EIKON Technology

Info

Gmail, Google Workspace, Info

Berusia 50 Tahun, Simbol @ pada Email Terus Mendorong Kolaborasi

  Email menjadi kebutuhan penting di era Internet of Things (IoT) saat ini. Namun, sadarkah Anda jika email mungkin saja tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya simbol ‘@’ setiap kali mengirimkan pesan kepada penerima? Simbol sederhana ini setidaknya telah 50 tahun mendorong kemajuan teknologi informasi. Pada mulanya, penggunaan simbol ‘@’ untuk teknologi informasi dikembangkan oleh Ray Tomlinson di tahun 1971 saat memecahkan permasalahan yang ada pada ARPANET. Dimana perusahaan itu disebut-sebut sebagai cikal bakal perusahaan  teknologi internet modern saat ini. Tomlinson menciptakan sistem alamat yang menempatkan simbol ‘@’ ini pada sebuah host komputer. Pada awal masa percobaan teknik ini, hanya bisa digunakan untuk komputer lain di jarak 10 kaki saja, namun penemuan tersebut membawa perubahan besar di era teknologi. Simbol ‘@’ yang Merentang Zaman Source: BBC Jauh sebelum Ray Tomlinson menggunakan simbol ‘@’sebagai salah satu hal penting dalam menghubungkan masyarakat di era digital, simbol ini juga sering digunakan untuk berbagai hal. Di Italia, simbol tersebut dikenal dengan istilah ‘the snail’ karena sekilas memang terliihat seperti cangkang siput. Masyarakat Belanda, menyebut simbol itu dengan istilah ‘monkey tail’. Sejak kapan penggunaan simbol ini memang menjadi simpang siur. Namun, berdasarkan data-data simbol tersebut digunakan secara umum pada abad ke-16. Kini, simbol ‘@’ menjadi bagian penting dalam dunia internet. Misalnya saja di berbagai aplikasi seperti Gmail, Twitter, Instagram, hingga WhatsApp untuk menandai seseorang yang ingin kita kirimi pesan.  Kelahiran Gmail Source: IDN Times Sejak 30 tahun setelah Tomlinson menggunakan simbol ‘@’, seorang teknisi Google bernama Paul Buchheit membuat eksperimennya pada email. Buccheit berusaha menemukan solusi yang menurutnya, penggunaan email pada masa awal-awalnya dulu cukup menyusahkan. Lalu, dirinya mencoba membuat Gmail semakin mudah dengan menggunakan simbol tersebut untuk menandai pengguna lainnya. Pada awal masa percobaannya, Buchheit tidak begitu yakin dengan solusi tersebut. Namun, saat Gmail diluncurkan pada 1 April 2004 silam, banyak pihak juga meragukannya. Sampai kemudian, simbol ini benar-benar memiliki manfaat besar sampai sekarang pada layanan Google Workspace. Pada layanan Google inilah simbol ‘@’ memiliki kontribusi besar dalam platform seperti Docs, Slides, Sheets, Meet, dan Chat. Saat ini juga tercatat sekitar 3 miliar pengguna di dunia merasakan manfaat besar dari simbol sederhana. Mengapa Fitur Gmail Membuatnya Lebih Aman Source: Email Marketing Journal Nampaknya, Gmail menjadi tren baru di era teknologi khususnya untuk mengirim perpesanan elektronik atau email. Akan tetapi, Google pun menyadari masih banyak kekurangan pada fitur Gmail versi pertama kali dimunculkan. Salah satunya adalah mengenai isu pesan spam yang cukup mengganggu penggunanya. Termasuk permasalahan-permasalahan lainnya. Seiring berjalannya waktu, Google pun terus berinovasi dalam menangani masalah tersebut. Ini terlihat pada pembaruan-pembaruan yang dilakukan pada Google Workspace. Contohnya, beberapa waktu lalu yang meluncurkan fitur baru Gmail yakni Brand Indicators for Message Identification (BIMI). Fitur Gmail BIMI ini memberikan banyak manfaat. Terutama bagi brand maupun perusahaan. Misalnya terhadap validasi dan otentikasi kepemilikan logo. BIMI dapat memberikan penerima pesan dengan fitur keamanan Gmail terbaik. Mulai dari sumber email dan lainnya untuk memberikan manfaat terbaik. Dengan adanya pembaruan-pembaruan tersebut, membuat Gmail di masa kini menjadi lebih powerfull, lebih aman, dan bisa lebih diandalkan untuk berbagai keperluan di bidang industri maupun perusahaan pada era perkembangan teknologi digital.  Penutup Source: Stuff.co.nz Itulah ulasan singkat dibalik penggunaan simbol ‘@’ pada email, termasuk email dari Google yakni Gmail. Meski simbol tersebut terlihat sederhana namun membawa manfaat penting bagi perkembangan dunia teknologi sampai saat ini. Terutama teknologi komunikasi dan informasi. Kini, fitur Gmail pun semakin beragam. Anda dapat menggunakannya tak hanya untuk kepentingan individu saja. Melainkan pula untuk keperluan bisnis maupun perusahaan. Salah satunya adalah dengan menggunakan layanan Google Workspace yang bisa Anda dapatkan di EIKON Technology. Di sini, kami menyediakan layanan berbagai ragam fitur Gmail untuk keperluan bisnis dengan pelayanan yang dapat diandalkan. Informasi lebih lanjut mengenai produk Google Workspace kami, Anda bisa klik di sini.

Info

Menggunakan Google Cloud Spot VMs untuk Menjalankan Workloads dengan Efisien

Google Cloud baru saja meluncurkan public preview untuk hasil proyek kolaborasi mereka dengan Spot by NetApp yaitu Spot VMs. Apa itu Spot VMs? Dalam komputasi awan yang dimiliki Google, terdapat kapasitas “sisa” yang tidak terpakai. Melalui Spot VMs, pengguna Google Cloud bisa meminjam ruang kapasitas tersebut dengan harga yang lebih terjangkau, bahkan 91% lebih hemat dari harga ruang kapasitas baru. Artikel ini akan membahas bagaimana caranya menggunakan layanan Google Cloud Spot VMs tersebut untuk menjalankan workloads, terutama untuk workloads yang berjenis fault-tolerant. Mari simak penjelasannya berikut ini. Mengenal Google Cloud Spot VMs   Photo Credit: Google Cloud Blog Aplikasi modern seperti micro service, workload yang terkemas, serta aplikasi skalabel horizontal, dirancang untuk mampu bekerja bahkan di saat mesin tempat penyimpanannya sedang mengalami gangguan. Desain arsitektur ini pada akhirnya menghasilkan ruang kapasitas “sisa” pada cloud. Melalui Spot VMs, Anda yang menggunakan Google Cloud pun bisa mengakses kapasitas sisa tersebut. Google menawarkan layanan ini dengan biaya yang sangat terjangkau. Anda bisa menghemat sekitar 60-91% dari harga VM asli. Tersedia juga pilihan optimalisasi biaya melalui integrasi dengan Google Kubernetes Engine (GKE) Standar. Integrasi ini akan membuat aplikasi scalable Anda berjalan lebih mulus. Keuntungan menggunakan Google Spot VMs dalam proyek Anda Bagi Anda yang sudah tidak sabar untuk menggunakan Google Spot VMs, layanan ini sudah mulai diterapkan pada bulan Oktober 2021 lalu. Dengan memanfaatkan Spot VMs, Anda bisa merasakan manfaat berupa: Efisiensi TCO: Bagi pemilik bisnis, penghitungan TCO atau total cost of ownership sangat penting. Dengan menghitung TCO, maka perencanaan pengadaan struktur cloud akan menjadi lebih rinci. Adanya penghematan hingga 91% jelas akan sangat menguntungkan keuangan perusahaan. Terlebih jika Anda menggabungkan Spot VM dengan layanan Custom Machine Types dari Google dan menambahkan Spot GPU serta Spot SSD lokal. TCO akan lebih efisien tanpa harus mengorbankan kinerja. Otomatisasi yang lebih baik: Integrasi Spot VM dengan GKE akan melancarkan seluruh rangkaian proses deploy. Saat Spot VM tersedia, peningkatan skala bisa dilakukan secara otomatis dan diakhiri tanpa hambatan dengan fitur pre-emption. Proses deploy pun bisa selesai dengan gangguan minimal. Kemudahan penggunaan dan integrasi: Semua resources yang tersedia pun menjadi milik Anda sepenuhnya tanpa batas durasi tertentu. Anda juga bisa memanfaatkan fitur Termination Action untuk menghapus seluruh properti perusahaan yang tersimpan. Langkah ini bisa dilakukan saat proses pre-emption berjalan. Anda juga bisa membersihkan Spot VM yang telah digunakan sebelum dikembalikan. Tersedia di seluruh dunia: Spot VM diluncurkan di seluruh dunia dengan performa yang 100% sama dengan performa VM baru. Perbedaan antara Spot VM dengan VM baru hanyalah pada harga yang ditawarkan. Sebab, resources dapat diklaim kembali kapan saja dengan pemberitahuan 30 detik sebelumnya. Baca juga: Tips Mengatur Budget Departemen IT, Hemat Hingga 60%! Spot VM sangat cocok untuk berbagai jenis workloads, terutama yang berjenis fault-tolerant. Penerapannya bahkan sangat luas, bisa digunakan pada sektor efek visual, keuangan, genomik, perkiraan, dan bahkan simulasi. Untuk mulai mencobanya pun tidak sulit, cukup menambahkan perintah –provisioning_model= Spot pada permintaan Anda dan mode penghematan akan langsung bekerja. Harga yang dinamis Photo Credit: asawin (PxHere) Untuk memaksimalkan penghematan, Google Cloud VMs diluncurkan dengan penetapan harga yang dinamis. Diskon harga yang diterapkan bervariasi, yang terendah adalah 60% dan yang tertinggi 91% lebih hemat dari harga asli. Model penetapan ini bertujuan agar setiap pengguna Google Cloud bisa merasakan pengalaman dengan Spot VM. Jumlah diskon akan terus berubah tiap bulannya, namun tetap dengan diskon minimal 60% dan maksimal 91%. Anda juga bisa melihat perkiraan harga untuk melihat perubahan harga di bulan selanjutnya. Model ini akan efektif mulai tahun 2022 nanti. Untuk rangkaian serta lokasi VM bisa dilihat pada tabel berikut: Photo Credit: Google Cloud Blog Untuk mendapatkan hasil yang lebih hemat dan optimal, Anda bisa memanfaatkan integrasi dengan GKE. Pada GKE, Anda bisa membuat node Spot dengan menggunakan perintah –spot;. Sedangkan node pre-emptible bisa ditambahkan dengan –preemptible. Jika Anda sudah menggunakan GKE versi 1.21, tersedia perintah enable_graceful_node_shutdown untuk menjalankan Spot dengan lebih mulus. Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Google Cloud Operations Suite? Dengan menggunakan Google Cloud Spot VMs, berbagai jenis workloads, bahkan untuk tipe fault-tolerant bisa lebih mudah dijalankan. Menariknya lagi, layanan ini juga menerapkan model penetapan harga yang dinamis sehingga Anda bisa mendapatkan diskon mulai dari 60-91%. Layanan Spot VMs ini akan bekerja lebih baik pada infrastruktur cloud yang memang dikhususkan untuk bisnis. Belum menerapkan solusi tersebut pada bisnis Anda? Sebagai official reseller Google di Indonesia, EIKON Technology menyediakan berbagai produk Google secara legal, termasuk di antaranya adalah layanan Google Cloud. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan EIKON Technology!

Info

Merancang Sistem Belajar Online yang aman dengan Google for Education

Google for Education merupakan layanan pembelajaran kolaboratif berbasis cloud. Layanan ini memungkinkan penggunanya untuk bisa memanfaatkan aplikasi serta  fitur yang dikembangkan Google sebagai alat produktivitas untuk menunjang kegiatan belajar dan mengajar. Google for Education sendiri dikembangkan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan privasi para penggunanya. Bentuk proteksi tersebut bisa Anda temukan melalui berbagai fitur keamanan bawaan yang memberikan perlindungan otomatis serta visibilitas dan kontrol yang lebih luas untuk memastikan agar lingkungan belajar tetap aman dan terlindungi. Mari pelajari lebih jauh mengenai fitur keamanan yang ditawarkan Google for Education dalam ulasan berikut ini. Tiga prinsip keamanan Google for Education Photo Credit: Mohamed Hassan (PxHere) Keamanan default: Google melindungi Anda dengan fitur keamanan tercanggih di dunia. Sebelum Anda melakukan pengaturan keamanan, Google secara default telah mengaktifkan kontrol keamanan yang disesuaikan dengan lingkungan digital sekolah Anda. Proteksi default ini bahkan mampu melindungi Anda dari ancaman bahaya seperti ransomware. Desain yang privat: Google menerapkan praktik pengolahan data yang bertanggung jawab untuk menghormati privasi Anda. Hal ini pun diterapkan pada Google for Education dengan standar privasi data paling ketat seperti FERPA, COPPA, dan GDPR. Kendali di tangan Anda: Kepemilikan data di Core Workspace Services ada di tangan Anda sepenuhnya. Anda memegang hak kekayaan intelektual penuh atas data yang dimiliki. Anda bisa mengontrol siapa saja yang bisa mengaksesnya dan kapan waktu untuk mengaksesnya. Seluruh kendali ada pada Anda. Fitur baru dengan visibilitas dan kontrol yang lebih luas Untuk membantu para administrator dan para pengajar dalam membangun sistem pembelajaran digital yang aman, Google menambahkan beberapa fitur keamanan tambahan. Selain itu, Anda juga bisa menemukan pembaruan terkait pemberitahuan privasi untuk memudahkan pengajar, siswa, dan bahkan wali murid. Google juga meningkatkan layanan dan kontrol privasi dengan struktur yang lebih sederhana menggunakan bahasa yang lebih jelas agar lebih mudah dipahami. Baca juga: Mengapa Belajar Menjadi Lebih Mudah dengan Google for Education? Setelan akses berdasarkan usia Photo Credit: HippoPx Kemudahan lain yang bisa Anda temukan pada Google for Education adalah setelan akses berbasis usia. Dengan fitur ini Anda bisa mengatur akses menuju berbagai platform Google seperti YouTube, Photos, serta Maps. Bersamaan dengan peluncuran fitur ini, Google mengharuskan pengguna layanan seperti pengajar, staf, dan administrator untuk berusia 18 tahun ke atas. Jika melanggar batasan usia tersebut maka tidak akan bisa mengakses unit organisasi atau grup di Admin Console. Sedangkan pengaturan untuk siswa di bawah usia 18 tahun akan otomatis menyesuaikan dengan kebijakan baru. Setelah fitur ini aktif maka siswa yang berusia di bawah 18 tahun akan dibatasi aksesnya dalam menggunakan platform Google. Misalnya, saat mengakses YouTube mereka bisa tetap menyaksikan konten dari guru, tapi tidak bisa mengunggah video, memberikan komentar atau streaming dengan akun sekolah mereka. Keamanan tambahan Di Indonesia, Google Search secara default telah diatur ke mode SafeSearch sehingga siswa bisa melakukan pencarian dengan aman. Menggunakan Google for Education, proteksi tersebut bisa ditingkatkan dengan pengaturan SafeSites, Guest Mode, dan Incognito Mode. Dalam layanan Google for Education, mode SafeSearch dan SafeSites akan otomatis aktif. Sedangkan Guest Mode dan Incognito Mode akan dinonaktifkan secara otomatis saat Google Search digunakan. Administrator bisa melakukan pengaturan ulang terkait hal ini kapan saja diperlukan. Baca juga: Belajar Lebih Aman dengan Google for Education Menciptakan sistem belajar yang aman dan kondusif bagi siswa jelas bukan perkara mudah. Google for Education hadir untuk memudahkan Anda, pengajar dalam merancang sebuah sistem belajar yang bukan hanya aman tapi juga mudah diaplikasikan siswa. Tertarik untuk mulai menerapkan di sekolah Anda? Untuk bisa menikmati berbagai kemudahan, Anda harus berlangganan layanan Google Workspace for Education. EIKON Technology sebagai reseller resmi produk Google menyediakan layanan berlangganan Google Workspace for Education yang aman dan tepercaya untuk Anda. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Info

Memahami 6 Prinsip Penyerapan Data Google Cloud

Transformasi digital membuat penyimpanan silo data beralih pada gudang data berbasis cloud, salah satunya dengan Google Cloud. Hal ini membuat kolaborasi antar unit bisnis serta akses data menjadi lebih mudah. Meski begitu, kemudahan ini juga disertai dengan problem baru yang berkaitan dengan penyerapan data.  Dengan terbukanya data dari berbagai unit bisnis, mau tak mau Anda harus mengembangkan pipeline untuk penyerapan data. Tanpa adanya pipeline ini, data hanya sekadar terbuka tanpa bisa diolah dan dikembangkan. Mengembangkan cloud pipeline, terutama yang berbasis cloud lokal, akan menyerap banyak data ke gudang data cloud Anda tanpa adanya hambatan yang berarti. Google melalui Google Cloud memiliki 6 prinsip yang bisa Anda terapkan dalam perancangan pipeline untuk penyerapan data. Mari simak pembahasannya berikut ini. Perjelas tujuan Anda Photo Credit: Rawpixel Sebelum mengembangkan pipeline untuk penyerapan data, buatlah tujuan yang sejelas mungkin. Anda bisa mulai dengan membuat gambaran mengenai hasil akhir yang ingin dicapai. Perlu diingat, pipeline hanyalah jalan untuk menuju garis akhir Anda dan bukan garis akhir itu sendiri. Katakanlah Anda menginginkan agar “bisa mendapat pemahaman yang lebih baik tentang pelanggan”. Coba buat lebih jelas dengan menentukan siapa subjek yang harus bisa “mendapat pemahaman” dan bagaimana cara untuk “mendapat pemahaman tersebut”. Dengan runtutan berpikir seperti ini, Anda bisa membuat tujuan yang lebih detail dan tentunya lebih relevan dengan pipeline penyerapan data. Rancangan tujuan awal tersebut pun kemudian akan berubah menjadi, “agar tim pengolah data bisa mendapat pemahaman yang lebih baik tentang pelanggan dengan menyediakan akses ke data CRM.” Bangun tim Anda Berikutnya, bangun tim Anda. Pastikan Anda memilih orang dengan skill yang tepat, entah itu memiliki keahlian untuk mengembangkan, menerapkan, maupun memelihara data pipeline perusahaan. Bagaimana cara terbaik untuk membangun tim yang handal? Pelajari kembali tujauan Anda. Dari tujuan tersebut Anda bisa punya gambaran mengenai apa saja persyaratan yang diperlukan pipeline penyerapan data perusahaan. Persyaratan tersebut akan membantu Anda untuk mengidentifikasi SDM yang diperlukan sekaligus memperkirakan potensi kelemahan yang memerlukan dukungan tambahan dari pihak ketiga di luar perusahaan. Efisiensi waktu Photo Credit: Rawpixel Dalam mengembangkan pipeline untuk penyerapan data Anda juga harus mempertimbangkan efisiensi waktu. Coba hitung beban pemeliharaan jangka panjang dari pipeline penyerapan data Anda sebelum mengembangkan dan menerapkannya. Langkah ini akan membantu Anda untuk menerapkan pipeline yang efisien dan layak. Google Cloud merekomendasikan beberapa pendekatan untuk membangun pipeline yang efisien: Memanfaatkan produk penyerapan data berbasis interface dari Google Cloud. Dengan menggunakan produk semacam ini, Anda bisa mengurangi jumlah kode yang memerlukan pemeliharaan sekaligus mengurangi waktu pengembangan jalur pipeline. Beberapa produk yang bisa Anda pertimbangkan adalah Google Data Transfer Service serta Fivetran untuk mengelola pipeline penyerapan data dengan aplikasi SaaS. Gunakan template kode yang tersedia saat produk penyerapan data berbasis interface tidak mencukupi. Anda bisa menggunakan template yang tersedia untuk Dataflow. Template tersebut akan memungkinkan Anda untuk menentukan variabel dengan mudah dan hemat waktu. Jika kedua opsi di atas masih belum membantu, gunakan layanan untuk menerapkan kode pada pipeline Anda. Beberapa layanan tersebut di antaranya adalah Dataflow dan Dataproc. Cara ini akan mengurangi biaya operasional pengelolaan konfigurasi pipeline. Meningkatkan kepercayaan dan transparansi data Prinsip keempat dari Google Cloud terkait dengan penyerapan data adalah meningkatkan kepercayaan dan transparansi data. Meningkatkan kepercayaan dan transparansi bisa dilakukan dengan mengawasi serta mengelola pipeline pada seluruh tools yang Anda gunakan. Adanya banyak pipeline terkadang mengharuskan Anda untuk menerapkan beberapa alat yang berbeda. Sayangnya, hal ini bisa menyebabkan overhead manajemen pipeline karena jumlah jalur terus meningkat. Akan menjadi semakin rumit jika Anda memperhitungkann persyaratan untuk mengawasi saluran data. Anda bisa memanfaatkan layanan monitoring seperti Google Cloud Monitoring Service atau Splunk yang dapat menjalankan metrics, events, serta pengumpulan metadata dari beragam produk secara otomatis. Mengelola biaya Photo Credit: Rawpixel Menurut Google Cloud, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan terkait pengelolaan biaya yaitu: Memilih tools: Tiap jalur pipeline penyerapan data memiliki aturan tersendiri mengenai tingkat latensi, waktu aktif, hingga transformasi. Masing-masing jalur akan memiliki kecocokan dengan tools tertentu. Pastikan Anda memilih tools yang sesuai dengan masing-masing pipeline agar penggunaannya efisien. Terapkan pengendalian biaya: Apabila memang tersedia, jangan ragu untuk manfaatkan layanan pengendalian biaya untuk mencegah kesalahan yang menyebabkan biaya tambahan tak terduga. Catat pengeluaran cloud: Selalu catat pengeluaran Anda untuk seluruh pemanfaatan sumber daya cloud. Dengan begitu, Anda bisa memahami tiap perubahan dalam pembelanjaan cloud dan korelasinya dengan dinamika bisnis perusahaan. Manfaatkan layanan yang terus ditingkatkan Layanan Google Cloud secara konsisten melakukan peningkatan kinerja dan stabilitasnya. Dengan memanfaatkan peningkatan tersebut, pipeline data Anda bisa bekerja dengan optimal dan bahkan lebih efisien. Cara termudah untuk merasakan manfaat dari layanan ini adalah melakukan otomatisasi terhadap manajemen pipeline Anda. Dengan begitu, Anda bisa mengurangi biaya operasional dari setiap jalur pipeline. Merancang pipeline yang efisien untuk penyerapan data memang tidak mudah, terlebih jika penyimpanan data Anda begitu luas. Anda bisa menerapkan prinsip pengelolaan pipeline dari Google Cloud di atas untuk membuat sekaligus mengelola pipeline dengan lebih optimal. Seluruh tools manajemen pipeline bisa Anda nikmati dengan berlangganan Google Cloud official. Anda bisa berlangganan layanan Google Cloud yang resmi melalui EIKON Technology. EIKON Technology sendiri merupakan official partner Google di Indonesia. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Info

Mencoba Windows Server 2022, Apa Saja Upgrade yang Ditawarkan?

Windows Server merupakan sistem operasi yang khusus dikembangkan Microsoft Corporation sebagai server atau pusat data. Sejak diperkenalkan pada tahun 2003, sistem operasi ini sudah banyak digunakan sebagai networking server perusahaan besar dunia seperti raksasa manufaktur pesawat Boeing dan juga instansi pendidikan terkenal, MIT (Massachusetts Institute of Technology). Pada bulan Oktober 2021, Microsoft mengumumkan general availability Windows Server 2022. Dalam upgrade terbaru ini tentu ada beberapa fitur tambahan yang bisa Anda nikmati sebagai pengguna. Salah satunya adalah kemampuan kerja yang lebih seamless dengan adanya scenario baru hybrid cloud. Untuk mengetahui apa saja upgrade fitur yang ditawarkan Microsoft dalam Windows Server 2022, simak ulasannya berikut! Sistem keamanan berlapis Photo Credit: ColossusCloud (Pixabay) Keamanan selalu menjadi pertimbangan utama dalam memilih server atau data center. Tanpa sistem keamanan yang baik, server akan rentan terhadap berbagai ancaman keamanan. Padahal, ancaman keamanan server sangat beragam. Ada yang mengancam data dalam server melalui serangan virus, ada juga ancaman berupa pencurian dan sabotase data. Ancaman keamanan pun bisa berupa gangguan terhadap lokasi penyimpanan server seperti kebakaran dan bencana alam. Windows Server 2022 menawarkan keamanan multi-layer bagi para penggunanya. Sebagai layer keamanan pertama, Microsoft meningkatkan keamanan pada core server Server 2022. Selain itu, pengguna juga bisa mengaktifkan fitur secured connectivity untuk konektivitas jaringan yang lebih aman. Baca juga: Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Sistem Operasi Terbaru dari Microsoft Seperti apa fitur keamanan core server yang ditawarkan Server 2022? Secured-core server menyediakan perangkat keras (hardware), firmware, serta driver bagi pengguna melalui mitra penyedia hardware. Dengan begitu, pengguna server bisa memperkuat sistem mereka, bahkan untuk sistem kritis sekalipun. Tim TI serta teknisi SecOps perusahaan pun akan mudah menerapkan sistem kemanan yang lebih komprehensif. Langkah preventif untuk melindungi data dalam server pun bisa diterapkan pada tiap lapisan, mulai dari hardware, firmware, dan bahkan untuk virtualisasi data server. Keamanan dalam transfer data Selain menawarkan keamanan pada core server, upgrade Windows Server juga meningkatkan keamanan mereka dalam hal transfer data. Dalam rilis terbaru ini Anda bisa menikmati proses enkripsi HTTPS (hypertext transfer protocol secure) yang lebih aman dan cepat. Microsoft juga telah menerapkan enkripsi AES 256 (advanced encryption standard 256 bit) dengan support untuk protokol SMB (server message block) yang telah disesuaikan standar industri, bahkan proses enkripsi ini juga diterapkan untuk melindungi data sensitif pemerintah Amerika Serikat. Dengan kunci bit yang lebih panjang, server akan lebih sulit untuk direta. Skenario hybrid cloud dengan Azure   Photo Credit: Microsoft Azure Upgrade lain yang ditawarkan Windows Server 2022 adalah pendekatan hybrid dan bahkan multicloud . Dalam rilis terbaru , Server telah terintegrasi dengan Azure Arc. Integrasi antar dua platform Microsoft ini memungkinkan Anda untuk bisa melakukan transformasi digital lebih mudah. Bukan hanya itu, Anda juga bisa memanfaatkan beberapa fitur peningkatan File Server seperti SMB Compression. Fitur ini mampu meningkatkan kecepatan tranfer data dengan cara kompresi data saat sedang transit melalui jaringan. Untuk memudahkan pengguna, Microsoft juga telah menyediakan Windows Admin Center. Dengan layanan ini, Anda bisa merasakan manajemen server yang canggih dengan dukungan proxy gateway untuk integrasi Azure. Platform yang lebih fleksibel Photo Credit: Rawpixel Bagi Anda yang melakukan upgrade ke Windows Server 2022 dapat merasakan peningkatan skalabilitas. Ini karena Windows Server 2022 telah menerapkan dukungan memori hingga 48 TB dan 2.048 logical cores dengan 64 socket fisik untuk menjalankan aplikasi Tier1. Anda juga bisa menikmati beberapa peningkatan pada kompatibilitas platform aplikasi Windows seperti HostProcess yang bisa digunakan sebagai konfigurasi node serta implementasi kebijakan jaringan yang lebih konsisten menggunakan Calico. Tersedia juga container support khusus Windows Server 2022 dalam komunitas Kubernetes. Bahkan tersedia peningkatan kemampuan baru pada Azure Kubernetes Service (AKS) serta AKS on Azure Stack HCI. Dengan adanya upgrade baru Windows Server 2022 ini, rasanya Windows sulit untuk diabaikan sebagai penyedia server handal. Tertarik untuk menjadikan Windows sebagai data server perusahaan Anda tapi belum menemukan penyedia yang tepat? EIKON Technology solusinya. Sebagai partner resmi Microsoft, EIKON Technology menyediakan akses menuju berbagai platform layanan serta solusi dari Microsoft secara legal. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim EIKON Technology.

Info

Contact Center Terintegrasi Penuh di Chrome OS

Contact center merupakan bagian yang cukup penting bagi sebuah perusahaan maupun bisnis. Bisa dibilang, keberadaannya juga menjadi sebagai salah satu ujung tombak perusahaan dengan konsumen.  Untuk meningkatkan kinerja tersebut, kini Chrome OS menawarkan solusi tools contact center yang terintegrasi. Lantas, mengapa hal itu penting, apa saja manfaatnya, dan cara mendapatkannya? Simak ulasan berikut. Mengapa Contact Center Chrome OS Penting untuk Bisnis? Photo: Pexels.com Penggunaan contact center yang terintegrasi dengan Chrome OS dinilai cukup penting bagi perusahaan maupun bisnis di era digital seperti saat ini. Dengan layanan yang terintegrasi tentu akan memudahkan Anda dalam melakukan manajemen IT yang lebih baik. Beberapa alasan yang mendasar mengapa Anda harus menggunakan layanan ini di antaranya adalah sebagai berikut: Manajemen IT dari jarak jauh dan mengamankan platform: Chrome OS merupakan layanan manajemen dengan jaringan cloud computing. Dengan begitu, pengelolaan menjadi lebih aman dan dapat mengoptimalisasi keberadaan contact center meskipun dengan jarak jauh. Sebagai solusi untuk validasi contact center dalam memantau perkembangan bisnis dengan dukungan Chrome Enterprise Recomended. Mempermudah akses virtualisasi infrastruktur IT, terutama penggunaan desktop untuk penggunaan Chrome OS dan Citrix Workspace. Termasuk penggunaan untuk Citrix Ready. Menciptakan ekosistem IT dan layanan contact center terbaik bagi bisnis Anda. Manfaat yang Didapatkan Photo: Pixabay.com Menggunakan layanan contact center yang terintegrasi dengan Chrome OS memiliki banyak manfaat bagi perusahaan maupun bisnis. Terlebih bagi perusahaan yang sering berhubungan langsung dengan konsumen. Misalnya seperti perusahaan perbankan, asuransi, maupun yang bergerak di bidang finansial lainnya. Setidaknya, beberapa manfaat menggunakan layanan contact center di antaranya adalah: Melindungi Bisnis dan Informasi Konsumen Manfaat yang pertama, fitur dan layanan ini dapat melindungi segala data dan informasi yang berkaitan dengan konsumen . Misalnya saja perlindungan data dari virus, ransomware, hingga serangan siber lainnya. Fitur keamanan ini pun akan diupdate secara otomatis. Termasuk dengan dukungan Google Safe Browsing yang membuat data tetap aman di tangan Anda. Meningkatkan Produktivitas Agen Call Center Perusahaan Tahukah Anda jika menggunakan fitur layanan call center yang terintegrasi dengan Chrome OS bisa meningkatkan produktivitas kinerja call center? Perangkat infrastruktur yang digunakan oleh call center dan sudah terintegrasi dengan Chrome OS lebih cepat 76% dari Windows 10. Hal itu akan menghemat waktu selama 3 jam setiap minggunya untuk melakukan update dan proses input kebutuhan konsumen. Kemudian, bisa meminimalisir downtime yang dapat mengganggu kinerja dan produktivitas perusahaan. Meminimalisir Tekanan dan Tingkat Stres pada Karyawan Keempat, manfaat penggunaan layanan call center Chrome OS tak hanya dari segi infrastruktur saja. Melainkan juga berdampak pada sisi karyawan itu sendiri. Dengan infrastruktur yang cepat, setidaknya bisa meminimalisir tingkat stres dari karyawan atau agen yang harus menerima informasi maupun masukan dari konsumen.  Dengan menggunakan fitur dan layanan Chrome OS dapat meningkatkan pelayanan call center 96% lebih cepat. Pada akhirnya, proses penanganan konsumen lebih cepat terselesaikan dan tidak menumpuk maupun menunggu selama beberapa hari dan itu bisa menyebabkan tekanan bagi karyawan atau agen call center Anda. Pelayanan yang Lebih Baik Manfaat yang terakhir adalah, dengan menggunakan layanan terintegrasi dan mengandalkan kecepatan respon konsumen, secara langsung maupun tak langsung hal itu akan meningkatkan pelayanan. Konsumen pun akan mendapatkan pengalaman yang lebih baik. Dengan begitu, ini akan meningkatkan reputasi perusahaan dalam melayani kebutuhan konsumen secara cepat dan tepat. Para agen call center pun akan bekerja lebih optimal. Mendapatkan Layanan Contact Center Chrome OS yang Terbaik Photo: Pexels.com Kini, Anda sudah mengetahui betapa besar manfaat Contact Center Chrome OS yang telah disebutkan di atas. Sudah saatnya bisnis Anda menerapkan dan menggunakan platform terbaik ini. Salah satunya dengan memilih vendor penyedia layanan Chrome resmi yang memiliki lisensi langsung dari Google. Untuk itu Anda bisa memilih dan membelinya di EIKON Technology. Kami menyediakan berbagai layanan untuk bisnis terbaik Anda. Termasuk memberikan dukungan terbaik untuk layanan contact center perusahaan atau bisnis Anda. Informasi lebih lanjut dan pembelian secara lengkap bisa klik di sini. Dapatkan pula layanan after sales untuk menjamin keamanan dan kenyamanan produk pada bisnis Anda dari kami.

Info

3 Langkah Mudah Validasi Domain di Google Cloud Platform

Google Cloud Platform (GCP) merupakan sebuah rangkaian komputasi awan (cloud computing) dari Google dengan infrastruktur yang fleksibel dan tanpa server. GCP menawarkan beragam layanan yang menyeluruh mulai dari layanan computing seperti App Engine dan Kubernetes Engine, hingga layanan storage and database seperti Cloud SQL dan Cloud Storage. Bagi Anda pemilik perusahaan yang ingin mulai melangkah menuju transformasi digital, Google Cloud Platform adalah solusi yang layak dipertimbangkan. Dengan memanfaatkan GCP, Anda bisa mulai membangun dan mengembangkan perusahaan di dalam cloud.  Sebagai langkah awal, Anda perlu membangun struktur dasar yang nantinya dikembangkan di dalam cloud. Proses ini dapat dimulai dengan melakukan validasi domain Anda di dalam Google Cloud Platform. Seperti apa langkah-langkahnya? Simak penjelasannya berikut ini.   Validasi domain Google Cloud Platform pertama Anda   Photo Credit: Rawpixel Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah masuk ke halaman Google Admin. Pada address bar ketik https://admin.google.com/ dan tekan enter. Saat Anda tiba pada halaman pertama konsol Google Cloud Platform, Anda akan menemukan dua pilihan. Pilihan pertama adalah untuk verifikasi akun dan pilihan kedua adalah untuk membuat user baru. Pilih opsi pertama. Google membutuhkan data TXT pada DNS untuk membuktikan bahwa Anda memang pemilik domain. Apabila seluruh pengaturan sudah sesuai klik tab “Verify My Domain”. Sistem akan otomatis membawa Anda pada halaman baru berisi deskripsi proses validasi domain. Klik tab “Continue”. Apabila Anda merasa keberatan untuk membagikan data TXT, Google menyediakan opsi validasi lain seperti data CNAME, meta tag (pada website Anda) atau bisa juga dengan mengunggah file HTML pada website Anda yang menggunakan domain tersebut. Setelah proses verifikasi selesai, Anda bisa langsung memilih opsi “Set up GCP Cloud Console now” yang  di bagian bawah halaman pertama GCP.   Menambahkan pengguna dan grup baru   Photo Credit: Rawpixel Setelah proses validasi domain selesai, sekarang Anda bisa mulai mengatur set up Google Cloud untuk perusahaan Anda. Pilihan pertama yang ditawarkan adalah opsi untuk mengatur resource. Berikutnya, ada juga opsi untuk menambahkan user dan juga group baru. Cukup klik “Open” untuk mulai menambahkan. Dalam membangun perusahaan atau organization di Cloud, Anda mungkin akan memerlukan lebih dari satu administrator. GCP juga menyediakan opsi untuk menambahkan administrator dengan tingkat visibility dan control yang bisa Anda atur. Klik tab “Go To the Admin Console”. Sistem akan membuka tab Chrome baru dan membuat user baru di Cloud Identity. Jika sudah, klik “Continue”. Langkah berikutnya adalah membuat grup. Grup di sini mencakup area inti administrasi GCP perusahaan Anda, baik itu organisasi, jaringan, maupun billing (tagihan). Google juga menyediakan beberapa opsi grup tambahan seperti security untuk keamanan, DevOps, serta developers. Jika ingin menghemat waktu, Anda bisa mengikuti saran dari Google dengan klik “Create and Customize Groups”. Setelah proses pembuatan grup selesai, list yang berisi keseluruhan grup beserta user yang ada akan terisi secara otomatis. Selain itu, jika ada user yang terlewat, Anda bisa menambahkannya langsung dengan menggunakan tautan yang ada di samping masing-masing grup.   Menyiapkan akses administrator   Jika Anda sudah selesai menambahkan user serta grup baru, sekarang waktunya untuk menyiapkan akses administrator.  Untuk keperluan ini, klik opsi “Set up administrator access to your organization” (opsi nomor 3) pada halaman Set up Google Cloud for your organization. Dalam menu ini Anda akan mengatur konfigurasi akses kepada administrator yang telah ditunjuk pada langkah sebelumnya. Anda bisa mengatur tingkat visibility bahkan kontrol akses yang mereka peroleh nanti. Photo Credit: Rawpixel Anda juga bisa mengatur akses administratif menuju organization yang telah dibuat dengan memberikan role bagi masing-masing administrator yang telah ditunjuk. Nantinya, Anda juga bisa menambahkan atau menghapus role yang telah diberikan kepada administrator. Itu dia langkah-langkah untuk melakukan validasi domain Anda di Google Cloud Platform. Dengan melakukan validasi domain maka Anda telah meningkatkan sistem keamanan cloud perusahaan. Ini karena adanya segmentasi role terhadap masing-masing administrator akan  mengurangi risiko adanya kebocoran akses menuju organization yang telah Anda buat di GCP. Berminat untuk mulai transformasi digital dengan Google Cloud Platform? Anda bisa mulai dengan berlangganan layanan Google Cloud. Bagaimana caranya? EIKON Technology menyediakan cloud service solutions untuk menjawab kebutuhan Anda. Sebagai partner resmi Google di Indonesia, EIKON Technology menyediakan berbagai produk Google yang terjamin keamanannya. Klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim dari EIKON Technology.

Google Cloud, Info

Alur Sederhana Untuk Merencanakan Migrasi Cloud

Migrasi cloud bagi sebuah bisnis terkadang tak dapat dihindari. Terutama bila ingin mendapatkan efisiensi dan pelayanan yang lebih baik. Apalagi saat ini Anda dapat memilih penyedia layanan migrasi cloud menggunakan Google Cloud yang terbaik. Meski begitu, ada beberapa alur sederhana yang perlu diperhatikan saat merencanakan migrasi cloud. Apa sajakah? Simak ulasannya berikut ini. Persiapan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia Source: Unsplash.com Sebagai langkah awal dalam merencanakan migrasi cloud, yang harus diperhatikan adalah mengenai kesiapan infrastruktur yang dimiliki oleh bisnis maupun perusahaan Anda. Pastikan semua infrastruktur perangkat IT berjalan dengan baik dengan fitur maupun teknologi yang mendukung proses migrasi. Berikutnya persiapkan pula mengenai personil atau sumber daya yang akan mengurusi migrasi cloud ini. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan bagi personil ini untuk melakukan migrasi secara baik. Misalnya saja mengenai pengelolaan, kontrol akses, maupun aset.  Tentukan Strategi Migrasi Cloud yang Tepat Menentukan strategi penting dilakukan agar migrasi cloud yang menggunakan fitur Google Cloud dapat berjalan lancar. Di sini, Anda bisa memilih antara single cloud atau multiple cloud. Hal itu tergantung skala sistem yang dimigrasi nantinya. Perhitungkan prioritas dan pilotingnya. Strategi tersebut juga perlu mempertimbangkan dan memperhitungkan berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi nantinya. Misalnya saja gangguan pada saat operasional dan besaran biaya ketika proses migrasi. Begitu pula dengan berapa lama waktu yang diperlukan, waktu downtime maksimal dan kemungkinan risiko kegagalan saat proses migrasi ini. Jangan Lupa Hapus Legacy yang Sudah Tak Dipakai Source: Pexels.com Ketika melakukan migrasi, Anda masih memiliki legacy pada sistem sebelumnya. Legacy ini sebaiknya Anda pilah terlebih dahulu. Mana yang masih digunakan dan mana yang sudah tak digunakan. Di sini memang diperlukan kejelian dan kerjasama tim agar sistem dapat berjalan dengan baik. Maka dari itu, penting sekiranya bagi Anda menghapus legacy yang tak dipakai maupun tak digunakan. Mengapa demikian? Sebab, jika sistem itu tidak dihapus bisa saja dimanfaatkan dan menjadi celah bagi penyerang untuk masuk dalam sistem. Terlebih lagi jika itu terdapat sistem yang sifatnya sensitif. Termasuk sistem data yang bisa diakses oleh pihak internal maupun yang sifatnya publik. Buat Aturan Manajemen Sistem Baru Google Cloud Anda Hal yang tidak kalah penting lainnya ketika Anda akan menjalankan migrasi cloud ialah dengan menetapkan aturan dan manajemen sistem yang baru, Biasanya, sistem operasional ini tidaklah jauh berbeda dengan sistem sebelumnya. Misalnya saja mengenai pembagian kontrol pemberian akses kepada pihak-pihak bertanggung jawab. Kemudian, memastikan sistem konfigurasi keamanan yang digunakan berjalan dengan baik. Khususnya bagi cloud yang dapat diakses oleh publik dan itu sangat rentan terhadap penyerangan. Termasuk pula mengenai maintenance yang harus dilakukan secara berkala. Memilih Layanan Cloud Terpercaya Source: Pexels.com Alur migrasi cloud yang terakhir adalah dengan memilih layanan Google Cloud yang terpercaya. Untuk hal ini, sebaiknya Anda perlu pertimbangkan layanan apa saja yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, biaya operasional harus diperhitungkan dengan matang. Memang, layanan ini memiliki harga beragam dan semua itu tergantung pada fitur dan teknologi yang ditawarkan. Tak hanya itu saja, penyedia layanan Google Cloud juga harus memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi pada regulasi yang ditentukan pemerintah. Di Indonesia sendiri, mengenai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) mengacu pada aturan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (KOMINFO) serta perundang-undangan yang berlaku. Lalu, vendor penyedia layanan migrasi cloud setidaknya juga memiliki sertifikasi PCI DSS. Untuk layanan di Indonesia yang memiliki persyaratan tersebut antara lain adalah EIKON Technology. Dengan adanya sertifikasi dan tingkat kepatuhan tersebut, setidaknya membuat perusahaan dan bisnis Anda menjadi lebih aman dan nyaman. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan ini di EIKON Technology, Anda bisa klik di sini. Bagaimana, cukup mudah bukan untuk merencanakan alur migrasi cloud bisnis Anda menggunakan fitur dari Google Cloud. Kini, saatnya Anda mempraktikkannya.

Info

Google Workspace Hadirkan Smart Replies di Google Docs

Guna meningkatkan kenyamanan untuk penggunaan yang cepat dan praktis kepada penggunannya, Google Workspace meluncurkan Smart Replies pada tahun 2017 lalu. Kini, penggunaan fitur tersebut semakin meluas dan bisa digunakan di Google Docs yang diluncurkan sejak Januari 2021 lalu. Bagaimana menggunakan fitur Google Workspace ini dan apa saja keunggulan dari Smart Replies untuk menunjang kinerja Anda? Berikut ulasannya. Bisa Digunakan Lintas Perangkat yang Menggunakan Google Workspace Source: Bitrix24 Keunggulan pertama dari fitur Smart Replies di Google Workspace ini adalah dapat digunakan di lintas perangkat. Baik itu perangkat pada komputer, maupun ponseldengan sistem operasi Android maupun iOS. Dengan begitu Anda bisa membukanya kapan saja dan dimana saja selama memiliki akses internet. Inilah yang membuatnya lebih mudah dalam mengedit dokumen dan membagikannya kembali kepada penerima lainnya bahkan pada saat krusial sekalipun. Akses dan Pengoperasian yang Mudah Sesuai Kebutuhan Source: BoardEffect Mungkin sebagian orang mengira jika membuka file secara bersamaan memiliki pengaturan yang sulit. Nampaknya hal itu tidaklah dengan demikian. Sebab, dalam Google Docs ada fitur “Permissions” ketika melakukan share Google Docs kepada pengguna lainnya. Jadi, hanya email yang terdaftar dapat melakukan akses dokumen yang diberikan.Bila dokumen ada di fle Google Drive, izinnya pun mengikuti izin pada file. Di sini pengguna tak perlu melakukan pengaturan izin akses ketika membuka file. Smart Replies Terhubung dengan Berbagai Aplikasi Source: Unsplash.com Keunggulan dari fitur Smart Replies yang terakhir adalah dapat terintegrasi dengan berbagai ragam aplikasi terkini. Terutama aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan manajemen pekerjaan. Misalnya saja, Google Docs yang terintegrasi dengan Miro maupun Trello. Untuk mengirimkan ke pengguna, Anda cukup menjadikannya sebagai lampiran dan tambahkan link dokumen tersebut. Selanjutnya, aplikasi akan memberikan izin akses otomatis kepada penerima. Termasuk memberikan cuplikan isi maupun judul pada penggunanya. Cara Mengaktifkan Fitur Smart Replies di Google Docs Source: TechPadi Cara menggunakan fitur Smart Replies pada Google Docs pun sangat mudah dilakukan.  Ada beberapa cara yang perlu Anda lakukan setidaknya berikut ini: Bukalah file Google Docs yang sudah Anda buat. Pastikan sebelum mengaktifkannya dokumen tersebut sudah benar-benar sesuai yang dipilih agar lebih mudah. Setelah terbuka, maka pada bagian atas Anda bisa klik “Alat” dan kemudian lanjutkan dengan “Preferensi”. Berikutnya, bila Anda ingin mengaktifkannya maupun menonaktifkan fitur Smart Replies ini bisa dengan klik “Tampilkan Saran Smart Replies” Terakhir klik “Oke” untuk bisa menggunakannya. Bila Anda menonaktifkan fitur Smart Reply pada Google Docs, maka saran tidak akan muncul pada kolom komentar. Lalu, ketika Anda ingin menerima saran dari fitur Smart Replies bisa dengan klik saran yang ada. Kemudian, fokus di kotak balasan saran tersebut dan tekan tab menuju saran dilanjutkan menekan “Enter”. Ikuti pula petunjuk lisan pada penggunaan pembaca layar. Apabila Anda ingin menolak saran maka ketikkan hal lainnya di dalam kotak balasan. Kesimpulan Source: Justin Stum, LMFT Dari ulasan di atas, pada akhirnya kita dapat menyimpulkan bahwa fitur Smart Replies pada di Google Docs untuk program Google Workspace banyak memberikan manfaat lebih kepada para pengguna. Khususnya, bagi pengguna yang memiliki aktivitas padat dalam urusan pekerjaan di era digital dimana mengandalkan teknologi dan dokumen-dokumen dengan akses yang cepat, mudah, dan aman.   Apakah Anda tertarik untuk menggunakan fitur tersebut? Kini, Anda dapat memilih mitra untuk berlangganan Google Workspace terbaik melalui vendor terpercaya seperti EIKON Technology. Semua produk yang kami tawarkan memiliki lisensi resmi dari Google. Sehingga, Anda pun lebih nyaman dan aman saat menggunakannya untuk berbagai keperluan bisnis.

Info

Mengenal Tote, Fitur Baru Chromebook untuk Menyimpan File Penting

Mencari dan mengakses file yang telah diunduh di desktop terkadang membutuhkan waktu cukup lama. Bayangkan saja, Anda harus mencari satu per satu di folder tertentu atau di kolom pencarian. Begitu pula dengan foto hasil screenshot, terkadang Anda lupa tempat penyimpanannya. Kini, hal tersebut dapat Anda atasi dengan mudah dengan menggunakan fitur baru dari Chromebook yakni Tote. Seperti apakah keunggulan dari fitur Chromebook satu ini? Simak ulasannya di bawah ini. Tandai File Penting untuk Akses Cepat Photo: Android Headlines Saat Anda membuka fitur Chromebook Tote, semua file unduhan dan screenshot dapat dilihat dengan mudah. lalu, bagaimana menandai file agar lebih mudah ditemukan di ‘rak’ Tote? Mudah saja, klik file lalu “Pin” file tersebut pada Tote.  Begitu juga dengan berbagai file penting Anda seperti untuk presentasi, spreadsheets, hingga email penting. Cara seperti ini memang lebih mudah bila dibandingkan menggunakan cara lama. Yakni Anda mencari file dan membukanya satu per satu. Keunggulan lainnya adalah Anda dapat memilih dan membagikan banyak file dalam sekali melalui fitur Tote ini. Fitur Chromebook Tote Memiliki Akses yang Mudah Photo: Android Police Selain menawarkan fitur untuk menandai file dan data penting, Tote juga terintegrasi dengan fitur Chromebook lainnya. Misalnya saja pada fitur seperti Screen Capture untuk membantu memudahkan Anda melihat konten yang diinginkan. Setelah melakukan pengambilan gambar atau screenshot, Anda dapat menyimpan dan meletakkannya di Tote. Untuk melakukan screenshot di fitur Tote sebenarnya sangat mudah. Yakni, pengguna hanya cukup menekan tombol apa saja + V dan Anda dapat melakukan screenshot dan memasukkannya ke dokumen atau pesan tanpa harus menyeretnya terlebih dahulu.Jika Anda ingin menambahkan catatan khusus atau melakukan sedikit editing pada hasil screenshot, maka cukup buka file dari Tote dan mulailah untuk melakukan pengeditan. Perubahan yang ada akan tersimpan di Tote secara otomatis. Jadi, Anda pun dapat melakukan proses editing sesuka hati. Dapat Menyimpan Hasil Pemindaian Secara Otomatis Photo: The New York Times Menyimpan hasil pemindaian juga akan lebih mudah menggunakan Tote pada akun Chromebook Anda. File atau data hasil pemindaian ini juga akan muncul pada menu ‘Downloads’. Selain itu, Anda juga dapat melakukan pemindaian dengan menggunakan aplikasi pemindai tertentu. Aplikasi tersebut dapat dihubungkan langsung ke Tote. Secara otomatis, file tersebut akan tersimpan di menu “Downloads”. Download Tanpa Waktu Lama Photo: Freepik.com Tote memang dirancang sebagai fitur Chromebook untuk menjaga file terkini yang pernah dibuka tetap aman dan mudah dicari. Termasuk mencari dan menelusuri data-data pengunduhan file Anda hingga minggu sebelumnya.    Hal itu bisa Anda lakukan dengan klik tanda panah di menu ‘“Download” yang ada di Tote. Panah inilah yang akan mengarahkan Anda pada file yang sudah diunduh sebelumnya dan akan membukanya folder. Kemudian Anda bisa membuka dan mencari file tersebut dengan cara scroll ke bawah. Lalu, dilanjutkan dengan klik kanan dan pilih “Pin to Shelf” untuk ditambahkan ke rak dengan mudah. Kesimpulan Photo: Chrome Unboxed Dari ulasan di atas, dapat dikatakan bahwa fitur Chromebook terbaru ini memiliki keunggulan tersendiri untuk menyimpan file dan data-data penting. Terutama data perusahaan maupun individu. Kemudahan yang ditawarkan akan membuat Anda lebih nyaman menggunakannya dan dapat diandalkan pada saat-saat darurat sekalipun. Kini, Anda bisa menikmatinya dengan berlangganan Chromebook dengan produk terbaik secara resmi melalui EIKON Technology. Dapatkan keuntungan-keuntungan lainnya untuk mendukung kemudahan dalam aktivitas perusahaan Anda jadi lebih baik di era digital. Informasi lebih lanjut, Anda bisa klik di sini dan tim kami siap membantu segala kebutuhan Anda dengan pelayanan terbaik dan prima.

Scroll to Top