EIKON Technology

fitur Google Classroom

Google Workspace, Info

Practice Sets: Fitur Baru Google Classroom untuk Pembelajaran yang Lebih Personal

Google Classroom telah terbukti membantu kegiatan belajar-mengajar di masa pandemi. Maka tak mengherankan jika jumlah penggunanya pun mengalami peningkatan signifikan. Data dari Bloomberg menyebutkan bahwa user Google Classroom naik dua kali lipat pada awal masa pandemi di tahun 2020 lalu. Tingkat demand yang tinggi tak lantas membuat Google bersantai. Justru sebaliknya, setelah mengalami lonjakan jumlah pengguna, Classroom terus mengalami peningkatan. Paling baru, Google berencana meluncurkan fitur Practice sets untuk membantu pembelajaran yang lebih privat antara pengajar dan siswa. Seperti apa? Hambatan dalam pengajaran online Photo Credit: gpointstudio (Freepik) Penggunaan teknologi seperti Google Classroom memang terbukti mampu membantu memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan meski di tengah pandemi. Hanya saja, di masa pandemi, kondisi tiap siswa tidak sama. Ada yang merasa lebih nyaman mengikuti kelas online, namun tentu ada juga yang lebih suka dengan metode pengajaran konvensional. Bagi para pengajar, hal ini tentu menimbulkan tantangan tersendiri. Sebab, kebutuhan para siswa dalam mendapatkan materi pelajaran tidak bisa disamaratakan. Menjawab tantangan tersebut, Google Classroom menghadirkan fitur Practice sets. Uji coba dengan versi beta Google mengumumkan fitur ini bulan Maret 2022 lalu. Rencananya, fitur tersebut akan tersedia di Google Classroom. Practice sets pada dasarnya merupakan serangkaian fitur yang membantu para pengajar untuk lebih fokus pada keunikan masing-masing siswa. Sebelum diluncurkan untuk publik, fitur ini akan diluncurkan dalam versi beta untuk setiap pengajar yang menggunakan Teaching and Learning Upgrade dalam beberapa bulan mendatang. Baca juga: Google For Education Hadirkan Laporan Transformasi untuk Customer Mengenal fitur Practice sets Photo Credit: Google Blog Klaim utama Practice sets adalah untuk membantu menciptakan jalur pembelajaran yang lebih privat antara pengajar dan siswa. Dengan memanfaatkan fitur ini pengajar dapat memiliki lebih banyak waktu untuk mengenal kebutuhan unik masing-masing siswa dan memberi mereka lebih banyak tanggapan pribadi. Practice sets memungkinkan pengajar untuk mengubah konten pengajaran mereka menjadi tugas yang interaktif untuk membuat kegiatan belajar-mengajar menjadi lebih menyenangkan bagi siswa. Fitur ini nantinya juga mencakup alat penilaian otomatis. Itu berarti, para pengajar tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu untuk menilai tugas para siswa secara manual. Bantu guru membuat konsep pengajaran Menariknya lagi, fitur ini juga diklaim akan membantu para pengajar dalam menentukan konsep yang membutuhkan lebih banyak waktu pengajaran dan siswa yang membutuhkan dukungan ekstra. Fitur ini juga didukung oleh performance insight untuk meudahkan mereka dalam membentuk rencana pelajaran di masa mendatang. Tingkatkan kepercayaan diri siswa Photo Credit: Freepik Di sisi lain, para siswa akan menerima tanggapan secara real time setiap mereka selesai mengerjakan tugas. Mereka juga akan mendapatkan petunjuk pengerjaan soal melalui penjelasan visual dan video. Dengan begitu, mereka bisa tetap mengerjakan tugas yang dirasa sulit. Practice set bahkan akan merayakan keberhasilan siswa dengan animasi dan confetti ketika mereka berhasil memecahkan masalah. Google kini sedang menguji Practice sets dengan beberapa sekolah sebelum peluncuran beta yang direncanakan akhir tahun ini. Fitur ini akan tersedia untuk semua pengajar yang menggunakan Teaching and Learning Upgrade dalam Google Classroom. Institusi yang menggunakan Google Workspace for Education Plus juga akan memiliki akses ke fitur tersebut setelah diluncurkan. Baca juga: Merancang Sistem Belajar Online Yang Aman dengan Google For Education Fitur ini rencananya akan diluncurkan dalam versi beta pada akhir tahun 2022 nanti. Bagi Anda yang tak sabar ingin menjajal fitur Practice sets, bisa mulai berlangganan Google Workspace for Education dari sekarang. Dengan begitu, saat fitur resmi diluncurkan bisa langsung digunakan. Dapatkan Google Workspace for Education untuk institusi atau lembaga pendidikan milik Anda hanya di EIKON Technology. Sebagai authorized partner Google untuk Indonesia, EIKON Technology hanya menawarkan produk resmi bergaransi. Kami juga menyediakan layanan pendampingan hingga aplikasi terpasang dan bisa digunakan. Untuk langsung terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini.

Google Workspace, Productivity, Produktivitas, School

5 Fitur Google Classroom Terbaru Penuhi Kebutuhan Belajar-Mengajar Masa Kini

Sejak 1,5 tahun belakangan ini, penggunaan teknologi di bidang edukasi (ed-tech) mengalami peningkatan. Seiring dengan sejumlah sekolah yang mulai kembali melangsungkan pertemuan tatap muka dan sebagian lainnya masih belajar online, Google optimis bahwa teknologi mampu membantu para guru dan murid dalam melaksanakan aktivitas tersebut. Google Classroom menjadi salah satu produk teknologi yang telah membantu jutaan guru dan murid dalam melangsungkan pembelajaran. Berfungsi sebagai learning management system (LMS), Google Classroom senantiasa memberikan update terhadap fitur-fiturnya agar bisa terus memenuhi kebutuhan pendidikan. Update versi terbaru telah dirilis pada Juni 2021 lalu. Berikut ini sejumlah fitur Google Classroom yang akan semakin menunjang kebutuhan aktivitas belajar-mengajar masa kini. Penjadwalan tugas pada banyak kelas   Photo Credit: Google Agar dapat terus memenuhi kebutuhan pendidikan seiring dengan berkembangnya zaman, Google Classroom sangat terbuka terhadap segala kritik dan masukan. Dari sekian banyak saran yang masuk, salah satu fitur yang paling dinantikan adalah penjadwalan tugas untuk banyak kelas. Tahun ini, fitur Google Classroom tersebut akan segera diluncurkan. Melalui fitur ini, nantinya para guru bisa menjadwalkan berbagai tugas untuk beberapa kelas sekaligus dalam waktu bersamaan. Tentunya hal ini akan sangat menghemat waktu dan meningkatkan efisiensi. Kemampuan add-ons pada Google Classroom Photo Credit: Google Bagi yang berlangganan Google Classroom edisi Teaching and Learning Upgrade atau Education Plus, sebentar lagi Anda bisa menambahkan konten atau aktivitas favorit dari perangkat ed-tech lain ke dalam Classroom. Dengan kata lain, Anda tak perlu keluar Classroom untuk menggunakan konten atau add-ons tersebut. Sebagai permulaan, Google Classroom bekerja sama dengan sembilan partner. Beberapa di antaranya adalah BookWidgets, Edpuzzle, Kahoot!, dan Adobe Spark for Education. Secara perlahan, Google akan menambahkan konten dari lebih banyak partner.   Peningkatan performa Google Meet di Classroom   Photo Credit: Maria Thalassinou (Unsplash) Integrasi Google Meet pada Classroom telah terbukti memudahkan murid dan guru dalam pembelajaran tatap muka walau tak secara langsung. Mengingat pentingnya hal tersebut, fitur Google Classroom ini pun akan mengalami peningkatan performa dalam beberapa bulan ke depan. Melalui update ini, para guru yang menggunakan Meet pada Classroom akan secara otomatis menjadi co-host saat kelas online atau online meeting. Lalu, hanya murid yang tercantum dalam daftar nama (roster) Classroom yang bisa bergabung dengan Meet. Murid lainnya harus menunggu untuk bergabung hingga ada guru yang memberikan akses link kepada mereka. Sementara itu, pihak di luar roster harus “ask to join” sehingga tidak akan ada partisipan asing yang bisa bergabung sekenanya ke dalam Google Meet.   Dashboard untuk memantau keterlibatan murid   Photo Credit: Google Partisipasi murid berperan sangat penting dalam efektivitas kegiatan belajar-mengajar, terutama jika dilakukan secara online. Fitur Google Classroom satu ini akan membantu para guru dalam memantau tingkat partisipasi atau keterlibatan murid. Google Classroom akan kedatangan dashboard khusus yang dapat memudahkan guru untuk memontior aktivitas keterlibatan murid. Melalui dashboard ini, guru bisa melihat kapan murid terakhir kali aktif menggunakan Google Classroom, kapan mereka terakhir mengumpulkan tugas, hingga seberapa sering mereka berpartisipasi di kelas melalui fitur komentar.   Mode offline pada perangkat Android   Photo Credit: Daniel Romero (Unsplash) Tidak semua murid dan guru mengakses Google Classroom melalui perangkat laptop atau komputer. Ada pula beberapa dari mereka yang menggunakan perangkat Android. Walaupun memang praktis, pemakaian perangkat Android untuk mengakses aplikasi Classroom kerap disertai keluhan akibat pengguna harus selalu online. Kabar baiknya, dalam beberapa bulan mendatang, aplikasi Classroom di Android dapat segera diakses dalam mode offline. Para murid pun bisa mengecek dan mengerjakan tugas di Google Docs tanpa harus terhubung dengan internet.   Kebutuhan pada sektor edukasi akan terus berubah mengikuti perkembangan zaman, khususnya untuk aktivitas belajar dan mengajar. Google mampu memenuhi beragam kebutuhan tersebut dengan rutin memberikan update pada fitur-fitur Google Classroom. Terlebih jika Anda berlangganan Google Classroom versi premium, pembelajaran online pun jadi lebih optimal mengingat ada fitur-fitur khusus yang tidak akan Anda dapatkan pada versi gratis. Kabar baiknya lagi, Classroom dapat diakses dari perangkat mana pun, baik MacOS, Windows, hingga Linux. Namun, untuk performa optimal, Chromebook merupakan pilihan perangkat yang tepat karena dibekali dengan sistem Chrome OS yang memang dirancang untuk menjalankan program-program Google seperti Classroom. Perangkat Chromebook bisa didapatkan dengan mudah melalui EIKON Technology, partner resmi Google di Indonesia.

Info

Fitur Baru Google Classroom yang Akan Rilis pada 2021

fitur Google Classroom – Sejak setahun belakangan ini, para pelaku pendidikan dituntut cepat beradaptasi dengan kondisi pandemi. Kehadiran Google Classroom ternyata berperan penting dalam hal tersebut. Sepanjang tahun lalu, Google Classroom telah membantu lebih dari 150 juta murid, pengajar, dan pemimpin sekolah di seluruh dunia dalam aktivitas pembelajaran online. Walaupun awalnya bukan dirancang sebagai learning management system (LMS), Google Classroom tetap berkomitmen untuk terus berkembang mengikuti kebutuhan para penggunanya. Itulah kenapa pada 2021 ini, ada banyak fitur baru Google Classroom yang akan diluncurkan. Beberapa di antaranya bisa Anda lihat di bawah ini! Integrasi perangkat EdTech lain dengan Google Classroom Photo Credit: lucas law (Unsplash) Demi menunjang aktivitas belajar dan mengajar online, banyak pengajar, murid, dan pemimpin sekolah yang menggunakan lebih dari satu software penunjang. Bagi Anda yang juga menerapkan hal sama, sebentar lagi Anda bisa segera melakukannya secara lebih mudah melalui fitur baru Google Classroom. Apabila selama ini Anda telah menggunakan layanan Google Workspace for Education Plus atau Teaching and Learning Upgrade, nantinya Anda bisa menambahkan konten atau software EdTech favorit dari marketplace melalui add-ons Classroom.  Tak hanya itu, Anda juga bisa langsung melakukan assign kepada murid secara langsung dari dalam platform Classroom. Semua dapat Anda lakukan tanpa ada tambahan log in. Tentunya hal ini begitu praktis dan menghemat waktu. Lebih mudah memonitor tingkat partisipasi murid Photo Credit: Katerina Holmes (Pexels) Selain memberikan materi, tanggung jawab guru juga termasuk memonitor tingkat partisipasi murid. Dari sini, guru pun bisa mengetahui murid mana saja yang memiliki pemahaman baik dan mana yang masih tertinggal. Melalui fitur baru Google Classroom, guru dapat melakukan hal tersebut walaupun aktivitas pembelajaran dilakukan secara online. Fitur Google Classroom ini dinamakan Student Engagement Tracking. Nantinya, guru bisa melihat data statistik tentang bagaimana murid-murid mereka berinteraksi dengan Classroom, misalnya murid mana saja yang rutin mengumpulkan tugas atau memberikan komentar pada postingan tertentu. Akses Google Classroom dalam kondisi offline Photo Credit: stem.T4L (Unsplash) Salah satu kekhawatiran dalam aktivitas pembelajaran online adalah ketersediaan koneksi internet. Tentu akan kurang adil apabila murid jadi tidak bisa belajar hanya karena jaringan internet di tempat tinggalnya tidak stabil. Demi mengatasi hal tersebut, tahun ini Google akan memberikan update pada aplikasi Classroom untuk Android agar bisa digunakan secara offline. Nantinya, melalui fitur Google Classroom ini, murid akan bisa melakukan pekerjaan mereka secara offline. Baik mengerjakan tugas, membuka dokumen di Drive, bahkan hingga menulis tugas di Google Docs, semua bisa mereka lakukan tanpa harus tersambung dengan internet. Peningkatan fitur penilaian murid melalui perangkat mobile Photo Credit: John-Mark Smith (Pexels) Tak hanya memberikan materi dan tugas, guru juga dituntut untuk menilai pekerjaan para murid dan menyampaikan feedback. Saat ini, ada semakin banyak guru yang melakukan hal tersebut melalui perangkat mobile masing-masing sehingga lebih praktis. Demi menunjang kebutuhan tersebut, fitur baru Google Classroom pada aplikasi Android pun ditingkatkan. Melalui upgrade ini, nantinya Anda bisa dengan mudah berpindah dari tugas satu murid ke murid yang lain. Selain itu, Anda bahkan juga bisa memberikan penilaian sambil memeriksa tugas murid dalam satu waktu. Tidak ketinggalan fitur share feedback untuk mempermudah pemberian feedback kepada masing-masing murid. Berbagai fitur baru Google Classroom akan bisa segera Anda gunakan pada 2021 ini. Oleh sebab itu, agar aktivitas pembelajaran online semakin efektif dan interaktif, pastikan Anda menggunakan Google Classroom. Caranya adalah dengan berlangganan Google Workspace for Education, yang tidak hanya menyediakan Google Classroom, tapi juga berbagai aplikasi penunjang pendidikan lain seperti Google Meet untuk sesi kelas online, Google Docs untuk mengerjakan tugas, hingga Google Drive untuk menyimpan rekaman video kelas online. Pastikan Anda berlangganan Google Workspace for Education hanya di reseller resmi produk Google, EIKON Technology. Segera klik di sini untuk mendapatkannya!

Scroll to Top