EIKON Technology

Google Calendar

Info

Cara Mengatur Interoperabilitas Google Calendar dengan Microsoft Office 365 Menggunakan Microsoft Graph API

Mulai tanggal 28 Mei 2025, Anda dapat menggunakan Microsoft Graph API untuk mengaktifkan interoperabilitas Calendar dengan Microsoft Office 365. Graph API akan menggantikan Exchange Web Services (EWS) API yang ada, yang tak lagi didukung oleh Microsoft mulai 1 Oktober 2026 nanti. Lalu, bagaimana cara menggunakannya? Konfigurasi interoperabilitas Google Calendar dengan Microsoft Officee 365 menggunakan Graph API Photo Credit: Google Workspace Updates Admin dapat mengonfigurasi interoperabilitas melalui Graph API di konsol Admin dengan membuka Apps > Google Workspace > Calendar > Calendar Interop Management > Exchange availability in Calendar > Allow Google Calendar to display Exchange user availability.  Antarmuka pengguna juga telah disederhanakan dan admin dapat dengan mudah memilih endpoint dari menu dropdown, dan memasukkan detail lainnya seperti domain Microsoft tertentu yang harus dihubungkan ke Calendar. Photo Credit: Google Workspace Updates Google juga menghadirkan pembaruan tambahan untuk meningkatkan pengalaman admin secara keseluruhan, termasuk pembaruan antarmuka pengguna tambahan dan pemecahan masalah. Baca juga: Interoperabilitas antara Google Chat dan Platform Perpesanan Lain Kini Tersedia  untuk Umum Pembaruan ini akan memastikan interoperabilitas kalender berlanjut setelah dukungan untuk EWS berakhir dan meningkatkan pengalaman keseluruhan untuk mengonfigurasi dan mengelola interoperabilitas bagi admin. Selain itu, Graph API memungkinkan admin untuk memberikan akses ke data kalender Exchange saja, memastikan akses tidak terlalu luas cakupannya. Photo Credit: Google Workspace Updates Pembaruan ini juga mencakup: Admin dapat menggunakan akun yang sama untuk ketersediaan pengguna dan pemesanan sumber daya saat mengonfigurasi pengaturan interoperabilitas Graph API mereka. Admin kini dapat melihat informasi terperinci di setiap langkah yang akan membantu mereka mengatasi potensi masalah dalam konfigurasi pengaturan. Admin dapat menentukan domain mana yang didukung oleh titik akhir mana, dan informasi ini tercantum dengan rapi dalam tabel. Jika admin memilih EWS atau menyiapkan endpoint yang ada menggunakan EWS, mereka akan melihat spanduk pengingat bahwa EWS tidak akan lagi didukung oleh Microsoft dan untuk menggunakan Graph API sebagai gantinya. Baca juga: Tingkatkan Interoperabilitas Google Chat dan Platform Perpesanan Lain Mulai menggunakan Microsoft Graph API Photo Credit: Google Workspace Updates Karena endpoint Exchange Web Services tak lagi lagi didukung mulai 1 Oktober 2026 nanti, disarankan untuk memperbarui konfigurasi interop Anda ke Graph API sesegera mungkin. Ketersediaan Pengaturan interoperabilitas ini tersedia bagi pelanggan Google Workspace edisi: Business Starter, Standard, dan Plus; Enterprise Starter, Standard, dan Plus; Education Fundamentals, Standard, dan Plus; Frontline Standard dan Plus; dan Nonprofits. Pembaruan dirilis secara bertahap  mulai dari tanggal 28 Mei 2025 (hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur), baik untuk domain rilis cepat maupun terjadwal. Baca juga: Terhubung secara Efektif dengan Interoperabilitas Google Calendar Update pengaturan Google Calendar ini tersedia di Workspace for Business yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology. Sebagai authorized reseller Google untuk Indonesia, EIKON Technology menyediakan produk resmi berlisensi. Kami juga menyertakan layanan konsultasi untuk memastikan kelancaran proses implementasi produk. Informasi selengkapnya mengenai produk, silakan klik di sini!

Info

Cara Menetapkan Resources Google Calendar ke OU Anda

Per 4 Desember 2024, administrator dapat menetapkan resources untuk Google Calendar dalam ekosistem kerja mereka ke organizational unit (OU) tertentu. Resources tersebut di antaranya adalah ketersediaan ruangan atau perlengkapan rapat. Bagaimana caranya? Menetapkan resources Google Calendar ke OU Photo Credit: Google Workspace Updates Bagi perusahaan dengan unit-unit kecil di dalamnya, menetapkan jadwal resources seperti ruangan atau perlengkapan rapat secara umum tentu akan merepotkan. Sebagai solusi, Workspace menghadirkan kapabilitas pengaturan resources pada tingkatan OU, yang juga mencakup kebijakan lokasi data. Baca juga: Tampilan Baru Google Calendar, Seperti Apa? Mengaktifkan kapabilitas Resources Calendar akan terhubung pada unit induk—tidak ada perubahan yang perlu dilakukan hingga administrator menetapkan kembali resources ke OU lain. Namun penting untuk diingat bahwa fitur ini memerlukan hak istimewa administrator untuk membaca OU yang dapat diaktifkan dengan mengikuti langkah-langkah berikut: Masuk ke konsol Google Admin menggunakan akun dengan hak istimewa super administrator. Di konsol Admin, buka Menu > Account > Admin roles. Di sebelah kiri, klik role yang ingin Anda tetapkan. Klik Admin. Klik Assign users (Anda dapat memilih hingga 20 pengguna sebagai admin). Klik Assign role. Baca juga: Peleburan Tool Appointment Slots dan Appointment Schedules di Google Calendar, Apa Saja yang Berubah? Untuk menonaktifkan hak istimewa, ikuti langkah-langkah berikut: Masuk ke konsol Google Admin menggunakan akun dengan hak istimewa super administrator. Di konsol Admin, buka Menu > Account > Admin roles. Di sebelah kiri, klik salah satu role kustom dalam daftar. Klik Admin. Centang kotak nama administrator yang ingin Anda nonaktifkan. Klik Unassign roles (Anda dapat memilih hingga 20 pengguna sebagai admin). Klik Unassign role untuk mengonfirmasi pilihan Anda. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Pembaruan kapabilitas administrator Google Calendar ini dirilis secara bertahap (memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur) mulai dari tanggal 4 Desember 2024, baik itu untuk domain rilis cepat maupun domain rilis terjadwal. Perlu diketahui bahwa kapabilitas ini hanya tersedia bagi pelanggan Google Workspace edisi Enterprise Plus dan Assured Controls. Baca juga: Kini Susun Undangan untuk Calendar Makin Mudah dengan Google Docs, Bagaimana Caranya? Google terus mengembangkan fitur dan kapabilitas Calendar di ekosistem Workspace untuk menyederhanakan alur kerja Anda. Dengan hadirnya opsi untuk menetapkan resources sesuai kebutuhan, administrator akan memiliki keleluasaan dalam mengatur jadwal secara terstruktur. Fitur ini telah tersedia bagi pelanggan Workspace for Business yang telah tersedia di EIKON Technology, official reseller untuk Google Workspace Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut terkait paket berlangganan, hubungi kami di sini.

Info

Tampilan Baru Google Calendar, Seperti Apa?

Mengikuti peluncuran Material Design 3, Google meluncurkan pembaruan tampilan untuk Calendar. Pembaruan ini mengubah tampilan antar muka Calendar bagi seluruh pengguna Workspace. Seperti apa perubahannya? Pembaruan antarmuka Google Calendar Photo Credit: Google Workspace Updates Mulai 23 Oktober 2024, Anda akan melihat perubahan antarmuka Google Calendar yang sejalan dengan Material Design 3 dan mencakup update pada: Kontrol (seperti tombol, dialog, dan sidebars) yang lebih modern dan mudah diakses; Tipografi antarmuka dengan jenis huruf yang dirancang khusus agar sangat mudah dibaca dari Google; Ikonografi yang mudah dibaca dan tajam, dengan nuansa baru. Photo Credit: Google Workspace Updates Google juga memperkenalkan kapabilitas untuk beralih antara mode terang, mode gelap, atau opsi mengikuti tema default perangkat. Ini akan memberi Anda pengalaman menggunakan Calendar yang lebih nyaman dan dapat disesuaikan, serta dapat mengurangi penggunaan baterai. Pembaruan ini berlaku di seluruh bagian Calendar versi web, termasuk untuk tampilan task list. Ketika menggunakan URL tasks.google.com, Anda akan diarahkan ke antarmuka pengguna yang diperbarui dan memiliki kemampuan untuk memilih antara mode terang atau mode gelap. Baca juga: Peleburan Tool Appointment Slots dan Appointment Schedules di Google Calendar, Apa yang Berubah? Memperbarui tampilan Google Calendar Untuk mendapatkan tampilan baru dari Google Calendar ini tidak diperlukan pengaturan tambahan apa pun dari administrator. Bagi end-user, perubahan tampilan antarmuka akan langsung muncul mulai tanggal 23 Oktober 2024. Jika Anda ingin mengaktifkan mode gelap Calendar, klik ikon Settings di bagian ujung kanan > Appearance > pilih Light, Dark atau Device default (tampilan mengikuti tema perangkat). Mengingat peluncuran ini merupakan penyegaran visual untuk Google Calendar, kemungkinan dapat memengaruhi pengalaman ekstensi Chrome yang terpasang dan aktif saat menggunakan Calendar. Akibatnya, ekstensi mungkin tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Disarankan untuk menghubungi developer ekstensi tersebut untuk melaporkan potensi masalah apa pun. Baca juga: Kini Susun Undangan untuk Calendar Makin Mudah dengan Google Docs, Bagaimana Caranya? Ketersediaan update Pembaruan tampilan update ini dirilis dalam dua kelompok, yaitu domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal.  Untuk domain rilis cepat berlaku perilisan bertahap, mulai dari tanggal 23 Oktober 2024 (hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk domain berlaku perilisan yang diperpanjang (berpotensi lebih dari 15 hari untuk visibilitas fitur) dimulai pada tanggal 2 Desember 2024. Update tampilan antarmuka Google Calendar ini tersedia untuk seluruh pelanggan Workspace Individual dan pengguna dengan akun Google pribadi. Baca juga: Reminder Google Calendar dan Assistant Reminders Akan Bermigrasi ke Tasks, Seperti Apa Perubahannya? Produktivitas di lingkungan kerja Anda akan semakin meningkat dengan dukungan Google Calendar. Optimalkan fungsinya dengan berlangganan rangkaian produktivitas Google Workspace yang bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology yang juga menyediakan layanan konsultasi mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Info

Peleburan Tool Appointment Slots dan Appointment Schedules di Google Calendar, Apa yang Berubah?

Sebelumnya, Google Calendar memiliki dua tools khusus untuk mengelola janji, yaitu appointment slots dan appointment schedules. Beberapa tahun belakangan, appointment schedule berkembang menjadi tool yang lebih canggih, menawarkan pengalaman kelola janji yang lebih mulus dengan dukungan berbagai fitur andal. Untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih ringkas, per 18 Juli 2024, fitur appointment slots akan dilebur ke appointment schedule. Lalu, apa perbedaannya? Peleburan tool appointment slots dan appointment schedules Per 18 Juli 2024 nanti, fungsi appointment slots di Google Calendar akan digantikan dengan tool appointment schedules. Seluruh data yang tercatat di appointment slots akan tetap tersimpan dan aktif hingga 18 Juli 2024 nanti. Meski demikian, disarankan untuk membuat jadwal janji temu baru menggunakan tool appointment schedules mulai saat ini. Sebab, per 18 Juli 2024, halaman booking appointment schedules akan dihapus dan seluruh janji temu hanya dapat dibuat dan disimpan melalui appointment schedules. Baca juga: Kini Lebih Mudah Atur Jadwal dengan Fitur Baru Google Calendar Beberapa perubahan Photo Credit: Freepik Menyesuaikan transisi, pelanggan Google Workspace Business Starter kini akan memiliki akses ke tool appointment schedule. Itu artinya, tiap pengguna dapat membuat satu halaman booking sendiri. Sementara itu, kapabilitas untuk membuat beberapa jadwal sekaligus, dan beberapa fitur premium tambahan tersedia untuk pelanggan Google Workspace edisi Individual, Business Standard dan Plus, Enterprise Standard dan Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, Teaching and Learning Upgrade, Nonprofits, serta Google One Premium.  Mulai menggunakan tool Google mengirimkan pemberitahuan kepada administrator domain yang penggunanya menggunakan appointment slots selama 30 hari terakhir. Apabila Anda sebagai administrator tidak menerima pemberitahuan apa pun hingga 29 April 2024, itu artinya tidak ada pengguna dalam domain yang menggunakan appointment slots. Tinjau kembali penggunaan appointment slots di domain Anda agar transisi penggguna ke appointment schedules lebih mulus. Penting untuk diingat, appointment slots yang sudah dibuat tidak akan dimigrasikan secara otomatis, sehingga pengguna perlu membuat ulang jadwal dengan appointment schedules. Baca juga: Terhubung Secara Efektif dengan Interoperabilitas Google Calendar Ketersediaan  Photo Credit: Freepik Transisi ini akan dimulai tanggal 18 Juli 2024 (kemungkinan akan memakan waktu lebih dari 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur secara keseluruhan). Tool appointment schedules tersedia untuk Google Workspace edisi Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, Teaching and Learning Upgrade, Nonprofits, Google Workspace Individual, dan Google One Premium.  Baca juga: Cara Menampilkan Lokasi Kerja di Google Calendar Peleburan dua tools Google Calendar ini diharapkan akan menyederhanakan alur kerja Anda. Tool appointment schedule yang telah ditingkatkan telah tersedia untuk Workspace for Business dan Education. Keduanya bisa Anda dapatken melalui EIKON Technology. Kami menyediakan solusi menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan Workspace. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Kini Lebih Mudah Atur Jadwal dengan Fitur Baru Google Calendar

Google Calendar merupakan sebuah layanan manajemen waktu yang dapat Anda manfaatkan untuk penjadwalan. Guna menyempurnakan pengalaman penggunanya, Calendar terus meluncurkan fitur penunjang. Artikel ini akan membahas 4 fitur yang baru saja diluncurkan Calendar. Apa saja? Menambahkan lebih banyak co-host Photo Credit: Google Workspace Updates Kini Anda bisa menambahkan hingga 20 co-host ke jadwal temu selama proses setup. Artinya, Anda dapat menyusun jadwal dengan lebih banyak orang. Kalender sekunder Photo Credit: Google Workspace Updates Sebelumnya, Anda hanya dapat membuat jadwal di kalender utama. Kini, Anda juga dapat membuat jadwal dan menerima janji yang dibuat di kalender sekunder. Fitur ini akan membantu saat beberapa pengguna memerlukan akses ke waktu yang sama. Tiap user yang memiliki izin untuk menggunakan kalender sekunder dapat mengubah jadwal dan melihat janji baru masuk, Delegate access Saat ini, fitur delegate access memungkinkan Anda memberi izin pada orang lain untuk mengakses akun Google Workspace Anda untuk mengirim email atau mengelola undangan Calendar dan acara atas nama Anda. Sekarang, pengguna yang memiliki akses dapat mengedit atau menghapus jadwal di kalender utama Anda. Baca juga: Migrasi Reminders Calendar dan Assistant ke Google Tasks Ketersediaan jadwal Photo Credit: Google Workspace Updates Google Calendar menambahkan opsi “Check calendars for availability”, yang memungkinkan Anda memeriksa ketersediaan waktu dari pihak yang ditambahkan ke jadwal. Opsi ini akan membantu Anda saat ingin memprioritaskan janji baru di atas acara yang sudah ada lebih dulu. Mulai menggunakan fitur Co-host tidak dapat melihat atau mengubah rincian jadwal janji temu. Namun jika jadwal dibuat di kalender bersama, co-host akan memiliki akses untuk melihat atau mengubah detail. Booking jadwal akan terlihat di kalender utama host dan co-host lainnya. Fitur “Check calendars for availability” akan aktif secara default dan dapat dinonaktifkan dengan menghapus centang di editor jadwal janji temu. Kalender co-host tidak akan diperiksa ketersediaannya secara otomatis. Anda dapat memilih kalender co-host di Fitur “Check calendars for availability” untuk memeriksa ketersediaannya. Baca juga: Susun Undangan untuk Calendar dengan Google Docs Ketersediaan fitur Fitur co-host, kalender sekunder, dan delegate access tersedia untuk edisi Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, the Teaching and Learning Upgrade, and Nonprofits  Fitur “Check calendars for availability” tersedia untuk edisi Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, the Teaching and Learning Upgrade, Nonprofits, Google Workspace Individual subscribers, dan pengguna dengan akun Google pribadi. Baca juga: Terhubung Secara Efektif dengan Interoperabilitas Google Calendar Fitur-fitur baru dari Google Calendar ini akan membantu Anda menyederhanakan proses pembuatan jadwal. Optimalkan penggunaan Calendar dengan berlangganan Google Workspace for Business yang tersedia di EIKON Technology. Ini merupakan edisi Workspace yang dirancang khusus untuk kebutuhan perusahaan. Untuk detail selengkapnya, silakan hubungi kami di sini!

Google Workspace

Terhubung secara Efektif dengan Interoperabilitas Google Calendar

Ketika bekerja lintas lokasi dan zona waktu, fungsionalitas Google Calendar sangat penting agar Anda dapat terhubung secara efektif dengan orang lain. Interoperabilitas Google Calendar adalah sebuah kapabilitas penting yang hadir untuk membantu memastikan acara yang dibuat dalam suatu sistem kalender dapat disebarkan secara akurat kepada mereka yang menggunakan sistem berbeda. Lalu, bagaimana cara menggunakannya? Interoperabilitas Google Calendar Google Calendar menghadirkan kapabilitas interoperabilitas yang memungkinkan Anda menyebarkan suatu acara secara efektif dan akurat, bahkan kepada mereka yang tidak menggunakan platform kalender tersebut. Dengan memanfaatkan kapabilitas ini, Anda bisa membagikan undangan acara yang dibuat di Calendar lebih cepat dan mudah kepada siapa pun. Interoperabilitas Google Calendar akan membantu Anda memastikan acara yang dibuat dalam suatu sistem kalender, dapat disebarkan secara akurat kepada tamu acara dengan sistem kalender berbeda. Hal ini memungkinkan Anda menyusun jadwal secara produktif dan mengatur jadwal secara kolaboratif, apa pun platform kalender yang digunakan. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Baru-baru ini, Google mengumumkan peningkatan terkini pada kapabilitas interoperabilitas Calendar, berupa: Pengguna Microsoft Outlook yang juga memiliki Google Calendar dengan alamat email yang sama dapat menerima undangan Google Calendar dan RSVP di Outlook. Pengingat rapat default akan dibuat di Microsoft Outlook jika undangan dibuat di Google Calendar untuk membantu memastikan tamu yang menggunakan Outlook tidak melewatkan acara. Acara rutin (recurring events) non-Google Calendar akan diperbarui secara lebih sistematis dan akurat di Google Calendar. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: Freepik Peningkatan terkini kapabilitas interoperabilitas Google Calendar ini tidak memerlukan pengaturan tambahan dari administrator. Baik administrator dan end-user bisa langsung menggunakan kapabilitas setelah update. Namun pastikan Anda sudah memenuhi persyaratan di bawah ini. Persyaratan untuk Google Memiliki akun dengan Exchange role yang nantinya digunakan Microsoft Exchange untuk mengakses Google Calendar. Mengaktifkan akses ke layanan tambahan untuk semua pengguna atau unit organisasi tertentu. Untuk mengetahui detailnya, Anda dapat mengunjungi halaman ini. Persyaratan untuk Microsoft Exchange Menggunakan Microsoft Exchange 2013 atau 2016 atau Exchange Online (Microsoft 365). Memiliki konektivitas internet inbound dan outbond untuk Exchange Web Services (EWS). Memiliki Sertifikat SSL (dikeluarkan oleh otoritas sertifikat public root tepercaya) untuk server Exchange. Memiliki akun dengan Exchange role yang nantinya digunakan Google Calendar untuk mengakses Exchange. Baca juga: Hemat Waktu dengan Opsi Lokasi Kerja yang Disarankan di Google Calendar Autentikasi Microsoft mengumumkan bahwa mulai dari tanggal 1 Oktober 2022, autentikasi dasar (basic authentication) untuk EWS telah dinonaktifkan. Sebagai gantinya, mereka menghadirkan dukungan untuk OAuth 2.0. Detail mengenai autentikasi Microsoft dapat Anda pelajari lebih lanjut di sini. Fitur Calendar Interop mendukung autentikasi dasar untuk Exchange lokal dan OAuth 2.0 untuk Exchange Online (Microsoft 365). Menggunakan interoperabilitas dengan produk Calendar lainnya Saat menggunakan fitur interoperabilitas Calendar, Anda tidak dapat menggunakan Google Calendar Connector for HCL Notes (GCCHN). Ini karena Calendar hanya mendukung satu sumber informasi ketersediaan eksternal dalam satu waktu. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai GCCHN dan cara kerjanya, Google telah menyediakan halaman dokumentasi di sini. Ketersediaan Photo Credit: Freepik Fitur interoperabilitas Google Calendar ini telah tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace, termasuk bagi mereka yang masih menggunakan G Suite Basic dan G Suite Business. Fitur juga tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Migrasi Reminders Calendar dan Assistant ke Google Tasks, Apa yang Harus Dilakukan? Dengan memanfaatkan kapabilitas interoperabilitas Google Calendar ini, Anda dapat membagikan acara yang sudah dibuat ke platform berbeda tanpa melakukan pengaturan tambahan. Itu artinya, Anda bisa menghemat lebih banyak waktu saat menyebarkan undangan acara. Untuk mengoptimalkan Google Calendar dan berbagai fitur di dalamnya, jangan lupa berlangganan Google Workspace. EIKON Technology menyediakan Workspace for Business untuk keperluan bisnis dan Workspace for Education untuk institusi pendidikan. Informasi lebih lanjut mengenai berlangganan Google Workspace, silakan klik di sini!

Google Workspace

Hemat Waktu dengan Opsi Lokasi Kerja yang Disarankan di Google Calendar

Setelah sebelumnya mengumumkan kapabilitas untuk berbagi tempat Anda bekerja secara langsung, kini Google Calendar memperkenalkan sebuah fitur baru. Dengan fitur baru ini maka Anda dapat menyusun perencanaan yang lebih baik seputar kolaborasi dan koordinasi rapat, terutama di lingkungan kerja hybrid. Mari simak ulasannya berikut! Peningkatan fitur Google Calendar tahun 2023 Tahun 2021 lalu, Google Calendar merilis kapabilitas untuk berbagi tempat bekerja. Kini, Calendar kembali memperluas kapabilitasnya yang akan memudahkan Anda menyusun perencanaan seputar kolaborasi dan koordinasi rapat, terutama untuk lingkungan kerja hybrid. Beberapa kapabilitas yang diluncurkan di antaranya: Dukungan Office Building untuk Working Locations; Mendorong cakupan Working Location di seluruh perusahaan; Meningkatkan efisiensi melalui pengelolaan ruang rapat yang lebih baik dengan pembebasan ruangan. Menentukan lokasi lebih cepat Photo Credit: Google Workspace Updates Per 27 Februari 2023, Google Calendar juga menambahkan pembaruan yang akan membantu Anda menentukan lokasi kerja lebih cepat dan mudah menggunakan lokasi kerja yang disarankan berdasarkan lokasi terbaru Anda. Dengan begitu, Anda tak perlu berlama-lama mencari lokasi kerja yang sesuai. Pembaruan ini secara otomatis akan menampilkan rekomendasi lokasi kerja berdasarkan lokasi terbaru. Ini tentu akan menghemat lebih banyak waktu dibanding saat Anda harus melakukan pencarian manual. Mulai menggunakan fitur Photo Credit: pch.vector (Freepik) Fitur ini sebenarnya tidak membutuhkan pengaturan tambahan yang rumit dari administrator. Working location akan aktif secara default dan dapat dinonaktifkan pada tingkatan domain maupun organizational unit (OU). Dengan kata lain, administrator memiliki keleluasaan untuk menentukan di mana saja fitur ini aktif. Sedangkan untuk end-user, rekomendasi working location hanya akan tampil ketika Anda menyetel lokasi kerja khusus. Anda dapat mengunjungi Help Center Google Workspace untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Working location Google Calendar. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Cara mengaktifkan dan menonaktifkan Working location di Calendar End-user dapat membagikan lokasi tempat mereka bekerja berdasarkan rutinitas mingguan, serta lokasi yang sudah pernah dipilih sebelumnya. Anda dapat menonaktifkan fitur ini, tapi setelan tersebut akan menghapus lokasi yang sudah ada. Berikut cara untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur Working location Calendar: Masuk ke konsol Google Admin Anda. Di konsol Admin, buka Menu > Apps > Google Workspace > Calendar. Klik Sharing settings. Klik Working location. Untuk menerapkan setelan ke semua orang, biarkan OU teratas dipilih. Jika tidak, pilih OU turunan. Centang atau hapus centang pada opsi “Allow users to set their daily working location”. Klik Save. Jika mengonfigurasi OU turunan, akan tersedia opsi Inherit atau Override dari setelan OU induk Anda. Jika Anda menonaktifkan lokasi kerja, perlu waktu hingga 36 jam untuk menghapus fitur lokasi kerja dan menghapus lokasi kerja pengguna. Baca juga: Enkripsi Client-Side untuk Google Calendar Kini Telah Tersedia, Apa Fungsinya? Ketersediaan fitur Fitur baru dari Google Calendar ini dirilis secara bertahap. Untuk domain rilis cepat, peluncuran dilakukan mulai dari tanggal 27 Februari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Kemudian untuk domain rilis terjadwal, peluncuran dilakukan mulai dari tanggal 13 Maret 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari ke depan untuk visibilitas fitur). Fitur ini tersedia bagi seluruh pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Plus, Education Standard, Teaching & Learning Upgrade, dan Nonprofits, termasuk juga pelanggan G Suite Business. Namun fitur tidak tersedia bagi pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Enterprise Essentials, Frontline, G Suite Basic, serta pemilik Google Account pribadi. Baca juga: Kategorisasi Warna Baru di Calendar, Mudahkan Anda dalam Melacak Jadwal Update fitur Google Calendar ini dimaksudkan untuk memudahkan Anda dalam berkolaborasi. Dengan mencantumkan lokasi kerja maka kolega Anda pun bisa lebih mudah menyesuaikan jadwal. Agar fitur Working location Google Calendar bekerja dengan optimal, gunakan Google Workspace for Business untuk mendukung lingkungan kerja Anda. Selain Calendar, suite ini juga memiliki aplikasi serta layanan produktivitas seperti Gmail, Docs, Sheets, hingga Slides, tentu saja semuanya telah disesuaikan dengan penggunaan skala besar. Dapatkan segera melalui EIKON Technology, authorized reseller untuk produk-produk Google. Informasi selengkapnya, klik di sini!

Google Workspace

Reminder Google Calendar dan Assistant Reminders Akan Bermigrasi ke Tasks, Seperti Apa Perubahannya?

Tahun 2022 lalu, Workspace telah mengumumkan untuk memigrasikan Reminders dari Google Calendar dan Google Assistant ke Google Tasks untuk menciptakan pengalaman yang lebih seamless dalam mengelola daftar tugas di dalam ekosistem Google. Pengguna nantinya dapat membuat tugas dari Calendar dan menggunakan kemampuan hands-free dari Assistant, sama dengan cara mereka membuat Reminders sebelumnya. Tidak seperti Reminders, mereka juga dapat membuat tugas dari aplikasi Google Workspace lain, seperti Gmail, Docs, Chat, atau langsung dari aplikasi Tasks. Jika Anda adalah pelanggan Google Workspace dengan layanan Tasks aktif, maka end-user dapat melakukan migrasi secara sukarela mulai tanggal 12 April 2023 nanti. Perintah migrasi ini telah tersedia bagi pengguna dengan akun pribadi mulai tanggal 6 Maret 2023. Memigrasikan Reminders Google Calendar Photo Credit: Google Workspace Updates Bagi pelanggan Google Workspace, mulai tanggal 22 Mei 2023, Assistant dan Calendar Reminders akan mulai bermigrasi secara otomatis ke Tasks untuk pengguna yang belum bermigrasi. Untuk membantu memastikan kelancaran transisi, disarankan untuk mengikuti langkah-langkah berikut: Untuk administrator Pastikan layanan Tasks aktif di lingkungan kerja Anda. Jika layanan Tasks nonaktif, maka semua data Reminders tidak akan dimigrasikan ke Tasks dan penghapusan data akan dimulai setelah tanggal 22 Juni 2023 nanti. Aktifkan tempat kerja Anda untuk bisa menggunakan Google Takeout. Jika end-user di tempat Anda ingin mengekspor data dari Assistant dan Calendar Reminders mereka. Jika end-user di tempat Anda ingin menggunakan Assistant untuk mengelola tugas setelah migrasi, pastikan sesuaikan setelan pengguna Search dan Assistant terlebih dahulu. Untuk pengguna akun Google kantor atau sekolah Anda akan melihat perintah di Assistant dan Calendar untuk memindahkan pengingat yang dibuat di aplikasi tersebut ke Tasks mulai tanggal 12 April 2023. Jika Anda menginginkan salinan data Reminders dan Takeout diaktifkan di tempat kerja Anda, pastikan untuk melakukan ekspor data sebelum tanggal 22 Juni 2023. Untuk pengguna akun Google pribadi Anda akan melihat perintah di Assistant dan Calendar untuk memindahkan pengingat yang dibuat di aplikasi tersebut ke Tasks mulai tanggal 6 Maret 2023. Jika Anda belum bermigrasi, Assistant dan Calendar Reminders akan mulai bermigrasi secara otomatis pada kuarter kedua tahun 2023 ini. Baca juga: Enkripsi Client-Side untuk Google Calendar Kini Telah Tersedia, Apa Fungsinya? Mengapa harus bermigrasi? Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Setelah migrasi selesai, Anda dapat melihat dan mengelola semua tugas kerja di satu tempat, yaitu Google Tasks. Anda juga dapat memanfaatkan fitur di Tasks, seperti mengatur tugas dengan beberapa daftar dan menambahkan deskripsi untuk pengaturan tambahan. Tasks dapat diakses melalui web atau aplikasi Google Workspace seperti Gmail, Kalender, Docs, dan Chat, sehingga memudahkan pembuatan tugas tanpa perlu beralih tab atau aplikasi. Jika menggunakan Assistant, Anda juga dapat membuat Tasks langsung dari sana. Penting untuk diingat, Calendar Reminders yang dibuat di Keep tidak akan dimigrasikan ke Tasks. Pengingat tersebut akan tetap tersedia di Keep, tapi tidak akan ditampilkan di Google Calendar setelah proses migrasi selesai. Baca juga: Cek Ketersediaan Jadwal di Google Calendar Kini Makin Mudah dengan Appointment Schedule Kapan proses migrasi dimulai? Waktu migrasi Calendar Reminders ke Tasks ini akan menyesuaikan jenis akun yang Anda gunakan. Berikut rincian lengkapnya: Bagi pelanggan Google Workspace Migrasi sukarela bisa mulai dilakukan sejak tanggal 12 April 2023 (migrasi akan dilakukan dalam format extended rollout yang kemungkinan memakan waktu hingga 15 hari ke depan). Untuk migrasi otomatis akan dimulai pada tanggal 22 Mei 2023 (migrasi akan dilakukan dalam format extended rollout yang kemungkinan memakan waktu hingga 15 hari ke depan). Bagi pemilik Google Account pribadi  Migrasi akan dilakukan dalam format extended rollout yang kemungkinan memakan waktu hingga 15 hari ke depan mulai dari tanggal 6 Maret 2023. Perubahan ini akan memengaruhi seluruh pelanggan Google Workspace, pelanggan G Suite Basic dan Business lama, serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Kategorisasi Warna Baru di Calendar, Mudahkan Anda Melacak Jadwal Dengan migrasi ini, Anda dapat melihat dan mengelola semua tugas kerja di satu tempat, yaitu Google Tasks. Anda juga dapat memanfaatkan fitur di Tasks, seperti mengatur tugas dengan beberapa daftar dan menambahkan deskripsi untuk pengaturan tambahan. Produktivitas di lingkungan kerja Anda akan semakin meningkat dengan dukungan Google Workspace. Rangkaian produktivitas Google Workspace bisa Anda dapatkan melalui EIKON Technology yang juga menyediakan layanan konsultasi mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik di sini!

Google Workspace

Enkripsi Client-side untuk Google Calendar Kini Telah Tersedia, Apa Fungsinya

Tahun 2022 lalu, Google Calendar memperluas versi beta enkripsi client-side mereka. Tujuannya ialah untuk membantu pelanggan memperkuat kerahasiaan data mereka sekaligus membantu menangani berbagai persyaratan kepatuhan (compliance) dan kedaulatan (sovereignty) data. Per tanggal 14 Februari 2023, enkripsi client-side untuk Google Calendar kini tersedia bagi publik. Selain itu, enkripsi client-side versi ini pun telah diperluas sehingga dapat mendukung Key Migration dan Google Takeout. Enkripsi client-side Google Calendar Photo Credit: Google Workspace Updates Google Workspace sudah menggunakan standar kriptografi terbaru untuk mengenkripsi data rest sekaligus data transit di antara fasilitas mereka. Dengan enkripsi client-side, Workspace memberikan kontrol langsung kepada pelanggan atas kunci enkripsi dan penyedia identitas yang digunakan untuk mengakses kunci tersebut. Ini akan membantu Anda sebagai pelanggan Workspace dalam memperkuat kerahasiaan data sekaligus menangani berbagai kebutuhan kepatuhan serta kedaulatan data. Enkripsi client-side memungkinkan Anda membangun postur privasi yang lebih kuat secara fundamental, baik untuk membantu perusahaan Anda mematuhi peraturan tentang penyebaran data atau sekadar untuk melindungi privasi data rahasia Anda dengan lebih baik. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Cara mengakitfkan enkripsi Enkripsi client-side Google Calendar akan nonaktif secara default dan dapat diaktifkan pada level domain, organizational unit (OU), maupun grup. Untuk mengaktifkannya, administrator bisa langsung masuk ke Admin console > Security > Access and data control > Client-side encryption. Google telah menyediakan dokumentasi khusus mengenai enkripsi client-side Calendar yang dapat diakses di sini. Photo Credit: Google Workspace Updates Untuk end-user, Anda harus masuk melalui Identity Provider untuk memiliki akses ke konten terenkripsi. Jika ingin menambahkan enkripsi ke acara apa pun di Calendar, Anda cukup mengeklik ikon perisai di bagian atas kartu pembuatan acara. Ini akan menambahkan enkripsi ke deskripsi acara, lampiran, sekaligus Meet. Namun item lain seperti judul acara, waktu, dan daftar tamu akan tetap menggunakan enkripsi standar Calendar. Baca juga: Cara Menampilkan Lokasi Kerja di Google Calendar Ketersediaan enkripsi Enkripsi client-side untuk Google Calendar mobile saat ini tersedia dalam versi beta. Pelanggan Google Workspace Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard memenuhi syarat untuk mengajukan versi beta seluler hingga 3 Maret 2023. Untuk mengajukan akses, Anda bisa mengunjungi halaman berikut ini. Kapabilitas baru Calendar ini diluncurkan melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Peluncuran penuh dilakukan pada tanggal 14 Februari 2023 lalu (membutuhkan waktu 1-3 hari untuk visibilitas fitur di seluruh Calendar pelanggan). Enkripsi client-side Google Calendar tersedia bagi pelanggan Workspace Enterprise Plus, Education Plus, dan Education Standard. Namun enkripsi ini masih belum tersedia bagi pelanggan Workspace Essentials, Business Starter, Business Standard, Business Plus, Enterprise Essentials, Enterprise Standard, Education Fundamentals, Frontline, dan Nonprofits, termasuk pelanggan G Suite Basic dan G Suite Business. Enkripsi juga tidak tersedia bagi pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Berbagi Janji Temu di Google Calendar Kini Lebih Mudah, Bagaimana Caranya? Enkripsi client-side Google Calendar akan membantu Anda dalam melindungi privasi data rahasia. Saat enkripsi aktif, maka server Google tidak dapat membaca item seperti deskripsi acara, lampiran, dan data Meet. Itu artinya, Anda memiliki kendali penuh atas kunci enkripsi dan layanan identitas untuk mengakses kunci tersebut. Peningkatan Google Calendar ini telah tersedia bagi pelanggan Workspace Education. Anda bisa mendapatkan paket berlangganannya melalui EIKON Technology. Tidak hanya menyediakan produk resmi berlisensi Google, kami juga memberikan layanan menyeluruh mulai dari tahap perencanaan hingga penerapan. Untuk terhubung dengan tim EIKON Technology, silakan klik di sini!

Google Workspace

Cek Ketersediaan Jadwal di Google Calendar Kini Makin Mudah dengan Appointment Schedules

Google Calendar baru saja meluncurkan update untuk fitur appointment schedules. Ini merupakan sebuah fitur yang memungkinkan pengguna membagikan jadwal mereka melalui booking page, sehingga dapat digunakan oleh kolega, klien, dan mitra untuk menjadwalkan rapat. Versi terdahulu appointment schedules tidak memiliki kapabilitas untuk meninjau beberapa kalender sekaligus, berpotensi menimbulkan jadwal yang bentrok. Dengan update ini pengguna Google Calendar dapat memeriksa dan melihat pratinjau visual dari beberapa kalender sekaligus, sehingga memudahkan pembuatan jadwal janji temu. Selain itu, update terbaru ini juga akan membuat booking page Anda menampilkan status ketersediaan berdasarkan kalender yang sudah dipilih. Mengenal appointment schedules Google Calendar Photo Credit: Google Workspace Updates Fitur appointment schedules Google Calendar memungkinkan pengguna untuk dapat membuat dan membagikan booking pages, membatasi waktu agar orang dapat membuat janji temu, serta melihat janji temu yang sudah di pesan melalui Calendar. Jika Anda mengakses Calendar melalui akun kantor atau sekolah, maka fitur ini juga akan menampilkan pratinjau jadwal janji temu yang baru. Namun perlu diingat, akun Google Business Starter tidak memiliki akses ke appointment schedules. Untuk menggunakan appointment schedules di akun email pribadi, Anda harus berlangganan Workspace Individual terlebih dahulu. Penting untuk diketahui juga, selain kalender utama, kini Anda juga dapat memeriksa ketersediaan dari semua kalender yang ditambahkan ke Google Calendar di web, seperti kalender milik Anda, kalender yang Anda kelola, maupun kalender yang Anda ikuti. Baca juga: Kategorisasi Warna Baru di Calendar, Mudahkan Anda dalam Melacak Jadwal Mulai menggunakan fitur Peningkatan fitur appointment schedules Google Calendar ini tidak membutuhkan pengaturan tambahan dari administrator. Pengguna bisa langsung menggunakan fitur setelah tanggal perilisan. Google telah menyusun dokumentasi khusus mengenai fitur appointment schedules yang dapat Anda akses di sini. Cara mengaktifkan fitur appointment schedules Di menu Settings, Anda dapat beralih antara slot appointment schedules lama dan baru kapan saja. Setiap slot atau jadwal yang dibuat sebelumnya akan tetap aktif dan tersedia saat appointment schedules diaktifkan maupun dinonaktifkan. Untuk periode akses awal, slot appointment schedules lama dan baru tersedia di kalender Anda. Untuk mengaktifkan fitur, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini: Di komputer, buka Google Calendar. Buka Settings > General > Appointment schedules. Untuk mengaktifkan Appointment schedules, centang kotak di samping opsi “Create appointment schedules instead of appointment slots”. Jika ingin menonaktifkan fitur, hapus centang. Baca juga: Cara Melihat Ketersediaan Jadwal di Calendar Interop Melalui Google Calendar Ketersediaan fitur Photo Credit: rawpixel.com (Freepik) Peningkatan fitur appointment schedules ini diluncurkan melalui domain rilis cepat dan domain rilis terjadwal. Keduanya dirilis secara bertahap. Untuk domain rilis cepat, peluncuran dimulai pada tanggal 24 Januari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Sedangkan untuk domain rilis terjadwal, peluncuran dimulai pada tanggal 7 Februari 2023 (kemungkinan memerlukan waktu hingga 15 hari untuk visibilitas fitur). Fitur ini tersedia bagi pelanggan Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, Education Fundamentals, Education Standard, Education Plus, Teaching dan Learning Upgrade, serta Nonprofits customers. Namun fitur appointment schedules Google Calendar tidak tersedia untuk pelanggan Google Workspace Essentials, Business Starter, Enterprise Essentials, Frontline, termasuk paker G Suite Basic dan G Suite Business, serta pengguna dengan Google Account pribadi. Baca juga: Berbagi Janji Temu di Google Calendar Kini Lebih Mudah, Bagaimana Caranya? Agar tidak tertinggal fitur baru dari berbagai aplikasi produktivitas Google Workspace, pastikan Anda telah berlangganan. Telah tersedia beberapa edisi Workspace yang khusus ditujukan untuk penggunaan skala besar seperti Business dan Education. Tingkatkan produktivitas di lingkungan kerja Anda dengan Google Workspace. Kini telah tersedia di EIKON Technology, Untuk mulai memilih paket berlangganan, silakan klik di sini.

Scroll to Top