EIKON Technology

Info

Info

Google Umumkan Fitur Baru dalam Event Google I/O

Setelah sempat absen tahun lalu akibat pandemi COVID-19, event Google I/O kembali digelar tahun ini pada 18-20 Mei 2021. Di ajang tahunan bergengsi ini, ada begitu banyak informasi menarik seputar inovasi produk Google yang diperkenalkan. Selain itu Google juga mengumumkan fitur baru dalam event Google I/O. Apa saja inovasi-inovasi tersebut? Berikut beberapa di antaranya yang paling mencuri perhatian! Peningkatan visual pada OS Android 12 Photo Credit: Tangkapan layar video event Google I/O 2021 Android 12 menjadi salah satu sorotan dalam event Google yang ditujukan untuk para developer tersebut. Sistem operasi teranyar Android ini mendapat peningkatan desain visual melalui fitur baru bernama Material You. Fitur ini hadir dengan banyak penyesuaian warna, memungkinkan OS mobile untuk mengubah sistem warna agar lebih cocok dengan wallpaper Anda. Tak hanya dari segi visual, Android 12 juga menawarkan sejumlah peningkatan fitur privasi, termasuk dashboard privasi baru. Saat ini, sistem operasi Android 12 baru tersedia dalam versi Publik Beta untuk perangkat Google Pixel. Namun, ke depannya Google akan secara resmi merilis Android 12 versi final untuk pengguna perangkat Android lainnya.   Fitur Smart Canvas pada Google Workspace Photo Credit: Tangkapan layar video event Google I/O 2021 Pada event Google I/O 2021, diperkenalkan pula sejumlah fitur baru pada Google Workspace. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Smart Canvas, sebuah program yang akan memudahkan Anda dalam pemakaian antar aplikasi seperti Docs, Slides, dan Sheets. Smart Canvas menghadirkan fitur “smart chips” yang memungkinkan Anda untuk mencantumkan tautan menuju aplikasi Workspace lain. Tak hanya itu, bahkan nantinya Anda juga bisa melakukan panggilan video Google Meet secara langsung dari dalam aplikasi Docs, Slides, atau Slides. Penggabungan antara Wear OS dan Tizen Photo Credit: Tangkapan layar video event Google I/O 2021 Perangkat smartwatch juga mengalami peningkatan dengan adanya penggabungan Wear OS dan Tizen. Bagi yang belum tahu, Wear OS merupakan sistem operasi smartwatch dari Google, sedangkan Tizen buatan Samsung. Selama ini, Google memang berkolaborasi dengan sejumlah produsen luar untuk memproduksi smartwatch, salah satunya Samsung. Dengan adanya penggabungan antara Wear OS dan Tizen, performa smartwatch Google akan memiliki kualitas performa yang lebih baik dan cepat, tentunya dengan daya tahan baterai yang lebih lama pula. Penambahan sejumlah fitur baru pada Google Photos Photo Credit: Tangkapan layar video event Google I/O 2021 Melalui event Google I/O 2021, Google juga menyampaikan sejumlah fitur baru yang disematkan pada Google Photos. Salah satunya adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk membuat gambar bergerak dari dua file foto. Nantinya, hasil akhirnya akan menyerupai sebuah animasi yang membuat tampilan foto Anda jadi semakin menarik untuk dilihat. Sementara itu, fitur lainnya berhubungan dengan faktor privasi. Melalui fitur baru satu ini, Anda bisa menyimpan foto-foto dalam sebuah space dengan dilengkapi password. Karena disimpan dengan password, maka foto-foto tersebut tidak akan muncul saat Anda scrolling di dalam aplikasi Google Photos.  Fitur penyimpanan terproteksi tersebut akan hadir lebih dulu pada perangkat Google Pixel. Tenang saja, nantinya secara bertahap Google juga akan melakukan update tersebut pada lebih banyak perangkat Android dalam tahun ini. Pengenalan Google Project Starline Photo Credit: Tangkapan layar video event Google I/O 2021 Selama ini, kebanyakan dari kita mengandalkan panggilan video untuk melepas rindu dengan orang-orang tersayang yang berada jauh dari kita. Memahami kebutuhan tersebut, Google memperkenalkan proyek baru bernama Starline pada event Google I/O lalu. Project Starline mampu menampilkan model 3D dari lawan bicara dalam video. Demi mewujudkan project ini, Google menggunakan teknologi 3D imaging berupa kamera beresolusi tinggi dan sensor kedalaman (depth sensor). Berkat kehadiran Starline, panggilan video pun akan terasa seperti pertemuan tatap muka langsung dengan lawan bicara.    

Info

Google Kembali Selenggarakan Event Google I/O

  Google I/O merupakan ajang tahunan untuk para developer yang diadakan oleh Google di Mountain View, California. Pertama kali diselenggarakan pada 2008 silam, sayangnya tahun lalu Google I/O sempat absen akibat pandemi COVID-19.  Namun, pada 2021 ini, Google I/O akhirnya kembali hadir untuk mengumumkan berbagai inovasi baru pada produk-produk unggulan Google. Event Google I/O 2021 ini diadakan selama tiga hari pada 18-20 Mei. Seperti apa penyelenggaraannya? Simak ulasannya berikut ini. Google I/O diadakan secara virtual Photo Credit: Tangkapan layar video event Google I/O Penyelenggaraan Google I/O 2021 agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Apabila biasanya Google I/O kerap mengundang para developer untuk menonton mereka secara langsung, tahun ini bangku penonton di venue justru cenderung kosong. Ini karena Google I/O 2021 sepenuhnya bersifat virtual. Jadi, baik developer dan penonton lain hanya bisa menyaksikan secara online. Untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut, Google telah menyiapkan platform khusus. Seluruh rangkaian acara Google I/O 2021 ditayangkan secara live di https://events.google.com/io. Tenang saja, bagi yang tidak sempat mengikuti acara pada 18-20 Mei lalu, Anda masih bisa menontonnya secara on-demand di platform yang sama. Secara umum, event Google I/O 2021 dibagi menjadi dua program utama, yaitu Keynotes dan Technical Sessions. Sesi Keynotes fokus pada berita perusahaan dan produk Google, sedangkan Technical Sessions fokus pada pengumuman produk dan cara mengadopsi fitur-fitur baru. Bersifat interaktif, tetap bisa tanya-jawab Photo Credit: Tangkapan layar halaman web event Google I/O Walaupun diadakan secara virtual, bukan berarti Google I/O 2021 hanya bersifat satu arah. Sebaliknya, Google I/O 2021 justru dirancang seinteraktif mungkin sehingga para developer sebagai sasaran utama event ini bisa tetap berkomunikasi dengan para pakar Google. Komitmen tersebut dibuktikan dengan adanya sesi Workshop dan Ask Me Anything (AMA). Pada sesi Workshop, developer dapat mengikuti demo codelab yang dipandu seorang instruktur. Sementara itu, AMA adalah sesi yang memungkinkan developer atau peserta event untuk mengajukan berbagai pertanyaan kepada para pakar Google. Selain kedua sesi tersebut, event Google I/O 2021 juga menghadirkan program bernama Learning Lab. Di sini, developer bisa menemukan beragam workshop, demo, tutorial, dan resources lain seputar teknologi Google. Developer tinggal pilih topik yang ingin mereka pelajari. Sampaikan banyak pengumuman menarik Photo Credit: Tangkapan layar video event Google I/O Tujuan utama diadakannya event Google I/O adalah untuk menyampaikan pengumuman terkait inovasi teknologi dan produk unggulan Google. Pada Google I/O tahun ini, hal tersebut tentunya tak luput dari penyelenggaraan acara. Salah satu informasi yang cukup menarik perhatian adalah terkait Android 12. Pada sistem operasi teranyar ini, terdapat peningkatan signifikan pada aspek visual. Saat ini, Android 12 memang belum diluncurkan secara resmi untuk umum. Namun, jika memang tertarik mencoba menggunakannya, Anda bisa mengunduh Android 12 versi Public Beta yang telah disediakan oleh Google. Platform Smart Canvas juga mengalami pengembangan cukup besar. Terdapat peningkatan pada aspek fleksibilitas yang memudahkan Anda dalam bekerja menggunakan aplikasi Google seperti Docs dan Sheets. Bahkan kini Anda bisa melakukan panggilan video Google Meet langsung dari Docs sehingga orang lain dapat melihat progress pekerjaan Anda secara live. Selain kedua hal tersebut, beberapa inovasi produk Google lain yang juga disampaikan pada ajang Google I/O 2021 adalah penggabungan antara Wear OS milik Google dan Tizen milik Samsung, pengenalan Google Project Starline, pembaruan Google Camera, serta peningkatan keamanan pada kunci mobil digital.   Ajang bergengsi Google I/O memang baru saja berakhir pada 20 Mei 2021 kemarin. Namun, Anda tetap bisa menonton seluruh sesi Keynotes di https://events.google.com/io. Bahkan Anda juga dapat mengakses konten-konten menarik lain yang tersedia dalam sesi Workshop, AMA, dan lainnya. Sampai jumpa di event Google selanjutnya!  

Google hangout, Google Meet, Info, Productivity, Rapat online, Teamwork, Technology

Meet Hardware Dapat Membantu Produktivitas Kerja Saat Work From Home

    Work from home, atau bekerja dari rumah, telah menjadi gaya kerja baru yang kini diadaptasi oleh banyak pekerja. Walaupun mungkin pada awalnya terasa agak kagok, kini aktivitas work from home bisa semakin lancar dilakukan berkat kecanggihan teknologi. Salah satunya yaitu Meet Hardware yang dapat membantu meningkatkan produktivitas kerja saat work from home. Kelancaran saat meeting tentunya tetap bergantung pada perangkat atau hardware yang Anda gunakan selama work from home. Jika menggunakan Meet Hardware, tak ada yang perlu Anda khawatirkan karena perangkat satu ini dapat membantu menjaga produktivitas Anda saat work from home. Tidak percaya? Buktikan sendiri melalui ulasan di bawah ini! Kolaborasi tetap berjalan dari mana pun Anda berada Photo Credit: Surface (Unsplash) Meskipun harus bekerja dari rumah masing-masing, bukan berarti Anda tidak bisa berkolaborasi dengan para rekan kerja lainnya. Di sinilah Google Meet Hardware dapat membantu Anda dalam mewujudkan kebutuhan tersebut. Meet Hardware adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan online video meeting atau video conference. Beberapa contohnya seperti webcam dan mikrofon. Dengan menggunakan perangkat tersebut selama work from home, komunikasi dengan rekan kerja di tempat lain pun sangat mungkin dilakukan. Kehadiran Meet Hardware membantu melancarkan jalannya komunikasi tersebut sehingga kolaborasi kerja bisa tetap jalan. Namun, dengan catatan, harus tersedia koneksi internet yang mumpuni karena bagaimanapun juga, Anda masih membutuhkannya untuk mengakses aplikasi Google Meet.  Kualitas gambar dan suara yang jelas sehingga lebih kondusif Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Google Meet memang dapat diakses dari berbagai perangkat, mulai dari desktop, laptop, smartphone, hingga tablet. Namun, terkadang tidak semua perangkat tersebut dibekali dengan kamera dan mikrofon yang andal. Alhasil, saat Anda menggunakannya untuk video meeting selama work from home, kualitas gambar dan suara yang muncul pun kurang maksimal. Akibatnya, ketika video meeting berlangsung, baik Anda dan peserta lain jadi kesulitan mendengarkan dan merespons satu sama lain. Hal ini tentu berdampak kurang baik pada produktivitas kolaborasi kerja. Nah, Meet Hardware hadir sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Bekerja sama dengan produsen ternama seperti Logitech dan Asus, Google memproduksi hardware yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan online video meeting. Mulai dari camera, speaker mic, hingga touchscreen, Meet Hardware mampu menghasilkan gambar dan suara dalam kualitas jernih. Dengan begini, Anda dan peserta meeting lainnya bisa saling menyimak secara jelas. Komunikasi berlangsung kondusif sehingga kolaborasi kerja pun tidak terganggu.   Lalu, di mana Anda bisa mendapatkan Meet Hardware? Photo Credit: Vanessa Garcia (Pexels) Perlu diingat kembali bahwa Meet Hardware bukan terdiri dari satu perangkat saja, melainkan berupa serangkaian perangkat yang juga bisa Anda beli dalam satuan. Lalu, di mana Anda bisa membelinya? Umumnya, toko-toko gadget menjual produk Meet Hardware. Namun, jika ingin yang telah terbukti keaslian dan kualitasnya, Anda bisa membeli perangkat video meeting  Meet melalui reseller resmi produk Google seperti EIKON Technology. EIKON Technology menyediakan beragam produk  Meet Hardware untuk berbagai kebutuhan. Tak hanya bagi Anda yang harus video meeting sambil work from home, tapi juga bagi Anda yang sering melakukan video conference di ruangan khusus meeting bersama banyak orang.    Work from home bukan menjadi alasan untuk tidak produktif bekerja, terutama yang bersifat kolaborasi. Sebaliknya, produktivitas kerja saat work from home tetap bisa terjaga dengan bantuan Meet Hardware. Segera hubungi EIKON Technology untuk mendapatkan perangkat video meeting yang paling sesuai kebutuhan work from home Anda!       

Collaboration, Gmail, Google Meet, Google Workspace, Info, Rapat online

Mengatur Jadwal Meeting dengan Google Kalender

  Rapat atau meeting menjadi salah satu bagian yang tidak pernah lepas dari bisnis. Melalui aktivitas satu ini, para pelaku bisnis atau anggota tim bisa berkolaborasi untuk menghasilkan banyak hal positif. Namun, dengan begitu banyaknya hal yang harus dibahas, jumlah meeting yang harus Anda hadiri pun tak kalah padat. Karenanya, dibutuhkan bantuan tool yang dapat membantu Anda mengatur jadwal meeting secara terperinci. Di sinilah Google Kalender bisa memberikan solusi atas kebutuhan tersebut. Baik untuk jadwal meeting offline maupun online, Google Kalender akan mengatur jadwalnya untuk Anda! Pastikan Anda sudah punya akun Google Photo Credit: Solen Feyissa (Unsplash) Google Kalender termasuk salah satu bagian dari rangkaian program Google Workspace. Oleh sebab itu, untuk bisa menggunakannya, Anda diwajibkan memiliki akun Google terlebih dulu. Dengan menggunakan akun Google inilah Anda bisa sign in untuk mengakses Google Kalender. Jika memang belum punya akun Google, Anda dapat membuatnya melalui Gmail di alamat mail.google.com. Hanya dengan satu akun Google tersebut, nantinya Anda tak hanya bisa mengakses Google Kalender, tapi juga produk-produk Google lain seperti Drive, Docs, Sheets, Slides, dan Meet.   Cara mengatur jadwal meeting offline Photo Credit: fauxels (Pexels) Mengatur jadwal meeting offline pada Google Kalender sangatlah mudah. Ketikkan alamat calendar.google.com pada browser Anda, lalu lakukan login menggunakan akun Google yang telah Anda buat sebelumnya. Jika sudah, halaman akan menampilkan kalender dalam format hari yang dibagi berdasarkan jam. Apabila ingin mengubah format tampilan menjadi mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan, Anda bisa klik opsi Day di bagian kanan atas, lalu pilihlah format sesuai preferensi. Sedangkan untuk cara mengatur jadwal meeting offline melalui Google Kalender, berikut langkah-langkahnya: Klik pada hari, tanggal, dan jam yang dipilih untuk meeting offline. Klik Create di bagian kiri atas halaman. Google Kalender akan memunculkan kotak khusus yang bisa Anda isi dengan detail jadwal meeting, mulai dari waktu, peserta, hingga lokasi. Jika seandainya ada dokumen atau materi yang harus dipelajari peserta meeting, Anda bisa melampirkannya pada kotak yang sama tersebut. Nantinya, begitu Anda membagikan jadwal meeting ke peserta lain melalui Google Kalender, peserta tersebut dapat langsung mengunduh dokumen terlampir. Cara mengatur jadwal meeting online di Google Meet Photo Credit: Surface (Unsplash) Aktivitas meeting tak hanya bisa dilakukan secara offline atau bertemu langsung, melainkan juga bisa melalui online conference. Mengatur jadwal online meeting pada Google Kalender akan lebih praktis jika Anda menggunakan Google Meet sebagai perangkat video meeting. Caranya pun sama dengan pengaturan jadwal untuk offline meeting: Klik pada hari, tanggal, dan jam yang dipilih untuk meeting offline. Klik Create di bagian kiri atas halaman. Pada kotak yang muncul, klik opsi Add Google Meet video conferencing.  Pada jadwal meeting yang telah ditentukan, peserta bisa langsung klik opsi Join with Google Meet untuk bergabung dengan video meeting. Bagi yang mengatur jadwal online meeting di Google Meet versi gratis, penting diketahui bahwa jumlah maksimal pesertanya adalah seratus dengan durasi maksimal enam puluh menit. Namun, dengan upgrade ke Google Meet premium melalui langganan Google Workspace for Business, kapasitas jumlah peserta bisa bertambah hingga 250 dan durasi video meeting mencapai 24 jam.   Mengatur jadwal meeting, baik yang bersifat offline maupun online, kini bisa mudah dan praktis dilakukan melalui Google Kalender. Agar bisa memanfaatkan seluruh fiturnya secara optimal, ada baiknya untuk segera upgrade ke versi premium dengan berlangganan Google Workspace for Business. Tak hanya Google Kalender, dengan Google Workspace for Business Anda juga mendapatkan akses maksimal untuk produk-produk unggulan Google lain seperti Drive, Gmail, Meet, Docs, Sheets, dan Slides. Jadi, tunggu apa lagi? Segera daftar langganan Google Workspace for Business melalui reseller resmi Google di Indonesia, EIKON Technology!   Meta desc: Dengan jadwal meeting yang begitu padat, gunakan Google Kalender untuk mengatur jadwal agar tak ada meeting yang terlewat.

Collaboration, G Suite, Google Meet, Google Workspace, Info, Produktivitas, Rapat online

Fitur Baru Google Meet Memudahkan Saat Meeting

Fitur Baru Google Meet Memudahkan Saat Meeting Jauh sebelum pandemi, online meeting sudah menjadi aktivitas krusial bagi para anggota tim bisnis yang tersebar di banyak kota. Namun, sejak setahun belakangan ini, aktivitas tersebut berubah menjadi suatu kebutuhan mengingat banyak orang harus bekerja dari rumah masing-masing akibat pandemi. Alhasil, sebagai salah satu penyedia layanan online video unggulan, Google Meet jadi banyak digunakan. Demi terus memenuhi kebutuhan online meeting tersebut, Google selaku pengembang pun konsisten memberikan fitur-fitur baru. Sejumlah fitur baru Google Meet tersebut baru saja dirilis pada 21 April 2021 lalu dan akan semakin memudahkan Anda saat online meeting. User interface lebih canggih untuk tingkatkan produktivitas meeting Photo Credit: cloud.google.com Mulai Mei 2021 ini, Google Meet mengalami peningkatan user interface demi bisa mengoptimalkan pengalaman online meeting Anda. Seiring dengan update tersebut, berbagai fitur baru Google Meet pun disematkan untuk meningkatkan akses dan  produktivitas online meeting. Salah satu fitur tersebut adalah kontrol lebih terhadap cara Anda menampilkan diri selama meeting berlangsung. Anda bisa mengatur video diri sendiri agar tampil dalam bentuk grid atau floating picture, yang dapat diubah ukuran serta posisinya. Bahkan jika memilih untuk tidak menampilkan diri sendiri, Anda bisa melakukan minimize pada feed atau menyembunyikan tampilan seluruhnya. Lalu, untuk mengoptimalkan presentasi selama meeting, Google Meet juga telah meningkatkan fitur pin konten. Ketika di-unpin, tampilan presentasi akan berubah menjadi ukuran yang sama dengan tampilan video para partisipan lain. Dengan begini, selama presentasi berlangsung, Anda bisa melihat reaksi dari lebih banyak partisipan. Fitur video background replacement Photo Credit: cloud.google.com Walaupun sangat membantu kolaborasi di tengah pandemi, tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang online meeting bisa terganggu oleh beberapa distraksi. Salah satunya adalah background video yang mungkin terlihat berantakan atau kurang layak. Memahami tantangan tersebut, fitur baru Google Meet pun diluncurkan dalam bentuk video background replacement. Melalui fitur baru ini, Anda dapat mengubah background dengan tampilan video. Jadi, tidak hanya membantu menjaga privasi, fitur ini juga dapat membuat aktivitas online meeting jadi lebih menyenangkan. Pada update pertama ini, akan ada tiga opsi yang bisa Anda pilih untuk video background replacement, yaitu tampilan ruang kelas, suasana pesta, dan hutan. Nantinya, Google Meet akan terus menambahkan lebih banyak pilihan video background. Lebih hemat data selama meeting dengan fitur Data Saver Photo Credit: cloud.google.com Menyediakan pengalaman video meeting dengan kualitas terbaik merupakan salah satu prioritas utama Google Meet. Sudah menjadi komitmen Google Meet untuk terus meningkatkan kualitas video dan audio, terlebih dengan para pengguna yang berada di banyak lokasi berbeda. Demi mendukung hal tersebut, fitur baru Google Meet yang bernama Data Saver pun diluncurkan. Fitur ini membatasi penggunaan data pada jaringan mobile Anda sehingga dapat membantu menghemat biaya untuk pembelian paket data. Hal tersebut sangat mendukung para pengguna yang harus melakukan online meeting di tengah perjalanan, terutama di area seperti Indonesia yang biaya paket datanya masih relatif tinggi.   Berbagai fitur Google Meet tersebut telah dirancang untuk memudahkan aktivitas online meeting Anda. Terlebih jika Anda upgrade ke Google Meet premium dengan berlangganan Google Workspace, akan ada lebih banyak privilege yang bisa Anda dapatkan. Mulai dari partisipan video meeting yang mencapai 250 orang hingga penyimpanan hasil rekaman video di Google Drive. Setidaknya ada tiga edisi Google Workspace yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Jika butuh penjelasan lebih jauh, Anda bisa menghubungi EIKON Technology selaku reseller resmi produk Google di Indonesia. Nantinya, tim dari EIKON Technology juga akan memandu Anda dalam menggunakan produk-produk Google Workspace. Segera berlangganan Google Workspace melalui EIKON Technology dan rasakan pengalaman optimal video meeting menggunakan Google Meet versi premium!    

Info

Kegunaan Fitur Tugas dalam Google Workspace for Education

Kegunaan Fitur Tugas dalam Google Workspace for Education – Google Workspace for Education adalah serangkaian alat dan layanan yang dikembangkan Google untuk membantu para tenaga pengajar dan murid dalam melangsungkan kegiatan belajar dan mengajar. Anda dapat menggunakannya secara gratis atau menambahkan tools tertentu sesuai dengan kebutuhan. Demi memenuhi kebutuhan tersebut, Google Workspace for Education dilengkapi berbagai fitur pendukung. Salah satu yang menjadi unggulan adalah fitur Assignments atau Tugas. Hadir dalam bentuk aplikasi, fitur Tugas memiliki berbagai kegunaan tersendiri. Apa saja? Melengkapi learning management system Photo Credit: Nick Morrison (Unsplash) Sebagai pengajar, kemungkinan besar Anda telah menggunakan learning management system (LMS) yang telah disediakan sekolah atau institusi pendidikan. Namun, terkadang LMS tersebut belum memiliki fitur yang lengkap sehingga Anda tidak bisa memanfaatkannya secara maksimal. Di sinilah fitur Tugas dari Google Workspace for Education dapat membantu Anda. Sejak awal, fitur Tugas memang dirancang Google sebagai aplikasi untuk dipasang pada LMS yang Anda gunakan. Dengan adanya fitur ini, layanan Google Docs dan Google Drive pun akan kompatibel dengan LMS tersebut. Artinya, para murid bisa mengumpulkan tugas dalam bentuk Google Docs, yang akan langsung tersimpan dalam Google Drive. Tenang saja, pemasangan fitur Tugas pada LMS sangatlah mudah karena telah dilengkapi dengan standar terbaru Learning Tools Interoperability (LTI). Bantu cek potensi plagiarisme pada tugas murid Photo Credit: August de Richelieu (Pexels) Dalam mengerjakan tugas, idealnya para murid akan menggunakan buku, jurnal, hingga artikel ilmiah sebagai referensi. Namun, terkadang ada beberapa murid yang tanpa sengaja mengutip referensi tersebut tanpa menguraikannya dalam kata-kata mereka sendiri (paraphrase). Alhasil, tanpa sadar mereka telah melakukan tindak plagiarisme. Fitur Tugas dari Google Workspace for Education dapat membantu mencegah potensi plagiarisme seperti itu. Hanya dalam satu klik, Anda bisa membandingkan hasil tugas murid dengan lebih dari 40 juta buku dan ratusan miliar laman web. Jika seandainya ada potensi plagiarisme yang muncul, fitur Tugas akan langsung memberikan highlight pada bagian yang dimaksud sekaligus menampilkan sumber buku atau laman web yang dijadikan acuan. Dengan begini, Anda bisa hemat banyak waktu karena tak perlu mengecek secara manual lewat mesin pencari online. Membandingkan tugas antar murid untuk hindari kecurangan Photo Credit: Ivan Samkov (Pexels) Selain plagiarisme, isu lain yang juga berpotensi terjadi dalam pengerjaan tugas adalah kecurangan di antara murid. Misalnya, murid A menyalin tugas dari murid B sehingga hasil tulisan mereka pun cenderung mirip. Demi memastikan orisinalitas hasil tugas dari masing-masing murid, memasang fitur Tugas pada LMS merupakan solusi tepat. Fitur ini memungkinkan Anda untuk membandingkan tugas antar murid, yakni dengan mencocokkannya pada tugas-tugas sebelumnya yang tersimpan dalam repository Anda. Namun, untuk bisa memanfaatkan kegunaan satu ini, Anda diharuskan melakukan upgrade ke Google Workspace for Education Plus. Tenang saja, caranya begitu mudah karena Anda bisa melakukannya melalui EIKON Technology, reseller resmi produk Google di Indonesia. Mempercepat proses pemberian nilai Photo Credit: Anna Shvets (Pexels) Fitur Tugas dari Google Workspace for Education tidak hanya mempermudah proses pemeriksaan tugas, tapi juga penilaiannya. Dalam fitur Tugas terdapat tool bernama Rubrics yang memungkinkan Anda untuk menilai hasil tugas murid secara praktis. Anda bahkan bisa melakukan penilaian berdasarkan kategori tertentu, misalnya akurasi, format, hingga kualitas konten. Jika seandainya Anda memiliki feedback untuk disampaikan kepada murid, Anda bisa langsung melakukannya melalui fitur Comments. Cukup highlight bagian tugas yang membutuhkan masukan atau perbaikan, lalu ketikkan feedback Anda. Murid juga bisa langsung membalas komentar Anda tersebut secara mudah. Tak hanya itu, karena fitur Tugas telah terintegrasi dengan Google Drive, Anda juga bisa membagikan template atau worksheet pengerjaan tugas kepada murid secara mudah. Cukup upload di folder Google Drive dan murid pun dapat langsung mengaksesnya. Kini telah terbukti bahwa fitur Tugas mampu mempermudah para pengajar dalam melakukan berbagai tugasnya. Namun, penting diketahui bahwa tidak semua tools di dalamnya dapat diakses secara gratis. Karenanya, Anda sangat dianjurkan untuk upgrade ke Google Workspace for Education. Segera hubungi EIKON Technology sekarang juga! Jika masih ingin mempelajari lebih jauh tentang Google Workspace for Education, Anda bisa klik di sini. Tingkatkan efisiensi proses penilaian tugas murid dengan fitur Tugas dari Google Workspace for Education!

Info

Kelebihan Google Spreadsheet yang Perlu Anda Ketahui

Google Spreadsheet, dikenal juga dengan nama Google Sheet, adalah program spreadsheet berbasis web yang dikembangkan oleh Google. Umumnya, mayoritas orang menggunakan aplikasi ini untuk mengolah data dalam bentuk tabel. Penggunaannya begitu mudah mengingat ada berbagai kelebihan Google Spreadsheet yang disematkan di dalamnya. Apa saja kelebihan tersebut? Cek selengkapnya di bawah ini. Lebih mudah dengan aneka pilihan template Photo Credit: Christina Morillo (Pexels) Ada beragam jenis data yang dapat disusun menggunakan tabel, mulai dari laporan keuangan, invoice klien, rekap absen karyawan, dan masih banyak lagi. Agar nantinya bisa mengolah data tersebut secara lancar, tabel yang dibuat pun harus mudah dibaca pula. Di sinilah kelebihan Google Spreadsheet dapat membantu Anda. Google Spreadsheet menyediakan banyak pilihan template tabel yang dirancang untuk mempermudah pekerjaan. Mulai dari template bujet keuangan, invoice, penjadwalan, hingga laporan perjalanan, Anda tinggal pilih sesuai kebutuhan. Mudah diakses dari mana saja melalui perangkat apa saja Photo Credit: Marta Filipczyk (Unsplash) Kemudahan akses juga menjadi salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh Google Spreadsheet. Anda bisa mengakses data di Google Spreadsheet melalui perangkat apa saja, baik itu komputer, laptop, tablet, bahkan smartphone. Kabar baiknya lagi, Google Spreadsheet juga memiliki fitur Autosave yang secara otomatis menyimpan file Anda selagi Anda mengerjakannya. Dengan begini, risiko data hilang karena lupa menekan tombol Save pun bisa diminimalisir. Selain itu, karena Google Spreadsheet merupakan aplikasi berbasis cloud, maka hasil Autosave tersebut akan selalu tersimpan di cloud. Artinya, jika misalnya Anda pada awalnya mengerjakan file di laptop, lalu beberapa jam kemudian mengaksesnya dari tablet, maka data yang akan muncul di tablet adalah data versi terbaru yang paling terakhir disimpan. Sangat mendukung kolaborasi kerja Photo Credit: mentatdgt (Pexels) Kini Anda tahu bahwa salah satu kelebihan Google Spreadsheet adalah dapat diakses dari mana saja melalui berbagai perangkat. Namun, lebih dari itu, Google Spreadsheet juga bisa diakses oleh beberapa orang sekaligus. Hal ini berkat adanya fitur share yang memungkinkan Anda mengundang orang lain untuk mengakses file Spreadsheet yang sama. Pada waktu bersamaan pula, Anda dan orang tersebut bisa mengedit file secara real-time. Saat seseorang mengedit file Anda, pergerakannya akan terlihat melalui kursor berwarna tertentu. Tidak berhenti sampai situ, di dalam file Spreadsheet Anda juga bisa berkomunikasi dengan orang lain melalui fitur Chat atau memberikan masukan melalui fitur Comments. Dengan adanya fitur-fitur tersebut, kolaborasi kerja pun tetap bisa berlangsung walaupun Anda dan anggota tim sedang berada di tempat berbeda. Fitur Insight yang memudahkan pembuatan summary Photo Credit: Campaign Creators (Unsplash) Melalui Spreadsheet, Google berkomitmen untuk menyediakan kemudahan kepada para penggunanya dalam menyusun, mengolah, dan menganalisis data. Selain berbagai keunggulan yang telah disebutkan sebelumnya, Google Spreadsheet juga mewujudkan hal tersebut melalui fitur Insight. Fitur ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan ringkasan atau overview data yang Anda kerjakan di Spreadsheet. Bentuknya pun bermacam-macam dan disesuaikan dengan kebutuhan Anda, mulai dari chart hingga diagram. Untuk menggunakan fitur ini, Anda hanya perlu menekan tombol Explore yang terdapat pada bagian kanan bawah layar Spreadsheet. Itulah berbagai kelebihan Google Spreadsheet yang dapat memudahkan Anda dalam menyusun dan mengolah data. Agar bisa lebih maksimal dalam memanfaatkan kelebihan-kelebihan tersebut, Anda disarankan untuk berlangganan Google Workspace. Sebagai layanan yang menyediakan aneka aplikasi Google untuk menunjang produktivitas, Google Workspace tidak hanya mencakup Spreadsheet, tapi juga Docs, Slides, Gmail, Meet, bahkan Drive dengan kapasitas penyimpanan mencapai 5 TB. Cari tahu lebih lanjut soal paket berlangganan Google Workspace di sini atau segera hubungi EIKON Technology, reseller resmi produk Google di Indonesia!

Info

Fitur Baru Google Classroom yang Akan Rilis pada 2021

fitur Google Classroom – Sejak setahun belakangan ini, para pelaku pendidikan dituntut cepat beradaptasi dengan kondisi pandemi. Kehadiran Google Classroom ternyata berperan penting dalam hal tersebut. Sepanjang tahun lalu, Google Classroom telah membantu lebih dari 150 juta murid, pengajar, dan pemimpin sekolah di seluruh dunia dalam aktivitas pembelajaran online. Walaupun awalnya bukan dirancang sebagai learning management system (LMS), Google Classroom tetap berkomitmen untuk terus berkembang mengikuti kebutuhan para penggunanya. Itulah kenapa pada 2021 ini, ada banyak fitur baru Google Classroom yang akan diluncurkan. Beberapa di antaranya bisa Anda lihat di bawah ini! Integrasi perangkat EdTech lain dengan Google Classroom Photo Credit: lucas law (Unsplash) Demi menunjang aktivitas belajar dan mengajar online, banyak pengajar, murid, dan pemimpin sekolah yang menggunakan lebih dari satu software penunjang. Bagi Anda yang juga menerapkan hal sama, sebentar lagi Anda bisa segera melakukannya secara lebih mudah melalui fitur baru Google Classroom. Apabila selama ini Anda telah menggunakan layanan Google Workspace for Education Plus atau Teaching and Learning Upgrade, nantinya Anda bisa menambahkan konten atau software EdTech favorit dari marketplace melalui add-ons Classroom.  Tak hanya itu, Anda juga bisa langsung melakukan assign kepada murid secara langsung dari dalam platform Classroom. Semua dapat Anda lakukan tanpa ada tambahan log in. Tentunya hal ini begitu praktis dan menghemat waktu. Lebih mudah memonitor tingkat partisipasi murid Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Selain memberikan materi, tanggung jawab guru juga termasuk memonitor tingkat partisipasi murid. Dari sini, guru pun bisa mengetahui murid mana saja yang memiliki pemahaman baik dan mana yang masih tertinggal. Melalui fitur baru Google Classroom, guru dapat melakukan hal tersebut walaupun aktivitas pembelajaran dilakukan secara online. Fitur Google Classroom ini dinamakan Student Engagement Tracking. Nantinya, guru bisa melihat data statistik tentang bagaimana murid-murid mereka berinteraksi dengan Classroom, misalnya murid mana saja yang rutin mengumpulkan tugas atau memberikan komentar pada postingan tertentu. Akses Google Classroom dalam kondisi offline Photo Credit: stem.T4L (Unsplash) Salah satu kekhawatiran dalam aktivitas pembelajaran online adalah ketersediaan koneksi internet. Tentu akan kurang adil apabila murid jadi tidak bisa belajar hanya karena jaringan internet di tempat tinggalnya tidak stabil. Demi mengatasi hal tersebut, tahun ini Google akan memberikan update pada aplikasi Classroom untuk Android agar bisa digunakan secara offline. Nantinya, melalui fitur Google Classroom ini, murid akan bisa melakukan pekerjaan mereka secara offline. Baik mengerjakan tugas, membuka dokumen di Drive, bahkan hingga menulis tugas di Google Docs, semua bisa mereka lakukan tanpa harus tersambung dengan internet. Peningkatan fitur penilaian murid melalui perangkat mobile Photo Credit: John-Mark Smith (Pexels) Tak hanya memberikan materi dan tugas, guru juga dituntut untuk menilai pekerjaan para murid dan menyampaikan feedback. Saat ini, ada semakin banyak guru yang melakukan hal tersebut melalui perangkat mobile masing-masing sehingga lebih praktis. Demi menunjang kebutuhan tersebut, fitur baru Google Classroom pada aplikasi Android pun ditingkatkan. Melalui upgrade ini, nantinya Anda bisa dengan mudah berpindah dari tugas satu murid ke murid yang lain. Selain itu, Anda bahkan juga bisa memberikan penilaian sambil memeriksa tugas murid dalam satu waktu. Tidak ketinggalan fitur share feedback untuk mempermudah pemberian feedback kepada masing-masing murid. Berbagai fitur baru Google Classroom akan bisa segera Anda gunakan pada 2021 ini. Oleh sebab itu, agar aktivitas pembelajaran online semakin efektif dan interaktif, pastikan Anda menggunakan Google Classroom. Caranya adalah dengan berlangganan Google Workspace for Education, yang tidak hanya menyediakan Google Classroom, tapi juga berbagai aplikasi penunjang pendidikan lain seperti Google Meet untuk sesi kelas online, Google Docs untuk mengerjakan tugas, hingga Google Drive untuk menyimpan rekaman video kelas online. Pastikan Anda berlangganan Google Workspace for Education hanya di reseller resmi produk Google, EIKON Technology. Segera klik di sini untuk mendapatkannya!

Info, Technology

Presentasi Bisnis dengan Fitur Google Slides yang Menarik

Presentasi tidak bisa dilepaskan dari aktivitas bisnis. Entah untuk pitching di hadapan klien, menjabarkan strategi marketing baru kepada anggota tim, atau menjelaskan tentang laporan keuangan kepada stakeholder, presentasi bisnis penting dilakukan demi mencapai tujuan perusahaan. Agar tujuan presentasi bisa tercapai, konten yang disajikan pun harus menarik dan tepat sasaran. Anda membutuhkan perangkat seperti Google Slides untuk menyusun konten presentasi secara optimal. Dibekali berbagai fitur, Google Slides akan membantu Anda menyajikan presentasi bisnis sesuai kebutuhan dan tujuan. Co-editing bersama anggota tim dari tempat masing-masing Photo Credit: Marvin Meyer (Unsplash) Membuat materi presentasi bisnis di Google Slides begitu mudah dilakukan berkat adanya template beraneka tema. Namun, di tengah prosesnya, wajar apabila Anda merasa bingung harus menyertakan materi yang mana saja. Anda pun membutuhkan masukan dari sesama rekan kerja atau atasan. Tak perlu khawatir, Anda dan anggota tim bisa melakukan co-editing bersama melalui Google Slides. Artinya, beberapa orang bisa mengerjakan materi presentasi pada satu file Google Slides yang sama dalam satu waktu. Saat salah satu rekan kerja Anda melakukan editing, akan muncul kursor dalam warna tertentu yang bergerak mengikuti perubahan atau aktivitas editing tersebut. Tidak hanya itu, Google Slides juga telah dibekali dengan fitur chat dan comment. Jadi, dalam file presentasi yang sedang dikerjakan, Anda dan tim dapat saling berkomunikasi melalui teks berbentuk chat. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan komentar pada bagian tertentu dengan mengetikkan alamat email anggota tim. Nantinya, mereka akan menerima notifikasi melalui email. Kontrol pengaturan sharing secara mudah Photo Credit: Ono Kosuki (Pexels) Lalu, bagaimana caranya agar anggota tim bisa melakukan co-editing bersama Anda pada satu file Google Slides yang sama? Apakah lantas semua orang bisa mengakses file presentasi bisnis tersebut? Tenang saja, kontrol akses terhadap file tersebut sepenuhnya berada di tangan Anda. Sebagai pemilik file, Anda bisa menentukan siapa saja yang dapat mengakses file presentasi melalui fitur Share. Tak hanya itu, bahkan Anda juga bisa mengontrol jenis aksesnya. Misalnya, anggota X dapat mengedit file, sedangkan anggota Y hanya bisa mengecek (view). File presentasi dapat diakses dari perangkat apa pun Photo Credit: Canva Studio (Pexels) Kemudahan akses materi presentasi bisnis di Google Slides tidak hanya hadir melalui fitur Share, tapi juga penggunaan pada perangkat. Anda dapat membuka, mengedit, dan bahkan mempresentasikan file Google Slides buatan Anda melalui perangkat desktop, tablet, maupun smartphone. Alhasil, Anda pun bisa tetap mempelajari materi presentasi hingga menit-menit terakhir secara praktis. Kabar baiknya lagi, file presentasi di Google Slides juga dapat di-convert atau diubah menjadi file berformat PowerPoint. Begitu juga sebaliknya, Anda bisa mengubah file PowerPoint dalam bentuk Google Slides melalui aplikasi atau extension Chrome. Cek riwayat revisi file dengan mudah Photo Credit: Canva Studio (Pexels) Dalam mengerjakan suatu dokumen, salah satu kekhawatiran yang kerap muncul adalah perangkat tiba-tiba mati dan progress kerja tidak tersimpan. Alhasil, Anda pun terpaksa harus mengulangnya dari awal. Kabar baiknya, hal seperti itu bisa Anda hindari jika menggunakan Google Slides untuk mengerjakan materi presentasi bisnis. Selama perangkat terhubung dengan koneksi internet yang stabil, Google Slides akan secara otomatis menyimpan progress kerja Anda. Penyimpanan tersebut dilakukan pada akun Google Drive Anda. Menariknya lagi, Google Slides tidak menghapus riwayat revisi file presentasi Anda. Artinya, Anda dan tim masih bisa mengakses berbagai versi lama dari file tersebut. Riwayat revisi ini telah disusun berdasarkan tanggal dan pengguna yang melakukan editing atau perubahan. Optimalkan konten presentasi bisnis Anda dengan menyusunnya menggunakan Google Slides. Agar bisa mengakses seluruh fitur Google Slides secara lebih leluasa, saatnya berlangganan Google Workspace premium melalui EIKON Technology. Tak hanya Google Slides, Google Workspace juga menyediakan berbagai produk Google lain untuk menunjang bisnis Anda, mulai dari Docs, Sheets, Drive, Calendar, Meet, hingga Gmail. Tersedia dalam tiga paket langganan, Anda bisa memilih yang paling sesuai kebutuhan. Tim EIKON Technology akan membantu Anda dalam menentukan pilihan. Segera daftar Google Workspace sekarang juga melalui EIKON Technology, reseller resmi produk Google di Indonesia!

Chromebook, Info

Bagaimana Chromebook Dapat Membantu Meningkatkan Bisnis?

Bagaimana Chromebook Dapat Membantu Meningkatkan Bisnis – Di dunia bisnis, laptop digunakan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan. Sebut saja menyusun laporan keuangan, menyiapkan deck untuk presentasi dengan calon klien, hingga membuat strategi marketing baru. Mengingat fungsinya yang begitu krusial, sudah seharusnya Anda dan tim di kantor menggunakan laptop yang mampu membantu meningkatkan bisnis. Google Chromebook adalah solusinya. Walau mungkin selama ini lebih dikenal sebagai perangkat untuk pendidikan, Chromebook sebetulnya juga dapat digunakan pada bidang bisnis. Berbasis sistem operasi Chrome Enterprise, Chromebook akan mempermudah pekerjaan bisnis Anda melalui ragam fitur terbaik. Apa saja keunggulan yang bisa Anda rasakan dengan menggunakan laptop Chromebook untuk bisnis? Simak uraiannya berikut ini! Peningkatan produktivitas di berbagai aspek Photo Credit: Anete Lusina (Unsplash) Chromebook untuk keperluan bisnis telah dibekali dengan sistem operasi Chrome Enterprise yang performanya begitu powerful. Alhasil, dengan menggunakan Chromebook, produktivitas kerja Anda dan tim pun bisa meningkat, bahkan di banyak aspek sekaligus. Proses booting Chromebook hanya membutuhkan waktu 6 detik, sehingga tak perlu lagi menunggu lama hingga laptop bisa dipakai bekerja. Selama bekerja, Anda tak akan terganggu dengan pesan notifikasi update karena proses update pada Chromebook berlangsung di background. Tak perlu lagi melakukan image updates secara manual karena sistem operasi pada Chromebook akan update otomatis. Bersifat scalable, sehingga pemakaiannya bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Berbasis cloud, cocok untuk tim yang tersebar di banyak tempat Photo Credit: Brooke Cagle (Unsplash) Bagi Anda yang memiliki tim dengan anggota tersebar di berbagai tempat, Chromebook akan sangat memudahkan pekerjaan Anda. Berbasis cloud, berbagai dokumen dan fitur Chromebook pun bisa Anda akses dari mana pun dan kapan pun. Terlebih jika Anda mengintegrasikan Chromebook dengan Google Workspace, kolaborasi kerja pun jadi semakin mudah dilakukan. Anda dan tim bisa share Google Calendar untuk mengetahui siapa saja yang bisa menghadiri meeting tim pada jam tertentu atau anggota mana yang sedang bekerja di luar. Tidak hanya itu, tentunya Anda juga bisa bekerja menggunakan Google Docs, Sheets, atau Slides dengan banyak orang sekaligus dalam satu dokumen secara efisien. Sedangkan untuk kebutuhan penyimpanan dan sharing dokumen, tersedia Google Drive yang begitu mudah diakses. Memberikan proteksi dari ransomware Photo Credit: Andrew Neel (Unsplash) Google memahami bahwa peningkatan bisnis tidak bisa hanya melalui kecanggihan fitur-fitur Chromebook. Keamanan pengguna juga tak kalah penting untuk diperhatikan. Itulah kenapa Google membekali Chromebook dengan sistem proteksi dari malware dan ancaman lain seperti phishing atau jebakan software mencurigakan lain. Dengan adanya sistem keamanan optimal, Anda dan tim pun dapat bekerja secara lebih lancar. Privasi dan kerahasiaan data yang tersimpan dalam Chromebook juga akan terjaga. Berikut ini beberapa solusi yang diterapkan Google pada Chromebook: Chrome OS menggunakan ClusterFuzz untuk menemukan potensi kerentanan keamanan secara cepat agar tidak sampai berdampak pada pengguna. Anda dan tim pun bisa fokus bekerja tanpa khawatir akan kebocoran atau serangan eksternal. Update dilakukan secara otomatis pada background sehingga sistem keamanan selalu up-to-date tanpa mengganggu workflow Anda dan tim. Lalu, karena Chromebook berbasis cloud, data Anda akan tetap tersimpan aman selama update berlangsung. Fitur Chromebook bernama Google Security Module memastikan bahwa seluruh data yang tersimpan di perangkat Chromebook selalu terenkripsi secara default. Melalui konsol Google Admin, Anda bisa melakukan blacklist terhadap situs-situs tertentu untuk mencegah anggota tim mengakses situs-situs berbahaya. Bantu menghemat bujet perusahaan Photo Credit: Brooke Cagle (Unsplash) Dengan menggunakan fitur Chrome Enterprise pada Google Chromebook, Anda bisa menghemat pengeluaran bisnis secara signifikan. Anda tak perlu lagi membayar license untuk software antivirus, enkripsi, OS patches, update sistem, dan backup karena semua telah tertanam pada Chrome Enterprise. Bahkan menurut riset yang dilakukan Forrester pada 2018, organisasi yang menggunakan license hardware dan software Chrome mampu menghemat pengeluaran hingga 1,5 juta Dolar. Pihak perusahaan bahkan mengaku bahwa harga Chromebook relatif lebih rendah jika dibandingkan perangkat bawaan dari perusahaan mereka. Artinya, Anda pun bisa mengalokasikan dana tersebut untuk kebutuhan lain yang lebih penting, misalnya marketing campaign atau sales. Perangkat Google Chromebook dapat menjadi paket lengkap bagi Anda dalam meningkatkan bisnis. Tak hanya dibekali dengan ragam fitur Chromebook yang sesuai kebutuhan, harga Chromebook pun relatif terjangkau. Buktikan sendiri kehebatan Chromebook dengan membeli perangkatnya melalui EIKON Technology, reseller resmi produk Google yang tepercaya di Indonesia. Bahkan tak hanya Chromebook, EIKON Technology juga menyediakan beragam produk hardware dan software lain produksi Google. Sebut saja Chromebox dan Google Workspace. Klik di sini untuk mendapatkan Google Chromebook sekarang juga!

Scroll to Top