EIKON Technology

Info

Info

Kegunaan Fitur Tugas dalam Google Workspace for Education

Kegunaan Fitur Tugas dalam Google Workspace for Education – Google Workspace for Education adalah serangkaian alat dan layanan yang dikembangkan Google untuk membantu para tenaga pengajar dan murid dalam melangsungkan kegiatan belajar dan mengajar. Anda dapat menggunakannya secara gratis atau menambahkan tools tertentu sesuai dengan kebutuhan. Demi memenuhi kebutuhan tersebut, Google Workspace for Education dilengkapi berbagai fitur pendukung. Salah satu yang menjadi unggulan adalah fitur Assignments atau Tugas. Hadir dalam bentuk aplikasi, fitur Tugas memiliki berbagai kegunaan tersendiri. Apa saja? Melengkapi learning management system Photo Credit: Nick Morrison (Unsplash) Sebagai pengajar, kemungkinan besar Anda telah menggunakan learning management system (LMS) yang telah disediakan sekolah atau institusi pendidikan. Namun, terkadang LMS tersebut belum memiliki fitur yang lengkap sehingga Anda tidak bisa memanfaatkannya secara maksimal. Di sinilah fitur Tugas dari Google Workspace for Education dapat membantu Anda. Sejak awal, fitur Tugas memang dirancang Google sebagai aplikasi untuk dipasang pada LMS yang Anda gunakan. Dengan adanya fitur ini, layanan Google Docs dan Google Drive pun akan kompatibel dengan LMS tersebut. Artinya, para murid bisa mengumpulkan tugas dalam bentuk Google Docs, yang akan langsung tersimpan dalam Google Drive. Tenang saja, pemasangan fitur Tugas pada LMS sangatlah mudah karena telah dilengkapi dengan standar terbaru Learning Tools Interoperability (LTI). Bantu cek potensi plagiarisme pada tugas murid Photo Credit: August de Richelieu (Pexels) Dalam mengerjakan tugas, idealnya para murid akan menggunakan buku, jurnal, hingga artikel ilmiah sebagai referensi. Namun, terkadang ada beberapa murid yang tanpa sengaja mengutip referensi tersebut tanpa menguraikannya dalam kata-kata mereka sendiri (paraphrase). Alhasil, tanpa sadar mereka telah melakukan tindak plagiarisme. Fitur Tugas dari Google Workspace for Education dapat membantu mencegah potensi plagiarisme seperti itu. Hanya dalam satu klik, Anda bisa membandingkan hasil tugas murid dengan lebih dari 40 juta buku dan ratusan miliar laman web. Jika seandainya ada potensi plagiarisme yang muncul, fitur Tugas akan langsung memberikan highlight pada bagian yang dimaksud sekaligus menampilkan sumber buku atau laman web yang dijadikan acuan. Dengan begini, Anda bisa hemat banyak waktu karena tak perlu mengecek secara manual lewat mesin pencari online. Membandingkan tugas antar murid untuk hindari kecurangan Photo Credit: Ivan Samkov (Pexels) Selain plagiarisme, isu lain yang juga berpotensi terjadi dalam pengerjaan tugas adalah kecurangan di antara murid. Misalnya, murid A menyalin tugas dari murid B sehingga hasil tulisan mereka pun cenderung mirip. Demi memastikan orisinalitas hasil tugas dari masing-masing murid, memasang fitur Tugas pada LMS merupakan solusi tepat. Fitur ini memungkinkan Anda untuk membandingkan tugas antar murid, yakni dengan mencocokkannya pada tugas-tugas sebelumnya yang tersimpan dalam repository Anda. Namun, untuk bisa memanfaatkan kegunaan satu ini, Anda diharuskan melakukan upgrade ke Google Workspace for Education Plus. Tenang saja, caranya begitu mudah karena Anda bisa melakukannya melalui EIKON Technology, reseller resmi produk Google di Indonesia. Mempercepat proses pemberian nilai Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Fitur Tugas dari Google Workspace for Education tidak hanya mempermudah proses pemeriksaan tugas, tapi juga penilaiannya. Dalam fitur Tugas terdapat tool bernama Rubrics yang memungkinkan Anda untuk menilai hasil tugas murid secara praktis. Anda bahkan bisa melakukan penilaian berdasarkan kategori tertentu, misalnya akurasi, format, hingga kualitas konten. Jika seandainya Anda memiliki feedback untuk disampaikan kepada murid, Anda bisa langsung melakukannya melalui fitur Comments. Cukup highlight bagian tugas yang membutuhkan masukan atau perbaikan, lalu ketikkan feedback Anda. Murid juga bisa langsung membalas komentar Anda tersebut secara mudah. Tak hanya itu, karena fitur Tugas telah terintegrasi dengan Google Drive, Anda juga bisa membagikan template atau worksheet pengerjaan tugas kepada murid secara mudah. Cukup upload di folder Google Drive dan murid pun dapat langsung mengaksesnya. Kini telah terbukti bahwa fitur Tugas mampu mempermudah para pengajar dalam melakukan berbagai tugasnya. Namun, penting diketahui bahwa tidak semua tools di dalamnya dapat diakses secara gratis. Karenanya, Anda sangat dianjurkan untuk upgrade ke Google Workspace for Education. Segera hubungi EIKON Technology sekarang juga! Jika masih ingin mempelajari lebih jauh tentang Google Workspace for Education, Anda bisa klik di sini. Tingkatkan efisiensi proses penilaian tugas murid dengan fitur Tugas dari Google Workspace for Education!

Info

Kelebihan Google Spreadsheet yang Perlu Anda Ketahui

Google Spreadsheet, dikenal juga dengan nama Google Sheet, adalah program spreadsheet berbasis web yang dikembangkan oleh Google. Umumnya, mayoritas orang menggunakan aplikasi ini untuk mengolah data dalam bentuk tabel. Penggunaannya begitu mudah mengingat ada berbagai kelebihan Google Spreadsheet yang disematkan di dalamnya. Apa saja kelebihan tersebut? Cek selengkapnya di bawah ini. Lebih mudah dengan aneka pilihan template Photo Credit: Christina Morillo (Pexels) Ada beragam jenis data yang dapat disusun menggunakan tabel, mulai dari laporan keuangan, invoice klien, rekap absen karyawan, dan masih banyak lagi. Agar nantinya bisa mengolah data tersebut secara lancar, tabel yang dibuat pun harus mudah dibaca pula. Di sinilah kelebihan Google Spreadsheet dapat membantu Anda. Google Spreadsheet menyediakan banyak pilihan template tabel yang dirancang untuk mempermudah pekerjaan. Mulai dari template bujet keuangan, invoice, penjadwalan, hingga laporan perjalanan, Anda tinggal pilih sesuai kebutuhan. Mudah diakses dari mana saja melalui perangkat apa saja Photo Credit: Marta Filipczyk (Unsplash) Kemudahan akses juga menjadi salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh Google Spreadsheet. Anda bisa mengakses data di Google Spreadsheet melalui perangkat apa saja, baik itu komputer, laptop, tablet, bahkan smartphone. Kabar baiknya lagi, Google Spreadsheet juga memiliki fitur Autosave yang secara otomatis menyimpan file Anda selagi Anda mengerjakannya. Dengan begini, risiko data hilang karena lupa menekan tombol Save pun bisa diminimalisir. Selain itu, karena Google Spreadsheet merupakan aplikasi berbasis cloud, maka hasil Autosave tersebut akan selalu tersimpan di cloud. Artinya, jika misalnya Anda pada awalnya mengerjakan file di laptop, lalu beberapa jam kemudian mengaksesnya dari tablet, maka data yang akan muncul di tablet adalah data versi terbaru yang paling terakhir disimpan. Sangat mendukung kolaborasi kerja Photo Credit: mentatdgt (Pexels) Kini Anda tahu bahwa salah satu kelebihan Google Spreadsheet adalah dapat diakses dari mana saja melalui berbagai perangkat. Namun, lebih dari itu, Google Spreadsheet juga bisa diakses oleh beberapa orang sekaligus. Hal ini berkat adanya fitur share yang memungkinkan Anda mengundang orang lain untuk mengakses file Spreadsheet yang sama. Pada waktu bersamaan pula, Anda dan orang tersebut bisa mengedit file secara real-time. Saat seseorang mengedit file Anda, pergerakannya akan terlihat melalui kursor berwarna tertentu. Tidak berhenti sampai situ, di dalam file Spreadsheet Anda juga bisa berkomunikasi dengan orang lain melalui fitur Chat atau memberikan masukan melalui fitur Comments. Dengan adanya fitur-fitur tersebut, kolaborasi kerja pun tetap bisa berlangsung walaupun Anda dan anggota tim sedang berada di tempat berbeda. Fitur Insight yang memudahkan pembuatan summary Photo Credit: Campaign Creators (Unsplash) Melalui Spreadsheet, Google berkomitmen untuk menyediakan kemudahan kepada para penggunanya dalam menyusun, mengolah, dan menganalisis data. Selain berbagai keunggulan yang telah disebutkan sebelumnya, Google Spreadsheet juga mewujudkan hal tersebut melalui fitur Insight. Fitur ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan ringkasan atau overview data yang Anda kerjakan di Spreadsheet. Bentuknya pun bermacam-macam dan disesuaikan dengan kebutuhan Anda, mulai dari chart hingga diagram. Untuk menggunakan fitur ini, Anda hanya perlu menekan tombol Explore yang terdapat pada bagian kanan bawah layar Spreadsheet. Itulah berbagai kelebihan Google Spreadsheet yang dapat memudahkan Anda dalam menyusun dan mengolah data. Agar bisa lebih maksimal dalam memanfaatkan kelebihan-kelebihan tersebut, Anda disarankan untuk berlangganan Google Workspace. Sebagai layanan yang menyediakan aneka aplikasi Google untuk menunjang produktivitas, Google Workspace tidak hanya mencakup Spreadsheet, tapi juga Docs, Slides, Gmail, Meet, bahkan Drive dengan kapasitas penyimpanan mencapai 5 TB. Cari tahu lebih lanjut soal paket berlangganan Google Workspace di sini atau segera hubungi EIKON Technology, reseller resmi produk Google di Indonesia!

Info

Fitur Baru Google Classroom yang Akan Rilis pada 2021

fitur Google Classroom – Sejak setahun belakangan ini, para pelaku pendidikan dituntut cepat beradaptasi dengan kondisi pandemi. Kehadiran Google Classroom ternyata berperan penting dalam hal tersebut. Sepanjang tahun lalu, Google Classroom telah membantu lebih dari 150 juta murid, pengajar, dan pemimpin sekolah di seluruh dunia dalam aktivitas pembelajaran online. Walaupun awalnya bukan dirancang sebagai learning management system (LMS), Google Classroom tetap berkomitmen untuk terus berkembang mengikuti kebutuhan para penggunanya. Itulah kenapa pada 2021 ini, ada banyak fitur baru Google Classroom yang akan diluncurkan. Beberapa di antaranya bisa Anda lihat di bawah ini! Integrasi perangkat EdTech lain dengan Google Classroom Photo Credit: lucas law (Unsplash) Demi menunjang aktivitas belajar dan mengajar online, banyak pengajar, murid, dan pemimpin sekolah yang menggunakan lebih dari satu software penunjang. Bagi Anda yang juga menerapkan hal sama, sebentar lagi Anda bisa segera melakukannya secara lebih mudah melalui fitur baru Google Classroom. Apabila selama ini Anda telah menggunakan layanan Google Workspace for Education Plus atau Teaching and Learning Upgrade, nantinya Anda bisa menambahkan konten atau software EdTech favorit dari marketplace melalui add-ons Classroom.  Tak hanya itu, Anda juga bisa langsung melakukan assign kepada murid secara langsung dari dalam platform Classroom. Semua dapat Anda lakukan tanpa ada tambahan log in. Tentunya hal ini begitu praktis dan menghemat waktu. Lebih mudah memonitor tingkat partisipasi murid Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Selain memberikan materi, tanggung jawab guru juga termasuk memonitor tingkat partisipasi murid. Dari sini, guru pun bisa mengetahui murid mana saja yang memiliki pemahaman baik dan mana yang masih tertinggal. Melalui fitur baru Google Classroom, guru dapat melakukan hal tersebut walaupun aktivitas pembelajaran dilakukan secara online. Fitur Google Classroom ini dinamakan Student Engagement Tracking. Nantinya, guru bisa melihat data statistik tentang bagaimana murid-murid mereka berinteraksi dengan Classroom, misalnya murid mana saja yang rutin mengumpulkan tugas atau memberikan komentar pada postingan tertentu. Akses Google Classroom dalam kondisi offline Photo Credit: stem.T4L (Unsplash) Salah satu kekhawatiran dalam aktivitas pembelajaran online adalah ketersediaan koneksi internet. Tentu akan kurang adil apabila murid jadi tidak bisa belajar hanya karena jaringan internet di tempat tinggalnya tidak stabil. Demi mengatasi hal tersebut, tahun ini Google akan memberikan update pada aplikasi Classroom untuk Android agar bisa digunakan secara offline. Nantinya, melalui fitur Google Classroom ini, murid akan bisa melakukan pekerjaan mereka secara offline. Baik mengerjakan tugas, membuka dokumen di Drive, bahkan hingga menulis tugas di Google Docs, semua bisa mereka lakukan tanpa harus tersambung dengan internet. Peningkatan fitur penilaian murid melalui perangkat mobile Photo Credit: John-Mark Smith (Pexels) Tak hanya memberikan materi dan tugas, guru juga dituntut untuk menilai pekerjaan para murid dan menyampaikan feedback. Saat ini, ada semakin banyak guru yang melakukan hal tersebut melalui perangkat mobile masing-masing sehingga lebih praktis. Demi menunjang kebutuhan tersebut, fitur baru Google Classroom pada aplikasi Android pun ditingkatkan. Melalui upgrade ini, nantinya Anda bisa dengan mudah berpindah dari tugas satu murid ke murid yang lain. Selain itu, Anda bahkan juga bisa memberikan penilaian sambil memeriksa tugas murid dalam satu waktu. Tidak ketinggalan fitur share feedback untuk mempermudah pemberian feedback kepada masing-masing murid. Berbagai fitur baru Google Classroom akan bisa segera Anda gunakan pada 2021 ini. Oleh sebab itu, agar aktivitas pembelajaran online semakin efektif dan interaktif, pastikan Anda menggunakan Google Classroom. Caranya adalah dengan berlangganan Google Workspace for Education, yang tidak hanya menyediakan Google Classroom, tapi juga berbagai aplikasi penunjang pendidikan lain seperti Google Meet untuk sesi kelas online, Google Docs untuk mengerjakan tugas, hingga Google Drive untuk menyimpan rekaman video kelas online. Pastikan Anda berlangganan Google Workspace for Education hanya di reseller resmi produk Google, EIKON Technology. Segera klik di sini untuk mendapatkannya!

Info, Technology

Presentasi Bisnis dengan Fitur Google Slides yang Menarik

Presentasi tidak bisa dilepaskan dari aktivitas bisnis. Entah untuk pitching di hadapan klien, menjabarkan strategi marketing baru kepada anggota tim, atau menjelaskan tentang laporan keuangan kepada stakeholder, presentasi bisnis penting dilakukan demi mencapai tujuan perusahaan. Agar tujuan presentasi bisa tercapai, konten yang disajikan pun harus menarik dan tepat sasaran. Anda membutuhkan perangkat seperti Google Slides untuk menyusun konten presentasi secara optimal. Dibekali berbagai fitur, Google Slides akan membantu Anda menyajikan presentasi bisnis sesuai kebutuhan dan tujuan. Co-editing bersama anggota tim dari tempat masing-masing Photo Credit: Marvin Meyer (Unsplash) Membuat materi presentasi bisnis di Google Slides begitu mudah dilakukan berkat adanya template beraneka tema. Namun, di tengah prosesnya, wajar apabila Anda merasa bingung harus menyertakan materi yang mana saja. Anda pun membutuhkan masukan dari sesama rekan kerja atau atasan. Tak perlu khawatir, Anda dan anggota tim bisa melakukan co-editing bersama melalui Google Slides. Artinya, beberapa orang bisa mengerjakan materi presentasi pada satu file Google Slides yang sama dalam satu waktu. Saat salah satu rekan kerja Anda melakukan editing, akan muncul kursor dalam warna tertentu yang bergerak mengikuti perubahan atau aktivitas editing tersebut. Tidak hanya itu, Google Slides juga telah dibekali dengan fitur chat dan comment. Jadi, dalam file presentasi yang sedang dikerjakan, Anda dan tim dapat saling berkomunikasi melalui teks berbentuk chat. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan komentar pada bagian tertentu dengan mengetikkan alamat email anggota tim. Nantinya, mereka akan menerima notifikasi melalui email. Kontrol pengaturan sharing secara mudah Photo Credit: Ono Kosuki (Pexels) Lalu, bagaimana caranya agar anggota tim bisa melakukan co-editing bersama Anda pada satu file Google Slides yang sama? Apakah lantas semua orang bisa mengakses file presentasi bisnis tersebut? Tenang saja, kontrol akses terhadap file tersebut sepenuhnya berada di tangan Anda. Sebagai pemilik file, Anda bisa menentukan siapa saja yang dapat mengakses file presentasi melalui fitur Share. Tak hanya itu, bahkan Anda juga bisa mengontrol jenis aksesnya. Misalnya, anggota X dapat mengedit file, sedangkan anggota Y hanya bisa mengecek (view). File presentasi dapat diakses dari perangkat apa pun Photo Credit: Canva Studio (Pexels) Kemudahan akses materi presentasi bisnis di Google Slides tidak hanya hadir melalui fitur Share, tapi juga penggunaan pada perangkat. Anda dapat membuka, mengedit, dan bahkan mempresentasikan file Google Slides buatan Anda melalui perangkat desktop, tablet, maupun smartphone. Alhasil, Anda pun bisa tetap mempelajari materi presentasi hingga menit-menit terakhir secara praktis. Kabar baiknya lagi, file presentasi di Google Slides juga dapat di-convert atau diubah menjadi file berformat PowerPoint. Begitu juga sebaliknya, Anda bisa mengubah file PowerPoint dalam bentuk Google Slides melalui aplikasi atau extension Chrome. Cek riwayat revisi file dengan mudah Photo Credit: Canva Studio (Pexels) Dalam mengerjakan suatu dokumen, salah satu kekhawatiran yang kerap muncul adalah perangkat tiba-tiba mati dan progress kerja tidak tersimpan. Alhasil, Anda pun terpaksa harus mengulangnya dari awal. Kabar baiknya, hal seperti itu bisa Anda hindari jika menggunakan Google Slides untuk mengerjakan materi presentasi bisnis. Selama perangkat terhubung dengan koneksi internet yang stabil, Google Slides akan secara otomatis menyimpan progress kerja Anda. Penyimpanan tersebut dilakukan pada akun Google Drive Anda. Menariknya lagi, Google Slides tidak menghapus riwayat revisi file presentasi Anda. Artinya, Anda dan tim masih bisa mengakses berbagai versi lama dari file tersebut. Riwayat revisi ini telah disusun berdasarkan tanggal dan pengguna yang melakukan editing atau perubahan. Optimalkan konten presentasi bisnis Anda dengan menyusunnya menggunakan Google Slides. Agar bisa mengakses seluruh fitur Google Slides secara lebih leluasa, saatnya berlangganan Google Workspace premium melalui EIKON Technology. Tak hanya Google Slides, Google Workspace juga menyediakan berbagai produk Google lain untuk menunjang bisnis Anda, mulai dari Docs, Sheets, Drive, Calendar, Meet, hingga Gmail. Tersedia dalam tiga paket langganan, Anda bisa memilih yang paling sesuai kebutuhan. Tim EIKON Technology akan membantu Anda dalam menentukan pilihan. Segera daftar Google Workspace sekarang juga melalui EIKON Technology, reseller resmi produk Google di Indonesia!

Chromebook, Info

Bagaimana Chromebook Dapat Membantu Meningkatkan Bisnis?

Bagaimana Chromebook Dapat Membantu Meningkatkan Bisnis – Di dunia bisnis, laptop digunakan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan. Sebut saja menyusun laporan keuangan, menyiapkan deck untuk presentasi dengan calon klien, hingga membuat strategi marketing baru. Mengingat fungsinya yang begitu krusial, sudah seharusnya Anda dan tim di kantor menggunakan laptop yang mampu membantu meningkatkan bisnis. Google Chromebook adalah solusinya. Walau mungkin selama ini lebih dikenal sebagai perangkat untuk pendidikan, Chromebook sebetulnya juga dapat digunakan pada bidang bisnis. Berbasis sistem operasi Chrome Enterprise, Chromebook akan mempermudah pekerjaan bisnis Anda melalui ragam fitur terbaik. Apa saja keunggulan yang bisa Anda rasakan dengan menggunakan laptop Chromebook untuk bisnis? Simak uraiannya berikut ini! Peningkatan produktivitas di berbagai aspek Photo Credit: Anete Lusina (Unsplash) Chromebook untuk keperluan bisnis telah dibekali dengan sistem operasi Chrome Enterprise yang performanya begitu powerful. Alhasil, dengan menggunakan Chromebook, produktivitas kerja Anda dan tim pun bisa meningkat, bahkan di banyak aspek sekaligus. Proses booting Chromebook hanya membutuhkan waktu 6 detik, sehingga tak perlu lagi menunggu lama hingga laptop bisa dipakai bekerja. Selama bekerja, Anda tak akan terganggu dengan pesan notifikasi update karena proses update pada Chromebook berlangsung di background. Tak perlu lagi melakukan image updates secara manual karena sistem operasi pada Chromebook akan update otomatis. Bersifat scalable, sehingga pemakaiannya bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Berbasis cloud, cocok untuk tim yang tersebar di banyak tempat Photo Credit: Brooke Cagle (Unsplash) Bagi Anda yang memiliki tim dengan anggota tersebar di berbagai tempat, Chromebook akan sangat memudahkan pekerjaan Anda. Berbasis cloud, berbagai dokumen dan fitur Chromebook pun bisa Anda akses dari mana pun dan kapan pun. Terlebih jika Anda mengintegrasikan Chromebook dengan Google Workspace, kolaborasi kerja pun jadi semakin mudah dilakukan. Anda dan tim bisa share Google Calendar untuk mengetahui siapa saja yang bisa menghadiri meeting tim pada jam tertentu atau anggota mana yang sedang bekerja di luar. Tidak hanya itu, tentunya Anda juga bisa bekerja menggunakan Google Docs, Sheets, atau Slides dengan banyak orang sekaligus dalam satu dokumen secara efisien. Sedangkan untuk kebutuhan penyimpanan dan sharing dokumen, tersedia Google Drive yang begitu mudah diakses. Memberikan proteksi dari ransomware Photo Credit: Andrew Neel (Unsplash) Google memahami bahwa peningkatan bisnis tidak bisa hanya melalui kecanggihan fitur-fitur Chromebook. Keamanan pengguna juga tak kalah penting untuk diperhatikan. Itulah kenapa Google membekali Chromebook dengan sistem proteksi dari malware dan ancaman lain seperti phishing atau jebakan software mencurigakan lain. Dengan adanya sistem keamanan optimal, Anda dan tim pun dapat bekerja secara lebih lancar. Privasi dan kerahasiaan data yang tersimpan dalam Chromebook juga akan terjaga. Berikut ini beberapa solusi yang diterapkan Google pada Chromebook: Chrome OS menggunakan ClusterFuzz untuk menemukan potensi kerentanan keamanan secara cepat agar tidak sampai berdampak pada pengguna. Anda dan tim pun bisa fokus bekerja tanpa khawatir akan kebocoran atau serangan eksternal. Update dilakukan secara otomatis pada background sehingga sistem keamanan selalu up-to-date tanpa mengganggu workflow Anda dan tim. Lalu, karena Chromebook berbasis cloud, data Anda akan tetap tersimpan aman selama update berlangsung. Fitur Chromebook bernama Google Security Module memastikan bahwa seluruh data yang tersimpan di perangkat Chromebook selalu terenkripsi secara default. Melalui konsol Google Admin, Anda bisa melakukan blacklist terhadap situs-situs tertentu untuk mencegah anggota tim mengakses situs-situs berbahaya. Bantu menghemat bujet perusahaan Photo Credit: Brooke Cagle (Unsplash) Dengan menggunakan fitur Chrome Enterprise pada Google Chromebook, Anda bisa menghemat pengeluaran bisnis secara signifikan. Anda tak perlu lagi membayar license untuk software antivirus, enkripsi, OS patches, update sistem, dan backup karena semua telah tertanam pada Chrome Enterprise. Bahkan menurut riset yang dilakukan Forrester pada 2018, organisasi yang menggunakan license hardware dan software Chrome mampu menghemat pengeluaran hingga 1,5 juta Dolar. Pihak perusahaan bahkan mengaku bahwa harga Chromebook relatif lebih rendah jika dibandingkan perangkat bawaan dari perusahaan mereka. Artinya, Anda pun bisa mengalokasikan dana tersebut untuk kebutuhan lain yang lebih penting, misalnya marketing campaign atau sales. Perangkat Google Chromebook dapat menjadi paket lengkap bagi Anda dalam meningkatkan bisnis. Tak hanya dibekali dengan ragam fitur Chromebook yang sesuai kebutuhan, harga Chromebook pun relatif terjangkau. Buktikan sendiri kehebatan Chromebook dengan membeli perangkatnya melalui EIKON Technology, reseller resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia. Bahkan tak hanya Chromebook, EIKON Technology juga menyediakan beragam produk hardware dan software lain produksi Google. Sebut saja Chromebox dan Google Workspace. Klik di sini untuk mendapatkan Google Chromebook sekarang juga!

Info

Kolaborasi secara Real-time dengan Google for Education

Kolaborasi secara Real-time dengan Google for Education – Pandemi COVID-19 menuntut banyak perubahan di berbagai sektor kehidupan, tak terkecuali pendidikan. Dari yang semula melakukan kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka langsung di sekolah, kini aktivitas tersebut harus beralih ke ranah online demi mencegah penyebaran virus COVID-19. Alhasil, para guru dan murid pun harus bergantung pada teknologi untuk melangsungkan aktivitas belajar dan mengajar secara online.  Beruntung saat ini sudah ada Google for Education yang dapat membantu mempermudah proses belajar dan mengajar tersebut. Berbasis cloud, layanan teknologi satu ini disediakan Google untuk menunjang kolaborasi secara real-time antara guru dan murid, antar guru, dan antar murid. Tentunya melalui berbagai fitur terkini yang telah disematkan dalam Google for Education. Ragam fitur untuk dukung kolaborasi secara real-time Photo Credit: Julia M Cameron (Pexels) Walaupun guru dan para murid sedang tidak berada dalam satu tempat yang sama, kolaborasi belajar dan mengajar tetap bisa dilakukan secara real-time berkat beragam fitur dalam Google for Education. Apa saja fitur-fitur unggulan tersebut? Berikut beberapa di antaranya: Google Classroom – platform yang dikembangkan Google untuk membantu guru atau pengajar dalam mengadakan kelas online, memberikan tugas kepada murid, membina komunikasi, hingga mengirimkan feedback. Google Assignments – aplikasi pengelolaan tugas yang memudahkan pengajar dalam memberikan tugas, pengumpulan tugas dari murid, hingga penilaian tugas. Google Meet – aplikasi video conference untuk menunjang komunikasi dan kolaborasi di komunitas sekolah, mulai dari kelas online, konferensi antara guru dan wali murid, seminar sekolah, dan lain sebagainya. Terintegrasi dalam satu tempat Photo Credit: Anete Lusina (Unsplash) Google memang menyediakan banyak fitur untuk membantu pengajar dan murid melakukan kolaborasi belajar dan mengajar secara real-time. Namun, Anda tak perlu khawatir kesulitan mengakses fitur-fitur tersebut. Semua fitur telah terintegrasi dalam satu tempat, yakni Google Workspace for Education. Produk tersebut bahkan juga sudah mencakup penyimpanan berbasis cloud unggulan milik Google yang bernama Google Drive. Dengan menggunakan Google Drive, pengajar bisa menyimpan tugas-tugas dari murid atau dokumen penting lain secara online dan tentunya aman. Terlebih, kapasitasnya pun unlimited sehingga pengajar dapat menyimpan dokumen sebanyak apa pun. Tak hanya untuk murid sekolah, tapi juga mahasiswa Photo Credit: Avel Chuklanov (Unsplash) Google for Education tak hanya bisa digunakan untuk pengajar dan murid yang masih duduk di bangku sekolah, tapi juga jenjang kuliah. Bahkan sudah banyak universitas ternama di dunia yang memanfaatkan Google for Education untuk memaksimalkan kolaborasi. Salah satunya adalah Manhattan College yang menggunakan Google Cloud untuk menyimpan dan mengelola berbagai data secara simpel dan praktis. Alhasil, mereka pun mampu meningkatkan layanan teknologi dan informasi kepada para pengajar dan mahasiswa. Berbeda halnya dengan University of South Carolina yang menggunakan Google Cloud untuk menyederhanakan proses pengelolaan data keperluan riset. Dari yang semula membutuhkan waktu tiga bulan, pemanfaatan Google Cloud berhasil memotongnya hingga enam belas jam saja. Hal ini pun membantu tim mereka dalam mempercepat workflow riset penelitian. Dilengkapi berbagai resource untuk mengajar Photo Credit: Beci Harmony (Unsplash) Selain fitur-fitur unggulan, Google for Education juga dilengkapi dengan aneka resource di berbagai bidang untuk membantu pengajar dan murid dalam meningkatkan inspirasi, kreativitas, dan tentunya kolaborasi. Inilah beberapa resource tersebut: Tilt Brush – perangkat atau tool untuk membuat artwork 3D. Read Along – aplikasi untuk membantu anak-anak usia sekolah awal dalam belajar membaca. Google Tour Creator – online platform yang memungkinkan Anda membuat tur 360 derajat dari lokasi Anda. Google Scholar – mesin pencari online khusus untuk kebutuhan akademis, mulai dari artikel, buku, abstrak, hingga jurnal. Science Journal – aplikasi untuk membantu murid dalam melakukan berbagai eksperimen science. Kolaborasi secara real-time dan efektif merupakan salah satu kunci penting keberhasilan aktivitas belajar dan mengajar. Walau saat ini belum bisa bertatap muka langsung, hal tersebut tetap dapat dilakukan para pengajar dan murid dengan menggunakan Google for Education. Anda bisa mendapatkan perangkat Google for Education secara mudah dengan menghubungi EIKON Technology, reseller resmi G Suite yang tepercaya di Indonesia. Bahkan EIKON Technology juga melayani pembelian perangkat tambahan penunjang Google for Education seperti Bettercloud, Backupify, dan Google Vault. Dapatkan Google for Education sekarang juga melalui EIKON Technology!

Info

Melindungi Data Institusi dengan Sistem Keamanan Gmail dan Google Drive

Melindungi Data Institusi dengan Sistem Keamanan Gmail dan Google Drive – Berbagai institusi pendidikan telah menggunakan Google Workspace for Education untuk menunjang aktivitas belajar dan mengajar secara online. Dari sekian banyak aplikasi yang tersedia dalam Google Workspace for Education, Gmail dan Google Drive menjadi yang sering digunakan. Melalui Gmail, pengajar dan murid bisa saling berkomunikasi dan mengirimkan email. Sementara itu, Google Drive digunakan untuk menyimpan berbagai data institusi. Mengingat fungsi Gmail dan Google Drive yang begitu krusial, wajar apabila Anda mempertanyakan keamanan datanya. Namun, Anda tak perlu khawatir karena Google berkomitmen melindungi data para penggunanya secara optimal. Tentunya melalui berbagai teknologi dan infrastruktur yang disematkan pada Gmail dan Google Drive, khususnya untuk keperluan Google Workspace for Education. Berbasis cloud dan menerapkan teknologi enkripsi Photo Credit: Jay Wennington (Unsplash) Gmail dan Google Drive menerapkan sistem berbasis cloud yang memungkinkan para pengguna untuk mengakses kedua aplikasi tersebut dari mana saja dan kapan saja. Di satu sisi, hal ini menawarkan suatu kepraktisan. Namun, di sisi lain, beberapa dari Anda mungkin khawatir tentang keamanan data di dalamnya. Sistem cloud memang memudahkan Anda mengakses data yang tersimpan pada Gmail dan Google Drive. Namun, bukan berarti semua orang bisa melakukannya begitu saja. Google telah mengaplikasikan berbagai sistem keamanan untuk melindungi data Anda. Dalam setiap produk dan layanannya, Google selalu menerapkan enkripsi HTTPS. Protokol satu ini telah aktif secara otomatis untuk seluruh pengguna. Dengan adanya enkripsi tersebut, hanya pemilik data yang bisa mengakses dan membaca data mereka. Hal tersebut tidak hanya berlaku pada penyimpanan data di Google Drive, tapi juga akses email di Gmail. Dengan kata lain, sangat aman bagi Anda untuk mengakses data di Gmail dan Google Drive melalui koneksi internet. Google tidak berhak atas data yang disimpan institusi Photo Credit: Solen Feyissa (Unsplash) Lalu, bagaimana dengan Google sendiri? Apakah data-data yang Anda simpan dalam produk mereka akan bisa diakses oleh Google? Tentu saja tidak. Sebagai pemilik data, Anda memiliki kontrol penuh atas data yang diunggah atau disimpan di Gmail dan Google Drive. Apa pun jenis data yang Anda letakkan dalam sistem Google, baik itu berupa informasi personal, tugas sekolah, maupun kekayaan intelektual, Google tidak berhak mengaksesnya. Agar bisa mengontrol data-data tersebut, Anda sebagai pemilik data dibekali dengan perangkat dari Google untuk menghapus atau memindahkan data. Bahkan jika seandainya suatu hari Anda memutuskan berhenti menyimpan data di Gmail atau Google Drive, Google tidak akan menghalangi Anda dan tetap melindungi data Anda. Fitur Data Loss Prevention untuk mencegah data hilang Photo Credit: Campaign Creators (Unsplash) Demi bisa melindungi data pengguna secara optimal, Google juga menyertakan fitur Data Loss Prevention (DLP) dalam sistem keamanan mereka. DLP memungkinkan Anda mengatur konten atau data mana saja di dalam Google Drive yang bersifat sensitif dan tidak bisa dibagikan ke orang di luar organisasi. Setelah itu, DLP akan melakukan pemindaian terhadap konten di dalam Google Drive untuk mencari adanya pelanggaran. Jika memang ditemukan pelanggaran, DLP akan segera mengambil tindakan atau memberi “hukuman” sesuai yang telah Anda tentukan sebelumnya.  Tidak hanya itu, DLP juga akan memberikan peringatan kepada Anda sebagai pemilik data di Google Drive. Dengan adanya DLP ini, kasus kebocoran data pun dapat diminimalisir. Google selalu memberikan update terhadap sistem keamanan produk-produk mereka, tidak terkecuali Gmail dan Google Drive yang digunakan untuk keperluan Google Workspace for Education. Adanya sistem keamanan canggih memungkinkan Google untuk melindungi data Anda secara optimal. Jadi, mulai sekarang tak perlu khawatir menggunakan Google Workspace for Education untuk menunjang aktivitas belajar dan mengajar secara online. Buktikan sendiri dengan mendaftar Google Workspace for Education melalui EIKON Technology, reseller resmi G Suite di Indonesia. Dapatkan segera di sini!

Chromebook, Info

Solusi Baru dari Chromebook untuk Akselerasi Chrome OS

Solusi Baru dari Chromebook untuk Akselerasi Chrome OS – Akibat pandemi COVID-19, banyak perusahaan menerapkan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Agar produktivitas dan kolaborasi kerja tetap berjalan lancar, penggunaan teknologi pun dioptimalkan. Di sinilah sistem cloud computing seperti Chrome OS dapat sangat membantu Anda dan tim. Chrome OS adalah sistem operasi berbasis Gentoo Linux yang khusus dirancang Google untuk perangkat Chromebook.  Karena berbasis cloud, Chrome OS memungkinkan Anda untuk mengakses berbagai aplikasi bisnis dari mana saja dan kapan saja menggunakan Chromebook Anda. Lalu, bagaimana jika Anda tidak menggunakan Chromebook? Tenang saja, Google telah menghadirkan solusi baru pada Chromebook untuk memudahkan pengguna bermigrasi dari perangkat lain ke Chrome OS yang berbasis cloud. Solusi pada Chromebook ini memang dirancang Google untuk akselerasi performa Chrome OS. Parallel Desktop untuk Chromebook Banyak dari Anda dan tim yang kemungkinan menggunakan perangkat Windows untuk bekerja. Karena selama ini lebih familiar dengan berbagai aplikasi Windows seperti Microsoft Office, wajar apabila Anda merasa kagok saat beralih ke Chromebook dengan Chrome OS-nya. Memahami hal tersebut, Google telah menyediakan sebuah solusi bernama Parallel Desktop pada perangkat Chromebook Enterprise. Parallel Desktop mengintegrasikan desktop Chrome OS dan Windows. Anda bisa dengan mudah berpindah atau melakukan switch antara Chrome OS dan Windows tanpa perlu melakukan reboot. Artinya, Parallel Desktop memungkinkan Anda untuk menjalankan berbagai aplikasi Windows seperti Microsoft Word, Excel, dan Power Point. Bahkan Anda pun dapat menggunakan aplikasi Windows tersebut untuk membuka file pada Chrome OS. Menariknya lagi, Anda tak harus selalu terhubung dengan internet untuk bisa menggunakan Parallel Desktop ini. Seluruh aplikasi dan files dapat Anda akses secara online maupun offline. Soal keamanan, Anda juga tak perlu khawatir karena Chrome OS pada Chromebook telah dibekali dengan multilevel encryption, Google Play Protect and Google Safe Browsing, sandbox apps, hingga remote deactivation yang mampu memberikan perlindungan berlapis pada para pengguna. Update Chrome OS setiap enam minggu sekali Akselerasi Chrome OS melalui Chromebook juga diberikan melalui adanya update setiap enam minggu sekali. Selain untuk meningkatkan performa Chrome OS pada Chromebook, update ini juga biasanya dibarengi dengan perilisan fitur-fitur terbaru untuk menunjang produktivitas kerja Anda dan tim perusahaan. Ini dia sejumlah fitur inovatif yang dirilis bersamaan dengan update Chrome OS dalam beberapa edisi terakhir: Performa lebih cepat pada Chrome Browser Google Chrome, web browser utama yang digunakan pada Chromebook, mendapatkan update yang membuatnya mampu me-load tampilan tab hingga 10% lebih cepat. Namun, tak hanya itu, update terbaru pada Chrome Browser juga mencakup fitur manajemen tab yang lebih baik sehingga dapat mendukung produktivitas Anda. Melalui update ini, kini Anda bisa mengarahkan kursor ke tab untuk melihat preview hingga mengelompokkan beberapa tab berdasarkan topik tertentu. Virtual Desk untuk mengorganisasi Workspace Dalam satu waktu, biasanya Anda dituntut untuk mengerjakan beberapa proyek sekaligus. Beberapa dari Anda mungkin juga harus juggling mengerjakan proyek kantor dan personal secara bersamaan. Untuk memudahkan Anda dalam melakukan hal tersebut, Chrome OS telah menyediakan fitur Workspace yang memungkinkan Anda membuat beberapa desks untuk masing-masing proyek. Anda bisa dengan mudah berpindah antar desk untuk mengerjakan proyek yang ingin Anda fokuskan. Lebih mudah multitasking dengan Split Screen Terkadang ada beberapa pekerjaan yang mengharuskan Anda untuk melihat dua windows sekaligus. Hal ini bisa Anda lakukan secara mudah dengan adanya fitur Split Screen pada update Chrome OS di Chromebook. Anda bahkan dapat mengatur dua windows untuk ditampilkan secara berdampingan. Dengan begitu, Anda pun bisa lebih mudah melakukan multitasking sehingga pekerjaan akan lebih cepat selesai. Dengan berbagai solusi baru dari Chromebook, performa Chrome OS pun mengalami akselerasi secara optimal. Tentunya hal ini dapat menunjang produktivitas Anda selama bekerja menggunakan Chromebook dan Chrome OS. Buktikan sendiri kehebatan Chromebook dengan akselerasi Chrome OS melalui pembelian perangkat di EIKON Technology. Tersedia dua tipe perangkat Chromebook yang bisa Anda pilih; Chromebook CB3 dengan layar 11 inci dan Chromebook CB5 dengan layar 13,3 inci. Tentunya masing-masing Chromebook telah dibekali dengan Chrome OS yang powerful. Cari tahu lebih lengkap di sini dan atau kunjungi website EIKON Technology di eikontechnology.com!

Serangan Hafnium
Info

Microsoft Tingkatkan Keamanan dari Serangan Kelompok Peretas Asal Cina (Hafnium)

Microsoft mendeteksi adanya serangan siber dari kelompok peretas asal Cina, HAFNIUM. Peretasan tersebut menjebol sistem perusahaan dengan memanfaatkan kerentanan yang baru saja ditemukan dalam perangkat lunak server email Microsoft. Tujuannya adalah mengambil data dengan membobol akses ke Microsoft Exchange Server. Namun, pelanggan tidak perlu panik dan khawatir. Microsoft telah merilis update untuk meningkatkan keamanan terhadap serangan HAFNIUM tersebut. HAFNIUM, kelompok peretas asal Cina HAFNIUM adalah kelompok peretas asal Cina yang kerap menarget entitas-entitas di Amerika Serikat, dengan tujuan mencuri data atau informasi dari banyak sektor industri. Beberapa di antaranya seperti institusi pendidikan, firma hukum, lembaga swadaya masyarakat (NGO), hingga badan penelitian untuk penyakit menular. Itulah kenapa walaupun berbasis di Cina, HAFNIUM justru beroperasi melalui server private virtual (virtual private servers – VPS) yang disewa di Amerika Serikat. Sebelumnya, HAFNIUM juga pernah melakukan peretasan dengan memanfaatkan kerentanan pada server yang terhubung ke internet. Namun, pada aksi tersebut, mereka hanya mampu mengetahui rincian server Microsoft Exchange Server dan akun-akun yang ingin mereka bobol. Sedangkan pada serangan terbaru ini, HAFNIUM meretas melalui empat titik kerentanan, yaitu CVE-2021-26855, CVE-2021-26857, CVE-2021-26858, dan CVE-2021-27065. Mereka melakukannya dalam tiga langkah. Pertama, HAFNIUM membobol akses ke Microsoft Exchange Server, baik dengan mencuri password atau memanfaatkan titik kerentanan untuk menyamar jadi orang lain. Kedua, mereka akan membuat sebuah web shell untuk mengontrol server dari jauh. Ketiga, dengan menggunakan akses jarak jauh, tepatnya menggunakan server private yang berbasis di Amerika Serikat, mereka pun mencuri data dari jaringan suatu organisasi. Microsoft Rilis Pembaruan Keamanan Untuk Melindungi Pengguna dari Serangan Hafnium Perlindungan terhadap pengguna merupakan prioritas utama Microsoft. Per Selasa (2/3/2021) lalu, Microsoft telah merilis beberapa pembaruan keamanan pada Microsoft Exchange Server untuk mengatasi kerentanan yang menjadi target serangan peretasan. Mengingat sifatnya yang sangat krusial, pengguna dianjurkan untuk segera melakukan update pada sistem yang terdampak. Dengan begitu, pengguna dapat terlindungi dari serangan peretasan serupa. Setidaknya ada empat versi Microsoft Exchange Server yang terkena dampak dari serangan peretasan HAFNIUM, yaitu Microsoft Exchange Server 2010, Microsoft Exchange Server 2013, Microsoft Exchange 2016, dan Microsoft Exchange Server 2019. Sedangkan Microsoft Exchange Online tidak ikut terdampak oleh serangan peretasan tersebut. Berikut detail teknis pembaruan yang dirilis oleh Microsoft: Microsoft Exchange Server 2010 – KB5000978 Microsoft Exchange Server 2013 – KB5000871 Microsoft Exchange Server 2016 – KB5000871 Microsoft Exchange Server 2019 – KB5000871 Langkah apa yang harus pengguna lakukan? Pengguna harus segera melakukan update atau pembaruan keamanan pada Microsoft Exchange Server yang digunakan. Namun, sebelum itu, ada beberapa hal yang penting untuk dilakukan terlebih dulu. Pengguna perlu memastikan bahwa Cumulative Update (CU) yang terpasang sudah merupakan rilisan terbaru. Berikut ini daftar CU terbaru yang dapat melakukan update keamanan pada Microsoft Exchange Server: Microsoft Exchange Server 2010 (RU 31 untuk Service Pack 3) Microsoft Exchange Server 2013 (CU 23) Microsoft Exchange Server 2016 (CU 19, CU 18) Microsoft Exchange Server 2019 (CU 8, CU 7) Di samping itu, pengguna juga disarankan untuk mengecek apakah serangan peretasan HAFNIUM juga berdampak ke bagian-bagian lain. Caranya, lakukan scan atau pemindaian logs pada Microsoft Exchange Server untuk mencari adanya indicators of compromise (IOC). Setelah itu, cek pula host pada IOC. Panduan selengkapnya dapat Anda pelajari di sini. Peretasan yang dilakukan HAFNIUM mampu menyerang Microsoft Exchange Server dengan memanfaatkan kerentanan pada sistem. Demi melindungi pengguna dari serangan tersebut, Microsoft telah merilis pembaruan keamanan terbaru. Segera lakukan update untuk “menambal” kerentanan tersebut sehingga Anda bisa menggunakan Microsoft Exchange Server dengan aman. Sebagai solusi alternatif agar terhindar dari masalah serupa pada kemudian hari, sudah saatnya Anda beralih menggunakan layanan cloud seperti Microsoft 365 dan Google Workspace untuk menjalankan berbagai aktivitas bisnis. Mulai dari menggunakan ragam produk Microsoft Office, video call dengan Skype, hingga penyimpanan berkapasitas besar, semua dapat Anda lakukan secara aman di Microsoft 365. Dapatkan Microsoft 365 sekarang juga di sini! Sedangkan bagi yang lebih memilih platform cloud berbasis Google, Anda bisa menggunakan Google Workspace. Dilengkapi berbagai fitur penunjang seperti mail, drive, document office, hingga video conference, Google Workspace akan membantu meningkatkan produktivitas bisnis Anda. Google Workspace merupakan salah satu produk dari yang dapat memberikan berbagai manfaat untuk keamanan dan produktivitas bisnis. Anda dapat mempelajari Google Workspace secara lengkap https://workspace.eikontechnology.com/ . Anda juga dapat langsung mendaftar Google Workspace di https://workspace.eikontechnology.com/pricing/ .

Scroll to Top