EIKON Technology

Info

Info

Aplikasi Sistem Zero Trust Terpadu dengan BeyondCorp dan BeyondProd

Akhir-akhir ini, istilah zero trust sering digunakan dalam pembahasan tentang keamanan siber. Namun, ada kalanya istilah tersebut salah dipahami maknanya. Banyak yang mengira bahwa Zero Trust berarti “tidak percaya pada apa pun” ada juga mengartikan sebagai “akses yang 100% aman bahkan tanpa menggunakan VPN (Virtual Private Network). Benarkah demikian? Pada dasarnya, inti dari pendekatan Zero Trust adalah meyakini bahwa tiap komponen tunggal dari sebuah sistem yang kompleks dan berhubungan berpotensi menimbulkan risiko keamanan yang signifikan. Jadi, “trust” sendiri adalah sesuatu yang perlu dibangun melalui berbagai mekanisme dan harus terus melalui proses verifikasi. Pendekatan ini sendiri telah diterapkan oleh Google pada sebagian besar aspek operasi mereka. Melalui BeyondCorp Enterprise, Google meluncurkan layanan yang mencakup perlindungan terhadap threat dengan integrasi data. BeyondCorp kemudian dikembangkan lagi hingga akhirnya melahirkan layanan keamanan cloud-native untuk sistem internal, BeyondProd. BeyondProd layanan berbasis zero trust dari Google Photo Credit: Google Cloud BeyondProd sendiri pertama diperkenalkan melalui white paper yang diterbitkan Google di penghujung tahun 2019.  Secara garis besar, BeyondProd mengembangkan prinsip-prinsip keamanan siber berikut: Perlindungan tepi jaringan komputer (network edge), sehingga workload terpisah dari serangan jaringan dan traffic yang berbahaya. Tidak ada “mutual trust” antar layanan. Jadi, layanan hanya dapat digunakan oleh pengguna yang dikenal dan diberi akses khusus. Langkah ini akan menghalangi penyerang untuk mengakses layanan. Mesin tepercaya yang dirancang dengan teknologi Titan. Penggunaan mesin ini akan membatasi akses kode hanya dari sumber yang jelas, menggunakan konfigurasi resmi, dan hanya bisa dijalankan pada lingkungan yang telah terverifikasi. Penggunaan choke point untuk penerapan policy yang konsisten. Penggantian rollout yang lebih sederhana dan bisa berjalan otomatis. Dengan begitu, perubahan pada infrastruktur lebih mudah dievaluasi. Security patches pun bisa dijalankan dengan efek minimal pada proses produksi. Penyekatan antara workloads yang berbagi sistem operasi. Jika satu workload tersusupi maka keamanan workload lainnya yang berjalan di satu host tidak akan terpengaruh.. Perbedaan BeyondCorp dengan BeyondProd BeyondCorp lahir sebagai solusi atas perubahan model kerja masyarakat. Seperti yang Anda ketahui, saat ini banyak orang yang bekerja di luar kantor (remote). Otomatis, mereka pun berada di luar batas keamanan jaringan siber kantor. BeyondCorp menawarkan solusi dengan menciptakan sebuah batas keamanan di luar metode konvensional yang hanya berpatokan pada kredensial serta atribut perangkat. Baca juga: “BeyondCorp Enterprise, Pengembangan Prinsip Zero Trust pada Google Chrome” Pendekatan yang diterapkan BeyondProd pun hampir mirip. BeyondProd menerapkan zero trust untuk melindungi jaringan. Dengan menggunakan BeyondProd, layanan mikro bisa tetap berjalan meski user tidak berada di dalam pusat data yang dilindungi firewall. BeyondProd memungkinkan layanan tersebut untuk tetap berjalan secara aman di public cloud, private cloud, bahkan dalam lokasi yang di-host oleh pihak ketiga. Dalam masalah kepercayaan pengguna, BeyondCorp menitikberatkan pada keadaan perangkat sadar konteks (context-aware), bukan kemampuan untuk terhubung ke jaringan perusahaan. Sedangkan BeyondProd  fokus pada karakteristik seperti asal kode dan identitas layanan, bukan lokasi jaringan produksi (seperti IP atau identitas host). Mengaplikasikan prinsip BeyondProd Photo Credit: Raw Pixel Google secara terbuka menawarkan layanan BeyondProd kepada pengguna Google Cloud. Anda bisa menemukan fitur-fitur khas BeyondProd dalam platform tersebut, misalnya Anthos melalui fitur Binary Authorization dan Anthos Service Mesh. Jika ingin menerapkan prinsip BeyondProd di lingkungan Anda sendiri, Google menyediakan beberapa komponen yang dapat diakses melalui Anthos, Google Kubernetes Engine (GKE), dan juga beberapa open source seperti: Envoy, untuk pemutusan TLS dan kebijakan traffic masuk. Anthos Service Mesh, perangkat keamanan zero trust untuk mengamankan layanan dan komunikasi di dalamnya secara otomatis. Anthos Identity Services, Layanan Identitas Anthos untuk mendukung federasi identitas di seluruh lingkungan. Otorisasi Biner. Anthos Config Management Policy Controller. Node GKE terlindung. gVisor atau GKE Sandbox, untuk penyekatan workloads. Seluruh kemudahan dan keamanan yang ditawarkan BeyondProd dapat Anda nikmati dengan berlangganan Google Cloud. Nah, untuk berlangganan Google Cloud sendiri, sebaiknya hubungi partner resmi yang telah diakui Google untuk mendistribusikan produk mereka. Di Indonesia sendiri ada EIKON Technology. EIKON Technology merupakan mitra resmi Google di Indonesia yang menyediakan produk serta solusi dari Google secara legal. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Info

5 Tips Penggunaan Multicloud yang Efektif untuk Dapatkan Lebih Banyak Manfaat

Multicloud merupakan strategi pengelolaan cloud yang menggabungkan dua atau lebih cloud computing. Dalam penggunaannya, jenis komputasi awan yang digunakan tidak harus selalu sama, tapi bisa juga memadukan beberapa model cloud yang berbeda sekaligus. Misalnya, memadukan layanan private cloud dengan public cloud. Jika dibandingkan dengan arsitektur homogen, multicloud tentu memiliki beberapa keunggulan. Salah satu alasannya adalah untuk mencegah data loss akibat kegagalan pada komponen lokal cloud. Ada juga yang mengadopsi layanan ini untuk menghindari terjadinya vendor lock-in. Dengan berbagai kemudahan tersebut, jelas inovasi komputasi awan yang ini sulit untuk dilewatkan. Nah, agar penggunaan multicloud di perusahaan Anda lebih optimal, simak tipsnya berikut ini. Tentukan alasan yang jelas sebelum adopsi multicloud Arsitektur komputasi awan yang heterogen memang telah terbukti dapat mendatangkan benefit bagi perusahaan. Namun bukan berarti setiap perusahaan harus mengadopsi layanan tersebut untuk beroperasi. Ada kalanya, penggunaan arsitektur yang homogen seperti private cloud on-prem saja justru lebih tepat. Untuk itu, sebelum mengambil keputusan, Anda harus tahu pasti apa alasan menggunakan layanan tersebut. Misalnya, untuk tujuan akomodasi merger atau akuisisi bisnis. Katakanlah perusahaan A mengakuisisi perusahaan B. Sistem komputasi awan yang digunakan perusahaan B adalah Y, sedangkan perusahaan Anda menggunakan Z. Maka multicloud bisa menjadi solusi. Hindari rekayasa berlebihan pada workload dan portabilitas data Photo Credit: PxHere Saat mengadopsi komputasi awan yang heterogen Anda mungkin akan berpikir untuk membangun sebuah “jembatan” guna menghubungkan tiap layanan penyedia cloud. Sebaiknya gagasan tersebut dihindari. Pasalnya, setiap platform penyedia cloud memiliki keunikannya masing-masing. Membangun “jembatan” hanya akan menambah workload tiap cloud. Jika Anda memang menggunakan beberapa public cloud dalam satu waktu, usahakan untuk menggunakan layanan cloud asli. Manfaatkanlah fitur berbeda yang ditawarkan oleh tiap platform. Baru kemudian lakukan integrasi saat diperlukan. Baca juga: Mengatur Workflow Data di Google Cloud dengan Google Composer Pilih komponen dasar yang tepat Salah satu strategi yang efisien untuk memaksimalkan manfaat multicloud adalah dengan memilih komponen dasar yang tepat. Untuk Anda yang menggunakan Google Cloud misalnya, bisa menggunakan komponen dasar dari Google seperti Kubernetes. Dengan menggunakan komponen dasar yang tepat dan cocok dengan cloud lokal, maka Anda bisa mendapatkan pengalaman yang konsisten di seluruh cloud. Hal ini jelas akan memudahkan dalam mengatur container, mengelola infrastruktur serta layanan cloud lokal. Jangan ragu untuk bertanya pada orang lain Photo Credit: Raw Pixel Ada banyak sekali formula yang bisa Anda terapkan agar kinerja multicloud optimal. Namun waktu dan sumber daya yang Anda miliki tentu terbatas. Anda tidak mungkin mencoba semua formula tersebut untuk tahu mana yang paling optimal. Solusinya, jangan ragu untuk bertanya kepada orang lain. Tanyakan pada mereka, arsitektur dan sistem mana yang berhasil. Di waktu yang bersamaan, jangan lupa juga untuk membagikan pengalaman Anda selama merancang komputasi awan heterogen. Meski kelihatannya sepele, trik ini selalu berhasil, terutama untuk menghindari perangkap yang umum terjadi. Update pengetahuan Anda dengan membaca penelitian, mengikuti konferensi atau tonton video untuk mempelajari studi kasus yang sering terjadi. Bergabung dengan komunitas online pun tidak ada salahnya untuk dicoba. Anda juga bisa berkonsultasi dengan layanan penyedia cloud seperti EIKON Technology untuk mengetahui mana sistem yang paling cocok.   Gunakan Google Cloud sebagai jangkar   Sebelum menerapkan multicloud Anda sudah harus bisa menentukan, akan menggunakan on-prem dan menerapkannya pada cloud atau menggunakan cloud dan menerapkannya pada on-prem. Jika Anda memang benar-benar sudah yakin untuk menggunakan multicloud, jelas opsi kedua adalah jawabannya. Anda bisa gunakan Google Cloud sebagai jangkar ke lokasi yang ingin dituju. Untuk kebutuhan ini, fitur Anthos dapat diandalkan. Dengan Anthos, Anda bisa menjalankan armada Kubernetes agar terdistribusi merata di Google Cloud dan seluruh cloud lainnya, Langkah ini sangat efisien untuk mengurangi workload sekaligus mengelola keamanan. Bagaimana, sudah tidak sabar untuk merasakan beragam kemudahan multicloud? Jika jawaban Anda iya, maka mengadopsi layanan Google Cloud bisa dijadikan solusi. Lalu, bagaimana cara mendapatkannya? Untuk masalah itu, Anda bisa mempercayakannya pada EIKON Technology yang merupakan partner resmi Google di Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Info

Memanfaatkan Zero-touch Enrollment untuk Setup Chromebook Skala Besar

  Proses setup manual Chromebook pada dasarnya dirancang mudah untuk diikuti. Namun bagaimana jika Anda harus melakukan setup perangkat Chromebook dalam skala besar? Nah, Zero-touch Enrollment adalah solusi atas permasalahan tersebut. Zero-touch Enrollment atau ZTE merupakan sebuah tool yang dirancang untuk memudahkan Anda dalam melakukan setup serta deployment perangkat Chromebook, terutama dalam skala besar. Tool ini cocok untuk Chromebook yang digunakan secara massal, seperti untuk keperluan perusahaan atau sekolah.  Bagaimana cara setup Chromebook dengan Zero-touch Enrollment? Mari pelajari bersama prosesnya dalam ulasan berikut. Apa itu Zero-touch Enrollment? Zero-touch Enrollment atau ZTE merupakan alternatif untuk mendaftarkan perangkat Chrome Anda, terutama Chromebook. Dengan tool ZTE, perangkat Chromebook secara otomatis akan terdaftar dalam konsol Google Admin. Jadi, Anda tidak perlu lagi mendaftarkan perangkat secara manual satu persatu. Apa saja yang diperlukan untuk ZTE? Photo Credit: PxHere Untuk bisa mendaftarkan perangkat Chromebooks melalui layanan Zero-Touch Enrollment, ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan terlebih dahulu yaitu: Perangkat Chromebooks. Pastikan perangkat Chromebooks mendukung layanan Zero-Touch Enrollment. Anda bisa melihat daftar perangkat yang kompatibel di sini. Penyedia layanan ZTE. Anda bisa menghubungi pihak manufaktur Chromebooks untuk menanyakan ketersediaan ZTE. Alternatif lain adalah melalui partner resmi yang telah diakui Google seperti EIKON Technology. Token pra-penyediaan (pre-provisioning token). Untuk mendapatkan token ini, Anda bisa menyimak langkah-langkahnya di bawah. Google Workspace yang mendukung layanan Zero-touch Enrollment. Ada dua edisi Workspace yang kompatibel dengan layanan ZTE: Google Workspace for Education Plus serta Google Workspace Enterprise Plus. Jika sudah memiliki keempat persyaratan tersebut, Anda bisa langsung mengambil token pra-penyediaan dengan cara berikut ini: Login pada konsol Google Admin. Buka menu Devices > Chrome > Devices. Pilih OU teratas (root) atau bisa juga sub organizational unit, sesuaikan dengan kebutuhan. Selesai memilih OU yang dikehendaki, klik Enroll devices. Jika proses berhasil, Anda akan mendapatkan token berupa 30 karakter alfanumerik. Perlu diingat, token pra-penyediaan selalu terhubung dengan sebuah OU dan dapat dibatalkan (revoke) kapan saja melalui konsol Google Admin. Token tersebut dapat digunakan untuk beberapa perangkat sekaligus. Keuntungan menggunakan ZTE Photo Credit: Pxfuel Selain memudahkan proses setup Chromebook dalam skala besar, ZTE juga menawarkan beberapa kemudahan lain. Salah satu fitur unggulannya adalah Simplify Device Provisioning. Melalui fitur ini, deploy perangkat secara massal dapat dilakukan tanpa harus melakukan setup secara manual. Fitur lain, Enforced Management, memungkinkan pengguna tunggal untuk langsung menggunakan perangkat Chromebook, bahkan sesaat setelah unboxing device. Proses enrollment yang seragam juga otomatis membuat seluruh perangkat terisi dengan aplikasi serta policy sesuai kebutuhan perusahaan atau institusi. Perbedaan ZTE dengan White Glove enrollment Jika dilihat sekilas, ZTE mirip dengan enrollment perangkat model White Glove. Sebab keduanya berkaitan dengan OU.  Namun ZTE memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki sistem White Glove. Misalnya, dengan ZTE, Anda bisa mengatur OU mana yang diinginkan. Sementara White Glove hanya bisa terpasang pada struktur OU teratas yaitu root. Selain itu, White Glove juga harus melalui tahap pengecekan dead unit, sedangkan ZTE tidak. Dengan begitu, perangkat bisa lebih cepat dikirim dan digunakan. Bukan hanya itu, ZTE juga memungkinkan Anda untuk lebih bebas mengatur konfigurasi Wi-Fi. Pada sistem White Glove, konfigurasi serta policy Wi-Fi telah diatur sebelum perangkat dikirimkan.    Photo Credit: Pxfuel Dari sini dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan Zero-touch Enrollment membuat proses deploy perangkat Chromebook menjadi lebih cepat. Hal ini tentu akan sangat membantu untuk penggunaan perangkat Chromebook dalam skala besar seperti pada perusahaan atau institusi pendidikan. Konfigurasi policy dan bahkan aplikasi yang terpasang dalam perangkat pun bisa dibuat seragam sesuai kebutuhan perusahaan. Hingga saat ini, penyedia layanan Zero-touch Enrollment di Indonesia memang masih terbatas jumlahnya. Namun Anda tidak perlu khawatir karena EIKON Technology sudah menjadi partner pra-penyediaan (pre-provisioning) resmi yang ditunjuk oleh Google Chrome Enterprise. Untuk aktivasi perangkat Chromebook skala besar melalui ZTE, Anda cukup mengunjungi website resmi EIKON Technology di eikontechnology.com. Masih merasa ragu? Diskusikan kebutuhan Anda dengan kami. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan EIKON Technology.

Chromebook, Info

Trik Optimalisasi Chrome Browser untuk Tingkatkan Produktivitas Kerja

  Siapa tak kenal Chrome Browser? Bisa dibilang, Chrome adalah browser yang paling banyak digunakan di dunia saat ini. Sebagai browser paling populer, Chrome pun dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk untuk menunjang produktivitas kerja. Artikel ini akan mengulas beberapa trik optimalisasi Chrome Browser agar dapat meningkatkan produktivitas kerja. Anda bisa menerapkannya langsung pada perusahaan atau pun divisi IT perusahaan untuk menunjang produktivitas, efisiensi, serta keamanan mereka. Berikut adalah beberapa trik yang bisa Anda bagikan untuk mendapatkan hasil yang optimal dan maksimal saat menggunakan Chrome Browser. Jalan pintas melalui address bar Photo Credit: Google Support Chrome Browser punya banyak jalan pintas atau shortcut yang tersembunyi pada address bar mereka. Dengan mengetahui pintasan tersebut, Anda bisa menghemat banyak waktu saat bekerja. Setelah sebelumnya menambahkan tindakan “Kelola Kata Sandi” untuk mengelola pengaturan privasi dan keamanan, kini Google telah menambahkan 16 tindakan baru. Salah satunya adalah pintasan untuk membuat dokumen Google Docs baru. Untuk “memancing” tindakan tersebut, Anda cukup mengetik trigger words “new Google doc” pada address bar. Bagi Anda yang tak ingin berlama-lama membuka opsi menu keamanan Chrome Browser untuk melakukan pemeriksaan keamanan, bisa mengetik trigger words “safety check” pada address bar. Pintasan tersebut akan membawa Anda pada halaman pemeriksaan keamanan Chrome. Sayangnya, fitur jalan pintas ini baru tersedia dalam bahasa Inggris. Namun, Google terus berupaya untuk menghadirkan trigger words dalam bahasa lain. Pisahkan penjelajahan pribadi dan pekerjaan Anda Photo Credit: Monisphoto_com (Pixabay) Seperti yang sudah disebutkan, ada banyak sekali kegunaan Chrome Browser. Maka tidak mengherankan jika browser yang satu ini digunakan untuk berbagai keperluan. Selain keperluan pekerjaan, tak jarang, Chrome pun dipakai untuk penjelajahan pribadi. Saat bekerja, ada kalanya Anda perlu mengecek keperluan pribadi bukan? Nah, hal tersebut bisa menjadi masalah keamanan. Sering terjadi kasus salah pengiriman file karena data penjelajahan pribadi dan pekerjaan tercampur. Untuk mengatasinya, Chrome menghadirkan fitur “Profile”. Dengan fitur ini, Anda bisa membuat akun terpisah untuk keperluan pribadi dan pekerjaan. Data pribadi seperti bookmark, kata sandi, hingga riwayat penjelajahan akan tersimpan dalam akun tersebut dan tidak akan berpindah kecuali Anda memang berpindah akun. Fitur ini dapat diakses dengan klik gambar profil Anda di bagian kanan atas browser. Untuk berpindah akun, pilih opsi “Other Profiles” atau “Profil Lain”.  Temukan tab lebih cepat Saat bekerja, terkadang Anda harus membuka banyak tab sekaligus di browser. Biasanya hal ini terjadi saat load kerja sedang tinggi. Banyaknya tab yang terbuka seringkali menimbulkan masalah. Paling sering terjadi adalah kesulitan menemukan tab yang diperlukan. Akibatnya, Anda harus menghabiskan waktu untuk membuka tab satu persatu. Sekarang, Anda tidak perlu kembali pada situasi. Chrome menyediakan fitur “Grup Tab” serta penelusuran tab untuk membantu Anda. Untuk membuat grup, cukup klik kanan pada tab browser yang terbuka kemudian klik opsi “Add Tab to new group”. Sedangkan untuk mencari tab, klik ikon panah di bagian kanan atas browser (tepat di sebelah ikon Minimize). Seluruh tab yang terbuka akan langsung ditampilkan. Menjelajah lebih aman Photo Credit: JESHOOTS_com (Pixabay) Masalah lain yang mungkin terjadi saat Anda membuka banyak tab di Chrome adalah seluruh tab ikut crashing saat ada satu tab bermasalah. Chrome mengatasi permasalahan tersebut dengan menghadirkan fitur keamanan Site Isolation. Dengan Site Isolation ini, masing-masing tab akan berjalan pada proses render yang berbeda. Jadi, tiap tab terpisah satu sama lain. Selain mengatasi crash, Site Isolation juga meningkatkan keamanan Anda saat menjelajah dengan Chrome Browser. Site Isolation membuat tiap tab berjalan pada sandbox. Dengan begitu, jika Anda tidak sengaja masuk ke web berbahaya, web tersebut tidak akan bisa mengakses informasi yang terbuka di tab lain.  Untuk mengaktifkan Site Isolation, Anda cukup mengetik perintah “chrome://flags/#enable-site-per-process” pada address bar. Jika sudah masuk dalam halaman Site Isolation, klik “Enable” untuk mengaktifkan fitur. Manfaatkan fitur terbaru Chrome adalah browser yang dinamis dan berkembang. Inovasi terus dilakukan agar segala kebutuhan user selalu terpenuhi, termasuk untuk urusan produktivitas kerja. Google melakukan update secara berkala pada Chrome Browser. Anda sebagai user bisa menikmati update tersebut melalui fitur-fitur baru yang disematkan pada Chrome. Salah satu fitur terbaru dari Chrome adalah Tab Groups. Dengan fitur tersebut, Anda bisa mengelompokkan beberapa tabs dalam satu grup. Bukan cuma itu, update sistem juga dilakukan untuk memperbaiki performa Chrome secara keseluruhan. Pada update terbaru, CPU Usage dapat diminimalisir. Hasilnya, mesin tidak cepat panas dan baterai lebih awet. Lebih lengkap mengenai fitur-fitur terbaru Chrome dapat Anda simak di sini.   Jika merasa fitur-fitur Chrome Browser tersebut belum cukup, Anda bisa mempertimbangkan perangkat Chromebook. Dengan sistem operasi Chrome OS, Chromebook adalah perangkat paling optimal untuk menjalankan seluruh aplikasi produktivitas dari Google. Agar produktivitas kerja semakin baik, optimalisasi Chrome Browser juga bisa diiringi dengan penggunaan productivity software dari Google yaitu Google Workspace. Bagaimana cara mendapatkannya? EIKON Technology sebagai partner resmi Google di Indonesia siap membantu Anda mendapatkan produk-produk Google dengan mudah dan tentunya legal. Klik di sini untuk terhubung dengan EIKON Technology segera.  

Info

Layanan Zero-touch Enrollment untuk Perangkat Chrome OS

Saat menggunakan perangkat Chrome OS, terutama dalam skala besar seperti di tingkat perusahaan, perlu ditetapkan kebijakan pemakaian perangkat. Tujuannya agar Anda dan tim bisa menggunakan perangkat Chrome OS secara efektif sehingga berdampak baik terhadap produktivitas kerja. Pengaturan kebijakan perangkat dilakukan melalui konsol Google Admin. Namun, untuk bisa melakukan hal tersebut, Anda harus terlebih dulu mendaftarkan perangkat OS yang akan digunakan. Kini, proses pendaftaran (disebut juga dengan deployment) tak hanya bisa dilakukan secara manual, tapi juga melalui metode zero-touch enrollment. Metode tersebut memungkinkan Anda untuk mendaftarkan perangkat OS baru secara otomatis sehingga lebih mudah dan praktis. Namun, bagaimana sebetulnya cara kerja zero-touch enrollment? Pelajari lebih dalam melalui ulasan berikut ini. Apa yang dimaksud dengan zero-touch enrollment? Photo Credit: Mikhail Nilov (Unsplash) Dilansir dari laman web Google, zero-touch enrollment diartikan sebagai metode alternatif dari pendaftaran perangkat Chrome OS secara manual. Pada metode ini, mitra pra-penyediaan (distributor, reseller, atau produsen perangkat) mengirimkan instruksi kepada Google untuk mendaftarkan perangkat Chrome secara otomatis pada domain milik pengguna setelah perangkat tersebut dihidupkan dan terhubung dengan internet. Dengan kata lain, pengguna tidak harus melakukan pendaftaran perangkat OS sendiri. Namun, penting diketahui bahwa ada sejumlah hal yang perlu dipersiapkan untuk menerapkan metode zero-touch enrollment, yaitu: Token pra-penyediaan (disebut juga pre-provisioning token) yang dibuat dari konsol Google Admin. Mitra pra-penyediaan resmi yang telah ditunjuk untuk membantu proses pendaftaran perangkat Chrome OS. Layanan upgrade Chrome Enterprise, Education, dan Non-Profit. Apa keunggulan layanan zero-touch enrollment pada perangkat Chrome OS? Photo Credit: George Milton (Unsplash) Demi mendukung kenyamanan dan produktivitas para karyawannya, kini banyak perusahaan menyediakan perangkat yang hanya bisa digunakan untuk bekerja. Walaupun terdengar praktis, perusahaan kerap berurusan dengan masalah deployment, setup perangkat, hingga instalasi aplikasi. Mengingat biasanya ada banyak perangkat yang diberikan kepada tiap karyawan, maka keseluruhan proses deployment pun memakan waktu cukup lama. Nah, metode zero-touch enrollment pada perangkat Chrome OS mampu memberi solusi atas permasalahan tersebut. Melalui metode enrollment, perusahaan dapat melakukan proses deployment perangkat Chrome OS secara massal dan online. Alhasil, perangkat pun bisa langsung digunakan oleh karyawan dengan menggunakan konfigurasi yang telah ditetapkan perusahaan secara otomatis. Di mana Anda bisa mendapatkan layanan tersebut untuk perangkat Chrome OS? Photo Credit: Mikhail Nilov (Unsplash) Bersifat online dan otomatis, metode enrollment memberikan kemudahan dalam proses deployment perangkat Chrome OS, khususnya bagi perusahaan yang biasanya melakukan hal tersebut pada banyak perangkat sekaligus. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua perangkat Chrome OS mendukung zero-touch enrollment. Cek di sini untuk mengetahui perangkat Chrome OS mana saja yang telah mendukung metode tersebut. Layanan ZTE pada perangkat Chrome OS hanya bisa didapatkan melalui mitra resmi Google. Di Indonesia, mitra penyediaan layanan zero-touch enrollment yang telah tercatat dan diakui Google adalah EIKON Technology. Nama EIKON Technology bahkan sudah terdaftar di sini. Lalu, bagaimana caranya agar bisa menggunakan layanan zero-touch enrollment yang disediakan EIKON Technology? Anda hanya perlu mengunjungi situs resmi EIKON Technology di eikontechnology.com. Sebagai alternatif, Anda juga bisa langsung klik di sini untuk terhubung dengan EIKON Technology. Tinggalkan pesan atau ceritakan kebutuhan Anda dan tim EIKON Technology akan segera kembali menghubungi Anda.  

Info

Cegah Penyebaran Virus COVID-19 dengan Air Purifier Ablatum Mini

  Tidak ada yang bisa memprediksi kapan pandemi COVID-19 akan benar-benar berakhir. Terlebih, kini telah muncul virus COVID-19 varian Delta yang tingkat paparannya cukup tinggi, membuat gelombang kedua kasus COVID-19 di Indonesia jadi lebih dahsyat jika dibandingkan sebelumnya. Wajar jika hal tersebut membuat Anda khawatir. Walau begitu, jangan biarkan panik menguasai diri Anda. Tetaplah waspada dengan terus menerapkan protokol kesehatan, menjaga kesehatan diri, serta kebersihan lingkungan. Mengingat kemungkinan besar saat ini Anda menghabiskan lebih banyak waktu di dalam rumah, sebaiknya pasanglah air purifier di ruangan. Tahukah Anda bahwa udara di dalam ruangan terbukti lima kali lebih kotor dari udara yang kita hirup di luar ruangan? Risiko terpapar virus dan bakteri pun jadi cenderung lebih besar. Air purifier seperti Ablatum Mini dapat membantu membuat udara dalam ruangan jadi lebih bersih dan sehat. Terbukti secara ilmiah mampu membunuh virus dan bakteri dalam ruangan Photo Credit: Martin Sanchez (Unsplash) Ablatum Mini adalah air purifier yang berfungsi menjernihkan udara di dalam ruangan Anda sehingga lebih sehat ketika dihirup. Bukan sembarang klaim, Ablatum Mini telah lolos uji laboratorium dan terbukti mampu membunuh aneka virus serta bakteri yang beredar melalui partikel-partikel udara di dalam ruangan. Tak hanya itu, Ablatum Mini bahkan telah terakreditasi dan tersertifikasi dari laboratorium independen dalam membunuh virus SARS-CoV-2 dan H1N1 hingga 99,9%. Seperti yang diketahui, SARS-CoV-2 dikenal sebagai virus yang menyebabkan penyakit COVID-19. Jadi, dengan memasang Ablatum Mini di dalam ruangan, Anda telah mengurangi risiko terpapar virus COVID-19. Hebatnya, Ablatum Mini mampu melakukan hal tersebut dalam waktu relatif singkat. Air purifier satu ini dapat mensterilisasi udara di dalam ruangan berukuran 10-80 m3 dalam waktu kurang lebih tiga puluh menit saja. Ini karena satu perangkat Ablatum Mini mengeluarkan ion hingga empat kali lebih banyak untuk menjaga kejernihan dan kesehatan udara di dalam ruangan Anda. Cara kerja Ablatum Mini Photo Credit: Pretain Technologies Ion plasmacluster adalah air dan oksigen yang terbentuk secara alami di udara, tapi dalam bentuk berbeda. Nah, penting diketahui bahwa ion bi-polar yang ada dalam Ablatum Mini terbuat dari ion positif dan negatif serupa dengan yang beredar secara alami tersebut. Teknologi bi-polar Ablatum Mini menghasilkan 180 juta ion hidrogen positif (H+) dan ion oksigen negatif (O2-) per m3. Proses produksi ion ini berjalan bersamaan dengan ion plasmacluster dan menempel pada permukaan virus, bakteri, serta zat lain di udara, untuk kemudian berubah menjadi OH radikal. Permukaan virus atau bakteri tersebut mayoritas mengandung protein. Dengan kemampuan oksidasi yang kuat, OH radikal akan mengekstrak hidrogen (H) dari protein pada permukaan virus maupun bakteri. Menghilangkan atom hidrogen (H) dari struktur virus, bakteri, maupun patogen lain mampu menonaktifkan zat inti di dalamnya. Nantinya, OH radikal akan terikat dengan atom hidrogen (H) yang telah terlepas tersebut untuk segera membentuk air (H2O). Air ini akan kembali ke udara sehingga akhirnya menciptakan udara yang lebih sehat di dalam ruangan. Desain modern, pemasangan simpel, dan praktis Photo Credit: Pretain Technologies Dengan fungsinya yang begitu penting terhadap pencegahan penyebaran virus COVID-19, jangan bayangkan Ablatum Mini sebagai air purifier berukuran besar yang membutuhkan proses pemasangan rumit. Sebaliknya, pemasangan Ablatum Mini justru begitu mudah, simpel, dan praktis. Bahkan tak akan memakan waktu sampai satu menit! Hal ini tidak terlepas dari desain Ablatum Mini yang berbentuk kotak mungil nan minimalis. Air purifier satu ini tersedia dalam tiga warna dan empat model yang bisa diletakkan di atas meja atau rak hingga dipasang di dinding. Karena bentuknya yang modern, Ablatum Mini akan terlihat seperti pemanis ruangan. Untuk mengaktifkannya, Anda hanya perlu menyalakan tombol on dan Ablatum Mini akan langsung bekerja mensterilisasi ruangan Anda. Tenang saja, Ablatum Mini tidak menimbulkan suara berisik sehingga Anda bisa tetap beraktivitas dengan nyaman di dalam ruangan dengan udara bersih. Tingkatkan kualitas udara di dalam ruangan dengan memasang air purifier Ablatum Mini. Bukan hanya membantu membunuh virus COVID-19, udara yang bersih juga akan berdampak positif terhadap kehidupan sehari-hari. Anda bisa bernapas secara lebih nyaman, reaksi alergi berkurang, tidur jadi lebih nyenyak, dan lebih nyaman beraktivitas. Jadi, tunggu apa lagi? Segera dapatkan air purifier Ablatum Mini dengan menghubungi EIKON Technology untuk kualitas udara yang lebih baik di dalam ruangan!

Info

Update Google Meet, Kini Anda Bisa Tambah Hingga 25 Co-host

  Lebih dari sekadar platform video call, Google Meet telah menjadi alat penunjang kolaborasi dan produktivitas kerja melalui aktivitas online meeting. Agar aktivitas tersebut berlangsung produktif dan aman, berbagai update Google Meet pun senantiasa diberikan dari waktu ke waktu. Pada update terbaru ini, yang dirilis pada 11 Agustus 2021 lalu, kini online meeting di Google Meet memungkinkan Anda untuk menambahkan hingga 25 co-host. Tak hanya itu, para co-host yang telah ditunjuk juga akan memiliki kontrol lebih dalam menjalankan online meeting di Google Meet.  Apa saja bentuk kontrol yang dimaksud? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini. Co-host memiliki kontrol lebih terhadap online meeting Photo Credit: Blog Google Workspace Melalui update Google Meet terbaru, mulai sekarang Anda bisa menunjuk hingga 25 co-host saat online meeting. Sebagai co-host, mereka berhak melakukan sejumlah kontrol terhadap online meeting di Google Meet. Namun, sebelumnya pastikan dulu untuk mengaktifkan opsi Host Management. Anda bisa menemukannya pada menu Settings > Host Controls. Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan oleh co-host saat online meeting berlangsung di Google Meet: Membatasi siapa saja yang bisa mengirim pesan atau chat Membatasi siapa saja yang bisa berbagi layar (share screen) Mengakhiri online meeting untuk semua peserta Mengaktifkan mode mute untuk semua peserta hanya dalam satu klik Berbagai kontrol untuk co-host tersebut tersedia bagi pelanggan Google Workspace Essentials, Business Standard, Business Starter, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Enterprise Essentials, Education Standard, Education Plus, Education Fundamentals, Teaching and Learning Upgrade, Nonprofits, Frontline, serta seluruh pelanggan G Suite Basic dan Business. Fitur Quick Access mempermudah peserta untuk bergabung Photo Credit: Blog Google Workspace Selain penambahan hingga 25 co-host, update Google Meet juga mencakup perluasan kontrol pada fitur Quick Access. Saat online meeting di Google Meet, kontrol Quick Access akan diaktifkan (ON) secara default. Ketika fitur ini aktif, maka peserta meeting dari domain Anda bisa secara otomatis bergabung mengikuti meeting lewat perangkat desktop, mobile, atau melalui panggilan masuk. Lalu, apa yang terjadi jika fitur Quick Access dalam keadaan nonaktif? Host harus terlebih dulu bergabung dengan meeting. Hanya peserta yang telah diundang saja yang dapat mengikuti meeting tanpa harus mengajukan izin lagi. Artinya, tidak ada peserta anonim yang bisa bergabung dengan online meeting di Google Meet. Update pada fitur Quick Access ini dapat diakses seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi yang berlangganan G Suite Basic dan Business. Namun, aksesnya tidak akan tersedia bagi pelanggan Google Workspace Individual yang menggunakan Google Accounts personal. Panel People juga mendapatkan update Photo Credit: Blog Google Workspace Saat mengadakan online meeting di Google Meet, kemungkinan besar Anda akan menemukan panel bernama People yang biasa muncul di sebalah kanan layar. Update Google Meet terbaru ternyata juga diberikan pada panel People ini. Tak hanya tersedia pada versi web, update dari panel People ini juga akan dapat Anda temukan pada Google Meet versi mobile. Berkat adanya update terhadap panel People, kini Anda bisa dengan mudah dan cepat bernavigasi ke peserta tertentu untuk melakukan mute, menghapus mereka dari panggilan online meeting, atau memberikan kontrol sebagai host. Bagi peserta yang ditunjuk sebagai co-host, maka akan muncul ikon atau simbol bergambar perisai keamanan pada nama mereka.   Secara perlahan, berbagai update Google Meet tersebut mulai diluncurkan untuk publik pada 16 Agustus 2021. Namun, mengingat ada update yang hanya bisa diakses oleh pelanggan Google Workspace edisi tertentu, sekarang adalah saat yang tepat untuk berlangganan Google Workspace edisi premium. Cukup hubungi EIKON Technology selaku partner produk Google resmi di Indonesia dan Anda akan mendapat bantuan untuk memilih edisi Google Workspace yang paling sesuai kebutuhan. Segera berlangganan Google Workspace sekarang juga agar bisa menikmati berbagai update Google Meet di atas!

Info

Pengalaman Baru Akses Google Meet dari Glass Enterprise

Siapa bilang Google Meet hanya bisa diakses melalui perangkat seperti laptop, tablet, atau smartphone? Padahal, para pekerja lapangan seperti teknisi juga butuh berkolaborasi dengan anggota tim lain. Namun, dengan pekerjaan mereka di lapangan yang begitu menyita perhatian, penggunaan laptop atau tablet untuk mengakses Google Meet tentunya akan kurang praktis. Menjawab keresahan tersebut, Google telah membuka akses Google Meet untuk perangkat Google Glass Enterprise Edition 2 (Meet on Glass). Dengan Meet on Glass, kini para peserta rapat online dapat merasakan langsung sudut pandang dari perspektif pengguna Glass Enterprise. Di sisi lain, pengguna Glass Enterprise juga dapat mengikuti video meeting secara real-time. Apa itu Glass Enterprise? Photo Credit: Google Glass Google Glass Enterprise adalah perangkat head-mounted display AR berbentuk kacamata. Dirancang sebagai perangkat komputasi (cloud) yang bisa dipakai (wearable), pengoperasian Glass Enterprise didukung oleh internet sehingga memungkinkan pengguna untuk mengakses fungsi-fungsinya melalui perintah suara. Pada 2019 lalu, versi terbaru dari Glass Enterprise yang diberi nama Glass Enterprise Edition 2 resmi diluncurkan. Setahun setelahnya, tepatnya pada Oktober 2020, Google mengumumkan integrasi Google Meet pada Glass Enterprise Edition 2. Namun, saat itu, akses Google Meet on Glass masih sangat terbatas dalam program open beta untuk beberapa pengguna saja. Integrasi Google Meet dengan Glass Enterprise tingkatkan kolaborasi Photo Credit: Google Cloud Kabar baiknya, sejak pertengahan Juli 2021 lalu, program open beta tersebut telah diperluas sehingga kini seluruh pelanggan Google Workspace dapat mengakses Google Meet melalui perangkat Glass Enterprise. Melalui Meet on Glass, Google membawa pengalaman video conference ke level yang lebih tinggi. Dengan begitu, akan ada lebih banyak pelanggan di seluruh dunia yang bisa mengakses Google Meet, tak peduli perangkat apa pun yang digunakan. Kolaborasi dengan anggota tim di lapangan atau pekerja garda depan (frontliner) pun tetap mustahil dijalankan. Di samping itu, akses Google Meet pada perangkat Glass Enterprise juga merupakan salah satu bentuk komitmen Google untuk menciptakan pengalaman meeting yang inovatif dan mendalam. Pengalaman ini diharapkan mampu membantu Anda dan pelanggan lain untuk bekerja bersama (kolaborasi), bukan hanya meeting bersama. Bantu menyelesaikan berbagai tantangan kerja Photo Credit: Google Cloud Pengalaman Meet on Glass terbukti telah membantu banyak pekerja dalam menyelesaikan tantangan di lapangan. Hal ini dirasakan langsung oleh sejumlah pelanggan yang telah lebih dulu mendapat kesempatan untuk mengimplementasikan Meet on Glass. Di Amerika Serikat, misalnya, perusahaan layanan real estate bernama CBRE menggunakan Meet on Glass untuk menghubungkan pekerja di lapangan dengan project manager dan tim HQ. Dengan seluruh tim yang saling terhubung melalui live video dari pekerja di lapangan, bukan hanya komunikasi jadi lebih jelas, tapi proses pengambilan keputusan juga jadi lebih cepat. Hal tersebut juga didukung dengan kemudahan penggunaan Glass Enterprise sehingga tidak membuat bingung para pemakainya. Kabar baiknya lagi, akses Google Meet pada Glass juga terintegrasi dengan Google Workspace. Hanya dengan beberapa klik, Anda bisa bergabung dengan event di Google Calendar langsung melalui Glass Enterprise. Bagi perusahaan yang memiliki tim di lapangan, bekali mereka dengan perangkat Google Glass Enterprise Edition 2. Dilengkapi akses Google Meet untuk panggilan video, komunikasi dan kolaborasi pun bisa berjalan optimal. Merupakan perangkat komputasi, Google Glass Enterprise Edition 2 pun masih menjadi bagian dari produk Google Cloud. Karenanya, selain membeli perangkat Glass Enterprise, lengkapi pula dengan berlangganan Google Cloud agar bisa mengakses Google Meet dan program-program produktivitas lain seperti Calendar dan Gmail. Pastikan Anda membeli perangkat Google Glass Enterprise Edition 2 dan berlangganan Google Cloud hanya di partner resmi Google seperti EIKON Technology!

Info

Meningkatkan Efisiensi Kerja di Bidang Retail dengan Teknologi No-code Automation

  Bisnis retail dituntut melakukan adaptasi besar-besaran selama pandemi COVID-19. Dari yang semula menawarkan pengalaman belanja di toko, kini bisnis retail harus beralih ke model penjualan digital demi alasan keamanan. Perubahan ini tentunya membawa tantangan tersendiri, tapi untungnya dapat dipermudah dengan mengautomasi aktivitas kerja. Tak dapat dipungkiri bahwa transformasi digital dapat terkesan berat, terlebih jika tidak didampingi oleh tim teknisi IT yang kuat. Namun, tidak begitu halnya jika Anda menggunakan teknologi no-code automation seperti yang disediakan AppSheet dari Google Cloud. AppSheet adalah platform pengembangan aplikasi tanpa coding untuk mengautomasi proses kerja (workflow), yang dapat berlaku pula di bidang retail. Menggabungkan kekuatan artificial intelligence (AI) dan teknologi no-code automation, AppSheet akan membantu meningkatkan efisiensi kerja di bidang retail melalui berbagai cara. Mempercepat pengecekan barang di gudang Photo Credit: Nana Smirnova (Unsplash) Saat tidak bisa menemukan barang yang dicari, umumnya konsumen akan bertanya apakah Anda masih memiliki persediaan barang tersebut di gudang. Untuk memastikannya, Anda perlu mengecek gudang terlebih dulu sehingga tak jarang konsumen harus menunggu cukup lama demi mendapatkan jawaban. Proses tersebut dapat dipersingkat dengan menggunakan aplikasi khusus stok barang yang dikembangan pada platform no-code automation seperti AppSheet. Melalui aplikasi tersebut, Anda bisa memeriksa persediaan barang di gudang langsung dari perangkat mobile sehingga tak perlu langsung mendatangi gudang. Jika stok barang yang dimaksud ternyata telah habis, Anda bisa menggunakan aplikasi yang sama untuk mencari stok di cabang toko atau gudang terdekat. Dengan proses yang lebih singkat, Anda bisa berpeluang menghasilkan lebih banyak penjualan. Berikan pengalaman berkesan kepada konsumen Photo Credit: Arturo Rey (Unsplash) Retail dikenal sebagai bidang bisnis yang sangat kompetitif. Agar bisa unggul, melakukan penjualan saja tidaklah cukup. Anda juga perlu memenangkan hati konsumen. Untungnya, hal ini juga bisa dilakukan melalui teknologi no-code automation. Melalui platform yang dikembangkan di AppSheet, Anda dapat membentuk sistem reward untuk konsumen agar mereka punya motivasi untuk kembali berbelanja di tempat Anda. Beberapa contohnya adalah memberikan loyalty point untuk dikumpulkan, membagikan kode diskon, dan memberikan hadiah khusus saat mereka ulang tahun. Lebih akurat dalam melakukan merchandise planning Photo Credit: Ksenia Chernaya (Pexels) Merchandise planning adalah metode untuk memilih, mengelola, membeli, menampilkan dan menetapkan harga produk agar bisa memberikan returns on investment (ROI) optimal serta menambah value pada brand produk tersebut. Mengingat tujuannya yang begitu penting, tak mengherankan jika umumnya retailer menghabiskan 20% waktu mereka untuk merchandise planning. Teknologi no-code automation dapat membantu melakukan hal tersebut secara optimal. Anda dan tim bisa mengembangkan aplikasi yang mampu menjalankan analisis prediktif untuk mempelajari tren pada masa lalu, saat ini, dan masa depan. Berdasarkan hasil yang didapat, Anda pun dapat mengambil keputusan yang relatif lebih akurat untuk kebutuhan merchandise planning. Peluang untuk mendapatkan ROI yang maksimal pun akan semakin tinggi. Automasi berbagai kegiatan akuntansi Photo Credit: Christina Hawkins (Unsplash) Accounting, atau akuntansi, merupakan salah satu area paling penting dalam kesuksesan suatu bisnis. Melalui praktik akuntansi yang baik, Anda dapat memanfaatkan hasil data untuk mengambil keputusan terkait pengeluaran, payroll, hingga utang dan piutang. Agar lebih mudah dalam melakukan berbagai kegiatan akuntansi, terapkan automasi workflow menggunakan teknologi no-code automation. Automasi workflow akan mempercepat proses berbagai aktivitas akuntansi. Terlebih, jika menggunakan AppSheet, telah tersedia sampel aplikasi Expensing and Procurement yang dapat Anda salin dan modifikasi sesuai kebutuhan bisnis. Penerapan teknologi no-code automation dapat meningkatkan efisiensi bisnis retail melalui berbagai area di atas. Kabar baiknya lagi, untuk melakukan hal tersebut, Anda tidak membutuhkan kemampuan coding karena bisa memanfaatkan platform AppSheet dari Google Cloud. Jadi, tunggu apa lagi? Buktikan sendiri manfaat teknologi no-code automation dengan berlangganan AppSheet melalui partner premium Google di Indonesia, EIKON Technology. Cukup klik di sini untuk terhubung dengan tim EIKON Technology yang akan membantu Anda berlangganan AppSheet dan mulai menggunakannya!

Info

Pengembangan Aplikasi Tanpa Coding di Bidang Energi

Industri energi memiliki peran signifikan dalam menggerakkan dunia modern. Demi membantu perusahan energi dalam memenuhi kebutuhan, berbagai teknologi automasi pun bermunculan. Tak hanya meningkatkan produktivitas pada sektor energi, teknologi automasi juga mampu menghemat biaya hingga 800 miliar Dolar. Sayangnya, para ahli memprediksi bahwa baru ada 18% organisasi di bidang energi yang memanfaatkan teknologi automasi pada skala enterprise. Salah satu alasan utamanya adalah kurangnya sumber daya manusia yang memiliki keahlian secara teknis di bidang tersebut. Kabar baiknya, kini telah hadir solusi bagi pelaku bisnis energi untuk menerapkan teknologi automasi. Jawabannya adalah dengan AppSheet, platform yang memungkinkan Anda untuk mengembangkan suatu aplikasi tanpa perlu melakukan coding. AppSheet masih merupakan bagian dari Google Cloud Photo Credit: Mitchell Luo (Unsplash) Menggabungkan teknologi artificial intelligence (AI) dan pengembangan aplikasi tanpa coding, AppSheet memberikan peluang kepada perusahaan energi untuk mengautomasi proses kerja (workflow) tanpa harus menulis coding sedikit pun. Artinya, Anda yang tidak memiliki ilmu coding pun bisa turut menggunakan AppSheet. Dalam membantu para penggunanya, AppSheet akan memanfaatkan sumber daya milik Google, khususnya Google Cloud. Sejak Januari 2020 lalu, AppSheet telah resmi diakuisisi oleh Google dan bergabung dengan tim Google Cloud. Beragam hal yang bisa dilakukan dengan AppSheet di bidang energi Melalui layanan pengembangan aplikasi tanpa coding, AppSheet dirancang agar bisa bisa membantu perusahaan energi untuk meningkatkan efisiensi di berbagai lingkup kerja, mulai dari pemeliharaan perangkat, pengangkutan material, hingga pelaporan terjadinya insiden. Berikut penjelasannya.   Pemeliharaan perangkat Photo Credit: Science in HD (Unsplash) Dalam menyediakan energi kepada para konsumen, perusahaan sangat bergantung pada penggunaan banyak perangkat atau peralatan. Mayoritas perangkat ini tak hanya berukuran besar, tapi juga mahal. Dibutuhkan investasi yang tidak sedikit, baik dalam hal pembelian, pengoperasian, hingga pemeliharaan. Itulah kenapa para pekerja di bidang energi dituntut untuk memahami prosedur pemakaian alat-alat tersebut secara tepat dan aman. Tak hanya itu, mereka juga perlu melakukan inspeksi dan melakukan pemeliharaan secara rutin untuk memastikan alat-alat tersebut selalu bekerja optimal. Di sinilah AppSheet dapat membantu Anda. Melalui pengembangan aplikasi tanpa coding, Anda bisa menciptakan proses inspeksi dan pemeliharaan alat secara mulus. Berkat adanya alat-alat yang ditenagai teknologi Internet of Things (IoT), AppSheet akan memberi tahu Anda jadwal pemeliharaan suatu alat, termasuk jika alat tersebut membutuhkan perbaikan dalam waktu dekat.   Pengangkutan dan pelacakan material Photo Credit: ThisisEngineering RAEng (Unsplash) Sektor energi memiliki supply chain yang cukup rumit, terlebih dengan banyaknya material yang memiliki spesifikasi beragam, baik dari segi kualitas hingga keamanan. Perusahaan energi perlu mengadaptasi sistem yang teratur untuk mengelola dan melacak setiap sumber daya yang terlibat dalam proses supply chain. Dengan begini, Anda bisa memastikan bahwa setiap material benar-benar sampai di tempat yang seharusnya secara tepat waktu. AppSheet dapat membantu Anda melakukan hal tersebut melalui teknologi automasi tanpa coding sehingga efisiensi dan transparansi dalam pengangkutan material pun akan meningkat. AppSheet memungkinkan Anda untuk menciptakan aplikasi tanpa coding bersifat custom yang dilengkapi fitur pelacakan GPS dan pemindaian QR code untuk meningkatkan akurasi pengangkutan material energi. AppSheet bahkan menyediakan sampel aplikasi Barcode Scanner dan Location Tracker yang bisa Anda salin dan kustomisasi untuk kebutuhan di bidang energi.   Penanganan bencana Photo Credit: Pixabay (Pexels) Jika terjadi suatu bencana, perusahaan energi memiliki peran penting dalam memulihkan layanan di area-area terdampak. Untuk melakukan, dibutuhkan pengelolaan efektif dalam pengiriman kru sekaligus memastikan keselamatan mereka. AppSheet bisa membantu Anda mempercepat waktu respons dan menjamin keselamatan kru melalui pembuatan aplikasi tanpa coding secara cepat. Bekali kru pengemudi Anda dengan integrasi Google Maps yang akan secara otomatis menunjukkan rute tercepat mencapai lokasi. Tak hanya itu, aplikasi juga kan mengirimkan informasi real-time di lokasi kepada headquarter. Tidak ketinggalan aplikasi untuk mengidentifikasi kebutuhan akan perlengkapan darurat seperti alat pelindung diri (APD) dan mencocokkannya dengan ketersediaan. AppSheet menyediakan sampel aplikasi Driver Dispatch dan Emergency Management yang bisa Anda salin dan kustomisasi sesuai kebutuhan pelaporan bencana di bidang energi.   Dengan AppSheet dari Google Cloud, para pekerja di bidang energi dapat mengautomasi workflow melalui pengembangan aplikasi tanpa coding. Untuk memudahkan pengguna dalam memanfaatkan AppSheet, Google telah menyediakan beberapa edisi langganan, mulai dari Starter, Core, Enterprise Standard, hingga Enterprise Plus. Lalu, ke mana Anda harus melakukan panggilan untuk mulai berlangganan AppSheet? Tentunya partner Google Workspace resmi yang tepercaya di Indonesia, EIKON Technology. Tim EIKON Technology akan memberikan konsultasi seputar produk-produk Google, termasuk AppSheet. Hubungi sekarang juga!

Scroll to Top