dengan efisiensi operasional sehingga akhirnya banyak dari Anda yang mengalami kesulitan. Teknologi no-code automation dapat membantu Anda mengatasi hal tersebut, salah satunya untuk mempercepat proses klaim asuransi kesehatan agar kepuasan pasien meningkat. Tak hanya itu, Anda juga bisa melakukan deteksi terjadinya gangguan pada proses tersebut sehingga nantinya dapat segera diambil tindakan yang tepat. Automasi workflow layanan kesehatan Photo Credit: National Cancer Institute (Unsplash) Masih banyak penyedia layanan kesehatan yang mengandalkan sistem lama dalam bekerja, mulai dari hal penerimaan pasien, referensi riwayat medis, hingga komunikasi dengan pasien. Dulu, mungkin sistem tersebut dapat efektif menjalankan layanan kesehatan. Namun, kini tak lagi seperti itu karena sistem lama justru menghambat adaptasi solusi yang inovatif. Jika Anda melihat organisasi layanan kesehatan yang telah melakukan transformasi digital, banyak dari mereka yang mengadaptasi teknologi no-code automation untuk menyederhanakan workflow dan mengurangi error. Dengan begini, mereka pun jadi bisa lebih fokus memberikan pelayanan terbaik untuk para pasien. Skrining COVID-19 Photo Credit: CDC (Unsplash) Virus COVID-19 memberikan sejumlah tantangan baru kepada layanan kesehatan karena Anda harus melakukan screening terhadap pasien berdasarkan gejalanya. Hanya dengan beginilah Anda dan tim dapat mengukur potensi paparan penyakit tersebut. Teknologi no-code automation seperti AppSheet dapat membantu Anda menyederhanakan proses ini. Sudah banyak klinik yang menggunakan chatbots dan aplikasi komunikasi lain untuk melakukan skrining pasien. Setelah itu, sistem akan secara otomatis membantu pasien menjadwalkan tes COVID atau konsultasi dengan dokter. Automasi workflow tak hanya mempercepat transformasi digital pada layanan kesehatan, tapi juga membantu mengurangi proses manual, mendukung efisiensi operasional, hingga akhirnya meningkatkan kepuasan pasien. Sebagai salah satu tenaga layanan kesehatan, Anda bisa mencapai tujuan transformasi digital dengan mengadopsi teknologi no-code automation dari AppSheet. Mengombinasikan artificial intelligence (AI) dengan teknologi pengembangan bersifat no-code, kini seluruh tenaga di layanan kesehatan dapat mengautomasi workflow tanpa harus melakukan coding sedikit pun. AppSheet bisa Anda gunakan dengan mulai berlangganan melalui EIKON Technology, partner resmi produk Google di Indonesia. Nantinya, Anda bisa memilih edisi langganan yang paling sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan di organisasi Anda!

Info

Microsoft Inspire 2021: Lebih Banyak Peluang Kerja Sama bagi Para Partner

  Microsoft Inspire merupakan event konferensi yang rutin digelar secara tahunan oleh Microsoft. Tahun ini, Microsoft Inspire 2021 telah sukses diselenggarakan pada 14-15 Juli secara virtual. Setiap tahunnya, event tersebut ditujukan untuk komunitas partner Microsoft yang selama ini telah menyediakan berbagai solusi atas kebutuhan para pengguna. Berkomitmen untuk mendukung perkembangan para partner, baik dari segi inovasi maupun profit, Microsoft berusaha menyediakan teknologi dan perangkat paling inovatif untuk para partner mereka di penjuru dunia. Pada Microsoft Inspire 2021 lalu, Microsoft menawarkan peluang unik tersebut melalui pengembangan cloud. Apa saja peluang-peluang yang dimaksud tersebut? Temukan jawabannya dalam ulasan berikut ini. Penurunan harga pada commercial marketplace Photo Credit: Samantha Borger (Unsplash) Dengan lebih dari 30.000 aplikasi dan empat juta pembeli setiap bulannya, commercial marketplace Microsoft berhasil mengalami peningkatan hingga 70% pada aplikasi yang dapat ditransaksikan (transactable applications). Seiring dengan meningkatnya tuntutan terhadap software agar terus berkembang, partner pun membutuhkan proses pemasangan (deployment) yang lebih sederhana. Alhasil, mereka jadi lebih tergantung pada commercial marketplace untuk mengelola portofolio software mereka. Mendukung hal tersebut, Microsoft menginfokan bahwa mereka menurunkan biaya penawaran dari 20% menjadi 3% untuk setiap transactable application yang dirilis di commercial marketplace. Dengan adanya penurunan biaya, partner jadi bisa mendapatkan margin lebih besar dari penjualan software mereka di commercial marketplace Microsoft. Windows 365 beri banyak peluang untuk partner Photo Credit: Microsoft Pada event Microsoft Inspire 2021, Microsoft mengumumkan layanan cloud baru bernama Windows 365. Layanan yang juga disebut Cloud PC ini memungkinkan pengguna untuk mengakses sistem operasi Windows 10 atau Windows 11 lewat perangkat apa pun secara streaming. Kehadiran Windows 365 memberikan peluang bagi seluruh partner yang mengembangkan solusi berbasis Windows. Para independent software vendor (ISV) dapat terus membuat aplikasi-aplikasi Window dan mengirimkannya ke cloud untuk mendukung transformasi digital pelanggan mereka. Sementara itu, partner system integrator (SI) dan managed service provider (MSP) bisa membantu perusahaan mendapatkan hasil optimal dari penggunaan sistem operasi Windows secara keseluruhan. Program integrasi baru pada Microsoft Viva Photo Credit: Microsoft Selain Windows 365, Microsoft Viva juga menyediakan peluang yang tak kalah unik kepada para partner. Sebagai informasi, Microsoft Viva adalah platform pendukung workflow yang mengintegrasikan fungsi komunikasi dan informasi untuk para pekerja. Melalui event Microsoft Inspire 2021 lalu, resmi diumumkan bahwa Microsoft telah menambahkan integrasi baru dengan lebih dari dua puluh partner pada Microsoft Viva. Beberapa di antaranya seperti Qualtrics, Workday, dan ServiceNow. Sebelumnya, pada Februari 2021, Microsoft Viva juga telah terintegrasi dengan partner baru seperti Headspace dan SuccessFactors. Berkat adanya integrasi ini, pengguna dapat secara lancar terhubung dengan sistem dan perangkat yang mereka gunakan sehari-hari, langsung dari platform workflow Microsoft Viva. Tak berhenti sampai sini, rencananya Microsoft juga akan meluncurkan lebih banyak API tahun ini. Peningkatan program ISV Connect Photo Credit: Mimi Thian (Unsplash) Event Microsoft Inspire 2021 juga bertepatan dengan momen ulang tahun kedua dari Business Applications ISV Connect, sebuah program untuk mendukung ISV dalam mengembangkan, meluncurkan, dan memasarkan aplikasi mereka. Microsoft melakukan penyederhanaan dan peningkatan program untuk memberikan nilai baru pada para partner. Melalui peningkatan tersebut, Microsoft ingin membantu para partner untuk menghemat waktu pengembangan aplikasi, mengidentifikasi solusi, memasarkan aplikasi secara lebih cepat. Dengan begini, mereka pun bisa mengembangkan bisnis secara lebih efisien. Untuk mendukung program ISV Connect ini, Microsoft akan mengurangi pembagian pendapatan secara substansial hingga menyediakan keuntungan teknis baru seperti ISV App License Management. Tidak ketinggalan penambahan investasi pada Microsoft AppSource untuk meningkatkan peluang ditemukannya aplikasi (app discoverability) pada hasil pencarian.   Agar bisa memberikan produk dan layanan terbaik kepada para pengguna, Microsoft bekerja sama dengan banyak partner dari berbagai industri. Dengan memberikan lebih banyak peluang kepada partner seperti yang disampaikan saat Microsoft Inspire 2021, maka akan lebih banyak pula solusi yang bisa dihadirkan untuk menjawab kebutuhan Anda. Hasil dari kerja sama tersebut bisa Anda nikmati dengan cara menggunakan produk dan layanan Microsoft, salah satunya dengan berlangganan Microsoft 365 for Business. Caranya cukup dengan menghubungi EIKON Technology selaku partner resmi Microsoft yang tepercaya di Indonesia!

Info

5 Inovasi Besar Diumumkan di Microsoft Inspire 2021

  Pada 14-15 Juli 2021 lalu, event Microsoft Inspire kembali digelar secara virtual. Acara berbentuk konferensi ini ditujukan bagi komunitas partner Microsoft. Melalui Microsoft Inspire 2021, Microsoft menyampaikan rencana mereka selama setahun ke depan sekaligus mengumumkan berbagai inovasi terbaru. Dari sekian banyak inovasi yang diumumkan, setidaknya ada lima inovasi yang paling menarik perhatian para partner. Mulai dari kehadiran Cloud PC hingga peningkatan performa pada Microsoft Viva, berikut sejumlah inovasi besar yang diumumkan di Microsoft Inspire 2021. Layanan Cloud PC Windows 365 Photo Credit: Microsoft Windows 365 menjadi salah satu inovasi terbesar yang mencuri perhatian di Microsoft Inspire 2021. Diperkenalkan sebagai layanan Cloud PC, Windows 365 memungkinkan Anda untuk mengakses sistem operasi Windows dari browser pada perangkat apa pun. Baik itu Apple Mac, iPad, hingga perangkat Android dan Linux. Pada Windows 365, sistem operasi Windows diletakkan pada cloud sehingga Anda bisa mengaksesnya secara stream lewat perangkat-perangkat tersebut. Sekilas, konsep ini mirip seperti Microsoft Azure Virtual Desktop. Namun, Microsoft menekankan bahwa Windows 365 menawarkan manajemen IT yang lebih sederhana dan tidak akan menggantikan Azure Virtual Desktop. Integrasi Microsoft Teams dan Dynamics 365 Photo Credit: Microsoft Untuk mendukung sistem kerja hybrid yang kini diterapkan banyak perusahaan, Microsoft melakukan integrasi antara Teams dan Dynamics 365. Berkat integrasi ini, pengguna Teams bisa mengakses data di Dynamics 365 secara gratis melalui aplikasi-aplikasi yang ada dalam Teams. Kabar baiknya lagi, Anda tak membutuhkan lisensi Dynamics 365 untuk melakukannya. Namun, pemilik lisensi 365 akan mendapatkan akses khusus terhadap sejumlah fitur dan analytics. Sebaliknya, pengguna Dynamics 365 dapat mengakses data pelanggan dari dalam Teams. Tak hanya itu, Anda juga bisa menyimpan catatan panggilan Teams secara otomatis ke Dynamics 365. Jika seandainya terjadi perubahan pengaturan atau aktivitas, secara otomatis pengguna akan mendapatkan notifikasi. Dengan begini, admin bisa segera melakukan konfigurasi ulang pada kebijakan izin dan akses untuk mengontrol siapa saja yang berhak mengakses data pada Teams serta Dynamics 365. Integrasi aplikasi kolaboratif dan workflow Photo Credit: Microsoft Bukan hanya Teams dan Dynamics 365 yang mengalami integrasi. Pada event Microsoft Inspire 2021, diumumkan pula bahwa berbagai aplikasi fungsi workflow dan kolaborasi akan terintegrasi dengan Teams.  Nantinya, akan hadir berbagai aplikasi vendor software independen (independent software vendor atau ISV) baru dari perusahaan-perusahaan seperti SAP Sales Cloud, ServiceNow, Atlassian Confluence, Workday, dan Salesforce. ISV tersebut akan mendapat opsi untuk menjual aplikasi-aplikasi mereka secara langsung di dalam Teams. Hal ini pun dapat memudahkan admin IT untuk membeli berbagai aplikasi langsung dari admin center Teams. Peningkatan performa pada Microsoft Viva Photo Credit: Microsoft Ditenagai oleh Microsoft 365, Microsoft Viva menerima sejumlah peningkatan performa. Salah satunya dalam bentuk Viva Partner Integrations, yang menghadirkan berbagai penyedia konten seperti Workday dan Qualtrics ke dalam Microsoft Viva. Di samping itu, Microsoft juga menyediakan sejumlah perangkat baru untuk membantu partner dan pengembang dalam membawa produk mereka ke Viva. Tahun ini, akan hadir Viva Connections APIs yang akan memudahkan partner dan pengembang untuk mengintegrasikan program mekrea ke dashboard Connections di Viva. Microsoft Cloud for Sustainability Photo Credit: Testalize.me (Unsplash) Event Microsoft Inspire 2021 juga menjadi kesempatan untuk mengumumkan inisiatif baru bernama Microsoft Cloud for Sustainability. Melalui inovasi ini, Microsoft menghadirkan sejumlah perangkat untuk membantu para pengguna di seluruh industri dalam mencatat, melaporkan, serta mengurangi emisi. Sistem cloud yang dipakai akan dirancang pada Azure, Dataverse, Power BI, Power Platform, dan berbagai produk Microsoft lainnya. Nantinya, Microsoft Cloud for Sustainability akan hadir dengan aplikasi-aplikasi pihak ketiga (third-party), sumber data, dan konektor data emisi. Sebagai contoh, perusahaan bisa menggunakan Microsoft Cloud for Sustainability untuk membuat peringatan apabila sistem HVAC dinilai akan melampaui target penggunaan emisi. Sistem Cloud akan memberi notifikasi pada manajer operasional agar segera melakukan perbaikan. Itulah kelima inovasi besar yang diumumkan pada event Microsoft Inspire 2021. Tentu masih ada banyak inovasi lain yang akan dihadirkan Microsoft sepanjang setahun ke depan. Agar tidak ketinggalan, segera mulai berlangganan Microsoft 365 for Business sekarang juga. Kini Anda bisa secara mudah berlangganan Microsoft 365 for Business dengan menghubungi EIKON Technology, partner resmi Microsoft yang tepercaya di Indonesia. Tim EIKON Technology akan menjawab segala pertanyaan Anda seputar inovasi terbaru Microsoft dan berbagai hal lain. Tunggu apa lagi? Langsung saja klik di sini untuk menghubungi EIKON Technology!

Info, Microsoft, Microsoft office 365, Office 365, Rapat online

Microsoft Teams Webinars, Cara Mudah dan Profesional Adakan Webinar

  Sejak setahun belakangan, kita telah menemukan banyak cara untuk tetap saling terhubung di dunia kerja melalui ranah online. Tak hanya aktivitas kerja sehari-hari, penyelenggaraan event pun turut mengalami adaptasi. Dari yang semula bisa dilakukan secara tatap muka langsung, kini event bisnis seperti workshop atau seminar lebih banyak diadakan dalam bentuk webinar. Agar webinar berjalan lancar, tentunya dibutuhkan teknologi yang mumpuni dan dapat mendukung secara optimal. Menjawab kebutuhan tersebut, Microsoft Teams meluncurkan platform Webinars pada Mei 2021 lalu. Melalui Microsoft Teams Webinars, kini Anda bisa menyelenggarakan meeting internal perusahaan hingga webinar dengan ratusan peserta secara profesional. Semua dapat dilakukan hanya melalui satu aplikasi terpusat. Mari cari tahu lebih banyak tentang platform Microsoft Teams Webinars di bawah ini! Bisa adakan webinar dengan 1.000 peserta Photo Credit: Microsoft Sebelum ini, Microsoft Teams sebenarnya telah mempunyai platform khusus meetings dengan jumlah peserta mencapai 300 saja. Namun, dengan Microsoft Teams Webinars, kini Anda dapat menyelenggarakan event webinar dengan mengundang hingga 1.000 peserta. Untuk memastikan kelancaran webinar, Microsoft Teams Webinars telah dibekali dengan sejumlah fitur pendukung. Salah satunya Registration Form, yang dapat diisi oleh calon peserta webinar sebagai bukti registrasi event. Lalu, agar bisa menjangkau banyak peserta, tersedia pula fitur Event Details di mana Anda bisa mengisinya dengan informasi seputar webinar, mulai dari waktu pelaksanaan, topik yang akan dibahas, hingga profil pembicara dan moderator. Kombinasi Presenter Mode dan PowerPoint Live untuk presentasi efektif Photo Credit: Microsoft Pada event webinar, biasanya pembicara akan menampilkan presentasi agar bisa menyampaikan materi secara lebih mudah. Demi memfasilitasi kebutuhan satu ini, Microsoft Teams Webinars pun telah dilengkapi dengan dua fitur khusus bernama PowerPoint Live dan Presenter Mode. Melalui PowerPoint Live, Anda akan memiliki kontrol penuh atas konten Anda. Sebagai pembicara atau presenter, Anda bisa melihat slides, notes, meeting chat, dan audiens hanya dalam satu panel praktis. Sebagai contoh, Anda bisa meletakkan notes presentasi di samping slides untuk memudahkan penyampaian materi. Tenang saja, tampilan panel tersebut bersifat private sehingga hanya Anda yang bisa melihatnya. Sementara itu, Presenter Mode memudahkan Anda sebagai presenter untuk mengatur konten dan video feed yang akan ditampilkan ke audiens webinar. Ada tiga opsi tampilan yang bisa Anda pilih, yaitu:   Standout mode – video feed pembicara akan ditampilkan sebagai siluet di depan konten yang dibagikan. Reporter mode – menampilkan konten sebagai alat peraga visual (visual aid) di bagian atas bahu pembicara, mirip seperti yang biasa ditampilkan pada siaran berita. Side-by-side mode – video feed pembicara ditampilkan di samping konten selagi presentasi berlangsung.   Akses laporan peserta setelah webinar selesai Photo Credit: Microsoft Webinar merupakan cara yang cukup efisien bagi brand untuk terhubung dengan target audiens. Agar hubungan tersebut tak merenggang setelah webinar berakhir, Anda bisa melakukan upaya-upaya lanjutan. Tenang saja, Microsoft Teams Webinars dapat memfasilitasi kebutuhan Anda tersebut. Setelah webinar berakhir, Anda bisa mengakses fitur Attendee Report yang tersedia pada Microsoft Teams Webinars. Laporan tersebut menunjukkan data seputar partisipasi peserta webinar, mulai dari identitas hingga seberapa lama mereka mengikuti webinar tersebut. Anda dapat memberikan data Attendee Report kepada tim Customer Relationship Management (CRM). Berdasarkan data tersebut, nantinya tim CRM bisa melakukan analisis dan menentukan peserta mana saja yang dapat mereka follow up. Bagi yang berencana mengadakan webinar, pastikan Anda menggunakan Microsoft Teams Webinars untuk kelancaran event nanti. Kabar baiknya lagi, Anda tak perlu membeli lisensi atau produk baru untuk bisa menggunakan Microsoft Teams Webinars. Platform baru ini telah disertakan dalam berbagai jenis lisensi Office dan Microsoft 365 yang kini digunakan banyak perusahaan. Namun, jika memang Anda belum berlangganan, tak perlu khawatir karena Anda bisa langsung menghubungi EIKON Technology selaku partner resmi produk Microsoft di Indonesia. EIKON Technology menyediakan berbagai paket lisensi Microsoft 365 for Business yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan perusahaan. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Info

VM Manager, Manajemen Infrastruktur Compute Engine dalam Jumlah Besar

  Seiring dengan meningkatnya transformasi digital, ketergantungan terhadap sistem cloud jadi semakin besar. Perusahaan akan memindahkan lebih banyak workload ke cloud mereka. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa manajemen cloud bisa cukup rumit, terutama jika Anda belum familiar dengan perangkat yang dipakai untuk mengelola virtual machines (VM) dalam jumlah besar. Alhasil, pihak administrator (admin) pun menemui tantangan baru, yakni terkait pengelolaan keamanan infrastruktur pada skala cloud. Dibutuhkan perangkat khusus untuk mengelola dan mengoperasikan seluruh sumber daya (resources) cloud dari satu tempat. Tak hanya itu, perangkat tersebut juga harus mudah dioperasikan. Menjawab kebutuhan tersebut, Google pun meluncurkan VM Manager. VM Manager adalah rangkaian perangkat manajemen infrastruktur untuk menyederhanakan dan mengautomasi pemeliharaan compute engine VM dalam jumlah besar.  Mengurangi kompleksitas pengelolaan VM melalui satu dashboard utama Photo Credit: Caspar Camille Rubin (Unsplash) Dalam pengelolaan compute engine VM, terutama dalam jumlah besar, umumnya ada tiga hal yang menjadi pekerjaan utama; perawatan, penyesuaian, dan pengamatan. Melalui fitur-fitur bersifat otomatis pada VM Manager, hal-hal tersebut bisa dilakukan secara lebih sederhana.  Kabar baiknya lagi, fitur-fitur VM Manager dapat Anda akses melalui satu dashboard utama sehingga akan mengurangi kompleksitas pengelolaan compute engine VM. Tak hanya itu, adanya dashboard juga memudahkan pelacakan data inventaris secara real-time. Dengan begini, Anda akan mendapatkan insight yang bisa segera ditindaklanjuti sehingga performa infrastruktur pun terjaga. Patch management menjaga sistem selalu up-to-date Photo Credit: ThisisEngineering RAEng (Unsplash) Agar dapat memudahkan manajemen infrastruktur compute engine VM secara optimal, VM Manager dibekali dengan sejumlah layanan mumpuni. Salah satunya adalah patch management yang berfungsi menjaga sistem infrastruktur selalu up-to-date. Caranya adalah dengan memberi izin kepada Anda untuk memasang OS patches pada seluruh VM, menerima data penyesuaian untuk seluruh lingkungan OS, dan mengautomasi pemasangan OS patches di seluruh perangkat VM. Semua ini dapat Anda lakukan melalui satu platform terpusat sehingga begitu mudah dan praktis dijalankan. Menjaga konsistensi konfigurasi dengan configuration management Photo Credit: cottonbro (Pexels) Semakin besar skala suatu perusahaan, maka idealnya ada semakin banyak perangkat VM yang digunakan. Alhasil, dibutuhkan infrastruktur yang dapat mendukung kinerja puluhan hingga ratusan VM secara konsisten, terutama dari segi konfigurasi. Pengelolaan konfigurasi atau configuration management inilah yang dapat membantu Anda mewujudkan hal tersebut. Layanan satu ini memungkinkan Anda untuk menjaga konsistensi konfigurasi pada seluruh perangkat compute engine VM. Hal ini bisa terjadi berkat adanya fitur automated remediation yang meminimalisir praktik manual dan menjaga perangkat Anda tetap “patuh” pada konfigurasi. Lebih mudah identifikasi VM dengan inventory management Photo Credit: ThisisEngineering RAEng (Unsplash) Layanan ketiga adalah manajemen inventaris (management inventory) yang berfungsi mengumpulkan informasi terkait sistem operasi pada perangkat VM. Melalui adanya layanan satu ini, Anda bisa mengidentifikasi VM mana yang menjalankan sistem operasi tertentu hingga mengakses packages yang terpasang pada VM. Kabar baiknya lagi, layanan management inventory pada VM Manager juga terintegrasi dengan produk Google Cloud lain, yaitu Cloud Asset Inventory. Berkat integrasi ini, Anda pun dapat melihat, memonitor, serta menganalisis data Google Cloud secara sederhana. Kehadiran VM Manager dapat menjadi solusi tepat bagi Anda yang selama ini menggunakan perangkat compute engine VM dalam jumlah besar. Agar bisa membuktikan sendiri kehebatan fungsi VM Manager, pastikan Anda sudah memasang infrastruktur Google Cloud terlebih dulu. Jika belum, Anda bisa langsung menghubungi EIKON Technology untuk berlangganan. EIKON Technology adalah partner resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia. Tim EIKON Technology akan membantu Anda melakukan migrasi ke Google Cloud sekaligus menentukan infrastruktur cloud yang sesuai kebutuhan Anda. Hubungi EIKON Technology sekarang juga!

Info

Membangun Industri Manufaktur Berbasis Digital dengan SAP Google Cloud

  Pesatnya perkembangan digital membuat industri manufaktur harus menghadapi banyak tantangan, mulai dari besarnya biaya operasional hingga meningkatnya ekspektasi pelanggan. Kabar baiknya, berbagai tantangan tersebut tidak mustahil untuk diatasi selama ada data bisnis. Terlebih, kini umumnya perusahaan manufaktur telah menerapkan System Application and Product in Data Process (SAP) yang memang fokus pada pengolahan data. Namun, analisis data saja belumlah cukup untuk membangun industri manufaktur berbasis digital yang mampu meningkatkan produksi, meminimalisir masalah, dan jeli menemukan peluang. Agar bisa menghasilkan data yang lebih mendalam, perusahaan manufaktur perlu menggabungkan data SAP dengan data dari machine learning (ML). Caranya adalah melalui integrasi antara aplikasi SAP perusahaan dengan kemampuan ML, artificial intelligence (AI), dan analitik data dari Google Cloud. Kombinasi SAP Google Cloud mendukung percepatan digitalisasi perusahaan manufaktur. Migrasi ke sistem cloud dengan risiko minim Photo Credit: Science in HD (Unsplash) Bagi perusahaan manufaktur yang telah mengadaptasi SAP, Anda pasti paham betapa rumit prosesnya. Karenanya, wajar jika Anda merasa khawatir untuk melakukan integrasi SAP dengan Google Cloud. Bagaimana jika prosesnya lebih rumit dan memakan banyak waktu? Tenang saja, layanan Google Cloud dirancang dengan proses yang sederhana dan dilengkapi sistem keamanan mumpuni. Jika ingin mempercepat proses integrasi, Anda bisa menggunakan template otomatis SAP Google Cloud yang telah disediakan dan mengonsolidasi data SAP dalam cloud. Semua hal tersebut telah tergabung dalam Cloud Acceleration Program untuk para pengguna SAP. Menyediakan solusi migrasi bersifat pre-built, proses integrasi SAP Google Cloud pun bisa berjalan secara lebih efisien dan minim risiko. Manajemen dan integrasi data secara lebih efisien Photo Credit: Christino Morillo (Pexels) Dengan menjalankan SAP pada Google Cloud, Anda dan tim di perusahaan manufaktur dapat memanfaatkan layanan penyimpanan data yang fleksibel tanpa harus mengeluarkan biaya untuk perawatan infrastrukturnya. Nantinya, Anda tak hanya bisa mendapatkan insight berdasarkan riwayat data, tapi juga dari data-data yang bersifat real-time. Jika ingin mendapatkan hasil yang lebih optimal, gabungkan pula data-data tersebut dengan sinyal data dari perangkat Google Cloud, misalnya maps, shopping, dan weather. Dengan begini, perusahaan manufaktur dapat memperoleh insight mendalam atas berbagai faktor penting dalam proses bisnis, mulai dari perencanaan hingga kebutuhan konsumen. Analitik data dilengkapi teknologi machine learning Photo Credit: Brett Sayles (Pexels) Dalam menyimpan dan mengolah data, Google juga memanfaatkan BigQuery, warehouse analisis data tanpa server yang dirancang dengan sistem scalable. Artinya, Anda bisa terus menyesuaikan pemakaian Google BigQuery sesuai kebutuhan sehingga membantu efisiensi biaya pengeluaran. Google BigQuery mampu menganalisis data dalam jumlah besar dari berbagai sumber, termasuk sistem SAP Google Cloud, untuk menghasilkan insight yang mendalam. Bahkan Anda juga bisa mendapatkan prediksi tren dengan memanfaatkan Cloud AutoML yang dilengkapi dengan teknologi machine-learning. Dengan prediksi tren, perusahaan manufaktur dapat mengambil keputusan yang tepat dan berdampak positif terhadap masa depan bisnis. Contohnya untuk membantu meningkatkan hasil produksi, mengurangi keterlambatan produksi, dan sebagainya. Sudah saatnya industri manufaktur meningkatkan intensitas digitalisasi dalam pekerjaan sehari-hari. Menerapkan integrasi SAP Google Cloud merupakan solusi yang tepat. Sebagai langkah awal, pastikan Anda lebih dulu berlangganan Google Cloud melalui partner resmi produk Google seperti EIKON Technology. Untuk mempermudah migrasi ke Google Cloud, Anda bisa berkonsultasi dengan tim EIKON Technology. Klik di sini untuk mempelajari lebih jauh tentang Google Cloud atau langsung saja hubungi EIKON Technology! 

Info

Mengelola Chrome Extensions Melalui Group Policy bagi User Windows

  Demi mendukung produktivitas harian, terutama yang berkaitan dengan aktivitas online browsing, banyak perusahaan memasang extensions atau fungsi tambahan pada browser Google Chrome mereka. Seiring dengan kebutuhan kerja yang meningkat, jumlah Chrome extensions yang dipasang pun ikut bertambah. Nah, banyaknya extensions tersebut kerap berujung pada kesulitan untuk mengelolanya. Terlebih, terkadang ada beberapa extensions tertentu yang dapat mengakses data secara lebih mendalam pada situs-situs yang Anda kunjungi. Sebagai pihak yang biasanya ditunjuk menjadi admin Chrome untuk kebutuhan korporasi, IT perusahaan pun membutuhkan solusi agar mereka bisa memonitor extensions secara lebih intens. Google sebetulnya telah memiliki Chrome Browser Cloud Management sebagai cara paling mudah untuk mengelola extensions. Masalahnya, tidak semua pengguna memakai sistem Chrome OS, yang memang hanya ada pada perangkat Chromebook. Beberapa pengguna, mungkin termasuk Anda, masih harus menggunakan Group Policy pada Windows untuk mengelola extensions. Berikut adalah beberapa opsi yang paling sering dipilih untuk mengelola Chrome extensions melalui Group Policy. Cara memasang Chrome extensions  Photo Credit: cottonbro (Pexels) Terkait pemasangan extensions pada Chrome, Anda perlu mengetahui sejumlah opsi yang kerap dipakai oleh para pengguna. Cek beberapa di antaranya berikut ini:   Extension Install Allow List – Daftar extensions yang telah Anda setujui untuk di-install atau dipasang pada browser Anda. Extension Install Force List – Mengesampingkan kebijakan daftar blokir, extensions tidak dapat dinonaktifkan sepenuhnya saat dicopot pemasangannya. Extension Install Sources – Kebijakan ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan fungsi pemasangan terdahulu pada beberapa URL tertentu yang telah Anda sebutkan dalam kebijakan. Extension Allowed Types – Daftar extensions yang Anda izinkan untuk dipasang pada browser. Extensions yang tidak disebutkan dalam daftar ini tidak akan bisa terpasang.   Cara memblokir Chrome extensions Photo Credit: Luca Sammarco (Pexels) Demi alasan keamanan dan privasi, kemungkinan akan ada beberapa Chrome extensions yang harus Anda blokir agar tidak dipasang oleh karyawan perusahaan. Setidaknya ada dua kebijakan dalam Group Policy yang mengatur tentang hal ini, yaitu:   Extension Install Block List – Daftar extensions yang tidak akan Anda izinkan untuk dipasang pada browser. Jika seandainya extension tersebut telah terpasang, maka akan dinonaktifkan. Apabila ada karyawan atau pengguna yang tetap berusaha memasangnya, maka extension pun segera diblokir. Tombol Add to Chrome pada Chrome web store akan berubah warna menjadi merah sebagai tanda bahwa suatu extension tidak bisa dipasang. Block External Extensions – Pengaturan ini akan memblokir extensions dari sumber eksternal yang sedang dipasang. Contohnya, jika suatu aplikasi yang telah terpasang ternyata menambah extensions pada Chrome, maka extensions tersebut akan segera diblokir dari proses pemasangan.   Pengaturan lain yang lebih advanced Photo Credit: Arnold Francisca (Unsplash) Selain beberapa pengaturan di atas, sebetulnya masih ada sejumlah jenis pengaturan dengan fungsi lain yang lebih advanced atau membutuhkan keahlian lebih. Anda perlu menggunakan script JSON sehingga penerapannya pun relatif lebih rumit. Beberapa fungsi yang dapat Anda gunakan dalam kebijakan satu ini adalah: Mencegah beberapa extensions tertentu agar berhenti berfungsi pada situs-situs tertentu. Menampilkan pesan custom pada pengguna untuk memberi tahu bahwa suatu extension telah diblokir. Memperbolehkan pemasangan extensions atau melakukan pemblokiran dengan memberikan izin atau akses khusus.   Bagi yang ingin mengaktifkan pengaturan bersifat advanced pada Chrome extensions, tapi tidak familiar dengan script JSON, Google menyarankan Anda untuk menggunakan Chrome Browser Cloud Management. Hampir seluruh fungsi dan pengaturan Chrome extensions di sana tidak membutuhkan penulisan script JSON. Namun, untuk itu, Anda juga perlu beralih menggunakan perangkat bersistem Chrome OS, Chromebook. Tenang saja, Anda bisa mendapatkannya dengan mudah melalui partner resmi produk Google di Indonesia, EIKON Technology.  Menyediakan beragam tipe perangkat Chromebook dari berbagai merek, Anda pun bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan. Hubungi EIKON Technology sekarang agar tidak kehabisan!

Scroll to Top